Efikasi Diri dan Kecemasan Akademik
Efikasi Diri dan Kecemasan Akademik
SKRIPSI
201810230311017
FAKULTAS PSIKOLOGI
2022
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KECEMASAN AKADEMIKSELAMA
PEMBELAJARAN KULIAH ONLINE (DARING)
PADA MAHASISWA BARU
SKRIPSI
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2022
3
4
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena atas berkat izin dan
karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Hubungan Efikasi Diri dengan
Kecemasan Akademik Selama Pembelajaran Kuliah Online (Daring) pada Mahasiswa Baru”
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana psikologi di Universitas
Muhammadiyah Malang.
Dalam proses penyusunan skripsi ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak yang telah mendukung dan membimbing. Dalam kesempatan ini penulis ingin
menyampaikan ucapan terimakasih sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak M. Salis Yuniardi, [Link]., PhD., selaku dekan Fakultas Psikologi Universitas
Muhammadiyah Malang.
2. Ibu Dr. Cahyaning Suryaningrum, [Link]., Psikolog selaku dosen pembimbing yang telah
meluangkan waktunya, dalam membantu dan membimbing serta memberi arahan sehingga
penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan baik.
3. Ibu Hudaniah, [Link]., [Link]. selaku dosen wali kelas Psikologi A 2018 yang telah
mendukung dan memberikan pengarahan sejak awal perkuliahan hingga selesainya skripsi
ini.
4. Seluruh dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang yang telah
mengajarkan ilmu pengetahuan akademik dan pengalaman yang sangat berharga selama
penulis menjalani proses perkuliahan.
5. Ayahanda Siswono, Ibunda Budi Rahmayanti, serta keluarga dan saudara penulis yang
selalu mendoakan, mendukung selama ini sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi
ini.
6. Seluruh responden dan pihak-pihak yang membantu penulis dalam menyebarkan kuesioner
penelitian.
7. Pihak-pihak yang tidak dapat disebutkan seluruhnya yang telah membantu penulis dalam
menyelesaikan skripsi ini.
8. Terakhir, kepada diri sendiri yang telah bersabar dan bersungguh-sungguh dalam
menyelesaikan skripsi ini.
Penulis menyadari tidak ada satupun karya manusia yang sempurna, penulis berharap ini
dapat bermanfaat bagi penulis dan bagi para pembaca pada umumnya.
Malang,
Penulis,
iii
DAFTAR ISI
iv
DAFTAR TABEL
v
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 ............................................................................................................................... 20
Lampiran 2 ............................................................................................................................... 22
Lampiran 3 ............................................................................................................................... 24
Lampiran 4 ............................................................................................................................... 25
Lampiran 5 ............................................................................................................................... 27
Lampiran 6 ............................................................................................................................... 28
Lampiran 7 ............................................................................................................................... 29
Lampiran 8 ............................................................................................................................... 30
Lampiran 9 ............................................................................................................................... 30
Lampiran 10 ............................................................................................................................. 30
Lampiran 11 ............................................................................................................................. 32
Lampiran 12 ............................................................................................................................. 33
vi
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KECEMASAN AKADEMIK SELAMA
PEMBELAJARAN KULIAH ONLINE (DARING) PADA MAHASISWA BARU
1
Kecemasan dapat dialami oleh siapapun, termasuk para mahasiswa baru. Kecemasan pada para
mahasiswa baru timbul karena adanya perubahan-perubahan pada masa peralihan pelajar SMA
menjadi mahasiswa atau biasa disebut dengan masa transisi. Belum adanya gambaran tentang
dunia perguruan tinggi membuat individu menjadi cemas. Kecemasan dianggap sebagai salah
satu faktor penghambat dalam belajar yang dapat mengganggu kinerja fungsi-fungsi kognitif
seseorang, seperti dalam berkonsentrasi, mengingat, pembentukan konsep, dan pemecahan
masalah, yang biasa disebut dengan kecemasan akademik. Sebenarnya hampir semua
mahasiswa baru mengalami kecemasan akademik, terlebih pada masa pandemi COVID-19 saat
ini salah satunya dikarenakan semua kegiatan perkuliahan dilakukan secara online. Kecemasan
akademik ialah jenis kecemasan yang berhubungan dengan ancaman dan dapat datang dari
lingkungan lembaga akademik seperti pengajar, bahkan mata kuliah tertentu. Kecemasan
akademik yang biasanya dialami oleh mahasiswa baru di masa pandemi yaitu seperti: apakah
individu dapat mengikuti proses perkuliahan dan memahami materi pembelajaran dengan baik,
apakah individu dapat mengerjakan tugas dengan baik, bagaimana membangun komunikasi
interpersonal dengan teman- teman baru melalui via online, apakah ada teman yang membantu
jika individu kesulitan dalam mengerjakan tugas, bagaimana jika mendapatkan dosen yang
kurang sesuai, kecemasan untuk berprestasi dan lain sebagainya.
Topik tentang kecemasan mahasiswa pada masa pandemi COVID-19 adalah topik yang penting
untuk selalu diperhatikan. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dhar, Ayittey, &
Sarkar (2020) menunjukkan bahwa sekitar 97% mahasiswa berada dalam kecemasan yang
mendalam karena pandemi COVID-19. Kecemasan berupa kekhawatiran terhadap
keterlambatan akademik, kekhawatiran tentang pengaruh COVID-19 dalam kehidupan sehari-
hari, dan dukungan sosial. Ottens (1991) mengemukakan bahwa kecemasan akademik ialah
berfokus pada terganggunya pola pemikiran, respon fisiologis dan perilaku, dikarenakan
muncul kekhawatiran pada buruknya kinerja ketika tugas akademik diberikan. Penelitian
tentang topik serupa yaitu kecemasan akademik yang dilakukan oleh Mirawdali et al (2018)
menunjukkan bahwa mahasiswa di Wolverhampton University mengalami kewalahan,
peningkatan denyut jantung, berkeringat, dan sakit kepala. Hal ini dikarenakan sembilan faktor
penyebab, yakni kecemasan ujian, kompetisi akademik, tes kompetensi, manajemen waktu,
strategi belajar, sumber daya sosial, sumber keluarga, dan strategi koping dan stress yang
dialami mahasiswa. Sejalan dengan itu, penelitian yang dilakukan oleh Sanitiara et al (2014)
mengungkap bahwa persentase kecemasan akademik pada mahasiswa tahun pertama di
Universitas Riau Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 14,9% mahasiswa berada dalam
kecemasan akademik tinggi dan sekitar 72,3% berada dalam kecemasan akademik sedang.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan sejalan dengan apa yang dikatakan oleh
Nevid et al (2005) bahwa terdapat 4 faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan yaitu: faktor
sosial lingkungan, faktor biologis, faktor behavioral, dan faktor kognitif dan emosional (efikasi
diri yang rendah). Faktor sosial lingkungan meliputi peristiwa traumatis atau mengancam,
kurangnya dukungan sosial dan rasa takut terhadap orang lain. Faktor biologis meliputi faktor-
faktor predisposisi genetis, fungsi neurotransmitter dan abnormalitas dalam keberfungsian otak
yang memberi sinyal bahaya dan menghambat tingkah laku repetitif. Faktor behavioral meliputi
2
penggunaan stimuli yang aversif dan stimuli yang sebelumnya netral, kelegaan terhadap
perasaan takut dan cemas karena melakukan ritual yang dapat menurunkan kecemasan, dan
menghindari situasi yang menimbulkan kecemasan atau situasi dan objek yang menimbulkan
rasa takut. Sedangkan faktor kognitif dan emosional meliputi konflik psikologis yang tidak
terselesaikan, keyakinan-keyakinan yang irasional, sensitivitas berlebih terhadap ancaman, dan
efikasi diri yang rendah.
Efikasi diri termasuk dalam salah satu faktor yang mempengaruhi kecemasan (Nevid et al,
2005). Individu memiliki salah satu karakteristik kepribadian yakni aspek keyakinan terhadap
kemampuan diri seseorang dalam upaya meningkatkan kognitif, motivasi, dan tindakan yang
dibutuhkan untuk keberhasilan dalam melaksanakan tugas tertentu. Kemampuan ini merupakan
salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kecemasan yang disebut dengan efikasi
diri. Mahasiswa baru biasanya memiliki efikasi diri yang cenderung rendah hal ini dapat
dibuktikan dengan ditemukannya permasalahan-permasalahan yang terjadi di lapangan. Seperti
individu merasa kebingungan materi dan tugas yang diberikan dosen, kurangnya dukungan
sosial dari lingkungan sekitar maupun dari teman baru, dan lain sebagainya. Menurut Bandura
(dalam Alwisol, 2009) efikasi diri adalah persepsi diri sendiri mengenai seberapa bagus diri
dapat berfungsi dalam situasi tertentu. Mahasiswa baru dengan efikasi diri yang rendah (kurang
keyakinan pada kemampuannya untuk melaksanakan tugas- tugas dengan sukses) cenderung
berfokus pada ketidakadakuatan yang dipersepsikannya. Didapatkan hasil pada penelitian yang
dilakukan oleh Pebriani et al (2020) pada mahasiswa baru dapat dilihat bahwa kecemasan
akademik tingkat sedang memiliki efikasi tingkat tinggi sebanyak 87 responden (92,6%),
kecemasan tingkat berat memiliki efikasi tingkat rendah sebanyak 9 responden (69,2%). Hasil
penelitian serupa menunjukkan hasil efikasi diri rendah paling banyak terjadi pada gender
perempuan di tahun pertama kuliah atau mahasiswa baru (Hood et al., 2020). Efikasi diri dapat
memainkan peran penting terhadap suatu kecemasan. Individu yang memiliki tingkat efikasi
diri yang tinggi tidak akan merasa mudah terbebani, sehingga tidak mudah mengalami
kecemasan. Sedangkan individu yang memiliki efikasi diri yang rendah akan mudah mengalami
kecemasan dikarenakan individu merasa bahwa segala sesuatu dianggap sebagai sebuah
ancaman dan hambatan (Holleb AJ, 2016). Sehingga akan sangat baik apabila mahasiswa baru
memiliki tingkat efikasi diri yang tinggi.
Mahasiswa baru dengan efikasi diri yang rendah dapat berpengaruh pada kecemasan akademik
yang dialami. Hal ini akan berdampak pada hasil belajar, karena kecemasan cenderung
membentuk kebingungan dan distorsi persepsi yang bisa mengganggu proses belajar dengan
menurunkan daya ingat, memusatkan perhatian, dan mengganggu kemampuan menghubungkan
satu hal dengan yang lain (Kaplan & Sadock, 2005). Banga (2014) mengemukakan bahwa
kecemasan akademik muncul karena adanya kekhawatiran yang timbul atas kegagalan belajar
dalam diri individu. Selain berdampak pada akademik, Subardjo (2008) menyebutkan bahwa
penyebab munculnya kecemasan dan depresi pada diri mahasiswa baru yaitu adanya berbagai
kondisi seperti latar belakang sosial budaya dengan kebiasaan adat istiadat yang berbeda,
perbedaan bahasa, perbedaan agama, dan hubungan terhadap teman-teman sebaya dalam satu
angkatan. Sejalan dengan itu, penelitian yang dilakukan oleh Hasanah et al (2020) kendala yang
3
paling sering dialami pada mahasiswa dalam proses pembelajaran daring menunjukkan bahwa
mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, mahasiswa lebih memilih pembelajaran
secara tatap muka dan kendala yang paling banyak dialami saat pembelajaran daring yaitu sulit
berkonsentrasi dan memahami materi yang diberikan.
Berdasarkan penjelasan di atas dimana masih adanya kecemasan akademik yang kemungkinan
bisa dialami oleh mahasiswa baru. Adanya kecemasan akademik tersebut mendorong peneliti
untuk meneliti mengenai hubungan efikasi diri yang terjadi pada mahasiswa baru kota Malang
tepatnya pada mahasiswa baru angkatan 2021 jurusan Psikologi Universitas Muhammadiyah
Malang dengan kecemasan akademik selama pembelajaran kuliah online (daring). Manfaat
penelitian ini secara teoritis harapannya mampu untuk memberikan informasi serta menambah
pengetahuan atau keilmuan dalam bidang psikologi dan bidang keilmuan lainnya sekaligus
sebagai sumber literasi atau bahan acuan bagi penelitian selanjutnya dari teori yang dijabarkan.
Kecemasan Akademik
Diawali dengan konsep Miriam Schapiro, anxietas/kecemasan (anxiety) adalah suatu keadaan
aprehensi atau keadaan khawatir yang mengeluhkan bahwa sesuatu yang buruk akan segera
terjadi. Banyak hal yang harus dicemaskan misalnya, kesehatan kita, relasi sosial, ujian, karier,
relasi internasional, dan kondisi lingkungan adalah beberapa hal yang dapat menjadi sumber
kekhawatiran. Kecemasan adalah respons yang tepat terhadap ancaman, tetapi kecemasan bisa
menjadi abnormal bila tingkatannya tidak sesuai dengan proporsi ancaman, atau bila sepertinya
datang tanpa ada penyebabnya yaitu, bila bukan merupakan respons terhadap perubahan
lingkungan (dalam Nevid, Rathus, & Greene, 2005). Berdasarkan penjelasan tentang
kecemasan tersebut, dapat diartikan bahwa kecemasan akademik merupakan suatu keadaan atau
pengalaman yang tidak menyenangkan oleh individu sehingga dapat memunculkan
kekhawatiran dan ketakutan dalam konteks menghadapi berbagai tugas akademik.
Ketidakyakinan dalam kemampuan untuk menyelesaikan berbagai tugas akademik seringkali
menjadi penyebab munculnya kecemasan, yang biasa disebut dengan kecemasan akademik oleh
Bandura (1997). Menurut ahli lain Ottens (1991), memiliki pendapat serupa bahwa kecemasan
akademik mengarah pada timbulnya pola pemikiran dan respon fisik perilaku yang terganggu
hal ini dikarenakan performa yang ditampilkan mahasiswa tidak sesuai dengan harapan atau
ketika mahasiswa merasa tidak mampu menyelesaikan berbagai tugas akademik yang diberikan.
Dengan kata lain, ketika mahasiswa tidak mampu menyelesaikan tugas yang diberikan akan
timbul kecemasan akademik yang mengarah pada terganggunya pola pemikiran dan respon fisik
seseorang.
Ottens (1991) mengemukakan ada empat karakteristik yang ada pada kecemasan akademik
yaitu : 1. Pola kecemasan yang menimbulkan aktivitas mental (Pattern of anxiety-engendering
mental activity), individu menunjukkan pemikiran, persepsi dan pandangan yang mengarah
pada kesulitan akademik yang dihadapi. Terdapat tiga hal penting dalam pola kecemasan yang
menyebabkan aktivitas mental diantaranya (a) Rasa khawatir, perasaan tidak aman dan
mencemaskan segala sesuatu yang mereka lakukan menjadi salah. (b) Dialog diri yang
4
maladaptif, berbentuk kritikan keras terhadap diri sendiri, menyalahkan diri sendiri dan selftalk
yang menimbulkan perasaan cemas yang berkontribusi pada kepercayaan diri yang rendah dan
penyelesaian masalah yang tidak teratur. (c) Pengertian dan keyakinan yang salah, mahasiswa
memiliki keyakinan yang salah tentang isu-isu bagaimana menetapkan nilai dalam diri, cara
terbaik untuk memotivasi diri sendiri, dan bagaimana cara mengatasi kecemasan dan kesalahan
dalam isu-isu yang memicu adanya kecemasan akademik. 2. Perhatian ke arah yang salah
(misdirected attention), Tugas akademik seperti membaca buku, ujian, dan mengerjakan tugas
membutuhkan konsentrasi penuh. Seseorang yang cemas secara akademik membiarkan
perhatian mereka menurun, terdapat dua indikator yakni : (a) Pengganggu internal, perhatian
menurun akibat gangguan-gangguan dari dalam diri seperti kekhawatiran, melamun, dan reaksi
fisik. (b) Pengganggu eksternal, perhatian menurun akibat gangguan-gangguan dari luar diri
seperti perilaku orang lain, suara jam, suara-suara bising, dan lainnya. 3. Distress secara fisik
(Physiological distress), banyak perubahan yang terjadi pada tubuh yang dihubungkan dengan
kecemasan seperti otot menjadi kaku, berkeringat, jantung berdetak lebih cepat, dan tangan
gemetar. Aspek-aspek emosional dan fisik dari kecemasan dapat sangat mengganggu jika
diinterpretasikan sebagai hal yang berbahaya atau menjadi fokus perhatian yang penting
selama menjalankan tugas akademik. 4. Perilaku yang kurang tepat (inappropriate
behaviours), kecemasan akademik pada mahasiswa terjadi karena ingin memilih cara yang tepat
dalam menghadapi kesulitan. Perilaku tersebut mengarah pada situasi akademik yang tidak
tepat, indikator yaitu : (a) Menunda (prokrastinasi), adalah hal yang umum dijumpai, seperti
menghindar dari pelaksanaan tugas. (b) Kecermatan yang berlebihan, kecemasan akademik juga
tampak pada saat menjawab soal-soal secara terburu-buru atau terlalu teliti dalam ujian untuk
menghindari kesalahan.
Calhoun & Acocella (1995) menyebutkan terdapat tiga reaksi pada aspek-aspek kecemasan,
diantaranya yaitu : (1) Reaksi emosional, merupakan komponen dari kecemasan yang berkaitan
pada persepsi individu, sehingga dapat memberi pengaruh pada psikologis individu seperti
perasaan sedih, perasaan keprihatinan, ketegangan, mencela diri sendiri atau orang lain. (2)
Reaksi kognitif, merupakan komponen kecemasan yang berkaitan pada kemampuan berpikir
jernih individu dalam menyelesaikan permasalahan. Hal ini dapat memunculkan rasa
kekhawatiran dan ketakutan individu. (3) Reaksi fisiologis, berkaitan dengan reaksi tubuh
individu terhadap sumber-sumber kecemasan seperti ketakutan dan kekhawatiran. Reaksi ini
berhubungan dengan sistem saraf yang dapat mengendalikan otot dan kelenjar tubuh sehingga
memunculkan reaksi seperti jantung berdetak lebih capat, nafas berhembus lebih cepat, serta
tekanan darah meningkat.
Nevid et al (2005) mengemukakan bahwa kecemasan dapat dipengaruhi oleh empat faktor
diantaranya yaitu : (1) Faktor Sosial Lingkungan, yaitu mencakup peristiwa- peristiwa traumatis
atau mengancam, kurangnya dukungan sosial dan respon berupa rasa takut pada orang lain. (2)
Faktor Biologis, yaitu mencakup faktor-faktor predisposisi genetis, fungsi neurotransmitter dan
abnormalitas dalam keberfungsian otak yang memberi sinyal bahaya dan menghambat tingkah
laku repetitif. (3) Faktor Behavioral, yaitu mencakup penggunaan stimuli yang aversif dan
stimuli yang sebelumnya netral, kelegaan terhadap perasaan takut dan cemas karena melakukan
ritual yang dapat meredakan kecemasan, dan menghindari situasi yang menimbulkan
kecemasan atau situasi dan objek yang menimbulkan rasa takut. (4) Faktor Kognitif dan
Emosional, yaitu meliputi konflik psikologis yang tidak terselesaikan, keyakinan irasional,
sensitivitas berlebih terhadap ancaman, dan efikasi diri yang rendah.
Efikasi Diri
Menurut Bandura (dalam Alwisol, 2009) efikasi diri adalah persepsi diri sendiri mengenai
seberapa bagus diri dapat berfungsi dalam situasi tertentu. Efikasi diri berhubungan dengan
keyakinan bahwa diri memiliki kemampuan melakukan tindakan yang diharapkan. Pengertian
lain dari efikasi diri adalah merupakan keyakinan diri, apakah dapat melakukan tindakan yang
baik atau buruk, tepat atau salah, bisa atau tidak bisa mengerjakan sesuai dengan yang
dipersyaratkan. Efikasi ini berbeda dengan aspirasi (cita-cita), karena cita-cita menggambarkan
sesuatu yang ideal yang seharusnya (dapat dicapai), sedang efikasi menggambarkan penilaian
kemampuan diri. Sedangkan efikasi diri menurut Santrock (2007) yaitu keyakinan diri
seseorang yang dapat menguasai situasi tertentu dan menghasilkan sesuatu yang positif dan
Santrock juga mengatakan bahwa teori efikasi diri dapat mempengaruhi tugas, usaha, ketekunan
serta prestasi belajar.
Bandura (dalam Alwisol, 2009) menyebutkan sumber efikasi diri diantaranya : (1) Pengalaman
Menguasai Sesuatu Prestasi (performance accomplishment), adalah prestasi yang pernah
dicapai pada masa yang telah lalu. Sebagai sumber, performansi masa lalu menjadi pengubah
efikasi diri yang paling kuat pengaruhnya. Prestasi masa lalu yang bagus meningkatkan
ekspektasi efikasi, sedang kegagalan akan menurunkan efikasi. (2) Pengalaman Vikarius
(modeling social), merupakan pengamatan terhadap keberhasilan orang lain dengan
kemampuan yang sebanding dalam mengerjakan sesuatu tugas akan meningkatkan efikasi diri
individu dalam mengerjakan tugas yang sama. Begitu pula sebaliknya, pengamatan terhadap
kegagalan orang lain akan menurunkan penilaian individu mengenai kemampuannya dan
individu akan mengurangi usaha yang dilakukannya. (3) Persuasi Sosial, efikasi diri juga dapat
diperoleh, diperkuat, atau dilemahkan melalui persuasi sosial. Individu diarahkan berdasarkan
saran, nasihat, dan bimbingan sehingga dapat meningkatkan keyakinan tentang kemampuan-
kemampuan yang dimiliki dapat membantu tercapainya tujuan yang diinginkan. (4) Keadaan
emosi, yang mengikuti suatu kegiatan akan mempengaruhi efikasi di bidang kegiatan itu. Emosi
yang kuat, takut, cemas, stress dapat mengurangi efikasi diri. Namun bisa terjadi, peningkatan
6
emosi yang tidak berlebihan dapat meningkatkan efikasi diri.
Bandura mengemukakan dimensi efikasi diri berdasarkan tiga aspek diantaranya : (1) Tingkat
Kesulitan Tugas (Magnitude), yaitu berkaitan pada tingkat kesulitan tugas yang harus
diselesaikan individu, mulai tugas yang sederhana, sedang, hingga sulit. (2) Tingkat Kekuatan
(strength), yaitu berkaitan pada seberapa kuat keyakinan individu mengenai kemampuan
dirinya. Individu dengan efikasi diri yang tinggi cenderung tidak putus asa, ulet dalam
kinerjanya meskipun terdapat rintangan, dibandingkan dengan individu yang memiliki self
efficacy rendah. (3) Luas Bidang Tugas (generality), yaitu berkaitan pada sejauh mana individu
yakin akan kemampuan dirinya dalam menghadapi berbagai situasi tugas.
Hurlock & Elizabeth (2004) menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi efikasi diri
seseorang diantaranya : (1) Pola asuh, pola asuh demokratis yaitu anak diberikan kebebasan dan
tanggung jawab untuk mengemukakan pendapatnya dan melakukan apa yang sudah menjadi
tanggung jawabnya. (2) Kematangan usia, remaja yang matang lebih awal, lalu diperlakukan
seperti orang yang hampir dewasa, mengembangkan konsep diri yang menyenangkan, sehingga
dapat menyesuaikan diri dengan baik. (3) Jenis kelamin, berhubungan dengan peran yang akan
dibawakan, laki-laki cenderung merasa lebih percaya diri karena sejak awal masa kanak-kanak
sudah disadarkan bahwa peran laki-laki memberi martabat yang lebih terhormat dibanding
peran perempuan, sebaliknya perempuan dianggap lemah dan banyak peraturan yang harus
dipatuhi. (4) Penampilan fisik, daya tarik fisik sangat mempengaruhi penilaian ciri kepribadian
seseorang. (5) Hubungan keluarga, apabila dalam keluarga tercipta hubungan yang erat satu
sama lain, harmonis, saling menghargai dan memberikan contoh yang baik akan memberikan
pandangan yang positif pada remaja dalam membentuk identitas diri. (6) Teman sebaya, teman
sebaya dapat berpengaruh pada pola kepribadian remaja dalam dua cara : pertama, konsep diri
remaja yang merupakan cerminan dari anggapan tentang konsep teman-teman tentang dirinya
dan kedua, ia berada dalam tekanan untuk mengembangkan ciri-ciri kepribadian yang diakui
oleh kelompok. (7) Persahabatan, menurut Sullivan (Santrock, 2003) bahwa semua orang
memiliki sejumlah kebutuhan sosial dasar, termasuk kebutuhan kasih sayang (ikatan yang
aman), teman yang menyenangkan, penerimaan oleh lingkungan sosial, keakraban.
7
menjalin komunikasi interpersonal dengan teman-teman baru, mampu mengerjakan ujian
dengan baik, mampu berprestasi selama menjadi mahasiswa, dan lain sebagainya, individu tidak
akan dihantui oleh kecemasan akademik atau rasa takut bila individu berusaha melakukannya.
Schreiner (2009) mengungkapkan bahwa individu dengan efikasi diri yang tinggi akan memilih
tugas yang lebih menantang, mereka akan menetapkan tujuan mereka sendiri yang lebih tinggi.
Mahasiswa dengan efikasi diri yang tinggi akan menghadapi tugas, persoalan, dan aktivitas
dengan penuh semangat dan tidak mudah menyerah, dapat memotivasi dirinya secara kognitif
untuk bertindak lebih persistensi dan terarah, dapat menggunakan pengetahuan dan
keterampilan yang dimiliki secara efisien, mengembangkan keyakinan untuk mencoba hal-hal
baru, dan juga lebih mungkin untuk lulus. Atkinson & Rita (1983) menyatakan bahwa
kecemasan adalah emosi yang tidak menyenangkan, yang ditandai dengan istilah kekhawatiran,
keprihatinan dan rasa takut yang terkadang-kadang dialami dalam tingkat yang berbeda-beda.
Kecemasan akademik yang sangat kuat bersifat negatif, sebab dapat menimbulkan gangguan
secara psikis maupun fisik (Sukmadinata, 2003). Kecemasan akademik cenderung mengganggu
proses belajar dan prestasi dalam pendidikan, bahkan mengganggu perhatian, working memory,
dan retrieval (Zeidner, 1998 dalam Matthews et al., 2000).
8
Kerangka Berpikir
FENOMENA
DAMPAK MENIMBULKAN
KECEMASAN
1. Mahasiswa kesulitan
memahami materi Salah satu dampak yang
pelajaran ditimbulkan yakni adanya
2. Mahasiswa menjadi kecemasan akademik, hal ini
kurang fokus dapat mempengaruhi pada
3. Mahasiswa menjadi pasif hasil belajar mahasiswa.
Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini adalah, terdapat hubungan antara efikasi diri dengan kecemasan
akademik pada mahasiswa baru di masa pandemi. Hubungan yang ditimbulkan yakni semakin
tinggi efikasi diri maka semakin rendah kecemasan akademik pada mahasiswa baru.
Sebaliknya, semakin rendah efikasi diri maka semakin tinggi kecemasan akademik pada
mahasiswa baru.
9
METODE PENELITIAN
Rancangan Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode penelitian kuantitatif korelasional
yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengkaji hubungan antar variabel. Fraenkel et al (2008)
mengemukakan bahwa penelitian korelasional ialah penelitian untuk melihat adanya hubungan
antara satu variabel dengan variabel lainnya.
Responden Penelitian
Populasi dalam penelitian ini yaitu Mahasiswa/i Universitas Muhammadiyah Malang jurusan
Psikologi tahun ajaran 2021 dengan jumlah 593 Mahasiswa/i. Peneliti ingin mengetahui
bagaimana kecemasan akademik dan efikasi diri yang dimiliki mahasiswa baru khususnya pada
jurusan psikologi. Sampel diambil dari populasi yaitu Mahasiswa/i Universitas Muhammadiyah
Malang jurusan Psikologi tahun ajaran 2021 yang masih berkuliah secara online (daring) dalam
situasi pandemi covid-19. Pengambilan sampel menggunakan metode teknik accidental
sampling dengan rumus Slovin didapatkan hasil berjumlah 99,83 dibulatkan menjadi 100 orang.
Accidental sampling adalah pengambilan sampel secara aksidental (accidental) dengan
mengambil kasus atau responden yang kebetulan ada atau tersedia di suatu tempat sesuai dengan
konteks penelitian (Notoadmojo, 2010).
Sampel penelitian ini memiliki karakteristik yaitu individu yang masih dalam pembelajaran
kuliah online baik laki-laki maupun perempuan, yang mengalami kesulitan memahami materi,
menjadi pasif saat kelas, kurang fokus, bahkan salah satu dampak yang ditimbulkan yakni
adanya kecemasan akademik yang dapat mempengaruhi hasil belajar mahasiswa.
Jenis Kelamin
Perempuan 79 79%
Laki-laki 21 21%
Total 100 100%
Usia
17 Tahun 4 4,0%
18 Tahun 50 50,0%
19 Tahun 41 41,0%
20 Tahun 3 3,0%
21 Tahun 2 2,0%
Total 100 100%
Dalam penelitian ini didapatkan 100 sampel data yang dapat diolah dan dianalisis. Berdasarkan
10
tabel 1 sebagian besar responden penelitian merupakan perempuan dengan frekuensi sebanyak
79 subjek dan mayoritas responden berusia 18 tahun dengan frekuensi sebanyak 50 subjek.
Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Efikasi Diri dan Kecemasan
Akademik dengan Efikasi Diri yang merupakan variabel bebas (X) dan Kecemasan Akademik
merupakan variabel terikat (Y). Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan
skala likert.
Kecemasan akademik adalah peristiwa yang kurang menyenangkan yang dialami oleh individu
sehingga memunculkan perasaan takut, cemas, khawatir dalam konteks mengerjakan atau
menyelesaikan tugas akademik. Alat ukur untuk variabel Kecemasan Akademik yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu Skala Kecemasan Akademik dari penelitian yang dibuat
dan dilakukan oleh Esterina (2012) berdasarkan konsep dari teori Ottens (1991) dengan jumlah
29 item. Pada penelitian yang dilakukan oleh Esterina ini didapatkan Indeks reliabilitas sebesar
0.90. Terdapat empat alternatif jawaban tentang persetujuan pernyataan, yaitu Selalu (SL);
Sering (SR); Kadang-kadang (KD); Tidak Pernah (TP).
Sedangkan efikasi diri adalah keyakinan akan kemampuan yang dimiliki oleh individu dalam
mengerjakan atau menyelesaikan tugas akademik. Alat ukur untuk variabel Efikasi Diri yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu Skala Efikasi Diri yang merupakan adaptasi yaitu
menyesuaikan beberapa kalimat alat ukur dengan target penelitian yang dituju dari penelitian
yang dilakukan oleh Musyafa (2017) berdasarkan konsep dari teori Bandura (2009).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Musyafa pada skala efikasi diri terdiri dari 18 item
dengan memiliki indeks reliabilitas sebesar 0.943. Terdapat empat alternatif jawaban tentang
persetujuan pernyataan, yaitu Sangat Setuju (SS); Setuju (S); Tidak Setuju (TS); Sangat Tidak
Setuju (STS).
Dalam penelitian ini dilakukan kembali uji reliabilitas terhadap skala Efikasi Diri dan Skala
Kecemasan Akademik. Hasil menunjukkan bahwa indeks skala reliabilitas skala Efikasi Diri
sebesar 0,899, sedangkan pada skala Kecemasan Akademik hasil nilai reliabilitasnya sebesar
0,704.
11
Tahapan Kedua, yaitu tahap penelitian dimana peneliti menyebarkan skala melalui google
form dengan kriteria subjek yang telah ditentukan oleh peneliti.
Tahapan Ketiga, yaitu tahap pengolahan data yaitu peneliti akan mengolah data secara statistik
pada data yang sudah terkumpul. Analisis data yang dilakukan yaitu menggunakan bantuan
SPSS dengan metode analisis pearson correlation.
HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh gambaran umum responden. Berdasarkan data
yang telah didapatkan yaitu 100 responden dan memiliki kecemasan akademik selama
pembelajaran online. Pada penyebaran skala secara online didapat 100 responden yaitu
Mahasiswa/i Universitas Muhammadiyah Malang jurusan Psikologi tahun ajaran 2021 yang
mengisi google form.
Pada penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel independen yaitu efikasi diri dan variabel
dependen yaitu kecemasan akademik. Berikut adalah uraian hasil dari penelitian statistik skor
sample efikasi diri dan kecemasan akademik yang dibantu dengan penyajian dalam tabel
sebagai berikut:
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat M (mean), SD (standar deviasi), serta nilai minimum dan
maksimum pada skala efikasi diri dan skala kecemasan akademik. Dalam tabel tersebut terdapat
dua M yaitu mean empirik dan mean hipotetik, dilihat pada skala efikasi diri dari tabel mean
empirik (𝑥− = 57.90) lebih tinggi dibanding dengan mean hipotetik (𝑥− = 45) yang artinya
mahasiswa baru memiliki tingkat efikasi diri sedang kearah tinggi, begitu juga dengan skala
kecemasan akademik yang pada tabel diatas menunjukkan mean empirik (𝑥− = 76.63) lebih
tinggi dibanding dengan mean hipotetik (𝑥− = 72.5) yang artinya mahasiswa baru memiliki
kecemasan akademik sedang kearah tinggi. Adapun kategori skor efikasi diri dan kecemasan
akademik sebagai berikut:
12
Tinggi 87 < X 6 6%
Berdasarkan hasil penelitian di atas didapat bahwa terdapat (0%) dari keseluruhan yang
memiliki efikasi diri yang rendah, sedangkan sisanya (24%) subjek memiliki efikasi diri yang
sedang, dan sebanyak (76%) subjek memiliki efikasi diri yang tinggi. Kemudian pada
kecemasan akademik didapat (1%) subjek saja yang memiliki kecemasan akademik yang
rendah, sedangkan (93%) lainnya memiliki kategori sedang, dan (6%) memiliki kategori
rendah.
Selanjutnya uji korelasi untuk melihat apakah variabel independen dan variabel dependen
memiliki hubungan secara signifikan atau tidak, penjelasan mengenai uji korelasi akan
ditampilkan pada tabel berikut:
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai r adalah -0,003 dengan nilai signifikan 0.976
dengan (p>0,05) dan yang berarti hasil uji korelasi pearson menunjukkan bahwa tidak ada
hubungan antara efikasi diri dengan kecemasan akademik. Dengan demikian, hipotesis pada
penelitian ini ditolak.
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa hasil korelasi setiap aspek dari variabel efikasi
diri terhadap variabel kecemasan akademik. Pada aspek Magnitude didapatkan nilai r sebesar
0.027 dengan nilai signifikan 0.790. Pada aspek Generality didapatkan nilai r sebesar -0.010
dengan nilai signifikan 0.921. Serta pada aspek Strength didapatkan nilai r sebesar -0.019
dengan nilai signifikan 0.850. Dari ketiga aspek variabel efikasi diri terhadap variabel
kecemasan akademik didapatkan nilai signifikansi >0,05 dan yang berarti hasil uji korelasi
setiap aspek menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara aspek efikasi diri terhadap
kecemasan akademik.
DISKUSI
13
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji hubungan antara variabel efikasi diri dengan
variabel kecemasan akademik. Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini didasari pada
hipotesis yang diajukan, didapatkan bahwa nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,003 dan nilai
signifikan 0.976 (sig>0.05) hal ini berarti bahwasannya kedua variabel pada penelitian ini yaitu
efikasi diri dengan kecemasan akademik tidak memiliki korelasi. Sehingga hipotesis yang
diajukan pada penelitian ini “terdapat hubungan antara efikasi diri dengan kecemasan akademik
pada mahasiswa baru di masa pandemi” ditolak.
Ditolaknya hipotesis yang diajukan pada penelitian ini membuktikan bahwa efikasi diri ternyata
tidak memiliki hubungan dengan kecemasan akademik pada mahasiswa baru yang berkuliah
secara online (daring) di masa pandemi covid-19. Setelah dilakukan uji korelasi setiap aspek
dari variabel efikasi diri terhadap variabel kecemasan akademik. Pada aspek Magnitude
didapatkan nilai r sebesar 0.027 dengan nilai signifikan 0.790. Pada aspek Generality
didapatkan nilai r sebesar -0.010 dengan nilai signifikan 0.921. Serta pada aspek Strength
didapatkan nilai r sebesar -0.019 dengan nilai signifikan 0.850. Dari ketiga aspek variabel
efikasi diri terhadap variabel kecemasan akademik didapatkan nilai signifikansi >0,05 dan yang
berarti hasil uji korelasi setiap aspek menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara aspek
efikasi diri terhadap kecemasan akademik.
Efikasi diri pada seseorang menjadikan seseorang tersebut akan lebih mudah menghadapi tugas,
persoalan, dan aktivitas dengan penuh semangat dan tidak mudah menyerah, dapat memotivasi
dirinya secara kognitif untuk bertindak lebih persistensi dan terarah, dapat menggunakan
pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki secara efisien, mengembangkan keyakinan untuk
mencoba hal-hal baru, dan juga lebih mungkin untuk lulus. Schreiner (2009) mengungkapkan
bahwa individu dengan efikasi diri yang tinggi akan memilih tugas yang lebih menantang,
mereka akan menetapkan tujuan mereka sendiri yang lebih tinggi. Lebih dari separuh subjek
pada penelitian ini berada pada kategori tinggi pada variabel efikasi diri dengan presentase 76%.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa sebagian besar responden penelitian memiliki efikasi
diri yang tinggi dari aspek generality. Pada aspek ini menjelaskan terkait dengan sejauh mana
individu yakin akan kemampuan dirinya dalam menghadapi berbagai situasi tugas (Bandura,
2009). Hal ini menjelaskan bahwa mayoritas responden mahasiswa baru dapat menyikapi
berbagai situasi dengan sikap positif, menggunakan pengalaman hidup sebagai suatu langkah
untuk mencapai keberhasilan, serta mampu menampilkan sikap yang menunjukkan keyakinan
diri pada proses pembelajaran.
Pola kecemasan yang menimbulkan aktivitas mental menjadi aspek terbanyak pada kecemasan
akademik yang dimiliki responden dengan kategori tinggi. Aspek ini berkaitan dengan
bagaimana individu dalam menunjukkan pemikirannya dan persepsi yang mengarah pada
kesulitan akademik yang dihadapinya (Ottens, 1991). Hal tersebut menunjukkan bahwa
mayoritas responden mempunyai kekhawatiran yang tidak beralasan, menyalahkan diri, serta
memiliki pengertian dan keyakinan yang [Link] penelitian ini dapat memperkuat temuan
dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Sanitiara et al (2014) yang mengungkapkan bahwa
persentase kecemasan akademik pada mahasiswa tahun pertama di Universitas Riau Indonesia
14
menunjukkan bahwa sekitar 72,3% berada dalam kecemasan akademik sedang.
Menurut Zeidner (dalam Matthews et al., 2000) bahwa kecemasan akademik cenderung
mengganggu proses belajar dan prestasi dalam pendidikan, bahkan mengganggu perhatian,
working memory, dan retrieval. Hal ini berarti kecemasan akademik tersebut dapat mengganggu
dalam proses belajar mahasiswa baru bahkan dapat mempengaruhi hasil belajar mereka. Banga
(2014) juga mengemukakan bahwa kecemasan akademik muncul karena adanya kekhawatiran
yang timbul atas kegagalan belajar dalam diri individu. Melakukan segala kegiatan perkuliahan
secara online (daring) di masa pandemi covid-19 dapat membuat mahasiswa baru mengalami
kebingungan, kesulitan memahami materi, pasif saat kelas, dan lain sebagainnya. Hal ini
menimbulkan kekhawatiran pada diri mahasiswa baru.
Selain efikasi diri, Nevid et al (2005) mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi
kecemasan antara lain : sosial lingkungan, biologis, behavioral, kognitif dan emosional (efikasi
diri). Faktor sosial lingkungan ialah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan,
mencakup peristiwa traumatis atau mengancam, kurangnya dukungan sosial dan rasa takut
terhadap orang lain.
Dalam penelitian ini variabel kecemasan akademik berada pada kategori sedang dengan
persentase sebesar 93%. Dimana ada cukup banyak hal yang dapat berpengaruh terhadap
kecemasan akademik pada mahasiswa baru, yakni salah satunya adalah faktor sosial
lingkungan, dimana pada saat menjadi mahasiswa baru pasti mengalami banyak perbedaan dan
perubahan ditambah harus melakukan segala kegiatan perkuliahan secara online (daring).
Adanya pembelajaran daring ini akan mengganggu kondisi psikologis mahasiswa seperti
kecemasan, ketakutan, kekhawatiran yang berlebih serta berdampak pada psikosomatis.
Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ca et al (2020) didapatkan bahwa
sebesar 2,7% mahasiswa mengalami kecemasan sedang selama pembelajaran daring. Pada
kondisi seperti ini individu membutuhkan dukungan dari sosialnya salah satunya yaitu dari
keluarga, dimana individu mendapatkan support, perhatian, kasih sayang, pendampingan,
bahkan tempat untuk bercerita. Hal ini sejalan dengan pernyataan dari Ernawati dan Rusmawati
(2015), menurutnya bantuan orang tua berupa dukungan psikis lebih dibutuhkan dibanding
dengan bantuan materi.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan
antara variabel efikasi diri dengan variabel kecemasan akademik. Setelah dilakukan uji korelasi
setiap aspek dari variabel efikasi diri terhadap variabel kecemasan akademik didapatkan hasil
dari ketiga aspek variabel efikasi diri terhadap variabel kecemasan akademik adalah nilai
signifikansi >0,05 dan yang berarti hasil uji korelasi setiap aspek menunjukkan bahwa tidak ada
hubungan antara aspek efikasi diri terhadap kecemasan akademik.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa sebagian besar responden penelitian memiliki efikasi
15
diri yang tinggi dari aspek generality. Hal ini menjelaskan bahwa mayoritas responden
mahasiswa baru dapat menyikapi berbagai situasi dengan sikap positif, menggunakan
pengalaman hidup sebagai suatu langkah untuk mencapai keberhasilan, serta mampu
menampilkan sikap yang menunjukkan keyakinan diri pada proses pembelajaran. Pola
kecemasan yang menimbulkan aktivitas mental menjadi aspek terbanyak yang dimiliki
responden dengan kategori tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden
mempunyai kekhawatiran yang tidak beralasan, menyalahkan diri, serta memiliki pengertian
dan keyakinan yang salah. Tidak adanya hubungan dalam penelitian ini dibuktikan dengan
koefisien korelasi sebesar -0,003 dan nilai signifikan 0.976 (sig>0.05). Sehingga dalam
penelitian ini efikasi diri tidak berhubungan dengan kecemasan akademik pada mahasiswa baru
yang berkuliah secara online (daring) di masa pandemi covid-19.
Implikasi dari penelitian ini bagi Dosen yaitu untuk lebih memperhatikan lagi mahasiswa/i
selama pembelajaran berlangsung. Bagi Fakultas dan Universitas yaitu dapat mewadahi
kecemasan akademik yang dialami oleh mahasiswa karena Fakultas dan Universitas memiliki
peranan penting dalam meningkatkan pembentukan kepribadian mahasiswa yang pada akhirnya
akan menghasilkan lulusan yang baik. Serta bagi peneliti yang memiliki minat untuk melakukan
penelitian dengan topik serupa dapat mempertimbangkan beberapa faktor lain yang dapat
mempengaruhi kecemasan akademik, seperti faktor sosial lingkungan, biologis, behavioral,
kognitif dan emosional (efikasi diri).
16
DAFTAR PUSTAKA
Center For Learning & Teaching. (2005). Understanding Academic Anxiety. Cornell
University.
Calhoun, J. F., & Acocelia, J. R. (1995). Psikologi Tentang Penyesuaian dan Hubungan
Kemanusiaan (edisi ketiga). Semarang: IKIP Semarang.
Davies, D. R., Matthews, G., Stammers, R. B., & Westerman, S. J. (2000). Human Performance
Cognition, Stress and Individual Differences. London: Psychology Press.
Dhar, B. K., Ayittey, F. K., & Sarkar, S. M. (2020). Impact of COVID_19 on Psychology among
the University Students. Global Challenges, 1-5.
Ernawati, L., & Rusmawati, D. (2015). Dukungan Sosial Orang Tua dan Stres Akademik pada
Siawa SMK yang Menggunakan Kurikulum 2013. Jurnal Empati, 4(4), 26-31.
18
LAMPIRAN-LAMPIRAN
19
Lampiran 1. Blueprint Instrumen dan Skala Efikasi Diri
20
SKALA EFIKASI DIRI
No. PERNYATAAN
STS TS S SS
1. Saya yakin tindakan yang saya lakukan
dapat menyelesaikan masalah.
2. Saya yakin tindakan saya dapat membantu
memaksimalkan pencapaian suatu target.
3. Apapun masalahnya, saya selalu berpikir pasti ada
jalan keluarnya.
4. Saya berfikir positif dalam menghadapi situasi
dan kondisi tertentu.
5. Saya yakin potensi yang saya miliki dapat
menyelesaikan berbagai tugas kuliah.
6. Saya yakin dapat bertanggung jawab terhadap
tugas kuliah saya sekarang ini.
7. Saya yakin bisa menyelesaikan tugas kuliah
meskipun terdapat masalah.
8. Saya yakin bisa menyelesaikan tugas kuliah
dengan maksimal meskipun ada hambatan-
hambatan.
9. Saya menjadikan pengalaman sebagai
pembelajaran untuk kebaikan diri saya
kedepannya.
10. Saya menjadi sukses karena pengalaman masa
lalu.
11. Saya bersemangat untuk menyelesaikan tugas
kuliah,meskipun ada banyak hambatan.
12. Ketika saya mendapat masalah dalam tugas,
saya tetap semangat menyelesaikannya.
13. Saya mendapatkan tugas kuliah yang baik
bagi diri saya.
14. Saya berfikir positif terhadap tugas kuliah
yang saya dapatkan.
15. Saya meyakini sikap saya dalam menyelesaikan
tugas kuliah berasal dari pembelajaran lingkungan
sekitar.
16. Saya mampu menyelesaikan masalah selama
pembelajaran kuliah online.
17. Saya berkomitmen untuk menyelesaikan tugas
kuliahdengan baik.
18. Saya tidak mudah menyerah terhadap tugas
kuliah meskipun terasa sulit.
21
Lampiran 2. Blueprint Instrumen dan Skala Kecemasan Akademik
22
SKALA KECEMASAN AKADEMIK
NO PERNYATAAN SL SR KD TP
1. Saat menjelang ujian, saya merasa khawatir jika tidak
dapat mengerjakan soal-soal ujian dengan baik.
23
21. Saya mengetahui cara yang pasti untuk bisa mengatasi
rasa cemas saya saat harus tampil saat kelas.
22. Denyut jantungsaya meningkat saat
dosen menyuruh saya beropini secara lisan.
23. Saya mampu fokus menjawab seluruh soal ujian
tanpa merasa khawatir akan hasil ujian nantinnya.
24. Saya memilih untuk membolos mata kuliah saat
saya harus maju presentasi pada hari itu
25. Rasa percaya diri saya akan menurun saat saya
mendapatkan nilai jelek dalam ujian.
26. Saya merasa kecewa ketika saya gagal dalam satu
mata kuliah.
27. Saya mengetahui cara yang terbaik untuk bisa
memotivasi diri saya.
28. Saat mengerjakan ujian, rasa khawatir akan kehabisan
waktu membuat konsentrasi saya terganggu.
29. Saya bisa belajar dengan penuh konsentrasi tanpa
merasa khawatir waktu ujian sudah dekat.
24
Lampiran 4. Data Kasar Efikasi Diri
No Nama Lengkap Usia Jenis Kelamin ED1 ED2 ED3 ED4 ED5 ED6 ED7 ED8 ED9 ED10 ED11 ED12 ED13 ED14 ED15 ED16 ED17 ED18
1 Achmad Mahdi Rojabi 19 Laki-laki 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 1 2 2 1 2 2 2 2
2 Adinda Jasmine Joesoef 18 Perempuan 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4
3 Afina Asri Fitriani 19 Perempuan 2 3 4 2 3 3 3 3 3 4 3 2 2 3 3 3 3 3
4 Afniar 19 Perempuan 2 3 4 2 2 3 4 4 4 2 3 3 3 3 3 3 4 3
5 Agatha Ainiyya Dewanda 19 Perempuan 2 3 2 2 3 2 2 2 3 2 1 2 3 2 4 2 1 1
6 Agnes Arviana Putri 19 Perempuan 2 3 4 2 3 4 4 4 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3
7 Aisha Ayu Muthmainnah Hasan 18 Perempuan 3 4 4 4 2 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4
8 Ajeng Dwi Damayanti Zain 18 tahun Perempuan 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4
9 Akbar Maria Ulfa Zhinensis 18 Perempuan 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
10 ALAMSYAH DARU AJISAPUTRA 20 Laki-laki 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3
11 Alda nur bahtiar 19 Laki-laki 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 1 1 2 1 2 2 2 3
12 Alifa salsabila 17 tahun Perempuan 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 2 3 4 3
13 Alvita Aulia Rahmawati 19 Perempuan 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3
14 Amanda Fathiya R. 18 tahun Perempuan 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 2 3 3
15 Ananda zahra 19 Perempuan 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 2 3 3 3 4 3
16 Anggi pangestuning fitri 18 tahun Perempuan 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3
17 Annisa Muliawati 18 Perempuan 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 3
18 Annisa Zhahrani M 19 tahun Perempuan 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3
19 Ar 19 Perempuan 2 3 4 2 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 2 3 4 4
20 Areta Rahma Safitri 18 tahun Perempuan 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 4
21 Astrillyta Diane Teren Putri Santoso 18 tahun Perempuan 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4
22 Atika Sufi 18 Perempuan 2 3 3 2 3 2 1 2 4 3 1 3 3 3 3 2 3 1
23 Audry Thalia Caroline 19 Perempuan 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3
24 billahi khadijah a a 20 Perempuan 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4
25 Catherina Khiyarotul 18 tahun Perempuan 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3
26 Cicilia Elsa Jasuwiwanda 21 Perempuan 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4
27 Clairine Alyfia Affalien 18 Perempuan 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3
28 Deandra Pungky Orizsabella 20 Perempuan 3 2 4 2 3 3 4 4 4 4 3 2 3 2 4 3 4 3
29 Dewinda Sukmawati 18 tahun Perempuan 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 2 1 3 3 3 3 4 4
30 Dinda dwi alfarizki 19 Perempuan 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4
31 Elza Nabilla Zahra 18 tahun Perempuan 4 3 3 3 3 3 2 3 4 3 2 2 3 3 4 3 3 3
32 Erdino Bintang Tenggara 19 Laki-laki 3 3 2 2 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3
33 Fadli Firmansyah 19 Laki-laki 3 3 3 3 2 2 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3
34 Fadma arum ginayuh 19 Perempuan 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 2 2 3 3 3 3
35 Faiz Azizah 19 tahun Perempuan 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3
36 Fayza Amanda Rusdiani 18 tahun Perempuan 3 3 2 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3
37 FERDYN DIVANICO FAWWAZ MU 19 Laki-laki 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4
38 Fikri Rahmatullah B 19 Laki-laki 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 3 2 3 3 2 3 4 3
39 Galih Prasaja 17 tahun Laki-laki 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3
40 Ghinaa Masturina 18 Perempuan 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
41 Gita Pratiwi 18 tahun Perempuan 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4
42 Gufina Desti Anggraeni 19 tahun Perempuan 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4
43 Hening Nurlaily Anjar Weni 18 tahun Perempuan 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4
44 hikmamutaaliaa@[Link] 18 tahun Perempuan 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2
45 Ilhaamaal Yazid 18 Laki-laki 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
46 Ismail Ramadhani 19 Laki-laki 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3
47 Jabal Akbar 19 Laki-laki 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3
48 Kamila Rizki Kusumastuti 19 Perempuan 3 4 3 2 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3
49 Khairunnisa' Nurbaiti 19 Perempuan 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3
50 Kharisma Ramadhani 19 Laki-laki 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3
51 Khaulah Ramli 18 tahun Perempuan 2 2 4 4 2 3 4 3 4 3 2 3 4 4 3 3 4 2
52 kiko hafsah meidasari 19 tahun Perempuan 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
53 Lalu Muhammad Hudan Nulhaq 19 Laki-laki 3 2 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4
54 Lisa Salsabila 21 Perempuan 3 3 2 2 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3
55 M syahrul Naim 19+ Laki-laki 3 3 2 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 2 3 4 3
56 maulida viaristi 19 Perempuan 2 2 3 3 2 3 4 4 4 3 2 2 3 4 3 4 4 2
25
57 Meylinda Salsabiila 18 Perempuan 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4
58 Millatul Izzah W. 18 Perempuan 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3
59 Mohammad Ghifari Catur Mubaraq 18 Laki-laki 2 2 3 2 2 2 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 4 4
60 Mohammad Rakan Putra Zazli 18 Laki-laki 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 2 4 4 4 3
Agus
61 Muhammad Wildan Ahimsa Effendi 19 Laki-laki 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 2 2 3 3 2 1 4 4
62 Mutiara Nur Ikhsani 17 Perempuan 3 2 4 3 3 3 3 2 2 3 1 2 4 3 4 2 3 2
63 Nasywa Amelia Fitri 18 Perempuan 3 3 4 4 2 3 4 4 2 2 1 2 2 2 2 4 4 3
64 Noor Qonita M.S 18 Perempuan 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3
65 Nor Kamaliya 18 Perempuan 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
66 Novi Rahmawati 19 Perempuan 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4
67 Nur Kemal Pasya Mustafa 19 Laki-laki 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3
68 Nurfittia Oktarini 18 Perempuan 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4
69 Okta Viana Nanda Prastica 18 Perempuan 2 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 2 4 4 3 2 3 3
70 Prita prameswari tajudin 18 Perempuan 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 3 4 3
71 Putri Halimatus Saadiyah 18 tahun Perempuan 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4
72 Putri Ragil Dwiyanti 18 Perempuan 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4
73 Rahma Imani 18 tahun Perempuan 3 3 4 4 3 3 2 2 3 3 2 2 3 4 3 3 4 3
74 rania rifdahni 19 Perempuan 3 4 4 3 3 3 3 2 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3
75 Renaldy Rachman Dwi putra 18 Laki-laki 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3
76 Resa Eka Ambela 18 Perempuan 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3
77 Rifan Alamsyah 19 tahun Laki-laki 4 3 3 2 3 2 2 3 2 4 3 3 2 3 2 3 2 3
78 Rizka Afra Nafisa 18 tahun Perempuan 2 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4
79 Roudhotul Jannah 19 tahun Perempuan 3 3 3 3 3 2 2 1 3 2 2 2 3 3 3 3 4 3
80 Rum Aisha Zahra 19 Perempuan 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3
81 Sabrina Aisha Nadwikajoylita 18 Perempuan 2 3 3 2 2 2 3 3 3 2 2 2 3 2 3 2 3 3
82 Sakinah Istiqomah 19 Perempuan 2 2 3 3 2 4 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 2
83 Sakinah Muthmainnah 18 Perempuan 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 2 3 4 4
84 Salma ahsani kamilah 18 Perempuan 3 3 4 3 2 3 3 3 4 3 3 2 3 3 2 2 3 3
85 Salsabila A. Hakim 18 Perempuan 3 3 3 2 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 2 3 4
86 Salsabila Putri Widyastuti 19 Perempuan 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3
87 Sandie Febiastika Ayuwijaya 19 tahun Perempuan 3 3 4 4 3 4 2 3 4 4 3 3 2 4 4 4 4 3
88 Selvia Nur Huda 18 Perempuan 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
89 Shafa Nida Kamilah 18 Perempuan 4 2 2 2 2 4 4 4 4 3 3 2 3 3 3 3 4 4
90 Silviana Dwi Fitrotul Isma 18 Perempuan 2 2 3 2 2 3 2 2 4 3 3 2 2 3 2 3 2 3
91 Sintya Adisty Putri 18 Perempuan 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 2 3 3 3
92 Siti Zahra Talani 18 Perempuan 3 3 2 1 3 4 4 3 3 3 2 2 3 2 4 4 3 3
93 Syafa Rahma Teha 19 Perempuan 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
94 Tasya Ananda S. N. 18 Perempuan 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
95 Tito Avandi Alvarizi 18 Laki-laki 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
96 Vannessa Oktavi Tanaka 19 th Perempuan 3 2 2 3 2 3 3 2 3 3 3 2 4 3 1 3 3 2
97 Vio Melati Gusti Anyarsari 17 tahun Perempuan 3 4 4 2 3 4 4 4 4 3 3 3 3 2 3 4 3 4
98 Virgie Alaysia Maharani 18 tahun Perempuan 3 3 3 2 3 4 3 3 4 3 2 3 3 3 2 3 4 3
99 Zeriflita Aura Rinjani 18 tahun Perempuan 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3
100 Ziada W. A. 19 Perempuan 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3
26
Lampiran 5. Data Kasar Kecemasan Akademik
No Nama Lengkap Usia Jenis Kelam KA1 KA2 KA3 KA4 KA5 KA6 KA7 KA8 KA9 KA10 KA11 KA12 KA13 KA14 KA15KA16 KA17 KA18 KA19 KA20 KA21 KA22 KA23 KA24 KA25 KA26 KA27 KA28 KA29
1 Achmad Mahdi Rojabi 19 Laki-laki 3 2 3 2 4 3 1 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 4 3 2 2 2 3 3 2 3 2 2 2
2 Adinda Jasmine Joesoef 18 Perempuan 3 1 2 3 1 1 3 3 2 3 2 2 2 2 3 3 3 2 3 3 1 2 1 1 1 1 1 1 1
3 Afina Asri Fitriani 19 Perempuan 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 2 3 4 3 2 3 3 4 3 3 3 2 3 2 3 3 3 4 2
4 Afniar 19 Perempuan 3 4 4 2 3 3 4 4 2 4 4 3 2 2 1 3 4 3 3 3 4 1 2 1 2 3 3 4 3
5 Agatha Ainiyya Dewanda 19 Perempuan 4 4 4 2 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 1 2 4 3 4 4 4 1 3 4 4 4 3 4 3
6 Agnes Arviana Putri 19 Perempuan 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 3 2 1 1 2 3 2 2 4 3 1 2 1 2 2 1 2 2
7 Aisha Ayu Muthmainnah Hasan 18 Perempuan 4 2 2 4 2 3 1 4 3 1 4 4 4 4 4 2 1 4 4 3 1 1 3 1 4 4 1 4 4
8 Ajeng Dwi Damayanti Zain 18 tahun Perempuan 4 3 3 2 3 2 2 3 3 4 2 3 3 2 1 3 3 2 2 3 3 1 2 1 4 3 1 4 2
9 Akbar Maria Ulfa Zhinensis 18 Perempuan 2 2 2 3 2 2 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 2 3 3 3 2 3 2
10 ALAMSYAH DARU AJISAPUTRA 20 Laki-laki 3 2 2 4 2 2 2 3 3 3 2 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 4 3 1 2 3
11 Alda nur bahtiar 19 Laki-laki 3 1 2 3 4 3 1 3 3 3 1 3 2 3 4 3 2 4 2 1 2 2 2 1 2 3 2 3 3
12 Alifa salsabila 17 tahun Perempuan 4 2 3 3 1 1 3 3 2 2 2 3 2 1 4 2 2 2 2 3 1 2 1 1 1 2 1 4 2
13 Alvita Aulia Rahmawati 19 Perempuan 3 2 1 2 4 3 2 1 2 3 1 2 1 1 3 3 2 2 3 3 1 2 3 1 1 1 1 1 2
14 Amanda Fathiya R. 18 tahun Perempuan 3 2 3 3 2 3 1 2 3 3 3 4 4 3 2 2 3 2 3 3 3 2 2 1 3 3 2 4 3
15 Ananda zahra 19 Perempuan 2 3 3 4 1 3 3 2 2 2 2 4 3 1 2 3 2 1 3 3 3 3 2 1 2 4 2 4 3
16 Anggi pangestuning fitri 18 tahun Perempuan 4 4 4 3 1 1 4 4 3 3 4 3 3 3 2 2 3 4 2 4 2 1 2 1 3 3 2 4 2
17 Annisa Muliawati 18 Perempuan 3 2 1 2 2 2 2 3 2 2 1 2 2 1 4 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 3 1 3 1
18 Annisa Zhahrani M 19 tahun Perempuan 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 2 2 4 3 2 3 1 4 3 3 4 3
19 Ar 19 Perempuan 4 2 2 3 4 3 1 2 2 3 3 4 4 3 4 1 2 2 2 3 2 2 3 1 4 4 1 4 3
20 Areta Rahma Safitri 18 tahun Perempuan 4 4 4 3 3 4 2 2 3 3 4 3 3 4 2 2 4 4 3 2 3 1 3 1 3 4 3 4 2
21 Astrillyta Diane Teren Putri Santoso 18 tahun Perempuan 3 2 2 2 3 2 2 3 2 2 3 4 4 3 3 3 2 3 3 2 2 2 2 3 3 3 2 3 2
22 Atika Sufi 18 Perempuan 2 4 3 2 3 3 3 4 2 3 3 3 3 2 2 1 3 3 3 3 3 3 3 1 4 3 3 3 3
23 Audry Thalia Caroline 19 Perempuan 4 4 3 3 1 2 4 4 4 4 2 3 4 3 1 3 4 4 3 3 4 1 3 1 4 4 2 4 4
24 billahi khadijah a a 20 Perempuan 3 3 2 4 4 1 1 3 1 2 3 4 4 4 4 2 3 3 4 3 3 1 3 1 4 4 2 4 3
25 Catherina Khiyarotul 18 tahun Perempuan 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 2 3 3
26 Cicilia Elsa Jasuwiwanda 21 Perempuan 2 1 1 1 4 1 1 1 2 1 1 1 1 1 4 1 1 2 1 1 1 4 1 1 2 1 1 1 1
27 Clairine Alyfia Affalien 18 Perempuan 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 4 2 1 4 4 1 3 4 1 3 1 4 3 4 4 2
28 Deandra Pungky Orizsabella 20 Perempuan 4 4 4 3 4 3 4 4 2 4 4 4 2 3 1 3 4 3 2 4 3 1 3 1 4 4 3 3 4
29 Dewinda Sukmawati 18 tahun Perempuan 1 2 1 3 3 3 3 3 2 2 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 2 1 3 1 3 4 3 4 3
30 Dinda dwi alfarizki 19 Perempuan 4 4 4 4 2 1 3 4 4 2 2 4 4 4 4 3 1 3 4 2 1 2 1 4 4 3 1 3 2
31 Elza Nabilla Zahra 18 tahun Perempuan 4 2 2 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 2 2 4 3 3 3 3 1 3 1 3 3 3 3 3
32 Erdino Bintang Tenggara 19 Laki-laki 4 3 3 4 2 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 2 3 3 3 2 2 2 3 4 4 3 4 2
33 Fadli Firmansyah 19 Laki-laki 4 3 3 4 1 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 1 3 1 3 4 2 3 2
34 Fadma arum ginayuh 19 Perempuan 4 4 4 3 3 3 2 4 4 1 4 4 4 3 1 2 3 2 2 2 2 3 2 3 3 3 2 3 2
35 Faiz Azizah 19 tahun Perempuan 4 2 2 4 2 2 1 3 3 2 2 3 3 3 3 4 2 2 2 2 2 2 3 1 3 2 1 3 3
36 Fayza Amanda Rusdiani 18 tahun Perempuan 3 4 4 3 2 2 4 4 3 2 3 3 4 3 1 3 2 2 3 3 3 1 3 1 3 1 2 4 3
37 FERDYN DIVANICO FAWWAZ MU 19 Laki-laki 3 2 1 2 2 2 4 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 2 3 2 2 3 3 1 2 2 1 3 2
38 Fikri Rahmatullah B 19 Laki-laki 3 1 2 3 3 2 1 3 2 2 1 3 2 2 4 3 2 3 3 1 2 2 2 1 2 3 2 3 2
39 Galih Prasaja 17 tahun Laki-laki 3 2 2 2 2 3 2 2 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 3 2 3 3 2 3 2 2 2 2
40 Ghinaa Masturina 18 Perempuan 4 4 4 4 2 2 3 3 3 4 2 2 3 3 2 4 3 3 3 3 2 1 3 1 3 3 2 4 1
41 Gita Pratiwi 18 tahun Perempuan 3 1 1 2 4 3 1 2 2 3 2 2 2 1 1 2 3 1 2 3 3 3 1 1 2 2 1 2 3
42 Gufina Desti Anggraeni 19 tahun Perempuan 2 4 4 3 1 2 2 3 3 3 3 3 4 2 3 4 3 2 3 4 2 1 1 1 3 2 1 4 4
43 Hening Nurlaily Anjar Weni 18 tahun Perempuan 4 2 2 3 4 2 2 4 2 4 2 3 1 3 2 2 4 4 2 4 3 2 1 1 3 4 1 4 2
44 hikmamutaaliaa@[Link] 18 tahun Perempuan 2 3 2 3 2 3 3 2 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 3 3 2 2 2 1 2 2 2 3 2
45 Ilhaamaal Yazid 18 Laki-laki 2 1 2 2 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 1 3 2 1 1 1 1 3 3
46 Ismail Ramadhani 19 Laki-laki 4 2 2 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 2 4 3 4 3 3 3 3 3 1 3 4 3 4 4
47 Jabal Akbar 19 Laki-laki 4 2 2 3 1 2 2 3 3 1 2 2 1 3 1 3 3 1 2 3 1 1 1 1 3 4 1 2 3
48 Kamila Rizki Kusumastuti 19 Perempuan 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 1 3 1 3 4 2 3 2
49 Khairunnisa' Nurbaiti 19 Perempuan 4 4 4 4 3 3 3 3 2 4 2 4 4 3 2 3 3 3 4 3 3 1 3 1 3 4 3 4 3
50 Kharisma Ramadhani 19 Laki-laki 2 2 2 2 4 1 1 3 2 3 3 2 1 1 1 1 3 1 2 2 2 2 3 1 3 4 1 2 2
51 Khaulah Ramli 18 tahun Perempuan 4 3 2 2 1 2 4 3 2 2 4 3 1 2 1 4 4 2 3 3 3 1 1 1 2 2 1 1 3
52 kiko hafsah meidasari 19 tahun Perempuan 4 2 3 3 2 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 4 4 1 1 1 1 4 4 4 1 4 4
53 Lalu Muhammad Hudan Nulhaq 19 Laki-laki 3 3 3 3 4 1 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 2 4 3 3 3 3 2 2 2 3 2 3
54 Lisa Salsabila 21 Perempuan 4 4 4 2 2 3 4 4 3 3 3 4 4 4 2 2 4 4 3 3 3 2 3 1 4 4 2 4 3
55 M syahrul Naim 19+ Laki-laki 3 4 2 4 3 1 2 3 2 3 3 4 3 2 3 2 1 4 2 2 2 3 2 1 3 3 2 4 3
56 maulida viaristi 19 Perempuan 4 3 3 3 1 3 2 4 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 1 3 1 4 3 3 4 3
27
57 Meylinda Salsabiila 18 Perempuan 2 3 3 4 2 2 2 3 2 2 2 3 2 3 3 2 3 2 2 3 3 1 2 1 3 4 2 3 2
58 Millatul Izzah W. 18 Perempuan 3 2 1 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 3 3 2 3 1 2 2 2 3 3
59 Mohammad Ghifari Catur Mubaraq 18 Laki-laki 3 2 3 2 4 2 3 3 2 2 2 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 2 3 1 2 4 3 4 2
60 Mohammad Rakan Putra Zazli Agus 18 Laki-laki 2 1 1 3 4 2 1 1 2 4 1 3 1 3 4 3 1 4 2 1 1 4 3 1 3 4 1 4 1
61 Muhammad Wildan Ahimsa Effendi 19 Laki-laki 3 3 2 3 2 1 2 3 1 2 1 3 2 1 4 2 1 3 2 1 1 4 2 1 1 2 1 2 1
62 Mutiara Nur Ikhsani 17 Perempuan 4 2 1 4 3 4 1 3 4 2 1 3 1 3 3 2 1 4 3 1 2 3 2 1 4 4 4 3 3
63 Nasywa Amelia Fitri 18 Perempuan 2 3 3 4 1 1 1 2 3 3 2 4 3 1 3 4 1 2 3 3 1 1 2 1 2 3 1 4 3
64 Noor Qonita M.S 18 Perempuan 4 2 2 3 2 2 3 4 4 2 4 4 4 4 2 3 2 4 2 2 3 3 2 1 3 3 3 4 3
65 Nor Kamaliya 18 Perempuan 3 2 2 3 4 3 2 3 2 3 1 3 3 4 3 2 2 4 2 3 2 2 1 1 3 3 1 4 1
66 Novi Rahmawati 19 Perempuan 3 2 2 3 3 2 2 2 3 3 2 3 3 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 1 2 3 2 3 3
67 Nur Kemal Pasya Mustafa 19 Laki-laki 4 1 2 2 2 3 1 4 2 4 2 4 2 1 4 1 3 3 3 3 3 3 3 1 4 4 2 4 3
68 Nurfittia Oktarini 18 Perempuan 4 3 3 3 2 1 4 3 3 3 2 4 2 2 2 3 2 3 2 3 2 1 2 1 3 4 1 2 1
69 Okta Viana Nanda Prastica 18 Perempuan 3 3 3 4 4 2 1 2 3 3 2 3 4 3 2 4 3 4 2 1 2 2 3 1 4 4 1 3 4
70 Prita prameswari tajudin 18 Perempuan 4 3 3 2 3 2 1 3 2 3 2 3 3 2 3 2 3 2 2 2 3 3 2 1 2 3 2 3 2
71 Putri Halimatus Saadiyah 18 tahun Perempuan 3 3 2 3 4 2 2 2 3 2 2 3 3 2 3 3 2 2 3 3 2 2 2 1 2 2 2 3 2
72 Putri Ragil Dwiyanti 18 Perempuan 3 3 1 3 3 2 3 3 3 2 2 3 2 2 3 2 2 2 3 3 2 2 2 1 2 2 2 3 3
73 Rahma Imani 18 tahun Perempuan 4 3 3 2 3 2 1 3 4 4 3 3 3 3 2 3 2 3 2 1 2 2 3 3 3 3 2 3 3
74 rania rifdahni 19 Perempuan 4 4 4 2 2 2 3 3 4 4 2 3 3 2 1 1 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3 2 3 2
75 Renaldy Rachman Dwi putra 18 Laki-laki 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3
76 Resa Eka Ambela 18 Perempuan 2 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 2 2 3 3 2 2 2 1 2 2 2 2 2
77 Rifan Alamsyah 19 tahun Laki-laki 4 3 4 3 1 4 3 3 3 4 3 3 3 4 2 2 3 2 3 3 3 2 3 1 4 4 3 4 3
78 Rizka Afra Nafisa 18 tahun Perempuan 3 4 4 2 2 2 3 3 3 4 2 3 2 3 2 3 4 3 3 4 3 1 2 2 3 4 1 3 3
79 Roudhotul Jannah 19 tahun Perempuan 3 4 4 3 4 3 2 2 2 3 3 3 3 2 2 4 3 2 2 4 3 2 3 1 2 2 3 4 3
80 Rum Aisha Zahra 19 Perempuan 2 2 4 2 3 3 2 3 3 4 2 3 2 2 2 1 3 3 2 3 3 2 2 1 2 3 3 3 3
81 Sabrina Aisha Nadwikajoylita 18 Perempuan 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 4 2 1 3 1 3 3 3 3 3
82 Sakinah Istiqomah 19 Perempuan 3 2 1 2 3 2 1 2 2 3 1 3 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 3 1 3 2 3 4 3
83 Sakinah Muthmainnah 18 Perempuan 3 4 3 2 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 1 1 1 3 3 3 4 1
84 Salma ahsani kamilah 18 Perempuan 3 4 4 3 4 2 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 4 3 1 2 1 3 2 2 4 2
85 Salsabila A. Hakim 18 Perempuan 4 3 2 4 2 1 2 3 3 2 2 3 3 2 2 3 2 3 3 2 2 2 2 1 3 4 1 2 2
86 Salsabila Putri Widyastuti 19 Perempuan 2 2 2 2 4 2 1 3 2 4 2 3 3 4 1 2 4 2 2 2 2 3 4 1 2 3 2 2 3
87 Sandie Febiastika Ayuwijaya 19 tahun Perempuan 4 4 4 2 3 3 4 4 4 4 4 4 2 2 4 4 4 4 2 4 4 1 3 2 4 4 3 4 3
88 Selvia Nur Huda 18 Perempuan 4 4 4 3 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 1 3 3 4 3 3 2 2 3 1 3 3 3 3 2
89 Shafa Nida Kamilah 18 Perempuan 3 4 4 3 2 3 2 4 2 4 3 4 3 2 2 4 4 4 4 3 3 1 2 1 4 4 3 4 3
90 Silviana Dwi Fitrotul Isma 18 Perempuan 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 3 4 2 4 3 1 4 3 4 4 4 3 3
91 Sintya Adisty Putri 18 Perempuan 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 1 3 2 2 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 2 3 3 3 3
92 Siti Zahra Talani 18 Perempuan 3 2 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 2 2 2 1 3 3 2 2 2 3 3 1 4 4 3 2 3
93 Syafa Rahma Teha 19 Perempuan 2 1 1 1 2 1 2 2 3 3 2 2 1 2 4 2 1 1 1 3 2 3 1 1 1 1 1 2 1
94 Tasya Ananda S. N. 18 Perempuan 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 2 2 2 3 2 3 3 3 3 2 2 1 3 3 3 3 3
95 Tito Avandi Alvarizi 18 Laki-laki 4 4 4 4 4 1 1 4 1 4 1 1 4 1 1 4 1 1 3 1 3 1 1 1 1 4 1 4 1
96 Vannessa Oktavi Tanaka 19 th Perempuan 4 2 2 2 4 3 3 3 3 4 2 4 3 3 2 2 4 2 2 4 3 3 4 1 3 4 3 3 4
97 Vio Melati Gusti Anyarsari 17 tahun Perempuan 4 3 4 2 3 2 2 4 4 3 2 4 4 3 2 1 3 3 3 3 3 2 3 1 4 3 3 4 3
98 Virgie Alaysia Maharani 18 tahun Perempuan 4 2 3 2 4 3 1 3 4 2 2 2 4 3 3 4 3 4 2 2 4 3 4 1 4 4 3 3 4
99 Zeriflita Aura Rinjani 18 tahun Perempuan 3 4 4 3 2 2 2 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 1 3 2 2 3 2
100 Ziada W. A. 19 Perempuan 4 3 3 2 3 2 3 4 4 3 3 4 3 4 2 3 3 4 2 3 2 1 3 1 4 4 2 4 2
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.899 18
28
Item-Total Statistics
Item-Total Statistics
29
Ka13 0.484
Ka14 0.471
Ka15 0.004
Ka16 0.238
Ka17 -0.054
Ka18 0.390
Ka19 0.374
Ka20 -0.114
Ka21 -0.054
Ka22 0.400
Ka23 -0.034
Ka24 0.304
Ka25 0.434
Ka26 0.351
Ka27 -0.148
Ka28 0.393
Ka29 -0.135
Uji Normalitas
Variabel Sig Keterangan Kesimpulan
Efikasi Diri 0,347 Sig>0,05 Normal
Kecemasan 0,470 Sig>0,05 Normal
Akademik
Uji Linieritas
Variabel Deviation from Linierity
Lampiran 10. Uji Validitas Skala Efikasi Diri dan Kecemasan Akademik
Efikasi Diri
Pernyataan rhitung rtabel Sig Kesimpulan
Item 1 0,448 0,444 0,000 Valid
Item 2 0,537 0,444 0,000 Valid
Item 3 0,510 0,444 0,000 Valid
Item 4 0,593 0,444 0,000 Valid
Item 5 0,637 0,444 0,000 Valid
30
Item 6 0,690 0,444 0,000 Valid
Item 7 0,591 0,444 0,000 Valid
Item 8 0,697 0,444 0,000 Valid
Item 9 0,501 0,444 0,000 Valid
Item 10 0,656 0,444 0,000 Valid
Item 11 0,778 0,444 0,000 Valid
Item 12 0,733 0,444 0,000 Valid
Item 13 0,452 0,444 0,000 Valid
Item 14 0,595 0,444 0,000 Valid
Item 15 0,502 0,444 0,000 Valid
Item 16 0,635 0,444 0,000 Valid
Item 17 0,669 0,444 0,000 Valid
Item 18 0,681 0,444 0,000 Valid
Kecemasan Akademik
Pernyataan rhitung rtabel Sig Kesimpulan
Item 1 0,488 0,355 0,000 Valid
Item 2 0,501 0,355 0,000 Valid
Item 3 0,483 0,355 0,000 Valid
Item 4 0,499 0,355 0,000 Valid
Item 5 0,315 0,355 0,001 Valid
Item 6 0,007 0,355 0,944 Tidak Valid
Item 7 0,367 0,355 0,000 Valid
Item 8 0,539 0,355 0,000 Valid
Item 9 0,470 0,355 0,000 Valid
Item 10 0,017 0,355 0,866 Tidak Valid
Item 11 0,421 0,355 0,000 Valid
Item 12 0,518 0,355 0,000 Valid
Item 13 0,569 0,355 0,000 Valid
Item 14 0,554 0,355 0,000 Valid
Item 15 0,119 0,355 0,238 Tidak Valid
Item 16 0,339 0,355 0,001 Valid
Item 17 0,054 0,355 0,596 Tidak Valid
Item 18 0,482 0,355 0,000 Valid
Item 19 0,446 0,355 0,000 Valid
Item 20 -0,012 0,355 0,902 Tidak Valid
Item 21 0,042 0,355 0,678 Tidak Valid
Item 22 0,482 0,355 0,000 Valid
Item 23 0,062 0,355 0,541 Tidak Valid
Item 24 0,385 0,355 0,000 Valid
Item 25 0,521 0,355 0,000 Valid
Item 26 0,446 0,355 0,000 Valid
Item 27 -0,043 0,355 0,667 Tidak Valid
Item 28 0,479 0,355 0,000 Valid
Item 29 -0,037 0,355 0,716 Tidak Valid
31
Lampiran 11. Uji Verifikasi
32
Lampiran 12. Uji Plagiasi
33