Jurnal Ilmiah Bisnis, Pasar Modal, dan UMKM Volume. 1, No.
2, Desember 2018
E- SUPPLY CHAIN MANAGEMENT : EFISIENSI PEMASARAN RANTAI
PASOK DAGING SAPI DI KABUPATEN BANYUWANGI
A A Gde Satia Utama
Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, PSDKU UNAIR Di Banyuwangi
E-mail: [Link]@[Link]
Desy Arista
Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, PSDKU UNAIR Di Banyuwangi
E-mail: desyarista25@[Link]
Hafis Alvaro
Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, PSDKU UNAIR Di Banyuwangi
E-mail: [Link]-2014@[Link]
Ari Fachruddin
Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, PSDKU UNAIR Di Banyuwangi
E-mail: [Link]-2014@[Link]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan E-Supply Chain Management pada
rantai pasokan daging sapi di Kabupaten Banyuwangi sebagi upaya memperpendek alur
rantai pasok dan upaya efisiensi pemasaran. Daging sapi merupakan salah satu makanan
yang mengandung protein tinggi yang sering dikonsumsi oleh masyarakat khususnya di
Indonesia. Konsumsi daging mengalami penurunan dari sebelumnya 6,1% pada 2013
menjadi 5,3% pada 2014. Supply chain daging sapi merupakan konsep mekanisme yang
berkaitan dengan aliran produk, aliran keuangan informasi dalam proses distribusi sapi
potong hidup menjadi daging sapi. Metode penelitian ini deskriptif dengan pendekatan
metode kualitatif.
Kata kunci : daging sapi, e- supply chain management, banyuwangi
PENDAHULUAN
Sektor pertanian merupakan salah satu sector yang berperan dalam
perkembangan perekonomian di Indonesia. Salah satu subsektor dalam pertanian adalah
subsektor peternakan dimana kegiatannya berupa pengelolaan komoditas ternak. Hasil
dari usaha peternakan dapat berupa susu, daging dan telur. Sapi merupakan salah satu
komoditas pada subsektor peternakan. Sapi memiliki beberapa jenis yaitu sapi potong
yang memproduksi daging dan sapi perah yang memproduksi susu. Sapi potong
merupakan hewan ternak yang dapat menopang kebutuhan konsumsi daging,
karena sapi dapat diternakkan secara sederhana, mudah, disukai banyak kalangan
masyarakat dan tubuhnya cukup besar apabila dibandingkan dengan ternak lain.
Daging sapi memiliki keunggulan sebagai suatu produk yaitu sebagai penyedia gizi
yang baik (Yulianto dan Saparinto, 2010).
Pemasaran produk-produk peternakan di Indonesia mengalami transformasi yang
sangat cepat sebagai respon adanya peningkatan pendapatan, perubahan gaya hidup,
industrialisasi, globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang cepat. Pada intinya
konsumen semakin menuntut produk yang berkualitas, murah, dan waktu pengiriman
yang tepat (Daryanto, 2009).
Kegiatan rantai pasok daging sapi potong perlu dilakukan untuk memenuhi
permintaan konsumen yang tersebar pada beberapa wilayah di Kabupaten Banyuwangi
dimana keberadaan pembeli (konsumen ) tidak berdekatan dan jumlah permintaan
Candra Gunawan dan S. Panjta Djati: Pengaruh Personal Selling, Celebrity Endorser, dan … 1
Jurnal Ilmiah Bisnis, Pasar Modal, dan UMKM Volume. 1, No.2, Desember 2018
cenderung tidak pasti setiap harinya. Proses pemenuhan kebutuhan (permintaan)
konsumen yang tidak pasti harus diikuti dengan kemampuan para jagal dalam
menawarkan jumlah daging sapi. Tingginya harga sapi menyebabkan para jagal
kesulitan untuk mencari stok sapi di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Tingginya harga
sapi potong hidup di tingkat pedagang menyebabkan ketidakcocokan dalam proses jual
beli sapi antara pedagang dengan jagal, karena hal tersebut berkaitan dengan
kemampuan modal para jagal. Apabila jagal memiliki kemampuan modal yang lemah
maka jagal tidak akan mampu melakukan pembelian.
Adanya ketidaktepatan penaksiran berat sapi hidup dengan output yang
dihasilkan akan menyebabkan kerugian dalam usahanya, sehingga akan berdampak
pada semakin berkurangnya jagal yang melakukan pemotongan sapi dan secara
langsung jumlah pasokan daging dipasaran juga akan berkurang. Adanya
pendekatan sistem diperlukan untuk mencegah permasalahan agar jumlah persediaan
dan mutu daging dapat dijaga, sehingga kepuasan konsumen terpenuhi dan mata
rantai yang terlibat dalam rantai pasokan daging sapi tidak dirugikan.
Research Credit Suisse Ella Nusantoro menuturkan, dalam survei yang dilakukan
terhadap 1.600 orang di Indonesia, konsumsi daging mengalami penurunan dari
sebelumnya 6,1% pada 2013 menjadi 5,3% pada 2014. Dalam survei tersebut bahwa
konsumsi daging paling tinggi berasal dari Rusia yang mencapai 20,7% per tahun, Saudi
Arabia 17,2% per tahun, Brazil 14,8% per tahun, China 14,7% per tahun, Turki 14,2% per
tahun, Meksiko 14% per tahun, Afrika Selatan 13,9% per tahun, India 7,8% per tahun dan
Indonesia 5,3% per tahun ([Link])
Salah satu penyebab turunnya tingkat konsumsi daging sapi dikarenakan harga
daging sapi yang terus meningkat dan tidak menentu sehingga banyak pedagang yang
gulung tikar yang berdampak negatif perekonomian. Harga daging sapi tergantung dari
efektivitas dan efisiensi dari kegiatan distribusi. Efisiensi dan efektivitas dari kegiatan
distribusi komoditas sangat dipengaruhi oleh panjangnya rantai distribusi. Pendek
ataupun panjangnya rantai distribusi akan mempengaruhi margin keuntungan.
Penelitian Agustinus (2008) menyatakan bahwa rancangan suatu sistem e-SCM
yang mampu meningkatkan produktifitas perusahaan melalui otomatisasi informasi antara
partner dalam supply chain, mengurangi biaya operasional penyimpanan barang serta
mengintegrasikan informasi diantara divisi dalam perusahaan dengan menggunakan
Metode analisis yang digunakan mencakup preliminary steps (tahapan pendahuluan)
dalam pengembangan e-SCM. Sedangkan metode perancangan menggunakan
pengembangan strategi e-SCM, perancangan customer service management,
manufacturing and supply chain planning, supplier relationship management, logisctic
resource management serta arsitektur e-SCM yang dibutuhkan.
Sedangkan Emhar (2014) dengan metode dalam penelitian ini menggunakan
metode deskriptif dan analitik. Metode pengambilan contoh dalam penelitian ini adalah
teknik purposive sampling dan snowball sampling. Analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu analisis efisiensi pemasaran, analisis dan margin pemasaran, analisis
nilai tambah dengan metode Hayami. menunjukkan bahwa: (1) terdapat 3 aliran dalam
rantai pasokan daging sapi di Kabupaten Jember yaitu aliran produk, aliran keuangan dan
aliran informasi yang tidak berjalan dengan optimal; (2) saluran distribusi daging sapi di
Kabupaten Jember adalah efisien berdasarkan nilai efisiensi pemasaran, margin
pemasaran yang menguntungkan (Ski>Sbi) dan shared value yang proporsional sesuai
dengan kontribusi yang diberikan setiap mata rantai; dan (3) rata-rata nilai tambah yang
diperoleh sebesar Rp 33.144,68/kg atau 36,24 % dari total output yang dihasilkan.
Penelitian ini berusaha untuk menjawab permasalahan yang berkaitan dengan
perancangan rantai pasokan daging sapi yaitu :penggunaan E-Supply Chain Management
pada rantai pasokan daging sapi di Kabupaten Banyuwangi sebagi upaya memperpendek
alur rantai pasok dan efisiensi pemasaran.
Candra Gunawan dan S. Panjta Djati: Pengaruh Personal Selling, Celebrity Endorser, dan … 2
Jurnal Ilmiah Bisnis, Pasar Modal, dan UMKM Volume. 1, No.2, Desember 2018
TINJAUAN PUSTAKA
Komoditas Daging Sapi
Komoditas daging sapi merupakan salah satu komoditas prioritas dalam
pembangunan nasional dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan asal hewani.
Komoditas daging sapi termasuk kedalam Rencana Strategis Kementerian Pertanian
2015-2019 dalam upaya mencapai terget sukses pembangunan pertanian yaitu
pencapaian swasembada padi, jagung, dan kedelai serta peningkatan produksi gula dan
daging.
Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasok)
Merupakan proses pengelolaan seluruh aktivitas perencanaan dan pengelolaan
barang dan jasa dari pemberian material, perencanaan produksi, proses transformasi dari
produk masih dalam proses hingga menjadi produk jadi, dan penyimpanan baik bahan
baku maupun produk jadi hingga penyampaian produk jadi ke pelanggan akhir melalui
sistem distribusi (rantai pasok).
SCM bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari biaya, waktu,
transaksi, dan mendapatkan kualitas yang lebih terjamin bagi barang atau jasa yang
mengalir disepanjang rantai pasokan.
E-Supply Chain Management
Merupakan suatu konsep manajemen yang memanfaatkan teknologi informasi untuk
mengintegrasikan seluruh pelaku bisnis yang terlibat pada rantai pasok. Dengan adanya
electronic supply chain management menjadikan hubungan antar supplier, distributor dan
pelanggan lebih mudah dalam berbagi informasi. Dalam melakukan perancangan e-
supply chain management ada beberapa modul-modul yang harus diperhatikan yaitu
1. Customer and Service Management
Customer relationship menyediakan cara bagaimana hubungan dengan customer
dibangun. Customer service memungkinkan pelanggan untuk melakukan pemesanan
secara online, menyediakan sumber-sumber untuk informasi customer seperti
ketersediaan produk, tanggal pegiriman dan status pemesanan
2. Manufacturing and Supply Chain Planning
Sebelum menggunakan SCM , proses manufaktur produksi barang dilakukan dengan cara
peramalan historical. Dengan SCM sekarang ini, memproduksi barang berdasarkan
kebutuhan customer sehingga pengadaan barang menjadi lebih efektif dan efisien
3. Supplier Relationship Management
SRM merupakan proses sebuah perusahaan berhubungan dengan supplier-nya
4. Logistic Resource Management
Dengan adanya e-SCM memudahkan perpindahan barang dan jasa diantara manufaktur,
distributor dan supplier ke konsumen akhir.
METODE PENELITIAN
Kerangka Pemikiran
Pendekatan supply chain management (SCM) diyakini akan mampu meningkatkan
efektifitas setiap rantai distribusi dari produsen, pengolah, pedagang besar dan eceran,
sehingga menjamin produk sesuai tuntutan konsumen.
E-Supply Chain Management adalah suatu konsep manajemen dimana
perusahaan berusaha memanfaatkan teknologi internet untuk mengintegrasikan seluruh
mitra kerja perusahaan, terutama yang berhubungan dengan sistem pemasok bahan
Candra Gunawan dan S. Panjta Djati: Pengaruh Personal Selling, Celebrity Endorser, dan … 3
Jurnal Ilmiah Bisnis, Pasar Modal, dan UMKM Volume. 1, No.2, Desember 2018
baku atau sumber daya yang dibutuhkan dalam proses produksi (Indrajit dan
Djokopranoto, 2003, p169)
Jenis penelitian yang digunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan metode
kualitatif dimana metode ini lebih menekankan pada aspek pemahaman secara
mendalam terhadap suatu permasalahan. Subjek penelitian adalah subjek yang dituju
untuk diteliti oleh peneliti. Dalam penelitian ini yang menjadi subyek penelitian adalah
stakeholders yang terlibat dalam distribusi dan transaksi daging sapi di Kabupaten
Banyuwangi. Adapun fokus dalam penelitian ini yaitu, efisiensi yag terjadi setelah
penerapan E-SCM di Kabupaten Banyuwangi.
Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan peneliti untuk
mendapatkan data dalam suatu penelitiaan. Pada penelitiaan ini, peneliti memilih jenis
penelitian kualitatif maka data yang diperoleh haruslah mendalam, jelas, dan spesifik.
Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan teknik
pengumpulan data dengan cara studi pustaka dan dokumentasi . Studi pustaka yaitu
teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mempelajari buku-buku referensi,
laporan-laporan, majalah-majalah, jurnal-jurnal dan media lainnya yang berkaitan dengan
obyek penelitiaan. Dokumen menurut Sugiyono, (2009:40) merupakan catatan peristiwa
yang sudah berlalu. Dokumen yang digunakan peneliti berupa foto, gambar, serta data –
data mengenai kegiatan perangkat desa dalam menggunakan fasilitas E-SCM.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sistem informasi manajemen rantai pasokan ini dibuat untuk memudahkan pihak-
pihak yang terkait dengan distribusi daging sapi untuk melakukan transaksi
pemesanan berdasarkan jumlah stok barang tersedia serta jumlah permintaan
barang. Sistem informasi ini bisa digunakan oleh orang-orang yang sudah
terregistrasi pada sistem. Sistem informasi ini bisa memberikan informasi jumlah
pasokan yang tersedia sehingga memudahkan customer untuk melakukan
pemesanan. Sistem ini memiliki empat jenis pengguna yang memiliki tugas yang
berbeda-beda, yaitu Administrator, Supplier, Distributor serta Klien.
Candra Gunawan dan S. Panjta Djati: Pengaruh Personal Selling, Celebrity Endorser, dan … 4
Jurnal Ilmiah Bisnis, Pasar Modal, dan UMKM Volume. 1, No.2, Desember 2018
Administrator berperan sebagai pengelola data user (klien, distributor, dan
supplier). Pada sistem ini admin yang akan mengelola dan memantau keseluruhan
proses transaksi yang terjadi. Supplier bisa menerima pemesanan barang dan juga
menampilkan jumlah stok daging sapi yang tersedia. Peran distributor yaitu bisa
melakukan pemesanan barang ke supplier dan juga menerima pemesanan dari
customer. Distributor bisa menampilkan jumlah stok produk yang tersedia. Dan
customer hanya bisa melakukan pemesanan produk daging sapi, melihat jumlah stok
daging sapi yang tersedia dari setiap supplier maupun distributor.
Berdasarkan studi pustaka dari berbagai sumber, stakeholder yang terkait
distribusi daging sapi, sistem informasi distribusi daging sapi memiliki beberapa fungsi
utama, antara lain :
1. Dapat melakukan proses pemesanan produk
2. Dapat menerima notifikasi hasil pemesanan produk
3. Dapat menerima permintaan pasokan
4. Dapat melakukan proses inventori produk
5. Dapat menampilkan jumlah ketersediaan stok barang
Dibawah ini merupakan data flow diagram yang merupakan pedoman untuk
menyusun sistem aplikasi dan sebagai pedoman internal control pada sistem aplikasi
tersebut.
Setelah data flow diagram kemudian menyusun flowchart, kita dapat mengetahui
efisiensi yang terjadi karena penggunaan E-SCM tersebut. Flowchart tersebut
menunjukkan bagaimana efisien dan efektifnya E-SCM karena proses distribusi dan
transaksi dapat dilakukan cepat dan tepat.
Candra Gunawan dan S. Panjta Djati: Pengaruh Personal Selling, Celebrity Endorser, dan … 5
Jurnal Ilmiah Bisnis, Pasar Modal, dan UMKM Volume. 1, No.2, Desember 2018
KESIMPULAN
Dari hasil pembuatan sistem informasi manajemen tersebut dapat diambil
kesimpulan adalah sebagai berikut :
1. Model bisnis dari sistem distribusi daging sapi tersebut merupakan sebuah sistem
berbasis manajemen rantai pasok (supply chain management) disesuaikan
dengan kebutuhan pengguna
2. Pembagian aktor pada aplikasi dapat membantu aksesbilitas informasi
ketersediaan stock komoditas bagi para stakeholder terlibat
3. Aplikasi dapat memenuhi semua kebutuhan fungsional dengan melakukan
pengujian fungsionalitas terhadap perwakilan dari tiap pengguna sistem
Candra Gunawan dan S. Panjta Djati: Pengaruh Personal Selling, Celebrity Endorser, dan … 6
Jurnal Ilmiah Bisnis, Pasar Modal, dan UMKM Volume. 1, No.2, Desember 2018
DAFTAR PUSTAKA
1. Hidayat, Yayat Fathilah, Marimin, dan Harianto. Analisis Kinerja Rantai Pasokan
Agribisnis Sapi Potong : Studi Kasus Pada PT Kariyana Gita Utama,Jakarta.
[Link]. [Link]. 20 (3), 190-206.
2. Hastang, Siti Nuraini, Rahman,[Link] Added Analysis of Beef Cattle
Supplay Chain Actors Micro-Scale Community Farm Based. Ameican-Eurasian
Journal Of Sustainable Agriculture, 9 (7) September 2015, Pages 7-12
3. Nur,Zahra Amirah,Maman,[Link] Rantai Pasokan Daging Sapi Dari
Rumah Pemotongan Hewan Ciawitali Sampai Konsumen Akhir di Kota Garut.
4. [Link] diakses pada 15
Maret 2017
5. [Link]
menurun-1424408543 diakses pada 15 Maret 2017
6. Emhar, Annona, Joni Murti Mulyo Aji, Titin [Link] Rantai Pasokan
(Supply Chain) Daging Sapi Di Kabupaten Jember. Berkala Ilmiah Pertanian
Volume 1, Nomor 3, Februari 2014, hlm 53-61
7. Rudy, Agustinus, Adi Chandra, Zara Elisabeth Tanring .Analisis dan Perancangan
E-Supply Chain Management (Studi Kasus : PT. Prima Rezeki Pertiwi).Seminar
Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI 2008) ISSN 1907-5022
8. [Link]
GI1 diakses pada tanggal 25 April 2017 pukul 06.20
9. Trifidya, Lidra, Sarwosri, dan Erma Suryani. Rancang Bangun Aplikasi Sistem
Informasi Manajemen Rantai Pasok Distribusi Daging Sapi Nasional. Jurnal Teknik
ITS Vol 5 No.2, (2016) ISSN : 2337-3539 (2301-9271 Print)
Candra Gunawan dan S. Panjta Djati: Pengaruh Personal Selling, Celebrity Endorser, dan … 7