0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan7 halaman

Viskositas dan Rheologi Cairan Farmasi

Dokumen tersebut memberikan penjelasan tentang viskositas dan rheologi cairan newton dan non-newton. Terdapat penjelasan mengenai teori viskositas dan rheologi, jenis-jenis aliran cairan, serta cara mengukur viskositas menggunakan viskosimeter Ostwald. Dokumen tersebut juga berisi contoh tabel data hasil pengukuran viskositas beberapa larutan menggunakan viskosimeter.

Diunggah oleh

Anis Agustin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan7 halaman

Viskositas dan Rheologi Cairan Farmasi

Dokumen tersebut memberikan penjelasan tentang viskositas dan rheologi cairan newton dan non-newton. Terdapat penjelasan mengenai teori viskositas dan rheologi, jenis-jenis aliran cairan, serta cara mengukur viskositas menggunakan viskosimeter Ostwald. Dokumen tersebut juga berisi contoh tabel data hasil pengukuran viskositas beberapa larutan menggunakan viskosimeter.

Diunggah oleh

Anis Agustin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM

FARMASI FISIKA

Oleh :
apt. Nafisah Isnawati., [Link]., [Link].,
apt. Shinta Mayasari., [Link]., klin.,
apt. Amalia Wardatul Firdaus, M.S. Farm.

UNIVERSITAS dr. SOEBANDI


JEMBER
2023
PRAKTIKUM 3
VISKOSITAS DAN RHEOLOGI

I. Tujuan Percobaan:
1. Menjelaskan arti viskositas dan Rheologi
2. Mebedakan sifat cairan newton dan non Newton
3. Menggunakan alat-alat penentuan viskositas dan Rheologi
4. Menentukan viskositas dan Rheologi cairan newton dan non Newton
5. Untuk mempelajari sifat alir beberapa cairan dengan menggunakan viskosimeter
Ostwald.

II. Teori:
Rheologi (Rheo= mengalir, Logos = ilmu) adalah ilmu yang mempelajari sifat alir
beberapa cairan serta perubahan dalam berbagai benda [Link] bidang farmasi peranan
Rheologi penting karena menyangkut stabilitas, keseragaman dosis, keseragaman hasil
produksi, serta tujuan praktis dalam penggunaan suspensi dan emulsi. Pada dasarnya
Rheologi mempelajari hubungan antara tekakanan gesek (Shearing rate) pada cairan, atau
strain dan stress pada bentuk padat, kaitannya dengan deformasi zat padat.
Viskositas adalah peryataan tahanan dari suatu cairan untuk mengalir. Makin tinggi
viskositas maka makin besar tahanannya. Menurut Newton :

F/A ~ dv/dx
F/A = ή Fx dx
ή = Fx dx
Ax dv

F/A : adalah tekanan geser/ shearing Stress (dyne/cm2)


dv/dx : adalah kecepatan geser (cm/cm.)
ή : adalah koefisien Viskositas (g cm detik-1/ poise)

Pada cairan Newton hubungan antara shearing rate dan shearing stress memiliki
hubungan linier, dengan viskositas dan koefiaien viskositas.
Cairan yang mengikuti hukum Newton viskositasnya tetap pada suhu dan tekanan
tertentu dan tidak tergantung pada kecepatan geser. Oleh karena itu viskositanys dapat
ditentukan pada satu kecepatan geser saja dengan menggunakan viskometer kapiler atau
bola jatuh.
Namun demkian, pada cairan Non Newton, kedua besaaran tersebut tidak memiliki
hubungan linier, dengan perkataan lain viskositasnya akan berubah-berubah tergantung dari
besarnya tekanan yang diberikan. Disamping itu ada beberapa tipe zat cair, jika tekanan
tersebut dihentikan, viskositas cairan tidak segera kembali keadaan semula. Dalam hal
demikian, maka penentuan viskositas cairan kurang sekali manfaatnya, sedangkan
penentuan sifat aliran justru banyak memberi manfaat.
Untuk pengukuran sifat alir ini perlu yang dapat diubah -ubah besar shearing
stressnya, sehingga shearing ratenya yang dapat diatur, sehingga shearing stressnya yang
diamati, dimana alat ini dikenal sebagai rotating viscometer.
Viskositas cairan yang tidak mengikuti hukum newton,viskositasnya berubah pada
setiap kecepatan geser sehingga untuk melihat sifat alirnya dilakukan pengukuran pada
beberapa kecepatan geser misalnya dengan mengguanakan viscometer Brookfield.
Dari hubungan antara shearing rate dengan shearing stress dapat dihasilkan rheogram.
Berdasarkan tipe alir cairan dapat dibedakan menjadi:
1. Cairan Newton
2. Cairan non Newton, yang dapat dibagi lagi menjadi:
a. Time independent
- Pseudoplastik
- Plastik
- Dilatan
b. Time dependent
- Tiksotropi
- Antitiksotropi
1. Aliran Newton
Disebut aliran newton jika antara shering stress dengan sehearing ratenya
memiloiki hubungan tertentu yang disebut viskositas atau koefisien viskositas ( ),
rheogram untuk aliran newton ini dapat dilihat pada gambar 1

dv/dx

W( detik- I
1)
1/ 1 II

1/ IIIa

1/
F/A
Gambar 1. Rheogram cairan dengan tipe alir Newton, dengan viskositas yang
berbeda.

W= kecepatan gesek.
F= tekanan gesek
A= Luas permukaan
Cairan yang memilki tipe alir Newton meliputi cairan tunggal misalnya: air, etanol,
gliserol, minyak pelumas dan lain-lain. Serta larutan dari senyawa yang memiliki ukuran
molekul kecil, misalnya gula dan larutan berbagai garam.

2. Aliran Plastik
Cairan dengan tipe aliran Plastik sering disebut Bingham Bodies dengan rheogram
seperti terlihat pada gambar 2.
Adanya shearing stress sampai pada yield value dalam caiarn belum ada aliran.
Pada kondisi ini dianggap bersifat padat. Aliran baru akan terjadi setelah shearing stress
melampaui harga yield value. Tipe alir ini dijumpai pada sediaan suspensi dan gel.
Untuk tipe alir ini berlaku persamaan:

I =
II
W2 1/ 2

Dimana:
1/ 1 µ= Viskositas
Plastis
W3 III f= yield value

f F1 F2
Gambar 2. Tipe alir Plastik (1), tipe alir Newton (I dan II)

3. Aliran Pseudoplastik
Hubungan antara shearing rate (G) dengan shearing stress (F) dapat dinyatakan
dalam
=1 =
persamaan berikut:

dimana N merupakan bilangan harga nya lebih dari satu dan tertentu.
= viskositas pseudoplastik.
Jka persamaan (1) di log kan maka akan didapat persamaan:

Log w = N log F – log 1

Log 1
= N log – log w
Dari percobaan dapat dibuat suatu kurva hubungan antara log w dengan
log F sehingga didapat suatu persamaan garis, dehingga log 1
dan 1
dapat
dihitung.

W 1/ 2

Detik -1

1/ 1

F2 F1 F ( dyene/cm)

Gambar 3. Tipe aliran viskositas pseudoplastik


Terjadinya penurunan viskositas tersebut disebabkan oleh ikatan antara partikelnya lepas
oleh adanya pengadukan dan ikatan terbentuk setelah pengadukan diberikan.
Banyak bahan sediaan farmasi yang menunjukan sifat aliran pseudoplastik, misalnya
gom tragakan, CMC Na dan beberapa sediaan suspensi dan emulsi.
4. Aliran Dilatan
Suatu cairan yang menunjukkan bertambahnya tahanan waktu shearing rate
dipertinggi atau viskositas meningkat dengan naiknya kecepatan pengadukan. Hal ini terjadi
karena pengaruh pengadukan menyebabkan terbentuknya struktur dari hasil penggabungan
antar partikel. Rheogram aliran tipe dilatan dapat dilihat pada gambar 4. Suspensi yang
memiliki sifat alir demikian misalnya: cat meni, tinta cetak dan pasta. Hubungan antara F/A
dengan dv/dx dapat digambarkan dalam suatu persamaan analog dengan persamaan untuk
tipe pseudoplastik tetapi harga N lebih kecil dari 1.

I
W
(detik)
II
II
I
1 1/2
/ 1
G2
G1

F
(dyene
/cm)
F1 F2

Gambar 4. Tipe aliran dilatan (I), tipe aliran Newton (II) dan (III).

Alat untuk mengukur viskositas dan rheologi suatu zat disebut viscometer. Ada 2 jenis
viscometer, yaitu:
1. Viscometer satu titik
Viscometeer ini hanya dapat dilakukan untuk menentukan viskositas cairan Newton.
2. Viscometer banyak titik
Viscometer ini dapat digunakan untuk menentukan viskositas dan rheologi cairan
Newton dan non Newton
Alat dan bahan:
a. Alat:
- Viskosimeter Ostwald
- Stopwatch
b. Bahan:
- Air

III. Cara Kerja:

1. Disiapkan viskosimeter Ostwald yang sudah dibersihkan


2. Dipipet kurang lebih 10 ml air, dimasukan dalam lubang a
3. Cairan dinaikan, sampai di atas garis c menggunakan pompa yang di pasang pada
lubang a. ketika cairan telah berada digaris C maka lubang b di tutup dengan jari
tangan
4. Lubang b dibuka dan dilakukan pencatatan waktu dengan stopwatch.
5. Lakukan replikasi
6. Tabelkan data yang diperoleh.
7. Hitung viskositas zat serta buat kurva sifat alir dari masing-masing cairan yang
ditentukan.

IV. DATA PERCOBAAAN


Tabel Penentuan Viskositas Larutan Newton dengan Viskometer Oswald
No Nama Zar cair Kerapatan Waktu (detik) Viskositas
1. Air 00.54.00
2. Alkohol
3. Larutan gula 10 % 01.08.00
4. Larutan gula 20 % 01.15.00
5. Larutan gula 30 % 02.10.64
6. Larutan gula X 02.02.00

Anda mungkin juga menyukai