Putusan Pailit H Infrastructure Limited
Putusan Pailit H Infrastructure Limited
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
PUTUSAN
R
Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]
si
ne
ng
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
do
gu memutus perkara permohonan pernyataan Pailit pada tingkat pertama telah
menjatuhkan putusan yang diajukan oleh:
In
A
H INFRASTRUCTURE LIMITED REPRESENTATIVE OFFICE (dahulu bernama
Hawkins Infrastructure Limited Representative Office), dahulu
ah
lik
Blok B/8 DH Jl. Letjend. S. Parman, Jakarta Barat dan sekarang
beralamat di Regus, Menara BCA Grand Indonesia Lantai 50,
am
ub
Jl. M.H. Thamrin 1 RT.1/ RW.5, Menteng, Jakarta 10310, dalam
hal ini memberikan kuasanya kepada Anthony L.P. Hutapea,
ep
S.H., M.H., Ian PSSP Siregar, S.H, dan Albert Hasoloan
k
si
beralamat di Springhill Office Tower Lantai 9, Unit E, Jl.
Benyamin Suaeb Blok D6 Ruas D7, Jakarta Utara 14410,
ne
ng
do
gu
Terhadap
In
PT. BANGUN CIPTA KONTRAKTOR, beralamat di Office Tower Gandaria 8,
A
lik
TERMOHON PAILIT;
ub
ep
es
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tersebut;
si
Setelah membaca dan mempelajari berkas - berkas perkara ini;
ne
ng
TENTANG DUDUK PERKARA
do
gu Menimbang, bahwa Pemohon dengan surat permohonannya tanggal
10 September 2019 yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan
In
Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 10 September 2019 di
A
bawah Register Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link], telah
mengajukan permohonan pernyataan pailit sebagai berikut:
ah
lik
I. KEDUDUKAN PEMOHON PAILIT SEBAGAI KREDITOR DARI
TERMOHON PAILIT.
am
ub
1. Bahwa Pemohon Pailit dahulu bernama Hawkins Infrastructure
Limited Representative Office (sekarang H Infrastructure Limited
ep
k
si
31 Desember 2014 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan
ne
ng
do
gu
lik
ub
ng
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
listrik sebesar 1x30 MW di Karaha, Jawa Barat berdasarkan
si
penunjukan PT. Pertamina Geotermal Energy, sebagaimana disebut
di halaman 1 bagian Pendahuluan JOA (Bukti P-4), yang dikutip
ne
ng
sebagai berikut:
do
gu Power Systems SA and PT Alstom Power Systems Indonesia and
already been awarded “EPC Contract for Steam Gathering System
and Power Plant for the Karaha 1 X 30 MW project in Indonesia”
In
A
by PT. PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY on December 30,
2014. Now Hawkins and BCK desire to enter into join operation in
ah
lik
respect of the provision of construction services to PT Alstom
Power Systems Indonesia (the “EMPLOYER”) under Purchase
Order for “Onshore” works Contract (the “CONTRACT”) which is
am
ub
part of the “EPC Contract for Steam Gathering System and Power
Plant for the Karaha 1 X 30 MW project in Indonesia” (the
ep
k
PROJECT”); .…”
ah
si
(Bukti P-4a):
ne
ng
do
gu
lik
ub
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
disebut dalam Appendix 1 (Lampiran 1) (Bukti P-5b) yang merupakan
si
satu kesatuan dalam Perjanjian Konsorsium tertanggal 7 Juli 2014;
ne
ng
Pailit dalam JOA, bersama PT. Alstom Power Energy Systems
Indonesia menandatangani Pesanan Pembelian (Purchase Order) No.
do
gu P.O./APMY/KRH/004 tertanggal 21 Januari 2015 (“Purchase Order”
atau “Pesanan Pembelian”) (Bukti P-6), yang mengatur:
In
a. Pemohon Pailit dan Termohon Pailit akan memberikan jasa
A
pekerjaan onshore (darat) kepada pihak dalam Perjanjian
Konsorsium yang diwakili PT. Alstom Power Energy Systems
ah
lik
Indonesia;
ub
pembayaran sesuai nilai Purchase Order yaitu sebesar
Rp. [Link],80 (dua ratus tiga puluh miliar tujuh ratus tiga
ep
puluh juta tujuh ratus lima puluh empat ribu empat puluh sembilan
k
tujuh ratus ribu tiga ratus dua puluh empat Dolar Amerika Serikat
R
si
dan dua puluh satu sen);
ne
6. Bahwa pelaksanaan pekerjaan onshore (darat) tidak dapat dikerjakan
ng
do
gu
lik
ub
ribu enam ratus delapan puluh tiga koma tiga belas Dolar Amerika
M
ng
Serikat);
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
7. Bahwa Pemohon Pailit dan Termohon Pailit bersama-sama
si
mempunyai kewajiban membayar kepada Para Kreditur (rekanan
yang ditunjuk guna pelaksanaan pekerjaan onshore (darat) dengan
ne
ng
masing-masing beban pembayaran berdasarkan JOA adalah sebesar
70% (tujuh puluh persen) ditangung Pemohon Pailit dan 30% (tiga
puluh persen) ditanggung Termohon Pailit;
do
gu 8. Bahwa pada pertengahan tahun 2017, Pemohon Pailit dan Termohon
Pailit tidak dapat menuntaskan pekerjaan berdasarkan Pesanan
In
A
Pembelian (Purchase Order) dan Perjanjian Konsorsium (Consortium
Agreement), sehingga PT. General Electric Power Solutions
ah
lik
Indonesia (semula PT. Alstom Power Energy Systems Indonesia)
melaksanakan haknya berdasarkan Perjanjian Konsorsium dan
am
ub
meneruskan/mengambil alih kewajiban Pemohon Pailit dan Termohon
Pailit (Bukti P-7);
si
Operasi (Pemohon Pailit dan Termohon Pailit) sebesar USD
16.401.150 (enam belas juta empat ratus satu ribu seratus lima puluh
ne
ng
do
dan McConnell Limited selaku induk perusahaan Pemohon Pailit,
gu
lik
ub
ng
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
(Bukti P-10) dan surat tertanggal 10 November 2017 (Bukti P-11)
si
telah menanggapi surat dari induk perusahaan Pemohon Pailit yang
pada pokoknya dengan tanpa dasar menolak untuk bertanggung
ne
ng
jawab;
do
gu mengalihkan hak tagihannya terhadap Termohon Pailit sebesar 30%
(tiga puluh persen) dari USD 16.401.150 (enam belas juta empat
ratus satu ribu seratus lima puluh Dolar Amerika Serikat) yaitu
In
A
sejumlah USD 4.920.345 (empat juta sembilan ratus dua puluh ribu
tiga ratus empat puluh lima Dolar Amerika Serikat) kepada Pemohon
ah
lik
Pailit (Bukti P-12);
ub
kewajibannya terhadap Pemohon Pailit, berupa pembayaran uang
sebesar USD 7.519.028,13 (tujuh juta lima ratus sembilan belas ribu
dua puluh delapan koma tiga belas Dolar Amerika Serikat), dengan
ep
k
si
ribu enam ratus delapan puluh tiga koma tiga belas Dolar Amerika
Serikat) yang merupakan kewajiban membayar/ utang Termohon
ne
ng
do
gu
lik
ub
sebesar USD 7.519.028,13 (tujuh juta lima ratus sembilan belas ribu
ah
dua puluh delapan koma tiga belas Dolar Amerika Serikat) kepada
R
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
hari atau jatuh tempo tanggal 30 Mei 2019 (Bukti P-14 dan
si
Bukti P-14a);
ne
ng
2019, perihal: Teguran (Somasi) Terakhir, dengan tenggang
waktu 7 (tujuh) hari atau jatuh tempo tanggal 19 Agustus 2019
do
gu (Bukti P-15 dan Bukti P-15a);
In
timbul karena Perjanjian Kerjasama Operasi tanggal 29 Januari 2015
A
yang pada pokoknya Pemohon Pailit dan Termohon Pailit membentuk
usaha dalam bentuk Kerjasama Operasi dengan partisipasi
ah
lik
penyertaan : Pemohon Pailit sebesar 70% (tujuh puluh persen) dan
Termohon Pailit sebesar 30% (tiga puluh persen). Dengan demikian
am
ub
terbukti bahwa piutang Pemohon Pailit adalah “piutang yang timbul
karena Perjanjian yang dapat ditagih di muka pengadilan”;
ep
15. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas, terbukti Pemohon Pailit
k
si
Undang dan dapat ditagih di muka Pengadilan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 1 angka 2 Undang-Undang Nomor 37 Tahun
ne
ng
do
gu
lik
ub
16. Bahwa berdasarkan Pasal 2 ayat (1) UU Kepailitan & PKPU yang
mengatur:
ka
"PASAL 2
ep
(1) Debitor yang mempunyai dua atau lebih Kreditor dan tidak
ah
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Pengadilan, baik atas permohonannya sendiri maupun atas
R
permohonan satu atau lebih kreditornya”.
si
Maka syarat-syarat Permohonan Pailit a quo dapat dikabulkan oleh
ne
ng
Yang Mulia Majelis Hakim Pengadilan Niaga Pada Pengadilan Negeri
Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara a quo harus
do
gu memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:
In
Kreditor (Pemohon Pailit);
A
b. Utang Debitor (Termohon Pailit) terhadap Kreditor (Pemohon
ah
lik
c. Utang Debitor (Termohon Pailit) terhadap Kreditor (Pemohon
Pailit) dapat ditagih;
am
ub
Termohon Pailit Tidak Membayar Lunas Utangnya Kepada Pemohon Pailit
si
adalah sebesar USD 7.519.028,13 (tujuh juta lima ratus sembilan
belas ribu dua puluh delapan koma tiga belas Dolar Amerika Serikat),
ne
ng
do
gu
ribu enam ratus delapan puluh tiga koma tiga belas Dolar Amerika
Serikat) yang merupakan kewajiban membayar/ utang Termohon
In
Pailit kepada Pemohon Pailit berdasarkan partisipasi penyertaan;
A
dan
ah
16.401.150 (enam belas juta empat ratus satu ribu seratus lima
puluh Dolar Amerika Serikat) atas pengambilalihan pekerjaan oleh
m
ub
ep
es
M
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Dari tunggakan utang Termohon Pailit kepada Pemohon Pailit
si
tersebut di atas, Termohon Pailit sama sekali belum melakukan
pembayaran maupun pelunasan utang kepada Pemohon Pailit;
ne
ng
Utang Termohon Pailit Terhadap Pemohon Pailit Telah Jatuh
Waktu/Tempo
do
gu 18. Bahwa kewajiban untuk membayar/utang Termohon Pailit kepada
Pemohon Pailit berdasarkan partisipasi penyertaan dan kewajiban
In
Termohon Pailit atas pengambilalihan pekerjaan oleh PT General
A
Electric Power Solutions Indonesia (semula PT. Alstom Power Energy
Systems Indonesia) yang seharusnya diselesaikan oleh Kerjasama
ah
lik
Operasi telah jatuh waktu/tempo dan dapat ditagih seluruhnya;
ub
sebesar USD 7.519.028,13 (tujuh juta lima ratus sembilan belas ribu
dua puluh delapan koma tiga belas Dolar Amerika Serikat) yang telah
ep
jatuh tempo tersebut telah berulangkali dimintakan oleh Pemohon
k
si
kali kepada Termohon Pailit, masing-masing:
ne
a. Surat Nomor 042/027.01/05-2019/ANT, tertanggal 24 Mei 2019,
ng
do
gu
P-14a);
lik
ub
ng
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
telah disampaikan Pemohon Pailit dalam Surat Tegurannya. Oleh
si
karena itu jelas hutang Termohon Pailit kepada Pemohon Pailit telah
jatuh waktu/tempo;
ne
ng
Utang Termohon Pailit Terhadap Pemohon Pailit Dapat Ditagih
do
gu a. Menalangi kewajiban Termohon Pailit untuk partisipasi penyertaan
sebesar 30% (tiga puluh persen) dalam Kerjasama Operasi;
In
A
b. Menalangi kewajiban Termohon Pailit untuk membayar 30% (tiga
puluh persen) atas pengambilalihan pekerjaan Oleh PT General
ah
lik
Electric Power Solutions Indonesia (semula PT. Alstom Power
Energy Systems Indonesia) yang seharusnya diselesaikan oleh
Kerjasama Operasi (Pemohon Pailit dan Termohon Pailit);
am
ub
22. Bahwa oleh karena Pemohon Pailit telah melaksanakan kewajibannya
berdasarkan Kerjasama Operasi dan bahkan menalangi kewajiban
ep
k
si
yang mana sampai dengan permohonan ini diajukan, Termohon Pailit
masih belum menyelesaikan hutang-hutangnya kepada Pemohon
ne
ng
Pailit;
do
gu
lik
ub
dapat ditagih;
ep
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
24. Bahwa berdasarkan Pasal 2 ayat (1) UU Kepailitan & PKPU yang
si
mengatur:
ne
ng
membayar lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan
dapat ditagih, dinyatakan pailit dengan putusan Pengadilan, baik
do
gu atas permohonannya sendiri maupun atas permohonan satu atau
lebih kreditornya.”
In
25. Bahwa selain hutang Termohon Pailit kepada Pemohon Pailit yang
A
telah diuraikan di atas, telahdiketahui pula Termohon Pailit
mempunyai utang selain yang timbul berdasarkan kewajiban
ah
lik
Termohon Pailit menanggungpartisipasi penyertaan sebesar 30%
(tiga puluh persen) guna membayar Kreditur dalam Kerjasama
am
ub
Operasi yaitu:
si
Propertindo dan PT Customade Citrakreasi Indonesia tertanggal
23 Agustus 2019 (Bukti P-16);
ne
ng
do
gu
lik
ratus tujuh belas ribu tujuh ratus empat puluh Rupiah) (Bukti P-16a,
Bukti P-16b dan Bukti P-16c);
m
ub
27. Bahwa dengan demikian maka telah terbukti secara sah dan
meyakinkan Termohon Pailit mempunyai utang lebih dari satu
ka
ep
Kreditor;
ah
ng
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Pailit) adalah Debitor mempunyai dua atau lebih kreditor dan
si
setidaknya mempunyai satu utang yang telah jatuh waktu/tempo,
dapat ditagih dan tidak dibayar lunas;
ne
ng
Pasal 2 ayat (1) UU Kepailitan & PKPU:
do
gu membayar lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh tempo dan
dapat ditagih, dinyatakan pailit dengan putusan Pengadilan, baik
atas permohonannya sendiri maupun atas permohonan satu atau
In
A
lebih kreditornya.”
ah
lik
telah terbukti menurut hukum secara sederhana bahwa Termohon
Pailit mempunyai 2 (dua) atau lebih kreditor dan tidak membayar
am
ub
lunas sedikitnya 1 (satu) utang yang telah jatuh tempo dan dapat
ditagih. Dengan demikian persyaratan yang ditentukan dalam Pasal 2
ep
ayat (1) UU Kepailitan dan PKPU menyatakan pailit terhadap
k
R
30. Bahwa berdasarkan Pasal 8 ayat (4) UU Kepailitan dan PKPU,
si
Pemohon Pailit memohon kepada Majelis Hakim yang terhormat
ne
untuk menerima dan mengabulkan permohonan pernyataan pailit
ng
terhadap Termohon Pailit ini karena didasarkan pada fakta yang telah
terbukti secara jelas dan sederhana dan telah memenuhi ketentuan
do
gu
lik
ub
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Pemohon Pailit, dan Termohon Pailit tidak membayar lunas utangnya
si
yang sudah jatuh waktu/tempo dan dapat ditagih tersebut;
ne
ng
pailit kepada Termohon Pailit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8
ayat (4) UU Kepailitan& PKPU telah terpenuhi, maka Permohonan
do
gu Pailit ini harus dikabulkan, ketentuan demikian tercantum dikutip
sebagai berikut:
“Pasal 8
In
A
(4) Permohonan pernyataan pailit harus dikabulkan apabila terdapat
ah
lik
persyaratan untuk dinyatakan pailit sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 2 ayat (1) telah dipenuhi”.
am
ub
33. Bahwa berdasarkan hal-hal yang telah Pemohon Pailit uraikan, maka
Termohon Pailit telah memenuhi seluruh syarat di dalam UU
ep
Kepailitan & PKPU untuk dijatuhi Putusan Pernyataan Pailit. Oleh
k
karena itu, sangat berdasar bagi Yang Mulia Majelis Hakim yang
ah
R
memeriksa dan mengadili perkara a quo untuk mengabulkan
si
Permohonan Pernyataan Pailit ini dan menyatakan Termohon Pailit
ne
berada dalam keadaan Pailit dengan segala akibat hukumnya;
ng
do
gu
lik
ub
dinyatakan Pailit:
ah
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Pengurus Nomor : [Link].04.03-156 tanggal 12 Agustus 2016,
si
beralamat kantor di Fitri Safitri Attorneys & Counselors At Law,
The H Tower, Lantai 15, Suite B-1, Jl. HR. Rasuna Said Kav. 20,
ne
ng
Kuningan, Jakarta Selatan, sebagai Kurator dalam proses
kepailitan PT. BANGUN CIPTA KONTRAKTOR/Termohon Pailit
(Bukti P-17), apabila Termohon Pailit dinyatakan Pailit atau selaku
do
gu Pengurus apabila Permohonan Pernyataan Pailit ini diputus dan
masuk kedalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
In
A
(PKPU);
lik
Permohonan Pernyataan Pailit ini, maka Pemohon Pailit mohon kepada Yang
Mulia Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo untuk
am
ub
menjatuhkan Putusan dengan amar sebagai berikut:
si
berada dalam keadaan Pailit dengan segala akibat hukumnya;
ne
3. Menunjuk Hakim dari Hakim-Hakim di Pengadilan Niaga pada
ng
do
gu
KONTRAKTOR);
lik
ub
ep
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Atau apabila Majelis Hakim Yang Terhormat berpendapat lain, mohon
si
putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono);
ne
ng
pihak hadir, untuk Pemohon datang menghadap Kuasanya: Anthony L.P.
Hutapea, S.H., M.H., Ian PSSP Siregar, S.H, dan Albert Hasoloan Limbong,
do
gu S.H., Para Advokat pada Kantor Advokat dan Konsultan Hukum ANTHONY L.P.
HUTAPEA & PARTNERS, beralamat di Springhill Office Tower Lantai 9,
In
Unit E, Jl. Benyamin Suaeb Blok D6 Ruas D7, Jakarta Utara 14410,
A
berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 29 Agustus 2019, sedangkan untuk
Termohon datang menghadap Kuasanya, Stefanus Harjanto, SH, LL.M., Hendry
ah
lik
Muliana Hendrawan, SH, dan Yanuar Aditya Wijanarko, SH, Para Advokat pada
Firma Hukum ADNAN KELANA HARYANTO & HERMANTO (“AKHH”),
am
ub
berdomisili di Jakarta dan beralamat di the Convergence Indonesia Lantai 19,
Komplek Rasuna Epicentrum, [Link] Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan
12940 berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 24 September 2019;
ep
k
R
surat permohonan pernyataan Pailit yang isinya Pemohon mengajukan
si
perbaikan Permohonan Pernyataan Pailit terhadap PT. Bangun Cipta Kontraktor
ne
tertanggal 10 September 2019 pada halaman 2 butir 1, yang semula tertulis:
ng
do
gu
lik
(Legal Standing Pemohon Pailit: Bukti P-1, P-2, P-2a, P-3, P-3a, P-3b, P-
3c, P-3d, P-3e, P-3f, P-3g, P-3h dan P-3i).”
m
ub
diubah/diralat menjadi:
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
(Legal Standing Pemohon Pailit: Bukti P-1, P-1a, P-1b, P-2, P-2a, P-3, P-
si
3a, P-3b, P-3c, P-3d, P-3e, P-3f, dan P-3g);
ne
ng
mengajukan tanggapan tanggal 04 Nopember 2019 pada pokoknya sebagai
berikut:
do
gu Menanggapi Permohonan Kepailitan yang diajukan oleh H Infrastructure Limited
Representative Office (yang mengaku dahulu bernama Hawkins Infrastructure
In
A
Limited Representative Office beralamat di Regus, Menara BCA Grand
Indonesia Lantai 50 Jl. MH Thamrin 1 Jakarta10310 (“Pemohon Pailit” atau
“Pemohon”) dalam Perkara No.46/[Link]-Pailit/2019/[Link];
ah
lik
Sebagaimana akan diuraikan lebih terperinci dalam bagian mengenai Legal
Standing (hak menggugat) dibawah ini, Termohon dengan ini menegaskan
am
ub
bahwa Termohon TIDAK MENGAKUI bahwa Pemohon adalah pihak dalam
Joint Operation Agreement antara Hawkins Infrastructure Limited
ep
Representative Office (“HILRO”) dengan Termohon tertanggal 29 Januari 2015
k
si
badan hukum yang terpisah dan tidak sama dengan subyek hukum yang
ne
namanya keluarga McConnel. Pemohon sebagai perusahaan yang baru
ng
didirikan oleh keluarga Mc Connel setelah HIL diakuisisi oleh Downer untuk
melaksanakan proyek di Indonesia bukanlah pihak dalam JOA. Oleh karena itu,
do
gu
lik
ub
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
terhadap Termohon di Singapore International Arbitration Center (“SIAC”)
si
(Vide, Bukti T-1);
Jika Pemohon benar memiliki piutang ataupun tagihan kepada Termohon, maka
ne
ng
logikanya Pemohon pasti akan berani meneruskan Permohonan Arbitrase yang
diajukannya terhadap Termohon di SIAC yang terdaftar sebagai perkara No.401
do
gu of 2017 tersebut;
In
No.401 of 2017 dengan tidak pernah membayar porsi biaya arbitrasenya,
A
walaupun telah ditagih oleh SIAC sebanyak 11 (sebelas) kali (Vide, Bukti T-2)
sehingga SIAC akhirnya memutuskan untuk menghentikan perkara arbitrase
ah
lik
tersebut (Vide, Bukti T-3). Padahal, Termohon sudah menunjuk Allen & Gledhill
LPP, suatu firma hukum ternama di Singapura untuk mengajukan Tanggapan
am
ub
terhadap Permohonan Arbitrase (Request for Arbitration) yang diajukan oleh
Pemohon. Dalam tanggapannya, Allen & Gledhill LLP mengindikasikan bahwa
malah justru Termohon yang memiliki tagihan/ piutang kepada Pemohon, dan
ep
k
Arbitrase SIAC tersebut (Vide, Bukti T-4). Fakta bahwa Pemohon TIDAK
R
si
BERANI MENERUSKAN PROSES ARBITRASE dalam Perkara No.401 of 2017
di SIAC adalah BUKTI yang sifatnya res ipsa loquitur (buktinya bicara sendiri
ne
ng
secara jelas), bahwa sebetulnya Pemohon tidak memiliki piutang atau tagihan
apapun kepada Termohon, atau setidak-tidaknya kebenaran apakah Termohon
do
memiliki utang atau tidaknya kepada Pemohon harus dibuktikan terlebih dahulu
gu
di SIAC;
FAKTANYA
In
A
lagi, sebagaimana akan diuraikan secara terperinci dalam uraian mengenai latar
belakang JOA di bawah ini, justru malah Termohon yang sebetulnya memiliki
ah
lik
ub
PMJ/RJS tanggal 18 Agustus 2017 (Vide, Bukti T-5). Laporan Polisi ini
es
M
meninggalkan Indonesia dan tidak ada yang dapat dipanggil untuk dimintakan
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
keterangan. Penjelasaan mengenai apa yang dimaksud dengan offshore project
si
dan onshore project akan diberikan secara terperinci dalam bagian Latar
Belakang Joint Operation di bawah ini;
ne
ng
Termohon juga memohon perhatian Majelis Hakim yang Terhormat bahwa pihak
yang oleh Pemohon disebut sebagai Kreditur Kedua Termohon (yaitu
do
gu PT Customade Citrakreasi Indonesia yang mengaku telah menerima pengalihan
piutang dari PT Tasik Ekatama Propertindo) sebenarnya juga sama sekali
BUKAN KREDITUR Termohon. Tagihan yang diajukan Kreditur Kedua ini
In
A
sebenarnya merupakan biaya-biaya hotel dari para ekspatriat (orang asing)
yang didatangkan oleh Pemohon ke Indonesia untuk keperluan offshore project
ah
lik
yang sepenuhnya merupakan tanggung-jawab Pemohon sendiri;
ub
ketentuan JOA itu sendiri, jelas diatur bahwa untuk akomodasi para staff
Pemohon dan Termohon untuk onshore project (dimana 30%-nya memang
merupakan tanggungjawab Termohon), telah disediakan dalam bentuk MESS
ep
k
KARYAWAN yang akan dibiayai bersama oleh Joint Operation (Vide, Bukti
ah
T-6). Jika ada karyawan ekspatriat Pemohon yang memilih tinggal di hotel dan
R
si
menimbulkan tagihan hotel yang sekarang terjadi, maka itu sepenuhnya
merupakan urusan dan tanggungjawab Pemohon sendiri;
ne
ng
Tagihan dari Kreditur Kedua yang merupakan tagihan biaya akomodasi hotel
tersebut justru merupakan bukti tambahan dari adanya “cost-mixing”
do
gu
Sekali lagi Termohon sampaikan bahwa berdasarkan JOA, maka semua staff
In
Joint Operation yang mengerjakan “onshore project” akan diberikan akomodasi
A
berupa mess karyawan yang telah disediakan oleh HBCK JO dan tidak
akan mendapatkan fasilitas tinggal di hotel. Tagihan Kreditur Kedua ini
ah
lik
ub
pelaksanaan JOA;
ep
es
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
JOA. Hal ini sesuai dengan pendapat Mahkamah Agung Republik Indonesia
si
dalam Putusan Kasasi No.704 K/[Link]/2012 dalam perkara antara
PT Telkomsel dengan PT Prima Jaya Informatika, dimana Mahkamah Agung
ne
ng
berpendapat bahwa:
“…oleh karena dalam perkara ini tentang kebenaran adanya utang Termohon
do
gu Pailit kepada Pemohon Pailit memerlukan adanya suatu pembuktian yang rumit
dan tidak sederhana sehingga Permohonan Pailit dari Pemohon tidak
memenuhi ketentuan Pasal 8 ayat (4) tersebut di atas sehingga
In
A
penyelesaiannya harus dilakukan melalui Pengadilan Negeri dan bukan ke
Pengadilan Niaga”. (Lihat, halaman 41 Putusan No.704 K/[Link]/2012).
ah
lik
Karena dalam JOA telah diatur terkait dengan forum penyelesaian sengketa
yaitu di SIAC, kalaupun benar Pemohon memiliki klaim, maka forum yang tepat
am
ub
adalah melanjutkan proses arbitrase di SIAC dengan mengajukan permohonan
arbitrase yang baru, mengingat permohonan sebelumnya sudah digugurkan
oleh SIAC. Tentu saja dalam forum arbitrase SIAC ini Termohon juga akan
ep
k
si
Selanjutnya, perkenankan Termohon memberikan tanggapan lebih rinci sebagai
berikut:
ne
ng
do
gu
nasional yang saat ini telah berusia lebih dari 40 tahun. Perusahaan ini memiliki
reputasi baik dan sangat sehat secara teknis dan finansial. Itulah alasannya
In
A
lik
ub
HIL adalah perusahaan Selandia Baru yang mengklaim memiliki keahlian teknis
berkaitan dengan pengerjaan proyek-proyek geothermal (panas bumi) baik
ka
disebut sebagai“ EPC Contract for a Steam Gathering System and Power Plant
M
ng
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Untuk mengerjakan Proyek Karaha ini, APS dan APESI kemudian membentuk
si
suatu konsorsium dengan mengajak serta HIL untuk terlibat dalam pelaksanaan
Proyek Karaha dengan menandatangani Consortium Agreement in respect of an
ne
ng
EPC Contract for Steam Gathering System and Power Plant for the Karaha 1X
30 MW Project in Indonesia tertanggal 7 Juli 2014, yang kemudian
diamendemen lewat Amendment No.1 dated 21st January 2015 (“Perjanjian
do
gu Konsorsium”);
Sebagai informasi bagi Majelis Hakim Yang Mulia, Proyek Karaha yang
In
A
merupakan proyek EPC yang dikerjakan oleh Konsorsium APS, APESI dan HIL
(“Konsorsium”) initer bagi menjadi 3 bagian besar pekerjaan yaitu:
ah
lik
(i) Engineering (Desain),
ub
(iii) Construction (Konstruksi);
Engineering dan Design (Desain dan Pengadaan), pekerjaan ini dilakukan oleh
R
si
perusahaan HIL di Singapura yang bernama Hawkins Singapore Pte. Ltd.
(“Hawkins Singapore”). Pekerjaan yang dilakukan oleh Hawkins Singapore ini di
ne
ng
do
gu
lik
ub
oleh HIL saat tender yang kemudian menjadi kontrak dengan nilai seperti
ep
akibat dari pekerjaan Engineering & Procurement yang dibuat oleh HIL melalui
R
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Untuk mempermudah Majelis Hakim yang Terhormat, di bawah ini Termohon
si
sampaikan struktur kerjasama secara sederhana sebagai berikut:
PROYEK KARAHA
ne
ng
PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY
do
gu Consortium Agreement in respect of an EPC Contract for Steam Gathering
System and Power Plant for the Karaha 1X 30 MW Project in Indonesia
In
A
tertanggal 7 Juli 2014, dengan anggota:
lik
- Alstom Power Systems SA (“APS”)
- PT Alstom Power Systems Indonesia “(APESI”)
Pekerjaan yang harus dilakukan: Engineering (Desain), Procurement
am
ub
(Pengadaan), dan Construction (Konstruksi)
ep
k
ah
si
Untuk Pekerjaan Engineering Untuk Pekerjaan Construction
(Desain), Procurement (Pengadaan) (Konstruksi) disebut sebagai
ne
ng
do
gu
(Sebagai Subkontraktor)
ah
bahwa telah ditentukan jika terjadi klaim yang berkaitan dengan hal apapun
(termasuk akibat perubahan Desain), maka hal itu akan menjadi tanggungjawab
m
ub
HIL (dan bukan Termohon ataupun JO). Hal ini ditegaskan oleh APESI ketika
menjawab pertanyaan klarifikasi dari Kelly Wilshire-Chief Risk & Legal Officer
ka
ep
dari HIL (Vide Bukti T-7 email Tan Kit Hiang 26 Januari 2015) dimana kemudian
konfirmasi ini dituangkan secara resmi dalam Klausula 8 dari Purchase Order
ah
Bukti T-8);
es
M
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Dalam pelaksanaan Proyek Karaha, Hawkins Singapore yang
R
bertanggungjawab untuk “offshore project” dalam membuat desain ternyata
si
tidak mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik, dan desain proyek
ne
ng
mengalami penundaan yang sangat lama dan lebih parah lagi terjadi banyak
perubahan Desain yang sangat berbeda dari Desain awal. Kegagalan HIL
melalui Hawkins Singapore dalam melakukan “offshore project” menimbulkan
do
gu konsekuensi biaya (berupa meningkatnya kuantitas/volume pekerjaan) dan
penundaan waktu yang sangat serius pada “onshore project”, karena semua
In
A
kalkulasi biaya dan waktu penyelesaian yang dibuat didasarkan pada desain
awal sekarang sudah berubah sangat banyak;
ah
lik
Sesuai dengan ketentuan dalam Klausula 8 PO No.004 mengenai Ancillary
Conditions, jika ada perubahan apapun termasuk perubahan desain yang
am
ub
menimbulkan konsekuensi peningkatan biaya, seharusnya hal semacam ini
diklaim oleh HILRO sebagai pimpinan HBCK JO kepada HIL sebagai suatu
“variation order” (order tambahan). Namun demikian FAKTANYA, HILRO
ep
k
R
mengenai Ancillary Conditions telah diatur dengan tegas bahwa:
si
“In consideration of the foregoing Hawkins BCK Joint Operation shall direct any
ne
ng
and all claims it may have under or arising from this purchase order including
but not limited to late payment or non-payment (except only to the extent of a
do
claim based upon death or bodily injury attributable to an act or default of the
gu
“Sehubungan dengan hal tersebut di atas Hawkins BCK Joint Operation harus
langsung mengajukan setiap dan seluruh klaim yang dimiliki berdasarkan atau
ah
lik
timbul dari purchase order termasuk tetapi tidak terbatas pada keterlambatan
pembayaran atau non-pembayaran (kecuali hanya sepanjang suatu klaim
m
ub
didasarkan pada kematian atau luka tubuh yang disebabkan oleh suatu
perbuatan atau kegagalan Perusahaan) kepada Hawkins Infrastructure”.
ka
ep
es
tepat waktu dan sesuai desain awal, sesungguhnya MENJADI BEBAN HIL.
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 22
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Namun demikian, karena HILRO dan Hawkins Singapore dimiliki oleh pihak
si
yang sama yaitu HIL (hanya berbeda kedudukannya saja yaitu masing-masing
di Singapura dan Indonesia), maka HILRO tidak melindungi kepentingan HBCK
ne
ng
JO, dan malahan justru melakukan tindakan-tindakan yang merugikan HBCK JO
yaitu dengan menuntut agar kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan HIL
sendiri, dibebankan kepada HBCK JO dimana Termohon harus menanggung
do
gu 30%;
In
A
tanggungjawab HIL sendiri, faktanya dalam pelaksanaan HBCK JO ternyata
HILRO juga bertindak sewenang-wenang dan semaunya sendiri, dan sama
ah
lik
sekali tidak melibatkan Termohon dalam penentuan hal-hal yang memiliki
konsekuensi keuangan. Salah satu fakta yang merupakan bukti kesewenang-
am
ub
wenangan yang merugikan Termohon yaitu ketentuan Pasal 5.1 JOA yang
dengan jelas mensyaratkan agar dibuat JO Regulations yang tujuannya adalah
untuk mengatur mekanisme kerjasama dalam pengelolaan HBCK JO. Secara
ep
k
“Each PARTY shall work together with the other PARTY to jointly perform the
R
si
work covered by the CONTRACT. Prior to the commencement of the Works, the
JOINT OPERATION shall form “JO REGULATIONS”, which shall form part of
ne
ng
do
gu
“Setiap PIHAK harus bekerja bersama sama dengan PIHAK lainnya untuk
In
secara bersama-sama menjalankan pekerjaan dalam KONTRAK. Sebelum
A
lik
ub
ep
dan HILRO selalu seenaknya sendiri melakukan perekrutan tenaga kerja asing
dan menetapkan besarnya remunerasi secara sepihak, selain juga
ah
es
dan onshore (Vide, Bukti T-9). Padahal apabila JO Regulations telah dibuat,
M
maka JO Regulations akan menjadi panduan dan acuan yang jelas mengenai
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 23
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
tata cara rekruitmen tenaga kerja asing, yang telah ditetapkan dalam
si
perhitungan tender baik mengenai jumlah tenaga asing, besaran gajinya
maupun durasinya dalam onshore project sehingga tidak merugikan kedua
ne
ng
belah pihak. Selain itu, HILRO yang juga merupakan leader dalam HBCK JO
juga tidak pernah memberikan laporan keuangan yang diaudit secara
independen meskipun telah berulang kali diminta oleh Termohon. Hal ini sudah
do
gu diprotes oleh Termohon, dan Termohon bahkan menolak untuk
bertanggungjawab terhadap tindakan-tindakan HILRO yang sifatnya sepihak
In
A
(Vide, Bukti T-10);
Lebih parah lagi, ketika akhirnya General Electric (pemilik baru APS dan APESI)
ah
lik
mengambil alih proyek dari HIL karena kegagalan HIL dalam melaksanakan isi
Perjanjian Konsorsium,Termohon sebagai mitra dalam HBCK JO sama sekali
am
ub
tidak pernah diberitahu oleh HILRO. Termohon baru mengetahui
pengambilalihan ini, setelah menerima surat dari General Electric yang pada
pokoknya meminta agar Termohon dapat membantu menyelesaikan Onshore
ep
k
si
(i) “mixing-cost” (pencampur-adukan biaya) antara “offshore project” dan
“onshore project”dengan membebankan biaya offshore ke projectonshore;
ne
ng
do
gu
lik
ub
dan Termohon dimana masing-masing memiliki klaim satu terhadap yang lain,
es
ng
SIAC. Fakta sederhana ini saja sudah membuktikan bahwa permohonan pailit
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 24
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
ini menjadi patut untuk ditolak karena klaim yang diajukan Pemohon bahwa
si
Termohon memiliki utang kepada dirinya jelas tidak akan dapat dibuktikan
secara sederhana;
ne
ng
PEMOHON TIDAK MEMILIKI LEGAL STANDING UNTUK MENGAJUKAN
PERMOHONAN INI, KARENA PERJANJIAN JOINT OPERATION HANYA
do
gu MENGIKAT TERMOHON DAN HAWKINS INFRASTRUCTURE LIMITED
REPRESENTATIVE OFFICE, BUKAN DENGAN H INFRASTRUCTURE
LIMITED REPRESENTATIVE OFFICE (PEMOHON).
In
A
H INFRASTRUCTURE LIMITED REPRESENTATIVE OFFICE (PEMOHON)
BUKANLAH PIHAK DALAM JOA, KARENA MENURUT KETENTUAN HUKUM
ah
lik
INDONESIA PENGGANTIAN PIHAK DALAM PERJANJIAN HANYA SAH JIKA
DILAKUKAN DENGAN MEKANISME NOVASI (PEMBAHARUAN
am
ub
PERJANJIAN).
si
DIALIHKANNYA JOA KEPADA KELUARGA MCCONNEL ATAUPUN
PEMOHON, SEHINGGA JELAS PEMOHON TIDAK PUNYA HAK APAPUN
ne
ng
BERDASARKAN JOA.
do
gu
lik
ub
dan tetap menggunakan singkatan yang sama yaitu HIL padahal jelas jelas
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 25
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
bahwa ini adalah perusahaan lain. Meskipun betul bahwa di New Zealand
si
ada dokumen yang menyatakan bahwa Hawkins Infrastructure Limited
berganti nama menjadi Pemohon, namun secara faktual dan yuridis badan
ne
ng
hukum yang mengadakan JOA dengan Termohon adalah HIL yang sudah
diakuisisi oleh Downer, yang tetap masih ada dan Termohon tidak
membuat JOA dengan keluarga McConnel yang mengubah nama Hawkins
do
gu Infrastucture Limited menjadi H Infrastucture Limited (Pemohon);
In
A
JOA:
lik
persetujuan Termohon jika akan mengganti pihak dalam JOA.
Termohon sama sekali tidak pernah diinformasikan dan/atau dimintai
am
ub
persetujuannya oleh HILRO sebagaimana disyaratkan oleh hukum
Indonesia apabila terjadi Novasi seperti ini; dan
ep
(ii) Termohon tidak pernah mengadakan JOA dengan Keluarga
k
dalam JOA melalui HILRO secara hukum masih ada dan hanya ganti
R
si
pemilik saja, maka dengan diambil-alihnya JOA oleh Keluarga
McConnel yang terjadi adalah perbuatan hukum Novasi dan bukan
ne
ng
do
gu
lik
Dalam surat elektroniknya kepada Termohon (Vide, Bukti T-12), HIL hanya
menginformasikan PERUBAHAN KEPEMILIKANNYA sebagai berikut:
m
ub
In a great outcome for Hawkins an offer has been received from Downer
ep
which the shareholders believe provide the best outcome for the future of
Hawkins. An agreement has been signed with Downer to acquire Hawkins’
ah
ng
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 26
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Terjemahan Bahasa Indonesia:
si
“KEPEMILIKAN HAWKINS AKAN BERUBAH
Lewat suatu hasil yang hebat untuk Hawkins suatu penawaran dari Downer
ne
ng
telah diterima dimana pemegang saham percaya akan memberikan hasil
yang terbaik untuk masa depan Hawkins. Suatu perjanjian telah
do
gu ditandatangani dengan Downer untuk mengakuisisi Hawkins’ konstruksi,
infrastruktur, dan manajemen proyek bisnis dari keluarga McConnel dan
pengumuman kepada Bursa Effek Australia telah dikeluarkan pagi ini”.
In
A
Dari bukti sebagaimana diuraikan di atas terlihat bahwa HIL lewat HILRO
ah
sebagai badan hukum yang terikat JOA dengan Termohon masih ada,
lik
hanya kepemilikannya saja yang BERALIH dari keluarga McConnell
kepada Downer. Padahal, Termohon tidak pernah terikat perjanjian JOA
am
ub
dengan Keluarga McConnel. Termohon hanya terikat pada JOA yang
dibuatnya bersama dengan Hawkins Infrastructure Limited. Tindakan
ep
keluarga McConnel untuk mengambil-alih JOA dengan menggunakan
k
si
dengan Hukum Indonesia yang merupakan governing law (hukum yang
berlaku) bagi JOA;
ne
ng
do
gu
tegas mengatur:
ah
“Assignment”
lik
ub
otherwise without obtaining the prior written consent of the other PARTY”
ep
“Pengalihan”
R
es
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 27
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
mengalihkan kepentingannya dalam PERJANJIAN ini aau bagian dari pada
si
OPERASI BERSAMA baik lewat berlakunya hukum atau sebaliknya tanpa
mendapatkan persetujuan tertulis lebih dahulu dari PIHAK lainnya”;
ne
ng
Jadi, tindakan HIL mengalihkan kepentingannya berdasarkan JOA kepada
keluarga McConnel atau H Infrastructure Limited (Pemohon) TANPA
do
gu MENDAPATKAN PERSETUJUAN TERTULIS LEBIH DAHULU
Termohon adalah TIDAK SAH dan karena itu secara hukum tidak mengikat
dari
In
A
yang tidak mempunyai hubungan kerja dengan Termohon;
FAKTANYA, ternyata HIL sendiri sebagai badan hukum yang terikat JOA
ah
lik
masih ada dan beroperasi normal dan hal ini DIBUKTIKAN lewat website
HIL dimana dalam website tersebut bahkan pihak yang berhubungan
am
ub
dengan Termohon ketika pembentukan HBCK JO yaitu [Link] Hill
dengan email address [Link]@[Link] juga masih bekerja di HIL
(Vide, Bukti T-13);
ep
k
si
dan karena itu permohonannya haruslah ditolak;
ne
PEMOHON TIDAK MEMILIKI KEWENANGAN UNTUK MELAKUKAN
ng
do
gu
lik
3. Selain dari dalil bantahan mengenai tidak adanya legal standing Pemohon
sebagaimana telah diuraikan di atas, Termohon juga memohon perhatian
Majelis Hakim yang Terhormat bahwa Pemohon di dalam Permohonannya
m
ub
ep
di bawah ini;
R
es
ng
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 28
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
31 Desember 2014 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum
si
Republik Indonesia sebagaimana diuraikan dalam Permohonan Pemohon
pada angka 1 yang dimiliki oleh Hawkins Infrastructure Limited
ne
ng
Representatif Office/HILRO sudah berakhir pada tanggal 31 Desember
2017 (Vide, Bukti T-14);
do
gu Mengingat Pemohon adalah badan hukum asing yang sudah tidak memiliki
lagi izin untuk beroperasi di Indonesia (tidak memiliki legal standing), maka
kuasa yang diberikan dari Darutama Emmanuel Gregorius sebagai kepala
In
A
kantor perwakilan kepada kuasa hukum Pemohon juga otomatis menjadi
cacat hukum karena diberikan oleh orang yang tidak memiliki kewenangan
ah
lik
untuk melakukan tindakan hukum di Indonesia;
ub
maka Termohon mensomier Pemohon untuk membuktikan bahwa dirinya
telah memiliki izin perwakilan badan usaha konstruksi asing, sebagaimana
disyaratkan oleh ketentuan-ketentuan hukum di bawah ini:
ep
k
nomor 13 tahun 2017 tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan
R
si
Fasilitas Penanaman Modal (“Peraturan BKPM No. 12/2017”), yang
mengatur sebagai berikut:
ne
ng
do
gu
lik
ub
es
M
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 29
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
“izin perwakilan berlaku paling lama 3 (tiga) tahun dan dapat
R
diperpanjang.” (vide Pasal 4 ayat 4 Peraturan Menteri PUPR
si
No. 10/2014);
ne
ng
Berdasarkan ketentuan ini, maka izin perwakilan badan usaha
konstruksi asing yang dimiliki Pemohon yaitu Nomor
do
gu IK.01.01.06/EC/KTR/207/2014 tanggal 31 Desember 2014
pasti berakhir di tanggal 31 Desember 2017 sehingga harus
ada perpanjangannya;
In
A
(iii) Pasal 41 ayat 5 menyatakan:
lik
perwakilan badan usaha jasa konstruksi asing (BUJKA) dari
PTSP pusat di BKPM dan memenuhi ketentuan lain
am
ub
sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.”
si
ayat (4) hanya dapat dilakukan apabila pemohon:
ne
ng
do
gu
permohonan perpanjangan;
lik
ub
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 30
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
b. terbukti menyampaikan dokumen pendukung palsu pada
si
saat melakukan permohonan baru, perpanjangan,
perubahan data dan/atau pada saat penyampaian laporan
ne
ng
kegiatan tahunan;
do
gu bidang usaha yang tercantum pada Izin Perwakilan;
dan/atau
In
A
selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari kalender setelah
habis masa berlaku dari Izin Perwakilan”
ah
lik
Berdasarkan ketentuan ini, maka apabila Pemohon tidak
mengajukan izin perpanjangan selambat-lambatnya pada tanggal
am
ub
1 Maret 2018, maka seharusnya Pemohon sudah tidak memiliki
lagi Izin Perwakilan;
ep
5. Di dalam proses persidangan mengenai pemeriksaan legal standing
k
R
ternyata memang hanya menunjukkan izin perwakilan badan usaha
si
konstruksi asing Nomor IK.01.01.06/EC/KTR/207/2014 tanggal
ne
31 Desember 2014 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum
ng
do
gu
lik
proyeknya di Indonesia;
ub
ep
ng
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 31
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
fisik semata. Oleh karenaitu, Pemohon tetap wajib memperpanjang izin
si
perwakilan badan usaha kontruksi asing;
ne
ng
Pemohon saat ini:
do
gu proyek termasuk untuk menyelesaikan kewajibannya terhadap
para vendor, sub-kontraktor, supplier, laporan pajak, penutupan
In
proyek, dll yang masih berhubungan dengan operasional dalam
A
proyekon- shoreini. Penyelesaian terhadap hal-hal tersebut tentu
harus dilakukan atas nama Pemohon sebagai kantor perwakilan
ah
lik
Indonesia. Jika Pemohon masih melakukan aktivitas-aktibitas
tersebut, apakah hal-hal tersebut tidak dikategorikan sebagai
am
ub
operasional? Tentu saja, hal-hal tersebut masuk dalam kategori
operasional sehingga Pemohon secara hukum jelas disyaratkan
dan diwajibkan untuk memperpanjang izin perwakilan badan
ep
k
si
menyelesaikan segala kewajibannya termasuk penyelesaian
proyek dengan ditandai sertifikat selesainya proyek dan sertifikat
ne
ng
do
NPWP;
gu
lik
ub
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 32
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
FAKTANYA, Pemohon telah mengajukan surat tertanggal
si
2 Oktober 2019 ke BKPM melalui kuasa hukumnya yang
diperlihatkan di muka persidangan bahwa Pemohon mengajukan
ne
ng
permohonan perubahan data mengenai pergantian kepala
perwakilan dari Nanda Mahendra menjadi Emmanuel Gregorius
Darutama. Tindakan ini membuktikan bahwa Pemohon sendiri
do
gu mengakui diperlukannya izin usaha perwakilan badan usaha asing
untuk melakukan SETIAP KEGIATANNYA, termasuk untuk
In
A
menuntut hak (apabila masih ada) dan menyelesaikan kewajiban-
kewajiban (yang jelas masih ada) sehubungan dengan
ah
lik
penyelesaian proyek onshore ini;
ub
Pemohon harus membuktikan terlebih dahulu bahwa Pemohon memiliki
legal standing sebagai badan hukum dengan memiliki izin perwakilan yang
masih berlaku sah di Indonesia sehingga dapat mengambil langkah-
ep
k
R
sah di Indonesia, maka secara hukum menjadi beralasan bagi Majelis
si
Hakim yang Terhormat untuk menolak permohonan ini;
ne
ng
do
usaha jasa konstruksi asing sebagaimana dimaksud diatas, Termohon juga
gu
(i) data alamat kantor perwakilan; dan (ii) kepala kantor perwakilan
SETELAH PERMOHONAN Pailit ini didaftarkan ke Pengadilan yaitu pada
ah
lik
ub
mengajukan pemenuhan syarat Pasal 5 ayat (2) dan (3) Peraturan Menteri
R
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 33
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
memberikan kuasa kepada kuasa hukumnya, karena belum dipenuhinya
si
ketentuan hukum di Indonesia, khususnya Pasal 5 ayat (2) dan (3)
Peraturan Menteri PUPR No. 10/PRT/M/2014. Oleh karena itu, jelas bahwa
ne
ng
Surat Kuasa yang diberikan oleh Pemohon kepada kuasa hukumnya
adalah TIDAK SAH, karena ditanda-tangani oleh orang yang tidak memiliki
kewenangan untuk melakukan tindakan hukum di Indonesia;
do
gu Berdasarkan seluruh uraian tersebut di atas, maka Termohon memohon
agar Majelis Hakim yang Terhormat menyatakan Permohonan ini tidak
In
A
dapat diterima karena tidak dipenuhinya legal standing Pemohon (niet
onvantkelirjk verhaard);
ah
lik
BERDASARKAN DATA YANG DIPEROLEH DARI NEW ZEALAND GAZETTE,
PEMOHON SAAT INI BERADA DALAM STATUS LIKUIDASI, SEHINGGA
am
ub
PENGANGKATAN DAN PENUNJUKAN KEPALA REPRESENTATIVE OFFICE
TERMASUK UNTUK MENGAJUKAN PERMOHONAN KEPAILITAN INI HARUS
ATAS KUASA YANG DIBERIKAN OLEH LIKUIDATOR
ep
k
si
TANGANINYA UNTUK MENGAJUKAN PERMOHONAN KEPAILITAN INI
ADALAH TIDAK SAH
ne
ng
do
gu
selaku Pemohon dalam Perkara ini, sejak tanggal 5 Juli 2018 telah
dilikuidasi;
In
A
lik
ub
kuasa oleh Andrew Bethell atau Andrew John McKay, maka Surat Kuasa
es
Pemohon adalah tidak sah karena diberikan oleh orang yang tidak memiliki
M
ng
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 34
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
(b). Kalaupun Pemohon mendalilkan bahwa pemberian kuasanya adalah
si
tetap sah walaupun bukan ditandatangani oleh Andrew Bethell dan
Andrew John McKay, quod non, maka tetap saja harus dibuktikan
ne
ng
bahwa pengajuan permohonan kepailitan ini disetujui oleh Likuidator;
do
gu ditunjuk oleh Likuidator dan/atau permohonan kepailitan ini adalah atas
instruksi atau persetujuan dari Likuidator, maka Surat Kuasa yang ditanda-
tangani oleh pemberikuasa adalah TIDAK SAH;
In
A
8. Kalaupun Pemohon dapat membuktikan bahwa Pemohon tidak sedang
dalam proses likuidasi, quod non, maka tetap saja Pemohon tidak memiliki
ah
lik
legal standing untuk mengajukan permohonan ini, karena alasan-alasan
hukum sebagai berikut:
am
ub
a. pengangkatan Darutama Emanuel Gregorius sebagai kepala
Representative Office dilakukan oleh David Arnot Williamson
ep
McConnell dan John Arnot Williamson McConnell berdasarkan
k
si
Pemohon sebagai dasar kewenangan bagi David Arnot Williamson
McConnell dan John Arnot Williamson McConnell untuk mewakili
ne
ng
do
gu
lik
ub
es
non, maka tetap saja dalil ini keliru dan jutsru malah mendukung
M
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 35
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
(i) dengan berdalih bahwa pengajuan Permohonan ini adalah bagian
si
dari pelaksanaan JOA, maka berarti Pemohon mengakui bahwa
Pemohon harus memiliki perpanjangan Izin Usaha Perwakilan
ne
ng
Badan Usaha Asing sebagaimana disyaratkan dalam Pasal 5 ayat
(2) dan (3) Peraturan Menteri PUPR No. 10/PRT/M/2014 untuk
dapat beroperasi (termasuk menindaklanjuti pelaksanaan JOA
do
gu dengan Termohon);
In
A
membuktikan bahwa kewenangan yang dimiliki oleh Darutama
Emanuel Gregorius sebagai kepala Representative Office
ah
lik
Indonesia adalah termasuk mengajukan tuntutan hukum di
Indonesia. Jadi kalaupun Pemohon konsisten dengan dalilnya
am
ub
bahwa Pemohon sedang menindaklanjuti pelaksanaan JOA
dengan mengajukan Permohonan Pailit ini terhadapTermohon,
maka surat kuasa yang diberikan kepada kuasa hukumnya harus
ep
k
si
b. dokumen Power of Attorney yang dijadikan rujukan mengenai legal
standing yang menunjukkan adanya kewenangan dari David Arnot
ne
ng
do
Representative Office Indonesia adalah dokumen yang dibuat di New
gu
lik
ub
perkara ini berlangsung, tetap saja Surat Kuasa yang diberikan oleh
es
M
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 36
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Emanuel Gregorius Darutama tidak memiliki kewenangan yang sah
si
menurut hukum Indonesia. Legalisasi yang diberikan oleh Kedubes RI
tidak berlaku surut, dan karena itu sangat jelas bahwa Surat Kuasa
ne
ng
yang digunakan untuk mengajukan permohonan kepailitan ini adalah
TIDAK SAH;
do
gu DALIL-DALIL YANG DIKEMUKAKAN PEMOHON DALAM PERMOHONANNYA
BANYAK YANG TIDAK FAKTUAL DAN BERPOTENSI MEMBERIKAN
INFORMASI YANG KELIRU KEPADA MAJELIS HAKIM YANG TERHORMAT.
In
A
9. Di dalam Permohonannya, Pemohon banyak mendalilkan dalil-dalil yang
tidak sesuai dengan fakta dan justru memberikan informasi-informasi yang
ah
lik
berpotensi menyesatkan persidangan ini. Sebaliknya, Termohon telah
menjelaskan terlebih dahulu di bagian Latar Belakang di atas mengenai
am
ub
fakta kerjasama yang sebenarnya terjadi. Namun untuk memberikan
bantahan yang lebih tegas, maka Termohon akan menguraikan hal-hal
mana dalam dalil-dalil Pemohon yang keliru karena tidak sesuai fakta
ep
k
si
menyatakan bahwa JOA dibentuk untuk melaksanakan pekerjaan
Engineering, Procurement dan Contruction (EPC). Sebagaimana telah
ne
ng
diuraikan di bagian Latar Belakang di atas, JOA atau yang oleh Termohon
di atas telah didefinisikan sebagai “HBCK JO” dibentuk hanya untuk
do
gu
lik
ub
ep
ng
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 37
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
induk perusahaan PEMOHON Pailit) (Bukti P-5), guna melaksanakan
si
pekerjaan Engineering, Procurement, Contruction (EPC) proyek sistem
pengumpulan uap dan pembangkit listrik sebesar 1x30 MW di Karaha,
ne
ng
Jawa Barat berdasarkan penunjukkan PT Pertamina Geothermal Energy,
sebagaimana disebut di halaman 1 bagian pendahuluan JOA (bukti P-4)
…”
do
gu Adalah jelas-jelas dalil yang KELIRU dan MENYESATKAN (misleading).
HBCK JO dibentuk hanya untuk melaksanakan bagian C (construction)
In
A
saja dari proyek EPC tersebut sebagaimana dengan tegas dinyatakan di
JOA;
ah
lik
Sebaliknya, isi dari halaman 1 bagian Pendahuluan dari Perjanjian HBCK
JO yang dikutip Pemohon dalam Permohonan justru merupakan fakta yang
am
ub
benar yaitu:
awarded “EPC contract for steam gathering system and power plant for the
ah
si
December 30, 2014;
ne
Now, Hawkins and BCK desire to enter into joint operation in respect of the
ng
do
gu
lik
ub
ng
merupakan bagian dari “Kontrak EPC untuk sistem Pengumpulan Uap dan
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 38
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Pembangkit Listrik untuk proyek Karaha 1x30MW di Indonesia”
R
(“PROYEK”).”
si
11. Termohon ingin menegaskan kembali bahwa pekerjaan yang diterima oleh
ne
ng
Pemohon dan Termohon berdasarkan Purchase Order Nomor
P.O./APMY/KRH/004 tanggal 21 Januari 2015 yang diterbitkan oleh APESI
do
gu merupakan pekerjaan onshore, dan terpisah sama sekali dengan
pekerjaan offshore. Hal ini juga dapat dilihat dalam dokumen JOA yang
dibuat oleh Pemohon dan Termohon (Vide Bukti T-6);
In
A
Sedangkan untuk pekerjaan offshore dengan Purchase Order Nomor:
P.O./APMY/KRH/003 yang diterbitkan oleh Alstom Power System SA,
ah
lik
ditujukan kepada Hawkins Singapore yang berkedudukan di Singapura
untuk pekerjaan offshore;
am
ub
Sehingga dengan demikian, masing-masing penerima purchase order
memiliki kewajiban secara terpisah dan tidak dapat di campuradukkan
ep
(mixing) satu dengan lainnya. Oleh karena itu, istilah dalam Permohonan
k
si
bertanggungjawab atas pekerjaan offshore. Masing masing penerima
purchase order, yaitu HBCK JO dan Hawkins Singapore, mempunyai
ne
ng
12. Termohon juga menolak dengan tegas dalil Pemohon dalam point 4 yang
do
gu
lik
dari HIL saja. Di dalam JOA yang dibuat oleh Pemohon dan Termohon
jelas diatur bahwa HBCK JO hanya melaksanakan pekerjaan konstruski
m
ub
ep
13. Termohon dengan tegas menolak dalil Pemohon pada point 6 Permohonan
es
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 39
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
a. Berdasarkan ketentuan JOA, maka HILRO dan Termohon wajib
si
membuat JO Regulations yang akan mengatur secara detail mengenai
“aturan main” bagi HILRO dan Termohon dalam melaksanakan
ne
ng
pekerjaan konstruksi sipil/onshore project ini yaitu hal-hal teknis dan
non teknis pelaksanaan pekerjaan onshore antara lain namun tidak
terbatas pada posisi jabatan dan jumlah SDM yang akan dipergunakan
do
gu baik lokal maupun tenaga kerja asing, gaji SDM dan hak-hak normatif
lainnya, keuangan, dan teknis pelaksanaan pekerjaan. JO Regulations
In
A
ini menjadi penting karena akan berimplikasi pada komposisi biaya
yang akan menjadi tanggungan masing-masing HILRO dan Termohon
ah
lik
yaitu 70% (HILRO) dan 30% (Termohon);
ub
tersebut. Karena ketiadaan aturan tersebut, HILRO sering bertindak
semaunya dan seenaknya sendiri tanpa persetujuan Termohon dalam:
R
(iii) mencampuradukkan peran tenaga kerja asing untuk pekerjaan
si
offshore dan pekerjaan onshore;
ne
ng
do
gu
lik
ub
e. HILRO telah bertindak jauh diluar apa yang telah ditetapkan dalam
es
M
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 40
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
cost) yaitu perihal posisi jabatan dan gaji staff di lapangan yang menjadi
si
kebutuhan proyek (BUKTI T-16);
ne
ng
pekerjaan offshore telah mengakibatkan HBCK JO sebagai pelaksana
pekerjaan onshore harus melakukan pekerjaan siang malam untuk
do
gu mengejar keterlambatan pekerjaan dan membawa konsekwensi pada
membengkaknya biaya yang dikeluarkan oleh HBCK JO. HILRO
sebagai pemimpin dalam HBCK JO seharusnya mengajukan klaim
In
A
kepada HIL sesuai dengan ketentuan dalam PO Nomor 004 yang
menyebutkan bahwa seluruh klaim yang timbul menjadi tanggungjawab
ah
lik
HIL; namun klaim ini tidak pernah dilakukan oleh HILRO karena itu
sama saja artinya HILRO mengklaim kepada dirinya sendiri;
am
ub
g. Ketidakmampuan HIL dalam melakukan pekerjaan offshore secara
tepat waktu dan sesuai desain awal yang dilakukan oleh HIL melalui
Hawkins Singapore di Singapore, telah menyebabkan volume
ep
k
si
berakibat pada membengkaknya biaya proyek. Tragisnya HILRO justru
memasukkan biaya-biaya akibat keterlambatan dan perubahan desain
ne
ng
ini menjadi beban biaya onshore sehingga Termohon diklaim harus ikut
menanggung beban biaya yang sebenarnya bukan merupakan
do
tanggungjawab Termohon;
gu
lik
ub
203/Inv/VI/PJTEK/2016; 204/Inv/VI/PJTEK/2016
ah
es
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 41
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Hawkins BCK to Hawkins Infrastructure Limited. We will return that
R
such amount of loan within one month period.”
si
Terjemahan Bahasa Indonesia:
ne
ng
“Dengan ini kami mengkonfirmasi pembayaran kepada PJTEK Mandiri
(untuk inspeksi pabrik di Korea) dengan perincian:
do
gu Jumlah : IDR 93.960.000,00
In
A
203/Inv/VI/PJTEK/2016; 204/Inv/VI/PJTEK/2016.
lik
Ini adalah merupakan salah satu budget offshore dimana Hawkins
Infrastructure Limit edakan bertanggungjawab sendiri, sehingga
am
ub
pembayaran ini akan dianggap sebagai pinjaman dari kerjasama
operasi dari Hawkins BCK kepada Hawkins Infrastructure Limited. Kami
ep
akan mengembalikan jumlah pinjaman ini dalam jangka waktu
k
1 bulan”
ah
R
Hingga diajukannya Permohonan ini, pinjaman tersebut belum pernah
si
dibayarkan oleh HIL;
ne
ng
do
Rp. [Link] (dua puluh satu miliar empat ratus empat puluh juta
gu
enam ratus empat puluh ribu dua ratus sembilan puluh empat rupiah).
Termohon akan membuktikan hal ini di muka persidangan, dan hal ini
In
A
lik
ub
itikad baik, Termohon telah menentukan sikap untuk tidak merugikan pihak
ah
sengketa HILRO dan Termohon ini melalui forum arbitrase yang telah
es
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 42
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Sementara sebelum adanya putusan atas sengketa HILRO dan Termohon
si
ini, maka Termohon dengan itikad baik telah memutuskan untuk membayar
kepada para supplier dan vendor pada onshore project sebesar 30% dari
ne
ng
tagihan yang mereka ajukan ke HBCK JO. Pembayaran sebesar 30% dari
tagihan ini sesuai dengan porsikontribusi Termohon dalam HBCK JO yang
tertuang di JOA;
do
gu Dalam perjalanan proyek ini Termohon mendengar informasi bahwa
proyek Alstom ini telah dibeli oleh General Electric (GE). Sampai dengan
In
A
proyeknya di ambil alih oleh General Electric (GE), masih terdapat tuntutan
dari para vendor/subkontraktor dan supplier dimana Termohon mengajak
ah
lik
HILRO untuk melakukan klarifikasi namun HILRO tidak pernah mau hadir;
ub
melindungi perusahaan-perusahaan nasional yang telah membantu HBCK
JO dalam melaksanakan pekerjaan onshore, Termohon sesuai dengan
porsinya telah menyelesaikan kewajibannya sebesar 30% kepada para
ep
k
miliar dua ratus delapan puluh tujuh juta dua ratus sembilan puluh tujuh
R
si
ribu lima ratus empat puluh lima rupiah) dengan disertai perjanjian
penyelesaian kewajiban dari Termohon;
ne
ng
do
gu
lik
ub
Rp. [Link] (tiga puluh lima miliar seratus tujuh puluh dua juta
R
tujuh ratus enam puluh tujuh ribu enam ratus Sembilan puluh rupiah) (Vide,
es
M
Bukti T-17);
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 43
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Dengan adanya biaya-biaya offshore project dan keterlambatan serta
si
perubahan desain oleh HIL melalui Hawkins Singapore (offshore project)
yang dibebankan kepada onshore project, jelas HILRO justru masih
ne
ng
berkewajiban menyetorkan dana kepada HBCK JO sebesar
Rp. [Link] (tiga ratus dua puluh empat miliar tiga puluh
sembilan juta tiga ratus tiga ribu delapan ratus delapan puluh tiga rupiah);
do
gu Berdasarkan uraian di atas yang akan Termohon buktikan di muka
persidangan, justru terbukti HILRO-lah yang memiliki utang kepada
In
A
Termohon dan bukan sebaliknya sebagaimana di klaim oleh Pemohon.
Jika Pemohon “ngotot” membantah hal tersebut, maka logikanya Pemohon
ah
lik
seharusnya meneruskan klaimnya melalui arbitrase di SIAC dan bukannya
tidak membayar biaya arbitra sehingga akhirnya SIAC menggugurkan
am
ub
permohonan arbitrase atas klaim Pemohon tersebut;
Hal ini membuktikan bahwa klaim Pemohon jelas mengada-ada dan sama
sekali tidak berdasar. Ini semakin membuktikan bahwa klaim Pemohon
ep
k
dalam perkaraa quo tidak sederhana dan harus dibuktikan terlebih dahulu
ah
si
16. Termohon dengan tegas menolak dalil Pemohon dalam point 8
Permohonan yang menyatakan bahwa HILRO dan Termohon tidak dapat
ne
ng
menuntaskan pekerjaan onshore ini. Dalil ini tidak sesuai dengan fakta
yang sebenarnya karena alasan-alasan sebagai berikut:
do
gu
lik
ub
keseluruhan oleh General Electric (GE) atas proyek ini tidak pernah
R
es
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 44
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
c. Pengambilalihan yang dilakukan oleh GE sebagaimana didalilkan oleh
si
Pemohon adalah pengambilalihan atas SELURUH pekerjaanya itu
untuk pekerjaan offshore dan pekerjaan onshore, sementara Termohon
ne
ng
hanya terlibat di pekerjaan onshore saja. Pengambilalihan seluruh
pekerjaan ini karena HIL diindikasikan tidak berhasil melaksanakan
pekerjaandan akan keluar dari Indonesia sebagaimana telah
do
gu dinyatakan dalam Surat GE nomor 145/KRH-PGE/XII/16 tanggal
13 Desember 2016 kepada Termohon sebagai berikut:
In
A
“Over last few weeks we have been in intense dialogue and discussions
with Hawkins (HIL) management, both from Indonesia and New
ah
lik
Zealand, regarding its ability to complete the Karaha project as well as
its ability to offer satisfactory security for a possible loan agreement with
am
ub
GE for the same. Unfortunately we are not able yet to conclude those
discussions with an amicable arrangement and now we are all
possibilities, including as a real likehood the risk that Hawkins may exit
ep
k
from Indonesia.”
ah
si
“Dalam beberapa minggu terakhir kami telah melakukan pembicaraan
intensif dan diskusi dengan manajemen Hawkins (HIL), baik di
ne
ng
do
gu
lik
Indonesia”
ub
pada tanggal 8 Juni 2017 dan efektif berlaku pada tanggal 19 Juni
2017. Hal ini membuktikan bahwa HIL tidak dapat menuntaskan
ka
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 45
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Sehingga sungguh sangat tidak beralasan jika Pemohon justru
si
mendalilkan bahwa Termohon tidak dapat menuntaskan pekerjaan
onshore. Termohon tidak dapat memenuhi harapan GE karena belum
ne
ng
tuntasnya hubungan kontrak antara GE (sebagai pemilik baru APESI
dan APS) dengan HIL;
do
gu Berdasarkan uraian-uraian di atas, makadalil Pemohon ini sudah
sepatutnya ditolak dan dikesampingkan;
In
17. Termohon juga dengan tegas menolak dalil Pemohon pada point 9, 10 dan
A
11 yang pada pokoknya menyatakan bahwa PT General Electric Power
Solutions Indonesia menagih biaya penyelesaian pekerjaan onshore
ah
lik
sebesar USD 16.401.150 (enam belas juta empat ratus satu ribu seratus
lima puluh dolar Amerika) dan pembayaran ini telah ditalangi oleh
am
ub
Pemohon. Termohon mensomier Pemohon bahwa biaya talangan itu telah
dibayarkan dan talangan ini benar-benar hanya untuk onshore project.
Termohon tidak bertanggungjawab atas membengkaknya biaya akibat
ep
k
si
sebenarnya merupakan konsekwensi dan tanggungjawab HIL karena
kegagalannya dalam menuntaskan pekerjaan. Oleh karena itu, sangat
ne
ng
do
gu
PROYEK OFFSHORE.
lik
ub
ep
es
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 46
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
MERUPAKAN BAGIAN DARI LAPORAN POLISI YANG TELAH DIBUAT OLEH
si
TERMOHON.
18. Termohon menolak dengan tegas kreditor lain yang didalilkan oleh
ne
ng
Pemohon yaitu utang Termohon kepada PT Tasik Ekatama Propertindo
yang didalilkan juga telah dialihkan kepada PT Customade Citrakreasi
do
gu Indonesia sebesar Rp. 183.917.740. Klaim yang diajukan oleh PT Tasik
Ekatama Propertindo adalah klaim berdasarkan biaya hotel dari para
tenaga kerjaa sing HILRO dan HIL ketika mengerjakan pekerjaan offshore
In
A
yang bukan menjadi tanggungjawab Termohon;
lik
dalam Lampiran JOA, sudah diatur dan disepakati bahwa tempat tinggal
untuk para tenaga kerja asing akan disediakan dalam bentuk mess dengan
am
ub
budget sebesar Rp. 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) per tahun;
si
b. Apakah benar biaya tersebut merupakan biaya dari pelaksanaan
onshore project?
ne
ng
do
gu
sehingga secara sederhana akan terbukti bahwa tagihan dari krditur kedua
ini salah alamat dan seharusnya menjadi beban dari HIL untuk pekerjaan
ah
lik
offshore-nya;
ub
ep
MULIA.
R
es
21. Berdasarkan ketentuan Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 8 ayat (4) UU 37/2004,
M
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 47
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Pasal 2 ayat 1
si
“Debitur yang memiliki dua atau lebih kreditor dan tidak dapat membayar
lunas sedikitnya satu hutang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih,
ne
ng
dinyatakan pailit dengan putusan Pengadilan yang berwenang, baik atas
permohonannya sendiri ataupun atas permohonan satu atau lebih kreditor”
do
gu Pasal 8 ayat (4)
In
A
atau keadaan yang terbukti secara sederhana bahwa persyaratan untuk
dinyatakan pailit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) telah
ah
dipenuhi”
lik
Mengenai penerapan Pasal 8 ayat (4), terdapat beberapa Putusan
Mahkamah Agung Republik Indonesia yang dapat dijadikan pedoman bagi
am
ub
Hakim Pengadilan Niaga dalam memutuskan perkara kepailitan. Selain
Putusan Mahkamah Agung No.704 K/[Link]/2012 dalam kasus
ep
PT Telkomsel yang telah disebutkan di atas, terdapat pula Putusan MA
k
R
PT Media Nusantara Citra Tbkdkk. Vs. Crown Capital Global Limited.
si
Dalam perkara ini, Mahkamah Agung juga menyatakan:
ne
ng
“Bahwa eksistensi adanya utang a quo ternyata masih dalam konflik sebab
masih diperdebatkan dan dipermasalahkan, bahkan tentang sejauh mana
keberadaan utang tersebut kini masih sedang diperkarakan di Pengadilan
do
gu
lik
ini sifatnya kompleks dan tidak sederhana, cukup rumit dan sulit
pembuktiannya………sehingga tidak layak dibahas atau diperiksa di
Pengadilan Niaga tetapi seharusnya diperiksa melalui proses perkara
m
ub
ep
arbitrase SIAC), dan juga sedang dalam penyelidikan polisi dalam perkara
es
ng
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 48
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Oleh karenaitu, jelas bahwa Permohonan Kepailitan yang diajukan oleh
si
Pemohon tidak memenuhi persyaratan yang diatur dalam Pasal 8 ayat (4)
UU 37/2004, karena eksistensi adanya utang tidak dapat dibuktikan secara
ne
ng
sederhana, dan oleh karena itu sudah sepatutnya untuk ditolak seluruhnya;
MAKA, berdasarkan alasan dan dasar hukum di atas, Termohon Pailit mohon
do
gu agar Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta
Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk berkenan memutuskan
sebagai berikut:
In
A
1. MENOLAK seluruh Permohonan Penyataan Pailit yang diajukan oleh
Pemohon Pailit;
ah
lik
2. Membebankan biaya perkara ini kepada Pemohon Pailit.
am
ub
Menimbang, bahwa atas Jawaban tersebut Pemohon Pailit telah
mengajukan Replik tertanggal 12 Nopember 2019, dan selanjutnya pihak
Termohon Pailit telah mengajukan Dupliknya tertanggal 19 Nopemper 2019;
ep
k
si
1. Bukti P-1 : Izin Perwakilan Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing
ne
ng
do
gu
2. Bukti P-1a : Izin Perwakilan Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing Nomor
In
A
lik
ub
3. Bukti P-1b : Izin Perwakilan Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing Nomor
ep
ng
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 49
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
4. Bukti P-2 : Company Extract H INFRASTRUCTURE LIMITED,
si
3691835, NZBN: 9429030841871;
ne
ng
- Certificate of IncorporationH INFRASTRUCTURE
LIMITED, 3691835, NZBN: 9429030841871, tertanggal
do
gu 3 April 2017 (Sertifikat Perubahan Nama dari Hawkins
Infrastructure Limited menjadi H Infrastructure Limited),
In
telah dinotarisasi oleh Notaris Publik di New Zealand
A
dan dilegalisasi di Kedutaan Besar Republik Indonesia
(“KBRI”) di New Zealand;
ah
lik
5. Bukti P-2a : Terjemahan tersumpah dari Bukti P-2,yaitu:
ub
3691835, NZBN: 9429030841871;
si
2017;
ne
ng
do
gu
ub
ep
es
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 50
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
H Infrastructure Limited Representative Office berikut
si
Terjemahan Tersumpah;
ne
ng
(Kuasa Hukum Pemohon Pailit) kepada Badan Koordinasi
Penanaman Modal No.: 0031/MCCN/6L/HJP-LGL/SBA
do
gu /IV/19, tertanggal 14 Mei 2019, mengenai perubahan
Kepala Kantor Perwakilan H Infrastructure Limited
(H Infrastructure Limited Representative Office) berikut
In
A
lampiran berupa:
lik
kepada Kepala Kantor Perwakilan yang baru, tertanggal
6 Mei 2019, terhitung sejak tanggal 26 April 2019, yang
am
ub
telah dinotarisasi oleh notaris setempat dan dilegalisasi
di KBRI New Zealand;
ep
2. Surat Pernyataan Kepala Kantor Perwakilan, tertanggal
k
30 April 2019;
ah
R
10. Bukti P-3d : Letter of Acknowledgement tertanggal 19 Juli 2019, yang
si
ditandatangani oleh David Arnot Williamson McConnell dan
ne
John Arnot Williamson McConnell selaku Direktur
ng
do
gu
lik
11. Bukti P-3e : Letter of Appointment tertanggal 24 Juni 2019 dari David
A.W. McConnell dan Michael F. Wardle, yang menunjuk/
m
ub
ep
es
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 51
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
12. Bukti P-3f : Letter of Statement tertanggal 26 Juni 2019 yang dibuat
si
oleh Darutama Emmanuel Gregorius selaku Chief of
Representative Officer (Kepala Kantor Perwakilan)
ne
ng
H Infrastructure Limited Representative Office di Indonesia,
berikut Terjemahan Tersumpah Bukti P-3f;
do
gu 13. Bukti P-3g : Surat pemberitahuan dari Hermawan Juniarto& Partners
(Kuasa Hukum Pemohon Pailit) kepada Badan Koordinasi
Penanaman Modal No.: 0110/MCCN/GL/HJP-LGL/CBJ
In
A
SBA/X/19, tertanggal 2 Oktober 2019, yang melampirkan:
lik
Limited kepada Kepala Kantor Perwakilan tertanggal
24 Juni 2019 yang menyatakan bahwa jangka waktu
am
ub
penunjukan selama 12 bulan yang ditandatangani oleh
David A.W. McConnell dan Michael [Link]
merupakan kuasa dari H Infrastructure Limited dan telah
ep
k
si
2. Asli Surat Pernyataan Kepala Kantor Perwakilan
tertanggal 24 Juni 2019;
ne
ng
do
gu
lik
ub
ng
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 52
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Infrastructure Limited tertanggal 7 Juli 2014 (“Perjanjian
R
Konsorsium”);
si
17. Bukti P-5a : Terjemahan Tersumpah Perjanjian Konsorsium tertanggal
ne
ng
7 Juli 2014;
do
gu of Consortium Agreement (“Appendix 1”) yang seluruhnya
telah dinotarisasi oleh Notaris Publik di New Zealand dan
In
dilegalisasi di KBRI New Zealand;
A
19. Bukti P-5c : Terjemahan Tersumpah Appendix 1 (Lampiran 1 –Lingkup
ah
lik
20. Bukti P-5d : Amendment No. 1 dated 21st January 2015 (Amendment
No 1 to Consortium Agreement in respect of an EPC
am
ub
Contract for Steam Gathering System and Power Plant for
the Karaha 1 X 30 MW project in Indonesia dated 7th July
ep
2014) (“Perubahan Perjanjian Konsorsium”) yang
k
R
Zealand dan dilegalisasi di KBRI New Zealand;
si
21. Bukti P-5e : Terjemahan Tersumpah Perubahan Perjanjian Konsorsium
ne
ng
do
21 Januari 2015 (“Purchase Order”) yang seluruhnya telah
gu
lik
ub
ep
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 53
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
25. Bukti P-7a : Terjemahan Tersumpah Deed of Settlement (Akta
si
Penyelesaian Dan Penugasan Atas Klaim) tertanggal
14 Juni 2017;
ne
ng
26. Bukti P-7b : GE Settlement by McConnell Limited (“GE Settlement
Summaries”) yang seluruhnya telah dinotarisasi oleh
do
gu Notaris Publik di New Zealand dan dilegalisasi di KBRI New
Zealand;
In
27. Bukti P-7c : Terjemahan tersumpah GE Settlement Summaries;
A
28. Bukti P-8 : Surat dari H Infrastructure Limited (induk perusahaan
ah
lik
tertanggal 2 Oktober 2017, perihal: H Infrastructure Limited
Representative Office (HILRO) / PT Bangun Cipta
am
ub
Kontraktor (BCK) – Winding Up Of Joint Operation-LETTER
Of Demand (“Letter of Demand”);
ep
29. Bukti P-8a : Terjemahan Tersumpah Letter of Demand tertanggal
k
2 Oktober 2017;
ah
si
30. Bukti P-9 : Surat dari H Infrastructure Limited kepada PT Bangun Cipta
Kontrak tortertanggal 3 November 2017, perihal:
ne
ng
do
gu
32. Bukti P-10 : Surat dari PT Bangun Cipta Kontraktor kepada Hawkins
Infrastructure Limited, Nomor: 13/BCK/X/2017, tertanggal
ah
lik
ub
ep
34. Bukti P-11 : Surat dari PT. Bangun Cipta Kontraktor (Termohon Pailit)
ah
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 54
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
35. Bukti P-11a : TerjemahanTersumpah Surat dari PT Bangun Cipta
si
Kontraktor kepada Hawkins Infrastructure Limited, Nomor
06/BCK/XI/2017, tertanggal 10 November 2017;
ne
ng
36. Bukti P-12 : Surat McConnell Limited kepada H Infrastructure Limited
(induk perusahaan Pemohon Pailit) tertanggal 6 Agustus
do
gu 2019 (“Letter of Instruction”) yang seluruhnya telah
dinotarisasi oleh Notaris Publik di New Zealand dan
dilegalisasi di KBRI New Zealand;
In
A
37. Bukti P-12a : Terjemahan Tersumpah Letter of Instruction;
lik
Karaha HILRO”) yang seluruhnya telah dinotarisasi oleh
Notaris Publik di New Zealand dan dilegalisasi di KBRI New
am
ub
Zealand;
40. Bukti P-14 : Surat dari Anthony L.P. Hutapea & Partners Law Firm
ah
si
Kontraktor, Nomor: 042/027.01/05-2019/ANT, tertanggal
24 Mei 2019, perihal: Teguran (Somasi);
ne
ng
41. Bukti P-14a : Tanda terima surat tanggal 24 Mei 2019 atas penerimaan
Surat Anthony L.P. Hutapea & Partners Law Firm kepada
do
gu
lik
43. Bukti P-15a : Tanda terima surat tanggal13 Agustus 2019 atas
m
ub
ep
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 55
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
[Link] Citrakreasi Indonesia tertanggal 23 Agustus
R
2019 (“Perjanjian Pengalihan Piutang”);
si
45. Bukti P-16a : Surat Pemberitahuan Pengalihan Piutang dari PT. Tasik
ne
ng
Ekatama Propertindo (pengelola Hotel Santika
Tasikmalaya) kepada Pemohon Pailit dan Termohon Pailit
do
gu selaku anggota Kerjasama Operasi berdasarkan Joint
Operation Agreement, tertanggal 27 Agustus 2019;
In
46. Bukti P-16b : Tanda Terima Surat Pemberitahuan atas Perjanjian
A
Pengalihan Piutang kepada Pemohon Pailit selaku anggota
Kerjasama Operasi berdasarkan Joint Operation
ah
lik
Agreement, tanggal 27 Agustus 2019;
ub
Pengalihan Piutang kepada Termohon Pailit selaku anggota
Kerjasama Operasi berdasarkan Joint Operation
ep
Agreement, tanggal 27 Agustus 2019;
k
48. Bukti P-17 : Surat Pernyataan Sdri. Fitri Safitri, S.H. tentang Kesediaan
ah
R
Diangkat Menjadi Kurator PT. Bangun Cipta Kontraktor,
si
tertanggal 15 November 2019 dan Surat Bukti
ne
Perpanjangan Pendaftaran Kurator dan Pengurus No. AHU.
ng
do
gu
lik
23 Mei 2016;
ub
ep
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 56
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
- Sertifikat Pendirian H INFRASTRUCTURE (NZ)
si
LIMITED, 5995721, NZBN: 9429042361954, tertanggal
23 Mei 2016;
ne
ng
Menimbang, bahwa bukti surat tersebut di atas telah dibubuhi meterai
secukupnya dan dipersidangan telah diperlihatkan dan dicocokkan dengan
do
gu aslinya selanjutnya dilampirkan dalam berkas perkara;
In
A
Turut Tergugat telah menyerahkan alat bukti surat berupa foto copy yang telah
dibubuhi meterai secukupnya, sebagai berikut:
ah
lik
1. Bukti T-1.a : Surat Singapore International Arbitration Center (SIAC)
Ref: ARB401/17/PPD, tanggal 20 Desember 2017;
am
ub
2. Bukti T-1.b : Terjemahan Bukti T-1.a;
si
5. Bukti [Link].a : Surat Singapore International Arbitration Centre (SIAC)
Ref: ARB401/17/PPD, tanggal 26 Januari 2018;
ne
ng
do
gu
lik
ub
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 57
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
15. Bukti [Link].a : Surat Singapore International Arbitration Centre (SIAC)
si
Ref: ARB401/17/PPD, tanggal 8 Mei 2018;
ne
ng
17. Bukti [Link].a : Surat Singapore International Arbitration Centre (SIAC)
Ref: ARB401/17/PPD, tanggal 24 Mei 2018;
do
gu 18. Bukti [Link].b : Terjemahan Bukti [Link].a;
In
A
Ref: ARB401/17/PPD, tanggal 7Juni 2018;
lik
21. Bukti T-2.X.a : Surat Singapore International Arbitration Centre (SIAC)
Ref: ARB401/17/PPD, tanggal 21 Juni 2018;
am
ub
22. Bukti T-2.X.b : Terjemahan Bukti T-2.X.a;
si
25. Bukti T-3.I.a : Surat Singapore International Arbitration Centre (SIAC)
Ref: ARB401/17/PPD, tanggal 13 November 2018;
ne
ng
do
gu
lik
ub
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 58
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
31. BuktiT-5 : Tanda Bukti Lapor Nomor: LP/1206/VIII/2017/PMJ/RJS,
si
tanggal 18 Agustus 2017;
ne
ng
(JOA);
do
gu 34. Bukti T-6.c : Rincian biaya yang merupakan lampiran/bagian dari
JOA yang menjelaskan item-item biaya overhead costs
In
A
yang totalnya berjumlah USD 1,866,144.27 dimana jelas
dicantumkan bahwa untuk penginapan disediakan
ah
lik
rumah tangga untuk membersihkannya;
ub
36. Bukti T-7.a : Email Tan Kit Hiang, tanggal 26 Januari 2016;
si
39. Bukti T-8.b : Terjemahan Bukti T-8.a;
ne
ng
40. Bukti T-9.a : Surat dari PT Bangun Cipta Kontraktor No. Ref.:
06/BCK/XI/2017 tertanggal 10 November 2017;
do
gu
42. Bukti T-10.a : Surat dari PT Bangun Cipta Kontraktor No. Ref.:
In
11/BCK-HIL/XI/2016 tertanggal 11 November 2016;
A
lik
ub
ng
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 59
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
48. Bukti T-13 : Izin Perwakilan Badan Usaha Konstruksi AsingNo:
si
IK.01.01.06/EC/KTR/207/2014 tanggal 31 Desember
2014, sudah berakhir pada tanggal 31 Desember 2017;
ne
ng
49. Bukti T-14.a : Pengumuman dalam Berita Acara Negara Selandia
Baru/New Zealand Gazette;
do
gu 50. Bukti T-14.b
In
A
StrukturJabatan;
52. Bukti T-16 : Tabel Project: KARAHA, tanggal Mei 2017; Kelebihan
ah
lik
Pendanaan oleh Termohon di proyek HBCK JO sebesar
Rp [Link];
am
ub
53. Bukti T-17.a : Surat dari Hawkin Groups, tertangal 19 September
2016, yang ditandatangani Geoff Hunt sebagai CEO
Hawkins Group;
ep
k
R
Menimbang, bahwa bukti surat tersebut di atas telah dibubuhi meterai
si
secukupnya dan dipersidangan telah diperlihatkan dan dicocokkan dengan
ne
ng
do
gu
lik
telah termuat dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan putusan ini;
ub
Termohon Pailit mempunyai utang kepada Pemohon yang telah jatuh waktu dan
R
dapat ditagih tetapi tidak dibayar oleh Termohon, dan Termohon juga
es
M
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 60
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Menimbang, bahwa terhadap dalil permohonan Pemohon tersebut,
si
Termohon telah mengajukan jawaban tertanggal 4 Nopember 2019 yang pada
pokoknya Termohon membantah dalil-dalil Pemohon;
ne
ng
Menimbang, bahwa untuk meneguhkan dalilnya Pemohon telah
mengajukan surat-surat buktinya tersebut di atas, sedangkan untuk
do
gu meneguhkan dalil bantahannya Termohon juga telah mengajukan bukti-bukti
surat sebagaimana tersebut di atas;
In
A
Menimbang, bahwa walaupun kedua belah pihak masing – masing telah
mengajukan bukti surat namun demikian majelis hakim hanya akan
ah
lik
mempertimbangkan bukti surat yang dipandang ada relevansinya dengan
perkara ini;
am
ub
Menimbang, bahwa berdasarkan bukti-bukti yang diajukan oleh Pemohon
diatas, apakah permohonan Pemohon dapat dikabulkan atau tidak akan
dipertimbangkan dibawah ini;
ep
k
ah
si
berikut:
ne
ng
I. Syarat Formil:
do
gu
lik
ub
kreditornya, dan sedikitnya ada 1 (satu) utang yang telah jatuh waktu dan
dapat ditagih tetapi tidak dibayar lunas oleh Termohon;
ka
es
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 61
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
1). Permohonan diajukan oleh pihak yang mempunyai legal standing untuk
si
mengajukan permohonan Pailit;
ne
ng
yaitu H INFRASTRUCTURE LIMITED REPRESENTATIVE OFFIFE (dahulu
bernama Hawkins Infrastructure Limited Representative Office), dan berkantor
do
gu Cabang di Indonesia dengan alamat kantor di Regus, Menara BCA Grand
Indonesia Lt.50, Jl. M.H Thamrin 1 Rt.1/Rw.5, Menteng, Jakarta 10310 sesuai
In
Ralat Perbaikan alamat dari Pemohon tertanggal 28 Oktober 2019;
A
Menimbang, bahwa berdasarkan bukti P-1 berupa fotocopy Ijin untuk
ah
lik
membuka Perwakilan Badan Usaha Konstruksi dari Menteri Pekerjaan Umum,
tertangal 31 Desember 2014, maka HAWKINS INFRASTRUCTURE LIMITED,
alamat negara asal : Level 2, 70 Stanley Street, Parnell, Auckland 1010, New
am
ub
Zealand, telah diberi ijin oleh Kementerian Pekerjaan Umum RI untuk membuka
Kantor Perwakilan di Indonesia, dengan nama Kepala Perwakilan di Indonesia
ep
adalah MARTIN TOMOTHY O’NEILL dengan alamat di Indosia di : Podomoro
k
City Ruko Garden Shopping Arcade Blok B/8 DH Jl. S. Parman, Jakarta Barat
ah
R
11470, dan ijin tersebut berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2017;
si
Menimbang, bahwa selanjutnya berdasarkan bukti P-1.a berupa fotocopy
ne
ng
do
gu
lik
ub
ep
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 62
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Menimbang, bahwa dari bukti P-1.b ini Majelis setelah melihat bahwa
si
alamat dari H INFRASTRUCTURE LIMITED di negara asal (New Zealan) dan
alamat Kantor Perwakilannya di Indonesia adalah sama dengan yang diberikan
ne
ng
kepada HAWKINS INFRASTRUCTURE LIMITED sebelumnya (dalam Bukti
P-1.a), maka Majelis berpendapat bahwa badan usaha yang diberi ijin adalah
sama, hanya berubah nama saja dari HAWKINS INFRASTRUCTURE LIMITED
do
gu menjadi H INFRASTRUCTURE LIMITED, dan Perubahan nama tersebut pada
tanggal 11 Desember 2017 telah diberitahukan kepada BKPM RI ;
In
A
Menimbang, bahwa berdasarkan bukti P-2.a berupa fotocopy Ekstrak
Perusahaan atau Profil Perusahaan bernama H INFRASTRUCTURE LIMITED
ah
lik
terbukti bahwa : Pemohon adalah Perusahaan Terbatas, semula bernama
HAWKINS INFRASTRUCTURE LIMITED, didirikan tanggal 19 Desember 2011,
am
ub
kemudian pada tanggal 3 April 2017 berubah nama menjadi
H INFRASTRUCTURE LIMITED, berkantor Pusat di New Zealand, dari alamat
lama telah berepindah ke alamat baru yang sesuai pula dengan P-18 dan
ep
k
P-18.a beralamat Kantor terdaftar di : Viaduct Quay Building, Level 2, 204 Quay
ah
si
Limited, Level 17, Aig Building, 41 Shortland Street, Auckland, 1010, Selandia
Baru, dengan nama Direktur : David Arnot Williamson MCCONNELL, John
ne
ng
do
gu
Menimbang, bahwa dari bukti P-3 dan P-3.a berupa fotocopy Surat
Pengangkatan Kepala Kantor Perwakilan H INFRASTRUCTURE LIMITED
ah
lik
ub
A.W McConnell) tertanggal 19 Juli 2019, yang berisi revisi terhadap surat
es
M
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 63
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
tanggal 26 April 2019 (bukti P-3) yang menyatakan bahwa pengangkatan
si
tersebut berlaku selama 12 (dua belas) bulan, bukan 3 (tiga) bulan;
ne
ng
H INFRASTRUCTURE LIMITED telah mengangkat Sdr. Darutama Emmanuel
Gregorius Kepala Kantor Perwakilan H Ifrastructure Limited di Indonesia, yang
do
gu berlaku selama 3 (tiga) bulan;
In
A
2019 yang telah di legalisasi di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,
terlihat bahwa Pemberi Kuasa adalah DARUTAMA EMMANUEL GREGORIUS
ah
lik
yang bertindak selaku Kepala Kantor Perwakilan H INFRASTRUCTURE
LIMITED dan Penerima kuasa adalah : ANTHONY L.P HUTAPEA, SH.,MH.,
IAN PSSP SIREGAR, SH., dan ALBERT HOSOLOAN LIMBONG, SH., Para
am
ub
Advokat dari Law Firm ANTHONY L.P HUTAPEA & PARTNERS, tersebut di
atas;
ep
k
apakah pada waktu surat kuasa tanggal 29 Agustus 2019 tersebut Pemberi
R
si
Kuasa (DARUTAMA EMMANUEL GREGORIUS) sah menjadi Kepala Kepala
Kantor Perwakilan H INFRASTRUCTURE LIMITED di Indonesia ?
ne
ng
do
gu
Agustus 2019 masih berlaku, dan apakah Ijin operasional Jasa Pelaksana
Konstruksi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal RI tertanggal
m
ub
ep
Menimbang, bahwa dari bukti P-1 tertulis bahwa Ijin membuka Kantor
ah
selanjutnya bukti P-1 tersebut ditindak lanjuti dengan Ijin dari Badan Koordinasi
M
ng
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 64
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
(bukti P-1.b) , dan dalam Bukti P-1.b tersebut Kepala BKPM RI menegaskan
si
bahwa Ijin Perwakilan Badan Usaha (cq. Pemohon) berlaku selama memenuhi
kewajibannya, dan secara tegas ditentukan bahwa batas akhir berlakunya ijin
ne
ng
tersebut adalah sampai dengan tanggal 31 Desember 2017;
do
gu Usaha berlaku selama memenuhi kewajibannya” pengertiannya adalah sebelum
batas tanggal yang ditentukan (cq. Tanggal 31 Desember 2017) Pemohon
In
masih memenuhi kewajibannya maka ijin tetap berlaku, namun apabila melewati
A
batas yang ditentukan (tanggal 31 Desember 2017) maka ijin Pembukaan
Kantor Perwakilan maupun ijin usaha melakukan kegiatan otomatis telah
ah
lik
berakhir, hal tersebut tersirat pada syarat-syarat pada angka 7 bukti P-1.b
tersebut yang berbunyi “Melakukan permohonan perpanjangan Izin Perwakilan
am
ub
paling lambat 60 (enam puluh) hari kalender setelah masa berlaku Izin
Perwakilan habis”; ep
Menimbang, bahwa dari angka nomor 7 pada bukti P-1.b tersebut, maka
k
R
berakhirnya masa Ijin dalam Bukti P-1.b tersebut (60 hari setelah tanggal
si
31 Desember 2017) Ijin Perwakilan tersebut masih berlaku sah, karena
ne
merupakan waktu peralihan untuk mengurus perpanjangan ijin, namun setelah
ng
do
gu
lik
ub
telah berakhir pada tanggal 1 Pebruari 2018, maka menurut Majelis pada saat
dibuat Surat Kuasa dari Pemohon tanggal 29 Agustus 2019 untuk mengajukan
ka
Permohonan Pailit dalam perkara a quo, Pemohon sudah sudah tidak ada ijin
ep
Ijin untuk membuka Kantor Perwakilan dan tidak ada ijin untuk melakukan
ah
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 65
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
tersebut bukanlah merupakan perpanjangan ijin untuk membuka Kantor
si
Perwakilan, akan tetapi hanya berupa Warmeking terhadap surat bukti P-1.a
dan P-1.b saja, dan bukan berarti pemberian ijin tersebut berlaku sampai
ne
ng
dengan Bulan Desember tahun 2019;
do
gu Pemohon di Indonesia pada tangga 29 Agustus 2019 menurut hukum tidak ada
ijinnya, maka eksistensi Pemberi Kuasa selaku Kepala Kantor Perwakilan
In
Pemohon di Indonesia adalah tidak sah, dan demikian pula surat kuasa yang
A
dibuat oleh Pemberi Kuasa kepada Kuasa Hukum Pemohon ini juga tidak sah;
ah
lik
Menimbang, bahwa dari pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas,
oleh karena Kuasa Hukum Pemohon tidak sah maka Kuasa Hukum Pemohon
tidak mempunyai legal standing untuk mewakili Pemohon mengajukan
am
ub
Permohonan Pailit dalam perkara a quo;
si
Menimbang, bahwa oleh karena permohonan Pemohon ditolak maka
ne
ng
Pemohon sebagai pihak yang kalah, oleh karenanya Pemohon harus dihukum
untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara a quo;
do
gu
MENGADILI:
lik
ub
hari Selasa tanggal 7 Januari 2020, oleh kami, Abdul Kohar, SH.,MH., sebagai
ep
Hakim Ketua, Desbenneri Sinaga, S.H., M.H., dan Duta Baskara, S.H., M.H.,
masing-masing sebagai Hakim Anggota, Putusan tersebut diucapkan dalam
ah
sidang yang terbuka untuk umum pada hari Kamis, tanggal 9 Januari 2020, oleh
es
ng
dibantu oleh Mis Nani B.M Gultom, S.H., M.H., Panitera Pengganti Pengadilan
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 66
am
u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
ep
[Link]
hk
a
Niaga pada Pengadilan Negeri tersebut, tanpa dihadiri oleh Kuasa Pemohon
si
dan Kuasa Termohon.
ne
ng
TTD. TTD.
do
gu Desbenneri Sinaga, S.H., M.H. Abdul Kohar, S.H., M.H.
In
A
TTD. Panitera Pengganti,
ah
lik
Duta Baskara, S.H., M.H. TTD.
am
ub
Mis Nani B.M Gultom, S.H., M.H.
Biaya-biaya:
ep
k
PNBP Rp.3.000.000,00
Panggilan Sidang Rp. 450.000,00
ah
si
PNBP Panggilan Rp. 20.000,00
Redaksi Rp. 10.000,00
Meterai Rp. 6.000,00
ne
ng
Jumlah Rp.3.561.000,00
do
gu
In
A
ah
lik
m
ub
ka
ep
ah
es
M
ng
on
d
In
A
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h
pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 67