Daya Dukung Pondasi Foot Plat RSUD Baa
Daya Dukung Pondasi Foot Plat RSUD Baa
ABSTRAK
Pondasi Foot Plat disebut juga pondasi dangkal dipergunakan untuk konstruksi
beban ringan. Pondasi merupakan pekerjaan yang sangat penting dalam suatu pekerjaan
teknik sipil, karena inilah yang memikul dan menahan suatu beban yang bekerja diatasnya
yaitu beban konstruksi diatas.
Penelitian ini bertujuan menganalisis daya dukung pondasi foot plat pada Gedung
Rawat Inap RSUD Baa Kabupaten Rote Ndao.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis daya dukung tanah dapat
ditentukan dari hasil sondir sebesar 1.50 kg/m2, hasil perhitungan struktur portal kolom akibat
kombinasi beban mati dan hidup terhadap beban gempa berdasarkan SNI 03-2847-2002
dengan menggunakan program SAP2000 adalah Pu,k sebesar 530.642 kN dan Momen (Mu)
sebesar 14.454 kNm.
Analisis daya dukung pondasi foot plat yang dilakukan untuk mampu mendukung dan
memberikan keamanan pada struktur atas. Dari hasil perhitungan tegangan tanah (maks) =
123.6 kN/m2 dan (min) = 99.1 kN/m2, kontrol kuat geser 1 arah adalah Vu = 104.74 < Vc =
417.43 kN dan kontrol kuat geser 2 arah adalah Vu = = 379.83 kN < Vc = 1280.698 kN,
perhitungan tulangan pondasi foot plat yang dikontrol panjang penyaluran tegangan sesuai
dengan peraturan SNI 03 –2847-2002 adalah = 354.48 mm tersebut aman dari 300 mm.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa daya dukung
pondasi foot plat memikul beban yang bekerja pada struktur atas sebesar 530.642 kN
sehingga pondasi tersebut aman.
Kata kunci : Pondasi Foot Plat, Daya Dukung Pondasi
2
Jurnal Ilmiah Unstar Rote
I. PENDAHULUAN ekonomis dalam biaya pembangunan
A. Latar Belakang secara keseluruhan.
Dewasa ini perkembangan dan Suatu struktur bangunan
pertumbuhan pembangunan wilayah gedung terdiri dari struktur atas dan
kabupaten Rote Ndao yang diiringi struktur bawah. Struktur atas
peningkatan populasi penduduk meliputi balok, plat, kolom, serta
sehingga membutuhkan pelayanan atap dan struktur bawah adalah
kesehatan. Seiring dengan hal ini pondasi. Pada saat melaksanakan
dilatar belakangi kesadaran kegiatan pembangunan struktur
masyarakat akan kesehatan, sehingga bangunan gedung, yang pertama-
kebijakan pemerintah melalui Dinas tama dikerjakan adalah pekerjaan
Kesehatan dan Pemerintah Daerah struktur bawah, yaitu pekerjaan
yang mendorong dalam pondasi. Pondasi adalah elemen
meningkatkan pelayanan kesehatan struktur yang sangat penting karena
masyarakat Rote Ndao. Gambaran pondasi berfungsi untuk mendukung
tersebut dapat dicapai dengan seluruh beban bangunan dan
Pembangunan Gedung Rumah Sakit meneruskan beban bangunan tersebut
Umum Daerah Baa Kabupaten Rote kedalam tanah dibawahnya. Pondasi
Ndao. sebagai struktur bawah secara umum
Pembangunan Gedung Rumah dapat menjadi 2 (dua) jenis, yaitu
Sakit ini bertujuan untuk pondasi dangkal (shallow
menghasilkan sebuah bangunan yang foundation) dan pondasi dalam (deep
memiliki fungsi yaitu sebagai tempat foundation). Pondasi dalam
melaksanakan pelayanan kesehatan, digunakan untuk konstruksi yang
membantu pendidikan tenaga medis memiliki beban lebih berat, yaitu bila
spesialis kesehatan dan kedalaman pondasi yang dibutuhkan
meningkatkan pelayanan yang lebih untuk memikul beban sangat besar,
baik terhadap semua masalah sedangkan Pondasi dangkal biasanya
kesehatan masyarakat. Dalam hal digunakan untuk menahan konstruksi
konstruksi, bangunan Gedung yang memiliki beban ringan. Beban
Rumah Sakit ini menggunakan yang dipikul oleh pondasi dangkal
konstruksi beton bertulang, karena harus dapat meneruskan beban ke
selain akan menghasilkan bangunan lapisan tanah kerasnya terletak dekat
yang kuat dan aman juga akan lebih dengan permukaan tanah agar
3
Gambar 1. Potongan Memanjang dan Melintang Gedung Rawat Inap RSUD Baa
10
Jurnal Ilmiah Unstar Rote
C. Pondasi seperti tekanan angin,
a) Pengertian Umum gempa bumi dan lain-lain.
Pondasi
Dalam bukunya Berdasarkan struktur
Desain Pondasi Tahan beton bertulang, pondasi
Gempa Sesuai SNI 03- berfungsi
1726-2002 dan SNI 03- a. untuk
2847-2002 (2013:1), mendistribusikan
Anugrah Pamungkas dan dan
Erny Harianti mengoreksi memindahkan
setiap bangunan sipil beban-beban
seperti gedung, jembatan, yang bekerja
jalan raya, terowongan, pada struktur
menara, dam/tanggul dan bangunan
sebagainya harus diatasnya ke
mempunyai pondasi yang lapisan tanah
mendukungnya. Istilah dasar yang
pondasi digunakan dalam mendukung
teknik sipil untuk struktur tersebut.
mendefinisikan suatu b. Mengatasi
konstruksi bangunan yang penurunan yang
berfungsi sebagai penopang berlebihan dan
bangunan dan meneruskan penurunan tidak
beban bangunan di atasnya sama pada
(upper structure) ke lapisan struktur.
tanah atau batuan yang c. Memberi
berada dibawahnya. Untuk kestabilan pada
itu, pondasi bangunan harus struktur dalam
diperhitungkan agar dapat memikul beban
menjamin kestabilan horizontal akibat
bangunan terhadap berat angin, gempa
sendiri, beban-beban yang dan lain-lain.
bekerja, gaya-gaya luar Pondasi bangunan
biasanya dibedakan atas
11
13
14
Jurnal Ilmiah Unstar Rote
suatu plat yang langsung beban vertikal
menyangga sebuah kolom. struktur atas yang
1) Tegangan Tanah bekerja pada pondasi
Tegangan tanah ditambah beban
adalah tegangan pada timbunan dan pondasi
dibawah pondasi yang itu sendiri. Tegangan
mempertimbangkan tanah ini tidak boleh
semua beban diatas melebihi dari daya
pondasi termasuk dukung ijin tanah.
(1.3c)
15
V = a. B
(1.4a)
( ).( )
σ = σ +
(1.4b)
2. Dihitung gaya geser yang dapat ditahan oleh beton (Vc)
(Pasal [Link])
V = . B. d
(1.4c)
dan f ′ harus ≤ 25/3 MPa (Pasal 13-1-2)
(1.4d)
3. Dikontrol : Vu harus ≤ .Vc dengan = 0.75
(1.5)
17
. .
𝑉 = 1+ .
(1.7a)
. . .
V = 2+ .
(1.7b)
V = . 𝑓 .𝑏 .d
(1.7c)
18
19
Dalam praktek di lapangan, satu arah saja, dan untuk arah lainnya
biasanya pondasi dicor langsung di dibuat sama dengan arah pertama.
atas tanah, jadi selalu berhubungan Perhitungan tulangan sebaiknya
dengan tanah. Menurut Pasal 9.7.1 dilaksanakan pada tulangan yang
SNI 03-2847-2002, selimut beton menempel di atas, yaitudengan nilai
yang selalu berhubungan dengan ds = 75 + D + D/2. Pada pondasi
tanah diambil minimal 75 mm. telapak persegi panjang, perhitungan
Pada pondasi telapak bujur tulangan dilaksanakan sebagai
sangkar, cukup dihitung tulangan berikut:
σ = σ + . (σ − σ )
(1.8a)
b. Dihitung momen yang terjadi pada pondasi (Mu)
M = . σ . X + . (σ − σ ). X
(1.8b)
c. Dihitung faktor momen pikul K dan Kmaks
K = Mu/ (.b.d2) dengan
b = 1000mm, = 0.8
(1.9a)
20
21
22
Jurnal Ilmiah Unstar Rote
= 1,3 jika tulangan berada Ktr = faktor tulangan
di atas beton setebal ≥ sengkang,K =
.
. .
300 mm
(untuk penyederhanaan,
= 1,0 untuk tulangan lain
boleh dipakai Ktr = 0
β = faktor pelapis
(Pasal 14. 2. 4))
= 1,5 jika batang atau
Atr = luas penampang
kawat tulangan
total dari semua tulangan
berlapis epoksi
transversal yang berada
dengan selimut beton
dalam rentang daerah
kurang dari 3 . db atau
berspasi s dan yang
spasi bersih kurang
memotong bidang belah
dari 6. db
potensial melalui tulangan
= 1,2 jika batang atau
yang disalurkan, mm
kawat tulangan
fyt = kuat leleh yang
berlapis epoksi
disyaratkan untuk
lainnya
tulangan transversal, MPa
= 1,0 jika tulangan
s = spasi maksimal
tanpa pelapis
sumbu-ke-sumbu
γ = faktor ukuran batang
tulangan transversal yang
tulangan
dipasang di sepanjang λd,
= 0,8 jika digunakan
mm
tulangan D-19 atau
n = jumlah batang atau
yang lebih kecil
kawat yang disalurkan di
= 1,0 jika digunakan
sepanjang bidang belah.
tulangan D-22 atau
Persamaan di atas boleh
yang lebih besar
disederhanakan dengan
c = spasi antar tulangan
mengambil nilai batas bawah
atau dimensi selimut
untuk parameter c dan Ktr yang
beton (diambil nilai
umum, seperti pada Tabel 3.
terkecil), mm
23
24
Jurnal Ilmiah Unstar Rote
persamaan berikut (Pasal 12.17.1 Program SAP2000
SNI 03-2847-2002): merupakan suatu program yang
Pu < Pu dipergunakan untuk
Pu = x 0,85 x fc’ x A1 dengan = menganalisis dan mendesain
0.7 (pasal 12.17.1) struktur, baik bangunan maupun
(1.21) jembatan. Keunggulan program
Dengan: SAP2000 antara lain
Pu = gaya aksial terfaktor (pada ditunjukkan dengan adanya
kolom), N fasilitas untuk desain elemen,
Pu = kuat dukung pondasi yang baik untuk material baja maupun
dibebani, N beton.
fc’ = mutu beton yang disyaratkan, b) Beban Pada Struktur
MPa Pembebanan yang
digunakan dalam melakukan
2
A1 = luas daerah yang dibebani, mm
analisis sesuai dengan kriteria
2. Program SAP2000 desain. Beban-beban ini sesuai
a) Pengertian SAP2000 dengan Pedoman Pembebanan
SAP (System Application Indonesia untuk rumah dan
and Product in data processing) gedung (SKBI-1987) dan fungsi
adalah suatu software yang dari masing-masing elemen
dikembangkan untuk struktur sebagai berikut :
mendukung suatu organisasi a. Berat Sendiri (Self Weight
dalam menjalankan kegiatan Load, W)
operasionalnya secara lebih Berat sendiri adalah berat
efisien dan efektif. SAP sendiri elemen struktur yaitu
merupakan software Enterprise balok, kolom, dan pelat yang
Resources Planning (ERP), menggunakan material beton
yaitu suatu tools IT dan bertulang. Proses
manajemen untuk membantu perhitungan otomatis berat
perusahaan merencanakan dan sendiri struktur dapat
melakukan berbagai aktivitas dilakukan oleh software
sehari-hari. SAP2000.
b. Beban Mati (Dead Load,
DL)
25
27
31
RUMUSAN MASALAH
INPUT DATA :
a. Tanah
b. Gambar Struktur
c. Spesifikasi Bahan
- Tegangan Tanah
- Kuat Geser
- Tulangan Pondasi
- Kuat Dukung Pondasi
Gambar 2.9. Kerangka Berpikir
32
Jurnal Ilmiah Unstar Rote
H1 = Daya dukung tanah yang ada Lokasi yang dipilih sebagai
lebih kecil dari beban yang ada tempat penelitian adalah
diatasnya. Gedung RSUD Baa di
III. METODE PENELITIAN Kelurahan Mokdale, Kecamatan
A. Lokasi Penelitian Lobalain, Kabupaten Rote
Ndao.
Lokasi
okasi Penelitian
Sumber : [Link]
[Link]
33
Jurnal
nal Ilmiah Unstar Rote
Pengujian Tanah Jurusan Teknik C. Jenis dan sumber data
Sipil Politeknik Negeri Kupang. 1. Jenis Data
Dari hasil pengujian tanah Adapun data yang digunakan
disimpulkan bahwa deskripsi dan dalam penelitian ini adalah
klasifikasi tanah pada lokasi kualitatif dan kuantitatif.
pembangunan terdiri dari a. Data Kuantitatif adalah data-
lempung berlanau dan berpasir data berupa angka yang
dengan sedikit kerikil warna abu- diambil berdasarkan
abu, kadar air sedang dan kenyataan yang ada di lokasi
plastisitas tinggi. Sehingga penelitian.
disarankan untuk dilakukan b. Data Kualitatif adalah data-
perbaikan tanah dasar dengan data yang diperoleh dari
material urugan yang lebih stabil buku-buku yang
untuk mencegah kerusakan pada berhubungan dengan daya
elemen-elemen nonstruktur. dukung pondasi foot plat.
Nilai daya dukung tanah 2. Sumber Data
dilihat dari besaran cone Dalam suatu penelitian
resistance (qc) hasil sondir. Dari tentunya harus memiliki dasar –
4 (empat) titik sondir nilai qc dasar pembahasan dari suatu
pada kedalaman 2.0 – 3.0 m proyek yang akan diteliti, hal ini
(kedalaman ideal pondasi sangat berkaitan dengan data –
dangkal) berkisar antara 28 – 270 data yang akan dikumpulkan
kg/cm2. Untuk keperluan disain untuk menunjang hasil penelitian
pondasi qc diambil 60 kg/cm2. tersebut.
Daya dukung ijin tanah (q) Data – data yang diperlukan
dihitung langsung dengan pada penelitian dengan judul
persamaan q = qc/40 sehingga “Analisis Daya Dukung Pondasi
nilai daya dukung ijin tanah (q) : Foot Plat Pada Gedung Rawat
q = 60/40 = 1.50 kg/cm2 Inap RSUD Baa kabupaten Rote
Tipe pondasi yang Ndao” terbagi menjadi 2 yaitu :
digunakan adalah pondasi telapak a. Data Primer
diletakan pada kedalaman 3.0 m b. Data Sekunder
dari muka tanah.
34
Jurnal Ilmiah Unstar Rote
a)Data Primer Lokasi : Gedung
Data primer merupakan Rawat Inap RSUD
data yang diperoleh langsung Baa Kabupaten Rote
dilapangan untuk dijadikan Ndao
data dasar, namun dapat juga Sumber : pengamatan
dijadikan pengontrol data dan survey di
yang sudah tersedia pada data lapangan
[Link]-data yang Fungsi :
berhubungan dengan data - Mengetahui
primer meliputi data hasil mutu bahan
survey wawancara kepada beton yang
kontraktor maupun konsultan. digunakan
Dari pengamatan dan survey - Mengetahui
di lapangan didapat data-data mutu bahan
sebagai berikut : baja (tulangan
1. Data Spesifikasi utama dan
Bangunan tulangan
Lokasi : Gedung sengkang)
Rawat Inap RSUD yang
Baa Kabupaten Rote digunakan
Ndao b) Data Sekunder
Sumber : pengamatan Data sekunder diperoleh dari
dan survey di beberapa Instansi terkait,
lapangan yang meliputi Data Tanah dan
Fungsi : Data Gambar Struktur. Data –
- Mengetahui data tersebut dapat dijelaskan
fungsi dan sebagai berikut :
jenis bangunan 1. Data Tanah
- Mengetahui Sumber : RSUD
Jumlah tiap Ba’a.
lantai Fungsi : untuk
Bangunan mengindentifikasi
2. Data Spesifikasi Bahan jenis dan struktur
tanah sehingga bisa
35
38
Jurnal Ilmiah Unstar Rote
5. Menghitung tulangan pondasi Menghitung jarak tulangan (s)
Menghitung jarak antara tepi (lihat rumus persamaan1.12a
serat beton tarik ke pusat berat dan 1.12b halaman 16)
tulangan tarik (ds) Menghitung panjang
1 penyaluran tegangan tulangan
d = sb + D + xD
2 (d)
Menghitung tebal efektif
Masukan nilai sesuai petunjuk
pondasi (d)
yang ada di peraturan SNI 03-
d = hf - ds
2847–2002
Menghitung jarak dari area
= 1,0 (beton segar
bidang yang menerima
dibawah tulangan hanya
tekanan ke atas dari tanah (x)
75 mm < 300 mm)
L h
x= − = 1,0 (jika tulangan
2 2
Menghitung tegangan tanah tanpa pelapis epoksi .
sejarak “x” dari tepi pondasi = 1 < 1,7 (okey)
(x) (lihat rumus persamaan = 0,8 (digunakan
1.8a halaman 15) tulangan D)
Menghitung momen yang = 1,0 (digunakan
terjadi pada pondasi (Mu) beton normal)
(lihat rumus persamaan 1.8b c = 75 mm (< s = 230
halaman 15) mm)
Menghitung faktor momen Ktr = 0 (untuk
pikul K dan Kmaks(lihat rumus penyederhanaan: Pasal
persamaan 1.9a s.d 1.9c 14.2.4 SNI 03-2847–
halaman 15) 2002)
Menghitung tinggi blok Menghitung panjang
tegangan beton tekan persegi penyaluran tegangan (d)
ekuivalen (a) (lihat rumus (lihat rumus persamaan 1.19
persamaan 1.10 halaman 16) dan 1.20 halaman 17)
Menghitung Luas tulangan 6. Mengontrol kuat dukung
(As,u) (lihat rumus persamaan pondasi (lihat rumus
1.11a s.d 1.11c halaman 16) persamaan 1.21 halaman 18)
39
40
Jurnal Ilmiah Unstar Rote
- Fungsi Bangunan :
Tempat Perawatan Pasien kritis B. Analisis Data
- Tinggi Bangunan : 12 Analisis data yang dilakukan
Meter dalam penelitian ini terdiri dari
- Jumlah Lantai :2 3 (tiga) data yaitu :
- Luas Lantai 1 : 1. Analisis data pembebanan
205 M2 2. Analisis data daya
- Luas lantai 2 : dukung tanah
205 M2 3. Analisis data pondasi foot
- Total Luas Lantai : plat
410 M2
- Konstruksi atap : a) Analisis Data Pembebanan
Konstruksi Kuda-kuda Baja
Sistem struktur yang digunakan
Ringan dengan Penutup Atap
pada bangunan ini adalah sistem
Genteng Metal Multi Roof
struktur rangka ruang (terbuka).
b. Bahan Utama Bangunan
Dalam sistem ini seluruh elemen
1. Mutu Beton K-250 (fc’ =20.7
bangunan dalam arah horizontal,
MPa), yang digunakan pada
vertikal maupun diagonal bekerja
semua elemen struktur utama
sebagai satu-kesatuan dalam
seperti : pondasi, kolom, balok,
menerima dan meneruskan beban-
pelat, sloof utama, dan ring-
beban yang bekerja.
balok utama
2. Baja Ringan untuk struktur A. Permodelan Struktur 3D
rangka atap
Dimensi dari elemen struktur yang
3. Dinding Pengisi, sebagian dari
digunakan untuk permodelan sebagai
pasangan batu bata dan sebagian
disain awal :
dari dinding partisi (bahan:
rangka kayu dilapisi multi- a. Kolom uk. 40x40 cm (Beton
pleks) Bertulang)
4. Multi Roof sebagai penutup b. Sloof Struktur uk. 30x50 cm
atap. (Beton Bertulang)
5. Plafon dari gypsum yang c. Balok Induk uk. 30x50 cm
topang/diikat oleh rangka (Beton Bertulang)
aluminium
41
42
Jurnal Ilmiah Unstar Rote
Warna pada model plat mati akibat berap penutup atap
menggambarkan besaran beban (seng) dan gording, tembok,
yang disesuaikan denga fungsi plafon, dan spesi serta keramik
ruang dimana plat itu berada. dihitung secara terpisah dan
B. Jenis Pembebanan dimasukan sebagai beban mati
Jenis jenis beban yang tambahan baik sebagai beban
diperhitungkan adalah: merata pada lantai maupun sebagai
1. Beban mati akibat berat sendiri beban garis pada balok.
elemen bangunan a. Pembebanan balok (Balok
2. Beban hidup Ring, Balok anak, balok induk
3. Beban gempa dan balok sloof) dan kolom
Besaran beban mati dan beban yang dihitung secara dengan
hidup mengikuti ketentuan yang program komputer “SAP2000”.
termuat di dalam Peraturan Muatan Misalnya dimensi ukuran balok,
Indonesia tahun 1983. Sedangkan kolom, dan pelat digunakan
beban gempa mengikuti Pedoman jenis material yang dipakai
Perencanaan Ketahanan Gempa untuk mendefinsikan spesifikasi
Untuk Rumah dan Gedung 2002 material pada program SAP2000
(SNI 03-1726-2002). sesuai dengan peraturan
1. Beban Mati (D) Pembebanan Indonesia untuk
Berat sendiri struktur dihitung Rumah dan Gedung (DPU,
secara otomatis oleh program 1983) dapat dilihat pada
komputer SAP2000 kecuali beban gambar berikut :
43
44
Jurnal Ilmiah Unstar Rote
Balok 15 x 30 cm = 0.15 x 0.30 m x 24 kN/m2 = 1.08 kN/m2 +
= 4.68 kN/m2
4) Pembebanan Kolom dan balok Lantai 1
a. Kolom uk. 40 x 40 cm = 0.40 x 0.40 m x 24 kN/m2 = 3.84 kN/m2
b. Balok 30 x 50 cm = 0.30 x 0.50 m x 24 kN/m2 = 3.60 kN/m2
Balok 15 x 20 cm = 0.15 x 0.20 m x 24 kN/m2 = 0.72 kN/m2 +
= 4.32 kN/m2
d. Pembebanan Dinding
- Beban Dinding Lantai 1 = 3 m x 250 kg/m2 = 750 kg/m2
= 7.50 kN/m2
- Beban Dinding Lantai 2 = 4 m x 250 kg/m2 = 1000 kg/m2
= 10 kN/m2
- Beban Dinding Lantai ELV +6.75 = 2.75 m x 250 kg/m2 = 687.5 kg/m2
= 6.875 kN/m2
- Beban Dinding Lantai ELV +8.00 = 4 m x 250 kg/m2 = 1000 kg/m2
= 10 kN/m2
2. Beban hidup (L) bangunan kantor. beban hidup yang
diperhitungkan adalah:
Beban hidup merupakan beban
yang timbul akibat aktivitas yang
terjadi pada bangunan. Sebagai
45
900 950 1000 1050 1100 1150 1200 1250 1300 1350 1400
100
6
2
00 3
1 4
6
6
5
4
50 2
3
1
5
100 6
46
Jurnal Ilmiah Unstar Rote
Tabel-4.1 Jenis-Jenis Tanah
Kecepatan
Rambat Nilai Hasil Test
Kuat Geser
Gelombang Penetrasi
Jenis Tanah Rata-Rata Su
Geser Tanah standart Rata-
(kPa)
Rata-Rata vs Rata (N)
(m/det)
Tanah Lunak
atau, setiap profil tanah lunak yang tebal totalnya lebih dari
3m dengan PI > 20, wn≥40% dan Su < 25kPa
47
Sumber :[Link]
48
49
50
Jurnal Ilmiah Unstar Rote
tinjauan kombinasi beban mati dan dengan Metode Perhitungan Sebagai
beban hidup (U = 1.2D + 1.6L) Berikut :
dapat dilihat pada tabel 1. Tegangan Tanah
terlampirkan adalah Tegangan tanah dihitung secara
Pu,k = 530.642 kN otomatis oleh program
Mu,k = 14.454 kNm. komputer Spread Footing
Design For Windows V.1.0
4.2.2. Analisis Data Daya Dukung
dapat dilihat pada lampiran II
Tanah
adalah
Nilai daya dukung tanah dilihat a. Tegangan tanah maksimum
dari besaran cone resistance (qc) (maks)
hasil sondir. Dari 4 (empat) titik (maks) = 1.236 kg/cm2 < σt
sondir nilai qc pada kedalaman 2.0 = 1.50 kg/cm2
– 3.0 m (kedalaman ideal pondasi Satuan kg/cm2 harus
dangkal) berkisar antara 28 – 270 konversi ke satuan kN/m2
kg/cm2. Untuk keperluan disain adalah
pondasi qc diambil 60 kg/cm2. (maks) = 123.6 kN/m2 < σt
Daya dukung ijin tanah (q) = 150 kN/m2
dihitung langsung dengan b. Tegangan tanah minimum
persamaan q = qc/40 sehingga nilai (min)
daya dukung ijin tanah (q) : (min) = 0.991 kg/cm2 < σt
q = 60/40 = 1.50 kg/cm2 = 1.50 kg/cm2
Tipe pondasi yang digunakan Satuan kg/cm2 harus
adalah pondasi telapak diletakan konversi ke satuan kN/m2
pada kedalaman 3.0 m dari muka adalah
tanah. (min) = 99.1 kN/m2 < σt =
51
52
Jurnal Ilmiah Unstar Rote
sengkang) ke tegangan leleh Tegangan tanah sejarak
(fy) dapat dilihat tabel 1 “a” dari tipe pondasi
halaman 7 adalah tegangan (a)
leleh (fy) yang dipakai adalah σ
350 Mpa dengan tegangan leleh = σ
karakteristik 3200 kg/cm. (L − a). (σ −σ )
+
L
2.1. Kontrol gaya geser
= 99.1 +
Perhitungan kuat gaya gesernya (2−0.433) 𝑥 (123.6 −99.1)
harus mempertimbangkan dua 2
53
54
Jurnal Ilmiah Unstar Rote
σ
1 = σ
= . √20.7 𝑥 3068 x 367
3 L−x
= 1707596.82 N + . (σ
L
= 1707.597 kN − σ )
= 99.1
dipilih Vc yang terkecil, jadi 2 − 0.80
+ . (123.6
Vc = 1707.597 kN 2
− 99.1)
.Vc = 0.75 x 1707.597
= 1280.698 kN = 113.8 kN/m2
Jadi, Kekuatan beton terhadap
gaya geser 2 arah adalah Vu =
= 379.83 kN < .Vc = Momen yang terjadi
1280.698 kN (AMAN) pada pondasi ( Mu )
2.2. Penulangan Pondasi M
tegangan tanah pada 1
= .σ .X
jarak x dari tepi pondasi 2
1
(x) + . (σ − σ ). X
3
1 1
d = sb + D + xD = x 113.8 x 0.64
2 2
d 1
+ ( x (123.6
1 3
= 25 + 16 + x 16
2 − 113.8) x 0.64))
= 49 mm = 38.507 kNm.
= 0.049 m Faktor momen pikul K
d = hf - ds dan Kmaks
= 400 - 49 Syarat : K harus ≤
= 351 mm Kmaks
L h
x= − K = Mu/ (.b.d2) dengan
2 2
b = 1000mm, = 0.8
2000 400
x= − = (38.507 x 106) /
2 2
= 800 mm (0.8 x 1000 x 3512)
= 0.80 m = 0.3906 MPa
55
As,u3 =
1140.68 mm2
= 1 Jadi, dipilih yang
terbesar adalah As,u =
2 x 0.3906 1404 mm2
− 1− x351
0.85 x 20.7
Luas Tulangan (A , )
A s=
,
. . .
0.85. f . a. b dengan S =
= dengan b ,
f
1000 mm
= 1000 mm
56
Jurnal Ilmiah Unstar Rote
. . = 0,8
s=
(digunakan tulangan D)
= 143.133 mm 143
= 1,0
mm
(digunakan beton normal)
s ≤ [Link]
c = 75 mm (< s
143 mm ≤ (2 x 400 =
= 230 mm)
800 mm)
Ktr = 0 (untuk
s ≤ 450 mm
penyederhanaan: Pasal 14.2.4 SNI
143 mm ≤ 450 mm
03-2847–2002)
Jadi, Dipilih yang kecil,
yaitu s = 143 mm Menghitung nilai (c + Ktr)/db ≤ 2,5
= (75 + 0)/16 = 4.69 ≤ 2,5
Panjang penyaluran
tegangan tulangan (d) : Jadi, dipakai (c + Ktr)/db= 4.69
= 354.48 mm
Masukan nilai sesuai
Jadi, panjang
petunjuk yang ada di
peraturan SNI 03- penyaluran tegangan d
57
60
Jurnal Ilmiah Unstar Rote