0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
161 tayangan24 halaman

Fluoride Varnish untuk Gigi Anak

Case report mengenai penggunaan fluoride varnish pada pasien anak berusia 3 tahun yang datang untuk kunjungan pertama ke dokter gigi. Ditemukan adanya karies pada gigi depan atas. Dilakukan aplikasi fluoride varnish pada seluruh permukaan gigi yang sehat untuk membangun lapisan pelindung dan meningkatkan kekuatan enamel guna mencegah karies."

Diunggah oleh

Cahyaning
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
161 tayangan24 halaman

Fluoride Varnish untuk Gigi Anak

Case report mengenai penggunaan fluoride varnish pada pasien anak berusia 3 tahun yang datang untuk kunjungan pertama ke dokter gigi. Ditemukan adanya karies pada gigi depan atas. Dilakukan aplikasi fluoride varnish pada seluruh permukaan gigi yang sehat untuk membangun lapisan pelindung dan meningkatkan kekuatan enamel guna mencegah karies."

Diunggah oleh

Cahyaning
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Case Report

Penggunaan Fluoride Varnish Pada Kedokteran Gigi Anak

PENULIS : [Link] Indriaswati, [Link]

Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi


Fakultas Kedokteran
Universitas Udayana
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan
rahmat dan hidayahnya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Case Report: Penggunaan Fluoride Varnish Pada Kedokteran Gigi Anak”.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan

menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa

Universitas Udayana. Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak

kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik

dan saran dari para pembaca.

Denpasar, 20 Februari 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL....................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .................................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................. 1
BAB II LAPORAN KASUS ........................................................................................... 3
BAB III KAITAN DENGAN TEORI............................................................................. 6
3.1 Fluoride ............................................................................................................. 6
3.1.1 Pengertian Fluoride Varnish .................................................................... 6
3.1.2 Komposisi Fluoride Varnish ................................................................... 7
3.2 Manfaat Fluoride ............................................................................................... 8
3.3 Cara Penggunaan Fluoride ................................................................................ 9
3.3.1 Fluoride Topikal ...................................................................................... 9
3.3.2 Fluoride Sistemik ..................................................................................... 11
3.4 Indikasi dan Kontra Indikasi Fluoride Varnish ................................................. 13
3.4.1 Indikasi FluorideVarnish .......................................................................... 13
3.4.2 Kontra Indikasi FluorideVarnish.............................................................. 13
3.5 Aplikasi Fluoride Varnish ................................................................................. 14
3.6 Keuntungan dan Kerugian Fluoride Varnish ..................................................... 16
BAB IV PENUTUP ....................................................................................................... 18
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 19

iii
BAB I

PENDAHULUAN

Karies gigi merupakan salah satu gangguan kesehatan gigi dan mulut. Tidak

hanya gigi orang dewasa saja yang dapat mengalami karies gigi, melainkan pada

anak-anak baik gigi susu maupun gigi permanen juga rentan mengalami karies

gigi (Setiari dan Sulistiowati, 2017; Ozdemir, 2014). Karies gigi merupakan salah

satu penyakit kronis yang paling sering mempengaruhi individu pada segala usia.

Upaya menurunkan insidensi kejadian karies sangat penting pada usia anak-anak,

gigi sulung merupakan dasar bagi pertumbuhan gigi permanen yang rentan

mengalami karies, jika tidak ditangani maka menyebabkan kerusakan pada gigi

yang berdampak pada pertumbuhan gigi permanen (Setiari dan Sulistiowati,

2017).

Adapun faktor yang mempengaruhi terjadinya karies pada gigi sulung,

seperti kebiasaan pola makan, makanan yang mengandung gula dan lengket yang

dapat menjadi komponen yang dapat menyebabkan karies. Selain faktor pola

makan, anak-anak juga cenderung malas membersihkan rongga mulutnya

sehingga plak dapat dengan mudah terbentuk yang akhirnya menyebabkan karies

(Ozdemir, 2014; Slayton dkk, 2016)

Tingginya prevalensi kejadian karies pada usia anak-anak maka perlu

tindakan preventif primer pada anak yang berisiko karies tinggi meliputi

kebersihan mulut yang baik, pemeriksaan gigi teratur, dan salah satunya

penggunaan fluoride. Penggunaan fluoride dapat dilakukan dengan dengan salah

1
satunya penggunaan fluoride varnish yang diaplikasikan secara topikal (Ozdemir,

2014; Slayton dkk, 2016)

Aplikasi topikal fluoride varnish sudah dikembangkan sekitar tahun 1960

merupakan perawatan dengan pemberian fluoride secara langsung pada

permukaan gigi anak dengan tujuan memberikan kesempatan fluoride untuk

berpenetrasi pada email yang selanjutnya ion fluoride akan menggantikan ion

hidroksil pada email sehingga dapat meningkatkan ketahanan email terhadap

serangan asam sehingga mencegah kejadian karies. Penggunaan fluoride varnish

digunakan karena prosedurnya yang sederhana, mudah dan dapat diterima baik

oleh pasien anak (Jagan dkk, 2018).

Keberhasilan penggunaan fluoride topikal berdasarkan penelitian terdahulu

yang dilakukan Mercer dan Muhler (2001), aplikasi topikal fluoride dengan

menggunakan 2% natrium fluoride (NaF) atau 2% sodium fluoride 3 kali dalam

setahun dapat menghasilkan penurunan kejadian karies 33%.

Berdasarkan kasus pada jurnal Dinea,S.D dkk (2017) pada Acta Medica T.

Journal, peneliti menyajikan kasus mengenai penggunaan fluoride varnish untuk

seluruh gigi yang sehat pada anak usia 3 tahun. Penggunaan dimaksudkan oleh

peneliti bertujuan untuk mengaplikasikan bahan lapisan pelindung di permukaan

enamel untuk mencegah kejadian karies dan untuk meningkatkan kekuatan

enamel gigi.

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan informasi sebuah

laporan kasus tentang cara penggunaan fluoride varnish pada pasien anak umur 3

tahun yang merupakan salah satu tindakan preventif pada Kedokteran Gigi Anak.

2
BAB II

LAPORAN KASUS

Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun datang ke praktik dokter gigi

ditemani oleh orangtuanya. Dari data yang diberikan oleh ibunya, ini merupakan

kunjungan pertamanya ke dokter gigi. Tidak ada catatan patologis kondisi mulut

dan gigi. Pasien kooperatif, dan dokter gigi berhasil melakukan pemeriksaan gigi

dan mulut secara lengkap menggunakan illuminated dental mirror dan dental

probe . Semua gigi sulung telah erupsi sepenuhnya pada lengkung gigi. Terdapat

karies saat dilakukan probing dan eksplorasi dengan benang gigi pada mesial gigi

51 dan 61 (insisivus sental atas).

Kami memiliki persetujuan orang tua untuk melanjutkan ke prosedur non

invasive untuk semua gigi yang erupsi. Intervensi terdiri dalam menerapkan fluor

varnish ke semua permukaan gigi yang sehat.

Gambar 1. Fluor Defender

Produk yang kami gunakan mengandung 0,1% fluorosilane(1600 ppm F-),

HEMA, dan tidak diindikasikan untuk anak di bawah umur 3.

3
Penggunaan yang dimaksudkan adalah untuk membangun lapisan pelindung

di permukaan enamel dan untuk meningkatkan kekuatannya. Karena kandungan

fluoride, itu memberikan profilaksis karies.

Prosedur pengaplikasian varnish

Permukaan gigi dibersihkan dengan sikat gigi rotatif dan dikeringkan

dengan aliran udara. Daerah operasi diisolasi dengan gulungan kapas. Siapkan

sekitar 3 tetes ditempatkan di piring kecil. Aplikasikan tipis lapisan varnish

dengan aplikator kuas sekali pakai yang disediakan, menggunakan teknik cat

kuas. Dalam ruang interdental yang menurun, dental cord digunakan untuk

menerapkan persiapan secara merata. Permukaan gigi dikeringkan dengan lembut

dengan aliran udara, sekitar 30 detik. Orang tua pasien diinstruksikan untuk tidak

mengizinkan makan atau minum selama setidaknya 45 menit setelah perawatan.

Gambar 2. Prosedur pengaplikasian varnish

4
DISKUSI

ANALISIS SWOT
Kelebihan Kelemahan
Prosedur non invasive Manajemen kerjasama pasien usia muda
Persiapan yang mudah digunakan Kontrol-isolasi air liurdari area operasi
Aplikasiproduk yang cepat
Opportunities Threats
Meningkatkan kekuatan enamel Menggunakan produk di bawah usia 3
atau dalam kasus peradangan
Karies profilaksis Hipersensitif terhadap komponen produk

Tabel 1. ANALISIS SWOT

Penelitian sebelumnya sudah membuktikan kariostatik penggunaan

[Link] kami berhasil menggambarkan prosedur non invasive dengan

produk defender fluor yang sangat mudah digunakan dan menciptakan

peningkatan besar kekuatan enamel. Namun, beberapa kesulitan terkait dengan

usia muda pasien dan kurangnya kontrol air liur.

Kami juga memiliki beberapa batasan penelitian karena indikasi produk

yang mengesampingkan anak di bawah 3 tahun dan mereka yang memiliki

hipersensitivitas terhadap satu atau lebih komponen produk.

5
BAB III

KAITAN DENGAN TEORI

3.1 Fluoride
Selama bertahun-tahun fluoride merupakan faktor utama dalam

pengurangan insiden dan prevalensi karies. Fluoride secara alami ditemukan di

seluruh dunia pada tanaman, makanan, dengan konsentrasi [Link]

berasal dari unsure Flour, dimana secara alami dilepaskan secara bebas baik di

udara dan air . secara luas ketersediaan fluoride dari berbagai sumber telah

meningkatkan kesehatan mulut, tetapi total asupan harian fluoride harus dipantau

dengan hati-hati agar aman dan menjamin langkah-langkah pencegahan yang

efektif dalam mengurangi kejadian kerusakan gigi. Dalam kehidupan sehari-hari,

penggunaan fluoride dalam jumlah kecil telah terbukti dapat mengurangi risiko

karies gigi melalui mekanisme perlindungannya, termasuk remineralisasi email

pada gigi (Nikiforuk, 1988).

3.1.1 Pengertian Fluoride Varnish

Fluoride varnish merupakan suatu bahan yang melekat kepermukaan gigi,

berwarna kuning, semi liquid, berisi fluoride resin dan mengandung alkohol yang

dapat mempercepat proses pengeringan. Bahan ini mengandung 5% sodium

fluoride. Cara penggunaannya dioleskan ke enamel yang bertujuan menjaga

fluoride supaya tetap kontak dengan gigi dalam jangka waktu yang lama (Beltran,

dkk., 2000).

6
3.1.2 Komposisi Fluoride Varnish

Fluoride varnish mengandung 5% sodium fluoride atau 22.600 ppm.

Sodium fluoride merupakan bahan yang mengandung ionic compound dengan

formula NaF (Sodium Fluoride)(Beltran, dkk., 2000).

1. Sodium Fluoride(NaF)

Sodium fluoride pertama kali digunakan pada pasta gigi yang mengandung

fluoride sebagai active agent, bahan aktif yang mengandung 0,1% sodium

fluoride bersifat abrasive sehingga bahan ini tidak boleh digunakan. Menurut

penelitian Muhler et al (1955) melakukan kombinasi 0,2% sodium fluoride

dengan kalsium ortoposfat, ditemukannya pengurangan karies selama setahun.

Adapun merek dagang dari Fluoride Varnish diantaranya Duraphat dan Flour

Protektor(Beltran, dkk., 2000).

a. Duraphat

Duraphat (Colgate Oral Pharmaceuticals) adalah sediaan pertama kali yang

diperbolehkan oleh U.S Food Drug Administration (FDA). Duraphat adalah

cairan alcohol dari natural varnish yang berisi 50 mg NaF/ml (2,26 persen ±

22.600 ppm fluoride) atau 5% NaF di dalam Natural Colophonium Resin.

Duraphat berkhasiat dalam pelepasan fluoride yang dapat berlangsung selama

enam bulan. Duraphat merupakan resin yang viscous dan diaplikasikan pada gigi

yang bersih dan kering, dapat mengeras menjadi lapisan yang berwarna kuning

kecoklatan bila terkontaminasi dengan saliva. Lapisan tersebut dapat

7
menyebabkan gigi berwarna kuning dan membekas pada gigi dalam jangka

waktu 12–48 jam (Beltran, dkk., 2000).

b. Flour Protektor

Flour protektor (Ivoclar North America-Vivadent) merupakan Fluoride

silen Varnish. Flour-Protektor tidak berwarna, bekerja dengan cepat dan dapat

memberikan perawatan yang selektif pada beberapa permukaan gigi yang

bermasalah. Bekerja dengan menutup tubulus dentin yang terbuka, mengkontrol

proses remineralisasi, menyebarkan fluoride hingga lapisan enamel yang

terdalam, meremineralisasi lesi karies dini serta mencegah hipersensitifitas gigi

(Beltran, dkk., 2000).

3.2 Manfaat Fluoride

Fluoride yang dalam beberapa literature dikenal sebagai fluorine, telah

digunakan sebagai bahan yang sangat efektif dalam mencegah karies gigi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa fluoride akan menambah kecepatan

remineralisasi pada enamel dan dentin yang mengalami demineralisasi. Struktur

gigi yang mengalami remineralisasi dengan adanya fluoride akan terjadi

peningkatan fluorhydroxyapatite yang menyebabkan gigi lebih tahan terhadap

serangan asam dibandingkan struktur aslinya (Horowitz and Ismail, 1996; Udin,

1999; McDonald et al., 2000; Marinho et al., 2003). Selain memperkuat enamel,

fluoride dilaporkan memiliki efek anti bakteri. Penambahan kadar fluoride

mencegah perkembang biakan bakteri yang menghasilkan asam sehingga dapat

mencegah proses pembentukan karies. (Lewis, 2003)

8
3.3 Cara Penggunaan Fluoride
Fluoride dapat diberikan baik secara topikal atau sistemik untuk melindungi

gigi dan mencegah kerusakan gigi dan gigi berlubang. Perawatan fluoride bisa

dilakukan di rumah hingga dilakukan oleh profesional yang diberikan kepada

masyarakat. Perawatan fluoride paling efektif jika digunakan sebagai tindakan

pencegahan (Ijaz, 2010).

3.3.1 Fluoride Topikal

Topikal fluoride diaplikasikan pada gigi secara langsung dan paling efektif

bila diberikan dengan dosis sangat rendah beberapa kali sehari. Perawatan topikal

dapat dibagi menjadi fluoride yang diaplikasikan sendiri dan diaplikasikan oleh

profesional. Terapi yang diterapkan sendiri seperti pasta gigi dan obat kumur,

sementara gel fluoride, foam, dan varnish diaplikasikan pada gigi oleh seorang

profesional gigi.

1. Fluoride Varnish

Fluoride varnish adalah fluoride yang diaplikasikan secara profesional oleh

dokter gigi. Tujuan varnish adalah untuk memperpanjang kontak antara fluoride

dan enamel gigi dan merangsang remineralisasi enamel yang rusak. Aplikasi

fluoride varnish dapat digunakan untuk anak-anak atau orang dewasa

(Azarpazhooh, 2008).

Fluoride varnish umumnya terdiri dari fluoride (22.600 ppm) yang

dikombinasikan dengan resin atau larutan berbahan dasar sintetis. Seluruh gigi

dapat dirawat hanya dengan sejumlah kecil varnish, dengan hanya 0,3-0,6 ml.

Aplikasi varnish tidak dimaksudkan agar melekat secara permanen pada gigi,

tetapi harus tetap berkontak dengan permukaan selama beberapa jam. Menyikat

9
gigi atau mengusap atau mengeringkan dengan gulungan kapas atau kain kasa

cukup untuk membersihkan gigi sebelum aplikasi varnish. Varnish kemudian

diaplikasikan dengan micro applicator atau sikat halus ke permukaan gigi dengan

risiko tinggi karies. Untuk empat jam pertama setelah aplikasi, pasien dianjurkan

untuk hanya minum air dan makan makanan lunak (Azarpazhooh, 2008).

Umumnya varnish diaplikasikan setiap 6 bulan, tetapi dalam kelompok

dengan risiko karies tinggi dapat diberikan setiap 3 bulan (Weintraub, 2006).

Menurut American Dental Association (ADA), aplikasi varnish dua kali atau lebih

per tahun efektif dalam mengurangi prevalensi karies pada populasi risiko tinggi

(ADA, 2006).

2. Pasta gigi

Pasta gigi berfluoride telah terbukti mengurangi persentase DMFT hingga

23% (Jones, 2005). Menyikat gigi dengan pasta gigi berfluoride sejauh ini

merupakan bentuk pencegahan karies yang paling umum. Pasta gigi adalah pasta

atau pasta gigi gel yang terdiri dari air, abrasive, humektan, deterjen, flavoring

agen, antibakteri, dan yang paling penting adalah fluoride. Konsentrasi umum

fluoride pada pasta gigi adalah 1100 parts per million (ppm). Terdapat pasta gigi

dengan konsentrasi fluoride yang lebih tinggi yaitu 1500 ppm dan lebih rendah

yaitu 500 ppm (Marinho, 2003).

3. Obat kumur

Obat kumur fluoride telah digunakan secara luas selama 30 tahun terakhir

untuk mencegah karies gigi. Prosedur yang umum dianjurkan adalah berkumur

setiap hari dengan 10 mL larutan 0,05 natrium fluoride (NaF) (230 ppm F) atau

10
setiap minggu dengan larutan yang mengandung 0,2% natrium fluoride (900-1200

ppm F) (Twetman, 2004). Penggunaan obat kumur saja tidak menghilangkan

kebutuhan untuk menyikat gigi dan flossing (Marinho, 2003). Karena risiko

menelan fluoride, obat kumur tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia

(Twetman, 2004). Obat kumur fluoride umumnya disarankan untuk remaja dan

orang dewasa yang berisiko tinggi mengalami karies atau memiliki aktivitas

karies yang tinggi. Obat kumur umumnya terdiri dari air, alkohol, zat pembersih,

dan flavoring agen dan pewarna (Marinho, 2003).

4. Gel dan Busa Fluoride

Gel dan busa fluoride umumnya diberikan oleh dokter gigi untuk pasien

yang berisiko tinggi karies gigi. Untuk individu dengan risiko sedang, gel atau

busa fluoride direkomendasikan setiap 6 bulan. Individu yang berisiko tinggi

dapat menerima perawatan gel setiap 3 bulan (Marinho, 2002). Beberapa gel dan

busa dapat diaplikasikan sendiri di rumah dengan bantuan sikat gigi, tetapi

konsentrasi fluoride dalam produk ini jauh lebih rendah.

3.3.2 Fluoride Sistemik

Fluoride sistemik adalah fluoride yang dicerna ke dalam tubuh seperti

suplemen makanan berfluoride dan air berfluoride.

1. Suplemen diet

Suplemen fluoride diet, yang termasuk tablet, tablet hisap, dan tetes,

terutama ditujukan untuk anak-anak yang tinggal di daerah nonfluorideted untuk

meningkatkan paparan fluoride mereka, sehingga sebanding dengan anak-anak

yang tinggal di daerah yang cukup berfluoridasi (ADA, 2005). Suplemen fluoride

11
hanya tersedia dengan resep dokter gigi atau dokter. Suplemen ditujukan untuk

anak-anak yang berisiko tinggi mengalami kerusakan gigi dan bekerja untuk

mencegah karies pada gigi permanen. Direkomendasikan agar suplemen fluoride

diresepkan (dan dikontrol) untuk menghindari konsumsi fluoride yang berlebihan,

yang dapat menyebabkan banyak komplikasi kesehatan.

2. Air berfluoride

Fluoridasi air masyarakat adalah proses menyesuaikan kadar fluoride dalam

air minum ke tingkat fluoride optimal yang direkomendasikan oleh US public

health officials. Layanan Kesehatan Masyarakat Amerika Serikat (USPHS)

menetapkan bahwa fluoride dalam air dalam kisaran 0,7 - 1,2 ppm paling efektif

dalam mengurangi karies gigi, sambil meminimalkan kejadian fluorosis gigi

(ADA, 2005).

Paparan fluoride yang tidak memadai dapat menyebabkan anak-anak atau

orang dewasa memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami karies.

Fluoridasi air mampu memberikan efek sistemik dan topikal. Seringnya terpapar

dengan air berfluorideated mendorong remineralisasi enamel, yang dapat menahan

kerusakan gigi dini. Fluoridasi air telah terbukti sebagai cara yang sangat efisien,

mudah, dan murah karena individu perlu minum air yang diolah dan ia akan

menerima manfaat perlindungan fluoride (Ripa, 1993). Penelitian telah

menunjukkan bahwa fluoridasi air efektif dalam mengurangi karies gigi sebesar

20 - 40% (ADA, 2005).

12
3.4 Indikasi dan Kontra Indikasi Fluoride Varnish

3.4.1 Indikasi Fluoride Varnish

Fluoride varnish diindikasikan pada anak-anak yang memilki resiko karies

yang sedang maupun tinggi. Seorang anak dikatakan beresiko jika :

1. Anak yang minum susu dengan botol lebih dari setahun

2. Anak-anak berkebutuhan khusus

3. Sering memakan makanan yang kariogenik

4. Terdapat plak pada gigi

5. Jarang menyikat gigi

6. Memilki riwayat keluarga yang karies

7. Terdapat white spot(Enanda, 2009)

3.4.2 Kontra Indikasi Fluoride Varnish

1. Anak dengan resiko karies yang rendah

2. Anak yang mengkonsumsi air berfluoride

3. Anak yang melakukan perawatan fluoride secara rutin

4. Gingivitis ulseratif dan stomatitis

5. Hipersensitif terhadap kolofori dan sejenisnya

3.5 Aplikasi Fluoride Varnish

Ada beberapa aplikasi penggunaan Fluoride Varnish, diantaranya (James,

2006., Berlin, 2000., Judith, 2005., Petersoson, 1997):

1. Sediakan bahan aplikasi untuk FluorideVarnish.

13
2. Dokter harus membicarakan tindakan apa yang akan dilakukan pada anak.

Dokter harus memberikan informasi sebelum meletakkan Varnish. Setelah

diletakkan Varnish, gigi akan terlihat menguning kemudian Varnish disikat

dengan sikat gigi (lihat gambar 3). Dokter harus memastikan pada si anak

kalau perubahan warna yang terjadi bersifat sementara. Orang tua dapat

mencoba rasa fluoride varnish, apabila diinginkan karena Fluoride Varnish

memiliki berbagai macamrasa.

Gambar 3. Perubahan warna setelah diolesi Fluoride Varnish (Anonymus. Oral

Health Resources & Information for Kansas medical Professionals. Kansas:

American Academy of Family Physicians Home Study Program, 2004: 4-9)

3. Posisi anak. Digunakan teknik “knee-to-knee” atau dari lutut ke lutut yaitu

lutut dokter dan perawat saling berhadapan. Dipastikan anak diam dan

menghadap ke perawat. Letakkan kepala anak diatas pangkuan dokter

(Gambar 4).

14
Gambar 4. Teknik knee to knee (Veschusio C. Fluoride Varnish Application.

South Carolina: Department of Health and Environmental control,2005)

4. Bersihkan gigi. Gigi dapat dibersihkan dengan sikat gigi sebelum

FluorideVarnish diletakkan. Aplikasi dapat dilakukan setelah anak dapat

menerima tindakan perawatan, atau dengan kata lain buat anak merasa

nyaman.

5. Siapkan FluorideVarnish.

6. Gunakan kain kasa untuk membersihkan gigi (Gambar 5).

Gambar 5. Cara membersihkan dan mengeringkan gigi sebelum mengaplikasikan

fluoride varnish (Anonymus. Oral Health Resources & Information for Kansas

medical Professionals. Kansas: American Academy of Family Physicians Home

Study Program, 2004: 4-9)

15
7. Gunakan sikat yang sekali pakai. Oleskan Varnish keseluruh [Link]

terlihat perubahan warna menjadi menguning setelah dilakukan pemolesan

Varnish (Gambar 6).

Gambar 6 . Cara pengolesan Fluoride Varnish dengan menggunakan sikat

(Veschusio C. Fluoride Varnish Application. South Carolina: Department of

Health and Environmental control,2005)

8. Anak diizinkan untuk minum tetapi dalam jumlah yang sedikit setelah prosedur

aplikasiselesai.

9. Dokter memberikan instruksi setelah dilakukan perawatan, diantaranya:

a. Jangan menghilangkan lapisan fluoride varnish sampai keesokan harinya.

b. Untuk memperoleh hasil yang maksimum, kita dapat melakukan

perawatan fluoride varnish secara berkala. Pemberian fluoride varnish

dapat dilakukan 3-6 bulansekali.

3.6 Keuntugan dan KerugianFluoride Varnish


3.6.1 Keuntungan

1. Teknik aplikasi fluoride varnish mudah dan cepat

16
2. Quick setting atau cepat kering

3. Hanya membutuhkan sedikit fluoride varnish dapat diaplikasikan pada seluruh

gigi

4. Dapat digunakan pada pasien dewasa dan anak-anak

5. Aman untuk anak-anak

6. Memiliki rasa yang khas sehingga dapat diberikan pada perawatan anak-anak

(Judith, 2005)

3.6.2 Kerugian

1. Estetik yang buruk

2. Dapat menyebabkan perubahan warnagigi yang bersifa tsementara

3. Edematous dapat terjadi setelah melakukan perawatan. Peristiwa ini terjadi

karena reaksi alergi terhadap fluoride varnish

4. Mengakibatkan rasa mual pada pasien dengan sensitive lambung (Chu, 2006)

17
BAB IV

PENUTUP

KESIMPULAN

Fluoride varnish merupakan salah satu tindakan preventif yang bisa

dilakukan dengan mudah, aman dan cepat pada pasien anak, prosedur ini sangat

direkomendasikan karena ini merupakan prosedur non invasif. Tindakan preventif

adalah tindakan yang paling efektif dan biayanya rendah untuk menjaga kesehatan

gigi dan mulut yang baik. Pada kasus ini pengaplikasian fluoride varnish harus

mempertimbangkan kontra indikasi pada pasien seperti, anak usia dibawah umur 3

tahun atau anak yang memiliki hipersensitivitas karena mengutamakan keamanan

dan kenyamanan pasien anak pada saat pengaplikasian fluoride varnish tersebut.

SARAN

Setiap kasus harus ditangani dengan cara sebaik mungkin untuk mencapai

hasil perawatan yang diinginkan. Dalam kasus ini sebagai operator harus

memeperhatikan kontraindikasi dan teknik penggunaan bahan yang sesuai untuk

menentukan rencana perawatan preventif yang tepat digunakan pada pasien anak.

18
DAFTAR PUSTAKA

American Dental Association. (2005). Fluoridation Facts. Chicago, IL. Retrieved


from[Link]
[Link]
American Dental Association, Council on Scientific Affairs. (2006).
Professionally applied topical fluoride: Evidence-based clinical
recommendations. J Am Dent Assoc 137(8):1151–1159.
[Link]
Azarpazhooh, A., & Main, P. A. (2008). Fluoride varnish in the prevention of
dental caries in children and adolescents: a systematic review. Journal
(Canadian Dental Association), 74(1), 73–79.
Beltran, Aguilar ED, Goldstein JW, Lockwoad SA. Fluoride Varnishes. JAD
2000; 131: 589-94
Berlin CM, May DG,. Fluoride Varnish Guide. Nevada : Department of Health
and family Services Division of health Care Financing, 2000 :1-6
Chu, C.H., Edward, C.M., 2006, A Review of Sodium Fluoride Varnish,
University of Hongkong: Faculty of Dentistry, hal. 251
Enanda D., 2009, Efek Pemberian Fluoride Varnish di Kedokteran Gigi, Medan,
hal. 9
Jagan P, Fareed N, Battur H, Khanagar S, Bhat M, Basapathy R, 2018,
Effectiveness of sodium fluoride mouthrinses on the prevention of dental
caries: A systematic review, Journal of Indian Association of Public Health
Dentistry, Vol. 13, No: 2.
James, C., Gerald, A., Oral Health Resources and Information for Kansas Medical
Professionals. Kentucky: Kentucky Department for Public Health and the
University of Kentucky College of Dentistry, 2006: 4-9
Judith, M., Fluoride Varnish Manual, Nevada: Health Resources and Services
Administration Maternal and Child Health Berau, 2005: 3-19
Jones CM, Taylor GO, Whittle JG, Evans D, Trotter DP. (1997) Water
fluoridation, tooth decay in 5 year olds, and social deprivation measured by

19
the Jarman score: analysis of data from British dental surveys. BMJ: British
Medical Journal 315: 5147.
Lewis WC, Milgrom P. Pediatrics in Review. Boulevard : Journal of the
American Academy of Pediatrics 2003; 24: 327-8.
Setiari, L.S dan Sulistiowati, M, 2018, Tindakan Pencegahan Karies Gigi Pada
Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Health Belief Model, Jurnal
Promkes, Vol. 5, No. 1.
Marinho VCC, Higgins JPT, Logan S, Sheiham A. (2002) Fluoride gels for
preventing dental caries in children and adolescents. Cochrane Database of
Systematic Reviews Issue 1. Art. No.: CD002280. DOI:
10.1002/14651858.CD002280.
Marinho VCC, Higgins JPT, Logan S, Sheiham A. (2003) Fluoride mouthrinses
for preventing dental caries in children and adolescents. Cochrane Database
of Systematic Reviews Issue 3. Art. No.: CD002284. DOI:
10.1002/14651858.CD002284.
Newbrun, E. (1989), Effectiveness of Water Fluoridation. Journal of Public
Health Dentistry 49: 279–289. doi: 10.1111/j.1752-7325.1989.tb02086.x
Nikiforuk G. (1988) Fluoride and dental health. Canadian Family Physician
34:1333-6. PubMed PMID: 21253192; PubMed Central PMCID:
PMC2219101.
Ozdemir, D, 2014, Dental Caries And Preventive Strategies, Journal Of
Educational And Instructional Studies In The World, Vol.4, No. 4.
Petersoson LG, Twetman S, Pakhomov GN. Fluoride varnish for community-
Based caries prevention in children. Geneva: Oral health division of
noncommunicable disease world health organization, 1997 : 2-8
Ripa, L. W. (1993) A Half-century of Community Water Fluoridation in the
United States: Review and Commentary. Journal of Public Health Dentistry
53: 17–44. doi: 10.1111/j.1752-7325.1993.tb02666.x
Slayton R.L, Fontana M, Young D, Tinanoff N, Novy B, Lipman R.D, Robinson
L, 2016, Dental Caries Management in Children and Adults, National
Academy Medicine Journal.

20
Twetman S, Petersson L, Axelsson S, Dahlgren H, Holm AK, Källestål C,
Lagerlöf F, Lingström P, Mejàre I, Nordenram G, Norlund A, Söder B.
(2004) Caries-preventive effect of sodium fluoride mouthrinses: a
systematic review of controlled clinical trials. Acta Odontologica
Scandinavica 62(4):223-30. Review. PubMed PMID: 15513419
Weintraub JA, Ramos-Gomez F, Jue B, Shain S, Hoover CI, Featherstone
JDB,Gansky SA. (2006) Fluoride varnish efficacy in preventing early
childhood caries. J Dent Res 85: 172−176.

21

Anda mungkin juga menyukai