CONTOH PERHITUNGAN SAMBUNGAN BAUT
BERDASARKAN
DISAIN SAMBUNGAN TIPE TUMPU
DAN
DISAIN SAMBUNGAN TIPE GESER
Suatu hubungn tumpang tindih ( lap joint ) mempunyai ukuran pelat dan jarak antara baut seperti
tergambar dibawah ini. Menggunakan baut A325 berdiameter 7/8 in dan bahan pelat A572 mutu 50
dengan kondisi lubang standard. Kondisi permukaan pelat bersih dari kotoran ( klas A ).
Diminta untuk menentukan kapasitas tariknya, berdasarkan
I. disain sambungan tipe tumpu dan
II. disain sambungan tipe geser ,
jika :
a. posisi ulir baut terletak diluar bidang geser.
b. Posisi ulir baut tidak terletak pada bidang geser.
1 ½" 3" 1 ½"
T T
6"
T Plat 5/8 x 6
T
Gambar konstruksi hubungan lap joint.
1
Penyelesaian :
I. DISAIN BERDASARKAN SAMBUNGAN TIPE TUMPU.
a. Jika posisi ulir baut terletak diluar bidang geser.
Artinya kita menggunakan baut A325-X, yang mempunyai Fv = 30 ksi ( AISC table [Link] ).
1. Tinjauan thd kapasitas tarik pelat.
An = [ 6 – 2( 7/8 + 1/8)] 0,625 = 2,50 in2.
Ag = 6 ( 0,625 ) = 3,75 in2.
Ae = An = 2,50 in2.
Kapasitas tarik pelat ditinjau terhadap 2 keadaan.
T1 = Ft. Ag = ( 0,60 Fy ). Ag = 0,60 (50).(3,75 ) = 113 kips.
T2 = Ft. Ag = ( 0,50 Fu ). Ae = 0,50 (65).(2,50 ) = 81,3 kips.( menentukan)
2. Tinjau thd kapasitas Nilai baut.
2.1. Terhadap geser/shear baut.
Untuk baut A325-X mempunyai harga Fv = 30 ksi ( AISC table [Link] ).
Kap geser utk 1 baut → Ns = Fv . Ab = 30. [(π/4).(7/8)2] = 30 ( 0,6013) = 18,04 kips.
Shg kapasitas geser kelompok baut adalah :
→ Ns, kelompok baut = (jumlah baut). Ns = ( 4 ). 18,04 = 72,2 kips.
Terhadap Tumpu/bearing baut.
Antara baut dan tepi lubang pelat terjadi tegangan tumpu. Umumnya mutu pelat lebih
kecil dibandingkan dengan mutu baut, sehingga kemungkinan keruntuhan tumpu
terjadi pada pelatnya.
Untuk pelat A572 mutu 50 mempunyai Fu = 65 ksi ( AISC table 1 hal 1-5 edisi 8 ).
Besarnya tegangn izin tumpu Fp = 1,5 Fu ( AISC [Link].3 ).
Sehingga Fp = 1,5. 65 = 97,5 ksi.
Kap tumpu utk 1 baut → Nb = Fp . Abidang tumpu
= Fp. ( tebal pelat terkecil x diameter baut )
= 97,5. [(5/8).(7/8)] = 53,3 kips.
Shg kapasitas tumpu kelompok baut adalah :
→ Nb , kelompok baut = (jumlah baut). Nb = ( 4 ). 53,3 = 213,2 kips.
2
Rangkuman :
Kapasitas tarik pelat ditinjau terhadap 2 keadaan.
T1 = Ft. Ag = ( 0,60 Fy ). Ag = 0,60 (50).(3,75 ) = 113 kips.
T1 = Ft. Ag = ( 0,50 Fu ). Ae = 0,50 (65).(2,50 ) = 81,3 kips.( menentukan)
Kapasitas geser kelompok baut adalah :
→ Ns, kelompok baut = (jumlah baut). Ns = ( 4 ). 18,04 = 72,2 kips.
Kapasitas tumpu kelompok baut adalah :
→ Nb , kelompok baut = (jumlah baut). Nb = ( 4 ). 53,3 = 213,2 kips.
Perhitungan kapasitas dari system lap joint tentunya diambil nilai terkecil, sehingga gaya tarik
maksimum yang dipilih adalah 81,3 kips.
Pemeriksaan jarak Le = 1 ½ in.
Gunakan rumus :
2. P 2 .(18 , 04 )
L e≥ = =0 , 89. in
Fu .t 65 .(0 , 625) memenuhi syarat.
b. Jika posisi ulir baut terletak pada bidang geser.
Step-step penyelesaian sama seperti perhitungan yang dilakukan oleh posisi ulir terletak diluar
bidang geser. Perbedaan terlihat pada nilai tegangan izin gesernya.
Utk posisi ulir baut terletak diluar bidang geser ( A325-X) Fv = 30 ksi.
Utk posisi ulir baut terletak pada bidang geser ( A325-N ) Fv = 21 ksi.
1. Tinjauan thd kapasitas tarik pelat.
Hasilnya idem dengan perhitungan “posisi ulir baut terletak diluar bidang geser”
An = [ 6 – 2( 7/8 + 1/8)] 0,625 = 2,50 in2.
Ag = 6 ( 0,625 ) = 3,75 in2.
Ae = An = 2,50 in2.
Kapasitas tarik pelat ditinjau terhadap 2 keadaan.
T1 = Ft. Ag = ( 0,60 Fy ). Ag = 0,60 (50).(3,75 ) = 113 kips.
T1 = Ft. Ag = ( 0,50 Fu ). Ae = 0,50 (65).(2,50 ) = 81,3 kips
3
2. Tinjau thd kapasitas Nilai baut.
2.1. Terhadap geser / shear baut.
Untuk baut A325-N mempunyai harga Fv = 21 ksi ( AISC table [Link] ).
Kap geser utk 1 baut → Ns = Fv . Ab = 21. [(π/4).(7/8)2] = 21 (0,6013)= 12,627 kips.
Shg kapasitas geser kelompok baut adalah :
→ Ns, kelompok baut = (jumlah baut). Ns = ( 4 ). 12,627 = 50,5 kips.( menentukan )
Terhadap Tumpu / bearing baut.
Antara baut dan tepi lubang pelat terjadi tegangan tumpu. Umumnya mutu pelat lebih
kecil dibandingkan dengan mutu baut, sehingga kemungkinan keruntuhan tumpu
terjadi pada pelatnya.
Untuk pelat A572 mutu 1 mempunyai Fu = 65 ksi ( AISC table 1 hal 1-5 edisi 8 ).
Besarnya tegangn izin tumpu Fp = 1,5 Fu ( AISC [Link].3 ).
Sehingga Fp = 1,5. 65 = 97,5 ksi.
Kap tumpu utk 1 baut → Nb = Fp . Abidang tumpu
= Fp. ( tebal pelat terkecil x diameter baut )
= 97,5. [(5/8).(7/8)] = 53,3 kips.
Shg kapasitas tumpu kelompok baut adalah :
→ Nb , kelompok baut = (jumlah baut). Nb = ( 4 ). 53,3 = 213,2 kips.
Rangkuman :
Kapasitas tarik pelat ditinjau terhadap 2 keadaan.
T1 = Ft. Ag = ( 0,60 Fy ). Ag = 0,60 (50).(3,75 ) = 113 kips.
T1 = Ft. Ag = ( 0,50 Fu ). Ae = 0,50 (65).(2,50 ) = 81,3 kips.
Kapasitas geser kelompok baut adalah :
→ Ns, kelompok baut = (jumlah baut). Ns = ( 4 ). 12,627 = 50,5 kips.( menentukan )
Kapasitas tumpu kelompok baut adalah :
→ Nb , kelompok baut = (jumlah baut). Nb = ( 4 ). 53,3 = 213,2 kips.
Perhitungan kapasitas dari system lap joint tentunya diambil nilai terkecil, sehingga gaya tarik
maksimum yang dipilih adalah 50,5 kips.
Pemeriksaan jarak Le = 1 ½ in.
2. P 2 .(18 , 04 )
Le≥ = =0 , 89. in
Gunakan rumus : Fu .t 65 .(0 , 625) memenuhi syarat.
4
II. DISAIN BERDASARKAN SAMBUNGAN TIPE GESER.
a. Jika posisi ulir baut terletak diluar bidang geser.
Artinya kita menggunakan baut A325 , yang mempunyai Fv = 17,5 ksi ( AISC table [Link] ).
Dalam menentukan kapasitas beban tarik T maksimum yang boleh dikerjakan pada konstruksi
sambungan lap joint dengan jumlah baut dan diameter baut serta mutu baut sudah ditentukan .
Perlu dilakukan peninjauan terhadap kemampuan kapasitas pelat dan kemampuan kapasitas baut.
Besarnya kapasitas gaya tarik maksimum yang boleh bekerja ditentukan berdasarkan nilai
terkecil yang dipakai.
1. Tinjauan thd kapasitas tarik pelat.
An = [ 6 – 2( 7/8 + 1/8)] 0,625 = 2,50 in2.
Ag = 6 ( 0,625 ) = 3,75 in2.
Ae = An = 2,50 in2.
Kapasitas tarik pelat ditinjau terhadap 2 keadaan.
T1 = Ft. Ag = ( 0,60 Fy ). Ag = 0,60 (50).(3,75 ) = 113 kips.
T2 = Ft. Ag = ( 0,50 Fu ). Ae = 0,50 (65).(2,50 ) = 81,3 kips.( menentukan)
2. Tinjau thd kapasitas Nilai baut.
2.1. Terhadap geser/shear baut.
Untuk baut A325-F mempunyai harga Fv = 17,5 ksi ( AISC table [Link] ).
Kap geser utk 1 baut → Ns = Fv . Ab = 30. [(π/4).(7/8)2] =17,5( 0,6013)= 10,52 kips.
Shg kapasitas geser kelompok baut adalah :
→ Ns, kelompok baut = (jumlah baut). Ns = ( 4 ). 10,52 = 42,1 kips.
Terhadap Tumpu/bearing baut.
Pada disain sambungan tipe geser , oleh karena beban dianggap dipindahkan oleh
gesekan, sehingga kekuatan tumpu tidak dianggap menentukan untuk kondisi
permukaan bersih ( klas A ). Untuk membuktikan pernyataan ini , baiklah kita coba
menghitung kekuatan terhadap tumpu.
Untuk pelat A572 mutu 50 mempunyai Fu = 65 ksi ( AISC table 1 hal 1-5 edisi 8 ).
Besarnya tegangn izin tumpu Fp = 1,5 Fu ( AISC [Link].3 ).
Sehingga Fp = 1,5. 65 = 97,5 ksi.
Kap tumpu utk 1 baut → Nb = Fp . Abidang tumpu
= Fp. ( tebal pelat terkecil x diameter baut )
5
= 97,5. [(5/8).(7/8)] = 53,3 kips.
Shg kapasitas tumpu kelompok baut adalah :
→ Nb , kelompok baut = (jumlah baut). Nb = ( 4 ). 53,3 = 213,2 kips.
Rangkuman :
Kapasitas tarik pelat ditinjau terhadap 2 keadaan.
T1 = Ft. Ag = ( 0,60 Fy ). Ag = 0,60 (50).(3,75 ) = 113 kips.
T1 = Ft. Ag = ( 0,50 Fu ). Ae = 0,50 (65).(2,50 ) = 81,3 kips.( menentukan)
Kapasitas geser kelompok baut adalah :
→ Ns, kelompok baut = (jumlah baut). Ns = ( 4 ). 10,52 = 42,1 kips.
Kapasitas tumpu kelompok baut adalah :
→ Nb , kelompok baut = (jumlah baut). Nb = ( 4 ). 53,3 = 213,2 kips.
Perhitungan kapasitas dari system lap joint tentunya diambil nilai terkecil, sehingga gaya tarik
maksimum( T maksimum ) yang dipilih adalah 42,1 kips.
Pemeriksaan jarak Le = 1 ½ in.
Gunakan rumus :
2. P 2 .(18 , 04 )
L e≥ = =0 , 89. in
Fu .t 65 .(0 , 625) memenuhi syarat.
b. Jika posisi ulir baut terletak pada bidang geser.
Step-step penyelesaian sama seperti perhitungan yang dilakukan oleh posisi ulir terletak diluar
bidang geser. Perbedaan terlihat pada nilai tegangan izin gesernya.
Utk posisi ulir baut terletak diluar bidang geser ( A325) Fv = 17,5 ksi.
Utk posisi ulir baut terletak pada bidang geser ( A325 ) Fv = 17,5 ksi.
Karena mempunyai nilai Fv sama baik untuk ulir diluar bidang geser maupun ulit terletak pada
bidang geser, dan kebetulan pada saat kita mendisain berdasarkan ulir terletak diluar bidang
geser diperoleh hasil T maksimum = 42,1 kips ( diwakilkan oleh kapasitas geser ).
Dengan demikian kapasitas tarik maksimum yang boleh bekerja untuk ulir terletak pada bidang
geser hasilnya akan sama dengan kapasitas tarik maksimum untuk ulir terletak diluar bidang
geser. Jadi Tmaksimum = 42,1 kips.