RPP Kimia Kelas X: Materi Polimer
RPP Kimia Kelas X: Materi Polimer
(RPP)
Sekolah :
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X / Genap
Materi Pokok : POLIMER
Alokasi Waktu : 5 Minggu x 3 Jam Pelajaran @45 Menit
A. Kompetensi Inti
KI-1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI-2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan
proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan
pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian Kimia
pada tingkat teknis, spesifik, detail dan kompleks berkenaan dengan ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks
pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja,
warga masyarakat nasional, regional dan internasional..
KI4 : Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat informasi dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana
sesuai dengan lingkup kajian Kimia.
C. Tujuan Pembelajaran
1. Tujuan pembelajaran KD pada KI pengetahuan :
Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat memahami
pengertian polimer, struktur, tata nama dan sifat – sifat polimer dengan tepat
Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat mengklasifikasi
penggolongan polimer secara tepat
Setelah berdikusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat menerapkan
kegunaan polimer dalam kehidupan sehari – hari dengan tepat
2. Tujuan pembelajaran KD pada KI keterampilan :
Disediakan berbagai macam bahan polimer, siswa akan dapat menggolongkan
berdasarkan bahan yang telah disediakan secara tepat
Disediakan berbagai macam bahan polimer, siswa akan dapat mendemonstrasikan
kegunaan polimer berdasarkan bahan yang telah disediakan secara tepat
D. Materi Pembelajaran
POLIMER (Makromolekul)
E. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik
Model Pembelajaran : Discovery Learning
Metode : Tanya jawab, wawancara, diskusi dan bermain peran
F. Media Pembelajaran
Media :
Worksheet atau lembar kerja (siswa)
Lembar penilaian
LCD Proyektor
Alat/Bahan :
Penggaris, spidol, papan tulis
Laptop & infocus
G. Sumber Belajar
Buku Kimia Siswa Kelas X, Kemendikbud, Tahun 2017
Buku refensi yang relevan,
Lingkungan setempat
H. Langkah-Langkah Pembelajaran
Nilai-Nilai
Karakter, Alokasi
Tahap Kegiatan Pembelajaran
Literasi HOTS, Waktu
4C
Pendahuluan
A. MEMBANGUN Memberi Salam Religiositas 15 Menit
KONTEKS Mengabsen, mengecek kerapihan
berpakain, kebersihan kelas Disiplin
Meminta siswa memimpin do’a dan Rasa ingin tahu
kisah inspiratif.
Menyampaikan penjelasan tentang Tanggungjawab
tujuan pembelajaran yang akan Disiplin
dicapai:
Memberikan penjelasan tentang
tahapan kegiatan pembelajaran
Melakukan appersepsi:
Memberi motivasi kepada peserta
didik
Kegiatan Inti
MENELAAH MODEL Pemberian stimulus terhadap siswa Literasi 90 Menit
Guru meminta siswa untuk mengamati
berbagai bahan – bahan disekitar
mereka yang terbuat dari plastik dan
karet. Kerja sama
Guru menugaskan siswa membaca (Collaborative)
buku untuk meng identifikasi struktur,
tata nama, sifat – sifat, penggolongan
dan kegunaan polimer.
Siswa melihat bahan tayang yang
disajikan oleh Guru. Berpikir kritis
MENGKONSTRUKSI Siswa membaca buku berkaitan dengan (Critical thinking)
MANDIRI struktur, tata nama, sifat – sifat,
penggolongan dan kegunaan polimer
Siswa mengingat kembali materi
pembelajaran sebelumnya
Identifikasi masalah
Guru menugaskan siswa untuk
menggolongkan polimer berdasarkan
struktur, sifat-sifat dan kegunaannya Kerja sama
Berpikir kritis
Siswa mengidentifikasi sifat-sifat
polimer
Siswa membaca buku untuk
mendapatkan informasi tentang
penggolongan polimer
Siswa mendiskusikan dasar – dasar
Kerja sama
penggolongan polimer
Berdasarkan hasil membaca buku dan Berpikir kritis
diskusi siswa mengklasifikasi
penggolongan polimer
Pengumpulan data
Guru meminta siswa untuk
menggolongkan polimer berdasarkan
struktur, sifat-sifat dan kegunaannya
dari bahan yang telah disediakan
sesuai aturan melalui buku siswa dan
hasil diskusi
Siswa menggali informasi prosedur
tentang penggolongan polimer
Siswa mendiskusikan untuk
menggolongkan polimer
Siswa menyampaikan pada kelompok
lain dan menanggapinya berkaitan
dengan penggolongan polimer
Guru meminta siswa untuk mencoba
melakukan penggolongan polimer
berdasarkan teori yang sudah ada
sebagai pembuktian rumusan
masalah/hipotesis
Siswa mencoba menggolongkan bahan
– bahan polimer berdasarkan teori yang
sudah ada seperti pada contoh sebagai
pembuktian rumusan masalah/hipotesis
Pembuktian
Guru menugaskan siswa untuk menilai
hasil menggolongkan polimer
menggunakan format penilaian.
Siswa menilai hasil menggolongkan
polimer menggunakan format penilaian
Guru menugaskan kepada siswa untuk
menggolongkan polimer berdasarkan
perintah.
Siswa menggolongkan polimer.
Sekolah : ……………………………………………..
Kelas/Semester : ……………………………………………..
Mata Pelajaran : ……………………………………………..
Ulangan Harian Ke : ……………………………………………..
Tanggal Ulangan Harian : ……………………………………………..
Bentuk Ulangan Harian : ……………………………………………..
Materi Ulangan Harian : ……………………………………………..
(KD / Indikator) : ……………………………………………..
KKM : ……………………………………………..
Indikator
Nama Bentuk Nilai
Nilai yang
No Peserta Tindakan Setelah Keterangan
Ulangan Belum
Didik Remedial Remedial
Dikuasai
1
2
3
4
5
6
dst
.............……..,.....................
Mengetahui
Kepala Sekolah …………. Guru Mata Pelajaran
…………………………… ……………………………….
NIP/NRK. NIP/NRK.
Lampiran 1
Materi Pembelajaran
POLIMER
Pengertian Polimer
Apakah Anda pernah melihat ibu Anda menggoreng telur dengan menggunakan
penggorengan teflon? Bila struktur teflon ditentukan, maka molekul teflon ditemukan
mengandung rantai karbon dengan mengikat atom atom fluorin. Tetrafluoroetena (tetra
fluoroetilena) merupakan molekul yang sangat non polar dan relatif kecil ukurannya
serta cenderung berupa gas pada suhu kamar. Bagaimana caranya molekul
tetrafluoroetilena dalam wujud gas dapat bereaksi dengan molekul lainnya membentuk
molekul besar yang berantai panjang dan umumnya berupa padatan? Coba perhatikan
Gambar 1 untuk membantu Anda memvisualisasikan reaksi tersebut.
Polimer teflon
Gambar 1. Teflon memberikan suatu lapisan yang baik untuk wajan, karena
teflon bersifat tidak reaktif dan makanan tidak akan lengket pada wajan
Suatu molekul raksasa (makromolekul) yang terbentuk dari susunan ulang molekul kecil
yang terikat melalui ikatan kimia disebut polimer (poly = banyak; mer = bagian). Suatu
polimer akan terbentuk bila seratus atau seribu unit molekul yang kecil yang disebut
monomer, saling berikatan dalam suatu rantai. Jenis-jenis monomer yang saling
berikatan membentuk suatu polimer terkadang sama atau berbeda. Sifat-sifat polimer
berbeda dari monomer-monomer yang menyusunnya. Pada contoh diatas, teflon
(politetra-fluoroetilena) yang berwujud padat dibuat bila molekul-molekul gas tetra-
fluoroetilena bereaksi membentuk rantai panjang. Contoh lain, molekul-molekul gas
etilena bereaksi membentuk rantai panjang plastik polietilena yang ada pada kaleng
susu. Dapatkah Anda mencari contoh-contoh pembentukan polimer yang lain?
Struktur Polimer
Bila Anda ingin memahami struktur polimer, Anda dapat mengidentifikasi monomer yang
secara berulang-ulang menyusun polimer tersebut. Karena polimer merupakan molekul
yang besar, maka polimer umumnya disajikan dengan menggambarkan hanya sebuah
rantai. Sebuah rantai yang digambarkan tadi harus mencakup paling tidak satu satuan
ulang yang lengkap. Amati dengan cermat struktur dari pecahan molekul selulosa yang
ditunjukkan dalam Gambar 2.
Gambar 2
Selulosa, merupakan komponen utama tumbuhan, suatu senyawa organik yang
kemungkinan sangat berlimpah di bumi. Bahan tumbuhan ini ditemukan di dalam
dinding sel buah-buahan dan sayuran, tidak dapat dicerna oleh manusia.
Selulosa yang melewati sistem pencernaan makanan tidak diubah, namun
digunakan sebagai serat makanan yang diterima sistem pencerna makanan
manusia dengan baik. Panjang molekul selulosa berjarak dari beberapa
ratus hingga beberapa ribu unit glukosa, tergantung dari sumbernya
Selulosa merupakan polimer yang ditemukan di dalam dinding sel tumbuhan seperti
kayu, dahan, dan daun. Selulosa itulah yang menyebabkan struktur-struktur kayu, dahan
dan daun menjadi kuat. Dapatkah Anda menemukan bagian dari struktur molekul
selulosa yang diulang? Ingat bahwa bagian cincin dari molekul selulosa semuanya
identik. Ada satuan-satuan monomer yang bergabung membentuk polimer. Glukosa
adalah nama monomer yang ditemukan di dalam selulosa. Berdasarkan Gambar 2,
satuan glukosa yang digambarkan dalam bentuk sederhana tanpa atom karbon dan
hidrogen. Struktur lengkap glukosa digambarkan sebagai berikut.
Klasifikasi Polimer
Polimer umumnya diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok antara lain atas dasar
jenis monomer, asal, sifat termal, dan reaksi pembentukannya.
Homopolimer
Homopolimer merupakan polimer yang terdiri dari satu macam monomer, dengan
struktur polimer. . . – A – A – A – A – A – A –. . . Salah satu contoh pembentukan
homopolimer dari polivinil klorida adalah sebagai berikut.
Kopolimer
Kopolimer merupakan polimer yang tersusun dari dua macam atau lebih monomer.
Contoh: polimer SBS (polimer stirena-butadiena-stirena)
Jenis-jenis kopolimer
a) Kopolimer acak, yaitu kopolimer yang mempunyai sejumlah satuan berulang yang
berbeda tersusun secara acak dalam rantai polimer. Strukturnya:
. . . – A – B – A – A – B – B – A – A –. . . .
b) Kopolimer bergatian, yaitu kopolimer yang mempunyai beberapa kesatuan ulang
yang berbeda berselang-seling adanya dalam rantai polimer. Strukturnya:
...–A–B–A–B–A–B–A–B–...
c) Kopolimer balok (blok), yaitu kopolimer yang mempunyai suatu kesatuan berulang
berselang-seling dengan kesatuan berulang lainnya dalam rantai polimer.
Strukturnya:
. . . – A – A – A – A – B – B – B – B – A – A – A – A –. . .
A− A− A −A− A− A
│ │
D D
│ │
D D
Berdasarkan asalnya, polimer dibedakan atas polimer alam dan polimer buatan. Polimer
alam telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu, seperti amilum, selulosa, kapas, karet,
wol, dan sutra. Polimer buatan dapat berupa polimer regenerasi dan polimer sintetis.
Polimer regenerasi adalah polimer alam yang dimodifikasi. Contohnya rayon, yaitu serat
sintetis yang dibuat dari kayu (selulosa). Polimer sintetis adalah polimer yang dibuat dari
molekul sederhana (monomer) dalam pabrik.
Polimer Sintetis
Polimer sintetis yang pertama kali yang dikenal adalah bakelit yaitu hasil kondensasi
fenol dengan formaldehida, yang ditemukan oleh kimiawan kelahiran Belgia Leo
Baekeland pada tahun 1907. Bakelit merupakan salah satu jenis dari produk-produk
konsumsi yang dipakai secara luas. Beberapa contoh polimer yang dibuat oleh pabrik
adalah nylon dan poliester, kantong plastik dan botol, pita karet, dan masih banyak
produk lain yang Anda lihat sehari-hari.
Polimer alam
Laboratorium bukan satu-satunya tempat mensintesis polimer. Selsel kehidupan juga
merupakan pabrik polimer yang efisien. Protein, DNA, kitin pada kerangka luar
serangga, wool, jaring laba-laba, sutera dan kepompong ngengat, adalah polimer-
polimer yang disintesis secara alami. Serat-serat selulosa yang kuat menyebabkan
batang pohon menjadi kuat dan tegar untuk tumbuh dengan tinggi seratus kaki dibentuk
dari monomer-monomer glukosa, yang berupa padatan kristalin yang berasa
[Link] alam lain adalah karet alam, polisakarida, selulosa dan lignin yang
merupakan bahan dari kayu.
Plastik adalah salah satu bentuk polimer yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-
hari. Beberapa plastik memiliki sifat-sifat khusus, antara lain lebih mudah larut pada
pelarut yang sesuai, pada suhu tinggi akan lunak, tetapi akan mengeras kembali jika
didinginkan dan struktur molekulnya linier atau bercabang tanpa ikatan silang antar
rantai. Proses melunak dan mengeras ini dapat terjadi berulang kali. Sifat ini dijelaskan
sebagai sifat termoplastik. Bahan-bahan yang bersifat termoplastik mudah untuk diolah
kembali karena setiap kali dipanaskan, bahan-bahan tersebut dapat dituangkan ke
dalam cetakan yang berbeda untuk membuat produk plastik yang baru. Polietilen (PE)
dan polivinilklorida (PVC) merupakan contoh jenis polimer ini. Sedangkan beberapa
plastik lainnya mempunyai sifat-sifat tidak dapat larut dalam pelarut apapun, tidak
meleleh jika dipanaskan, lebih tahan terhadap asam dan basa, jika dipanaskan akan
rusak dan tidak dapat kembali seperti semula dan struktur molekulnya mempunyai
ikatan silang antar rantai. Polimer seperti ini disusun secara permanen dalam bentuk
pertama kali mereka dicetak, disebut polimer termosetting. Plastik-plastik termosetting
biasanya bersifat keras karena mereka mempunyai ikatan-ikatan silang. Plastik termoset
menjadi lebih keras ketika dipanaskan karena panas itu menyebabkan ikatan-ikatan
silang lebih mudah terbentuk. Bakelit, poli(melanin formaldehida) dan poli (urea
formaldehida) adalah contoh polimer ini. Sekalipun polimer-polimer termoseting lebih
sulit untuk dipakai ulang daripada termoplastik, namun polimer tersebut lebih tahan
lama. Polimer ini banyak digunakan untuk membuat alat-alat rumah tangga yang tahan
panas seperti cangkir.
Apakah Anda pernah berpikir mengenai banyaknya perbedaan dari jenis-jenis polimer
yang dibentuk? Polimerisasi merupakan suatu jenis reaksi kimia dimana monomer-
monomer bereaksi untuk membentuk rantai yang besar. Dua jenis utama dari reaksi
polimerisasi adalah polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi. Jenis reaksi yang
monomernya mengalami perubahan reaksi tergantung pada strukturnya. Suatu polimer
adisi memiliki atom yang sama seperti monomer dalam unit ulangnya, sedangkan
polimer kondensasi mengandung atom-atom yang lebih sedikit karena terbentuknya
produk sampingan selama berlangsungnya proses polimerisasi.
Polimer Adisi
Polimerisasi adisi adalah polimer yang terbentuk dari reaksi polimerisasi disertai dengan
pemutusan ikatan rangkap diikuti oleh adisi dari monomermonomernya yang
membentuk ikatan tunggal. Dalam reaksi ini tidak disertai terbentuknya molekul-molekul
kecil seperti H2O atau NH3. Perhatikan Gambar 3 yangmenunjukkan bahwamonomer
etilena mengandung ikatan rangkap dua,sedangkan di dalam polietilena tidak terdapat
ikatan rangkap dua.
Gambar 3
Monomer etilena mengalami reaksi adisi membentuk polietilena yang digunakan
sebagai tas plastik, pembungkus makanan, dan botol. Pasangan elektron ekstra
dari ikatan rangkap dua pada tiap monomer etilena digunakan untuk membentuk
suatu ikatan baru menjadi monomer yang lain
Polimer Kondensasi
Polimer kondensasi terjadi dari reaksi antara gugus fungsi pada monomer yang sama
atau monomer yang berbeda. Dalam polimerisasi kondensasi kadang-kadang disertai
dengan terbentuknya molekul kecil seperti H2O, NH3, atau HCl.
Dalam polimerisasi kondensasi, suatu atom hidrogen dari satu ujung monomer
bergabung dengan gugus–OH dari ujung monomer yang lainnya untuk membentuk air.
Reaksi kondensasi yang digunakan untuk membuat satu jenis nilon ditunjukkan pada
Gambar 4
Gambar 4
Kondensasi terhadap dua monomer yang berbeda yaitu 1,6 – diaminoheksana
dan asam adipat yang umum digunakan untuk membuat jenis nylon. Nylon diberi
nama menurut jumlah atom karbon pada setiap unit monomer. Dalam gambar
ini, ada enam atom karbon di setiap monomer, maka jenis nylon ini disebut nylon
66.
Kegunaan polimer
Kegunaan polimer untuk berbagai keperluan dalam kehidupan sehari-hari didasarkan
pada sifat-sifat polimer. Beberapa kegunaan polimer sebagai berikut :
1. Teflon bersifat keras, tahan panas dan anti lengket digunakan sebagai pelapis alat
masak, dasar setrika dan isolator
2. Polietilena bersifat agak lunak, tidak tahan api, fleksibel digunakan sebagai
pembungkus, kantong plastic, ember, botol plastik, jas hujan
3. Polivinilklorida (PVC) bersifat keras, tahan panas, kaku digunakan untuk pipa pralon,
selang, piringan hitam,dashboard mobil
Dan masih banyak lagi contoh-contoh polimer dan kegunaannya.
1. Teknik Penilaian
A. Sikap
- Penilaian Observasi
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik
sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum.
Pengamatan langsung dilakukan oleh guru.
1.
2.
3.
4.
- Penilaian Diskusi
Kinerja Presentasi
Jml
No Nama Peserta Didik Nilai
Kreatif Skor
Kebenaran Penyajian Visual/
i
substansi materi grafis
tas
1.
2.
3.
4.
Keterangan :
Kreativitas : Baru, unik, tidak asal berbeda
Kebenaran substansi : Sesuai dengan konsep dan teori yang benar dari sisi
keilmuan, tidak ada bagian yang salah/keliru, tidak ada
kesalahan penempatan gambar, suara dan teks
Penyajian Materi : Runtut sesuai dengan struktur keilmuan, mengikuti alur logika
yang jelas ( sistematis ), bervariasi.
Grafis : Tampilan layar ( warna, tata letak (layout), Ilustrasi.
B. Pengetahuan
- Tertulis Uraian dan atau Pilihan Ganda
- Pilihan Ganda
Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D atau E di depan jawaban yang benar!
1. Polimer berikut yang tidak termasuk polimer alam adalah ….
A. tetoron
B. selulosa
C. amilum
D. protein
E. enzim
2. Komponen penyusun polimer disebut ….
A. rantai karbon
B. molekul
C. makromolekul
D. monomer
E. unsur
3. Polimer berikut yang tergolong polimer alam adalah ….
A. polietena
B. poliester
C. poliisoprena
D. butadiene stirena
E. polivinilklorida
4. Terdapat beberapa polimer berikut.
1) poliester
2) polivinilklorida
3) bakelit
4) melanin
5) nilon
Dari data di atas yang tergolong polimer jenis termoplastik adalah ….
A. 1 dan 5
B. 2 dan 5
C. 2 dan 4
D. 1 dan 3
E. 4 dan 5
5. Berikut merupakan jenis kopolimer berdasarkan susunan monomernya, kecuali ….
A. statistik
B. rangkap
C. bergantian
D. blok
E. Bercabang
C. Keterampilan
- Praktik/Performance
No
Kompetensi Dasar IPK Materi Pokok Indikator Soal Soa
l
KIKD 4 1.
4.7 Mengintegrasikan
antara struktur,
tata nama, sifat, 2.
penggolongan
polimer dengan
kegunaan polimer
dalam kehidupan
sehari hari
- Portofolio
Semua hasil pekerjaan siswa
Dimasukkan dalam map fortofolio
Jenis Tugas :
Kelas :
Semester/ Tahun Pelajaran :
Tanda Tangan
Nama Peserta Tugas Deskripsi kemajuan
No Hari/tgl Nilai
didik KD siswa Peserta
Guru
Didik