0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan63 halaman

Standar Kuat Penerangan dan Kenyamanan Visual

Dokumen tersebut membahas tentang standar dan persyaratan kenyamanan visual dan kuat penerangan yang sesuai untuk berbagai aktivitas dan ruangan berdasarkan beberapa standar nasional dan peraturan pemerintah."

Diunggah oleh

Cheryl Rengkung
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan63 halaman

Standar Kuat Penerangan dan Kenyamanan Visual

Dokumen tersebut membahas tentang standar dan persyaratan kenyamanan visual dan kuat penerangan yang sesuai untuk berbagai aktivitas dan ruangan berdasarkan beberapa standar nasional dan peraturan pemerintah."

Diunggah oleh

Cheryl Rengkung
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Bahan Kuliah Tentang

KENYAMANAN VISUAL
&
PERHITUNGAN KUAT PENERANGAN
Oleh
[Link], DEA

2020
1. Kuat Penerangan Yang
Memadai Untuk Aktifitas
2. Tidak ada silau yang
menganggu aktifitas
3. Kesesuaian Warna
Lingkungan
REFERENSI UTAMA
SNI 03-6575-2001
Tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan pada
bangunan gedung

SNI 03-2396-2001
Tata cara perancangan sistem pencahayaan alami pada
bangunan gedung

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR:


261/MENKES/SK/II/1998, TENTANG PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN
KERJA
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 70 TAHUN 2016.
TENTANG STANDAR DAN PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN KERJA INDUSTRI
SNI 03-6575-2001
Tingkat Kelom pok
Fungsi ruangan Pencahayaan renderasi Keterangan STANDAR KUAT PENERANGAN
(lux) warna DAN TATA WARNA UNTUK SUATU
Rumah Tinggal :
Teras 60 1 atau 2 AKTIFITAS
Ruang tamu 120 ~ 250 1 atau 2
Ruang makan 120 ~ 250 1 atau 2
Ruang kerja 120 ~ 250 1
Kamar tidur 120 ~ 250 1 atau 2
Kamar mandi 250 1 atau 2
Dapur 250 1 atau 2
Garasi 60 3 atau 4
Perkantoran :
Ruang Direktur 350 1 atau 2
Ruang kerja 350 1 atau 2
Gunakan armatur berkisi untuk
Ruang komputer 350 1 atau 2 m e nce gah silau akibat
pantulan layar monitor.
Ruang rapat 300 1 atau 2
Ruang gambar 750 1 atau 2 G unaka n pe ncah ayaan
setem p at pada meja
gambar.
Gudang arsip 150 3 atau 4
Ruang arsip aktif. 300 1 atau 2
Lembaga Pendidikan :
Ruang kelas 250 1 atau 2
Perpustakaan 300 1 atau 2
Laboratorium 500 1
Ruang gambar 750 1 G unaka n pe ncah ayaan
setem p at pada meja
gambar.
Kantin 200 1
SNI 03-6575-2001
Tingkat Kelom pok
Fungsi ruangan Pencahayaan renderasi Keterangan
(lux) warna STANDAR KUAT
Hotel dan Restauran PENERANGAN DAN TATA
P e nc ahaya an p ada bida n g vertika l
Lobby, koridor 100 1 sangat penting untuk menciptakan WARNA UNTUK SUATU
suasana/kesan ruang yang baik. AKTIFITAS
Sistem pencahayaan harus di
rancang untuk menciptakan
suasana yang sesuai. Sistem
Ballroo m /ruan g sida n g. 200 1
pengendalian “switching” dan
“dimming” dapat digunakan
untukmemperoleh berbagai
efek
pencahayaan.
Ruang makan. 250 1
Cafetaria. 250 1
D iperlukan la m p u ta m ba ha n pad a
Kamar tidur. 150 1 atau 2 bagian kepala tempat tidur
dancermin.
Dapur. 300 1
R um ah Sakit/Balai
pengobatan
Ruang rawat inap. 250 1 atau 2
Ruang operasi, ruang bersalin. 300 1 G unaka n pe ncahayaan
setem p at pada tempat yang
diperlukan.
Laboratorium 500 1 atau 2
Ruang rekreasi dan 250 1
rehabilitasi.
STANDAR KUAT
SNI 03-6575-2001 PENERANGAN DAN TATA
WARNA UNTUK SUATU
Tingkat Kelom pok AKTIFITAS
Fungsi ruangan Pencahayaan renderasi Keterangan
(lux) warna
Pertokoan/Ruang pam er.
Tingkat pencahayaan ini harus
Ruang pamer dengan obyek di-penuhi pada lantai. Untuk
berukuran besar (misalnya 500 1 beberapa produk tingkat
mobil). pencahayaan pa da bidang
vertikal
juga penting.
Toko kue dan makanan. 250 1
Toko buku dan alat 300 1
tulis/gambar.
Toko perhiasan, arloji. 500 1
Toko Barang kulit dan sepatu. 500 1
Toko pakaian. 500 1
Pasar Swalayan. 500 1 atau 2 Pe ncahaya an pada bidan g
vertikal pada rak barang.
Toko alat listrik (TV,
Radio/tape, mesin cuci, dan 250 1 atau 2
lain-lain).
SNI 03-6575-2001
Tingkat Kelom pok
Fungsi ruangan Pencahayaan renderasi Keterangan
(lux) warna

Industri (Umum).
Ruang Parkir 50 3
Gudang 100 3
Pekerjaan kasar. 100 ~ 200 2 atau 3
Pekerjaan sedang 200 ~ 500 1 atau 2
Pekerjaan halus 500 ~ 1000 1
Pekerjaan amat halus 1000 ~ 2000 1
P e m eriksaan w a rna. 750 1
Rumah ibadah.
Untuk tempat-tempat yang
Mesjid 200 1 atau 2 membutuhkan tingkat
pencahayaan yang lebih tinggi
dapat digunakan
penca hayaa n setem pat.
Gereja 200 1 atau 2 Idem
Vihara 200 1 atau 2 idem
KEPUTUSAN MENTERI
KESEHATAN REPUBLIK
INDONESIA
NOMOR:
261/MENKES/SK/II/1998
TENTANG
PERSYARATAN KESEHATAN
LINGKUNGAN KERJA
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR: 261/MENKES/SK/II/1998
TENTANG
PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN KERJA
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 70 TAHUN 2016.
TENTANG STANDAR DAN PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN KERJA INDUSTRI

Persyaratan pencahayaan lingkungan kerja industri merupakan nilai


tingkat pencahayaan yang disarankan berdasarkan jenis area, pekerjaan
atau aktivitas tertentu.
Persyaratan pencahayaan lingkungan kerja dikelompokkan menjadi:

a. Persyaratan pencahayaan dalam gedung industri


b. Persyaratan pencahayaan di luar gedung industri

Persyaratan pencahayaan lingkungan kerja dinyatakan dalam satuan Lux.


PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 70 TAHUN 2016.
TENTANG STANDAR DAN PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN KERJA INDUSTRI
Persyaratan pencahayaan dalam gedung industri
Persyaratan pencahayaan dalam gedung industri
Persyaratan pencahayaan dalam gedung industri
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 70 TAHUN 2016.
TENTANG STANDAR DAN PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN KERJA INDUSTRI
Persyaratan pencahayaan dalam gedung industri

……………………….dst………. Sd Industri dan Kerajinan – Pekerjaan Perkayuan


PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 70 TAHUN 2016.
TENTANG STANDAR DAN PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN KERJA INDUSTRI
Persyaratan pencahayaan di luar gedung industri

a. Persyaratan Pencahayaan Area Umum di Luar Gedung Industri


PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 70 TAHUN 2016.
TENTANG STANDAR DAN PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN KERJA INDUSTRI
b. Persyaratan Pencahayaan di Luar Gedung Berdasarkan Jenis Industri

………………… dst
BEBERAPA DEFINISI

• Lumen
• Lux
• Renderasi Warna / Color Rendering Index (CRI)
• Glare Index (Tingkat Silau)
Lumen & Lux
Lumen (lm) adalah satuan internasional untuk menunjukan terang gelapnya
cahaya. Semakin besar lumen maka semakin terang cahayanya. Satuan dari
flux atau aliran energi cahaya; flux dipancarkan didalam satuan unit sudut
ruang oleh suatu sumber cahaya dengan intensitas cahaya yang seragam
sebesar satu candela.

Lumen (lm) adalah kesetaraan fotometrik dari watt, yang memadukan


respon mata “pengamat standar”. 1 watt = 683 lumens pada panjang
gelombang 555 nm.

Lux adalah satuan dari besarnya kuat penerangan pada suatu bidang kerja
yang diterangi oleh energi sumber cahaya ; 1 lux = 1 lumen/m2
Fotometri
Flux Cahaya

 Flux cahaya biasa di tulis dengan huruf Yunani F atau dibaca


"phi". Dimisalkan terdapat sebuah elemen pijar dibungkus sebuah
selubung kaca (misalnya lampu pijar), maka yang dimaksud
dengan flux cahaya adalah ‘satu kuantitas energi cahaya yang
terpancar melalui selubung tersebut dengan luas tertentu’.
Sehingga flux cahaya selalu berhubungan dengan luas bidang
penyebar cahaya.
 Satuan dari flux cahaya adalah "lumen", biasa disingkat "lm".
Fotometri
Intensitas cahaya dg satuan "candela" (cd). Dimaksudkan bahwa 1 cd merupakan
intensitas satu berkas cahaya dengan flux sebesar 1 lumen yang melewati suatu bukaan
sudut ruang ( W ) sebesar 1 steradian. atau :

Lumen
Luminansi atau kecerlangan rata-rata dari permukaan tersebut,
bagi observator/ pengamat yang berada di titik O adalah sebesar O
Sudut
Kuat Penerangan ruang 
Kuat penerangan (E) dalam satuan lux, menunjukkan suatu
kuantitas cahaya yang jatuh pada suatu bidang permukaan :
d

Satuannya adalah "lux", dimana 1 lux = 1 lumen / m² (satuan flux cahaya
F adalah lumen)

A Lux

EA =
A
• Renderasi Warna / Color Rendering Index / CRI
• Rendering average (Ra)
• Color Temperature
SNI 03-6575-2001
K elom p ok R entang In deks
T am pak
R en derasi R enderasi W arna (R a).
W arna
W arna
dingin
1 R a > 85 sedang
hangat
dingin
2 70 < R a < 85 sedang
hangat
3 40 < R a < 70
4 R a < 40 SNI 03-6575-2001
Lam pu Tem peratur w arna (K ) Ra
F lu o re s e n sta n d a r
W h ite 4200 60
C o o l d a yligh t 6200 70
Fluoresen super.
W a rm w h ite 3500 85
C o o l w h ite . 4000 85
C o o l d a yligh t. 6500 85
M e rk u ri te k a n a n tin g g i. 4100 50
N a triu m te k a n a n tin g g i 1950 25
H a lid a M e ta l 4300 65
Indeks Rendering Warna / CRI (Color Rendering Index)
• Apa indeks rendering warna?
• Indeks rendering warna mendefinisikan kemampuan sumber cahaya untuk
mengidentifikasi warna, dan diukur pada skala 1 - 100.
• Pada skala ini, rendering 1 adalah cahaya monokromatik (Satu Warna), dan
rendering 100 adalah sinar matahari alami,
Untuk memberikan sebuah patokan atau satuan dalam menentukan kemampuan
cahaya merenderasi warna, warna benda yang tampil dibawah cahaya sebuah
sumber cahaya buatan dibandingkan dengan warna benda tersebut dilihat
dibawah sorotan cahaya matahari.

Kemudian presentase kesamaan warna yang tampil dijadikan sebagai ukuaran.


Dengan demikian tampilan warna dibawah cahaya matahari disebut memiliki
renderasi 100% atau lebih umum disebut Ra 100. pemberian skala standar
terhadap kemampuan merenderasi warna ini kemudian dilakukan dengan
membuat indeks yang disebut Colour Rendering Index (CRI) dengan sekala
tertinggi 100.

[Link]
Warna benda akan terlihat berbeda saat kita melihatnya dibawah sorotan
cahaya dari sumber cahaya yang berbeda pula. Warna asli kita asumsikan
paling nyata adalah ketika kita melihatnya di bawah sorotan cahaya alami yang
paling berpengaruh, yaitu cahaya matahari.

Warna-warna asli ini kemudian kita persepsikan benda ketika terlihat dibawah
sorotan sumber cahaya buatan.

Berbagai jenis cahaya buatan yang kita kenal memiliki kemampuan yang
berbeda-beda dalam menampilkan warna asli sebuah benda dibandingkan pada
saat benda tersebut dilihat bawa cahaya matahari.

Kemampuan inilah yang disebut kemampuan cahaya untuk merenderasi warna


benda (Ra)

[Link]
Penerangan di Tempat Kerja

Untuk memastikan lingkungan yang aman di


tempat kerja, Uni Eropa telah menetapkan
standar yang menyatakan bahwa minimum Ra
80 diperlukan di tempat kerja.
Color Temperature
Suhu warna merupakan karakteristik
warna yang terlihat dari sumber cahaya,

Dihitung dengan menentukan


temperatur cahaya pada garis
isotemperatur pada grafik kromatisitas,
yang terkait dengan lokus benda hitam
(black body),

Satuannya suhu Kelvin (K). Namun tidak


sama dengan suhu aktual (panas) yang
memancar dari sumber cahaya.
Istilah suhu warna hanya digunakan untuk mengukur warna dari sumber cahaya yang sama
dengan radiasi dari lokus benda hitam Misalnya, suhu warna lebih dari 6,000K disebut warna
dingin (putih kebiruan), sementara suhu warna yang lebih rendah (1,500- 3500 K) disebut
warna-warna hangat (warna kemerahan/ kekuningan putih). Suhu warna tidak dapat digunakan
untuk lampu hijau atau ungu muda karena warna-warna ini tidak jatuh dalam lokus benda hitam.
Suhu warna merupakan faktor penting untuk aplikasi seperti pencahayaan, fotografi, videografi
dan bidang lainnya yang melibatkan pencahayaan.
Matahari sebagai contoh, saat matahari melintasi langit dari pagi hingga sore, warna sinar
matahari tampaknya berbeda. Bisa merah, oranye, kuning atau putih tergantung pada posisi
dan waktunya. Sinar matahari yang nampak berubah warna adalah hasil dari hamburan
cahaya, dan bukan karena perubahan radiasi benda hitam. Untuk setiap warna sinar
matahari, suhu warnanya berbeda, misalnya matahari pagi memiliki korelasi suhu warna
dari 2000K – 3000K (orange / kemerahan menjadi putih), di siang itu di 5500K – 6500K
(putih atau putih dingin) dan di malam hari suhu warna turun kembali ke 1850K – 2000K.
T e m p e ra tu r w a rn a T a m p a k w a rn a
K (K elv in )
> 5300 - d in g in
3300 ~ 5300 - sedang
< 3300 - hangat
• Glare Index (Indeks Silau)
Rasa silau adalah rasa tidak
nyaman akibat rasa tajamnya sinar
cahaya yang mengenai pelupuk
mata. Untuk menghindari rasa
silau, biasanya kita tidak
mengarahkan mata secara
langsung pada sumber cahaya,
atau mengurangi besarnya kuat
pancaran cahaya di sumber yang
bersangkutan.

Karena itu, tingkat silau tergantung pada dua variabel yaitu, sudut antara sudut
pandang pandang mata terhadap sudut jatuhnya sinar dan besarnya tingkat
kecerlangan dari sumber cahaya. Rasa silau semakin besar apabila sudut pandang
mata cenderung mendekati sumber cahaya.
SNI 03-6575-2001

Silau terjadi jika kecerahan dari suatu bagian dari interior jauh melebihi
kecerahan dari interior tersebut pada umumnya. Sumber silau yang
paling umum adalah kecerahan yang berlebihan dari armatur dan
jendela, baik yang terlihat langsung atau melalui pantulan.

Ada dua macam silau, yaitu


• disability glare yang dapat mengurangi kemampuan melihat, dan
• discomfort glare yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan
penglihatan.
SNI 03-6575-2001

Disability glare ini kebanyakan terjadi jika terdapat daerah yang dekat
dengan medan penglihatan yang mempunyai luminansi (Kecerlangan) jauh
diatas luminansi (Kecerlangan) obyek yang dilihat. Oleh karenanya terjadi
penghamburan cahaya di dalam mata dan perubahan adaptasi sehingga dapat
menyebabkan pengurangan kontras obyek. Pengurangan kontras ini cukup
dapat membuat beberapa detail penting menjadi tidak terlihat sehingga
kinerja tugas visual juga akan terpengaruh. Sumber disability glare di dalam
ruangan yang paling sering dijumpai adalah cahaya matahari langsung atau
langit yang terlihat melalui jendela, sehingga jendela perlu diberi alat
pengendali/pencegah silau (screening device).
Discomfort glare (Silau yang menyebabkan ketidaknyamanan melihat).

Ketidaknyamanan penglihatan terjadi jika beberapa elemen interior mempunyai


luminansi (kecerlangan) yang jauh diatas luminansi elemen interior lainnya.
Respon ketidaknyamanan ini dapat terjadi segera, tetapi adakalanya baru dirasakan
setelah mata terpapar pada sumber silau tersebut dalam waktu yang lebih lama.
Discomfort glare akan makin besar jika suatu sumber mempunyai luminansi yang
tinggi, ukuran yang luas, luminansi latar belakang yang rendah dan posisi yang
dekat dengan garis penglihatan.
Namun demikian, sebagai petunjuk umum, discomfort glare dapat dicegah dengan
pemilihan armature (fixture lighting) dan perletakannya, dan dengan penggunaan
nilai reflektansi permukaan yang tinggi untuk langit-langit dan dinding bagian atas.
SNI 03-6575-2001

POSISI SUMBER CAHAYA DAN RESIKO SILAU


SNI 03-6575-2001
Jenis Tugas Visual atau Indeks  
Interior dan Pengendalian Kesilauan Maksimum Contoh Tugas Visual dan Interior
Silau yang Dibutuhkan
Tugas visual kasar atau tugas   Perbekalan bahan mentah, pabrik produksi beton, fabrikasi
yang tidak dilakukan secara 28 rangka baja, pekerjaan pengelasan.
terus menerus - Pengendalian   Gudang, cold stores, Bangunan turbin dan boiler, toko mesin
silau diperlukan secara terbatas 25 dan peralatan, plant rooms
    Koridor, ruang tangga, penyiapan dan pemasakan makanan,
  kantin, kafetaria, ruang makan, pemeriksaan dan pengujian
Tugas visual dan Interior 22
Normal - (pekerjaan kasar), ruang perakitan, pekerjaan logam lembaran
Pengendalian silau sangat
  Ruang kelas, perpustakaan (umum), ruang keberangkatan
penting
  dan ruang tunggu di bandara, pemeriksaan dan pengujian
19 (pekerjaan sedang), lobby, ruangan kantor

Tugas visual sangat teliti –   Industri percetakan, ruang gambar, perkantoran, pemeriksaan
Pengendalian silau tingkat 16 dan pengujian (pekerjaan teliti)
tinggi sangat diperlukan
DISCOMFORT GLARE RATING (DGR)
Nilai DGR Indikasi Rasa Terhadap Silau
10 dan lebih kecil Nyaman
16 Masih dapat diterima
22 Rasa tidak nyaman
28 dan lebih besar Tidak dapat ditoleransi
Grafik nilai P : Stand Factor
1.5
3.0 3.0

Lampu
1.5
1.5 Lampu
2.7
Meja Kerja
1.2

Penampang Denah

3 bh Lampu dan armatur : LED 1000 lumen


Bekerja di Ruang Kantor – Teliti Berkas dan Awasi Sekitarnya
Ditanya Berapa indeks Silau dari sistim lampu tsb ? Dan Apakah Tingkat Silau sesuai dengan aktifitas Pekerja ?

• Dicari nilai stand factor (P) untuk masing masing posisi Titik Lampu
• Dengan prinsip teori Fotometri dihitung Nilai Kecerlangan (L) Intensitas Cahaya (I), Kecerlangan (L) dan Sudut
Ruang pada setiap posisi Titik Lampu
• Hitung Glare Indeks untuk setiap posisi Titik Lampu terhadap Arah Mata
• Hitung DGR (Discomfort Glare Rating) dari semua titik Lampu
PERHITUNGAN GLARE RATING (TINGKAT SILAU)

Posisi Titik
y' h' x' h'/y' x'/y' P
Lampu Perhitungan
Posisi 1 3 1.5 0 0.50 0 2.8 Stand Factor (P)
Posisi 2 1.5 1.5 0 1.00 0 7
Posisi 3 0 1.5 0 0 0 0

Lampu Posisi 1 Perhitungan I, L, dan Gi


I A W L Flux d P Ls & Lf G1
Sumber 636942.7 0.018 0.0016 4E+07 1000 3.354 2.8 1428887
3062.7
Bidang 2008.929 0.56 0.0498 3587.4 100 3.354 2.8 166.6231
Lampu Posisi 2
I A W L Flux d P Ls & Lf G2
Sumber 254777.1 0.018 0.0039 1E+07 1000 2.121 7 903707.7
1373.7
Bidang 803.5714 0.56 0.1244 1434.9 100 2.121 7 93.97726
Lampu Posisi 3
I A W L Flux d P Ls & Lf G3
Sumber 127388.5 0.018 0.0079 7E+06 1000 1.5 0 639017.9
0
DGR = 36.47036
Bidang 401.7857 0.56 0.2489 717.47 100 1.5 0 42.41276

Kesimpulan : TIDAK MEMENUHI SYARAT LINGKUNGAN KERJA, Karena nilai DGR


melebihi Standar minimal yang diijinkan sesuai SNI 03-6575-2001
Tidak Memenuhi Standar

Jenis Tugas Visual atau Indeks  


Interior dan Pengendalian Kesilauan Maksimum Contoh Tugas Visual dan Interior
Silau yang Dibutuhkan
Tugas visual kasar atau tugas   Perbekalan bahan mentah, pabrik produksi beton, fabrikasi
yang tidak dilakukan secara 28 rangka baja, pekerjaan pengelasan.
terus menerus - Pengendalian   Gudang, cold stores, Bangunan turbin dan boiler, toko mesin
silau diperlukan secara terbatas 25 dan peralatan, plant rooms
    Koridor, ruang tangga, penyiapan dan pemasakan makanan,
  kantin, kafetaria, ruang makan, pemeriksaan dan pengujian
Tugas visual dan Interior 22
Normal - (pekerjaan kasar), ruang perakitan, pekerjaan logam lembaran
Pengendalian silau sangat
  Ruang kelas, perpustakaan (umum), ruang keberangkatan
penting
  dan ruang tunggu di bandara, pemeriksaan dan pengujian
19 (pekerjaan sedang), lobby, ruangan kantor

Tugas visual sangat teliti –   Industri percetakan, ruang gambar, perkantoran, pemeriksaan
Pengendalian silau tingkat 16 dan pengujian (pekerjaan teliti)
tinggi sangat diperlukan
SOLUSI ?
1. Lampu di beri Cover Anti Silau , tetapi akan beresiko mengurangi kuat penerangan pada bidang kerja; Cover
anti silau akan mengurangi Nilai Intensitas Sumber Cahaya.
2. Lampu di tanam didalam plafond, tetapi akan beresiko bahwa arah penerangan hanya pada bidang kerja.
Tidak semua lampu akan membantu menerangi bidang kerja.

1 2 3
Lampu 1 dan 2 menerangi bidang kerja
dan resiko silau pada pekerja. Lampu 3
menerangi bidang kerja tidak resiko silau

Perbaikan Armatur, dari Tanpa


Armatur menjadi Armatur
Downlight (Lampu Tersembunyi di
dalam Armatur – Rumah Lampu)
1 2 3

Lampu 1 tidak menerangi bidang kerja


dan tidak resiko silau; Lampu 2
menerangi bidang kerja dan resiko silau
pada pekerja; Lampu 3 menerangi bidang
kerja tidak resiko silau
PERHITUNGAN PERBAIKAN GLARE RATING (TINGKAT SILAU)
Posisi Titik
y' h' x' h'/y' x'/y' P • Perubahan Armatur Lampu
Lampu Perhitungan
Posisi 1 3 1.5 0 0.50 0 2.8 Stand Factor (P) menjadi Downlight
Posisi 2 1.5 1.5 0 1.00 0 7 • Pada armature dilengkapi Cover
Posisi 3 0 1.5 0 0 0 0 yang mereduksi sampai 40% Flux
cahaya, atau tinggal 60% yang
Perhitungan I, L, dan Gi diteruskan
• Lampu 1 dan 2 tidak memberikan
Lampu Posisi 1
efek silau
I A W L Flux d P Ls & Lf G1
Sumber 382165.6 0.018 0.0016 2E+07 600 3.354 2.8 857332.4
0
Bidang 2008.929 0.56 0.0498 3587.4 100 3.354 2.8 166.6231

Lampu Posisi 2
I A W L Flux d P Ls & Lf G2
Sumber 152866.2 0.018 0.0039 9E+06 600 2.121 10 542224.6
576.97
Bidang 803.5714 0.56 0.1244 1434.9 100 2.121 10 93.97726

Lampu Posisi 3 DGR = 27.61156


I A W L Flux d P Ls & Lf G3
Sumber 76433.12 0.018 0.0079 4E+06 600 1.5 0 383410.7 Hanya bisa untuk Jenis Kegiatan
0
Bidang 401.7857 0.56 0.2489 717.47 100 1.5 0 42.41276 Kasar, Tidak membutuhkan
Ketelitian terus menerus
• Kuat Penerangan dari Sistim Penerangan Buatan
Kuat penerangan menunjukkan suatu kuantitas cahaya yang jatuh pada
suatu bidang permukaan.
Atau dapat dirumuskan sebagai berikut
Satuannya adalah “lux” = Lumen/m2

Jumlah dan
Sebaran Titik
Lampu ,
mempengaruhi
Besar Kuat
Penerangan
Rata Rata dalam
Ruangan
Contoh Tabel UF (Utilization Factor)
(Szokolay, 2004, Introduction to Architectural Science)

Dimana Room Index :

L : Panjang Ruangan
W : Lebar Ruangan
Hm : Jarak tinggi Bidang Kerja terhadap Lampu

C : Nilai koefisien Reflektansi dari Ceiling (Plafond)


W : Nilai koefisien Reflektansi dari Wall (dinding)
Contoh Tabel Karakteristik Lampu (Lumen)
(Szokolay, 2004, Introduction to Architectural Science)

Contoh Spesifikasi Karakteristik Lampu


LED (dlm Lumen/W)

13 W (Listrik) 55 Lumen/Watt
mengeluarkan energy
cahaya sebesar 1055
Lumen atau
81 Lumen/Watt
• Setiap lampu dan armaturnya, memiliki
karakteristik memancarkan cahaya ke arah
tertentu mengikuti bentuk fisik dan konstruksi
armaturnya
• Setiap Lampu memliki karakteristik Depresiasi
atau usia; Semakin menua, maka energi cahaya
semakin menurun, kemudian pada saat
tertentu terputus
CONTOH PERHITUNGAN PRAKTIS
Ruangan Kerja Industri Konveksi berukuran (10 x 8 x 3) m , Tinggi bidang kerja dari lantai
= 0.7 m; Direncanakan menggunakan Lampu LED 20 W dengan karakteristik 2000 Lm,
dengan armatur downlight; Dinding dan Plafond berwarna Terang (cenderung Putih).
Ditanya Jumlah Lampu dan Tata Letaknya.

1. Standar Kuat Penerangan menurut SNI, tergolong pekerjaan halus,


membutuhkan 500 sd 1000 lux
2. Hitung besar RI untuk mendapatkan angka UF
3. Angka MF (Maintenance Factor) dapat diasumsikan 80% (Tingkat kotor
lampu)
4. Hitung Flux Received dan Flux Designed
5. Hitung Jumlah Titik Lampu (N)
RI = (L X W) / ((L + W) Hm)
Hm = 3 – 0.7 = 2.3 m
RI = 1.9
Ceiling dan Wall berwarna putih, berarti
nilai koef. Reflektansi maksimum
Tipe armatur downlight
Nilai UF Menggunakan Tabel UF dari
Szokolay, dengan interpolasi diperoleh nilai
UF sebesar 0.62

E = 500 lux ; standar sesuai SNI


Fr = 500 x (8 x 10) = 40000 Lumen
= 80645.16 Lumen

D
N = 80645.16 / 2000 = 40.3 = 41 titik lampu
L
Atau dengan
menggunakan Software
DIALUX
PENCAHAYAAN ALAMI SIANG HARI
DALAM RUANGAN

Faktor Penentu Kuat


Penerangan di dalam
ruangan:
• Kuat Terang Langit
• Sistim Bukaan/
Jendela cahaya
• Pemantulan cahaya
didalam ruangan
• Pemantulan Cahaya
dari Luar Ruangan
yang masuk melalui
Jendela
Besarnya kuat cahaya alami didalam ruangan dari jendela keruangan ditengah,
mengikuti pola grafik non linier
3 Komponen Dalam
Faktor Pencahayaam
Alami Siang Hari (DF),
yaitu SC, ERC dan IRC,
dimana

Pada Umumnya komponen


terbesar dari DF adalah SC (Sky
Component)

SC : Sky Component (%)


Langit Perancangan ini (Eo) memberikan tingkat IRC : Internal Reflecting Component (%)
pencahayaan pada titik-titik di bidang datar di ERC : External Reflecting Component (%)
lapangan terbuka sebesar 10.000 lux.
DF : Daylight Factor (%)
SNI 03-2396-2001
Ei : Kuat Penerangan di dalam Ruang (lux)
Tata cara perancangan sistem pencahayaan
alami pada bangunan gedung Eo : Kuat Penerangan dari Langit (lux)
CARA MENGHITUNG BESARNYA SC (%) PADA SUATU TITIK UKUR DIDALAM RUANGAN

H dan L, masing-masing adalah tinggi dan lebar bidang


bukaan, sedangkan D adalah jarak siku titik ukur
terhadap salah satu sudut bagian bawah bidang bukaan

Atau dengan cara Membaca Tabel FL (Faktor Langit = Sky


Component) yang ada di SNI 03-2396-2001
CARA MENGHITUNG BESARNYA ERC dan IRC (%) PADA SUATU TITIK DIDALAM RUANGAN
CONTOH PERHITUNGAN
Ruangan Kerja Industri ukuran (6 x 10 x 3) m; terdapat Jendela Kaca Rayban (50%) ukuran (4 x 1)m pada ketinggian 1 m dari
lantai menempel pada dinding yang berukuran panjang 10 m; Dinding berwarna terang (putih); Lantai berwarna abu abu.
Terang langit referensi 10000 lux. Ditanya kuat penerangan pada titik di tengah ruang dan lurus dengan jendela ruangan, pada
ketinggian 1 m dari lantai. Dan Rekomendasi untuk kegiatan apa Di depan jendela tidak ada halangan, lingkungan perkerasan
beton
3 4 3
3 6
6 1 Titik
Titik Hitung 1 Hitung
DENAH 3 POTONGAN
10
1. Hitung Nilai SC
H=1;L=4;D=3 H/D = 0.3 ; L/D = 1.3 5. Hitung Ei

Berdasarkan table pada SNI, dengan interpolasi maka SC atau fl = 0.9 %


2. Hitung Nilai ERC ERC = r x SC = 0.3 X 0.9% = 0.27% Ei = 10000 lux x 1.187 %
= 118.7 lux
3. Hitung Nilai IRC
=0.017%
Kuat Penerangan pada titik bidang
kerja hanya 118.7 lux, hanya bisa
4. Hitung Nilai DF DF = SC + ERC + IRC = 1.187 % dipakai untuk kegiatan pekerjaan
kasar
BISA MENGGUNAKAN SOFTWARE VELUX
Alat Ukur Pencahayaan
New 3 Range Digital LCD 50,000 Lux Meter Photometer Luxmeter
Product Name :Digital photometer ( light meter )
Brand: Golden Octopus
Type:DT-1010B
Product Origin: Shenzhen Golden Octopus

Performance:

Display: 3 ½ digit LCD display , character height 18 mm


With a reading lock function , you can always lock the measured values
Measuring range : 1 Lux ~ 50,000Lux
Sampling rate: 2.0 times / sec.
Repeat the test : ± 2%
Temperature characteristics : ± 0.1% /
Accuracy : ± 4% rdg ± 0.5% f.s ( Greater than 10,000 Lux file accuracy ± 5% ± 10 words )
Instrument Size : 116 × 70 × 29mm
Weight: about 200g ( including battery )
Battery life: about 200 hours of continuous use
Working environment : 0 ~ 40 (32 ~ 104 ) 0 ~ 70% Rh

Anda mungkin juga menyukai