0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan5 halaman

Pajak Terutang PT ABC: Analisis PPh III

PT ABC memperoleh penghasilan dari tiga negara dan harus membayar pajak di masing-masing negara. Dokumen ini menjelaskan perhitungan pajak yang harus dibayar dan kredit pajak yang dapat diklaim PT ABC di negara asal berdasarkan perjanjian antarnegara.

Diunggah oleh

Hendra Firdaus
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan5 halaman

Pajak Terutang PT ABC: Analisis PPh III

PT ABC memperoleh penghasilan dari tiga negara dan harus membayar pajak di masing-masing negara. Dokumen ini menjelaskan perhitungan pajak yang harus dibayar dan kredit pajak yang dapat diklaim PT ABC di negara asal berdasarkan perjanjian antarnegara.

Diunggah oleh

Hendra Firdaus
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : CYNTHIA BARBARA SIMANJUNTAK

NIM : 048061965

MATA KULIAH : PAJA3332 - PAJAK PENGHASILAN III (TUGAS 2)

Kasus:

PT ABC berdomisili di negara A. Pada tahun 2017, PT ABC memperoleh penghasilan


sebesar $100.000.000. Selain itu PT ABC juga memperoleh penghasilan dari negara B
sebesar $ 80.000.000 dan dari negara C sebesar $ 20.000.000. Tarif pajak di negara A
bersifat progresif sbb :

- Penghasilan s.d. $ 70.000.000 sebesar 25%,


- Di atas $ 70.000.000 sebesar 35%.

Penghasilan luar negeri telah dipotong pajak, dengan tariff sbb: negara B sebesar 40% dan
negara C sebesar 30% dengan tarif 30%

Negara A menggunakan kredit pajak dari penghasilan di luar negeri dengan metode per
country limitation ordinary tax credit

Instruksi :

1. Hitunglah jumlah pajak terutang PT ABC dari penghasilan dalam negeri.


2. Hitunglah masing-masing jumlah pajak yang dipotong oleh negara B dan C.
3. Berdasarkan tarif negara A, hitung jumlah pajak dari penghasilan di negara B.
4. Berdasarkan tarif negara A, hitung jumlah pajak dari penghasilan di negara C.
5. Berapa jumlah maksimum kredit pajak yang diperbolehkan?
6. Berapa jumlah pajak yang telah dibayar di negara B dapat dikreditkan di negara A?
7. Berapa jumlah pajak yang telah dibayar di negara C dapat dikreditkan di negara A?
8. Berapa jumlah pajak kurang bayar yang harus dibayar oleh PT ABC di negara A?
Jawaban:

1. Jumlah pajak terutang PT ABC dari penghasilan dalam negeri:


Karena PT ABC berdomisili di negara A, maka penghasilan dalam negeri adalah
sebesar $100.000.000. Maka penghitungan PPh terutang menggunakan tarif progresif
sesuai dengan aturan negara tersebut, yaitu penghasilan s.d. $70.000.000 sebesar
25%, di atas $70.000.000 sebesar 35%.

PPh terutang:

$70.000.000 x 25% = $17.500.000


$30.000.000 x 35% = $10.500.000
= $28.000.000

2. Jumlah masing-masing pajak yang dipotong oleh negara B dan C.


Negara B = $80.000.000 x 40%
= $32.000.000
Negara C = $20.000.000 x 30%
= $6.000.000
Total B + C = $38.000.000

3. Jumlah pajak dari penghasilan di negara B berdasarkan tarif negara A:


Penghasilan dari negara B adalah $80.000.000. Tarif penghasilan s.d. $70.000.000
adalah sebesar 25%, di atas $70.000.000 sebesar 35%.
PPh Terutang:
$70.000.000 x 25% = $17.500.000
$10.000.000 x 35% = $ 3.500.000
= $21.000.000

4. Jumlah pajak dari penghasilan di negara C berdasarkan tarif negara A:


Penghasilan dari negara C adalah $20.000.000. Tarif penghasilan s.d. $70.000.000
adalah sebesar 25%, di atas $70.000.000 sebesar 35%.
PPh Terutang:
$20.000.000 x 25% = $5.000.000

5. Jumlah maksimum kredit pajak yang diperbolehkan adalah sebagai berikut.


Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 192/PMK.03/2018 adalah:
𝑃𝑒𝑛𝑔ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑙𝑢𝑎𝑟 𝑁𝑒𝑔𝑒𝑟𝑖
Jumlah Tertentu = 𝑃𝑒𝑛𝑔ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙𝑎𝑛 𝐾𝑒𝑛𝑎 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘
𝑥 𝑃𝑃ℎ 𝑡𝑒𝑟𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
a. Penghasilan neto dari Luar Negeri
Negara B = $80.000.000
Negara C = $20.000.000 +
Total = $100.000.000
b. Penghasilan neto dari Dalam Negeri = $100.000.000 +
c. Jumlah Penghasilan Neto Fiskal (a+b) = $200.000.000
d. Penghasilan Kena Pajak = $200.000.000

PPh Terutang (berdasarkan tarif negara A)


$ 70.000.000 x 25% = $17.500.000
$130.000.000 x 35% = $45.500.000 +
Total = $63.000.000

𝑃𝑒𝑛𝑔ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑙𝑢𝑎𝑟 𝑁𝑒𝑔𝑒𝑟𝑖


Jumlah Tertentu = 𝑃𝑒𝑛𝑔ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙𝑎𝑛 𝐾𝑒𝑛𝑎 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘
𝑥 𝑃𝑃ℎ 𝑡𝑒𝑟𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
$100.000.000
= 𝑥 $63.000.000
$200.000.000

= $31.500.000.
Maka jumlah maksimum kredit pajak yang diperbolehkan jika digabungkan antara
negara B dan C adalah $31.500.000.

6. Berapa jumlah pajak yang telah dibayar di negara B dapat dikreditkan di negara A?
PPh terutang di negara B adalah = $21.000.000. Untuk kasus ini, terdapat dua
penghitungan, yaitu:
o Apabila penghasilan neto dari negara B diikutsertakan dengan negara C,
maka kita dapat menghitung proporsinya dengan jumlah riil dari negara B, yaitu
$80.000.000.
𝑃𝑒𝑛𝑔ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙𝑎𝑛 𝑁𝑒𝑡𝑜 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑁𝑒𝑔𝑎𝑟𝑎 𝐵
Jumlah Tertentu = 𝑥 PPh Terutang
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑔ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙𝑎𝑛 𝐾𝑒𝑛𝑎 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘
$80.000.000
= 𝑥 $63.000.000 = $25.200.000
200.000.000

Maka jumlah maksimum kredit pajak yang diperbolehkan adalah $25.200.000.

o Apabila yang diketahui hanya penghasilan neto dari negara B saja tanpa
mengikutsertakan negara C, maka hanya perlu menghitung penghasilan B
saja tanpa membuat perbandingan seperti poin pertama.
a. Penghasilan neto dari negara B = $ 80.000.000
b. Penghasilan neto dari Dalam Negeri = $100.000.000 +
c. Jumlah Penghasilan Neto Fiskal (a+b) = $180.000.000
d. Penghasilan Kena Pajak = $180.000.000
e. PPh Terutang (berdasarkan tarif negara A)
$ 70.000.000 x 25% = $17.500.000
$110.000.000 x 35% = $38.500.000 +
Total = $56.000.000

$80.000.000
Jumlah Tertentu = $180.000.000 𝑥 $56.000.000 = $24.888.889.

Maka jumlah maksimum kredit pajak yang diperbolehkan adalah $24.888.889.

7. Jumlah pajak yang telah dibayar di negara C dapat dikreditkan di negara A?


o Apabila penghasilan neto dari negara C diikutsertakan dengan negara B,
maka kita dapat menghitung proporsinya dengan jumlah riil dari negara B, yaitu
$20.000.000.
𝑃𝑒𝑛𝑔ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙𝑎𝑛 𝑁𝑒𝑡𝑜 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑁𝑒𝑔𝑎𝑟𝑎 𝐵
Jumlah Tertentu = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑔ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙𝑎𝑛 𝐾𝑒𝑛𝑎 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘
𝑥 PPh Terutang
$20.000.000
= 200.000.000
𝑥 $63.000.000 = $6.300.000

Maka jumlah maksimum kredit pajak yang diperbolehkan adalah $6.300.000.

o Apabila yang diketahui hanya penghasilan neto dari negara C saja tanpa
mengikutsertakan negara B, maka hanya perlu menghitung penghasilan B
saja tanpa membuat perbandingan seperti poin pertama.
a. Penghasilan neto dari negara B = $ 20.000.000
b. Penghasilan neto dari Dalam Negeri = $100.000.000 +
c. Jumlah Penghasilan Neto Fiskal (a+b) = $120.000.000
d. Penghasilan Kena Pajak = $120.000.000

PPh Terutang (berdasarkan tarif negara A)


$70.000.000 x 25% = $17.500.000
$50.000.000 x 35% = $17.500.000 +
Total = $35.000.000

$20.000.000
Jumlah Tertentu = $120.000.000 𝑥 $35.000.000 = $5.833.333.

Maka jumlah maksimum kredit pajak negara C yang diperbolehkan adalah


$5.833.333.
8. Jumlah pajak kurang bayar yang harus dibayar oleh PT ABC di negara A adalah
sebagai berikut.
Penghasilan Neto Luar Negeri (Negara B + C) = $100.000.000
Penghasilan Neto Dalam Negeri (Negara A) = $100.000.000 +
Jumlah Penghasilan Neto Fiskal (a+b) = $200.000.000
Penghasilan Kena Pajak = $200.000.000

▪ PPh Terutang di Negara A


(berdasarkan tarif di negara A) = $63.000.000
▪ Total Kredit Pajak Luar Negeri (B +C)
(yang maksimal dapat dikreditkan) = ($31.500.000)
▪ Kurang Bayar = $31.500.000.

Jumlah Pajak Penghasilan kurang bayar PT ABC atas penghasilannya dari dalam dan
luar negeri adalah $31.500.000.

Referensi:

- Rasmini, Mas. 2022. Pajak Penghasilan III. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
- Peraturan Menteri Keuangan Nomor 192/PMK.03/2018.

Anda mungkin juga menyukai