LAPORAN PROJECT INSTALASI LISTRIK SEDERHANA
Disusun Oleh:
1. NIA ZULKARNAIN (A1C321017)
2. PUTRI BALQIS AR RASYID (A1C321022)
3. SRI WULANDARI (A1C321024)
Dosen Pengampu
Cicyn Riantoni, [Link]., [Link].
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS JAMBI
2023
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah yang Maha Kuasa atas berkat dan rahmat hidayah-
Nya kami dapat menyelesaikan laporan ini dengan tepat waktu. Adapun tujuan
dari penulisan laporan ini adalah untuk memenuhi nilai tugas mata kuliah
Elektromagnetika.
Kami menyadari bahwa penulisan laporan ini jauh dari kata sempurna sehingga
kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari para pembaca
agar kedepannya laporan ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan, terima
kasih.
Jambi, April 2023
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................................ ii
DAFTAR ISI...................................................................................................................... iii
A. Landasan Teori............................................................................................................ 1
B. Alat dan Bahan ............................................................................................................ 2
C. Prosedur Kerja ............................................................................................................ 3
D. Hasil dan Pembahasan ................................................................................................ 3
E. Kesimpulan ................................................................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 7
LAMPIRAN........................................................................................................................ 8
iii
A. Landasan Teori
Rangkaian listrik (atau rangkaian elektrik) merupakan interkoneksi
berbagai piranti (divais-device) yang secara bersama melaksanakan suatu tugas
tertentu. Tugas itu dapat berupa pemrosesan energi ataupun pemrosesan
informasi. Melalui rangkaian listrik, energi maupun informasi dikonversikan
menjadi energi listrik dan sinyal listrik, dan dalam bentuk sinyal inilah energi
maupun informasi dapat disalurkan dengan lebih mudah ke tempat ia diperlukan
[1]. Rangkaian listrik adalah serangkaian komponen listrik yang dihubungkan
menggunakan kabel dan bertujuan untuk mengalirkan listrik. Secara garis besar,
rangkaian listrik dibagi menjadi dua yaitu rangkaian seri dan rangkaian paralel.
Dilansir dari Encyclopedia Britannica, rangkaian seri adalah rangkaian listrik
yang terdiri dari jalur di mana seluruh arus mengalir melalui setiap komponen.
Aliran listrik dalam rangkaian seri mengalir hanya satu arus. Setiap komponennya
dirangkai satu persatu, menyambungkan ekor komponen ke kepala komponen
lainnya [2].
Menyala atau tidaknya suatu lampu listrik tergantung pada rangkaian
listrik . Rangkaian listrik yang tidak memiliki percabangan kabel, rangkaian
tersebut disebut rangkaian seri. Ketiadaan percabangan kabel pada rangkaian
listrik seri mengakibatkan aliran listrik akan terputus jika salah satu ujung kabel
terputus , sehingga arus tidak ada yang mengalir di dalam rangkaian dan seluruh
lampu akan mati [3]. Rangkaian Seri adalah salah satu rangkaian listrik yang
disusun secara sejajar (seri). Rangkaian seri terdiri dari dua atau lebih beban listrik
yang dihubungkan ke catu daya lewat satu rangkaian [4].
Rangkaian paralel merupakan rangkaian yang disusun secara sejajar. Pada
rangkaian paralel, tegangan pada setiap hambatan adalah sama besar dan arus total
rangkaiannya akan sama dengan jumlah arus yang mengalir dalam setiap
hambatan. Rangkaian paralel dikenal sebagai rangkaian pembagi arus [5].
Menurut [6] rangkaian paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang
disusun secara berderet (paralel) Rangkaian Paralel merupakan salah satu yang
memiliki lebih dari satu bagian garis edar untuk mengalirkan arus. Dalam
kendaraan bermotor, sebagian besar beban listrik dihubungkan secara parallel.
Sifat-sifat rangkaian paralel yaitu:
1
1. Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian paralel, tahanan total
rangkaian mengecil, oleh karena itu arus total lebih besar. (Tahanan total
dari rangkaian paralel adalah lebih kecil dari tahanan yang terkecil dalam
rangkaian).
2. Jika terjadi salah satu cabang tahanan paralel terputus, arus akan terputus
hanya pada rangkaian tahanan tersebut. Rangkaian cabang yang lain tetap
bekerja tanpa terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus tersebut.
3. Masing-masing cabang dalam rangkaian paralel adalah rangkaian individu.
Arus masing-masing cabang adalah tergantung besar tahanan cabang.
4. Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan
sumber.
Lampu lalu lintas adalah suatu alat kendali (kontrol) dengan menggunakan
lampu yang terpasang pada persimpangan dengan tujuan untuk mengatur arus lalu
lintas. Pengaturan arus lalu lintas pada persimpaangan pada dasarnya
dimaksudkan untuk bagaimana pergerakan kendaraan pada masing-masing
kelompok pergerakan kendaraan dapat bergerak secara pergantian sehingga tidak
saling menggangu antar arus yang ada. Ada berbagai jenis kendali dengan
menggunakan lampu lalu lintas di mana pertimbangan ini sangat tergantung pada
situasi dan kondisi persimpangan yang ada seperti volume, geometrik simpang
dan sebagainya [7].
B. Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan rangkaian listrik
pada project ini adalah sebagai berikut.
Alat
1. Gunting : 1 unit
2. Cutter : 1 unit
3. Kuas Cat : 2 unit
Bahan
1. Sterofoam : 1 pcs
2. Lampu bohlam : 3 pcs
3. Fitting lampu : 3 pcs
4. Kabel : 2 meter
2
5. Saklar dua kaki : 3 pcs
6. Baterai jam dinding : 1 pcs
7. Mainan mobil-mobilan : 2 pcs
8. Cat air : 1 pcs
9. Isolasi kabel : 1 pcs
10. Kardus : 1 pcs
C. Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja pada percobaan rangkaian listrik lampu lalu lintas
adalah sebagai berikut.
1. Disiapkan alat dan bahan, kemudian dirangkai rangkaian listrik paralel
seperti gambar dibawah ini menggunakan sakelar, kabel, lampu bohlam.
Gambar 1. Rangkaian listrik pada lampu lalu lintas sederhana.
2. Setelah dirangkai, dihubungkan masing-masing komponen lalu lekatkan
ke kardus menggunakan isolasi. Kemudian, dinyalakan lampu
menggunakan sakelar.
3. Siapkan sterofoam, kemudian dibuat sketsa sesuai keinginan. Diberi cat air
agar sketsa tampak jelas.
4. Apabila semuanya telah selesai, diamati apa yang terjadi pada ketiga
lampu ketika dinyalakan, kemudian disimpulkan hasil percobaan.
D. Hasil dan Pembahasan
Gambar 2. Hasil Project Instalasi Rangkaian Listrik.
3
1. Mengapa rangkaian listrik lampu lalu lintas dibuat dalam bentuk rangkaian
paralel? Apa yang terjadi apabila rangkaian yang digunakan adalah rangkaian
seri?
Pada rangkaian paralel terdapat lebih dari satu jalur yang dilalui arus
listrik. Dengan demikian, satu sumber tegangan dapat membagi arus dan
tegangannya ke dalam beberapa jalur. Pada lampu lalu lintas sederhana,
digunakan tiga buah lampu yang disusun secara bercabang atau paralel, sehingga
ada tiga jalur listrik dalam rangkaian paralelnya. Lampu lalu lintas tidak
menggunakan rangkaian seri karena rangkaian seri tidak dapat menyalakan hanya
satu lampu dari ketiga lampu.
Rangkaian seri hanya memiliki satu jalur. Apabila lampu lalu lintas
disusun dengan rangkaian listrik seri, maka ketiga lampu tersebut akan menyala
secara bersamaan dan ketika satu lampu mati maka lampu yang lain tidak dapat
menyala. Pada rangkaian seri, ketiga lampu diletakkan dalam jalur yang sama
dimana arus listrik masuk ke jalur, ketiga lampu akan menyala dan satu lampu
yang mati akan memutuskan arus yang masuk pada lampu setelahnya. Rangkaian
paralel terdapat lebih dari satu jalur yang dialiri arus listrik. Satu sumber tegangan
dapat membagi arus dan tegangannya ke dalam beberapa jalur. Akibatnya, karena
arus listrik memiliki lebih dari satu jalur yang diambil, rangkaian masih dapat
berfungsi jika satu jalur terputus atau dimatikan.
2. Mengapa lampu lalu lintas dapat menyala secara bergantian dengan rentang
waktu tertentu? dan pada rangkaian paralel kenapa ada terdapat lampu yang
lebih terang dan ada yang redup ?
Cara kerja rangkaian listrik tersebut menggunakan prinsip kerja dari
rangkaian paralel. Mengenai rentang waktu, lampu lalu lintas bekerja secara
otomatis menggunakan sistem Automatic Traffic Light Control System. Dengan
rangkaian paralel tersebut, maka nyala lampu pada rangkaian dapat bergantian.
Misalnya, lampu merah menyala maka lampu kuning dan hijau dapat pula untuk
tidak menyala. Berbeda dengan rangkaian seri yang hanya memiliki satu jalur arus
listrik.
Ketika satu bola lampu lebih terang dari lampu yang lain, hal ini
dipengaruhi oleh hambatan. Hambatan yang dilalui oleh masing-masing arus bisa
4
saja memiliki nilai hambatan yang besarnya berbeda-beda. Dengan adanya
hambatan tersebut mengakibatkan arus listrik mengecil dan nyala lampu menjadi
redup. Rangkaian paralel memiliki tegangan yang sama antar cabangnya, namun
untuk kuat arusnya berbeda-beda.
3. Bagaimana cara kerja arus pada rangkaian listrik lampu lalu lintas?
Pada rangkaian listrik, terdapat sakelar yang fungsinya untuk membuka
dan menutup rangkaian listrik. Dalam hal ini, sakelar dipasang di ketiga jalur
listrik yang letaknya sebelum lampu, sehingga arus yang masuk harus melalui
sakelar terlebih dahulu. Ketika sakelar ditekan, artinya akan terjadi dua hal, untuk
memutus arus atau menghubungkan arus. Artinya, sakelar pada rangkaian listrik
ini berfungsi sebagai mematikan dan menyalakan lampu. Dalam lampu lalu lintas,
pada satu waktu akan menyala satu lampu yang artinya dua lampu lain dalam
keadaan tidak menyala. Pada rangkaian listrik sederhana yang dibuat, sakelar
dapat diatur secara manual. Namun, cara kerja lampu lalu lintas di kehidupan
nyata langsung menggunakan program berbasis teknologi yakni Automatic
Traffic-Light Control System (ATCS). ATCS merupakan sistem berbentuk
rangkaian listrik paralel yang dioperasikan secara otomatis.
Lampu lalu lintas menggunakan rangkaian listrik paralel. Rangkaian listrik
paralel adalah rangkaian yang tersusun atas beberapa komponen dan dihubungkan
serta disusun sejajar. Rangkaian ini dapat terbentuk jika sumber daya energi untuk
semua komponen adalah sama. Rangkaian paralel pada lampu lalu lintas ini
dilakukan secara bergiliran. Arus dan tegangan listrik masuk ke dalam ketiga jalur
secara satu persatu dan menyalakan lampunya masing-masing. Arus yang
mengalir pada ketiga jalur tersebut besarnya bisa berbeda namun memiliki
potensial yang sama. Rangkaian paralel memiliki satu fungsi yaitu menjaga arus
listrik tetap mengalir saat salah satu jalur terputus. Arus terbagi menjadi beberapa
jalur percabangan yang berasal dari beberapa sumber daya mengalir ke satu
keluaran. Makin besar arusnya, semakin terang [Link] yang
diperoleh oleh masing-masing lampu sama dengan tegangan sumber. Kuat arus
yang mengalir pada masing-masing lampu terbagi tergantung pada nilai
hambatannya. Pada rangkaian paralel, tegangan yang diperoleh ketiga lampu
adalah sama, namun kuat arusnya berbeda. Dengan demikian, indikator terang
5
atau redupnya baik dari lampu merah, kuning, dan hijau adalah besar kecilnya
kuat arus yang diterima masing-masing lampu. Pada rangkaian paralel, hambatan
terbagi dalam beberapa buah jalan yang mengalirkan arus listrik, sehingga
hambatan semakin kecil dan arus semakin besar membuat lampu dapat menyala
lebih terang.
E. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan diperoleh bahwasannya rangkaian
listrik paralel dapat diterapkan pada lampu lalu lintas. Lampu lalu lintas sederhana
menggunakan rangkaian paralel yang disusun berderet dan masing-masing lampu
memiliki rangkaian tersendiri yang terhubung ke sumber energi. Rangkaian listrik
paralel mengakibatkan lampu lalu lintas dapat menyala secara bergantian. Dalam
rangkaian paralel, dapat terjadi redup terangnya lampu karena rangkaian paralel
memiliki tegangan yang sama pada setiap jalur namun kuat arusnya yang berbeda
tergantung pada hambatan masing-masing jalur.
6
DAFTAR PUSTAKA
[1] S. S, Analisis Rangkaian Listrik Jilid-1. Bandung: Darpublic, 2012.
[2] I. A.Z and Najamuddin, “Meningkatkan Hasil Belajar IPA dalam
Memahami Rangkaian Listrik Seri Melalui Penerapan Metode Eksperimen
Pada Siswa Kelas VI SDN 1 Mantang,” J. Transform., vol. 9, no. 1, pp. 62–
71, 2023.
[3] Jumini, IPA Terpadu Berbasis Sciencetechnopreneurship. Banyumas: CV
Mangku Bumi Media, 2022.
[4] Rosman, “Karakteristik Arus dan Tegangan Pada Rangkaian Seri dan
Rangkaian Paralel dengan Menggunakan Resistor,” J. Ilm. d’Computare,
vol. 9, no. 2, 2019.
[5] Pratiwi, Rondonuwu, and Noviandini, “Desain Masalah pada Topik
Rangkaian Listrik Untuk Metode Pembelajaran Berbasis Masalah,” J.
Radiasi, vol. 6, no. 1, pp. 55–63, 2015.
[6] Rosman, Risdayana, Yuliani, and Vovi, “Karakteristik Arus dan Tegangan
pada Rangkaian Seri dan Rangkaian Paralel dengan Menggunakan
Resistor,” J. Ilmu d’Computare, vol. 9, pp. 40–43, 2019.
[7] Lubis and Nurlaela, “Pengaruh Pergeseran Waktu Perjalanan Terhadap
Tingkat Pelayanan Jalan di Koridor Jalan By Pass Ngurah Rai Jimbaran,
Bali,” J. Tek. ITS, vol. 7, no. 2, pp. 81–96, 2019.
7
LAMPIRAN
(a). Dokumentasi project instalasi listrik sederhana
(b). Dokumentasi project instalasi listrik sederhana