MATERI P7
Bab 2 Klasifikasi Makhluk Hidup Part 3
1. Avertebrata
Avertebrata merupakan hewan tak bertulang belakang. Avertebrata dibagi
menjadi 8 yaitu : hewan berpori (Porifera), hewan berongga (Coelenterata), cacing
pipih (Plathyhelminthes), cacing gilig (Nemathelminthes), cacing berbuku – buku
(Annelida), hewan lunak (Mollusca), hewan beruas – ruas (Arthropoda) dan hewan
berkulit duri (Echinodermata).
Porifera adalah hewan berpori – pori dan tubuhnya seperti spons. Habitatnya
di perairan dan tubuhnya berwarna seperti merah, hijau, atau kuning. Contoh porifera
yaitu Spongilla, Euspongia, Poterion dan Scypha.
Coelenterata adalah hewan berongga dan memiliki tentakel. Tentakel
berfungsi untuk menangkap mangsa dan setiap tentakelnya mampu mengeluarkan
racun. Tubuhnya berbentuk polip (menempel pada tempat hidupnya)
atau medusa (melayang – layang di air). Contoh Coelenterata yaitu ubur – ubur
(Aurelia aurita), bunga karang, obelia dan anemon laut.
Cacing (Vermes) merupakan hewan bertubuh lunak, tak bercangkang dan
tubuhnya simetris bilateral. Berdasarkan bentuk tubuhnya, cacing dibagi menjadi 3
yaitu cacing pipih (Platyhelminthes), cacing gilig (Nemathelminthes) dan cacing
berbuku – buku (Annelida).
Platyhelminthes contohnya cacing pita dan cacing hati. Nemathelminthes tubuhnya
bulat dan tidak bersegmen, contohnya tambang, cacing kremi, dan cacing
1
MATERI P7
perut. Annelida tubuhnya beruas – ruas seperti cincin contohnya cacing tanah, lintah
dan pacet.
Mollusca adalah hewan bertubuh lunak dan terkadang ada yang memiliki
cangkang. Habitatnya di darat atau di air. Contohnya udang, cumi – cumi, siput,
kerang, tiram, dan sebagainya.
Arthropoda adalah hewan berbuku – buku dan tubuhnya terdiri atas kepala,
dada, dan perut. Tubuhnya terbungkus zat kitin yang keras, peka terhadap sentuhan
dan bau, memiliki mata faset : mata majemuk terdiri atas ribuan mata.
2. Vertebrata
Vertebrata adalah hewan yang memiliki tulang belakang. Vertebrata ada 5
filum yaitu Kelompok Ikan (Pisces), Amphibia, Kelompok unggas (Aves), hewan
melata (Reptilia) dan hewan menyusui (Mammalia).
Contoh dari Pisces yaitu ikan nila (Oreochromus niloticus). Contoh
dari Amphibia yaitu katak sawah (Rana sp.). contoh dari Aves yaitu ayam (Galllus
gallus). Contoh dari Reptilia yaitu kadal (Mabouya multifasciata). Contoh
dari Mammalia yaitu mencit (Mus musculus).
Ikan merupakan hewan air yang memiliki tubuh streamline, memiliki rangka
dalam dan luar (berupa sisik). Permukaan tubuhnya berlendir dan bernapas dengan
insang. Ikan dibagi menjadi 3 yaitu : ikan tak berahang, ikan bertulang rawan dan ikan
bertulang keras.
Amphibia adalah hewan yang bisa hidup di darat dan di air. Hewan amphibia
ketika masih kecebong hidupnya di air dan bernapas dengan insang, ketika dewasa
hidup di darat dan bernapas dengan paru – paru.
Amphibia dibagi menjadi 3 yaitu : katak, kodok, dan salamander. Beda katak
dengan kodok yaitu katak selalu hidup di tempat yang lembab dan basah, sedangkan
kodok hidup di tempat kering.
Reptilia adalah hewan yang memiliki kulit bersisik dari zat tanduk. Kulit
bersisik tersebut untuk melindungi tubuhnya. Pada kura – kura dan penyu memiliki
pelindung tubuh sangat keras yang disebut karapaks. Reptilia terdiri dari golongan
kadal, ular, kura – kura dan buaya.
2
MATERI P7
Aves merupakan kelompok hewan unggas yang memiliki paruh dan bulu.
Paruh hewan unggas bentuknya bermacam – macam menyesuaikan makanannya.
Mammalia adalah hewan yang memiliki kelenjar susu (mammae) dan
berambut (bukan bulu). Semua hewan Mammalia hidup di darat kecuali ikan paus.
Carolus Linnaeus
Carolus Linnaeus merupakan salah satu ilmuwan yang menemukan Sistem
Klasifikasi makhluk hidup agar mudah untuk klasifikasi dan pemberian nama pada
makhluk hidup. Sistem klasifikasi yang digunakan oleh Linnaeus disebut sistem
binomial nomenklatur (sistem nama ganda).
Tingkatan terendah dari klasifikasi tumbuhan dan hewan adalah species
atau jenis. Adapun tingkatan tertinggi pada dunia hewan adalah kingdom/kerajaan.
Dan tingkatan tertinggi pada dunia tumbuhan adalah divisio. Pada tingkatan species,
organisme akan semakin banyak persamaannya. Dapat dilihat dari ciri fisik dan sifat
dari species tersebut.
Pembahasan
Berbagai makhluk hidup yang hidupdi bumi sangat beragam. Untuk
mempermudah dalam mempelajarinya dilakukan klasifikasi atau pengelompokan
makhluk hidup dengan tingkatan-tingkatan yang disebut taksonomi.
Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah:
Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki.
Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan
makhluk hidup dari jenis yang lain.
Mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup.
Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya.
Manfaat klasifikasi makhluk hidup adalah:
Memudahkan dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam.
Mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan yang lain.
Sistem takson diperkenalkan oleh Carolous Linnaeus sehigga ia dikenal sebagai
bapak taksonomi. Linnaeus megkalsifikasikan makhluk hidup dari persamaan dan
perbedaan baik dari tingkat yang besar maupun yang lebih kecil sesuai ciri
mereka.
3
MATERI P7
Di dalam klasifikasi, makhluk hidup disusun dari yang beranggota besar (sedikit
persamaan ciri dan sifat) ke yang beranggota kecil (banyak persamaan ciri dan
sifat). Urutan kategori tersebut adalah sebagai berikut:
Pada kelompok hewan
Kingdom (Kerajaan)
Phylum (Filum)
Classis (Kelas)
Ordo (Bangsa)
Familia (Suku)
Genus (Marga)
Species (Jenis)
Pada kelompok tumbuhan
Regnum (Dunia)
Divisio (Divisi)
Classis (Kelas)
Ordo (Bangsa)
Familia (Suku)
Genus (Marga)
Species (Jenis)
C. Linnaeus memperkenalkan sistem tata nama Binomial
Nomenklatur (Tata Nama Biner) yang prinsipnya menggunakan bahasa Latin/ilmiah,
kategori, dan dua kata. Berikut aturan sesuai binomial nomenklatur yaitu:
1. Nama ilmiah species tersebut dicetak miring atau digarisbawahi. Kata pertama
dalam sistem nama dimulai dengan huruf kapital dan menunjukkan nama genus,
dan kata kedua dimulai dengan huruf kecil sebagai penunjuk jenis (species
epithet). Bila nama species lebih dari dua kata maka kata kedua dan setelahnya
ditulis dengan tanda penghubung. Misal: Hibiscus sabdarifa-varalba. Bila nama
species digunakan untuk mengenang seorang oenemu maka dapat dicantumkan
pada kata kedua denga penambahan huruf (i). Misal: Pinus merkusii, ditemukan
oleh Merkus
2. Nama ilmiah genus baik hewan atau tumbuhan terdiri dari kata tunggal dan huruf
pertama ditulis dengan huruf besar. Contoh: Felis, Nicotana
4
MATERI P7
3. Penulisan suku/famili pada tumbuhan akan ditambah akhiran -aceae, sedangkan
pada hewan ditambah - ae.
4. Penulisan ordo yang diambil dari nama geus diberi akhiran –ales. Misal: Zingiber
diberi akhiran –ales menjadi Zingiberales
5. Penulisan nama kelas yang diambil dari nama genus diberi akhiran-nae. Misal:
genus Equisetum menjadi Equisetinae
Berikut ini adalah cotoh-contoh klasifikasi pada hewan dan tumbuhan
Pada hewan
1. Kucing
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Mamalia
Ordo : Carnivora
Familia : Felidae
Genus : Felis
Species : Felis silvestris
2. Sapi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Artiodactyla
Family Bovidae
Genus : Bos
Spesies : Bos taurus
Pada tumbuhan
1. Tembakau
Regnum : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Solanales
Familia : Solanaceae
Genus : Nicotiana
Species : Nicotiana tabacum
5
MATERI P7
2. Belimbing
Kingdom : Plantae
Deviso : Magnoliopytha
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Oxalidales
Family : Oxalidaceae
Genus : Averhoa
Spesies : Averhoa carambola
Contoh sistem binomial nomenklatur :
Nama latin dari padi adalah Oriza sativa. Apabila ditulis tangan maka menjadi
Oriza sativa. Oriza merupakan nama genus dan sativa merupakan petunjuk spesies.
Contoh dari penulisan takson tumbuhan
Klasifikasi tumbuhan jagung (Zea mays)
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Graminales
Familia : Gramineae
Genus : Zea
Species : Zea mays
Contoh dari penulisan takson hewan
Klasifikasi hewan anjing
Kingdom : Animalia
Phylum : Vertebrata
Classis : Mammalia
Ordo : Carnivora
Familia : Canidae
Genus : Canis
Species : Canis familiaris