BAHAN AJAR
RENCANA TINDAK LANJUT (RTL)
PJJ PAH NON PNS ANGKATAN 103
Kab. Nunukan Prov Kaltim
Nopember 2020
Oleh:
[Link] Arafat, [Link]
Widyaiswara Ahli Muda
NIP 197007042006041001
KEMENTERIAN AGAMA
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEAGAMAAN
BANJARMASIN
2020
1
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur selalu kita panjatkan kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa,
berkat rahmat dan hidayah-Nya Alhamdulillah Bahan ajar RTL ini telah disiapkan untuk
menunjang proses pembelajaran pelatihaN. Bahan ajar RTL ini merupakan materi
kelengkapan mengajar. Sebagai kelengkapan mengajar tentu saja bahan ajar ini diperkaya
dengan berbagai materi, baik yang bersifat teoritis maupun praktis. Pembahasan Bahan
ajar RTL adalah mengenai pengertian, latar belakang, ruang lingkup dan segala hal yang
menyangkut dengan tugas yang akan dilakukan oleh peserta pelatihan.
Bahan ajar ini merupakan bahan pengayaan, dan pengembangan yang diharapkan
dapat menerbitkan keingintahuan peserta mengenai substansi materi RTL . Semoga lebih
memperkaya khazanah kita tentang pentingnya RTL dalam peningkatan pengetahuan
peserta pelatihan, khususnya berkenaan dengan tugas. Uraiannya dan pembahasannya
dibuat untuk mendukung dan melengkapi bahan yang sudah diajarkan. Mudah-mudahan
dengan adanya bahan ajar ini dapat memberikan motivasi bagi widyaiswara lainnya. Saya
ucapkan terimakasih kepada semua pihak atas partisipasinya. Semoga bahan ajar ini
bermanfaat serta menjadi amal baik kita semua. Amin
Banjarmasin, Oktober 2020
Widyaiswara
[Link] Arafat,[Link],.[Link]
NIP 197007042006041001
2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Deskripsi Umum
Pendidikan dalam definisi Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003
adalah “usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,
bangsa, dan negara”. Menyimak pada definisi tersebut, maka kegiatan pelatihan
secara teoretis termasuk dalam lingkup pendidikan. Jika kemudian ada istilah
“DIKLAT” untuk suatu institusi, maka sesungguhnya kegiatan pelatihan yang
diselengagarakannya tidak dapat dilepaskan dengan visi pendidikan. Istilah
pelatihan di situ berfungsi sebagai penegas bahwa kegiatan pendidikan di
lingkungan “Diklat” harus melahirkan produk [Link]
pembelajaran yang ada di dalam “Diklat” tidak boleh terjebak dalam arus kajian
teoretik, tetapi haruspula mengembangkan aspek praktik.
Supaya kegiatan “Diklat” dapat menghasilkan produk, maka “Rencana
Tindak lanjut” menjadi wajib dikembangkan dalam setiap kegiatannya. “RTL”
memiliki dua unsur penting, yaitu (1) unsur rencana dan (2) unsur tindak lanjut.
Artinya, rencana yang disusun dalam kegiatan diklat harus relevan dengan kondisi
dan memungkinkan untuk ditindaklanjuti.
Rencana sebagai suatu kegiatan memerlukan tata pikir dan tata kerja yang
sistematis serta target produk yang jelas. Begitu pula kegiatan dalam kegiatan
tindak lanjut Diklat. Untuk maksud itu, penyusunan RTL memerlukan analisis
cermat dari sisi faktor penghambat dan antisipasi solusi.
Tujuan materi ini adalah menghasilkan peningkatan mutu pelatihan di
lembaga/institusi peserta pelatihan secara berkesinambungan. Oleh karena itu,
pelatihan ini perlu ditindaklanjuti oleh berbagai pihak dengan langkah-langkah
nyata di lapangan. lembaga/institusi harus mengembangkan kegiatan tindak lanjut
dari pelatihan dan mewujudkan indikator kemajuan lembaga/institusi sebagai
bukti adanya penerapan hasil pelatihan.
3
A. Deskripsi Mata Diklat
Mata pelatihan ini berisi tentang bagaimana membuat rencana tindak
lanjut yang akan dilakukan peserta setelah mengikuti kegiatan pelatihan.
B. Kompetensi Dasar
Peserta dapat membuat rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan
setelah kegiatan ini.
C. Indikator Keberhassilan
Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta mampu:
1. Me-review proses pembelajaran pelatihan
2. Menyampaikan hasil observasi/ pengamatan dilapangan
3. Memberikan alternatif solusi hasil temuan
4. Merancang program pelaksanaan Penyuluhan
D. Pokok Bahasan
1. Rencana Tindak Lanjut
2. Target Rencana Tindak Lanjut
3. Sistem Kerja Penyusunan Rencana Tindak Lanjut
4. Mata Diklat Pada PJJ PAH Non PNS angkatan 91 untuk Rencana Tindak
Lanjut
5. Metodologi Tindak Lanjut
4
BAB II.
LAPORAN KEGIATAN RENCANA TINDAK LANJUT
A. Rencana Tindak Lanjut
Supaya kegiatan pelatihan dapat menghasilkan produk, maka Rencana Tindak lanjut
menjadi wajib dikembangkan dalam setiap kegiatannya.
“RTL” memiliki dua unsur penting, yaitu (1) unsur rencana dan (2) unsur tindak
lanjut. Artinya, rencana yang disusun dalam kegiatan diklat harus relevan dengan kondisi
dan memungkinkan untuk ditindaklanjuti.
B. Target Rencana Tindak Lanjut
1. Menyamakan persepsi tentang mata diklat yang perlu RTL.
2. Menyamakan persepsi tentang aspek materi yang perlu TL
3. Menyamakan persepsi tentang bentuk kegiatan TL
4. Menyamakan persepsi tentang blangko-blangko RTL
5. Menyamakan persepsi tentang cara mengisi blangko RTL
6. Menyusun contoh RTL sebagai “master” untuk bahan pembelajaran di Balai Diklat.
C. Sistem Kerja Penyusunan Rencana Tindak Lanjut
Supaya penyusunan RTL mudah dilakukan,maka peserta pelatihan perlu memahami
lebih dulu alur pikir, alur kerja, dan produk. Alur pikir dimaksudkan untuk memudahkan
peserta memahami langkah-langkah berpikir yang perlu dikembangkan ketika membuat
rencana. Alur kerja dimaksudkan untuk memudahkan peserta pelatihan melakukan proses
kerja secara bertahap dalam menyusun Rencana. Adapun produk dimaksudkan untuk
menunjukkan hasil akhir dalam kegiatan RTL.
Produk dalam kegiatan RTL berfungsi sebagai panduan bagi peserta pelatihan untuk
melakukan tindak lanjut setelah mereka tiba di unit kerjanya masing-masing. Oleh karena
itu, perumusan RTL perlu dilakukan secara [Link] redaksi dalam RTL harus
menggunakan istilah-istilah yang terukur. Selain itu, peserta perlu pula memahami
kondisi dan potensi unit kerja masing-masing supaya tidak terjadi kesenjangan antara
rencana dan tindak lanjutnya.
5
1. Alur pikir
a. Bagaimana kondisi di lapangan?
b. Pengetahuan dan keterampilan apa saja yang diperlukan?
c. Satuan materi pelatihan mana saja yang perlu ditindak lanjuti?
d. Mengapa materi tersebut perlu ditindaklanjuti? Apa alasan teoretis dan
praktisnya?
e. Apakah faktor penghambat yang mungkin muncul?
f. Bagaimana antisipasi solusinya?
g. Apa sarana dan prasarana yang diperlukan?
h. Berapa biaya yang diperlukan?
i. Kapan menindak lanjutinya?
j. Bagaimana tahapan kerjanya?
k. Di mana tindak lanjut dilaksanakan?
l. Kepada siapa dapat berkoordinasi?
2. Proses kerja
a. Mengidentifikasi kondisi dilapangan.
b. Mengidentikasi kebutuhan Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan di
lapangan.
c. Mengidentifikasi satuan materi pelatihan yang perlu ditindak lanjuti.
d. Menyusun alasan teoretis dan praktis atas rumusan materi yang akan ditindaklanjuti.
e. Mengidentifikasi faktor penghambat yang mungkin muncul.
f. Menyusun alternatif solusinya.
g. Menyusun prosedur kerja tindak lanjut.
h. Menentukan sarana dan prasarana untuk tindak lanjut.
i. Menyusun keperluan pembiayaan.
j. Menentukan waktu tindak lanjut.
k. Menentukan tempat tindak lanjut.
l. Menyusun jadwal kerja tindaklanjut.
m. Menyusun sistem koordinasi.
n. Menyusun pokok-pokok pikiran untuk proposal kegiatan.
3. Produk
6
Produk dari kegiatan RTL adalah rumusan rencana-rencana yang dituangkan dalam
blangko daftar isian sebagai berikut :
a. Blangko isian RTL
b. Blangko daftar isian waktu dan tahapan kegiatan
c. Blangko daftar isian sarana dan prasarana
d. Blangko daftar isian rencana anggaran
D. Metodologi
Prinsip pembelajaran yang dikembangkan dalam pelaksanaan pelatihan ini adalah
pembelajaran bagi orang dewasa (andragogi). Sesuai kompetensi yang harus dicapai,
maka metode pembelajaran harus disesuaikan dengan karekteristik peserta dan media
yang tersedia. Untuk itu metode yang diiterapkan adalah sebagai berikut:
1. Eksplorasi Pengalaman Peserta
2. Eksplorasi Kebutuhan Peserta (Need Assessment)
3. Ceramah
4. Tanya Jawab
5. Pemberian Tugas/Latihan (Exercise)
6. Diskusi Kelompok (Discussion Group)
7. Presentasi kelompok
8. Simulasi
E. Contoh Blangko Daftar Isian Kegiatan
(terlampir)
7
BAB III.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Rencana tindak lanjut dapat meningkatkan mutu [Link] mutu
pelatihan dimungkinkan dengan munculnya berbagai kesempatan baru seperti cara
belajar baru bagi peserta pelatihan, dimana mereka bisa lebih mandiri dengan adanya
ketersediaan informasi yang melimpah di dunia internet, Interaksi antara fasilitator
dengan peserta pelatihan yang lebih beragam, tidak sekadar lewat kelas konvensional,
tapi dapat lewat HP, email, blog atau web , dan Interaksi antar peserta pelatihan juga
semakin terbuka kesempatannya.
B. Saran
Yang perlu diingat dalam Pembuatan RTL adalah waktu dan kesempatan untuk
tidak melupakan standar tujuan yang telah ada, sehingga tidak keluar dari sasaran tersebut
dan menjadikan RTL sebagai media utama yang harus ada pada setiap kesempatan
pembelajaran pelatihan.
8
LAMPIRAN :
CONTOH FORM RTL
RENCANA TINDAK LANJUT (RTL)
PJJ PAH NON PNS ANGKATAN 103
Kab. Nunukan Prov Kaltim
BALAI DIKLAT KEAGAMAAN BANJARMASIN
TAHUN 2020
No Kegiatan Tujuan yang Metode Unsur yang Waktu Dana
diharapkan terlibat Pelaksana
an
1 Mendiseminasikan Terdiseminasinya hasil Ceramah Kepala 19 -11- 2020 Mandiri
hasil PJJ PAH Non PJJ PAH Non PNS Diskusi Kemenag
PNS angkatan 91 angkatan 91 Tanya Kota
jawab Banjarma
sin (atau
yang
mewakili)
Penyuluh
Agama
Kota
Banjarma
sin
Banjarmasin, 17-11-2020
Penyusun RTL
Pembimbing RTL
H. Yasir Arafat, [Link] Ahmadi, S.H.I
NIP 197007042005051001 NIP…………..
9
10