KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA R.I.
KANTOR WILAYAH SULAWESI TENGGARA
LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II KENDARI
Jl. Poros Nanga-Nanga, Kel. Baruga, Kec. Baruga, Kota Kendari
Email:lpkakendarisultra@[Link]
LAPORAN PELAKSANAAN
INSTRUMEN SCREENING PENEMPATAN NARAPIDANA (ISPN)
Nama : INDRA MAJID LIAMBO BIN SAMO
No. Register : BI.39/2021
Perkara/Pasal : UUPA/ 81 Ayat (1)
A. PENDAHULUAN
1. UMUM
Kebijakan Revitalisasi Pemasyarakatan memberikan mandat adanya perubahan dalam
sistem penyelenggaraan Pemasyarakatan dengan menekankan pada perubahan perilaku.
Hal ini tercantum dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 35
Tahun 2018 tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan. Untuk
mengoptimalkan hal tersebut kegiatan pembinaan dilakukan berbeda-beda pada Lapas
Super Maksimum Security, Lapas Maksimum Security, Lapas Medium Security, dan Lapas
Minimum Security.
Sehubungan dengan kebijakan tersebut, Instrumen Screening Penempatan Narapidana
(ISPN) digunakan untuk menempatkan narapidana dari Rutan dan Lapas/Rutan Umum
menuju Lapas Super Maksimum, Maksimum, Medium dan Minimum. Instrumen ini
digunakan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) untuk melakukan penilaian risiko guna
mendukung penyusunan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) Penempatan. Dengan
mengadaptasi instrumen lima dimensi, instrumen Screening terdiri dari empat variabel
yaitu variabel dimensi risiko, variabel lama pidana, variabel sisa pidana dan variabel tindak
pidana. Selain itu, terdapat bagian demografi untuk menghimpun informasi dasar dan
tambahan yang dapat dijadikan pertimbangan saat sidang TPP.
2. TUJUAN
1) Pembimbing Kemasyarakatan dapat melakukan pengisian Instrumen Screening
Penempatan Narapidana (ISPN).
2) Pembimbing Kemasyarakatan dapat memberikan rekomendasi kategori
penempatan ke dalam Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) Penempatan dari
Lapas/Rutan Umum menuju Lapas Super Maksimum, Maksimum, Medium dan
Minimum.
3. DASAR HUKUM
1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 77, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3614);
2) Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang
Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan (Lembaran negara
Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3842);
3) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara
Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1999 Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3846) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan
Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak
Warga Binaan Pemasyarakatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012
Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5359);
4) Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 35
tahun 2018 tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1685).
B. KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN
Kegiatan yang dilaksanakan berkaitan dengan pelaksanaan pengisian Instrumen
Screening Penempatan Narapidana (ISPN) untuk menentukan tingkat resiko narapidana
dalam penyusunan Penelitian Kemasyarakatan guna menentukan penempatan narapidana
ke Lapas Super Maksimum Security, Lapas Maksimum Security, Lapas Medium Security,
dan Lapas Minimum Security yang dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 8 November
2022 pukul 11.00 WITA sampai dengan Selesai. Screening dilakukan terhadap Narapidana
atas nama :
Nama : INDRA MAJID LIAMBO BIN SAMO
No. Register : BI.39/2021
Perkara/Pasal : UUPA/ 81 Ayat (1)
Lama Pidana : 3 Tahun 6 Bulan
C. HASIL YANG DICAPAI
1) Kategori Penempatan (Screening)
Hasil penilaian klien berdasarkan Instrumen Screening Penempatan Narapidana
(ISPN) yang telah dilakukan oleh Pembimbing Kemasyarakatan diketahui bahwa hasil
penilaian dan penormaan akhir dari Variabel Dimensi Resiko (Dimensi Risiko
keamanan, Dimensi Risiko keselamatan, Dimensi Risiko Stabilitas, Dimensi Risiko
Kemasyarakatan) dengan nilai -0,28, Variabel lama pidana dengan nilai -0,091,
Variabel sisa pidana dengan nilai -0,048, Variabel tindak pidana dengan nilai -0,10.
Nilai final hasil penormaan instrumen Screening penempatan narapidana adalah 44,75
dengan risiko Medium Security.
2) Rekomendasi Penempatan
Klien dapat ditempatkan pada Blok kategori Medium Security, sesuai dengan
ketentuan Pasal 26 Ayat (1) dan (2) Peraturan Menteri Hukum Dan HAM RI Nomor
35 Tahun 2018 Tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakaan.
D. KESIMPULAN DAN SARAN
1) Kesimpulan
Hasil Instrumen Screening Penempatan Narapidana berada pada kategori Medium
Security, sesuai dengan Pasal 26 ayat (1) dan (2) Peraturan Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2018 Tentang Revitalisasi
Penyelenggaraan Pemasyarakatan;
2) Saran
Dari rekomendasi dan kesimpulan tersebut di atas, diharapkan dapat dijadikan sebagai
acuan dan bahan pertimbangan dalam penempatan narapidana selama menjalani sisa
pidana.
E. PENUTUP
Demikian laporan hasil Asesmen ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana
mestinya.
Kendari, 8 November 2022
Pembimbing Kemasyarakatan,
ASTURI HANDAYANI HENDRA, SH.
NIP. 199205092012122001
DOKUMENTASI KEGIATAN
DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA
PENORMAAN
INSTRUMEN SCREENING PENEMPATAN NARAPIDANA (ISPN)
Tanggal Penilaian : 08 November 2022
Nama Petugas PK : ASTURI HANDAYANI HENDRA,SH
Lokasi Pelaksanaan
: LPKA KELAS II KENDARI
Screening
DATA DEMOGRAFI NARAPIDANA
Nama Narapidana : INDRA MAJID LIAMBO BIN SAMO
Jenis Kelamin : Laki-laki Sebutkan Pelanggaran tata tertib narapidana selama 6 bulan terakhir!
Tempat Lahir : konawe selatan
TIDAK ADA
Tanggal lahir (hh-bb-tttt) : 05/10/2003
Sebutkan program pembinaan/pelayanan kepribadian yang diikuti selama 6
Usia : 19 Tahun
bulan terakhir!
Pendidikan Terakhir : SLTP/SMP
Pekerjaan Terakhir : PELAJAR BELAJAR MENGAJI
Tindak Pidana : Perlindungan Anak
Sebutkan pelatihan kemandirian/keterampilan yang pernah diikuti di
Lama Pidana (bulan) : 42
Lapas/Rutan!
Sisa Pidana (bulan) : 22,367
Domisili Keluarga : PALANGGA PELATIHAN PENGELASAN
Status Pernikahan : BELUM MENIKAH
Sebutkan keahlian/keterampilan (bakat) yang dimiliki Narapidana!
Kelompok Etnis yang Diikuti di
: TIDAK ADA
dalam Lapas/Rutan
Jumlah pengulangan tindak
: 0
pidana (residivisme)
Sebutkan penyakit yang sedang diderita/perawatan kesehatan yang sedang
Frekuensi kunjungan keluarga dibutuhkan!
: 1
dalam sebulan
Frekuensi kunjungan non
: 12
keluarga dalam sebulan
VARIABEL I. DIMENSI RISIKO
Dimensi Risiko Keamanan (security )
Beri angka 1 untuk
No Indikator jawaban "ya", angka 0 Nilai
untuk jawaban "tidak"
1 Narapidana pernah berencana untuk melarikan diri dalam 6 bulan terakhir 0 0
2 Narapidana pernah melarikan diri 0 0
3 Narapidana mengajak orang lain untuk melarikan diri 0 0
Apabila narapidana melarikan diri ia dapat mengancam/membahayakan orang lain, atau
4 0 0
kelompok masyarakat di luar lapas/rutan
Narapidana memiliki kelompok/jaringan di dalam lapas/rutan yang suatu waktu dapat
5 0 0
membantunya untuk melarikan diri apabila dibutuhkan
Narapidana memiliki kelompok/jaringan di luar lapas/rutan yang suatu waktu dapat
6 0 0
membantunya untuk melarikan diri apabila dibutuhkan
TOTAL 0
Catatan PK :
Dimensi Risiko Keselamatan (safety)
Beri angka 1 untuk
No Indikator jawaban "ya", angka 0 Nilai
untuk jawaban "tidak"
1 Narapidana pernah melakukan tindak kekerasan kepada orang lain dalam 6 bulan terakhir 1 5
Narapidana pernah terlibat dalam perkelahian secara individual yang berakibat korban
2 0 0
meninggal, atau terluka sehingga membutuhkan perawatan medis
3 Narapidana pernah melakukan tindak pidana dengan kekerasan sebelum berusia 18 tahun 0 0
Narapidana pernah terlibat dalam perkelahian secara individual dengan menggunakan
4 0 0
'senjata tajam atau senjata api'
Narapidana pernah terlibat dalam perkelahian secara berkelompok terhadap
5 0 0
individu/kelompok lain dalam 6 bulan terakhir
Narapidana pernah menjadi anggota kelompok/organisasi/jaringan yang melakukan tindak
6 0 0
kekerasan di masyarakat
Narapidana pernah memegang peran penting di suatu kelompok/organisasi/jaringan yang
7 0 0
melakukan tindak kekerasan di masyarakat
Narapidana pernah mendapatkan pelatihan kemampuan militer (menggunakan senjata,
8 0 0
merakit bom, melumpuhkan orang)
9 Narapidana pernah menyakiti/melukai diri sendiri dalam 6 bulan terakhir 0 0
TOTAL 5
Catatan PK :
Dimensi Risiko Stabilitas (stability )
Beri angka 1 untuk
No Indikator jawaban "ya", angka 0 Nilai
untuk jawaban "tidak"
1 Narapidana pernah terlibat dalam aksi unjuk rasa di dalam rutan/lapas 0 0
Narapidana pernah memegang posisi penting dalam aksi unjuk rasa di luar rutan/lapas
2 0 0
(misalnya: pengorganisir, pemimpin unjuk rasa, koordinator lapangan)
3 Narapidana pernah melakukan pelanggaran norma secara berulang di lingkungan masyarakat 0 0
4 Narapidana pernah melakukan pelanggaran indisipliner di tempat kerja lebih dari 2x 0 0
Narapidana pernah diberhentikan dari tempat kerja karena melakukan pelanggaran (di luar
5 0 0
kasus pidana yang sedang dijalani)
6 Narapidana memiliki kecenderungan melawan kepada Petugas dalam 6 bulan terakhir 0 0
7 Narapidana memiliki kecenderungan anti sosial dalam 6 bulan terakhir 0 0
8 Narapidana pernah melanggar aturan di Lapas/Rutan dalam 6 bulan terakhir 0 0
TOTAL 0
Catatan PK :
DIMENSI RISIKO KEMASYARAKATAN (society )
Beri angka 1 untuk
No Indikator jawaban "ya", angka 0 Nilai
untuk jawaban "tidak"
Narapidana merupakan anggota aktif dari kelompok/jaringan yang berpotensi melakukan
1 0 0
kegiatan melawan hukum
Narapidana pernah atau masih menjadi anggota/partisan dari kelompok/organisasi massa
2 0 0
berbasis kesukuan/etnis/keluargaan/marga yang melawan hukum
Narapidana pernah atau masih menjadi anggota/partisan dari partai politik yang memiliki
3 0 0
pengaruh untuk melanggar aturan/melawan hukum
Narapidana memiliki pengaruh adat/budaya/sosial/ekonomi yang besar untuk melanggar
4 0 0
aturan/melawan hukum
Narapidana merupakan tokoh agama yang memiliki pengaruh untuk melanggar
5 0 0
aturan/melawan hukum
6 Narapidana memiliki kekuatan berdasarkan posisinya dalam organisasi kriminal 0 0
7 Narapidana memiliki kekuatan berdasarkan posisinya dalam kelompok separatisme 0 0
Narapidana memiliki kekuatan berdasarkan posisinya dalam kelompok/organisasi
8 0 0
fundementalis/ekstrimis berbasis agama
TOTAL 0
Catatan PK :
Pembobotan Dimensi Risiko
No Dimensi Risiko Nilai Penormaan
1 Keamanan 0 0,0
2 Keselamatan 5 1,3
3 Stabilitas 0 0,0
4 Masyarakat 0 0,0
Total Nilai Dimensi Risiko -0,28
VARIABEL II. LAMA PIDANA
Masukkan Lama Pidana Narapidana (dalam bulan) Total Nilai Lama Pidana
42 -0,091
VARIABEL III. SISA PIDANA
Masukkan Sisa Pidana Narapidana (dalam bulan) Total Nilai Sisa Pidana
22,367 -0,048
VARIABEL IV. TINDAK PIDANA
No. Tindak Pidana Nilai Tindak Pidana
1 PERLINDUNGAN ANAK 0,64
2 Tindak Pidana 0
3 Tindak Pidana 0
4 Tindak Pidana 0
Total Skor Tindak Pidana -0,10
PENORMAAN AKHIR
No Variabel Nilai
1 Dimensi Risiko -0,28
2 Lama Pidana -0,09
3 Sisa Pidana -0,05
4 Tindak Pidana -0,10
NILAI FINAL 44,75
REKOMENDASI RISIKO
MINIMUM MEDIUM MAKSIMUM SUPER MAKSIMUM
≤44.68 44.69-56.41 56.42-76.98 ≥76.99
KESIMPULAN
NAMA NARAPIDANA : INDRA MAJID LIAMBO BIN SAMO
NILAI FINAL : 44,75
RISIKO : MEDIUM
Pembimbing Kemasyarakatan,
ASTURI HANDAYANI HENDRA, SH
NIP. 199205092012122001