0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan23 halaman

RPP Kimia: Hidrokarbon Kelas X

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) ini membahas pembelajaran tentang hidrokarbon dan minyak bumi untuk siswa kelas X selama 3 minggu. RPP ini menetapkan kompetensi inti dan dasar, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi, metode, dan langkah-langkah pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dan model discovery learning.

Diunggah oleh

demangme
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan23 halaman

RPP Kimia: Hidrokarbon Kelas X

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) ini membahas pembelajaran tentang hidrokarbon dan minyak bumi untuk siswa kelas X selama 3 minggu. RPP ini menetapkan kompetensi inti dan dasar, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi, metode, dan langkah-langkah pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dan model discovery learning.

Diunggah oleh

demangme
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah :
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X / Ganjil
Materi Pokok : Hidrokarbon dan Minyak Bumi
Alokasi Waktu : 3 Minggu x 3 Jam Pelajaran @45 Menit

A. Kompetensi Inti
 KI-1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 KI-2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan
proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan
pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
 KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian Kimia
pada tingkat teknis, spesifik, detail dan kompleks berkenaan dengan ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks
pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja,
warga masyarakat nasional, regional dan internasional..
 KI4 : Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat informasi dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana
sesuai dengan lingkup kajian Kimia.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif,


kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif dan solutif dalam ranah
abstrak, terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan


gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah kongkrit terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar IPK
KIKD 3 3.6.1 Mengidentifikasi senyawa hidrokarbon
3.6 Menganalisis struktur, sifat senyawa dalam kehidupan sehari-hari, misalnya
hidrokarbon (ALKENA) plastik, lilin, dan tabung gas yang berisi
elpiji serta nyala api pada kompor gas.
3.6.2 Memahami kekhasan atom karbon yang
menyebabkan banyaknya senyawa
karbon.
3.6.3 Menganalisis jenis atom C berdasarkan
jumlah atom C yang terikat pada rantai
atom karbon (atom C primer, sekunder,
tersier, dan kuarterner) dengan
menggunakan molimod, bahan alam,
atau perangkat lunak kimia(ChemSketch,
Chemdraw, atau lainnya).
3.6.4 Memahami rumus umum alkana, alkena
dan alkuna berdasarkan analisis rumus
struktur dan rumus molekul.
3.6.5 Menghubungkan rumus struktur dan
rumus molekul dengan rumus umum
senyawa hidrokarbon
3.6.6 Memahami cara memberi nama
senyawa alkana, alkena dan alkuna
sesuai dengan aturan IUPAC
3.6.7 Menganalisis keteraturan sifat fisik (titik
didih dan titik leleh) senyawa alkana,
alkena dan alkuna
3.6.8 Menentukan isomer senyawa
hidrokarbon
3.6.9 Memprediksi jenis isomer (isomer
rangka, posisi, fungsi, geometri) dari
senyawa hidrokarbon.
3.6.10 Membedakan jenis reaksi alkana, alkena
dan alkuna.
KIKD 4 4.6.1 Mengolah hasil identifikasi senyawa
4.6 Menyajikan hasil identifikasi hidrokarbon (ALKENA) yang terdapat
senyawa hidrokarbon (ALKENA) dalam kehidupan sehari hari.
yang terdapat dalam kehidupan 4.6.2 Menganalisis data percobaan atau hasil
sehari hari identifikasi senyawa hidrokarbon
(ALKENA) yang terdapat dalam
kehidupan sehari hari.

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan Pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan model
pembelajaran Discovery learning peserta didik dapat memahami dengan menggali
informasi dari berbagai sumber belajar, penyelidikan sederhana dan mengolah informasi
mengenai materi struktur, sifat senyawa hidrokarbon (ALKENA), diharapkan siswa terlibat
aktif selama proses belajar mengajar berlangsung, memiliki sikap jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli lingkungan dan kerja sama dalam melakukan pengamatan dan
dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik.

D. Materi Pembelajaran
Senyawa Hidrokarbon
 Kekhasan atom karbon.
 Atom C primer, sekunder, tertier, dan kuarterner.
 Struktur dan tata nama alkana, alkena dan alkuna
 Sifat-sifat fisik alkana, alkena dan alkuna
 Isomer
 Reaksi senyawa hidrokarbon

E. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik
Model Pembelajaran : Discovery Learning
Metode : Tanya jawab, wawancara, diskusi dan bermain peran

F. Media Pembelajaran
Media :
 Worksheet atau lembar kerja (siswa)
 Lembar penilaian
 LCD Proyektor

Alat/Bahan :
 Penggaris, spidol, papan tulis
 Laptop & infocus

G. Sumber Belajar
 Buku Kimia Siswa Kelas X, Kemendikbud, Tahun 2017
 Buku refensi yang relevan,
 Lingkungan setempat

H. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Nilai-Nilai
Karakter, Alokasi
Tahap Kegiatan Pembelajaran
Literasi HOTS, Waktu
4C
Pendahuluan
A. MEMBANGUN  Memberi Salam Religiositas
KONTEKS  Mengabsen, mengecek kerapihan
berpakain, kebersihan kelas Disiplin
 Meminta siswa memimpin do’a dan Rasa ingin tahu
kisah inspiratif.
 Menyampaikan penjelasan tentang Tanggungjawab 15
tujuan pembelajaran yang akan Disiplin Menit
dicapai:
 Memberikan penjelasan tentang
tahapan kegiatan pembelajaran
 Melakukan appersepsi:
 Memberi motivasi kepada peserta didik
Kegiatan Inti
MENELAAH MODEL Mengamati (Observing) Literasi 90
Menit
 Mengkaji dari berbagai sumber tentang
senyawa hidrokarbon
Kerja sama
(Collaborative)

Berpikir kritis
MENGKONSTRUKSI (Critical thinking)
MANDIRI

 Mengamati demonstrasi pembakaran Kerja sama


senyawa karbon (contoh: pemanasan roti, Berpikir kritis
gula, kayu).

Kerja sama

Berpikir kritis

Menanya (Questioning)

 Mengajukan pertanyaan mengapa


senyawa hidrokarbon banyak sekali
terdapat di alam?
 Apa yang dihasiklah dari pembakaran
tersebut?
 Bagaimana cara mengelompokkan
senyawa hidrokarbon?
 Mengajukan pertanyaan senyawa apa
yang dihasilkan pada reaksi pembakaran
senyawa karbon?
 Dari unsur apa senyawa hidrokarbon
tersusun?
Mengumpulkan data (Eksperimenting)

 Menganalisis senyawa yang terjadi pada


pembakaran senyawa karbon berdasarkan
hasil pengamatan
 Menentukan kekhasan atom karbon
 Menganalisis jenis atom C berdasarkan
jumlah atom C yang terikat dari rantai
atom karbon (atom C primer, sekunder ,
tertier, dan kuarterner) dan perbedaannya
Mengkomunikasikan (Communicating)

Setelah mengumpulkan informasi melalui


studi pustaka dan menganalisa data
berdasarkan desmonstrasi yang diberikan,
peserta didik mengasosiasikan pengetahuan
yang diperoleh dengan cara :
 Menghubungkan hasil demonstrasi dengan
senyawa karbon yang dihasilkan
 Menghubungkan sifat khas atom karbon
MENGKONSTRUKSI dengan struktur senyawa hidrokarbon
TERBIMBING (alkana, alkena, alkuna)
 Menghubungkan jenis atom C dengan
struktur rantai senyawa hidrokarbon
B. Kegiatan Penutup  Refleksi Kemandirian
 Tugas menghapal materi Susunan
elektron stabil
 Menyampaikan rencana untuk
pembelajaran pertemuan yang akan Religiositas
datang
 Memberi penghargaan kepada satu
kelompok yang berhasil menjadi 15
HOTS
kelompok yang mempunyai jawaban Menit
yang paling benar dan mampu bekerja
sama secara tim.
 Pendidik melaksanakan penilaian
 Pendidik memberikan tugas
 Menjelaskan rencana pembelajaran
berikutnya.
 Doa dan penutup

Pertemuan Kedua
Nilai-Nilai
Karakter, Alokasi
Tahap Kegiatan Pembelajaran
Literasi Waktu
HOTS, 4C
Pendahuluan
C. MEMBANGUN  Memberi Salam Religiositas 15
KONTEKS  Mengabsen, mengecek kerapihan berpakain, Menit
kebersihan kelas Disiplin
 Meminta siswa memimpin do’a dan kisah Rasa ingin tahu
inspiratif.
 Menyampaikan penjelasan tentang tujuan Tanggungjawab
pembelajaran yang akan dicapai: Disiplin
 Memberikan penjelasan tentang tahapan
kegiatan pembelajaran
 Melakukan appersepsi:
 Memberi motivasi kepada peserta didik
Kegiatan Inti
MENELAAH MODEL Mengamati (Observing) Literasi 90
Menit
guru meminta siswa mengamati gambar rantai karbon
:
Kerja sama
(Collaborative)

Berpikir kritis
MENGKONSTRUKSI (Critical
MANDIRI Menanya (Questioning) thinking)
guru mendoromg siswa untuk bertanya setelah
mengamati gambar tentang rantai karbon:

 Apa perbedaan struktur ketiga gambar diatas?


 Mengapa nama ketiga gambar diatas berbeda?
 Bagaimana cara menentukan rumus umum
senyawa alkana,alkena dan alkuna berdasarkan
Kerja sama
gambar diatas? Berpikir kritis
 Bagaimana cara memberi nama senyawa
alkana,alkena dan alkuna berdasarkan aturan
IUPAC?
Mengumpulkan data (Eksperimenting)

Setelah kegiatan tanya jawab,guru memfasilitasi Kerja sama


siswa untuk menemukan jawaban dengan cara:
Berpikir kritis
 membaca buku dan sumber sumber lain tentang
struktur alkana, alkena dan alkuna pada gambar
diatas.
 Guru meminta siswa menentukan rumus umum
senyawa alkana,alkena dan alkuna berdasarkan
analisis rumus struktur umumnya.
 Guru meminta siswa mendiskusikan aturan
IUPAC untuk memberi nama senyawa
alkana,alkena dan alkuna
Mengkomunikasikan (Communicating)
setelah mengumpulkan informasi melalui studi
pustaka lalu peserta didik mengasosiasikan
pengetahuan yang diperoleh dengan cara:
 Mendiskusikan hasil pengumpulan informasi dan
menjawab pertanyaan pada lembar kegiatan yang
disediakan oleh guru
 Menyimpulkan cara penentuan rumus umum
senyawa alkana, alkena dan alkuna
 Menyimpulkan cara menentukan tatanama
MENGKONSTRUKSI
TERBIMBING senyawa alkana, alkena dan alkuna berdasarkan
aturan IUPAC
 Menyimpulkan perbedaan rumus struktur
senyawa alkana, alkena dan alkuna
D. Kegiatan Penutup  Refleksi Kemandirian
 Tugas menghapal materi Susunan elektron
stabil
 Menyampaikan rencana untuk pembelajaran
pertemuan yang akan datang Religiositas
 Memberi penghargaan kepada satu kelompok
15
yang berhasil menjadi kelompok yang
Menit
mempunyai jawaban yang paling benar dan
HOTS
mampu bekerja sama secara tim.
 Pendidik melaksanakan penilaian
 Pendidik memberikan tugas
 Menjelaskan rencana pembelajaran berikutnya.
 Doa dan penutup

I. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


a. Penilaian Pembelajaran :
 Penilaian Skala Sikap
 Teknik penilaian : Observasi : sikap religiius dan sikap sosial
 Bentuk penilaian : lembar pengamatan
Instrumen penilaian jurnal (terlampir)
 Pengetahuan
 Jenis/Teknik tes : tertulis, lisan,dan Penugasan
 Bentuk tes : uraian
Instrumen Penilaian (terlampir)
 Keterampilan
 Teknik/Bentuk Penilaian :
 Praktik/Performance : Fortofolio
Instrumen Penilaian (terlampir)

b. Remedial dan Pengayaan

Pembelajaran remedial dilaksanakan segera setelah diadakan penilaian bagi peserta


didik yang mendapatkan nilai dibawah KKM. Strategi pembelajaran remedial
dilaksanakan dengan pembelajaran penugasan dan tutor teman sebaya berdasarkan
indikator pembelajaran yang belum dicapai oleh masing-masing peserta didik. Peserta
didik yang mendapat nilai diatas KKM diberikan tugas menjawab soal-soal Olimpiade
Sains yang berhubungan dengan materi konfigurasi elektron dan bilangan kuantum.
CONTOH PROGRAM REMIDI

Sekolah : ……………………………………………..
Kelas/Semester : ……………………………………………..
Mata Pelajaran : ……………………………………………..
Ulangan Harian Ke : ……………………………………………..
Tanggal Ulangan Harian : ……………………………………………..
Bentuk Ulangan Harian : ……………………………………………..
Materi Ulangan Harian : ……………………………………………..
(KD / Indikator) : ……………………………………………..
KKM : ……………………………………………..

Indikator
Nama Bentuk Nilai
Nilai yang
No Peserta Tindakan Setelah Keterangan
Ulangan Belum
Didik Remedial Remedial
Dikuasai
1
2
3
4
5
6
dst

.............……..,.....................

Mengetahui
Kepala Sekolah …………. Guru Mata Pelajaran

…………………………… ……………………………….
NIP/NRK. NIP/NRK.

Catatan Kepala Sekolah


......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................

Lampiran- Lampiran

Lampiran 1
Materi Pembelajaran

HIDROKARBON

Kekhasan / Keunikan Atom Karbon


oTerletak pada golongan IVA dengan Z = 6 dan mempunyai 4 elektron valensi.
oUntuk mencapai konfigurasi oktet maka atom karbon mempunyai kemampuan
membentuk 4 ikatan kovalen yang relatif kuat.
oAtom karbon dapat membentuk ikatan antar karbon; berupa ikatan tunggal, rangkap dua
atau rangkap tiga.
oAtom karbon mempunyai kemampuan membentuk rantai (ikatan yang panjang).
oRantai karbon yang terbentuk dapat bervariasi yaitu : rantai lurus, bercabang dan
melingkar (siklik).

Kedudukan Atom Karbon


Dalam senyawa hidrokarbon, kedudukan atom karbon dapat dibedakan sebagai berikut :
 Atom C primer : atom C yang mengikat langsung 1 atom C yang lain
 Atom C sekunder : atom C yang mengikat langsung 2 atom C yang lain
 Atom C tersier: atom C yang mengikat langsung 3 atom C yang lain
 Atom C kuarterner : atom C yang mengikat langsung 4 atom C yang lain
Contoh :

Keterangan :
1o = atom C primer ( ada 5 )
2o = atom C sekunder ( ada 3 )
3o = atom C tersier ( ada 1 )
4o = atom C kuarterner ( ada 1 )

Klasifikasi / Penggolongan Hidrokarbon (terdiri dari atom C dan H)


a. Berdasarkan jenis ikatan antar atom karbonnya :
 Hidrokarbon jenuh = senyawa hidrokarbon yang ikatan antar atom karbonnya
merupakan ikatan tunggal.
 Hidrokarbon tak jenuh = senyawa hidrokarbon yang memiliki 1 ikatan rangkap
dua (alkena) atau lebih dari 1 ikatan rangkap dua
(alkadiena), atau ikatan rangkap tiga (alkuna).
b. Berdasarkan bentuk rantai karbonnya :
 Hidrokarbon alifatik = senyawa hidrokarbon dengan rantai terbuka jenuh
(ikatan tunggal) maupun tidak jenuh (ikatan rangkap).
 Hidrokarbon alisiklik = senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar / tertutup
(cincin).
 Hidrokarbon aromatik = senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar (cincin)
yang mempunyai ikatan antar atom C tunggal dan
rangkap secara selang-seling / bergantian (konjugasi).
Skema Klasifikasi Hidrokarbon

Hidrokarbon

Alifatik Aromatik
Alisiklik

Jenuh Tidak jenuh


Jenuh Tidak jenuh

Alkana

Sikloalkana Sikloalkena

Alkena Alkuna

1. ALKANA
o Adalah hidrokarbon alifatik jenuh yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dan semua
ikatan antar atom karbonnya merupakan ikatan tunggal.
o Rumus umum alkana yaitu : CnH2n+2 ; n = jumlah atom C

A. Deret Homolog Alkana


Adalah suatu golongan / kelompok senyawa karbon dengan rumus umum yang sama,
mempunyai sifat yang mirip dan antar suku-suku berturutannya mempunyai beda CH2.
Sifat-sifat deret homolog :
o Mempunyai sifat kimia yang mirip
o Mempunyai rumus umum yang sama
o Perbedaan Mr ( massa molekul relatif ) antara 2 suku berturutannya sebesar 14
o Makin panjang rantai karbon, makin tinggi titik didihnya
B. Tata nama deret homolog sesuai jumlah karbonnya:
Jumlah Atom C Rumus Molekul Nama
1 CH4 Metana
2 C2H6 Etana
3 C3H8 Propana
4 C4H10 Butana
5 C5H12 Pentana
6 C6H14 Heksana
7 C7H16 Heptana
8 C8H18 Oktana
9 C9H20 Nonana
10 C10H22 Dekana

C. Tata Nama Alkana


Berdasarkan aturan dari IUPAC ( nama sistematis ) :
1. Nama alkana bercabang terdiri dari 2 bagian :
a. Bagian pertama (di bagian depan) merupakan nama cabang
b. Bagian kedua (di bagian belakang) merupakan nama rantai induk
2. Rantai induk adalah rantai terpanjang dalam molekul. Jika terdapat 2 atau lebih
rantai terpanjang, maka harus dipilih yang mempunyai cabang terbanyak.
3. Rantai induk diberi nama alkana sesuai dengan panjang rantai ( tabel 7.3 halaman
50 )
4. Cabang diberi nama alkil yaitu nama alkana yang sesuai, tetapi dengan mengganti
akhiran –ana menjadi –il. Gugus alkil mempunyai rumus umum : CnH2n+1 dan
dilambangkan dengan R
5. Posisi cabang dinyatakan dengan awalan angka. Untuk itu rantai induk perlu
dinomori. Penomoran dimulai dari salah 1 ujung rantai induk sedemikian rupa
sehingga posisi cabang mendapat nomor terkecil.
6. Jika terdapat 2 atau lebih cabang sejenis, harus dinyatakan dengan awalan di, tri,
tetra, penta dst.
7. Cabang-cabang yang berbeda disusun sesuai dengan urutan abjad dari nama
cabang tersebut. Awalan normal, sekunder dan tersier diabaikan. Jadi n-butil,
sek-butil dan ters-butil dianggap berawalan b-.
8. Awalan iso- tidak diabaikan. Jadi isopropil berawal dengan huruf i- .
9. Awalan normal, sekunder dan tersier harus ditulis dengan huruf cetak miring.
10. Jika penomoran ekivalen (sama) dari kedua ujung rantai induk, maka harus dipilih
sehingga cabang yang harus ditulis terlebih dahulu mendapat nomor terkecil.
Kesimpulan :
Berdasarkan aturan-aturan tersebut di atas, penamaan alkana bercabang dapat
dilakukan dengan 3 langkah sebagai berikut :
1) Memilih rantai induk, yaitu rantai terpanjang yang mempunyai cabang terbanyak.
2) Penomoran, dimulai dari salah 1 ujung sehingga cabang mendapat nomor terkecil.
3) Penulisan nama, dimulai dengan nama cabang sesuai urutan abjad, kemudian
diakhiri dengan nama rantai induk. Posisi cabang dinyatakan dengan awalan angka.
Antara angka dengan angka dipisahkan dengan tanda koma (,) antara angka
dengan huruf dipisahkan dengan tanda jeda (-).

a) Selanjutnya, kurangi lagi rantai induknya. Kini 2 atom C dijadikan cabang, yaitu
sebagai dimetil atau etil.
D. Sifat-Sifat Senyawa Alkana
a) Sifat-Sifat Fisis
Titik leleh dan titik didih yang tinggi. Pada suhu kamar, suku-suku rendah berwujud
gas, suku suku sedang berwujud cair, dan suku-suku tinggi berwujud padat.
b) Sifat Kimia
Berkaitan dengan reaksi kimia.
1) Reaksi-reaksi pada Alkana
Alkana tergolong zat yang sukar bereaksi sehingga disebut parafin yang artinya
afinitas kecil. Reaksi terpenting dari alkana adalah reaksi pembakaran,
substitusi dan perengkahan (cracking).
a. Pembakaran
o Pembakaran sempurna alkana menghasilkan gas CO2 dan H2O (uap
air), sedangkan pembakaran tidak sempurna menghasilkan gas CO
dan uap air, atau jelaga (partikel karbon).
b. Substitusi atau pergantian
o Atom H dari alkana dapat digantikan oleh atom lain, khususnya
golongan halogen.
o Penggantian atom H oleh atom atau gugus lain disebut reaksi
substitusi.
o Salah satu reaksi substitusi terpenting dari alkana adalah halogenasi
yaitu penggantian atom H alkana dengan atom halogen, khususnya
klorin (klorinasi).
o Klorinasi dapat terjadi jika alkana direaksikan dengan klorin.
c. Perengkahan atau cracking
o Perengkahan adalah pemutusan rantai karbon menjadi potongan-
potongan yang lebih pendek.
o Perengkahan dapat terjadi bila alkana dipanaskan pada suhu dan
tekanan tinggi tanpa oksigen.
o Reaksi ini juga dapat dipakai untuk membuat alkena dari alkana.
Selain itu juga dapat digunakan untuk membuat gas hidrogen dari
alkana.

E. Sumber dan Kegunaan Alkana


Alkana adalah komponen utama dari gas alam dan minyak bumi.
Kegunaan alkana, sebagai :
 Bahan bakar
 Pelarut
 Sumber hidrogen
 Pelumas
 Bahan baku untuk senyawa organik lain
 Bahan baku industri

2. ALKENA
o Adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yaitu hidrokarbon dengan satu ikatan rangkap dua
(–C=C–). Senyawa yang mempunyai 2 ikatan rangkap 2 disebut alkadiena, yang
mempunyai 3 ikatan rangkap 2 disebut alkatriena dst.
o Rumus umum alkena yaitu : CnH2n ; n = jumlah atom C
A. Tata nama deret homolog sesuai jumlah karbonnya:
Jumlah Atom C Rumus Molekul Nama

2 C2H4 Etena

3 C3H6 Propena

4 C4H8 Butena

5 C5H10 Pentena
6 C6H12 Heksena

7 C7H14 Heptena

8 C8H16 Oktena

9 C9H18 Nonena

10 C10H20 Dekena

B. Tata Nama Alkena


1) Nama alkena diturunkan dari nama alkana yang sesuai (yang jumlah atom C’nya
sama), dengan mengganti akhiran –ana menjadi –ena.
2) Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mempunyai ikatan rangkap.
3) Penomoran dimulai dari salah 1 ujung rantai induk sedemikian sehingga ikatan
rangkap mendapat nomor terkecil.
4) Posisi ikatan rangkap ditunjukkan dengan awalan angka yaitu nomor dari atom C
berikatan rangkap yang paling tepi / pinggir (nomor terkecil).
5) Penulisan cabang-cabang, sama seperti pada alkana.

C. Sifat-Sifat Senyawa Alkena


a) Sifat-Sifat Fisis
Titik leleh dan titik didih yang tinggi. Pada suhu kamar, suku-suku rendah berwujud
gas, suku suku sedang berwujud cair, dan suku-suku tinggi berwujud padat.
b) Sifat Kimia
Berkaitan dengan reaksi kimia.
o Alkena lebih reaktif daripada alkana. Hal ini disebabkan karena adanya ikatan
rangkap C=C.
o Reaksi alkena terutama terjadi pada ikatan rangkap tersebut. Reaksi penting dari
alkena meliputi : reaksi pembakaran, adisi dan polimerisasi.
a. Pembakaran
 Seperti halnya alkana, alkena suku rendah mudah terbakar. Jika dibakar di
udara terbuka, alkena menghasilkan jelaga lebih banyak daripada alkana. Hal
ini terjadi karena alkena mempunyai kadar C lebih tinggi daripada alkana,
sehingga pembakarannya menuntut / memerlukan lebih banyak oksigen.
 Pembakaran sempurna alkena menghasilkan gas CO2 dan uap air.
b. Adisi (penambahan = penjenuhan)
 Reaksi terpenting dari alkena adalah reaksi adisi yaitu reaksi penjenuhan
ikatan rangkap.
c. Polimerisasi
 Adalah reaksi penggabungan molekul-molekul sederhana menjadi molekul
yang besar.
 Molekul sederhana yang mengalami polimerisasi disebut monomer,
sedangkan hasilnya disebut polimer.
 Polimerisasi alkena terjadi berdasarkan reaksi adisi.
 Prosesnya sebagai berikut :
a) Mula-mula ikatan rangkap terbuka, sehingga terbentuk gugus dengan 2
elektron tidak berpasangan.
b) Elektron-elektron yang tidak berpasangan tersebut kemudian membentuk
ikatan antar gugus, sehingga membentuk rantai.
D. Sumber dan Kegunaan Alkena
Alkena dibuat dari alkana melalui proses pemanasan atau dengan bantuan katalisator
(cracking). Alkena suku rendah digunakan sebagai bahan baku industri plastik, karet
sintetik, dan alkohol.

3. ALKUNA
o Adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yaitu hidrokarbon dengan satu ikatan rangkap tiga
(–C≡C–). Senyawa yang mempunyai 2 ikatan rangkap 3 disebut alkadiuna, yang
mempunyai 1 ikatan rangkap 2 dan 1 ikatan rangkap 3 disebut alkenuna.
o Rumus umum alkuna yaitu : CnH2n-2 ; n = jumlah atom C
A. Tata nama deret homolog sesuai jumlah karbonnya:
Jumlah Atom C Rumus Molekul Nama

2 C2H2 Etuna

3 C3H4 Propuna

4 C4H6 Butuna

5 C5H8 Pentuna

6 C6H10 Heksuna

7 C7H12 Heptuna

8 C8H14 Oktuna

9 C9H16 Nonuna

10 C10H18 Dekuna

B. Tata Nama Alkuna


o Nama alkuna diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti
akhiran –ana menjadi –una.
o Tata nama alkuna bercabang sama seperti penamaan alkena.
C. Sifat-Sifat Senyawa Alkana
a) Sifat-Sifat Fisis
Titik leleh dan titik didih yang tinggi. Pada suhu kamar, suku-suku rendah berwujud
gas, suku suku sedang berwujud cair, dan suku-suku tinggi berwujud padat.
b) Sifat Kimia
Berkaitan dengan reaksi kimia.
o Reaksi-reaksi pada alkuna mirip dengan alkena; untuk menjenuhkan ikatan
rangkapnya, alkuna memerlukan pereaksi 2 kali lebih banyak dibandingkan
dengan alkena.
o Reaksi-reaksi terpenting dalam alkena dan alkuna adalah reaksi adisi dengan
H2, adisi dengan halogen (X2) dan adisi dengan asam halida (HX).
o Pada reaksi adisi gas HX (X = Cl, Br atau I) terhadap alkena dan alkuna
berlaku aturan Markovnikov yaitu :
“ Jika atom C yang berikatan rangkap mengikat jumlah atom H yang berbeda,
maka atom X akan terikat pada atom C yang sedikit mengikat atom H ”
Contoh :

“ Jika atom C yang berikatan rangkap mengikat jumlah atom H sama banyak,
maka atom X akan terikat pada atom C yang mempunyai rantai C paling
panjang “
Contoh :

D. Sumber dan Kegunaan Alkuna


Alkuna yang mempunyai nilai ekonomis penting hanyalah etuna (asetilena), C2H2. Gas
asetilena digunakan untuk mengelas besi dan baja.
Reaksi pembentukan etuna (asetilena) :
4 CH4 (g) + 3 O2 (g) 2 C2H2 (g) + 6 H2O (g)
CaC2 (s) + 2 H2O (l) Ca(OH)2 (aq) + C2H2 (g)
1. Teknik Penilaian
A. Sikap
- Penilaian Observasi
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik
sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum.
Pengamatan langsung dilakukan oleh guru.

Lembar Penilaian Observasi


Petunjuk :
 Lembar observasi ini diisi oleh guru pada saat pelaksanaan pembelajaran.
 Observasi terhadap peserta didik dilaksanakan selama 1 (satu) semester

No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap

1.

2.

3.

4.

- Penilaian Diskusi

Lembar Penilaian Diskusi


Petunjuk :
 Lembar inidiisi oleh guru pada saat diskusi kelompok
 Lembar ini mencatat keefektifan peserta diskusi dalam 4 (empat) kode nilai akhir, yaitu : A
(Sangat Baik), B (Baik), C (Cukup), dan K (Kurang). Pada kolom Aspek Penilaian yang
terdiri dari sikap, pendapat dan bahasa, tuliskan skor angka 0 - 100
 Pada kolom Penilaian, tuliskan Rata – Rata Skor Angka dan konversi Kode Nilainya.
Aspek Penilaian Penilaian
No Nama Siswa
Rata Rata Skor
Sikap Pendapat Bahasa Kode Nilai
Angka
1.
2.
3.
4.
5.
Keterangan
 Sikap : kesopanan, kerja sama, semangat, toleransi meluruskan penyimpangan, dan
menunjukkan sikap terpuji
 Pendapat : rasional, teliti, jelas, relevan, sistematis dan keaktifan pendapat
 Bahasa : jelas, teliti, tepat, menarik dan wajar

- Penilaian Kinerja Presentasi

Lembar Kinerja Presentasi


Materi :
Kelompok :

Kinerja Presentasi
Jml
No Nama Peserta Didik Nilai
Kreatif Skor
Kebenaran Penyajian Visual/
i
substansi materi grafis
tas
1.
2.
3.
4.
Keterangan :
 Kreativitas : Baru, unik, tidak asal berbeda
 Kebenaran substansi : Sesuai dengan konsep dan teori yang benar dari sisi
keilmuan, tidak ada bagian yang salah/keliru, tidak ada
kesalahan penempatan gambar, suara dan teks
 Penyajian Materi : Runtut sesuai dengan struktur keilmuan, mengikuti alur logika
yang jelas ( sistematis ), bervariasi.
 Grafis : Tampilan layar ( warna, tata letak (layout), Ilustrasi.

Keterangan Pengisian Skor


Interval Nilai Kualitatif
81 - 100 A (Sangat Baik)
61 - 80 B (Baik)
50 - 60 C (Cukup)
< 60 K (Kurang)

B. Pengetahuan
- Tertulis Uraian dan atau Pilihan Ganda

1. Apakah sumbangan besar Friederich Wohler terhadap stagnasi perkembangan ilmu


kimia?
2. Apakah yang dimaksud dengan hidrokarbon?
3. Sebutkan cara membuktikan suatu senyawa organik mengandung karbon dan hidrogen!
4. Berikan contoh bentuk rantai karbon:
a. alifatik jenuh e. siklik jenuh
b. alifatik jenuh bercabang f. siklik jenuh bercabang
c. alifatik tak jenuh g. siklik tak jenuh
d. alifatik tak jenuh bercabang h. siklik tak jenuh bercabang
5. Tuliskan nama senyawa berikut.
a.

b.

c.

d.

6. Tuliskan reaksi pembentukan gas asetilena dari batu karbid! Apakah kegunaan gas
asetilena dalam kehidupan sehari-hari?
7. Tuliskan rumus struktur dari senyawa-senyawa berikut.
a. 3,4,5–trietil–3–metil–4–isobutil–5–isopropiloktana
b. 4,4–dietil–3,5,5,6–tetrametilheptana
c. 3,3,4,5–tetrametil–1–heksena
d. 2,4,5–trimetil–5–propil–2–dekena
e. 3,3–dimetil–4–propil–1–heptuna
f. 2,5,6–trimetil–3–dekuna
8. Apakah perbedaan antara alkuna dengan alkadiena yang sama-sama mempunyai
rumus umum CnH2n – 2?
9. Apakah produk yang dihasilkan jika 1–pentuna direaksikan dengan pereaksi di bawah
ini? (Petunjuk: alkuna juga mengikuti aturan Markovnikov)
a. 1 mol gas Cl2
b. 2 mol gas Cl2
c. 2 mol gas HCl
10. Jelaskan hidrokarbon yang terdapat dalam minyak bumi?

- Pilihan Ganda

1. Nama yang tepat untuk senyawa di bawah ini adalah ... .

A. 2,5–dietil–3–metilheksana
B. 2–etil–4,5–dimetilheptana
C. 6–etil–3,4–dimetilheptana
D. 3,4,6–trimetiloktana
E. 3,5,6–trimetiloktana
2. Nama senyawa di bawah ini adalah ... .

A. 3,5–diisopropilheptana
B. 3,5–dietil–2,6–dimetilheptana
C. 3,5–dietil–2,6,6–trimetilheksana
D. 3–etil–2–metil–5–isopropilheptana
E. 5–etil–6–metil–3–isopropilheptana
3. Nama IUPAC dari senyawa yang mempunyai rumus struktur seperti di bawah ini
adalah ... .

A. 2,3–dimetilheksana
B. 2–metilbutana
C. 1,2,2–trimetilpropana
D. 2,3–dimetilbutana
E. n–heksana
4. Nama senyawa yang memiliki rumus struktur seperti di bawah ini adalah ... .
A. 2–metil–2–metilpropana
B. 2,2–dimetilbutana
C. 2,2–dimetilpropana
D. 2–dimetilbutana
E. 2,2–metilpropana
5. Perhatikan rumus struktur berikut!

Menurut kaidah IUPAC, nama senyawa dari rumus struktur di atas adalah ... .
A. 2–etil–4–metilheksana
B. 5–metil–3–metilheksana
C. 3–metil–5–metilheptana
D. 2,5–dimetilheptana
E. 3,5–dimetilnonana
6. Senyawa berikut yang termasuk alkena adalah ... .
A. C3H8
B. C4H6
C. C5H10
D. C6H14
E. C6H6
7. Senyawa berikut yang bukan merupakan anggota alkena adalah ... .
A. metana
B. etena
C. propena
D. butena
E. pentena
8. Senyawa yang mempunyai dua buah ikatan rangkap adalah ... .
A. CH4
B. C2H4
C. C3H4
D. C3H6
E. C3H8
9. Nama senyawa CH3 – C(CH3)2 – CH = CH2 adalah ... .
A. heksena
B. heksana
C. 2,2–dimetilbutana
D. 3,3–dimetil–1–butuna
E. 3,3–dimetil–1–butena
10. Di antara nama berikut, yang tidak sesuai dengan aturan IUPAC adalah ... .
A. 2–metilpropena
B. 2–metilbutena
C. 2–metil–2–butena
D. 3–metil–2–butena
E. 3–metil–2–pentena

C. Keterampilan
- Praktik/Performance
No
Kompetensi Dasar IPK Materi Pokok Indikator Soal Soa
l
KIKD 4 1.
4.6 Menyajikan hasil
identifikasi
senyawa 2.
hidrokarbon
(ALKENA) yang
terdapat dalam
kehidupan sehari
hari

- Portofolio
Semua hasil pekerjaan siswa
Dimasukkan dalam map fortofolio

LEMBAR PENILAIAN PORTOFOLIO

Jenis Tugas :
Kelas :
Semester/ Tahun Pelajaran :

No Nama Peserta Hari/tgl Tugas Nilai Deskripsi kemajuan Tanda Tangan


didik KD siswa
Peserta
Guru
Didik

Rubrik Penilaian Proyek


No Tahapan Skor
1 Perencanaan 1-5
- Menyiapkan alat
- Menyiapkan bahan
2 Pengumpulan data 1-10
- Mencatat hasil pengamatan
- Data sesuai dengan hasil pengamatan
3 Pengorganisasian data 1-5
- Mengelompokkan data berdasarkan jenis indikator
buatan
4 Pengolahan data 1-5
- Menetapkan jenis indikator buatan
5 Penyajian data 1-10
- Membuat laporan tertulis
- Mempresentasikan hasil pengamatan
Jumlah skor 5-35

Anda mungkin juga menyukai