0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
270 tayangan26 halaman

Rekonsiliasi Produksi Nikel Laterit

Proposal ini membahas rencana kerja praktik tentang rekonsiliasi antara rencana produksi bulanan dengan realisasi penambangan nikel laterit. Tujuannya adalah mengetahui target produksi, produktivitas alat berat, aktivitas pengawasan, dan faktor yang mempengaruhi target produksi. Nikel laterit merupakan sumber daya penting yang terbentuk dari pelapukan batuan ultramafik yang dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Diunggah oleh

AsdaRr
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
270 tayangan26 halaman

Rekonsiliasi Produksi Nikel Laterit

Proposal ini membahas rencana kerja praktik tentang rekonsiliasi antara rencana produksi bulanan dengan realisasi penambangan nikel laterit. Tujuannya adalah mengetahui target produksi, produktivitas alat berat, aktivitas pengawasan, dan faktor yang mempengaruhi target produksi. Nikel laterit merupakan sumber daya penting yang terbentuk dari pelapukan batuan ultramafik yang dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Diunggah oleh

AsdaRr
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL KERJA PRAKTIK

REKONSILIASI ANTARA RENCANA PRODUKSI BULANAN


DENGAN REALISASI PENAMBANGAN NIKEL LATERIT

OLEH
ANDI ASDAR AL FARUK
219 17 069

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KENDARI
KENDARI
2023
HALAMAN PENGESAHAN

PROPOSAL KERJA PRAKTIK


“REKONSILIASI ANTARA RENCANA PRODUKSI BULANAN
DENGAN REALISASI PENAMBANGAN NIKEL LATERIT”

“Diajukan sebagai salah satu syarat untuk meluluskan matakuliah Kerja Pratkik
pada Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas
Muhammadiyah Kendari”

Kendari, Januari 2023


Disetujui oleh,
Ketua Program Studi
Teknik Pertambangan

Ir. Fitrani Amin, ST., MT.


NIDN. 0002048901
I. JUDUL
“REKONSILIASI ANTARA RENCANA PRODUKSI BULANAN DENGAN
REALISASI PENAMBANGAN NIKEL LATERIT”

II. LATAR BELAKANG


Indonesia merupakan negara yang memiliki sumberdaya melimpah, terkhusus
bahan galian tambang yang berupa sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui.
Salah satu contoh sumberdaya alam tersebut yang sangat penting adalah bijih nikel.
Nikel merupakan bahan galian ekonomis yang dibutuhkan industri. Nikel banyak
dimanfaatkan untuk industri berat, komponen kendaraan bermotor, peralatan
laboratorium, hingga sebagai bahan campuran pembuatan baja tahan karat. Di
Indonesia, nikel hanya ditemukan dalam bentuk nikel sekunder atau biasa disebut
nikel laterit (Isjudarto, 2013).
Penambangan, pengolahan dan pemanfaatan bijih nikel telah banyak dilakukan
dalam lingkup industri pertambangan untuk memenuhi kebutuhan hajat manusia serta
strategis pertahanan negara. Berdasarkan pemanfaatannya, salah satu parameter
dalam nilai jual bahan galian berupa kadar, hal tersebut karena bijih nikel memiliki
sebaran yang tidak merata dalam permukaan bumi sehingga sangat berpengaruh
terhadap daya produksi. Kadar bijih nikel yang tinggi akan menghasilkan nilai jual
yang tinggi dan dapat memberikan keuntungan yang besar bagi industri maupun
perusahaan.
Dalam penambangan nikel laterit diperlukan target produksi agar perusahaan
memiliki sasaran dan target untuk mencapai keuntungan, sementara banyak faktor
yang mempengaruhi tidak dapat tercapainya target produksi. Oleh karena itu, perlu
dilakukan studi mengenai faktor apa saja yang menyebabkan tidak dapat tercapainya
target produksi agar target produksi kedepannya dapat dimaksimalkan dengan baik.
Dari latar belakang di atas menjadi alasan untuk mengangkat judul dalam kerja
praktek ini yaitu “Rekonsiliasi Antara Rencana Produksi Bulanan dengan
Realisasi Penambangan Nikel Laterit”.
III. TUJUAN KERTA PRAKTIK
Tujuan Kerja Praktik ini adalah:
1. Untuk mengetahui tonase rencana penambangan bulanan.
2. Untuk mengetahui produktivitas alat berat excavator dan pengawasan Grade
Control.
3. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi target produksi bulanan.

IV. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang dan tujuan diatas maka didapatkan rumusan masalah
sebagai berikut:

1. Berapa tonase target produksi penambangan bulanan?


2. Berapa produktivitas alat berat excavator berdasarkan cycle time dan
efesiensi pada penambangan?
3. Bagaimana aktivitas Grade Control terhadap pengawasan dan kegiatan alat
berat pada penambangan?
4. Faktor apa saja yang mempengaruhi target produksi bulanan?

V. BATASAN MASALAH
Adapun batasan masalah dalam kerja praktik ini adalah sebagai berikut :
1. Metode perhitungan yang dilakukan dalam kerja praktik ini merupakan
metode statistik
2. Kegiatan pengambilan data berdasarkan aktual yang terjadi pada proses
penambangan
VI. TINJAUAN PUSTAKA
6.1. Nikel Laterit
Endapan nikel laterit merupakan endapan hasil proses pelapukan laterit batuan
induk ultramafik (peridotit, dunit dan serpentinit) yang mengandung Ni dengan kadar
tinggi, agen pelapukan tersebut berupa air hujan, suhu, kelembaban, topografi, dan
lain-lain. Umumnya pembentukan endapan nikel laterit terjadi pada daerah tropis atau
sub tropis.
Nikel sebagai salah satu sumber daya mineral ekonomis di bumi ini perlu
ditemukan keberadaannya untuk dapat memenuhi kebutuhan dibidang perindustrian.
Nikel mempunyai sifat tahan karat. Dalam keadaan murni nikel bersifat lunak, tetapi
jika dipadukan (alloy) dengan besi, krom, dan logam lainnya dapat membentuk baja
tahan karat yang keras. Perpaduan nikel, krom dan besi menghasilkan baja tahan
karat (stainless steel) yang banyak diaplikasikan pada peralatan dapur (sendok, dan
peralatan memasak), ornamen-ornamen rumah dan gedung, serta komponen industri
(Sukandarrumidi, 2007).
Dalam usaha pemenuhan kebutuhan nikel tersebut, kegiatan eksplorasi mutlak
untuk dilakukan khususnya pada daerah dengan potensi cadangan nikel laterit
terbesar. Dalam industri pertambangan, eksplorasi adalah suatu kegiatan yang
dilakukan bertahap dan sistematik dalam rangka menemukan area yang representatif
yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menjadi daerah penambangan (Syahrul
& Dermawan, 2020).
Dialam ada dua jenis bijih nikel, yaitu nikel sulfida dan nikel oksida yang lajim
disebut laterit. Pada umumnya nikel sulfida berada dibelahan bumi subtropis
sedangkan laterit berada dikhatulistiwa, dan jumlah sumber daya alam laterit lebih
besar daripada nikel sulfida. Adapun lokasi sumber daya laterit di Indonesia berada di
Kawasan Timur Indonesia (KTI) terutama di Sulawesi Tenggara, Halmahera Maluku
Utara, dan pulau Gag kepulauan Waigeo Papua seperti yang ditunjukkan pada
Gambar 1 dibawah ini.
Gambar 1. Sebaran Batuan Ultra Basa, Sumber Daya Laterit,
dan Cadangan Laterit. (Prasetyo, 2016)
Tentunya keberadaan endapan nikel laterit tersebut, memiliki perbedaan
karakteristik pada masing-masing daerah. Perbedaan tersebut dapat diketahui dari
sifat fisik yang nampak di atas permukaan meliputi jenis laterit, litologi, vegetasi
yang tumbuh, dan kondisi morfologi. (Arifin, Widodo, & Anshariah, 2015).
Pembetukan nikel laterit dipengaruhi oleh beberapa faktor penting, diantaranya
adalah batuan induk, topografi, iklim, struktur geologi, waktu serta senyawa kimia
dan vegetasi.
1. Batuan induk merupakan tempat terbentuknya endapan nikel laterit dan
umumnya terdapat pada batuan ultrabasa yang diantaranya adalah peridotit.
2. Topografi setempat sangat mempengaruhi sirkulasi air beserta reagen-reagen
lain. Pada daerah yang landai, maka air akan bergerak perlahan-lahan sehingga
akan mempunyai kesempatan untuk mengadakan penetrasi lebih dalam.
Akumulasi endapan umumnya terdapat pada daerah-daerah yang landai sampai
kemiringan sedang, hal ini menerangkan bahwa ketebalan pelapukan mengikuti
bentuk topografi. Pada daerah yang curam, secara teoritis, jumlah air yang
meluncur (run off) lebih banyak daripada air yang meresap, sehingga dapat
menyebabkan pelapukan kurang intensif (Hasria, Anshari, & Rezky, 2019).
3. Iklim, adanya pergantian musim kemarau dan musim penghujan dimana terjadi
kenaikan dan penurunan permukaan air tanah juga dapat menyebabkan
terjadinya proses pemisahan dan akumulasi unsur-unsur. Perbedaan temperatur
yang cukup besar akan membantu terjadinya pelapukan mekanis, dimana akan
terjadi rekahanrekahan dalam batuan yang akan mempermudah proses atau
reaksi kimia pada batuan.
4. Struktur geologi, struktur yang sangat dominan yang terdapat adalah struktur
kekar (joint) dibandingkan terhadap struktur patahannya. Seperti diketahui,
batuan beku mempunyai porositas dan permeabilitas yang kecil sekali sehingga
penetrasi air sangat sulit, maka dengan adanya rekahan-rekahan tersebut akan
lebih memudahkan masuknya air dan berarti proses pelapukan akan lebih
intensif.
5. Waktu, waktu yang cukup lama akan mengakibatkan pelapukan yang cukup
intensif karena akumulasi unsur nikel cukup tinggi.
6. Reagen-reagen kimia dan vegetasi, yang dimaksud dengan reagen-reagen kimia
adalah unsur-unsur dan senyawa-senyawa yang membantu mempercepat proses
pelapukan. Air tanah yang mengandung CO2 memegang peranan penting di
dalam proses pelapukan kimia. Asam-asam humus menyebabkan dekomposisi
batuan dan dapat mengubah pH larutan. Asam-asam humus ini erat kaitannya
dengan vegetasi daerah. Dalam hal ini, vegetasi akan mengakibatkan: penetrasi
air dapat lebih dalam dan lebih mudah dengan mengikuti jalur akar pohon-
pohonan, akumulasi air hujan akan lebih banyak, humus akan lebih tebal.
Hasil proses laterititisasi berupa formasi gradasi pelapisan yang membentuk
profil laterit. Profil nikel laterit keseluruhan yang terdiri dari 4 zona gradasi yakni
overburden, limonit, saprolit dan bedrock.
Gambar 2. Profil Nikel Laterit (Ahmad, 2006)
a. Overburden, tanah Penutup atau top soil (biasanya disebut “Iron Capping”)
Tanah residu berwarna merah tua yang merupakan hasil oksidasi yang terdiri
dari masa hematit, geothit serta limonit. Kadar besi yang terkandung sangat
tinggi dengan kelimpahan unsur Ni yang sangat rendah.
b. Zona Limonit Berwarna merah coklat atau kuning, berukuran butir halus hingga
lempungan, lapisan kaya besi dari limonit soil yang menyelimuti seluruh area.
c. Zona Saprolit Merupakan campuran dari sisa – sisa batuan, bersifat pasiran,
saprolitic rims, vein dari garnierite, nickeliferous quartz, mangan dan pada
beberapa kasus terdapat silika bozwork, bentukan dari suatu zona transisi dari
limonit ke bedrock. Terkadang terdapat mineral quartz yang mengisi rekahan,
mineral mineral primer yang terlapukan, chlorit. Garnierite dilapangan biasanya
diidentifikasi sebagai “colloidal talk” dengan lebih atau kurang nickeliferous
serpentine. Struktur dan tekstur batuan asal masih terlihat.
d. Batuan dasar (Bedrock) Tersusun atas bongkahan atau blok dari batuan induk
yang secara umum sudah tidak mengandung mineral ekonomis (kadarnya sudah
mendekati atau sama dengan batuan dasar). Bagian ini merupakan bagian
terbawah dari profil laterit (Kurniadi, dkk, 2017).
6.2. Pengontrol Kadar (Grade Control)
Pengontol kadar atau biasa disebut dengan grade control merupakan kegiatan
pengendalian kadar dengan sistem pengawasan stripping overburden dan getting ore
untuk menghindari penurunan kualitas bijih. Untuk mendapatkan hasil prouksi bijih
yang maksimal dengan tetap menjaga kualitas sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Pemeriksaan kualitas bijih dilakukan (pengambilan sampel) pada beberapa tempat
yakni pemuka kerja tambang, pemeriksaan kualitas produksi bijih, pemeriksaan
kualitas produksi bijih untuk menurunkan kadar Moisture Content (MC), pemeriksaan
kualitas produksi bijih hasil penyaringan undersize dan oversize, pemeriksaan
kualitas hasil pemberaian oversize, dan pemeriksaan kualitas pada saat pengapalan
(Masuara, 2018). Tujuan dari grade control adalah untuk memaksimalkan nilai bijih
yang ditambang terutama untuk memungkinkan perusahaan pertambangan untuk
memaksimalkan keuntungan dengan mengurangi risiko yang terkait dengan geologi
(Anatama, 2016).
Dalam proses penambangan grade control melakukan pengawasan terhadap
operator alat gali muat. Tujuannya adalah dengan keahlian dan pengalaman
operatornya memudahkan pada proses ore getting pemisahan mineral-mineral
pengotor saat kegiatan selective mining yang dapat menurunkan kadar bijih nikel
apabila material tersebut terkontaminasi (Firmansyah, 2015).
Untuk dapat meminimalkan perbedaan kadar antara eksplorasi dengan realisasi
penambangan, maka cara penambangan juga perlu diperhatikan. Metode
penambangan dengan penggalian langsung oleh alat gali seperti selective mining
maupun back filling dengan alat gali, dorong dan muat akan berpengaruh terhadap
kadar, karena metode penambangan tersebut rawan terhadap pengotoran/dilusi
(Masuara, 2018).

6.3. Rekonsiliasi
Rekonsiliasi merupakan pencocokan antara dua hal atau lebih yang memiliki
keterkaitan satu sama lain. Dalam industri pertambangan rekonsiliasi merupakan
pencocokan antara rencana penambangan (mineplan design) dengan realisasi aktual
hasil penambangan di lapangan. Pada rekonsiliasi penambangan terdapat istilah
overcut, overstripping, undercut dan in of plan.
a. Overcut merupakan bentuk dan jumlah material yang berasal dari penggalian
yang melebihi dari rencana elevasi penambangan yang telah direncanakan.
b. Over-stripping merupakan bentuk dan jumlah material berasal dari penggalian
diluar dari batas area rencana penambangan (boundary).
c. Undercut merupakan bentuk jumlah material yang tidak tertangani dan sudah
masuk kedalam perencanaan penambangan.
d. In of plan merupakan bentuk dan jumlah material yang telah tergali dan
penggalian sesuai dengan target yang telah di rencanakan.

Gambar 3. Penampang Ketidaksesuaian Rekonsiliasi (Cahibi, 2013)

6.4. Perhitungan Produksivitas


Kesesuaian rencana penambangan dengan kondisi aktual sangat di pengaruhi
beberapa faktor pengawasan dan penggunaan alat gali muat dan angkut yang
digunakan, hal ini diperlukan perhitungan produktivitas alat gali muat dan angkut
yang digunakan. Rumus yang digunakan untuk melakukan perhitungan produktivitas
alat gali muat dan angkut sebagai berikut:
a. Produktivitas alat gali muat
Keterangan:
Q = Produksi per jam (m3/jam)
KB = Kapasitas bucket (m3)
BF = Bucket fill factor
Ct = Waktu edar (detik)
FK = Faktor koreksi

b. Produktivitas alat angkut

Keterangan:
Q = Produksi per jam (m3/jam)
Kt = Kapasitas Vessel Truck
KB = Kapasitas bucket (m3)
Cta = Waktu edar (detik)
EFF = Efisiensi Kerja (%)
n = Jumlah Pengisian
SFF = Sweel Factor (%)

6.5. Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas


Produktivitas alat gali muat dan angkut dipengaruhi oleh waktu edar (cycle
time), kapasitas bucket teoritis, bucket fill factor, swell factor dan faktor koreksi
lainnya. Pengaruh lainya yaitu densitas dari material dan skill dari operator itu
sendiri.
a. Waktu edar (cycle time)
Waktu edar (cycle time) alat gali muat dan angkut merupakan waktu
yang digunakan untuk melakukan kegiatan produksi dalam satu kali siklus.
b. Bucket fill factor
Bucket fill factor merupakan perbandingan antara volume material
nyata yang terdapat di bucket dengan volume kapasitas bucket teoritis pada
alat gali muat. Bucket fill factor dinyatakan dalam persentase.
c. Swell factor
Swell Factor merupakan perubahan berupa penambahan atau
pengurangan volume material dari bentuk aslinya. Ilustrasi keadaan material
pada saat asli (a) belum terganggu keadaan pada saat penggalian atau saat
pengangkutan (b) dan keadaan pada saat telah di padatkan (c).

Gambar 4. Keadaan Material (Teriajeng, 2003)


d. Ketersediaan alat mekanis Faktor ketersediaan alat mekanis merupakan
faktor yang menunjukan kondisi dan kinerja alat mekanis. Hal ini dapat
diketahui melalui jam kerja dari alat gali muat, ketersediaan alat
berpengaruh langsung terhadap produktivitas dari alat gali muat.
Ketersediaan alat terbagi menjadi beberapa istilah sebagai berikut:
1. Mechanical Avaibility
Mechanical Avaibility merupakan tingkat ketersedian alat untuk
melakukan produksi dengan memperhitungkan kehilangan waktu sebab-
sebab mekanis seperti repair, perbaikan, perawatan dan untuk mengetahui
kondisi kualitas mekanis. Untuk menghitung ketersediaan mekanis dapat
menggunakan persamaan sebagai berikut:
Keterangan:
MA = Ketersediaan mekanis (%)
W = Working Hours atau jumlah kinerja alat (jam)
R = Repair Hours atau jumlah jam untuk perbaikan (jam)

2. Physical Avaibility
Physical Avaibility merupakan keadaan fisik dari alat mekanis yang
digunakan untuk produksi dengan memperhitungkan waktu yang selain dari
sebab mekanis, melainkan hujan, jalan rusak, dan istirahat. Untuk
menghitung ketersediaan mekanis dapat menggunakan persamaan sebagai
berikut:

Keterangan:
PA = Keterangan fisik (%)
W = Working Hours atau jumlah kinerja alat (jam)
R = Repair Hours atau jumlah jam untuk perbaikan (jam)
S = Jam Standby (jam)

3. Use Of Avaibility
Use of Avaibility merupakan tingkat daya guna alat yang digunakan
untuk kegiatan produksi pada saat alat dapat digunakan dengan efektif dari
waktu yang tersedia. Untuk menghitung ketersediaan mekanis dapat
menggunakan persamaan sebagai berikut:

Keterangan:
UA = Ketersediaan penggunaan alat (%)
W = Working Hours atau jumlah kinerja alat (jam)
R = Repair Hours atau jumlah jam untuk perbaikan (jam)
S = Jam Standby (jam)

4. Effective Utilization
Effective utilization menunjukan berapa persentase dari waktu kerja
yang digunakan alat untuk produksi dari seluruh waktu yang tersedia. Untuk
menghitung ketersediaan mekanis dapat menggunakan persamaan sebagai
berikut:

Keterangan:
EU = Penggunaan efektif (%)
W = Working Hours atau jumlah kinerja alat (jam)
R = Repair Hours atau jumlah jam untuk perbaikan (jam)
S = Jam Standby (jam)

e. Match Faktor
Match Factor adalah faktor keserasian pola gerak alat-alat yang
terpadu, dimana tidak saling menunggu antara alat muat dan alat angkut.
Suatu angka yang menyetakan seberapa baik penyesuaian antara alat muat
dan alat angkut dinyatakan dalam match factor (MF). Match Factor
digunakan dalam menentukan tingkat keserasian kerja alat gali muat dan
angkut yang di operasikan dalam kegiatan penambangan. untuk menentukan
nilai match factor tersebut, maka dapat digunakan persamaan yang terdapat
dibawah ini:
Keterangan:
MF = Faktor keserasian kerja alat berat
Na = Jumlah alat angkut
Cta = Waktu edar alat angkut (detik)
n = Jumlah pengisian
Nm = Jumlah alat gali muat
Ctm = Waktu edar alat gali muat (detik)

Bila hasil dari perhitungan didapatkan MF<1 berarti persentase kerja


dari alat gali tidak mencapai 100%, sedangkan persentase kerja dari alat
angkut dapat mencapai 100% atau alat gali menunggu alat angkut. Jika
MF=1 berarti persentase kinerja kedua alat dapat mencapai 100% sehingga
tidak ada waktu tunggu yang terjadi. Jika MF>1 berarti persentase kerja alat
gali mencapai 100% sedangkan persentase alat angkut kurang dari 100%
atau alat angkut menunggu alat gali.

f. Stripping Ratio (SR)


Stripping ratio (SR) merupakan perbandingan antara volume dari
overburden yang harus di bongkar untuk mendapatkan satu batubara pada
area yang akan di tambang. Untuk menghitung stripping ratio tersebut,
maka dapat menggunakan persamaan sebagai berikut:

g. Pengawasan
Menurut Husen (2013), pengawasan merupakan pengukuran dan
perbaikan serta evaluasi terhadap pelaksanaan kerja mulai dari pekerja bawahan
hingga atasan, agar rencana yang telah ditargetkan atau dibuat dapat mencapai
tujuan-tujuan perusahaan dapat terselengarakan. Dalam pertambangan banyak
hal yang menjadi pengaruh terhadap produktivitas dari alat mekanis yang
digunakan. Hal ini menyebabkan naik turunya produksi dalam suatu periode
tertentu. Kinerja operator alat mekanis juga dapat bengaruh terhadap produksi,
maka dari itu pengawasan diperlukan agar operator berkerja dengan baik
sehingga dapat meningkatkan produktivitas alat mekanis dan meningkatkan
produksi untuk mencapai target (Ramaddandi, D. & Salia, R., 2021).

VII. METODE KERJA PRATIK


Kegiatan kerja prakek yang akan dilakukan terdiri dari atas beberapa tahap
utama yaitu:
1. Persiapan
Tahap persiapan merupakan tahap pengumpulan informasi yang melalui studi
literatur berupa jurnal, buku dan sumber lainnya yang berkaitan dengan kerja
praktik sehingga menghasilkan sebuah perumusan/batasan masalah serta
melakukan aktivitas administrasi ke perusahaan terkait.
2. Kegiatan Lapangan dan Pengumpulan Data
Kegiatan lapangan diawali dengan mengamati kondisi/aktivitas umum daerah
pelaksanaan kerja praktik. Kegiatan tersebut meliputi pengamatan aktivitas
penambangan di pit dan juga hal-hal yang menghambat produksi.
Pengumpulan data akan dilaksanakan dilapangan atau site atas dasar izin
perusahaan dan data perusahaan melalui dokumen yang telah ada. Data
lapangan yang utama dibutuhkan adalah kinerja alat gali muat, pengawasan
grade control, situasi dan kondisi di lapangan, beserta data pendukung seperti
stripping ratio.
3. Pengolahan Data
Data yang telah didapatkan dari kegiatan lapangan akan diolah sebelum
dituangkan dalam bentuk hasil laporan kerja praktik. Pengolahan data
dilakukan berdasarkan pada parameter yang ingin diperhitungkan.
4. Tahapan Penyusunan Laporan
Tahapan ini merupakan tahap penulisan laporan hasil kerja praktik dari
perusahaan terkait yang berdasarkan pada kaidah penulisan yang telah
ditetapkan oleh Program Studi Teknik Pertambangan Universitas
Muhammadiyah Kendari.
5. Seminar Hasil Kerja Praktik
Laporan hasil kerja praktik ini akan dipresentasikan dalam seminar kerja
praktik kepada seluruh Civitas Akademik Program Studi Teknik Pertambangan
Universitas Muhammadiyah Kendari. Hasil akhir dari laporan tersebut akan
diserahkan kepada Pembimbing Kerja Praktik atau Ketua Program Studi Teknik
Pertambangan Universitas Muhammadiyah Kendari.

VIII. JADWAL KEGIATAN KERJA PRAKTIK


Jadwal dari kegiatan kerja praktik ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 1. Jadwal Kegiatan Kerja Praktik
Waktu (Tahun 2021)
No Kegiatan Bulan Ke-1 Bulan Ke-2 Bulan Ke-3
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Persiapan
2. Kajian Pustaka
3. Kegiatan Lapangan
4. Pengolahan Data
5. Penyusunan Laporan
6. Seminar
IX. DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, W., 2006, Fundamentals Of Chemistry, Mineralogy, Weathering
Processes, And Laterites Formations, PT. INCO.
Anatama, W., 2016, Proposal Tugas Akhir Kajian Grade Control Untuk Material
Bijih (Ore) Emas Pada Front Penambangan Pt Kasongan Bumi Kencana Di
Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan
Tengah, Banjarbaru : ULM-Teknik Pertambangan.
Firmansyah, Y., 2015, Kegiatan Penanganan material Bijih Nikel di Tanjung Leppe
Sebagai Umpan Pabrik Fero Nikel PT. ANTAM (Persero) Tbk, UBPN Sultra.
Skripsi. Institut Teknologi Bandung.
Hasria, Anshari, E., & Rezky, T.B., 2019, Pengaruh Batuan Dasar dan Geomorfologi
Terhadap Laterisasi dan Penyebaran Kadar Ni dan Fe Pada Endapan Nikel
laterit PT. Tambang Bumi Sulawesi, Desa Pongkalaero, Kabupaten Bombana,
Sulawesi Tenggara, Jurnal Geografi Aplikasi Dan Teknologi, Vol. 3 No. 1,
ISSN: 2549 -9181.
Isjudarto, A. (2013), "Pengaruh Morfologi Lokal Terhadap Pembentukan Nikel
Laterit", Seminar Nasional ke 8: Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi,
Kurniadi, A., Rosana, M.F., Yuningsih, E.T., & Pambudi, L., 2017, Karakteristik
Batuan Asal Pembentukan Endapan Nikel Laterit Di Daerah Madang Dan
Serakaman Tengah, padjadjaran Geoscience Journal, Vol. 1, No. 2, Hal 149-
163, i-ISSN: 2597-4033.
Masuara, A., 2018, Evaluasi Kadar Produksi Nikel Laterit Di PT. ANTAM TBK,
Jurna Dintek, Vol. 11, No., Hal. 33 – 45.
Prasetyo, Puguh. 2016, Sumber Daya Mineral di Indonesia Khususnya Bijih Nikel
Laterit Dan Masalah Pengolahannya Sehubungan Dengan UU Minerba 2009,
[Link], Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2016, p-ISSN: 2407 – 1846,
e-issn :2460 – 8416.
Ramaddandi, D., & Salia, R., 2021, Rekonsiliasi Rencana Sequence Penambangan
dengan Realisasi di PIT X pada bulan mei 2021 di PT. Bukit Asam, Tbk.
Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Jurnal Bina Tambang, Vol. 6, No. 3, Hal. 184
– 186.
Sukandarrumidi., 2007, Geologi Mineral Logam, Gadjah Mada University Press.
Yogyakarta.
Syahrul, & Demawan, A. (2020). Penyebaran Nikel Laterit Mengunakan
Korelasi Lapisan Pada PT Vale Indonesia Site Pomalaa, Kabupaten
Kolaka, Sulawesi Tenggara, Jurnal Geomine, Vol. 8, No. 1, Hal. 44 –
50, ISSN 2443 – 2083.
LAMPIRAN
Andi Asdar Al Faruk
Foreman; Mine Plan Engineer; Grade Control; Geologist asdaralfaruk@[Link]

RINGKASAN 081271122131

Berpengalaman sebagai pengawas dan pembuatan plan Kendari, South East Sulawesi
penambangan serta pengawas dilapangan, sebagai
geologist eksplorasi bijih nikel, dan studi perubahan kadar 082148716343
bijih nikel. Bekerja tepat waktu, komunikasi interpersonal
yang baik, memiliki inovasi dan kreatifitas serta mampu kerja
sama dalam tim.

PENGALAMAN KERJA PENGALAMAN KERJA


Freelancer – Geologist & Mine Plan Freelancer – Geololgist & Mine Engineering
PT. BUKIT MANDALA NUSANTARA (Tambang Nikel) PT. FISIK MINERAL RESOURCES (Eksplorasi Nikel)
Konawe Utara, Mandiodo September 2022 Kendari, Baruga, Kantor Pusat PT. FIMER

 Exploration & Mine Planning  Merencanakan dan membuat Desk Assessment


Mine Plan & Engineering  Membuat Peta Eksplorasi Pendahuluan
PT. BUKIT MANDALA NUSANTARA (Tambang Nikel)  Mengolah data hasil Pemboran Nikel Laterit
Konawe Utara, Mandiodo Mei – Agustus 2022  Membuat Draft Mapping Geologist
 Membuat Desain Pit Limit & Pushback
 Merencanakan dan membuat Plan Penambangan
harian dan mingguan serta memonitoring PENGALAMAN MAGANG
 Membuat Laporan Produksi harian, mingguan, dan
bulanan dari hasil aktual di lapangan PT. MAKMUR LESTARI PRIMATAMA 2021, Tambang Nikel

 Merencanakan bukaan tambang dari hasil test pit  Mengolah dan menganalisis hasil sampel udara, tanah,
dan, melakukan pengawasan kegiatan alat berat bising, sediment pond, dan juga sampel air Tri Wulan 2
PT. BATU HIJAU PARAMESTI 2021, Consultant
 Merencanakan dan membuat disposal, sediment  Menganalisis hasil sampel Air Sungai dan Air Laut
pond, dan juga stockpile.
PT. TRANI MINE SULAWESI 2022, Engineer & Consultant

Freelancer – Geologist & Mine Engineering  Membantu dalam konsultasi publik PPM dan RPT
PT. NIKELINDO JAYA NUSANTARA (Tambang Nikel)  Membantu dalam pengambilan sampel bising, air
Konawe Utara – Molawe Mei 2022
sungai, tanah, dan vegetasi
 Melakukan pemantauan lingkungan IUP PT. GMS
 Membuat Desk Assessment area indikasi laterit
dan Peta Planing Test Pit SKILLS
 Melakukan Test Pit serta mengestimasi hasil test  Microsoft Office  Geovia Surpac
pit menggunakan Geovia Surpac  Time Management Skills  ArcGis
 Membuat laporan Test Pit dan sebaran  Kerja Sama Tim  Corel Draw
sumberdaya dari hasil estimasi  Intuisi  Split Desktop
 Survey Tinjau Tambang Nikel Area Konawe Utara  Komunikasi Interpersonal
untuk JO Ekslusif  Analisis Data
 Mapping Geologist Beberapa IUP untuk SPK  Emotional Intelligence
 Strategi & Perencanaan
Freelancer – Mine Engineering  Kreatif & Inovatif
PT. MANUNGGAL SARANA SURYA PRATAMA
Konawe Utara – Lasolo Kepulauan Februari & April 2022
PENGALAMAN AKADEMIK
 Membantu dalam pemembuatan Laporan  Asisten Dosen Geologi Dasar
Eksplorasi  Asisten Dosen Mineralogi
 Membantu dalam pembuatan Dokumen Feasibility  Asisten Dosen Petrologi
Studi (Studi Kelayakan)  Asisten Dosen Perpetaan dan Pemetaan Geologi
 Pembuatan Peta Eksplorasi dan Peta Rencana  Asisten Dosen Geologi Struktur
Penambangan Tahunan hingga Mine Out  Pengurus HMTP-UMK Divisi Komunikasi dan
 Membuat Analisis kelayakan dan cash flow Informasi

Freelancer – Geologist BAHASA


PT. CAHAYA GINDA GANDA (Tambang Nikel)
Morowali – Bahadopi Maret 2022  Bahasa (Native)

 Membuat dan Merencanakan Plan Mapping


 Membuat Desk Assessment Eksplorasi Mapping PENDIDIKAN
 Mapping Geologist & Test Pit UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KENDARI
 Membuat Draft Mapping Geologist berdasarkan (S1) TEKNIK PERTAMBANGAN (2019 – SEKARANG)
data aktual dilapangan
Andi Asdar Al Faruk
Foreman; Mine Plan Engineer; Grade Control; Geologist asdaralfaruk@[Link]

RINGKASAN 081271122131

Berpengalaman sebagai pengawas di lapangan dan Kendari, South East Sulawesi


pembuatan plan penambangan, sebagai geologist eksplorasi
bijih nikel, dan studi perubahan kadar bijih nikel. Bekerja 082148716343
tepat waktu, komunikasi interpersonal yang baik, memiliki
inovasi dan kreatifitas serta mampu kerja sama dalam tim.

PENGALAMAN KERJA PENGALAMAN KERJA


Freelancer – Leader Geologist Freelancer – Geologist
PT. SYNERGY BARAPRIMA GEMILANG (Tambang Nikel) PT. CAHAYA GINDA GANDA (Tambang Nikel)
Bahodopi, Morowali September 2022 Morowali – Bahadopi Maret 2022

 Surveying Mining Hauling Road  Membuat dan Merencanakan Plan Mapping


 Sebagai Ketua Tim, serta membuat Dokumen MHR  Membuat Desk Assessment Eksplorasi Mapping
 Mapping Geologist & Test Pit
Freelancer – Geologist & Mine Plan
PT. BUKIT MANDALA NUSANTARA (Tambang Nikel)
 Membuat Draft Mapping Geologist berdasarkan
Konawe Utara, Marombo September 2022
data aktual dilapangan

 Exploration & Mine Planning


Freelancer – Geololgist & Mine Engineering
Mine Plan & Engineering PT. FISIK MINERAL RESOURCES (Eksplorasi Nikel)
PT. BUKIT MANDALA NUSANTARA (Tambang Nikel) Kendari, Baruga, Kantor Pusat PT. FIMER
Konawe Utara, Mandiodo Mei – Agustus 2022
 Merencanakan dan membuat Desk Assessment
 Merencanakan dan membuat Plan Penambangan  Membuat Peta Eksplorasi Pendahuluan
harian dan mingguan serta memonitoring  Mengolah data hasil Pemboran Nikel Laterit
 Membuat Laporan Produksi harian, mingguan, dan  Membuat Draft Mapping Geologist
bulanan dari hasil aktual di lapangan  Membuat Desain Pit Limit & Pushback
 Merencanakan bukaan tambang dari hasil test pit
dan, melakukan pengawasan kegiatan alat berat
 Merencanakan dan membuat disposal, sediment SKILLS
pond, dan juga stockpile.  Microsoft Office  Geovia Surpac
 Time Management Skills  ArcGis
Freelancer – Geologist & Mine Engineering  Kerja Sama Tim  Corel Draw
PT. NIKELINDO JAYA NUSANTARA (Tambang Nikel)  Intuisi  Split Desktop
Konawe Utara – Molawe Mei 2022  Komunikasi Interpersonal
 Analisis Data
 Membuat Desk Assessment area indikasi laterit  Emotional Intelligence
dan Peta Planing Test Pit  Strategi & Perencanaan
 Melakukan Test Pit serta mengestimasi hasil test  Kreatif & Inovatif
pit menggunakan Geovia Surpac
 Membuat laporan Test Pit dan sebaran PENGALAMAN AKADEMIK
sumberdaya dari hasil estimasi
 Survey Tinjau Tambang Nikel Area Konawe Utara  Asisten Dosen Geologi Dasar
untuk JO Ekslusif  Asisten Dosen Mineralogi
 Mapping Geologist Beberapa IUP untuk SPK  Asisten Dosen Petrologi
 Asisten Dosen Perpetaan dan Pemetaan Geologi
 Pengurus HMTP-UMK Divisi Komunikasi dan
Freelancer – Mine Engineering Informasi
PT. MANUNGGAL SARANA SURYA PRATAMA
Konawe Utara – Lasolo Kepulauan Februari & April 2022

 Membantu dalam pemembuatan Laporan


BAHASA
Eksplorasi  Bahasa (Native)
 Membantu dalam pembuatan Dokumen Feasibility
Studi (Studi Kelayakan)
 Pembuatan Peta Eksplorasi dan Peta Rencana PENDIDIKAN
Penambangan Tahunan hingga Mine Out UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KENDARI
 Membuat Analisis kelayakan dan cash flow (S1) TEKNIK PERTAMBANGAN (2019 – SEKARANG)

Anda mungkin juga menyukai