Tinjauan K3 Proyek Jalan Konawe Pohara
Tinjauan K3 Proyek Jalan Konawe Pohara
OLEH:
BEMBY APRYADI
PRATAMA P3A118018
i
TINJAUAN KESELAMATAN KERJA DALAM PROYEK PEKERJAAN
JALAN BATAS KAB. KONAWE UTARA/KONAWE POHARA
ABSTRAK
ii
A REVIEW OF WORK SAFETY IN THE DISTRICT BOUNDARY ROAD
WORK PROJECT. KONAWE UTARA/KONAWE POHARA
ABSTRACT
iii
KATA PENGANTAR
a ﷽
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas segala rahmat,
hidayah, dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi tugas
akhir yang berjudul “Tinjauan keselamatan kerja dalam proyek pekerjaan jalan
batas kab. Konawe utara/konawe pohara” sebagai salah satu syarat untuk
menyelesaikan studi dan memperoleh gelar Ahli Madya Teknik di Program
Pendidikan Vokasi Universitas Halu Oleo. Shalawat dan salam selalu tercurahkan
kepada baginda Nabi Muhammad SAW, sebagai suri tauladan bagi umat manusia.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan hasil penelitian ini masih
terdapat banyak kekurangan, karena kesempurnaan hanya milik-Nya semata. Oleh
karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat diperlukan untuk perbaikan
hasil penelitian ini.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan rasa syukur dan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua penulis yakni Bapak Agus Djasran
dan Ibu Suryani, serta saudara kandung saya Arliansyah dan Bela Tri atas doa
yang selalu mengiringi setiap langkah dan dukungannya selama ini sehingga
penulis sampai pada tahap ini. Selain itu, penulis juga mengucapkan banyak
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dr. Masdiana,ST.,MT selaku
Pembimbing I dan [Link],ST.,MT selaku Pembimbing II, yang telah
meluangkan waktu dan pikirannya dalam mengarahkan penulis untuk menyusun
Tugas Akhir ini. Dan tak lupa pula penulis berterima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Muhammad Zamrun F.S.,Si.,[Link].,[Link] selaku Rektor
Universitas Halu Oleo.
2. Bapak Dr. Eng Sudarsono., ST., [Link] selaku Direktur Program Pendidikan
Vokasi Universitas Halu Oleo.
iv
3. Bapak Handy Dwi Adityawan, ST., [Link] selaku Ketua Program Studi D-III
Teknik Sipil Program Pendidikan Vokasi Universitas Halu Oleo.
4. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen Teknik Sipil Program Pendidikan Vokasi
Universitas Halu Oleo yang telah memberikan ilmunya selama ini.
5. Leting – leting seperjuangan saya di D-III Teknik Sipil angkatan 2018 yakni
ANGKER 18 yang selalu memberikan dukungan kepada penulis.
6. Teman – teman saya Fatur, Jaya, Ilam perlam, Adit, Fadly, Ilo, Ari, Yoyon
racing team. Teman kecil saya Dandy, Acang, Randa, Gery, Agrianto, Randi.
Serta orang baik Igo dan Jaya, Sri, Idul, Hasmita Rusadi, Yandi, Eva,Ayu
Ghani, Riki Mono, Radit, Juli dan yang tidak bisa saya sebutkan.
Demikian pengantar ini, penulis berharap semoga segala jenis bantuan yang
telah diberikan bernilai ibadah dan mendapat pahala dari ALLAH Subhanahu wa
ta’ala. Semoga skripsi tugas akhir ini dapat menjadi sumber tambahan informasi
dan dapat bermanfaat dikemudian hari. Aamin yaa Rabbal’Alamiin.
v
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN SAMPUL TUGAS AKHIR..............................................................i
ABSTRAK..............................................................................................................ii
ABSTRACT...........................................................................................................iii
KATA PENGANTAR...........................................................................................iv
DAFTAR ISI..........................................................................................................vi
DAFTAR TABEL................................................................................................vii
DAFTAR GAMBAR..........................................................................................viii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1 Latar Belakang...........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah......................................................................................3
1.3 Tujuan Penelitian.......................................................................................3
1.4 Manfaat Penelitian.....................................................................................3
1.5 Batasan Masalah........................................................................................4
1.6 Sistematika penelitian................................................................................4
1.7 Penelitian Terdahulu..................................................................................4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................7
2.1 Keamanan Kecelakaam Kerja dan Keselamatan Kerja..............................7
2.2 Fungsi Keselamatan dan Keamana Kerja..................................................8
2.3 Penyebab Kecelakaan kerja.......................................................................9
2.4 Pencegahan Keselamatan kerja..................................................................9
2.5 Macam-Macam Alat Pelindung Diri........................................................11
2.6 Macam-Macam Fasilitas Pengaman Proyek............................................16
2.7 Kebijakan Keselamatan kerja...................................................................17
2.8 Jenis-jenis Proyek Kontruksi...................................................................18
BAB III METODE PENELITIAN.....................................................................20
3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian...................................................................20
3.2 Data Umum Proyek..................................................................................21
3.3 Obyek Penelitian......................................................................................21
3.4 Jenus Data................................................................................................21
3.5 Metode Pengumpulan data.......................................................................22
3.6 Diagram Alir Penelitian...........................................................................23
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.............................................................24
4.1 Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Rigid Pavement....................................24
4.2 Penerapan Sistem Keselamatan Konstruksi Pada Pekerjaan Rigid
Pavement..................................................................................................27
4.3 Pelaksanaan Fasilitas Pekerjaan...............................................................32
4.4 Identifikasi Bahaya..................................................................................33
4.5 Pembahasan..............................................................................................34
BAB V PENUTUP................................................................................................37
5.1 Kesimpulan..............................................................................................37
5.2 Saran.........................................................................................................37
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................38
vi
DAFTAR TABEL
Halaman
vii
DAFTAR GAMBAR
Halaman
viii
BAB I
PENDAHULUAN
1
Sumber : Rudi Suardi, Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja.
Kewajiban untuk menyelenggarakan Sistem Manajemen K3 pada perusahaan-
perusahaan besar melalui UndangUndang ketenagakerjaan, baru menghasilkan
2% saja dari 15.000 lebih perusahaan berskala besar di Indonesia yang sudah
menerapkan Sistem Manajemen K3. Sektor jasa konstruksi adalah salah satu yang
paling beresiko terhadap kecelakaan kerja, disamping sektor utama lainnya yaitu
pertanian, perikanan, perkayuan dan pertambangan. Jumlah tenaga kerja di sektor
konstruksi yang hanya mengenyam pendidikan sampai dengan tingkat Sekolah
Dasar, bahkan sebagian dari tenaga kerja ini belum pernah mendapatkan
pendidikan formal apapun. Sebagian besar dari mereka juga berstatus tenaga kerja
harian lepas atau borongan yang tidak memiliki ikatan kerja yang formal dengan
perusahaan. Kenyataan ini tentunya mempersulit penanganan masalah K3 yang
biasanya di lakukan dengan metoda pelatihan dan penjelasan-penjelasan mengenai
Sistem Manajemen (K3) yang terapkan pada perusahaan konstruksi.
Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja, kecelakaan
kerja adalah suatu kejadian yang tidak diduga semula dan tidak dikehendaki, yang
mengacaukan proses yang telah diatur dari suatu aktivitas dan dapat diatur dari
suatu aktivitas dan dapat menimbulkan kerugian baik korban manusia maupun
harta benda. Menurut PP Nomor 50 tahun 2012, Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (K3) Konstruksi adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi
keselamatan dan kesehatan tenaga kerja dan penyakit pada pekerja konstruksi.
Untuk mengetahui hal ini lebih dalam, saya mencoba mengevaluasi
penerapan keselamatan dan keamanan kerja (K3) yang dijalankan oleh KSO PT.
Yasa Patria Perkasa dalam proyek preservasi jalan batas [Link] /
[Link] utara, melihat karakteristik pekerjaan yang dimiliki oleh KSO,PT
Yasa Patria Perkasa dalam proyek preservasi jalan batas [Link] /
[Link] utara yang sangat beresiko tinggi, maka penulis ingin melakukan
penelitian untuk melihat pelaksanaan manajemen K3 perusahaan, selanjutnya
dibandingkan dengan standar sistem manajemen (K3) Indonesia (Peraturan
Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.05/Men/2021).
2
1.2 Rumusan Masalah
Masalah-masalah yang akan dipecahkan dalam penelitian ini dapat
dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana penerapan keselamatan dan keamanan kerja pada proyek
preservasi jalan batas [Link] / [Link] utara ?
2. Bagaimanakah kinerja keamanan dan Keselamatan Kerja pada proyek
preservasi jalan batas [Link] / [Link] utara dan perbandingannya
dengan Standar Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Peraturan
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.05/Men/2021)?
3
1.5 Batasan Masalah
Dalam proposal kali ini penulis hanya membatasi masalah yang akan di
bahas dengan memperhatikan standar keselamatan dan keamanan kerja yang di
gunakan dalam proyek konstruksi,maka penulisan proposal ini,penulis membatasi
masalah pada penerapan keselamatan dan kesehatan kerja menggunakan Standart
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Peraturan Menteri Tenaga Kerja
dan Transmigrasi No. Per.05/Men/2021). Di Pekerjaan Preservasi jalan batas
[Link] / [Link] utara.
4
1. Evaluasi penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja pada area Pet Bottle
(Studi Kasus Pada Pt Amerta Indah Otsuka) ” Ardyan Burhanudin” Untuk melihat
suatu organisasi sudah baik atau buruk dalam melakukan manajemen K3 perlu
dilakukan evaluasi. Dalam melakukan evaluasi penerapan K3 pada PT. Amerta
Indah Otsuka dilakukan identifikasi dahulu pada proses Pet Bottle, evaluasi K3
serta lingkungan fisik kerja. penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa
penerapan sistem K3 sudah dilakukan dengan baik. namun, masih terjadinya
kecelakaan kerja dikarenakan kelalaian manusia nya sendiri. diharapkan perusahan
memberikan sanksi dan peraturan lebih ketat lagi kepada pelanggar atau pekerja
yang mengabaikan K3.
2. Evaluasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja ( K3 ) “Silfinus Padma
Widya Cakti Bintara Leyn” untuk melihat pelaksanaan manajemen K3
perusahaan, selanjutnya dibandingkan dengan standar sistem manajemen K3
Indonesia (Peraturan Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.05/Men/2021)
3. Jurnal Penelitian Standar K3LM (A.A. Bayu Maha Kesuma Putra, Ida Ayu Rai
Widhiawati dan Ida Bagus Rai Adnyana) Untuk mengetahui penerapan standar
K3LM dalam pelaksanaan proyek konstruksi tersebut, maka dilakukan observasi
pada pelaksanaan konstruksi dan wawancara dengan personil yang terkait dalam
pelaksanaan proyek konstruksi tersebut. Penilaian penerapan standar keselamatan
dan kesehatan kerja OHSAS 18001:2007, lingkungan 14001:2004, dan mutu
9001:2000 ini didapat dengan metode skor audit dan skala pengukuran variabel
menggunakan skala likert. Dari hasil analisis data pada PT. Waskita Karya di
proyek DSDP II ICB 1 penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja
OHSAS 18001:2007 presentase rata-rata sebesar 89,96% termasuk dalam kategori
baik sekali, penerapan standar lingkungan ISO 14001:2004 presentase rata-rata
84,43% termasuk dalam kategori baik sekali, penerapan standar mutu ISO
9001:2000 presentase rata- rata sebesar 87,26% termasuk dalam kategori baik
sekali. Faktor-faktor yang menjadi kendala dalam penerapan K3LM adalah faktor
tenaga kerja (SDM), metode atau prosedur kerja, dan material berupa form atau
dokumen sehingga penerapan K3LM tidak mencapai 100%
4. Dwi Friska G. Naibaho Angka kecelakaan kerja di Indonesia termasuk angka
kecelakaan tertinggi di kawasan ASEAN. Tingginya persentase angka kecelakaan
kerja pada sektor ini tidak lepas dari andil kontraktor terkait penerapan peraturan-
peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) konstruksi yang masih rendah.
Berdasarkan hasil audit SMK3 pada tahun 2001, dari 70 perusahaan yang bergerak
pada bidang konstruksi terdapat sebagian besar perusahaan yang bekerja tidak
Berdasarkan SMK3. sementara peraturan undang-undang republik Indonesia
No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja menjelaskan bahwa setiap tenaga kerja
berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan
dan kesejahteraan hidup. Berdasarkan fakta ini, dibutuhkan suatu evaluasi kepatuhan
kontraktor terhadap penerapan peraturan-peraturan K3, khususnya pada kontsruksi
bangunan instalasi yang memiliki detail pekerjaan yang cenderung kompleks dan
hanya dapat dilaksanakan oleh penyedia jasa yang relatif sangat terbatas jumlahnya.
Dari hasil penelitian yang di dapat ternyata persentase kepatuhan masing-
masing kontraktor terhadap penerapan peraturan tersebut berbeda-beda. Variasi
kategori adalah cukup dan sangat baik sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat
kepatuhan kontraktor masih belum merata. beberapa hal yang melatar belakangi
ketidak patuhan kontraktor terhadap penerapan Peraturan-Peraturan K3 Konstruksi
Indonesia, antara lain:
1. Kurang pahamnya kontraktor terhadap penerapan peraturan-peraturan K3
konstruksi indonesia.
2. Minimnya alokasi biaya K3.
3. Rendahnya prioritas terhadap penerapan K3 oleh kontraktor.
4. Terdapat kebijakan K3 internal perusahaan.
5. Rendahnya pemahaman dan pengawasan pihak pemilik proyek terhadap
penerapan K3.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
7
tujuan keselamatan kerja tidak mungkin dapat dicapai secara maksimal. Adapun
sasaran keselamatan kerja secara terinci adalah
1. Mencegah terjadinya kecelakaan ditempat kerja
2. Mencegah timbulnya penyakit akibat kerja
3. Mencegah /mengurangi kematian akibat kerja
4. Mencegah atau mengurangi cacat tetap
5. Mengamankan material, konstruksi, pemakaian,pemeliharaan bangunan
6. Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin
kehidupan produktifnya
7. Mencegah pembrsian tenaga kerja, modal, alat dan sumber-sumber prdouksi
sewaktu kerja
8. Menjamin tempat kerja yang sehat, bersi,nyaman, dan aman sehingga dapat
menimbulkan kegembiraan dan semangat kerja
8
7. Terapkan, dokumentasi dan informasikan rekan lainya dalam hal
pengendalianbahaya
8. Mengelola P3K dan aksi darurat
9
Memenuhi syarat aman, meliputi higiene umum, sanitasi, ventilasi udara,
pencahayaan dan penerangan di tempat kerja dan pengaturan suhu udara
ruang kerja.
Memenuhi syarat keselamatan, meliputi kondisi gedung dan tempat kerja
yang dapat menjamin keselamatan.
Memenuhi penyelenggaraan ketatarumahtanggaan, meliputi pengaturan
penyimpanan barang, penempatan dan pemasangan mesin, penggunaan
tempat dan ruangan.
2. Faktor Mesin dan peralatan kerja
Mesin dan peralatan kerja harus didasarkan pada perencanaan yang baik dengan
memperhatikan ketentuan yang berlaku. Perencanaan yang baik terlihat dari
baiknya pagar atau tutup pengaman pada bagian-bagian mesin atau perkakas
yang bergerak, antara lain bagian yang berputar. Bila pagar atau tutup
pengaman telah terpasang, harus diketahui dengan pasti efektif tidaknya pagar
atau tutup pengaman tersebut yang dilihat dari bentuk dan ukurannya yang
sesuai terhadap mesin atau alat serta perkakas yang terhadapnya keselamatan
pekerja dilindungi.
3. Faktor kondisi
Alat pelindung diri merupakan perlengkapan kerja yang harus terpenuhi bagi
pekerja. Alat pelindung diri berupa pakaian kerja, kacamata, sarung tangan,
yang kesemuanya harus cocok ukurannya sehingga menimbulkan kenyamanan
dalam penggunaannya.
4. Faktor perilaku
Pencegahan kecelakaan terhadap faktor manusia meliputi peraturan kerja,
mempertimbangkan batas kemampuan dan keterampilan pekerja, meniadakan
hal-hal yang mengurangi konsentrasi kerja, menegakkan disiplin kerja ,
menghindari perbuatan yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja, serta
menghilangkan adanya ketidak cocokkan fisik dan mental.
10
Kecelakaan kerja juga dapat dikurangi, dicegah atau dihindari dengan
menerapkan program yang dikenal dengan tri-E atau Triple E, yaitu:
Engineering (Teknik). Engineering artinya tindakan pertama adalah melengkapi
semua perkakas dan mesin dengan alat pencegah kecelakaan (safety guards)
misalnya tombol untuk menghentikan bekerjanya alat/mesin (cut of switches)
serta alat lain, agar mereka secara teknis dapat terlindungi.
Education (Pendidikan). Education artinya perlu memberikan pendidikan dan
latihan kepada para pegawai untuk menanamkan kebiasaan bekerja dan cara
kerja yang tepat dalam rangka mencapai keadaan yang aman (safety)
semaksimal mungkin.
Enforcement (Pelaksanaan). Enforcement artinya tindakan pelaksanaan, yang
memberi jaminan bahwa peraturan pengendalian kecelakaan dilaksanakan.
11
1. Safety Helmet (helm pengaman)
Safety helmet berfungsi sebagai pelindung kepala dari benda yang bisa
mengenai kepala secara langsung.
Safety belt berfungsi sebagai pelindung diri ketika pekerja bekerja/berada diatas
ketinggian.
12
3. Safety Shoes (sepatu pengaman)
Safety shoes berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki
karena benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia dan sebagainya.
Sepatu karet (sepatu boot) adalah sepatu yang didesain khusus untuk pekerja
yang berada di area basah (becek atau berlumpur). Kebanyakan sepatu karet di lapisi
dengan metal untuk melindungi kaki dari benda tajam atau berat, benda panas, cairan
kimia, dsb.
13
5. Sarung Tangan
Berfungsi sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi
yang dapat mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung tangan di
sesuaikan dengan fungsi masing-masing pekerjaan.
6. Masker (Respirator)
Berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat dengan
kualitas udara buruk (misal berdebu, beracun, dsb).
14
7. Safety Glasses (Kaca Mata Pengaman)
Berfungsi sebagai pelindung wajah dari percikan benda asing saat bekerja
(misal pekerjaan menggurinda)
15
9. Safety Vest (Rompi Kerja)
Merupakan salah satu alat pelindung diri (APD) yang bertujuan untuk
mencegah terjadinya kontak/ kecelakaan.
16
2.7 Kebijakan Keselamatan kerja
Kebijakan keselamatan kerjaharus memenuhi ketentuan berikut:
1. Menyatakan tujuan pengorganisasian untuk memastikan kesehatan dan
keselamatan kerja orang-orang yang bekerja di dalam atau yang mungkin
dipengaruh oleh perusahan, seperti para kontraktor, pekerja atau masyarakat
sekitar.
2. Beroknsultasi dengan para pekerja tentang masalah-masalah keselamatan
kerja dengan mengacu pada upaya-upaya keselamatan kerja.
3. Harus mengindikasikan sumber-sumber nasehat pakar keselamatan kerja.
4. Mengacu pada sarana-sarana dalam menyebarkan informasi kesehatan dan
keselamatan kerja.
5. Menyebutkan bagian-bagian penting yang dapat diperan-sertakan oleh pekerja
untuk mencapai kondisi kerja yang aman.
6. Tertulis, ditandatangani oleh pimpinan perusahan, diberi tanggal, diumumkan
kepada seluruh pekerja, dipantau, ditnjau secara berkalah, diterbitkan ulang
bilamana perlu.
Organisasi untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut harus
mencantumkan:
1. Nama direktur beserta tanggung jawab menyeluruh untuk kesehatan dan
keselamatan kerja
2. Nama para anggota penanggung jawab lainya
3. Tanggung jawab keselamatan dan kesehatan kerja bagi setiap anggota
oergansasi
4. Tanggung jawab para manejer setempat dalam menyiapkan kebijakan
keselamatandan kesehatan kerja
5. Hubungan dengan serikat pekerja
6. Jalur-jalur konsultais tentang masalah-masalah keselmatan dan kesehatn
kerja
17
7. Tanggung jawab khusus untuk nasehat, pelatihan, pemantaun kebijakan,
keamananTertib untuk mencapai tujuankebijakan harus meliputi:
8. Daftar dan aturan prosedur keselmatan kerja yang disetujui beserta
uraiansingkatnya
9. Sistem-sistem keselmatan kerja yang suda ada
10. Klausul pemeliharaan yang aman
11. Prosedur untuk melakukan penilaian resiko
12. Prosedur pelaporan dan penyelidikan kecelakaan kerja
13. Kendali penggunaan substansi kima secara aman
14. Tertib penanganan keadaan darurat termasuk evakuasi
15. Metode penyebaran informasi
16. Fasilitas pelatihan
17. Prosedur untuk konsultasi bersama termasuk pertemuan-pertemuan komite
keselamatan kerja
18. Pendistribusian dan pemakaian alat pelindung diri
19. Langka-langka yang diambil untuk melindungi lingkungan
20. Tertib fasilitas dan kenyamanan
21. Masalah-masalah lain yang berhubungan dengan keselamatan dan
kesehatan kerjayang khusus untuk organisasi bersangkutan (John Rodley)
18
d. Bangunan sipil: jalan, jembatan, bendungan, dan infrastuktur lainya.
2. Ciri-ciri dan kelompok bangunan ini adalah:
a. Proyek konstruksi dilaksanakan untukn mengendalikan alam agara
berguna bagikepentingan manusia
b. Pekerja dilaksanakan pada lokasi yang luas atau panjang dan kondisi
pondasisangat berbeda satu sama lain dalam satu proyek
c. Manajemen dibutuhkan untuk memecahkan permasalaha
19
BAB III
METODE PENELITIAN
20
3.2 Data Umum Proyek
Adapun data umum proyek preservasi jalan batas [Link]/[Link]
utara. Tahun 2021-2022 adalah sebagai berikut:
Nama Proyek : Preservasi jalan batas [Link] / [Link] utara
Lokasi : Kabupaten Konawe
Pemilik Pekerjaan : Satker Pelaksanaan jalan Nasional Wilayah II
Sultra Nomor Kontrak: HK 0201-Bb21/PJNW II Sultra/PPK 2.4/380
Tanggal Kontrak : 28 April 2021
Waktu : 613 Hari Kalender
Nilai Kontrak : Rp. 139,934,247,452,-
Sumber Dana : APBN Murni
Tahun Anggaran : 2021-2022
Mulai Tanggal : 28 April 2021
Kontraktor : KSO PT. Yasa Patria Perkasa
Konsultan :
21
utamanya seperti melalui wawancara, survei, eksperimen, dan sebagainya. Data
primer biasanya selalu bersifat spesifik karena disesuaikan oleh kebutuhan
peneliti.
2. Data sekunder
Data sekunder merupakan berbagai informasi yang telah ada sebelumnya dan
dengan sengaja dikumpulkan oleh peneliti yang digunakan untuk melengkapi
kebutuhan data penelitian. data-data ini berupa diagram, grafik, atau tabel sebuah
informasi penting seperti sensus penduduk. Data sekunder bisa dikumpulkan
melalui berbagai sumber seperti buku, situs, atau dokumen pemerintah.
22
3.6 Diagram Alir Penelitian
23
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambar 4.1 Pencampuran material Rigid (KSO PT Yasa Patria Perkasa 2023)
24
2. Pekerjaan pengangkutan material Rigid Pavement
Pekerjaan pengangkutan material Rigid Pavement merupakan pekerjaan
yang dilakukan setelah pencampuran material Rigid Pavement yang kemudian
diangkut ke lokasi pekerjaan dengan menggunakan Dump Truck.
Pekerja yang menggunakan helem proyek sebanyak 2 orang, pekerja yang
menggunakan masker sebanyak 2 orang, pekerja yang menggunakan sarung
tangan sebanyak (0) orang, pekerja yang menggunakan sepatu safety sebanyak 3
orang, pekerja yang menggunakan pakaian kerja sebanyak 2 orang dan pekerja
yang menggunakan rompi sebanyak 2 orang.
Gambar 4.2 Pengangkutan material Rigid (KSO PT Yasa Patria Perkasa 2023)
25
orang, pekerja yang menggunakan pakaian kerja sebanyak 4 orang dan pekerja
yang menggunakan rompi sebanyak 2 orang.
Gambar 4.3 Penghamparan material Rigid (KSO PT Yasa Patria Perkasa 2023)
26
Pencegahan bahaya yang diterapkan pada saatproses pelaksanaan pekerjaan
di lapangan adalah adanya rambu peringatan bahaya yang di pasang pada lokasi
pekerjaan.
Hari ke : 1
Hari/Tanggal : Senin, 19 Dessmber 2022
Waktu : 09.00 - 15.00 WITA
Lokasi Penelitian : Pohara
Pekerjaan : 1. Pencampuran Material Rigid Pavement
2. Pekerjaan Pengangkutan Rigid Pavement
3. Pekerjaan Penghamparan material Rigid
Pavement
4. Pekerjaan Rigid Pavement
27
Tabel 4.1 Peninjauan Penggunaan APD Pada Pekerjaan
Jumlah
Penggunaan Pakai Tidak Pakai
No. Pekerja
APD (orang) (orang)
(orang)
1. Helem Proyek 4 3 7
2. Kacamata Pelindung 3 4 7
3. Masker 3 4 7
4. Sarung Tangan 7 0 7
5. Sepatu Safety 5 2 7
6. Pakaian Kerja 6 1 7
7. Rompi 3 4 7
Sumber : Hasil olahan data primer
Hari ke : 2
Hari/Tanggal : Selasa, 20 Dessmber 2022
Waktu : 09.00 - 15.00 WITA
Lokasi Penelitian : Pohara
Pekerjaan : 1. Pencampuran Material Rigid Pavement
2. Pekerjaan Pengangkutan Rigid Pavement
3. Pekerjaan Penghamparan material Rigid
Pavement
4. Pekerjaan Rigid Pavement
Jumlah
Penggunaan Pakai Tidak Pakai
No. Pekerja
APD (orang) (orang)
(orang)
1. Helem Proyek 5 2 7
2. Kacamata Pelindung 6 1 7
3. Masker 7 0 7
4. Sarung Tangan 7 0 7
5. Sepatu Safety 4 3 7
6. Pakaian Kerja 4 3 7
7. Rompi 5 2 7
Sumber : Hasil olahan data primer
28
Hari ke : 3
Hari/Tanggal : Rabu, 21 Dessmber 2022
Waktu : 09.00 - 15.00 WITA
Lokasi Penelitian : Pohara
Pekerjaan : 1. Pencampuran Material Rigid Pavement
2. Pekerjaan Pengangkutan Rigid Pavement
3. Pekerjaan Penghamparan material Rigid
Pavement
4. Pekerjaan Rigid Pavement
Jumlah
Penggunaan Pakai Tidak Pakai
No. Pekerja
APD (orang) (orang)
(orang)
1. Helem Proyek 5 2 7
2. Kacamata Pelindung 5 2 7
3. Masker 7 0 7
4. Sarung Tangan 5 2 7
5. Sepatu Safety 4 3 7
6. Pakaian Kerja 7 0 7
7. Rompi 5 2 7
Sumber : Hasil olahan data primer
Hari ke : 4
Hari/Tanggal : Kamis, 22 Dessmber 2022
Waktu : 09.00 - 15.00 WITA
Lokasi Penelitian : Pohara
Pekerjaan : 1. Pencampuran Material Rigid Pavement
2. Pekerjaan Pengangkutan Rigid Pavement
3. Pekerjaan Penghamparan material Rigid
Pavement
4. Pekerjaan Rigid Pavement
29
Tabel 4.4 Peninjauan Penggunaan APD Pada Pekerjaan
Jumlah
Penggunaan Pakai Tidak Pakai
No. Pekerja
APD (orang) (orang)
(orang)
1. Helem Proyek 4 3 7
2. Kacamata Pelindung 5 2 7
3. Masker 6 1 7
4. Sarung Tangan 7 0 7
5. Sepatu Safety 2 5 7
6. Pakaian Kerja 4 3 7
7. Rompi 2 5 7
Sumber : Hasil olahan data primer
Hari ke : 5
Hari/Tanggal : Jumat, 23 Dessmber 2022
Waktu : 09.00 - 15.00 WITA
Lokasi Penelitian : Pohara
Pekerjaan : 1. Pencampuran Material Rigid Pavement
2. Pekerjaan Pengangkutan Rigid Pavement
3. Pekerjaan Penghamparan material Rigid
Pavement
4. Pekerjaan Rigid Pavement
Jumlah
Penggunaan Pakai Tidak Pakai
No. Pekerja
APD (orang) (orang)
(orang)
1. Helem Proyek 3 4 7
2. Kacamata Pelindung 4 3 7
3. Masker 7 0 7
4. Sarung Tangan 4 3 7
5. Sepatu Safety 6 1 7
6. Pakaian Kerja 7 0 7
7. Rompi 3 4 7
Sumber : Hasil olahan data primer
30
Hari ke : 6
Hari/Tanggal : Sabtu, 24 Dessmber 2022
Waktu : 09.00 - 15.00 WITA
Lokasi Penelitian : Pohara
Pekerjaan : 1. Pencampuran Material Rigid Pavement
2. Pekerjaan Pengangkutan Rigid Pavement
3. Pekerjaan Penghamparan material Rigid
Pavement
4. Pekerjaan Rigid Pavement
Jumlah
Penggunaan Pakai Tidak Pakai
No. Pekerja
APD (orang) (orang)
(orang)
1. Helem Proyek 2 5 7
2. Kacamata Pelindung 3 4 7
3. Masker 7 0 7
4. Sarung Tangan 4 3 7
5. Sepatu Safety 4 3 7
6. Pakaian Kerja 7 0 7
7. Rompi 5 2 7
Sumber : Hasil olahan data primer
Hari ke : 7
Hari/Tanggal : Minggu, 25 Dessmber 2022
Waktu : 09.00 - 15.00 WITA
Lokasi Penelitian : Pohara
Pekerjaan : 1. Pencampuran Material Rigid Pavement
2. Pekerjaan Pengangkutan Rigid Pavement
3. Pekerjaan Penghamparan material Rigid
Pavement
4. Pekerjaan Rigid Pavement
31
Tabel 4.7 Peninjauan Penggunaan APD Pada Pekerjaan
Jumlah
Penggunaan Pakai Tidak Pakai
No. Pekerja
APD (orang) (orang)
(orang)
1. Helem Proyek 5 2 7
2. Kacamata Pelindung 3 4 7
3. Masker 5 2 7
4. Sarung Tangan 3 4 7
5. Sepatu Safety 3 4 7
6. Pakaian Kerja 5 2 7
7. Rompi 2 5 7
Sumber : Hasil olahan data primer
1. Helem Proyek 20
2. Kacamata Pelindung 20
3. Masker 35
4. Sarung Tangan 20
5. Sepatu Safety 20
6. Pakaian Kerja 20
7. Rompi 20
Sumber : Olahan Data Sekunder.
Berdasarkan Tabel 4.8 diatas fasilitas alat pelindung diri yang disiapkan
oleh perusahaan yaitu helm proyek 20, kaca mata pelindung 20, masker 35,
sarung tangan 20, sepatu safety 20, pakaian kerja 20, dan rompi 20.
32
4.4 Identifikasi Bahaya
No Identifikasi Keterangan
APD/APK Resiko Penanggulangan
. Bahaya
Luka
Tertimpa Sepatu Menggunakan
Terkena
Material Di Safety,Baju APD (sepatu
Material
1 Lokasi Baching Kerja, Helm, safety, baju LukaBerat
Rigid
Plant Rompi kerja, rompi,
Pavement
helm)
Sarung
Tangan, Luka Menggunakan
Sepatu Terkena APD (sarung
2 Tertusuk Luka
Safety, serpihan tangan, sepatu
paku Ringan
Rompi material safety, rompi)
Sepatu Menggunakan
Tertimpa Material Luka APD (sepatu
Safety,
3 Di Lokasi Baching Terkena safety, helm, Luka Berat
Plant Helm,
Rompi Material rompi, baju
kerja)
Sarung Menggunakan
Tangan, Luka APD (sarung
4 TerkenaSerpihan Sepatu Terkena tangan, sepatu Luka Berat
Material Safety, Serpihan safety, rompi,
Rompi material baju
kerja)
Sepatu Luka
Tertabrak truck safety, karena
Menggunakan
pengagkut helm, terkena
5 APD dan Luka berat
material dari rompi, material
memasang
lokasi BachingPlant rambu- danluka
rambu-rambu
rambu akibat
tertabrak
Sepatu Luka
Safety, Terkena Menggunakan
Terkena Material Material APD(sepatu
Sarung
6 RigidPavement Pada Panas safety, baju Luka Berat
Tangan,
Saat Penghamparan dan kerja, sarung
Rompi,
Helm serpihan tangan, helm)
material
33
Sepatu Luka
Tertabrak Truck Karena
Safety, Menggunakan
Pengagkut Terkena
Helm, APD Dan
8 Material Dari Material Luka berat
Rompi, Memasang
Lokasi DanLuka
Rambu- Rambu-Rambu
BachingPlant Akibat
Rambu
Tertabrak
Tertabrak
Kendaraan Lalu Memasang
Rambu- Luka Luka
Lintas Yang Rambu-Rambu
9 Rambu Akibat
Melintas Sebelum Lokasi Berat/Ringan
Pada Saat Pekerjaan Tertabrak
Pekerjaan
Penghamparan
Sumber : Hasil olahan data primer
4.5 Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di lapangan pada proyek
pekerjaan Preservasi Jalan Batas [Link] Utara/Konawe-Pohara tahapan
pekerjaan yang di lakukan oleh Kontraktor pelaksana pada saat pekerjaan Rigid
Pavement adalah sebagai berikut :
1. Pekerjan Pencampuran Material Rigid Pavement.
2. Pekerjaan Pengangkutan Material Rigid Pavement.
3. Pekerjaan Penghamparan Material Rigid Pavement.
Adapun sistem penerapan keselamatan konstruksi pada pekerjaan Rigid
Pavement yang dilakukan oleh pihak Kontraktor pelaksana di lapangan pada
proyek pekerjaan Preservasi Jalan Batas [Link] Utara/Konawe- Pohara,
adalah sebagai berikut :
1. Menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi para pekerja.
34
2. Memasang rambu – rambu peringatan bahaya pada lokasi pekerjaan.
3. Memeriksa alat pelindung diri (APD) dalam keadaan baik.
4. Memeriksa alat – alat kerja dalam keadaan baik.
5. Menyediakan fasilitas P3K.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada proyek pekerjaan
Preservasi Jalan Batas [Link] Utara/Konawe-Pohara, sistem pelaksanaan
keselamatan kerja yang di terafkan oleh Kontraktor pelaksana di lokasi pekerjaan,
dalam bentuk upaya keselamatan pada para pekerja adalah sebagai berikut :
1. Penyediaan fasilitas Kesehatan dilapangan.
2. Penyediaan fasilitas alat pelindung diri (APD).
Tabel 4.10 Matrix perbandingan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menurut
SNI Bina Marga dan penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di
lapangan pada pekerjaan Rigid Pavement.
35
dan mengatur lalu lintas agar tetap c. Para pekerja sealu menjaga
berjalan jarak aman antara pekerja yang
dengan lancar dengan cara satu dengan yang lainya maupun
mengerjakan pekerjaan ½ bagian antara pekerja dan alat berat yang
terlebih dahulu, bekerja.
e. Menjaga dan mempertahankan jarak
yang aman antara pekerja yang satu
dengan yang lain.
36
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian Implementasi Manajemen Keselamatan
Konstruksi (studi kasus proyek Preservasi Jalan Batas [Link]
Utara/Konawe-Pohara) dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Pada proyek Preservasi Jalan Batas [Link] Utara/Konawe-Pohara
ini masih banyak yang belum sesuai dengan standar peraturan pemerintah
tentang keselamatan kerja dalam penyelenggaraan jasa konstruksi.
2. Pada pekerjaan Rigid Pavement penerapan keselamatan kerja masih banyak
yang belum sesuai dengan standar SNI antara lain baju kerja, sepatu safety
dan lain sebagainya.
5.2 Saran
1. Menjalin koordinasi yang baik antara pihak-pihak terkait baik kontraktor,
konsultan, direksi, pekerja maupun masyaraakat setempat agar pelaksaan
pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan harapan dan tidak merugikan pihak
manapun
2. Pengawasan terhadap pekerjaan harus tetap terjaga terutama untuk para
tukang, agar tidak ada lagi pengulangan pekerjaan yang dapat
memperlambat waktu pelaksanaan.
3. Penulis menyadari bahwa penulisan laporan tugas akhir ini masih jauh dari
kata sempurna, kedepanya penulis akan lebih fokus dalam menjelaskan
tentang laporan tugas akhir di atas dengan sumber-sumber yang lebih
banyak yang tentunya dapat di pertanggung jawabkan.
37
DAFTAR PUSTAKA
Ditjen Bina Marga, 1997. Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota.
[Link]
38