0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan6 halaman

Metode Pengambilan Keputusan dalam Sistem Pendukung

Dokumen tersebut merupakan daftar metode-metode sistem pendukung keputusan beserta kelebihan dan kekurangannya. Beberapa metode yang dijelaskan adalah SAW, AHP, TOPSIS, SMART, VIKOOR, MOORA, WP, ANP, dan MAUT.

Diunggah oleh

SEFIAN ARNAN
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan6 halaman

Metode Pengambilan Keputusan dalam Sistem Pendukung

Dokumen tersebut merupakan daftar metode-metode sistem pendukung keputusan beserta kelebihan dan kekurangannya. Beberapa metode yang dijelaskan adalah SAW, AHP, TOPSIS, SMART, VIKOOR, MOORA, WP, ANP, dan MAUT.

Diunggah oleh

SEFIAN ARNAN
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Sefian Arnan

Nim : 09031382025160
Kelas : Sibil6A
MatKul : Siste Pendukung Keputusan

No Metode Kelebihan Kekurangan


1 SAW - Menentukan nilai bobot - Digunakan untuk
masing-masing atribut Evaluasi pembobotan lokal.
lebih akurat berdasarkan nilai
standar bobot yang telah
- Menggunakan bilangan
ditentukan.
yang jelas dan bilangan
- Melakukan penghitungan fuzzy untuk kalkulasi.
normalisasi matriks
berdasarkan nilai atribut. - Harus menentukan bobot
pada setiap atribut terlebih
dahulu

- Harus membuat matriks


keputusan.

2 AHP - Kesatuan membuat - Ketergantungan model


permasalahan yang luas dan AHP pada input utamanya.
tidak terstruktur menjadi suatu Input utama ini berupa
model yang fleksibel dan
persepsi seorang ahli
mudah dipahami.
sehingga dalam hal ini
- Kompleksitas memecahkan melibatkan subyektifitas
permasalahan yang kompleks sang ahli. Selain itu, model
melalui pendekatan sistem dan menjadi tidak berarti jika
pengintegrasian secara ahli tersebut memberikan
deduktif. penilaian yang keliru.
- Saling ketergantungan dapat
digunakan pada elemen-elemen
sistem yang saling bebas dan - Metode AHP ini hanya
tidak memerlukan hubungan metode matematis tanpa
linier ada pengujian secara
statistik sehingga tidak ada
batas kepercayaan dari
kebenaran model yang
terbentuk.
3 TOPSIS - Konsepnya sederhana dan - Untuk menghasilkan output
mudah dipahami, yang lebih maksimal harus
kesedarhanaan ini dilihat dari dikombinasikan dengan
alur proses metode TOPSIS metode lain semisal AHP
yang tidak begitu rumit. dikarenakan belum adanya
Karena menggunakan indikator penentuan bobot prioritas
kriteria dan variabel alternatif yang menjadi prioritas
sebaga pembantu untuk hitungan terhadap kriteria,
menentukan keputusan yang berguna untuk
meningkatkan validitas nilai
- Memiliki kemampuan untuk bobot perhitungan kriteria
mengukur kinerja relatif dari .
alternatif- alternatif keputusan - Belum adanya bentuk
dalam bentuk matematis yang linguistik untuk penilaian
sederhana. alternatifterhadap kriteria,
biasanya bentuk linguistik ini
- Dapat digunakan sebabai di interpretasikan dalam
metode pengambilan keputusan sebuah bilangan fuzzy.
yang lebih cepat.
- Metode TOPSIS belum
memiliki mediator seperti
hirarki jika di proses secara
mandiri maka dalam
ketepatan pengambilan
keputusan cenderung belum
bisa menghasilkan sebuah
keputusan yang sempurna.
4 SMART - Perhitungan pada metode - Harus selalu diadakan
SMART lebih sederhana tidak perubahan yang continue
diperlukan perhitungan yang untuk menyesuaikan dengan
rumit dengan pemahaman keadaan dan kebutuhan
matematika yang kuat. lingkungan yang terus
berubah agar system tersebut
- Memperluas pengambilan up to date.
keputusan dalam memproses
informasi untuk pengambilan - Ada beberapa kemampuan
keputusan.
manajemen dan bakat manusia
yang tidak dapat dimodelkan.
- Penambahan dan pengurangan
alternative tidak akan
mempengaruhi perhitungan
pembobotan karena setiap
penilaian akternatif tidak saling
bergantung.
- Bagaimanapun juga harus
diingat bahwa sistem
pendukung keputusan
dirancang untuk
membantu atau
mendukung pengambilan
keputusan dengan
mengolah informasi
dengan data yang
diperlukan dan bukan
untuk mengambil alih
pengambilan keputusan
tersebut.
5 VIKOOR - berfokus pada pemeringkatan - Pembobotan kriteria: Kriteria
setiap alternatif. hanya diberikan oleh pembuat
keputusan tanpa ada cek
konsistensi bobot.
- membantu mengatasi masalah
multi-kriteria dalam sistem yang
kompleks.

- memiliki kelebihan dari


kompromi alternatif,
memungkinkan memberi
rekomendasi dari kasus multi-
kriteria dalam penentuan supplier
mana yang terbaik dengan hasil
yang cepat.

6 MOORA - Memiliki tingkat fleksibilitas - Kekurangan metode moora


dan kemudahan untuk dipahami yaitu sangat tergantung pada
dalam memisahkan tujuan dari kriteria yang akan dipilih
suatu proses ke dalam kriteria yang dimana keputusan dapat
bobot keputusan dengan berbeda jika kriteria yang
beberapa kriteria pengambilan digunakan berbeda, Dalam
keputusan Metode ini juga dapat menentukan bobot kriteria
mengoptimalkan tujuan dari jika dilakukan tidak benar
suatu kriteria yang mana tujuan maka hasil evaluasi yang
dari kriteria tersebut dapat diperoleh akan menjadi tidak
bernilai menguntungkan akurat.
(benefit) dan/atau yang biaya
(cost).
7 WP - Mempercepat proses - Tidak banyak pengguna
perhitungan nilai kriteria dan yang menggunakan metode
perangkingan untuk setiap ini dalam pengambilan
alternatif. keputusan.

- Mempermudah pengguna untuk - Metode ini hanya metode


memberikan pembobotan matematis tanpa ada
terhadap kriteria yang memiliki pengujian secara statistik
nilai yang hampir sama. sehingga tidak ada batas
kepercayaan dari kebenaran
- Dapat digunakan untuk model yang terbentuk.
pengambilan keputusan single
dan keputusan
multidimensional.

- Metode ini digunakan untuk


menyelesaikan pengambilan
keputusan secara praktis, karena
konsepnya sederhana dan
mudah dipahami.
8 ANP - kemampuan untuk melihat - Membutuhkan bantuan
keterkaitan antar kriteria atau perangkat lunak untuk
alternatif yang ada. perhitungan yang lebih
kompleks dibanding AHP
- ANP mampu menyajikan
alternatif keputusan yang ada
tanpa memperhatikan apa
kriteria atau alternatif yang
datang pertama, dan yang
datang berikutnya (seperti
halnya hirarki).
9 MAUT - Proses perhitungan dan - Range nilai pada variabel
pengambilan keputusan lebih masih bersifat statis.
cepat karena dapat langsung
menghitung nilai evaluasi akhir
tanpa perlu membandingkan
nilai bobot kepentingan antar 2
kriteria.

- Tidak perlu mengubah hasil


perhitungan bobot kedalam
bilangan Fuzzy.

10 TAGAUCHI - Dapat mengidentifikasi dan - Implementasi dari metode


melakukan estimasi terhadap ini membutuhkan
besarnya biaya kualitas yang perhitungan statistic yang
tersembunyi. Selama ini rumit, sehingga diperlukan
metode yang digunakan sumber daya yang memadai
perusahaan dalam menentukan untuk dapat diterapkan dan
besarnya biaya kualitas juga diperlukan keahlian
tersembunyi kurang khusus dalam menganalisis
mencerminkan kondisi statistik.
(kerugian) yang diderita oleh
perusahaan apabila produk
yang dihasilkan menyimpang
dari nilai target yang
ditetapkan.
REFERENSI

U. I. Kadiri, ‘Implementasi Metode TOPSIS Dalam Pemilihan Jasa Pangkas


Rambut Dimasa Pandemi Covid 19 Implementation of The TOPSIS Method In
Selecting Haircut Services During The Covid 19 Pandemic Ririn Wahyu Arida’, [Online].
Available: [Link]
‘26726-55535-1-SM’.
‘admin_jib,+Jurnal+Yosef+Ricaro+Latif+dan+Joko+Susilo’.
B. Febri Triani Sopian, J. Raya Palembang Prabumulih, and S. Selatan, PENERAPAN
METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) PADA SISTEM
PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM PEMILIHAN PAKET LAYANAN
INTERNET. 2021.
Y. Astuti and Z. Fu’ad, ‘PENENTUAN KARYAWAN TERBAIK MENGGUNAKAN
METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING PADA PT. PATRA NUR ALASKA’,
2017.
M. Sistem et al., ‘PENERAPAN METODE MAUT (Multi Attribute Utility Theory)
UNTUK’.
A. E. Munthafa and H. Mubarok, ‘PENERAPAN METODE ANALYTICAL
HIERARCHY PROCESS DALAM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
PENENTUAN MAHASISWA BERPRESTASI’, vol. 3, no. 2, 2017.

‘154515-ID-implementasi-metode-smart-untuk-mengiden’.
F. A. Sukma and A. W. Utami, ‘Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Supplier
Menggunakan Metode VIKOR Berbasis Website’, JEISBI, vol. 03, p. 2022.
M. Rudyanto Arief, ‘Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia’,
UNIVERSITAS AMIKOM Yogyakarta, 2018.

A. Desiani, S. Yahdin, and R. Primartha, Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan


Karyawan Baru dengan Menggunakan Metode Analytic Network Process (ANP) (Sudi
Kasus di PT Batavia Prosperindo Finance Palembang). 2018.

Anda mungkin juga menyukai