Fluoride Varnish untuk Gigi Anak
Fluoride Varnish untuk Gigi Anak
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan
rahmat dan hidayahnya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Case Report: Penggunaan Fluoride Varnish Pada Kedokteran Gigi Anak”.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan
kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik
Penulis
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL....................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .................................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................. 1
BAB II LAPORAN KASUS ........................................................................................... 3
BAB III KAITAN DENGAN TEORI............................................................................. 6
3.1 Fluoride ............................................................................................................. 6
3.1.1 Pengertian Fluoride Varnish .................................................................... 6
3.1.2 Komposisi Fluoride Varnish ................................................................... 7
3.2 Manfaat Fluoride ............................................................................................... 8
3.3 Cara Penggunaan Fluoride ................................................................................ 9
3.3.1 Fluoride Topikal ...................................................................................... 9
3.3.2 Fluoride Sistemik ..................................................................................... 11
3.4 Indikasi dan Kontra Indikasi Fluoride Varnish ................................................. 13
3.4.1 Indikasi FluorideVarnish .......................................................................... 13
3.4.2 Kontra Indikasi FluorideVarnish.............................................................. 13
3.5 Aplikasi Fluoride Varnish ................................................................................. 14
3.6 Keuntungan dan Kerugian Fluoride Varnish ..................................................... 16
BAB IV PENUTUP ....................................................................................................... 18
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 19
iii
BAB I
PENDAHULUAN
Karies gigi merupakan salah satu gangguan kesehatan gigi dan mulut. Tidak
hanya gigi orang dewasa saja yang dapat mengalami karies gigi, melainkan pada
anak-anak baik gigi susu maupun gigi permanen juga rentan mengalami karies
gigi (Setiari dan Sulistiowati, 2017; Ozdemir, 2014). Karies gigi merupakan salah
satu penyakit kronis yang paling sering mempengaruhi individu pada segala usia.
Upaya menurunkan insidensi kejadian karies sangat penting pada usia anak-anak,
gigi sulung merupakan dasar bagi pertumbuhan gigi permanen yang rentan
mengalami karies, jika tidak ditangani maka menyebabkan kerusakan pada gigi
2017).
seperti kebiasaan pola makan, makanan yang mengandung gula dan lengket yang
dapat menjadi komponen yang dapat menyebabkan karies. Selain faktor pola
sehingga plak dapat dengan mudah terbentuk yang akhirnya menyebabkan karies
tindakan preventif primer pada anak yang berisiko karies tinggi meliputi
kebersihan mulut yang baik, pemeriksaan gigi teratur, dan salah satunya
1
satunya penggunaan fluoride varnish yang diaplikasikan secara topikal (Ozdemir,
berpenetrasi pada email yang selanjutnya ion fluoride akan menggantikan ion
digunakan karena prosedurnya yang sederhana, mudah dan dapat diterima baik
yang dilakukan Mercer dan Muhler (2001), aplikasi topikal fluoride dengan
Berdasarkan kasus pada jurnal Dinea,S.D dkk (2017) pada Acta Medica T.
seluruh gigi yang sehat pada anak usia 3 tahun. Penggunaan dimaksudkan oleh
enamel gigi.
laporan kasus tentang cara penggunaan fluoride varnish pada pasien anak umur 3
tahun yang merupakan salah satu tindakan preventif pada Kedokteran Gigi Anak.
2
BAB II
LAPORAN KASUS
ditemani oleh orangtuanya. Dari data yang diberikan oleh ibunya, ini merupakan
kunjungan pertamanya ke dokter gigi. Tidak ada catatan patologis kondisi mulut
dan gigi. Pasien kooperatif, dan dokter gigi berhasil melakukan pemeriksaan gigi
dan mulut secara lengkap menggunakan illuminated dental mirror dan dental
probe . Semua gigi sulung telah erupsi sepenuhnya pada lengkung gigi. Terdapat
karies saat dilakukan probing dan eksplorasi dengan benang gigi pada mesial gigi
invasive untuk semua gigi yang erupsi. Intervensi terdiri dalam menerapkan fluor
3
Penggunaan yang dimaksudkan adalah untuk membangun lapisan pelindung
dengan aliran udara. Daerah operasi diisolasi dengan gulungan kapas. Siapkan
dengan aplikator kuas sekali pakai yang disediakan, menggunakan teknik cat
kuas. Dalam ruang interdental yang menurun, dental cord digunakan untuk
dengan aliran udara, sekitar 30 detik. Orang tua pasien diinstruksikan untuk tidak
4
DISKUSI
ANALISIS SWOT
Kelebihan Kelemahan
Prosedur non invasive Manajemen kerjasama pasien usia muda
Persiapan yang mudah digunakan Kontrol-isolasi air liurdari area operasi
Aplikasiproduk yang cepat
Opportunities Threats
Meningkatkan kekuatan enamel Menggunakan produk di bawah usia 3
atau dalam kasus peradangan
Karies profilaksis Hipersensitif terhadap komponen produk
5
BAB III
3.1 Fluoride
Selama bertahun-tahun fluoride merupakan faktor utama dalam
berasal dari unsure Flour, dimana secara alami dilepaskan secara bebas baik di
udara dan air . secara luas ketersediaan fluoride dari berbagai sumber telah
meningkatkan kesehatan mulut, tetapi total asupan harian fluoride harus dipantau
penggunaan fluoride dalam jumlah kecil telah terbukti dapat mengurangi risiko
berwarna kuning, semi liquid, berisi fluoride resin dan mengandung alkohol yang
fluoride supaya tetap kontak dengan gigi dalam jangka waktu yang lama (Beltran,
dkk., 2000).
6
3.1.2 Komposisi Fluoride Varnish
1. Sodium Fluoride(NaF)
Sodium fluoride pertama kali digunakan pada pasta gigi yang mengandung
fluoride sebagai active agent, bahan aktif yang mengandung 0,1% sodium
fluoride bersifat abrasive sehingga bahan ini tidak boleh digunakan. Menurut
Adapun merek dagang dari Fluoride Varnish diantaranya Duraphat dan Flour
a. Duraphat
cairan alcohol dari natural varnish yang berisi 50 mg NaF/ml (2,26 persen ±
enam bulan. Duraphat merupakan resin yang viscous dan diaplikasikan pada gigi
yang bersih dan kering, dapat mengeras menjadi lapisan yang berwarna kuning
7
menyebabkan gigi berwarna kuning dan membekas pada gigi dalam jangka
b. Flour Protektor
silen Varnish. Flour-Protektor tidak berwarna, bekerja dengan cepat dan dapat
digunakan sebagai bahan yang sangat efektif dalam mencegah karies gigi.
serangan asam dibandingkan struktur aslinya (Horowitz and Ismail, 1996; Udin,
1999; McDonald et al., 2000; Marinho et al., 2003). Selain memperkuat enamel,
8
3.3 Cara Penggunaan Fluoride
Fluoride dapat diberikan baik secara topikal atau sistemik untuk melindungi
gigi dan mencegah kerusakan gigi dan gigi berlubang. Perawatan fluoride bisa
Topikal fluoride diaplikasikan pada gigi secara langsung dan paling efektif
bila diberikan dengan dosis sangat rendah beberapa kali sehari. Perawatan topikal
dapat dibagi menjadi fluoride yang diaplikasikan sendiri dan diaplikasikan oleh
profesional. Terapi yang diterapkan sendiri seperti pasta gigi dan obat kumur,
sementara gel fluoride, foam, dan varnish diaplikasikan pada gigi oleh seorang
profesional gigi.
1. Fluoride Varnish
dokter gigi. Tujuan varnish adalah untuk memperpanjang kontak antara fluoride
dan enamel gigi dan merangsang remineralisasi enamel yang rusak. Aplikasi
(Azarpazhooh, 2008).
dikombinasikan dengan resin atau larutan berbahan dasar sintetis. Seluruh gigi
dapat dirawat hanya dengan sejumlah kecil varnish, dengan hanya 0,3-0,6 ml.
Aplikasi varnish tidak dimaksudkan agar melekat secara permanen pada gigi,
tetapi harus tetap berkontak dengan permukaan selama beberapa jam. Menyikat
9
gigi atau mengusap atau mengeringkan dengan gulungan kapas atau kain kasa
diaplikasikan dengan micro applicator atau sikat halus ke permukaan gigi dengan
risiko tinggi karies. Untuk empat jam pertama setelah aplikasi, pasien dianjurkan
untuk hanya minum air dan makan makanan lunak (Azarpazhooh, 2008).
dengan risiko karies tinggi dapat diberikan setiap 3 bulan (Weintraub, 2006).
Menurut American Dental Association (ADA), aplikasi varnish dua kali atau lebih
per tahun efektif dalam mengurangi prevalensi karies pada populasi risiko tinggi
(ADA, 2006).
2. Pasta gigi
23% (Jones, 2005). Menyikat gigi dengan pasta gigi berfluoride sejauh ini
merupakan bentuk pencegahan karies yang paling umum. Pasta gigi adalah pasta
atau pasta gigi gel yang terdiri dari air, abrasive, humektan, deterjen, flavoring
agen, antibakteri, dan yang paling penting adalah fluoride. Konsentrasi umum
fluoride pada pasta gigi adalah 1100 parts per million (ppm). Terdapat pasta gigi
dengan konsentrasi fluoride yang lebih tinggi yaitu 1500 ppm dan lebih rendah
3. Obat kumur
Obat kumur fluoride telah digunakan secara luas selama 30 tahun terakhir
untuk mencegah karies gigi. Prosedur yang umum dianjurkan adalah berkumur
setiap hari dengan 10 mL larutan 0,05 natrium fluoride (NaF) (230 ppm F) atau
10
setiap minggu dengan larutan yang mengandung 0,2% natrium fluoride (900-1200
kebutuhan untuk menyikat gigi dan flossing (Marinho, 2003). Karena risiko
menelan fluoride, obat kumur tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia
(Twetman, 2004). Obat kumur fluoride umumnya disarankan untuk remaja dan
orang dewasa yang berisiko tinggi mengalami karies atau memiliki aktivitas
karies yang tinggi. Obat kumur umumnya terdiri dari air, alkohol, zat pembersih,
Gel dan busa fluoride umumnya diberikan oleh dokter gigi untuk pasien
yang berisiko tinggi karies gigi. Untuk individu dengan risiko sedang, gel atau
dapat menerima perawatan gel setiap 3 bulan (Marinho, 2002). Beberapa gel dan
busa dapat diaplikasikan sendiri di rumah dengan bantuan sikat gigi, tetapi
1. Suplemen diet
Suplemen fluoride diet, yang termasuk tablet, tablet hisap, dan tetes,
yang tinggal di daerah yang cukup berfluoridasi (ADA, 2005). Suplemen fluoride
11
hanya tersedia dengan resep dokter gigi atau dokter. Suplemen ditujukan untuk
anak-anak yang berisiko tinggi mengalami kerusakan gigi dan bekerja untuk
2. Air berfluoride
menetapkan bahwa fluoride dalam air dalam kisaran 0,7 - 1,2 ppm paling efektif
(ADA, 2005).
orang dewasa memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami karies.
Fluoridasi air mampu memberikan efek sistemik dan topikal. Seringnya terpapar
kerusakan gigi dini. Fluoridasi air telah terbukti sebagai cara yang sangat efisien,
mudah, dan murah karena individu perlu minum air yang diolah dan ia akan
menunjukkan bahwa fluoridasi air efektif dalam mengurangi karies gigi sebesar
12
3.4 Indikasi dan Kontra Indikasi Fluoride Varnish
13
2. Dokter harus membicarakan tindakan apa yang akan dilakukan pada anak.
dengan sikat gigi (lihat gambar 3). Dokter harus memastikan pada si anak
kalau perubahan warna yang terjadi bersifat sementara. Orang tua dapat
3. Posisi anak. Digunakan teknik “knee-to-knee” atau dari lutut ke lutut yaitu
lutut dokter dan perawat saling berhadapan. Dipastikan anak diam dan
(Gambar 4).
14
Gambar 4. Teknik knee to knee (Veschusio C. Fluoride Varnish Application.
menerima tindakan perawatan, atau dengan kata lain buat anak merasa
nyaman.
5. Siapkan FluorideVarnish.
fluoride varnish (Anonymus. Oral Health Resources & Information for Kansas
15
7. Gunakan sikat yang sekali pakai. Oleskan Varnish keseluruh [Link]
8. Anak diizinkan untuk minum tetapi dalam jumlah yang sedikit setelah prosedur
aplikasiselesai.
16
2. Quick setting atau cepat kering
gigi
6. Memiliki rasa yang khas sehingga dapat diberikan pada perawatan anak-anak
(Judith, 2005)
3.6.2 Kerugian
4. Mengakibatkan rasa mual pada pasien dengan sensitive lambung (Chu, 2006)
17
BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
dilakukan dengan mudah, aman dan cepat pada pasien anak, prosedur ini sangat
adalah tindakan yang paling efektif dan biayanya rendah untuk menjaga kesehatan
gigi dan mulut yang baik. Pada kasus ini pengaplikasian fluoride varnish harus
mempertimbangkan kontra indikasi pada pasien seperti, anak usia dibawah umur 3
dan kenyamanan pasien anak pada saat pengaplikasian fluoride varnish tersebut.
SARAN
Setiap kasus harus ditangani dengan cara sebaik mungkin untuk mencapai
hasil perawatan yang diinginkan. Dalam kasus ini sebagai operator harus
menentukan rencana perawatan preventif yang tepat digunakan pada pasien anak.
18
DAFTAR PUSTAKA
19
the Jarman score: analysis of data from British dental surveys. BMJ: British
Medical Journal 315: 5147.
Lewis WC, Milgrom P. Pediatrics in Review. Boulevard : Journal of the
American Academy of Pediatrics 2003; 24: 327-8.
Setiari, L.S dan Sulistiowati, M, 2018, Tindakan Pencegahan Karies Gigi Pada
Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Health Belief Model, Jurnal
Promkes, Vol. 5, No. 1.
Marinho VCC, Higgins JPT, Logan S, Sheiham A. (2002) Fluoride gels for
preventing dental caries in children and adolescents. Cochrane Database of
Systematic Reviews Issue 1. Art. No.: CD002280. DOI:
10.1002/14651858.CD002280.
Marinho VCC, Higgins JPT, Logan S, Sheiham A. (2003) Fluoride mouthrinses
for preventing dental caries in children and adolescents. Cochrane Database
of Systematic Reviews Issue 3. Art. No.: CD002284. DOI:
10.1002/14651858.CD002284.
Newbrun, E. (1989), Effectiveness of Water Fluoridation. Journal of Public
Health Dentistry 49: 279–289. doi: 10.1111/j.1752-7325.1989.tb02086.x
Nikiforuk G. (1988) Fluoride and dental health. Canadian Family Physician
34:1333-6. PubMed PMID: 21253192; PubMed Central PMCID:
PMC2219101.
Ozdemir, D, 2014, Dental Caries And Preventive Strategies, Journal Of
Educational And Instructional Studies In The World, Vol.4, No. 4.
Petersoson LG, Twetman S, Pakhomov GN. Fluoride varnish for community-
Based caries prevention in children. Geneva: Oral health division of
noncommunicable disease world health organization, 1997 : 2-8
Ripa, L. W. (1993) A Half-century of Community Water Fluoridation in the
United States: Review and Commentary. Journal of Public Health Dentistry
53: 17–44. doi: 10.1111/j.1752-7325.1993.tb02666.x
Slayton R.L, Fontana M, Young D, Tinanoff N, Novy B, Lipman R.D, Robinson
L, 2016, Dental Caries Management in Children and Adults, National
Academy Medicine Journal.
20
Twetman S, Petersson L, Axelsson S, Dahlgren H, Holm AK, Källestål C,
Lagerlöf F, Lingström P, Mejàre I, Nordenram G, Norlund A, Söder B.
(2004) Caries-preventive effect of sodium fluoride mouthrinses: a
systematic review of controlled clinical trials. Acta Odontologica
Scandinavica 62(4):223-30. Review. PubMed PMID: 15513419
Weintraub JA, Ramos-Gomez F, Jue B, Shain S, Hoover CI, Featherstone
JDB,Gansky SA. (2006) Fluoride varnish efficacy in preventing early
childhood caries. J Dent Res 85: 172−176.
21