0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan46 halaman

Tinjauan K3 Proyek Jalan Konawe Pohara

Ringkasan dokumen tersebut adalah: Tugas akhir mahasiswa D-III Teknik Sipil membahas tinjauan keselamatan kerja pada proyek pekerjaan jalan batas Kabupaten Konawe Utara/Konawe Pohara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja serta menganalisis kesesuaiannya dengan peraturan pemerintah. Hasilnya menunjukkan bahwa pener

Diunggah oleh

Mulida Widiasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan46 halaman

Tinjauan K3 Proyek Jalan Konawe Pohara

Ringkasan dokumen tersebut adalah: Tugas akhir mahasiswa D-III Teknik Sipil membahas tinjauan keselamatan kerja pada proyek pekerjaan jalan batas Kabupaten Konawe Utara/Konawe Pohara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja serta menganalisis kesesuaiannya dengan peraturan pemerintah. Hasilnya menunjukkan bahwa pener

Diunggah oleh

Mulida Widiasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS AKHIR

TINJAUAN KESELAMATAN KERJA DALAM PROYEK


PEKERJAAN JALAN BATAS KAB. KONAWE
UTARA/KONAWE POHARA

OLEH:

BEMBY APRYADI
PRATAMA P3A118018

PROGRAM STUDI D-III TEKNIK SIPIL PROGRAM


PENDIDIKAN VOKASI UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2023

i
TINJAUAN KESELAMATAN KERJA DALAM PROYEK PEKERJAAN
JALAN BATAS KAB. KONAWE UTARA/KONAWE POHARA

Bemby Apryadi Pratama1, Masdiana 2, [Link] 3


1
Mahasiswa Program Studi D-III Teknik Sipil, Program Pendidikan Vokasi,
Universitas Halu oleo
2
Dosen dan Peneliti Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Halu oleo
3
Dosen dan Peneliti Program Studi D-III Teknik Sipil, Program Pendidikan
Vokasi, Universitas Halu oleo
Email: pratamaapryadi@[Link]

ABSTRAK

Masalah keselamatan dan keamanan kerja (K3) secara umum di


Indonesia masih sering terabaikan. Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya
angka kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja terjadi karena perilaku personel yang
kurang hati-hati atau ceroboh atau bisa juga karena kondisi yang tidak aman,
apakah itu berupa fisik, atau pengaruh lingkungan. Alat Pelindung Diri (APD)
adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang
yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di
tempat kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kinerja keamanan
dan Keselamatan Kerja pada proyek Pekerjaan preservasi jalan batas [Link]
/ [Link] utara dan perbandingannya dengan standar Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Obyek yang diteliti pada penelitian ini adalah
Evaluasi Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) tentang pelaksanaan
manajemen K3 perusahaan, selanjutnya dibandingkan dengan standar Sistem
Manajemen K3. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam
penelitian ini adalah studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian Implementasi
Manajemen Keselamatan Konstruksi (studi kasus proyek Preservasi Jalan Batas
[Link] Utara/Konawe-Pohara) Pada proyek Preservasi Jalan Batas
[Link] Utara/Konawe-Poharaini masih banyak yang belum sesuai dengan
standar peraturan pemerintah tentang keselamatan kerja dalam penyelenggaraan
jasa konstruksi. Pada pekerjaan Rigid Pavement penerapan keselamatan kerja
masih banyak yang belum sesuai dengan standar SNI antara lain baju kerja,
sepatu safety dan lain sebagainya.

Kata kunci: APD, keamanan, keselamatan, kesehatan, pekerja

ii
A REVIEW OF WORK SAFETY IN THE DISTRICT BOUNDARY ROAD
WORK PROJECT. KONAWE UTARA/KONAWE POHARA

Bemby Apryadi Pratama1, Masdiana 2, [Link] 3


1
Student of D-III Civil Engineering Study Program, Vocational Education
Program, Halu oleo University
2
Lecturer and Researcher of Civil Engineering Department, Faculty of
Engineering, Halu oleo University
3
Lecturer and Researcher of D-III Civil Engineering Study Program, Vocational
Education Program, Halu oleo University
Email: pratamaapryadi@[Link]

ABSTRACT

The issue of occupational safety and security (K3) in general in


Indonesia is still often neglected. This is indicated by the high number of work
accidents. Work accidents occur due to the behavior of personnel who are less
careful or careless or can also be due to unsafe conditions, whether it is
physical, or environmental influences. Personal Protective Equipment (PPE) is a
tool that has the ability to protect a person whose function is to isolate part or
all of the body from potential hazards in the workplace. The purpose of this
study was to determine the level of performance of safety and security at the
preservation work project of the [Link] / [Link] Utara boundary road
and its comparison with the Occupational Safety and Health Management
standard. The object studied in this study is the Evaluation of the Application of
Occupational Safety and Health (K3) regarding the implementation of the
company's K3 management, then compared with the K3 Management System
standard. The method used to collect data in this research is literature study.
Based on the results of the research on the Implementation of Construction
Safety Management (case study of the North Konawe/Konawe-Pohara District
Boundary Road Preservation project) in the North Konawe/Konawe-Pohara
District Boundary Road Preservation project, there are still many that are not in
accordance with government regulatory standards regarding work safety in the
implementation of construction services. In Rigid Pavement work, the
application of work safety is still not in accordance with SNI standards,
including work clothes, safety shoes and so on.

Keywords: PPE, security, safety, health, workers

iii
KATA PENGANTAR

a ﷽
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas segala rahmat,
hidayah, dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi tugas
akhir yang berjudul “Tinjauan keselamatan kerja dalam proyek pekerjaan jalan
batas kab. Konawe utara/konawe pohara” sebagai salah satu syarat untuk
menyelesaikan studi dan memperoleh gelar Ahli Madya Teknik di Program
Pendidikan Vokasi Universitas Halu Oleo. Shalawat dan salam selalu tercurahkan
kepada baginda Nabi Muhammad SAW, sebagai suri tauladan bagi umat manusia.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan hasil penelitian ini masih
terdapat banyak kekurangan, karena kesempurnaan hanya milik-Nya semata. Oleh
karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat diperlukan untuk perbaikan
hasil penelitian ini.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan rasa syukur dan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua penulis yakni Bapak Agus Djasran
dan Ibu Suryani, serta saudara kandung saya Arliansyah dan Bela Tri atas doa
yang selalu mengiringi setiap langkah dan dukungannya selama ini sehingga
penulis sampai pada tahap ini. Selain itu, penulis juga mengucapkan banyak
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dr. Masdiana,ST.,MT selaku
Pembimbing I dan [Link],ST.,MT selaku Pembimbing II, yang telah
meluangkan waktu dan pikirannya dalam mengarahkan penulis untuk menyusun
Tugas Akhir ini. Dan tak lupa pula penulis berterima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Muhammad Zamrun F.S.,Si.,[Link].,[Link] selaku Rektor
Universitas Halu Oleo.
2. Bapak Dr. Eng Sudarsono., ST., [Link] selaku Direktur Program Pendidikan
Vokasi Universitas Halu Oleo.

iv
3. Bapak Handy Dwi Adityawan, ST., [Link] selaku Ketua Program Studi D-III
Teknik Sipil Program Pendidikan Vokasi Universitas Halu Oleo.
4. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen Teknik Sipil Program Pendidikan Vokasi
Universitas Halu Oleo yang telah memberikan ilmunya selama ini.
5. Leting – leting seperjuangan saya di D-III Teknik Sipil angkatan 2018 yakni
ANGKER 18 yang selalu memberikan dukungan kepada penulis.
6. Teman – teman saya Fatur, Jaya, Ilam perlam, Adit, Fadly, Ilo, Ari, Yoyon
racing team. Teman kecil saya Dandy, Acang, Randa, Gery, Agrianto, Randi.
Serta orang baik Igo dan Jaya, Sri, Idul, Hasmita Rusadi, Yandi, Eva,Ayu
Ghani, Riki Mono, Radit, Juli dan yang tidak bisa saya sebutkan.
Demikian pengantar ini, penulis berharap semoga segala jenis bantuan yang
telah diberikan bernilai ibadah dan mendapat pahala dari ALLAH Subhanahu wa
ta’ala. Semoga skripsi tugas akhir ini dapat menjadi sumber tambahan informasi
dan dapat bermanfaat dikemudian hari. Aamin yaa Rabbal’Alamiin.

Kendari, Maret 2023

Bemby Apryadi Pratama

v
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN SAMPUL TUGAS AKHIR..............................................................i
ABSTRAK..............................................................................................................ii
ABSTRACT...........................................................................................................iii
KATA PENGANTAR...........................................................................................iv
DAFTAR ISI..........................................................................................................vi
DAFTAR TABEL................................................................................................vii
DAFTAR GAMBAR..........................................................................................viii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1 Latar Belakang...........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah......................................................................................3
1.3 Tujuan Penelitian.......................................................................................3
1.4 Manfaat Penelitian.....................................................................................3
1.5 Batasan Masalah........................................................................................4
1.6 Sistematika penelitian................................................................................4
1.7 Penelitian Terdahulu..................................................................................4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................7
2.1 Keamanan Kecelakaam Kerja dan Keselamatan Kerja..............................7
2.2 Fungsi Keselamatan dan Keamana Kerja..................................................8
2.3 Penyebab Kecelakaan kerja.......................................................................9
2.4 Pencegahan Keselamatan kerja..................................................................9
2.5 Macam-Macam Alat Pelindung Diri........................................................11
2.6 Macam-Macam Fasilitas Pengaman Proyek............................................16
2.7 Kebijakan Keselamatan kerja...................................................................17
2.8 Jenis-jenis Proyek Kontruksi...................................................................18
BAB III METODE PENELITIAN.....................................................................20
3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian...................................................................20
3.2 Data Umum Proyek..................................................................................21
3.3 Obyek Penelitian......................................................................................21
3.4 Jenus Data................................................................................................21
3.5 Metode Pengumpulan data.......................................................................22
3.6 Diagram Alir Penelitian...........................................................................23
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.............................................................24
4.1 Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Rigid Pavement....................................24
4.2 Penerapan Sistem Keselamatan Konstruksi Pada Pekerjaan Rigid
Pavement..................................................................................................27
4.3 Pelaksanaan Fasilitas Pekerjaan...............................................................32
4.4 Identifikasi Bahaya..................................................................................33
4.5 Pembahasan..............................................................................................34
BAB V PENUTUP................................................................................................37
5.1 Kesimpulan..............................................................................................37
5.2 Saran.........................................................................................................37
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................38

vi
DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 4.1 Peninjauan Penggunaan APD Pada Pekerjaan......................................28


Tabel 4.2 Peninjauan Penggunaan APD Pada Pekerjaan......................................28
Tabel 4.3 Peninjauan Penggunaan APD Pada Pekerjaan......................................29
Tabel 4.4 Peninjauan Penggunaan APD Pada Pekerjaan......................................30
Tabel 4.5 Peninjauan Penggunaan APD Pada Pekerjaan......................................30
Tabel 4.6 Peninjauan Penggunaan APD Pada Pekerjaan......................................31
Tabel 4.7 Peninjauan Penggunaan APD Pada Pekerjaan......................................32
Tabel 4.8 Alat Pelindung Diri (APD)....................................................................32
Tabel 4.9 Pencegahan Bahaya...............................................................................34
Tabel 4.10 Matrix perbandingan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
menurut SNI Bina Marga dan penerapan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3) di lapangan pada pekerjaan Rigid
Pavement...........................................................................................35

vii
DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Gambar 2.1 Safety Helmet (Bemby Apryadi.P)...............................12


Gambar 2.2 Safety Belt (Bemby Apryadi.P)........................................................12
Gambar 2.3 Safety Shoes (Bemby Apryadi.P).....................................................13
Gambar 2.4 Sepatu Karet (Bemby Apryadi.P).....................................................13
Gambar 2.5 Sarung Tangan (Bemby Apryadi.P).................................................14
Gambar 2.6 Masker (Bemby Apryadi.P)..............................................................14
Gambar 2.7 Safety Glasses (Bemby Apryadi.P)..................................................15
Gambar 2.8 Face Shield (Bemby Apryadi.P).......................................................15
Gambar 2.9 Safety Vest (Bemby Apryadi.P).......................................................16
Gambar 3.1 Lokasi Penelitian.............................................................................20
Gambar 3.2 Diagram Alur Penelitian...................................................................23
Gambar 4.1 Pencampuran material Rigid (KSO PT Yasa Patria Perkasa)..........24
Gambar 4.2 Pengangkutan material Rigid (KSO PT Yasa Patria Perkasa).........25
Gambar 4.3 Penghamparan material Rigid (KSO PT Yasa Patria Perkasa)........26
Gambar 4.4 Pekerjaan Rigid (KSO PT Yasa Patria Perkasa)..............................26
Gambar 4.5 Rambu Bahaya (KSO PT Yasa Patria Perkasa)................................27

viii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sumber daya manusia berperan penting bagi keberhasilan suatu organisasi
atau perusahaan. Karena manusia merupakan aset hidup yang perlu diperhatikan
secara khusus oleh perusahaan. Kenyataan bahwa manusia sebagai aset utama
dalam organisasi atau perusahaan, harus mendapatkan perhatian serius dan
dikelola dengan sebaik mungkin. Hal ini dimaksudkan agar sumber daya manusia
yang dimilki perusahaan mampu memberikan kontribusi yang optimal dalam
upaya pencapaian tujuan organisasi. Dalam pengelolaan sumber daya manusia
inilah diperlukan manajemen yang mampu mengelola sumber daya secara
sistematis, terencana, efisien. Dalam manajemen sumber daya manusia, terdapat
pula salah satu hal yang harus menjadi perhatian yaitu, sistem keselamatan dan
kesehatan kerja.
Masalah keselamatan dan keamanan kerja (K3) secara umum di Indonesia
masih sering terabaikan. Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka
kecelakaan kerja. Di Indonesia, khususnya dalam dunia usaha yang membutuhkan
tenaga kerja yang banyak seperti halnya proyek konstruksi seringkali kesehatan
dan keselamatan kerja diabaikan dengan alasan klasik oleh para pemilik usaha
bahwa biaya untuk kesehatan dan keselamatan kerja bagi pekerja dianggap mahal.
Hal ini tentunya sangat memprihatinkan. Padahal pekerja adalah aset penting
perusahaan dan jaminan keselamatan dan keamanan kerja adalah mutlak di dapat
oleh pekerja. Seperti halnya pada pekerjaan preservasi jalan batas [Link] /
[Link] utara Menurut DISNAKERTRANS, setiap tahun di seluruh dunia 2
juta orang meninggal karena masalahmasalah akibat kerja. Dari jumlah ini,
354.000 orang mengalami kecelakaan fatal. Disamping itu, setiap tahun ada 270
juta pekerja yang mengalami kecelakaan akibat kerja dan 160 juta yang terkena
penyakit akibat kerja. Angka keselamatan dan kesehatan kerja (K3) perusahaan di
Indonesia secara umum ternyata masih rendah. Berdasarkan data
DISNAKERTRANS, Indonesia menduduki peringkat ke-26 dari 27 negara.

1
Sumber : Rudi Suardi, Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja.
Kewajiban untuk menyelenggarakan Sistem Manajemen K3 pada perusahaan-
perusahaan besar melalui UndangUndang ketenagakerjaan, baru menghasilkan
2% saja dari 15.000 lebih perusahaan berskala besar di Indonesia yang sudah
menerapkan Sistem Manajemen K3. Sektor jasa konstruksi adalah salah satu yang
paling beresiko terhadap kecelakaan kerja, disamping sektor utama lainnya yaitu
pertanian, perikanan, perkayuan dan pertambangan. Jumlah tenaga kerja di sektor
konstruksi yang hanya mengenyam pendidikan sampai dengan tingkat Sekolah
Dasar, bahkan sebagian dari tenaga kerja ini belum pernah mendapatkan
pendidikan formal apapun. Sebagian besar dari mereka juga berstatus tenaga kerja
harian lepas atau borongan yang tidak memiliki ikatan kerja yang formal dengan
perusahaan. Kenyataan ini tentunya mempersulit penanganan masalah K3 yang
biasanya di lakukan dengan metoda pelatihan dan penjelasan-penjelasan mengenai
Sistem Manajemen (K3) yang terapkan pada perusahaan konstruksi.
Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja, kecelakaan
kerja adalah suatu kejadian yang tidak diduga semula dan tidak dikehendaki, yang
mengacaukan proses yang telah diatur dari suatu aktivitas dan dapat diatur dari
suatu aktivitas dan dapat menimbulkan kerugian baik korban manusia maupun
harta benda. Menurut PP Nomor 50 tahun 2012, Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (K3) Konstruksi adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi
keselamatan dan kesehatan tenaga kerja dan penyakit pada pekerja konstruksi.
Untuk mengetahui hal ini lebih dalam, saya mencoba mengevaluasi
penerapan keselamatan dan keamanan kerja (K3) yang dijalankan oleh KSO PT.
Yasa Patria Perkasa dalam proyek preservasi jalan batas [Link] /
[Link] utara, melihat karakteristik pekerjaan yang dimiliki oleh KSO,PT
Yasa Patria Perkasa dalam proyek preservasi jalan batas [Link] /
[Link] utara yang sangat beresiko tinggi, maka penulis ingin melakukan
penelitian untuk melihat pelaksanaan manajemen K3 perusahaan, selanjutnya
dibandingkan dengan standar sistem manajemen (K3) Indonesia (Peraturan
Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.05/Men/2021).

2
1.2 Rumusan Masalah
Masalah-masalah yang akan dipecahkan dalam penelitian ini dapat
dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana penerapan keselamatan dan keamanan kerja pada proyek
preservasi jalan batas [Link] / [Link] utara ?
2. Bagaimanakah kinerja keamanan dan Keselamatan Kerja pada proyek
preservasi jalan batas [Link] / [Link] utara dan perbandingannya
dengan Standar Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Peraturan
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.05/Men/2021)?

1.3 Tujuan Penelitian


Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah
sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui bagaimana penerapan keselamatan dan keamanan kerja
pada pekerjaan preservasi jalan batas [Link] / [Link] utara
2. 2. Untuk mengetahui tingkat kinerja keamanan dan Keselamatan Kerja pada
proyek Pekerjaan preservasi jalan batas [Link] / [Link] utara dan
perbandingannya dengan standar Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.
Per.05/Men/2021).

1.4 Manfaat Penelitian


Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1. Penelitian ini dapat menjadi tambahan wawasan bagi mahasiswa yang
tertarik dalam bidang konstruksi jalan.
2. Mahasiswa dapat menambah pengetahuan kondisi langsung dilapangan.
3. Tugas akhir ini diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai
penerapan keselamatan dan keamanan kerja pada pekerjaan preservasi jalan
batas [Link]/ [Link] utara. Tahun 2022.

3
1.5 Batasan Masalah
Dalam proposal kali ini penulis hanya membatasi masalah yang akan di
bahas dengan memperhatikan standar keselamatan dan keamanan kerja yang di
gunakan dalam proyek konstruksi,maka penulisan proposal ini,penulis membatasi
masalah pada penerapan keselamatan dan kesehatan kerja menggunakan Standart
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Peraturan Menteri Tenaga Kerja
dan Transmigrasi No. Per.05/Men/2021). Di Pekerjaan Preservasi jalan batas
[Link] / [Link] utara.

1.6 Sistematika penelitian


Sistematika penulisan laporan ini merupakan gambaran-gambaran dari
seluruh isi pembahasan yang akan diuraikan secara singkat pada masing-masing
bab sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN : Menguraikan tentang Latar belakang, Rumusan
Masalah, Maksud dan Tujuan Penelitian serta Sistematika Penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA : Menguraikan tentang dasar teori yang
mendukung analisa dan permasalahan yang akan dilakukan kemudian
BAB III METODE PENELITIAN : Menguraikan tentang metode penelitian,
langkah-langkah penelitian dan bagan alir penelitian
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN : Berisi mengenai tinjauan, hasil dan
pembahasan hasil penelitian keselamatan kerja
BAB V : PENUTUP Berisi tentang kesimpulan yang diperoleh dari pembahasan
bab sebelumnya dan saran mengenai temuan-temuan penting untuk dijadikan
masukan yang diperoleh dari penelitian ini

1.7 Penelitian Terdahulu


Sebagai sarana pembanding, maka peneliti telah menelusuri beberapa kajian
sejenis yang berkaitan sekaligus relevan dengan yang peneliti lakukan. Adapun
penelitian dari peneliti berjudul evaluasi penerapan keamanan dan keselamatan
kerja (K3) pada proyek konstruksi pekerjaan preservasi jalan batas [Link] /
[Link] utara.

4
1. Evaluasi penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja pada area Pet Bottle
(Studi Kasus Pada Pt Amerta Indah Otsuka) ” Ardyan Burhanudin” Untuk melihat
suatu organisasi sudah baik atau buruk dalam melakukan manajemen K3 perlu
dilakukan evaluasi. Dalam melakukan evaluasi penerapan K3 pada PT. Amerta
Indah Otsuka dilakukan identifikasi dahulu pada proses Pet Bottle, evaluasi K3
serta lingkungan fisik kerja. penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa
penerapan sistem K3 sudah dilakukan dengan baik. namun, masih terjadinya
kecelakaan kerja dikarenakan kelalaian manusia nya sendiri. diharapkan perusahan
memberikan sanksi dan peraturan lebih ketat lagi kepada pelanggar atau pekerja
yang mengabaikan K3.
2. Evaluasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja ( K3 ) “Silfinus Padma
Widya Cakti Bintara Leyn” untuk melihat pelaksanaan manajemen K3
perusahaan, selanjutnya dibandingkan dengan standar sistem manajemen K3
Indonesia (Peraturan Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.05/Men/2021)
3. Jurnal Penelitian Standar K3LM (A.A. Bayu Maha Kesuma Putra, Ida Ayu Rai
Widhiawati dan Ida Bagus Rai Adnyana) Untuk mengetahui penerapan standar
K3LM dalam pelaksanaan proyek konstruksi tersebut, maka dilakukan observasi
pada pelaksanaan konstruksi dan wawancara dengan personil yang terkait dalam
pelaksanaan proyek konstruksi tersebut. Penilaian penerapan standar keselamatan
dan kesehatan kerja OHSAS 18001:2007, lingkungan 14001:2004, dan mutu
9001:2000 ini didapat dengan metode skor audit dan skala pengukuran variabel
menggunakan skala likert. Dari hasil analisis data pada PT. Waskita Karya di
proyek DSDP II ICB 1 penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja
OHSAS 18001:2007 presentase rata-rata sebesar 89,96% termasuk dalam kategori
baik sekali, penerapan standar lingkungan ISO 14001:2004 presentase rata-rata
84,43% termasuk dalam kategori baik sekali, penerapan standar mutu ISO
9001:2000 presentase rata- rata sebesar 87,26% termasuk dalam kategori baik
sekali. Faktor-faktor yang menjadi kendala dalam penerapan K3LM adalah faktor
tenaga kerja (SDM), metode atau prosedur kerja, dan material berupa form atau
dokumen sehingga penerapan K3LM tidak mencapai 100%
4. Dwi Friska G. Naibaho Angka kecelakaan kerja di Indonesia termasuk angka
kecelakaan tertinggi di kawasan ASEAN. Tingginya persentase angka kecelakaan
kerja pada sektor ini tidak lepas dari andil kontraktor terkait penerapan peraturan-
peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) konstruksi yang masih rendah.
Berdasarkan hasil audit SMK3 pada tahun 2001, dari 70 perusahaan yang bergerak
pada bidang konstruksi terdapat sebagian besar perusahaan yang bekerja tidak
Berdasarkan SMK3. sementara peraturan undang-undang republik Indonesia
No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja menjelaskan bahwa setiap tenaga kerja
berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan
dan kesejahteraan hidup. Berdasarkan fakta ini, dibutuhkan suatu evaluasi kepatuhan
kontraktor terhadap penerapan peraturan-peraturan K3, khususnya pada kontsruksi
bangunan instalasi yang memiliki detail pekerjaan yang cenderung kompleks dan
hanya dapat dilaksanakan oleh penyedia jasa yang relatif sangat terbatas jumlahnya.
Dari hasil penelitian yang di dapat ternyata persentase kepatuhan masing-
masing kontraktor terhadap penerapan peraturan tersebut berbeda-beda. Variasi
kategori adalah cukup dan sangat baik sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat
kepatuhan kontraktor masih belum merata. beberapa hal yang melatar belakangi
ketidak patuhan kontraktor terhadap penerapan Peraturan-Peraturan K3 Konstruksi
Indonesia, antara lain:
1. Kurang pahamnya kontraktor terhadap penerapan peraturan-peraturan K3
konstruksi indonesia.
2. Minimnya alokasi biaya K3.
3. Rendahnya prioritas terhadap penerapan K3 oleh kontraktor.
4. Terdapat kebijakan K3 internal perusahaan.
5. Rendahnya pemahaman dan pengawasan pihak pemilik proyek terhadap
penerapan K3.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Keamanan Kecelakaan Kerja dan Keselamatan Kerja


2.1.1 Kecelakaan Kerja
Pekerja-pekerja teknik bangunan banyak behubungan dengan alat, baik yang
sederhana sampai yang rumit, dari yang ringan sampai alat-alat berat sekalipun. Sejak
revolusi industri sampai sekarang, pemakaian alat-alat bermesin sangat banyak
digunkan pada setiap kegiatan kerja, selalu saja ada kemungkinan kecelakan-
kecelakan selalu dapat terjadi karena berbagai sebab. yang dimkasudkan dengan
kecelakaan adalah kejadian yang merugikan yang tidak terduga dan tidak diharapkan
dan tidak ada unsur kesengajaan. Kecelakaan kerja dimakasudkan sebagai kecelakaan
yang terjadi di tempat kerja, yang diderita oleh pekerja dan atau alat-alat kerja dalam
suatu hubungan kerja. Kecelakaan kerja dapat disebabkan oleh dua golongan penyeba
yaitu:
1. Perilaku manusia yang tidak memenuhi keselamatan (unsafe human acts).
2. Lingkungan yang tidak aman (unsafe condition).
Walaupun manusia telah berhati-hati, namun apabila lingkungan tidak
menunjang (tidak aman), maka kecelakaan dapat pula terjadi. Begitu pula sEbaliknya.
Oleh karena itulah diperlukan pedoman bagaimana bekerja yang memenuhi prinsip.

2.1.2 Keselamatan Kerja


Keselamatan kerja adalah usaha-usaha yang bertujuan untuk menjamin
keadaan, keutuhan dan kesempurnaan tenaga kerja (baik jasaminah maupun
rohaniah), beserta hasil karianya dan alat-alat kerjanya di tempat kerja. Usaha-usaha
tersebut harus dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam porses kerja, yaitu
pekerja itu sendiri, pengawas/kepala kelompok kerja, perusahaan, pemerintah, dan
masyarakat pada umumnya. tanpa ada kerja sama yang baik dari semua unsur tersebut

7
tujuan keselamatan kerja tidak mungkin dapat dicapai secara maksimal. Adapun
sasaran keselamatan kerja secara terinci adalah
1. Mencegah terjadinya kecelakaan ditempat kerja
2. Mencegah timbulnya penyakit akibat kerja
3. Mencegah /mengurangi kematian akibat kerja
4. Mencegah atau mengurangi cacat tetap
5. Mengamankan material, konstruksi, pemakaian,pemeliharaan bangunan
6. Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin
kehidupan produktifnya
7. Mencegah pembrsian tenaga kerja, modal, alat dan sumber-sumber prdouksi
sewaktu kerja
8. Menjamin tempat kerja yang sehat, bersi,nyaman, dan aman sehingga dapat
menimbulkan kegembiraan dan semangat kerja

9. Mempelancar, meningkatkan dan mengamankan produks, industri, serta


pembangunan.

2.2 Fungsi Keselamatan dan Keamana Kerja


Manfaat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yaitu :
1. Identifikasi dan melakukan penilaian pada kemungkinan dari bahaya
kesehatanditempat kerja
2. Memberi anjuran pada rencana dan pengorganisasian dan prakatek kerja
termasukdesain tempat kerja
3. Memberi anjuran, info, kursus dan edukasi mengenai kesehatan kerja dan
APDseperti pengunaan pakain dan sepatu safety bagi pekerja.
4. Memonitor kesehatan beberapa pekerja
5. Ikut serta dalam sistem rehabilitas pekerja yang alami sakit/kecelakaan kerja
6. antisipasi identifikasi dan evaluasi kondisi dan praktek berbahaya

8
7. Terapkan, dokumentasi dan informasikan rekan lainya dalam hal
pengendalianbahaya
8. Mengelola P3K dan aksi darurat

2.3 Penyebab Kecelakaan kerja


Kecelakaan kerja terjadi karena perilaku personel yang kurang hati-hati atau
ceroboh atau bisa juga karena kondisi yang tidak aman, apakah itu berupa fisik, atau
pengaruhlingkungan.
Berdasarkan hasil statistik, penyebab kecelakaan kerja 85% disebabkan
tindakan yang berbahaya(unsafe act) dan 15% disebabkan oleh kondisi yang
berbahaya (unsafe condition). Penjelasan kedua penyebab kecelakaan kerja tersebut
adalah sebagai berikut:
1. Kondisi yang berbahaya (unsafe condition) yaitu faktor-faktor lingkungan fisik
yang dapat menimbulkan kecelakaan seperti mesin tanpa pengaman,
penerangan yang tidak sesuai, alat pelindung diri (APD) tidak efektif, lantai
yang berminyak, dan lain-lain.
2. Tindakan yang berbahaya (unsafe act) yaitu perilaku atau kesalahan-kesalahan
yang dapat menimbulkan kecelakaan seperti ceroboh, tidak memakai alat
pelindung diri, dan lain-lain, hal ini disebabkan oleh gangguan kesehatan,
gangguan penglihatan, penyakit, cemas serta kurangnya pengetahuan dalam
proses kerja, cara kerja, dan lain-lain.

2.4 Pencegahan Keselamatan kerja


Kecelakaan kerja dapat dicegah dengan memperhatikan beberapa faktor, antara
lain sebagai berikut:
1. Faktor Lingkungan
Lingkungan kerja yang memenuhi persyaratan pencegahan kecelakaan kerja,
yaitu:

9
 Memenuhi syarat aman, meliputi higiene umum, sanitasi, ventilasi udara,
pencahayaan dan penerangan di tempat kerja dan pengaturan suhu udara
ruang kerja.
 Memenuhi syarat keselamatan, meliputi kondisi gedung dan tempat kerja
yang dapat menjamin keselamatan.
 Memenuhi penyelenggaraan ketatarumahtanggaan, meliputi pengaturan
penyimpanan barang, penempatan dan pemasangan mesin, penggunaan
tempat dan ruangan.
2. Faktor Mesin dan peralatan kerja
Mesin dan peralatan kerja harus didasarkan pada perencanaan yang baik dengan
memperhatikan ketentuan yang berlaku. Perencanaan yang baik terlihat dari
baiknya pagar atau tutup pengaman pada bagian-bagian mesin atau perkakas
yang bergerak, antara lain bagian yang berputar. Bila pagar atau tutup
pengaman telah terpasang, harus diketahui dengan pasti efektif tidaknya pagar
atau tutup pengaman tersebut yang dilihat dari bentuk dan ukurannya yang
sesuai terhadap mesin atau alat serta perkakas yang terhadapnya keselamatan
pekerja dilindungi.
3. Faktor kondisi
Alat pelindung diri merupakan perlengkapan kerja yang harus terpenuhi bagi
pekerja. Alat pelindung diri berupa pakaian kerja, kacamata, sarung tangan,
yang kesemuanya harus cocok ukurannya sehingga menimbulkan kenyamanan
dalam penggunaannya.
4. Faktor perilaku
Pencegahan kecelakaan terhadap faktor manusia meliputi peraturan kerja,
mempertimbangkan batas kemampuan dan keterampilan pekerja, meniadakan
hal-hal yang mengurangi konsentrasi kerja, menegakkan disiplin kerja ,
menghindari perbuatan yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja, serta
menghilangkan adanya ketidak cocokkan fisik dan mental.

10
Kecelakaan kerja juga dapat dikurangi, dicegah atau dihindari dengan
menerapkan program yang dikenal dengan tri-E atau Triple E, yaitu:
 Engineering (Teknik). Engineering artinya tindakan pertama adalah melengkapi
semua perkakas dan mesin dengan alat pencegah kecelakaan (safety guards)
misalnya tombol untuk menghentikan bekerjanya alat/mesin (cut of switches)
serta alat lain, agar mereka secara teknis dapat terlindungi.
 Education (Pendidikan). Education artinya perlu memberikan pendidikan dan
latihan kepada para pegawai untuk menanamkan kebiasaan bekerja dan cara
kerja yang tepat dalam rangka mencapai keadaan yang aman (safety)
semaksimal mungkin.
 Enforcement (Pelaksanaan). Enforcement artinya tindakan pelaksanaan, yang
memberi jaminan bahwa peraturan pengendalian kecelakaan dilaksanakan.

2.5 Macam-Macam Alat Pelindung Diri


Alat Pelindung Diri (APD) adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan
untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh
dari potensi bahaya di tempat kerja. APD ini terdiri dari kelengkapan wajib yang
digunakan oleh pekerja sesuai dengan bahaya dan risiko kerja yang digunakan untuk
menjaga keselamatan pekerja sekaligus orang di sekelilingnya. kewajiban ini tertuang
dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.08/Men/VII/2010
tentang Alat Pelindung Diri. pengusaha wajib untuk menyediakan APD sesuai
dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pekerjanya.
Berikut macam-macam Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dengan
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.08/Men/VII/2010 yaitu:

11
1. Safety Helmet (helm pengaman)

Gambar 2.1 Gambar 2.1 Safety Helmet (Bemby Apryadi.P)

Safety helmet berfungsi sebagai pelindung kepala dari benda yang bisa
mengenai kepala secara langsung.

2. Safety Belt (sabuk pengaman)

Gambar 2.2 Safety Belt (Bemby Apryadi.P)

Safety belt berfungsi sebagai pelindung diri ketika pekerja bekerja/berada diatas
ketinggian.

12
3. Safety Shoes (sepatu pengaman)

Gambar 2.3 Safety Shoes (Bemby Apryadi.P)

Safety shoes berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki
karena benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia dan sebagainya.

4. Sepatu Karet (Sepatu Boot)

Gambar 2.4 Sepatu Karet (Bemby Apryadi.P)

Sepatu karet (sepatu boot) adalah sepatu yang didesain khusus untuk pekerja
yang berada di area basah (becek atau berlumpur). Kebanyakan sepatu karet di lapisi
dengan metal untuk melindungi kaki dari benda tajam atau berat, benda panas, cairan
kimia, dsb.

13
5. Sarung Tangan

Gambar 2.5 Sarung Tangan (Bemby Apryadi.P)

Berfungsi sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi
yang dapat mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung tangan di
sesuaikan dengan fungsi masing-masing pekerjaan.
6. Masker (Respirator)

Gambar 2.6 Masker (Bemby Apryadi.P)

Berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat dengan
kualitas udara buruk (misal berdebu, beracun, dsb).

14
7. Safety Glasses (Kaca Mata Pengaman)

Gambar 2.7 Safety Glasses (Bemby Apryadi.P)

Berfungsi sebagai pelindung mata ketika bekerja (misalnya mengelas).

8. Face Shield (Pelindung Wajah)

Gambar 2.8 Face Shield (Bemby Apryadi.P)

Berfungsi sebagai pelindung wajah dari percikan benda asing saat bekerja
(misal pekerjaan menggurinda)

15
9. Safety Vest (Rompi Kerja)

Gambar 2.9 Safety Vest (Bemby Apryadi.P)

Merupakan salah satu alat pelindung diri (APD) yang bertujuan untuk
mencegah terjadinya kontak/ kecelakaan.

2.6 Macam-Macam Fasilitas Pengaman Proyek


Berikut macam-macam fasilitas pengaman proyek :
1. Jaringan pengaman, digunakan untuk mencegah adanya benda atau material
proyek yang jatuh kebawah
2. Rambu-rambu, dipasang untuk menginformasikan sesuatu yang ada di dalam
proyek dan sebagai tanda bahaya
3. Hydrant, digunakan untuk pertolongan pertama jika terjadi kebakaran pada
proyek
4. Spanduk peringatan K3, adanya spanduk ataupun poster di poryek agar
seluruh pekerja proyek paham mengenai K3 dan pencegahan kecelakaan kerja
5. Alarm peringatan, digunakan untuk mengumumkan kepada semua orang yang
berada diproyek jika terjadi suatu bahaya
6. Lampu peringatan, digunakan sebagai tanda bahaya di dalam maupun di luar
proyek.

16
2.7 Kebijakan Keselamatan kerja
Kebijakan keselamatan kerjaharus memenuhi ketentuan berikut:
1. Menyatakan tujuan pengorganisasian untuk memastikan kesehatan dan
keselamatan kerja orang-orang yang bekerja di dalam atau yang mungkin
dipengaruh oleh perusahan, seperti para kontraktor, pekerja atau masyarakat
sekitar.
2. Beroknsultasi dengan para pekerja tentang masalah-masalah keselamatan
kerja dengan mengacu pada upaya-upaya keselamatan kerja.
3. Harus mengindikasikan sumber-sumber nasehat pakar keselamatan kerja.
4. Mengacu pada sarana-sarana dalam menyebarkan informasi kesehatan dan
keselamatan kerja.
5. Menyebutkan bagian-bagian penting yang dapat diperan-sertakan oleh pekerja
untuk mencapai kondisi kerja yang aman.
6. Tertulis, ditandatangani oleh pimpinan perusahan, diberi tanggal, diumumkan
kepada seluruh pekerja, dipantau, ditnjau secara berkalah, diterbitkan ulang
bilamana perlu.
Organisasi untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut harus
mencantumkan:
1. Nama direktur beserta tanggung jawab menyeluruh untuk kesehatan dan
keselamatan kerja
2. Nama para anggota penanggung jawab lainya
3. Tanggung jawab keselamatan dan kesehatan kerja bagi setiap anggota
oergansasi
4. Tanggung jawab para manejer setempat dalam menyiapkan kebijakan
keselamatandan kesehatan kerja
5. Hubungan dengan serikat pekerja
6. Jalur-jalur konsultais tentang masalah-masalah keselmatan dan kesehatn
kerja

17
7. Tanggung jawab khusus untuk nasehat, pelatihan, pemantaun kebijakan,
keamananTertib untuk mencapai tujuankebijakan harus meliputi:
8. Daftar dan aturan prosedur keselmatan kerja yang disetujui beserta
uraiansingkatnya
9. Sistem-sistem keselmatan kerja yang suda ada
10. Klausul pemeliharaan yang aman
11. Prosedur untuk melakukan penilaian resiko
12. Prosedur pelaporan dan penyelidikan kecelakaan kerja
13. Kendali penggunaan substansi kima secara aman
14. Tertib penanganan keadaan darurat termasuk evakuasi
15. Metode penyebaran informasi
16. Fasilitas pelatihan
17. Prosedur untuk konsultasi bersama termasuk pertemuan-pertemuan komite
keselamatan kerja
18. Pendistribusian dan pemakaian alat pelindung diri
19. Langka-langka yang diambil untuk melindungi lingkungan
20. Tertib fasilitas dan kenyamanan
21. Masalah-masalah lain yang berhubungan dengan keselamatan dan
kesehatan kerjayang khusus untuk organisasi bersangkutan (John Rodley)

2.8 Jenis-jenis Proyek Kontruksi


Proyek konstruksi dapat dibedakan menjadi dua jenis kelompok bangunan,
yaitu :
1. Bangunan gudang: rumah, kantor, pabrik dan
lainnya. Ciri-ciri kelompok bangunan ini adalah:
a. Proyek konstruksi menghasilkan tempat orang bekerja atau tinggal
b. Pekerjaan dilaksanakan pada lokasi yang relatif sempit dan kondisi
pondasi padaumumnya suda diketahu
c. Manajemen kebutuhan, terutama untuk progressing pekerja

18
d. Bangunan sipil: jalan, jembatan, bendungan, dan infrastuktur lainya.
2. Ciri-ciri dan kelompok bangunan ini adalah:
a. Proyek konstruksi dilaksanakan untukn mengendalikan alam agara
berguna bagikepentingan manusia
b. Pekerja dilaksanakan pada lokasi yang luas atau panjang dan kondisi
pondasisangat berbeda satu sama lain dalam satu proyek
c. Manajemen dibutuhkan untuk memecahkan permasalaha

19
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian


Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2022, kegiatan penelitian ini
dilakukan diproyek Preservasi jalan batas [Link] / [Link] utara untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 3.1 Lokasi Penelitian

20
3.2 Data Umum Proyek
Adapun data umum proyek preservasi jalan batas [Link]/[Link]
utara. Tahun 2021-2022 adalah sebagai berikut:
Nama Proyek : Preservasi jalan batas [Link] / [Link] utara
Lokasi : Kabupaten Konawe
Pemilik Pekerjaan : Satker Pelaksanaan jalan Nasional Wilayah II
Sultra Nomor Kontrak: HK 0201-Bb21/PJNW II Sultra/PPK 2.4/380
Tanggal Kontrak : 28 April 2021
Waktu : 613 Hari Kalender
Nilai Kontrak : Rp. 139,934,247,452,-
Sumber Dana : APBN Murni
Tahun Anggaran : 2021-2022
Mulai Tanggal : 28 April 2021
Kontraktor : KSO PT. Yasa Patria Perkasa
Konsultan :

3.3 Obyek Penelitian


Penelitian ini mengambil lokasi pada proyek Preservasi Jalan Batas
[Link]/[Link] Utara, yang berlokasi dijalan Pohara, Konawe, kota
kendari, sulawesi tenggara. Obyek yang diteliti pada penelitian ini adalah Evaluasi
Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) tentang pelaksanaan manajemen
K3 perusahaan, selanjutnya dibandingkan dengan standar Sistem Manajemen K3
Indonesia (Peraturan Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.05/Men/2021)

3.4 Jenis Data


Ada 2 jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebagai beikut :
1. Data primer
Data primer adalah data basis atau utama yang digunakan dalam penelitian. Data
primer adalah jenis data yang dikumpulkan secara langsung dari sumber

21
utamanya seperti melalui wawancara, survei, eksperimen, dan sebagainya. Data
primer biasanya selalu bersifat spesifik karena disesuaikan oleh kebutuhan
peneliti.
2. Data sekunder
Data sekunder merupakan berbagai informasi yang telah ada sebelumnya dan
dengan sengaja dikumpulkan oleh peneliti yang digunakan untuk melengkapi
kebutuhan data penelitian. data-data ini berupa diagram, grafik, atau tabel sebuah
informasi penting seperti sensus penduduk. Data sekunder bisa dikumpulkan
melalui berbagai sumber seperti buku, situs, atau dokumen pemerintah.

3.5 Metode Pengumpulan data


Metode secara umum diartikan sebagai proses, cara, atau prosedur yang
digunakan untuk memecahkan suatu masalah. Metode yang digunakan untuk
mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

3.5.1 Studi Pustaka


Studi pustaka dilakukan untuk memberikan gambaran pada penulis mengenai
literature tentang permasalahan yang sedang dihadapi dan yang akan menjadi pokok
dasar dari penelitian yang nantinya akan digunakan sebagai acuan dan referensi di
dalam penyusunan laporan Tugas Akhir

3.5.2 Penyusunan Data


Data yang diperoleh dari hasil penelitian di proyek Pekerjaan Preservasi Jalan
Batas [Link]/[Link] Utara dan prosedur Operasi Sistem Manajemen K3,
digunakan untuk mengetahui penerapan Sistem Manajemen K3. Pada Proyek
Preservasi Jalan Batas [Link]/[Link] Utara akan menggunakan sistem
perbandingan antara data proyek dan peraturan menteri tenaga kerja dan transmigrasi
No. Per.05/men/2021.

22
3.6 Diagram Alir Penelitian

Gambar 3.2 Diagram Alur Penelitian

23
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Rigid Pavement


Adapun tahapan pekerjaan lapis permukaan pada proyek pekerjaan Jalan
batas [Link] Utara/Konawe-Pohara, yaitu sebagai berikut :
1. Pekerjan Pencampuran Material Rigid Pavement
Material Rigid Pavement sebelum didatangkan di lokasi pekerjaan, terlebih
dahulu dilakukan pencampuran di lokasi Baching Plant . Dalam pencampuran
material-material yang digunakan air,semen,pasir,kerikil dan bahan aditif
ditambahkan untuk menghasilkan beton dengan karakteristik tertentu, komposisi
campuran harus sesuai dengan formula campuran kerja (Job-Mix Formula) JMF
yang digunakan. Setelah dilakukan pencampuran material dan hasilnya sesuai
dengan formula campuran kerja (Job-Mix Formula) JMF, maka material Rigid
Pavement siap dibawa ke lokasi pekerjaan.
Pekerja yang menggunakan helem proyek sebanyak 2 orang, pekerja yang
menggunakan masker sebanyak 3 orang, pekerja yang menggunakan sarung
tangan sebanyak 3 orang, pekerja yang menggunakan sepatu safety sebanyak 4
orang, pekerja yang menggunakan pakaian kerja sebanyak 2 orang dan pekerja
yang menggunakan rompi sebanyak 2 orang.

Gambar 4.1 Pencampuran material Rigid (KSO PT Yasa Patria Perkasa 2023)

24
2. Pekerjaan pengangkutan material Rigid Pavement
Pekerjaan pengangkutan material Rigid Pavement merupakan pekerjaan
yang dilakukan setelah pencampuran material Rigid Pavement yang kemudian
diangkut ke lokasi pekerjaan dengan menggunakan Dump Truck.
Pekerja yang menggunakan helem proyek sebanyak 2 orang, pekerja yang
menggunakan masker sebanyak 2 orang, pekerja yang menggunakan sarung
tangan sebanyak (0) orang, pekerja yang menggunakan sepatu safety sebanyak 3
orang, pekerja yang menggunakan pakaian kerja sebanyak 2 orang dan pekerja
yang menggunakan rompi sebanyak 2 orang.

Gambar 4.2 Pengangkutan material Rigid (KSO PT Yasa Patria Perkasa 2023)

3. Pekerjaan penghamparan material Rigid Pavement


Pekerjaan penghamparan Rigid Pavement, Dalam pekerjaan ini material
Rigid Pavement yang diangkut dari lokasi Baching Plant menggunakan Dump
Truck ke lokasi pekerjaan, setelah itu dituangkan kedalam alat penghampar
Slipform paver. Sebelum material rigid pavement dihampar dengan menggunakan
alat penghampar slipform paver, perlu dilakukan pemasangan bekisting,besi ulir
dan plastic sebagai pelapis.
Pekerja yang menggunakan helem proyek sebanyak 5 orang, pekerja yang
menggunakan masker sebanyak 4 orang, pekerja yang menggunakan sarung
tangan sebanyak 5 orang, pekerja yang menggunakan sepatu safety sebanyak 6

25
orang, pekerja yang menggunakan pakaian kerja sebanyak 4 orang dan pekerja
yang menggunakan rompi sebanyak 2 orang.

Gambar 4.3 Penghamparan material Rigid (KSO PT Yasa Patria Perkasa 2023)

4. Pekerjaan Rigid Pavement


Pekerja yang menggunakan helem proyek sebanyak 3 orang, pekerja yang
menggunakan masker sebanyak 5 orang, pekerja yang menggunakan sarung
tangan sebanyak 10 orang, pekerja yang menggunakan sepatu safety sebanyak 5
orang, pekerja yang menggunakan pakaian kerja sebanyak 8 orang dan pekerja
yang menggunakan rompi sebanyak 5 orang.

Gambar 4.4 Pekerjaan Rigid (KSO PT Yasa Patria Perkasa 2023)

26
Pencegahan bahaya yang diterapkan pada saatproses pelaksanaan pekerjaan
di lapangan adalah adanya rambu peringatan bahaya yang di pasang pada lokasi
pekerjaan.

Gambar 4.5 Rambu Bahaya (KSO PT Yasa Patria Perkasa 2023)

4.2 Penerapan Sistem Keselamatan Konstruksi Pada Pekerjaan Rigid


Pavement
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan selama 7 hari dengan jumlah
pekerja sebanyak 7 pekerja, ada beberapa pekerja yang tidak menggunakan APD
lengkap,serta bahaya pada saat tahap pencampuran Rigid Pavement,dapat di lihat
pada tabel berikut :

Hari ke : 1
Hari/Tanggal : Senin, 19 Dessmber 2022
Waktu : 09.00 - 15.00 WITA
Lokasi Penelitian : Pohara
Pekerjaan : 1. Pencampuran Material Rigid Pavement
2. Pekerjaan Pengangkutan Rigid Pavement
3. Pekerjaan Penghamparan material Rigid
Pavement
4. Pekerjaan Rigid Pavement

27
Tabel 4.1 Peninjauan Penggunaan APD Pada Pekerjaan

Jumlah
Penggunaan Pakai Tidak Pakai
No. Pekerja
APD (orang) (orang)
(orang)
1. Helem Proyek 4 3 7
2. Kacamata Pelindung 3 4 7
3. Masker 3 4 7
4. Sarung Tangan 7 0 7
5. Sepatu Safety 5 2 7
6. Pakaian Kerja 6 1 7
7. Rompi 3 4 7
Sumber : Hasil olahan data primer

Hari ke : 2
Hari/Tanggal : Selasa, 20 Dessmber 2022
Waktu : 09.00 - 15.00 WITA
Lokasi Penelitian : Pohara
Pekerjaan : 1. Pencampuran Material Rigid Pavement
2. Pekerjaan Pengangkutan Rigid Pavement
3. Pekerjaan Penghamparan material Rigid
Pavement
4. Pekerjaan Rigid Pavement

Tabel 4.2 Peninjauan Penggunaan APD Pada Pekerjaan

Jumlah
Penggunaan Pakai Tidak Pakai
No. Pekerja
APD (orang) (orang)
(orang)
1. Helem Proyek 5 2 7
2. Kacamata Pelindung 6 1 7
3. Masker 7 0 7
4. Sarung Tangan 7 0 7
5. Sepatu Safety 4 3 7
6. Pakaian Kerja 4 3 7
7. Rompi 5 2 7
Sumber : Hasil olahan data primer

28
Hari ke : 3
Hari/Tanggal : Rabu, 21 Dessmber 2022
Waktu : 09.00 - 15.00 WITA
Lokasi Penelitian : Pohara
Pekerjaan : 1. Pencampuran Material Rigid Pavement
2. Pekerjaan Pengangkutan Rigid Pavement
3. Pekerjaan Penghamparan material Rigid
Pavement
4. Pekerjaan Rigid Pavement

Tabel 4.3 Peninjauan Penggunaan APD Pada Pekerjaan

Jumlah
Penggunaan Pakai Tidak Pakai
No. Pekerja
APD (orang) (orang)
(orang)
1. Helem Proyek 5 2 7
2. Kacamata Pelindung 5 2 7
3. Masker 7 0 7
4. Sarung Tangan 5 2 7
5. Sepatu Safety 4 3 7
6. Pakaian Kerja 7 0 7
7. Rompi 5 2 7
Sumber : Hasil olahan data primer

Hari ke : 4
Hari/Tanggal : Kamis, 22 Dessmber 2022
Waktu : 09.00 - 15.00 WITA
Lokasi Penelitian : Pohara
Pekerjaan : 1. Pencampuran Material Rigid Pavement
2. Pekerjaan Pengangkutan Rigid Pavement
3. Pekerjaan Penghamparan material Rigid
Pavement
4. Pekerjaan Rigid Pavement

29
Tabel 4.4 Peninjauan Penggunaan APD Pada Pekerjaan

Jumlah
Penggunaan Pakai Tidak Pakai
No. Pekerja
APD (orang) (orang)
(orang)
1. Helem Proyek 4 3 7
2. Kacamata Pelindung 5 2 7
3. Masker 6 1 7
4. Sarung Tangan 7 0 7
5. Sepatu Safety 2 5 7
6. Pakaian Kerja 4 3 7
7. Rompi 2 5 7
Sumber : Hasil olahan data primer

Hari ke : 5
Hari/Tanggal : Jumat, 23 Dessmber 2022
Waktu : 09.00 - 15.00 WITA
Lokasi Penelitian : Pohara
Pekerjaan : 1. Pencampuran Material Rigid Pavement
2. Pekerjaan Pengangkutan Rigid Pavement
3. Pekerjaan Penghamparan material Rigid
Pavement
4. Pekerjaan Rigid Pavement

Tabel 4.5 Peninjauan Penggunaan APD Pada Pekerjaan

Jumlah
Penggunaan Pakai Tidak Pakai
No. Pekerja
APD (orang) (orang)
(orang)
1. Helem Proyek 3 4 7
2. Kacamata Pelindung 4 3 7
3. Masker 7 0 7
4. Sarung Tangan 4 3 7
5. Sepatu Safety 6 1 7
6. Pakaian Kerja 7 0 7
7. Rompi 3 4 7
Sumber : Hasil olahan data primer

30
Hari ke : 6
Hari/Tanggal : Sabtu, 24 Dessmber 2022
Waktu : 09.00 - 15.00 WITA
Lokasi Penelitian : Pohara
Pekerjaan : 1. Pencampuran Material Rigid Pavement
2. Pekerjaan Pengangkutan Rigid Pavement
3. Pekerjaan Penghamparan material Rigid
Pavement
4. Pekerjaan Rigid Pavement

Tabel 4.6 Peninjauan Penggunaan APD Pada Pekerjaan

Jumlah
Penggunaan Pakai Tidak Pakai
No. Pekerja
APD (orang) (orang)
(orang)
1. Helem Proyek 2 5 7
2. Kacamata Pelindung 3 4 7
3. Masker 7 0 7
4. Sarung Tangan 4 3 7
5. Sepatu Safety 4 3 7
6. Pakaian Kerja 7 0 7
7. Rompi 5 2 7
Sumber : Hasil olahan data primer

Hari ke : 7
Hari/Tanggal : Minggu, 25 Dessmber 2022
Waktu : 09.00 - 15.00 WITA
Lokasi Penelitian : Pohara
Pekerjaan : 1. Pencampuran Material Rigid Pavement
2. Pekerjaan Pengangkutan Rigid Pavement
3. Pekerjaan Penghamparan material Rigid
Pavement
4. Pekerjaan Rigid Pavement

31
Tabel 4.7 Peninjauan Penggunaan APD Pada Pekerjaan

Jumlah
Penggunaan Pakai Tidak Pakai
No. Pekerja
APD (orang) (orang)
(orang)
1. Helem Proyek 5 2 7
2. Kacamata Pelindung 3 4 7
3. Masker 5 2 7
4. Sarung Tangan 3 4 7
5. Sepatu Safety 3 4 7
6. Pakaian Kerja 5 2 7
7. Rompi 2 5 7
Sumber : Hasil olahan data primer

4.3 Pelaksanaan Fasilitas Pekerjaan


Adapun penyediaan fasilitas alat pelindung diri (APD), pada proyek
pekerjaan Jalan batas [Link] Utara/Konawe-Pohara, yaitu dapat dilihat pada
tabel 4.9 berikut :

Tabel 4.8 Alat Pelindung Diri (APD)

No. Alat Pelindung Diri (APD) Jumlah Alat Pelindung Diri

1. Helem Proyek 20
2. Kacamata Pelindung 20
3. Masker 35
4. Sarung Tangan 20
5. Sepatu Safety 20
6. Pakaian Kerja 20
7. Rompi 20
Sumber : Olahan Data Sekunder.

Berdasarkan Tabel 4.8 diatas fasilitas alat pelindung diri yang disiapkan
oleh perusahaan yaitu helm proyek 20, kaca mata pelindung 20, masker 35,
sarung tangan 20, sepatu safety 20, pakaian kerja 20, dan rompi 20.

32
4.4 Identifikasi Bahaya
No Identifikasi Keterangan
APD/APK Resiko Penanggulangan
. Bahaya
Luka
Tertimpa Sepatu Menggunakan
Terkena
Material Di Safety,Baju APD (sepatu
Material
1 Lokasi Baching Kerja, Helm, safety, baju LukaBerat
Rigid
Plant Rompi kerja, rompi,
Pavement
helm)
Sarung
Tangan, Luka Menggunakan
Sepatu Terkena APD (sarung
2 Tertusuk Luka
Safety, serpihan tangan, sepatu
paku Ringan
Rompi material safety, rompi)

Sepatu Menggunakan
Tertimpa Material Luka APD (sepatu
Safety,
3 Di Lokasi Baching Terkena safety, helm, Luka Berat
Plant Helm,
Rompi Material rompi, baju
kerja)
Sarung Menggunakan
Tangan, Luka APD (sarung
4 TerkenaSerpihan Sepatu Terkena tangan, sepatu Luka Berat
Material Safety, Serpihan safety, rompi,
Rompi material baju
kerja)

Sepatu Luka
Tertabrak truck safety, karena
Menggunakan
pengagkut helm, terkena
5 APD dan Luka berat
material dari rompi, material
memasang
lokasi BachingPlant rambu- danluka
rambu-rambu
rambu akibat
tertabrak

Sepatu Luka
Safety, Terkena Menggunakan
Terkena Material Material APD(sepatu
Sarung
6 RigidPavement Pada Panas safety, baju Luka Berat
Tangan,
Saat Penghamparan dan kerja, sarung
Rompi,
Helm serpihan tangan, helm)
material

Rambu, Luka Menggunakan


7 Sepatu Akibat APDDan
Tertabrak Alat Luka Berat
. Safety, Tertabra Memasang
Penghampar
Rompi k Alat Rambu

33
Sepatu Luka
Tertabrak Truck Karena
Safety, Menggunakan
Pengagkut Terkena
Helm, APD Dan
8 Material Dari Material Luka berat
Rompi, Memasang
Lokasi DanLuka
Rambu- Rambu-Rambu
BachingPlant Akibat
Rambu
Tertabrak
Tertabrak
Kendaraan Lalu Memasang
Rambu- Luka Luka
Lintas Yang Rambu-Rambu
9 Rambu Akibat
Melintas Sebelum Lokasi Berat/Ringan
Pada Saat Pekerjaan Tertabrak
Pekerjaan
Penghamparan
Sumber : Hasil olahan data primer

Tabel 4.9 Pencegahan Bahaya

No. Penanganan Bahaya Ya Tidk


Rambu peringatan bahaya pada lokasipekerjaan.
1. Ya -
2. APD dalam keadaan baik - Tidak
3. Tersedia fasilitas P3K Ya -
4. Alat kerja dalam kondisi baik Ya -

4.5 Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di lapangan pada proyek
pekerjaan Preservasi Jalan Batas [Link] Utara/Konawe-Pohara tahapan
pekerjaan yang di lakukan oleh Kontraktor pelaksana pada saat pekerjaan Rigid
Pavement adalah sebagai berikut :
1. Pekerjan Pencampuran Material Rigid Pavement.
2. Pekerjaan Pengangkutan Material Rigid Pavement.
3. Pekerjaan Penghamparan Material Rigid Pavement.
Adapun sistem penerapan keselamatan konstruksi pada pekerjaan Rigid
Pavement yang dilakukan oleh pihak Kontraktor pelaksana di lapangan pada
proyek pekerjaan Preservasi Jalan Batas [Link] Utara/Konawe- Pohara,
adalah sebagai berikut :
1. Menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi para pekerja.

34
2. Memasang rambu – rambu peringatan bahaya pada lokasi pekerjaan.
3. Memeriksa alat pelindung diri (APD) dalam keadaan baik.
4. Memeriksa alat – alat kerja dalam keadaan baik.
5. Menyediakan fasilitas P3K.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada proyek pekerjaan
Preservasi Jalan Batas [Link] Utara/Konawe-Pohara, sistem pelaksanaan
keselamatan kerja yang di terafkan oleh Kontraktor pelaksana di lokasi pekerjaan,
dalam bentuk upaya keselamatan pada para pekerja adalah sebagai berikut :
1. Penyediaan fasilitas Kesehatan dilapangan.
2. Penyediaan fasilitas alat pelindung diri (APD).

Tabel 4.10 Matrix perbandingan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menurut
SNI Bina Marga dan penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di
lapangan pada pekerjaan Rigid Pavement.

Penerapan Kesehatan dan Keselamatan


Penerapan Kesehatan dan Keselamatan
Uraian Kerja (K3)menurut SNI Bina Marga pada
Kerja (K3) dilapangan pada pekerjaan
Pekerjaan pekerjaan Rigid
Rigid Pavement
Pavement
1. Pekerjaan penghamparan material Rigid 1. Pekerjaan penghamparan material
Pavement Rigid Pavement Antisipasi
Antisipasi pencegahan terhadap bahaya pencegahan terhadap bahaya yang
yang ditimbulkan akibat Pekerjaan ditimbulkan akibat Pekerjaan
Penghamparan pada Pekerjaan Rigid Penghamparan padaPekerjaan Rigid
Pavement yaitu : Pavement yang dilakukan di lapangan
a. Para pekerja harus mengenakan yaitu :
pakaian dan perlengkapan (sepatu a. Para pekerja, operator, dan
safety, sarung tangan, rompi safet, pengawas menggunakan pakaian
rompi safety, helem safety dan dan perlengkapan safety seperti:
masker) yang sesuai dengan standar, 1. Sepatu safety
b. Menjaga agar tidak ada orang luar 2. Helem safety
maupun pekerja lain berada di tempat 3. Rompi safety
penghamparan ketika mesin
4. Sarung tangan safety
penghampar rigid (vaper) bekerja
menghampar di lokasi pekerjaan, 5. Masker.
c. Menjaga agar tidak ada orang luar b. Yang sesuai dengan standar alat
maupun pekerja lain berada di tempat pelindung diri(APD).Memasang
dimana Dump Truck sedang rambu rambu sementara dan
menuangkan Hotmix ke dalam vaper mengatur lalu lintas agar tetap
di lokasi pekerjaan, berjalan dengan lancardengan cara
mengerjakan pekerjaan ½ bagian
d. Memasang rambu-rambu sementara
terlebih dahulu,

35
dan mengatur lalu lintas agar tetap c. Para pekerja sealu menjaga
berjalan jarak aman antara pekerja yang
dengan lancar dengan cara satu dengan yang lainya maupun
mengerjakan pekerjaan ½ bagian antara pekerja dan alat berat yang
terlebih dahulu, bekerja.
e. Menjaga dan mempertahankan jarak
yang aman antara pekerja yang satu
dengan yang lain.

Sumber: Hasil oalahan data primer 2022

36
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian Implementasi Manajemen Keselamatan
Konstruksi (studi kasus proyek Preservasi Jalan Batas [Link]
Utara/Konawe-Pohara) dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Pada proyek Preservasi Jalan Batas [Link] Utara/Konawe-Pohara
ini masih banyak yang belum sesuai dengan standar peraturan pemerintah
tentang keselamatan kerja dalam penyelenggaraan jasa konstruksi.
2. Pada pekerjaan Rigid Pavement penerapan keselamatan kerja masih banyak
yang belum sesuai dengan standar SNI antara lain baju kerja, sepatu safety
dan lain sebagainya.

5.2 Saran
1. Menjalin koordinasi yang baik antara pihak-pihak terkait baik kontraktor,
konsultan, direksi, pekerja maupun masyaraakat setempat agar pelaksaan
pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan harapan dan tidak merugikan pihak
manapun
2. Pengawasan terhadap pekerjaan harus tetap terjaga terutama untuk para
tukang, agar tidak ada lagi pengulangan pekerjaan yang dapat
memperlambat waktu pelaksanaan.
3. Penulis menyadari bahwa penulisan laporan tugas akhir ini masih jauh dari
kata sempurna, kedepanya penulis akan lebih fokus dalam menjelaskan
tentang laporan tugas akhir di atas dengan sumber-sumber yang lebih
banyak yang tentunya dapat di pertanggung jawabkan.

37
DAFTAR PUSTAKA

AASHTO. 1998 AASHTO Guide for Desain of Pafement Structural. Wasington


[Link] Depatemen PU, 2005 Pemeliharaan Jalan Raya.

Departemen Pekerjan Umum Nomor 13/PRT/2011. Rehabilitas dan Peningkatan


Jalan.

Ditjen Bina Marga, 1997. Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota.
[Link]

Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 2006. Pengertian Jalan


SKBI 2.3.26.1987/SNI 03-1732-198 AASHTO T40. Ketentuan Agregat Untuk
Campuran Asphalt.
SKBI 2.3.26.1987/SNI 03-1732-1989 Ketentuan Gradasi Untuk Filler.
Spesifikasi Bina Marga 2018. Ketentuan Bahan Anti Pengelupasan Mengandung
Amine
Spesifikasi Bina Marga 2018. Divisi IV Kompatibilitas Bahan AntiPengelupasan
dengan Aspal
Spesifikasi Bina Marga 2018. Divisi IV Pengendalian Campuran Benda Uji.
[Link] Marga 2018 Devisi VI. Persyaratan Pemeriksaan Agregat Kasar.
Sukirman, S. 1999, Perkerasan Lentur Jalan Raya. Penerbit Nova. Jakarta.
Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota, Ditjen Bina Marga, 1997
Ukuran Nominal Agregat Kasar.
[Link]. metode pelasanaan dan implementasi manajemen keselamatan
konstruksi dimasa pandemi covid-19(Studi Kasus Proyek Rehabilitas Dan
Pemeliharaan Jalan Batu Gong – Batas Kota Kendari Labibia)

38

Anda mungkin juga menyukai