0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan15 halaman

Interaksi Zat Gizi Mikro dan Obat

Modul ini membahas tentang interaksi antara zat gizi mikro dan obat, faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti sifat kimia obat dan zat gizi, serta konsekuensi potensial seperti defisiensi vitamin atau gangguan absorpsi obat."

Diunggah oleh

shella
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan15 halaman

Interaksi Zat Gizi Mikro dan Obat

Modul ini membahas tentang interaksi antara zat gizi mikro dan obat, faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti sifat kimia obat dan zat gizi, serta konsekuensi potensial seperti defisiensi vitamin atau gangguan absorpsi obat."

Diunggah oleh

shella
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

METABOLISME ZAT GIZI MIKRO

(GIZ 325)

MODUL 14
INTERAKSI ZAT GIZI MIKRO DENGAN OBAT

DISUSUN OLEH
Nadiyah, [Link], [Link], CSRS
Harna,[Link], [Link]

UNIVERSITAS ESA UNGGUL


2020

Universitas Esa Unggul


[Link]
0 / 15
INTERAKSI ZAT GIZI MIKRO DENGAN OBAT

A. Kemampuan Akhir Yang Diharapkan

Setelah mempelajari modul ini, diharapkan mahasiswa mampu


menjelaskan :
1. Mengindentifikasi faktor-faktoryang mempengaruhi interaksi obat
danzat gizi mikro
2. Memahami karakteristik interaksi obat dan zat gizi mikro

B. Uraian dan Contoh


Zat gizi mikro dan obat menggunakan jalur transport dan
metabolisme yang sama didalam tubuh untuk absorpsi, metabolisme dan
eliminasinya. Ini berarti bahwa satu atau lebih obat dikonsumsi, selalu
terdapat risiko potensial terjadinya interaksi dengan keseimbangan zat
gizi. Akibatnya kerja obat dapat dipengaruhi dengan kurang baik oleh
zat gizi mikro(misalnya penurunan pada efikasi tetrasiklin karena kalsium)
dan juga fungsi fisiologisvitamin atau mineral dapat diganggu oleh obat
(misalnya antagonisme asam folat oleh MTX). Disrupsi pada kadar zat
gizi mikro dapat menyebabkan gangguan metabolik yang serius karena
hampir tidak mungkin suatu proses fisiologis tunggal dalam tubuh tidak
diperantaraioleh satu atau lebih biokatalisis ini. Semakin banyaknya
produk farmasetika di pasaran dan semakin meningkatkan
penggunaannya, semakin besar perhatian yang kini harus difokuskan pada
efek terapi obat yang merugikan keseimbangan zat gizi mikro (lihat gambar
1) untuk memperkecil risiko potensial pada kesehatan pasien.

Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi obat dan zat gizi mikro


Penggunaan produk obat yang mempengaruhi vitamindan mineral
tidak secaraotormatis berarti bahwa terdapat risiko defisitzat gizi mikro
yang diinduksi obat. Dalam hal iniyang sangat penting adalah durasi
pengobatan dan status zat gizi sebelum memulai pengobatan.

Universitas Esa Unggul


[Link]
1 / 15
Universitas Esa Unggul
[Link] 0 / 15
Faktor-faktor yang mempengaruhi:
Obat
a. Indikasi, dosis dan durasi pengobatan
b. Absorpsi, distribusi, biotransformasi dan ekskresi (farmakokinetik)
c. Profil kerja farmakologis/toksikologis, tempat dan mekanisme
kerja dan potensi (farmakodinamika)
d. Sifat fisikokimia (metode pemberian, bentukfarmasetika, formulasi).
e. Terapi tunggal atau kombinasi
f. Interaksi obat-obat

Zat Gizi Mikro


a. Fungsi biokimia dan fisiologis
b. Absorpsi, distribusi, biotransformasi, penyimpanan dan ekskresi
c. Sifat fisikokimia (misalnya larut lemak, larut air, struktur).

Pasien
a. Usia, jenis kelasim, penyakit
b. Status zat gizi mikro
c. Pengobatan (termasuk swamedikasi dan suplementasi yang tidak
terkendali dengan produk vitamin)
d. Kebiasaan makan
e. Integritas gastrointestinal
f. Fungsi hati dan ginjal
g. Konsumsi makanan dan bahan-bahan yang tidak sehat (alkohol,
merokok, permen).
Sebagai aturan umum, status zat gizi mikro pada orang sehat
dengan diet yang seimbang tidak dipengaruhi secara merugikan
melalui penggunaan produk farmasetika untuk periode singkat. jika
asupan zat gizi mikro sudah tidak mencukupi atau jika obat telah
dikosumsi selama periode jangka panjangatau dikonsumsibersamaobat
lain maka interaksi antara zat gizi mikro dan obatmenjadi relevan dan
akibatnya harus semakin diperlukan untuk pertimbangan diagnostik

Universitas Esa Unggul


[Link]
0 / 15
dan terapi. Hal ini terjadi pada risiko tertentu antara lainpenyakit
kronis, pengobatan jangka panjang), lansia(multimobiditas, terapi
multiobat) dan pasien yang swamedikasi tanpa mencari saran dari
dokteratau farmasis. Sifat alami dan intensitas interaksi antara obat zat
gizi mikro bergantung pada banyaknya faktor yang mempengaruhi.
Faktor utama diantaranya adalah profil kerja farmakologis
dantoksikologis obat, durasi pengobatan, dan kebiasaan makan pasien
serta status zat gizi mikro pada saat memulai terapi obat.

Universitas Esa Unggul


[Link]
1 / 15
Tabel 1 Interaksi Obat Dan Zat Gizi Mikro

Obat Mikronutrien Mekanisme interaksi Potensial konsekuensi


Analgesik (pereda nyeri)
Asam asetilsalisilat (acetyl Vitamin C Vitamin C: absorpsi ekskresi Risiko kerusakan pada mukosa
salicylic acid, ASA) / Aspirin ginjal konsentrasi vitamin C gastrik (lonjakan respiratori)
intragastrik
Vitamin E Efek farmakodamik aditif pada Perpanjangan waktu
dosis vitamin E yang tinggi ( pendarahan
800 UI/hari), interaksi dengan
metabolisme vitamin K
Besi Peningkatan kerja iritan pada Peningkatan intolerabilitas
membran gastrointestinal, risiko ulser
mukus
Antasid dan bloker-asam
Antasid yang mengandung Besi, zink Perubahan pH, pembentukan Defisiensi besi/zink
Al/Mg hidroksida kompleks
Bloker- (misalnya ranitidin) Vitamin B12 Saluran gastrointestinal : Defisiensi vitamin B12
kolonisasi bakteri, absorpsi
B12

Zink, besi Perubahan pH, absorpsi Status Zn/Fe


zink/besi
Inhibitor pompa proton Vitamin B12 Perubahan pH, absorpsi B12 Defisiensi vitamin B12 (anemia
(misalnya omeprazol, Pelepasan B12 dari protein R megaloblastik),
lansoprazol) hiperhomosisteinemia
Antiasmatik
Teofilin Vitamin B6 Konsentrasi piridoksal 5-fosfat Defisiensi P-5-P (gangguan
dalam plasma (antagonis tidur, mual, mudah
piridoksal kinase) tersinggung, dll)
hiperhomosisteinemia
Universitas Esa Unggul
[Link] 0 / 15
Antibiotik
Antibiotik spektrum luas Biotin, vitamin K Penghambatan sintesis biotin Efek merugikan pada status vitamin
dan vitamin K dalam intestinal K dan biotin
sefalosporin Vitamin K Penghambatan metabolisme Efek merugikan pada status vitamin
vitamin K endogen K
Sefetamet pivoksil t- Karnitin Kehilangan pivaloikarnitin di Efek merugikan pada status karnitin
ginjalm penurunan konsentrasi
karnitin bebas dalam plasma
Kloramfenikol Vitamin B12 Absorpsi vitamin B12 Defisiensi vitamin B12 (anemia
megaloblastik),
hiperhomosisteinemia
Inhibitor girase, tetrasiklin Kalsium, magnesium, besi, Pembentukan kompleks, Efek antiobiotik ; perhatikan
zink absorpsi antibiotik interval antara pemberian
Tetrasiklin Vitamin C Ekskresi vitamin C pada ginjal Status vitamin C
Antidiabetik
Antidiabetes oral, insulin Asam alfa-lipoat Penguatan kerja penurun gula Risiko hipoglikemia
darah ( aktivitas PDH dan
alfa-KGDH )
Melformin Vitamin B12 Penghambatan pada Defisiensi vitamin B12 (anemia
endositosis yang diperantarai – megaloblastik),
reseptor yang bergantung hiperhomosisteinemia
kalsium pada kompleks -IF
(absorpsi terganggu)
Antiepileptik
Antiepilepsi (fenitoin, Vitamin D, kalsium Induksi CYP450 metabolisme 25-OH- vitamin D3 dan 1,25-
fenobarbital, primidon, vitamin D absorpsi kalsium vitamin D3 PTH ekskresi
karbamazepin) dan penggunaan kalsium pirinolin antiepileptika osteopatia

Universitas Esa Unggul


[Link] 1 / 15
Fenitoin Asam folat Metabolisme asam folatt Defisiensi asam folat (Hcy
absorpsi asam folat meningkat, anemia megalobastikm
Perhatian : tidak boleh lebih dari metabolisme fenitoin oksidatif gingival hyperplasia) efikasi
1 mg asam folat/hari antiepileptik menurun
Asam valproat t-Karnitin Karnitin asilkarnitin tranlokase Defisiensi karnitin, disfungsi
menurun, ekskresi kardiak, keletihan, hepatopati
valproilkarnitin meningkat;
konsentrasi karnitin menurun
Selenium Konsentrasi selenium plasma Status selenium menurun
menurun
Antihipertensi
Inhibitor ACE Kalium Ekskresi kalium melalui ginjal Hiperkalemia
menurun
Kaptopril (enalapril) Zink Ekskresi zink melalui ginjal Defisiensi zink
meningkat
Bloker reseptor AT, Kalium Ekskresi kalium melalui ginjal Hiperkalemia
(contohnya kandesartan) menurun
Antikoagulan
Antagonis vitamin A Vitamin K Antagonisme Kerja antikoagulan
(misalnya fenprokoumon)
Koenzim Q10 Kemiripan struktur antara Dosis tinggi Ko dapat
Ko dan vitamin K mengurangi efikasi warfarin (pantau
INR)
Antiinflamasi
Diklofenak, ibuprofenm Vitamin E Sinergi : penghambatan COX-2 OAINS: efikasi antiinflamasi
indometasin diperkuat oleh vitamin E meningkat, kebutuhan meningkat,
efek samping pada GIT menurun
Metotreksat (MTX) Asam folat Antagonis asam folat (THF Defisiensi asam folat : leukopenia,
reduktase) trombositopenia, stomatitis,
gingivitis, hiper homosisteinemia

Universitas Esa Unggul


[Link] 2 / 15
Sulfasalazin Asam folat Absorpsi asam folat menurun Defisiensi asam folat, hiper
homosisteinemia
Antituberkulotik
Sikloserin Vitamin B6 Inaktivasi piridoksal fosfat Defisiensi piridoksal fosfat,
akibat pembentukan kompleks peningkatan neurotoksisitas,
paratesia
Etambutol Zink Pembentukan kompleks, Defisiensi zink, kemungkinan
ekskresi zink di ginjal gangguan fungsi penglihatan dan
kerusakan saraf optik
Isoniazid Vitamin B6 Inaktivasi piridoksal fosfat Defisiensi vitamin B6, peningkatan
akibat pembentukan kompleks neurotoksisitas (misalnya kejang,
(basa Schiff) neuritis perifer, neuritis optik)
Isoniazid rifampisin Vitamin D Pemecahan vitamin D akibat Konsentrasi 2-OHD3- menurun,
induksi enzim hati mikrosomal risiko hipokalsemia dan
hipofosfatemia
Beta-bloker
Bloker reseptor beta Asam nikotinat (niasin) Vasodilatasi meningkat Kerja antihipertensi meningkat
Bisfosfonat oral
Misalnya alendronate, Kalsium, magnesium, besi, zink Pembentukan kompleks yang Efikasi bisfosfonat menurun; pantau
etidronat, risedronat sulit di absorpsi interval antar pemberian dalam
beberapa jam
Kortikosteroid
Misalnya prednisolone, Vitamin D, kalsium Efek antivitamin D: absorpsi Osteoporosis yang diinduksi
dekametason kalsium menurun ekskresi kortikoid
ginjal meningkat konsentrasi
osteokalsin serum menurun
Vitamin C Ekskresi vitamin C meningkat Status vitamin C menurun
dan oksidasi vitamin C
meningkat
Diuretik

Universitas Esa Unggul


[Link] 3 / 15
Tiazida, furosemida Magnesium, kalium Ekskresi magnesium dan Vasokonstriksi, tekanan darah
kalium meningkat, konsentrasi meningkat, LVEF (hyperlipidemia,
magnesium dan kalium di toleransi glukosa menurun)
miokardia menurun
Tiazida Kalsium, vitamin D Ekskresi kalsium di ginjal Konsentrasi kalsium dalam darah
menurun meningkat
Furosemida Vitamin B1 Ekskresi B1 di ginjal Curah jantung menurun, LVEF
meningkat, ambilan tiamin oleh menurun, asidosis laktat (sindrom
miosit menurun beri beri pada kardiovaskular)
Furosemida/HCT triamteren Asam folat Absorpsi asam folat menurun Status asam folat menurun
(hipotesis mikroklimat) hiperhomosisteinemia
ekskresi asam folat di ginjal
meningkat, antagonisme asam
folat
Spironolakton Kalium Ekskresi kalium menurun Hiperkalemia
Obat antigout
Kolkisin Vitamin B12 Saluran gastrointestinal: Defisiensi vitamin B12, anemia
kerusakan mukosam absorpsi megaloblastik
B12 menurun
Alopurinol Besi Alopurinol dapat meningkatkan Peningkatan risiko toksisitas
penyimpanan besi di dalam hati hepatoseluler, kombinasi harus
dihindari
Imunosupresan
Siklosporin Magnesium, kalium Absorpsi magnesium di ginjal Hipomagnesemia (kardiotoksisitas
menurunm penggunaan kalium neurotoksisitas), hiperkalsemia
seluer menurun

Siklosporin A: kerja Indeks terapeutik CyA meningkat.


Asam lemak omega-3 imunosupresan meningkat, Transplantasi : lama bertahan hidup
insiden efek samping menurun meningkat, risiko penolakan

Universitas Esa Unggul


[Link] 4 / 15
(hipertrigliseridemia menurun, menurun
nefrotoksisitas menurun)
Obat jantung
Glikosida jantung (misalnya Magnesium, kalium Penghambatan / Toleransi glikosida menurun, nilai
digoksinm digitoksin) ATPase, deplesi magnesium ambang aritmia menurun,
dan kalium di jantung vasospasme, kerusakan bioenergetik
jantung
Laksatif
Misalnya bisakdosilm, natrium Kalium, magnesium Kehilangan ekektrolit Konstipasi meningkat (lingkaran
pikosulfat) setan)
Obat penurun lipid dan kolesterol
Kolestiramin Vitamin A,D,E,K karotenoid Bioavailabilitas menurun akibat Defisiensi vitamin
(likopen) ikatan dengan asam empedu

Vitamin B12, asam folat Absorpsi menurunm Defisiensi vitamin (homosistein


kolestiramin berikatan dengan meningkat)
faktor intrinsik
Statin Koenzim Biosintesis Ko endogen Status koenzim menurun,
menurun peningkatan risiko miopati

Asam nikotinat (niasin) Vitamin B6 Antagonisme vitamin B6 Hiperhomosisteinemia


Neuroleptik
Fenotiazin Vitamin B2 Antagonisme struktural, Defisiensi riboflavin
ekskresi vitamin B2 meningkat
Produk neuropati

Universitas Esa Unggul


[Link] 5 / 15
Asam alfa lipoat Biotin Kesamaan struktur Aktivitas karboksilase bergantung
biotin

Besi, kalsium, magnesium Pembentukan kompleks Bioavailabilitas oral asam alfa lipoat
menurun
Obat antiparkinson
L-dopa/karbidopa, L-dopa/ Vitamin B6 Dekarboksilase perifer L-dopa Efikasi antiparkinson menurun;
benserazida meningkat: induksi L-dopa hipokinesia/akinesia. Perhatian:
dekarboksilase dalam GIT oleh vitamin B6 tidak boleh diberikan
vitamin B6 dalam dosis tinggi bahkan dalam
kombinasi dengan suatu inhibitor
dekarboksilase
Hormon tiroid
Levotiroksin Kalsium, besi Absorpsi terganggu Bioavailabilitas levotiroksin
menurun
Hormon seks
Kontrasepsi oral Vitamin C Oksidasi vitamin C meningkat Status vitamin C menurun
(seruloplasmin meningkat)

Asam folat, vitamin B6 Blokade dekonjugasi asam Status asam folat/ vitamin B6
(resistensi APC/ faktor V folat; kerja inhibitori PAC pada menurun, hiperhomosisteinemia
Leiden) pembentukan trombin
menurun

Asam pantotenat Metabolisme Kebutuhan asam pantotenat


meningkat
Virustatik
Adefovir dipivoksil L-Karnitin Peningkatan kehilangan Deplesi karnitin, toksisitas
karnitin di ginjal ( ekskresi mitokondrial meningkat, risiko

Universitas Esa Unggul


[Link] 6 / 15
pivaloil karnitin , penurunan neuropati/miopati, hiperlipidemia
pada konsentrasi plasma (lipodistrofi)
karnitin bebas)
NRTI (misalnya zidovudin, Vitamin B kompleks Absorpsi vitamin B menurun Defisiensi vitamin B, asidosis laktat,
stavudin) inhibitor protease Karnitin eplesi L-Karnitin toleransi glukosa menurun,
(misalnya indinavir) Rantai respiratori oksisitas mitokondria, neuropati/miopati, hiperlipidemia
mitokondria penghambatan polimerase (lipodistrofi)
gamma DNA
Zidovudin, AZT Antioksidan (selenium, vitamin Proteksi DNA mitokondria dari Toksisitas mitokondria menurun, 8-
C/E, Koenzim ) kerusakan oksidatif yang okso-deoksiguanosin (8-okso-dG):
diinduksi-zidovudin ekskresi ginjal meningkat
Sitostatik
Antrasiklin (misalnya Koenzim Q10 Penghambatan enzim yang Status Koenzim menurun, risiko
doksorubisin) bergantung – Ko kardiotoksisitas meningkat
Riboflavin Penghambatan penggabungan Status riboflavin menurun, toksisitas
riboflavin ke dalam koenzim mitokondria meningkat
aktif FAD dan FMN
L-Karnitin Miokardium: status karnitin Risiko kardiomiopati yang diinduksi-
menurun, deplesi karnitin; beta- antrasiklin meningkat
oksidasi asam lemak menurun,
kardiolipin menurun
Sisplatin Magnesium Absorpsi magnesium di ginjal Hipomagnesemia, hipokalemia,
menurun dislipoproteinemia
Asam alfa-lipoat Pembentukan kompleks Kehilangan efikasi sisplatin jika
diberikan secara bersamaan
L-Karnitin Peningkatan ekskresi karnitin Gangguan metabolisme energi di
di ginjal ( asilkarnitin) mitokondria, peningkatan risiko
konsentrasi karnitin serum miopati, sindrom keletihan, dan
menurun anemia tumor
5-Fluorourasil (5-FU) Vitamin B1 Antagonisme kompetitif Defisiensi vitamin B1 (asidosis

Universitas Esa Unggul


[Link] 7 / 15
fosforilasi tiamin laktat), gangguan bioenergetik di
jantung, peningkatan kardiotoksisitas
Niasin Deplesi niasin Defisiensi niasin, pelagra
Ifosfamida L-Karnitin Deplesi karnitin Gangguan metabolisme energi di
mitokondria, peningkatan risiko
miopati, sindrom keletihan, dan
anemia tumor
Interleukin 2 Vitamin C Proses metabolik yang Penurunan konsentrasi vitamin C
mengonsumsi vitamin C dalam plasma, hipovitaminosis
deplesi vitamin C vitamin C
Pemetreksed Asam folat, (vitamin B12) Penghambatan enzim utama Defisiensi asam folat, peningkatan
yang bergantung folat (timidilat toksisitas hematologis dan non
sintase, dihidrofolat reduktase, hematologis (misalnya neutropenia)
glisinamida ribonukleotida tanpa adanya pengobatan
formiltransferase) pendahuluan dengan asam folat dan
vitamin B12

Universitas Esa Unggul


[Link] 8 / 15
C. Latihan
1. Bagaimana risiko potensial interaksi zat gizi mikro pada orangsehatdengan
pola makan gizi seimbang tanpa diet-diet tertentu?
2. Sebutkan faktor utama interaksi obat dan zat gizi mikro?
D. Kunci Jawaban
1. Status zat gizi mikro pada orang sehat dengan diet yang seimbang tidak
dipengaruhi secara merugikan melalui penggunaan produk farmasetika untuk
periode singkat.
2. Faktor utama diantaranya adalah profil kerjafarmakologis dantoksikologis
obat,durasi pengobatan, dan kebiasaan makan pasien serta status zat gizi mikro
pada saat memulaiterapi obat

E. Daftar Pustaka
Grober, U.2009. Mikronutrien: Penyelarasan Metabolik, Pencegahan dan
[Link]: Kedokteran EGC

Universitas Esa Unggul


[Link] 0
/ 15

Anda mungkin juga menyukai