0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan68 halaman

Optimalisasi Persediaan Paving Blok

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang permasalahan yang dihadapi Tunas Jaya Paving dalam mengendalikan persediaan paving bloknya yang sering mengalami kelebihan atau kekurangan stok. 2. Tujuan penelitian ini adalah menentukan ukuran lot, reorder point, safety stock, dan persediaan maksimum untuk menghindari overstock dan stockout serta menghitung biaya persediaan sebelum dan sesudah met

Diunggah oleh

Yurli Madia Ayang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan68 halaman

Optimalisasi Persediaan Paving Blok

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang permasalahan yang dihadapi Tunas Jaya Paving dalam mengendalikan persediaan paving bloknya yang sering mengalami kelebihan atau kekurangan stok. 2. Tujuan penelitian ini adalah menentukan ukuran lot, reorder point, safety stock, dan persediaan maksimum untuk menghindari overstock dan stockout serta menghitung biaya persediaan sebelum dan sesudah met

Diunggah oleh

Yurli Madia Ayang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Persediaan berperan penting bagi perusahaan. Persediaan bahan baku
merupakan elemen terpenting dalam produksi yang dilakukan oleh perusahaan
untuk menghasilkan produk (Prima usulan Kinanthi,2016). Berikut grafik pola
tingkat persediaan yang teratur menurut Fogarty :1999.

Gambar.2.1. Pola tingkat persediaan Teratur


Sumber : Fogarty usulan Fifi dkk, 2016
Dari pola tingkat persediaan teratur dapat dilihat bahwa persediaan yang
baik tidak adanya kondisi overstock maupun stockout. Dimana kondisi overstock
akibat dari permintaan barang yang lebih rendah dari persediaan yang ada dan
kondisi stockout dimana tingginya permintaan barang dibandingkan persediaan
yang ada (Syamil dkk, 2018).
Namun didalam kenyataanya pemakaian dan pengeluaran barang atau bahan
tidak teratur dari waktu ke waktu. Ini dapat dilihat dari contoh kasus pesediaan
yang mengalami overstock dan stockout pada PT. XYZ kategori FOOD dan NON-
FOOD. Dimana didalam jurnal dijelaskan banyaknya jumlah barang yang
mengalami overstock dan stockout pada bulan Juli hingga Desember 2016. bahwa
di setiap bulannya dan di setiap kategori produk, permasalahan overstock sangat
tinggi (Banyaknya barang yang mengalami overstock akan berdampak pada
tingginya biaya simpan. Sementara permasalahan stockout di gudang akan
2

berdampak pada munculnya biaya kekurangan. Biaya simpan dan biaya


kekurangan merupakan komponen biaya dari biaya persediaan (Syamil dkk ,
2018)
Menurut Ernawati, Yutik, and Sunarsih Sunarsih (usulan Elyawati, 2019),
Jika perusahaan mengalami kelebihan persediaan maka dapat merugikan, karena
menyebabkan terhentinya perputaran uang atau modal dan munculnya biaya-biaya
tambahan yang tidak diperlukan. Jika perusahaan kekurangan persediaan, maka
perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan dalam jumlah besar, sehingga untuk
dapat memenuhi permintaan konsumen, perusahaan harus memesan barang lebih
sering, yang berarti akan meningkatkan biaya pemesanan. Maka, perencanaan
persediaan merupakan penetapan Tindakan dalam merencanakan persediaan
yang diinginkan dan pemanfaatan sumber-sumber daya untuk mencapai tujuan
perusahaan (Heriyati dan Hernawaty, 2018)
Pada penelitian yang dilakukan disalah satu UMKM (Usaha Mikro Kecil)
yaitu Tunas Jaya Paving yang berada dipekanbaru yang memproduksi paving blok
dan batako dalam pembangunan seperti pembangunan rumah, pemasangan teras
dengan paving blok dll. Tunas Jaya Paving dalam memproduksi dan
mengendalikan perencanaan persediaan agar dapat memenuhi permintaan
konsumen yang bersifat fluktuatif masih menggunakan system yang tradisional,
dengan memproduksi semaksimal mungkin produknya dan persediaan diperkiraan
dari persediaan sebelumnya dengan tidak menggunakan perhitugan yang
mendasar. Hal itu membuat produksi Paving Blok sering terjadinya overstock dan
juga mengalami stockout karena persediaan yang tidak mencukupi. Berikut salah
satu data permintaan produk :
Data Persediaan dan Permintaan Paving Blok Segi enam tahun 2018-2021
Paving Blok Se gi Enam Paving Blok Se gi Enam Paving Blok Se gi Enam
Tahun Tahun Tahun
Bulan Permintaan Pe rsediaan Kete rangan Bulan PermintaanPersediaanKeterangan Bulan Pe rmintaanPerse diaanKeterangan
Agustus 11330 14500 Overstock Agustus 12410 11450 Stockout Agustus 12000 13330 Overstock
September 8900 10250 Overstock September 12400 13050 Overstock September 12150 11900 Stockout
Oktober 7800 16500 Overstock Oktober 9550 13700 Overstock Oktober 6589 12200 Overstock
November 14500 15300 Overstock November 15650 12165 Stockout November 9800 11245 Overstock
Desember 13500 16245 Overstock Desember 5000 17210 Overstock Desember 14700 15000 Overstock
2018- Januari 14200 12960 Stockout 2019- Januari 14200 15500 Overstock 2020- Januari 7500 14500 Overstock
2019 Februari 12200 14230 Overstock 2020 Februari 4785 16100 Overstock 2021 Februari 8900 16000 Overstock
Maret 9560 11934 Overstock Maret 10500 14100 Overstock Maret 13500 12658 Stockout
April 9200 10705 Overstock April 9500 10025 Overstock April 17898 16936 Stockout
Mei 10600 10562 Stockout Mei 11510 9600 Stockout Mei 5600 7366 Overstock
Juni 9500 11710 Overstock Juni 9600 11558 Overstock Juni 10920 12288 Overstock
Juli 11500 11100 Stockout Juli 11100 11500 Overstock Juli 3500 1470 Overstock

Sumber : Data, 2021


3

Dari tabel terlihat banyaknya jumlah bulan (priode) yang mengalami


overstock dan stockout. Kedua kondisi akan membuat tidak optimalnya
keuntungan yang didapat oleh perusahaan atau dapat merugikan perusahaan
dengan terjadinya penumpukan persediaan yang membuat tertanamnya modal
dalam pengadaan persediaan atau kehilangan konsumen dikarenakan jumlah
persediaan yang tidak mencukupi untuk permintaan.
Dari permasalahan yang didapatkan yaitu tentang pengendalian
perencanaan persediaan, diperlukannya metode yang dapat mengendalikan
persediaan yang bersifat fluktiatif dimana permintaan sulit untuk diprediksi.

1.2. Rumusan masalah


Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, bahwa permasalahan yang
dihadapi oleh Tunas Jaya Paving Blok adalah permintaan yang fluktuatif
menyebabkan adanya kondisi kelebihan dan kekurangan persediaan paving blok.
Dengan demikian, perumusan masalah pada penelitian ini adalah:
Berapakah jumlah ukuran Lot (q) dan Reorder point (r) yang optimal pada
persediaan produk?
Berapakah jumlah Safety Stock (Ss) dan persediaan maksimum (S) umtuk
menghindari terjadinya overstock ataupun stock out ?
Berapakah Total inventory cost (TIC) sebelum dan sesudah menggunakan
metode ?
1.3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan umum yang ingin dicapai ialah mampu melalukan
pengelolaan persediaan barang jadi dalam melakukan pemesanan. Sedangkan
tujuan khusus penelitian ini adalah :
Mengetahui jumlah ukuran Lot (q) dan Reorder point (r) yang optimal pada
persediaan produk
Mengetahui jumlah Safety Stock (ss) dan persediaan maksimum (S) untuk
menghindari terjadinya overstock ataupun stock out
Mengetahui perbandingan Total inventory cost (TIC) sebelum dan sesudah
menggunakan metode
4

1.4. Manfaat Penelitian


Bagi perusahaan, manfaat penelitian ini adalah:
Sebagai pertimbangan bagi perusahaan dalam usulan jumlah persediaan dan
permintaan paving blok yang optimal
Dengan penelitian ini diharapkan dapat dijadikan informasi untuk bahan
pertimbangan dalam penentuan kebijakan persediaan kedepan sehingga akan lebih
efektif dan efisien.
1.5. Batasan Masalah
Adapun batasan masalah agar memfokuskan penelitian dan penyusunannya
terarah, maka dilakukan pebatasan masalah sebagai berikut :
Penelitian dilaksanakan di Tunas Jaya Paving Blok.
Objek penelitian paving blok petak, segi enam dan batako
Penelitian dengan menggunakan data pemintaan dan persediaan paving Blok
Petak, Segi Enam Dan Batako dari tahun 2018 hingga 2021.
Menggunakan peramalan (forecasting)
Menggunakan metode probabilistic continuous review model Q lost sale
1.6. Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini digambarkan permasalahan secara umum, berisi latar
belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah dan sistematika
penulisan laporan penelitian.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Pada bab ini menguraikan teori-teori yang mendukung judul atau teori-teori yang
menjadi tahapan dalam penenlitian
BAB III PENGKAJIA SISTEM
Bab ini berisikan mengenai penjelasan umum tempat pelaksanaan
penelititan berkaitan dengan antara lai : sejarah perusahaan, struktur organisasi,
SDM dan proses produksi.
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini berisikan mengenai kerangka penyelesaian masalah yang
digunakan untuk mendapatkan solusi dari permasalahan yang ada, yang terdiri
5

dari flowchart penyelesaian masalah dan masing-masing langkah dalam


melakasanakan penelitian, sperti penelitian terdahulu, perumusan masalah, study
literatur, implementasi metode dan pembahasan dan kesimpulan yang dapat
ditarik.
BAB V IMPLEMENTASI METODE DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisikan tentang implementasi metode dan analisa-analisa dari hasil ang
diperoleh
BAB VI PENUTUP
Bab ini berisikan kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan
dan juga saran yang dapat dierikan ebrkaitan dengan penelitaian.
DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka memuat semua referensi yang dijadikan acuan dalam penulisan
laporan penelitian yaitu semua sumber yang dikutip
6

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Penelitian Terdahulu
Adapun penelitian Terdahulu yang membahas behubungan dengan
penelitian ini sebagai berikut :
Penelitian Terdahulu
No Penelitian Judul Penelitian Hasil Penelitian Perbedaan Persamaan
Penelitian terdahulu ini
Analisis Pengendalian Jumlah persediaan bahan baku menghitung safety stock dan Terdapatnya tujuan yang sama
Kadja, Foenay and Fanggidae (Vol. 8, persediaan Bahan baku semen semen pada CV. Dua reorderpoint dengan yaitu mencari persediaan
1
No.1,Tahun 2019) pada CV. Dua Bersaudara Bersaudara Kupang dengan menggunakan metode optimal dengan pengendalian
kupang Metode EOQ Economic Order Quantity persediaan
(EOQ)
Penentuan Kebijakan
Persediaan Produk Kategori Persediaan pada kategori Perbedaan tidak adanya
Metode yang Peneliti gunakan
Food dan Non-Food dengan Produk A mengalami menghitung peralaman
salah satunya adalah metode
PRio Avicenna Syamil, Ari Yanuar Menggunakan Metode penghematan sebesar 36% , permintaan tetapi hanya
2 Continous Review model Q
Ridwan dan Budi Santosa ,(2018) Continous Review (s,S), sedangkan pada kategori B dan menghitung persediaan bahan
utuk mengetahui bahan baku
System dan (s,Q) System di C mengalami penghematan baku untuk mencari cost
yang optimal
PT. XYZ Untuk Optimasi biaya persediaan 59% persedian paling minim
Persediaan
Perbedaan terletak tidak
Analisa pengendalian Persedian bahan baku yang menggunakan metode Terdapatnya tujuan yang sama
Muhammad Nur daud, (Vol. 8, No. 2, Persediaan Bahan Baku lebih tinggi dibanding dengan Continous review dalam yaitu mencari persediaan
3
Tahun 2017) Produksi Roti Wiltoon metode Economic Order pengendalian persediaan tetapi optimal dengan pengendalian
Kualasimpang Quantity (EOQ) menggunakan metode persediaan
Ergonomic Order Quantity
Perbedaan tidak adanya
Dari 3 Metode yang dipakai
menghitung Metode yang Peneliti gunakan
yaitu metode Probabilistik
Penentuan persedian optimal peramalan(Forecasting ) salah satunya adalah metode
Yefita dan Firman (Vol. 6, No. 2, Tahun Sederhana, Metode P dan
4 dengan metode probabilistik permintaan tetapi menghitung Continous Review model Q
2017) Metode Q. Ongkos Persediaan
pada PT. Lestari Dini Tunggal pengendalian persediaan bahan utuk mengetahui bahan baku
yang paling rendah ialah dangan
baku untuk mencari cost yang optimal
Metode Q
persedian paling minim
Perencanaan kebijakan Perbedaan tidak adanya
Menghasilkan jumlah ukuran
persediaan bahan kimia peramalan (forecasting ) pada Peneliti menggunakan metode
pemesanan bahan dan reorder
mengguunakan continous permintaan tetapi hanya Continous Review model Q
5 Ikhsan, Wahiid dan Yusuf (2016) point yang optimal dimana
review pada departemen persedian pada bahan baku untuk mengetahui bahan baku
bahan baku dalam proses
Printing-Dyeing PT untuk mencari tahu persediaan yang optimal
printing
Kusumahadi Santosa yang optimal menggunakan
Sumber : Pengumpulan Jurnal, 2021

Berdasarkan penelitian terdahulu dimana peneliti terdahulu dalam


mengendalikan persediaan menggunakan metode Economic Order Quantity
(EOQ) dan metode Continous Review model Q dan P untuk mendapatkan jumlah
persediaan bahan baku yang optimal ataupun untuk mendapatkan biaya persediaan
paling minimum.
7

[Link]. Persediaan
Persediaan adalah suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik
perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha tertentu atau
persediaan barang-barang yang masih dalam pengerjaan atau proses produksi
ataupun persediaan bahan baku yang menunggu penggunaannya dalam suatu
proses produksi ( Rangkuti usulan Meisak dkk, 2017). Persediaan merupakan
salah satu masalah yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan kegiatan
proses produksi, biaya serta distribusi barang-barang, baik itu bahan baku, barang
dalam proses atau barang setengah jadi, ataupun barang jadi (Fadillah dk usulan
Kinanthi 2016).
[Link]. Fungsi Persediaan
Secara umum fungsi utama diadakannya persediaan adalah untuk menjamin
keberlangsungan proses produksi dalam rangka pemenuhan permintaan
konsumen, secara khusus berikut fungsi dari persediaan (Pontas M. Pardede
usulan Maskun, 2016) :
Berjaga-jaga
Pengadaan persediaan dapat dipandang sebagai satu cara untuk berjaga-jaga
terhadap terjadinya kemungkinan tidak tersedianya atau tidak cukupnya bahan-
bahan pada saat dibutuhkan. Kemungkinan tersebut dapat disebabkan adanya
permintaan yang berubah-ubah dan tidak dapat diramalkan dan, serta waktu
tunggu (lead time) yang juga berubah-ubah. Sehingga persediaan yang diadakan
dengan maksud berjaga-jaga yang disebut persediaan berjaga-jaga (buffer stock).
Pemisahan Operasi
Pada satu rangkaian kegiatan pengolahan, setiap kegiatan sangat bergantung atau
dipengaruhi oleh kegiatan-kegiatan lain. Pada beberapa kegiatan yang berurutan,
apabila satu kegiatan berhenti maka kegiatan berikutnya akan terganggu, untuk
mengatasi hal itu maka dua kegiatan dapat dipisahkan dari segi persediaan.
Disamping itu, pemisahaan kegiaatan dari segi persediaan juga dilakukan agar
setiap kegiatan dapat dijadwalkan secara bebas tanpa harus menyesuaikan dengan
jadwal kegiatan lain. Dengan demikian disini persediaan berfungsi sebagai alat
pemisahan operasi (operations decoupling).
Pemantapan Produksi
Apabila jumlah barang yang diminta berubah-ubah turun naik secara tidak teratur,
perusahaan tidak harus menaik-turunkan tingkat pengolahan atau pemesanan
untuk memenuhinya. Pengolahan atau pemesanan dapat diusahakan agar selalu
8

berada pada tingkat yang tetap dengan bantuan sediaan. Dalam hal ini persediaan
berperan sebagai alat untuk memuluskan produksi (smoothing production).
Penghematan Biaya Pengadaan Bahan
Biaya pengadaan bahan akan dapat dihemat melalui pemanfaatan potongan
jumlah (quantity discount) yang ditawarkan oleh perusahaan pemasok. Potongan
jumlah diperoleh apabila pembelian dilakukan dalam jumlah besar, dimana
pembelian dalam jumlah besar akan dimungkinkan dengan pengadaan persediaan.
[Link]. Jenis-Jenis Persediaan
Persediaan yang dimiliki oleh perusahaan terdiri dari beberapa jenis, dan
tergantung dari jenis perusahaannya. Artinya, jenis persediaan untuk perusahaan
manufaktur berbeda dengan perusahaan dagang atau perusahaan jasa. Khusus
untuk perusahaan dagang biasanya hanya terdiri dari persediaan barang jadi
namun item barangnya relatif banyak dari perusahaan manufaktur. Begitu pula
dengan perusahaan jasa, jenis persediaan yang dimiliki relatif lebih sedikit jika
dibandingkan dengan perusahaan manufaktur. Dalam praktiknya jenis-jenis
persediaan bisa dlihat dari fisik dan fungsinya. Untuk jenis-jenis persediaan
menurut fungsinya, jenis persediaan ada tiga, yaitu Batch Stock/Lot Size
Inventory, fluctation Stock, dan Anticipation Stock. Sedangkan berdasarkan
fisiknya ada tiga jenis persediaan, khususnya untuk perusahaan manufaktur, yaitu
persediaan bahan mentah, persediaan barang dalam proses, dan persediaan barang
jadi. (Rangkuti usulan Daud dkk, 2017).X
Jenis-jenis persediaan berdasarkan fungsi
Batch Stock/Lot Size Stock
Yaitu persediaan yang diadakan karena kita membeli atau membuat bahan-bahan
atau barang-barang dalam jumlah yang lebih besar daripada jumlah yang
dibutuhkan saat ini.
Keuntungannya:
Potongan harga pada pembelian
Efisiensi produksi
Penghematan biaya angkutan
Fluctuation Stock
Yaitu persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan
konsumen yang tidak dapat diramalkan.
Anticipation Stock
9

Yaitu persediaan yang diadakan untuk menghadapi permintaan yang dapat


diramalkan, berdasarkan pola musiman yang terdapat dalam satu tahun dan untuk
mengahadapi penggunaan, penjualan, atau permintaan yang meningkat.
Jenis-jenis persediaan berdasarkan fisik
Persediaan bahan mentah
Bahan mentah adalah merupakan persediaan yang dibeli oleh perusahaan untuk
diproses menjadi barang setengah jadi dan akhirnya barang jadi atau produk akhir
dari perusahaan. Dalam beberapa hal dimana perusahaan industri memproduksi
barang-barang yang sangat kompleks, maka persediaan bahan mentah mungkin
terdiri dari barang-barang setengah jadi atau barang jadi yang sudah diproses oleh
perusahaan lain, misalnya perusahaan mobil akan membeli ban atau radio untuk
kelengkapan mobilnya dari perusahaan lain. Semua perusahaan industri harus
mempunyi kelengkapan persediaan bahan (dalam bentuk apapun) karena hal
tersebut mutlak diperlukan dalam produksi yang dilakukan.
Persediaan barang dalam proses
Persediaan barang dalam proses terdiri dari keseluruhan barang-
barang yang digunakan dalam proses produksi tetapi masih
membutuhkan proses lebih lanjut untuk menjadi barang yang siap
untuk dijual (barang jadi). Tingkat penyelesaian barang dalam proses
sangat tergantung pada panjang dan kompleksnya proses produksi
yang dilaksanakan. Misalnya untuk sampai pada barang jadi
dibutuhkan sebanyak 50 macam proses dari bahan-bahan mentah dan
barang dalam proses dimana masing-masing proses membutuhkan
waktu dua hari, maka hal ini berarti barang tesebut berada dalam
proses dalam waktu yang cukup lama yaitu 100 hari. Demikian pula
apabila proses produksi sangat kompleks sekalipun hanya beberapa
macam proses saja yang dibutuhkan tetapi penyelesaiannya pun akan
membutuhkan waktu yang cukup lama. Dengan demikian dapat dilihat
adanya hubungan yang lansung antara barang yang ada dalam proses
dengan panjangnya waktu yang dibutuhkan untuk memproses barang
mentah menjadi barang jadi yang siap untuk dipasarkan.
Pesediaan barang jadi
10

Persediaan barang jadi adalah merupakan persediaan barang-barang


yang telah selesai diproses oleh perusahaan, tetapi masih belum
terjual. Perusahaan yang beroperasi berdasarkan pesanan mempunyai
persediaan yang relatif kecil.
[Link].Biaya biaya persediaan
Terdapat empat biaya persediaan (Ristono usulan Daud dkk, 2017) :
Ongkos Pembelian (Purchase Cost) Ongkos pembelian adalah harga per unit
apabila item dibeli dari pihak luar, atau biaya produksi per unit apabila diproduksi
dalam perusahaan atau dapat dikatakan pula bahwa biaya pembelian adalah semua
biaya yang digunakan untuk membeli suku cadang.
Ongkos Pemesanan atau biaya persiapan (Order Cost atau set up cost) Ordering
cost adalah biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pemesanan ke pihak
pemasok. Besar kecilnya biaya pemesanan sangat tergantung pada frekuensi
pemesanan, semakin sering memesan maka biaya yang dikeluarkan semakin besar
dan sebaliknya. Biaya pemesanan meliputi:
Biaya persiapan pesanan, antara lain biaya telepon, biaya surat menyurat.
Biaya penerimaan barang, seperti biaya pembongkaran dan pemsukan ke gudang,
biaya penerimaan barang, biaya pemeriksaan barang.
Biaya proses–proses pembayaran seperti biaya pembuatan cek, pengiriman cek.
Biaya pengiriman pesanan ke gudang.
Ongkos Simpan (carrying cost atau holding cost) Ongkos simpan adalah biaya
yang dikeluarkan atas investasi dalam persediaan dan pemeliharaan maupun
investasi sarana fisik untuk menyimpan persediaan. Besar kecilnya biaya simpan
sangat tergantung pada jumlah rata–rata barang yang disimpan dalam gudang.
Semakin banyak rata–rata persediaan, maka biaya simpan juga akan semakin
besar dan sebaliknya. Yang termasuk biaya simpan antara lain:
Biaya sewa atau penggunaan gudang
Biaya pemeliharaan barang
Biaya pemanasan atau pendingin, bila untuk menjaga ketahanan barang yang
dibutuhkan faktor pemanas atau pendingin.
Biaya kekurangan persediaan (Stock Out Cost) Biaya kekurangan persediaan
adalah konsekuensi ekonomi atas kekurangan dari luar maupun dari dalam
perusahaan. Kekurangan diluar terjadi apabila pesanan konsumen tidak dapat
terpenuhi. Sedangkan kekurangan dari dalam terjadi apabila departemen tidak
11

dapat memenuhi kebutuhan departemen lain. Biaya ini timbul karena terjadinya
persediaan yang lebih kecil dari jumlah yang diperlukan.
Berikut adalah gambaran ilutrasi dari hubungan antara tingkat persediaan
dengan dengan jumlah biaya:

Hubungan Tingkat Persediaan dengan Biaya


Sumber : Siagian usulan Maskun , 2016
Berdasarkan gambar, dapat dilihat bahwa biaya penyimpanan akan
semakin meningkat apabila jumlah persediaan juga meningkat, sedangkan biaya
pengadaan kebalikannya yaitu akan semakin meningkat apabila jumlah persediaan
semakin sedikit. Persediaan optimum terjadi ketika total biaya mencapai titik
minimum (Siagian usulan Maskun , 2016)

[Link]. Pengendalian Persediaan


Menurut Herjanto (usulan Daud, 2017), pengendalian persediaan adalah
serangkaian kebijakan pengendalian untuk menentukan tingkat persediaan yang
harus dijaga, kapan pesanan untuk menambah persediaan harus dilakukan dan
berapa besar pesanan harus diadakan, jumlah atau tingkat persediaan yang
dibutuhkan berbeda-beda untuk setiap perusahaan pabrik, tergantung dari volume
produksinya, jenis perusahaan dan prosesnya.
12

Menurut Rangkuti (usulan Daud, 2017), Setiap jenis persediaan memiliki


karakteristik tersendiri dan cara pengolahan yang berbeda. Persediaan dapat
dibedakan menjadi beberapa jenis diantaranya sebagai berikut :
Persediaan bahan mentah (raw material) yaitu persediaan barang berwujud,
seperti besi, kayu, serta komponen-komponen lain yang digunakan dalam proses
prouksi.
Persediaan komponen-komponen rakitan (purchased parts/components) yaitu
persediaan barang-barang yang tediri dari komponen-komponen yang diperoleh
dari perusahaan lain yang secara langsung dapat dirakit menjadi suatu produk.
Persediaan bahan pembantu atau penolong (supplies) yaitu persediaan barang-
barang yang diperlukan dalam proses produksi, tetapi bukan merupakan bagian
atau komponen barang jadi.
Persediaan barang dalam proses yaitu persediaan barang-barang yang merupakan
keluaran dari tiap-tiap bagian dalam proses produksi atau yang telah diolah
menjadi
[Link]. Model Persediaan Probabilistik
Metode pengendalian persediaan probabilistik adalah model persediaan
dengan karakteristik permintaan dan kedatangan pesanan yang tidak diketahui
secara pasti sebelumnya, tetapi nilai ekspektasi, variansi dan pola distribusi
kemungkinannya dapat diprediksi dan didekati berdasarkan distribusi probabilitas.
Terdapat tiga metode pengendalian persediaan probabilistik, yaitu Probabilistik
sederhana; Metode P, yang memiliki aturan bahwa tiap pemesanan bersifat regular
pada rentang periode yang tetap dan kuantitas pemesanan berbeda-beda; Metode
Q, memiliki ukuran (kuantitas) pemesanan tetap untuk tiap pesanan, dan waktu
pemesanannya bervariasi. Kriteria yang digunakan dalam menentukan metode
pengendalian persediaan terbaik adalah minimasi biaya inventori total selama
horizon perencanaan. Berbagai biaya yang dipertimbangkan dalam pengelolaan
persediaan di antaranya (A. Junia, 2015).
Persamaan ongkos inventory total (OT) dapat dilihat pada persamaan
berikut:
OT = Ob + Op + Os + Ok
Dalam pengolahan digunakan beberapa asumsi untuk menyederhanakan
masalah. Asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
13

Permintaan bersifat probabilistik dan berdistribusi normal .


Waktu antar pesanan konstan untuk setiap pemesanan, barang datang serentak.
Harga barang konstan terhadap kuantitas/waktu
Ongkos pesan (A) konstan untuk setiap pemesanan dan ongkos simpan (h)
sebanding dengan harga barang dan waktu penyimpanan
Ongkos kekurangan persediaan sebanding dengan jumlah barang yang tidak dapat
dilayani, atau sebanding dengan waktu (tidak tergantung dengan jumlah
kekurangan).
[Link]. Metode Q (Continuous Review Method)
Salah satu model inventory klasik yang banyak digunakan adalah metode
Q, yang juga disebut sistem pemeriksaan terus menerus (countinoud review
system) atau sistem jumlah pesanan tetap (fixed order quantity system). Dengan
metode Q, setiap kali dilakukan penggunaan persediaan maka jumlah persediaan
yang tersedia harus dihitung untuk menentukan apakah pemesanan kembali sudah
atau belum perlu untuk dilakukan, Pada saat pememeriksaan tersebut, harus
ditetapkan apakah jumlah persediaan yang tersisa, ditambah dengan jumlah yang
sudah dipesan tetapi belum diterima, masih cukup untuk memenuhi permintaan
yang ditaksir akan terjadi dimasa yang akan datang.
Aturan penggunaan model ini adalah melakukan pemesanan kembali
apabila kedudukan persediaan sudah sama dengan titik pemesanan kembali. Pada
model ini jumlah setiap pemesanan adalah sama, akan tetapi waktu anatara
pemesanan yang berurutan adala berbeda-beda. Disamping itu, masa tunggu (lead
time) adalah sama untuk setiap putaran produksi (Hiller and lieberman usulan
Maskun, 1016). Secara grafis Metode Q dapat juga dijelaskan seperti pada gambar
sebagai berikut :
14

Persediaan Metode Continous Review System


Sumber: Ristono usulan Maskun, 2016
Pada gambar diatas pemesanan selalu dilakukakan pada saat jumlah
persediaan berada pada titik (R),dengan banyaknya pemesanan sebesar (Q) dan
masa tunggu (L) sama untuk stetiap pemesanan, namun jarak antara dua
pemesanan yang berurutan berbeda-beda.
Dengan menggunakan model continuous review dapat menentukan
kebijkan persediaannya saja, dan dalam menentukan ukuran lot pemesanan q dan
titik pemesanan kembali r* dapat dicari dengan cara iteratif diantaranya dengan
metode HadleyWithin. Model formulasi continuous review (s,S) Notasi yang
digunakan dalam perhitungan metode probabilistik model continuous review (s,S)
system, yaitu (Sari dkk, 2015) :
D : Demand/bulan
S : Standar deviasi demand
A : Biaya pesan produk (Rp)
L : Lead time atau waktu ancang
H : Biaya simpan produk (Rp)
Cu : Biaya kekurangan produk (Rp)
α : Kemungkinan kekurangan persediaan
Zα : Deviasi normal
f(Zα) : Ordinat
15

ψ(Zα) : Ekspektasi Parsial


N : Jumlah kekurangan persediaan setiap siklusnya
SS : Safety stock atau persediaan pengaman
r : Reorder point atau titik pemesanan Kembali
qon* : Ukuran lot pemesanan
T : Periode antar waktu pemesanan
η : Service level atau tingkat pelayanan
Op : Ongkos pemesanan produk (Rp)
Os : Ongkos penyimpanan produk (Rp)
Ok : Ongkos kekurangan produk (Rp)
OT : Ongkos total persediaan produk (Rp)
Metode perhitungan yang dilakukan untuk model Q ini adalah sebagai
berikut (Bahagia usulan Fatma dkk, 2018) :
Biaya Pembeliaan (Ob)
Ob= D × p .......................................................................................................... (1)
Biaya Pesan (Op)
AD
Op= ............................................................................................................. (2)
qo
Biaya Simpan (Os)
1
Os=( qo+ s ¿ × h.......................................................................................... (3)
2
Biaya Kekurangan Persediaan (Ok)
Ok = NT x Cu..........................................................................................................(4)
Dalam menentukan nilai ukuran lot pemesanan Q0* dan titik pemesanan
kembali r* dapat dicari dengan cara iteratif diantaranya dengan metode Hadley-
Within dimana nilai lot pemesanan Q0* dan titik pemesanan kembali r* diperoleh
dengan cara sebagai berikut (Bahagia usulan Fatma dkk, 2018) :
Menghitung nilai q01 awal = q0w menggunakan formulasi Wilson

q o 1=q ow
√ 2 AD
h
(5)

Berdasarkan nilai q01 yang telah didapat, selanjutnya dapat dicari besarnya
kemungkinan kekurangan inventory α dengan persamaan :
16

hq 0
α= ...........................................................................................................(6)
CuD

Selanjutnya mencari nilai dari Zα yang dapat dilihat melalui tabel distribusi
normal. Selanjutnya menghitung r1 dengan persamaan berikut:
r 1=DL +ZαS √ L (7)

Dengan demikian r1 yang diperoleh akan dapat dihitung nilai qo2 berdasarkan
formula yang diperoleh dari persamaan :
𝑞𝑜2 = √2𝐷[𝐴 + 𝐶𝑢𝑁]/ℎ (8)
Hitung kembali besarnya nilai α = hq02 / CuD dan nilai r2 dengan menggunakan
persamaan
r2 = DL + zαS√L (9)
Bandingkan nilai r1 dan r2; jika harga r2 relatif sama dengan r1 iterasi selesai dan
akan diperoleh r = r2 dan qo = qo2. Jika tidak kembali ke langkah c dengan
menggantikan nilai r1 = r2 dan qo1 = qo2.
Ekspektasi ongkos total per tahun dapat dihitung dengan persamaan
OT = 𝐷𝑝 + 𝐴𝐷 𝑞𝑜 + ℎ ( 𝑞𝑜+𝑟−𝐷𝐿 2 ) + 𝐶𝑢( 𝐷 𝑞𝑜 )𝑥𝑁
[Link]. Model Q dengan Lost Sales
Model berikut berlaku jika kekurangan inventori diperlakukan dengan lost
sales. Konsumen tidak menunggu barang yang diminta sampai dengan tersedia.
Pencarian solusi q0* dan r* metode Hadley-Within. Rumus dan ketentuan iterasi
dalam perhitungan back order dan lost sales hampir sama, perbedaanya terletak
pada perhitungan α. Rumus α dalam metode lost sales dapat dilihat pada
persamaan (A. Junia, 2015).
α = (ℎ𝑞𝑜)/ (𝐶𝑢𝐷+ℎ𝑞𝑜)

[Link]. Peramalan (Forecasting)


Peramalan adalah proses untuk memperkirakan kebutuhan di masa datang
yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang
dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang ataupun jasa 20
Peramalan akan semakin baik jika mengandung sedikit mungkin kesalahan, oleh
karena itu perlu dipilih metode peramalan yang terbaik yang sesuai dengan pola
17

data yang ada dari suatu perusahaan tertentu yang bergerak dalam bidangnya
(Alfarisi, 2017).
Metode Peramalan Kuantitatif
Metode peramalan yang dipilih pada penelitian ini adalah dari kelompok
metode peramalan yang berdasarkan deret waktu (time series forecasting
methods). Metode Time Series adalah metode statistik yang menggunakan data
permintaan historis dihimpun pada suatu periode waktu. Dengan asumsi bahwa
apa yang terjadi di masa lalu akan terjadi di masa yang akan datang. Metode
peramalan deret waktu yang umumnya digunakan adalah:
Moving average, digunakan jika tidak ada pola trend maupun musiman.
Simple eksponensial smoothing, digunakan jika tidak ada pola trend maupun
musiman.
Double Exponential Smoothing, digunakan jika ada pola trend tetapi tidak ada
pola musiman.
Metode Winter, digunakan jika ada pola trend dan musiman.
2.10.1. Metode Moving Average (MA)

Moving average diperoleh dengan merata-rata permintaan berdasarkan


beberapa data masa lalu yang terbaru. Tujuan utama dari penggunaan metode ini
adalah untuk mengurangi atau menghilangkan variasi acak permintaan dalam
hubungannya dengan waktu. Tujuan ini dicapai dengan merata-rata beberapa nilai
data secara bersama-sama, dan menggunakan nilai rata-rata tersebut sebagai
ramalan permintaan untuk periode yang akan datang. Secara matematis, maka MA
akan dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut:
X t + X t−1 + X t −2+ … .+ X t −n+1
Ft =
N
Dimana:
X t =¿ Permintaan aktual pada periode
N = Banyaknya data permintaan yang dilibatkan dalam perhitungan
Ft = Peramalan permintaan pada periode t
2.10.2. Metode Single Exponential Smoothing (SES)
18

Kelemahan teknik MA dalam kebutuhan akan data-data masa lalu yang


cukup banyak dapat diatasi dengan teknik SES. Model ini mengasumsikan bahwa
data berfluktuasi di sekitar nilai mean yang tetap, tanpa trend atau pola
pertumbuhan konsisten. Rumus SES dinyatakan sebagai berikut:

St = α .Xt + (1- α )Ft-1

Dimana:
St X = Peramalan untuk periode t
X = Peramalan untuk periode t t F +(1-α) = Nilai aktual time series
F +(1-α) = Peramalan pada waktu t-1 (waktu sebelumnya)
α = Konstanta perataan antara 0 dan 1
2.10.3. Metode Double Exponential Smoothing
Metode ini merupakan pengembangan dari single exponential dimana
menambahkan unsur trend pada bobot perhitungan, sehingga pada Double
Exponential Smoothing membersikan dua jenis bobot pada perhitungan yaitu leve
(α) dan trend (β) (Alfarisi, 2017).
Metode ini merupaka model linier yang dikemukakan oleh Brown, dan metode ini
dilakukan proses Smoothing dua kali dengan persamaan sebagai berikut:
At = αYt + (1-α) (At-1 + Tt-1)
Tt = β (At - At-1 ) + (1- β) Tt-1
Ft+1 = At + Tt m
Keterangan:
At : Nilai pemulusan eksponensial
α : Konstanta (0< α<1)
β : Konstanta (0< β<1)
Yt : nilai actual pada periode t
Tt : estimasi trend F(t+m) : Nilai ramalan
2.10.4. Ukuran Akurasi Hasil Peramalan
Ukuran akurasi hasil peramalan merupakan ukuran kesalahan peramalan
yaitu tingkat perbedaan antara hasil peramalan dengan permintaan yang
sebenarnya terjadi.
19

1. MAD (Mean Absolute Deviation)


Mengukur ketepatan ramalan dengan merata-rata kesalahan dugaan (nilai absolut
masing-masing kesalahan). MAD berguna ketika mengukur kesalahan ramalan
dalam unit yang sama sebagai deret asli (Kristien & Sofian, 2015).
Aktual−Ramalan
MAD = ∑
n
Akurasi peramalan akan tinggi apabila nilai- nilai MAD, mean absolute
percentage error, dan mean squared error semakin kecil. MAD merupakan nilai
total absolut dari forecast error dibagi dengan data. Atau yang lebih mudah
adalah nilai kumulatif absolut error dibagi dengan periode (Saputra, 2016).

MSE (Mean Square Error)


MSE digunakan untuk mengevaluasi suatu metode peramalan. Hasil dari
kesalahan akan dikuadratkan. MSE merupakan rata-rata selisih kuadrat antara
nilai yang diramalkan dan diamati (Kristien dan Sofian, 2015).
Rumus menghitung Mean Square Error (MSE) sebagai berikut (Gofur dan Dewi,
2013):
n

MSE =
∑ (x t −f t ¿ )
t =1
¿
n
3. Mean Absolute Percentage Error (MAPE)
ft
| |
n
100
MAPE =( ) ∑ xt −
n t =1 xt
20

BAB III
PENGKAJIAN SISTEM
3.1. Sejarah Perusahaan
Tunas Jaya Paving merupakan UMKM (Usaha Mikro kecil dan Menengah
yang bergerak dalam bidang produksi Paving Blok yang telah berdiri dari tahun
2008 oleh Liusman dan istri (Endra Willis). Usaha ini merupakan usaha yang
bersifat perseorangan atau kekeluargaaan. Terbentuknya usaha ini awalnya karna
ingin memperbaiki perekonomian keluarga. Disamping itu sebelum mendirikikan
Tunas Jaya Paving, Liusman pernah bekerja di usaha pembuatan paving selama
selama ± 8 tahun.
Awal saat didirikan usaha ini, Tunas Jaya Paving hanya memproduksi
batako dengan pencetakan manual yang mana dapat memproduksi batako perhari
100 buah. Lalu bertambah dengan lajunya permintaan pelanggan dan pemilik
ingin meningkatkan produksi, maka ditahun 2012 Tunas jaya Paving sudah
menggunakan mesin dalam memproduksi Paving blok Segi Enam, Paving Blok
Petak dan Batako. Dengan ketersediaanya mesin didapatlah peningkatan
penjualan dan peningkatan produksi dengan jumlah produksi perhari bisa
mencapai 400 hingga 600 buah. Dan sekarang Tunas Jaya Paving telah memiliki 2
mesin, salah satu mesinnya telah terdapat pengadukan sendiri. Hal ini membuat
Tunas Jaya Paving dapt Memproduksi Paving Blok Segi Enam, Paving Blok
Petak dan Batako menjadi 2 kali lipat lebih besar dari sebelumnya.
Tunas Jaya Paving memproduksi Paving Blok ukuran 6 cm dan Batako
dan juga menjual kebutuhan dalam keperluan bangunan lainnya seperti gorong
gorong, kantin, tiang dan lain lain. Usaha ini beralamat di Jl Raya Kubang,
Simpang Kualu-Panam, Pekanbaru dengan luas tanah sebesar 2.250 m 2 yang
memungkinkan dalam menstock produksi. Dalam memenuhi keinginan pelanggan
Tunas Jaya Paving menerapkan system make to stock yang mana produk di stok
sebisa mungkin agar dapat memnuhi keinginan pelanggan yang bersifat tidak
ingin menunggu. Dan untuk dapat menjaga kepercayaan pelanggan Tunas Jaya
Paving menggunakan bahan bangunan yang dijamin mutu dan kualitasnya dengan
campuran bahan bangunan berupa pasir urug, pasir sungai dan semen.
21

3.2. Struktur Organisasi


Setiap perusahaan yang mempunyai tujuan tertentu akan berusaha
semaksimal mungkin membuat suatu hubungan kerja sama yang baik. Demikian
juga halnya Tunas Jaya Paving yang mana usaha bersifat perseorangan yang
dikelola oleh Liusman dan istri(Endra Willis). Namun walau usaha ini bersifat
perseoran tetap memiliki struktur organisasi untuk menciptakan hubungan
kerjasama yang baik dalam operasionalnya. Dengan adanya struktur organisasi,
uraian tugas, tanggung jawab dan wewenang akan tergambar dengan jelas
sehingga mempermudah dalam menentukan, mengarahkan, dan mengawasi
jalanya operasional perusahaan agar berjalan dengan baik dan terkendali. Struktur
organisasi bagi perusahaan mempunyai peran yang sangat penting dalam
menentukan dan memperlancar jalnnya roda perusahaan. Struktur organisasi
Tunas Jaya Paving dapat di lihat pada gambar dibawah ini:

Pimpinan
Liusman

Keuangan/ Bagian Produksi


administrasi -Sapri
Endra Willis -Realnalsi
-Reihan
-Sadri

Gambar 3.1. Struktur Organisasi


Sumber : Tunas Jaya Paving, 2021

Tugas dan tanggung jawab dari masing- masing fungsi dari setiap jabatan pada
struktur organisasi Tunas jaya Paving :
Sebagai pemilik sekaligus pimpinan dari Tunas Jaya Paving memiliki tugas dan
wewenang sebagai berikut:
Melakukan pengawasan secara menyeluruh atas semua kegiatan produksi dan
nonproduksi yang terjadi di perusahaan.
22

bertanggung jawab sepenuhnya terhadap jalannya operasional dan memperhatikan


kondisi baik material maupun tenaga kerja
Bagian produksi
Bagian produksi bertugas untuk memastikan prosedur dan instruksi kerja yang
dibuat pemilik untuk aktivitas sehari-hari agar mudah dipahami dan diukur
pencapaiannya, menjamin agar produksi berjalan dengan lancar, bertanggung
jawab atas pemeliharaan peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam
proses produksi serta mutu yang dihasilkan. Pada bagian produksi ini terdiri dari
beberapa beberapa tugas sebagai berikut :
Mencampurkan seluruh bahan yang sudah disiapkan kemudian dimasukan ke
dalam mixer dan diaduk sampai tercampur hingga rata.
Menggerakan mesin cetak / press paving.
Memasukkan bahan yang sudah diaduk sampai rata ke dalam mesin pencetakan
dan kemudian mengangkatnya ke tempat penjemuran.
Bagian Administrasi
Melakukan pencatatan dan memeriksa atas seluruh kegiatan penjualan.
Mencatat stok bahan baku untuk produksi dan stok produk.
Mencatat keuangan masuk dan keluar
3.3. SDM Perusahaan
Sumber daya manusia atau tenaga kerja berperan sangat penting untuk
mendukung proses produksi yang lancer, Tunas Jaya Paving menggunakan tenaga
kerja yang berasal dari lingkungan sekitar pabriknya. Selain untuk mengurangi
tingkat pengangguran dil lingkungan sekitar usaha. Sumber daya manusia yang
bekerja di Tunas Jaya Paving memilki latar belakang pendidikan SD hingga
SMA .
Adapun jumlah karyawan di Tunas Jaya Paving saat ini adalah 4 orang.
Jam kerja dimulai dari jam 08.00 pagi hingga 17.00 degan waktu istirahat 1 jam.
3.4. Proses Produksi
Proses produksi adalah suatu rangkaian kegiatan yang berusaha meningkatkan
daya guna dari baha mentah dengan menggunakna sumber-sumber yang tersedia.
Tunas Jaya Paving merupakan jenis usaha yang dalam kegiatannya memproduksi
23

barang secara terus menerus. Adapun proses pada Tunas Jaya Paving dapat dilihat
dibawah ini:

Gambar 3.2. Flowchart Proses Produksi


Sumber : Tunas Jaya Paving, 2021

Untuk memperoleh informasi yang lebih jelas, berikut proses produksi


pembuatan Paving Segiempat pada Tunas Jaya Paving:
Tahap penyiapan
bahan Tahap penyiapan bahan yaitu dimana bahan baku disiapkan sebelum
dimasukkan dan dicampur ke dalam mixer. Bahan yang disiapkan adalah air,
semen, pasir urug, dan pasir sungai.
Tahap pengadukan
Tahap pengadukan yaitu seluruh bahan yang sudah disiapkan dimasukan ke dalam
mixer dan diaduk sampai tercampur hingga rata.
24

Gambar 3.3. Proses Pengadukan Bahan Baku


Sumber : Dokumentasi Penelitian, 2021
Tahap pencetakan
Pada Tunas Jaya Paving tahap pencetakan sudah menggunakan mesin multi block,
sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat dan mudah. Dimana pada mesin cetak ini
bahan yang sudah tercampur rata dimasukkan ke dalam mesin multi block, setelah
dimasukkan maka paving pun sudah mulai terbentuk dan langsung dipress oleh
mesin tersebut.

Gambar 3.4. Proses Pencetakan Produk


Sumber : Dokumentasi Penelitian, 2021
Tahap Pengeringan
Pada tahap ini paving yang sudah dicetak dan dipress pun langsung dibawa ke
tempat yang sudah di sediakan dan di jemur di bawah sinar matahari.
25

Gambar 3.5. Proses Pengeringan Produk


Sumber : Dokumentasi Penelitian, 2021
26

BAB IV
METODOLOGI PENELITIAN

4.1. Metodologi Penelitian


Dalam melakukan penelitian diperlukan tahap-tahap yang merupakan
suatu rangkaian proses yang berkaitan secara sistematis. Berikut merupakan
flowchart tahapan penelitian :

Gambar 4.1. Flowchart Metodologi Penelitian


Sumber : Pengumpulan Data
27

4.2. Identifikasi Masalah


Pada Tahap ini dilakukannya identifikasi terhadap permsalahan. Dimana
setelah dilakukannya identifikasi permasalaahan Tunas Jaya paving block ialah
tentang perencanaan persediaan. Dikarenakan persediaan paving block sering
berada dikondisi overstock ataupun stockout.
4.3. Studi Pendahuluan
Terdapat dua cara dalam study pendahuluan yaitu study literatur dan study
lapangan. Dimana study literatur berupa jurnal-jurnal dan buku yang berkaitan
dengan persediaan. Sedangkan study lapangan dengan wawancara terhadap
pemilik usaha dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Dan mengamati langsung
kegiatan pada objek penelitian. Langkah ini dilakukan dengan tujuan untuk
memperoleh gambaran nyata dari permasalahan yang akan diteliti. Sehingga hasil
peneitian dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut.
4.4. Perumusan Masaalah
Perumusan masalah yang merupakan hasil dari identifikasi masalah yang
berupa pertanyaan. Rumusan masalah yang dibuat mengarah pada perencanaan
persediaan paving blok optimal dengan membandingkan total biaya persediaan
sebelum dan sesudah diterapkannya metode yang diusulkan.
4.5. Menentukan Tujuan, Manfaat dan Batasan Penelitian
Penetapan tujuan penelitian merupakan suatu target yang ingin dicapai
dalam upaya menjawab segala permasalahan yang sedang diteliti. Suatu penelitian
perlu menetapkan suatu tujuan yang jelas, nyata dan terukur. Adapun tujuan
penelitian ini adalah perencanaan persediaan Paving yaitu untuk mengetahui
ukuran lot persediaan, safety stock dan reorder point dibutuhkan agar tidak terjadi
under stock dan over stock, menghitung jumlah persediaan menggunakan
continuous review methode, dan membandingkan total biaya persediaan (total
inventory cost) yang dikeluarkan sebelum dan sesudah dilakukan continnous
review methode. Adapun manfaat penelitian bagi perusahaan sebagai usulan
dalam mengendalikan persedian. Dan batasan masalah dari penelitian ini dengan
28

objek penelitian berupa paving blok petak, segi enam dan batako. Adapun metode
yang digunakan adalah metode probabilistic continouse review model Q
4.6. Implementasi metode
Dalam mengimplementasikan metode awal dari langkah implementasi
sebagai berikut :
Pengumpulan data persediaan dari tahun 2018-2021 yang akan digunakan dalam
pengolahan data
Melakukan pengujian uji normalitas data pada data pemintaan tahun 2018-2021
Melakukan peramalan dengan metode forecasting yang memiliki nilai error
paling kecil.
Menentukan biaya persediaan yang digunakan dalam meproduksi produk
Selanjutnya melakukan perhitungan persediaan menggunakan metode continuous
review dengan menghitung ukuaran lot pemesanan (q*0) dan titik Reorder point
(r*0) dengan cara iteratif seperti yang dikemukakan oleh Handley-Within.
Mandingkan nilai 𝑟1 ∗ dan 𝑟2 ∗ ; jika harga 𝑟2 ∗ relatif sama dengan 𝑟1 ∗ iterasi
selesai dan akan diperoleh 𝑟 ∗ = 𝑟2 ∗ dan 𝑞 ∗ = 𝑞2 ∗ . Jika tidak kembali ke
langkah c dengan menggantikan nilai 𝑟1 ∗ = 𝑟2 ∗ dan 𝑞1 ∗ = 𝑞2. Selanjutnya
menghitung besarnya persediaan Safety Stock dan persediaan makasimum
Perbandingan Total Cost Inventory dan membandingkan cost persediaan sebelum
dan sesudah menggunakan metode.
4.7. Pembahasan
Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan, selanjutnya
menganalisis untuk menjawab pertanyaan pada rumusan masalah. sebagai
berikut :
Analisis pengumpulan data persediaan dari tahun 2018-2021 yang akan digunakan
dalam pengolahan data
Analisis pengujia uji normalitas data pada data pemintaan tahun 2018-2021
Analisis peramalan dengan metode forecasting yang memiliki nilai error paling
kecil.
Analisi menentukan biaya persediaan yang digunakan dalam meproduksi produk
Analisis perhitungan persediaan menggunakan metode continuous review dengan
menghitung ukuaran lot pemesanan (q*0) dan titik Reorder point (r*0) dengan cara
iteratif seperti yang dikemukakan oleh Handley-Within. Mandingkan nilai 𝑟1 ∗
dan 𝑟2 ∗ ; jika harga 𝑟2 ∗ relatif sama dengan 𝑟1 ∗ iterasi selesai dan akan
29

diperoleh 𝑟 ∗ = 𝑟2 ∗ dan 𝑞 ∗ = 𝑞2 ∗ . Jika tidak kembali ke langkah c dengan


menggantikan nilai 𝑟1 ∗ = 𝑟2 ∗ dan 𝑞1 ∗ = 𝑞2. Selanjutnya menghitung besarnya
persediaan Safety Stock dan persediaan makasimum
Dan terakhir analisis perbandingan Total Cost Inventory dan membandingkan cost
persediaan sebelum dan sesudah menggunakan metode.

4.8. Kesimpulan dan saran


Setelah dilakukannya pengolahan data dengan implementasi metode dan
menganalisa hasil dari pengolahan data. Maka dapat dilakukan penarikan
kesimpulan yang merupakan jawaban dari tujuan penelitian. Dan selanjutnya
memberikan saran-saran yang dianggap penting.
30

BAB V
IMPLEMETASI METODE DAN PEMBAHASAN

5.1. Implementasi Metode


Pada bab ini akan dijelaskan dari pengumpulan data persediaan dan
permintaan tahun 2018-2021, uji normalitas setiap data, peramalan permintaan,
menentukan biaya persediaan, perhitungan persediaan yang optimal dengan
metode Continuous Review dan membandingkan nilai total cost inventory pada
produk Paving Blok Segi Enam, Paving Blok Petak dan Batako.
5.1.1. Pengumpulan Data Persediaan Dan Permintaan (2018-2021)
pada penelitian di Toko Tunas Jaya Paving Block dilakukannya
pengumpulan data pada Paving Blok Segi Enam, Paving Blok Petak dan Batako.
Data yang dikumpulkan meliputi data persediaan, data permintaan, dan semua
data yang terkait dengan persediaan data ini yang akan digunakan dalam
peramalan permintaan produk satu tahun kedepan.
31

[Link]. Data Persediaan dan pemintaan Paving Blok Segi Enam


Berikut data Persediaan dan permintaan Paving Blok Segi Enam 2018-
2021 :
Tabel 5.1. Data Persediaan dan Permintaan Paving Blok Segi Enam
Paving Blok Segi Enam
Tahun
Bulan Permintaan Persediaan Stok Keterangan
Agustus 11330 14500 3170 Overstock
September 8900 10250 1350 Overstock
Oktober 7800 16500 8700 Overstock
November 14500 15300 800 Overstock
Desember 13500 16245 2745 Overstock
2018- Januari 14200 12960 -1240 Stockout
2019 Februari 12200 14230 2030 Overstock
Maret 9560 11934 2374 Overstock
April 9200 10705 1505 Overstock
Mei 10600 10562 -38 Stockout
Juni 9500 11710 2210 Overstock
Juli 11500 11100 -400 Stockout
Agustus 12410 11450 -960 Stockout
September 12400 13050 650 Overstock
Oktober 9550 13700 4150 Overstock
November 15650 12165 -3485 Stockout
Desember 5000 17210 12210 Overstock
2019- Januari 14200 15500 1300 Overstock
2020 Februari 4785 16100 11315 Overstock
Maret 10500 14100 3600 Overstock
April 9500 10025 525 Overstock
Mei 11510 9600 -1910 Stockout
Juni 9600 11558 1958 Overstock
Juli 11100 11500 400 Overstock
Agustus 12000 13330 1330 Overstock
September 12150 11900 -250 Stockout
Oktober 6589 12200 5611 Overstock
November 9800 11245 1445 Overstock
Desember 14700 15000 300 Overstock
2020- Januari 7500 14500 7000 Overstock
2021 Februari 8900 16000 7100 Overstock
Maret 13500 12658 -842 Stockout
April 17898 16936 -962 Stockout
Mei 5600 7366 1766 Overstock
Juni 10920 12288 1368 Overstock
Juli 3500 1470 -2030 Overstock
Total 382052 456847 0 Stockout
Rata-rata 10613 12690
Sumber: Pengumpulan Data

Gambar 5.1. Grafik Permintaan Paving Blok Segi Enam


Sumber: Pengumpulan Data
32

[Link]. Data Persediaa dan pemintaan Paving Blok Petak


Berikut data Persediaan dan permintaan Paving Blok Petak 2018-2021 :
Tabel 5.2. Data Persediaan dan Permintaan Paving Blok Petak
Paving Blok Petak
Tahun
Bulan Pemintaan Perse diaan Stock Ke terangan
Agustus 15020 13330 -1690 Stockout
September 16200 16900 700 Overstock
Oktober 22510 22100 -410 Stockout
November 12500 19450 6950 Overstock
Desember 11500 14050 2550 Overstock
2018- Januari 11510 14700 3190 Overstock
2019 Februari 11600 16300 4700 Overstock
Maret 21100 20245 -855 Stockout
April 14000 20960 6960 Overstock
Mei 14150 13595 -555 Stockout
Juni 13500 15890 2390 Overstock
Juli 13000 16500 3500 Overstock
Agustus 14700 11250 -3450 Stockout
September 22165 17500 -4665 Stockout
Oktober 17210 21245 4035 Overstock
November 15500 18000 2500 Overstock
Desember 16100 16500 400 Overstock
2019- Januari 11705 18000 6295 Overstock
2020 Februari 4300 14658 10358 Overstock
Maret 6000 12100 6100 Overstock
April 9808 22580 12772 Overstock
Mei 13900 12772 -1128 Stockout
Juni 17210 15360 -1850 Stockout
Juli 15500 17500 2000 Overstock
Agustus 500 13330 12830 Overstock
September 8970 12830 3860 Overstock
Oktober 7590 8500 910 Overstock
November 13000 8500 -4500 Stockout
Desember 11200 13500 2300 Overstock
2020- Januari 9000 16500 7500 Overstock
2021 Februari 6500 11705 5205 Overstock
Maret 8750 19562 10812 Overstock
April 12980 23360 10380 Overstock
Mei 608 28840 28232 Overstock
Juni 14336 28232 13896 Overstock
Juli 0 13896 13896 Overstock
Total 434122 600240 13896 Overstock
Rata-rata 12059 16673

Sumber: Pengumpulan Data

Gambar 5.2. Grafik Permintaan Paving Blok Petak


Sumber: Pengumpulan Data
33

[Link]. Data Persediaa dan pemintaan Batako


Berikut data Persediaan dan permintaan Batako 2018-2021 :
Tabel 5.3. Data Persediaan dan Permintaan batako
Batako
Tahun
Bulan Permintaan Persediaan Stok Keterangan
Agustus 6210 7000 790 Overstock
September 4500 3658 -842 Stockout
Oktober 5100 1100 -4000 Stockout
November 705 5580 4875 Overstock
Desember 510 3700 3190 Overstock
2018- Januari 600 3300 2700 Overstock
2019 Februari 2100 7245 5145 Overstock
Maret 3000 5145 2145 Overstock
April 3150 2595 -555 Stockout
Mei 2500 4890 2390 Overstock
Juni 2000 5500 3500 Overstock
Juli 3700 3850 150 Overstock
Agustus 3165 6380 3215 Overstock
September 6210 3720 -2490 Stockout
Oktober 4500 4875 375 Overstock
November 5100 5500 400 Overstock
Desember 705 4325 3620 Overstock
2019- Januari 1558 3620 2062 Overstock
2020 Februari 550 2500 1950 Overstock
Maret 6650 3890 -2760 Stockout
April 4020 8530 4510 Overstock
Mei 5200 4700 -500 Stockout
Juni 3510 3700 190 Overstock
Juli 5200 3960 -1240 Stockout
Agustus 3200 5230 2030 Overstock
September 560 2934 2374 Overstock
Oktober 200 2374 2174 Overstock
November 1600 2174 574 Overstock
Desember 3165 5500 2335 Overstock
2020- Januari 6210 7000 790 Overstock
2021 Februari 4500 3658 -842 Stockout
Maret 5100 3785 -1315 Stockout
April 330 3300 2970 Overstock
Mei 950 6148 5198 Overstock
Juni 8880 12470 3590 Overstock
Juli 6300 5576 -724 Stockout
Total 121438 169412 -724 Stockout
Rata-rata 3373 4706

Sumber: Pengumpulan Data

Gambar 3.6. Grafik Permintaan Batako


34

Sumber: Pengumpulan Data


5.1.2. Pengujian Uji Normalitas Data
Pengujian didtribusi normal datat pemintaan produk paving blok dari
tahun 2018-2021. Pengujian normalitas dilakukan dengan metode Kolmogorov-
Smirnov. Pengujian ini dilakukan untuk melihat data tersebar secara normal atau
tidak dengan membandingkan nilai p-value yang didapat. Dimana nilai p-value >
alpha (α) = 0.05 (95%).
Maka, hipotesis dari uji normalitas adalah
H0 = data berdistribusi normal
Hi = data tidak berdistribusi normal
[Link]. Uji Normalitas Paving Blok Segi Enam
Berikut hasil pengujian uji normalitas data Paving Blok Segi Enam

Gambar 5.3. Grafik uji kenormalan Paving Blok Segi Enam


Sumber : pengolahan data
35

Gambar 5.4. Kurva uji kenormalan Paving Blok Segi Enam


Sumber : pengolahan data

Dari grafik diatas diketahui nilai p-value (0,150) > alpha (α) (0.05). Yang
berarti, H0 diterima yang mana data paving blok segi enam tahun 2018-2021
dikatakan terdistribusi normal.
Langkah pengujian distribusi normal terlampirkan di Lampiran 1. Uji
Normalitas Paving Blok Petak
[Link]. Uji Normalitas Paving Petak
Berikut hasil pengujian uji normalitas data Paving Blok Petak :

Gambar 5.5. Grafik uji kenormalan Paving Blok Petak


Sumber : pengolahan data
36

Gambar 5.6. Kurva uji kenormalan Paving Petak


Sumber : pengolahan data

Dari grafik diatas diketahui nilai p-value (0,113) > alpha (α) (0.05). Yang
berarti, H0 diterima yang mana data paving blok Petak tahun 2018-2021
dikatakan terdistribusi normal.
Langkah pengujian distribusi normal terlampirkan di Lampiran 2. Uji
Normalitas Paving Blok Petak
[Link]. Uji Normalitas Batako
Berikut hasil pengujian uji normalitas data Paving Blok Segi Enam
37

Gambar 5.7. Grafik uji kenormalan Paving Blok Petak


Sumber : pengolahan data

Gambar 5.8. Kurva uji kenormalan Paving Petak


Sumber : pengolahan data

Dari grafik diatas diketahui nilai p-value (0,150) > alpha (α) (0.05). Yang
berarti, H0 diterima yang mana data batako tahun 2018-2021 dikatakan
terdistribusi normal.
Data yang distribusi normal yang lainnya terlampirkan di Lampiran 3. Uji
Normalitas Paving Blok Petak
5.1.3. Peramalan permintaan tahun 2021-2022
Peramalan dilakukan untuk mengetahui perencanaan persediaan dimasa
akan datang. Berikut Peramalan yang dilakukan utuk perencanaan persediaan
tahun 2021-2022.
[Link]. Paving Blok Segi Enam
Dari data grafik 5.1 (permintaan Paving Blok Segi Enam) terlihat pola
permintaan masuk dalam kategori pola Stationer dimana permintaan tersebar
disekitar rata-rata. Forecasting dilakakukan dengan beberapa metode time series
metode dengan menggunakan software minitab 16. Dari hasil peramalan yang
didapat, untuk mendapatkan peramalan yang terbaik dengan membandingkan nilai
akurasi. Berikut diperoleh nilai akurasi peramalan permintaan dan hasil peramalan
Paving Blok Segi Enam Tahun 2021-2022 selama 12 periode :
38

Tabel 5.4. Nilai Akurasi Hasil Peramalan Paving Blok Segi Enam
METODE MAPE MAD MSD
Moving Average Length 6 37 2806 12907839
Singel Exponential Smoothing Arima 34 2661 11679161
Doubel Exponential Smoothing Arima 32 2558 10866747
Sumber: Pengolahan Data, Minitab 16
Pada tabel diatas menunjukkan nilai MAPE, MAD dan MSD pada kedua
metode. Dari metode diatas Doubel Exponential Smoothing yang memiliki nilai
paling terkecil dengan nilai akurasi (37), MAD (2558) dan MSD(10866747).

Gambar 5.9. Plot Metode Double Exponential Smoothing, Paving Blok Segi
Enam
Sumber : pengolahan data
Berikut hasil peramalan dengan menggunakan metode Doubel
Exponential Smoothing :
Tabel 5.5. Peramalan Permintaan Paving Blok Segi Enam
Priode Forecasting
1 10063,16
2 10719,47
3 10128,79
4 10660,41
5 10181,95
6 10612,56
7 10225,01
8 10573,80
9 10259,89
10 10542,41
11 10288,14
12 10516,99
Total 124772,5884
Sumber: Pengolahan Data
39

Dari tabel diatas, merupakan hasil peramalan permintaan Paving Blok


Segi Enam dari metode Doubel Exponential Smoothing untuk 12 Priode Kedepan.

Dengan memiliki total permintaan sebesar 12.4772,5884 buah karena produk


tidak berjumlah eceran dimana jumlah tidak dapat berkoma maka total Paving
Blok segi Enam berjumlah 12.4773.
Data Peramalan yang lainnya terlampirkan di Lampiran 4. Peramalan
Paving Blok Segi Enam
[Link]. Peramalan Paving Blok Petak
Dari data grafik 5.2 (permintaan dan persedian Paving Blok Petak) terlihat
pola permintaan masuk dalam kategori pola Trend dimana terlihatnya grafik yang
menurun. Forecasting dilakakukan dengan Forecasting dilakakukan dengan
beberapa metode time series metode dengan menggunakan software minitab 16.
Dari hasil peramalan yang didapat, untuk mendapatkan peramalan yang terbaik
dengan membandingkan nilai akurasi. Selanjutnya hasil peramalan yang didapat,
untuk mendapatkan peramalan yang terbaik dengan membandingkan nilai
[Link] diperoleh nilai akurasi peramalan permintaan dan hasil peramalan
Paving Blok Petak tahun 2021-2022 selama 12 periode :
Tabel 5.6. Nilai Akurasi Hasil Peramalan Paving Blok Petak
METODE MAPE MAD MSD
Moving Average Length 6 159 3838 26532560
Linear Trend 115 3626 20060637
Doubel Exponential Smoothing Arima 156 4096 30786422
Singel Exponential Smoothing Arima 148 3808 25015928
Sumber: Pengolahan Data, Minitab 16

Pada tabel diatas menunjukkan nilai MAPE, MAD dan MSD pada kedua
metode. Dari metode diatas Linear Trend yang memiliki nilai paling terkecil.
40

Gambar 5.10. Plot Metode Double Exponential Smoothing, Paving Blok


Petak
Sumber : pengolahan data
41

berikut hasil peramalan dengan menggunakan metode Linear Trend:


Tabel [Link] Permintaan Paving Blok Petak
Period Forecast
1 6807,630
2 6523,770
3 6239,920
4 5956,060
5 5672,210
6 5388,350
7 5104,490
8 4820,640
9 4536,78
10 4252,93
11 3969,07
12 3685,22
62957,0
Total
7
Sumber: Pengolahan Data, Minitab 16
Dari tabel diatas yang merupakan hasil peramalan permintaan Paving Blok
Petak dari metode Linear Trend untuk 12 Priode Kedepan. Dengan memiliki total
permintaan sebesar 62957,07 buah, karena produk tidak berjumlah eceran dimana
jumlah tidak dapat berkoma maka total Paving Blok segi Enam berjumlah 62957
buah.
Data Peramalan yang lainnya terlampirkan di Lampiran 5. Peramalan
Paving Blok Petak
[Link]. Peramalan Batako
Dari data grafik 5.3 (permintaan Batako) terlihat pola permintaan masuk
dalam kategori pola Seasonality dimana pola ini terjadi Ketika polanya berulang,
terlihat pada bulan februari hingga bulan maret dimana setiap tahunnya
mengalami kenaikan permintaan. Forecasting dilakakukan dengan Forecasting
dilakakukan dengan beberapa metode time series metode dengan menggunakan
software minitab 16. Dari hasil peramalan yang didapat, untuk mendapatkan
peramalan yang terbaik dengan membandingkan nilai akurasi.. Berikut diperoleh
nilai akurasi peramalan permintaan dan hasil peramalan Batako tahun 2021-2022
selama 12 periode :
42

Tabel 5.8. Nilai Akurasi Hasil Peramalan Paving Blok Petak


Metode MAPE MAD MSD

Decomposition Adaptive 117 1511 3429158


Decomposition Multiplicative 102 1506 3656775
Moving Average Length 6 189 2018 5769854
Doubel Exponential Smoothing Arima 170 1844 6262404
Singel Exponential Smoothing Arima 187 1875 5186355
Sumber: Pengolahan Data, Minitab 16
Pada tabel diatas menunjukkan nilai MAPE, MAD dan MSD pada a
metode time series diatas. Pada nilai MSD, metode Decomposition Adaptive yang
memiliki nilai paling terkecil namun pada nilai MAPE dan MAD, metode
Decomposition Multiplicative yang memiliki nilai paling terkecil. Sehingga
metode yang dipilih adalah Decomposition Multiplicative.

Gambar 5.11. Plot Metode Double Exponential Smoothing, Paving Blok Segi
Enam
Sumber : Pengolahan Data
Berikut hasil peramalan dengan metode Decomposition Multiplicative :
Tabel 5.9. Peramalan Permintaan Batako
Period Forecast
1 5788,07
2 4604,91
3 2330
4 853,54
5 2156,33
6 4391,38
7 5030,38
8 5788,07
43

9 4606,91
10 2330
11 853
12 2156,33
Total 40888,920
Sumber: Pengolahan Data, Minitab 16

Dari tabel diatas yang merupakan hasil peramalan permintaan Batako dari
metode Decomposition Multiplicative untuk 12 Priode Kedepan. Dengan
memiliki total permintaan sebesar 40.8888,920 buah, karena produk tidak
berjumlah eceran dimana jumlah tidak dapt berkoma maka total Paving Blok segi
Enam berjumlah 40.889 buah.
Data Peramalan yang lainnya terlampirkan di Lampiran 6. Peramalan Batako
5.1.4. Menentukan Biaya Persediaan
Dalam penelitian ini menggunakan biaya persediaan. Biaya- biaya yang
ditimbulkan oleh persediaan berupa biaya pembeliaan, biaya pemesanan, biaya
penyimpanan dan biaya kekurangan

[Link]. Biaya Pembelian


Biaya pembelian pada pembuatan Paving Blok Segi Enam, Paving Blok
Petak dan Batako yang merupakan biaya dari pembeliaan bahan baku setiap pcs
yang ditimbulkan berupa pasir urug, pasir sungai dan semen. Berikut biaya
pembeliaan bahan baku :
Paving Blok Segi Enam
Tabel 5.10. Biaya pembelian bahan baku Paving Blok Segi Enam
Jumlah
Bahan Baku Jumlah Satuan Harga Total harga/pcs
produk (Pcs)
Pasir urug 1 truk Rp 400.000 Rp 400.000 2500 Rp 160
Pasir Sungai 1 pecap Rp 175.000 Rp 175.000 2500 Rp 70
Semen 12 sak Rp 58.000 Rp 696.000 2500 Rp 278
Total Rp 508
Sumber : Pengumpulan Data

Tabel 5.11. Total biaya pembelian bahan baku Paving Blok Segi Enam
Tahun Persediaan Biaya/Pcs Total
2020-2021 144893 Rp 275 Rp 39.845.575
2021-2022 113020 Rp 275 Rp 31.080.500
Sumber : Pengumpulan Data
44

Paving Blok Petak


Tabel 5.12. Biaya pembelian bahan baku Paving Blok Petak
Jumlah
Bahan Baku Jumlah Satuan Harga Total Harga/pcs
Produk (Pcs)
Pasir urug 1 truk Rp 400.000 Rp 400.000 2800 Rp 143
Pasir Sungai 1 pecap Rp 175.000 Rp 175.000 2800 Rp 63
Semen 12 sak Rp 58.000 Rp 696.000 2800 Rp 249
Total Rp 454
Sumber : Pengumpulan Data

Tabel 5.13. Biaya pembelian bahan baku Paving Blok Petak


Tahun Persediaan Biaya/Pcs Total
2020-2021 198755 Rp 150 Rp 29.813.250
2021-2022 62957 Rp 150 Rp 9.443.550
Sumber : Pengumpulan Data
Batako
Tabel 5.14. Biaya pembelian bahan baku Batako
Bahan Jumlah
Jumlah Satuan Harga Total Harga/pcs
Baku Produk (Pcs)
Pasir urug 1 Truk Rp 400.000 Rp 400.000 900 Rp 444
Pasir Sungai 1 Pecap Rp 175.000 Rp 175.000 900 Rp 194
Semen 10 Sak Rp 58.000 Rp 580.000 900 Rp 644
total Rp 1.283

Sumber : Pengumpulan Data

Tabel 5.15. Biaya pembelian bahan baku Batako


Tahun Persediaan Biaya/Pcs Total
2020-2021 60149 Rp 250 Rp 15.037.250
2021-2022 40889 Rp 250 Rp 10.222.250
Sumber : Pengumpulan Data

[Link]. Biaya Pemesanan


Biaya pemesanan yang dikerluarkan Tunas jaya Paving dalam memesan
bahan baku. Dimana biaya yang dikeluarkan dalam memesan bahan baku ialah
biaya telpon. Biaya telpon disini ialah biaya yang flat dimanabesar kecilnya
persediaan biaya telpon akan sama. Pada Tunas Jaya Paving Telah menjatahkan
Biaya Telpon sebesar Rp 65.000 setiap bulannya. Berikut biaya telpon yang
dikeluarkan :
45

Tabel 5.16. Biaya Pemesanan Tahun 2020-2021


Persentase
Produk Biaya
Persediaan (%)
PB. Segi Enam 36 Rp280.943
PB. Petak 49 Rp382.429
Batako 15 Rp116.627
Total 100 780000
Sumber : Pengumpulan Data
Tabel 5.17. Biaya Pemesanan Tahun 2021-2022
Persentase
Produk Biaya
Persediaan (%)
Segi enam 52 Rp 406.498
Petak 29 Rp 226.437
Batako 19 Rp 147.065
Total 100 Rp 780000
Sumber : Pengumpulan Data

[Link]. Biaya Penyimpanan


Biaya simpan merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membiayai
persediaan Paving Blok segi Enam, Paving Blok Petak dan Batako. Pada
pengumpulan biaya persediaan dibagi 2 yaitu biaya Penyimpanan yang telah
dikeluarkan (tahun 2020-2021) dan biaya penyimpanan akan dikeluarkan (tahun
2021-2022). Dimana biaya penyimpanan meliputi biaya listrik , biaya sewa dan
biaya pekerja pekerja selama setahun. Berikut biaya persediaan yang telah
dikeluarkan dan akan dikerluarkan Tunas jaya Paving :
Biaya Listrik
Tabel 5.18. Biaya listrik pada persediaan tahun 2020-2021
Paving Blok Paving Blok Biaya listrik/
Priode Batako Total
Segi Enam Petak bulan
Agustus 13330 13330 5230 31890 Rp558.500
September 11900 12830 2934 27664 Rp470.000
Oktober 12200 8500 2374 23074 Rp400.000
November 11245 8500 2174 21919 Rp365.000
Desember 15000 13500 5500 34000 Rp578.000
Januari 14500 16500 7000 38000 Rp656.500
Februari 16000 11705 3658 31363 Rp545.000
Maret 12658 19562 3785 36005 Rp620.000
April 16936 23360 3300 43596 Rp741.132
Mei 7366 28840 6148 42354 Rp715.000
Juni 12288 28232 12470 52990 Rp870.000
Juli 1470 13896 5576 20942 Rp356.014
Total 403797 Rp 6.875.146
Lanjutan tabel 5.18
46

Produk Biya Listrik Persediaan (Buah) Jumlah Biaya


Paving Blok Segi Enam Rp 17 144893 Rp 2.466.983
Paving Blok Petak Rp 17 198755 Rp 3.384.051
Batako Rp 17 60149 Rp 1.024.112
Total 403797 Rp 6.875.146
Sumber : Pengumpulan Data
Tabel 5.19. Biaya listrik pada persediaan tahun 2021-2022
Produk Biya Listrik Persediaan (Buah) Jumlah Biaya
Paving Blok Segi Enam Rp 17 124773 Rp 2.121.141
Paving Blok Petak Rp 17 62957 Rp 1.070.269
Batako Rp 17 40889 Rp 695.113
Total 195656 228619
Sumber : Pengumpulan Data

Biaya Sewa
Tabel 5.20. Biaya Sewa Pada Persediaan Tahun 2020-2021
Persediaan
Produk Biaya Sewa Persentase(%) Jumlah Biaya
(Buah)
Paving Blok Segi Enam Rp 4.000.000 144893 36 Rp1.440.000
Paving Blok Petak Rp 4.000.000 198755 49 Rp1.960.000
Batako Rp 4.000.000 60149 15 Rp600.000
Total 402275 100 Rp 4000000
Sumber : Pengumpulan Data
Tabel 5.21. Biaya Sewa Pada Persediaan Tahun 2021-2022
Persediaan Persentase(%
Produk Biaya Sewa Jumlah Biaya
(Buah) )
Paving Blok Segi Enam Rp 4.000.000 113020 52 Rp2.084.605
Paving Blok Petak Rp 4.000.000 62957 29 Rp1.161.215
Batako Rp 4.000.000 40889 19 Rp754.180
Total 216866 100 Rp 4.000.000
Sumber : Pengumpulan Data

Biaya Pekerja
Tabel 5.22. Biaya Biaya Pekerja Pada Persediaan Tahun 2020-2021
Upah
Produk Persediaan (Buah) Jumlah Biaya (Tahun)
Pekerja
Paving Blok Segi Enam Rp 275 144893 Rp 39.845.575
Paving Blok Petak Rp 150 198755 Rp 29.813.250
Batako Rp 250 60149 Rp 15.037.250
Total 402275 Rp 84.467.775
Sumber : Pengumpulan Data
47

Tabel 5.23. Biaya Biaya Pekerja Pada Persediaan Tahun 2021-2022


Upah
Produk Persediaan (Buah) Jumlah Biaya (Tahun)
Pekerja
Paving Blok Segi Enam Rp 275 113020 Rp 31.080.500
Paving Blok Petak Rp 150 62957 Rp 9.443.550
Batako Rp 250 40889 Rp 10.222.250
Total 216866 Rp 50.746.300
Sumber : Pengumpulan Data

Biaya Penyimpanan
Tabel 5.24. Biaya Penyimpanan Tahun 2020-2021
Paving Blok Segi
Biaya Simpan Enam Paving Blok Petak Batako

Biaya Listrik Rp 2.466.998 Rp 3.384.051 Rp 1.024.117


Biaya Sewa Rp1.440.000 Rp1.960.000 Rp600.000
Biaya Pekerja Rp 39.845.575 Rp 29.813.250 Rp 15.037.250
Biaya Penyimpanan Rp 43.752.573 Rp 35.157.301 Rp 16.661.367

Total Biaya Penyimpanan


Rp 302 Rp 177 Rp 277
Per Unit

Sumber : Pengumpulan Data

Tabel 5.25. Biaya Penyimpanan Tahun 2021-2022


Paving Blok Segi
Biaya Simpan /tahun Enam Paving Blok Petak Batako

Biaya Listrik Rp 1.921.340 Rp 1.070.269 Rp 695.113


Biaya Sewa Rp 2.084.605 Rp 1.161.215 Rp 754.180
Biaya Pekerja Rp 31.080.500 Rp 9.443.550 Rp 10.222.250
Biaya Penyimpanan Rp 35.086.445 Rp 11.675.034 Rp 11.671.543

Total Biaya Penyimpanan


Rp 310 Rp 185 Rp 285
Per Unit

Sumber : Pengumpulan Data

[Link]. Biaya Kekurangan


Biaya kekurangan pada toko Tunas Jaya Paving Ketika terjadinya
stockout, owner akan mengalihkan kekurangan pesanan pada toko Paving yang
lain. Hal ini dilakukan Tunas Jaya Paving agar tetap mendapat keutungan. Dalam
kondisi pengalihan konsumen bisa disebut dengan model lost sale, dimana
konsumen tidak ingin menunggu sampai barang tersedia. Pada kondisi ini biaya
48

kekurangan diambil dari pengurangan keuntungan yang didapat. Berikut ini biaya
kekurangan pendapatan jika terjadinya stockout atau kekurangan persediaan :
Tabel 5.26. Biaya Kekurangan Pendapatan
Produk Biaya
Paving Blok Segi Enam Rp 778
Paving Blok Petak Rp 782
Batako Rp 567
Sumber : Pengumpulan Data

5.1.5. Perhitungan Metode Continous Review


Ukuran lot pemesanan, titik pemesanan kembali dan perhitungan total
biaya yang akan dikeluarkan oleh Tunas Jaya Paving berdasarkan peramalan
permintaan tahun 2021-2022 dengan menggunakan metode continuous review
model lost sale.
[Link]. Paving Blok Segi Enam
Berikut perhitungan metode Continous review setiap produk :
Menghitung nilai q o 1

q o 1=q ow =
√ 2 AD
h


q o 1= 2 x 406.498 x 113.020
310
q o 1= 17.204,01585 ~ 17.204 Buah

Menghitung nilai r 1

Berdasarkan nilai q o 1 yang telah didapat, selanjutnya dapat dicari besarnya


kemungkinan kekurangan persediaan α dengan persamaan :
hq 0
α=
CuD+ hq 0
310 x 17.204,01585
α=
( 778 x 113.020 ) +(310 x 17.204,01585)
α =¿ 0,05728249
Selanjutnya mencari nilai dari Zα yang dapat dilihat melalui tabel
distribusi normal yang dilampirkan di Lampiran 8. Selanjutnya menghitung r1
dengan persamaan berikut:
49

r 1=DL +ZαS √ L

r 1=(113.020 x 0,0055)+(1,57800 x 229 x 0,0745356)

r 1=654,000033~ 654 Buah

Menghitung nilai q o 2
Dengan demikian r1 yang diperoleh akan dapat dihitung nilai qo2 berdasarkan
formula yang diperoleh dari persamaan
q o 2=¿√2𝐷[𝐴 + 𝐶𝑢𝑁]/ℎ

Dimana :

N = ∫ ( X−r 1 ) f ( x ) dx=SL [ f ( Zα )−Zαφ( Zα ) ]


r1

N = 222 x 0,0055 [ 0,1200−0,0606(1,57800) ]

N = 0,4032999525
Maka,
q o 2=¿√2𝐷[𝐴 + 𝐶𝑢𝑁]/ℎ

q o 2=¿√2 x 113.020 [406.498 + 778 x 0,4032999525]/ 309

q o 2=¿ 17.210,65181~ 17.211 Buah

Menghitung nilai r 2

Berdasarkan nilai q o 2 yang telah didapat, selanjutnya dapat dicari besarnya


kemungkinan kekurangan persediaan α dengan persamaan :
hq 0
α=
CuD+ hq 0
310 x 17.210,65181
α=
( 778 x 113.020 ) +(310 x 17.210,65181)
α =¿ 0,05730332
Selanjutnya mencari nilai dari Zα yang dilampirkan di Lampiran 8yang
dapat dilihat melalui tabel distribusi normal yang dilampirkan di Lampiran
8. Selanjutnya menghitung r 2 dengan persamaan berikut:

r 2=DL +ZαS √ L
50

r 2=(113.020 x 0,0055)+(1,57782 x 222 x 0,0745356)

r 2=653,9970329~ 654 Buah


Menghitung nilai q o 3

Dengan demikian r2 yang diperoleh akan dapat dihitung nilai q o 3 berdasarkan


formula yang diperoleh dari persamaan
q o 3=¿ √2𝐷[𝐴 + 𝐶𝑢𝑁]/ℎ
Dimana :

N = ∫ ( X−r 1 ) f ( x ) dx=SL [ f ( Zα )−Zαφ( Zα ) ]


r1

N = 222 x 0,0055 [ 0,1200−0,0606(1,57782) ]


N = 0,403481329 ~ 1 Buah
Maka,
q o 3=¿ √2𝐷[𝐴 + 𝐶𝑢𝑁]/ℎ
q o 3=¿ √2 x 113.020 [406.498 + 782 x 0,403481329]/ 310
q o 3=17.210,65181~ 17.211 buah

Dikarenakan nilai q o 2 sudah sama dengan q o 3 sebesar 17.211 Buah dan


nilai r 1 sama dengan nilai r 2sebesar 654 Buah. Maka iterasi telah telah selesai
selesai. Selanjutnya dapat mengetahui besarnya safety stock, maksimum
persediaan dan total biaya persediaan. Berikut perhitungan safety stock,
maksimum persediaan dan total biaya :
Nilai Safety stock
ss = ZαS √ L
ss = 1,57782 x 222 x 750 x 0,0745356
ss = 26,10814411 ~ 27
Maksimum Persediaan
S = qo + r
S = 17.211 + 654
S = 17.865
51

Total Biaya Persediaan (OT)


OT = 𝐷𝑝 + 𝐴𝐷 𝑞𝑜 + ℎ ( 𝑞𝑜+𝑟−𝐷𝐿 2 ) + 𝐶𝑢( 𝐷 𝑞𝑜 )𝑥𝑁
OT = Rp62.808.312
[Link]. Paving Blok Petak
Berikut perhitungan metode Continous review setiap produk :
Menghitung nilai q o 1

q o 1=q ow =
√ 2 AD
h


q o 1= 2 x 226.437 x 62.957
185
q o 1= 12.399,48163 ~ 12.400 Buah

Menghitung nilai r 1

Berdasarkan nilai q o 1 yang telah didapat, selanjutnya dapat dicari besarnya


kemungkinan kekurangan persediaan α dengan persamaan :
hq 0
α=
CuD+ hq 0
185 x 12.399,48163
α=
( 782 x 62.957 ) +(185 x 12.399,48163)
α =¿ 0,04459762
Selanjutnya mencari nilai dari Zα yang dapat dilihat melalui tabel
distribusi normal yang dilampirkan di Lampiran 8. Selanjutnya menghitung r1
dengan persamaan berikut:

r 1=DL +ZαS √ L

r 1=(62.957 x 0,0055)+( 1, 69966 x 1024 x 0,0745356)

r 1=479,4039917~ 480 Buah

Menghitung nilai q o 2
Dengan demikian r1 yang diperoleh akan dapat dihitung nilai qo2 berdasarkan
formula yang diperoleh dari persamaan
q o 2=¿√2𝐷[𝐴 + 𝐶𝑢𝑁]/ℎ
52

Dimana :

N = ∫ ( X−r 1 ) f ( x ) dx=SL [ f ( Zα )−Zαφ( Zα ) ]


r1

N = 1024 x 0,0055 [ 0,1023−0,0495(1 , 69966) ]


N = 1,386580077 ~ 2 Buah
Maka,
q o 2=¿√2𝐷[𝐴 + 𝐶𝑢𝑁]/ℎ

q o 2=¿√2 x 62.957 [226.437 + 782 x 1,386580077]/ 185

q o 2=12.429,15046 ~ 12.430 buah

Menghitung nilai r 2

Berdasarkan nilai q o 2 yang telah didapat, selanjutnya dapat dicari besarnya


kemungkinan kekurangan persediaan α dengan persamaan :
hq 0
α=
CuD+ hq 0
185 x 12.429,15046
α=
( 782 x 62.957 ) +(185 x 12.429,15046)
α =¿ 0,04469956
Selanjutnya mencari nilai dari Zα yang dapat dilihat melalui tabel distribusi
normal yang dilampirkan di Lampiran 8. Selanjutnya menghitung r 2 dengan
persamaan berikut:

r 2=DL +ZαS √ L

r 2=(62.957 x 0,0055)+(1,69858 x 1023 x 0,0745356)

r 2=479,4039917 ~ 480 Buah


Menghitung nilai q o 3

Dengan demikian r2 yang diperoleh akan dapat dihitung nilai q o 3 berdasarkan


formula yang diperoleh dari persamaan
q o 3=¿ √2𝐷[𝐴 + 𝐶𝑢𝑁]/ℎ
Dimana :
53

N = ∫ ( X−r 1 ) f ( x ) dx=SL [ f ( Zα )−Zαφ( Zα ) ]


r1

N = 1024 x 0,0055 [ 0,1023−0,0495(1,69858) ]


N = 1,39066902 ~ 2 Buah
Maka,
q o 3=¿ √2𝐷[𝐴 + 𝐶𝑢𝑁]/ℎ
q o 3=¿ √2 x 62.957 [226.437 + 782 x 1,39066902]/ 185
q o 3=12.429,23785 ~ 12.430 buah
Dikarenakan nilai q o 2 sudah sama dengan q o 3 sebesar 12.430 Buah dan
nilai r 1 sama dengan nilai r 2sebesar 480 Buah. Maka iterasi telah telah selesai
selesai. Selanjutnya dapat mengetahui besarnya safety stock, maksimum
persediaan dan total biaya persediaan. Berikut perhitungan safety stock,
maksimum persediaan dan total biaya :
Nilai Safety stock
ss = ZαS √ L
ss = 1,69858 x 1024 x 0,0745356
ss = 129,6426375 ~ 130 Buah
Maksimum Persediaan
S = qo + r
S = 12.430 + 480
S = 12.910 buah
Total Biaya Persediaan (OT)
OT = 𝐷𝑝 + 𝐴𝐷 𝑞𝑜 + ℎ ( 𝑞𝑜+𝑟−𝐷𝐿 2 ) + 𝐶𝑢( 𝐷 𝑞𝑜 )𝑥𝑁
OT = Rp 30.909.301
[Link]. Batako
Berikut perhitungan metode Continous review setiap produk :
Menghitung nilai q o 1

q o 1=q ow =
√ 2 AD
h
54


q o 1= 2 x 147.065 x 40.889
285
q o 1= 6.491,008255~ 6.491 buah

Menghitung nilai r 1

Berdasarkan nilai q o 1 yang telah didapat, selanjutnya dapat dicari besarnya


kemungkinan kekurangan persediaan α dengan persamaan :
hq 0
α=
CuD+ hq 0
285 x 6.491,008255
α=
( 567 x 40.8891 ) +(285 x 6.491,008255)
α =¿ 0,0704404
Selanjutnya mencari nilai dari Zα yang dapat dilihat melalui tabel
distribusi normal yang dilampirkan di Lampiran 8. Selanjutnya menghitung r1
dengan persamaan berikut:

r 1=DL +ZαS √ L

r 1=(40.889 x 0,0055)+(1,44632 x 1045 x 0,0745356)

r 1=423,0376433~ 423 Buah

Menghitung nilai q o 2
Dengan demikian r1 yang diperoleh akan dapat dihitung nilai qo2 berdasarkan
formula yang diperoleh dari persamaan
q o 2=¿√2𝐷[𝐴 + 𝐶𝑢𝑁]/ℎ

Dimana :

N = ∫ ( X−r 1 ) f ( x ) dx=SL [ f ( Zα )−Zαφ( Zα ) ]


r1

N = 1045 x 0,0055 [ 0,1497−0,0808(1,44632) ]

N = 4,44722442 ~ 5 Buah
Maka,
q o 2=¿√2𝐷[𝐴 + 𝐶𝑢𝑁]/ℎ
55

q o 2=¿√2 x 40.889 [147.065 + 567 x 4,940964683]/285

q o 2=6.546,386679~ 6.547 buah

Menghitung nilai r 2

Berdasarkan nilai q o 2 yang telah didapat, selanjutnya dapat dicari besarnya


kemungkinan kekurangan persediaan α dengan persamaan :
hq 0
α=
CuD+ hq 0
285 x 6.546,386679
α=
( 567 x 40.889 )+(285 x 6.546,386679)
α =¿ 0,07462861
Selanjutnya mencari nilai dari Zα yang dapat dilihat melalui tabel distribusi
normal yang dilampirkan di Lampiran 8. Selanjutnya menghitung r 2 dengan
persamaan berikut:

r 2=DL +ZαS √ L

r 2= ( 40.889 x 0,0055 ) + ( 1,44216 x 1045 x 0,0745356 )

r 2=422,4745579~ 423 Buah

Menghitung nilai q o 3

Dengan demikian r2 yang diperoleh akan dapat dihitung nilai q o 3 berdasarkan


formula yang diperoleh dari persamaan
q o 3=¿ √2𝐷[𝐴 + 𝐶𝑢𝑁]/ℎ
Dimana :

N = ∫ ( X−r 1 ) f ( x ) dx=SL [ f ( Zα )−Zαφ( Zα ) ]


r1

N = 1045 x 0,0055 [ 0,1497−0,0808(1,44216) ]

N = 4, 492721721 ~ 5 Buah
Maka,
q o 3=¿ √2𝐷[𝐴 + 𝐶𝑢𝑁]/ℎ
q o 3=¿ √2 x 40.889 [147.065+ 567 x 4, 492721721]/ 285
56

q o 3=6.546,951 ~ 6.547 buah


Dikarenakan nilai q o 2 sudah sama dengan q o 3 sebesar 6.547 Buah dan nilai
r 1 sama dengan nilai r 2 sebesar 423 Buah. Maka iterasi telah telah selesai selesai.
Selanjutnya dapat mengetahui besarnya safety stock, maksimum persediaan dan
total biaya persediaan. Berikut perhitungan safety stock, maksimum persediaan
dan total biaya :
Nilai Safety stock
ss = ZαS √ L
ss = 1,44216 x 1817 x 0,0745356
ss = 195,3077317
Maksimum Persediaan
S = qo + r
S = 6.547 + 423
S = 6.970 buah
Total Biaya Persediaan (OT)
OT = 𝐷𝑝 + 𝐴𝐷 𝑞𝑜 + ℎ ( 𝑞𝑜+𝑟−𝐷𝐿 2 ) + 𝐶𝑢( 𝐷 𝑞𝑜 )𝑥𝑁
OT = Rp 54.400.554

5.1.6. Perbandingan nilai Total Inventory


Hasil perbangdingan biaya total perencanaan persediaan Paving Blok Segi
enam , Paving Blok Petak dan Batako menggunakan metode Continous review
tahun 2021-2022 dengan biaya total sebelum menggunakan metode tahun 2020-
2021. Berikut perbandingan hasil biaya total persediaan :

Tabel 5.27. Perbandingan Ongkos Total inventory (OT)


Ongkos Total Ongkos Total Persentase
Produk Inventory (2020- Inventory (2021- Selisih Penghematan
2021) 2022) (%)
Paving Blok Segi
Enam Rp 119.294.393 Rp 62.808.312 Rp 56.486.080 42
Paving Blok Petak Rp 128.335.958 Rp 30.909.301 Rp 97.426.657 76
Batako Rp 95.602.151 Rp 54.400.554 Rp 41.201.596 43
Total Rp 343.232.501 Rp 148.118.168 Rp 195.114.333 161
57

Sumber : Pengumpulan Data


58

5.1. Pembahasan
5.2.1. Analisis Persediaan dan Permintaan tahun 2018-2021
Analisis Persediaan dan Pemintaan Paving Blok Segi Enam
Berdasarkan analisis dari tabel 5.1 data persediaan dan permintaan Paving
Blok segi Enam dari tahun 2018- 2021. Dilihat dari persediaan perbulan
menujukkan bahwa persediaan berada dalam kondisi overstock dan stockout. Dan
dilihat dari total persediaan selama 3 tahun sebesar 456.847 buah daan permintaan
sebesar 382.052 yang berarti persediaan mengealami overstock dimana perdiaan
lebih besar disbanding persediaan.
Dillihat dari Gambar 5.1 yang menunjukkan grafik permintaan. Dimana
grafik permintaan Paving blok Segi Enam setiap bulannya tersebar disekitar rata-
rata yang menunjukkan pola dari permintaan adalah stationer.
Analisis Persediaan dan Pemintaan Paving Blok Petak
Berdasarkan analisis dari tabel 5.2 data persediaan dan permintaan Paving
Blok petak dari tahun 2018-2021. Dilihat dari persediaan perbulan menujukkan
bahwa persediaan sering berada dalam kondisi overstock dan 9 kali terjadinya
stockout. Terlihat overstock terbesar sebesar 11.315 buah yang terjadi pada bulan
Februari tahun 2020. Dan Stock out terbesar sebesar 3.485 buah pada bulan
November tahun 2019. Jika dilihat dari total persediaan selama 3 tahun sebesar
600.240 buah daan permintaan sebesar 434.122 Buah yang berarti persediaan
mengalami overstock dimana perdiaan lebih besar dibanding persediaan.
Dillihat dari Gambar 5.2 yang menunjukkan grafik persediaan dan
permintaan. Dimana grafik permintaan Paving Blok Petak setiap bulannya
cenderung turun yang menunjukkan pola dari permintaan adalah trend.
Analisis Persediaan dan Pemintaan Batako
Berdasarkan analisis dari tabel 5.3 data persediaan dan permintaan Batako
dari tahun 2018-2021. Dilihat dari persediaan perbulan menujukkan bahwa
persediaan sering berada dalam kondisi overstock dan 9 kali terjadinya stockout.
Terlihat overstock terbesar sebesar 11.315 buah yang terjadi pada bulan Februari
tahun 2020. Dan Stockout terbesar sebesar 3.485 buah pada bulan November
tahun 2019. Jika dilihat dari total persediaan selama 3 tahun sebesar 169.412 buah
59

daan permintaan sebesar 121.438 Buah yang berarti persediaan mengalami


overstock dimana perdiaan lebih besar dibanding persediaan.
Dillihat dari Gambar 5.3 yang menunjukkan grafik persediaan dan
permintaan. Dimana grafik permintaan Batako setiap bulannya terdapat pola yang
berulang yang terjadi dari februari dengan permintaan yang meninggi di bulan
maretnya setiap tahunnya yang menunjukkan pola dari permintaan adalah
seasonal.
5.2.2. Analisi Uji Normalitas Data Permintaan 2018-2021
Analisis Uji Normalitas Paving Blok Segi Enam
Berdasarkan analisis uji normalitas data pada produk paving blok segi
enam yang berjumlah 36 priode yang menghasilkan nilai p-value (0,150) > alpha
(α) (0.05). yang berarti H0 diterima, maka data dikatakan normal dan dapat
dilanjutkan ke peramalan permintaan. Normalitas juga dibuktikan dari Gambar
5.5 (Kurva uji kenormalan Paving blok segi enam) terlihat kurva membentuk
lonceng yang merupakan ciri-ciri dari data normal.
Analisis Uji Normalitas Paving Blok Petak
Berdasarkan analisis uji normalitas data pada produk paving blok petak
yang berjumlah 36 priode yang menghasilkan nilai p-value (0,113) > alpha (α)
(0.05). yang berarti H0 diterima, maka data dikatakan normal dan dapat
dilanjutkan ke peramalan permintaan. Normalitas juga dibuktikan dari Gambar
5.7 (Kurva uji kenormalan Paving blok petak) terlihat kurva membentuk lonceng
yang merupakan ciri-ciri dari data normal.
Analisis Uji Normalitas Batako
Berdasarkan analisis uji normalitas data pada produk batako yang
berjumlah 36 priode yang menghasilkan nilai p-value (0,150) > alpha (α) (0.05).
yang berarti H0 diterima, maka data dikatakan normal dan dapat dilanjutkan ke
peramalan permintaan. Normalitas juga dibuktikan dari Gambar 5.9 (Kurva uji
kenormalan Paving blok segi enam) terlihat kurva membentuk lonceng yang
merupakan ciri-ciri dari data normal.
5.2.3. Analisis Peramalan Permintan
[Link]. Analisis Peramalan Permintan Paving Blok Segi Enam
60

Dari hasil Peramalan Paving Blok Segi Enam menunjukkan metode yang
dipakai ialah metode dengan nilai Error terkercil yaitu MAPE (32), MAD (2558)
dan MSD (10866747). Peramalan persediaan dengan metode Double Exponential
Smoothing ini menghasilkan total persediaan pada tahun 2021 hingga 2022
sebesar 113.020 Buah Paving Blok Segi Enam
[Link]. Analisis Peramalan Permintan Paving Blok Petak
Dari hasil Peramalan Paving Blok Segi Enam menunjukkan metode yang
dipakai ialah metode Linear Trend dengan nilai Error terkercil yaitu MAPE (115)
MAD (3626) dan MSD (20060637). Peramalan persediaan dengan metode Linear
Trend ini menghasilkan total persediaan pada tahun 2021 hingga 2022 sebesar
62.957 Buah Paving Blok Petak.

[Link]. Analisis Peramalan Permintan Batako


Dari hasil Peramalan Paving Blok Segi Enam menunjukkan metode yang
dipakai ialah metode Decomposition Multiplicative dengan nilai Error terkercil
yaitu MAPE (102), MAD (1506) dan MSD (3656775). Peramalan persediaan
dengan metode Decomposition Adaptive ini menghasilkan total persediaan pada
tahun 2021 hingga 2022 sebesar 40.889 Buah Batako.

5.2.4. Analisis Biaya Persediaan


Analisi persediaan dengan komponen biaya persediaan berupa biaya
pembeliaann, biaya pemesanan, biaya penyimpanan dan biaya kekurangan.
Dengan membandingkan biaya pada tahun 2020-2021 dan 2021-2022
[Link]. Analisis Biaya Pembeliaan

Berdasarkan hasil analisis biaya pembeliaan yang didapatkan dari


pembeliaan bahan baku pembuatan produk perbuahnya yaitu

Paving Blok Segi enam sebesar Rp 508 perbuah, dilihat dari total biaya pembelian
bahan baku Paving Blok Segi Enam ditahun 2020-2021 sebesar Rp 39.845.575
dan tahun 2021-2022 sebesar Rp 31.080.500 yang maa terllihat total persediaan di
tahun 2020-2021 mengalami biaya pembeliaan lebih besar dibanding tahun 2021-
2022.
61

Paving Blok Petak sebesar Rp 454 per buah, dilihat dari total biaya pembelian
bahan baku Paving Blok Petak ditahun 2020-2021 sebesar Rp 29.813.250 dan
tahun 2021-2022 sebesar Rp 9.443.550 yang mana terllihat total persediaan di
tahun 2020-2021 mengalami biaya pembeliaan lebih besar dibanding tahun 2021-
2022
dan Batako sebesar Rp 1.283 perbuah , dilihat dari total biaya pembelian bahan
baku Batako ditahun 2020-2021 sebesar Rp 15.037.250 dan tahun 2021-2022
sebesar Rp 10.222.250 yang mana terllihat total persediaan di tahun 2020-2021
mengalami biaya pembeliaan lebih besar dibanding tahun 2021-2022
[Link]. Biaya Pemesanan
Berdasarkan hasil analisis biaya pemesanan, dimana biaya ini merupakan
biaya pesan dalam memesan bahan baku yang dikeluarkan oleh Tunas Jaya
Paving setiap tahunnya yang berupa biaya telpon sebesar Rp 65.000 setiap
bulannya. Didapatkan analisi biaya pemesanan sebagai berikut :
Paving Blok Segi Enam pada tahun 2020-2021 dengan persentase persediaan
sebesar 36% ialah sebesar Rp 208.943 sedangkan pada tahun 20221-2022 dengan
persentase persediaan sebesar 52% ialah sebesar 406.498. dilihat bahwa biaya
pemesanan terbesar pada tahun 2021-2022
Biaya Penyimpanan Paving Blok Petak pada tahun 2020-2021 dengan persentase
persediaan sebesar 49% ialah sebesar Rp 382.429 sedangkan pada tahun 20221-
2022 dengan persentase persediaan sebesar 29% ialah sebesar Rp 226.437. Dilihat
bahwa biaya pemesanan terbesar pada tahun 2020-2021
Biaya Penyimpanan Batako pada tahun 2020-2021 dengan persentase persediaan
sebesar 15% ialah sebesar Rp 116.627 sedangkan pada tahun 20221-2022 dengan
persentase persediaan sebesar 19% ialah sebesar Rp 147.065. Dilihat bahwa biaya
pemesanan terbesar pada tahun 2021-2022
[Link]. Analisis Biaya Penyimpanan
Berdasarkan analisis biaya penyimpanan yang dikeluarkan perusahaan
yang berupa :
Biaya listrik
Biaya listrik yang dikeluarkan dalam pembuatan produk yang telah menggunakan
mesin dalam memproduksi sebagai berikut :
Biaya listrik yang dikeluarkan pada tahun 2020-2021 untuk pembuatan Paving
Blok Segi Enam sebesar Rp 2.466.983 sedangkan tahun 2021-2022 sebesar Rp
1.921.340. Dimana biaya listrik terbesar adalah tahun 2020-2021.
62

Paving Blok Petak yang dikeluarkan pada tahun 2020-2021 untuk pembuatan
Paving Blok Petak sebesar Rp 3.384.051 sedangkan tahun 2021-2022 sebesar Rp
1.070.269. Dimana biaya listrik terbesar adalah tahun 2020-2021.
Batako yang dikeluarkan pada tahun 2020-2021 untuk pembuatan Batako sebesar
Rp 1.024.112sedangkan tahun 2021-2022 sebesar Rp 695.113. Dimana biaya
listrik terbesar adalah tahun 2020-2021.
Biaya Sewa
Biaya sewa tempat yang dikeluarkan dalam Penyimpanan produk yang telah
diproduks sebagai berikut :
Biaya Sewa yang dikeluarkan pada tahun 2020-2021 untuk pembuatan Paving
Blok Segi Enam dengan persentase sebesar 36% dan total biaya sebesar Rp
1.440.000, sedangkan pada tahun 2021-2022 dengan persentase sebesar 52% dan
total biaya sebesar 2.084.605. Dimana biaya sewa terbesar adalah tahun 2021-
2022.
Biaya sewa yang dikeluarkan pada tahun 2020-2021 untuk pembuatan Paving
Blok Petak dengan persentase sebesar 49% sebesar Rp 1.960.000 sedangkan pada
tahun 2021-2022 dengan persentase sebesar 29% dan total biaya sebesar Rp
1.161215. . Dimana biaya sewa terbesar adalah tahun 2020-2021.
Biaya sewa yang dikeluarkan pada tahun 2020-2021 untuk pembuatan Paving
Blok Petak dengan persentase sebesar 49% sebesar Rp 1.960.000 sedangkan pada
tahun 2021-2022 dengan persentase sebesar 29% dan total biaya sebesar Rp
1.161215. . Dimana biaya sewa terbesar adalah tahun 2020-2021.
Biaya Pekerja
Biaya upah pekerja yang dikeluarkan dalam Penyimpanan produk yang telah
diproduks sebagai berikut :
Biaya Pekerja yang dikeluarkan pada tahun 2020-2021 untuk pembuatan Paving
Blok Segi Enam dengan biaya Rp 275 per buah dan total biaya sebesar Rp
39.845.575, sedangkan pada tahun 2021-2022 dengan biaya Rp 275 per buah dan
total biaya sebesar Rp 31.080.500. Dimana biaya sewa terbesar adalah tahun
2020-2021
Biaya Pekerja yang dikeluarkan pada tahun 2020-2021 untuk pembuatan Paving
Blok Petak dengan biaya Rp 150 per buah dan total biaya sebesar Rp 29.813.250,
sedangkan pada tahun 2021-2022 dengan biaya Rp 275 per buah dan total biaya
sebesar Rp 9.443.550. Dimana biaya sewa terbesar adalah tahun 2020-2021
Biaya Pekerja yang dikeluarkan pada tahun 2020-2021 untuk pembuatan Batako
dengan biaya Rp 250 per buah dan total biaya sebesar Rp 15.037.250, sedangkan
63

pada tahun 2021-2022 dengan biaya Rp 275 per buah dan total biaya sebesar
Rp10.222.250. Dimana biaya sewa terbesar adalah tahun 2020-2021
[Link]. Biaya Kekurangan
Berdasarkan analisis biaya kekurangan, biaya ini didapat dari keuntungan
yang tidak optimal dikarenakan pada saat terjadinya stockout maka pesanan
diahlihkan ke toko paving yang lain. Biaya kekurangan yang didapat Paving Blok
Segi Enam sebesar Rp 778, Paving Blok batako sebesar Rp 782 dan Batako
sebesar Rp 567.
5.2.5. Analisis Metode Continous Review
[Link]. Analisis Paving Blok Segi Enam
Berdasarkan analisis pengolahan data dengan metode Continuous Review
ukuran lot pemesanan (qo) sebesar 17.211 Buah, pemesanan kembali (r) sebesar
654 Buah , safety stock sebesar 27 Buah dan ukuran maksimal sebesar 17.865
buah. Dengan total biaya persediaan yang dikeluarkan untuk tahun 2021-2022
adalah sebesar Rp 62.808.312
[Link]. Analisis Paving Blok Petak
Berdasarkan analisis pengolahan data dengan metode Continuous Review
ukuran lot pemesanan (qo) sebesar 12.430 buah, pemesanan kembali (r) sebesar
480 Buah , safety stock sebesar 130 Buah dan ukuran maksimal sebesar 12.910
Buah. Dengan total biaya persediaan yang dikeluarkan untuk tahun 2021-2022
adalah sebesar Rp 30.909.301
[Link]. Analisis Batako
Berdasarkan analisis pengolahan data dengan metode Continuous Review
ukuran lot pemesanan (qo) sebesar 6.547 buah, pemesanan kembali (r) sebesar 423
Buah , safety stock sebesar 196 Buah dan ukuran maksimal sebesar 6.970 buah.
Dengan total biaya persediaan yang dikeluarkan untuk tahun 2021-2022 adalah
sebesar Rp 54.400.554
5.2.6. Analisis Pebandingan Ongkos Total Inventory
Berdasarkan analisis ongkos total inventory (OT) yang dilakukan dengan
membandingkan ongkos total inventory sebagai berikut :
64

Ongkos total inventory Paving Blok Segi Enam pada tahun 2020-2021 sebelum
menggunakan metode dengan ongkos total inventory tahun 2021-2022 yang
didapat dengan menggunakan metode Continuous Review diperoleh penghematan
Sebesar 47% dengan selisih ongkos total inventory sebesar Rp 56.486.080
Ongkos total inventory Paving Blok Petak pada tahun 2020-2021 sebelum
menggunakan metode dengan metode dengan ongkos total inventory tahun 2021-
2022 yang didapat dengan menggunakan metode Continuous Review diperoleh
penghematan 76% dengan selisih total inventory sebesar Rp 98.371.731
Ongkos total inventory Batako pada tahun 2020-2021 sebelum menggunakan
metode dengan ongkos total inventory tahun 2021-2022 yang didapat dengan
menggunakan metode Continuous Review diperoleh penghematan sebesar 43 %
dengan selisih ongkos total inventory sebesar Rp 41.201.590
65

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan
Berdasarkan implementasi metode yang telah dilakukan, maka dapat
disimpulkan bahwa kebijakan persediaan Paving Blok Segi Enam, Paving Blok
Petak dan Batako di Tunas Jaya Paving dengan menggunakan metode Continous
Review model Lost sale menghasilkan beberapa hal sebagai berikut :
1. Jumlah pemesanan yang optimal (q0) untuk Paving Blok Segi Enam
sebesar 17.211 buah, Paving Blok Petak sebesar 12.430 buah dan
Batako sebesar 6.547 buah. Sedangkan jumlah pemesanan kembali
untuk Paving Blok Segi Enam sebesa 654 buah, Paving Blok Petak
sebesar 480 buah dan Batako sebesar 423 buah.
2. Jumlah safety stock yang didapat dari metode ini untuk Paving Blok
Enam sebesar 27 buah, untuk Paving Blok Petak sebesar 130 buah dan
Batako sebesar 196
3. Total biaya persediaan yang didapat pada Paving Blok Segi Enam
menghasilkan Rp 62.808.312 dengan penghematan sebesar 47% dari
total biaya persediaan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 119.294.393.
Pada total biaya persediaan Pavinng Blok Petak menghasilkan Rp
30.909.301 dengan penghematan sebesar 76% dari total biya persediaan
tahun sebelumnya yang sebesar Rp 128.335.958. Dan pada total biaya
persediaan Batako menghasilkan Rp 54.400.554 dengan penghematan
sebesar 43% dari total biaya persediaan tahun sebelumnya yang sebesar
Rp 95.602.151.
66

DAFTAR ISI
BAB I.......................................................................................................................1
PENDAHULUAN...................................................................................................1
1.1. Latar Belakang..........................................................................................1
1.2. Rumusan masalah......................................................................................3
1.3. Tujuan Penelitian.......................................................................................3
1.4. Manfaat Penelitian.....................................................................................4
1.5. Batasan Masalah........................................................................................4
1.6. Sistematika Penulisan................................................................................4
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................4
BAB II......................................................................................................................6
TINJAUAN PUSTAKA..........................................................................................6
2.1. Penelitian Terdahulu..................................................................................6
2.2. Persediaan..................................................................................................7
2.3. Fungsi Persediaan......................................................................................7
2.4. Jenis-Jenis Persediaan...............................................................................8
2.5. Biaya biaya persediaan............................................................................10
2.6. Pengendalian Persediaan.........................................................................12
2.7. Model Persediaan Probabilistik...............................................................13
2.8. Metode Q (Continuous Review Method)................................................14
2.9. Model Q dengan Lost Sales.....................................................................17
2.10. Peramalan (Forecasting).....................................................................18
2.10.1. Metode Moving Average (MA).................................................................18
2.10.2. Metode Single Exponential Smoothing (SES)...........................................19
2.10.3. Metode Double Exponential Smoothing................................................19
2.10.4. Ukuran Akurasi Hasil Peramalan................................................................20
BAB III..................................................................................................................21
PENGKAJIAN SISTEM........................................................................................21
3.1. Sejarah Perusahaan..................................................................................21
3.2. Struktur Organisasi..................................................................................22
3.3. SDM Perusahaan.....................................................................................23
67

3.4. Proses Produksi.......................................................................................24


BAB IV..................................................................................................................27
METODOLOGI PENELITIAN.............................................................................27
4.1. Metodologi Penelitian.............................................................................27
4.2. Identifikasi Masalah................................................................................28
4.3. Studi Pendahuluan...................................................................................28
4.4. Perumusan Masaalah...............................................................................28
4.5. Menentukan Tujuan, Manfaat dan Batasan Penelitian............................28
4.6. Implementasi metode..............................................................................29
4.7. Pembahasan.............................................................................................29
4.8. Kesimpulan dan saran.............................................................................30
BAB V....................................................................................................................31
IMPLEMETASI METODE DAN PEMBAHASAN.............................................31
5.1. Implementasi Metode..............................................................................31
5.1.1. Pengumpulan Data Persediaan Dan Permintaan (2018-2021).............31
[Link]. Data Persediaan dan pemintaan Paving Blok Segi Enam................32
[Link]. Data Persediaa dan pemintaan Paving Blok Petak...........................33
[Link]. Data Persediaa dan pemintaan Batako.............................................34
5.1.2. Pengujian Uji Normalitas Data............................................................35
[Link]. Uji Normalitas Paving Blok Segi Enam................................................35
[Link]. Uji Normalitas Paving Petak.................................................................36
[Link]. Uji Normalitas Batako..........................................................................37
5.1.3. Peramalan permintaan tahun 2021-2022.............................................38
[Link]. Paving Blok Segi Enam...............................................................38
[Link]. Peramalan Paving Blok Petak.....................................................40
[Link]. Peramalan Batako.........................................................................41
5.1.4. Menentukan Biaya Persediaan.............................................................43
[Link]. Biaya Pembelian..................................................................................43
[Link]. Biaya Pemesanan.................................................................................44
[Link]. Biaya Penyimpanan.............................................................................45
[Link]. Biaya Kekurangan...............................................................................47
5.1.5. Perhitungan Metode Continous Review...............................................48
68

[Link]. Paving Blok Segi Enam...........................................................48


[Link]. Paving Blok Petak....................................................................50
[Link]. Batako.......................................................................................53
5.1.6. Perbandingan nilai Total Inventory.....................................................56
5.1. Pembahasan.............................................................................................57
5.2.1. Analisis Persediaan dan Permintaan tahun 2018-2021.............................57
5.2.2. Analisi Uji Normalitas Data Permintaan 2018-2021................................58
5.2.3. Analisis Peramalan Permintan..................................................................58
[Link]. Analisis Peramalan Permintan Paving Blok Segi Enam...........58
[Link]. Analisis Peramalan Permintan Paving Blok Petak...................59
[Link]. Analisis Peramalan Permintan Batako......................................59
5.2.4. Analisis Biaya Persediaan.........................................................................59
[Link]. Analisis Biaya Pembeliaan.......................................................59
[Link]. Biaya Pemesanan......................................................................60
[Link]. Analisis Biaya Penyimpanan....................................................60
[Link]. Biaya Kekurangan....................................................................62
5.2.5. Analisis Metode Continous Review..........................................................62
[Link]. Analisis Paving Blok Segi Enam..............................................62
[Link]. Analisis Paving Blok Petak......................................................63
[Link]. Analisis Batako.........................................................................63
5.2.6. Analisis Pebandingan Ongkos Total Inventory.........................................63
BAB VI..................................................................................................................65
KESIMPULAN DAN SARAN..............................................................................65
6.1. Kesimpulan..............................................................................................65

Anda mungkin juga menyukai