JURNAL TEKNIK MESIN DAN MEKATRONIKA
Journal of Mechanical Engineering and Mechatronics
ISSN: 2527-6212, Vol. 7 No. 2, pp. 77 - 89
© 2022 Pres Univ Press Publication, Indonesia
Alat Pendeteksi Kebakaran dan Pemadam Api Otomatis Menggunakan
Kontrol Arduino
Ferry Ferdyansyah1,a , Rudi Suhradi Rahmat 2,b
1,2
Program Studi Teknik Mesin, President University
Jababeka Education Park, Jl. Ki Hajar Dewantara, RT.2/RW.4, Mekarmukti, North Cikarang,
Bekasi
a
ferryferdyansyahh@[Link], b [Link]@[Link]
Abstrak.
Alat pendeteksi suhu, kelembaban, dan kebakaran sangat diperlukan untuk pengkondisian ruangan.
Pada proses industri, intensitas suhu dan kelembaban ruangan yang terlalu tinggi ataupun rendah akan
sangat berpengaruh terhadap produk atau alat yang ada di dalam maupun di luar ruangan. Penelitian
ini bertujuan untuk menciptakan prototype yang dapat mendeteksi suhu ruangan dan indikasi
kebakaran yang ada di ruangan terbuka maupun tertutup. Terdapat juga hasil akhir dari penelitian
prototype ini berupa alarm buzzer dan sistem pemadam api otomatis menggunakan kontrol Arduino.
Alarm buzzer bekerja saat suhu mencapai 40℃ ke atas, dan di bawah suhu 40℃ indikator pada OLED
menunjukkan informasi “Aman”. Fungsi lain yang terdapat pada mekanisme protoype ini yaitu
adanya sensor pendeteksi kebakaran. Ketika muncul api, gas ataupun asap, maka pompa air akan
menyala secara otomatis. Pompa air bekerja sebagai pemadam api, dan air akan keluar secara
otomatis saat muncul percikan api bersamaan dengan sensor alarm buzzer yang berbunyi. Jadi
pengguna alat ini dapat melarikan diri ke luar ruangan atau melakukan pencegahan dengan sigap saat
terjadinya kebakaran. Indikator yang terdapat saat terindikasi adanya bahaya kebakaran yaitu OLED
akan menunjukkan informasi “Bahaya”.
Kata kunci: Otomatisasi, Coding Arduino, Modul Sensor, Sensor Api, Sensor Gas atau Asap,
Sprinkler Otomatis, Prototype.
Abstract.
Temperature, humidity, and fire detectors device are indispensable for room conditioning. In
industrial processes, the intensity of room temperature and humidity that is too high or low will
greatly affect the product or equipment inside and outside the room. This study aims to create a
prototype that can detect the room temperature and indication of fire in open or closed room. There
is also the final result of this prototype research in the form of a buzzer alarm and automatic fire
extinguishing system using Arduino control. Buzzer alarm works when the temperature is 40℃
above, and below 40℃ the indicator on the OLED shows “Aman” information. Another function
contained in this prototype is the existence of a fire detection sensor. When a fire, gas or smoke
appears, the water pump will turn on automatically. The water pump works as a fire extinguisher, and
the water will come out automatically when a spark appears along with the buzzer alarm sensor that
sounds. So the user of this device can escape to the outdoors or take precautions quickly during a fire.
The indicator that exist when there is an indication of a fire, the OLED will show information
"Bahaya".
Keywords: Automation, Arduino Coding, Sensor Module, Fire Sensor, Gas or Smoke Sensor,
Automatic Sprinkler, Prototype.
77
JURNAL TEKNIK MESIN DAN MEKATRONIKA 2022
Journal of Mechanical Engineering and Mechatronics 2022
Pendahuluan
Kebakaran merupakan salah satu bencana yang sering sekali terjadi khususnya di Indonesia
[1]. Peristiwa tersebut biasanya terjadi di daerah padat penduduk yang rata-rata dipengaruhi oleh
adanya korslet listrik, kebocoran gas dari dapur rumah tangga, dan lain-lain [1]. Banyak kasus
kebakaran diketahui pada saat sudah terjadi kebakaran dan sedikit dapat dideteksi lebih awal.
Kebakaran merupakan suatu peristiwa yang sangat tidak diinginkan oleh setiap orang [2]. Alat
pendeteksi api dalam suatu ruangan sangat dibutuhkan disetiap aspek kehidupan terutama di
perusahaan [3]. Contoh, seperti: ruang terbuka atau tertutup, laboratorium, cold room, warehouse,
chiller, freezer, rumah, sekolahan, dsb. Akan sangat berbahaya ketika sebuah ruangan tidak memiliki
alat pendeteksi api. Dan juga ruangan yang tidak terkontrol pengkondisian suhu dan kelembabannya
akan mempengaruhi produk, sampel, maupun komponen elektrikal yang rentan terhadap basah.
Saat kondisi darurat seperti kebakaran, sulit untuk mengetahui adanya indikasi kebakaran [4].
Terlebih lagi ketika kebakaran disebabkan oleh api kecil yang berasal dari arus short circuit pada
kabel atau lain sebagainya. Oleh karenanya penulis merancang sebuah alat yang dapat mendeteksi
dan menghentikan api seketika dengan air saat terjadinya kebakaran. mulai dari indikasi munculnya
api agar dapat mencegah adanya korban saat kebakaran terjadi.
Api adalah salah satu faktor yang sering menyebabkan terjadinya kebakaran. Asap juga dapat
memberitahukan kita jika terjadi kebakaran [5]. Oleh karena itu asap merupakan salah satu faktor
yang dapat dijadikan sebagai indikator untuk memprediksi kebakaran di suatu tempat.
Ditemukan beberapa permasalahan saat merancang protoype ini, yaitu: menentukan coding
Arduino pada mekanisme alat, penentuan komponen elektronik dan modul sensor yang akan
digunakan, serta efektivitas penerapan alat di kehidupan. Adapun tujuan dibuatnya prototype ini
yaitu: untuk mengetahui coding yang digunakan dalam mekanisme alat, mengetahui komponen
elektronik yang dipakai saat sensor bekerja, dan juga mengetahui efektivitas penerapan alat di
kehidupan.
Diperlukan ruang lingkup dan batasan masalah agar pembahasan serta laporan tidak
menyimpang dari topik. Ruang lingkup dan batasan masalah yang diberikan yaitu: pembahasan
perihal coding sistem mikrokontroler Arduino, pembahasan tentang bagian dan fungsi komponen
elektronik pada alat pendeteksi, pembahasan mengenai evaluasi hasil kerja pada saat uji coba alat
pendeteksi.
Manfaat dari penelitian ini adalah penulis berharap dapat membuat dan merancang prototype
alat monitoring suhu dan kelembaban juga pendeksi kebakaran menggunakan pompa air otomatis
dengan mengetahui dasar-dasar perhitungan dan sistem mikrokontroler Arduino. Sehingga kualitas
78
JURNAL TEKNIK MESIN DAN MEKATRONIKA 2022
Journal of Mechanical Engineering and Mechatronics 2022
prototype yang dihasilkan sesuai, menambah pengetahuan, menjadi desain profesional dalam bidang
otomatisasi, dan dapat berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Tinjauan Pustaka
Penelitian terkait sistem monitoring kebakaran pernah juga diteliti oleh Kharisma dan Priati.
Pada penelitian tersebut digunakan untuk alat pantau suhu udara pendingin pada motor pompa
pendingin utama di PLTU Tanjung Priok. Mikrokontroler yang digunakan Arduino tipe R3 [6]. Pada
penelitian tersebut sistem pemantauan suhu menggunakan komponen LM 35, Adruino Uno R3 dan
GSM Shield SIM900. Tujuan dari penggunaannya adalah untuk mengetahui kondisi motor pompa
serta memberikan informasi secara kontinyu tentang temperatur motor sehingga analisis dan
pemeliharaan motor pompa dapat dijadwalkan.
Penelitian lain dilakukan oleh Rochim dan menghasilkan sebuah sistem yang mensimulasikan
pendeteksi kebakaran menggunakan sensor asap MQ-2, sensor suhu LM35, dan modul wifi ESP8266
berbasis mikrokontroler Arduino, sehingga dapat memberikan peringatan jika ada potensi terjadinya
kebakaran kepada pihak berwenang melalui website [7].
Seluruh komponen tersebut dikontrol dengan menggunakan Arduino Uno. Alat tersebut
memiliki keunggulan karena mudah digunakan dan kompatibel dengan seluruh perangkat komunikasi
yang berbasis internet. Dengan diciptakannya alat ini, proses pemantauan suatu lokasi atau ruangan
dapat dilakukan dengan mudah dan aman. Dari hasil pengujian alat ini didapatkan tingkat akurasi
sensor suhu LM35 sebesar 98,6%. Dan alat ini dapat dikembangkan lagi dengan cara menambahkan
camera CCTV, dan penyemprotan otomatis dengan tujuan memperlambat api sehingga dapat
mencegah kebakaran dalam skala besar.
Sebagai pelengkap kajian pustaka dalam paper ini, penulis juga mengkaji penelitian Tanjung
dan Waluyo. Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa masih minimnya pengetahuan dalam bidang
teknologi, maka dalam mencegah maupun menanggulangi terjadinya kebakaran hanya mengandalkan
insting atau prakiraan dari pekerja saja [8]. Diperjelas di penelitian alam mengenai “Rancang Bangun
Prototype Alat Pendeteksi Kebakaran Menggunakan Arduino Uno Dilengkapi Pemadam dan
Notifikasi SMS Gateway”. Dari penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa sistem pendeteksi
kebakaran juga dapat menggurangi dampak kebakaran yang akan membesar dan dipadamkan oleh
pompa air yang terpasang pada alat tersebut. Sehingga kebakaran dapat ditanggulangi secara cepat
oleh alat tersebut [9].
79
JURNAL TEKNIK MESIN DAN MEKATRONIKA 2022
Journal of Mechanical Engineering and Mechatronics 2022
Oleh karenanya dibuatlah sistem pendeteksi asap pada ruangan fabrikasi menggunakan
teknologi mikrokontroler. Adapun sensor pendeteksi kebakaran yang digunakan adalah sensor api,
gas atau asap, dan mikrokontroler Arduino. Dari hasil rancangan tersebut didapatkan sebuah produk
yang memiliki cara kerja di mana pompa air akan menyala otomatis ketika terdapat api, gas atau asap
dan akan berhenti saat api, gas atau asap sudah di bawah batas yang telah ditentukan.
Modul yang digunanakan pada penelitian ini di antaranya adalah sensor api, sensor asap,
dislay OLED, DHT 22, buzzer, Arduino Uno, 2 channel relay, pompa air, selang air, sprinkler dan
adaptor 9V DC. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:
1. Adaptor 9V. Berfungsi sebagai sumber listrik bagi sistem yang terdiri dari berbagai
komponen tersebut. seperti untuk menyalakan Arduino, pompa air, buzzer, sensor dan
lain sebagainya.
2. Sensor api. Berfungsi untuk mendeteksi adanya titik api dalam jarak tertentu.
3. Sensor gas atau asap. Berfungsi untuk mendeteksi gas atau asap yang muncul akibat dari
pembakaran yang terjadi dalam ruangan.
4. Display OLED. Berfungsi untuk memberikan indikator sistem pada monitoring
pendeteksi kebakaran.
5. DHT22. Berfungsi untuk mendeteksi gejala perubahan kelembaban udara.
6. Buzzer. Berfungsi mengeluarkan bunyi alarm.
7. Arduino Uno. Berfungsi untuk mengolah dan memproses data.
8. 2 channel relay. Berfungsi sebagai saklar untuk menghidupkan dan mematikan putaran
DC motor.
9. Pompa air. Berfungsi untuk menyemprotkan air.
10. Selang air. Berfungsi sebagai media dalam mengeluarkan air dari pompa.
11. Sprinkler. Berfungsi untuk mengeluarkan air dan menyebarkan ke seluruh arah dalam
radius tertentu.
Metodologi Penelitian
Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melakukan studi literatur yang
mendukung penelitian seperti konsep dari sensor dan mikrokontroler [10]. Adapun langkah-langkah
penelitian tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.
80
JURNAL TEKNIK MESIN DAN MEKATRONIKA 2022
Journal of Mechanical Engineering and Mechatronics 2022
Pada tahapan perancangan sistem monitoring terdapat beberapa tahapan di antaranya adalah
sebagai berikut.
1. System Information Engineering and Modeling
Tahap ini diawali dengan menentukan komponen apa saja yang diperlukan untuk membuat sistem
dari mikrokontroler dengan memanfaatkan sensor suhu untuk keperluan monitoring. sehingga
dengan tahap awal ini peneliti mengkaji dan menentukan perangkat yang diperlukan untuk
nantinya dapat di berikan perintah terkait sistem monitoring. Oleh karena itu fungsi dari masing-
masing alat perlu diperhitungkan.
2. Software Requirements Analysis
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah mengenai software yang akan digunakan dalam
perancangan alat sistem monitoring yang memanfaatkan sensor suhu. Mikrokontroler yang
digunakan adalah Arduino sehigga perlu diperhatikan bahwa software yang digunakan telah
sesuai dengan mikrokontroler yang digunakan.
3. Design
Tahapan desain merupakan tahapan yang menampilkan rancangan hasil dari ide yang telah
dipikirkan sebelumnya. pada tahap ini ide diwujudkan dengan beberapa bentuk baik secara digital
maupun dalam bentuk fisik dan diatur sedemikian rupa sehingga alat dapat disesuaikan dengan
tujuan yang akan dilakukan.
81
JURNAL TEKNIK MESIN DAN MEKATRONIKA 2022
Journal of Mechanical Engineering and Mechatronics 2022
4. Coding
Coding merupakan tahapan di mana penulis memberikan beberapa perintah pada mikrokontroler
untuk membentuk sebuah sistem yang telah ditentukan sebelumnya. pada tahap ini disesuaikan
dengan perintah atau bahasa pemrograman yang berlaku. Misalnya bahasa C, C++ dan lain
sebagainya.
5. Testing
Tahapan terakhir adalah mengetes produk yang telah dibuat. Tahap ini mencoba menjalankan
program yang telah dibuat dalam aktivitas coding. Dari hasil tersebut diperhatikan bahwa kode
perintah yang dilakukan melalui bantuan komputer dan bahasa pemrograman telah berjalan sesuai
tujuan atau tidak.
Adapun alat dan bahan yang digunakan untuk membuat prototype ini disajikan dalam tabel 1
berikut ini.
Tabel 1. Bahan-bahan untuk pembuatan “Alat Pendeteksi Kebakaran dan Pemadam Api
Otomatis Menggunakan Kontrol Arduino”.
No Bahan & Modul Sensor Tipe & Ukuran Jumlah
1 Arduino Uno Atmega328 1
DHT22, Supply: 5V, Temp. Range: -40 -
Sensor Temperature & 80 ℃ / resolution 0.1℃ / error < ± 0.5℃,
2
Kelembaban Humidity Range: 0-100% RH / resolution 1
0.1%RH / error ± 2%RH
3 Display Oled 12C 0,96 inch, 128x64 pixel 1
4 Buzzer Piezo SFM-27, 90 DB 3~24V 1
5 Sensor Api (IR Infrared Gelombang 760nm~1100nm, 3,3V~5V 1
Flame Detector)
82
JURNAL TEKNIK MESIN DAN MEKATRONIKA 2022
Journal of Mechanical Engineering and Mechatronics 2022
Model; MQ-2, Chip: LM393, DC 5V, Use
6 Sensor Asap & Gas 1
for: NH3, NOx, alcohol, hydrogen,
(Smoke & Gas Detector)
benzene, smoke and CO2 detector
Sprinkler Mini ø: 6mm Pressure: 1.5-3 kg, Flow rate: 8- 2
7
(Orange Fogger Head) 10 L/H, Spray radius: 0.7-0.9 meters
2-Channel Relay interface board, Relay
3
8 Modul Relay contact maximum 250V AC 10A or
30VDC 10A
Type: QR30E, Hmax:300cm, Qmax:
9 Pompa Air Mini 2
240L/H, Input: 12V 4,2W
Size: 3/16”, Mini Pump Aerator,
10 Selang Pompa Mini 2
Material: PVC
11 Adaptor 9V DC 1
Kabel Jumper Male-
12 Kabel Pelangi Ribbon Dupont 1 set
Female
13 Baut & Mur Mini Bolt & Nuts 15 pcs
(Additional)
14 Papan Akrilik 20x20 cm 1
83
JURNAL TEKNIK MESIN DAN MEKATRONIKA 2022
Journal of Mechanical Engineering and Mechatronics 2022
Sedangkan peralatan yang digunakan pada pembuatan prototype ini di antaranya adalah sebagai
berikut.
a. Perangkat Laptop
b. Software Arduino IDE (Integrated Development Environment)
c. Software Fritzing
d. Obeng set
e. Solder
f. Lem Tembak
g. Double Tape 3M
h. Kabel Ties
Hasil dan Pembahasan
1. Fungsi Kerja Komponen.
Perlengkapan yang digunakan dalam pembuatan prototype ini memiliki beberapa fungsi
kerja diantaranya adalah sebagai berikut.
a. Cover
Untuk cover penyangga modul sensor menggunakan akrilik, dan untuk mesin
pompa mini menggunakan botol kecil sebagai protoype tangki air. Susunan modul
didesain sedemikian rupa agar proses mekanisme alat dapat berkerja sebagaimana
mestinya.
b. Perangkat Lunak
Sebelum memasukan program otomatisasi Arduino ke Arduino Uno Atmega328
perlu dilakukan Instalasi terlebih dahulu software Arduino IDE 1.8.16. Setelah selesai
dilakukan pemasangan software Arduino, kemudian jalankan aplikasi software
Arduino IDE 1.8.16.
c. Sensor Suhu dan Kelembaban
Dalam pembuatan sistem monitoring suhu dan kelembaban menggunakan modul
sensor DHT22. Sensor Suhu dan kelembaban tersambung ke display OLED 12C 0,96
inch untuk penunjukkan indikator suhu dalam satuan ℃, juga kelembaban dengan
satuan persentase (%). Dalam program Arduino sistem coding telah diatur agar pada
suhu > 40℃ alarm buzzer (SFM-27) akan berbunyi. Penunjukkan display pada OLED
masih menunjukkan informasi “Aman” agar pengkondisian ruangan dapat segera
dilakukan dan bukan merupakan indikasi kebakaran.
d. Sensor Pendeteksi Api
Pada modul sensor pendeteksi api, sistem sensor akan bekerja ketika sensor berada
di sudut 60° dari lidah api. Pada saat sensor api bekerja, sistem pada Arduino
memerintahkan alarm buzzer untuk berbunyi. Seketika juga pompa air akan bekerja
untuk menghisap air dari tempat penyimpanan air dan menyemprotkan air ke titik api
yang menyala di sekitar sensor agar api dapat segera padam. Sistem pada arduino
84
JURNAL TEKNIK MESIN DAN MEKATRONIKA 2022
Journal of Mechanical Engineering and Mechatronics 2022
memerintahkan pada display OLED agar menginformasikan “Bahaya” agar dapat
segera melakukan tindakan atau melarikan diri.
e. Sprinkler dan Pompa Air
Pompa air berfungsi untuk mengalirkan air yang dibutuhkan pada saat sistem
bekerja dan sprinkler menjadi alat untuk menyebarkan air tersebut ke sekitar. Besar
kecil daya semprot sprinkler dapat diatur dengan memutar kepala sprinkler.
f. Sensor Gas
Sensor gas MQ-2 cukup mudah dalam penggunaannya karena memiliki pin yang
sedikit untuk dihubungkan pada mikrokontroler. Dalam MQ-2, terdapat alat pemanas
berukuran kecil dengan sensor berbasis elektrokimia yang mudah bereaksi dengan
beberapa gas, dengan luaran berupa tingkat intensitas gas. Oleh karenanya MQ-2
merupakan jenis sensor semikonduktor yang berfungsi untuk mendeteksi adanya gas,
timah dioksida (SnO2) adalah bahan penting bagi sensor MQ-2. Sensor gas MQ-2
biasanya digunakan untuk mendeteksi gas pada LPG, karena sensor MQ2 sensitif
terhadap Gas alam dan LPG sehingga sensitivitas rendah terhadap pembacaan alkohol
dan asap rokok dengan luaran tegangan analog. Selain itu, sensor MQ-2 dapat
mendeteksi konsentrasi asap dan gas dengan rentang 300-10.000 ppm.
2. Perancangan Perangkat Keras
Dalam perancangan sistem kerja pada mekanisme prototype, sistem dirancang
menggunakan aplikasi Fritzing (0.9.3b). Dalam apikasi ini diterapkan wiring antar modul
sensor, supply listrik, relay, dan juga alarm buzzer. Wiring alat dibutuhkan dengan
menerapkan warna yang berbeda-beda pada kabel jumper agar dapat membedakan modul-
modul yang ada. Proses perancangan wiring dibutuhkan agar mengurangi kesalahan teknis
(error) pada perangkaian program mikrokontroler. Adapun perancangan perangkat keras
tesebut adalah sebagai berikut.
Gambar 2. Perancangan Perangkat Keras
85
JURNAL TEKNIK MESIN DAN MEKATRONIKA 2022
Journal of Mechanical Engineering and Mechatronics 2022
Pada gambar 2 terlihat rancangan sistem perangkat keras yang akan digunakan sebagai
prototype alat pendeteksi kebakaran dan pemadam api otomatis. Adaptor sebagai power
supply dari sistem dihubungkan ke sumber listrik 220V dan output-nya adalah tegangan DC
9V. Daya yang diberikan oleh adaptor kemudian terhubung dengan smua komponen sehingga
komponen telah siap digunakan untuk proses selanjutnya.
Mikrokontroler Arduino bertugas untuk meng-input bahasa pemrograman sebagai
perintah untuk menghidupkan dan mematikan komponen hingga sesuai dengan tujuan
perancangan.
Pembacaan adanya api, gas atau asap dilakukan oleh sensor api, gas atau asap yang
bertugas memberikan pemberitahuan pada mikrokontroler ketika terdeteksi. Begitupun
dengan sensor suhu dan kelembaban DHT22 yang mana ketika terjadi perubahan suhu dan
kelembapan udara akibat pengaruh dari panas api tersebut maka sensor tersebut akan
menginformasikannya secara langsung ke mikrokontroler Arduino.
Dari hasil pemberitahuan kedua sensor tersebut maka mikrokontroler akan memproses
data tersebut yang kemudian mengaktifkan DC motor sebagai pompa air dan alarm buzzer
sebagai indikator adanya api, gas atau asap, dan juga suhu yang berubah secara drastis.
3. Perancangan Perangkat Lunak
Pada perancangan perangkat lunak, tahapan awal yang dilakukan adalah dengan
menggambarkan terlebih dahulu langkah-langkah sistem yang akan digunakan sebagai acuan
dalam melakukan input bahasa pemrograman agar sesuai dengan tujuan. Adapun alurnya
adalah sebagai berikut.
Start
Sensor Api Sensor Gas
atau Asap
Tidak Mendeteksi Mendeteksi Tidak
Api Gas atau Asap
Ya Ya
Oled menyatakan
Bahaya dan Buzzer ON
DC Motor 1 On DC motor 2 On
Finish
86
JURNAL TEKNIK MESIN DAN MEKATRONIKA 2022
Journal of Mechanical Engineering and Mechatronics 2022
Gambar 3. Diagram Alir Perancangan Perangkat Lunak
Pada gambar 3 merupakan diagram alur dari sistem perancangan perangkat lunak sistem
monitoring pendeteksi kebakaran [11]. Ketika pertama kali sistem dinyalakan maka sistem
akan membaca informasi dari sensor.
Ketika sensor api mendeteksi api, maka alarm buzzer akan menyala dan DC motor
menyala. Sedangkan jika tidak mendeteksi api maka sensor tidak akan menyalakan DC motor
1. Begitupun dengan sensor gas atau asap, ketika mendeteksi gas atau asap maka alarm buzzer
akan menyala dan DC motor 2 akan menyala dan mengeluarkan air. Jika tidak mendeteksi
apapun maka DC motor tetap dalam keadaan off.
Setelah selesai dengan diagram alur tersebut maka langkah berikutnya adalah melakukan
pembuatan bahasa pemrograman dengan menggunakan software IDE yang memanfaatkan
bahasa C++.
4. Pengujian Alat
Tujuan dari pengujian alat ini adalah untuk memastikan alat yang telah dibuat berupa
prototype ini dapat berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan, baik dari segi sistem
rancangan perangkat keras maupun sitem perangkat lunak.
a. Sensor Api
Gambar 4. Pengujian Sensor Api dengan Korek Gas
Pada gambar 4 diperlihatkan sensor api di-trigger dengan menggunakan api dari
korek gas untuk mengetahui apakah sensor dapat berjalan dengan baik atau tidak
(keadaan on). Seketika indikator OLED menerjemahkannya sebagai tanda “Bahaya”.
Selanjutnya didapatkan bahwa alarm buzzer menyala dan pompa air juga ikut menyala.
Hal ini terjadi karena sensor api mendeteksi kehadiran api dan memberikan informasi ke
prosesor yang kemudian diproses untuk menggerakan pompa air dan menyalakan alarm
buzzer. Setelah korek gas dimatikan maka pompa air dan buzzer kembali ke keadaan
semula (keadaan off) dan display OLED menunjukkan informasi “Aman”.
b. Sensor Gas
87
JURNAL TEKNIK MESIN DAN MEKATRONIKA 2022
Journal of Mechanical Engineering and Mechatronics 2022
Gambar 5. Pengujian Sensor Gas atau Asap
Pada gambar 5 percobaan dilakukan dengan cara men-trigger gas terhadap sensor
gas. Hal ini untuk mengetahui apakah sensor dapat berjalan dengan baik atau tidak
(keadaan on). Hasilnya didapatkan sama seperti sensor api, bahwa ketika gas diberikan
terhadap sensor tersebut, indikator OLED menerjemahkannya sebagai tanda “Bahaya”,
alarm buzzer berbunyi dan air mengalir melalui selang dan disebarluaskan oleh sprinkler.
Ketika sensor tidak mendeteksi keberadaan gas maka pompa air dan buzzer kembali ke
keadaan semula (keadaan off) dan OLED menunjukkan informasi “Aman” sama seperti
saat sensor api bekerja.
c. Pompa Air dan Sprinkler
Gambar 6. Pompa Air dan Sprinkler yang sedang Beroperasi
Ketika sensor api diaktifkan atau di-trigger dengan menggunakan korek gas, maka
alarm buzzer akan berbunyi, OLED akan menampilkan tulisan “Bahaya”, dan DC motor
1 berfungsi. Hidupnya DC motor tersebut akan menarik air dan mengeluarkannya melalui
selang air. Sprinkler kemudian menyebarluaskan air tersebut agar merata ke setiap sudut
ruangan.
88
JURNAL TEKNIK MESIN DAN MEKATRONIKA 2022
Journal of Mechanical Engineering and Mechatronics 2022
Sedangkan ketika gas disemprotkan ke bagian modul sensor gas, sama seperti
sebelumnya, buzzer akan berbunyi, OLED menampilkan tulisan “Bahaya”, dan DC motor
2 berfungsi. Air akan mengalir melalui selang dan berakhir di sprinkler. Untuk dapat
mengatur kekuatan air, kepala sprinkler dapat diatur dan diposisikan sedemikian rupa
hingga dapat memadamkan api.
Kesimpulan
Perancangan sistem monitoring pendeteksi kebakaran dapat dirancang menggunakan sensor api, dan
sensor gas atau asap MQ-2. Alat ini juga dilengkapi dengan sensor DHT22 untuk pembacaan suhu
dan kelembaban. Arduino Uno digunakan untuk mengolah data sensor dan juga dapat mengirimkan
hasil bacaan sensor. Pengujian sistem pada alat menggunakan panas api dan gas atau asap untuk
mengubah nilai suhu dan mengaktifkan sistem pemancar air melalui sprinkler. Dari pengujian sistem
alat pendeteksi kebakaran menggunakan Arduino Uno ini terbukti bahwa sistem dapat bekerja dengan
baik secara otomatis sesuai dengan yang diharapkan.
Daftar Pustaka
[1] F. Rofi, E. D. Mulyanto, T. A. Maulana, and M. B. I. Afriliana, “Alat Pendeteksi Api dan Asap
Menggunakan Flame Sensor Berbasis Arduino dengan Notifikasi Telegram,” Politeknik Harapan
Bersama, 2020.
[2] P. D. A. N. Penanggulangan and D. I. P. Tinggi, “Pencegahan dan penanggulangan Kebakaran di
PT Inka (Persero) Madiun Jawa Timur,” Surakarta, 2010.
[3] S. Dana and J. J. Mauta, “Rancang Bangun Alat Pemantau Suhu dan Kelembaban Udara yang
Berbasiskan Wireless,” J Ilm Flash, vol. 3, no. 1, 2017.
[4] K. I. Ismara, Pedoman K3 Kebakaran. Yogakarta: Universitas Negeri Yogyakarta, 2019.
[5] D. H. Saputra et al., “Pembuatan Model Pendeteksi Api Berbasis Arduino Uno Dengan Keluaran
SMS Gateway,” Pros Semin Nas Fis, 2016.
[6] R. S. Kharisma and A. Priati, “Sistem Pemantauan Suhu Udara Pendingin Pada Motor Pompa
Pendingin Utama Di PLTU Tanjung Priok Menggunakan Arduino Uno R3,” J Ilm DASI, vol. 18, no.
2, 2017.
[7] F. N. Rochim, A. Nilogiri, and Rusgianto, “Simulasi Alat Pendeteksi Kebakaran Menggunakan
Sensor Asap MQ-2, Sensor Suhu LM35, Dan Modul Wifi ESP8266 Berbasis Mikrokontroler
Arduino,” Fak. Teknik Univ. Muhammadiyah Jember, vol. 2, 2018.
[8] T. Tanjung and S. Waluyo, “Sistem Pendeteksi Suhu Dan Asap Untuk Pencegahan Kebakaran
Berbasis Arduino Uno Pada Ruangan Fabrikasi CV. Ready technic,” J Skanika, vol. 3, no. 4, 2020.
[9] T. H. I. Alam, R. Soekarta, and W. Ramadhan, “Rancang Bangun Prototype Alat Pendeteksi
Kebakaran Menggunakan Arduino Uno Dilengkapi Pemadam Dan Notifikasi SMS Gateway,” Insect,
vol. 5, no. 1, 2019.
[10] M. Sari and Asmendri, “Penelitian Kepustakaan (Library Research) dalam Penelitian Pendidikan
IPA,” Nat Sicence, vol. 2, no. 1, p. 15, 2018.
[11] Nugroho, R. S., “Kontrol Suhu dan Kelembaban pada Green House,” Journal of Information
and Technology, Vol. 05 No. 02, 2017.
89