b e r u p a a n j u ra n - a n j u ra n u nt u k Kita perlu banyak mengambil
berbuat baik bukan hanya kepada pelajaran dari ahli hadis pada masa Edisi
27
Allah tapi juga kepada sesama. Jika hal salafussalih, mereka gigih untuk
2022
Buletin Jumat
i n i s u d a h k i ta t u n a i ka n , m a ka menimba ilmu kepada ulama yang
op misme yang kita tanamkan dalam diyakininya memiliki periwayatan [Link]
Indonesia Mercusuar Dunia
ha tentang kebenaran al-Qur'an akan hadis Nabi meski lokasinya cukup jauh.
Edisi 21 Oktober 2022 M
senan asa mengarahkan kita kepada Tekad mereka yang tangguh tersebut
hal yang posi f. masih diperkuat dengan selek fitas BULETIN JUMAT INI JANGAN DIBACA PADA WAKTU KHUTBAH JUMAT BERLANGSUNG
Kedua, mengejawantahkan mereka dalam menilai kredibilitas
ajaran yang ada dalam al-Qur'an sang guru, baik pada ngkat kesalehan BERAGAMA DENGAN PENUH KEYAKINAN
dengan baik. Hal ini disimbolkan pribadi maupun sosialnya. Tidak
dengan menegakkan shalat, sedikit dari mereka yang
menunaikan zakat. Tidak terbatas meninggalkan sebuah periwayatan
Sebagai zat yang sangat dhaif, dengan Zat Maha Besar. Keyakinan ini
pada kedua hal tersebut, d a r i s e o ra n g g u r u l a n t a ra n i a
manusia perlu menautkan kemudian diejawantahkan dengan
pengejawantahan dari upaya kita menemukan kecacatan moral yang
kedhaifannya pada zat yang Maha Kuat wujud seperangkat ritual-ritual yang
melihat kemukjizatan al-Qur'an adalah ada pada gurunya, kenda hafalan
yang menjadi sandaran berkehidupan. dikenal dengan syariat agama.
dengan mengaplikasikan ajarannya yang dimiliki sangat kuat.
Dalam tataran alam semesta ini, Termasuk dalam hal tersebut
dalam realitas kehidupan. Mengapa demikian? Lantaran manusia hanyalah se k debu yang agama Islam. Melalui akidah Islam kita
Ke ga, adalah dengan mencari wajah Islam yang seja adalah yang memiliki banyak kelemahan. Dalam diajarkan bahwa manusia dak
guru yang bijak untuk belajar. Dalam menyeimbangkan antara kesalehan nurani dasar manusia, minimal ada tercipta dengan sendirinya, butuh
mencari guru kita harus teli dan pribadi dan kesalehan sosial, hal ini sekelumit keyakinan bahwa ada Tuhan Tu h a n ya n g m e l a n g s u n g ka n nya
selek f, carilah guru yang mempunyai yang sering kita dengar sebagai zat yang Maha Sempurna yang (Mu'minun ayat 67), dalam ayat lain
otoritas dalam bidang pengetahuan menjaga keterkaitan kita dengan Allah mengatur segalanya. secara lebih gamblang ditegaskan :
yang diajarkannya serta yang mampu (hablun minallah) dan menjaga
Berangkat dari sana, agama- Dan (ingatlah), ke ka Tuhanmu
mencitrakan Islam sebagai agama kepedulian kita terhadap kondisi sosial
agama memfasilitasi keyakinan dalam mengeluarkan keturunan anak-anak
yang indah yang bisa diterima oleh (hablum minannas.) Adam dari sulbi mereka dan Allah
diri manusia tersebut. Keyakinan yang
semua kalangan. mengambil kesaksian terhadap jiwa
menegaskan ketergantungan manusia
mereka (seraya berfirman): Bukankah
4 Buletin Jumat [Link] Edisi 27
Jumat, 21 Oktober 2022
Buletin Jumat [Link] Edisi 27
Jumat, 21 Oktober 2022 1
Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: menunaikan syariat-Nya, dan mbul akibat ke dakyakinan bahwa K i at M e n u m b u h ka n Keya k i n a n
Betul (Engkau Tuban kami), kami sebaliknya, jika ia durhaka maka agama merupakan sumber Beragama
menjadi saksi. (Kami lakukan yang
tempat yang buruk akan menjadi kemasalahatan manusia. Alih-alih Kiat agar yakin beragama
demikian itu) agar di hari kiamat kamu
dak mengatakan: Sesungguhnya tempat berpulangnya. dengan beragama manusia menjadi dibutuhkan adalah melalui pengenalan
kami (bani Adam) adalah orang-orang Beragama perlu dilandasi arif, realita yang ada malah agama kita akan kemukjizatan al-Qur'an dan
yang lengah terhadap ini (keesaan dijadikan pembenaran lahirnya
dengan keyakinan, keyakinan bahwa berupaya menginternalisasinya dalam
Tuhan), (QS. Al-A'raf 172) kekacauan-kekacauan. Keyakinan
dihadirkannya agama untuk kehidupan kehidupan.
Dari sana kita memaklumi m a n u s i a ta k l a i n a d a l a h u nt u k idealisme agama sebagai pemecah
Menurut TGB Zainul Al-Majdi,
bahwa status kita terikat dengan mewujudkan kedamaian di muka bumi. solusi kehidupan sudah sirna, yang
ada 3 tahapan yang mes dilalui oleh
prak k keagamaan yang kita yakini. Melalui ajaran-ajaran yang dikandung, lahirnya hanyalah keraguan dan syak
umat Islam agar bisa menikma
Tatkala kita sudah memeluk agama manusia seharusnya bisa menciptakan wasangka yang membinasakan.
manisnya jamuan al-Qur'an agar nyata
tertentu, maka kewajiban kita untuk kedamaian dengan patuh beragama, Beragama dengan yakin menjadi mukjizat.
m e n u n a i k a n s y a r i a t- s y a r i a t d i demikian kita memamahminya. merupakan isyarat dari salah satu
dalamnya. Allah akan memberikan Pertama, dengan meyakini
Konflik yang muncul yang sabda Nabi Muhammad Saw yang
balasan baik bagi yang konsisten ajaran al-Qur'an. Hal ini senada dengan
mengatasnamakan agama biasanya diriwayatkan oleh Abu Hurairah dalam
firman Allah pada surat al-Baqoroh
BIOGRAFI ULAMA
Shahih Bukhari berikut : "Tinggalkan
ayat 2-3.
yang meragukanmu, beranjaklah
kepada yang membuatmu yakin." “Kitab (Al-Qur'an) ini dak ada
BIOGRAFI keraguan padanya; petunjuk bagi
KH. Ahmad Hasyim Muzadi Dalam konteks Islam, beragam
h ps://[Link]/post/read/80917 mereka yang bertakwa. (yaitu) mereka
d e n ga n ya k i n d i t a n d a i d e n ga n
yang beriman kepada yang gaib,
kepatuhannya pada ajaran Qur'an,
SILSILAH SANAD DARI GURU KH. A. Hasyim Muzadi
melaksanakan salat, dan
hadis, serta ajaran ulama yang
menginfakkan sebagian rezeki yang
mumpuni dalam bidangnya, sehingga
Kami berikan kepada mereka” (QS. Al-
dalam pengaplikasiannya mampu
Baqarah 2-3)
mengekspresikan nilai-nilai islam yang
dikenal sejuk dan mencerahkan kepada Ya k n i d e n ga n m e n g i m a n i
khlayak dunia. ajaran yang ada dalam al-Qur'an
2 Buletin Jumat [Link] Edisi 27
Jumat, 21 Oktober 2022 Softcopy Buletin dapat didownload di [Link] Buletin Jumat [Link] Edisi 27
BULETIN INI DITERBITKAN OLEH DIVISI PENERBITAN RISALAH NU LTN PBNU, TERBIT SETIAP JUM’AT
Jumat, 21 Oktober 2022 3