Analisis Deskriptif SPSS Langkah demi Langkah
Analisis Deskriptif SPSS Langkah demi Langkah
menggunakan SPSS
Interpretasi Output
Descriptive
Mean : Rata-rata
95% confidence interval : Selang kepercayaan dengan tingkat kepercayaan
95%. Lower Bound adalah batas bawah dan upper bound adalah batas atas
Median : Nilai tengah dari data
Variance : varians
Std. Deviation :Simpangan Baku
Minimum : nilai terendah dari data
Maximum : nilai tertinggi dari data
Range : jangkauan, selisih antara maximum dan minimum
Skewness : kemencengan
Kurtosis : keruncingan
Statistik deskriptif adalah salah satu bagian dari ilmu statistika yang
berhubungan dengan aktivitas penghimpunan, penataan, peringkasan dan
penyajian data dengan harapan agar data lebih bermakna, mudah dibaca dan
mudah dipahami oleh pengguna data. Statistik deskriptif hanya sebatas
memberikan deskripsi atau gambaran umum tentang karakteristik objek yang
diteliti tanpa maksud untuk melakukan generalisasi sampel terhadap populasi.
1. Sensus
Kelebihan:
1. Cakupannya lengkap.
2. Bebas dari kesalahan pengambilan sampel (sampling error).
3. Dapat dijadikan sebagai kerangka sampel induk untuk kegiatan
survei.
Kelemahan:
2. Survei
Kelebihan:
Kelemahan:
3. Registrasi
Kelebihan:
1. Hemat biaya.
2. Data yang diperoleh lebih aktual.
3. Registrasi lebih baik daripada survei maupun sensus apabila
terdata dengan lengkap, misalnya seluruh penduduk melaporkan
setiap kejadian kelahiran, kematian dan migrasi.
Kelemahan:
4. Eksperimen
Kelebihan:
Kelemahan:
Ukuran-Ukuran Statistik
4. Ukuran Posisi
Quartil adalahQ_i=x_{\frac {i(n+1)}{4}}Qi=x4i(n+1)
Desil adalahD_i=x_{\frac {i(n+1)}{10}}Di=x10i(n+1)
Percentil,D_i=x_{\frac {i(n+1)}{100}}Di=x100i(n+1)Menggambarkan
bagaimana skor jatuh dalam hubungan satu sama lain. Bergantung pada
nilai standar Gunakan ini saat Anda perlu membandingkan skor dengan
skor normalisasi (mis., Norma nasional)
1. Tabel
Tabel dua arah atau lebih (two-way table) atau lebih (Tabulasi silang)
Ukuran-ukuran statistik deskriptif
Ukuran statistik deskriptif dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu ukuran nilai tengah dan ukuran
deviasi. Ukuran nilai tengah terdiri dari rata-rata (mean), median, dan modus. Sedangkan ukuran deviasi
terdiri dari varians, simpangan baku, koefisien variasi, dan nilai jarak (range). Ukuran-ukuran statistik
deskriptif tersebut akan dijelaskan penggunaannya baik untuk data tunggal maupun data berkelompok.
Ukuran nilai tengah
Rata-rata (Mean)
Rata-rata ditulis dengan menggunakan simbol μ (dibaca:”miu”) untuk menyatakan rata-rata populasi,
dan (dibaca: x bar) untuk menyatakan rata-rata sampel. Secara aljabar rata-rata dapat ditulis sebagai
berikut:
untuk rata-rata populasi
dimana N adalah banyaknya populasi
contoh:
Dari 11 pohon pear menghasilkan buah dengan berat sbb (dlm Kg):
330 284 326 268 236 346 326 402 374 292 380
Contoh: Hitunglah rata-rata nilai statistik dari 50 mahasiswa pada Table 1 dibawah ini.
Jadi perkiraan rata-rata nilai statistik 50 mahasiswa adalah 65,7.
Median
Ukuran nilai tengah lainnya yang mungkin dapat merupakan pilihan selain rata-rata adalah median. Jika
data pada contoh produksi buah pear diurutkan dari nilai terkecil hingga ke nilai terbesar, maka nilai
tengahnya adalah 326 kg artinya lima pohon pear mempunyai produksi dibawahnya dan lima pohon pear
mempunyai produksi diatasnya. Nilai tengah inilah yang dikatakan median. Penentuan median bisa
langsung didapat jika jumlah observasinya adalah ganjil, namun jika jumlah observasinya adalah genap
maka akan didapat dua nilai tengah. Dalam situasi demikian, untuk mendapatkan mediannya yaitu
dengan merata-ratakan dua nilai tengah yang didapat. Prosedur untuk mendapatkan median yaitu harus
mengurutkan data dari yang terkecil hingga yang terbesar terlebih dahulu sebelum mengambil nilai
solusi:
Jadi mediannya,
Pertanyaan yang mungkin timbul adalah jika kita punya data aslinya, apakah nilai median yang
sebenarnya adalah 66,33? jawabannya belum tentu, karena cara ini adalah cara interpolasi dimana data
aslinya memang tidak diketahui, yang ada adalah data sudah dalam bentuk tabel frekuensi atau sudah
dikelompokkan. Walaupun hasil interpolasi ini mungkin tidak tepat, namun cara ini memberikan hasil
yang mendekati nilai median yang sebenarnya.
Modus
Modus dari suatu kelompok observasi adalah nilai observasi yang mempunyai frekuensi pemunculan
paling banyak atau dengan kata lain yaitu nilai yang paling banyak muncul. Konsep dari modus ini
berhubungan dengan kemunculan yang berulang-ulang dari suatu nilai observasi.
Contoh: jika kita gunakan data produksi 11 pohon pear, maka modus produksinya adalah 326 kg.
Dalam kegiatan sehari-hari, modus adalah ukuran nilai tengah yang paling jarang digunakan dibanding
rata-rata atau median. Modus mungkin lebih sering digunakan pada data yang mempunyai banyak
variasi dalam ukurannya, itupun untuk jumlah data yang besar. Sebagai contoh modus dari ukuran
barang yang terjual sering digunakan untuk mengetahui barang yang paling disenangi konsumen.
Suatu distribusi atau kelompok data mungkin tidak mempunyai modus atau mungkin mempunyai modus
lebih dari satu. Distribusi yang mempunyai satu modus disebut Unimodus, yang mempunyai dua modus
disebut Bimodus dan yang mempunyai modus lebih dari dua disebut Multimodus. contoh: Tentukan
modus dari data dibawah ini, jika ada tentukan nilainya.
b). 2, 5, 7, 9, 9, 9, 10, 10, 11, 12.
c). 2, 3, 4, 4, 4, 5, 5, 7, 7, 7, 9.
solusi:
Data a) tidak mempunyai modus karena semua nilai mempunyai frekuensi yang sama.
Data b) mempunyai modus = 9, karena nilai observasi ini mempunyai frekuensi paling banyak.
Data c) mempunyai dua modus yaitu 4 dan 7, dua nilai observasi tersebut mempunyai frekuensi
palingbanyak dan sama banyak.
Kelas modus adalah kelas dimana terdapat nilai modus di dalamnya.
Contoh: Hitunglah nilai modus dari data kelompok pada Tabel 1.
solusi: Kelas modus adalah kelompok (60 – 69), karena kelompok ini mempunyai frekuensi
paling banyak.
Ukuran dispersi
Varians
Dengan ukuran nilai tengah saja kita tidak akan pernah cukup untuk memberikan ringkasan karakteristik
dari sebuah set data. Bagaimana sebaran observari dari nilai rata-ratanya? Apakah observasi
mempunyai dispersi atau penyimpangan yang besar dari rata-ratanya? Kita biasanya memerlukan
ukuran lainnya yaitu suatu ukuran tentang dispersi atau variasi didalam data. Pada kenyataannya nilai-
nilai observasi suatu populasi ada yang lebih besar dari rata-rata dan ada yang lebih kecil dari rata.
Informasi ini yang biasanya merupakan keterangan tambahan mengenai karakteristik dari satu set data
yaitu informasi mengenai jumlah penyimpangan dalam data. Biasanya kita tertarik dengan penyimpangan
nilai-nilai observasi dalam data terhadap rata-ratanya yaitu selisihnya. Rata-rata dari selisih kuadrat
tersebut merupakan suatu ukuran penyimpangan yang biasa disebut dengan varians dari observasi.
Simbol varians pada ukuran populasi adalah (dibaca: sigma kuadrat) dan pada ukuran sampel
adalah s .
2
Simpangan baku
Akar dari varians dinamakan standar deviasi atau simpangan baku. Standar deviasi merupakan ukuran
simpangan yang sering digunakan dalam analisa. Nilai standar deviasi pada dasarnya menggambarkan
besaran sebaran suatu kelompok data terhadap rata-ratanya atau dengan kata lain gambaran
keheterogenan suatu kelompok data. Formula standar deviasi adalah sebagai berikut:
Contoh: jika kita gunakan data produksi 11 pohon pear, maka varians produksinya adalah:
Dari hasil perhitungan didapat varians produksi dari 11 pohon pear adalah sebesar 2.575,2 kg. sehingga
standar deviasi produksinya adalah sebesar 50,75 kg.
katakan kita mempunyai data produksi (dalam kg) sebanyak 10 pohon pear dengan jenis yang berbeda
dengan kelompok 11 pohon pear sebelumnya, yaitu:
230 475 366 268 136 330 326 402 215 492
kelompok ini mempunyai nilai rata-rata yang sama dengan kelompok 11 pohon pear sebelumnya yaitu
sebasar 324 kg. Apakah dua kelompok pohon pear tersebut mempunyai kemampuan produksi yang
sama? atau dengan kata lain kelompok pohon pear mana yang lebih konsisten dalam berproduksi? Jika
harus memilih jenis pohon pear mana yang lebih konsisten berproduksi, maka kita akan memilih pohon
pear pada kelompok yang mempunyai nilai varians terkecil (kelompok yang lebih homogen).
contoh: kita gunakan data nilai statistik 50 mahasiswa.
Koefisien variasi
Standar deviasi dapat mengukur keheterogenan atau variasi suatu kelompok data. Namun jika kita ingin
membandingkan dua kelompok data yang mempunyai ukuran yang berbeda, standar deviasi tidak dapat
digunakan artinya standar deviasi yang lebih besar tidak selalu berarti kelompok data tersebut lebih
heterogen Untuk keperluan perbandingan dua kelompok data tanpa melihat ukuran satuannya, maka
dapat digunakan suatu ukuran variasi yang dinamakan koefisien variasi (CV). Rumus CV dituliskan
sebagai berikut:
Jika CV1 > CV2 berarti kelompok data pertama lebih bervariasi atau lebih heterogen dari pada kelompok
kedua.
Ukuran nilai jarak (Range)
Ukuran dispersi yang paling sederhana pada suatu data numerik mungkin dengan cara menghitung
selisih nilai terbesar (nilai maksimum) dengan nilai terkecil (nilai minimum). Cara ini dikenal dengan
sebutan Range.
Range = Nilai maksimum – Nilai minimum.
Range produksi 11 pohon pear = 402 – 306 = 96
Ukuran Range untuk data berkelompok
Untuk data berkelompok, nilai range dihitung berdasarkan selisih antara nilai tengah kelas terakhir
dengan nilai tengah pertama atau selisih batas atas kelas terakhir dengan batas bawah kelas pertama.
Descriptives
Notes
Output Created 04-April-2022 18:54:44
Comments
Input Data C:\Users\lenovo\Documents\
Active Dataset DataSet1
Filter <none>
Weight <none>
Split File <none>
N of Rows in Working Data 52
File
Missing Value Handling Definition of Missing User defined missing values
are treated as missing.
Cases Used All non-missing data are
used.
Syntax DESCRIPTIVES
VARIABLES=X1
/STATISTICS=MEAN SUM
STDDEV VARIANCE
RANGE MIN MAX SEMEAN
KURTOSIS SKEWNESS.
Resources Processor Time 00:00:00,00
Elapsed Time 00:00:00,03
Descriptive Statistics
N Range Minimum Maximum Sum Mean
Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Std. Error
X1 2000 12 23 35 77382 40,338 ,009
Valid N (listwise) 2000
Descriptive Statistics
Std. Deviation Variance Skewness Kurtosis
Statistic Statistic Statistic Std. Error Statistic Std. Error
X1 23,22 1,023 ,11 ,32 ,001 ,881
Valid N (listwise)
Interpretasi :
Total data sebanyak 2000. Jangkauan data 12. Nilai minimum 23 dan maksimum 35. Rataan
40,338. Deviasi 23,22 dengan variansi 1,023. Nilai kemiringan 0,11 dan kemencengan 0,01.
SUMMARY
Varianc
Groups Count Sum Average e
138 13,3980 1,35960
X1 103 0 6 4
136 13,2038 1,35998
X2 103 0 8 5
129 12,5728 1,52160
X3 103 5 2 7
138 13,3980 1,35960
X4 103 0 6 4
136 13,2038 1,35998
X5 103 0 8 5
129 12,5728 1,52160
X6 103 5 2 7
138 13,3980 1,35960
X7 103 0 6 4
136 13,2038 1,35998
X8 103 0 8 5
129 12,5728 1,52160
X9 103 5 2 7
138 13,3980 1,35960
X10 103 0 6 4
136 13,2038 1,35998
X11 103 0 8 5
129 12,5728 1,52160
X12 103 5 2 7
138 13,3980 1,35960
X13 103 0 6 4
136 13,2038 1,35998
X14 103 0 8 5
129 12,5728 1,52160
X15 103 5 2 7
129 12,5728 1,52160
X16 103 5 2 7
138 13,3980 1,35960
X17 103 0 6 4
136 13,2038 1,35998
X18 103 0 8 5
138 13,3980 1,35960
X19 103 0 6 4
136 13,2038 1,35998
X20 103 0 8 5
129 12,5728 1,52160
X21 103 5 2 7
ANOVA
Source of
Variation SS df MS F P-value F crit
Between 268,446 13,4223 9,49425 2,88E- 1,57543
Groups 6 20 3 5 28 9
3028,21 214 1,41373
Within Groups 4 2 2
216
Total 3296,66 2
Interpretasi
Karena F > F crit maka terdapat perbedaan yang signifikan.
Uji Regresi
SUMMARY OUTPUT
Regression Statistics
Multiple R 0,383483
R Square 0,147059
Adjusted R
Square 0,111112
Standard
Error 5,601658
Observation
s 103
ANOVA
Significan
df SS MS F ce F
133,900 5,68967
Regression 4 535,6016 4 5 0,000368
31,3785
Residual 99 3106,478 7
Total 103 3642,08
Coefficien Standard Lower Upper Lower Upper
ts Error t Stat P-value 95% 95% 95,0% 95,0%
-
0,49456 0,62200 18,0554 10,850 18,0554
Intercept 3,602404 7,28399 5 3 -10,8506 2 6 2
-
1,92195 2,43522 0,0388 2,43522
X13 1,198205 0,623429 9 #NUM! -0,03881 3 1 3
-
0,37885 0,70560 1,59395 1,0828 1,59395
X14 0,255549 0,674527 7 5 -1,08286 6 6 6
1,43509 0,15441 1,92723 1,92723
X15 0,808867 0,563633 6 2 -0,3095 7 -0,3095 7
Interpretasi
Data yang memiliki pengaruh terbesar yaitu X13 (1,1982), X14 (0,2555) dan X15 (0,8088) dan
sisa nya berperan tidak signifikan.
Multiple Comparisons
Dependent Variable: kadar HDL darah
Mean 95% Confidence Interval
(I) interaksi oc vs (J) interaksi oc vs Difference (I- Std. Lower Upper
rokok rokok J) Error Sig. Bound Bound
LSD OC tidak rokok OC ringan 3,1750 *
1,2542 ,018 ,586 5,764
OC sedang 4,9000 *
1,2542 ,001 2,311 7,489
OC berat 3,5250 *
1,2542 ,010 ,936 6,114
no OC tidak rokok 1,4000 1,2542 ,275 -1,189 3,989
no OC ringan ,6000 1,2542 ,637 -1,989 3,189
no OC sedang ,2000 1,2542 ,875 -2,389 2,789
no OC berat 1,2750 1,2542 ,319 -1,314 3,864
OC ringan OC tidak rokok -3,1750* 1,2542 ,018 -5,764 -,586
OC sedang 1,7250 1,2542 ,182 -,864 4,314
OC berat ,3500 1,2542 ,783 -2,239 2,939
no OC tidak rokok -1,7750 1,2542 ,170 -4,364 ,814
no OC ringan -2,5750 1,2542 ,051 -5,164 ,014
no OC sedang -2,9750*
1,2542 ,026 -5,564 -,386
no OC berat -1,9000 1,2542 ,143 -4,489 ,689
OC sedang OC tidak rokok -4,9000* 1,2542 ,001 -7,489 -2,311
OC ringan -1,7250 1,2542 ,182 -4,314 ,864
OC berat -1,3750 1,2542 ,284 -3,964 1,214
no OC tidak rokok -3,5000*
1,2542 ,010 -6,089 -,911
no OC ringan -4,3000* 1,2542 ,002 -6,889 -1,711
no OC sedang -4,7000*
1,2542 ,001 -7,289 -2,111
no OC berat -3,6250*
1,2542 ,008 -6,214 -1,036
OC berat OC tidak rokok -3,5250*
1,2542 ,010 -6,114 -,936
OC ringan -,3500 1,2542 ,783 -2,939 2,239
OC sedang 1,3750 1,2542 ,284 -1,214 3,964
no OC tidak rokok -2,1250 1,2542 ,103 -4,714 ,464
no OC ringan -2,9250*
1,2542 ,028 -5,514 -,336
no OC sedang -3,3250* 1,2542 ,014 -5,914 -,736
no OC berat -2,2500 1,2542 ,085 -4,839 ,339
no OC tidak rokok OC tidak rokok -1,4000 1,2542 ,275 -3,989 1,189
OC ringan 1,7750 1,2542 ,170 -,814 4,364
OC sedang 3,5000* 1,2542 ,010 ,911 6,089
OC berat 2,1250 1,2542 ,103 -,464 4,714
no OC ringan -,8000 1,2542 ,530 -3,389 1,789
no OC sedang -1,2000 1,2542 ,348 -3,789 1,389
no OC berat -,1250 1,2542 ,921 -2,714 2,464
no OC ringan OC tidak rokok -,6000 1,2542 ,637 -3,189 1,989
OC ringan 2,5750 1,2542 ,051 -,014 5,164
OC sedang 4,3000 *
1,2542 ,002 1,711 6,889
OC berat 2,9250* 1,2542 ,028 ,336 5,514
no OC tidak rokok ,8000 1,2542 ,530 -1,789 3,389
no OC sedang -,4000 1,2542 ,753 -2,989 2,189
no OC berat ,6750 1,2542 ,595 -1,914 3,264
no OC sedang OC tidak rokok -,2000 1,2542 ,875 -2,789 2,389
OC ringan 2,9750 *
1,2542 ,026 ,386 5,564
OC sedang 4,7000 *
1,2542 ,001 2,111 7,289
OC berat 3,3250 *
1,2542 ,014 ,736 5,914
no OC tidak rokok 1,2000 1,2542 ,348 -1,389 3,789
no OC ringan ,4000 1,2542 ,753 -2,189 2,989
no OC berat 1,0750 1,2542 ,400 -1,514 3,664
no OC berat OC tidak rokok -1,2750 1,2542 ,319 -3,864 1,314
OC ringan 1,9000 1,2542 ,143 -,689 4,489
OC sedang 3,6250*
1,2542 ,008 1,036 6,214
OC berat 2,2500 1,2542 ,085 -,339 4,839
no OC tidak rokok ,1250 1,2542 ,921 -2,464 2,714
no OC ringan -,6750 1,2542 ,595 -3,264 1,914
no OC sedang -1,0750 1,2542 ,400 -3,664 1,514
T-Test
Notes
Output Created 16-SEP-2021 14:09:08
Comments
Input Data C:\Users\lenovo\Documents\
New folder\New folder\
Documents\
Wahyudi_Education\Stat 1\
Azhyqa [Link]
Active Dataset DataSet1
Filter <none>
Weight <none>
Split File <none>
N of Rows in Working Data 6
File
Missing Value Handling Definition of Missing User defined missing values
are treated as missing.
Cases Used Statistics for each analysis
are based on the cases with
no missing or out-of-range
data for any variable in the
analysis.
Syntax T-TEST PAIRS=Amynthas
Amynthas Amynthas
Pheretima Pheretima
Postoscolex WITH Perionix
Pheretima
Postoscolex Postoscolex
Perionix Perionix (PAIRED)
/CRITERIA=CI(.9500)
/MISSING=ANALYSIS.
Resources Processor Time 00:00:00,00
Elapsed Time 00:00:00,03