1
BAHAN AJAR
BUILDING LEARNING COMMITMENT (BLC)
PJJ PAH NON PNS ANGKATAN 103
Kab. Nunukan Prov Kaltim
3 Nopember 2020
Oleh:
[Link] Arafat, [Link]
Widyaiswara Ahli Madya
NIP 197007042006041001
KEMENTERIAN AGAMA
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
KEAGAMAAN BANJARMASIN
2020
1
2
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur selalu kita panjatkan kepada Allah SWT Tuhan Yang
Maha Esa, berkat rahmat dan hidayah-Nya Alhamdulillah Bahan ajar BLC
ini telah disiapkan untuk menunjang proses pembelajaran. Bahan ajar BLC
ini merupakan materi kelengkapan mengajar. Sebagai kelengkapan mengajar
tentu saja bahan ajar ini diperkaya dengan berbagai materi, baik yang bersifat
teoritis maupun praktis. Pembahasan Bahan ajar BLC adalah mengenai
pengertian, latar belakang, ruang lingkup dan segala hal yang menyangkut
dengan Kondisi Pembelajaran Pelatihan.
Bahan ajar ini merupakan bahan pengayaan, dan pengembangan yang
diharapkan dapat menerbitkan keingintahuan peserta mengenai substansi
materi BLC . Semoga lebih memperkaya khazanah kita tentang pentingnya
BLC dalam peningkatan pengelolaan pembelajaran pelatihan. Uraiannya
dan pembahasannya dibuat untuk mendukung dan melengkapi bahan yang
sudah diajarkan. Mudah-mudahan dengan adanya bahan ajar ini dapat
memberikan motivasi bagi widyaiswara lainnya. Saya ucapkan terimakasih
kepada semua pihak atas partisipasinya. Semoga bahan ajar ini bermanfaat
serta menjadi amal baik kita semua. Amin
Banjarmasin, Oktober 2020
Widyaiswara
[Link] Arafat,[Link],.[Link]
NIP 197007042006041 001
2
3
BAHAN AJAR
BUILDING LEARNING COMMITMENT (BLC)
A. Pendahuluan
Building Learning Commitment dapat diartikan sebagai membangun
komitmen belajar. Membangun sebuah komitmen sangatlah penting. Lebih-lebih
dalam sebuah pembelajaran, yang di dalamnya melibatkan peserta pelatihan dan
fasilitator atau instruktur.
Apakah komitmen itu ? Komitmen adalah janji atau kesanggupan yang pasti
untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Sedangkan komitmen
belajar adalah janji atau kesanggupan untuk melakukan sesuatu dalam belajar dan
tidak melakukan sesuatu dalam belajar.
B. Pokok Bahasan
1. Konsepsi membangun komitmen
2. Prinsip dasar dalam pembelajaran BLC
3. Mempraktikkan tahapan-tahapan dalam pembelajaran BLC
4. Strategi pembelajaran BLC
C. Konsepsi Membangung Komitmen Belajar
Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta pelatihan dengan
lingkungannya sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik
lagi. Dalam pembelajaran tugas fasilitator yang paling utama adalah
mengondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku
bagi peserta pelatihan.
Menurut Djahiri (2002) dalam proses pembelajaran prinsip utamanya adalah
adanya proses keterlibatan seluruh atau sebagian besar potensi diri peserta
(fisik dan nonfisik) dan kebermaknaannya bagi diri dan kehidupannya saat ini
dan di masa yang akan datang (life skill).
Secara umum pembelajaran mengandung dalam amanat untuk :
1. Memperkenalkan kehidupan kepada peserta pelatihan sesuai dengan
konsep yang dicanangkan oleh UNISCO, yakni learning to know (belajar
3
4
mengetahui) learning to do ( belajar melakukan) learning to be ( belajar
menjadi diri sendiri) learning to live together ( belajar hidup dalam
kebersamaan).
2. Menumbuhkan kesadaran peserta pelatihan tentang pentingnya belajar
dalam kehidupan yang harus direncanakan dan dikelola dengan sistematis.
3. Memberikan kemudahan belajar (facilitate of learning) kepada peserta
pelatihan agar mereka dapat belajar dengan tenang dan menyenangkan.
4. Menumbuhkan proses pembelajaran yang kondusif bagi
tumbuhkembangnya potensi peserta pelatihan melalui penanaman berbagai
kompetensi dasar.
Pembelajaran harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut. Pertama,
pembelajaran harus lebih menekankan pada praktik. Oleh karena itu, fasilitator
harus mampu memilih serta menggunakan strategi dan metode pembelajaran
yang memungkinkan peserta pelatihan mempraktikkan apa-apa yang yang
dipelajarinya. Kedua, pembelajaran harus dapat menjalin hubungan
lembaga/institusi peserta pelatihan dengan masyarakat. Oleh karena itu, setiap
peserta pelatihan harus mampu dan jeli melihat berbagai potensi masyarakat
yang bisa didayagunakan sebagai sumber belajar, dan menjadi penghubung
antara lembaga/institusi dengan lingkungannya. Ketiga, perlu dikembangkan
iklim pembelajaran pelatihan yang demokratis dan terbuka melalui
pembelajaran pelatihan terpadu, partisipasif, dan sejenisnya. Keempat,
pembelajaran pelatihan perlu lebih ditekankan pada masalah-masalah aktual
yang secara langsung berkaitan dengan kehidupan nyata yang ada di
masyarakat (Mulyasa,2005).
D. Karakteristik Tim Belajar Efektif
a. Tim bekerja dengan tujuan yang jelas
b. Pimpinan tim memimpin dengan contoh, bukan dengan titel jabatan
c. Anggota tim bebas melakukan pekerjaan sesuai aturan
d. Keputusan ditetapkan oleh tim
e. Anggota tim berbagi informasi
f. Anggota tim menetapkan standar kerja tim yang tinggi
g. Anggota tim bekerja sesuai aturan, disiplin, dan budaya kerja
h. Anggota tim saling menghargai kontribusi dan hasil kerja anggota lain
4
5
E. Mengapa Perlu BLC ?
Beberapa kelebihan BLC yang berpengaruh besar terhadap keberhasilan
sebuah pembelajaran pelatihan , adalah sebagai berikut :
a. Proses pembelajaran lebih efektif dan efisein.
b. Meminimalisasi hambatan-hambatan
c. Mempermudah para fasilitator dalam mentransfer materi yang akan
diberikan
d. Saling mengenal gaya belajar dalam kelompok belajar
F. Tahapan Membangun Komitmen Belajar
a. Ice Breaking
b. Mengenal diri sendiri dan orang lain
c. Merumuskan harapan peserta (terhadap materi, fasilitator, dan sesama
peserta).
d. Mengidentifikasi gaya belajar sendiri dan orang lain
e. Perilaku individu dalam kelompok
f. Membahas ketidakmampuan dalam belajar
g. Merumuskan komitmen belajar
G. Mengenal Diri dan Orang Lain
Kegiatan dan teknik pembelajaran yang dirancang memotivasi peserta untuk :
a. Saling kenal
b. Menetapkan tujuan belajar
c. Mengurangi tekanan dan keraguan belajar
d. Memaksimalkan partisipasi peserta dalam kegiatan pembelajaran
e. Mamacu kesiapan belajar
f. Membuka jalur komunikasi dalam PBM
g. Membangun percaya diri dalam belajar
h. Memaksimalkan urutan dan alur pembelajaran
i. Menstimulasi kreativitas
j. Membantu melihat dunia belajar dengan cara baru
k. Memperkecil perbedaan peserta dalam belajar
l. Membangun komitmen belajar individu dan tim
5
6
H. Form Mengenal Diri dan Orang Lain
Nama Jabatan saat ini Informasi keluarga Tujuan ikut Diklat
I. Mengenal Gaya Belajar Anda
a. Tipe Visual
b. Tipe Auditori
c. Tipe Kinestetik
a. Visual
1. Peserta yang bertipe visual Proses pembelajaran akan lebih efektif jika
dengan melihat obyek pembelajaran
2. Lebih suka membaca bahan ajar
3. Rapi dan teratur
4. Mengingat dengan asosiasi visual
5. Mencorat-coret tanpa arti
6. Berbicara cepat
7. Biasanya tidak terganggu keributan
8. Lupa menyampaikan pesan verbal
9. Perencana jangka panjang dg baik
10. Bermasalah terhadap Instruksi verbal
6
7
11. Sering menjawab dengan jawaban singkat.
12. Mementingkan penampilan
13. Pembaca yang cepat dan tekun
14. Pengeja yangg baik
b. Auditorial
1. Berbicara kepada diri sendiri saat bekerja
2. Kesulitan dalam menulis, hebat dalm bicara
3. Suka bicara dan berdiskusi
4. Mudah terganggu keributan
5. Berbicara dengan irama berpola
6. Mempunyai masalah pekerjaan visual
7. Mengucapkan apa yang sedang dibacanya
8. Pembicara yang fasih
9. Lebih pandai mengeja
10. Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
11. Lebih suka musik daripada seni
12. Dapat mengulangi dengan baik
13. Belajar dengan mendengarkan dan mengingat
c. Kinestetik
1. Berbicara dengan perlahan
2. Menganggapi perhatian fisik
3. Menyentuh orang untuk mendapat perhatian
4. Berdiri dekat bila sedang bicara Orientasi fisik dan gerak
5. Tidak dapat duduk diam dalam waktu lama
7
8
6. Menggunakan bahasa aksi
7. Kemungkinan tulisan jelek
8. Ingin melakukan segala sesuatu
9. Menyukai hal yang menyibukkan
10. Jari sebagai penunjuk
11. Mengafal dengan cara berjalan dan melihat
12. Belajar dengan praktik
13. Suka menggunakan bahasa isyarat.
J. Form Mengenal Gaya Belajar Diri Sendiri
Gaya Belajar Ciri gaya Kelebihan Kekurangan
belajar yang
ada pada diri
Anda
K. Sinergikah Kelompok Anda ?
1. Menerapkan pola komunikasi yang efektif
2. Memahami bagaimana menghadapi konflik
3. Mampu menerima umpan balik
4. Berusaha meningkatkan produktivitas kelompok
8
9
5. Memiliki norma kelompok
DAFTAR PUSTAKA
Modul Diklat Pusdiklat Tenaga Administrasi 2009 , BLC / DK Jakarta.
Rusli Madjid, 2009. Komitmen Dalam Pembelajaran. PT. Rosdakarya.
Bandung.
Alamsyah, 2011. Komunikasi Efektif. CV. Alfabeta. Bandung