REFERAT
SMF ILMU RADIOLOGI
“FOTO THORAX”
OLEH :
Salsabila Rahma
22710150
PEMBIMBING :
dr. Iriawati, Sp. Rad
SMF RADIOLOGI
RSUD SIDOARJO
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA
2023
KATA PENGANTAR
Puji Syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
rahmatNya saya dapat menyelesaikan Referat Radiologi yang berjudul “FOTO
THORAX”” ini.
Makalah Referat ini saya ajukan sebagai salah satu persayaratan
Kepaniteraan Klinik Dokter Muda di SMF Ilmu Radiologi RSUD Sidoarjo.
Terima kasih saya ucapkan kepada dr. Iriawati, Sp. Rad yang telah
meluangkan waktunya dan sabar dalam membimbing saya, serta seluruh pihak
yang telah membantu menyelesaikan penyusunan Referat ini. Semoga Referat ini
dapat berguna bagi kita semua.
Akhir kata, saya ucapkan mohon maaf jika terdapat penulisan dan kata-kata
saya yang salah dalam Referat ini. Maka dari itu, Kritik dan saran sangat
diharapkan demi kesempurnaan Referat ini.
Sidoarjo, 18 Januari 2023
Penulis
ii
DAFTAR ISI
REFERAT.........................................................................................................................................1
KATA PENGANTAR......................................................................................................................ii
DAFTAR ISI...................................................................................................................................iii
BAB I.................................................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang................................................................................................................1
1.2 Tujuan..............................................................................................................................1
2.1 Definisi Foto Thorax.......................................................................................................2
2.2 Anatomi............................................................................................................................2
2.3 Foto Thorax Normal.......................................................................................................3
2.4 Indikasi Foto Thorax....................................................................................................11
2.5 Syarat Membaca Foto Thorax.....................................................................................11
2.6 S......................................................................................................................................11
2.7 A......................................................................................................................................11
2.8 S......................................................................................................................................11
2.9 A......................................................................................................................................11
2.10 S......................................................................................................................................11
2.11 D......................................................................................................................................11
2.12 D......................................................................................................................................12
2.13 D......................................................................................................................................12
2.14 D......................................................................................................................................12
2.15 D......................................................................................................................................12
2.16 D......................................................................................................................................12
2.17 D......................................................................................................................................12
2.18 D......................................................................................................................................12
BAB III............................................................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................................14
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Salah satu pemeriksaan radiologi yang banyak digunakan ialah foto
thorax. Foto thorax merupakan pemeriksaan penunjang yang sangat penting
dalam penegakan diagnosis khusunya pada kasus-kasus yang berhubungan
dengan kelainan pada organ yang ada pada thorax, seperti kelainan pada paru,
dan jantung.
Pemeriksaan Thorax adalah salah satu pemeriksaan yang paling sering
dilakukan terhadap setiap orang jika mengalami masalah dalam kesehatannya,
dalam hal ini sangat berfungsi untuk menilai kesehatan paru-paru dari
seseorang, pemeriksaan thorax juga sebagai salah satu item dalam melakukan
check-up seseorang. Indikasi pemeriksaan thorax diantaranya:
Bronchopneumonia, TB paru, Bronkhitis, Atelektasis, Trauma, dan Tumor
serta beberapa indikasi yang lainya. (Saputra, D. I. S., 2013) Hasil dari foto
thorax sendiri dapat berupa kelainan- kelainan seperti adanya infiltrat, corak
bronkovaskular meningkat, sinus prenicocostalis, bentukan honey comb dan
lain sebagainya.
Teknik pemeriksaan Radiografi Thorax merupakan suatu
pemotretan dengan menggunakan tegangan tabung yang cukup
tinggi untuk memperlihatkan gambaran organ dan tulang yang ada
didalam thorax. Pemeriksaan Radiografi Thorax dilakukan untuk
menilai jantung, paru, mediastinum dan dinding dada. Pemeriksaan
radiografi toraks untuk menilai jantung dan paru sangat penting
untuk penilaian awal dan merupakan pelopor untuk pemeriksaan
berikutnya. (Sari, A. W., & Fransiska, E., 2018)
1.2 Tujuan
1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Foto Thorax
Foto thorax atau sering disebut chest x-ray (CXR) adalah suatu
proyeksi radiografi dari thorax untuk mendiagnosis kondisi-kondisi yang
mempengaruhi thorax, isi dan struktur-struktur di dekatnya ( Mc Grew Hill
Australia,Buku saku foto rongent dada edisi 2,EGC 2012) . Foto thorax
menggunakan radiasi terionisasi dalam bentuk x-ray. Dosis radiasi yang
digunakan pada orang dewasa untuk membentuk radiografi adalah sekitar 0.06
mSv.
CRX digunakan untuk mendiagnosis banyak kondisi yang melibatkan
dinding thorax, tulang thorax dan struktur yang berada di dalam kavitas thorax
termasuk paru-paru, jantung dan saluran-saluran yang besar. Pneumonia dan
gagal jantung kongestif sering terdiagnosis oleh foto thorax. (Dewi, A., 2019).
Pemilihan proyeksi Postero-Anterior (PA) (atau Antero-Posterior (AP) untuk
anak) biasanya sudah cukup. Bila terlihat adanya suatu kelainan, perlu
ditambahkan proyeksi lateral. (Proyeksi lateral dibuat setelah proyeksi PA
diperiksa). (Palmer, P. E. S., et all. 1995)
2.2 Anatomi
Rongga dada (Cavea thoracis) berisi jantung (Cor) dan paru (Pulmones).
a. Paru
Paru kanan trilobular yang lebih besar dan paru kiri bilobular yang
lebih kecil terletak di dalam kavitas serosa tersendiri (Cavitates pleurales),
masing-masing, di sisi kanan dan kiri Mediastinum. Kedua paru dilapisi
oleh membrana serosa tipis yang transparan (Pleura visceralis), dapat
terlihat pola pigmen seperti jaring berwarna hitam yang melaluinya. Paru-
paru kanan mempunyai tiga lobus sedangkan paru-paru kiri mempunyai
dua lobus. Kelima lobus tersebut dapat terlihat dengan jelas. Pigmen
antrakotik ini terutama terdiri dari sulang asap, karbon yang berasal dari
asap sisa pembakaran dan asap rokok. Sejumlah nodus limfatikus di dekat
2
hilus paru (lihat bawah) menunjukkan pigmen ini dalam jumlah yang
sangat banyak. (Paulsen F, Waschke J. Sobotta. 2010)
b. Jantung
Secara ilmiah, jantung didefinisikan sebagai otot berongga yang
memompa darah ke sirkulasi paru yang lebih kecil (sirkulasi pulmoner)
dan sirkulasi tubuh yang lebih besar (sirkulasi sistemik): Bagian kiri
jantung memompa darah beroksigen ke dalam sirkulasi sistemik yang
mengirimkan darah ke organ-organ melalui arteri (meninggalkan jantung).
(Paulsen F, Waschke J. Sobotta. 2010)
2.3 Foto Thorax Normal
3
a) Radioanatomi toraks proyeksi PA/ AP
- Trakea dan bronkus kanan kiri terlihat sebagai lesi lusen (hitam) yang
superposisi dengan vertebra
Gambar 1. Trakea dan bronkus utama terlihat lusen
4
- Hillus terdiri dari arteri, vena, bronkus dan limfe
Gambar 2. Hillus paru pada foto toraks PA dan lateral.
- Sudut yang dibentuk oleh diafragma dengan iga disebut degan sinus
kostofrenikus. Sinus kostofrenikus normal berbentuk lancip.
- Sudut yang dibentuk oleh diafragma dengan bayangan jantung disebut
sinus kardiofrenikus.
- Diafragma terlihat sebagai kubah di bawah jantung dan paru.
Perbedaan tinggi kedua diafragma yang normal adalah 1-1,5 cm.
5
Tinggi kubah diafragma tidak boleh kurang dari 1,5 cm. Jika kurang
dari 1,5 cm maka diafragma dikatakan mendatar.
Gambar 3. Diafragma pada foto toraks PA. Cara menilai tinggi kubah
diafragma.
- Batas jantung di kanan bawah dibentuk oleh atrium kanan. Atrium
kanan bersambung dengan mediastinum superior yang dibentuk oleh
v. cava superior.
- Batas jantung disisi kiri atas dibentuk oleh arkus aorta yang menonjol
di sebelah kiri kolumna vertebralis. Di bawah arkus aorta ini batas
jantung melengkung ke dalam (konkaf) yang disebut pinggang
jantung.
- Pada pinggang jantung ini, terdapat penonjolan dari arteria
pulmonalis.
- Di bawah penonjolan a. Pulmonalis terdapat aurikel atrium kiri (left
atrial appendage)
- Batas kiri bawah jantung dibentuk oleh ventrikel kiri yang merupakan
lengkungan konveks ke bawah sampai ke sinus kardiofrenikus kiri.
Puncak lengkungan dari ventrikel kiri itu disebut sebagai apex
jantung.
- Aorta desendens tampak samar-samar sebagai garis lurus yang
letaknya para-vertebral kiri dari arkus sampai diafragma.
6
Gambar 4. Radioanatomi foto toraks PA
- Apeks paru terletak di atas bayangan os clavikula.
- Lapangan atas paru berada di atas iga 2 anterior, lapangan tengah
berada antara iga 2-4 anterior dan lapangan bawah berada di bawah
iga 4 anterior.
b) Radioanatomi toraks proyeksi lateral
- Di belakang sternum, batas depan jantung dibentuk oleh ventrikel
kanan yang merupakan lengkungan dari sudut diafragma depan ke
arah kranial. Kebelakang, lengkungan ini menjadi lengkungan aorta.
- Bagian belakang batas jantung dibentuk oleh atrium kiri. Atrium kiri
ini menempati sepertiga tengah dari seluruh batas jantung sisi
belakang. Dibawah atrium kiri terdapat ventrikel kiri yang merupakan
batas belakang bawah jantung.
- Batas belakang jantung mulai dari atrium kiri sampai ventrikel kiri
berada di depan kolumna vertebralis. Ruangan di belakang ventrikel
kiri disebut ruang belakang jantung (retrocardiac space) yang
radiolusen karena adanya paru-paru.
- Aorta desendens letaknya berhimpit dengan kolumna vertebralis.
7
Gambar 5. Radioanatomi foto toraks Lateral kiri
Paru kanan terdiri dari 3 lobus yaitu :
- Lobus superior kanan (right upper lobe/ RUL)
- Lobus media kanan (right middle lobe/ RML)
- Lobus inferior kanan (right lower lobe/ RLL) Paru kiri terdiri dari 2
lobus
- Lobus superior kiri (Left upper lobe/ LUL) dan lingual
- Lobus inferior kiri (Left lower lobe/ LLL)
8
Gambar 6. Radioanatomi lobus paru kanan radiografi toraks PA dan
lateral
Gambar 7. Radioanatomi lobus paru kiri radiografi toraks PA dan
lateral
Mediastinum terdiri dari :
- Mediastinum superior (dari aperture toracis sampai arcus aorta)
- Mediastnum anterior (daerah antara sternum dengan pericardiumsisi
anterior)
- Mediastinum media (jantung)
- Mediastinum posterior (pericardium sisi posterior sampai vertebra)
Gambar 8. Radiografi toraks lateral. Mediastinum.
Cara pengukuran Cardio Thoracic Ratio (CTR):
9
- Ditarik garis M yang berjalan di tengah-tengah kolumna vertebralis
torakalis.
- Garis A adalah jarak antara M dengan batas jantung sisi kanan yang
terjatuh.
- Garis B adalah jarak antara M dengan batas kiri jantung yang
terjatuh.
- Garis transversal C ditarik dari dinding toraks sisi kanan ke dinding
toraks sisi kiri.
Garis ini melalui sinus kardiofrenikus kanan. Bila sinus-sinus
kardiofrenikus ini tidak sama tingginya, maka garis C ditarik
melalui pertengahan antara kedua sinus itu. Ada pula yang menarik
garis C ini dari sinus kostofrenikus kanan ke sinus kostofrenikus
kiri. Perbedaan kedua cara ini tidak begitu besar, sehingga dapat
dipakai semuanya
Gambar 9. Cara pengukuran CTR
Rumus :
Pada radiografi toraks PA dewasa dengan bentuk tubuh yang normal,
CTR kurang dari 50%. Pada umumnya jantung mempunyai batas
radio-anatomis sebagai berikut : - Batas kanan jantung letaknya para-
10
sternal, Bila kita memakai garis A, maka garis A ini panjangnya tidak
lebih dari 1/3 garis dari M ke dinding toraks kanan.
- Batas jantung sisi kiri terletak di garis pertengahan klavikula (mid-
clavicular line). - Batas dari arkus aorta, yaitu batas teratas dari
jantung, letaknya 1-2 cm di bawah tepi manubrium sterni
2.4 Indikasi Foto Thorax
Indikasi dari foto toraks adalah :
1. Infeksi traktus respiratorius bawah ( TBC Paru, bronkitis, Pneumonia)
2. Batuk kronis/ berdarah
3. Trauma dada
4. Tumor
5. Nyeri dada
6. Metastase neoplasma
7. Aspirasi benda asing
2.5 Syarat Membaca Foto Thorax
2.6 S
2.7 A
2.8 S
2.9 A
2.10 S
2.11 D
11
2.12 D
2.13 D
2.14 D
2.15 D
2.16 D
2.17 D
2.18 D
12
BAB III
KESIMPULAN
13
DAFTAR PUSTAKA
Dewi, A. (2019). Modul Pelatihan ICU intermediate: Materi Inti 9 Interpretasi
Thorax Foto.
Mc Grew Hill Australia. Buku Saku Foto Rongent Dada Edisi 2,EGC 2012
Paulsen F, Waschke J. Sobotta : Atlas Anatomi Manusia Jilid 2: Organ-Organ
Dalam. 23rd ed. Jakarta: Elsevier. 2010.
Palmer, P. E. S., Cockshott, W. P., Hegedus, V., & Samuel, E. (1995). Petunjuk
membaca foto untuk dokter umum. EGC.
Sari, A. W., & Fransiska, E. (2018). Pengaruh faktor eksposi dengan ketebalan
objek pada pemeriksaan foto thorax terhadap gambaran radiografi. Journal
of Health (JoH), 5(1), 17-21.
Saputra, D. I. S. (2013). Simulasi Rontgen Thorax Berbasis Android Sebagai
Media Edukasi. Telematika, 6(2).
14