Dr. Sumartini Dewi, dr. [Link]-KR, M.
Kes, CCD, FINASIM
1995 Dokter Umum, FK-UNPAD
2006 Spesialis Penyakit Dalam, FK-UNPAD
2006 Magister Kesehatan, FK-UNPAD
2010 Konsultan Reumatologi, FK-UI
2010 Course on Clinical Epidemiology of Rheumatology
(Univ. of Aberdeen, Scotland, United Kingdom).
2012 Clinical Certified of Densitometrist (ISCD-PEROSI)
2017 Doktor/S3 FK-UI
RIWAYAT PEKERJAAN
2006 – SEKARANG : - KEPALA DIVISI REUMATOLOGI DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM RSHS
- KEPALA PUSAT STUDI IMUNOLOGI FK UNPAD - BANDUNG
ORGANISASI : Anggota IDI, PAPDI, IRA, APLAR, EULAR, PEROSI, PERALMUNI
Berpuasa dalam
Tinjauan Ilmu
Kedokteran
SUMARTINI DEWI
DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM
RSUP Dr. Hasan Sadikin – FK UNPAD
16 April 2023
Ibadah puasa mengandung banyak faedah, PENDAHULUAN
sebagaimana Firman Allah SWT. Di dalam Al- DASAR BERPUASA
Quran: 2:184
نَومَ َلعَ َتمَ َتنكنإَ مَ كلََر يَخَ َاومَوصَ َت نَأو
“...Dan puasamu itu lebih baik bagimu jika
kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 184)
Puasa juga berfungsi sebagai perisai atau tameng
bagi ruh dan tubuh kita. Nabi Muhammad SAW
bersabda:
ةََنجَ مَ ا ي
َصَ َ ال
“Puasa adalah perisai (tameng).”
(HR. Bukhari)
1. Puasa mencegah terjadinya Penyakit Degeneratif.
A. Senyawa radikal bebas
Bertanggungjawab pada proses peradangan.
sel mitokondria menggunakan karbohidrat untuk
menghasilkan energi limbah berbentuk senyawa
radikal bebas.
Bila dilepaskan dalam jumlah yang berlebihan
terjadi stres oksidatif (proses oksidasi sel tubuh
meningkat kerusakan sel-sel tubuh).
Diduga penyebab banyak penyakit kronis, penyakit
neurodegeneratif : kanker, diabetes, stroke,
Alzheimer, dan Parkinson.
Mindikoglua, et al. Efek puasa selama 30 hari terus menerus dari fajar hingga matahari terbenam, 2020
1. Puasa mencegah terjadinya Penyakit Degeneratif
B. Benda Keton
Selama puasa, tubuh menggunakan
simpanan gula menjadi lemak untuk
bahan bakar terbentuklah benda keton.
Saat berpuasa kondisi memaksa sel-sel
otak menggunakan sel lemak (benda keton)
daripada glukosa untuk metabolisme.
Sel lemak merupakan bahan bakar yang lebih
bersih dan lebih efisien untuk sel-sel otak,
sehingga dapat mengurangi pelepasan
senyawa radikal bebas.
Mindikoglua, et al. Efek puasa selama 30 hari terus menerus dari fajar hingga matahari terbenam, 2020
1. Puasa mencegah terjadinya Penyakit Degeneratif
Berpuasa dapat membantu mengurangi
risiko terserang penyakit berbahaya dengan
detoksifikasi tubuh dan memproduksi
senyawa anti-radang.
Mindikoglua dkk. menyebutkan :
puasa yang dilakukan secara terus
menerus, dari fajar hingga matahari
terbenam selama 30 hari meningkatkan
pengaturan protein yang melindungi tubuh
terhadap Obesitas, Diabetes, dan Sindroma
Metabolik.
Mindikoglua, et al. Efek puasa selama 30 hari terus menerus dari fajar hingga matahari terbenam, 2020
2. Puasa dapat Menyehatkan Jantung
1. Berpuasa: membantu menurunkan risiko penyakit Diabetes,
Sindroma Metabolik atau kegemukan, melalui penurunan
risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
2. Berpuasa: tubuh menggunakan kolesterol LDL dan
Trigliserida dalam tubuh sebagai bahan bakar
– Kolesterol LDL & Trigliserida merupakan salah satu sebab diabetes,
– Kolesterol LDL turut berkontribusi dalam peningkatan tekanan darah
Faktor Risiko Penyakit Jantung.
Orang yang berpuasa :
LDL turun
HDL naik
kadar protein meningkat.
Situasi ibadah, lebih
mendekatkan diri kepada
Allah SWT:
pikiran menjadi lebih tenang,
emosi lebih bisa dikendalikan.
tekanan darah terkontrol,
berat badan menurun
2. Puasa dapat Menyehatkan Jantung
Berpuasa mengurangi faktor risiko penyakit jantung
melalui:
penurunan kadar gula darah,
penurunan tekanan darah,
penurunan kolesterol jahat: LDL dan Trigliserida
mengatasi resistensi insulin.
penurunan radikal bebas,
mengurangi peradangan
Resistensi insulin
kondisi ketika sel-sel
tubuh tidak dapat
menggunakan gula darah
dengan baik akibat adanya
gangguan dalam
merespons insulin.
Resistensi insulin
Berpuasa terbukti memperbaiki resistensi insulin.
• Resistensi Insulin meningkatkan risiko terjadinya Diabetes
insulin dan glukosa menumpuk dalam darah merangsang
peradangan peradangan di pembuluh darah plak pada pembuluh
darah serangan jantung
Dengan Berpuasa:
• tubuh beristirahat, tidak ada makanan untuk dicerna
• tubuh menggunakan semua simpanan gulanya penurunan kadar
insulin memungkinkan tubuh kembali peka terhadap insulin.
• Berpuasa : mengatur kadar gula darah dan kadar insulin
3. Berpuasa membantu Menurunkan Berat Badan
Berpuasa:
cara tercepat dan aman menurunkan BB.
Tubuh akan membakar makanan yang
dikonsumsi dan digunakan untuk energi
Berpuasa:
Sedikit makanan yang tersisa, karena diubah
menjadi energi tubuh dipaksa mengubah
lemak simpan jadi energi.
3. Berpuasa membantu Menurunkan Berat Badan
Penelitian American College of Cardiology di New
Orleans :
Berpuasa memicu peningkatan Hormon
pertumbuhan (Human Growth Hormone/HGH)
(1300 % pada wanita, & 2000 % pada pria).
Fungsi Human Growth Hormone (HGH) :
membantu menurunkan BB.
mengurangi peradangan pada tubuh
dan merangsang peningkatan proses autophagy.
6 jam berpuasa, tubuh melepaskan >
HGH mengubah metabolisme sel-sel tubuh
menggunakan sel-sel lemak > protein
sebagai bahan bakar, digunakan untuk perbaikan
sel-sel yang rusak dan meningkatkan fungsi sel-
sel otak.
5. Puasa Meningkatkan Usia Harapan Hidup
Human Growth Hormone dari luar tubuh : TIDAK DIANJURKAN
HGH dari dalam tubuh memiliki manfaat:
anti penuaan dan meningkatkan usia harapan hidup,
meningkatkan fungsi otak, melindungi saraf, dan meningkatkan
pembentukan/perbaikan sel-sel syaraf.
menjaga kesehatan dan kinerja otak,
berperan penting dalam metabolisme tubuh.
Berpuasa secara alami meningkatkan kadar HGH untuk memberikan
manfaat anti-penuaan, perbaikan sel dan jaringan, perlindungan sel-sel
saraf, dan umur panjang yang sehat.
Mengapa berpuasa dapat membantu menjalani
hidup yang lebih panjang ?
1. Berpuasa memperbaiki metabolisme tubuh
bertambahnya usia metabolisme tubuh melambat TERJADI
kehilangan jaringan otot secara bertahap melalui proses sarkopenia.
2. Berpuasa meningkatkan proses autophagy
Autophagy berperan besar dalam menjaga tubuh kita dalam kondisi sehat
dan prima.
Autophagy diibaratkan sebagai pabrik daur ulang sel tubuh kita.
Tubuh menggunakan mekanisme autophagy ini untuk menghancurkan
protein dan pembersihan sel-sel yang rusak mencegah penuaan.
Puasa Bikin Badan Sehat : Ini Penjelasan Ilmiah
Yoshinori Ohsumi Peraih Nobel dari Jepang
Konsep autophagi : membuat tubuh lapar.
Ketika tubuh lapar, maka sel-sel tubuh ikut lapar.
Sel-sel yang lapar ini akan memakan sel-sel
dirinya yang sudah tidak beguna/sel yang
rusak/sel mati tidak menjadi sampah tubuh.
Jadi, tubuh orang yang berpuasa akan
membersihkan dirinya sendiri.
Yoshinori Ohsumi membuktikan dan menemukan
bahwa ketika seseorang lapar (puasa) maka
tubuh akan membentuk protein khusus di
seluruh tubuh yang disebut autophagisom.
Autophagisom
Autophagisom dianalogikan sebagai
sapu raksasa yang mengumpulkan sel-
sel mati yang tidak berguna dan bisa
membahayakan tubuh untuk
dikeluarkan
Sel-sel mati ini banyak dihasilkan oleh sel
kanker dan sel-sel kuman (virus atau
bakteri) penyebab penyakit.
Protein autophagisom :
menghancurkan dan memakan sel-sel
berbahaya tersebut, lalu mengeluarkannya.
6. Puasa Meningkatkan Fungsi Otak
Berpuasa selain bagus untuk sel-
sel tubuh, secara khusus baik
untuk sel otak.
Berpuasa dapat meningkatkan
fungsi sel-sel otak dalam beberapa
cara:
a. Merangsang lebih banyak
pembentukan sel-sel otak
Berpuasa dapat merangsang
pembentukan sel-sel lebih banyak
lagi, sehingga dapat meningkatkan
fungsi otak kita
Siim Land Biohacking, Brain and Cognition, Intermittent Fasting
And brain function. September 24, 2018
6. Puasa Meningkatkan Fungsi Otak
Dr Mark Mattson, Profesor ahli Syaraf di
Universitas John Hopkins membuktikan:
Berpuasa meningkatkan proses neurogenesis
(pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak
dan jaringan saraf baru).
Peningkatan proses neurogenesis dapat :
meningkatkan kinerja otak,
memerbaiki sel-sel memori,
memerbaiki mood/suasana hati, dan
meningkatkan kemampuan seseorang untuk
berkonsentrasi.
6. Puasa Meningkatkan Fungsi Otak
b. Meningkatkan produksi Brain-Derived Neurotrophic Factor
(BDNF)
protein yang penting bagi sel-sel otak, yaitu BDNF: "Miracle Grow For Your
Brain"
BDNF : salah satu faktor yang berperan pada proses perkembangan sel-sel
syaraf, yaitu:
1. Berperan dalam proses kematangan sel
2. Berperan dalam kelangsungan hidup sel-sel syaraf,
3. Memiliki efek perlindungan sel syaraf dalam kondisi buruk, seperti
keadaan otak yang kekurangan oksigen, kadar gula dan keracunan
4. Merangsang dan mengendalikan pertumbuhan sel-sel baru dari sel
induk syaraf.
6. Puasa Meningkatkan Fungsi Otak
BDNF telah terbukti memainkan peran
dalam neuroplastisitas,
memungkinkan otak untuk terus
berubah dan beradaptasi.
membuat sel otak lebih tahan terhadap
stress, lebih mudah beradaptasi
terhadap perubahan yang terjadi.
Ekspresi gen BDNF menurun pada
penyakit Alzheimer dan penyakit
gangguan syaraf lainnya.
Berpuasa dan berolahraga
meningkatkan kadar BDNF
Brain-derived neurotrophic factor (BDNF)
Kadar BDNF yang rendah
berhubungan dengan depresi. Pengobatan
dengan antidepresan meningkatkan kadar BDNF.
Plastisitas otak harus dipertahankan
dalam keadaan normal, karena bila
tidak demikian mudah terjadi depresi.
BDNF juga berhubungan dengan
kemampuan seseorang dalam mengingat
sesuatu dan berfikir. (fungsi memori & kognisi)
BDNF rendah dikaitkan dengan insomnia (sulit tidur)
7. Mengeluarkan Racun dalam Tubuh
Banyak makanan olahan yang kita
makan mengandung banyak zat
aditif racun bagi tubuh kita.
Saat makanan dicerna dan diserap
ke dalam tubuh, racun ini juga
diserap tubuh dan disimpan dalam
bentuk lemak tubuh.
Dengan berpuasa tubuh kita diberi
kesempatan untuk beristirahat, dan
racun yang diserap akan berkurang
8. Pengaruh Puasa pada Sistem imun
Penelitian gabungan di Israel,
Italia dan Maroko yang diterbitkan
dalam Journal Immunology,
pada Nov 2017 memberikan hasil
yang serupa, yaitu:
Puasa Ramadhan mempengaruhi
sistem kekebalan tubuh menjadi
lebih baik (Adawi, et al., 2017).
8. Pengaruh Puasa pada Sistem imun
Bukti-bukti penelitian:
Puasa Mengurangi Peradangan
Peradangan berlebihan penyebab penyakit
kronis: Alzheimer, demensia, diabetes,
obesitas, dll.
Penelitian pada hewan coba: Meningkatkan
kadar imunoglobulin A (IgA) di mukosa
usus,
Meningkatkan aktivitas sel monosit (sel
tentara), aktivitas sel pembunuh alami
(natural killer-cell) dan aktivitas makrofag
meningkat selama puasa.