0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
98 tayangan67 halaman

Putusan Pailit H Infrastructure Limited

Putusan Nomor 46/Pdt.Sus-Pailit/2019 menyatakan bahwa Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menjatuhkan putusan permohonan pernyataan pailit yang diajukan oleh Hawkins Infrastructure Limited Representative Office terhadap PT. Bangun Cipta Kontraktor. Kedua pihak diwakili oleh kuasa hukum masing-masing.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
98 tayangan67 halaman

Putusan Pailit H Infrastructure Limited

Putusan Nomor 46/Pdt.Sus-Pailit/2019 menyatakan bahwa Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menjatuhkan putusan permohonan pernyataan pailit yang diajukan oleh Hawkins Infrastructure Limited Representative Office terhadap PT. Bangun Cipta Kontraktor. Kedua pihak diwakili oleh kuasa hukum masing-masing.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
PUTUSAN

R
Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]

si
ne
ng
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memeriksa dan

do
gu memutus perkara permohonan pernyataan Pailit pada tingkat pertama telah
menjatuhkan putusan yang diajukan oleh:

In
A
H INFRASTRUCTURE LIMITED REPRESENTATIVE OFFICE (dahulu bernama
Hawkins Infrastructure Limited Representative Office), dahulu
ah

beralamat di Podomoro City Ruko Garden Shopping Arcade

lik
Blok B/8 DH Jl. Letjend. S. Parman, Jakarta Barat dan sekarang
beralamat di Regus, Menara BCA Grand Indonesia Lantai 50,
am

ub
Jl. M.H. Thamrin 1 RT.1/ RW.5, Menteng, Jakarta 10310, dalam
hal ini memberikan kuasanya kepada Anthony L.P. Hutapea,
ep
S.H., M.H., Ian PSSP Siregar, S.H, dan Albert Hasoloan
k

Limbong, S.H., Para Advokat pada Kantor Advokat dan


ah

Konsultan Hukum ANTHONY L.P. HUTAPEA & PARTNERS,


R

si
beralamat di Springhill Office Tower Lantai 9, Unit E, Jl.
Benyamin Suaeb Blok D6 Ruas D7, Jakarta Utara 14410,

ne
ng

berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 29 Agustus 2019,


selanjutnya disebut sebagai PEMOHON PAILIT;

do
gu

Terhadap
In
PT. BANGUN CIPTA KONTRAKTOR, beralamat di Office Tower Gandaria 8,
A

Lantai 27, Unit A & B, Jalan Sultan Iskandar Muda No. 8,


Jakarta Selatan,12240, selanjutnya disebut sebagai
ah

lik

TERMOHON PAILIT;

Termohon Pailit di persidangan diwakili oleh kuasa hukumnya


m

ub

bernama : HENDRY MULIANA HENDRAWAN, SH., dan


YANUAR ADITYA WIJANARKO, SH., Para Advokat pada Firma
ka

ep

Hukum ADNAN KELANA HARYANTO & HERMANTO


(“AKHH”), beralamat di The Covergence Indonesia Lt. 19,
ah

Komplek Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said Jakarta


R

es

12940, berdasarkan Surat Kuasa Khusus Tertanggal 2019;


M

ng

on

Halaman 1 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tersebut;

si
Setelah membaca dan mempelajari berkas - berkas perkara ini;

Setelah mendengar para pihak yang berperkara;

ne
ng
TENTANG DUDUK PERKARA

do
gu Menimbang, bahwa Pemohon dengan surat permohonannya tanggal
10 September 2019 yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan

In
Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 10 September 2019 di
A
bawah Register Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link], telah
mengajukan permohonan pernyataan pailit sebagai berikut:
ah

lik
I. KEDUDUKAN PEMOHON PAILIT SEBAGAI KREDITOR DARI
TERMOHON PAILIT.
am

ub
1. Bahwa Pemohon Pailit dahulu bernama Hawkins Infrastructure
Limited Representative Office (sekarang H Infrastructure Limited
ep
k

Representative Office) merupakan perusahaan yang bergerak


ah

dibidang jasa konstruksi, berdasarkan Izin Perwakilan Badan Usaha


R
Jasa Konstruksi Asing No. IK.01.01.06/EC/KTR/207/2014 tertanggal

si
31 Desember 2014 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan

ne
ng

Umum Republik Indonesia (Legal Standing Pemohon Pailit: Bukti


P-1, P-2, P-2a, P-3, P-3a, P-3b, P-3c, P-3d, P-3e, P-3f, P-3g, P-3h
dan P-3i);

do
gu

2. Bahwa antara Pemohon Pailit dan Termohon Pailit telah sepakat


membentuk usaha dalam bentuk Kerjasama Operasidan
In
A

menandatangani Joint Operation Agreement ( Perjanjian Kerjasama


Operasi) tertanggal 29 Januari 2015 (selanjutnya disebut “JOA” atau
ah

lik

“Perjanjian Kerjasama Operasi”) (Bukti P-4) dengan partisipasi


penyertaan : Pemohon Pailit sebesar 70% (tujuh puluh persen) dan
Termohon Pailit sebesar 30% (tiga puluh persen);
m

ub

3. Bahwa JOA dibentuk Pemohon Pailit dan Termohon Pailit sebagai


ka

pelaksanaan Consortium Agreement (Perjanjian Konsorsium)


ep

tertanggal 7 Juli 2014 antara PT. Alstom Power Energy Systems


ah

Indonesia, Alstom Power Systems SA dan Hawkins Infrastructure


R

Limited (yang merupakan induk perusahaan Pemohon Pailit) (Bukti P-


es

5), guna melaksanakan pekerjaan Engineering, Procurement,


M

ng

Construction (EPC) proyek sistem pengumpulan uap dan pembangkit


on

Halaman 2 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
listrik sebesar 1x30 MW di Karaha, Jawa Barat berdasarkan

si
penunjukan PT. Pertamina Geotermal Energy, sebagaimana disebut
di halaman 1 bagian Pendahuluan JOA (Bukti P-4), yang dikutip

ne
ng
sebagai berikut:

“Whereas, Hawkins has entered into a consortium with Alstom

do
gu Power Systems SA and PT Alstom Power Systems Indonesia and
already been awarded “EPC Contract for Steam Gathering System
and Power Plant for the Karaha 1 X 30 MW project in Indonesia”

In
A
by PT. PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY on December 30,
2014. Now Hawkins and BCK desire to enter into join operation in
ah

lik
respect of the provision of construction services to PT Alstom
Power Systems Indonesia (the “EMPLOYER”) under Purchase
Order for “Onshore” works Contract (the “CONTRACT”) which is
am

ub
part of the “EPC Contract for Steam Gathering System and Power
Plant for the Karaha 1 X 30 MW project in Indonesia” (the
ep
k

PROJECT”); .…”
ah

Terjemahan resmi/tersumpahnya kami kutip sebagai berikut


R

si
(Bukti P-4a):

“BAHWA, Hawkins telah menandatangani konsorsium dengan

ne
ng

Alstom Power Systems SA dan PT Alstom Power Systems


Indonesia dan telah diberikan "Kontrak EPC untuk Sistem

do
gu

Pengumpulan Uap dan Pembangkit Listrik untuk proyek Karaha 1


X 30 MW di Indonesia" oleh PT. PERTAMINA GEOTHERMAL
ENERGY pada 30 Desember 2014. Sekarang Hawkins dan BCK
In
A

berkeinginan untuk melakukan kerjasama operasi sehubungan


dengan penyediaan layanan konstruksi kepada PT Alstom Power
ah

lik

Systems Indonesia ("PEMBERI PEKERJAAN") berdasarkan


Purchase Order untuk kontrak kerja Onshore ("KONTRAK") yang
m

ub

merupakan bagian dari "Kontrak EPC untuk Sistem Pengumpulan


Uap dan Pembangkit Listrik untuk proyek Karaha 1 X 30 MW di
ka

Indonesia" (“PROYEK”); ….”


ep

4. Bahwa berdasarkan JOA dan Perjanjian Konsorsium, Pemohon Pailit


ah

dan Termohon Pailit selanjutnya bersama-sama menyiapkan


R

pekerjaan onshore (darat) guna menunjang pekerjaan offshore (laut)


es
M

yang dilakukan berdasarkan Perjanjian Konsorsium, sebagaimana


ng

on

Halaman 3 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
disebut dalam Appendix 1 (Lampiran 1) (Bukti P-5b) yang merupakan

si
satu kesatuan dalam Perjanjian Konsorsium tertanggal 7 Juli 2014;

5. Bahwa pada tanggal 21 Januari 2015, Pemohon Pailit dan Termohon

ne
ng
Pailit dalam JOA, bersama PT. Alstom Power Energy Systems
Indonesia menandatangani Pesanan Pembelian (Purchase Order) No.

do
gu P.O./APMY/KRH/004 tertanggal 21 Januari 2015 (“Purchase Order”
atau “Pesanan Pembelian”) (Bukti P-6), yang mengatur:

In
a. Pemohon Pailit dan Termohon Pailit akan memberikan jasa
A
pekerjaan onshore (darat) kepada pihak dalam Perjanjian
Konsorsium yang diwakili PT. Alstom Power Energy Systems
ah

lik
Indonesia;

b. PT. Alstom Power Energy Systems Indonesia akan melakukan


am

ub
pembayaran sesuai nilai Purchase Order yaitu sebesar
Rp. [Link],80 (dua ratus tiga puluh miliar tujuh ratus tiga
ep
puluh juta tujuh ratus lima puluh empat ribu empat puluh sembilan
k

dan delapan puluhsen Rupiah) dan USD 2.700.324,21 (dua juta


ah

tujuh ratus ribu tiga ratus dua puluh empat Dolar Amerika Serikat
R

si
dan dua puluh satu sen);

ne
6. Bahwa pelaksanaan pekerjaan onshore (darat) tidak dapat dikerjakan
ng

secara sempurna sampai tuntas oleh Pemohon Pailit dan Termohon


Pailit terutama karena:

do
gu

a. Termohon Pailit tidak membantu Pemohon Pailit dalam persiapan


pekerjaan tender sebagaimana disyaratkan dalam JOA,
In
A

khususnya memberikan informasi jumlah tenaga kerja yang akan


direkrut dari luar Indonesia;
ah

lik

b. Termohon Pailit tidak pernah melakukan partisipasi penyertaan


sebesar 30% (tiga puluh persen) sebagaimana telah diutarakan
m

ub

Pemohon Pailit di atas, melainkan hanya sebesar USD 225.397


(dua ratus dua puluh lima ribu tiga ratus sembilan puluh tujuh
ka

Dollar Amerika Serikat) sehingga Pemohon Pailit harus menalangi


ep

kewajiban Termohon Pailit dengan menalangi kewajiban


ah

penyertaan Termohon Pailit sebesar 30% (tiga puluh persen) yaitu


R

USD 2.598.683,13 (dua juta lima ratus sembilan puluh delapan


es

ribu enam ratus delapan puluh tiga koma tiga belas Dolar Amerika
M

ng

Serikat);
on

Halaman 4 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
7. Bahwa Pemohon Pailit dan Termohon Pailit bersama-sama

si
mempunyai kewajiban membayar kepada Para Kreditur (rekanan
yang ditunjuk guna pelaksanaan pekerjaan onshore (darat) dengan

ne
ng
masing-masing beban pembayaran berdasarkan JOA adalah sebesar
70% (tujuh puluh persen) ditangung Pemohon Pailit dan 30% (tiga
puluh persen) ditanggung Termohon Pailit;

do
gu 8. Bahwa pada pertengahan tahun 2017, Pemohon Pailit dan Termohon
Pailit tidak dapat menuntaskan pekerjaan berdasarkan Pesanan

In
A
Pembelian (Purchase Order) dan Perjanjian Konsorsium (Consortium
Agreement), sehingga PT. General Electric Power Solutions
ah

lik
Indonesia (semula PT. Alstom Power Energy Systems Indonesia)
melaksanakan haknya berdasarkan Perjanjian Konsorsium dan
am

ub
meneruskan/mengambil alih kewajiban Pemohon Pailit dan Termohon
Pailit (Bukti P-7);

9. Bahwa selanjutnya PT General Electric Power Solutions Indonesia


ep
k

(semula PT. Alstom Power Energy Systems Indonesia) menagih biaya


ah

penyelesaian pekerjaan yang seharusnya dituntaskan oleh Kerjasama


R

si
Operasi (Pemohon Pailit dan Termohon Pailit) sebesar USD
16.401.150 (enam belas juta empat ratus satu ribu seratus lima puluh

ne
ng

Dolar Amerika Serikat) dan kewajiban pembayaran ini telah ditalangi


terlebih dahulu oleh H Infrastructure Limited, Orange H Group Limited,

do
dan McConnell Limited selaku induk perusahaan Pemohon Pailit,
gu

sebagaimana dimuat dalam Deed of Settlement and Assignment of


Claims tertanggal 14 Juni 2017 (Bukti P-7 dan Bukti P-7b);
In
A

10. Bahwa berdasarkan Pasal 17 JOA, Pemohon Pailit melalui induk


perusahaan Pemohon Pailit telah memberitahu Termohon Pailit pada
ah

lik

tanggal 2 Oktober 2017 (Bukti P-8) dan kembali melalui surat


tertanggal 3 November 2017 (Bukti P-9), kewajiban Termohon Pailit
m

ub

untuk partisipasi penyertaan sebesar 30% (tiga puluh persen) dalam


Kerjasama Operasi menanggung kerugian yang timbul dalam JOA
ka

sesuai dengan partisipasi penyertaan Termohon Pailit yaitu sejumlah


ep

30% (tiga puluh persen) atas pengambilalihan pekerjaan oleh


ah

PT General Electric Power Solutions Indonesia (semula PT. Alstom


R

Power Energy Systems Indonesia) yang seharusnya diselesaikan


es

oleh Kerjasama Operasi (Pemohon Pailit dan Termohon Pailit).


M

ng

Adapun Termohon Pailit melalui surat tertanggal 13 Oktober 2017


on

Halaman 5 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
(Bukti P-10) dan surat tertanggal 10 November 2017 (Bukti P-11)

si
telah menanggapi surat dari induk perusahaan Pemohon Pailit yang
pada pokoknya dengan tanpa dasar menolak untuk bertanggung

ne
ng
jawab;

11. Bahwa selanjutnya induk perusahaan Pemohon Pailit telah

do
gu mengalihkan hak tagihannya terhadap Termohon Pailit sebesar 30%
(tiga puluh persen) dari USD 16.401.150 (enam belas juta empat
ratus satu ribu seratus lima puluh Dolar Amerika Serikat) yaitu

In
A
sejumlah USD 4.920.345 (empat juta sembilan ratus dua puluh ribu
tiga ratus empat puluh lima Dolar Amerika Serikat) kepada Pemohon
ah

lik
Pailit (Bukti P-12);

12. Bahwa hingga saat ini, Termohon Pailit tidak melaksanakan


am

ub
kewajibannya terhadap Pemohon Pailit, berupa pembayaran uang
sebesar USD 7.519.028,13 (tujuh juta lima ratus sembilan belas ribu
dua puluh delapan koma tiga belas Dolar Amerika Serikat), dengan
ep
k

perincian sebagai berikut (Bukti P-13):


ah

a. USD 2.598.683,13 (dua juta lima ratus sembilan puluh delapan


R

si
ribu enam ratus delapan puluh tiga koma tiga belas Dolar Amerika
Serikat) yang merupakan kewajiban membayar/ utang Termohon

ne
ng

Pailit kepada Pemohon Pailit berdasarkan partisipasi penyertaan;


dan

do
gu

b. 30% (tiga puluh persen) bagian Termohon Pailit dari USD


16.401.150 (enam belas juta empat ratus satu ribu seratus lima
puluh Dolar Amerika Serikat) atas pengambilalihan pekerjaan oleh
In
A

PT General Electric Power Solutions Indonesia (semula


PT. Alstom Power Energy Systems Indonesia) yang seharusnya
ah

lik

diselesaikan oleh Kerjasama Operasi yaitu sebesar USD


4.920.345 (empat juta sembilan ratus dua puluh ribu tiga ratus
m

ub

empat puluh lima Dolar Amerika Serikat);

13. Bahwa Pemohon Pailit telah beberapa kali memberikan peringatan


ka

(somasi) kepada Termohon Pailit agar melunasi seluruh kewajiban


ep

sebesar USD 7.519.028,13 (tujuh juta lima ratus sembilan belas ribu
ah

dua puluh delapan koma tiga belas Dolar Amerika Serikat) kepada
R

Pemohon Pailit, yaitu melalui surat-surat sebagai berikut:


es
M

a. Surat Nomor 042/027.01/05-2019/ANT, tertanggal 24 Mei 2019,


ng

perihal: Teguran (Somasi), dengan tenggang waktu 7 (tujuh)


on

Halaman 6 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
hari atau jatuh tempo tanggal 30 Mei 2019 (Bukti P-14 dan

si
Bukti P-14a);

b. Surat Nomor 063/027.01/08-2019/ANT, tertanggal 13 Agustus

ne
ng
2019, perihal: Teguran (Somasi) Terakhir, dengan tenggang
waktu 7 (tujuh) hari atau jatuh tempo tanggal 19 Agustus 2019

do
gu (Bukti P-15 dan Bukti P-15a);

14. Bahwa piutang Pemohon Pailit terhadap Termohon Pailit tersebut

In
timbul karena Perjanjian Kerjasama Operasi tanggal 29 Januari 2015
A
yang pada pokoknya Pemohon Pailit dan Termohon Pailit membentuk
usaha dalam bentuk Kerjasama Operasi dengan partisipasi
ah

lik
penyertaan : Pemohon Pailit sebesar 70% (tujuh puluh persen) dan
Termohon Pailit sebesar 30% (tiga puluh persen). Dengan demikian
am

ub
terbukti bahwa piutang Pemohon Pailit adalah “piutang yang timbul
karena Perjanjian yang dapat ditagih di muka pengadilan”;
ep
15. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas, terbukti Pemohon Pailit
k

merupakan kreditor dari Termohon Pailit karena Pemohon Pailit


ah

adalah orang yang mempunyai piutang yang timbul karena Undang-


R

si
Undang dan dapat ditagih di muka Pengadilan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 1 angka 2 Undang-Undang Nomor 37 Tahun

ne
ng

2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran


Utang ("UU Kepailitan &P KPU"), dengan penjelasan sebagai berikut:

do
gu

"Kreditur adalah orang yang mempunyai piutang karena perjanjian


atau Undang-Undang yang dapat ditagih di muka pengadilan."
In
A

II. PEMOHON PAILIT BERHAK MENGAJUKAN PERMOHONAN PAILIT


TERHADAP TERMOHON PAILIT DAN TERMOHON PAILIT MEMILIKI
ah

lik

UTANG KEPADA PEMOHON PAILITYANG TELAH JATUH WAKTU/


TEMPO, DAPAT DITAGIH DAN TIDAK DIBAYAR LUNAS.
m

ub

16. Bahwa berdasarkan Pasal 2 ayat (1) UU Kepailitan & PKPU yang
mengatur:
ka

"PASAL 2
ep

(1) Debitor yang mempunyai dua atau lebih Kreditor dan tidak
ah

membayar lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu


R

dan dapat ditagih, dinyatakan pailit dengan putusan


es
M

ng

on

Halaman 7 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Pengadilan, baik atas permohonannya sendiri maupun atas

R
permohonan satu atau lebih kreditornya”.

si
Maka syarat-syarat Permohonan Pailit a quo dapat dikabulkan oleh

ne
ng
Yang Mulia Majelis Hakim Pengadilan Niaga Pada Pengadilan Negeri
Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara a quo harus

do
gu memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:

a. Debitor (Termohon Pailit) tidak membayar lunas utangnya kepada

In
Kreditor (Pemohon Pailit);
A
b. Utang Debitor (Termohon Pailit) terhadap Kreditor (Pemohon
ah

Pailit) telah jatuh waktu/tempo;

lik
c. Utang Debitor (Termohon Pailit) terhadap Kreditor (Pemohon
Pailit) dapat ditagih;
am

ub
Termohon Pailit Tidak Membayar Lunas Utangnya Kepada Pemohon Pailit

17. Bahwa keseluruhan tunggakan utang Termohon Pailit yang tidak


ep
k

dibayar lunas kepada Pemohon Pailit berdasarkan Perjanjian


ah

Kerjasama Operasi (JOA) dan Pesanan Pembelian (Purchase Order)


R

si
adalah sebesar USD 7.519.028,13 (tujuh juta lima ratus sembilan
belas ribu dua puluh delapan koma tiga belas Dolar Amerika Serikat),

ne
ng

dengan perincian sebagai berikut:

a. USD 2.598.683,13 (dua juta lima ratus sembilan puluh delapan

do
gu

ribu enam ratus delapan puluh tiga koma tiga belas Dolar Amerika
Serikat) yang merupakan kewajiban membayar/ utang Termohon
In
Pailit kepada Pemohon Pailit berdasarkan partisipasi penyertaan;
A

dan
ah

b. 30% (tiga puluh persen) bagian Termohon Pailit dari USD


lik

16.401.150 (enam belas juta empat ratus satu ribu seratus lima
puluh Dolar Amerika Serikat) atas pengambilalihan pekerjaan oleh
m

ub

PT General Electric Power Solutions Indonesia (semula


PT. Alstom Power Energy Systems Indonesia) yang seharusnya
ka

ep

diselesaikan oleh Kerjasama Operasi yaitu sebesar USD


4.920.345 (empat juta sembilan ratus dua puluh ribu tiga ratus
ah

empat puluh lima Dolar Amerika Serikat);


R

es
M

ng

on

Halaman 8 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Dari tunggakan utang Termohon Pailit kepada Pemohon Pailit

si
tersebut di atas, Termohon Pailit sama sekali belum melakukan
pembayaran maupun pelunasan utang kepada Pemohon Pailit;

ne
ng
Utang Termohon Pailit Terhadap Pemohon Pailit Telah Jatuh
Waktu/Tempo

do
gu 18. Bahwa kewajiban untuk membayar/utang Termohon Pailit kepada
Pemohon Pailit berdasarkan partisipasi penyertaan dan kewajiban

In
Termohon Pailit atas pengambilalihan pekerjaan oleh PT General
A
Electric Power Solutions Indonesia (semula PT. Alstom Power Energy
Systems Indonesia) yang seharusnya diselesaikan oleh Kerjasama
ah

lik
Operasi telah jatuh waktu/tempo dan dapat ditagih seluruhnya;

19. Bahwa pembayaran utang Termohon Pailit kepada Pemohon Pailit


am

ub
sebesar USD 7.519.028,13 (tujuh juta lima ratus sembilan belas ribu
dua puluh delapan koma tiga belas Dolar Amerika Serikat) yang telah
ep
jatuh tempo tersebut telah berulangkali dimintakan oleh Pemohon
k

Pailit termasuk untuk terakhir kalinya melalui Kuasa Hukum Pemohon


ah

Pailit dengan mengirimkan Surat Teguran (Somasi) sebanyak 2 (dua)


R

si
kali kepada Termohon Pailit, masing-masing:

ne
a. Surat Nomor 042/027.01/05-2019/ANT, tertanggal 24 Mei 2019,
ng

perihal: Teguran (Somasi), dengan tenggang waktu 7 (tujuh) hari


atau jatuh tempo tanggal 30 Mei 2019 (Bukti P-14 dan Bukti

do
gu

P-14a);

b. Surat Nomor 063/027.01/08-2019/ANT, tertanggal 13 Agustus


In
A

2019, perihal: Teguran (Somasi) Terakhir, dengan tenggang waktu


7 (tujuh) hari atau jatuh tempo tanggal 19 Agustus 2019 (Bukti
ah

lik

P-15 dan Bukti P-15a);

Melalui Surat Teguran (Somasi) tersebut, Pemohon Pailit telah


m

ub

meminta agar Termohon Pailit dapat menyelesaikan kewajibannya


kepada Pemohon Pailit yang timbul berdasarkan Perjanjian
ka

Kerjasama Operasi dan atas pengambilalihan pekerjaan Oleh


ep

PT General Electric Power Solutions Indonesia (semula PT. Alstom


ah

Power Energy Systems Indonesia) yang seharusnya diselesaikan


R

oleh Kerjasama Operasi (Pemohon Pailit dan Termohon Pailit);


es

20. Bahwa ternyata hingga saat Permohonan Pernyataan Pailit diajukan,


M

ng

Termohon Pailit belum melaksanakan kewajibannya sebagaimana


on

Halaman 9 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
telah disampaikan Pemohon Pailit dalam Surat Tegurannya. Oleh

si
karena itu jelas hutang Termohon Pailit kepada Pemohon Pailit telah
jatuh waktu/tempo;

ne
ng
Utang Termohon Pailit Terhadap Pemohon Pailit Dapat Ditagih

21. Bahwa sebagaimana telah diuraikan di atas, Pemohon Pailit telah:

do
gu a. Menalangi kewajiban Termohon Pailit untuk partisipasi penyertaan
sebesar 30% (tiga puluh persen) dalam Kerjasama Operasi;

In
A
b. Menalangi kewajiban Termohon Pailit untuk membayar 30% (tiga
puluh persen) atas pengambilalihan pekerjaan Oleh PT General
ah

lik
Electric Power Solutions Indonesia (semula PT. Alstom Power
Energy Systems Indonesia) yang seharusnya diselesaikan oleh
Kerjasama Operasi (Pemohon Pailit dan Termohon Pailit);
am

ub
22. Bahwa oleh karena Pemohon Pailit telah melaksanakan kewajibannya
berdasarkan Kerjasama Operasi dan bahkan menalangi kewajiban
ep
k

Termohon Pailit berdasarkan Kerjasama Operasi, maka Pemohon


ah

Pailit berhak menagih utang Termohon Pailit kepada Pemohon Pailit


R

si
yang mana sampai dengan permohonan ini diajukan, Termohon Pailit
masih belum menyelesaikan hutang-hutangnya kepada Pemohon

ne
ng

Pailit;

23. Bahwa sebagaimana telah Pemohon Pailit uraikan di atas, Termohon

do
gu

Pailit mempunyai kewajiban/utang yang belum dilunasi dan telah jatuh


tempo kepada Termohon Pailit sebesar USD 7.519.028,13 (tujuh juta
lima ratus sembilan belas ribu dua puluh delapan koma tiga belas
In
A

Dolar Amerika Serikat) yang mana piutang yang dimiliki Pemohon


Pailit tersebut adalah piutang yang timbul secara sah dari Perjanjian
ah

lik

Kerjasama Operasidan wajib dipenuhi oleh Termohon Pailit dan


apabila tidak dipenuhi memberikan hak bagi Pemohon Pailit untuk
m

ub

mendapat pemenuhan dari harta kekayaan Debitor/Termohon Pailit.


Maka dari itu, utang Termohon Pailit kepada Pemohon Pailit adalah
ka

dapat ditagih;
ep

Bahwa berdasarkan uraian di atas, maka jelas terbukti Termohon Pailit


ah

tidak melunasi utangnya kepada Permohon Pailit dan utang Termohon


R

Pailit telah jatuh tempo dan dapat ditagih;


es
M

III. TERMOHON PAILIT MEMPUNYAI KREDITOR LAIN.


ng

on

Halaman 10 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
24. Bahwa berdasarkan Pasal 2 ayat (1) UU Kepailitan & PKPU yang

si
mengatur:

“Debitor yang mempunyai dua atau lebih Kreditor dan tidak

ne
ng
membayar lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan
dapat ditagih, dinyatakan pailit dengan putusan Pengadilan, baik

do
gu atas permohonannya sendiri maupun atas permohonan satu atau
lebih kreditornya.”

In
25. Bahwa selain hutang Termohon Pailit kepada Pemohon Pailit yang
A
telah diuraikan di atas, telahdiketahui pula Termohon Pailit
mempunyai utang selain yang timbul berdasarkan kewajiban
ah

lik
Termohon Pailit menanggungpartisipasi penyertaan sebesar 30%
(tiga puluh persen) guna membayar Kreditur dalam Kerjasama
am

ub
Operasi yaitu:

- Utang terhadap PT Customade Citrakreasi Indonesia sebesar


ep
Rp 183.917.740 (seratus delapan puluh tiga juta sembilan ratus
k

tujuh belas ribu tujuh ratus empat puluh Rupiah) berdasarkan


ah

Perjanjian Pengalihan Piutang antara PT Tasik Ekatama


R

si
Propertindo dan PT Customade Citrakreasi Indonesia tertanggal
23 Agustus 2019 (Bukti P-16);

ne
ng

26. Bahwa selanjutnya pada tanggal 27 Agustus 2019 PT Customade


Citrakreasi Indonesia selaku Kreditor lain dalam Permohonan

do
gu

Pernyataan Pailit ini telah memberitahukan kepada Pemohon Pailit


dan Termohon Pailit selaku anggota Kerjasama Operasi berdasarkan
In
Joint Operation Agreement tentang Pengalihan Piutang PT Tasik
A

Ekatama Propertindo kepada PT Customade Citrakreasi Indonesia


sebesar Rp 183.917.740 (seratus delapan puluh tiga juta sembilan
ah

lik

ratus tujuh belas ribu tujuh ratus empat puluh Rupiah) (Bukti P-16a,
Bukti P-16b dan Bukti P-16c);
m

ub

27. Bahwa dengan demikian maka telah terbukti secara sah dan
meyakinkan Termohon Pailit mempunyai utang lebih dari satu
ka

ep

Kreditor;
ah

IV. PERMOHONAN PAILIT TELAH MEMENUHI SYARAT DALAM UNDANG-


R

UNDANG KEPAILITAN DAN PKPU.


es

28. Bahwa berdasarkan Pasal 2 ayat (1) UU Kepailitan & PKPU,


M

ng

persyaratan yang ditentukan untuk mempailitkan Debitor (Termohon


on

Halaman 11 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Pailit) adalah Debitor mempunyai dua atau lebih kreditor dan

si
setidaknya mempunyai satu utang yang telah jatuh waktu/tempo,
dapat ditagih dan tidak dibayar lunas;

ne
ng
Pasal 2 ayat (1) UU Kepailitan & PKPU:

“Debitor yang mempunyai dua atau lebih Kreditor dan tidak

do
gu membayar lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh tempo dan
dapat ditagih, dinyatakan pailit dengan putusan Pengadilan, baik
atas permohonannya sendiri maupun atas permohonan satu atau

In
A
lebih kreditornya.”
ah

29. Berdasarkan fakta-fakta yang telah Pemohon Pailit uraikan di atas,

lik
telah terbukti menurut hukum secara sederhana bahwa Termohon
Pailit mempunyai 2 (dua) atau lebih kreditor dan tidak membayar
am

ub
lunas sedikitnya 1 (satu) utang yang telah jatuh tempo dan dapat
ditagih. Dengan demikian persyaratan yang ditentukan dalam Pasal 2
ep
ayat (1) UU Kepailitan dan PKPU menyatakan pailit terhadap
k

Termohon Pailit telah dipenuhi seluruhya;


ah

R
30. Bahwa berdasarkan Pasal 8 ayat (4) UU Kepailitan dan PKPU,

si
Pemohon Pailit memohon kepada Majelis Hakim yang terhormat

ne
untuk menerima dan mengabulkan permohonan pernyataan pailit
ng

terhadap Termohon Pailit ini karena didasarkan pada fakta yang telah
terbukti secara jelas dan sederhana dan telah memenuhi ketentuan

do
gu

UU Kepailitan dan PKPU, dengan segala akibat hukumnya;

Pasal 8 Ayat (4) UU Kepailitan & PKPU:


In
A

“Permohonan pernyataan pailit harus dikabulkan apabila terdapat


fakta atau keadaan yang terbukti secara sederhana bahwa
ah

lik

persyaratan untuk dinyatakan pailit sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 2 ayat (1) telah dipenuhi.”
m

ub

V. PERMOHONAN AGAR YANG MULIA MAJELIS HAKIM YANG


MEMERIKSA DAN MENGADILI PERKARA A QUO MENGABULKAN
ka

PERMOHONAN PAILIT INI.


ep

31. Bahwa berdasarkan dalil-dalil sebagaimana telah diuraikan di atas,


ah

maka terbukti secara sederhana bahwa Termohon Pailit memiliki lebih


R

dari satu Kreditor, Termohon Pailit belum membayar sedikitnya satu


es

utang yang telah jatuh waktu/tempo dan dapat ditagih terhadap


M

ng

on

Halaman 12 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Pemohon Pailit, dan Termohon Pailit tidak membayar lunas utangnya

si
yang sudah jatuh waktu/tempo dan dapat ditagih tersebut;

32. Bahwa oleh karena syarat-syarat untuk dikabulkannya pernyataan

ne
ng
pailit kepada Termohon Pailit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8
ayat (4) UU Kepailitan& PKPU telah terpenuhi, maka Permohonan

do
gu Pailit ini harus dikabulkan, ketentuan demikian tercantum dikutip
sebagai berikut:

“Pasal 8

In
A
(4) Permohonan pernyataan pailit harus dikabulkan apabila terdapat
ah

fakta atau keadaan yang terbukti secara sederhana bahwa

lik
persyaratan untuk dinyatakan pailit sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 2 ayat (1) telah dipenuhi”.
am

ub
33. Bahwa berdasarkan hal-hal yang telah Pemohon Pailit uraikan, maka
Termohon Pailit telah memenuhi seluruh syarat di dalam UU
ep
Kepailitan & PKPU untuk dijatuhi Putusan Pernyataan Pailit. Oleh
k

karena itu, sangat berdasar bagi Yang Mulia Majelis Hakim yang
ah

R
memeriksa dan mengadili perkara a quo untuk mengabulkan

si
Permohonan Pernyataan Pailit ini dan menyatakan Termohon Pailit

ne
berada dalam keadaan Pailit dengan segala akibat hukumnya;
ng

VI. PERMOHONAN UNTUK MENGANGKAT HAKIM PENGAWAS DAN


MENUNJUK KURATOR.

do
gu

34. Bahwa sehubungan dengan Permohonan Pernyataan Pailita quo dan


untuk memenuhi ketentuan Pasal 15 ayat (1) UU Kepailitan & PKPU,
In
A

maka Pemohon Pailit dengan ini memohon dengan hormat kepada


Yang Mulia Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang
ah

lik

memeriksa dan mengadili perkara a quo agar berkenan untuk


menunjuk dan/atau mengangkat:
m

ub

- Hakim Pengawas dari Hakim-Hakim Niaga di Pengadilan Niaga


pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di dalam proses pailit
ka

PT. BANGUN CIPTA KONTRAKTOR apabila Termohon Pailit


ep

dinyatakan Pailit:
ah

- Saudari Fitri Safitri, S.H., Kurator dan Pengurus yang terdaftar di


R

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia


es
M

dengan Surat Bukti Perpanjangan Pendaftaran Kurator dan


ng

on

Halaman 13 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Pengurus Nomor : [Link].04.03-156 tanggal 12 Agustus 2016,

si
beralamat kantor di Fitri Safitri Attorneys & Counselors At Law,
The H Tower, Lantai 15, Suite B-1, Jl. HR. Rasuna Said Kav. 20,

ne
ng
Kuningan, Jakarta Selatan, sebagai Kurator dalam proses
kepailitan PT. BANGUN CIPTA KONTRAKTOR/Termohon Pailit
(Bukti P-17), apabila Termohon Pailit dinyatakan Pailit atau selaku

do
gu Pengurus apabila Permohonan Pernyataan Pailit ini diputus dan
masuk kedalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang

In
A
(PKPU);

Bahwa berdasarkan hal-hal yang telah Pemohon Pailit uraikan di dalam


ah

lik
Permohonan Pernyataan Pailit ini, maka Pemohon Pailit mohon kepada Yang
Mulia Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo untuk
am

ub
menjatuhkan Putusan dengan amar sebagai berikut:

1. Menerima dan mengabulkan permohonan pernyataan pailityang diajukan


oleh Pemohon Pailit terhadap Termohon Pailit (PT. BANGUN CIPTA
ep
k

KONTRAKTOR) untuk seluruhnya;


ah

2. Menyatakan Termohon Pailit (PT. BANGUN CIPTA KONTRAKTOR)


R

si
berada dalam keadaan Pailit dengan segala akibat hukumnya;

ne
3. Menunjuk Hakim dari Hakim-Hakim di Pengadilan Niaga pada
ng

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebagai Hakim Pengawas untuk


mengawasi proses kepailitan dari Termohon Pailit (PT. BANGUN CIPTA

do
gu

KONTRAKTOR);

4. Menunjuk dan mengangkat Saudari Fitri Safitri, S.H., Kurator dan


In
A

Pengurus yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia


Republik Indonesia dengan Surat Bukti Perpanjangan Pendaftaran
ah

lik

Kurator dan Pengurus Nomor : [Link].04.03-156 tanggal 12 Agustus


2016, beralamat kantor di Fitri Safitri Attorneys & Counselors At Law, The
H Tower, Lantai 15, Suite B-1, Jl. HR. Rasuna Said Kav. 20, Kuningan,
m

ub

Jakarta Selatan sebagai Kurator dalam proses kepailitan PT. BANGUN


CIPTA KONTRAKTOR/Termohon Pailit atau selaku Pengurus apabila
ka

ep

Permohonan Pernyataan Pailit ini diputus dan masuk dalam proses


Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang;
ah

5. Membebankan biaya perkara yang timbul dalam perkara a quo kepada


es

Termohon Pailit (PT. BANGUN CIPTA KONTRAKTOR);


M

ng

on

Halaman 14 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Atau apabila Majelis Hakim Yang Terhormat berpendapat lain, mohon

si
putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono);

Menimbang, bahwa pada hari persidangan yang telah ditentukan para

ne
ng
pihak hadir, untuk Pemohon datang menghadap Kuasanya: Anthony L.P.
Hutapea, S.H., M.H., Ian PSSP Siregar, S.H, dan Albert Hasoloan Limbong,

do
gu S.H., Para Advokat pada Kantor Advokat dan Konsultan Hukum ANTHONY L.P.
HUTAPEA & PARTNERS, beralamat di Springhill Office Tower Lantai 9,

In
Unit E, Jl. Benyamin Suaeb Blok D6 Ruas D7, Jakarta Utara 14410,
A
berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 29 Agustus 2019, sedangkan untuk
Termohon datang menghadap Kuasanya, Stefanus Harjanto, SH, LL.M., Hendry
ah

lik
Muliana Hendrawan, SH, dan Yanuar Aditya Wijanarko, SH, Para Advokat pada
Firma Hukum ADNAN KELANA HARYANTO & HERMANTO (“AKHH”),
am

ub
berdomisili di Jakarta dan beralamat di the Convergence Indonesia Lantai 19,
Komplek Rasuna Epicentrum, [Link] Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan
12940 berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 24 September 2019;
ep
k

Menimbang, bahwa pemeriksaan perkara dilanjutkan dengan membaca


ah

R
surat permohonan pernyataan Pailit yang isinya Pemohon mengajukan

si
perbaikan Permohonan Pernyataan Pailit terhadap PT. Bangun Cipta Kontraktor

ne
tertanggal 10 September 2019 pada halaman 2 butir 1, yang semula tertulis:
ng

“1. Bahwa Pemohon Pailit dahulu bernama Hawkins Infrastructure Limited


Representative Office (sekarang H Infrastructure Limited Representative

do
gu

Office) merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa konstruksi,


berdasarkan Izin Perwakilan Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing No.
In
A

IK.01.01.06/EC/KTR/207/2014 tertanggal 31 Desember 2014 yang


dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia
ah

lik

(Legal Standing Pemohon Pailit: Bukti P-1, P-2, P-2a, P-3, P-3a, P-3b, P-
3c, P-3d, P-3e, P-3f, P-3g, P-3h dan P-3i).”
m

ub

diubah/diralat menjadi:

1. Bahwa Pemohon Pailit dahulu bernama Hawkins Infrastructure Limited


ka

Representative Office (sekarang H Infrastructure Limited Representative


ep

Office) merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa konstruksi,


ah

berdasarkan Izin Perwakilan Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing No.


R

IK.01.01.06/EC/KTR/207/2014 tertanggal 31 Desember 2014 yang


es

dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia


M

ng

on

Halaman 15 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
(Legal Standing Pemohon Pailit: Bukti P-1, P-1a, P-1b, P-2, P-2a, P-3, P-

si
3a, P-3b, P-3c, P-3d, P-3e, P-3f, dan P-3g);

Menimbang, bahwa terhadap permohonan tersebut Termohon telah

ne
ng
mengajukan tanggapan tanggal 04 Nopember 2019 pada pokoknya sebagai
berikut:

do
gu Menanggapi Permohonan Kepailitan yang diajukan oleh H Infrastructure Limited
Representative Office (yang mengaku dahulu bernama Hawkins Infrastructure

In
A
Limited Representative Office beralamat di Regus, Menara BCA Grand
Indonesia Lantai 50 Jl. MH Thamrin 1 Jakarta10310 (“Pemohon Pailit” atau
“Pemohon”) dalam Perkara No.46/[Link]-Pailit/2019/[Link];
ah

lik
Sebagaimana akan diuraikan lebih terperinci dalam bagian mengenai Legal
Standing (hak menggugat) dibawah ini, Termohon dengan ini menegaskan
am

ub
bahwa Termohon TIDAK MENGAKUI bahwa Pemohon adalah pihak dalam
Joint Operation Agreement antara Hawkins Infrastructure Limited
ep
Representative Office (“HILRO”) dengan Termohon tertanggal 29 Januari 2015
k

(“JOA”). Sesuai hukum Indonesia, HILRO adalah kantor perwakilan


ah

(representative office) dari Hawkins Infrastructure Limited (“HIL”) sebagai suatu


R

si
badan hukum yang terpisah dan tidak sama dengan subyek hukum yang

ne
namanya keluarga McConnel. Pemohon sebagai perusahaan yang baru
ng

didirikan oleh keluarga Mc Connel setelah HIL diakuisisi oleh Downer untuk
melaksanakan proyek di Indonesia bukanlah pihak dalam JOA. Oleh karena itu,

do
gu

meskipun untuk keperluan Jawaban ini Termohon dalam beberapa kesempatan


menggunakan istilah “Pemohon” untuk merujuk kepada sengketa antara
In
Termohon dan HILRO, hal itu bukanlah pengakuan bahwa Termohon mengakui
A

eksistensi Pemohon sebagai pihak dalam JOA;


ah

lik

TERMOHON DENGAN INI SECARA TEGAS MENYATAKAN MENOLAK


SELURUH DALIL YANG DIUNGKAPKAN OLEH PEMOHON DALAM
PERMOHONANNYA, MENGINGAT SEMUA DALIL ITU BERSIFAT MENGADA-
m

ub

ADA DAN TIDAK FAKTUAL;


ka

Sebelum Termohon menguraikan Jawabannya secara terperinci, Termohon


ep

perlu untuk menegaskan bahwa dirinya TIDAK MEMILIKI UTANG apapun


terhadap Pemohon. Apa yang didalilkan oleh Pemohon sebagai “Utang
ah

Termohon”, adalah justru merupakan pokok sengketa yang menjadi obyek


es

dari Perkara Arbitrase No.401 of 2017 yang diajukan Pemohon


M

ng

on

Halaman 16 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
terhadap Termohon di Singapore International Arbitration Center (“SIAC”)

si
(Vide, Bukti T-1);

Jika Pemohon benar memiliki piutang ataupun tagihan kepada Termohon, maka

ne
ng
logikanya Pemohon pasti akan berani meneruskan Permohonan Arbitrase yang
diajukannya terhadap Termohon di SIAC yang terdaftar sebagai perkara No.401

do
gu of 2017 tersebut;

FAKTANYA, Pemohon TIDAK BERANI meneruskan Perkara Arbitrase SIAC

In
No.401 of 2017 dengan tidak pernah membayar porsi biaya arbitrasenya,
A
walaupun telah ditagih oleh SIAC sebanyak 11 (sebelas) kali (Vide, Bukti T-2)
sehingga SIAC akhirnya memutuskan untuk menghentikan perkara arbitrase
ah

lik
tersebut (Vide, Bukti T-3). Padahal, Termohon sudah menunjuk Allen & Gledhill
LPP, suatu firma hukum ternama di Singapura untuk mengajukan Tanggapan
am

ub
terhadap Permohonan Arbitrase (Request for Arbitration) yang diajukan oleh
Pemohon. Dalam tanggapannya, Allen & Gledhill LLP mengindikasikan bahwa
malah justru Termohon yang memiliki tagihan/ piutang kepada Pemohon, dan
ep
k

Termohon akan mengajukan gugatan balik (counter claim) dalam Perkara


ah

Arbitrase SIAC tersebut (Vide, Bukti T-4). Fakta bahwa Pemohon TIDAK
R

si
BERANI MENERUSKAN PROSES ARBITRASE dalam Perkara No.401 of 2017
di SIAC adalah BUKTI yang sifatnya res ipsa loquitur (buktinya bicara sendiri

ne
ng

secara jelas), bahwa sebetulnya Pemohon tidak memiliki piutang atau tagihan
apapun kepada Termohon, atau setidak-tidaknya kebenaran apakah Termohon

do
memiliki utang atau tidaknya kepada Pemohon harus dibuktikan terlebih dahulu
gu

di SIAC;

FAKTANYA
In
A

lagi, sebagaimana akan diuraikan secara terperinci dalam uraian mengenai latar
belakang JOA di bawah ini, justru malah Termohon yang sebetulnya memiliki
ah

lik

tagihan atau klaim terhadap Pemohon yang dengan sengaja mencampur-


adukkan biaya-biaya untuk keperluan offshore project yang 100% memang
m

ub

menjadi tanggungjawab Pemohon sendiri (dilakukan oleh HIL) dengan biaya


untuk onshore project yang 30% nya memang menjadi tanggungan Termohon
ka

berdasarkan JOA. Adanya kecurangan Pemohon ini dapat Termohon buktikan


ep

lewat fakta bahwa Termohon telah mengajukan Laporan Polisi terhadap


ah

Pemohon di Polres Jakarta Selatan lewat LP Nomor: LP/1206/VIII/2017/


R

PMJ/RJS tanggal 18 Agustus 2017 (Vide, Bukti T-5). Laporan Polisi ini
es
M

mengalami hambatan dalam prosesnya karena para personil HIL sudah


ng

meninggalkan Indonesia dan tidak ada yang dapat dipanggil untuk dimintakan
on

Halaman 17 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
keterangan. Penjelasaan mengenai apa yang dimaksud dengan offshore project

si
dan onshore project akan diberikan secara terperinci dalam bagian Latar
Belakang Joint Operation di bawah ini;

ne
ng
Termohon juga memohon perhatian Majelis Hakim yang Terhormat bahwa pihak
yang oleh Pemohon disebut sebagai Kreditur Kedua Termohon (yaitu

do
gu PT Customade Citrakreasi Indonesia yang mengaku telah menerima pengalihan
piutang dari PT Tasik Ekatama Propertindo) sebenarnya juga sama sekali
BUKAN KREDITUR Termohon. Tagihan yang diajukan Kreditur Kedua ini

In
A
sebenarnya merupakan biaya-biaya hotel dari para ekspatriat (orang asing)
yang didatangkan oleh Pemohon ke Indonesia untuk keperluan offshore project
ah

lik
yang sepenuhnya merupakan tanggung-jawab Pemohon sendiri;

Berdasarkan lampiran JOA yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari


am

ub
ketentuan JOA itu sendiri, jelas diatur bahwa untuk akomodasi para staff
Pemohon dan Termohon untuk onshore project (dimana 30%-nya memang
merupakan tanggungjawab Termohon), telah disediakan dalam bentuk MESS
ep
k

KARYAWAN yang akan dibiayai bersama oleh Joint Operation (Vide, Bukti
ah

T-6). Jika ada karyawan ekspatriat Pemohon yang memilih tinggal di hotel dan
R

si
menimbulkan tagihan hotel yang sekarang terjadi, maka itu sepenuhnya
merupakan urusan dan tanggungjawab Pemohon sendiri;

ne
ng

Tagihan dari Kreditur Kedua yang merupakan tagihan biaya akomodasi hotel
tersebut justru merupakan bukti tambahan dari adanya “cost-mixing”

do
gu

(pencampuran biaya) antara“offshore project” dan “onshore project”.

Sekali lagi Termohon sampaikan bahwa berdasarkan JOA, maka semua staff
In
Joint Operation yang mengerjakan “onshore project” akan diberikan akomodasi
A

berupa mess karyawan yang telah disediakan oleh HBCK JO dan tidak
akan mendapatkan fasilitas tinggal di hotel. Tagihan Kreditur Kedua ini
ah

lik

akan Termohon sampaikan kepada pihak Penyidik Kepolisian untuk


dijadikan bukti tambahan bahwa telah terjadi kecurangan Pemohon dalam
m

ub

pelaksanaan JOA;

Jadi, perkara yang sesungguhnya terjadi BUKANLAH PERKARA KEPAILITAN,


ka

ep

melainkan sengketa yang berhubungan dengan pelaksanaan perjanjian JOA


yang sifatnya SANGAT KOMPLEKS DAN SANGAT TIDAK SEDERHANA
ah

PEMBUKTIANNYA, dan karena itu HARUS DIPERIKSA SERTA DIPUTUSKAN


R

es

TERLEBIH DAHULU MELALUI ARBITRASE di SIAC sesuai dengan pilihan


M

penyelesaian sengketa yang telah disepakati Pemohon dan Termohon di dalam


ng

on

Halaman 18 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
JOA. Hal ini sesuai dengan pendapat Mahkamah Agung Republik Indonesia

si
dalam Putusan Kasasi No.704 K/[Link]/2012 dalam perkara antara
PT Telkomsel dengan PT Prima Jaya Informatika, dimana Mahkamah Agung

ne
ng
berpendapat bahwa:

“…oleh karena dalam perkara ini tentang kebenaran adanya utang Termohon

do
gu Pailit kepada Pemohon Pailit memerlukan adanya suatu pembuktian yang rumit
dan tidak sederhana sehingga Permohonan Pailit dari Pemohon tidak
memenuhi ketentuan Pasal 8 ayat (4) tersebut di atas sehingga

In
A
penyelesaiannya harus dilakukan melalui Pengadilan Negeri dan bukan ke
Pengadilan Niaga”. (Lihat, halaman 41 Putusan No.704 K/[Link]/2012).
ah

lik
Karena dalam JOA telah diatur terkait dengan forum penyelesaian sengketa
yaitu di SIAC, kalaupun benar Pemohon memiliki klaim, maka forum yang tepat
am

ub
adalah melanjutkan proses arbitrase di SIAC dengan mengajukan permohonan
arbitrase yang baru, mengingat permohonan sebelumnya sudah digugurkan
oleh SIAC. Tentu saja dalam forum arbitrase SIAC ini Termohon juga akan
ep
k

mengajukan gugatan balik (counter claim), mengingat secara faktual justru


ah

Termohon yang dirugikan oleh tindakan-tindakan Pemohon;


R

si
Selanjutnya, perkenankan Termohon memberikan tanggapan lebih rinci sebagai
berikut:

ne
ng

LATAR BELAKANG JOINT OPERATION

PT Bangun Cipta Kontraktor (Termohon) adalah suatu perusahaan konstruksi

do
gu

nasional yang saat ini telah berusia lebih dari 40 tahun. Perusahaan ini memiliki
reputasi baik dan sangat sehat secara teknis dan finansial. Itulah alasannya
In
A

kenapa Hawkins Infrastructure Limited(“HIL”) “merayu” Termohon agar bersedia


untuk melakukan kerjasama dalam pelaksanaan proyek geothermal di
ah

lik

Indonesia, khusus melaksanakan pekerjaan sipil/konstruksi (civil work), yang di


dalam JOA disebut sebagai onshore project;
m

ub

HIL adalah perusahaan Selandia Baru yang mengklaim memiliki keahlian teknis
berkaitan dengan pengerjaan proyek-proyek geothermal (panas bumi) baik
ka

untuk pekerjaan offshore dan pekerjaan onshore;


ep

Pada tanggal 30 Desember 2014, Pertamina Geothermal Energy menunjuk


ah

Alstom Power Systems SA (“APS”) dan PT Alstom Power Systems Indonesia


R

“(APESI”) untuk mengerjakan proyek pembangkit listrik panas bumi yang


es

disebut sebagai“ EPC Contract for a Steam Gathering System and Power Plant
M

ng

for the Karaha 1 X 30 MW Project in Indonesia” (“ProyekKaraha”);


on

Halaman 19 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Untuk mengerjakan Proyek Karaha ini, APS dan APESI kemudian membentuk

si
suatu konsorsium dengan mengajak serta HIL untuk terlibat dalam pelaksanaan
Proyek Karaha dengan menandatangani Consortium Agreement in respect of an

ne
ng
EPC Contract for Steam Gathering System and Power Plant for the Karaha 1X
30 MW Project in Indonesia tertanggal 7 Juli 2014, yang kemudian
diamendemen lewat Amendment No.1 dated 21st January 2015 (“Perjanjian

do
gu Konsorsium”);

Sebagai informasi bagi Majelis Hakim Yang Mulia, Proyek Karaha yang

In
A
merupakan proyek EPC yang dikerjakan oleh Konsorsium APS, APESI dan HIL
(“Konsorsium”) initer bagi menjadi 3 bagian besar pekerjaan yaitu:
ah

lik
(i) Engineering (Desain),

(ii) Procurement (Pengadaan); dan


am

ub
(iii) Construction (Konstruksi);

Konsorsium kemudian memberikan pekerjaan EPC (Desain Pengadaan


ep
k

Konstruksi) kepada HIL untuk menjadi sub-kontraktor. Untuk pekerjaan


ah

Engineering dan Design (Desain dan Pengadaan), pekerjaan ini dilakukan oleh
R

si
perusahaan HIL di Singapura yang bernama Hawkins Singapore Pte. Ltd.
(“Hawkins Singapore”). Pekerjaan yang dilakukan oleh Hawkins Singapore ini di

ne
ng

dalam Perjanjian Konsorsium disebut sebagai “OFFSHORE PROJECT”;

Sedangkan untuk pekerjaan yang berkaitan dengan Construction (konstruksi)

do
gu

berupa pekerjaan sipil/konstruksi, mengingat HIL sudah membentuk Joint


Operation dengan Termohon, maka Konsorsium melalui APESI memberikan
Purchase Order (PO) No: P.O./APMY/KRH/004 kepada Joint Operation HBCK
In
A

JO yang beranggotakan (i) HIL Representative Office (“HILRO”) dan (ii) PT


Bangun Cipta Kontraktor (“BCK/Termohon”). Berdasarkan JOA, komposisi
ah

lik

keikutsertaan Pemohon dan Termohon dalam HBCK JO adalah 70 (HILRO) :30


(BCK). Lingkup pekerjaan yang menjadi tanggungjawab HBCK JO berdasarkan
Perjanjian Konsorsium disebut “ONSHORE PROJECT”, yang hanya mencakup
m

ub

pekerjaan sipil/konstruksi Sesuai kuantitas (volume pekerjaan) yang diberikan


ka

oleh HIL saat tender yang kemudian menjadi kontrak dengan nilai seperti
ep

tersebut dalam JOA. Apabila ada perubahan/penambahan volume pekrjaan


ah

akibat dari pekerjaan Engineering & Procurement yang dibuat oleh HIL melalui
R

offshore project, maka penambahan biaya akibat penambahan volume


es

pekerjaan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab HIL.


M

ng

on

Halaman 20 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Untuk mempermudah Majelis Hakim yang Terhormat, di bawah ini Termohon

si
sampaikan struktur kerjasama secara sederhana sebagai berikut:

PROYEK KARAHA

ne
ng
PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY

do
gu Consortium Agreement in respect of an EPC Contract for Steam Gathering
System and Power Plant for the Karaha 1X 30 MW Project in Indonesia

In
A
tertanggal 7 Juli 2014, dengan anggota:

- Hawkins Infrastructure Limited (“HIL”)


ah

lik
- Alstom Power Systems SA (“APS”)
- PT Alstom Power Systems Indonesia “(APESI”)
Pekerjaan yang harus dilakukan: Engineering (Desain), Procurement
am

ub
(Pengadaan), dan Construction (Konstruksi)

ep
k
ah

si
Untuk Pekerjaan Engineering Untuk Pekerjaan Construction
(Desain), Procurement (Pengadaan) (Konstruksi) disebut sebagai

ne
ng

disebut sebagai “ONSHORE PROJECT”


“OFFSHORE PROJECT” Dikerjakan oleh

do
gu

Dikerjakan HANYA oleh Termohon Pailit dan


Hawkins Singapore PTE. LTD. Hawkins Infrastructure Limited
Representative Office (“HILRO”)
In
(“HAWKINS SINGAPORE”)
A

(Sebagai Subkontraktor)
ah

Secara khusus Termohon memohon perhatian Majelis Hakim yang Terhormat


lik

bahwa telah ditentukan jika terjadi klaim yang berkaitan dengan hal apapun
(termasuk akibat perubahan Desain), maka hal itu akan menjadi tanggungjawab
m

ub

HIL (dan bukan Termohon ataupun JO). Hal ini ditegaskan oleh APESI ketika
menjawab pertanyaan klarifikasi dari Kelly Wilshire-Chief Risk & Legal Officer
ka

ep

dari HIL (Vide Bukti T-7 email Tan Kit Hiang 26 Januari 2015) dimana kemudian
konfirmasi ini dituangkan secara resmi dalam Klausula 8 dari Purchase Order
ah

[Link]/APMY/KRH/004 mengenai Ancillary Conditions (“PO No.004”) (Vide


R

Bukti T-8);
es
M

ng

on

Halaman 21 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Dalam pelaksanaan Proyek Karaha, Hawkins Singapore yang

R
bertanggungjawab untuk “offshore project” dalam membuat desain ternyata

si
tidak mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik, dan desain proyek

ne
ng
mengalami penundaan yang sangat lama dan lebih parah lagi terjadi banyak
perubahan Desain yang sangat berbeda dari Desain awal. Kegagalan HIL
melalui Hawkins Singapore dalam melakukan “offshore project” menimbulkan

do
gu konsekuensi biaya (berupa meningkatnya kuantitas/volume pekerjaan) dan
penundaan waktu yang sangat serius pada “onshore project”, karena semua

In
A
kalkulasi biaya dan waktu penyelesaian yang dibuat didasarkan pada desain
awal sekarang sudah berubah sangat banyak;
ah

lik
Sesuai dengan ketentuan dalam Klausula 8 PO No.004 mengenai Ancillary
Conditions, jika ada perubahan apapun termasuk perubahan desain yang
am

ub
menimbulkan konsekuensi peningkatan biaya, seharusnya hal semacam ini
diklaim oleh HILRO sebagai pimpinan HBCK JO kepada HIL sebagai suatu
“variation order” (order tambahan). Namun demikian FAKTANYA, HILRO
ep
k

sebagai pimpinan HBCK JO tidak mengajukan klaim kepada HIL (yang


merupakan dirinya sendiri), meskipun dalam Klausula 8 dari PO No.004
ah

R
mengenai Ancillary Conditions telah diatur dengan tegas bahwa:

si
“In consideration of the foregoing Hawkins BCK Joint Operation shall direct any

ne
ng

and all claims it may have under or arising from this purchase order including
but not limited to late payment or non-payment (except only to the extent of a

do
claim based upon death or bodily injury attributable to an act or default of the
gu

Company) to Hawkins Infrastructure”.

Terjemahan Bahasa Indonesia:


In
A

“Sehubungan dengan hal tersebut di atas Hawkins BCK Joint Operation harus
langsung mengajukan setiap dan seluruh klaim yang dimiliki berdasarkan atau
ah

lik

timbul dari purchase order termasuk tetapi tidak terbatas pada keterlambatan
pembayaran atau non-pembayaran (kecuali hanya sepanjang suatu klaim
m

ub

didasarkan pada kematian atau luka tubuh yang disebabkan oleh suatu
perbuatan atau kegagalan Perusahaan) kepada Hawkins Infrastructure”.
ka

ep

Berdasarkan ketentuan di atas menjadi sangat jelas bahwa SEGALA


KERUGIAN yang diderita oleh HBCK JO dalam pengerjaan “onshore project”
ah

yang DISEBABKAN OLEH KEGAGALAN HIL melalui Hawkins Singapore


R

es

DALAM MENYELESAIKAN PEKERJAAN ENGINEERING (DESAIN) secara


M

tepat waktu dan sesuai desain awal, sesungguhnya MENJADI BEBAN HIL.
ng

on

Halaman 22 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 22
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Namun demikian, karena HILRO dan Hawkins Singapore dimiliki oleh pihak

si
yang sama yaitu HIL (hanya berbeda kedudukannya saja yaitu masing-masing
di Singapura dan Indonesia), maka HILRO tidak melindungi kepentingan HBCK

ne
ng
JO, dan malahan justru melakukan tindakan-tindakan yang merugikan HBCK JO
yaitu dengan menuntut agar kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan HIL
sendiri, dibebankan kepada HBCK JO dimana Termohon harus menanggung

do
gu 30%;

Selain kegagalan dalam melaksanakan “offshore project” yang menjadi

In
A
tanggungjawab HIL sendiri, faktanya dalam pelaksanaan HBCK JO ternyata
HILRO juga bertindak sewenang-wenang dan semaunya sendiri, dan sama
ah

lik
sekali tidak melibatkan Termohon dalam penentuan hal-hal yang memiliki
konsekuensi keuangan. Salah satu fakta yang merupakan bukti kesewenang-
am

ub
wenangan yang merugikan Termohon yaitu ketentuan Pasal 5.1 JOA yang
dengan jelas mensyaratkan agar dibuat JO Regulations yang tujuannya adalah
untuk mengatur mekanisme kerjasama dalam pengelolaan HBCK JO. Secara
ep
k

spesifik Pasal 5.1 JOA secara spesifik mengatur:


ah

“Each PARTY shall work together with the other PARTY to jointly perform the
R

si
work covered by the CONTRACT. Prior to the commencement of the Works, the
JOINT OPERATION shall form “JO REGULATIONS”, which shall form part of

ne
ng

this JO Agreement and form a “Management Committee” to manage the affairs


of the JOINT OPERATION in accordance with the terms of this AGREEMENT”

do
gu

Terjemahan Bahasa Indonesia:

“Setiap PIHAK harus bekerja bersama sama dengan PIHAK lainnya untuk
In
secara bersama-sama menjalankan pekerjaan dalam KONTRAK. Sebelum
A

pelaksanaan Pekerjaan, KERJASAMA OPERASI harus membuat


“PERATURAN JO” yang akan merupakan bagian dari Perjanjian JO ini dan
ah

lik

membentuk “Komite Manajemen” untuk mengelola urusan KERJASAMA


OPERASI sesuai dengan syarat-syarat PERJANJIAN ini.”
m

ub

Namun demikian, permintaan Termohon untuk segera membuat dan


menyepakati JO Regulations ternyata sama sekali tidak dihiraukan oleh HILRO,
ka

ep

dan HILRO selalu seenaknya sendiri melakukan perekrutan tenaga kerja asing
dan menetapkan besarnya remunerasi secara sepihak, selain juga
ah

mencampuradukkan tenaga kerja asing yang bekerja untuk pengerjaan offshore


R

es

dan onshore (Vide, Bukti T-9). Padahal apabila JO Regulations telah dibuat,
M

maka JO Regulations akan menjadi panduan dan acuan yang jelas mengenai
ng

on

Halaman 23 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 23
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
tata cara rekruitmen tenaga kerja asing, yang telah ditetapkan dalam

si
perhitungan tender baik mengenai jumlah tenaga asing, besaran gajinya
maupun durasinya dalam onshore project sehingga tidak merugikan kedua

ne
ng
belah pihak. Selain itu, HILRO yang juga merupakan leader dalam HBCK JO
juga tidak pernah memberikan laporan keuangan yang diaudit secara
independen meskipun telah berulang kali diminta oleh Termohon. Hal ini sudah

do
gu diprotes oleh Termohon, dan Termohon bahkan menolak untuk
bertanggungjawab terhadap tindakan-tindakan HILRO yang sifatnya sepihak

In
A
(Vide, Bukti T-10);

Lebih parah lagi, ketika akhirnya General Electric (pemilik baru APS dan APESI)
ah

lik
mengambil alih proyek dari HIL karena kegagalan HIL dalam melaksanakan isi
Perjanjian Konsorsium,Termohon sebagai mitra dalam HBCK JO sama sekali
am

ub
tidak pernah diberitahu oleh HILRO. Termohon baru mengetahui
pengambilalihan ini, setelah menerima surat dari General Electric yang pada
pokoknya meminta agar Termohon dapat membantu menyelesaikan Onshore
ep
k

Project (Vide Bukti T-11);


ah

Puncak dari perselisihan antara HILRO dan Termohon berkaitan dengan:


R

si
(i) “mixing-cost” (pencampur-adukan biaya) antara “offshore project” dan
“onshore project”dengan membebankan biaya offshore ke projectonshore;

ne
ng

(ii) tanggungjawab HIL selaku desainer yang terlambat dalam menyelesaikan


desain (offshore); dan

do
gu

(iii) HIL yang harus bertanggungjawab terhadap seluruh dampak dari


munculnya pekerjaan tambah akibat perubahan desain;
In
A

berujung pada diajukannya Permohonan Arbitrase oleh Pemohon kepada


Termohon di forum arbitrase SIAC sesuai dengan ketentuan JOA, yang
ah

lik

sayangnya Pemohon sendiri tidak berani melanjutkan prosesnya. Di lain pihak,


sebagaimana disebutkan di atas, Termohon sudah membuat Laporan Polisi,
m

ub

berkaitan dengan dugaan pencampur-adukan biaya yang sangat merugikan


Termohon;
ka

Berdasarkan latar belakang faktual terhadap kerjasama yang terjalin diantara


ep

Pemohon dan Termohon berdasarkan JOA sebagaimana diuraikan di atas,


ah

sangat jelas bahwa MASIH TERDAPAT SENGKETA BESAR diantara Pemohon


R

dan Termohon dimana masing-masing memiliki klaim satu terhadap yang lain,
es

dimana Termohon jelasakan dapat membuktikan klaimnya di forum arbitrase


M

ng

SIAC. Fakta sederhana ini saja sudah membuktikan bahwa permohonan pailit
on

Halaman 24 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 24
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
ini menjadi patut untuk ditolak karena klaim yang diajukan Pemohon bahwa

si
Termohon memiliki utang kepada dirinya jelas tidak akan dapat dibuktikan
secara sederhana;

ne
ng
PEMOHON TIDAK MEMILIKI LEGAL STANDING UNTUK MENGAJUKAN
PERMOHONAN INI, KARENA PERJANJIAN JOINT OPERATION HANYA

do
gu MENGIKAT TERMOHON DAN HAWKINS INFRASTRUCTURE LIMITED
REPRESENTATIVE OFFICE, BUKAN DENGAN H INFRASTRUCTURE
LIMITED REPRESENTATIVE OFFICE (PEMOHON).

In
A
H INFRASTRUCTURE LIMITED REPRESENTATIVE OFFICE (PEMOHON)
BUKANLAH PIHAK DALAM JOA, KARENA MENURUT KETENTUAN HUKUM
ah

lik
INDONESIA PENGGANTIAN PIHAK DALAM PERJANJIAN HANYA SAH JIKA
DILAKUKAN DENGAN MEKANISME NOVASI (PEMBAHARUAN
am

ub
PERJANJIAN).

SELAIN ITU, PASAL 13 JOA DENGAN TEGAS MENGATUR BAHWA


ep
PENGALIHAN ATAU NOVASI JOA HANYA BISA DILAKUKAN DENGAN
k

MENDAPATKAN PERSETUJUAN LEBIH DAHULU DARI PIHAK LAINNYA.


ah

TERMOHON TIDAK PERNAH MEMBERIKAN PERSETUJUAN ATAS


R

si
DIALIHKANNYA JOA KEPADA KELUARGA MCCONNEL ATAUPUN
PEMOHON, SEHINGGA JELAS PEMOHON TIDAK PUNYA HAK APAPUN

ne
ng

BERDASARKAN JOA.

1. Sebagaimana diuraikan di atas, JOA dibuat oleh Termohon bersama

do
gu

dengan Hawkins Infrastructure Limited Representative Office (“HILRO”).


Termohon tidak pernah membuat perjanjian JOA dengan Pemohon (H
In
Infrastructure Limited Representative Office). Pemohon mengklaim bahwa
A

Hawkins Infrastructure Limited Representative Office (HILRO) hanya


berganti nama menjadi H Infrastructure Limited Representative Office. Dari
ah

lik

sudut pandang hukum Indonesia yang merupakan governing law (hukum


yang mengatur) JOA, yang terjadi bukanlah penggantian nama, melainkan
m

ub

terjadi perubahan kepemilikan dalam Hawkins Infrastructure Limited (“HIL”)


sebagai badan hukum yang mengadakan JOA dengan Termohon. HIL
ka

sebagai badan hukum yang mengadakan JOA dengan Termohon lewat


ep

HILRO diakuisisi oleh Downer. Keluarga McConnel kemudian


ah

mengambilalih proyek di Indonesia dengan mendirikan badan hukum baru


R

dengan memakai nama mirip Hawkins Infrastructure Limited, dengan


es
M

mengambil huruf pertama H, menjadi H Infrastructure Limited (Pemohon),


ng

dan tetap menggunakan singkatan yang sama yaitu HIL padahal jelas jelas
on

Halaman 25 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 25
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
bahwa ini adalah perusahaan lain. Meskipun betul bahwa di New Zealand

si
ada dokumen yang menyatakan bahwa Hawkins Infrastructure Limited
berganti nama menjadi Pemohon, namun secara faktual dan yuridis badan

ne
ng
hukum yang mengadakan JOA dengan Termohon adalah HIL yang sudah
diakuisisi oleh Downer, yang tetap masih ada dan Termohon tidak
membuat JOA dengan keluarga McConnel yang mengubah nama Hawkins

do
gu Infrastucture Limited menjadi H Infrastucture Limited (Pemohon);

Sesuai Ketentuan Hukum Indonesia sebagai hukum yang berlaku bagi

In
A
JOA:

(i) HILRO memiliki kewajiban untuk memberitahu dan meminta


ah

lik
persetujuan Termohon jika akan mengganti pihak dalam JOA.
Termohon sama sekali tidak pernah diinformasikan dan/atau dimintai
am

ub
persetujuannya oleh HILRO sebagaimana disyaratkan oleh hukum
Indonesia apabila terjadi Novasi seperti ini; dan
ep
(ii) Termohon tidak pernah mengadakan JOA dengan Keluarga
k

McConnel. Karena Hawkins Infrastructure Limited sebagai pihak


ah

dalam JOA melalui HILRO secara hukum masih ada dan hanya ganti
R

si
pemilik saja, maka dengan diambil-alihnya JOA oleh Keluarga
McConnel yang terjadi adalah perbuatan hukum Novasi dan bukan

ne
ng

sekedar ganti nama, HIL yang mengadakan JOA dengan Termohon


memiliki kemampuan teknis dan finansial yang jauh berbeda dengan

do
gu

Pemohon yang baru didirikan oleh keluarga McConnel, sehingga


“pergantian nama” yang sesungguhnya merupakan pergantian pihak
dalam JOA harus disetujui oleh Termohon. Karena Termohon tidak
In
A

pernah dimintakan persetujuannya, maka jelas bahwa Pemohon


BUKANLAH pihak dalam JOA;
ah

lik

Dalam surat elektroniknya kepada Termohon (Vide, Bukti T-12), HIL hanya
menginformasikan PERUBAHAN KEPEMILIKANNYA sebagai berikut:
m

ub

“HAWKINS OWERNSHIP TO CHANGE


ka

In a great outcome for Hawkins an offer has been received from Downer
ep

which the shareholders believe provide the best outcome for the future of
Hawkins. An agreement has been signed with Downer to acquire Hawkins’
ah

construction, infrastructure and project management businesses fromthe


es

McConnell Family and an announcement has been issued to the Australian


M

ng

Stock Exchange this morning”


on

Halaman 26 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 26
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Terjemahan Bahasa Indonesia:

si
“KEPEMILIKAN HAWKINS AKAN BERUBAH

Lewat suatu hasil yang hebat untuk Hawkins suatu penawaran dari Downer

ne
ng
telah diterima dimana pemegang saham percaya akan memberikan hasil
yang terbaik untuk masa depan Hawkins. Suatu perjanjian telah

do
gu ditandatangani dengan Downer untuk mengakuisisi Hawkins’ konstruksi,
infrastruktur, dan manajemen proyek bisnis dari keluarga McConnel dan
pengumuman kepada Bursa Effek Australia telah dikeluarkan pagi ini”.

In
A
Dari bukti sebagaimana diuraikan di atas terlihat bahwa HIL lewat HILRO
ah

sebagai badan hukum yang terikat JOA dengan Termohon masih ada,

lik
hanya kepemilikannya saja yang BERALIH dari keluarga McConnell
kepada Downer. Padahal, Termohon tidak pernah terikat perjanjian JOA
am

ub
dengan Keluarga McConnel. Termohon hanya terikat pada JOA yang
dibuatnya bersama dengan Hawkins Infrastructure Limited. Tindakan
ep
keluarga McConnel untuk mengambil-alih JOA dengan menggunakan
k

badan hukum yang bernama H Infrastructure Limited (Pemohon) (yang


ah

namanya mirip dengan HILRO) adalah tindakan sepihak dan bertentangan


R

si
dengan Hukum Indonesia yang merupakan governing law (hukum yang
berlaku) bagi JOA;

ne
ng

2. Menurut ketentuan hukum Indonesia, suatu perjanjian hanya bisa dialihkan


kepada subyek hukum lain lewat mekanisme hukum yang disebut sebagai

do
gu

Novasi Subyektif (Pembaruan Perjanjian Subyektif). Novasi subyektif


hanyalah dapat dilakukan dengan persetujuan dari pihak lainnya terlebih
In
dahulu. Hal ini sesuai pula dengan ketentuan Pasal 13 JOA yang dengan
A

tegas mengatur:
ah

“Assignment”
lik

None of the PARTIES hereto shall be entitled to sell, assign, novate or in


m

ub

any manner encumber or transfer its interest in this AGREEMENT or any


part thereof or the JOINT OPERATION whether by operation of law or
ka

otherwise without obtaining the prior written consent of the other PARTY”
ep

Terjemahan Bahasa Indonesia:


ah

“Pengalihan”
R

es

Tidak ada PIHAK manapun disini yang berhak untuk menjual,


M

mengalihkan, menovasi atau dalam cara apapun membebani atau


ng

on

Halaman 27 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 27
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
mengalihkan kepentingannya dalam PERJANJIAN ini aau bagian dari pada

si
OPERASI BERSAMA baik lewat berlakunya hukum atau sebaliknya tanpa
mendapatkan persetujuan tertulis lebih dahulu dari PIHAK lainnya”;

ne
ng
Jadi, tindakan HIL mengalihkan kepentingannya berdasarkan JOA kepada
keluarga McConnel atau H Infrastructure Limited (Pemohon) TANPA

do
gu MENDAPATKAN PERSETUJUAN TERTULIS LEBIH DAHULU
Termohon adalah TIDAK SAH dan karena itu secara hukum tidak mengikat
dari

Termohon. H Infrastructure Limited (Pemohon) adalah Badan Hukum baru

In
A
yang tidak mempunyai hubungan kerja dengan Termohon;

FAKTANYA, ternyata HIL sendiri sebagai badan hukum yang terikat JOA
ah

lik
masih ada dan beroperasi normal dan hal ini DIBUKTIKAN lewat website
HIL dimana dalam website tersebut bahkan pihak yang berhubungan
am

ub
dengan Termohon ketika pembentukan HBCK JO yaitu [Link] Hill
dengan email address [Link]@[Link] juga masih bekerja di HIL
(Vide, Bukti T-13);
ep
k

Berdasarkan uraian fakta-fakta hukum di atas, jelas bahwa Pemohon


ah

terbukti tidak memiliki legal standing untuk mengajukan permohonan ini,


R

si
dan karena itu permohonannya haruslah ditolak;

ne
PEMOHON TIDAK MEMILIKI KEWENANGAN UNTUK MELAKUKAN
ng

TINDAKAN HUKUM APAPUN DI INDONESIA KARENA PEMOHON PADA


SAAT INI TIDAK MEMILIKI IZIN PERWAKILAN BADAN USAHA JASA

do
gu

KONSTRUKSI ASING SEBAGAIMANA DISYARATKAN OLEH PERATURAN


MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT (PUPR)
In
NO. 9/PRT/M/2019TENTANGPEDOMAN PELAYANAN PERIZINAN BADAN
A

USAHA JASA KONSTRUKSI ASING.


ah

lik

3. Selain dari dalil bantahan mengenai tidak adanya legal standing Pemohon
sebagaimana telah diuraikan di atas, Termohon juga memohon perhatian
Majelis Hakim yang Terhormat bahwa Pemohon di dalam Permohonannya
m

ub

menerangkan bahwa Pemohon adalah kantor perwakilan (Representative


Office) di Indonesia. Berdasarkan ketentuan hukum Indonesia, maka setiap
ka

ep

kantor perwakilan untuk badan usaha jasa konstruksi asing wajib


memenuhi persyaratan-persyaratan perijinan sebagaimana akan diuraikan
ah

di bawah ini;
R

es

Termohon mencatat bahwa izin perwakilan badan usaha konstruksi asing


M

ng

yang dimiliki Pemohon yaitu Nomor IK.01.01.06/EC/KTR/207/2014 tanggal


on

Halaman 28 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 28
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
31 Desember 2014 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum

si
Republik Indonesia sebagaimana diuraikan dalam Permohonan Pemohon
pada angka 1 yang dimiliki oleh Hawkins Infrastructure Limited

ne
ng
Representatif Office/HILRO sudah berakhir pada tanggal 31 Desember
2017 (Vide, Bukti T-14);

do
gu Mengingat Pemohon adalah badan hukum asing yang sudah tidak memiliki
lagi izin untuk beroperasi di Indonesia (tidak memiliki legal standing), maka
kuasa yang diberikan dari Darutama Emmanuel Gregorius sebagai kepala

In
A
kantor perwakilan kepada kuasa hukum Pemohon juga otomatis menjadi
cacat hukum karena diberikan oleh orang yang tidak memiliki kewenangan
ah

lik
untuk melakukan tindakan hukum di Indonesia;

4. Merujuk pada ketentuan-ketentuan sebagaimana diuraikan di bawah ini,


am

ub
maka Termohon mensomier Pemohon untuk membuktikan bahwa dirinya
telah memiliki izin perwakilan badan usaha konstruksi asing, sebagaimana
disyaratkan oleh ketentuan-ketentuan hukum di bawah ini:
ep
k

a. Peraturan Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia


ah

nomor 13 tahun 2017 tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan
R

si
Fasilitas Penanaman Modal (“Peraturan BKPM No. 12/2017”), yang
mengatur sebagai berikut:

ne
ng

(i) Definisi di angka 21 menyatakan:

“Kantor perwakilan badan usaha jasa konstruksi asing adalah

do
gu

badan usaha yang didirikan menurut hukum dan berdomisili di


negara asing, memiliki kantor perwakilan di Indonesia, dan
In
A

dipersamakan dengan badan hukum perseroan terbatas yang


bergerak di bidang usaha jasa konstruksi”
ah

lik

(vide pasal 1 ayat 3 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum


Nomor 10/PRT/M/2014 tentang Pedoman Persyaratan
m

ub

Pemberian Izin Perwakilan Badan Usaha Jasa Konstruksi


Asing (“Peraturan Menteri PUPR No. 10/2014”). Berdasarkan
ka

ketentuan ini, maka Pemohon masuk dalam kategori Kantor


ep

Perwakilan Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing;


ah

(ii) Pasal 41 ayat 4 menyatakan:


R

es
M

ng

on

Halaman 29 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 29
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
“izin perwakilan berlaku paling lama 3 (tiga) tahun dan dapat

R
diperpanjang.” (vide Pasal 4 ayat 4 Peraturan Menteri PUPR

si
No. 10/2014);

ne
ng
Berdasarkan ketentuan ini, maka izin perwakilan badan usaha
konstruksi asing yang dimiliki Pemohon yaitu Nomor

do
gu IK.01.01.06/EC/KTR/207/2014 tanggal 31 Desember 2014
pasti berakhir di tanggal 31 Desember 2017 sehingga harus
ada perpanjangannya;

In
A
(iii) Pasal 41 ayat 5 menyatakan:

“Dalam penyelenggaraan kegiatannya, harus memiliki izin


ah

lik
perwakilan badan usaha jasa konstruksi asing (BUJKA) dari
PTSP pusat di BKPM dan memenuhi ketentuan lain
am

ub
sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.”

b. Peraturan Menteri PUPR No. 10/2014


ep
k

(i) Pasal 4 ayat 5 menyatakan:


ah

“Perpanjangan Izin Perwakilan sebagaimana dimaksud pada


R

si
ayat (4) hanya dapat dilakukan apabila pemohon:

a) mengajukan permohonan paling lama 60 (enam puluh) hari

ne
ng

kalender setelah habis masa berlaku dari Izin Perwakilan;

b) melengkapi seluruh dokumen yang dipersyaratkan dalam

do
gu

permohonan perpanjangan;

c) melaksanakan paling sedikit 1 (satu) pekerjaan jasa


In
A

konstruksi dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun;

d) menyampaikan laporan kegiatan tahunan paling lambat


ah

lik

bulan Januari setelah tahun berjalan; dan

e) mendapatkan rekomendasi perpanjangan dari Tim Teknis.”


m

ub

(ii) Pasal 17 ayat 6 mengatur sanksi sebagai berikut:


ka

“Sanksi administratif berupa pencabutan Izin Perwakilan


ep

diberikan kepada BUJKA sebagai berikut:


ah

a Izin Perwakilannya sudah pernah dibekukan dan


R

mengulangi pelanggaran yang sama;


es
M

ng

on

Halaman 30 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 30
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
b. terbukti menyampaikan dokumen pendukung palsu pada

si
saat melakukan permohonan baru, perpanjangan,
perubahan data dan/atau pada saat penyampaian laporan

ne
ng
kegiatan tahunan;

c. terbukti melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan

do
gu bidang usaha yang tercantum pada Izin Perwakilan;
dan/atau

d. tidak melakukan permohonan perpanjangan Izin Perwakilan

In
A
selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari kalender setelah
habis masa berlaku dari Izin Perwakilan”
ah

lik
Berdasarkan ketentuan ini, maka apabila Pemohon tidak
mengajukan izin perpanjangan selambat-lambatnya pada tanggal
am

ub
1 Maret 2018, maka seharusnya Pemohon sudah tidak memiliki
lagi Izin Perwakilan;
ep
5. Di dalam proses persidangan mengenai pemeriksaan legal standing
k

Pemohon pada persidangan tanggal 3, 10 dan 17 Oktober 2019, Pemohon


ah

R
ternyata memang hanya menunjukkan izin perwakilan badan usaha

si
konstruksi asing Nomor IK.01.01.06/EC/KTR/207/2014 tanggal

ne
31 Desember 2014 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum
ng

Republik Indonesia sebagaimana diuraikan dalam Permohonan Pemohon


pada angka 1 yang dimiliki oleh Hawkins Infrastructure Limited

do
gu

Representatif Office/HILRO dan sudah berakhir pada tanggal


31 Desember 2017 (Vide, Bukti T-14). Pemohon berdalih bahwa
In
perpanjangan izin yang baru tidak diperlukan lagi karena Pemohon sudah
A

tidak lagi beroperasional di Indonesia, sementara perpanjangan izin hanya


diperlukan apabila Pemohon hendak beroperasi dan mengerjakan
ah

lik

proyeknya di Indonesia;

Termohon dengan tegas menolak dalil-dalil Pemohon di atas yang


m

ub

disampaikan di muka persidangan, dengan alasan-alasan hukum sebagai


berikut:
ka

ep

a. Merujuk pada ketentuan Pasal 41 ayat 5 Peraturan BKPM No. 12/2017


ah

sebagaimana telah Termohon kutip di atas, tidak pernah disebutkan


R

bahwa “penyelengaraan kegiatan …” wajib memiliki izin. Tidak pernah


es

dibatasasi secara sempit bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut


M

ng

ditafsirkan secara sempit hanya sebagai pelaksanaan proyek secara


on

Halaman 31 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 31
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
fisik semata. Oleh karenaitu, Pemohon tetap wajib memperpanjang izin

si
perwakilan badan usaha kontruksi asing;

b. kalaupun dalil Pemohon diasumsikan benar, quod non, FAKTANYA

ne
ng
Pemohon saat ini:

(i) Pemohon masih memiliki kewajiban-kewajiban penyelesaian

do
gu proyek termasuk untuk menyelesaikan kewajibannya terhadap
para vendor, sub-kontraktor, supplier, laporan pajak, penutupan

In
proyek, dll yang masih berhubungan dengan operasional dalam
A
proyekon- shoreini. Penyelesaian terhadap hal-hal tersebut tentu
harus dilakukan atas nama Pemohon sebagai kantor perwakilan
ah

lik
Indonesia. Jika Pemohon masih melakukan aktivitas-aktibitas
tersebut, apakah hal-hal tersebut tidak dikategorikan sebagai
am

ub
operasional? Tentu saja, hal-hal tersebut masuk dalam kategori
operasional sehingga Pemohon secara hukum jelas disyaratkan
dan diwajibkan untuk memperpanjang izin perwakilan badan
ep
k

usaha asing-nya. Perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia


ah

diwajibkan memiliki izin operasional sampai benar benar telah


R

si
menyelesaikan segala kewajibannya termasuk penyelesaian
proyek dengan ditandai sertifikat selesainya proyek dan sertifikat

ne
ng

selesainya pemeliharaan serta selesainya masalah perpajakannya


yang ditandai dengan dikabulkannya pencabutan permohonan

do
NPWP;
gu

(ii) Pemohon telah menunjuk Darutama Emanuel Gregorius sebagai


kepala kantor perwakilan Indonesia untuk periode 12 bulan. Jika
In
A

bukan untuk kepentingan operasional, untuk apa Pemohon


menunjuk kepala kantor perwakilan?
ah

lik

(iii) Pemohon sendiri tidak konsisten dengan argumennya mengenai


tidak diperlukannya perpanjangan izin perwakilan badan usaha
m

ub

asing. Merujuk pada izin perwakilan badan usaha konstruksi asing


Nomor IK.01.01.06/EC/KTR/207/2014 tanggal 31 Desember 2014
ka

yang diajukan Pemohon, di dalam lampirannya point 6 disebutkan


ep

kewajiban sebagai berikut:


ah

“Menyampaikan perubahan data paling lambat 10 (sepuluh) hari


R

kerja setelah terjadinya perubahan data”


es
M

ng

on

Halaman 32 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 32
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
FAKTANYA, Pemohon telah mengajukan surat tertanggal

si
2 Oktober 2019 ke BKPM melalui kuasa hukumnya yang
diperlihatkan di muka persidangan bahwa Pemohon mengajukan

ne
ng
permohonan perubahan data mengenai pergantian kepala
perwakilan dari Nanda Mahendra menjadi Emmanuel Gregorius
Darutama. Tindakan ini membuktikan bahwa Pemohon sendiri

do
gu mengakui diperlukannya izin usaha perwakilan badan usaha asing
untuk melakukan SETIAP KEGIATANNYA, termasuk untuk

In
A
menuntut hak (apabila masih ada) dan menyelesaikan kewajiban-
kewajiban (yang jelas masih ada) sehubungan dengan
ah

lik
penyelesaian proyek onshore ini;

Berdasarkan seluruh uraian mengenai ketentuan hukum di atas, maka


am

ub
Pemohon harus membuktikan terlebih dahulu bahwa Pemohon memiliki
legal standing sebagai badan hukum dengan memiliki izin perwakilan yang
masih berlaku sah di Indonesia sehingga dapat mengambil langkah-
ep
k

langkah hukum. Selama Pemohon tidak dapat membuktikan legal


standing-nya sebagai badan usaha yang memiliki kantor perwakilan yang
ah

R
sah di Indonesia, maka secara hukum menjadi beralasan bagi Majelis

si
Hakim yang Terhormat untuk menolak permohonan ini;

ne
ng

6. Termohon juga memohon perhatian Majelis Hakim yang Terhormat bahwa


selain HILRO tidak melakukan perpanjangan atas izin perwakilan badan

do
usaha jasa konstruksi asing sebagaimana dimaksud diatas, Termohon juga
gu

mencatat bahwa HILRO baru mengajukan permohonan izin perwakilan


kepada instansi yang berwenang di Indonesia terkait dengan pergantian
In
A

(i) data alamat kantor perwakilan; dan (ii) kepala kantor perwakilan
SETELAH PERMOHONAN Pailit ini didaftarkan ke Pengadilan yaitu pada
ah

lik

tanggal 10 September 2019. Padahal hal ini disyaratkan dalam Pasal 5


ayat (2) dan (3) Peraturan Menteri PUPR No. 10/PRT/M/2014;
m

ub

Pemohon juga melakukan hal ini SETELAH Termohon menanyakan


mengenai penunjukan kepala kantor perwakilannya di Indonesia pada
ka

persidangan tanggal 10 Oktober 2019, sehingga Pemohon kemudian


ep

melalui Surat Kuasa Hukumnya tertanggal 2 Oktober 2019 baru


ah

mengajukan pemenuhan syarat Pasal 5 ayat (2) dan (3) Peraturan Menteri
R

PUPR No. 10/PRT/M/2014ke BPKM;


es
M

Artinya, ketika Permohonan Pailit ini diajukan ke Pengadilan Niaga Jakarta,


ng

Kepala Perwakilan Pemohon belum memiliki legal standing untuk


on

Halaman 33 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 33
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
memberikan kuasa kepada kuasa hukumnya, karena belum dipenuhinya

si
ketentuan hukum di Indonesia, khususnya Pasal 5 ayat (2) dan (3)
Peraturan Menteri PUPR No. 10/PRT/M/2014. Oleh karena itu, jelas bahwa

ne
ng
Surat Kuasa yang diberikan oleh Pemohon kepada kuasa hukumnya
adalah TIDAK SAH, karena ditanda-tangani oleh orang yang tidak memiliki
kewenangan untuk melakukan tindakan hukum di Indonesia;

do
gu Berdasarkan seluruh uraian tersebut di atas, maka Termohon memohon
agar Majelis Hakim yang Terhormat menyatakan Permohonan ini tidak

In
A
dapat diterima karena tidak dipenuhinya legal standing Pemohon (niet
onvantkelirjk verhaard);
ah

lik
BERDASARKAN DATA YANG DIPEROLEH DARI NEW ZEALAND GAZETTE,
PEMOHON SAAT INI BERADA DALAM STATUS LIKUIDASI, SEHINGGA
am

ub
PENGANGKATAN DAN PENUNJUKAN KEPALA REPRESENTATIVE OFFICE
TERMASUK UNTUK MENGAJUKAN PERMOHONAN KEPAILITAN INI HARUS
ATAS KUASA YANG DIBERIKAN OLEH LIKUIDATOR
ep
k

JIKA KEPALA REPRESENTATIVE OFFICE SELAKU PEMBERI KUASA TIDAK


ah

DIANGKAT OLEH LIKUIDATOR, MAKA SURAT KUASA YANG DITANDA-


R

si
TANGANINYA UNTUK MENGAJUKAN PERMOHONAN KEPAILITAN INI
ADALAH TIDAK SAH

ne
ng

7. Berdasarkan publikasi yang dimuat dalam New Zealand Gazette (Vide,


Bukti T-15) diketahui bahwa H Infrastructure (NZ) Limited (in receivership)

do
gu

selaku Pemohon dalam Perkara ini, sejak tanggal 5 Juli 2018 telah
dilikuidasi;
In
A

Oleh karena itu, Termohon dengan ini MENSOMIER Pemohon untuk


membuktikan bahwa:
ah

lik

(a). Pengangkatan Darutama Emanuel Gregorius sebagai kepala


Representative Office yang memberikan kuasa untuk mengajukan
m

ub

permohonan kepailitan terhadap Termohon dilakukan oleh Likuidator


yang bernama Andrew Bethell dan Andrew John McKay, karena surat
ka

pengangkatan yang ditunjukkan di muka persidangan jelas tidak


ep

diberikan oleh kedua Likuidator tersebut;


ah

Jika Pemohon tidak dapat menunjukkan surat pengangkatan pemberi


R

kuasa oleh Andrew Bethell atau Andrew John McKay, maka Surat Kuasa
es

Pemohon adalah tidak sah karena diberikan oleh orang yang tidak memiliki
M

ng

kewenangan yang sah;


on

Halaman 34 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 34
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
(b). Kalaupun Pemohon mendalilkan bahwa pemberian kuasanya adalah

si
tetap sah walaupun bukan ditandatangani oleh Andrew Bethell dan
Andrew John McKay, quod non, maka tetap saja harus dibuktikan

ne
ng
bahwa pengajuan permohonan kepailitan ini disetujui oleh Likuidator;

Jika Pemohon tidak mampu membuktikan bahwa pemberi kuasanya

do
gu ditunjuk oleh Likuidator dan/atau permohonan kepailitan ini adalah atas
instruksi atau persetujuan dari Likuidator, maka Surat Kuasa yang ditanda-
tangani oleh pemberikuasa adalah TIDAK SAH;

In
A
8. Kalaupun Pemohon dapat membuktikan bahwa Pemohon tidak sedang
dalam proses likuidasi, quod non, maka tetap saja Pemohon tidak memiliki
ah

lik
legal standing untuk mengajukan permohonan ini, karena alasan-alasan
hukum sebagai berikut:
am

ub
a. pengangkatan Darutama Emanuel Gregorius sebagai kepala
Representative Office dilakukan oleh David Arnot Williamson
ep
McConnell dan John Arnot Williamson McConnell berdasarkan
k

kewenangan yang mereka miliki dalam dokumen yang disebut sebagai


ah

Power of Attorney. Di dalam ketentuan Point 2.3 yang dirujuk oleh


R

si
Pemohon sebagai dasar kewenangan bagi David Arnot Williamson
McConnell dan John Arnot Williamson McConnell untuk mewakili

ne
ng

Pemohon dalam menunjuk Darutama Emanuel Gregorius sebagai


kepala Representative Office Indonesia, sama sekali TIDAK

do
gu

TERCANTUM kewenangan untuk mengajukan klaim dan/atau mewakili


di dalam dan di luar pengadilan;
In
Sebaliknya, kewenangan yang dimiliki oleh David Arnot Williamson
A

McConnell dan John Arnot Williamson McConnell hanyalah sebatas


untuk menandatangani kontrak atau perjanjian, dan melakukan
ah

lik

tindakan yang berhubungan dengan kontrak tersebut. Tidak ada


satupun ketentuan di dalam dokumen Power of Attorney yang
m

ub

menyebutkan dan memberikan kewenangan kepada David Arnot


Williamson McConnell dan John Arnot Williamson McConnell untuk
ka

mengajukan gugatan atau klaim kepengadilan;


ep

Kalaupun Pemohon lebih lanjut lagi berdalih bahwa pengajuan


ah

Permohonan ini masih berhubungan dengan pelaksanan JOA, quod


R

es

non, maka tetap saja dalil ini keliru dan jutsru malah mendukung
M

bantahan Termohon di atas, yaitu:


ng

on

Halaman 35 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 35
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
(i) dengan berdalih bahwa pengajuan Permohonan ini adalah bagian

si
dari pelaksanaan JOA, maka berarti Pemohon mengakui bahwa
Pemohon harus memiliki perpanjangan Izin Usaha Perwakilan

ne
ng
Badan Usaha Asing sebagaimana disyaratkan dalam Pasal 5 ayat
(2) dan (3) Peraturan Menteri PUPR No. 10/PRT/M/2014 untuk
dapat beroperasi (termasuk menindaklanjuti pelaksanaan JOA

do
gu dengan Termohon);

(ii) tidak ada satupun dokumen yang diajukan Pemohon yang

In
A
membuktikan bahwa kewenangan yang dimiliki oleh Darutama
Emanuel Gregorius sebagai kepala Representative Office
ah

lik
Indonesia adalah termasuk mengajukan tuntutan hukum di
Indonesia. Jadi kalaupun Pemohon konsisten dengan dalilnya
am

ub
bahwa Pemohon sedang menindaklanjuti pelaksanaan JOA
dengan mengajukan Permohonan Pailit ini terhadapTermohon,
maka surat kuasa yang diberikan kepada kuasa hukumnya harus
ep
k

secara langsung diberikan oleh David Arnot Williamson McConnell


dan John Arnot Williamson McConnell;
ah

si
b. dokumen Power of Attorney yang dijadikan rujukan mengenai legal
standing yang menunjukkan adanya kewenangan dari David Arnot

ne
ng

Williamson McConnell dan John Arnot Williamson McConnell untuk


menunjuk Darutama Emanuel Gregorius sebagai kepala

do
Representative Office Indonesia adalah dokumen yang dibuat di New
gu

Zealand. Apabila dokumen ini hendak diajukan menjadi dokumen di


persidangan di pengadilan di Indonesia, maka dokumen tersebut harus
In
A

dilegalisasi oleh Kedutaan Besar RI di New Zealand;

Faktanya, hingga 4x sidang dan bahwa hampir 2 bulan sejak


ah

lik

Permohonan ini didaftarkan, Pemohon tidak memiliki dokumen yang


telah dilegalisasi tersebut. Ini jelas menunjukkan ketidaksiapan
m

ub

Pemohon dalam mengajukan Permohonan ini. Konsekwensinya,


dokumen Power of Attorney tidak dapat digunakan sebagai bukti
ka

sehingga legal standing Pemohon juga menjadi tidak dapat dibuktikan;


ep

Kalaupun nantinya Pemohon dapat membuktikan bahwa dokumen


ah

Power of Attorney sudah dilegalisasi oleh Kedubes RI SETELAH sidang


R

perkara ini berlangsung, tetap saja Surat Kuasa yang diberikan oleh
es
M

Emanuel Gregorius Darutama kepada Kuasa Hukum Pemohon adalah


ng

TIDAK SAH, karena ketika Surat Kuasa tersebut ditanda-tangani,


on

Halaman 36 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 36
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Emanuel Gregorius Darutama tidak memiliki kewenangan yang sah

si
menurut hukum Indonesia. Legalisasi yang diberikan oleh Kedubes RI
tidak berlaku surut, dan karena itu sangat jelas bahwa Surat Kuasa

ne
ng
yang digunakan untuk mengajukan permohonan kepailitan ini adalah
TIDAK SAH;

do
gu DALIL-DALIL YANG DIKEMUKAKAN PEMOHON DALAM PERMOHONANNYA
BANYAK YANG TIDAK FAKTUAL DAN BERPOTENSI MEMBERIKAN
INFORMASI YANG KELIRU KEPADA MAJELIS HAKIM YANG TERHORMAT.

In
A
9. Di dalam Permohonannya, Pemohon banyak mendalilkan dalil-dalil yang
tidak sesuai dengan fakta dan justru memberikan informasi-informasi yang
ah

lik
berpotensi menyesatkan persidangan ini. Sebaliknya, Termohon telah
menjelaskan terlebih dahulu di bagian Latar Belakang di atas mengenai
am

ub
fakta kerjasama yang sebenarnya terjadi. Namun untuk memberikan
bantahan yang lebih tegas, maka Termohon akan menguraikan hal-hal
mana dalam dalil-dalil Pemohon yang keliru karena tidak sesuai fakta
ep
k

sebagaimana tersebut di bawah ini;


ah

10. Termohon menolak dengan tegas Point 3 Permohonan Pemohon yang


R

si
menyatakan bahwa JOA dibentuk untuk melaksanakan pekerjaan
Engineering, Procurement dan Contruction (EPC). Sebagaimana telah

ne
ng

diuraikan di bagian Latar Belakang di atas, JOA atau yang oleh Termohon
di atas telah didefinisikan sebagai “HBCK JO” dibentuk hanya untuk

do
gu

melaksanaan pekerjaan sipil/konstruksi yang sifatnya melaksanakan/


membangun konstruksi sipil sesuai kuantitas (volume pekerjaan) yang
diberikan oleh HIL saat tender yang kemudian menjadi kontrak dengan
In
A

nilai seperti tersbut dalam JOA;

Apabila ada perubahan/penambahan volume pekrjaan akibat dari


ah

lik

pekerjaan Engineering & Procurement yang dibuat oleh HIL melalui


offshore project, maka penambahan biaya akibat penambahan volume
m

ub

pekerjaan tersebut sepenuhnya menjadi tanggungjawab HIL. Pekerjaan


HBCK JO ini yang disebut sebagai “Onshore Project”;
ka

ep

Jadi dalil Pemohon yang menyatakan:

“Bahwa JOA dibentuk Pemohon Pailit dan Termohon Pailit sebagai


ah

pelaksanaan Consortium Agreement (Perjanjian konsorsium) tertanggal


es

7 Juli 2014 antara PT Alstom Power Energy System Indonesia, Alstom


M

ng

Power System SA dan Hawkins Infrastructure Limited (yang merupakan


on

Halaman 37 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 37
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
induk perusahaan PEMOHON Pailit) (Bukti P-5), guna melaksanakan

si
pekerjaan Engineering, Procurement, Contruction (EPC) proyek sistem
pengumpulan uap dan pembangkit listrik sebesar 1x30 MW di Karaha,

ne
ng
Jawa Barat berdasarkan penunjukkan PT Pertamina Geothermal Energy,
sebagaimana disebut di halaman 1 bagian pendahuluan JOA (bukti P-4)
…”

do
gu Adalah jelas-jelas dalil yang KELIRU dan MENYESATKAN (misleading).
HBCK JO dibentuk hanya untuk melaksanakan bagian C (construction)

In
A
saja dari proyek EPC tersebut sebagaimana dengan tegas dinyatakan di
JOA;
ah

lik
Sebaliknya, isi dari halaman 1 bagian Pendahuluan dari Perjanjian HBCK
JO yang dikutip Pemohon dalam Permohonan justru merupakan fakta yang
am

ub
benar yaitu:

“whereas, Hawkins has entered into a consortium with Alstom Power


ep
System SA and PT Alstom power System Indonesia and already been
k

awarded “EPC contract for steam gathering system and power plant for the
ah

Karaha 1x30 MW project in Indonesia” by PertaminaGethermal Energy on


R

si
December 30, 2014;

ne
Now, Hawkins and BCK desire to enter into joint operation in respect of the
ng

provision of contruction serviceto PT Alstom Power System Indonesia (the


“EMPLOYER”) under purchase order for “onshore” works contract (the

do
gu

“CONTRACT”) which is part of the “EPC Contract for Steam Gathering


System and Power Plant for the Karaha 1x30 MW project in Indonesia” (the
In
PROJECT”)
A

Terjemahan dalam Bahasa Indonesia:


ah

lik

“bahwa, Hawkins telah menandatangani konsorsium dengan Alstom Power


System SA dan PT Alstom Power System Indonesia dan telah diberikan
“Kontrak EPC untuk sistem Pengumpulan Uap dan Pembangkit Listrik
m

ub

untuk proyek Karaha 1x30MW di Indonesia” oleh PT Pertamina Gethermal


ka

Energy pada 30 Desember 2014.


ep

Sekarang Hawkins dan BCK berkeinginan untuk melakukan kerjasama


ah

operasi sehubungan dengan penyediaan layanan konstruksi kepada


R

Alstom Power System Indonesia (“PEMBERI PEKERJAAN”) berdasarkan


es

purchase order untuk kontrak kerja onshore (“KONTRAK”) yang


M

ng

merupakan bagian dari “Kontrak EPC untuk sistem Pengumpulan Uap dan
on

Halaman 38 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 38
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Pembangkit Listrik untuk proyek Karaha 1x30MW di Indonesia”

R
(“PROYEK”).”

si
11. Termohon ingin menegaskan kembali bahwa pekerjaan yang diterima oleh

ne
ng
Pemohon dan Termohon berdasarkan Purchase Order Nomor
P.O./APMY/KRH/004 tanggal 21 Januari 2015 yang diterbitkan oleh APESI

do
gu merupakan pekerjaan onshore, dan terpisah sama sekali dengan
pekerjaan offshore. Hal ini juga dapat dilihat dalam dokumen JOA yang
dibuat oleh Pemohon dan Termohon (Vide Bukti T-6);

In
A
Sedangkan untuk pekerjaan offshore dengan Purchase Order Nomor:
P.O./APMY/KRH/003 yang diterbitkan oleh Alstom Power System SA,
ah

lik
ditujukan kepada Hawkins Singapore yang berkedudukan di Singapura
untuk pekerjaan offshore;
am

ub
Sehingga dengan demikian, masing-masing penerima purchase order
memiliki kewajiban secara terpisah dan tidak dapat di campuradukkan
ep
(mixing) satu dengan lainnya. Oleh karena itu, istilah dalam Permohonan
k

pada angka 4 yaitu “…..guna menunjang pekerjaan off shore …dst”,


ah

adalah sangat keliru dan tidak sesuai fakta. HBCK JO tidak


R

si
bertanggungjawab atas pekerjaan offshore. Masing masing penerima
purchase order, yaitu HBCK JO dan Hawkins Singapore, mempunyai

ne
ng

kewajiban komersial dan hukum yang terpisah;

12. Termohon juga menolak dengan tegas dalil Pemohon dalam point 4 yang

do
gu

pada pokoknya mendudukkan pekerjaan onshore dan offshore sebagai


satu kesatuan berdasarkan Perjanjian Konsorsium tanggal 7 Juli 2014.
In
Dalil ini jelas sangat keliru dan tidak berdasar serta menyesatkan karena
A

faktanya Termohon bukan merupakan pihak dalam Perjanjian Konsorsium


sehingga pekerjaan offshore jelas merupakan tanggungjawab sepenuhnya
ah

lik

dari HIL saja. Di dalam JOA yang dibuat oleh Pemohon dan Termohon
jelas diatur bahwa HBCK JO hanya melaksanakan pekerjaan konstruski
m

ub

(onshoreproject) sebagai subkontraktor saja;

TERMOHON TIDAK MEMILIKI UTANG APAPUN TERHADAP PEMOHON,


ka

ep

DAN JUSTRU TERMOHON YANG DIRUGIKAN AKIBAT KETIDAK-MAMPUAN


HILRO DALAM MENJALANKAN FUNGSINYA SELAKU PEMIMPIN HBCK JO.
ah

13. Termohon dengan tegas menolak dalil Pemohon pada point 6 Permohonan
es

dengan alasan-alasan sebagai berikut:


M

ng

on

Halaman 39 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 39
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
a. Berdasarkan ketentuan JOA, maka HILRO dan Termohon wajib

si
membuat JO Regulations yang akan mengatur secara detail mengenai
“aturan main” bagi HILRO dan Termohon dalam melaksanakan

ne
ng
pekerjaan konstruksi sipil/onshore project ini yaitu hal-hal teknis dan
non teknis pelaksanaan pekerjaan onshore antara lain namun tidak
terbatas pada posisi jabatan dan jumlah SDM yang akan dipergunakan

do
gu baik lokal maupun tenaga kerja asing, gaji SDM dan hak-hak normatif
lainnya, keuangan, dan teknis pelaksanaan pekerjaan. JO Regulations

In
A
ini menjadi penting karena akan berimplikasi pada komposisi biaya
yang akan menjadi tanggungan masing-masing HILRO dan Termohon
ah

lik
yaitu 70% (HILRO) dan 30% (Termohon);

b. FAKTANYA, HILRO tidak pernah mau membuat JO Regulations


am

ub
tersebut. Karena ketiadaan aturan tersebut, HILRO sering bertindak
semaunya dan seenaknya sendiri tanpa persetujuan Termohon dalam:

(i) proses rekruitmen tenaga kerja khususnya tenaga kerja asing;


ep
k

(ii) menetapkan secara sepihak remunerasi tenaga kerja asing; dan


ah

R
(iii) mencampuradukkan peran tenaga kerja asing untuk pekerjaan

si
offshore dan pekerjaan onshore;

ne
ng

Untuk kemudian pembiayaan pekerjaan offshore dibebankan


kepekerjaan onshore sehingga akibatnya Termohon menjadi dituntut
untuk turut menanggungatas biaya-biaya offshore tersebut, yang

do
gu

seharusnya menjadi tanggungjawab dan beban HIL sepenuhnya;

c. HILRO sebagai pemimpin dalam HBCK JO juga tidak pernah


In
A

memberikan laporan keuangan yang telah diaudit secara periodik


kepada Termohon. Padahal laporan keuangan ini menjadi sangat
ah

lik

penting karena menjadi acuan dalam pembagian beban biaya


HBCK JO;
m

ub

d. HILRO telah mencampuradukkan biaya-biaya atas pekerjaan offshore


menjadi dibebankan kepada pekerjaan onshore, termasuk biaya tenaga
ka

kerja asing. Padahal beban biaya pekerjaan offshore sudah sangat


ep

jelas bukan menjadi kewajiban HILRO dan Termohon melainkan


ah

menjadi beban kewajiban HIL;


R

e. HILRO telah bertindak jauh diluar apa yang telah ditetapkan dalam
es
M

dokumen Lampiran JOA terkait dengan biaya tidak langsung (indirect


ng

on

Halaman 40 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 40
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
cost) yaitu perihal posisi jabatan dan gaji staff di lapangan yang menjadi

si
kebutuhan proyek (BUKTI T-16);

f. Akibat terjadinya keterlambatan dan perubahan desain oleh HIL dalam

ne
ng
pekerjaan offshore telah mengakibatkan HBCK JO sebagai pelaksana
pekerjaan onshore harus melakukan pekerjaan siang malam untuk

do
gu mengejar keterlambatan pekerjaan dan membawa konsekwensi pada
membengkaknya biaya yang dikeluarkan oleh HBCK JO. HILRO
sebagai pemimpin dalam HBCK JO seharusnya mengajukan klaim

In
A
kepada HIL sesuai dengan ketentuan dalam PO Nomor 004 yang
menyebutkan bahwa seluruh klaim yang timbul menjadi tanggungjawab
ah

lik
HIL; namun klaim ini tidak pernah dilakukan oleh HILRO karena itu
sama saja artinya HILRO mengklaim kepada dirinya sendiri;
am

ub
g. Ketidakmampuan HIL dalam melakukan pekerjaan offshore secara
tepat waktu dan sesuai desain awal yang dilakukan oleh HIL melalui
Hawkins Singapore di Singapore, telah menyebabkan volume
ep
k

pekerjaan dilapangan menjadi bertambah banyak dan tidak lagi sesuai


ah

dengan bill of quantity sebagaimana disepakati dalam JOA, yang


R

si
berakibat pada membengkaknya biaya proyek. Tragisnya HILRO justru
memasukkan biaya-biaya akibat keterlambatan dan perubahan desain

ne
ng

ini menjadi beban biaya onshore sehingga Termohon diklaim harus ikut
menanggung beban biaya yang sebenarnya bukan merupakan

do
tanggungjawab Termohon;
gu

h. Tindakan HILRO yang telah mencampuradukkan biaya antara offshore


dan onshore dapat diperhatikan dalam surat pengakuan CEO HILRO
In
A

(Geoff Hunt) melalui surat tanggal 19 September 2016 yang


menyatakan sebagai berikut:
ah

lik

“Hereby we are confirming the payment to PJTEK Mandiri (for factory


site inspection at Korea) as below detail:
m

ub

Amount : IDR 93.960.000,00


ka

Invoice No reference : 201/Inv/VI/PJTEK/2016;202/Inv/VI/PJTEK/2016;


ep

203/Inv/VI/PJTEK/2016; 204/Inv/VI/PJTEK/2016
ah

Payment Schedule : 19th September 2016


R

es

It is an offshore budget which Hawkins Infrastructure Limited will be


M

solely responsible, therefore it is considered as loan from joint operation


ng

on

Halaman 41 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 41
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Hawkins BCK to Hawkins Infrastructure Limited. We will return that

R
such amount of loan within one month period.”

si
Terjemahan Bahasa Indonesia:

ne
ng
“Dengan ini kami mengkonfirmasi pembayaran kepada PJTEK Mandiri
(untuk inspeksi pabrik di Korea) dengan perincian:

do
gu Jumlah : IDR 93.960.000,00

No ReferensiFaktur :201/Inv/VI/PJTEK/2016; 202/Inv/VI/PJTEK/2016;

In
A
203/Inv/VI/PJTEK/2016; 204/Inv/VI/PJTEK/2016.

Jadwal Pembayaran : 19 September 2016


ah

lik
Ini adalah merupakan salah satu budget offshore dimana Hawkins
Infrastructure Limit edakan bertanggungjawab sendiri, sehingga
am

ub
pembayaran ini akan dianggap sebagai pinjaman dari kerjasama
operasi dari Hawkins BCK kepada Hawkins Infrastructure Limited. Kami
ep
akan mengembalikan jumlah pinjaman ini dalam jangka waktu
k

1 bulan”
ah

R
Hingga diajukannya Permohonan ini, pinjaman tersebut belum pernah

si
dibayarkan oleh HIL;

ne
ng

i. HILRO telah melakukan mixing cost dengan membebankan biaya untuk


pekerjaan offshore kebiaya untuk pekerjaan onshore dengan total nilai

do
Rp. [Link] (dua puluh satu miliar empat ratus empat puluh juta
gu

enam ratus empat puluh ribu dua ratus sembilan puluh empat rupiah).
Termohon akan membuktikan hal ini di muka persidangan, dan hal ini
In
A

cukup membuktikan bahwa HILRO telah bertindak menyimpang dan


justru dengan demikian HILRO-lah yang berutang kepada Termohon
ah

lik

karena telah mengakibatkan kerugian bagi Termohon;

14. Karena banyaknya kesalahan HILRO sebagaimana telah diuraikan di atas,


m

ub

mengakibatkan banyak supplier dan vendor yang sudah bekerja di onshore


project ini dirugikan karena sebagian besar dari para supplier dan vendor
ka

tidak dibayar oleh HILRO. Sebagai perusahaan nasional yang memiliki


ep

itikad baik, Termohon telah menentukan sikap untuk tidak merugikan pihak
ah

ketiga akibat kekacauan tindakan HILRO, dan akan menyelesaikan


R

sengketa HILRO dan Termohon ini melalui forum arbitrase yang telah
es

diajukan oleh HILRO di SIAC;


M

ng

on

Halaman 42 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 42
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Sementara sebelum adanya putusan atas sengketa HILRO dan Termohon

si
ini, maka Termohon dengan itikad baik telah memutuskan untuk membayar
kepada para supplier dan vendor pada onshore project sebesar 30% dari

ne
ng
tagihan yang mereka ajukan ke HBCK JO. Pembayaran sebesar 30% dari
tagihan ini sesuai dengan porsikontribusi Termohon dalam HBCK JO yang
tertuang di JOA;

do
gu Dalam perjalanan proyek ini Termohon mendengar informasi bahwa
proyek Alstom ini telah dibeli oleh General Electric (GE). Sampai dengan

In
A
proyeknya di ambil alih oleh General Electric (GE), masih terdapat tuntutan
dari para vendor/subkontraktor dan supplier dimana Termohon mengajak
ah

lik
HILRO untuk melakukan klarifikasi namun HILRO tidak pernah mau hadir;

Dengan berlandaskan itikad baik sebagaimana diuraikan di atas dan untuk


am

ub
melindungi perusahaan-perusahaan nasional yang telah membantu HBCK
JO dalam melaksanakan pekerjaan onshore, Termohon sesuai dengan
porsinya telah menyelesaikan kewajibannya sebesar 30% kepada para
ep
k

vendor/supplier dan subkontraktor senilaiRp. [Link] (lima belas


ah

miliar dua ratus delapan puluh tujuh juta dua ratus sembilan puluh tujuh
R

si
ribu lima ratus empat puluh lima rupiah) dengan disertai perjanjian
penyelesaian kewajiban dari Termohon;

ne
ng

Termohon juga telah melakukan setoran dana kerekening HBCK JO


sebesar Rp. [Link] (dua miliar dua ratus juta rupiah), sehingga

do
gu

dengan demikian BCK telah melakukan injeksi dan penyelesaian kepada


para supplier dan vendor seluruhnya berjumlah Rp. [Link] (tujuh
belas miliar empat ratus delapan puluh tujuh juta dua ratus sembilan puluh
In
A

tujuh ribu lima ratus empat puluh lima rupiah);

15. Setelah Termohon melakukan perhitungan penerimaan dan pengeluaran


ah

lik

dana selama pelaksanaan pekerjaan onshore project, termasuk


pembayaran terlebih dahulu kepada para supplier dan vendor
m

ub

sebagaimana diuraikan di atas, jika tidak ada pembebanan biaya


pekerjaan offshore kedalam pekerjaan onshore termasuk akibat adanya
ka

keterlambatan dan perubahan desain, terlihat dengan jelas justru


ep

sebenarnya Termohon memiliki kelebihan pendanaan di HBCK JO sebesar


ah

Rp. [Link] (tiga puluh lima miliar seratus tujuh puluh dua juta
R

tujuh ratus enam puluh tujuh ribu enam ratus Sembilan puluh rupiah) (Vide,
es
M

Bukti T-17);
ng

on

Halaman 43 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 43
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Dengan adanya biaya-biaya offshore project dan keterlambatan serta

si
perubahan desain oleh HIL melalui Hawkins Singapore (offshore project)
yang dibebankan kepada onshore project, jelas HILRO justru masih

ne
ng
berkewajiban menyetorkan dana kepada HBCK JO sebesar
Rp. [Link] (tiga ratus dua puluh empat miliar tiga puluh
sembilan juta tiga ratus tiga ribu delapan ratus delapan puluh tiga rupiah);

do
gu Berdasarkan uraian di atas yang akan Termohon buktikan di muka
persidangan, justru terbukti HILRO-lah yang memiliki utang kepada

In
A
Termohon dan bukan sebaliknya sebagaimana di klaim oleh Pemohon.
Jika Pemohon “ngotot” membantah hal tersebut, maka logikanya Pemohon
ah

lik
seharusnya meneruskan klaimnya melalui arbitrase di SIAC dan bukannya
tidak membayar biaya arbitra sehingga akhirnya SIAC menggugurkan
am

ub
permohonan arbitrase atas klaim Pemohon tersebut;

Hal ini membuktikan bahwa klaim Pemohon jelas mengada-ada dan sama
sekali tidak berdasar. Ini semakin membuktikan bahwa klaim Pemohon
ep
k

dalam perkaraa quo tidak sederhana dan harus dibuktikan terlebih dahulu
ah

mengenai ada atau tidaknya utang di forum arbitrase;


R

si
16. Termohon dengan tegas menolak dalil Pemohon dalam point 8
Permohonan yang menyatakan bahwa HILRO dan Termohon tidak dapat

ne
ng

menuntaskan pekerjaan onshore ini. Dalil ini tidak sesuai dengan fakta
yang sebenarnya karena alasan-alasan sebagai berikut:

do
gu

a. Sebagaimana telah diuraikan dalam bagian Latar Belakang di atas, HIL


adalah sub kontraktor dari konsorsium Alstom Power System SA,
In
Alstom Power System, dan Hawkins Infrastructure Limited untuk
A

pekerjaan Engineering (Desain), Procurement (Pengadaan),


Construction (Konstruksi) (atau secara keluruhan disebut sebagai
ah

lik

EPC). Untuk pekerjaan Engineering (Desain) dan Procurement


(Pengadaan) yang disebut sebagai offshore project dikerjakan oleh
m

ub

Hawkins Singapore. Sementara untuk pekerjaan Construction


(Konstruksi) di sub kontrakkan kepada HBCK JO yang dalam JOA
ka

disebut sebagai onshore project;


ep

b. Take over (pengambilalihan) dan penyelesaian pekerjaan secara


ah

keseluruhan oleh General Electric (GE) atas proyek ini tidak pernah
R

es

diinformasikan samasekali oleh Pemohon kepada Termohon;


M

ng

on

Halaman 44 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 44
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
c. Pengambilalihan yang dilakukan oleh GE sebagaimana didalilkan oleh

si
Pemohon adalah pengambilalihan atas SELURUH pekerjaanya itu
untuk pekerjaan offshore dan pekerjaan onshore, sementara Termohon

ne
ng
hanya terlibat di pekerjaan onshore saja. Pengambilalihan seluruh
pekerjaan ini karena HIL diindikasikan tidak berhasil melaksanakan
pekerjaandan akan keluar dari Indonesia sebagaimana telah

do
gu dinyatakan dalam Surat GE nomor 145/KRH-PGE/XII/16 tanggal
13 Desember 2016 kepada Termohon sebagai berikut:

In
A
“Over last few weeks we have been in intense dialogue and discussions
with Hawkins (HIL) management, both from Indonesia and New
ah

lik
Zealand, regarding its ability to complete the Karaha project as well as
its ability to offer satisfactory security for a possible loan agreement with
am

ub
GE for the same. Unfortunately we are not able yet to conclude those
discussions with an amicable arrangement and now we are all
possibilities, including as a real likehood the risk that Hawkins may exit
ep
k

from Indonesia.”
ah

Terjemahan Bahasa Indonesia:


R

si
“Dalam beberapa minggu terakhir kami telah melakukan pembicaraan
intensif dan diskusi dengan manajemen Hawkins (HIL), baik di

ne
ng

Indonesia dan New Zealand, mengenai kemampuan mereka untuk


menyelesaikan proyek Karaha dan juga kemampuan mereka untuk

do
gu

memberikan jaminan atas kemungkinan adaya pinjaman dari GE untuk


penyelesaian proyek tersebut. Sayangnya kami belum dapat
menyimpulkan diskusi-diskusi tersebut dengan membuat kesepakatan
In
A

bersama dan saat ini kami melihat seluruh resiko, termsuk


kemungkinan besar bahwa Hawkins mungkinakan keluar dari
ah

lik

Indonesia”

d. Termohon memahami bahwa pengambilalihan oleh GE dilaksanakan


m

ub

pada tanggal 8 Juni 2017 dan efektif berlaku pada tanggal 19 Juni
2017. Hal ini membuktikan bahwa HIL tidak dapat menuntaskan
ka

[Link] melalui suratnya Nomor 194/KRH-PGE/V/17 tanggal


ep

13 Juni 2017 yang ditujukan kepada Termohon justru GE meminta


ah

kepada Termohon untuk dapat masuk sebagai sub kontraktor yang


R

baru untuk menyelesaikan sisa pekerjaan. Penawaran kepada


es
M

Termohon oleh GE membuktikan bahwa Termohon adalah perusahaan


ng

yang dinilai mampu melaksanakan pekerjaan onshore;


on

Halaman 45 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 45
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Sehingga sungguh sangat tidak beralasan jika Pemohon justru

si
mendalilkan bahwa Termohon tidak dapat menuntaskan pekerjaan
onshore. Termohon tidak dapat memenuhi harapan GE karena belum

ne
ng
tuntasnya hubungan kontrak antara GE (sebagai pemilik baru APESI
dan APS) dengan HIL;

do
gu Berdasarkan uraian-uraian di atas, makadalil Pemohon ini sudah
sepatutnya ditolak dan dikesampingkan;

In
17. Termohon juga dengan tegas menolak dalil Pemohon pada point 9, 10 dan
A
11 yang pada pokoknya menyatakan bahwa PT General Electric Power
Solutions Indonesia menagih biaya penyelesaian pekerjaan onshore
ah

lik
sebesar USD 16.401.150 (enam belas juta empat ratus satu ribu seratus
lima puluh dolar Amerika) dan pembayaran ini telah ditalangi oleh
am

ub
Pemohon. Termohon mensomier Pemohon bahwa biaya talangan itu telah
dibayarkan dan talangan ini benar-benar hanya untuk onshore project.
Termohon tidak bertanggungjawab atas membengkaknya biaya akibat
ep
k

perubahan dan keterlambatan desain yang sepenuhnya merupakan


ah

tanggungjawab HIL. Biaya sebagaimana dimaksud oleh Pemohon justru


R

si
sebenarnya merupakan konsekwensi dan tanggungjawab HIL karena
kegagalannya dalam menuntaskan pekerjaan. Oleh karena itu, sangat

ne
ng

tidak beralasan hukum jika beban tanggungjawab tersebut dibebankan


kepada Termohon;

do
gu

KREDITUR KEDUA YANG DIAJUKAN OLEH PEMOHON ADALAH KREDITUR


UNTUK PROYEK OFFSHORE, DAN TERMOHON SAMA SEKALI TIDAK
BERTANGGUNG JAWAB ATAS BIAYA YANG BERKAITAN DENGAN
In
A

PROYEK OFFSHORE.

TERMOHON AKAN MEMBUKTIKAN BAHWA BERDASARKAN JOA,


ah

lik

AKOMODASI UNTUK SELURUH STAF HBCK JO ADALAH MESS


KARYAWAN, DAN PORSI BIAYA UNTUK MENYEWA MESS KARYAWAN
m

ub

SUDAH DIBAYAR OLEH TERMOHON.

TAGIHAN KREDITUR KEDUA BERUPA BIAYA HOTEL DARI PARA


ka

ep

EKPATRIAT HIL, BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB HBCK JO.


KALAUPUN ADA JAMINAN DARI HBCK JO KEPADA KREDITUR KEDUA
ah

UNTUK AKOMODASI HOTEL INI, MAKA JAMINAN TERSEBUT JUSTRU


R

es

MERUPAKAN PENYALAHGUNAAN HBCK JO OLEH HILRO DIMANA HAL INI


M

ng

on

Halaman 46 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 46
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
MERUPAKAN BAGIAN DARI LAPORAN POLISI YANG TELAH DIBUAT OLEH

si
TERMOHON.

18. Termohon menolak dengan tegas kreditor lain yang didalilkan oleh

ne
ng
Pemohon yaitu utang Termohon kepada PT Tasik Ekatama Propertindo
yang didalilkan juga telah dialihkan kepada PT Customade Citrakreasi

do
gu Indonesia sebesar Rp. 183.917.740. Klaim yang diajukan oleh PT Tasik
Ekatama Propertindo adalah klaim berdasarkan biaya hotel dari para
tenaga kerjaa sing HILRO dan HIL ketika mengerjakan pekerjaan offshore

In
A
yang bukan menjadi tanggungjawab Termohon;

19. Termohon memohon perhatian Majelis Hakim yang Terhormat bahwa di


ah

lik
dalam Lampiran JOA, sudah diatur dan disepakati bahwa tempat tinggal
untuk para tenaga kerja asing akan disediakan dalam bentuk mess dengan
am

ub
budget sebesar Rp. 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) per tahun;

Oleh karena itu, Termohon mensomier Pemohon untuk membuktikan:


ep
a. Biaya apa yang menjadi dasar dari klaim yang diajukan oleh PT Tasik
k

Ekatama Propertindo atau PT Customade Citrakreasi Indonesia;


ah

si
b. Apakah benar biaya tersebut merupakan biaya dari pelaksanaan
onshore project?

ne
ng

Sebelum keduahal tersebut di atas dapat dibuktikan secara sederhana di


muka persidangana quo, maka dalil Pemohon ini sudah sepatutnya ditolak

do
gu

oleh Majelis Hakim yang Terhormat;

20. Di dalam sesi pembuktian di persidangan, Termohon akan membuktikan


In
bahwa Termohon telah membayar biaya-biaya untuk mess karyawan ini,
A

sehingga secara sederhana akan terbukti bahwa tagihan dari krditur kedua
ini salah alamat dan seharusnya menjadi beban dari HIL untuk pekerjaan
ah

lik

offshore-nya;

KARENA PEMOHON TIDAK MEMILIKI LEGAL STANDING DAN


m

ub

PERMOHONAN KEPAILITAN YANG DIAJUKANNYA JUGA TIDAK MEMENUHI


SYARAT SEBAGAIMANA DIATUR DALAM PASAL 2 AYAT (1) JO. PASAL 8
ka

ep

AYAT (4) UNDANG-UNDANG KEPAILITAN, MAKA DEMI HUKUM


PERMOHONAN TERSEBUT HARUS DITOLAK OLEH MAJELIS HAKIM YANG
ah

MULIA.
R

es

21. Berdasarkan ketentuan Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 8 ayat (4) UU 37/2004,
M

makasyarat dikabulkannya suatu permohonan pernyataan pailit adalah:


ng

on

Halaman 47 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 47
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Pasal 2 ayat 1

si
“Debitur yang memiliki dua atau lebih kreditor dan tidak dapat membayar
lunas sedikitnya satu hutang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih,

ne
ng
dinyatakan pailit dengan putusan Pengadilan yang berwenang, baik atas
permohonannya sendiri ataupun atas permohonan satu atau lebih kreditor”

do
gu Pasal 8 ayat (4)

“Permohonan pernyataan pailit harus dikabulkan apabila terdapat fakta

In
A
atau keadaan yang terbukti secara sederhana bahwa persyaratan untuk
dinyatakan pailit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) telah
ah

dipenuhi”

lik
Mengenai penerapan Pasal 8 ayat (4), terdapat beberapa Putusan
Mahkamah Agung Republik Indonesia yang dapat dijadikan pedoman bagi
am

ub
Hakim Pengadilan Niaga dalam memutuskan perkara kepailitan. Selain
Putusan Mahkamah Agung No.704 K/[Link]/2012 dalam kasus
ep
PT Telkomsel yang telah disebutkan di atas, terdapat pula Putusan MA
k

No.834 K/[Link]/2009antara PT CiptaTelevisi Pendidikan Indonesia dan


ah

R
PT Media Nusantara Citra Tbkdkk. Vs. Crown Capital Global Limited.

si
Dalam perkara ini, Mahkamah Agung juga menyatakan:

ne
ng

“Bahwa eksistensi adanya utang a quo ternyata masih dalam konflik sebab
masih diperdebatkan dan dipermasalahkan, bahkan tentang sejauh mana
keberadaan utang tersebut kini masih sedang diperkarakan di Pengadilan

do
gu

Negeri Jakarta Pusat (No.376/Pdt.G/2009/[Link]) serta melalui proses


pidana atas masih dikuasainya asli surat-surat bond tersebut oleh
In
A

Pemohon merupakan serangkaian fakta atau kejadian yang terungkap di


persidangan yang menunjukkan bahwa keberadaan utang dalam perkara
ah

lik

ini sifatnya kompleks dan tidak sederhana, cukup rumit dan sulit
pembuktiannya………sehingga tidak layak dibahas atau diperiksa di
Pengadilan Niaga tetapi seharusnya diperiksa melalui proses perkara
m

ub

perdata biasa di Pengadilan Negeri…”. (Lihat,Putusan MA No.834


K/[Link]/2009, halaman 130);
ka

ep

22. Dalam perkaraini, eksistensi utang dan/atau piutang masing-masing pihak


ah

berdasarkan JOA sedang disengketakan secara perdata (lewat proses


R

arbitrase SIAC), dan juga sedang dalam penyelidikan polisi dalam perkara
es

pidana karena adanya dugaan pencampu-adukkan biaya offshore dan


M

ng

onshore oleh pihak Pemohon;


on

Halaman 48 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 48
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Oleh karenaitu, jelas bahwa Permohonan Kepailitan yang diajukan oleh

si
Pemohon tidak memenuhi persyaratan yang diatur dalam Pasal 8 ayat (4)
UU 37/2004, karena eksistensi adanya utang tidak dapat dibuktikan secara

ne
ng
sederhana, dan oleh karena itu sudah sepatutnya untuk ditolak seluruhnya;

MAKA, berdasarkan alasan dan dasar hukum di atas, Termohon Pailit mohon

do
gu agar Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta
Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk berkenan memutuskan
sebagai berikut:

In
A
1. MENOLAK seluruh Permohonan Penyataan Pailit yang diajukan oleh
Pemohon Pailit;
ah

lik
2. Membebankan biaya perkara ini kepada Pemohon Pailit.
am

ub
Menimbang, bahwa atas Jawaban tersebut Pemohon Pailit telah
mengajukan Replik tertanggal 12 Nopember 2019, dan selanjutnya pihak
Termohon Pailit telah mengajukan Dupliknya tertanggal 19 Nopemper 2019;
ep
k

Menimbang, bahwa selanjutnya untuk membuktikan dalil Pemohonnya,


ah

Pemohon Pailit telah mengajukan bukti surat sebagai berikut:


R

si
1. Bukti P-1 : Izin Perwakilan Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing

ne
ng

Nomor: IK.01.01.06/EC/KTR/207/2014, ID: 64-1.1,


tertanggal 31 Desember 2014, atasnama Badan Usaha:
Hawkins Infrastructure Limited, yang diterbitkan oleh

do
gu

Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia;

2. Bukti P-1a : Izin Perwakilan Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing Nomor
In
A

Sertifikat: 054/1/IK.01.01.06/2017/R3, Nomor Identitas:


NZ.1 atas nama Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing:
ah

lik

Hawkins Infrastructure Limited tertanggal 19 Mei 2017,


yang diterbitkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman
Modal Republik Indonesia dan telah dilegalisasi pada
m

ub

tanggal 16 Oktober 2019;


ka

3. Bukti P-1b : Izin Perwakilan Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing Nomor
ep

Sertifikat: 124/1/IK.01.01.06/2017/R4, Nomor Identitas:


ah

NZ.1 atas nama Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing:


R

H Infrastructure Limited, tertanggal 11 Desember 2017,


es

yang diterbitkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman


M

ng

Modal Republik Indonesia;


on

Halaman 49 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 49
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
4. Bukti P-2 : Company Extract H INFRASTRUCTURE LIMITED,

si
3691835, NZBN: 9429030841871;

- Constitution of Hawkins Infrastructure Limited.

ne
ng
- Certificate of IncorporationH INFRASTRUCTURE
LIMITED, 3691835, NZBN: 9429030841871, tertanggal

do
gu 3 April 2017 (Sertifikat Perubahan Nama dari Hawkins
Infrastructure Limited menjadi H Infrastructure Limited),

In
telah dinotarisasi oleh Notaris Publik di New Zealand
A
dan dilegalisasi di Kedutaan Besar Republik Indonesia
(“KBRI”) di New Zealand;
ah

lik
5. Bukti P-2a : Terjemahan tersumpah dari Bukti P-2,yaitu:

- Ekstrak Perusahaan H INFRASTRUCTURE LIMITED


am

ub
3691835, NZBN: 9429030841871;

- Konstitusi Hawkins Infrastructure Limited;


ep
k

- Sertifikat Pendirian H INFRASTRUCTURE LIMITED,


ah

3691835, NZBN: 9429030841871, tertanggal 3 April


R

si
2017;

6. Bukti P-3 : Power of Attorney dari H Infrastructure Limited selaku

ne
ng

Pemberi Kuasa kepada David Arnot Williamson McConnell,


John Arnot Williamson McConnell, Michael Frederick

do
gu

Wardle, Geoffrey Stewart Hunt, Sharon Norman, Treena


Paterson tertanggal 21 Juni 2018 telah dinotarisasi oleh
In
Notaris Publik di New Zealand dan dilegalisasi di KBRI New
A

Zealand dan berikut Terjemahan Tersumpah Bukti P-3;


ah

7. Bukti P-3a : Letter of Appointment tertanggal 6 Mei 2019 dari David


lik

A.W. McConnell dan Michael F. Wardle, yang menunjuk


Darutama Emmanuel Gregorius sebagaiChief of
m

ub

H Infrastructure Limited Representative Office (Kepala


Kantor Perwakilan H Infrastructure Limited di Indonesia)
ka

ep

sejak tanggal 26 April 2019 telah dinotarisasi oleh Notaris


Publik di New Zealand dan dilegalisasi di KBRI New
ah

Zealand, berikut Terjemahan Tersumpah Bukti P-3a;


R

es

8. Bukti P-3b : Letter of Statement tertanggal 30 April 2019 yang dibuat


M

oleh Darutama Emmanuel Gregorius selakuChief of


ng

on

Halaman 50 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 50
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
H Infrastructure Limited Representative Office berikut

si
Terjemahan Tersumpah;

9. Bukti P-3c : Surat pemberitahuan dari Hermawan Juniarto& Partners

ne
ng
(Kuasa Hukum Pemohon Pailit) kepada Badan Koordinasi
Penanaman Modal No.: 0031/MCCN/6L/HJP-LGL/SBA

do
gu /IV/19, tertanggal 14 Mei 2019, mengenai perubahan
Kepala Kantor Perwakilan H Infrastructure Limited
(H Infrastructure Limited Representative Office) berikut

In
A
lampiran berupa:

1. Surat Penunjukan dari Direktur H Infrastructure Limited


ah

lik
kepada Kepala Kantor Perwakilan yang baru, tertanggal
6 Mei 2019, terhitung sejak tanggal 26 April 2019, yang
am

ub
telah dinotarisasi oleh notaris setempat dan dilegalisasi
di KBRI New Zealand;
ep
2. Surat Pernyataan Kepala Kantor Perwakilan, tertanggal
k

30 April 2019;
ah

R
10. Bukti P-3d : Letter of Acknowledgement tertanggal 19 Juli 2019, yang

si
ditandatangani oleh David Arnot Williamson McConnell dan

ne
John Arnot Williamson McConnell selaku Direktur
ng

H Infrastructure Limited yang merevisi periode penunjukan


Darutama Emmanuel Gregorius sebagai Chief of

do
gu

H Infrastructure Limited Representative Office (Kepala


Kantor Perwakilan H Infrastructure Limited di Indonesia)
In
dari semula 3 (tiga) bulan menjadi 12 (duabelas) bulan
A

terhitung sejak tanggal 26 April 2019, berikut Terjemahan


Tersumpah Bukti P-3d;
ah

lik

11. Bukti P-3e : Letter of Appointment tertanggal 24 Juni 2019 dari David
A.W. McConnell dan Michael F. Wardle, yang menunjuk/
m

ub

mengangkat Darutama Emmanuel Gregorius sebagai Chief


of H Infrastructure Limited Representative Office (Kepala
ka

ep

Kantor Perwakilan H Infrastructure Limited di Indonesia)


dengan jangka waktu penunjukan selama 12 (duabelas)
ah

bulan yang telah dinotarisasi oleh Notaris Publik di New


R

es

Zealand dan dilegalisasi di KBRI New Zealand, berikut


M

Terjemahan Tersumpah Bukti P-3e;


ng

on

Halaman 51 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 51
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
12. Bukti P-3f : Letter of Statement tertanggal 26 Juni 2019 yang dibuat

si
oleh Darutama Emmanuel Gregorius selaku Chief of
Representative Officer (Kepala Kantor Perwakilan)

ne
ng
H Infrastructure Limited Representative Office di Indonesia,
berikut Terjemahan Tersumpah Bukti P-3f;

do
gu 13. Bukti P-3g : Surat pemberitahuan dari Hermawan Juniarto& Partners
(Kuasa Hukum Pemohon Pailit) kepada Badan Koordinasi
Penanaman Modal No.: 0110/MCCN/GL/HJP-LGL/CBJ

In
A
SBA/X/19, tertanggal 2 Oktober 2019, yang melampirkan:

1. Asli Surat Penunjukan dari Direktur H Infrastructure


ah

lik
Limited kepada Kepala Kantor Perwakilan tertanggal
24 Juni 2019 yang menyatakan bahwa jangka waktu
am

ub
penunjukan selama 12 bulan yang ditandatangani oleh
David A.W. McConnell dan Michael [Link]
merupakan kuasa dari H Infrastructure Limited dan telah
ep
k

dinotarisasi oleh notaris setempat dan dilegalisasi di


ah

KBRI New Zaeland;


R

si
2. Asli Surat Pernyataan Kepala Kantor Perwakilan
tertanggal 24 Juni 2019;

ne
ng

3. Asli Surat Pernyataan (Letter of Acknowledgement) dari


Direksi H Infrastructure Limited tertanggal 19 Juli 2019

do
gu

yang menyatakan alasan revisi jangka waktu


penunjukan Kepala Kantor Perwakilan;
In
A

14. Bukti P-4 : Joint Operation Agreement tertanggal 29 Januari 2015


antara Hawkins Infrastructure Limited Representative Office
ah

lik

(sekarang H Infrastructure Limited Representative Office)


dan PT Bangun Cipta Kontraktor (“Joint Operation
Agreement” atau “Perjanjian Kerjasama Operasi);
m

ub

15. Bukti P-4a : Terjemahan Tersumpah Joint Operation Agreement


ka

(Perjanjian Kerjasama Operasi) tertanggal 29 Januari 2015;


ep

16. Bukti P-5 : Consortium Agreement in respect of an EPC Contract for


ah

Steam Gathering System and Power Plant for the Karaha


R

1 X 30 MW project in Indonesia (hereinafter referred to as


es

the “Project”) between Alstom Power Systems SA;


M

ng

PT Alstom Power Energy Systems Indonesia and Hawkins


on

Halaman 52 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 52
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Infrastructure Limited tertanggal 7 Juli 2014 (“Perjanjian

R
Konsorsium”);

si
17. Bukti P-5a : Terjemahan Tersumpah Perjanjian Konsorsium tertanggal

ne
ng
7 Juli 2014;

18. Bukti P-5b : Appendix 1 – Scope of Work and Technical Requirements

do
gu of Consortium Agreement (“Appendix 1”) yang seluruhnya
telah dinotarisasi oleh Notaris Publik di New Zealand dan

In
dilegalisasi di KBRI New Zealand;
A
19. Bukti P-5c : Terjemahan Tersumpah Appendix 1 (Lampiran 1 –Lingkup
ah

Pekerjaan dan PersyaratanTeknis) Perjanjian Konsorsium;

lik
20. Bukti P-5d : Amendment No. 1 dated 21st January 2015 (Amendment
No 1 to Consortium Agreement in respect of an EPC
am

ub
Contract for Steam Gathering System and Power Plant for
the Karaha 1 X 30 MW project in Indonesia dated 7th July
ep
2014) (“Perubahan Perjanjian Konsorsium”) yang
k

seluruhnya telah dinotarisasi oleh Notaris Publik di New


ah

R
Zealand dan dilegalisasi di KBRI New Zealand;

si
21. Bukti P-5e : Terjemahan Tersumpah Perubahan Perjanjian Konsorsium

ne
ng

tertanggal 21 Januari 2015;

22. Bukti P-6 : Purchase Order No. P.O./APMY/KRH/004 tertanggal

do
21 Januari 2015 (“Purchase Order”) yang seluruhnya telah
gu

dinotarisasi oleh Notaris Publik di New Zealand dan


dilegalisasi di KBRI New Zealand;
In
A

23. Bukti P-6a : Terjemahan Tersumpah Purchase Order tertanggal


21 Januari 2015;
ah

lik

24. Bukti P-7 : Deed of Settlement and Assignment of Claims antara


Alstom Power Systems SA, PT. General Electric Power
m

ub

Solutions Indonesia (formerly PT Alstom Power Energy


Systems Indonesia), H Infrastructure Limited (formerly
ka

ep

Hawkins Infrastructure Limited), Orange H Group Limited


(formerly Hawkins Group Limited) dan McConnell Limited
ah

tertanggal 14 Juni 2017 (“Deed of Settlement”) yang


R

seluruhnya telah dinotarisasi oleh Notaris Publik di New


es
M

Zealand dan dilegalisasi di KBRI New Zealand;


ng

on

Halaman 53 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 53
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
25. Bukti P-7a : Terjemahan Tersumpah Deed of Settlement (Akta

si
Penyelesaian Dan Penugasan Atas Klaim) tertanggal
14 Juni 2017;

ne
ng
26. Bukti P-7b : GE Settlement by McConnell Limited (“GE Settlement
Summaries”) yang seluruhnya telah dinotarisasi oleh

do
gu Notaris Publik di New Zealand dan dilegalisasi di KBRI New
Zealand;

In
27. Bukti P-7c : Terjemahan tersumpah GE Settlement Summaries;
A
28. Bukti P-8 : Surat dari H Infrastructure Limited (induk perusahaan
ah

Pemohon Pailit) kepada PT. Bangun Cipta Kontraktor

lik
tertanggal 2 Oktober 2017, perihal: H Infrastructure Limited
Representative Office (HILRO) / PT Bangun Cipta
am

ub
Kontraktor (BCK) – Winding Up Of Joint Operation-LETTER
Of Demand (“Letter of Demand”);
ep
29. Bukti P-8a : Terjemahan Tersumpah Letter of Demand tertanggal
k

2 Oktober 2017;
ah

si
30. Bukti P-9 : Surat dari H Infrastructure Limited kepada PT Bangun Cipta
Kontrak tortertanggal 3 November 2017, perihal:

ne
ng

HILRO/BCK: KARAHA JOINT OPERATION WINDING UP;

31. Bukti P-9a : Terjemahan Tersumpah Surat dari H Infrastructure Limited

do
gu

kepada PT Bangun Cipta Kontraktor tertanggal 3 November


2017, perihal: HILRO/BCK: KARAHA JOINT OPERATION
WINDING UP;
In
A

32. Bukti P-10 : Surat dari PT Bangun Cipta Kontraktor kepada Hawkins
Infrastructure Limited, Nomor: 13/BCK/X/2017, tertanggal
ah

lik

13 Oktober 2017, perihal: In Response to the Letter dated


2 October 2017;
m

ub

33. Bukti P-10a : Terjemahan Tersumpah Surat PT Bangun Cipta Kontraktor


kepada Hawkins Infrastructure Limited, Nomor:
ka

ep

13/BCK/X/2017, tertanggal 13 Oktober 2017;

34. Bukti P-11 : Surat dari PT. Bangun Cipta Kontraktor (Termohon Pailit)
ah

kepada Hawkins Infrastructure Limited, Nomor 06/BCK/XI/


es

2017, tertanggal 10 November 2017, perihal: In response to


M

the Letter dated 3 November 2017;


ng

on

Halaman 54 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 54
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
35. Bukti P-11a : TerjemahanTersumpah Surat dari PT Bangun Cipta

si
Kontraktor kepada Hawkins Infrastructure Limited, Nomor
06/BCK/XI/2017, tertanggal 10 November 2017;

ne
ng
36. Bukti P-12 : Surat McConnell Limited kepada H Infrastructure Limited
(induk perusahaan Pemohon Pailit) tertanggal 6 Agustus

do
gu 2019 (“Letter of Instruction”) yang seluruhnya telah
dinotarisasi oleh Notaris Publik di New Zealand dan
dilegalisasi di KBRI New Zealand;

In
A
37. Bukti P-12a : Terjemahan Tersumpah Letter of Instruction;

: HIL Rep Office Cost Re Karaha JO (“Perhitungan Biaya


ah

38. Bukti P-13

lik
Karaha HILRO”) yang seluruhnya telah dinotarisasi oleh
Notaris Publik di New Zealand dan dilegalisasi di KBRI New
am

ub
Zealand;

39. Bukti P-13a : Terjemahan Tersumpah Perhitungan Biaya Karaha HILRO;


ep
k

40. Bukti P-14 : Surat dari Anthony L.P. Hutapea & Partners Law Firm
ah

(Kuasa Hukum Pemohon Pailit) kepada PT. Bangun Cipta


R

si
Kontraktor, Nomor: 042/027.01/05-2019/ANT, tertanggal
24 Mei 2019, perihal: Teguran (Somasi);

ne
ng

41. Bukti P-14a : Tanda terima surat tanggal 24 Mei 2019 atas penerimaan
Surat Anthony L.P. Hutapea & Partners Law Firm kepada

do
gu

PT. Bangun Cipta Kontraktor, Nomor: 042/027.01/05-2019/


ANT, tertanggal 24 Mei 2019, perihal: Teguran (Somasi);
In
42. Bukti P-15 : Surat dari Anthony L.P. Hutapea & Partners Law Firm
A

(Kuasa Hukum Pemohon Pailit) kepada PT. Bangun Cipta


Kontraktor, Nomor: 063/027.01/08-2019/ANT, tertanggal
ah

lik

13 Agustus 2019, perihal: Teguran (Somasi) Terakhir;

43. Bukti P-15a : Tanda terima surat tanggal13 Agustus 2019 atas
m

ub

penerimaan Surat Anthony L.P. Hutapea & Partners Law


Firm kepada PT. Bangun Cipta Kontraktor, Nomor:
ka

ep

063/027.01/08-2019/ANT, tertanggal 13 Agustus 2019,


perihal: Teguran (Somasi) Terakhir;
ah

44. Bukti P-16 : Perjanjian Pengalihan Piutangantara [Link] Ekatama


es

Propertindo (pengelola Hotel Santika Tasikmalaya) dan


M

ng

on

Halaman 55 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 55
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
[Link] Citrakreasi Indonesia tertanggal 23 Agustus

R
2019 (“Perjanjian Pengalihan Piutang”);

si
45. Bukti P-16a : Surat Pemberitahuan Pengalihan Piutang dari PT. Tasik

ne
ng
Ekatama Propertindo (pengelola Hotel Santika
Tasikmalaya) kepada Pemohon Pailit dan Termohon Pailit

do
gu selaku anggota Kerjasama Operasi berdasarkan Joint
Operation Agreement, tertanggal 27 Agustus 2019;

In
46. Bukti P-16b : Tanda Terima Surat Pemberitahuan atas Perjanjian
A
Pengalihan Piutang kepada Pemohon Pailit selaku anggota
Kerjasama Operasi berdasarkan Joint Operation
ah

lik
Agreement, tanggal 27 Agustus 2019;

47. Bukti P-16c : Tanda Terima Surat Pemberitahuan atas Perjanjian


am

ub
Pengalihan Piutang kepada Termohon Pailit selaku anggota
Kerjasama Operasi berdasarkan Joint Operation
ep
Agreement, tanggal 27 Agustus 2019;
k

48. Bukti P-17 : Surat Pernyataan Sdri. Fitri Safitri, S.H. tentang Kesediaan
ah

R
Diangkat Menjadi Kurator PT. Bangun Cipta Kontraktor,

si
tertanggal 15 November 2019 dan Surat Bukti

ne
Perpanjangan Pendaftaran Kurator dan Pengurus No. AHU.
ng

AH.04.03-156 atas nama Fitri Safitri, S.H., tertanggal


12 Agustus 2016;

do
gu

49. Bukti P-18 : Company Extract H INFRASTRUCTURE (NZ) LIMITED,


5995721, NZBN: 9429042361954.
In
A

- Certificate of IncorporationH INFRASTRUCTURE (NZ)


LIMITED, 5995721, NZBN: 9429042361954, tertanggal
ah

lik

23 Mei 2016;

- Yang diunduh pada tanggal 25 November 2019 darisitus


m

ub

web (website): [Link]


companies / app/ui/pages/companies/5995721;
ka

ep

50. Bukti P-18a : Terjemahan tersumpah dari Bukti-P-18, yaitu:

- Ekstrak Perusahaan H INFRASTRUCTURE (NZ)


ah

LIMITED, 5995721, NZBN: 9429042361954;


es
M

ng

on

Halaman 56 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 56
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
- Sertifikat Pendirian H INFRASTRUCTURE (NZ)

si
LIMITED, 5995721, NZBN: 9429042361954, tertanggal
23 Mei 2016;

ne
ng
Menimbang, bahwa bukti surat tersebut di atas telah dibubuhi meterai
secukupnya dan dipersidangan telah diperlihatkan dan dicocokkan dengan

do
gu aslinya selanjutnya dilampirkan dalam berkas perkara;

Menimbang, bahwa selanjutnya untuk membuktikan dalil sangkalannya,

In
A
Turut Tergugat telah menyerahkan alat bukti surat berupa foto copy yang telah
dibubuhi meterai secukupnya, sebagai berikut:
ah

lik
1. Bukti T-1.a : Surat Singapore International Arbitration Center (SIAC)
Ref: ARB401/17/PPD, tanggal 20 Desember 2017;
am

ub
2. Bukti T-1.b : Terjemahan Bukti T-1.a;

3. Bukti T-2.I.a : Surat Singapore International Arbitration Centre (SIAC)


ep
Ref: ARB401/17/PPD, tanggal 12 Januari 2018;
k
ah

4. Bukti T-2.I.b : Terjemahan Bukti T-2.I.a;


R

si
5. Bukti [Link].a : Surat Singapore International Arbitration Centre (SIAC)
Ref: ARB401/17/PPD, tanggal 26 Januari 2018;

ne
ng

6. Bukti [Link].b : Terjemahan Bukti [Link].a;

7. Bukti [Link].a : Surat Singapore International Arbitration Centre (SIAC)

do
gu

Ref: ARB401/17/PPD, tanggal 9 Februari 2018;

8. Bukti [Link].b : Terjemahan Bukti [Link].a;


In
A

9. Bukti [Link].a : Surat Singapore International Arbitration Centre (SIAC)


Ref: ARB401/17/PPD, tanggal 23 Februari 2018;
ah

lik

10. Bukti [Link].b : Terjemahan Bukti [Link].a;

11. Bukti T-2.V.a : Surat Singapore International Arbitration Centre (SIAC)


m

ub

Ref: ARB401/17/PPD, tanggal 9 Maret 2018;


ka

12. Bukti T-2.V.b : Terjemahan Bukti T-2.V.a;


ep

13. Bukti [Link].a : Surat Singapore International Arbitration Centre (SIAC)


ah

Ref: ARB401/17/PPD, tanggal 24 April 2018;


R

14. Bukti [Link].b : Terjemahan Bukti [Link].a;


es
M

ng

on

Halaman 57 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 57
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
15. Bukti [Link].a : Surat Singapore International Arbitration Centre (SIAC)

si
Ref: ARB401/17/PPD, tanggal 8 Mei 2018;

16. Bukti [Link].b : TerjemahanBukti [Link].a;

ne
ng
17. Bukti [Link].a : Surat Singapore International Arbitration Centre (SIAC)
Ref: ARB401/17/PPD, tanggal 24 Mei 2018;

do
gu 18. Bukti [Link].b : Terjemahan Bukti [Link].a;

19. Bukti [Link].a : Surat Singapore International Arbitration Centre (SIAC)

In
A
Ref: ARB401/17/PPD, tanggal 7Juni 2018;

20. Bukti [Link].b : Terjemahan Bukti [Link].a;


ah

lik
21. Bukti T-2.X.a : Surat Singapore International Arbitration Centre (SIAC)
Ref: ARB401/17/PPD, tanggal 21 Juni 2018;
am

ub
22. Bukti T-2.X.b : Terjemahan Bukti T-2.X.a;

23. Bukti [Link].a : Surat Singapore International Arbitration Centre (SIAC)


ep
k

Ref: ARB401/17/PPD, tanggal 29 Oktober 2018;


ah

24. Bukti [Link].b : Terjemahan Bukti [Link].a;


R

si
25. Bukti T-3.I.a : Surat Singapore International Arbitration Centre (SIAC)
Ref: ARB401/17/PPD, tanggal 13 November 2018;

ne
ng

26. Bukti T-3.I.b : Terjemahan BuktiT-3.I.a;

27. Bukti [Link].a : Email dari dextercheng@[Link] kepada daniel.

do
gu

kalderimis @ chapmantripp. com;david. neild@


chapmantripp. com; cbjuniarto@[Link];
In
A

rhadyanda @ [Link]; chong. Boonleong


@[Link]; [Link] @ allenan
ah

lik

[Link]; [Link] @ allenandgledhill. com;


[Link]@[Link]; stef@[Link];
hendry @ [Link]; Subject: ARB401/17/PPD –
m

ub

Withdrawal of Claim (and Discontinuation of


ka

Proceedings), tanggal 3 Desember 2018;


ep

28. Bukti [Link].b : Terjemahan Bukti [Link].a;


ah

29. Bukti T-4.a : Response to Notice of Arbitration, Case NO:


R

ARB401/17/PPD, tanggal 12 Januari 2018;


es
M

30. Bukti T-4.b : Terjemahan Bukti T-4.a;


ng

on

Halaman 58 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 58
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
31. BuktiT-5 : Tanda Bukti Lapor Nomor: LP/1206/VIII/2017/PMJ/RJS,

si
tanggal 18 Agustus 2017;

32. Bukti T-6.a : Join Operation Agreement tanggal 29 Januari 2015

ne
ng
(JOA);

33. Bukti T-6.b : Terjemahan Bukti T-6.a;

do
gu 34. Bukti T-6.c : Rincian biaya yang merupakan lampiran/bagian dari
JOA yang menjelaskan item-item biaya overhead costs

In
A
yang totalnya berjumlah USD 1,866,144.27 dimana jelas
dicantumkan bahwa untuk penginapan disediakan
ah

perumahan/mess karyawan lengkap dengan pembantu

lik
rumah tangga untuk membersihkannya;

35. Bukti T-6.d : Terjemahan Bukti T-6.c;


am

ub
36. Bukti T-7.a : Email Tan Kit Hiang, tanggal 26 Januari 2016;

37. Bukti T-7.b : TerjemahanBukti T-7.a;


ep
k

38. Bukti T-8.a : Purchase Order No. PO/APMY/KRH/004 mengenai


ah

Ancillary Conditions, tanggal 21 Januari 2015;


R

si
39. Bukti T-8.b : Terjemahan Bukti T-8.a;

ne
ng

40. Bukti T-9.a : Surat dari PT Bangun Cipta Kontraktor No. Ref.:
06/BCK/XI/2017 tertanggal 10 November 2017;

do
gu

41. Bukti T-9.b : Terjemahan Bukti T-9.a;

42. Bukti T-10.a : Surat dari PT Bangun Cipta Kontraktor No. Ref.:
In
11/BCK-HIL/XI/2016 tertanggal 11 November 2016;
A

43. Bukti T-10.b : Terjemahan Bukti T-10.a;


ah

lik

44. Bukti T-11.a : email dari [Link]@[Link] kepada


sustiono.r@[Link]; [Link]@[Link];
m

ub

Subjek: Potential New Subcontract, tanggal 13 Juni


2016;
ka

45. Bukti T-11.b : Terjemahan Bukti T-11.a;


ep

46. Bukti T-12.a : Email dari [Link]@[Link] kepada


ah

sustiono.r@[Link]; Subject: Hawkins Ownership to


R

Change, tanggal 8 Maret 2017;


es
M

ng

47. Bukti T-12.b : Terjemahan Bukti T-12.a;


on

Halaman 59 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 59
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
48. Bukti T-13 : Izin Perwakilan Badan Usaha Konstruksi AsingNo:

si
IK.01.01.06/EC/KTR/207/2014 tanggal 31 Desember
2014, sudah berakhir pada tanggal 31 Desember 2017;

ne
ng
49. Bukti T-14.a : Pengumuman dalam Berita Acara Negara Selandia
Baru/New Zealand Gazette;

do
gu 50. Bukti T-14.b

51. Bukti T-15


: Terjemahan Bukti T-14.a;

: Tabel Project: KARAHA, tanggal 17 Juni;

In
A
StrukturJabatan;

52. Bukti T-16 : Tabel Project: KARAHA, tanggal Mei 2017; Kelebihan
ah

lik
Pendanaan oleh Termohon di proyek HBCK JO sebesar
Rp [Link];
am

ub
53. Bukti T-17.a : Surat dari Hawkin Groups, tertangal 19 September
2016, yang ditandatangani Geoff Hunt sebagai CEO
Hawkins Group;
ep
k

54. Bukti T-17.b : Terjemahan Bukti T-17.a;


ah

R
Menimbang, bahwa bukti surat tersebut di atas telah dibubuhi meterai

si
secukupnya dan dipersidangan telah diperlihatkan dan dicocokkan dengan

ne
ng

aslinya selanjutnya dilampirkan dalam berkas perkara;

Menimbang, bahwa selanjutnya para pihak tidak mengajukan saksi-saksi

do
gu

dan para pihak masing-masing telah mengajukan Kesimpulan dipersidangan


tertanggal 17 Desember 2019;
In
A

Menimbang, bahwa selanjutnya segala sesuatu yang termuat dalam


berita acara persidangan perkara ini, untuk menyingkat putusan ini dianggap
ah

lik

telah termuat dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan putusan ini;

Menimbang, bahwa akhirnya para pihak menyatakan tidak ada hal-hal


m

ub

yang diajukan lagi dan mohon putusan;


ka

TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM


ep

Menimbang, bahwa pada pokoknya Pemohon Pailit mendalilkan bahwa


ah

Termohon Pailit mempunyai utang kepada Pemohon yang telah jatuh waktu dan
R

dapat ditagih tetapi tidak dibayar oleh Termohon, dan Termohon juga
es
M

mempunyai utang kepada kreditor lain;


ng

on

Halaman 60 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 60
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Menimbang, bahwa terhadap dalil permohonan Pemohon tersebut,

si
Termohon telah mengajukan jawaban tertanggal 4 Nopember 2019 yang pada
pokoknya Termohon membantah dalil-dalil Pemohon;

ne
ng
Menimbang, bahwa untuk meneguhkan dalilnya Pemohon telah
mengajukan surat-surat buktinya tersebut di atas, sedangkan untuk

do
gu meneguhkan dalil bantahannya Termohon juga telah mengajukan bukti-bukti
surat sebagaimana tersebut di atas;

In
A
Menimbang, bahwa walaupun kedua belah pihak masing – masing telah
mengajukan bukti surat namun demikian majelis hakim hanya akan
ah

lik
mempertimbangkan bukti surat yang dipandang ada relevansinya dengan
perkara ini;
am

ub
Menimbang, bahwa berdasarkan bukti-bukti yang diajukan oleh Pemohon
diatas, apakah permohonan Pemohon dapat dikabulkan atau tidak akan
dipertimbangkan dibawah ini;
ep
k
ah

Menimbang, bahwa untuk dapat dikabulkan permohonan Pailit dari


R
Pemohon, maka harus dipenuhi syarat-syarat formil dan materiil sebagai

si
berikut:

ne
ng

I. Syarat Formil:

1. Permohonan diajukan oleh pihak yang mempunyai kedudukan hukum

do
gu

(legal standing) untuk mengajukan permohonan pailit;


2. Permohonan diajukan kepada Pengadilan Niaga yang wilayah hukumnya
In
A

meliputi tempat tinggal atau kedudukan hukum atau domisili Termohon


atau Debitor (Pasal 3 ayat 1 UU No.37 Tahun 2004);
ah

lik

II. Syarat Materiil:


1. Termohon selaku debitor mempunyai utang kepada Pemohon selaku
m

ub

kreditornya, dan sedikitnya ada 1 (satu) utang yang telah jatuh waktu dan
dapat ditagih tetapi tidak dibayar lunas oleh Termohon;
ka

2. Termohon mempunyai 2 (dua) kreditor atau lebih ;


ep

3. Utang-utang Termohon tersebut dapat dibuktikan berdasarkan fakta atau


ah

keadaan dengan sederhana;


R

es

Ad. I. Syarat Formil:


M

ng

on

Halaman 61 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 61
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
1). Permohonan diajukan oleh pihak yang mempunyai legal standing untuk

si
mengajukan permohonan Pailit;

Menimbang, bahwa permohonan Pailit a quo diajukan oleh Badan Hukum

ne
ng
yaitu H INFRASTRUCTURE LIMITED REPRESENTATIVE OFFIFE (dahulu
bernama Hawkins Infrastructure Limited Representative Office), dan berkantor

do
gu Cabang di Indonesia dengan alamat kantor di Regus, Menara BCA Grand
Indonesia Lt.50, Jl. M.H Thamrin 1 Rt.1/Rw.5, Menteng, Jakarta 10310 sesuai

In
Ralat Perbaikan alamat dari Pemohon tertanggal 28 Oktober 2019;
A
Menimbang, bahwa berdasarkan bukti P-1 berupa fotocopy Ijin untuk
ah

lik
membuka Perwakilan Badan Usaha Konstruksi dari Menteri Pekerjaan Umum,
tertangal 31 Desember 2014, maka HAWKINS INFRASTRUCTURE LIMITED,
alamat negara asal : Level 2, 70 Stanley Street, Parnell, Auckland 1010, New
am

ub
Zealand, telah diberi ijin oleh Kementerian Pekerjaan Umum RI untuk membuka
Kantor Perwakilan di Indonesia, dengan nama Kepala Perwakilan di Indonesia
ep
adalah MARTIN TOMOTHY O’NEILL dengan alamat di Indosia di : Podomoro
k

City Ruko Garden Shopping Arcade Blok B/8 DH Jl. S. Parman, Jakarta Barat
ah

R
11470, dan ijin tersebut berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2017;

si
Menimbang, bahwa selanjutnya berdasarkan bukti P-1.a berupa fotocopy

ne
ng

Ijin operasional Jasa Pelaksana Konstruksi dari Badan Koordinasi Penanaman


Modal RI tertanggal 19 Mei 2017, yang diberikan kepada Badan Usaha Asing

do
gu

bernama HAWKINS INFRASTRUCTURE LIMITED, maka HAWKINS


INFRASTRUCTURE LIMITED berhak untuk melakukan pekerjaan di Indonesia
sampai dengan tanggal 31 Desember 2017, dan alamat di Indonesia telah
In
A

berpindah ke Perkantoran Gandaria Lt.19 Unit D 3, Jl. Sultan Iskandar Muda,


Kebayoran Lama, Jakarta Selatan;
ah

lik

Menimbang, bahwa selanjutnya berdasarkan bukti P-1.b berupa fotocopy


Ijin operasional Jasa Pelaksana Konstruksi dari Badan Koordinasi Penanaman
m

ub

Modal RI tertanggal 11 Desember 2017, yang diberikan kepada Badan Usaha


Asing bernama H INFRASTRUCTURE LIMITED, maka H INFRASTRUCTURE
ka

ep

LIMITED berhak untuk melakukan pekerjaan di Indonesia sampai dengan


tanggal 31 Desember 2017, dan alamat di Indonesia telah berpindah ke
ah

Perkantoran Gandaria Lt.19 Unit D 3, Jl. Sultan Iskandar Muda, Kebayoran


R

Lama, Jakarta Selatan;


es
M

ng

on

Halaman 62 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 62
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Menimbang, bahwa dari bukti P-1.b ini Majelis setelah melihat bahwa

si
alamat dari H INFRASTRUCTURE LIMITED di negara asal (New Zealan) dan
alamat Kantor Perwakilannya di Indonesia adalah sama dengan yang diberikan

ne
ng
kepada HAWKINS INFRASTRUCTURE LIMITED sebelumnya (dalam Bukti
P-1.a), maka Majelis berpendapat bahwa badan usaha yang diberi ijin adalah
sama, hanya berubah nama saja dari HAWKINS INFRASTRUCTURE LIMITED

do
gu menjadi H INFRASTRUCTURE LIMITED, dan Perubahan nama tersebut pada
tanggal 11 Desember 2017 telah diberitahukan kepada BKPM RI ;

In
A
Menimbang, bahwa berdasarkan bukti P-2.a berupa fotocopy Ekstrak
Perusahaan atau Profil Perusahaan bernama H INFRASTRUCTURE LIMITED
ah

lik
terbukti bahwa : Pemohon adalah Perusahaan Terbatas, semula bernama
HAWKINS INFRASTRUCTURE LIMITED, didirikan tanggal 19 Desember 2011,
am

ub
kemudian pada tanggal 3 April 2017 berubah nama menjadi
H INFRASTRUCTURE LIMITED, berkantor Pusat di New Zealand, dari alamat
lama telah berepindah ke alamat baru yang sesuai pula dengan P-18 dan
ep
k

P-18.a beralamat Kantor terdaftar di : Viaduct Quay Building, Level 2, 204 Quay
ah

St, Auckland NZ, New Zealand, dan beralamat Perusahaan di : McGrathNicol


R

si
Limited, Level 17, Aig Building, 41 Shortland Street, Auckland, 1010, Selandia
Baru, dengan nama Direktur : David Arnot Williamson MCCONNELL, John

ne
ng

Arnot Williamson MCCONNELL;

Menimbang, bahwa dari pertimbangan di atas, Majelis berpendapat

do
gu

bahwa nama HAWKINS INFRASTRUCTURE LIMITED dan nama


H INFRASTRUCTURE LIMITED adalah badan hukum yang sama;
In
A

Menimbang, bahwa dari bukti P-3 dan P-3.a berupa fotocopy Surat
Pengangkatan Kepala Kantor Perwakilan H INFRASTRUCTURE LIMITED
ah

lik

Tertanggal 26 April 2019 dari/dibuat oleh Direktur H INFRASTRUCTURE


LIMITED ( David A.W McConnell dan John A.W McConnell) ditujukan kepada
m

ub

Kepala BKPM RI, berisi bahwa Direktur H INFRASTRUCTURE LIMITED telah


mengangkat Sdr. Darutama Emmanuel Gregorius Kepala Kantor Perwakilan
ka

H Ifrastructure Limited di Indonesia, yang berlaku selama 3 (tiga) bulan;


ep

Menimbang, bahwa dari bukti P-3.d berupa fotocopy Surat Pernyataan


ah

dari Direktur H INFRASTRUCTURE LIMITED ( David A.W McConnell dan John


R

A.W McConnell) tertanggal 19 Juli 2019, yang berisi revisi terhadap surat
es
M

ng

on

Halaman 63 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 63
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
tanggal 26 April 2019 (bukti P-3) yang menyatakan bahwa pengangkatan

si
tersebut berlaku selama 12 (dua belas) bulan, bukan 3 (tiga) bulan;

ditujukan kepada Kepala BKPM RI, berisi bahwa Direktur

ne
ng
H INFRASTRUCTURE LIMITED telah mengangkat Sdr. Darutama Emmanuel
Gregorius Kepala Kantor Perwakilan H Ifrastructure Limited di Indonesia, yang

do
gu berlaku selama 3 (tiga) bulan;

Menimbang, bahwa dari Surat Kuasa Pemohon tertanggal 29 Agustus

In
A
2019 yang telah di legalisasi di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,
terlihat bahwa Pemberi Kuasa adalah DARUTAMA EMMANUEL GREGORIUS
ah

lik
yang bertindak selaku Kepala Kantor Perwakilan H INFRASTRUCTURE
LIMITED dan Penerima kuasa adalah : ANTHONY L.P HUTAPEA, SH.,MH.,
IAN PSSP SIREGAR, SH., dan ALBERT HOSOLOAN LIMBONG, SH., Para
am

ub
Advokat dari Law Firm ANTHONY L.P HUTAPEA & PARTNERS, tersebut di
atas;
ep
k

Menimbang, bahwa selanjutnya yang menjadi permasalahan adalah


ah

apakah pada waktu surat kuasa tanggal 29 Agustus 2019 tersebut Pemberi
R

si
Kuasa (DARUTAMA EMMANUEL GREGORIUS) sah menjadi Kepala Kepala
Kantor Perwakilan H INFRASTRUCTURE LIMITED di Indonesia ?

ne
ng

Menimbang, bahwa sebelum mempertimbangkan keabsahan


DARUTAMA EMMANUEL GREGORIUS) sah menjadi Kepala Kepala Kantor

do
gu

Perwakilan H INFRASTRUCTURE LIMITED di Indonesia, terlebih dahulu perlu


dipertimbangkan apakah Pemberian Ijin dari Menteri Pekerjaan Umum, tertangal
In
A

31 Desember 2014 (bukti P-1) kepada HAWKINS INFRASTRUCTURE LIMITED


yang sekarang berganti nama menjadi H INFRASTRUCTURE LIMITED di
ah

Indonesia untuk membuka Kantor Perwakilan di Indonesia pada tanggal 29


lik

Agustus 2019 masih berlaku, dan apakah Ijin operasional Jasa Pelaksana
Konstruksi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal RI tertanggal
m

ub

11 Desember 2017 (bukti P-1.b) masih berlaku sampai tanggal 29 Agustus


2019 ?
ka

ep

Menimbang, bahwa dari bukti P-1 tertulis bahwa Ijin membuka Kantor
ah

Perwakilan Pemohon yang diberikan Menteri Pekerjaan Umum kepada


R

Pemohon tercatat berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2017, dan


es

selanjutnya bukti P-1 tersebut ditindak lanjuti dengan Ijin dari Badan Koordinasi
M

ng

Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI) tanggal 11 Desember 207


on

Halaman 64 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 64
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
(bukti P-1.b) , dan dalam Bukti P-1.b tersebut Kepala BKPM RI menegaskan

si
bahwa Ijin Perwakilan Badan Usaha (cq. Pemohon) berlaku selama memenuhi
kewajibannya, dan secara tegas ditentukan bahwa batas akhir berlakunya ijin

ne
ng
tersebut adalah sampai dengan tanggal 31 Desember 2017;

Menimbang, bahwa menurut Majelis kalimat “Ijin Perwakilan Badan

do
gu Usaha berlaku selama memenuhi kewajibannya” pengertiannya adalah sebelum
batas tanggal yang ditentukan (cq. Tanggal 31 Desember 2017) Pemohon

In
masih memenuhi kewajibannya maka ijin tetap berlaku, namun apabila melewati
A
batas yang ditentukan (tanggal 31 Desember 2017) maka ijin Pembukaan
Kantor Perwakilan maupun ijin usaha melakukan kegiatan otomatis telah
ah

lik
berakhir, hal tersebut tersirat pada syarat-syarat pada angka 7 bukti P-1.b
tersebut yang berbunyi “Melakukan permohonan perpanjangan Izin Perwakilan
am

ub
paling lambat 60 (enam puluh) hari kalender setelah masa berlaku Izin
Perwakilan habis”; ep
Menimbang, bahwa dari angka nomor 7 pada bukti P-1.b tersebut, maka
k

Majelis berpendapat bahwa selama 60 (enam puluh) hari setelah tanggal


ah

R
berakhirnya masa Ijin dalam Bukti P-1.b tersebut (60 hari setelah tanggal

si
31 Desember 2017) Ijin Perwakilan tersebut masih berlaku sah, karena

ne
merupakan waktu peralihan untuk mengurus perpanjangan ijin, namun setelah
ng

melewati 60 hari tersebut (tepatnya setelah melewati tanggal 1 Pebruari 2018)


maka Ijin Pembukaan Kantor Perwakilan dan Ijin melakukan operasional

do
gu

Pemohon di Indonesia telah habis, kecuali terbit Ijin Perpanjangan dari


Lembaga yang berwenang;
In
A

Menimbang, bahwa dari bukti-bukti yang diajukan oleh Pemohon tidak


ada bukti-bukti berupa Surat Perpanjangan IJIN untuk membuka Kantor
ah

lik

Perwakilan Pemohon dan Surat Perpanjangan IJIN Operasional Pemohon di


Indonesia, sedangkan ijin-ijin yang ada yang dimiliki Pemohon menurut hukum
m

ub

telah berakhir pada tanggal 1 Pebruari 2018, maka menurut Majelis pada saat
dibuat Surat Kuasa dari Pemohon tanggal 29 Agustus 2019 untuk mengajukan
ka

Permohonan Pailit dalam perkara a quo, Pemohon sudah sudah tidak ada ijin
ep

Ijin untuk membuka Kantor Perwakilan dan tidak ada ijin untuk melakukan
ah

kegiatan operasional lagi di Indonesia;


R

Menimbang, bahwa dari bukti P-1.a maupun P-1.b terlihat terdapat


es
M

Keterangan dari Kantor BKPM tertanggal 16 Oktober 2019, ternyata keterangan


ng

on

Halaman 65 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 65
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
tersebut bukanlah merupakan perpanjangan ijin untuk membuka Kantor

si
Perwakilan, akan tetapi hanya berupa Warmeking terhadap surat bukti P-1.a
dan P-1.b saja, dan bukan berarti pemberian ijin tersebut berlaku sampai

ne
ng
dengan Bulan Desember tahun 2019;

Menimbang, bahwa oleh karena Keberadaan Kantor Perwakilan

do
gu Pemohon di Indonesia pada tangga 29 Agustus 2019 menurut hukum tidak ada
ijinnya, maka eksistensi Pemberi Kuasa selaku Kepala Kantor Perwakilan

In
Pemohon di Indonesia adalah tidak sah, dan demikian pula surat kuasa yang
A
dibuat oleh Pemberi Kuasa kepada Kuasa Hukum Pemohon ini juga tidak sah;
ah

lik
Menimbang, bahwa dari pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas,
oleh karena Kuasa Hukum Pemohon tidak sah maka Kuasa Hukum Pemohon
tidak mempunyai legal standing untuk mewakili Pemohon mengajukan
am

ub
Permohonan Pailit dalam perkara a quo;

Menimbang, bahwa oleh karena Kuasa Hukum Pemohon tidak


ep
k

mempunyai legal standing maka tanpa mempertimbangkan syarat formil dan


ah

syarat materiil berikutnya permohonan Pemohon harus ditolak seluruhnya;


R

si
Menimbang, bahwa oleh karena permohonan Pemohon ditolak maka

ne
ng

Pemohon sebagai pihak yang kalah, oleh karenanya Pemohon harus dihukum
untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara a quo;

do
gu

Memperhatikan. ketentuan Pasal dalam Undang-undang Nomor .37


tahun 2004, serta ketentuan-ketentuan lain yang bersangkutan;
In
A

MENGADILI:

1. Menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya;


ah

lik

2. Menghukum Pemohon untuk membayar biaya perkara sebesar


Rp.3.561.000,00 (tiga juta lima ratus enam puluh satu ribu rupiah);
m

ub

Demikian diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim pada


ka

hari Selasa tanggal 7 Januari 2020, oleh kami, Abdul Kohar, SH.,MH., sebagai
ep

Hakim Ketua, Desbenneri Sinaga, S.H., M.H., dan Duta Baskara, S.H., M.H.,
masing-masing sebagai Hakim Anggota, Putusan tersebut diucapkan dalam
ah

sidang yang terbuka untuk umum pada hari Kamis, tanggal 9 Januari 2020, oleh
es

Hakim Ketua Majelis dengan didampingi Hakim-hakim Anggota tersebut,


M

ng

dibantu oleh Mis Nani B.M Gultom, S.H., M.H., Panitera Pengganti Pengadilan
on

Halaman 66 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 66
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
[Link]
hk

a
Niaga pada Pengadilan Negeri tersebut, tanpa dihadiri oleh Kuasa Pemohon

si
dan Kuasa Termohon.

Hakim Anggota, Hakim Ketua,

ne
ng
TTD. TTD.

do
gu Desbenneri Sinaga, S.H., M.H. Abdul Kohar, S.H., M.H.

In
A
TTD. Panitera Pengganti,
ah

lik
Duta Baskara, S.H., M.H. TTD.
am

ub
Mis Nani B.M Gultom, S.H., M.H.

Biaya-biaya:
ep
k

PNBP Rp.3.000.000,00
Panggilan Sidang Rp. 450.000,00
ah

Biaya proses Rp. 75.000,00


R

si
PNBP Panggilan Rp. 20.000,00
Redaksi Rp. 10.000,00
Meterai Rp. 6.000,00

ne
ng

Jumlah Rp.3.561.000,00

do
gu

In
A
ah

lik
m

ub
ka

ep
ah

es
M

ng

on

Halaman 67 Putusan Nomor 46/[Link]-Pailit/2019/PN Niaga [Link]


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@[Link] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 67

Anda mungkin juga menyukai