NASKAH KONSELING
Seorang wanita usia 27 tahun datang ke dokter untuk memeriksakan kondisi neneknya
usia 65 tahun dengan keluhan nyeri sendi inflamatif di kedua tangannya.
Asisten Dokter : “Pasien atas nama Ibu Yani, silahkan masuk”
Nenek dan cucu : “iya…”
Asisten dokter : “Betul ibu atas nama ibu yani usia 65 tahun, alamat di jalan poros bunggasi”
Nenek dan cucu : “Iyaa betull mba”
Asisten dokter : “Silahkan masuk mbak”
Kemudian pasien dan cucunya masuk ke ruangan dokter. Di dalam ruangan, dokter
telah membaca rekam medik pasien.
Nenek & cucu : “Assalamu’alaikum dok”
Dokter : “waalaikumsalam, silahkan duduk dek, betul ini dengan ibu Yani 65 tahun?”
Nenek : “iya dok, cocokmi”
Dokter : “apa keluhan ta Bu?”
Nenek : “jadi dok tangan saya nyeri kalau digerakkan seperti ini (sambil mencontohkan), terus
biasanya abis bangun tidur juga nyeri dok”.
Dokter : “oo begitu, kalau di keluarganya bu, ada juga yang keluhan seperti kita?”
Nenek : “tidak ada dok”
Dokter : “kalau begitu saya periksa dulu ya Bu”
Dokter melakukan pemeriksaan fisik dan diperoleh hasil kondisi fisik adanya keluhan
nyeri di kedua pergelangan tangan untuk selanjutnya dokter membaca hasil laboratorium dan
diperoleh hasil yaitu Rhematoid factor atau RF menunjukkan hasil yang positif. Laju endap
darah (LED) dan Creative Protein (CRP) Hasil yang diperoleh meningkat.
Dokter : “jadi Bu, hasil diagnosanya ini positif rematik. Saya resepkan obatnya silahkan
ditebus di apotek ya, nanti dari apotek kita ke apoteker saja, nanti dijelaskan sama
apoteker tentang obatnya”.
Pasien nenek dan cucu telah menerima resep dari dokter yang berisi
methylprednisolone 3x8 mg, CaCo3 3x500 mg, vitamin D3 1x400 IU, methotrexate 1x7,5
mg. Pasien dan cucu telah sampai di apotek untuk menebus resep tersebut.
Cucu : “Assalamualaikum, permisi kak”
TTK : “Waalaikumsalam, iya ada yang bisa dibantu?”
Cucu : “ini kak saya mau tebus resep dari dokter”
TTK : “oh oke saya lihat resepnya dulu ya. (TTK mengambil resep dan melihat resepnya).
Maaf kak, apakah betul resep ini untuk ibu Yani umur 65 tahun?”
Cucu : “iya kak benar,”
TTK : “ohiya, tunggu sebentar ya saya siapkan dulu obatnya, silahkan duduk dulu di kursi
ruang tunggu ya, nanti dipanggil namanya”
Cucu : “oke kak”
TTK masuk ke tempat penyimpanan obat untuk menyiapkan obat-obat yang terdapat
di dalam resep. Setelah resep siap obat tersebut diberikan kepada apoteker untuk diserahkan
langsung kepada pasien.
TTK : “atas nama ibu yani”
Cucu : “iya..”
TTK : “dek ini obatnya, silahkan ke ruang konseling untuk dijelaskan obatnya sama apoteker
ya..”
Cucu : “oke kak, makasi..”
TTK : “iya sama sama”
Setelah ,mendapatkan obat dari instalasi farmasi, pasien dan cucunya segera ke ruang
konseling untuk diberikan pengarahan mengenai obat yang diberikan.
Cucu : “assalamualaikum kak”
Apoteker : “waalaikumsalam, silahkan masuk mbak, silahkan duduk, pasiennya atas nama
ibu yani yah?”
Cucu : “iya kak, benar itu nama nenek saya”
Apoteker :“ohiya, sebelumnya selamat pagi, saya apoteker (nama apoteker), apoteker yang
bertugas pada pagi hari ini, ada yang bisa saya bantu?”
Cucu : “ohiya kak, tadi kami diarahkan ke sini katany untuk dijelaskan tentang obatnya kak”
Apoteker : “oh iya, mohon maaf boleh saya lihat obatnya?”
Cucu : “ini kak”
Apoteker : “kalau boleh tahu mbak, obatnya sudah dijelaskan sama dokter?”
Cucu : “belum kak, tadi dokter hanya meresepkan obatnya terus langsung disuruh ke apotek
untuk menebus obatnya”
Apoteker : “ohiya, baik kalau begitu, untuk aturan minum obatnya juga belum diberitahukan
ya mba?”
Cucu : “iya kak, belum”
Apoteker : “baik, jadi dengan ibu yani 65 tahum didiagnosis rheumatoid arthtritis atau
rematik ya mbak”
Cucu : “iya kak”
Apoteker : “jadi ini obat ada methylprednisolone 8 mg diminum 3 kali 1 sehari, kalsium
karbonat (CaCo3) 500 mg diminum 3 kali 1 sehari, vitamin D3 400 IU diminumnya 1
kali sehari, methotrexate 7,5 mg juga diminumnya 1 kali sehari ya kak. Jadi mba,
khusus untuk kalsium karbonatnya, diminumnya 2 jam sebelum atau sesudah
meminum obat yang lain ya, jadi diberikan jeda jangan diminum bersamaan dengan
obat lainnya.
Ohiya ini kan kalsium karbonatnya dan metilprednisolonnya bentuk cair (suspensi) ya
mba, jadi sebelum kakeknya minum obat tolong agar obatnya di kocok terlebih dahulu
ya kak. Tolong obat metilprednisolonnya ini kak jangan berhenti diminum tanpa
konsultasi ke dokter sebelumnya ya mba. Apakah ada yang mba ingin tanyakan?”
Cucu : “iya kak, kalau misalnya nenek saya terlambat atau kelupaan minum obatnya yang 3
kali sehari tadi itu bagaimana ya kak?”
Apoteker : “ohiya mba, metilpredinisolon dan kalsium karbonatnya kan 3 kali 1 ya, jadi
diminum tiap 8 jam. Misalnya kakek minum obat pertama jam 7 pagi, obat kedua
diminum pukul 15.00 dan yang ketiga diminum pukul 23.00. nah kalau
misalnya. diantara jam tersebut ada satu yang terlupa, maka begitu ingat langsung
minum obatnya mba misal obat kedua terlupa tadi pada pukul 15.00 dan ingatnya pas
sudah pukul 17.00 maka saat itu juga obat kedua harus segera diminum. Namun, kalau
obat kedua terlupa dan ingatnya nanti pada pukul 22.00 maka obat kedua tidak perlu
diminum, tapi kakeknya minum saja obat ketiga tanpa perlu obatnya didouble ya kak,
jadi hanya dosis obat yang ketiga saja diminum. Apakah mbanya sudah paham?”
Cucu : “iya kak, saya paham”
Apoteker : “jadi obatnya tolong disimpan ditempat obat kalau ada, tapi kalau tidak ada bisa
disimpan ditempat yang terhindar dari sinar matahari langsung dan jangkauan anak-
anak, obatnya disimpan disuhu ruang saja mba bisa di dalam lemari tapi tidak perlu
disimpan di dalam kulkas ya mba”
Cucu : “iya saya paham kak”
Apoteker : “maaf kak, untuk memastikan bahwa mbanya paham, apakah mbanya bisa
mengulangi penjelasan saya terkait obat untuk kakeknya?”
Cucu : “jadi obatnya yang ini (menunjuk metilprednisilon dan kalsium karbonat) diminum 3
kali 1 dan sebelum diminum obatnya harus di kocok terlebih dahulu, obat lainnya
diminum 1 kali sehari. Untuk obat ini (menunjuk kalsium karbonat) diminum 2 jam
sebelum atau sesudah obat lain diminum. Obatnya disimpan disuhu ruang bisa
dilemari tapi bukan di kulkas. Kalau kakek saya lupa minum obat, kalau diingat
langsung diminum tapi kalau sudah dekat dengan waktu minum obat selanjutnya maka
obat yang dilupa tidak perlu diminum tapi langsung saja minum obat selanjutnya
tanpa harus didouble dosisnya. Begitu ya kak?”
Apoteker : “Alhamdulillah, mbanya sudah paham. Kalau begitu ini obat untuk neneknya ya
mba. Kalau setelah minum obat, belum terdapat kemajuan atau gejala yang dirasa
tidak mereda tolong segera konsultasikan kembali ke dokter ya”
Cucu : “iya kak”
Apoteker : “ini mbak ada leaflet obatnya, untuk informasi yang mungkin nanti dilupa bisa
langsung liat ke leaflet. Kalau ada informasi di leaflet yang kurang jelas bisa hubungi
saya yah, di leaflet sudah tertera nomor saya”
Apoteker : “Terima kasih banyak atas waktunya, semoga nenek lekas membaik ya”
Nenek : “iya aamiin, terima kasih nak”
Apoteker : “iya kek, sama-sama”
Cucu : “baik terima kasih kak, kalau begitu kami pamit ya kak”
Apoteker : “iya, hati-hati dijalan, terima kasih sekali lagi dan semoga cepat sembuh untuk
kakeknya”