METODE PERANCANGAN 1
I KADEK YUDHA WARDANA
202162121113
A3
ARCHITECTURE PROCESS
CONCEPT DESIGN
SCHEMATIC DESIGN
DESIGN DEVELOPMENT
CONSTRUCTION DRAWINGS
BIDDING
CONSTRUCTION ADMINSTRATION
FAKULTAS TEKNIK DAN PERENCANAAN
ARSITEKTUR
ARSITEKTUR
WARMADEWA
CONCEPT DESIGN
MERUPAKAN cara arsitek menanggapi sebuah kebutuhan desain dengan menerjemahkan ide-ide
yang abstrak menjadi rancangan bangunan yang bisa terwujud.
Konsep desain dalam dunia arsitektur ini sanggup diwujudkan baik dari segi desain eksterior
maupun desain interior dari bangunan tersebut. Konsep desain lahir sebagai balasan atas deskripsi,
fungsi, dan tujuan dari sebuah bangunan arsitektur.
Jenis-jenis Konsep Desain
PRAGMATIC DESIGN
ICONIC DESIGN
ANALOGICAL DESIGN
CANACONIC DESIGN
FAKULTAS TEKNIK DAN PERENCANAAN ARSITEKTUR
ARSITEKTUR
WARMADEWA
CONCEPT DESIGN
PRAGMATIC DESIGN
Merupakan desain yang didasarkan pada penggunaan
materi bangunan dan dilakukan dengan cara coba-coba
(trial and error), hingga tercipta suatu bentuk bangunan
yang sesuai dengan tujuan perancang.
ICONIC DESIGN
Merupakan desain yang memakai bentuk-bentuk yang
secara historis telah dicoba dan diterima oleh masyarakat
tradisional. Jenis dan konstruksi bangunan merupakan
repetisi dan modifikasi dari bangunan-bangunan yang
mengandung unsur-unsur simbol, tradisi dan mitos
kebudayaan tertentu.
FAKULTAS TEKNIK DAN PERENCANAAN ARSITEKTUR
CONCEPT DESIGN
ANALOGICAL DESIGN
Merupakan desain yang didasarkan atas analogi tertentu.
Analogi yang dipakai sanggup memakai hal-hal dalam
arsitektur atau diluar arsitektur contohnya saja bentuk-
bentuk alam.
CANONIC DESIGN
Merupakan desain yang memakai sumbu-sumbu grid
yang membentuk suatu modul desain dan konstruksi.
Setelah bentuk dan ukuran ruang tercipta gres kemudian
memakai sistem proporsi yang diinginkan.
FAKULTAS TEKNIK DAN PERENCANAAN ARSITEKTUR
ARSITEKTUR
WARMADEWA
SCHEMATIC DESIGN
MERUPAKAN proses yang dilakukan arsitek dengan menyajikan gambar-gambar sketsa bangunan
(baik manual maupun digital) untuk memperlihatkan bahwa arsitek benar-benar telah memahami
arahan dan keinginan klien yang berkaitan dengan fungsi dan estetika bentuk bangunan.
Desain skematik dapat digambarkan sebagai salah satu tahap mendesain dalam proyek.
Ketika Anda sebagai home owner mendiskusikan kebutuhan seperti berapa banyak ruangan dan
kebutuhan fungsi bangunan lainnya, maka tahap ini disebut “Programming”. Dalam kasus ini, arsitek
mendapatkan informasi dan data-data mengenai kebutuhan desain.
Selanjutnya, arsitek akan menyiapkan desain kasar yang menunjukkan berapa banyak dan
bagaimana ruangan dalam bangunan terlihat. Desain kasar yang digambar di kertas ini adalah hasil
dari tahap “Programming” dengan koleksi informasi dan data yang didapat dari home owner. Lalu,
mereka membuat sketch dengan pensil di kertas maupun digital untuk merancang desain
keseluruhan dan tahapan ini disebut dengan desain skematik. Dapat dikatakan bahwa desain
skematik adalah tahapan yang memproses sketsa desain sebelum dilanjutkan ke tahap Design
Development.
FAKULTAS TEKNIK DAN PERENCANAAN ARSITEKTUR
ARSITEKTUR
WARMADEWA
SCHEMATIC DESIGN
Simpulannya, desain skematik juga berhubungan dengan rencana desain yang akan dibuat.
Desain tersebut dirancang dalam pola dan gubahan bentuk arsitektur yang diwujudkan dalam
gambar-gambar. Arsitek juga membuat diagram untuk menggambarkan nilai fungsional bangunan.
Selain itu, arsitek juga merancang aspek kualitatif dan aspek kuantitatif dalam bentuk laporan tertulis
dan gambar. Aspek ini dirancang untuk menentukan perkiraan luas lantai, informasi penggunaan
bahan, sistem konstruksi, biaya, dan waktu pelaksanaan pembangunan. Tujuan dibuatnya desain
skematik ini adalah untuk memastikan bahwa arsitek benar-benar telah memahami arahan dan
keinginan klien yang berkaitan dengan fungsi dan estetika bentuk bangunan. Pada intinya, klien
nantinya akan lebih mudah membayangkan bagaimana bangunannya terbentuk dengan adanya
desain skematik ini.
FAKULTAS TEKNIK DAN PERENCANAAN ARSITEKTUR
ARSITEKTUR
WARMADEWA
DESIGN DEVELOPMENT
MERUPAKAN tahapan design development adalah tahapan setelah desain skematik dilakukan. Design
development dapat dilakukan jika hanya desain skematik diperiksa dan mendapat persetujuan dari
klien. Pada tahap ini, desain skematik menjadi desain akhir keseluruhan dan desain ini
menggambarkan detil rancangan bangunan pada proyek.
Beberapa point yang dilakukan pada tahap design development, antara lain :
Merancang Sistem Konstruksi dan Struktur Bangunan
Merancang Sistem Mekanikal-Elektrikal-Plumbing (MEP)
Merencanakan Konstruksi Bahan Bangunan
Merencanakan Biaya Konstruksi
FAKULTAS TEKNIK DAN PERENCANAAN ARSITEKTUR
ARSITEKTUR
WARMADEWA
DESIGN DEVELOPMENT
MERANCANG SISTEM KONTRUKSI DAN STRUKTUR DEVELOPMENT
Arsitek pada tahapan design development dapat merancang sistem konstruksi dan struktur bangunan.
Sistem konstruksi berikut mengikuti rancangan desain keseluruhan yang telah dibuat pada desain
skematik. Selain itu, konstruksi dan struktur bangunan yang dibuat juga mempertimbangkan
kelayakan dan kelaikannya baik terpisah maupun secara terpadu. Design development dikembangkan
untuk membuat rencana ukuran dan dimensi yang sebenarnya. Dimensi garis dibuat untuk
menunjukkan penempatan dinding dan elemen lainnya. Design development juga mengukur ukuran
furniture dan barang lainnya yang dicantumkan di dalam desain. Setelah itu, arsitek dapat mendesain
keperluan eksterior di dalam bangunan. Dalam hal ini, banyak arsitek yang menggunakan program
computer drawing program (CAD) untuk membuat desain.
MERANCANG SISTEM MECHANICAL-ELECTRICAL-PLUMBING (MEP)
Selanjutnya, arsitek dapat membuat rancangan MEP atau dikenal sebagai Sistem Mekanikal-Elektrikal-
Plumbing. Rancangan berikut menyangkut segala hal yang berkaitan dengan mesin-mesin, aliran
listrik, serta pipa air bersih dan kotor. Pada tahapan ini, rancangan harus dipertimbangkan dengan baik
karena pada sistem inilah yang membuat suatu bangunan berfungsi dengan baik.
FAKULTAS TEKNIK DAN PERENCANAAN ARSITEKTUR
ARSITEKTUR
WARMADEWA
DESIGN DEVELOPMENT
MERENCANAKAN KONTRUKSI BAHAN BANGUNAN
Arsitek juga bertanggung jawab dalam merencanakan bahan bangunan seperti apa untuk digunakan
dalam keseluruhan bangunan. Tentunya seorang arsitek harus mempertimbangkan nilai manfaat,
ketersediaan bahan, konstruksi, dan nilai ekonomi. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat
struktur bangunan dapat dirancang dalam tahapan design development. Pada tahap ini juga
dirancang dekorasi dinding, lantai, dan penggunaan material lainnya seperti kayu pada rancang
bangunan.
MERENCANAKAN BIAYA KONTRUKSI
Setelah itu, rancangan desain juga akan dibuat biaya konstruksinya. Pada tahapan ini, biaya konstruksi
disusun berdasarkan sistem bangunan, semuanya disajikan dalam bentuk gambar-gambar, diagram-
diagram sistem, dan laporan tertulis. Klien atau home owner dapat berdiskusi mengenai permasalahan
biaya yang ada. Klien juga dapat mengemukakan pendapat dan masukan mengenai spesifikasi
material dan detil-detil arsitektural maupun struktural yang diinginkan. Atau dengan kata lain, klien
dapat meminta penyesuaian biaya yang telah dibuat.
FAKULTAS TEKNIK DAN PERENCANAAN ARSITEKTUR
ARSITEKTUR
WARMADEWA
DESIGN DEVELOPMENT
Pada tahap akhir design development, maka akan dihasilkan gambar site plan, denah, tampak, potongan,
dan perspektif. Jika klien telah menyetujui semua proses pada tahapan ini, maka akan dilanjutkan ke
tahap selanjutnya yaitu DED atau gambaran kerja.
Tahapan pengembangan desain atau design development adalah tahapan yang menantang,
memakan waktu yang panjang, dan membutuhkan biaya besar. Desain yang baik tidak hanya
dirancang secara visual, namun juga merupakan hasil dari penelitian yang terus menerus dan
berkesinambungan, analisa, studi perancangan, engineering, prototyping, modifikasi, percobaan
lagi dari masa ke masa hingga desain yang dihasilkan benar-benar sempurna.
Simpulannya, tahapan desain skematis dan design development adalah tahapan dimana arsitek dan klien
sebagai home owner berinteraksi untuk menentukan rancangan final desain. Setelah menentukan desain
dan struktur bangunan yang tepat, barulah perhitungan budget apakah sesuai dengan anggaran dana dan
ketentuan lainnya atau tidak. Oleh karena itu, pada tahapan ini bisa dikatakan arsitek dan klien harus
benar-benar jeli dalam menentukan rancangan sehingga anggaran dana dapat digunakan dengan cara
terbaik.
FAKULTAS TEKNIK DAN PERENCANAAN ARSITEKTUR
ARSITEKTUR
WARMADEWA
CONSTRUCTION DRAWING
Merupakan pengembangan gambar pra-rancangan atau tender yang memuat keputusan - keputusan
desain bangunan oleh berbagai pihak yang terlibat,
Gambar konstruksi menjembatani komunikasi antara pihak desainer, kontraktor, mandor, tukang,
dan client/owner dari proyek itu sendiri. Perubahan dan penyesesuaian desain bangunan akan
banyak terjadi pada gambar konstruksi sehingga pembuatan gambar konstruksi akan memakan
banyak waktu, uang, dan tenaga. Akan tetapi, berulang kali mengubah gambar konstruksi akan
lebih baik membandingkan harus merombak yang sudah jadi ketika ada yang tidak sesuai dengan
keinginan
Berikut set gambar kerja pada umumnya, yaitu ;
BLOCK PLAN RENCANA AIR BERSIH, SANITASI, DAN DETAIL
SITE PLAN RENCANA FURNITURE
DENAH, TAMPAK, POTONGAN, DAN POT. STRUKTURAL RENCANA ELECTRICAL DAN TITIK LAMPU
RENCANA PONDASI, SLOOF, DAN DETAIL GAMBAR GAMBAR LAINNYA BESERTA DETAIL YANG
RENCANA ATAP, PLAFON, DAN DETAIL MENJADI KEPERLUAN UNTUK MENJELASKAN BENTUK,
RENCANA POLA LANTAI DAN PEMASANGAN DIMENSI, DETAIL KONTRUKSINYA
PELETAKAN PINTU DAN JENDELA
FAKULTAS TEKNIK DAN PERENCANAAN ARSITEKTUR
ARSITEKTUR
WARMADEWA
BIDDING
Dokumen-dokumen konstruksi dikeluarkan dalam penawaran dan perundingan. Beberapa kontraktor
umum mngkin mengajukan tawaran atas kontrak atau pemilik lebih suka berunding dengan
kontraktor tunggal. Arsitek berperan sebagai fasilisator yang memudahkan jalannya perundingan
kontrak konstruksi disusun antara kontraktor dengan pemilik, bukan antara arsitek dan kontraktor
Beberapa tahapan/proses bidding, antara lain
PRESENTASI DENGAN OWNER
IKLAN UNTUK TAWARAN
PENYUSUNAN PROPOSAL TAWARAN
PRODUKSI KEMBALI DAN DISTRIBUSI RENCANA DAN SPESIFIKASI
PENYUSUNAN TAMBAHAN
PERTANYAAN KONTRAKTOR DAN INFORMASI SELAMA PENAWARAN
PROSEDUR DAN FORMULIR PEMBUKAAN BARANG
PERSIAPAN KONTRAK KONTRUKSI
FAKULTAS TEKNIK DAN PERENCANAAN ARSITEKTUR
ARSITEKTUR
WARMADEWA
CONSTRACTION ADMINISTRATION
Secara tradisional, seorang arsitek bertanggung jawab untuk mensupervisi semua aspek
konstruksi yang menjamin bahwa bangunan akan dibangun sesuai gambar-gambar dan spesifikasi
maslah dalam hubungan ini menjadi tanggung jawab arsitek. Namun pada tahap ini yang bertanggung
jawab atas bangunan-bangunan menurut dokumen adalah kontraktor.
Arsitek bertindak sebagai agen dari klien dan menerjemahkan serta mengecek korespondensi
antara pemilik dan pengembang. Arsitek harus menafsirkan dokumen-dokumen serta membuat
keputusan-keputusan dan perubahan-perubahan yang diperlukan dalam setiap proyek pembnagunan.
Dalam merundingkan perbedaan pendapat antar klien dan kontraktor, arsitek harus memihak salah
satu namun tetap mengabdi kepada bangunan yang akan digunakan klien. Arsitek harus bertanggung
jawab atas tata laksana kontrak antar pemilik dan kontraktor.
FAKULTAS TEKNIK DAN PERENCANAAN ARSITEKTUR