100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
43 tayangan43 halaman

Manajemen Risiko Berbasis SNI ISO 31000

Dokumen ini membahas manajemen risiko berdasarkan SNI ISO 31000:2018. Hendro Kusumo dari BSN memperkenalkan pendekatan manajemen risiko menurut standar tersebut. Dia menjelaskan kerangka kerja regulasi dan akreditasi internasional serta payung hukum di Indonesia untuk standardisasi dan penilaian kesesuaian.

Diunggah oleh

Hendra R
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
43 tayangan43 halaman

Manajemen Risiko Berbasis SNI ISO 31000

Dokumen ini membahas manajemen risiko berdasarkan SNI ISO 31000:2018. Hendro Kusumo dari BSN memperkenalkan pendekatan manajemen risiko menurut standar tersebut. Dia menjelaskan kerangka kerja regulasi dan akreditasi internasional serta payung hukum di Indonesia untuk standardisasi dan penilaian kesesuaian.

Diunggah oleh

Hendra R
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pendekatan manajemen risiko menggunakan

acuan SNI ISO 31000:2018


Hendro Kusumo
Direktur Pengembangan Standar Infrastruktur, Penilaian Kesesuaian,
Personal dan Ekonomi Kreatif – BSN
hendro@[Link]

Webinar Penerapan Manajemen Risiko Berbasis SNI ISO 31000:2018


8 Juli 2020
PENGANTAR AWAL
UNTUK PENYAMAAN
PERSEPSI

2
3
BIPM WTO/OIML
Ketertelusuran
Pengukuran Regulasi

Penilaian GLOBAL
Kesesuaian TRADE

Akreditasi Standar
ISO/IEC/
ILAC/IAF
Codex/dll

Dunia Internasional Menuju


Penggunaan Pendekatan
United Nations Industrial (Standards, Technical Regulations and
Development Organization (UNIDO),
2010
Conformity Assessment Procedures)

4
PRINSIP PRINSIP PENGEMBANGAN KEBIJAKAN
DAN STANDARDISASI YANG BAIK
transparency
transparency

1. Registrasi vs openness 1. Pendekatan


pengawasan sumber daya
2. Dana efficiency 2. Professional
pengawasan impartiality based
3. Tenaga 3. Dilakukan oleh
profesional & consensus
pihak ke tiga
4. Prosedur 4. Usaha/lapangan
pengawasan
effectiveness
kerja baru
terhadap sistem effectiveness 5. Kepercayaan
5. Bisnis proses & relevance masyarakat
birokrasi
clarity

development
dimension
equity
coherence
5
MODEL INFRASTRUKTUR MUTU NASIONAL YANG DIADOPSI

1 3

2
Beberapa Model
Pendekatan

(1+2+3) + 4
(1+3+4) + 2 4
(1+2) + 3 + 4
(1+4) + 2 + 3

Source : UNIDO

6
Payung Hukum Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian
 Undang-undang Nomor 20 tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian
 Undang-Undang No 7 tahun 1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing the World Trade
Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia)
 Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 2018 tentang Sistem Standardisasi dan Penilaian
Kesesuaian Nasional
 Peraturan Kepala BSN No. 135/2010 tentang Sistem Standardisasi Nasional
 Peraturan Kepala BSN No. 1/2011 tentang Pedoman Standardisasi Nasional (PSN) 301 :
Pedoman Pemberlakuan SNI secara wajib

Dasar hukum pendukung terkait standardisasi


• Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Landasan hukum :
 Kebijakan Pengadaaan Barang/Jasa meliputi: Mendorong penggunaan barang/jasa dalam negeri dan
Standar Nasional Indonesia (SNI) (Pasal 5)
 Dalam menyusun spesifikasi teknis: menggunakan produk bersertifikat SNI sepanjang tersedia dan
tercukupi (Pasal 19)

7
GARIS BESAR
STANDARDISASI DAN PENILAIAN KESESUAIAN (SPK)
(UU No. 20 Tahun 2014 dan PP No. 34 Tahun 2018)

pemeliharaan
SNI penerapan SNI
secara
sukarela
pengawasan;
bukti
perencanaan perumusan penetapan evaluasi
kesesuaian
Pasal 4 SNI SNI SNI efektifitas

UU 20/2014 : litbang
pemberlakuan
SNI secara
Standardisasi dan wajib

Penilaian pembinaan
kebijakan
nasional kerjasama
Kesesuaian
berlaku terhadap sistem
informasi

- Barang,
- Jasa, LPK
- Sistem, akreditasi
LPK
melakukan
kegiatan
hasi
l PK
- Proses, dan PK

- Personal.
ketertelusuran
hasil PK

8
SPK untuk implementasi regulasi sektoral
Peraturan Perundangan dan Ruang lingkup utama UU standardisasi dan
regulasi sektoral penilaian kesesuaian (UU 20/2014)

STANDARDISASI DAN AKREDITASI LPK IAF, ILAC,


PENILAIAN KESESUAIAN di APAC
bidang:
sertifikat produk,
sistem, personel •BARANG
•SISTEM
•Perdagangan •JASA
•PERSONAL
•Industri •PROSES
•Perlindungan konsumen
•Metrologi legal
•Ilmu pengetahuan dan STANDAR NASIONAL ISO, IEC,
persyaratan teknis produk, metode uji,
teknologi metode inspeksi,
INDONESIA CAC, ITU
sistem manajemen, dll (SNI)
•Lingkungan hidup
•Perhubungan

internasional dan
•Komunikasi

Organisasi
•Pertahanan

regional
Laporan hasil uji, •PENGUJIAN
•Kesehatan inspeksi •INSPEKSI
•Pertanian
•Sosial Kemasyarakatan Standar Nasional Satuan
•Peningkatan efisiensi produksi Ukuran
•Pertahanan dan keamanan BIPM,
•Kalibrasi
•dll kalibrasi, bahan acuan bersertifikat, uji profisiensi APMP
•Bahan acuan (CRM)

pemangku Sistem Standardisasi


kepentingan dan Penilaian Kesesuaian

9
Peran Standar dalam pengaturan “pasar”

mencegah “produsen assuring assuring mencegah barang


nakal” memperoleh fairness safety and berbahaya

regulasi
keuntungan dari
pasar env protection beredar di pasar

biaya produksi supply harga beli murah,


demand aman dikonsumsi
rendah, menjadi penerapan
pilihan konsumen standar atau digunakan,
produsen PASAR konsumen sesuai keinginan
persaingan yang
sehat di pasar
[SNI] atau kebutuhan,
nyaman

kesesuaian
penilaian
membuktikan assuring membantu konsumen
pemenuhan
persyaratan pasar, compliance menentukan pilihan,
memperoleh kepercayaan to specified meringankan beban
konseumen pengawasan pasar
requirements

10
MENGAPA
PERLU RISK-
BASED
APPROACH ?

11
Situasi Saat Ini......
• Pandemi Covid-19

• Pembatasan Sosial Berskala


Besar

• Pelemahan ekonomi nas

• Tatanan baru /New normal

• What next ???

12
5 Risiko Teratas Dunia 2020
Top 5 Global Risks
in terms of likelihood

Top 5 Global Risks


in terms of impact

13
14
Bagaimana menyikapinya ?

Organisasi (publik
dan swasta)
perlu budaya risiko

15
KEPUTUSAN / AKTIVITAS
MASA LALU

Aktivitas menangani
MANAJEMEN PROBLEM
problem mencegah
krisis/bencana

MANAJEMEN RISIKO Aktivitas mengelola


potensi risiko

16
CONTOH: Pemeringkatan pada peta risiko:

Certain
Almost
5 MEDIUM MEDIUM HIGH EXTREME EXTREME
Likely

4 LOW MEDIUM HIGH EXTREME EXTREME


LIKELIHOOD
Unlikely Possible

3 LOW MEDIUM HIGH HIGH EXTREME

2 LOW LOW MEDIUM HIGH EXTREME


Amost
Never

1 LOW LOW LOW HIGH EXTREME

1 2 3 4 5
Insignificant Minor Moderate Major Catasthropic
CONSEQUENCE

17
CONTOH : Pemeringkatan berbagai tipe konsekuensi (consequences) risiko:

18
IMPLEMENTASI
PENDEKATAN
BERBASIS
RISIKO

19
Pengelolaan risiko dan Pendekatan Penilaian Kesesuaian

Based on standard or specification/

Risk
Based on standard technical requirement

First party/third party


on behalf of industry

Third party on
behalf of regulator

Regulator

Inspection
Nil Registration Batch testing
Supplier declaration
Approval Cara penilaian kesesuaian

Hubungan antara risiko dengan standar/persyaratan, cara penilaian kesesuaian dan


pelaku penilaian kesesuaian
Sumber : APEC GRP

20
Pengelolaan risiko dan Pendekatan Penilaian Kesesuaian

N EW

21
Pengelolaan risiko dan Pendekatan Penilaian Kesesuaian

N EW

22
Pengelolaan risiko dan Pendekatan Penilaian Kesesuaian

Konsep Perizinan Berusaha Berbasis Risiko


(Pendekatan RUU Cipta Kerja) N EW

01 Tingkat Risiko : RENDAH


Perizinan Berusaha : NOMOR INDUK BERUSAHA

02 Tingkat Risiko : MENENGAH RENDAH


Perizinan Berusaha : SERTIFIKAT STANDAR Mengacu ke
Standar
03 Tingkat Risiko : MENENGAH TINGGI
Perizinan Berusaha : SERTIFIKAT STANDAR

04 Tingkat Risiko : TINGGI


Perizinan Berusaha : IZIN ( + STANDAR )

23
Pengelolaan risiko dan Pendekatan Penilaian Kesesuaian

• Menengah Rendah dan Menengah Tinggi


N EW
MENENGAH RENDAH
• Pernyataan pemenuhan standar (self
02 declare ) oleh Pelaku usaha
• Pengawasan dilakukan Pemerintah untuk
memastikan pelaksanaan standar

MENENGAH TINGGI
• Pemenuhan standar perlu dibuktikan
03 oleh Pelaku Usaha
• Pengawasan dilakukan Pemerintah untuk
memastikan pelaksanaan standar

24
Pengelolaan risiko dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

25
Pengelolaan risiko dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

PermenPanRB No. 5/2020


tentang Manajemen Risiko SPBE

26
Pengelolaan risiko dan Pendekatan Penilaian Kesesuaian

Rantai Penjaminan Kualitas Sertifikat Standar Organisasi Kerjasama


Akreditasi
Regional dan Internasional

ISO/IEC 17040 (peer-evaluation, Demonstration of


peer-evaluation equivalence
peer-assessment)

ISO/IEC 17011 (akreditasi) Badan Akreditasi


Nasional
assessment Demonstration of
ISO/IEC 17020 (inspeksi); competence
Laboratorium,
ISO/IEC 17021 (audit dan sertifikasi Lembaga
system manajenen) Lembaga Penilaian Sertifikasi dan
ISO/IEC 17024 (sertifikasi person);
ISO/IEC 17025 (kalibrasi, pengujian);
Kesesuaian Lembaga
ISO/IEC 17065 (produk, proses, jasa) Inspeksi
Testing, Demonstration of
(pemerintah,
inspection, conformity
certification pemerintah
standar sistem manajemen (ISO 9001;
22001; 27001; 28001; 50001, etc);
daerah, BUMN,
standar produk, standar proses, Barang, Jasa, Sistem, swasta)
standar jasa, standar kompetensi Proses, Personal
personal

27
PENGEMBANGAN
STANDAR
MANAJEMEN RISIKO

28
ISO Guide 73:2009
Risk management ISO/TR 31004:2013
Vocabulary Risk management
complements Guidance

 ISO NP 31073 Risk management -


Vocabulary

 ISO/IEC DIS 31010 Risk management -


ISO 31000:2018 Risk
management — Adopsi ISO/IEC 31010:2009 Risk assessment techniques;
Guidelines menjadi Risk Assessment
Techniques  ISO CD 31022 Risk management -
Seri SNI Guidelines for the management of legal
Manajem risk;
en Risiko
 ISO CD 31030 Risk management -
Managing travel risks -- Guidance for
organizations;

 ISO CD 31050 Guidance for managing


ISO TC 262 Risk Management emerging risks to enhance resilience.

29
NO NO SNI JUDUL JENIS PERUMUSAN TAHAPAN KET
1 SNI ISO 31000:2011 Manajemen risiko - Prinsip dan panduan Terjemahan SNI Direvisi

2 SNI ISO GUIDE 73:2016 Manajemen risiko - Kosakata Terjemahan SNI

3 SNI ISO/IEC 31010:2016 Manajemen risiko - Teknik penilaian risiko Terjemahan SNI

4 SNI ISO/TR 31004:2016 Manajemen risiko - Panduan untuk Terjemahan SNI


implementasi SNI ISO 31000
5 SNI ISO 31000:2018 Manajemen risiko - Pedoman Terjemahan SNI Merevisi
SNI ISO
31000:2011
6 SNI 8849:2019 Manajemen risiko - Panduan implementasi Pengembangan Sendiri SNI
SNI ISO 31000 di sektor publik
7 SNI 8850:2019 Manajemen risiko - Kompetensi SDM dalam Pengembangan Sendiri SNI
implementasi SNI ISO 31000

30
<Pedoman> <Panduan> <Pemandu>

Keluarga Standar Kompetensi SDM untuk Penerapan SNI ISO 31000

31
Tahapan Pemahaman untuk Penerapan SNI ISO 31000

32
Tingkatan Kompetensi SDM untuk Penerapan
SNI ISO 31000

33
: SNI ISO 31000:2018
memberikan panduan
komprehensif tentang
Prinsip,Kerangka kerja dan
Proses manajemen risiko

34
: SNI ISO 31000:2018 adalah acuan standar manajemen risiko
yang dapat diintegrasikan/compatibility dalam sistem
manajemen lainnya

35
: Penerapan SNI ISO 31000:2018 dapat
berperan dalam pemulihan bisnis

E R M: CATATAN: Model 4Sight dari


ketahanan organisasi
Everything is Risk Management (organizational resilience)

36
SNI ISO 31000
SNI ISO/IEC
International Standard/SNI 27001
SNI ISO 14001
SNI ISO 9001
PMBOK
Voluntary Terbatas COBIT 4.1
IT
{Needs} Infrastructure -
Efektif dan Efisien Library

Acuan Peraturan OJK


Standar
Tertelusur Regulasi Peraturan BUMN

{Compliance} Peraturan Bank Indonesia


(ITGID)
Sektoral

: SNI ISO 31000:2018 adalah Manajemen risiko yang tertelusur dengan


standar acuan worldwide
37
Risk
Management

Me
as
ure
me
nt
n

&e
atio

va
Bussines Operation

i ti g

lua
&M
Strategy Excellence

ti o
n
onti
ven
Pre
Sustainable
Growth

: Elemen utama dalam SNI ISO 31000:2018 adalah


(three line of defence) dalam Internal Control Internal Audit
mengelola risiko sesuai dengan konteks
organisasi
Compliance

38
Managed Growth
Sustainable
(Sustainable Value Creation) Stakeholder
Goals (3P) Engagement

GPG
Balanced
Code of
Stakeholder PUBLIC
OFFICER Conduct
Value

Public
Public Scrutiny
Accountability
Managed Risk &
Crisis Prevention : SNI ISO 31000:2018 dapat mendukung
Sumber: Disertasi [Link] Alijoyo tata kelola organisasi

39
MENGAPA ORGANISASI PERLU MENERAPKAN
MANAJEMEN RISIKO BERBASIS SNI ISO 31000 SERIES?
1. Organisasi layanan publik, khusunya di lingkungan pemerintahan (K/L/Pemda) sebagai bagian
dari pengelola aset negara dituntut untuk mampu memberikan hasil kinerja terpercaya yang
dapat membantu Indonesia menjadi negara yang unggul, dan mampu berkompetisi dengan lebih
efektif.

2. Organisasi layanan publik dapat memperoleh manfaat melalui dua sisi:


• Organisasi diharapkan mampu memberikan layanan/kinerja berbasis risiko kepada para mitra
kerja/ pemangku kepentingan.
Pemahaman SDM organisasi menyeluruh tentang SNI ISO 31000 akan memudahkan masing-
masing SDM tersebut dalam menjalankan tugas dan fungsinya, terutama audit kinerja
organisasi, termasuk didalamnya pengelolaan risiko yg dihadapi oleh masing-masing
organisasi.
• Organisasi diharapkan akan menjadi lebih efisien dan efektif dalam menjalankan amanah yang
diembannya pada saat mengelola organisasi’, dan ‘risk-based decision making/action’, dan
diharapkan bahwa masing-masing organisasi mampu menerapkan ‘Risk Maturity’ yang semakin
matang dari waktu ke waktu.
40
MENGAPA KALANGAN AKADEMISI HARUS
MEMPERSIAPKAN SDM YANG PAHAM MANAJEMEN RISIKO?

 Tiap bidang/sektor memiliki risiko masing-masing


 MR harus menjadi kompetensi dasar yang diajarkan di tiap fakultas
 MR yg diajarkan sedapat mungkin mengacu pada SNI ISO 31000, selain
dilengkapi dengan kompetensi teknis pengelolaan risiko yang sesuai
dengan masing2 disiplin ilmu.
Contoh: Dept. Manajemen: SNI ISO 31000, MR manajemen produksi,
SDM, keuangan, & teknik asesmen SNI ISO 31010
Contoh: Dept. Teknik: SNI ISO 31000, MR Proyek, MR enjiniring, &
teknik asesmen risiko SNI ISO 31010
 Silabus pembelajaran bisa dkombinasikan dengan SNI lainnya (ISO 9001,
14001, 27001, 37001, 45001, 22310)
 Bertumbuhkembangnya peluang sertifikasi kompetensi MR (level
dasar/entry level) sebagai SKPI mengingat kebutuhan kompetensi MR
yang semakin meluas di dunia kerja.
41
Klik & Follow BSN

: Badan Standardisasi Nasional

: @bsn_sni

: [Link]

: [Link]
Si Rino
Maskot SNI

43

Anda mungkin juga menyukai