0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
81 tayangan14 halaman

Strategi Usaha Tomat Ceri IKIFarm

Ringkasan dokumen tersebut adalah sebagai berikut: 1. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan usaha tomat ceri dengan memanfaatkan tomat ceri grade B yang tidak lulus sortasi dan menganalisis kelayakannya secara finansial dan nonfinansial. 2. Hasil produksi tomat ceri IKIFarm antara Januari-Maret 2022 sekitar 40kg tidak lulus sortasi untuk dijual ke hotel dan supermarket. 3. Berdasarkan analisis

Diunggah oleh

Kuro Hige
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
81 tayangan14 halaman

Strategi Usaha Tomat Ceri IKIFarm

Ringkasan dokumen tersebut adalah sebagai berikut: 1. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan usaha tomat ceri dengan memanfaatkan tomat ceri grade B yang tidak lulus sortasi dan menganalisis kelayakannya secara finansial dan nonfinansial. 2. Hasil produksi tomat ceri IKIFarm antara Januari-Maret 2022 sekitar 40kg tidak lulus sortasi untuk dijual ke hotel dan supermarket. 3. Berdasarkan analisis

Diunggah oleh

Kuro Hige
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Vol. 8 No.

2 , Tahun 2022, 211 – 224

JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi)


[Link]
E-ISSN: 2502-5678; P-ISSN: 2502-1400

Strategi Pengembangan Usaha Tomat Ceri pada IKIFarm Hydroponik


Ayutyas Sayekti1, Fara Festy Welia2
1,2
Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor, Bogor, Indonesia
Email korespondensi: 1ayutyassa@[Link]

Riwayat Artikel:
ABSTRAK
Diterima: Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan ide strategi pengembangan
12 September 2022 usaha tomat ceri dengan menafaatkan toamt ceri yang tidak lulus sortasi serta
Direvisi: menganalisis kelayakan pengembangan berdasarkan aspek finansial dan non
17 Oktober 2022 finansial. Terdapat kurang lebih 40 kg setiap kali panen selama bulan Januari-
Disetujui: maret 2022 yang tidak lolos sortasi penjualan ke hotel maupun supermarket.
30 Desember 2022 Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis
SWOT, IFE dan EFE serta analisis kelayakan usaha dan analisis laba rugi.
Klasifikasi JEL:
Berdasarkan analisis yang terletak pada kuadran 1 maka perlu dilakukan
L 1, O 12
pengembangan pada tomat ceri dengan memanfaatkan tomat ceri yang tidak
Kata kunci: lolos sortasi dijadikan permen tomat ceri. Berdasarkan analisis kelayakan usaha
internal factors evaluation & dilihat dareiu NPV, IRR, Net B/C dan gross B/C dikatakan layak untuk dijalankan
external factors evaluation; dengan payback period 2 tahun 2 bulan dan laba bersih yang dihasilkan sebesar
permen tomat ceri; strategi Rp 7.582.139 pada tahun pertama dan Rp 9.564.179 pada tahun selanjutnya.
pengembangan; switching Berdasarkan analisis switching value terdapat pengaruh waktu pemgembalian
value; SWOT jika adanya kenaikan harga bahan baku dan penurunan produksi.

Keywords: ABSTRACT
This research aimed to formulate an idea for a cherry tomato business
internal factors evaluation &
development strategy by utilizing cherry tomatoes that did not pass the sorting
external factors evaluation;
and to analyze the development feasibility based on financial and non-financial
cherry tomato candy;
aspects. There were approximately 40 kg of each harvest during January-March
development strategy;
2022 that did not pass the sorting of sales to hotels and supermarkets. The
SWOT; switching value
analytical methods used in this research were SWOT, IFE and EFE analysis,
business feasibility analysis, as well as profit and loss analysis. Based on the
Cara mensitasi: analysis located in quadrant 1, it is necessary to develop cherry tomatoes by
Sayekti, A. & Welia, F. F. utilizing the cherry tomatoes that did not pass the sorting by processing them
(2022). Stretegi into cherry tomato candies. Based on the business feasibility analysis seen from
Pengembangan Usaha Tomat the NPV, IRR, Net B/C, and gross B/C, this development strategy is feasible to
Ceri Pada IKIFarm run with a payback period of 2 years and 2 months and the net profit generated
Hydroponik. JIMFE (Jurnal is Rp 7.582.139 in the first year and Rp 9.564.179 in the following year. Based
Ilmiah Manajemen Fakultas on the switching value analysis, there is an effect of payback time if an increase
Ekonomi), 8(2), 211 – 224. in raw material prices and a decrease in production occur.
[Link]
fe.v8i2.6078

211
Ayutyas Sayekti: Strategi Pengembangan Usaha …

PENDAHULUAN
Tomat Ceri merupakan tanaman hortikultura yang memiliki kandungan protein, karbohidrat, serat, energi,
vitamin A dan E lebih tinggi dibandingkan dengan tomat sayur. Tomat ceri merupakan varietas tomat yang
bernilai ekonomis tinggi. Kebutuhan akan tomat ceri mulai meningkat seiring dengan permintaan
konsumen mengkonsumsi sebagai buah meja maupun dalam bentuk olahan seperti tomat ceri kalengan,
pasta, permen dan jus. Berdasarkan Fitriani dkk. (2020) Buah tomat mengandung serat yang berfungsi
memperlancar proses pencernaan makanan dalam perut. Budidaya tanaman tomat ceri umumnya telah
dilakukan secara konvensional. terdapat beberapa masalah dalam budidaya secara konvensional,
diantaranya lahan pertanian yang semakin sempit karena banyaknya alih fungsi lahan pertanian untuk
pembangunan yang bersifat industri seperti pembangunan mall, gedung-gedung tinggi, perumahan dan
lain sebagainya (Sarido 2017). Budi daya tomat sering terkendala penyakit tular tanah oleh karena itu
dibutuhkan metode tanam yang efektif dan efisien seperti sistem tanam hidroponik. Teknik tanam
hidroponik mampu meningkatkan hasil tanaman per satuan luas sampai lebih dari sepuluh kali, bila
dibandingkan dengan teknik pertanian konvensional, Praktik budidaya tanaman hidroponik telah banyak
diterapkan, terutama pada pertanian di perkotaan (Wahyuningsih, 2016).
IKIFarm merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam budidaya sayur dan buah
hidroponik. Salah satu produk yang dihasilkan oleh IKIFarm adalah tomat ceri. Tomat ceri yang dihasilkan
dikelompokkan menjadi 2 klasifikasi yaitu grade A dan grade B. Produk grade A merupakan produk yang
memiliki kualitas dan standar yang ditentukan oleh IKIFarm sehingga produk A tersebut merupakan
produk yang layak untuk dipasarkan ke hotel dan supermarket mitra yang berada di sekitar kota Bogor.
Pada tomat ceri produk grade B merupakan produk yang tidak memenuhi mutu produk di IKIFarm. Hasil
produksi tomat ceri dari bulan januari hingga maret 2022 kurang lebih terdapat 100 kg dengan klasifikasi
60 kg yang digolongkam grade A dan 40 kg digolongkan pada grade B setiap panen.
Produk tomat ceri grade B merupakan produk yang tidak memenuhi mutu produksi untuk dijual
ke mitra perusahaan. Tomat yang tidak lulus sortasi menyebabkan penumpukan produk pada perusahaan.
Tomat merupakan komoditi yang mempunyai sifat mudah rusak dan tidak dapat disimpan lama, karena
setelah dipanen buah tomat terus mengalami perubahan akibat adanya pengaruh fisiologis dan
mikrobiologis. Tomat ceri grade B dapat dimanfaatkan serta meningkatkan nilai tambah jika diolah
menjadi permen tomat ceri. Pengolahan tomat ceri dapat dijadikan alternatif solusi untuk mencegah
kerusakan pada tomat dan dapat memperpanjang umur simpan pada tomat. Permen tomat ceri
merupakan camilan sehat karena berbahan dasar buah yang dicampurkan dengan gula tanpa bahan
pengawet. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan ide strategi pengembangan usaha tomat ceri
dengan memanfaatkan tomat ceri yang tidak lulus sortasi serta menganalisis kelayakan pengembangan
berdasarkan aspek finansial dan non finansial.

KAJIAN LITERATUR
Tomat Ceri
Tomat ceri merupakan buah yang berasal dari Peru dan Chilli bagian utara, bentuk tomat ceri bulat dan
lonjong cenderung lebih kecil dibandingkan tomat sayur. Varietas tomat ceri memiliki rasa yang lebih
manis dan memiliki kandungan protein, karbohidrat, serat, energi, vitamin A dan E lebih tinggi dibanding
tomat sayur. Buah tomat juga mengandung serat yang berfungsi memperlancar proses pencernaan
makanan dalam perut (Fitriani 2012). Kendala yang dihadapi pada produk tomat ceri keterbatasan
teknologi budidaya dan kurangnya informasi teknologi, seperti benih, nutrisi, media tanam, pupuk yang
belum optimal, pemangkasan cabang atau pengaturan jumlah cabang utama, penjarangan buah atau
pengurangan buah, serta pola tanam yang belum tepat (Santoso, 2019).

212
Vol. 8, No. 2, Tahun 2022

Hidroponik
Kelebihan budidaya hidroponik adalah produksi tanaman lebih tinggi, serangan hama dan penyakit
berkurang, dan hasil panen yang berkelanjutan. Pada umumnya tanaman yang dibudidayakan secara
hidroponik pertumbuhannya lebih cepat dan pemakaian pupuk yang digunakan lebih efisien. Teknik kerja
tanaman secara hidroponik sudah terstandarisasi sehingga lebih memudahkan pekerjaan dan
penggunaan tenaga kerja kebun yang lebih efisien (Paoki, [Link]. 2021).

Produksi
Luas produksi adalah jumlah produk yang harus diproduksi untuk mencapainya keuntungan optimal.
Sebuah perusahaan menghasilkan berbagai macam produk yang akan dipasarkan. Dalam menentukan
luas produksi sangat penting. Dari segi ekonomis yang dilihat adalah beberapa jumlah produk yang akan
dihasilkan dalam ketentuan waktu dengan biaya paling efisien. (Kasmir dan Jakfar 2020). Strategi ini
sangat diperlukan agar bisnis dapat mengikuti perkembangan permintaan pasar secara cepat yang berarti
dapat menjaga agar saingan baru tidak mudah mendapatkan kedudukan di pasar (Nurmalina dkk. 2014).
Proses produksi yang berkelanjutan dapat menekankan risiko kerugian akibat fluktuasi harga dan
efektivitas tenaga kerja yang lebik baik lagi dibandingkan dengan sistem produksi terputus-putus.
Lokasi bisnis untuk perusahaan industri mencakup dua pengertian, yakni lokasi dan lahan pabrik
serta lokasi dan lahan bukan pabrik. Pengertian dari keduanya menunjukan pada lokasi tersebut untuk
kegiatan yang secara langusng tidak ada kaitan dengan proses produksi, yaitu meliputi lokasi bangunan
administrasi, pemasaran dan perkantoran. Variabel yang perlu diperhatikan saat pemilihan lokasi bisnis
ada dua, yaitu variabel utama dan bukan variabel utama (Nurmalina dkk. 2014). Variabel utama, yaitu
terdiri dari ketersediaan bahan baku, letak pasar yang dituju, tenaga listrik dan air, supply tenaga kerja,
fasilitas transportasi. Variabel bukan utama terdiri dari hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia,
iklim, sikap masyarakat, dam rencana masa depan perusahaan.

Pengukuran Variabel
Adapun yang menjadi konsep pengukuran variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama,
penentuan strategi melalui SWOT dan IFE, EFE. Kedua, biaya produksi yang dikeluarkan dalam pembuatan
permen tomat ceri meliputi; biaya tetap, biaya variable. Ketiga, asumsi pada perencanaan finansial pada
pendirian unit bisnis baru, yaitu: (1) umur bisnis yang akan dijalankan yaitu 5 tahun berdasarkan umur
ekonomis mesin pengering tomat; (2) tingkat discount factor sebesar 3,5% merupakan tingkat suku bunga
bank Indonesia; (3) modal yang digunakan merupakan modal sendiri tanpa melakukan pinjaman dari
pihak bank; (4) pajak penghasilan sebesar 0,5% berdasarkan PP Nomor 23 Tahun 2018; (5) seluruh biaya
investasi dilakukan pada tahun pertama, dan re-investasi dilakukan sesuai dengan umur ekonomis; (6)
produksi Sweet Cher pada tahun pertama sebanyak 2.560 cup dan pada tahun ke-2 sampai tahun ke-5
sebanyak 3.072 cup; (7) produksi dilakukan satu kali seminggu yaitu dimulai dari hari senin hingga hari
rabu; (8) harga bahan baku merupakan harga jual yang berlaku pada saat kajian ini disusun, kemungkinan
harga dapat berubah-ubah; (9) pasar yang dituju adalah toko oleh-oleh yang berada di kota Bogor; (10)
harga jual satu cup yang direncanakan adalah Rp24.000,00 dengan berat bersih 100 gram; (11) pada tahun
pertama, kegiatan produksi ini dilakukan selama 10 bulan karena 2 bulan sebelumnya merupakan waktu
persiapan bisnis, untuk tahun ke-2 sampai ke-5 kegiatan produksi dilakukan selama 12 bulan; (12) sumber
pembiayaan Pengembangan bisnis permen tomat ceri menggunakan modal sendiri yang diperoleh dari
hasil budi daya tanaman hortikultura. Kebutuhan dari biaya investasi dan biaya operasional
diperhitungkan seusai asumsi-asumsi kebutuhan modal awal pendirian usaha yaitu sebesar Rp75.079.760.
Rumusan ide pengembangan bisnis yang akan dilakukan pada IKIFarm berdasarkan permasalahan
yang muncul yaitu belum adanya penanganan tomat ceri grade B. Permasalahan yang muncul bisa

213
Ayutyas Sayekti: Strategi Pengembangan Usaha …

menjadi peluang perusahaan untuk mengembangkan ide bisnis seperti pendirian unit bisnis tomat ceri
grade B menjadi permen. Ide pengembangan bisnis menggunakan faktor kelemahan dengan
memanfaatkan peluang (strategi W-O). faktor kelemahan yang didapatkan dari analisis internal adalah
karakteristik tomat ceri yang mudah rusak, sehingga memiliki peluang yang dianalisis dari faktor eksternal
untuk mendirikan unit bisnis olahan dari tomat ceri grade B yang bisa meningkatkan pendapatan
perusahaan.

Gambar 1. Kerangka Berpikir Strategi Pengembangan Bisnis Tomat Ceri Pada Iki Farm Hidroponik

METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian kulaitatif dan kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif.
Penelitian dilakukan pada perusahaan IKIFarm yang bergerak dibidang hidroponik didirikan pada tahun
2020. Data yang digunakan menggunakan berupa data primer dan data sekunder. Pengumpulan data
primer dilakukan dengan wawancara dengan 100 responden, diskusi, kepada pemilik perusahaan, serta
pihak-pihak terkait dengan perusahaan. Pengumpulan data sekunder berupa laporan keuangan dari
IKIFarm. Metode analisis yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif
digunakan untuk menganalisis SWOT, IFE dan EFE, aspek produksi, aspek pasar dan pemasaran, aspek
organisasi dan aspek manajemen, aspek sumber daya manusia dan aspek kolaborasi. Sedangkan metode
kuantitatif digunakan untuk menganalisis suatu usaha dari sisi finansial. Analisis finansial yang digunakan
dalam pengembangan bisnis ini adalah analisis laba rugi, analisis cash flow, analisis kriteria investasi dan

214
Vol. 8, No. 2, Tahun 2022

switching value. Metode ini bertujuan untuk memperoleh strategi yang digunakan perusahaan untuk
mengembangkan usaha, menghasilkan ide bisnis yaitu Strategi Pengembangan Usaha Tomat Ceri pada
IKIFarm Hydroponik Kabupaten Bogor.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Perusahaan IKIFarm yang bergerak dibidang hidroponik didirikan pada tahun 2020. IKIFarm berlokasi di
Perumahan Telaga Kahuripan Cluster LPU Blok D4 No 6. Jl. Raya Parung, Kel. Tegal, Kec. Kemang, Bogor,
Jawa Barat 16310. Perusahaan memiliki luas lahan total 2400 m2 , untuk luas greenhouse 1600 m2 dan
memiliki 1.250 titik tanam lahan buah. Perusahaan IKIFarm telah melakukan kegiatan produksi secara
bertahap untuk memenuhi permintaan konsumen. IKIFarm menggunakan metode hidroponik (NFT)
Nutrient Film Technique dan (DFT) Deep Flow Technique, kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan
tomat ceri dan sayuran yang berkualitas baik, diantaranya pengadaan input, kegiatan budi daya serta
kegiatan panen dan pasca panen.
Sumber daya fisik yang dimiliki oleh perusahaan memiliki 12.400 titik tanam untuk sayuran hidroponik
NFT sementara untuk tomat ceri menggunakan metode DFT yang memiliki 1.250 titik tanam, alat
transportasi yang dimiliki adalah satu unit mobil untuk pengiriman sayur, pembelian bahan baku. Tenaga
kerja yang dimiliki perusahaan sudah berkompeten di bidang pertanian karena sering diberikan pelatihan,
dengan jumlah karyawan sebanyak 5 orang. Pengembangan bisnis permen tomat ceri menggunakan
modal sendiri yang diperoleh dari hasil budi daya tanaman hortikultura. Kebutuhan dari biaya investasi
dan biaya operasional diperhitungkan seusai asumsi-asumsi kebutuhan modal awal pendirian usaha yaitu
sebesar Rp75.079.760. Hasil analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman SWOT yang dimiliki
berdasarkan analisis internal dan eksternal perusahaan terdapat pada Tabel 1.

Tabel 1. Matriks SWOT Perusahaan IKIFarm Tahun 2022


Peluang (Opportunity) Strategi S-O Strategi W-O
1. Adanya perizinan usaha 1. Peningkatan produksi 1. Melakukan peningkatan perluasan
2. Pertumbuhan jumlah penduduk yang sayuran hidroponik pasar melalui kerjasama dengan
semakintinggi dan tomat ceri perusahaan (W4, W5, O2, O4, O7)
3. Peningkatan minat masyarakat hidroponik (S1, S2, 2. Pendirian unit bisnis olahan
terhadap sayurandan tomat ceri S3,O3, O4, O5, O10) permen tomat ceri dengan
hidoponik pemanfaatan tomat grade B (W1,
4. Kesadaran masyarakat dengan pola W2, W3, O1, O3, O4, O5, O6)
hidup yangsehat 3. Melakukan pemasaran
5. Mendirikan unit bisnis dari produk dengan pengoptimalan sosial media
tomat ceri Instagram sebagai sarana pomosi
(W7, W8, O8, O9)
6. Gaya hidup masyarakat yang
menyukai produkolahan
7. Perkembangan teknologi,
informasi
dankomunikasi
8. Kemajuan informasi di era digital
marketingdalam memperluas pasar
9. Penggunaan internet meningkat
dimasa pademi
covid-19
10. Memiliki hubungan baik dengan
pelanggan danpemasok
11. Perusahaan hidroponik baru yang

215
Ayutyas Sayekti: Strategi Pengembangan Usaha …

lebih memilihuntuk bekerja sama

Ancaman (Threats) Strategi S-T Strategi W-T


1. Inflasi yang menyebabkan kenaikan 1. Menambah kerjasama 1. Melakukan pengorganisasian dan
harga dengan mitra untuk pengawasan kegiatan perusahaan
mengetahui potensi secara maksimal (W5, W7, T2, T6)
2. Persaingan pasar sayuran dan
buah secaraonline meningkat pasar (S8, T2, T5)
3. Perubahan cuaca yang tidak menentu
4. Tingkat pesaing usaha yan tinggi
5. Kenaikan biaya input
6. Produk sejenis yang memiliki harga
lebih murah

Berdasarkan analisis internal dan eksternal dan dilakukan evaluasi didapatkan nilai berdasarkan
wawancara mendalam dengan pihak perusahaan didapatkan nilai IFE sebesar 3,24 pada sumbu X dan nilai
pembobotan EFE sebesar 2,62 pada sumbu Y yang didapatkan dari perusahaan. Titik potong pada matriks
IFE dan EFE menunjukkan bahwa perusahaan berada pada sel I yaitu Grow and Build. Terdapat 2 strategi
dalam sel 1 yaitu strategi intensif dan strategi integratif. Strategi intensif terdiri dari penetrasi pasar,
pengembangan pasar, dan pengembangan produk sedangkan strategi integrasi terdiri dari integrasi ke
depan, belakang, dan horizontal. Berdasarkan hasil matriks IE maka strategi yang diambil yaitu strategi
intensif berupa pengembangan produk. Pengembangan produk yang dilakukan yaitu permen tomat ceri.
Matriks dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Matriks IFE & EFE pada perusahaan IkiFarm tahun 2022

Rumusan ide pegembangan bisnis


Ide pengembangan bisnis berdasarkan analisis SWOT dan matriks IE difokuskan pada strategi weakness-
opportunities. Pendirian unit bisnis olahan manisan tomat ceri dengan pemanfaatan tomat grade B.
Kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan IKIFarm yaitu adanya tomat grade B yang memiliki kualitas
tomat ceri kurang baik. Maka dari itu kelemahan tersebut bisa dimanfaatkan menjadi peluang bisnis
dengan dijadikannya tomat grade B menajadi permen tomat ceri.

216
Vol. 8, No. 2, Tahun 2022

Perencanaan Produk
Produk yang akan dikembangkan pada perusahaan IKIFarm yaitu produk cemilan berupa permen tomat
ceri. Pengolahan tomat menjadi permen memiliki tujuan meningkatkan nilai ekonomi pada produk dan
membuat produk turunan untuk perusahaan agar mendapatkan peningkatan pendapatan melalui
penjualan permen tomat ceri. Permen tomat ceri merupakan makanan cemilan dengan bahan baku utama
yaitu tomat ceri hidroponik. Tomat yang akan digunakan yaitu tomat grade B, tomat grade B memiliki fisik
yang tidak memenuhi standarisasi pasar, walaupun kondisi tomat ini tidak terlalu bagus namun masih bisa
diolah dan di konsumsi karena kondisinya relatif baik. Berikut perbandingan tomat grade A dan grade B
dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3. Perbandingan Tomat Grade A dan Grade B

Pengolahan permen adalah salah satu bentuk makanan yang banyak disukai oleh masyarakat.
Rasanya yang manis bercampur dengan rasa khas buah, sangat cocok untuk dinikmati dibeberapa
kesempatan. Bahan baku yang digunakan untuk permen ini adalah tomat ceri dan bahan baku
penunjangnya menggunakan gula sebagai pengawdkkami. Hasil dari pengolahan permen tomat ceri ini
hampir menyerupai kurma baik dari segi rasa, warna dan bentuk. Produk permen tomat ceri ini tidak
menggunakan bahan pengawet yang membuat permen menjadi lebih unggul dibandingkan produk lain.
Produk dikemas dalam cup dengan berat bersih 150 gr. Pengemasan permen tomat ceri harus
memperlihatkan fungsi utama yaitu harus dapat mempertahankan produk agar bersih, memberikan
perlindungan pada bahan pangan terhadap kerusakan fisik, air, oksigen dan sinar.

Perencanaan dan Pemasaran


Perencanaan pemasaran merupakan pemasaran usaha yang akan dilakukan dalam bidang pemasaran,
dengan menggunakan sumber daya yang ada dalam suatu perusahaan, guna mencapai tujuan dan sasaran
tertentu. Kondisi pasar pengolahan permen tomat ceri termasuk dalam pasar monopolistik karena
terdapat diferensiasi produk, permen tomat ceri memiliki saingan penjualan yang serupa tetapi memiliki
perbedaan pada pengemasan, bentuk, manfaat dan kualitas. Dalam hal ini, permen tomat ceri yang di
olah harus memiliki keunggulan yang lebih baik di banding pesaing, Sweet cher ini memiliki keunggulan
karena tomat yang dipakai adalah tomat ceri hidroponik yang memiliki kesegaran lebih baik dibanding
tomat sayur yang di olah menjadi permen. Terdapat pesaing permen tomat ceri yang menjual berkisar
18.000 rupiah.
Terdapat beberapa permintaan pada produk turunan tomat ceri yang ditujukan pada perusahaan
IKIFarm berdasarkan survey pada toko oleh-oleh di Kota Bogor dengan permintaan 64 cup setiap
minggunya yang disesuaikan dengan kapasitas produksi dan ketersediaan bahan baku. Data permintaan
permen tomat ceri di Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 2.

217
Ayutyas Sayekti: Strategi Pengembangan Usaha …

Table 2. Data Permintaan Tomat Ceri di Kota Bogor


No. Jenis Permintaan (Cup)
1 Rumah Talas Bogor 10
2 Saripakuan 10
3 Oleh-oleh khas Bogor 10
4 Apparel-Unchal 10
5 Sari Barokah 10
6 Priangan sari 14
Total 64

Strategi Pemasaran
Stategi pemasaran yang dilakukan pada pendirian unit bisnis baru perusahaan IKIFarm yaitu strategi
pemasaran STP (Segmentation, Targeting, Positioning) dan bauran pemasaran 4P atau marketing mix
meliputi produk (product), harga (price), tempat (place) dan promosi (promotion).

Segmentasi Pasar
Segementasi pasar terdiri dari tiga jenis yaitu segmentasi pasar berdasarkan geografis, demografis dan
psikologis. IKIFarm melakukan segmentasi pasar berdasarkan aspek geografis, dalam memasarkan produk
permen tomat ceri yaitu kepada wilayah Jabodetabek terutama lokasi produksi. Segmentasi pasar
berdasarkan demograsi yaitu berdasarkan usia dari mulai anak-anak usia 6-10 tahun, remaja usia 15-24
tahun dan dewasa dari mulai usia 24-46 tahun serta dengan kelas sosial menengan hingga kalangan atas.
Psikologis konsumen berdasarkan gaya hidup dan berkaitan dengan masyarakat yang menyukai produk
yang praktis, mempunyai gaya hidup sehat serta menyukai produk olahan.

Target Pasar
Target pasar dari permen tomat ceri adalah masyarakat wilayah bogor dan para pengunjung IKIFarm
dengan usia 6-46 tahun yang memiliki gaya hidup sehat dan memiliki minat terhadap produk olahan yang
terbuat dari tomat ceri dan para pengunjung yang ingin membawa buah tangan.

Penempatan Produk
Produk permen tomat ceri IKIFarm sebagai permen yang terbuat dari tomat ceri dan memiliki rasa manis
seperti kurma sehingga permen tomat ceri ini memiliki daya tarik tersendiri karena rasanya. Produk
permen tomat ceri ini memiliki tagline “Sweet Cher”. Hal ini didasarkan karena pada perusahaan IKIFarm
akan menghasilkan produk permen tomat ceri yang memiliki citra rasa manis alami dan rasa yang
menyerupai kurma serta mengandung manfaat yang baik bagi tubuh dan aman untuk dikonsumsi.

Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran 4P atau marketing mix yaitu product, price, place dan promotion. Berikut adalah
bauran pemasaran 4P permen tomat ceri.

Produk (product)
Produk yang dihasilkan dari ide pengembangan bisnis ini adalah permen tomat ceri dengan merek dagang
“SWEET CHER”. Permen tomat ceri ini berbahan baku utama tomat ceri hidroponik, produk permen tomat
ceri ini memiliki rasa yang manis seperti kurma dan memiliki manfaat yang cukup baik untuk dikonsumsi,
produk permen tomat ceri dikemas dalam cup bening dan setiap cup diisi oleh 100gr per cup. Permen
tomat ceri bertahan dalam 2 minggu dalam keadaan tertutup dan di taro didalam kulkas.

218
Vol. 8, No. 2, Tahun 2022

Harga (price)
Harga jual untuk 100gram permen tomat ceri yaitu sebesar Rp. 18.000 per cup. Penetapan harga jual
tersebut didasarkan oleh perhitungan Harga pokok Produksi (HPP).
Tahun pertama
Total biaya operasional
Harga pokok produksi = (1)
Jumlah produksi

53.819.760
= 2560
= 21.023,3

Harga jual = HPP+ (HPP x Mark up)


= 21.023,3 + (21.023,3 x 12,2%)
= 23.583

Tahun ke 2-10
Total biaya operasional
Harga pokok produksi = Jumlah produksi

64.115.760
= 3072 = 20.871
Harga jual = HPP + (HPP x Mark up)
= 20.871 +(20.871 x 14,7%)
= 23.943

Tempat (place)
Lokasi usaha pembuatan permen tomat ceri berada di perusahaan IKIFarm yang berlokasi di perumahan
Telaga Kahuripan Cluster LPU blok D4 No 6. Jl. Raya parung, Kel Tegal, Kec. Kemang, Bogor, Jawa Barat
Berikut saluran distribusi permen tomat ceri.

Gambar 4. Saluran Pemasaran Permen Tomat Ceri

Gambar 4 menunjukan aluran pemasaran permen tomat ceri yaitu terdapat saluran distribusi,
saluran pertama yaitu toko oleh-oleh yang berada di Kota Bogor saluran kedua dipasarkan melalui e
commerce seperti instagram dan whatsApp, saluran ketiga dipasarkan melalui konsumen akhir yang
membeli langsung di perusahaan saat ada kunjungan ke perusahaan IKIFarm. Pendistribusian permen
tomat ceri ke toko oleh-oleh menggunakan mobil perusahaan dan untuk biaya transportasi akan
dikeluarkan oleh perusahaan.

219
Ayutyas Sayekti: Strategi Pengembangan Usaha …

Promosi (promotion)
Promosi merupakan upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk dengan tujuan menarik
calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsi. Pada pendirian unit bisnis baru ini, melakukan
kegiatan promosi secara langsung (personal selling) yaitu dengan cara memperkenalkan permen tomat
ceri ke toko oleh-oleh. Selain itu promosi yang dilakukan dengan menggunakan media sosial seperti
memposting snapgram di instagram serta aplikasi WhatsApp dengan menggunakan pengoptimalan
media sosial dampak berdampak pada pengenalan produk kepada konsumen maupun calon pembeli serta
peningkatan pembelian menurut Sayekti (2021).

Proses Produksi
Alur proses produksi permen tomat ceri dimulai dari persiapan bahan baku sampai siap kemas dan
dipasarkan dapat dilihat pada Gambar 5. Pengolahan permen tomat dilakukan satu minggu satu kali
produksi dengan waktu hari yaitu senin, selasa, jumat dan sabtu untuk kegiatan produksi dimulai dari
prapoduksi sampai pengemasan dan hari sabtu pengiriman produk permen tomat ceri ke konsumen.

Gambar 5. Alur Proses Produksi Permen Tomat Ceri

Kapasitas Produksi
Kapasitas produksi untuk sweet cher disesuaikan dengan permintaan namun disesuaikan juga dengan
kemampuan perusahaan dalam memproduksi. Permintaan untuk satu kali produksi toko oleh-oleh
sebanyak 64 cup. Produk permen tomat ceri ini didistribusikan ke enam toko oleh-oleh dimana
perusahaan sudah menyesuaikan permintaan terhadap produk tersebut. Pada tahun ke-1 perusahaan
dapat memproduksi sebanyak 2.560 cup dengan tingkat kegagalan sebesar 3% dan pada tahun ke 2
sampai tahun ke-5 dapat memproduksi sebanyak 3.072 cup produk dengan tingkat kegagalan 2% karena
sudah dilakukan pengecekan ulang sebelum produk dipasarkan.

Tabel 3. Kapasitas Produksi Sweet Cher


Produksi per tahun Penjualan per
Tahun ke- Tingkat kegagalan
(cup) tahun (cup)
1 2.560 3% 2.483
2-5 3.072 2% 3.010

220
Vol. 8, No. 2, Tahun 2022

Perencanaan Sumber Daya Manusia


Perencanaan sumber daya manusia pada unit bisnis pengolahan permen tomat ceri membutuhkan 1
orang kepala bagian pengolahan dan 2 orang perempuan bagian produksi serta 1 orang laki-laki bagian
pemasaran. Perekrutan tenaga kerja untuk unit bisnis pengolahan permen tomat ceri diprioritaskan untuk
masyarakat sekitar perusahaan dan juga sudah memiliki kompetensi agar memperkuat manajemen dan
kinerja organisasi serta usaha yang didukung oleh pernyataan Sayekti dkk (2018).

Perencanaan Kolaborasi
Kolaborasi merupakan perencanaan kerjasama yang akan dilakukan oleh perusahaan dari bentuk kerja
sama yang melahirkan kepercayaan, integritas, dan terobosan melalui pencapaian konsensus,
kepemilikan, dan keterpaduan pada semua aspek organisasi (Kaloh 2007). Kolaborasi yang akan
dilkakukan pada pendirian unit bisnis permen tomat ceri yaitu bekerjasama dengan toko oleh-oleh
disekitar Bogor dan bekerja sama dengan distributor gula pasir agar harga gula bisa lebih murah selain itu
perusahaan juga akan bekerja sama dengan toko plastik yang berada dikota Bogor yaitu toko plastik VBI
untuk kegiatan packing seperti plastik permen dan cup.
Perencanaan Finansial
Perencanaan finansial dalam pendirian unit bisnis sweet cher digunakan untuk menentukan bagaimana
jumlah dan sumber dana yang diperlukan dalam proses membangun dan menajalankan bisnis.
Perencanaan bisnis perlu dilakukan untuk mengetahui pendapatan yang diperoleh perusahaan apabila
melakukan perencanaan bisnis. Penerimaan berasal dari penjualan permen tomat ceri dan nilai sisa yang
di masukan pada tahun terakhir umur bisnis. Penerimaan yang dihasilkan dari penjualan permen tomat
ceri pada tahun pertama berbeda dengan tahun ke 2-5. Hal tersebut dikarenakan pada tahun pertama
penjualan permen tomat ceri hanya dilakukan selama 9 bulan. Arus penerimaan pendirian unit bisnis
terdapat pada Tabel 4.

Tabel 4. Arus Penerimaan Permen Tomat Ceri


Total penerimaan
Tahun ke- Jumlah produksi (cup) Harga per cup (Rp)
pertahun (Rp)
1 2.560 24.000 61.440.000
2-5 3.072 24.000 73.728.000

Biaya Investasi
Biaya investasi yang dikeluarkan untuk pendirian unit bisnis pengolahan permen tomat ceri yaitu sebesar
Rp21.260.000. nilai sisa pada biaya investasi pendirian unit bisnis permen tomat ceri Rp 2.126.000 dengan
nilai penyusutan pertahun adalah Rp 2.339.760. dalam biaya investasi terdapat tambahan pembelian
mesin pengering, showcase, dan meja stainless steel. Biaya investasi tidak hanya dikeluarkan pada awal
pendirian usaha tetapi dapat juga dikeluarkan pada saat tahun berjalan yang disebut dengan re-investasi.

Biaya Operasional
Biaya operasional termasuk semua biaya produksi, pemeliharaan dan lainnya yang menggambarkan
pengeluaran untuk menghasilkan produksi yang digunakan bagi setiap proses produksi dalam satu
periode kegiatan poduksi. Biaya operasional terdiri atas dua komponen utama yakni biaya variabel dan
tetap (Nurmalina dkk, 2014). Biaya variabel merupakan biaya yang besar kecilnya selaras dengan
perkembangan produksi atau penjualan setiap tahun. Total biaya variabel unit bisnis permen tomat ceri
pada tahun ke-1 sebesar Rp35.040.000 dan terjadi peningkatan kuantitas produksi pada tahun ke 2-5
sebesar Rp42.048.000. Biaya tetap yang diperlukan pada tahun awal pengembangan unit bisnis tomat ceri

221
Ayutyas Sayekti: Strategi Pengembangan Usaha …

sebesar Rp18.779.760 dan tahun ke2-5 sebesar Rp22.067.760 seiring dengan peningkatan produksi yang
meningkat.

Analisis Laporan Laba Rugi


Laporan laba rugi adalah salah satu komponen dari laporan keuangan suatu perusahaan yang berisi total
pendapatan dan total pengeluaran di perusahaan pada periode tertentu (Nurmalina dkk, 2014). Laporan
laba rugi disusun untuk menggambarkan kinerja suatu perusahaan dalam upaya mencapai tujuan
perusahaan pada periode tertentu. Berikut merupakan laporan laba rugi unit bisnis permen tomat ceri
pada perusahaan IKIFarm pada Table 5.

Tabel 5. Laba Rugi Pendirian Unit Bisnis Permen Tomat Ceri


Uraian Tahun (Rp)
Penerimaan 1 2-5
Penjualan 61.440.000 73.728.000
Total penerimaan 61.440.000 73.728.000
Biaya
Biaya tetap 18.779.760 22.067.760
Biaya variable 35.040.000 42.048.000
Total biaya 53.819.760 64.115.760
Laba bersih sebelum pajak (EBT) 7.620.240 9.612.240
Pajak 0,5% 38.101 48.061
Laba bersih setelah pajak (EAT) 7.582.139 9.564.179

Analisis Kelayakan Usaha (Cash flow)


Cash flow disusun untuk melihat perubahan kas dalam satu periode tertentu mengenai perubahan kas
tersebut dengan menunjukan dari mana sumber-sumber kas dan penggunaan-penggunaannya
(Nurmalina dkk 2014). Untuk melakukan analisis cash flow digunakan beberapa kriteria investasi
kelayakan usaha sebagai berikut: Net Present Value (NPV), Net benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate
of Return (IRR), dan Payback Period (PP). berdasarkan analisis kelayakan usaha pengolahan permen tomat
ceri pada perusahaan IKIFarm, rencana pengembangan bisnis yang akan dilakukan layak terdapat pada
Tabel 6.

Tabel 6. Kriteria Investasi Permen Tomat Ceri


No Uraian Kriteria kelayakan Nilai Keterangan
1 NPV >0 Rp26.431.468 Layak
2 IRR > 3,5% 82% Layak
3 Net B/C >1 3,4 Layak
4 Gross B/C >1 1,1 Layak
5 payback period < Umur bisnis 2 tahun 2 Bulan Layak

Berdasarkan hasil perhitungan cash flow pada Tabel 6. Dihasilkan kriteria investasi sebagai
berikut. Net Present Value (NPV) yang diperoleh dari kelayakan investasi sebesar Rp26.431.468 yang
artinya keuntungan bersih selama umur bisnis tersebut yaitu selama 5 tahun. Hasil tersebut menyatakan
bahwa pendirian unit bisnis permen tomat ceri dikatakan layak karena lebih besar dari 0 (NPV > 0). Internal
Rate of Return (IRR) yang diperoleh sebesar 82% dimana semakin besar nilai yang diperoleh maka tingkat
pengembalian terhadap perusahaan semakin besar. Hasil nilai tersebut lebih besar dari discount rate yang
digunakan yaitu 3,5% dari tingkat suku bunga deposito BI artinya pendirian unit bisnis permen tomat ceri

222
Vol. 8, No. 2, Tahun 2022

ini dikatakan layak. Net B/C yang diperoleh sebesar 3,4 dikatakan layak karena Net B/C > 1 artinya setiap
Rp 1 yang dikeluarkan akan memperoleh manfaat bersih sebesar Rp3,4.
Hasil perhitungan Gross B/C melebihi syarat kriteria yaitu > 1 dimana Gross B/C yang diperoleh
dari pendirian unit bisnis permen tomat ceri ini sebesar 1,1 yang dimana hasil tersebut merupakan
perbandingan antara biaya yang dikeluarkan dengan manfaat yang didapat. Pendirian unit bisnis tersebut
layak untuk dijalankan. Payback Period (PP) yang diperoleh berdasarkan dari perhitungan cash flow waktu
yang dibutuhkan untuk pendirian unit bisnis dalam pengembalian investasi adalah 2 tahun 2 Bulan 12
Hari. Dimana pendirian usaha permen tomat ceri ini layak untuk dijalankan karena hasil Payback period
tidak melebihi umur bisnis yaitu 5 tahun.

Analisis Switching Value


Analisis switching value dari pendirian unit bisnis permen tomat ceri ini dilakukan dengan tujuan untuk
mengetahui batas toleransi kelayakan suatu usaha terhadap beberapa kondisi yang membuat perubahan
pada kelayakan usaha permen tomat ceri. Analisis switching value pada unit bisnis ini dilakukan terhadap
dua kondisi, yaitu kenaikan biaya variabel pada harga tomat dan penurunan produksi permen tomat ceri.
Berikut table analisis switching value permen tomat ceri pada Tabel 7.

Tabel 7. Analisis Switching Value Permen Tomat Ceri


Persentase NPV IRR Net Gross Payback
Komponen
(%) (Rp) (%) (B/C) B/C period
Kenaikan harga bahan 31,61 0 3,5 1 1 5
baku
Penurunan produksi 8,9 0 3,5 1 1 5

Pada hasil switching value menunjukan batas toleransi maksimal pada kenaikan harga bahan baku
sebesar 31,61% dan batas toleransi maksimal pada penurunan produksi permen tomat sebesar 8,9%. Pada
kedua kondisi tersebut payback period yang diperoleh 5 tahun. Sehingga jika terjadi kenaikan harga bahan
baku dan penurunan produksi akan mempengaruhi waktu pengembalian.

KESIMPULAN
Rumusan ide pengembangan bisnis ini didapatkan dari analisis SWOT yang mengkombinasikan antara
weakness (kelemahan) dan opportunity (peluang). Dengan demikian strategi yang dapat diambil oleh
perusahaan adalah pengembangan produk permen tomat ceri untuk memanfaatkan produk tomat ceri
grade B yang tidak laku terjual karena tidak memenuhi standarisasi pasar, agar tidak terjadi
penumpukan di perusahaan dan perusahaan dapat meningkatkan pendapatan pada perusahaan.
Berdasarkan hasil analisis non finansial yaitu bisnis permen tomat ceri dikatakan layak untuk dijalankan.
Berdasarkan hasil analisis finansial yaitu perhitungan cash flow, pendirian unit bisnis permen tomat ceri
layak dijalankan berdasarkan kriteria NPV > 0 dengan nominal Rp26.431.468, dan IRR > DR yaitu 82%,
nilai net B/C > 1 dan gross B/C > 1 serta modal dapat kembali ketika umur bisnis yaitu 2 tahun 2 bulan
12 hari. Didapatkan juga terdapat toleransi maksimal pada kenaikan harga bahan baku dan penurunan
produksi jika perusahaan memproduksi permen tomat ceri.

DAFTAR PUSTAKA
Fitriani, E. (2012). Untung Berlipat Budidaya Tomat di Berbagai Media Tanam. Yogyakarta: Pustaka Baru
Press.
Fitriani. Evayanti, Y., & Isnaini, N. (2020). Pemberian Jus Tomat Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu
Hamil Trimester III Tahun 2019. Jurnal Kebidanan, 6(2).

223
Ayutyas Sayekti: Strategi Pengembangan Usaha …

Kaloh, J. (2007). Mencari Bentuk Otonomi Daerah: Suatu Solusi dalam Menjawab Kebutuhan Lokal dan
Tantangan Global (2nd ed.). Jakarta: Rineka Cipta.
Nurmalina R, Sarianti T, Karyadi A. (2014). Studi Kelayakan Bisnis. Bogor (ID): PT Penerbit IPB Press.
Paoki, N., Benu, N., & Tangkere, E. (2021). Analisis Pendapatan “Tomat Ceri’’ Teknik Hidroponik Usaha
Urban Hydrofarm Di Batu Kota Kecamatan Malalayang Kota Manado. Agri-SosioEkonomi
Unsrat, 17(3), 819–824.
[PP] Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. (2018). Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Usaha
Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.
[Link]
Santoso, P. (2019). Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat Cherry [(Lycopersicum Esculentum
Mill, Var. Cerasiforme Alef)] Asal Stek Tunas Pada Berbagai Media Tanam Serta Pemberian Pupuk
Cair Bio-Slurry. Universitas Muhammadiyah Malang.
Sarido, La. (2017). Uji Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) dengan Pemberian Pupuk
Organik Cair pada Sistem Hidroponik. Jurusan Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Kutai
Timur. 17(1), 65.
Sayekti, A., Sukmawati, A., & Najib, M. (2018). Strategi Peningkatan Kompetensi Manajer Industri Kecil
dan Menengah (IKM) Logam di Kabupaten Bogor. Jurnal Manajemen Teknologi, 17(3), 231–243.
[Link]
Sayekti, A., & Syifa, N. (2021). Optimalisasi website unit bisnis menggunakan pendekatan business model
canvas. JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi), 7(2), 255–270.
[Link]
Wahyuningsih, A. (2016). Komposisi Nutrisi dan Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman
Pakcoy (Brassica rapa L.) Sistem Hidroponik. Jurnal Budidaya Pertanian, 4(8), 596.

224

Anda mungkin juga menyukai