0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan3 halaman

Potensi Rumput Laut sebagai Hidrokoloid

Dokumen tersebut membahas potensi organisme laut Indonesia sebagai sumber hidrokoloid selain algae, udang-udangan, ikan, ubur-ubur, dan siput laut. Secara khusus, dokumen tersebut menjelaskan potensi rumput laut Indonesia sebagai sumber agar, karagenan, dan alginat yang bermanfaat untuk industri farmasi, kosmetik, pangan, tekstil, dan sebagai bahan makanan bergizi. Indonesia memiliki peluang besar untuk memanfaat

Diunggah oleh

wulan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan3 halaman

Potensi Rumput Laut sebagai Hidrokoloid

Dokumen tersebut membahas potensi organisme laut Indonesia sebagai sumber hidrokoloid selain algae, udang-udangan, ikan, ubur-ubur, dan siput laut. Secara khusus, dokumen tersebut menjelaskan potensi rumput laut Indonesia sebagai sumber agar, karagenan, dan alginat yang bermanfaat untuk industri farmasi, kosmetik, pangan, tekstil, dan sebagai bahan makanan bergizi. Indonesia memiliki peluang besar untuk memanfaat

Diunggah oleh

wulan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS FARMASI BAHARI

Cari jenis-jenis organisme laut yang berpotensi sebagai sumber hidrokoloid selain yang telah
dipaparkan sebelumnya, berupa :

 Algae
 Udang-udangan
 Ikan-ikanan
 Ubur-ubur
 Siput laut

*yang hidup diperairan Indonesia

ALGAE (Rumput Laut)

Pendahuluan  Indonesia sebagai negara maritim,  mempunyai prospek yang cukup


cerah dalam memproduksi  rumput laut dan turunannya,  terbukti
beberapa daerah yang telah menghasilkan berbagai jenis rumput laut yang
mampu memasok bahan baku produk primernya,  untuk meningkatkan
produktivitasnya perlu ditingkatkan pula budidayanya,  dan dengan
kemajuan iptek serta sentuhan biotek dapat kiranya dihasilkan rumput
laut yang mempunyai kualitas yang tinggi,  dengan spesifikasi :
kandungan komponen primer yang tinggi,  umur panen lebih singkat, dan
tahan terhadap penyakit serta kontaminan,  bahkan kondisi lingkungan
yang ekstrim sekalipun.

Di negara-negara barat,  rumput laut merupakan sumber  “phycocoloid”


agar, karagenan, dan alginat.  USA merupakan industri dan konsumen
terbesar dari pikokoloid,  tetapi tetap menggunakan bahan baku
impor,  (Anggadireja dkk, 1996).  Oleh karena itu maka kesempatan
Indonesia untuk memproduksi secara besar-besaran di perairan Indonesia
yang cocok bagi pertumbuhan alge sebagai bahan baku pikokoloid untuk
memenuhi kebutuhan negara-negara pengimpor.  Bahkan produk jadipun
merupakan tantangan bagi Indonesia untuk memproduksinya.  Dengan
teknologi proses yang sudah dimodifikasi tentu mampu menghasilkan
produk bermutu sesuai dengan standar Internasional,  tinggal bagaimana
cara mempromosikannya ke negera-negara pengguna, sementara
kebutuhan lokalpun masih di dominasi oleh produk impor,  padahal kita
mampu memproduksinya sendiri.
Pembahasan Rumput laut merupakan bagian dari tanaman perairan (alge) yang
diklasifikasikan ke dalam 2 kelas yaitu makro alge dan mikro
alge.  Rumput laut termasuk pada kelas makro alge,  yaitu  penghasil
bahan-bahan hidrokoloid,  selain mengandung bahan hidrokoloid sebagai
komponen primernya, rumput lautpun mengandung komponen
sekunder  yang kegunaannya cukup menarik  yaitu sebagai obat-obatan
dan keperluan lain yang cukup penting seperti kosmetik dan industri
lainnya.
Rumput lautpun banyak digunakan sebagai bahan makanan secara
langsung karena mempunyai kandungan gizi yang cukup baik sehingga
dapat menyehatkan.

Kandungan gizi rumput laut :


Karbohidrat : 39-51%
Protein : 17.2-27.3%
Lemak : 0.08
Abu : 1.5%
Mineral : K, CA, P, NA, FE, I
Vitamin : A, B1, B2, B6, B12, dan C
Penutup Dari contoh tersebut dapat dilihat bahwa betapa besanya potensi rumput
laut di Indonesia untuk dimanfaatkan diberbagai bidang baik industry,
kesehatan, farmasi, kosmetik, pangan, tekstil, ataupun komponen primer
dan sekunder khususnya yang menggunakan komponen hidrokoloid.
Daftar Pustaka [Link]

Anda mungkin juga menyukai