0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan6 halaman

Pengaruh Gamma Siklodekstrin pada Serum Lipemik

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1) Dokumen tersebut membahas pengaruh penambahan gamma siklodekstrin pada serum lipemik terhadap kadar glukosa darah menggunakan metode GOD-PAP. 2) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan gamma siklodekstrin dengan berbagai konsentrasi terhadap hasil pemeriksaan glukosa darah pada serum lipemik. 3) Manfaat penelitian

Diunggah oleh

Grace umboh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan6 halaman

Pengaruh Gamma Siklodekstrin pada Serum Lipemik

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1) Dokumen tersebut membahas pengaruh penambahan gamma siklodekstrin pada serum lipemik terhadap kadar glukosa darah menggunakan metode GOD-PAP. 2) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan gamma siklodekstrin dengan berbagai konsentrasi terhadap hasil pemeriksaan glukosa darah pada serum lipemik. 3) Manfaat penelitian

Diunggah oleh

Grace umboh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Sekitar 70% dari semua keputusan medis didasarkan pada hasil

laboratorium sehingga laboratorium memiliki peran penting dalam

perawatan kesehatan. Tahap pra-analitik merupakan bagian utama yang

menyumbangkan kesalahan di laboratorium (Sanford, 2011). Jenis

kesalahan pra-analitik sangatlah dipengaruhi oleh kualitas bahan

pemeriksaan yang akan dianalisis. Hemolisis, ikterik, dan lipemik

merupakan salah satu gangguan pra-analitik dan dapat mempengaruhi

hasil dengan berbagai metode laboratorium (Nora N, 2014). Pada

Laboratorium kecil dan Rumah Sakit kecil, serum yang lipemik tidak

dapat diperiksa karena akan mengganggu hasil pemeriksaan yang

menggunakan spektrofotometer, sehingga pasien disarankan diambil

kembali sampelnya setelah puasa 8 jam.


Lipemik merupakan akumulasi dari partikel lipoprotein seperti

chylomicrons atau Very Low Density Lipoprotein (VLDL) dan komponen

lipid utama yaitu trigliserida yang berlebih di dalam darah sehingga darah

menjadi keruh berwarna putih susu. Partikel terbesar dari lipoprotein yaitu

kilomikron, dengan ukuran 70-1000 nm, memiliki potensi terbesar dalam

menyebabkan kekeruhan sampel (Nora N, 2014).

Serum lipemik menyebabkan gangguan kromoforik dalam analisis

seperti fotometri karena pembacaan latar belakang yang tinggi, gangguan

pada pengukuran panjang gelombang dan pembenturan cahaya disebabkan

substansi – substansi pengganggu. Faktor yang mengganggu adalah

1
2

kekeruhan yang terdapat pada sampel lipemik (Anderson, 2015). Serum

lipemik mengganggu pemeriksaan yang menggunakan alat sederhana

seperti spektrofotometer dikarenakan terdapat kekeruhan yang terdapat

dalam sampel tersebut akan mengganggu pembacaan panjang gelombang.

Penanganan serum lipemik secara konvensional menggunakan alat

ultrasentrifugasi. Metode ultrasentrifugasi ini efektif, akan tetapi

membutuhkan alat tambahan yang cukup mahal bagi laboratorium kecil

dan laboratorium satelit (Cynthia M. Roberts and S.W. Cotton, 2013).

Pemeriksaan glukosa menggunakan metode Glukosa Oxidase Para-

Amino Phenazone (GOD-PAP) merupakan salah satu pemeriksaan yang

dapat terganggu apabila sampel tersebut lipemik (Putri DK, 2016).

Menghasilkan positif palsu pada hasil pemeriksaannya dikarenakan adanya

kekeruhan pada serum lipemik yang menganggu pembacaan.

Serum lipemik dapat ditangani dengan beberapa cara, salah satunya

melalui pendinginan selama 12 sampai 16 jam yang akan memberikan

informasi yang cepat mengenai kadar kilomikron dan VLDL serum

dengan kadar trigliserida berlebihan, namun cara pendinginan yang

dilakukan dalam waktu tersebut terhadap serum lipemik tidak dianjurkan

karena akan menunda waktu pemeriksaan (Piyophirapong, 2010). Metode

lain yang dapat dilakukan adalah metode pengenceran sampel, namun

pengenceran sampel hanya cukup untuk menghapus gangguan kekeruhan

saja tanpa memastikan bahwa konsentrasi analit tetap dalam batas-batas

analitis (Nora N, 2014). Metode terakhir yang digunakan adalah presipitasi

dengan menggunakan siklodekstrin atau polietylen glycol untuk mengikat

lemak, setelah lemak pada serum terikat maka disentrifugasi untuk


3

mengendapkan lemak dan akan didapatkan serum yang jernih (Nikolac

2013).

Siklodekstrin merupakan senyawa alami yang tidak berbahaya dan

efektif untuk mengatasi gangguan partikel lipid dalam serum lipemik.

Berdasarkan jumlah glukosa yang menyusunnya, siklodekstrin dibedakan

atas alfa-siklodekstrin (6 unit glukosa), beta-siklodestrin (7 unit glukosa)

dan gamma-siklodekstrin (8 unit glukosa) (Laga A, 2010). Rongga

lipofilik molekul siklodekstrin menyediakan lingkungan mikro yang sesuai

ukuran gugus non-polar sehingga dapat masuk untuk membentuk

kompleks inklusi. Lipid pada serum lipemik bersifat non polar sehingga

dapat masuk ke rongga molekul siklodeskstrin untuk membentuk

kompleks inklusi dan dapat mengikat lipid pada serum lipemik sehingga

mengurangi kekeruhan tanpa mengubah analit yang akan diperiksa. (Putri,

2016). Gamma-siklodekstrin memiliki kemampuan untuk membentuk

kompleks inklusi dengan molekul yang ditahan dalam rongga molekul

siklodekstrin. Gamma-siklodekstrin memiliki rongga yang lebih besar dan

kelarutan dalam air paling besar sehingga dapat menerima banyak molekul

dibandingkan dengan alfa-siklodekstrin dan beta-siklodekstrin (Niranata,

2017).

Penelitian sejenis sebelumnya yaitu Roberts dan Cotten (2013),

menyatakan bahwa 78% bahan pemeriksaan dengan penambahan flokulan

siklodekstrin menunjukkan tingkat lipemik yang lebih rendah dibanding

dengan metode ultrasentrifugasi karena penghilangan lipid penggangu

lebih maksimal. Penelitian lain yang dilakukan oleh Itsnaini, Y.Z. (2015)

menyebutkan bahwa terdapat perbedaan kadar protein total antara serum


4

yang ditambah alfa siklodekstrin dengan yang tidak ditambah alfa

siklodekstrin. Penelitian Alde dan Budi (2017), menyatakan bahwa rerata

hasil pemeriksaan kadar glukosa dengan penambahan flokulan Gamma-

siklodekstrin yang diinkubasi suhu 23oC adalah 169,23 mg/dl dan tanpa

penambahan adalah 267,20 mg/dl.

Disisi lain menurut Nadya (2014), Kadar glukosa modifikasi serum

lipemik buatan dapat menurun setelah dilakukan treatment dengan alfa-

siklodekstrin disebabkan oleh lipid dalam sampel lipemik dan molekul

siklodekstrin yang saling mendekat lalu terjadi interaksi hidrofobik antara

gugus fungsi molekul lipid dengan gugus yang terletak dalam rongga

tengah siklodekstrin sehingga dapat terjadi pembentukan ikatan antara

molekul lipid dan siklodekstrin.

Berdasarkan penelitian terdahulu dan referensi yang berkaitan di

atas maka dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan gamma

siklodekstrin dengan konsentrasi yang berbeda-beda pada serum lipemik

terhadap pemeriksaan glukosa darah menggunakan metode Glukosa

Oxidase Para-Amino Phenazone (GOD-PAP).

1.2 Rumusan Masalah


Apakah ada pengaruh penambahan gamma siklodekstrin pada

serum lipemik terhadap kadar glukosa darah?


1.3 TujuanPenelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Mengetahui pengaruh penambahan gamma siklodekstrin pada

serum lipemik terhadap kadar glukosa darah dan mengetahui letak


5

perbedaan kadar glukosa darah yang diberi penambahan gamma

siklodekstrin.
1.3.2 Tujuan Khusus
1. Menganalisis kadar glukosa darah pada serum lipemik tanpa

penambahan gamma siklodekstrin.


2. Menganalisis kadar glukosa darah pada serum lipemik yang diberi

penambahan gamma siklodekstrin dengan konsentrasi 5%.


3. Menganalisis kadar glukosa darah pada serum lipemik yang diberi

penambahan gamma siklodekstrin dengan konsentrasi 10%.


4. Menganalisis kadar glukosa darah pada serum lipemik yang diberi

penambahan gamma siklodekstrin dengan konsentrasi 20%.


5. Menganalisis pengaruh penambahan gamma siklodekstrin konsentrasi

5%, 10%, dan 20% terhadap kadar glukosa darah pada serum lipemik.
6. Menganalisis perbedaan kadar glukosa darah pada serum lipemik

sebelum diberi penambahan dan setelah diberi penambahan gamma

siklodekstrin

1.4 Batasan Masalah


1. Penelitian ini hanya untuk mengetahui adanya pengaruh penambahan

gamma siklodekstrin terhadap kadar glukosa darah pada serum

lipemik.
2. Penelitian ini hanya menggunakan gamma siklodekstrin dengan

konsentrasi 5%, 10%, dan 20%.


3. Penelitian ini hanya mengukur kadar glukosa darah menggunakan

metode GOD-PAP.

1.5 Manfaat Penelitian

1.5.1 Manfaat Teoritis

Penambahan gamma siklodekstrin pada serum lipemik sebagai

penurunan kadar lipid dan mengurangi tingkat kekeruhan pada serum


6

lipemik sehingga tidak mengganggu pemeriksaan yang menggunakan

transmisi cahaya, salah satunya pemeriksaan glukosa darah menggunakan

metode GOD – PAP.

1.5.2 Manfaat Aplikatif

Diharapkan dengan adanya penelitian ini pembaca atau khususnya

Analis dapat menjadikan penambahan gamma siklodekstrin sebagai

metode yang lebih efektif dan mudah untuk menangani serum lipemik

sehingga pembaca atau khususnya Analis dapat beralih dari metode

sebelumnya dan menggunakan gamma siklodekstrin.

1.5.3 Manfaat Akademis

Mengaplikasikan ilmu pengetahuan kimia klinik kepada tenaga

kesehatan tentang analisa kadar glukosa darah pada serum lipemik yang

telah diberi penambahan gamma siklodekstrin.

Anda mungkin juga menyukai