Menghitung Nilai Quartile dalam Data
Menghitung Nilai Quartile dalam Data
Daftar Isi
1 Deskripsi Data 1
1.1 Dataset . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
1.2 Ukuran Pemusatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4
1.2.1 Nilai Maksimum & Minimum . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4
1.2.2 Mean & Median . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
1.2.3 Modus . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
1.3 Ukuran Penyebaran (Dispersi) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6
1.3.1 Quartile Pertama dan Ketiga . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6
1.3.2 Rentang Interquartile . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7
1.3.3 Standard Deviasi dan Variance . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7
1.3.4 Skewness & Kurtosis . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 9
1.4 Paket pastecs . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 10
1.4.1 Koefisien Variasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 11
1.5 Korelasi & Koefisien Korelasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 12
1.5.1 Matrix Korelasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 13
1.6 Distribusi Frekuensi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 14
1.7 state.x77 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 18
1.8 Soal Latihan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 21
Daftar Pustaka . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 22
1 Deskripsi Data
Statistik Deskriptif merupakan cabang dari ilmu statistik yang bertujuan untuk meringkas,
mendeskripsikan, dan menyajikan serangkaian nilai atau kumpulan data. Statistik deskriptif
seringkali merupakan langkah pertama dan merupakan bagian penting dalam setiap analisis
statistik. Statistik deskriptif memungkinkan untuk memeriksa kualitas data dan membantu
untuk "memahami" data secara lengkap, jelas dan mendalam.
Jika disajikan dengan baik, statistik deskriptif akan menjadi titik awal yang baik untuk
analisis data lebih lanjut. Ada banyak ukuran yang mampu mewakili dan menjelaskan
kondisi umum atau ringkasan dari suatu dataset. Secara umum ukuran-ukuran untuk
meringkas dataset dikelompokkan dalam 2 (dua) jenis, yakni:
1. Ukuran kecenderungan memusat (ukuran pemusatan) atau ukuran lokasi.
Ukuran yang menyatakan dimana distriusi data terpusat tepatnya adalah suatu ni-
lai yang digunakan untuk menjelaskan pusat dari sekelompok data yang dapat me-
wakili data secara keseluruhan. Terdapat tiga ukuran pemusatan data yang sering
digunakan, yaitu:
1
Teknik Analisis Data (Deskripsi Data)
Pada bagian ini, kami hanya fokus pada implementasi di R dari statistik deskriptif paling
umum dan visualisasinya (bila dianggap tepat).
1.1 Dataset
R sudah menyediakan banyak dataset siap pakai (built-in) salah satunya yang populer
adalah dataset iris Dataset Iris merupakan dataset multivariate yang diperkenalkan oleh
ahli statistika dan biologi inggris bernama Ronald Fisher pada tahun 1936.1
R menyediakan kurang lebih 100 dataset yang dapat digunakan oleh user (built-in-
dataset). Fungsi data() digunakan untuk melihat daftar dataset tersebut.
Beberapa diantara paket tersebut masih memerlukan pemanggilan secara eksplisit
dengan menggunakan fungsi data(). Fungsi data() ini memuat satu data frame de-
ngan menspesifikasikan di argumen.
Dataset ini terdiri dari 3 spesies Iris yaitu Iris Setosa, Iris Virginica, dan Iris Versicolor
dan tiap spesiesnya memiliki 50 sampel. Dalam data Iris terdapat 4 atribut yang dapat
mempengaruhi klasifikasi yaitu, sepal length, sepal width, petal length, dan petal width
dalam centimeter yang berbeda-beda.
Untuk melihat seperti apa dataset iris, jalankan R atau Rstudio lalu ketikkan:
1 # load dataset iris
2 iris
atau
1 # load dataset iris dan
2 # menampilkan 10 baris pertama
3 head(iris,10)
1
Untuk menampilkan semua dataset bawaan di R, dapat mengetikkan perintah data() di prompt R
2
Teknik Analisis Data (Deskripsi Data)
Pada contoh di atas dataset iris disimpan ke dalam variabel dat. Anda dapat mengetikkan
perintah dat atau print(dat) untuk melihat isi dari objek (variabel) dat.
Mengenal struktur dataset merupakan hal yang perlu diketahui agar dapat lebih jelas ak-
an diapakan dataset tersebut, atau membantu dalam pemisahan data numerik dan non-
numerik. Berikut perintahnya:
1 # menampilkan struktur dataset
2 str(iris)
'[Link]': 150 obs. of 5 variables:
$ [Link]: num 5.1 4.9 4.7 4.6 5 5.4 4.6 5 4.4 4.9 ...
$ [Link] : num 3.5 3 3.2 3.1 3.6 3.9 3.4 3.4 2.9 3.1 ...
$ [Link]: num 1.4 1.4 1.3 1.5 1.4 1.7 1.4 1.5 1.4 1.5 ...
$ [Link] : num 0.2 0.2 0.2 0.2 0.2 0.4 0.3 0.2 0.2 0.1 ...
$ Species : Factor w/ 3 levels "setosa","versicolor",..: 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 ...
Jika Anda ingin tahu lebih banyak mengenai dataset iris, ketikkan perintah berikut:
?iris
Anda juga dapat memisahkan atribut numerik dan non numerik pada data iris menggu-
nakan perintah:
1 # memisah atribut numerik dengan atribut non numerik
2 # atriut numerik disipan ke dalam variabel [Link]
3 [Link] <- iris[,1:4]
4 str([Link])
'[Link]': 150 obs. of 4 variables:
$ [Link]: num 5.1 4.9 4.7 4.6 5 5.4 4.6 5 4.4 4.9 ...
$ [Link] : num 3.5 3 3.2 3.1 3.6 3.9 3.4 3.4 2.9 3.1 ...
$ [Link]: num 1.4 1.4 1.3 1.5 1.4 1.7 1.4 1.5 1.4 1.5 ...
$ [Link] : num 0.2 0.2 0.2 0.2 0.2 0.4 0.3 0.2 0.2 0.1 ...
Dataset iris berisi 150 observasi dan 5 variabel yang mewakili panjang dan lebar sepal,
panjang dan lebar petal serta spesies dari 150 bunga. Panjang dan lebar sepal dan petal
merupakan variabel numerik dan spesies merupakan faktor dengan 3 level (ditunjukkan
dengan num dan Faktor w/ 3 level setelah nama variabel).
Pada data yang ada juga dapat diketahui statistik dari data tersebut, misal: mean, medi-
an, quantile, variansi, kovariansi, korelasi. Dari dataset ini Anda dapat mengetahui nilai
ringkasan dari dataset iris dengan menggunakan perintah summary().
3
Teknik Analisis Data (Deskripsi Data)
1 ## menampilkan min, mean, median, quantile dan frekuensi untuk data ketegori
2 summary(iris)
[Link] [Link] [Link] [Link]
Min. :4.300 Min. :2.000 Min. :1.000 Min. :0.100
1st Qu.:5.100 1st Qu.:2.800 1st Qu.:1.600 1st Qu.:0.300
Median :5.800 Median :3.000 Median :4.350 Median :1.300
Mean :5.843 Mean :3.057 Mean :3.758 Mean :1.199
3rd Qu.:6.400 3rd Qu.:3.300 3rd Qu.:5.100 3rd Qu.:1.800
Max. :7.900 Max. :4.400 Max. :6.900 Max. :2.500
Species
setosa :50
versicolor:50
virginica :50
Untuk jenis data numerik, untuk melihat ikhtisar data setiap variabelnya dapat menggu-
nakan perintah fivenum(). Berikut contohnya:
1 fivenum(iris$[Link])
[1] 4.3 5.1 5.8 6.4 7.9
Latihan 1.1 Jalankan RStudio dan di R Console atau Code Editor. Ketik dan jalankan perin-
tah berikut. Catat hasilnya dan bila perlu berilah penjelasan singkat dari hasil yang diperoleh.
fivenum(iris$[Link])
fivenum(iris$[Link])
4
Teknik Analisis Data (Deskripsi Data)
1.2.3 Modus
R tidak memiliki fungsi bawaan standar untuk menghitung mode. Fungsi table() dapat
digunakan untuk mencari nilai mode. Berikut contoh mencari nilai modus untuk variabel
[Link] pada dataset iris.
1 iris
2 str(iris)
3 var1<-iris$[Link]
5
Teknik Analisis Data (Deskripsi Data)
4 var1
5 sort(var1)
6 table(var1)
7 sort(table(var1))
8 names(table(var1))
1 sort(table(var1))
2 names(table(var1))[table(var1)==max(table(var1))]
var1
4.3 4.5 5.3 7 7.1 7.3 7.4 7.6 7.9 4.7 6.6 4.4 5.9 6.8 7.2 4.6 5.2 6.2 6.9 7.7
1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 4
4.8 6.5 4.9 5.4 5.6 6 6.1 5.5 5.8 6.4 5.7 6.7 5.1 6.3 5
5 5 6 6 6 6 6 7 7 7 8 8 9 9 10
[1] "5"
Latihan 1.2 Jalankan RStudio dan di R Console atau Code Editor. Ketik dan jalankan
perintah berikut. Catat hasilnya dan bila perlu berilah penjelasan singkat dari hasil yang
diperoleh.
data <- c(2,2,8,2,7,1,2,9,8,2,2,10,9,2)
sum(data)/length(data)
mean(data)
median(data)
sort(data)
table(data)
names(table(data))[table(data)==max(table(data))]
6
Teknik Analisis Data (Deskripsi Data)
75%
6.4
Latihan 1.3 Jalankan RStudio dan di R Console atau Code Editor. Ketik dan jalankan perin-
tah berikut. Catat hasilnya dan berilah penjelasan singkat dari hasil yang diperoleh.
quantile(dat$[Link], 0.4)
quantile(dat$[Link], 0.90
Σ(xi − X̄)
s2 = (2)
n−1
Untuk menghitung standar deviasi (atau varians) dari beberapa variabel sekaligus, guna-
kan fungsi lapply() dengan statistik yang sesuai sebagai argumen kedua.
1 lapply(dat[,1:4], sd)
2 lapply(dat[,1:4], var)
Perintah dat[, 1:4] memilih variabel 1 sampai 4 karena variabel kelima adalah variabel
kualitatif dan standar deviasi tidak dapat dihitung pada jenis variabel tersebut.
7
Teknik Analisis Data (Deskripsi Data)
Anda dapat menghitung minimum, 1st quartile, median, mean, 3st quartile dan nilai maksi-
mum untuk seluruh variabel numerik dari suatu dataset sekaligus dengan menggunakan
fungsi summary().
1 summary(dat)
[Link] [Link] [Link] [Link]
Min. :4.300 Min. :2.000 Min. :1.000 Min. :0.100
1st Qu.:5.100 1st Qu.:2.800 1st Qu.:1.600 1st Qu.:0.300
Median :5.800 Median :3.000 Median :4.350 Median :1.300
Mean :5.843 Mean :3.057 Mean :3.758 Mean :1.199
3rd Qu.:6.400 3rd Qu.:3.300 3rd Qu.:5.100 3rd Qu.:1.800
Max. :7.900 Max. :4.400 Max. :6.900 Max. :2.500
Species
setosa :50
versicolor:50
virginica :50
Gunakan fungsi by() jika Anda memerlukan statistik deskriptif ini berdasarkan grup. Di
mana argumennya adalah nama dataset, variabel pengelompokan (factor level), dan fung-
si yang akan diterapkan. Syntax dari fungsi by() adalah: by(X, data$var, FUN) , dimana
parameter X adalah dataset berbentuk data frame, data$var adalah factor (list factor) di-
mana fungsi akan diterapkan , FUN adalah fungsi yang digunakan, dapat berupa fungsi
dasar matematika, statistika maupun user defined function. Pada contoh diatas, dat$var
adalah factor level dari variabel species dan FUN berupa fungsi summary. Berikut con-
tohnya:
------------------------------------------------------------
dat$Species: versicolor
8
Teknik Analisis Data (Deskripsi Data)
Skewness dan kurtosis merupakan dua alat ukur dalam menelusuri distribusi data yang
diperbandingkan dengan distribusi normal.
9
Teknik Analisis Data (Deskripsi Data)
Latihan 1.4 Jalankan RStudio dan di R Console atau Code Editor. Hitung statistik data beri-
kut dan berikan interpretasi terhadap output yang dihasilkan.
Diberikan dua buah vector X dan vector Y yang masing-masing mewakili variabel Lu-
as (Ukuran) Rumah dalam feet2 dan Konsumsi Listrik perbulan dalam Kwh.
X <- c(1290, 1350, 1470, 1600, 1710, 1840, 1980, 2230, 2400, 2930)
Y <- c(1182, 1172, 1264, 1493, 1671, 1711, 1804, 1840, 1956, 1954)
Sumber: Irawan and Astuti (2006)
# install pacakage
[Link]("pastecs")
1 # mengaktifkan library
2 library(pastecs)
3 # menjalankan fungsi [Link]()
4 [Link](dat[,1:4])
[Link] [Link] [Link] [Link]
[Link] 150.00000000 150.00000000 150.0000000 150.00000000
[Link] 0.00000000 0.00000000 0.0000000 0.00000000
[Link] 0.00000000 0.00000000 0.0000000 0.00000000
min 4.30000000 2.00000000 1.0000000 0.10000000
max 7.90000000 4.40000000 6.9000000 2.50000000
range 3.60000000 2.40000000 5.9000000 2.40000000
sum 876.50000000 458.60000000 563.7000000 179.90000000
median 5.80000000 3.00000000 4.3500000 1.30000000
mean 5.84333333 3.05733333 3.7580000 1.19933333
[Link] 0.06761132 0.03558833 0.1441360 0.06223645
[Link].0.95 0.13360085 0.07032302 0.2848146 0.12298004
var 0.68569351 0.18997942 3.1162779 0.58100626
[Link] 0.82806613 0.43586628 1.7652982 0.76223767
[Link] 0.14171126 0.14256420 0.4697441 0.63555114
Anda dapat memiliki lebih banyak statistik (seperti uji kemiringan, kurtosis, dan norma-
litas) dengan menambahkan argumen norm = TRUE di fungsi sebelumnya. Perhatikan
bahwa variabel Spesies bukan numerik, sehingga statistik deskriptif tidak dapat dihitung
untuk variabel ini dan NA ditampilkan.
2
library yang sudah di-install bisa diaktifkan dengan menggunakan perintah library(nama_packages)
tanpa menggunakan tanda ” ” atau ’ ’
10
Teknik Analisis Data (Deskripsi Data)
1 options(digits = 3)
2 [Link](dat, norm=TRUE)
[Link] [Link] [Link] [Link] Species
[Link] 150.0000 150.0000 1.50e+02 1.50e+02 NA
[Link] 0.0000 0.0000 0.00e+00 0.00e+00 NA
[Link] 0.0000 0.0000 0.00e+00 0.00e+00 NA
min 4.3000 2.0000 1.00e+00 1.00e-01 NA
max 7.9000 4.4000 6.90e+00 2.50e+00 NA
range 3.6000 2.4000 5.90e+00 2.40e+00 NA
sum 876.5000 458.6000 5.64e+02 1.80e+02 NA
median 5.8000 3.0000 4.35e+00 1.30e+00 NA
mean 5.8433 3.0573 3.76e+00 1.20e+00 NA
[Link] 0.0676 0.0356 1.44e-01 6.22e-02 NA
[Link].0.95 0.1336 0.0703 2.85e-01 1.23e-01 NA
var 0.6857 0.1900 3.12e+00 5.81e-01 NA
[Link] 0.8281 0.4359 1.77e+00 7.62e-01 NA
[Link] 0.1417 0.1426 4.70e-01 6.36e-01 NA
skewness 0.3086 0.3126 -2.69e-01 -1.01e-01 NA
skew.2SE 0.7792 0.7893 -6.80e-01 -2.55e-01 NA
kurtosis -0.6058 0.1387 -1.42e+00 -1.36e+00 NA
kurt.2SE -0.7696 0.1762 -1.80e+00 -1.73e+00 NA
normtest.W 0.9761 0.9849 8.76e-01 9.02e-01 NA
normtest.p 0.0102 0.1012 7.41e-10 1.68e-08 NA
3
Koefisien variasi adalah simpangan baku dibagi rata-rata dan hasilnya dikalikan 100%
11
Teknik Analisis Data (Deskripsi Data)
Analisis statik deskriptif merupakan cara atau alat analisis data statistik yang palig
sederhana. Statistik deskriptif akan menghasilkan informasi dan insight yang ber-
guna dalam membantu menjawab permasalahan. Statistik deskriptif adalah cara
atau metode untuk mengumpulkan, meringkas dan menyajikan data dalam bentuk
yang mudah dibaca.
Beberapa statistik sederhana menunjukkan ukuran kecenderungan memusat seper-
ti mean, median kuartil dan ukuran penyebaran seperti standar deviasi, rentang
interquartil, rentang.
12
Teknik Analisis Data (Deskripsi Data)
13
Teknik Analisis Data (Deskripsi Data)
1 corrplot(cor([Link]),method="number",type="upper")
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
1
0.8
[Link] 1.00 −0.12 0.87 0.82
0.6
0.4
[Link] 1.00 −0.43 −0.37 0.2
−0.2
[Link] 1.00 0.96
−0.4
−0.6
[Link] 1.00 −0.8
−1
14
Teknik Analisis Data (Deskripsi Data)
Data mentah pada Gambar 2 di atas kemudian dikelompokkan menjadi beberapa kelas
(kelompok) dengan rentang nilai: 30 - 39; 40 - 49; . . .;90 - 99.
Pertama-tama kita pahami perilaku fungsi cut() secara default. perjatikan langkah beri-
kut:
1. Memasukkan data mentah ke dalam variabel, misalnya nama variabelnya adalah:
nilai.
1 baris1<-c(84,88,76,44,80,83,51)
2 baris2<-c(93,69,78,49,55,78,93)
3 baris3<-c(64,84,54,92,96,72,97)
4 baris4<-c(37,97,67,83,93,85,67)
5 baris5<-c(72,67,86,76,80,58,62)
6 baris6<-c(69,64,82,48,54,80,69)
7 nilai<-c(baris1,baris2,baris3,baris4,baris5,baris6)
8 sort(nilai)
[1] 37 44 48 49 51 54 54 55 58 62 64 64 67 67 67 69 69 69 72 72 76 76 78 78 80
[26] 80 80 82 83 83 84 84 85 86 88 92 93 93 93 96 97 97
1 length(nilai)
[1] 42
2. Mengelompokkan data mentah dalam 7 kelompok (kategori) menggunakan fungsi
cut.
1 cut(nilai,breaks=7)
[1] (79.9,88.4] (79.9,88.4] (71.3,79.9] (36.9,45.6] (79.9,88.4] (79.9,88.4]
[7] (45.6,54.1] (88.4,97.1] (62.7,71.3] (71.3,79.9] (45.6,54.1] (54.1,62.7]
15
Teknik Analisis Data (Deskripsi Data)
Terlihat bahwa dengan hanya menggunakan fungsi cut() dan table(), kita sudah mmen-
dapatkan tabel distribusi frekuensi dengan sangat mudah. Fungsi cut( ) membagi suatu
variabel numeric menjadi interval kelas, jumlah interval kelas diberikan dalam argumen
“breaks=. . .”. R akan menentukan batas bawah dan batas atas setiap kelasuntuk ke sepu-
luh kelas). Notasi (x,y] berarti interval kelas dari x ke y, dengan x tidak termasuk tapi y
termasuk.
Bagaimana cara memubuat kategori sesuai dengan kasus di atas, yaki dengan mengelom-
pokkan ke dalam kelas: 30 - 39; 40 - 49; . . .; 90 - 99 ? Tiap-tiap kelompok ini disebut
interval kelas dan angka 30, 40, . . ., 90 disebut sebagai batas bawah kelas dan angka 39, 49,
. . ., 99 disebut sebagai batas atas kelas. Kelas didefinisikan dengan membuat daftar batas
kelas.
Tepi kelas atas dan tepi kelas bawah dicari dengan rumus:
1. Tepi Atas Kelas = batas atas kelas + 0.5
2. Tepi Bawah Kelas = batas bawah kelas - 0.5
Sehingga dari rumus di atas diperoleh angka 29.5 untuk tepi bawah kelas ke-1 dan 99.5
untuk tepi atas kelas ke-7. Kemudian, untuk membagi kelas interval sesuai keinginan, da-
pat dilakukan dengan menetapkan titik-titik potong (break) dalam sebuah vector. Berikut
langkahnya:
16
Teknik Analisis Data (Deskripsi Data)
1 cut(nilai,breaks=seq(29.5,99.5,10))
[1] (79.5,89.5] (79.5,89.5] (69.5,79.5] (39.5,49.5] (79.5,89.5] (79.5,89.5]
[7] (49.5,59.5] (89.5,99.5] (59.5,69.5] (69.5,79.5] (39.5,49.5] (49.5,59.5]
[13] (69.5,79.5] (89.5,99.5] (59.5,69.5] (79.5,89.5] (49.5,59.5] (89.5,99.5]
[19] (89.5,99.5] (69.5,79.5] (89.5,99.5] (29.5,39.5] (89.5,99.5] (59.5,69.5]
[25] (79.5,89.5] (89.5,99.5] (79.5,89.5] (59.5,69.5] (69.5,79.5] (59.5,69.5]
[31] (79.5,89.5] (69.5,79.5] (79.5,89.5] (49.5,59.5] (59.5,69.5] (59.5,69.5]
[37] (59.5,69.5] (79.5,89.5] (39.5,49.5] (49.5,59.5] (79.5,89.5] (59.5,69.5]
7 Levels: (29.5,39.5] (39.5,49.5] (49.5,59.5] (59.5,69.5] ... (89.5,99.5]
1 table(cut(nilai,breaks=seq(29.5,99.5,10)))
(29.5,39.5] (39.5,49.5] (49.5,59.5] (59.5,69.5] (69.5,79.5] (79.5,89.5]
1 3 5 9 6 11
(89.5,99.5]
7
1 cbind(table(cut(nilai,breaks=seq(29.5,99.5,10))))
[,1]
(29.5,39.5] 1
(39.5,49.5] 3
(49.5,59.5] 5
(59.5,69.5] 9
(69.5,79.5] 6
(79.5,89.5] 11
(89.5,99.5] 7
1 # dapat juga menggunakan fungsi transfor()
2 transform(table(cut(nilai,breaks=seq(29.5,99.5,10))))
Var1 Freq
1 (29.5,39.5] 1
2 (39.5,49.5] 3
3 (49.5,59.5] 5
4 (59.5,69.5] 9
5 (69.5,79.5] 6
6 (79.5,89.5] 11
7 (89.5,99.5] 7
Anda dapat juga menggunakan langkah berikut:
1 # memasukkan nilai cut ke dalam variabel nilaiDF
2 nilaiDF<-cut(nilai,breaks=seq(29.5,99.5,10))
3 table(nilaiDF)
nilaiDF
(29.5,39.5] (39.5,49.5] (49.5,59.5] (59.5,69.5] (69.5,79.5] (79.5,89.5]
1 3 5 9 6 11
(89.5,99.5]
17
Teknik Analisis Data (Deskripsi Data)
7
1 transform(table(nilaiDF))
nilaiDF Freq
1 (29.5,39.5] 1
2 (39.5,49.5] 3
3 (49.5,59.5] 5
4 (59.5,69.5] 9
5 (69.5,79.5] 6
6 (79.5,89.5] 11
7 (89.5,99.5] 7
Untuk melihat bentuk distribusi data dalam grafik, dapat digunakan diagram dahandaun
(stem and leaf diagram) dapat dilakukan dengan fungsi stem( ) sebagai berikut:
1 stem(nilai)
The decimal point is 1 digit(s) to the right of the |
3 | 7
4 | 489
5 | 14458
6 | 244777999
7 | 226688
8 | 00023344568
9 | 2333677
1.7 state.x77
1 state.x77
2 class(state.x77)
3 dataState <- [Link](state.x77)
4 names(dataState)
5 colnames(dataState)
6 rownames(dataState)
7 dim(dataState)
Population Income Illiteracy Life Exp Murder HS Grad Frost
Alabama 3615 3624 2.1 69.0 15.1 41.3 20
Alaska 365 6315 1.5 69.3 11.3 66.7 152
Arizona 2212 4530 1.8 70.5 7.8 58.1 15
Arkansas 2110 3378 1.9 70.7 10.1 39.9 65
California 21198 5114 1.1 71.7 10.3 62.6 20
Colorado 2541 4884 0.7 72.1 6.8 63.9 166
Connecticut 3100 5348 1.1 72.5 3.1 56.0 139
Delaware 579 4809 0.9 70.1 6.2 54.6 103
Florida 8277 4815 1.3 70.7 10.7 52.6 11
Georgia 4931 4091 2.0 68.5 13.9 40.6 60
18
Teknik Analisis Data (Deskripsi Data)
19
Teknik Analisis Data (Deskripsi Data)
California 156361
Colorado 103766
Connecticut 4862
Delaware 1982
Florida 54090
Georgia 58073
Hawaii 6425
Idaho 82677
Illinois 55748
Indiana 36097
Iowa 55941
Kansas 81787
Kentucky 39650
Louisiana 44930
Maine 30920
Maryland 9891
Massachusetts 7826
Michigan 56817
Minnesota 79289
Mississippi 47296
Missouri 68995
Montana 145587
Nebraska 76483
Nevada 109889
New Hampshire 9027
New Jersey 7521
New Mexico 121412
New York 47831
North Carolina 48798
North Dakota 69273
Ohio 40975
Oklahoma 68782
Oregon 96184
Pennsylvania 44966
Rhode Island 1049
South Carolina 30225
South Dakota 75955
Tennessee 41328
Texas 262134
Utah 82096
Vermont 9267
Virginia 39780
Washington 66570
West Virginia 24070
Wisconsin 54464
20
Teknik Analisis Data (Deskripsi Data)
Wyoming 97203
[1] "matrix" "array"
[1] "Population" "Income" "Illiteracy" "[Link]" "Murder"
[6] "[Link]" "Frost" "Area"
[1] "Population" "Income" "Illiteracy" "[Link]" "Murder"
[6] "[Link]" "Frost" "Area"
[1] "Alabama" "Alaska" "Arizona" "Arkansas"
[5] "California" "Colorado" "Connecticut" "Delaware"
[9] "Florida" "Georgia" "Hawaii" "Idaho"
[13] "Illinois" "Indiana" "Iowa" "Kansas"
[17] "Kentucky" "Louisiana" "Maine" "Maryland"
[21] "Massachusetts" "Michigan" "Minnesota" "Mississippi"
[25] "Missouri" "Montana" "Nebraska" "Nevada"
[29] "New Hampshire" "New Jersey" "New Mexico" "New York"
[33] "North Carolina" "North Dakota" "Ohio" "Oklahoma"
[37] "Oregon" "Pennsylvania" "Rhode Island" "South Carolina"
[41] "South Dakota" "Tennessee" "Texas" "Utah"
[45] "Vermont" "Virginia" "Washington" "West Virginia"
[49] "Wisconsin" "Wyoming"
[1] 50 8
21
Teknik Analisis Data (Deskripsi Data)
Daftar Pustaka
10 Irawan, Nur, and Septin Puji Astuti. 2006. Mengolah Data Statistik Dengan Mudah Meng-
gunakan Minitab 14. Yogyakarta: Penerbit Andi.
22