ISSN: 2614-6754 (print) Halaman 13762-13771
ISSN: 2614-3097(online) Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Pekerjaan Pondasi Bore Pile dan Perhitungan Tulangan Fondasi
pada Jalan Tol di Kota Depok
Asri Wulan
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan,
Universitas Gunadarma Surabaya
E-mail: asri@[Link]
Abstrak
Fondasi berfungsi menyalurkan beban bangunan ke lapisan tanah, dimana beban struktur
harus lebih kecil dari daya dukung tanah. Pemilihan jenis fondasi bergantung pada beban
yang harus didukung, kondisi tanah fondasi serta lingkungan sekitar. Pada jalan tol di kota
depok dipilih fondasi bore pile karena keuntungan yang dimiliki fondasi bore pile yaitu
pelaksanaan pekerjaannya yang tidak menimbulkan kebisingan dan getaran yang besar,
akurasi pemancangan lebih tepat sehingga kemungkinan fondasi miring sangat kecil.
Metode pelaksanaan yang dilakukan pada pekerjaan fondasi bore pile untuk jalan tol yaitu
meliputi pekerjaan persiapan, marking posisi pile, pengeboran, pemasangan temporary
casing, pembersihan dasar lubang, pemasangan rangka baja tulangan dan pengecoran.
Perhitungan kebutuhan tulangan besi pada fondasi jalan tol diperlukan untuk menentukan
banyaknya besi dan biaya yang dibutuhkan dalam perencanaan. Hasil perhitungan
kebutuhan besi pada jalan tol yang mempunyai diameter lubang 800 mm dengan
kedalaman 19,25 m membutuhkan tulangan utama sebanyak 9.243,376 kg dan tulangan
sengkang sebanyak 1.449,968 kg.
Kata kunci: Metode Pelaksanaan, Fondasi Bore Pile, Kebutuhan Besi
Abstract
The foundation serves distributing the burden of building to the layer of soil, where the
burden of structure must be less than capacity of the land. The selection of a kind of
foundation depends on the burden it has to supported, condition of the land foundation and
the environment. In the way of an expressway in the city of depok chosen bore pile
foundation because the benefits of the owned foundation pile bore the construction of his
job that they are causing noise and intense vibrations, accuracy the process of installing
more appropriate thus the probability of sloping fundamentals were very small. The
implementation method of conducted on the job bore pile foundation will consist of toll road
fee preparation work, marking the position of pile, drilling, the installation of temporary
casing, cleansing the base of a hole, the installation of the reinforcement and casting.
Requirement calculation reinforcement the toll road of iron on the foundation necessary to
determine the many iron and cost in the planning . The results of requirement calculation of
iron on toll road motorists which have the diameter of the bore with a depth of 800 mm
19,25 m requires main reinforcement as many as 9.243,376 kg and stirrup as many as
1.449,968 kg.
Keywords : Method of Implementation, Bore Pile Foundation, Budget Plan
PENDAHULUAN
Jalan tol merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan yang
mengakibatkan tingginya pengorbanan waktu dan biaya untuk perjalanan, dimana
kemacetan merupakan problematik yang harus segera diselesaikan. Salah satu pekerjaan
yang pertama dilakukan dalam pembangunan suatu konstruksi adalah pekerjaan fondasi.
Jurnal Pendidikan Tambusai 13762
ISSN: 2614-6754 (print) Halaman 13762-13771
ISSN: 2614-3097(online) Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Kecepatan dalam pekerjaan fondasi sangat mempengaruhi pekerjaan struktur-struktur di
atasnya, kecepatan tersebut seringkali dipengaruhi oleh metode kerja yang digunakan.
Metode kerja yang dipilih nantinya akan mempengaruhi waktu dan biaya dari pekerjaan
suatu proyek konstruksi. Meningkatnya kendaraan roda empat maupun roda dua juga
menjadi salah satu faktor kemacetan. Setiap bangunan harus memiliki dasar yang kuat
untuk menopang bangunan di atasnya, salah satunya dengan merancang fondasi dengan
baik. Fondasi berfungsi menyalurkan beban bangunan ke lapisan tanah, dimana beban
struktur harus lebih kecil dari daya dukung tanah. Fondasi merupakan struktur bawah yang
digunakan pada setiap bangunan, diantaranya rumah, gedung perkantoran, maupun
jembatan. Bangunan tinggi biasanya menggunakan fondasi dalam dikarenakan memiliki
beban struktur yang besar. Fondasi dalam memiliki beberapa jenis diantaranya fondasi
bore pile dan tiang pancang. Pemilihan jenis fondasi bergantung pada beban yang harus
didukung, kondisi tanah fondasi serta lingkungan sekitar. Fondasi bore pile merupakan
salah satu alternatif jenis fondasi tiang yang digunakan selain fondasi tiang pancang.
Fondasi bore pile memiliki fungsi yang sama dengan fondasi tiang pancang,
perbedaannya hanya terletak pada cara pelaksanaan pengerjaan. Fondasi bore pile
adalah fondasi yang pelaksanaannya dengan cara dibor sehingga tidak menimbulkan
kebisingan dan getaran yang besar. Fondasi bore pile memiliki bentuk silinder.
Penggunaan fondasi bore pile pada pembangunan jalan tol dikarenakan adanya jalur pipa
gas. Fondasi bore pile juga digunakan pada tanah yang tidak mampu mendukung beban
konstruksi diatasnya dan memiliki tanah keras yang terletak pada kedalaman yang sangat
dalam. Maka untuk itu pelaksanaan pekerjaan konstruksi harus dilakukan dengan baik,
tepat, dan efisien sesuai dengan manajemen proyek yang direncanakan agar
mendapatkan hasil pembangunan yang optimal.
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan pada proses penelitian ini yaitu metode observasi. Metode
observasi adalah metode penelitian yang dilakukan dengan pengamatan secara langsung
terhadap objek penelitian. Objek tersebut yaitu fondasi bored pile yang berfungsi sebagai
penopang bangunan struktur atas. Metode penelitian ini digunakan untuk membahas
mengenai tahapan pelaksanaan pekerjaan fondasi bored pile dan kebutuhan besi bore
pile. Adapun tahapan pelaksanaan pekerjaan fondasi bore pile pada proyek pembangunan
jalan tol adalah sebagai berikut.
Jurnal Pendidikan Tambusai 13763
ISSN: 2614-6754 (print) Halaman 13762-13771
ISSN: 2614-3097(online) Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Fondasi Bore Pile
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pekerjaan Fondasi Bore Pile
1. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan persiapan merupakan tahap awal suatu pekerjaan yang dibutuhkan sebagai
penunjang dalam pelaksanaan pekerjaan kontruksi. Penyelidikan tanah bertujuan untuk
mengetahui jenis tanah dan data-data tanah yang akan diolah untuk mengetahui
kapasitas daya dukung tanah yang akan dibangun fondasi. Hasil dari penyelidikan tanah
tersebut digunakan untuk merancang jenis fondasi yang digunakan dan kedalaman yang
diperlukan. Penentuan titik pile yang dilakukan oleh surveyor sesuai dengan shop
drawing yang sudah disetujui oleh owner. Alat ukur tanah yang digunakan pada
penentuan titik pile yaitu total station. Total stasion berfungsi untuk mengukur jarak,
sudut, menentukan koordinat dan perbedaan ketinggian permukaan tanah. Sebelum
melakukan pengeboran dilakukan terlebih dahulu mobilisasi alat kemudian alat tersebut
dipersiapkan agar alat yang akan digunakan dapat berjalan dengan baik dan benar
2. Pekerjaan pengeboran
Jurnal Pendidikan Tambusai 13764
ISSN: 2614-6754 (print) Halaman 13762-13771
ISSN: 2614-3097(online) Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Pengeboran dilakukan dengan sistem dry drilling (sistem bor kering). Pengeboran
dilakukan sampai kedalaman 19,25 m dan diameter lubang 80 cmdengan menggunakan
auger atau bor spiral. Pengeboran dilakukan secara bertahap jika mata bor spiral sudah
terisi penuh oleh tanah maka harus diangkat dan dibuang terlebih dahulu. Limbah
pengeboran dibuang disamping lubang bor yang sekiranya tidak mengganggu proses
pengeboran selanjutnya. Setelah pengeboran selasai dilakukan maka kedalaman lubang
bor tersebut dicek kedalamannya untuk memastikan sudah sesuai perencanaan.
3. Pemasangan Temporary Casing
Pemasangan temporary casingbertujuan untuk menahan tanah atau mengurangi
terjadinya keruntuhan tanah yang akan [Link] casingyang digunakan memiliki
tinggi 10 m dengan lebar 80 cm.
4. Pembersihan Dasar Lubang
Setelah kedalaman lubang bor sudah sesuai desain dan disetujui oleh konsultan
pengawas, maka dilakukan pembersihan dasar lubang menggunakan alat cleaning
bucketagar tidak ada sisa-sisa tanah yang akan mempengaruhi mutu beton.
5. Pemasangan Rangka Baja Tulangan
Pemasangan rangka baja tulangan dilakukan dengan bantuan crawlercrane, dimana
posisi rangka baja tulangan harus tegak lurus terhadap lubang dan dilakukan dengan
hati-hati agar tidak merusak lubang yang sudah dibor. Pengerjaan rangka baja tulangan
dilakukan di lokasi proyek. Rangka baja tulangan yang sudah dipabrikasi diturunkan
kedalam lubang bor sampai mencapai kedalaman 25 cm di atas permukaan tanah
lubang (sesuai desain). Rangka baja tulangan tersebut akan disambung menggunakan
mesin las. Baja yang digunakan yaitu D25 dengan besi spiral D13. Beton decking yang
digunakan memiliki ketebalan 10 cm.
6. Pekerjaan Pengecoran
Sebelum pengecoran dimulai, dilakukan setting pipa tremi terlebih dahulu. Pipa tremi
bertujuan agar beton segar tidak bercampur dengan tanah maupun lumpur yang jika
tercampur dapat mengakibatkan kekuatan beton berkurang. Panjang pipa tremi
disesuaikan dengan kedalaman lubang, pada ujung pipa tremi terdapat corong. Pipa
tremi memiliki diameter 10 inch. Nilai Slump yang digunakan yaitu 16±2 cm. Sebelum
beton ready mix dituang, corong dan pipa tremi dialirkan air terlebih dahulu untuk
memudahkan jalannya beton. Menghentakan pipa tremi ketika pengecoran berlangsung
juga harus dillakukan untuk memperlancar adukan beton yang ada didalamnya. Beton
yang digunakan memiliki mutu K-350. Selama pengecoran pipa tremi akan dipotong
secara bertahap. Pengecoran dihentikan jika beton sudah mencapai 1 m di atas cut off
level. Setelah pengecoran selesai dilakukan maka temporary casing dapat segera
dicabut.
Kebutuhan Besi Bore Pile
Perhitungan kebutuhan besi bore pile diperlukan untuk merancang bangunan yang
akan dibangun. Dalam perencanaan bangunan semua pasti diperhitungkan termasuk segala
komponen dan matrial yang dibutuhkan. Perhitungan kebutuhan besi yaitu untuk
menentukan banyaknya besi yang dibutuhkan dalam satuan kg. Jembatan pipa gas pada
jalan tol di depok menggunakan fondasi bore pile dengan diameter lubang 800 mm.
Tulangan baja yang digunakan yaitu tulangan utama dengan D25 dan tulangan spiral
sebagai tulangan sengkang dengan D13.
1. Perhitungan Kebutuhan Besi Tulangan Utama
Tulangan utama yang digunakan merupakan besi ulir dengan D25. Kedalaman fondasi
bore pile yang dimiliki yaitu 19,25 m dengan diameter lubang 800 mm. Tulangan utama
yang digunakan memiliki dua section yang berbeda. Setiap section memiliki panjang dan
jumlah tulangan yang berbeda. Rumus dan perhitungan kebutuhan besi pada tulangan
utama yaitu sebagai berikut.
Jurnal Pendidikan Tambusai 13765
ISSN: 2614-6754 (print) Halaman 13762-13771
ISSN: 2614-3097(online) Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Wb V n
Di mana:
Wb : Berat besi
V : Volume besi
n : Jumlah batang besi
: Berat jenis besi
Data:
Diameter fondasi = 800 mm
Panjang fondasi = 19,25 m
Panjang pembesian = 19 m
Pembesian dibagi menjadi 2 section:
1. Section 1 = panjang besi 11 m dengan jumlah 20 batang besi
2. Section 2 = panjang besi 8 m dengan jumlah 10 batang besi
Diameter tulangan = 25 mm = 0,025 m
Berat jenis besi = 7850 kg/m3
Maka dapat dihitung:
1. Section 1 (11 m ‒ 20 batang besi)
Gambar 2. Penampang Pembesian Tulangan Utama Section 1
1
a. A = d 2
4
1
= 3,14 0,025 2
4
= 4,90625 10 4 m2
b. V = A L
= 4,90625 10 4 11
= 5,396875 10 3 m3
c. Wb = V n
= 5,396875 10 3 20 7850
= 847,309375 kg
2. Section 2 (8 m ‒ 10 batang besi)
Jurnal Pendidikan Tambusai 13766
ISSN: 2614-6754 (print) Halaman 13762-13771
ISSN: 2614-3097(online) Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Gambar 3. Penampang Pembesian Tulangan Utama Section 2
1
a. A = d 2
4
1
= 3,14 0,025 2
4
= 4,90625 10 4 m2
b. V = A L
= 4,90625 10 4 8
= 4,925 10 3 m3
c. Wb = V n
= 4,925 10 3 10 7850
= 308,1125 kg
Jumlah besi tulangan utama yang dibutuhkan sebanyak 1.155,422 kg.
2. Perhitungan Kebutuhan Besi Tulangan Sengkang
Tulangan sengkang yang digunakan merupakan besi spiral dengan D25. Kedalaman
fondasi bore pile yang dimiliki yaitu 19,25 m dengan diameter lubang 800 mm.
Tulangan sengkang yang digunakan memiliki tiga section yang berbeda. Setiap
section memiliki jarak kerapatan tulangan yang berbeda. Rumus dan perhitungan
kebutuhan besi pada tulangan sengkang yaitu sebagai berikut.
Wb L A
Di mana:
Wb : Berat besi
A : Luas penampang
: Berat jenis besi
2
h
L : Panjang besi D h 2
h1
Data:
Diameter fondasi = 800 mm
Panjang fondasi = 19,25 m
Panjang pembesian = 19 m
Jarak kerapatan sengkang dibagi menjadi 3 section:
1. Section 1 = panjang besi 8 m dengan jarak 0,3 m
2. Section 2 = panjang besi 9 m dengan jarak 0,2 m
3. Section 3 = panjang besi 2 m dengan jarak 0,1 m
Diameter tulangan = 13 mm = 0,013 m
Berat jenis besi = 7850 kg/m3
Jurnal Pendidikan Tambusai 13767
ISSN: 2614-6754 (print) Halaman 13762-13771
ISSN: 2614-3097(online) Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Maka dapat dihitung:
1. Section 1 (8 m ‒ jarak 0,3 m)
Gambar 4. Penampang Pembesian Tulangan Sengkang Section 1
2
h
a. L = D h 2
h1
2
= 3,14
8
0,8 - 0,1 - 0,1 8 2
0,3
= 50,89812105 m
1
b. A = d 2
4
1
= 3,14 0,013 2
4
= 1,327322896 10 4 m2
c. Wb =L A
= 50,89812105 1,32665 10 4 7850
= 53,03321953 kg
2. Section 2 (9 m ‒ jarak 0,2 m)
Gambar 5. Penampang Pembesian Tulangan Sengkang Section 2
2
h
a. L = D h 2
h1
Jurnal Pendidikan Tambusai 13768
ISSN: 2614-6754 (print) Halaman 13762-13771
ISSN: 2614-3097(online) Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
2
= 3,14
9
0,8 0,1 0,1 9 2
0,2
= 85,29913017 m
1
b. A = d 2
4
1
= 3,14 0,013 2
4
= 1,327322896 10 4 m2
c. Wb =L A
= 85,29913017 1,327322896 10 4 7850
= 88,87729846 kg
3. Section 3 (2 m ‒ jarak 0,1 m)
Gambar 6. Penampang Pembesian Tulangan Sengkang Section 3
2
h
a. L = D h 2
1
h
2
= 3,14
2
0,8 - 0,1 - 0,1 2 2
0,1
= 37,75212622 m
1
b. A = d 2
4
1
= 3,14 0,013 2
4
= 1,327322896 10 4 m2
c. Wb =L A
= 37,75212622 1,327322896 10 4 7850
= 39,33577028 kg
Jumlah besi tulangan sengkang yang dibutuhkan sebanyak 181,246 kg.
3. Hasil Perhitungan Kebutuhan Besi Tulangan Bore Pile
Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan besi tulangan utama dan tulangan sengkang
fondasi bore pile diatas didapatkan jumlah besi seperti tabel dibawah ini.
Jurnal Pendidikan Tambusai 13769
ISSN: 2614-6754 (print) Halaman 13762-13771
ISSN: 2614-3097(online) Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Tabel 1. Hasil Perhitungan Kebutuhan Besi Bore Pile
Tulangan Utama Tulangan Sengkang
Diameter Titik Jumlah Jumlah
Section Section
(kg) (kg)
1 847,309 1 53,033
1 2 308,113 2 88,877
3 39,336
1 847,309 1 53,033
2 2 308,113 2 88,877
3 39,336
1 847,309 1 53,033
3 2 308,113 2 88,877
3 39,336
1 847,309 1 53,033
4 2 308,113 2 88,877
3 39,336
800 mm 1 847,309 1 53,033
5 2 308,113 2 88,877
3 39,336
1 847,309 1 53,033
6 2 308,113 2 88,877
3 39,336
1 847,309 1 53,033
7 2 308,113 2 88,877
3 39,336
1 847,309 1 53,033
8 2 308,113 2 88,877
3 39,336
Jumlah 9.243,376 Jumlah 1.449,968
SIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan hasil pembahasan dan perhitungan
kebutuhan tulangan atau besi pada fondasi bore pile yaitu Tahapan pelaksanaan pekerjaan
fondasi bore pile dimulai dari pengeboran menggunakan auger spiral, melakukan
pembersihan dasar lubang dengan menggunakan cleaning bucket, memasukkan temporary
casing kedalam lubang bor, memasukkan tulangan baja kedalam lubang bor, melakukan
pengecoran dengan bantuan corong dan pipa tremi, Setelah pengecoran selesai temporary
casing dapat diangkat. Perhitungan kebutuhan besi yang dihasilkan pada pada fondasi bore
pile untuk satu titik fondasi yaitu tulangan utama sebanyak 9.243,376 kg dan tulangan
sengkang sebanyak 1.449,968 kg.
DAFTAR PUSTAKA
Mandak, Leonardo. 2016. Perencanaan dan Metode Pelaksanaan Pondasi Bored Pile
Proyek Pembangunan Butik Gunung Langit Manado. Politeknik Negeri Manado.
Manado.
Jurnal Pendidikan Tambusai 13770
ISSN: 2614-6754 (print) Halaman 13762-13771
ISSN: 2614-3097(online) Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Angga Nugraha, 2018. Menghitung Kebutuhan Besi pada Pekerjaan Bore Pile dan Strauss
Pile. Teknik Sipil dan Lingkungan IPB. Bogor
Hardiyatmo, Hary Christady. 2017. Analisis dan Perancangan Fondasi I Edisi ketiga. Gadjah
Mada University Press. Yogyakarta.
Jawat, I.W. (2020). Kajian Metoda Pelaksanaan Pekerjaan Pondasi Bored Pile Pada Tahap
Perencanaan Pelaksanaan. Jurnal Teknik Sipil Warmadewa. Bali. DOI:
10.22225/pd.9.2.1830.126-142
PT. Citra Waspphutowa. 2019. Data Proyek Pembangunan Jalan Tol Depok ‒ Antasari.
Depok
PT. Girder Indonesia. 2019. Data Proyek Pembangunan Jalan Tol Depok‒Antasari. Depok
Jurnal Pendidikan Tambusai 13771