0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan9 halaman

Manajemen Pergudangan di PT Tinta Kreatif

Teks tersebut membahas analisis manajemen pergudangan pada PT Tinta Kreatif Bandung. Gudang perusahaan tersebut belum dikelola dengan baik sehingga barang sulit dicari. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan prinsip pengawasan, pemeliharaan, dan penyimpanan barang di gudang perusahaan. Hasilnya menunjukkan penerapan manajemen pergudangan belum maksimal dan perlu penyesuaian seperti pengaturan t

Diunggah oleh

Kuro Hige
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan9 halaman

Manajemen Pergudangan di PT Tinta Kreatif

Teks tersebut membahas analisis manajemen pergudangan pada PT Tinta Kreatif Bandung. Gudang perusahaan tersebut belum dikelola dengan baik sehingga barang sulit dicari. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan prinsip pengawasan, pemeliharaan, dan penyimpanan barang di gudang perusahaan. Hasilnya menunjukkan penerapan manajemen pergudangan belum maksimal dan perlu penyesuaian seperti pengaturan t

Diunggah oleh

Kuro Hige
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 5 No 2, Juni 2022

E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 1214-1226


DOI : [Link]

Analisis Manajemen Pergudangan pada PT Tinta Kreatif Bandung

Janadi Rammelsbergi Thamrin


Politeknik LPKIA Bandung
janadithamrin@[Link]

Abstrak Penelitian dilaksanakan di PT Tinta Kreatif Bandung yang merupakan


perusahaan BTL (Below the Line) yang berfungsi untuk membantu
memasarkan produk dari perusahaan-perusahaan rekanan pada
konsumen yang berada pada tingkat bawah. Perusahaan melakukan
kerjasama agar produk yang dihasilkan dapat dipromosikan secara
langsung kepada masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui bagaimana penerapan manajemen pergudangan di
perusaahan tersebut, karena gudang yang ada di PT Tinta Kreatif
Bandung belum dimanfaatkan secara maksimal karena belum adanya
pengaturan yang baik sehingga karyawan kesulitan untuk menemukan
barang yang dicari. Metode penelitian menggunakan deskriptif analisis
untuk mengetahui kondisi yang ada di lapangan secara apa adanya.
Data diperoleh dengan melakukan observasi secara langsung di lokasi
penelitian untuk mengetahui kondisi riil dan wawancara dilakukan
terhadap para pekerja di perusahaan tersebut untuk menggali
permasalahan yang telah dialami selama ini. Penelitian manajemen
pergudangan di PT Tinta Kreatif Bandung dilaksanakan untuk
mengetahui bagaimana prinsip pengawasan, prinsip pemeliharaan, dan
prinsip penyimpanan yang diterapkan di dalam gudang. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen pergudangan di
PT Tinta Kreatif Bandung masih belum dilaksanakan secara maksimal
sehingga perlu diadakan penyesuaian dan penambahan terharap
penggunaan form, pembagian jadwal kerja serta pengaturan tata letak
gudang.

Kata Kunci Gudang, Tata Letak Barang dan Manajemen Pergudangan

I. PENDAHULUAN
Dalam sebuah perusahaan, penjualan adalah hal yang paling krusial karena
dengan penjualanlah sebuah produk dapat terjual dan memberikan pemasukan bagi
perusahaan yang dapat digunakan untuk berbagai macam kegiatan operasional yang
sangat menentukan sustainability sebuah perusahaan. Ada kalanya dalam melakukan
pemasaran produk, sebuah perusahaan membutuhkan bantuan dari perusahaan lain yang
secara independent memiliki kemampuan pemasaran yang baik. PT Tinta Kreatif
Bandung merupakan perusahaan event organizer BTL (below the line) dimana
perusaahaan tersebut melakukan kegiatan penjualan maupun promosi dalam skala
cakupan terbatas yang menyasar pada konsumen tingkat pengecer dengan tujuan agar
konsumen tertarik untuk membeli atau menggunakan produk tersebut. Adapun cakupan
wilayah operasional PT Tinta Kreatif Bandung berada di area Jawa Barat. PT Tinta
Kreatif Bandung telah melakukan kerjasama dengan berbagai macam perusahaan

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 1205


Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 5 No 2, Juni 2022
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 1214-1226
DOI : [Link]

seperti PT Wingsfood, PT Unicharm, dll. Adapun produk yang dipromosikan oleh PT


Tinta Kreatif Bandung terdiri dari berbagai macam jenis, seperti produk makanan,
minuman, obat-obatan hingga produk perawatan tubuh.
Promosi yang dilakukan PT Tinta Kreatif Bandung adalah dengan cara membuka
stand di pasar maupun di pusat keramaian dengan sales promotion girl (spg) yang
bertugas menawarkan produk langsung kepada konsumen. Dengan banyaknya jenis
produk yang dikelola dari berbagai macam perusahaan membuat banyak barang yang
terdapat di dalam gudang. Gudang sebagai tempat menyimpan barang tentunya harus
benar-benar diperhatikan dan dikelola dengan baik, baik itu dari segi temperatur,
kelembaban, kebersihan dan keamanan. Dengan pengelolaan yang baik maka barang
yang disimpan di dalam gudang dapat terhindar dari risiko kerusakan maupun
kehilangan.
Gudang yang terdapat di PT Tinta Kreatif Bandung terdiri dari tiga ruangan akan
tetapi tidak tertata dan tidak ada pengaturan barang yang jelas sehingga produk-produk
yang berasal dari perusahaan rekanan yang siap untuk didistribusikan dicampurkan
dengan barang properti kegiatan operasional milik PT Tinta Kreatif Bandung seperti
karpet, genset, sound system, partisi dll. Kondisi tersebut tentunya menimbulkan
berbagai macam kendala dalam melaksanakan kegiatan di dalam gudang terutama
penyimpanan barang dan pengambilan barang. Dengan kondisi yang tidak tertata
dengan baik akhirnya menimbulkan kesulitan dalam pencarian barang sehingga
membutuhkan waktu yang relatif lama untuk menemukan barang yang dibutuhkan.
Kondisi tersebut apabila dibiarkan akan menimbulkan ketidakefisienan dari segi waktu
yang pada akhirnya dapat merugikan perusahaan.
Berdasarkan penelitian Noerfajr & Suliantoro (2016), dinyatakan bahwa dalam
rangka memudahkan pengelolaan gudang PT Sandang Asia Maju Abadi dibutuhkan
penerapan aturan untuk keluar masuk barang. Sistem pengklasifikasian persediaan dapat
diaplikasikan berdasarkan kecepatan gerak barang dengan penyusunan barang dengan
kecepatan pergerakan yang tertinggi diletakkan dekat dengan pintu masuk maupun
keluar agar penanganan barang dapat dilakukan dengan mudah.
Menurut penelitian Pitoy, Jan, Sumarauw (2020) mengenai Analisis Manajemen
Pergudangandengan, pengaturan penempatan barang di dalam gudang harus ditata
dengan rapi serta barang yang ditumpuk harus seimbang. Tujuan dari pengaturan
keseimbangan pada penumpukan barang memiliki maksud tersendiri yaitu agar tercipta
efektifitas dan efisiensi kerja sehingga terbentuk aktivitas pergudangan secara
maksimal. Selain itu dapat mengurangi terjadinya kecelakaan kerja dan secara tampilan
dapat meningkatkan estetika ruangan gudang pada Paris Superstore Kotamobagu.

LANDASAN TEORI
1. Gudang
Gudang merupakan suatu fasilitas yang terdapat dalam sebuah pabrik yang
mempunyai fungsi sebagai tempat untuk menyimpan bahan baku untuk kegiatan
produksi, maupun sebagai tempat untuk menyimpan produk hasil produksi yang siap
untuk dijual kepada konsumen (Hadiguna, 2009).
Dalam sebuah pabrik terdapat berbagai macam gudang dengan fungsinya yang
berbeda, yaitu: a) Gudang operasional, merupakan tempat untuk menyimpan bahan
baku yang akan digunakan untuk kegiatan produksi, serta barang setengah jadi yang
masih memerlukan kegiatan proses produksi; b) Gudang perlengkapan, merupakan
tempat untuk menyimpan berbagai macam perkakas, sparepart, pelumas yang

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 1206


Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 5 No 2, Juni 2022
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 1214-1226
DOI : [Link]

digunakan untuk kepentingan perbaikan dan maintenance mesin produksi; c) Gudang


pemberangkatan, merupakan tempat untuk menyimpan barang hasil produksi yang
sudah jadi yang siap untuk dikirimkan ke pasar/ konsumen; d) Gudang musiman,
merupakan gudang yang disewa oleh sebuah pabrik untuk kepentingan penyimpanan
barang yang tidak tertampung pada saat momen tertentu dimana permintaan produk
meningkat (Warman, 2012).
Walaupun gudang memiliki fungsi utama sebagai tempat penyimpanan barang,
akan tetapi di dalam gudang terdapat berbagai macam kegiatan yang dapat dilakukan.
Gudang memiliki berbagai jenis kegiatan utama, yaitu: a) Penerimaan (receiving), yaitu
kegiatan menerima bahan baku yang telah dipesan perusahaan dari supplier, melakukan
pengecekan atas bahan baku yang diterima, dan mengirimkan bahan baku ke bagian
produksi untuk diproses menjadi barang jadi; b) Penyisihan (put away), yaitu kegiatan
menyimpan bahan baku yang dikirim oleh supplier sesuai dengan tempat yang sudah
ditentukan berdasarkan tata letak barang yang telah didesain; c) Penyimpanan (storage),
yaitu penyimpanan barang jadi hasil produksi di tempat yang telah disiapkan; d)
Pengepakan (packaging), pada beberapa perusahaan ada yang melakukan kegiatan
pengepakan dan pemberikan label harga di dalam gudang; e) Pengambilan pesanan
(order picking), yaitu pengambilan barang hasil produksi sesuai dengan jumlah dan
jenis barang yang diminta oleh costomer (Hadiguna, 2009).
Pada dasarnya gudang tidak memberikan perubahan/ penambahan nilai suatu
barang secara langsung baik itu dari segi rasa, desain, kemasan dll. Di dalam gudang
tidak ada proses transformasi/ proses produksi, yang terjadi adalah kegiatan
transportasi/ perpindahan barang dari satu lokasi ke lokasi lainnya (Harsono & Masya,
2020).

2. Tata letak barang


Tata letak penyimpanan barang merupakan penempatan barang yang sudah
disusun pada lokasi-lokasi tertentu dengan memperhatikan berbagai macam kegiatan
operasional yang ada di dalam gudang. Dalam merancang tata letak penyimpanan
barang ada prinsip utama yang harus diperhatikan, yaitu bentuk dan karakteristik
barang, banyaknya barang yang keluar dan masuk dalam satu periode, cara pemindahan
barang, alat yang digunakan untuk memindahkan barang, dan ukuran tempat
penyimpanan barang (Hadiguna, 2009).
Tata letak barang yang terdapat dalam gudang sangat mempengaruhi tingkat
keefektifan dan keefisienan. Pengaturan penyimpanan barang di dalam gudang dapat
diklasifikasikan dalam dua jenis, yaitu berdasarkan material barang dan pergerakan
aliran barang di dalam gudang. Penerapan tata letak barang dalam gudang yang sesuai
dengan klasifikasi akan memberikan dampak yang positif dalam pelaksanaan kegiatan
di dalam gudang serta akan terlihat lebih rapi, bagus serta barang akan lebih mudah
untuk dikeluarkan (Nokas, 2019).
Penempatan posisi letak barang di dalam gudang dapat ditentukan berdasarkan
klasifikasi barang menurut kecepatan aliran gerak barang. Barang yang termasuk dalam
kategori slow moving diletakkan pada posisi bagian gudang yang sulit dicapai,
dikarenakan barang tersebut jarang digunakan. Barang yang termasuk dalam kategori
fast moving diletakkan pada bagian yang mudah dicapai bahkan kondisinya cukup
terbuka sehingga akan lebih mudah dalam mengambil barang, karena barang tersebut
sering digunakan. Pola penyimpanan berdasarkan klasifikasi kecepatan barang akan

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 1207


Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 5 No 2, Juni 2022
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 1214-1226
DOI : [Link]

memberikan kemudahan pada saat pengambilan barang sehingga tingkat efisiensi


pekerjaan dalam gudang menjadi lebih tinggi (Kusuma, 2017).
Terdapat prinsip dasar dalam pengaturan tata letak di dalam pabrik, yaitu: a)
Integrasi secara keseluruhan tata letak fasilitas pabrik sehingga dapat memengaruhi
kegiatan produksi; b) Jarak pemindahan bahan yang paling dekat, sehingga dapat
menghemat waktu pemindahan bahan; c) Membuat aliran kerja menjadi lebih lancar,
dengan berusaha untuk menghilangkan adanya gerakan membalik (back-tracking),
gerakan yang memotong (cross movement), dan adanya kemacetan (congestion) ; d)
Memberikan jaminan keamanan dan keselamatan dalam bekerja sehingga dapat
berpengaruh terhadap suasana kerja yang memuaskan dan menyenangkan; e) Mampu
menyesuaikan dengan berbagai macam perubahan di bidang komunikasi, teknologi,
serta kebutuhan customer (Yamit, 2011).

3. Manajemen Pergudangan
Perancangan manajemen gudang memiliki tujuan untuk mengendalikan berbagai
macam kegiatan yang ada di dalam gudang sehingga akan didapatkan penghematan dari
segi biaya, keefektifan dalam kegiatan penyimpanan dan pengeluaran barang dari
gudang, serta memberikan kemudahan dalam mencari informasi barang di gudang
secara akurat (Rahardjo, 2017).
Dalam mengelola gudang terdapat tiga prinsip yang harus diterapkan, yaitu: a)
Prinsip pengawasan, ketika ada barang yang keluar/ masuk gudang harus menggunakan
sistem administrasi barang/ pencatatan karena sangat berpengaruh pada keamanan
barang dan mencegah adanya kehilangan; b) Prinsip pemeliharaan, berfungsi agar
barang yang disimpan di dalam gudang tidak mudah rusak; c) Prinsip penyimpanan,
dapat menjamin barang yang dibutuhkan selama kegiatan produksi berlangsung akan
selalu tersedia (Hadiguna, 2009).

III. METODOLOGI PENELITIAN


Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode analisis deskriptif
dimana data mengenai manajemen pergudangan dikumpulkan dalam bentuk deskripsi
(uraian) atau menggambarkan hasil data yang diperoleh dengan apa adanya dengan
tidak berkeinginan untuk melakukan generalisasi.
Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara: a) Interview
(wawancara) untuk mengetahui lebih mendalam mengenai fenomena yang terjadi di
lokasi penelitian dengan pegawai yang bekerja di bagian yang diteliti sehingga
didapatkan gambaran dan informasi dengan pihak yang berhubungan secara langsung;
b) Observasi dengan melakukan pengamatan secara langsung mengenai kondisi real
yang ada di lapangan sehingga kita dapat mengetahui proses kerja dan kondisi
lingkungan kerja yang akan dibahas.

IV. HASIL PENELITIAN


Penerapan prinsip pengelolaan gudang pada PT Tinta Kreatif Bandung adalah
sebagai berikut:
1. Prinsip Pengawasan
Pengawasan merupakan hal yang sangat penting terutama di dalam gudang,
karena kegiatan tersebut berfungsi untuk menjamin keberadaan barang yang disimpan di
dalam gudang. Dengan pengawasan yang baik maka dapat mencegah terjadinya
kehilangan barang. Penerapan prinsip pengawasan secara administrasi di dalam gudang

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 1208


Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 5 No 2, Juni 2022
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 1214-1226
DOI : [Link]

PT Tinta Kreatif Bandung sudah dilakukan dengan cara melakukan pencatatan terhadap
setiap barang yang masuk ke dalam gudang menggunakan form microsoft excel.

Gambar 4.1 Buku Persediaan Gudang PT Tinta Kreatif Bandung

Buku persediaan gudang yang ada di PT Tinta Kreatif Bandung masih terdapat
kekurangan yang harus diperbaiki yaitu tidak adanya keterangan mengenai lokasi
tempat penyimpanan barang yang berfungsi untuk memudahkan karyawan dalam
mencari barang tersebut. Selain itu PT Tinta Kreatif Bandung belum menggunakan
kartu stok barang yang berfungsi untuk mencatat setiap adanya kegiatan barang yang
masuk dan keluar sehingga informasi mengenai stok barang yang ada di dalam gudang
akan selalu update. Pada saat ini yang dilakukan oleh PT Tinta Kreatif Bandung untuk
mengetahui jumlah barang yang ada di dalam gudang adalah dengan melakukan stock
opname setiap satu minggu sekali. Hal tersebut tidak efektif dan efisien karena
membutuhkan waktu yang banyak dan tidak dapat mengetahui history dari barang yang
ada di dalam gudang. Oleh karena itu PT Tinta Kreatif Bandung sudah seharusnya
untuk mulai menambahkan penggunaan kartu stok barang di dalam gudang, adapun
kartu stok barang yang diusulkan adalah sebagai berikut:

Gambar 4.2 Usulan Kartu Stok Barang

2. Prinsip Pemeliharaan

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 1209


Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 5 No 2, Juni 2022
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 1214-1226
DOI : [Link]

Setiap barang yang disimpa di gudang harus dipelihara dengan baik untuk
menghindari kerusakan barang yang akhirnya dapat merugikan perusahaan. Banyak hal
yang harus diperhatikan pada saat penyimpanan barang, mulai dari temperatur,
kelembaban, kebersihan dan keamanan gudang. Pada saat ini di PT Tinta Kreatif
Bandung prinsip pemeliharaan kurang diperhatikan, hal ini terjadi karena kekurangan
karyawan di bagian gudang sehingga kegiatan pemeliharaan gudang dipegang oleh
bagian admin gudang. Akibatnya kegiatan pemeliharaan hanya dilakukan satu bulan
sekali, dimana dilakukan pengecekan terhadap kondisi barang yang ada di dalam
gudang untuk mengetahui apakah barang tersebut masih layak atau tidak. Untuk
mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melibatkan bagian lain untuk
melakukan pemeliharaan gudang dengan membuat jadwal piket sehingga pemeliharaan
dapat dilakukan secara rutin dan semua orang yang ada di perusahaan ikut terlibat dan
memiliki tanggung jawab untuk menjaga aset perusahaan bersama-sama. Untuk
penerapannya adalah dengan membuat jadwal piket pemeliharaan gudang sebagai
berikut:

Gambar 4.3 Usulan Daftar Ceklist Piket Pemeliharaan Gudang

3. Prinsip Penyimpanan
Kegiatan penyimpanan barang di dalam gudang memiliki aspek yang sangat
penting karena berfungsi untuk menjamin kelancaran dan keselamatan kerja karyawan.
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah:
a. Menentukan lokasi penyimpanan barang yang tepat. Penentuan lokasi penyimpanan
harus berdasarkan kriteria dari barang yang akan disimpan, sehingga dapat
memaksimalkan pemanfaatan gudang dan memudahkan dalam pencarian barang
yang dibutuhkan.
b. Menentukan cara penyimpanan barang. Dengan menerapkan hal tersebut maka akan
memudahkan pegawai dalam kegiatan penyimpanan dan pengambilan barang dari
gudang sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara efektif dan efisien karena
pekerjaan tersebut diselesaikan dengan cepat (Putra, 2020).
Di dalam gudang PT Tinta Kreatif Bandung terdapat dari tiga ruangan untuk
menyimpan barang, akan tetapi pada saat ini belum dilakukan pengaturan penyimpanan
barang sehingga seluruh barang yang ada di dalam gudang dicampurkan dengan tidak
memperhatikan spesifikasi barang tersebut. Usulan penyelesaian masalahnya adalah
sebagai berikut:

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 1210


Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 5 No 2, Juni 2022
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 1214-1226
DOI : [Link]

Gambar 4.4 Usulan Tata Letak Gudang

Posisi gudang pengimpanan properti perusahaan disimpan di lokasi paling jauh


dari pintu masuk gudang, hal ini dikarenakan barang-barang tersebut masuk dalam
kategori lambat karena jarang digunakan/ jarang terjadi kegiatan keluar masuk barang.
Sedangkan gudang penyimpanan barang distribusi berada pada posisi yang dekat
dengan pintu masuk gudang, hal ini disebabkan barang tersebut masuk dalam kategori
cepat karena sering terjadi aktivitas keluar masuk barang.
Untuk memaksimalkan kapasitas penyimpanan di dalam gudang, sebaiknya
menggunakan rak bertingkat sehingga barang dapat ditumpuk hingga bagian atas. Pada
saat ini barang yang terdapat di gudang PT Tinta Kreatif hanya disimpan di bawah
dengan menggunakan alas palet sehingga jumlah barang yang dapat ditumpuk hanya
dalam jumlah yang terbatas, karena apabila melebihi batas tumpukan maka barang yang
berada di posisi paling bawah akan rusak.

Gambar 4.5 Usulan Penggunaan Rak di Dalam Gudang

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian PT Tinta Kreatif Bandung masih belum maksimal
dalam menerapkan manajemen pergudangan, sehingga harus dilakukan beberapa

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 1211


Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 5 No 2, Juni 2022
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 1214-1226
DOI : [Link]

perbaikan dan penambahan yaitu pada prinsip pengawasan, PT Tinta Kreatif diusulkan
untuk menggunakan kartu stok barang sehingga perusahaan dapat memantau setiap
aktivitas yang ada di dalam gudang sehingga jumlah barang dapat dipantau setiap saat.
Pada prinsip pemeliharaan, PT Tinta Kreatif diusulkan untuk melakukan pemeliharaan
gudang secara bersama-sama dengan karyawan bagian lain kemudian membuat
pengaturan dengan cara membuat jadwal piket pemeliharaan gudang sehingga gudang
dapat terjaga kebersihannya setiap hari. Pada prinsip penyimpanan, PT Tinta Kreatif
diusulkan untuk melakukan penataan ulang pada penempatan barang di dalam gudang
untuk efektivitas kegiatan keluar masuk barang serta penggunaan rak panyimpan barang
yang berfungsi untuk memaksimalkan kapasitas penyimpanan barang di dalam gudang
sehingga barang dapat disimpan hingga posisi atas, sehingga daya tampung barang di
dalam gudang akan bertambah.

UCAPAN TERIMA KASIH


Terimakasih saya ucapkan kepada PT Tinta Kreatif Bandung dan seluruh
karyawan, mahasiswa bimbingan atas bantuannya, rekan dosen atas diskusinya dan
keluarga atas supportnya selama ini.

DAFTAR PUSTAKA
H.W.W. Pitoy., A.B.H. Jan., J.S.B. Sumarauw. (2020). Analisis Manajemen
Pergudangan pada Gudang Paris Superstore Kotamobagu. Jurnal EMBA, Vol.8 No.3
Juli 2020, Hal. 252 -260

Hadiguna, Rika Ampuh. (2009). Manajemen Pabrik: Pendekatan Sistem Untuk


Efisiensi dan Efektivitas. Jakarta. Bumi Aksara.

Harsono, Gatot & Masya, Fajar. (2020). Analisa Dan Perancangan SistemManajemen
Gudang Pada Perusahaan Jasa Maklon/E-Contract Manufacturing (Studi Kasus:
[Link] Satrya Jaya). JUSIBI-(JURNAL SISTEM INFORMASI DAN E-BISNIS).
Volume 2, Nomor 2, Maret 2020.

Kusuma, Erens Feliciano. (2017). Perbaikan Manajemen Pergudangan Plant B di PT


XYZ. Jurnal Titra, Vol. 5, No. 2, Juli 2017, pp. 211-218

L. Noerfajr dan H. Suliantoro. (2016). Usulan Perancangan Tata Letak Gudang dengan
Menerapkan Sistem Management Warehouse di PT. Sandang Asia Maju Abadi.
Industrial Engineering Online Journal, vol. 5, no. 4, Nov. 2016.

Nokas., et al. (2019). Perbaikan Sistem Manajemen Pergudangan Rak Barang Jadi.
Jurnal Titra, Vol. 7, No. 2, 269-274.

Rahardjo, Benedictus. (2017). Perancangan Sistem Manajemen Gudang Material


Penunjang di PT XYZ. J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri, Vol. 12, No. 2, 127-136.

Putra, G.A. (2020). Manajemen Gudang Sparepart PT Sinergining Adhi Selaras


Menggunakan Metode 5S dan ABC. Jurnal Optimasi Teknik Industri, Vol. 02 No. 01,
24-29.

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 1212


Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah Vol 5 No 2, Juni 2022
E-ISSN : 2599-3410 | P-ISSN : 1214-1226
DOI : [Link]

Warman, John. (2012). Manajemen Pergudangan. Jakarta. PT Pustaka Sinar Harapan.

Yamit, Zulian. (2011). Manajemen Produksi dan Operasi. Yogyakarta. Ekonisia.

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Washliyah Sibolga 1213

Anda mungkin juga menyukai