Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol.11 No.
1, Maret 2021 (67-74), ISSN: 2087-9334
ANALISIS TEORITIS STRUKTUR PERKUATAN PONDASI TELAPAK
PADA BANGUNAN GEDUNG UNTUK BANGUNAN ALIH FUNGSI
DENGAN MENGGUNAKAN SAP 2000
Adriana Karundeng
H. Manalip, Steenie E. Wallah
Prodi Pascasarjana Teknik Sipil Universitas Sam Ratulangi Manado
Email:adrianarhy21@[Link]
ABSTRAK
Bangunan bertingkat dengan beton bertulang sebagai bagian dari struktur dan konstruksinya sangat
rawan terhadap keruntuhan jika tidak direncanakan dengan baik. Karna itu dalam perencanaan
bangunan alih fungsi sangat penting untuk menganalisa kekuatan struktur utama mulai dari struktur
kolom, balok dan pondasi pendukungnya untuk memastikan bahwa bagian–bagian dari sistem
struktur ini sanggup dan mampu mendukung beban tambahan, menyokongnya dan menyalurkan
beban ke tanah dengan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas daya dukung
maksimum pondasi terhadap beban yang bekerja termasuk penambahan beban dari Ruko 3 lantai
menjadi Hotel 6 lantai dan menentukan desain struktur perkuatan atau perbaikan struktur pondasi.
Hasil perhitungan SAP 2000 didapat Beban Aksial (P) 286220,32 kN dan Momen (M) 3664,92 kN/m
dimana kapasitas daya dukung pondasi maksimum tidak mampu menahan beban yang bekerja akibat
penambahan beban. Dengan dimensi pondasi eksisting 160 x 160 x 40 cm hasil perhitungan daya
dukung tanah netto 1118.05 kN/mm2 dimana daya dukung tanah lebih kecil 822 kN/mm2. Pondasi
mampu memikul geser satu arah (Vu1) 268.33 kN dan Vc 466.67 kN, sementara hasil perhitungan
Vc 350 kN yang artinya lebih besar dari Vu1. Pondasi tidak mampu menahan geser dua arah (Vu2)
2194.50 kN (Pers. 3) dan hasil perhitungan Vc = 1645.88 kN.
Kata kunci: Alih Fungsi Bangunan, Perkuatan Pondasi, SAP 2000.
PENDAHULUAN besar serta tidak dapat dimanfaatkan kembali
bila strukturnya dibongkar. Banyak disekitar
Latar Belakang kita ditemui bangunan–bangunan alih fungsi
Padatnya penduduk, kurangnya lahan yang tetap menggunakan bangunan awal dan
serta harga lahan yang semakin mahal struktur awal dan kemudian menambahkan
membuat suatu kota yang berkembang beberapa lantai diatasnya atau menambahkan
menjadikan bangunan bertingkat sebagai salah beban, guna untuk memenuhi kebutuhan
satu alternatif hunian maupun sebagai tempat masyarakat serta meminimalisasi anggaran.
usaha. Perubahan pada sebuah struktur akan
Bangunan bertingkat dengan beton menyebabkan bangunan menjadi tidak aman
bertulang sebagai bagian dari struktur dan sebab pada perencanaan awal tidak
konstruksinya sangat rawan terhadap diperkirakan mengenai perubahan kegunaan
keruntuhan jika tidak direncanakan dengan bangunan. Hal ini sering terjadi dengan
baik. Oleh karena itu, diperlukan suatu kurangnya kesadaran memikirkan dampak
perencanaan struktur yang tepat dan teliti agar yang akan timbul nantinya. Karna itu dalam
dapat memenuhi kriteria kekuatan (strenght), perencanaan bangunan alih fungsi sangat
kenyamanan (serviceability), keselamatan penting untuk menganalisa kekuatan struktur
(safety), dan rencana umur bangunan utama yang merupakan struktur awal mulai
(durability). dari struktur kolom, balok dan pondasi
Pada Konstruksi dan Struktur suatu pendukungnya untuk memastikan bahwa
bangunan, beton merupakan material struktur bagian–bagian dari sistem struktur ini sanggup
yang cukup dominan namun juga memiliki dan mampu mendukung beban tambahan,
kelemahan. Kelemahan struktur beton menyokongnya dan menyalurkan beban ke
diantaranya yaitu memiliki berat sendiri yang tanah dengan aman. Daya dukung tanah dan
67
Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol.11 No.1, Maret 2021 (67-74), ISSN: 2087-9334
penurunan pondasi behubungan erat dengan 2. Perhitungan dan perlakuan kekuatan
struktur bangunan yang dibangun diatasnya. terhadap struktur atas menggunakan
karena itu dalam kasus seperti ini juga sangat program SAP 2000 dan hanya sebagai data
penting mempertimbangkan daya dukung pendukung untuk mengetahui beban yang
tanah yang ada. akan dipikul oleh struktur bawah
Setiap lokasi memiliki nilai penurunan 3. Bangunan yang diteliti adalah bangunan X
yang berbeda, hal ini dipengaruhi oleh daya (Ruko 3 lantai) dengan konstruksi beton
dukung tanah di masing – masing lokasi. bertulang berdasarkan pemodelan yang
Semakin kecil daya dukung tanah maka dianggap existing
penurunan akan semakin besar. Untuk beban
struktur bangunan, semakin besar beban yang Tujuan Penelitian
harus ditahan pondasi maka penurunan yang 1. Mengetahui kapasitas daya dukung
terjadi akan semakin besar (Fahriani dan maksimum pondasi terhadap beban yang
Apriyanti, 2015). bekerja termasuk penambahan beban dari
Pondasi dalam suatu bangunan Ruko 3 lantai menjadi Hotel 6 lantai
merupakan bagian paling bawah dan 2. Menentukan desain struktur perkuatan atau
berhubungan langsung dengan tanah. Pada perbaikan struktur pondasi
struktur bangunan, pondasi berfungsi untuk
memikul beban bangunan yang ada diatasnya. Manfaat Penelitian
Dalam mendesain pondasi harus Dengan adanya penelitian ini sebagai
mempertimbangkan penurunan yang akan referensi untuk pemecahan masalah pada
timbul nantinya. Ketika berbicara penurunan, bangunan alih fungsi gedung bertingkat jika
yang diperhitungkan biasanya penurunan total melakukan penambahan beban / penambahan
(keseluruhan bagian pondasi turun bersama- lantai dengan memberikan alternatif solusi
sama) dan penurunan diferensial (sebagian perkuatan khusunya pada pondasi.
pondasi saja yang turun / miring). Ini dapat
menimbulkan masalah bagi struktur yang
didukungnya (Utomo, 2017). LANDASAN TEORI
Pada penelitian ini saya mengangkat
masalah alih fungsi bangunan bertingkat yang Tinjauan umum
awalnya bangunan berlantai tiga fungsi ruko Definisi yang sederhana tentang struktur
yang kemudian dibuat penambahan tiga lantai dalam hubungannya dengan bangunan ialah
diatasnya beralih fungsi menjadi bangunan bahwa struktur merupakan sarana untuk
hotel berlantai enam dengan masih menyalurkan beban yang diakibatkan
mempertahankan struktur awal atau tidak penggunaan dan/atau kehadiran bangunan
dilakukan pembongkaran terhadap bangunan diatasnya. Struktur bangunan juga dapat
awal. Karena itu dalam penelitian ini akan didefinisikan sebagai gabungan unsur-unsur
melakukan analisa terhadap struktur yang ada kecil sendiri-sendiri dimana setiap unsur itu
dan membuat struktur perkuatan pondasi melaksanakan fungsi yang terpisah. Unsur-
melalui studi parameter dengan unsur ini tanpa kecuali ditempatkan dan
memperhatikan kriteria perencanaan pondasi. diinterelasikan dengan cara tertentu agar
seluruh struktur mampu berfungsi secara utuh
Perumusan Masalah dalam memikul beban, baik yang beraksi
Apakah struktur perkuatan pondasi secara vertikal maupun secara horizontal ke
telapak mampu menerima beban dan tanah. (Schodek, 1999).
mencegah terjadinya penurunan diferensial. Penelitian ini menggunakan dan
Perkuatan struktur pondasi telapak dengan mengikuti standar tata cara perhitungan dalam
melakukan studi parameter dapat menemukan SNI 2847: 2019 Persyaratan Beton Struktural
solusi perkuatan tanpa mempengaruhi struktur untuk Bangunan Gedung, SNI 1727: 2013
awal dan lingkungan sekitarnya. Beban Minimum untuk Perancangan
Bangunan Gedung dan Struktur lain, dan SNI
Batasan Masalah 1726: 2019 Tata Cara Perencanaan Ketahanan
1. Penelitian ini dibatasi pada analisis kinerja Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan
pondasi Nongedung, dan lainnya.
68
Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol.11 No.1, Maret 2021 (67-74), ISSN: 2087-9334
METODE PENELITIAN Teknik pengumpulan data yang
digunakan dengan cara mencari referensi
Metode penelitian yang digunakan melalui buku–buku, jurnal–jurnal dan
merupakan metode simulasi. Bangunan X sebagainya yang digunakan sebagai acuan
berlantai tiga fungsi Ruko sebagai objek dalam pembuatan data simulasi. Penelitian ini
simulasi pada penelitian ini yang beralih juga menggunakan metode literatur untuk
fungsi menjadi bangunan berlantai 6 fungsi mendapatkan data dengan cara mengumpul-
Hotel. Langkah–langkah yang akan dilakukan kan, mengindentifikasi dan mengolah data.
pada proses simulasi ini yaitu antara lain Data yang diperoleh dari metode literatur ini
menganalisis secara teoritis strukturnya antara lain:
berdasarkan data–data bangunan eksisting 1. Peta lokasi
sebagai objek simulasi, dan proses perhitungan 2. Data tanah
(komputasi). Perhitungan dibantu dengan 3. Peraturan–peraturan yang berlaku
menggunakan perangkat lunak SAP 2000 versi 4. Grafik dan tabel yang berhubungan
16 untuk menganalisis struktur awal dan Data Struktur Bangunan X (Bangunan
mendesain struktur tambahan. Existing):
a) Fungsi Gedung: Ruko
Lokasi Penelitian b) Jenis Struktur: Beton Bertulang
Lokasi penelitian untuk objek simulasi ini c) Letak Wilayah: Manado
untuk dipakai dalam kepentingan dalam d) Jumlah Lantai: 3 Lantai
melengkapi data-data penelitian terutama jenis e) Panjang Bangunan: 18 m
tanah dan data-data perhitungan Gempa. f) Lebar Bangunan: 10 m
Sebagaimana yang diuraikan dalam latar g) Tinggi Lantai 1: 4.5 m
belakang pendahuluan maka yang mejadi h) Tinggi Lantai 2, 3: 3.5 m
lokasi penelitian adalah Kota Manado, i) Tinggi Total Bangunan: 11.5 m
Provinsi Sulawesi Utara. j) Atap: Plat beton bertulang
k) Mutu Beton (fc’): 25 MPa
Teknik Pengumpulan Data l) Mutu Baja (fy) Ulir: 400 MPa
m) Mutu Baja (fy) Polos: 240 MPa
Gambar 1. Detail Penulangan Pondasi Eksisting
Tumpuan Lapangan
Gambar 2. Detail Penulangan Kolom dsn Balok Eksisting
69
Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol.11 No.1, Maret 2021 (67-74), ISSN: 2087-9334
Pelaksanaan Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN
Setelah mengetahui data struktur
bangunan awal yaitu struktur bangunan Ruko Data dan Metode Pelaksanaan
3 lantai yang kemudian akan dialih fungsikan Data awal yang digunakan adalah data
menjadi bangunan Hotel 6 lantai maka dalam struktur bangunan ruko 3 lantai yang akan
penelitian ini akan mengikuti tahapan sebagai dialih fungsikan menjadi bangunan Hotel 6
berikut: lantai. Seperti yang sudah dibahas dalam
1. Analisis struktur ruko 3 lantai berdasarkan metode penelitian. Data yang didapat
data–data yang diketuhui kemudian dianalisis strukturnya mengunakan
2. Cek apakah struktur awal masih mampu aplikasi SAP 2000 vr.16.
menahan beban tambahan
3. Cek jenis tanah dan lapisan tanah
4. Cek daya dukung dan penurunan pondasi
5. Posisi bangunan
6. Cek kedalam tanah lunak
7. Cek lebar pondasi yang ada / existing
Proses analisis dan desain struktur dalam
SAP 2000 adalah sebagai berikut:
1. Penentuan Model Struktur
2. Penetapan Penampang Struktur
3. Penetapan Penampang Elemen Struktur
4. Penetapan Kondisi Pembebanan
5. Penentuan Beban Pada Struktur
6. Analisis Model
7. Penampang Deformasi Struktur
8. Penampilan Gaya-Gaya Dalam
9. Pemeriksaan Tegangan Elemen
Gambar 5. Denah Ruko 3 lantai
Gambar 4. Bagan Alir Perhitungan SAP 2000 Gambar 6. Gambar Struktur Gedung Ruko 3
lantai
70
Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol.11 No.1, Maret 2021 (67-74), ISSN: 2087-9334
Data Lokasi Penelitian bangunan awal didapat hasil perhitungan yang
Lokasi penelitian yang ditetapkan sebagai terlihat pada Gambar 17 sampai Gambar 24,
objek penunjang data penelitian yang bersifat
simulasi ini sesuai latar belakang masalah
diambil lokasi yaitu Kota Manado Provinsi
Sulawesi Utara.
Pemilihan Beban
Beban–beban yang bekerja pada struktur
berupa beban mati, beban hidup dan beban
gempa, berat sendiri struktur dihitung secara
otomatis menggunakan SAP 2000 vr.16,
Pemilihan beban mengacu pada Beban
minimum untuk perancangan bangunan
gedung dan struktur lain, SNI 1727: 2013 dan
Peraturan Pembebanan Indonesia untuk
Gedung 1983.
Maka beban yang dipakai pada Ruko 3
Lantai:
Beban Mati
Berat Plat = 0,12m x 2400 kg/m3 = 288 kg/m2
Finishing = 100 kg/m2
Beban Hidup Lantai = 250 kg/m2
Beban Hidup Lantai (Atap) = 100 kg/m2 Gambar 7. Hasil Perhitungan Model 3D
(satuan kg/mm)
Maka beban yang dipakai pada Hotel 6
Lantai:
Beban Mati dimana seluruh kolom pada lantai 1 mulai dari
Berat Plat= 0,12m x 2400 kg/m3 = 288 kg/m2 K1 – K15 hasil perhitungan menampilkan
keterangan O/S (Overstress) yang berarti
Finishing = 100 kg/m2
Tidak Aman, dari hasil analisisnya
Beban Hidup Lantai = 336 kg/m2 menunjukan dimensi kolom harus diperbesar
Beban Hidup Lantai (Atap) = 100 kg/m2 dan perlu penambahan pada jumlah tulangan
utama.
Sebelum menghitung kekuatan pondasi Pada lantai 2 hasil analisis hanya kolom
apakah mampu menahan beban yang K1, K3, K13 dan K15 yang mampu menahan
bertambah akibat alih fungsi bangunan dari beban, sementara 11 kolom lainya harus
yang semula bangunan ruko berlantai 3 diperbesar dan perlu penambahan pada jumlah
menjadi bangunan hotel 6 lantai, maka tulangan utama. Lantai 3 hasil analisis sama
dilakukan perhitungan dan analisis struktur halnya dengan lantai 2 hanya kolom K1, K3,
atas mengunakan program hitung SAP 2000 K13 dan K15 yang mampu menahan beban,
vr.16. sementara 11 kolom lainya harus diperbesar
Pada analisis perhitungan ini dicoba dan perlu penambahan pada jumlah tulangan
struktur dengan dimensi dan penulangan utama. Lantai 4 hasil analisis ada 5 kolom
seperti data bangunan awal. Setelah yang perlu diperbesar dimensinya dan perlu
melakukan analisis dan perhitungan penambahan jumlah tulangan utama yaitu
mengunakan program SAP 2000 vr.16 didapat kolom K5, K7, K8, K9 dan K11. Pada lantai 5
hasil perhitungan yang terlihat pada gambar 7. hanya kolom K8 yang perlu diperbesar
Setelah melakukan analisis dan dimensinya, sedangan lantai 6 hasil analisis
perhitungan mengunakan program SAP 2000 semua kolom aman.
vr.16 dengan masih menggunakan desain baik Maka sebelum dilakukan perhitungan
dimensi maupun tulangan yang sama dengan pondasi, terlebih dahulu direengineering untuk
dimensi dan penulangan pada kolom,
71
Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol.11 No.1, Maret 2021 (67-74), ISSN: 2087-9334
sementara balok tetap menggunakan desain Analisis Pondasi Bangunan Existing
bangunan. Langkah perhitungan dan analisis Setelah diketahui beban yang akan
menggunkan cara yang sama dengan program dipikul pondasi, selanjutkan dilakukan analisis
SAP 2000. terhadap pondasi telapak yang sudah ada
Dicoba desain kolom dengan dimensi dan dengan perencanaan menurut SNI Beton
penulangan Sebagai berikut: 2847:2019.
Diketahui:
1) Hasil analisis struktur Output SAP
Tabel 3. Perbandingan Desain Awal dan
2000 vr.16 diperoleh:
Desain Bangunan 6 lantai
Beban Aksial (P) = 286220,32 kN
Momen (M) = 3664,92 kN/m
2) Kuat Tekan Beton (f’c) = 25 MPa
3) Kuat Leleh Tulangan (fy) = 400 MPa
4) Daya dukung tanah (σ) = 822 Kg/cm2
= 0.822 N/mm2
= 822 kN/m2
5) Dimensi Kolom = 60 x 60 cm
6) Kedalaman tanah keras = 200 cm = 2 m
7) Berat jenis tanah (γt) = 17 kN/m3
8) Berat jenis beton (γb) = 24 kN/m3
Langkah perhitungan:
1) Tentukan Dimensi Telapak
Dimensi yang dipakai: 200 x 200 x 55 cm
2) Hitung Daya Dukung Tanah Netto
σnetto = σ - ꝗ
ꝗ = h₁ . ƴ₁ …… t/m²
σnetto = 715.55 kN/m2 < σ = 822 kN/m2
aman
3) Beban Eksentris pada Pondasi
M
e= = 0.0128 m
Berikut hasil analisis pada SAP 2000 vr.16 Q
dengan desain kolom dan penulangan seperti B / 6 = 0.333 m
tabel 3.
Kontrol: e < B/6 aman
Dari hasil analisis perhitungan untuk desain
struktur atas sudah memenuhi syarat maka di 4) Geser Satu Arah (Vu1)
lanjutkan perhitungan untuk struktur bawah L c
Vu1 = qu. B − − d = 286.22 kN
atau pondasi. 2 2
Perencanaan Pondasi Vc = 0.17 f ' c .bw.d = 850 kN
Dari hasil perhitungan struktur atas Kontrol:
menggunakan program SAP 2000 vr.16 di Vu (Vc + Vs)
dapat beban-beban yang akan dipikul pondasi,
baik beban mati, beban hidup, beban gempa Vc = 637.5 kN > Vu1 aman
dan kombinasi beban yang ada, dari 5) Geser Dua Arah (Vu2)
perhitungan diketahui Gaya Aksial (P) dan
2
Momen (M), dan yang dipakai sebagai beban Vu 2 = 0.171 + f ' c .bo.d = 5610 kN
yang akan dipikul oleh pondasi adalah beban c
terbesar dari semua kombinasi beban yang (Pers. 1)
terjadi pada bangunan.
72
Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol.11 No.1, Maret 2021 (67-74), ISSN: 2087-9334
s .d Rasio Tulangan yang diperlukan:
Vu 2 = 0.083 + 2 f ' c .bo.d = 5976 kN
bo 0.85.𝐹𝑐 2𝑅𝑛
(Pers. 2) P= 𝑓𝑦
[1 − √1 − 0.85 𝐹𝑐
] = 0.0025
Vu 2 = 0.33 f ' c .bo.d = 3630 kN Pembatasan nilai p:
(Pers. 3) 0.85.f' c. 1 600
pb = . = 0.0271
fy 600 + fy
Dari ketiga persamaan diambil nilai terkecil
untuk perhitungan selanjutnya Pmax = [Link] = 0.0203
Vu2 = qu.B2 – (c + d/2 x 2)2 = 1996.39 kN
Syarat rasio tulangan:
Vc = 2722.50 kN > Vu2 aman Pmin < P < Pmax
6) Hitung Kebutuhan Tulangan Tulangan minimum untuk susut dan suhu,
Peninjauan momen lentur P = 0.0020
0.0020 < 0.0025 < 0.0203 aman
B − c1
2
Mu = 1/ 2.nett .
. B = 350.62 kNm
2
Luas tulangan yang diperlukan:
Mu = 438.27 kNm As = p.b.d = 2493.4 mm2
Mn =
Dengan perhitungan diatas maka dipakai
Koefisien ketahanan Rn: tulangan:
𝑀𝑛.106
Tulangan bawah : D22 – 150 mm
Rn = ∅𝑏.𝑑 2
= 0.9739 Tulangan atas : D16 – 150 mm
Gambar 8. Detail Rencana Perkuatan Pondasi
73
Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol.11 No.1, Maret 2021 (67-74), ISSN: 2087-9334
Dari hasil perhitungan dimensi pondasi kN sementara hasil perhitungan Vc 350
yang memenuhi semua syarat dan kriteria kN yang artinya lebih besar dari Vu1. Tapi
pondasi yaitu 200 x 200 x 55 cm, mengingat pondasi tidak mampu menahan geser dua
dimensi pondasi existing 160 x 160 x 40 cm arah (Vu2) 2194.50 kN (Pers. 3) sementara
maka tentunya dilakukan penyesuaian baik hasil perhitungan Vc = 1645.88 kN.
dimensi maupun penulangan dengan cara
2. Luas tulangan pada pondasi eksisting
perkuatan pondasi, dengan metode tergambar
pada detail Gambar 8. bangunan Ruko 3 lantai dengan dimensi
Karena perhitungan pondasi sudah memenuhi 160 x 160 x 40 cm adalah 1341 mm2,
semua kriteria maka tidak lagi dilanjutkan sementara luas tulangan yang diperlukan
untuk perhitungan pondasi gabungan maupun pada bangunan Hotel 6 lantai dengan
tipe lainnya. dimensi pondasi 200 x 200 x 55 cm adalah
sebesar 2493,4 mm2, yang artinya terjadi
peningkatan luas tulangan sebesar 1152,4
PENUTUP mm2.
3. Pondasi perlu direkayasa ulang sampai
daya dukung pondasi mampu menahan
Kesimpulan
Dari hasil analisis struktur menggunakan beban-beban yang bekerja.
sap 2000 untuk bangunan ruko 3 lantai yang
dialih fungsikan menjadi bangunan Hotel 6 Saran
lantai, maka dapat disimpulkan sebagai Peneltian ini merujuk pada lokasi dan
berikut: bangunan yang sudah ditentukan sebagai objek
1. Hasil perhitungan SAP 2000 didapat Beban simulasi, maka semua data – data yang
Aksial (P) 286220,32 kN dan Momen (M) digunakan dalam perhitungan menyesuaikan
3664,92 kN/m dimana pasitas daya dukung dengan data – data yang ada. Disarankan
pondasi maksimum tidak mampu menahan untuk penelitian selanjutnya tetap
beban yang bekerja akibat penambahan memperhatikan data – data sesuai dengan
beban. Dengan dimensi pondasi existing objek penelitian masing – masing, karena data
160 x 160 x 40 cm hasil perhitungan daya objek penelitian mempengaruhi hasil
dukung tanah netto 1118.05 kN/mm2 di pemilihan tipe pondasi yang sesuai dengan
mana daya dukung tanah lebih kecil 822 kebutuhan.
kN/mm2. Pondasi mampu memikul geser
satu arah (Vu1) 268.33 kN dan Vc 466.67
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pekerjaan Umum, Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung, Yayasan Badan
Penerbit PU, 1983
Schodek L. Daniel, 1999, Struktur-Edisi Kedua, Erlangga. Hal.2
Standar Nasional Indonesia 1726:2019, Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur
Bangunan Gedung Dan Nongedung.
Standar Nasional Indonesia 1727:2013, Beban Minimum Untuk Perencanaan Bangunan Gedung Dan
Struktur Lain.
Standar Nasional Indonesia 2847:2019, Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung.
74