Nama : Nanda Kusumarini
NIM : 044792849
1. Jelaskan jenis subyek pajak, kriteria dan dasar hukumnya!
Dasar hukum yang mengatur tentang subjek pajak tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7
Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 2.
Yang termasuk Subjek Pajak adalah orang pribadi, warisan yang belum terbagi sebagai satu
kesatuan menggantikan yang berhak, badan, dan bentuk usaha tetap. Bentuk usaha tetap
merupakan subjek pajak yang perlakuan perpajakannya dipersamakan dengan subjek pajak
badan. Jenis Subjek Pajak terdiri dari Subjek Pajak dalam negeri dan Subjek Pajak luar
negeri.
Kriteria Subjek Pajak dalam negeri yaitu :
a. orang yang berada di Indonesia lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam
jangka waktu dua belas bulan atau orang yang dalam suatu tahun pajak berada di
Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia
b. badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia yang terdiri dari
perseroan terbatas, perseroan komanditer, badan usaha milik negara dan daerah
dengan nama dan dalam bentuk apapun, persekutuan, perseroan atau perkumpulan
lainnya, firma, kongsi, perkumpulan koperasi, yayasan atau lembaga, dan bentuk
usaha tetap, kecuali unit tertentu dari badan pemerintah yang memenuhi kriteria :
- pembentukannya berdasarkan ketentuan perundang-undangan
- pembiayaannya bersumber dari APBN atau APBD
- penerimaannya dimasukkan dalam anggaran Pemerintah Pusat atau
Pemerintah Daerah
- pembukuannya diperiksa oleh apparat pengawasan fungsional negara
c. warisan yang belum terbagi sebagai suatu kesatuan, menggantikan yang berhak
Subjek Pajak luar negeri yaitu :
- orang yang berada di Indonesia kurang dari 183 (seratus delapan puluh tiga)
hari dalam jangka waktu dua belas bulan atau orang yang dalam suatu tahun
pajak dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di
Indonesia yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk
usaha tetap di Indonesia.
- orang yang berada di Indonesia kurang dari 183 (seratus delapan puluh tiga)
hari dalam jangka waktu dua belas bulan atau orang yang dalam suatu tahun
pajak dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di
Indonesia yang memperoleh penghasilan dari Indonesia tidak dari
menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di
Indonesia.
Kriteria Subjek Pajak luar negeri yaitu :
a. orang yang berada di Indonesia kurang dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari
dalam jangka waktu dua belas bulan atau orang yang dalam suatu tahun pajak dan
badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia yang
menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia.
b. orang yang berada di Indonesia kurang dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari
dalam jangka waktu dua belas bulan atau orang yang dalam suatu tahun pajak dan
badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia yang
memperoleh penghasilan dari Indonesia tidak dari menjalankan usaha atau
melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia.
Perbedaan Wajib Pajak dalam negeri dan Wajib Pajak luar negeri :
Wajib Pajak dalam negeri Wajib Pajak luar negeri
Dikenakan pajak atas penghasilan baik Dikenakan pajak atas penghasilan yang
yang diperoleh dari Indonesia maupun bersumber dari Indonesia saja.
luar Indonesia
Dikenakan pajak berdasarkan Dikenakan pajak berdasarkan
penghasilan netto penghasilan bruto
Tarif pajak yang digunakan adalah tarif Tarif pajak yang digunakan adalah tarif
umum (tarif UU PPh pasal 17) sepadan (tarif UU PPh pasal 26)
Wajib Pajak wajib menyampaikan SPT Wajib Pajak tidak wajib menyampaikan
SPT
2. Dilihat dari jenis subyek pajak, jelaskan kapan mulai dan berakhirnya kewajiban
pajak subyek pajak!
Jenis Subjek Kewajiban Dimulai Kewajiban Berakhir
Pajak
WPDN Badan Saat didirikan atau bertempat Saat dibubarkan atau tidak
kedudukan di Indonesia bertempat kedudukan lagi di
Indonesia
WPDN Orang Saat penghasilan sudah melebihi Saat meninggal dunia atau
Pribadi PTKP atau sudah cukup umur meninggalkan Indonesia selama-
sesuai UU KUP lamanya
WPDN Saat timbulnya warisan yangbelum Saat warisan selesai dibagikan
Warisan belum terbagi
terbagi
WPLN melalui Saat menjalankan usaha atau Saat tidak lagi menjalankan usaha
BUT melakukan kegiatan melalui atau melakukan kegiatan melalui
BUT di Indonesia BUT di Indonesia
WPLN tidak Saat menerima atau memperoleh Saat tidak lagi menerima atau
melalui BUT penghasilan dari Indonesia memperoleh penghasilan dari
Indonesia