SISTEM PENGENDALIAN ITERNAL ATAS AKTIVA TETAP PADA
DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN
TAPANULI TENGAH
SKRIPSI
Disusun Oleh:
THERESSA TAKEN PASARIBU
18510029
PROGRAM STUDI AKUNTASI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN
2022
i
ABSTRAK
Theressa Taken Pasaribu, Sistem Pengendalian Intern Atas Aktiva Tetap
Pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tapanuli
Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengendalian intren yang di
terapkan di dinas pemberdayaan masyarakat dan desa di Dinas pemberdayaan
masyarakat dan desa di kabupaten tapanuli tengah
Metode penelitian ini yaitu penelitian kulaitatif yang datanya di kumpulkan
daro hasil wawancara,Teknik pengumpulan data adalah dapat di lakukan dalam
berbagai setting ,bebrbagai sumber, dan berbagai cara. Bila di lihat dari segi cara
atau Teknik pengumpulan [Link] Teknik pengumpulan data dapat di lakukan
dengan observasi ( pengamatan), Interview ( Wawancara ), dan Dokumentasi
.teknik analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah model analisis
interaktif ( interactive model of analysis ) yaitu reduksi data, penyajian data dan
penarikan kesimpulan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan pengendalian selain
menekankan peningkatan kapasitas SDM juga menekankan para pegawai di dinas
PMD kabupaten tapanuli tengah untuk memberikan pengawasan ganda terhadap
aktiva tetap di dinas PMD kabupaten tapanuli tengah menyangkut tentang
prosedur selain pengujian atas kemungkinan terjadinya penurunan nilai jika
dalam lingkungan yang tidak pernah [Link] aktivitas pengendalian
di ketahui bahwa setiap transaksi yang berhubungan dengan asset tetap baik itu
perbaikan, pembelian, pelepasan kewenangan selalu di inisiasi oleh kepala
[Link] komunikasi yang disajikan berdasarkan metode garis lurus
berdasarkan PSAK serta di lakukan secara tidak konsisten dan pemantauan
pengendalian berda pada otoritas pimpinan yang bertanggung jawab penuh dalam
pengawasan pengendalian internal terhadap asset tetap di dinas PMD kabupaten
tapanuli tengah.
Kata kunci : sistem, Pengendalian Intern, Aset Tetap
i
KATA PENGANTAR
puji syukur kepada Tuhan yang maha esa karena berkat rahmatnya penulis
dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul sistem pengendalian internal atas
aktiva tetap di dinas pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten tapanuli
tengah dalam penulisan skripsi ini tidak terlepas dari kesalahan karena penulis
juga masih tahap belajar tentunya tidak luput dari berbagai kekurangan dan
ketidaksempurnaan
Dalam penyelesaian skripsi ini tidaj terlepas dari dukungan dari berbagai
pihak ,oleh karena itu pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati penulis
menyampaikan sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Dr,jadongan Sijabat, S.E.,[Link] selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas HKBP Nommensen Medan
2. Ibu Dr. E. Manatap Berliana L Gaol, SE.,[Link].,Ak.,CA selaku Ketua
program studi Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas HKBP
Nommensen Medan
3. Bapak Hendrik Elisa Sutejo Samosir, S.E.,Ak.,[Link] selaku
sekretaris Program studi Akuntansi Fakulutas Ekonomi Universitras
HKBP Nommensen Medan
4. Bapa Amran Manurung SE.,M.,Si.,Ak sebagai dosen pembimbing utama
saya yang telah membimbing dan mengarahkan saya untuk menulis skripsi
ini,mulai dari pengajuan judul sampai ketahap akhir skripsi ini dapat
digunakan
5. Bapa [Link] Sinaga [Link] sebagai dosen pembimbing pembantu
yang telah mengarahkan saya untuk menyempurnakan skiripsi ini
ii
6. Bapa [Link].H Sianipar,.MSAc.,Ak sebagai dosen penguji utama saya
yang telah memberikan saran perbaikan dalam menulis skripsi ini
7. Ibu Herti Diana Hutapea.S.E.,[Link] sebagai dosen pengudaji kedua saya
yang telah memberikan banyak masukan dan saran untuk perbaikan skripsi
ini
8. para pegawai tata usaha dan kantor program studi Akuntansi Fakultas
Ekonomi Universitas HKBP Nommensen yang telah memudahkan penulis
dalam kegiatan administrasi untuk menunjang terselesaikannya penulisan
skripsi ini dengan baik
9. Teristimewa kepada orang tua bapak Danni pasaribu dan Ibu Nurilam
simamora yang selalu memberikan doa serta dukungan kepada penulis
khususnya dukungan dana dan kasih sayang yang penulis dapatkan selama
ini sehinnga penulis sehinnga penulis sampai pada tahap ini
10. kepada adik-adik Pilippi Kartipo Pasaribu, Leukkas Pinochet Pasaribu,
Elvioni Epesus Pasaribu, Esteben Yesaya Pasaribu teng telah memberikan
dukungan dan support sistem yang baik untuk menyelesaikan skripsi ini
11. Buat orang-orang special penulis Josua Sihombing, Krisna Siregar, Bg
Risky Habeahan, kk Normaida,Jonatan sihombing,Menara simamora,ema
girsang,donna sitorus,herawati manalu,enno simanungkalit, centia sitorus,
sandica matanari, regina sihombing,hotlisa marbun, sebagai support sistem
yang selalu memberi semangat dan dukungan dan juga Doa kepada penulis
sehinnga penulisan skripsi ini sampai pada tahap ini
iii
12. Kepada group kontrakan jalan sejati 99 C dan kos gg nasional nomor 5
yang memberi dukungan dan juga memberikan semangat untuk menulis
skiripsi ini
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Skripsi ini banyak kekurangan.
dengan ini penulis, mengaharapkan kritikan, tanggapan dan saran yang bersifat
membangaun dalam rangka menyempurnakan skiripsi ini, agar dapat bermanfaat
bagi penulis dan pembaca
Akhir kata, penulis mengucapkan terimakasih atas doa dan bantuannya semoga
kita selalu berada dalam lindungan Tuhan dan semoga skiripsi ini dapat berguna
bagi kita semua
Medan, April 2022
Penulis
Theressa Taken Pasaribu
Npm : 18510029
iv
DAFTAR ISI
ABSTRAK ........................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ v
BAB 1 PENDAHULUAN ................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................... 1
1.2 Rumusan masalah ............................................................................... 5
1.3 Tujuan Penelitian................................................................................ 6
1.4 Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah: ............................ 6
BAB II KAJIAN TEORI .................................................................................... 7
2.1 Pengertian Pengendalian dan Pengendalian Internal ......................... 7
2.1.1 Pengertian Pengendalian ........................................................... 7
2.1.2 Sistem Pengendalian Intern ...................................................... 7
2.1.3 Komponen Pengendalian Internal ............................................. 10
2.1.4 Keterbatasan Pengendalian Internal.......................................... 12
2.1.5 Tujuan pengendalian intern ...................................................... 13
2.1.6 Prinsip-prinsip pengendalian intern .......................................... 14
2.2 Pengertian Aset Tetap ......................................................................... 15
2.3 Sistem Pengendalian Internal atas Aktiva Tetap ................................. 22
2.3.1 Unsur Unsur Pengendalian Internal Atas Aktiva Tetap ............ 23
2.3.2 Penggolongan pengendalian intern atas asset tetap................... 26
2.3.4 Penerapan Pengendalian Intern Asset Tetap ............................. 28
2.3.5 Analisis pengendalian intern atas aktiva tetap .......................... 29
2.3.6 penyajian system pengendalian asset tetap ............................... 29
2.4 sistem pengendalian intern asset tetap menurut system akuntansi30
2.4.1 Unsur-unsur pengendalian intern asset tetap ................................... 30
BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 33
3.1 Jenis penelitian ................................................................................... 33
3.2 Lokasi penelitian ................................................................................. 34
3.3 Data yang diperlukan .......................................................................... 34
3.4 Metode pengumpulan data .................................................................. 36
v
BAB IV PEMBAHASAN.................................................................................... 38
4.1Sejarah ringkas dinas pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten
tapanuli tengah ................................................................................... 38
4.2 Visi dari dinas pemeberdayaan masyarakat dan desa ........................ 39
4.3 Misi dari dinas pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten
tapanuli tengah ................................................................................... 40
4.4 Tujuan dari dinas pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten
tapanuli tengah ................................................................................... 41
4.5 Landasan Hukumn dinas pemberdayaan masyarakat dan desa
kabupaten tapanuli tengah .................................................................. 42
4.6 Struktur Organisasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa
Kabupaten Tapanuli Tengah .............................................................. 44
4.7 Kinerja Pelayanan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ......... 64
4.8 Rencana Program Dan Kegiatan ......................................................... 65
4.9 Pembahasan hasil Penlitian ................................................................. 68
BAB V SIMPULAN DAN SARAN .................................................................... 79
5.1 Kesimpulan.......................................................................................... 79
5.2 Saran .................................................................................................... 80
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 81
vi
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Negara Indonesia adalah negara yang berkembang masih melaksanakan
pembangunan di segala bidang salah satunya adalah dibidang ekonomi
pembangunan ekonomi ini perlu dilakukan sebagai usaha untuk meningkatkan
taraf hidup rakyat Indonesia sebagai tersirat dalam undang-undang 1945 yaitu
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara merata.
Pembangunan ekonomi sangat perlu untuk lebih ditingkatkan agar tujuan tersebut
dapat terpenuhi sektor perekonomian merupakan sektor yang paling menentukan
kemajuan pembangunan suatu negara kemajuan sektor ekonomi ditandai dengan
banyaknya bermunculan perusahaan milik negara maupun perusahaan milik
swasta baik itu perusahaan jasa dagang dan industri pada umumnya membutuhkan
faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa di mana produk yang
dihasilkan akan didistribusikan kepada konsumen salah satu faktor produksi.
Setiap perusahaan pada dasarnya selalu berusaha untuk mencapai tujuan
didirikannya perusahaan tersebut. Dan untuk menunjang agar tercapainya tujuan
itu, setiap perusahaan mempunyai aset/aktiva (harta/asset) guna memperlancar
kegiatan operasional perusahaan. Aset tetap merupakan komponen yang sangat
penting bagi perusahaan untuk kegiatan operasionalnya. Aset tetap tersebut
merupakan salah satu komponen dalam neraca, sehingga ketelitian dalam
pengolahan aset tetap sangat berpengaruh terhadap kewajaran penilaiannya dalam
laporan keuangan. Kewajaran penilaian aset tetap suatu perusahaan dapat
2
disesuaikan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 16
(2009).
Dalam PSAK ini dinyatakan bahwa aset tetap adalah aset berwujud yang
dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk
direntalkan kepada pihak lain, atau tujuan administratif dan diharapkan untuk
digunakan selama lebih dari satu periode. Aset tetap biasanya memiliki masa
pemakaian lebih dari satu tahun, sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat
bagi perusahaan dalam jangka waktu yang relatif lama. Namun, manfaat yang
diberikan aset tetap umumnya semakin lama semakin menurun manfaatnya secara
terus menerus, dan menyebabkan terjadi penyusutan (depreciation).
Aktiva tetap adalah aktiva yang berwujud (tangible assets) yang masa
manfaatnya lebih dari 1 tahun bernilai material digunakan dalam kegiatan operasi
perusahaan serta tidak dimaksudkan untuk dijual jika suatu aktiva digunakan
untuk tujuan-tujuan produktif yang melibatkan penggunaan atau pemanfaatan
berulang maka sifat tersebut dimasukkan dalam penggunaan atau manfaat
berulang maka aktiva tersebut dimaksudkan dalam klasifikasi aktiva tetap seperti
tanah, bangunan, peralatan kendaraan mesin dan harta berwujud lainnya semua
aktiva tetap memiliki perusahaan memerlukan biaya perawatan dan pemeliharaan
agar dapat digunakan sesuai dengan rencana pengeluaran-pengeluaran guna
perawatan dan pemeliharaan aktiva tetap tersebut diantaranya dapat menambah
masa manfaat aktiva tetap meningkatkan kapasitas dan meningkatkan mutu
produksinya aktiva tetap sangat berpengaruh terhadap berbagai kegiatan
operasional perusahaan demi tercapainya efisiensi dan efektivitas kegiatan
operasional yang mendukung pencapaian tujuan perusahaan jika sifat tetap
3
perusahaan rusak dikarenakan kurangnya perhatian perusahaan atau instansi
terhadap aktiva tetap akan mempengaruhi kinerja operasional perusahaan atau
instansi untuk menghindari hal ini maka sangat diperlukan sistem pengawasan dan
pengendalian atas aktiva tetap untuk mengarahkan kegiatan operasional
perusahaan atau instansi salah satunya melindungi aktiva tetap tersebut dimana
sifat tetap merupakan aset perusahaan yang penting merupakan komponen
terbesar dibandingkan dengan perkiraan lain dari harta perusahaan secara
keseluruhan yang menyebabkan pos aktiva tetap menjadi satu komponen yang
cukup penting dalam pelaporan keuangan untuk itu aktiva tetap yang ada dalam
perusahaan harus diperhatikan yaitu dengan melakukan sistem Pengendalian
internal yang baik sehingga perusahaan atau instansi dapat disiarkan ke seluruh
aktiva tetap yang dimiliki yang dapat memberikan keuntungan yang besar bagi
perusahaan atau instansi.
Demikian juga pada Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa Kabupaten
Tapanuli tengah juga memiliki sejumlah aktiva tetap yang Yang cukup besar
maka sangat diperlukan pengawasan yang baik agar aktiva tetap nya dapat
dikelola dengan baik berdasarkan uraian di atas dapat dilihat pentingnya sistem
Pengendalian internal terhadap perusahaan Seiring dengan berlalunya waktu, aset
tetap akan mengalami penyusutan (kecuali tanah). Faktor yang mempengaruhi
menurun kemampuan suatu aset tetap untuk memberikan jasa/manfaaat yaitu:
secara fisik, disebabkan oleh pemakaian dan keausan karena penggunaan yang
berlebihan dan secara fungsional, disebabkan oleh ketidakcukupan kapasitas yang
tersedia dengan yang diminta (misal kemajuan teknologi).
4
Sehingga penurunan kemampuan aset tetap tersebut dapat dialokasikan sebagai
biaya. Masalah pengalokasian biaya penyusutan merupakan masalah penting,
karena mempengaruhi laba yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Apabila
menggunakan metode penyusutan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip yang
berlaku atau kondisi perusahaan tersebut, maka akan mempengaruhi pendapatan
yang dilaporkan setiap periode akuntansi. Selain itu juga mempengaruhi nilai dari
aset tetap tersebut. Dalam perhitungan penyusutan aset tetap terdapat beberapa
metode yang dapat digunakan, antara lain: metode penyusutan garis lurus, metode
penyusutan saldo menurun ganda, metode penyusutan jumlah angka tahun,
metode penyusutan satuan jam kerja dan metode penyusutan satuan hasil
produkasi.
Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten tapanuli tengah
merupakan unsur pelaksana pemerintah daerah di bidang pengelolaan keuangan
dan aset daerah sesuai dengan kewenangan pemerintah kabupaten tapanuli tengah
serta peraturan perundang-undangan yang [Link] aset tetap dinas
pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten tapanuli tengah dalam neraca per
31 desember 2020 adalah Rp [Link] aset tetap yang ada di dinas
pemberdayan masyarakat dan desa kabupaten tapanuli tengah namun terdapat
beberapa fenomena yang perlu ditelusuri yaitu :Sebagian aset tetap tidak dapat di
telusuri penyebabnya karena adanya aset tetap yang belum di ketahui status
kepemilikannya , kemudian adanya aset tetap yang rusak (tidak di pakai lagi)
namun tidak di hapuskan dari kartu inventaris barang, adanya penghapusan aktiva
tetap namun belun di tuliskan di kartu inventaris barang , adanya pembelian aset
5
tetap yang baru namun belum di tulis di kartu inventaris barang ,kurang telitinya
para pegawai dalam hal yang berhubungan dengan masalah penyusutan aset tetap.
berdasarakan hal tersebut banyak aktiva tetap yang belum di telusuri dengan baik
karena mungkin dalam pemikiran para pegawai kurang perlu di lakukan karena
kurang mengetahui tentang hal itu dapat mempengaruhi stabilitas
[Link] peraturan pemerintah republik Indonesia nomor 60 tahun 2008
tentang sistem Pengendalian internal pada aktiva tetap pemerintah1 dan peraturan
menteri dalam negeri nomor 17 tahun 2007 tentang pedoman teknis pengelolaan
barang milik negara 2atau daerah barang milik daerah. Dengan hal itu penulis
tertarik untuk mengetahui pelaksanaan sistem pengendalian internal aktiva tetap
di DPMD [Link] Teng oleh karena itu penulis mengajukan usulan penelitian
yang berjudul
“ Sistem pengendalian internal atas aktiva tetap pada Dinas pemberdayaan
masyarakat dan desa Kabupaten Tapanuli Tengah”
1.2 Rumusan masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang masalah di atas maka rumusan
masalah dalam penelitian adalah bagaimanakah sistem pengendalian internal atas
aktiva tetap berdasarkan unsur-unsur dalam peraturan pemerintah no 60 tahun
2008 di Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa Kabupaten Tapanuli tengah?
1
Peraturan pemerintah nomor 60 tahun 2008;tentang sistem pengendalian internal aktiva tetap
2
Peraturan Menteri dalam negeri nomor17 tahun 2007; tentang pedoman teknis pengelolaan
milik negar
6
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sistem
pengendalian internal di Dinas pemberdayaan masyarakat dan Desa kabupaten
tapanuli tengah sudah sesuai dengan peraturan pemerintah no 60 tahun 2008
sudah di lakukan dengan baik.
1.4 Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah:
1. Bagi perusahaan atau instansi sebagai bahan masukan untuk
memperbaiki sistem Pengendalian internal di masa yang akan datang
2. Bagi penulis sebagai bahan masukan bagi penulis agar dapat
mempelajari dan mengetahui secara langsung bagaimana sistem
Pengendalian internal aktiva tetap pada Dinas pemberdayaan
masyarakat dan desa Kabupaten Tapanuli tengah dan juga menambah
wawasan dan ilmu pengetahuan penulis serta dapat mengaplikasikan
teori teori yang didapat dengan sebenarnya
3. Bagi pembaca sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi pembaca
maupun rekan-rekan mahasiswa yang yang bermanfaat bagi referensi
untuk penulisan paper di tahun-tahun yang mendatang yang berkaitan
dengan sistem pengendalian internal atas aktiva tetap
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Pengertian Pengendalian dan Pengendalian Internal
2.1.1 pengertian pengendalian
krismaji menyatakan bahwa :
Pengendalian (control) adalah peroses mempengaruhi atau mengarahkan
aktivitas sebuah obyek, organisasi, atau sistem. Salah satu tujuan SIA adalah
membantu perusahaan/instansi pemerintah dalam mengendalikan sebuah
organisasi3.
Akuntan dapat membantu mencapai tujuan ini dengan merancang sistem
pengendalian yang sekarang dipakai untuk menjamin bahwa sistem tersebut
beroperasi secara efektif
2.1.2 Sistem Pengendalian Intern
Secara umum pengendalian internal merupakan bagian dari masing-
masing sistem yang dipergunakan sebagai prosedur dan pedoman operasional
organisasi tertentu. Perusahaan/instansi pemerintah pada umumnya menggunakan
sistem pengendalian internal untuk mengarahkan operasi instansi pemerintah dan
mencegah terjadinya penyalagunaan sistem. Pengertian pengendalian internal
adalah seperangkat kebijakan dan prosedur untuk melindungi aset atau kekayaan
organisasi dari segala bentuk tindakan penyalahgunaan, menjamin tersedianya
informasi akuntansi perusahaan yang akurat, serta memastikan bahwa semua
3
Krismiaji, 2010:219) Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
8
ketentuan (peraturan) hukum atau undang-undang serta kebijakan akuntan telah
dipatuhi atau dijalankan sebagaimana mestinya oleh seluruh karyawan
perusahaan.
Pengendalian dilakukan dengan tujuan supaya apa yang telah direncanakan dapat
dilaksanakan dengan baik sehingga dapat mencapai target maupun tujuan yang
ingin dicapai. Satu hal yang harus dipahami, bahwa pengendalian dan pengawasan
adalah berbeda karena pengawasan merupakan bagian dari pengendalian. Bila
pengendalian dilakukan dan disertai pelurusan (tindakan korektif), maka
pengawasan adalah pemeriksaan di lapangan yang dilakukan pada periode tertentu
secara berulang kali.
Anggreini menyatakan bahwa:
Pengendalian intern merupakan metode yang berguna bagi manajemen
untuk menjaga kekayaan organisasi, meningkatkan efektivitas dan efisiensi
kinerja. 4
Pada umumnya, perusahaan menggunakan sistem pengendalian internal untuk
mencegah terjadinya penyalahgunaan sistem dan membantu operasional
perusahaan agar dapat terarah dengan baik Sistem pengendalian internal meliputi
struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk
menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi,
mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan peraturan. Definisi
sistem pengendalian intern tersebut menekankan tujuan yang hendak dicapai, dan
bukan pada unsur-unsur yang membentuk sistem tersebut. Dengan demikian,
pengertian pengendalian internal tersebut diatas berlaku baik dalam perusahaan
4
.(Anggreini, 2012) Akuntansi Suatu Fengantar. Buku I . Edis i Kelima . Jakarta : Salemba Empat
9
yang mengolah informasinya secara manual, dengan mesin pembukuan, maupun
dengan komputer
Perusahaan/instansi (dalam hal ini instansi pemerintahan) sebagai suatu
organisasi mempunyai berbagai kegiatan tertentu dalam usaha untuk mencapai
tujuan organisasi, yang pada umumnya bertujuan untuk menghasilkan laba yang
optimal agar dapat mempertahankan kelangsungan organisasi, memajukan serta
mengembangkan usahanya ke tingkat yang lebih tinggi. untuk itu setiap
perusahaan/instansi harus membuat keputusan yang baik. Keputusan tersebut
dapat dilakukan dengan menggunakan pengendalian internal untuk mengarahkan
operasi perusahaan/organisasi, melindungi aktiva, dan mencegah penyalahgunaan
sistem yang telah di bentuk oleh setiap instansi, Pengendalian internal yang
paling memadai sangat dibutuhkan untuk melindungi aset yang ada. Sebagaimana
diketahui bahwa definisi Pengendalian Intern yang dikemukakan American
Institute of Cartified Public Accountant (AICPA) adalah Pengendalian intern
terdiri atas berbagai kebijakan, praktik, dan prosedur yang diterapkan oleh instansi
untuk menjaga aktiva perusahaan, memastikan akurasi dan keandalan catatan serta
informasi akuntansi, mendorong efisiensi dalam operasional perusahaan, dan
mengukur sesesuaian dengan kebijakan serta prosedur yang ditetapkan oleh pihak
manajemen. Menurut Mulyadi , sistem pengendalian intern didefinisikan sebagai
berikut : “Sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan
ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi,
mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan
mendorong terjadinya kebijakan manajemen. Definisi sistem pengendalian intern
10
tersebut menekankan tujuan yang hendak dicapai, dan bukan pada unsur-unsur
yang membentuk sistem tersebut5,
dengan demikian pengertian pengendalian intern tersebut diatas berlaku
baik dalam perusahaan maupun instansi pemerintahan yang mengolah
informasinya secara manual, dengan mesin pembukuan, maupun dengan
[Link] dari pengendalian internal menurut Institut Akuntan Publik
Indonesia (2011) adalah sebagai berikut :
1. Keandalan laporan keuangan Umumya,.
2. Efektivitas dan efisiensi operasi Pengendalian yang berkaitan dengan
tujuan operasi dan kepatuhan mungkin relevan dengan suatu audit jika
kedua tujuan tersebut berkaitan 10 dengan data yang dievaluasi dan
digunakan auditor dalam prosedur audit. Sebagai contoh, pengendalian
yang berkaitan dengan data non keuangan yang digunakan oleh auditor
dalam prosedur analitik
2.1.3 Komponen Pengendalian Internal
Menurut Mulyadi lingkungan pengendalian memiliki empat komponen,
yaitu:
1. Filosofi dan gaya operasi. Filosofi adalah seperangkat keyakinan dasar
yang menjadi parameter bagi entitas dan karyawannya. Filosofi
merupakan apa yang seharusnya dikerjakan dan apa yang seharusnya
tidak dikerjakan oleh perusahaan.
5.( mulyadi 2001).sistem akuntansi. edisi [Link];selemba empat
11
2. Berfungsinya Dewan komisaris dan komite audit. Dalam perushaan
berbentuk perseroan terbatas, jika penunjukan akuntan publik dilakukan
oleh manajemen puncak, kebebasan akuntan publik dapat tampak
berkurang dipandang dari sudut pemegang saham. Hal ini karena
manajemen puncak adalah pihak yang seharusnya dinilai kejujuran
pertanggungjawaban keuangannya oleh akuntan publik, ditugasi dalam
pemeriksaan laporan keuangan yang dipakai untuk pertanggungjawaban
keuangan oleh manajemen puncak.
3. Metode pengendalian manajemen, merupakan metode perencanaan dan
pengendalian alokasi sumber daya entitas dalam mencapai tujuannya.
4. Kesadaran pengendalian. Kesadaran pengendalian dapat tercermin dari
reaksi yang ditujukan oleh manajemen dari berbagai jenjang organisasi
atas pengendalian yang ditunjuk oleh akuntan internal atau akuntan.
Aktivitas pengendalian Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan
prosedur, selain yang sudah termasuk dalam empat komponen lainnya,
yang membantu memasikan bahwa tindakan yang diperlukan telah
diambil untuk menangani risiko guna mencapai tujuan entitas. Aktivitas
pengendalian umumnya dibagi menjadi lima jenis, yaitu:
1) Pemisahan tugas yang memadai.
2) Otorisasi yang sesuai atas transaksi dan aktivitas.
3) Dokumen dan catatan yang memadai.
4) Pengendalian fisik atas aktiva dan catatan.
5) Pemeriksaan kinerja secara independen.
12
2.1.4 Keterbatasan Pengendalian Internal
Perlu diingat bahwa sistem pengendalian internal yang terbaik adalah
bukan struktur pengendalian yang seketat mungkin secara maksimal, sistem
pengendalian internal juga mempunyai keterbatasan-keterbatasan. Kelemahan
atau keterbatasan yang melekat pada sistem pengendalian internal yaitu:
a. Persekongkolan (kolusi) Pengendalian internal mengusahakan agar
persekongkolan dapat dihindari sejauh mungkin, misalnya dengan
mengharuskan giliran bertugas, larangan dalam menjalankan tugas-
tugas yang bertentangan oleh mereka yang mempunyai hubungan
kekeluargaan, keharusan mengambil cuti dan seterusnya. Akan tetapi
pengendalian internal tidak dapat menjamin bahwa persekongkolan
tidak terjadi.
b. Perubahan Struktur pengendalian internal pada suatu organisasi harus
selalu diperbaharui sesuai dengan perkembangan kondisi dan teknologi.
c. Kelemahan manusia Banyak kebobolan terjadi pada sistem
pengendalian internal. Hal tersebut dapat terjadi karena lemahnya
pelaksanaan yang dilakukan oleh personil yang bersangkutan. Oleh
karena itu, personil yang paham dan kompeten untuk menjalankannya
merupakan salah satu unsur terpenting dalam pengendalian internal.
d. Azas biaya manfaat Pengendalian juga harus mempertimbangkan biaya
dan kegunaanya. Biaya untuk mengendalikan hal-hal tertentu mungkin
melebihi kegunaannya, atau manfaat tidak sebanding dengan biaya
yang dikeluarkan
13
2.1.5 Tujuan pengendalian intern
Sistem pengendalian internal terdiri atas kebijakan dan prosedur yang
dirancang untuk memberikan kepastian yang layak bahwa perusahaan telah
mencapai tujuan dan sasarannya. Biasanya manajemen memiliki tiga tujuan
umum dalam merancang sistem pengendalian yang efektif, yaitu:
1. Reliabilitas Pelaporan Keuangan Tujuan pengendalian internal yang
efektif atas pelaporan keuangan adalah memenuhi tanggung jawab
pelaporan keuangan tersebut.
2. Efisiensi dan Efektifitas Operasi Pengendalian dalam perusahaan akan
mendorong pemakaian sumber daya secara efisiensi dan efektif untuk
mengoptimalkan sasaran-sasaran perusahaan. Tujuan yang penting
dari pengendalian ini adalah memperoleh informasi keuangan dan non
keuangan yang akurat tentang operasi perusahaan untuk keperluan
pengambilan keputusan.
3. Ketaatan pada Hukum dan Peraturan Hal ini mengharuskan semua
perusahaan pablik mengeluarkan laporan tentang keefektifan
pelaksanaan pengendalian internal atas pelaporan keuangan. Selain
memenuhi ketentuan hukum, organisasi-organisasi publik dan non
publik, dan nirlaba diwajibkan mentaati berbagai hukum dan
peraturan. Beberapa yang hanya berhubungan secara tidak langsung
dengan akuntansi, seperti UU perlindungan lingkungan dan hak sipil,
sementara yang lainnya berkaitan erat dengan akuntansi, seperti pajak
penghasilan dan [Link] sistem Pengendalian internal
bertujuan untuk keandalan informasi keuangan kepatuhan terhadap
14
hukum dan peraturan yang berlaku secara efektivitas dan efisiensi
operasi.
menurut George [Link] dan William tujuan pengendalian intern adalah:
1. Menjamin harta milik perusahaan
2. membuat laporan keuangan yang bisa diandalkan tidak menjamin
ketelitian dan akuratan data data akuntansi
3. efektivitas dan efisiensi dari operasi
4. mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen pemenuhan
hukum dan peraturan yang berlaku6
2.1.6 Prinsip-prinsip pengendalian intern
Menurut Mulyadi suatu sistem harus memenuhi 6 prinsip dasar
pengendalian intern yang meliputi:
a. pemisahan fungsi Tujuan utama pemisahan fungsi untuk menghindari
dan pengawasan segera atas kesalahan atau ketidak beresan adanya
pemisahan fungsi untuk dapat mencapai suatu efisiensi pelaksanaan
tugas
b. Prosedur pemberian wewenang Tujuan prinsip ini adalah untuk
menjamin bahwa transaksi telah diotorisasi oleh orang yang
berwenang
c. Prosedur dokumentasi Dokumentasi yang layak penting untuk
menciptakan sistem pengendalian akuntansi yang efektif dokumentasi
6
George [Link] dan william [Link](2003:233) Sistem Informasi Akuntansi. Edisi Bahasa
Indonesia (Edisi Kedelapan ) Jilid 1, Jakarta : PT .
Indeks Kelompok Gramedia .
15
memberi dasar penetapan tanggung jawab untuk pelaksanaan dan
pencatatan akuntansi
d. Prosedur dan catatan akuntansi Tujuan pengendalian ini agar dapat
disiapkannya catatan catatan akuntansi yang akan diteliti secara tepat
dan data akuntansi dapat dilaporkan kepada pihak yang menggunakan
secara tepat waktu
e. Pengawasan fisik
Berhubungan dengan penggunaan alat-alat mekanik dan elektronik
dalam pelaksanaan dan pencatatan transaksi
f. Pemeriksaan intern secara bebas menyangkut perbandingan antara
catatan aset dengan aset yang betul-betul menyelenggarakan rekening7
2.2 Pengertian Aset Tetap
Untuk memahami pengertian aset tetap perlu dikemukakan beberapa
definisi mengenai aset tetap tersebut yang dikeluarkan oleh beberapa ahli dibidang
akuntansi antara lain :
a. Aset tetap adalah aset yang bersifat jangka panjang atau secara relatif
memiliki sifat permanen serta dapat digunakan dalam jangka panjang.
Aset ini merupakan aset berwujud karena memiliki bentuk fisik. Aset
ini dimiliki dan digunakan oleh perusahaan dan tidak dijual sebagai
bagian dari kegiatan operasional normal
b. Aset tetap adalah aset berwujud yang dimiliki oleh perusahaan untuk
digunakan dalam produksi atau menyediakan barang atau jasa, untuk
7
Mulyadi (2001:165) ; pedoman teknis pengelolaan barang milik [Link] strata
[Link] penulisan usulan penelitian dan [Link]:universitas Muhammadiyah
palembang
16
disewakan, atau untuk keperluan administrasi, dan diharapkan dapat
digunakan lebih dari satu periode
c. Aset tetap adalah properti, pabrik, dan peralatan yang digunakan dalam
operasi bisnis. Item-item dalam aset tetap relatif permanen dan sering
kali secara kolektif mencerminkan investasi keuangan terbesar
perusahaan
Dari beberapa pengertian aset tetap diatas, maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa aset tetap memiliki ciri-ciri yaitu:
a. Aset tetap merupakan barang-barang yang ada secara fisik yang
diperoleh dan digunakan oleh dan digunakan oleh perusahaan untuk
melakukan kegiatanoperasi perusahaan atau memproduksi barang-
barang atau memberikan jasa pada perusahaan lain ataupelanggannya
dalam usaha bisnis yang normal
b. Aset tetap memiliki masa manfaat yang lama, akan tetapi manfaat yang
diberikan aset tetap umumnya semakin menurun dan diakhir masa
manfaatnya harus diganti atau dibuang, kecuali manfaat yangdiberikan
oleh tanah.
c. Aset tetap ini bersifat non monetary. Dalam artian manfaat yang
dihasilkan dan bukan dari mengkonversi aset ini ke dalam sejumlah
uang tertentu.
Dalam pernyataan standar akuntansi pemerintahan (PSAP) nomor 7 aset
tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 bulan
untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat
17
Menurut soemarso aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang masang
manfaatnya lebih dari 1 tahun digunakan dalam kegiatan perusahaan dimiliki
untuk dijual kembali dalam kegiatan normal perusahaan serta nilainya cukup
besar Aset tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai
atau dengan dibangun lebih dahulu8, yang digunakan dalam operasi perusahaan,
tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan
mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. Masa manfaat adalah periode
suatu aktiva diharapkan digunakan oleh perusahaan atau jumlah produksi atau unit
serupa yang diharapkan diperoleh dari aktiva oleh perusahaan. Aktiva tetap
meliputi aktiva yang tidak dapat disusutkan (non depreciable) dan aktiva yang
dapat disusutkan (depreciable) mencakup tanah, bangunan, mesin serta peralatan
lainnya, ataupun sumber-sumber alam, Aktiva tetap pada awalnya harus diukur
berdasarkan biaya perolehan. Sedangkan untuk pengakuannya, Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan Nomor 16 tentang Pengakuan Aktiva Tetap dan
Aktiva LainLain, menyatakan suatu barang modal untuk diakui sebagai aktiva dan
dikelompokkan sebagai aktiva tetap maka harus dipenuhi syarat berikut:
1. Besar kemungkinan (probable) bahwa manfaat keekonomian di masa
yang akan datang yang berkaitan dengan aktiva tersebut akan mengalir
ke dalam perusahaan. Dalam menentukan suatu pos memenuhi kriteria
pertama untuk pengakuan, suatu perusahaan harus menilai tingkat
kepastian aliran manfaat keekonomian masa yang akan datang
berdasarkan bukti yang tersedia pada waktu pengakuan awal. adanya
kepastian yang cukup bahwa manfaat perekonomian masa yang akan
[Link] (2004). Akuntansi Suatu Fengantar. Buku I . Edisi Kelima . Jakarta : Salemba Empat
18
datang akan mengalir ke perusahaan membutuhkan suatu kepastian
bahwa perusahaan akan menerima imbalan dan menerima resiko terkait.
Kepastian ini biasanya hanya tersedia jika resiko dan imbalan telah
diterima perusahaan. Sebelum hal ini terjadi, transaksi untuk
memperoleh aktiva biasanya dapat dibatalkan tanpa sanksi yang
signifikan, dan karenanya aktiva tidak diakui.
2. Biaya perolehan aktiva dapat diukur secara andal. Kriteria kedua untuk
pengakuan biasanya dapat dipenuhi langsung karena transaksi
pertukaran mempunyai bukti pembiayaan aktiva yang
mengidentifikasikan biayanya. Dalam keadaan suatu aktiva dikontruksi
sendiri, suatu pengukuran yang dapat diandalkan atas biaya dapat
dibuat dari transaksi dengan pihak eksternal dan perusahaan untuk
perolehan bahan baku, tenaga kerja dan input lain yang digunakan
dalam proses kontruksi.
3. Aktiva yang digunakan dalam operasi/kegiatan utama perusahaan dan
tidak untuk dijual.
4. Memiliki umur ekonomi yang panjang, biasanya lebih dari satu tahun
dan disusutkan nilainya; dan
5. Memiliki bentuk fisik yang actual Kelompok Aktiva Tetap Menurut
Lumbantoruan , 9aktiva tetap dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu
a. Aktiva tetap berwujud (plant asset atau tangible asset) - Merupakan
aktiva berwujud yang digunakan dalam kegiatan operasional
9
Lumbantoruan (1996) ;pengelompokan asset tetap, edisi ketiga ,jakarta
19
perusahaan secara terus menerus. Contoh: mesin, gedung,
peralatan.
b. Aktiva tetap tak berwujud (intangible asset) - Merupakan aktiva
yang tidak dapat langsung dilihat, bukti keberadaannya hanya
dilihat dari akte perjanjian kontrak. Contoh : goodwill, patent,
franchise, dan lainlain.
Penyusutan Aktiva Tetap Berwujud penyusutan adalah : “Alokasi
sistematis suatu nilai asset yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang
dapat diestimasi.”adapun beberapa persyaratan aktiva tetap yang dapat disusutkan
menurut ketentuan perpajakan meliputi:
a. Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode
akuntansi.
b. Memiliki suatu masa manfaat yang terbatas.
c. Ditahan oleh suatu perusahaan untuk digunakan dalam proses
produksi atau memasok barang dan jasa, untuk disewakan, atau
untuk tujuan administrasi.
Di dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 17, penyusutan
didefinisikan dengan lebih jelas, yaitu sebagai berikut: "Penyusutan adalah alokasi
jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang
diestimasi".Perusahaan mengklasifikasikan aset yang tidak termasuk klasifikasi di
atas sebagai aset tidak lancar.
20
A. Penggolongan aset tetap
Menurut pernyataan standar akuntansi pemerintahan (PSAP) nomor 7
tentang akuntansi aset tetap dijelaskan bahwa aset tetap diklasifikasikan
berdasarkan kesamaan dan sifat atau fungsi dalam aktivitas operasi entitas
klasifikasi aset tetap tersebut yaitu sebagai berikut penggolongan dari aset tetap
adalah:
1. Aset Tetap Berwujud
Aset tetap berwujud memiliki bentuk fisik dan dengan demikian dapat
diamati dengan satu alat atau lebih panca indera dan memiliki
karakteristik umum,yaitu memberi manfaat ekonomi pada masa
mendatang bagi perusahaan, aset tertentu yang umum dilaporkan di
dalam katagori ini meliputi
a. Tanah tanah yang dikelompokkan sebagai aset tetap adalah tanah
yang diperoleh dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan
operasional pemerintah dan dalam kondisi siap pakai
b. Peralatan mesin peralatan dan mesin mencakup mesin mesin dan
kendaraan bermotor alat-alat elektronik inventaris kantor dan
peralatan lainnya yang bernilai signifikan dan masa manfaatnya
lebih dari 12 bulan dalam kondisi yang siap pakai
c. Gedung dan bangunan gedung bangunan mencakup seluruh gedung
dan bangunan yang diperoleh dengan maksud dan dipakai dalam
kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondisi siap pakai
21
d. Jalan, irigasi, dan jaringan jalan irigasi dan jaringan mencakup jalan
irigasi dan jaringan yang dibangun oleh pemerintah serta dimiliki
atau dikuasai oleh pemerintah dan dalam kondisi siap pakai
e. aset tetap lainnya aset tetap lainnya mencakup aset tetap yang tidak
dapat dikelompokkan ke dalam kelompok aset tetap di atas yang
diperoleh dan dimanfaatkan untuk kegiatan operasional pemerintah
dan dalam kondisi siap pakai
f. Kontruksi dalam pengerjaan konstruksi dalam pengerjaan mencakup
aset yang tetap nasional dalam proses pembangunan namun pada
tanggal 8 keuangan belum selesai seluruhnya
[Link] Tak Berwujud
Aset tak berwujud didefinisikan sebagai aset yang tidak memiliki bentuk
fisik. Bukti adanya aset ini terdapat dalam bentuk perjanjian, kontrak
atau paten. Hal ini memenuhi definisi aset karena adanya manfaat
mendatang. Aset berikut umumnya dilaporkan aset tidak berwujud:
1) Paten, suatu hak eksklusif yang memungkinkan seseorang
penemu/pencipta untuk mengendalikan produksi, penjualan atau
penggunaan dari suatu temuan/ciptaannya.
2) Merk Dagang, suatu hak eksklusif yang mengizinkan suatu simbol,
label dan rancangan khusus.
3) Hak Cipta, suatu hak eksklusif yang mengizinkan seseorang untuk
menjual, memberi izin atau mengendalikan pekerjaannya
22
4) Goodwiil, sumber daya, faktor dan kondisi tak berwujud lain yang
memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan laba diatas laba
normal dengan aset yang dapat diidentifikasi.
2.3 Sistem Pengendalian Internal atas Aktiva Tetap
Pengendalian yang baik sangat di perlukan untuk mengendalikan aktiva
tetap agar tidak terjadi kecurangan, penggelapan, penyelewengan terhadap aktiva
tetap tersebut.
Mulyadi mendefenisikan sistem pengendalian aktiva tetap sebagai berikut:
“sistem pengendalian internal pada aktiva tetap meliputi struktur organisasi,
metode dan ukuran-ukuran yang di koordinasikan untuk menjaga kekayaan
organisasi mengecek ketelitian dan keandalan akuntansi, mendorong efisiensi dan
mendorong di patuhinya kebijakan manajemen”10
ukuran-ukuran dan prosedur-prosedur yang di buat dalam suatu perusahaan untuk
tujuan
1. Mengamankan harta perusahaan
2. Mendorong ketaatan terhadap kebijakan perusahaan yang telah
digariskan
3. Meningkatkan efisiensi usaha
4. Menjamin adanya catatan akuntasnsi yang akurat dan dapat di percaya
Sistem pengendalian internal pada aktiva tetap meliputi penilaian atas
pelaksanaan pekerjaan dengan cara membandingkan realisasi dengan rencana dan
melakukan Tindakan perbaikan apabila di pandang perlu ( jika ada penyimpangan
10
Mulyadi (2001 ;165),pedoman teknis pengelolaan barang milik [Link] starata
satu,pedoman penulisan usulan penilitian dan skripsi ,Palembang : universitas Muhammadiyah
palembang
23
yang merugikan).misalnya persetujuan,pemisahan antara fingsi operasional
penyimpangan dan pencatatan,serta pengawasaan fisik atas [Link] ini di
maksudkan untuk menjamin kebenaran data akuntansi,mengamankan harta
kekayaan dan catatan taatinya kebijakan pimpinan yang telah ditentukan
2.3.1 Unsur Unsur Pengendalian Internal Atas Aktiva Tetap
Pengertian sistem penngendalian intern menurut pp nomor 60 tahun 2008
tentang SPIP adalah: proses yang integral pada Tindakan dan kegiatan yang di
lakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk
memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui
kegiatan yang sfektif dan efisien sistem pengendalian intern pemerintah, yang
selanjutnya di singkat SPIP, adalah sistem pengendalian intern yang di
selenggarakan secara menyeluruh di lingkungan pemerintah pusat dan pemerintah
daerah.
SPIP bertujuan untuk memberikan keyakinan yang memadai bagi
tercapainya evektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan penyelenggaraan
pemerintahan negara, keandalan pelaporan keuangan pengamanan asset negara,
dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.
SPIP terdiri atas unsur:
1. lingkungan pengendalian
Lingkungan pengendalian merupakan komponen paling awal dalam sistem
pengendalian intern. Committe of Sponsoring of the Treadway Commision
(COSO) dalam Arens, [Link] menjelaskan bahwa lingkungan pengendalian
(control environment) terdiri atas tindakan, kebijakan, dan prosedur yang
24
mencerminkan sikap para pemimpin puncak (para direktur), dan pemilik
entitas secara keseluruhan mengenai pengendalian internal serta arti
pentingnya bagi entitas itu11. Lingkungan pengendalian menetapkan corak
suatu organisasi dan mempengaruhi kesadaran pengendalian orang-
[Link] indra medefinisikan lingkungan pengendalian yakni
pimpinan instansi pemerintah dan seluruh pegawai yang harus
menciptakan dan memelihara lingkungan dalam keseluruhan organisasi
yang menimbulkan perilaku positif dan mendukung terhadap pengendalian
intern12
2. penilaian resiko
Menurut Indra Untuk tujuan pelaporan keuangan adalah proses
identifikasi, analisis, dan pengeolaan resiko entitas yang berkaitan dengan
penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku umum. Diawali dengan penetapan maksud dan tujuan instansi
Pemerintah yang jelas dan konsisten baik pada tingkat kegiatan.
Selanjutnya Instansi Pemerintah mengidentifikasi secara efisien dan
efektif risiko yang dapat menghambat pencapian tujuan tersebut, baik yang
bersumber dari dalam maupun luar instansi. Penaksiran risiko mencakup:
a. Identifikasi Resiko. Mengindentifikasi secara efisien dan efektif risiko
yang dapat menghambat pencapaian tujuan instansi, baik yang
bersumber dari dalam maupun luar instansi.
b. Analisis Resiko. Menentukan dampak dari resiko yang telah
diidentifikasi terhadap pencapaian tujuan instansi.
11
Committe of Sponsoring of the Treadway Commision (COSO) dalam Arens, [Link] (2015)
12
Indra (2011);system pengendalian intern menurut pp no 60 tahun 2008;Jakarta pusat
25
3. kegiatan pengendalian
Menurut Indra Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur
yang dibuat untuk memastikan pelaksanaan petunjuk yang dibuat oleh
manajemen. kebijakan dan prosedur yang dibangun oleh manajemen untuk
mencapai tujuan laporan keuangan yang obyektif, yang mencakup :
a. Otorisasi yang memadai. Pimpinan instansi pemerintah menetapkan dan
mengkomunikasikan syarat dan ketentuan otorisasi kepada pegawai.
b. Perancangan dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai.
c. Pengecekan secara independen.
d. Pemisahan fungsi yang memadai. Pimpinan instansi pemerintah harus
menjamin bahwa seluruh aspek utama transaksi atau kejadian tidak
dikendalikan oleh 1(satu) orang.
e. Pengendalian fisik atas kekayaan pemda dan catatan. Pimpinan instansi
pemerintah menetapkan, mengimplementasikan, dan
mengkomunikasikan rencana identifikasi, kebijakan, dan prosedur
pengamanan fisik kepada seluruh pegawai.
f. Peninjauan atas kinerja. Memantau pencapaian kinerja instansi
pemerintah tersebut dibandingkan dengan rencana sebagi tolak ukur
kinerja.
4. informasi dan komunikasi
Kebijakan dan prosedur pengendalian yang berkaitan dengan sistem
akuntansi adalah bahwa transaksi dilaksanakan dengan mencegah
terjadinya salah saji potensial terhadap pernyataan manajemen dalam
laporan keuangan (Indra). Instansi pemerintah harus memiliki informasi
26
yang relevan dan dapat diandalkan baik informasi keuangan maupun non
keuangan, yang berhubungan dengan peristiwaperistiwa eksternal dan
internal, yang menyediakan dan memanfaatkan berbagai bentuk dan sarana
komunikasi serta mengelola, mengembangkan dan memperbarui sistem
informasi secara terus menerus.
5. pemantauan pengendalian intern
Proses penilaian kualitas kinerja dari struktur pengendalian internal
sepanjang waktu (Indra). Dilaksanakan melalui pemantauan berkelanjutan,
evaluasi terpisah, dan tindak lanjut rekomendasi hasil audit dan review
lainnya. Pemantauan berkelanjutan diselenggarakan melalui kegiatan
pengelolaan rutin, supervisi, pembandingan, rekonsiliasi, dan tindakan lain
yang terkait dalam pelaksanakan tugas. Evaluasi terpisah diselenggarakan
melalui penilaian sendiri, review, dan pengujian efektivitas sistem
pengendalian intern yang dapat dilakukan oleh aparat pengawasan intern
pemerintah atau pihak eksternal pemerintah. Tindak lanjut rekomendasi
hasil audit dan review lainnya harus segera diselesaikan dan dilaksanakan
sesuai dengan mekanisme penyelesaian rekomendasi hasil audit dan
review lainnya yang ditetapkan.
2.3.2 Penggolongan pengendalian intern atas asset tetap
Menurut hartadi berdasarkan tujuan pengendalian intern atas aktiva tetap
terbagi atas dua yaitu pengendalian intern bidang akuntansi dan pengendalian
intern bidang administrasi
27
1. Pengendalian intern aktiva tetap bagian akuntansi
Pengendalian akuntansi yaitu meliputi rencana organisasi, metode dan
ukuran, prosedur-prosedur serta catatan-catatan yang dikoordinasikan
terutama untuk menjamin kekayaan organisasi dan mengecek ketentuan
dan keandalan data organisasi
2. Pengendalian intern aktiva tetap bagian administrasi
Pengendalian administasi meliputi rencana organisasi serta prosedur-
prosedur dan catatan-catatan yang berhubungan dengan proses pembuatan
keputusan yang mengarah kepada Tindakan manajemen untuk menyetujui
atau memberi dan memberi wewenang.
Berdasarkan manfaatnya, jenis pengendalian internal juga dibagi menjadi
tiga kelompok, yaitu:
1. Pengendalian preventif
Pengendalian ini digunakan untuk mencegah kesalahan yang terjadi.
Dalam hal ini secara otomatis akan dilakukan pengecekan yang dirancang
untuk mencegah penyalahgunaan
2. Pengendalian detektif
Pengendalian ini digunakan untuk mendeteksi kesalahan-kesalahan yang
terjadi dalam memasukkan data.
3. Pengedalian korektif
Pengendalian ini digunakan untuk memberikan informasi kepada pihak
manajemen untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi. Pengendalian ini
dirancang untuk mengoreksi kesalahan yang terdeteksi.
28
2.3.4 Penerapan Pengendalian Intern Asset Tetap
Pengendalian internal adalah evaluasi secara menyeluruh yang dilakukan
oleh suatu organisasi dengan cara membandingkan antara prosedur- perosedur
yang telah dibuat oleh suatu oraganisasi dengan keadaan yang sebenarnya yang
telah dilaksanakan oleh organisasi tersebut, apakah kegiatan operasional telah
dilaksanakan dengan baik atau terdapat penyimpangan yang dapat merugikan
organisasi berikut adalah prosedur dalam melakukan pengendalian intern aktiva
tetap .
1. Pengendalian intern aktiva tetap melalui pesetujuan
Pengendalian intern melalui persetujuan yang harus berdasarkan
keputusan dan persetujuan dari semua pihak organisasi agar tercapainya
pengendalian yang baik .
2. Pengendalian intern terhadap gerak gerik fisik
Pengendalian yang Jika terdapat aktiva yang rusak maupun telah usang
sehingga habis manfaatnya atau tidak dapat dipakai lagi dalam suatu
ententitasMelakukan sehubungan untuk melindungi aktiva tetapnya.
3. Aktiva tidak diberikan nomor urut melainkan diberi cap olehsuatu entitas
baik berupa dokumen maupun yang lainnya
4. .Prosedur atas pengendalian internal
Setiap rencana kegiatan dan pelaksaan program yang mnelibatkan asset
tetap maka organisasi melakukan program yang melatih para anggota
organisasi bimbingan ataupun lokakarya bagi seluruh staf-staf berupa
prosedur-prosedur dan pelatihan-pelatihan tentang cara pengoperasian
aktiva tetap
29
5. Pemeriksaan secara fisik atas kekayaan perusahaan
Pemeriksaan secara fisik atas kekayaan maksudnya Bagian Tata Usaha
suatu organisasi melakukan perhitungan fisik secara berkala dengan
melihat langsung kekayaan organisasi dengan membandingkan aktiva
yang dihitung.
2.3.5 Analisis pengendalian intern atas aktiva tetap
Dalam teori akuntansi dan organisasi,pengendalian intern atau control
intern di defenisikan sebagai suatu proses yang di pengaruhi oleh sumber daya
manusia dan system teknologi informasi yang di rancang untuk membantu
organisasi mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu analisis pengendalian
intern terdiri dari:
1. Unsur dari asset tetap
2. Pemberian wewenang
2.3.6 penyajian system pengendalian asset tetap
Penyajian internal sebenarnya tergantung kepada entitas yang mana
banyak cara dalam menyajikan laporan untuk penyajian laporan pengendalian
internal atas aktiva tetap dalam entitas tersebut tetapi tetap pada dasar nya untuk
membuat tujuan agar terdapat hasil yang mudah di pahami dan di mengerti baik
kepala entitas, staff pegawai dan masyarakat agar tercapi tujuan sebagai
keterbukaan dalam pelaporan
30
2.4 sistem pengendalian intern asset tetap menurut system akuntansi
Dalam teori akuntansi, pengendalian internal merupakan suatu proses yang
dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan teknologi informasi yang dirancang
untuk membantu sebuah organisasi atau perusahaan untuk mencapai tujuannya
masing-masing. Pengendalian internal ini sebuah cara untuk
mengawasi, mengarahkan, dan mengukur sumber daya manusia dalam suatu
organisasi atau perusahaan Sistem di dalam pengendalian internal ini meliputi
seluruh cara dan alat yang ditetapkan untuk menjaga keamanan harta dan data
milik perusahaan, memeriksa ketepatan data, meningkatkan efisiensi operasional,
dan menjaga peraturan yang sebelumnya sudah ditetapkan. Aktivitas dalam
pengendalian internal ini menjadi penting untuk dibahas karena tidak jauh berbeda
dengan aktivitas lain seperti, berbisnis, produksi, hingga legalitas barang.
2.4.1 Unsur-unsur pengendalian intern asset tetap menurut system akuntansi
1. Struktur Memisahkan Tanggung Jawab Fungsional
Struktur dalam organisasi merupakan kerangka untuk pembagian tanggung
jawab secara fungsional pada unit organisasi yang dibentuk untuk
kepentingan perusahaan. Pembagian tanggung jawab fungsional dalam
organisasi dibagi menjadi dua prinsip berikut.
• Dipisahkan antara fungsi-fungsi operasional dan penyimpangan dari
fungsi akuntansi. Fungsi dari operasional itu sendiri adalah tugas
untuk melaksanakan suatu kegiatan, seperti pembelian. Sedangkan
fungsi penyimpanan adalah tugas untuk menyimpan aktiva
perusahaan.
31
• Suatu fungsi dibatasi, tidak boleh melakukan tanggung jawab penuh
untuk semua tahap transaksi
2. Wewenang dan Prosedur Memberi Upaya Perlindungan
Di sebuah organisasi setiap transaksi hanya bisa terjadi karena adanya
otoritas wewenang untuk menyetujui adanya transaksi. Oleh karena itu, di
dalam sebuah organisasi harus ada sistem yang mengatur sebuah
wewenang dalam setiap transaksi untuk melindungi kekayaan, uang,
pendapatan dan biaya dalam organisasi tersebut
3. Praktik Sehat dalam Tugas Organisasi
Dalam pembagian tugas dan fungsi di organisasi tidak akan terlaksana
dengan baik apabila tidak dengan praktik yang sehat. Berikut adalah
beberapa praktik yang sehat dalam melaksanakan wewenang dan fungsi
di organisasi.
• Pengambilan cuti bagi karyawan yang berhak
• Penggunaan formulir dengan nomor urut cetak yang penggunaannya
dipertanggungjawabkan oleh yang berwenang.
• Transaksi tidak boleh dilaksanakan dari awal sampai akhir hanya satu
orang atau satu unit organisasi tanpa bantuan orang atau unit
organisasi lainnya.
• Adanya pemeriksaan mendadak dengan jadwal yang tidak teratur
4. Karyawan Berkualitas
Dalam struktur organisasi seharusnya dibuat sistem pencatatan dan
berbagai cara lain untuk mendorong praktik yang sehat dalam sebuah
organisasi dengan sumber daya manusia yang berkualitas juga. Hal
32
tersebut yang menjadi unsur penting dalam organisasi adalah adanya
karyawan yang berkualitas.
BAB III
METODE PENELITIAN
❖ Pendekatan penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif, penelitian ini bertujuan dapat memberikan gambaran secara terarah dan
jelas baik secara lisan maupun tulisan yang didapatkan dari hasil pengamatan
perilaku yang diamati secara sistematis yang berkaitan dengan objek penelitian
dengan memberikan data dan informasi yang akurat. Pada dasarnya penelitian
kualitatif merupakan penelitian yang memfokuskan pada fenomena-fenomena dan
kegiatan untuk mengetahui pandangan secara mendalam terhadap karakteristik
umum tentang fenomena yang terjadi dalam kehidupan masyarakat baik secara
individu maupun kelompok Dengan menggunakan pendekatan ini diharapkan
mampu memberikan pemahaman mengenai system pengendalian internal atas
aktiva tetap
3.1 Jenis penelitian
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, menurut disebut sebagai metode
interpretive karena data hasil penelitian lebih berkenaan dengan interprestasi
terhadap data yang ditentukan di lapangan. penelitian kualitatif adalah penelitian
yang menghasilkan dan mengolah data yang sifatnya deskriptif, seperti transkripsi
wawancara, catatan lapangan, gambar, foto rekaman video dan lain-lain.
Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang sifatnya
umum terhadap kenyataan sosial dari perspektif partisipan. Pemahaman tersebut
34
tidak ditentukan terlebih dahulu, tetapi didapat setelah melakukan analisis
terhadap kenyataan sosial yang menjadi fokus penelitian. Berdasarkan analisis
tersebut kemudian ditarik kesimpulan berupa pemahaman umum yang sifatnya
abstrak tentang kenyataan-kenyataan.
Penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang termasuk dalam
jenis penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap fakta,
keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan dan
menyuguhkan apa adanya.
3.2 Lokasi penelitian
Penelitian ini dilakukan pada Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa
Kabupaten Tapanuli tengah di komplek perkantoran pemerintahanKabupaten
Tapanuli tengah di jl Sutan singengu paruhuman pandan
3.3 Data yang diperlukan
Penelitian kualitatif dalam memperoleh data didapatkan melalui kata-kata
maupun tindakan. Sumber data merupakan salah satu proses dalam sebuah
penelitian, maka dari itu pengambilan sampel harus dilengkapi dengan adanya
penentuan subjek dan objek guna untuk dapat memudahkan peneliti dalam
melakukan proses penelitian. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini
didapatkan dengan data primer dan data [Link] dilihat dari cara
memperolehnya terdiri dari:
35
1) data primer
Data primer merupakan data maupun informasi yang langsung
diberikan kepada peneliti (pengumpul data) .Maka dari itu data primer
harus dilakukan langsung oleh peneliti tanpa melalui perantara orang
lain. Dalam penelitian ini data primer merupakan data yang didapatkan
langsung dari hasil wawancara dengan para pegawai di Dinas
Pemberdayaan Masyarakat Dan desa seperti: Kepala Dinas,Sekretaris
Dinas,bagian Pengurus barang dan para pegawai lainnya yang ada di
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Kabupaten Tapanuli
Tengah dengan forman yang telah ditentukan untuk mengetahui
informasi dan data yang berkaitan dengan aktiva tetap yang ada di
Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten tapanuli tengah
Data primer merupakan sumber data yang diperoleh secara langsung
dari sumber asli atau tanpa melalui media perantara
2) data sekunder
Data skunder yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu data yang
didapatkan dari berbagai dokumen atau buku yang disediakan oleh
Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten tapanuli tengah
peraturan perundang-undangan, jurnal penelitian yang telah dilakukan
sebelumnya yang dapat memberikan informasi terkait dengan sistem
pengendalian atas aktiva tetap di Dinas pemberdayaan massyarakat dan
desa Data sekunder merupakan data yang diperoleh penelitian secara
tidak langsung melalui media perantara atau diperoleh dan dicatat oleh
orang lain
36
3.4 Metode pengumpulan data
1. interview atau wawancara
Interview merupakan teknik pengumpulan data dalam metode survei
yang menggunakan pertanyaan secara lisan kepada subjek penelitian
proses pengumpulan data yang dilakukan secara langsung dengan cara
pengajuan pertanyaan kepada informan dan memfokuskan pada satu
permasalahan untuk mendapatkan informasi yang penting terkait
dengan data yang dibutuhkan dalam penelitian [Link] dari itu
wawancara dalam penelitian ini terstruktur dan di lakukan kepada
informan yang kompetengnya yaitu : Kepala Dinas, Sekretaris Dinas,
bagian Pengurus barang, dan para pegawai lainnya yang ada di Dinas
Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Kabupaten Tapanuli Tengah di
bidangnya dengan item pertanyaan: bagaimana penerapan
pengendalian internal terhadap Aktiva Tetap yang ada di Dinas
Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Kabupaten Tapanuli Tengah ?
sebagaimana itu akan menjadi informasi atau data yang akan membantu
peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini.
2. Observasi
Observasi merupakan pengamatan dan pencatatan yang sistematis
terhadap gejala gejala yang diteliti Observasi merupakan suatu teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara di sengaja dan
sistematis tentang fenomena sosial dengan melakukan pengamatan dan
pencatatan9 . Dalam penelitian ini peneliti langsung terjun ke lapangan
untuk melihat kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah kampung
37
dalam melakukan pengelolaan dana desa. Dengan melakukan observasi
peneliti akan menemukan dan mengumpulkan informasi yang berkaitan
dengan Aktiva tetap pada Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa
kabupaten tapanuli tengah
3. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan cara peristiwa yang sudah berlalu dokumen
bisa berbentuk lisan gambar dan karya-karya monumental dari
seseorang Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang
dilakukan dengan cara mengumpulkan berbagai pengetahuan baik itu
dari buku yang tersedia kabupaten tapanuli tengah maupun jurnal
penelitian yang dilakukan sebelumnya yang berkaitan dengan
permasalahan dalam penelitian ini. Kemudian data yang dapat
dikumpulkan dari buku laporan tahunan
BAB IV
PEMBAHASAN
PROFIL DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA
KABUPATEN TAPANULI TENGAH
A. Hasil Penelitian
4.1 Sejarah ringkas dinas pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten
tapanuli tengah
Dengan diberlakukannya peraturan pemerintah nomor 57 tahun 2007
tentang pemerintahan daerah nomor 02 tahun 2008 tentang organisasi dan tata
kerja dinas-dinas daerah kabupaten Tapanuli tengah maka dinas pemberdayaan
masyakat termasuk dalam suatu dalam suatu badan pemetetaan dan badan
koordinasi survey dan pemetaan nasional di kabupaten tapanuli tengah
Kabupaten Tapanuli tengah sebagai salah satu daerah otonomi di provinsi
Sumatera Utara memiliki sumber daya manusia yang cukup potensial untuk
menunjang pembangunan daerah dan wujudkan cita-cita otonomi daerah yaitu
memakmurkan atau mensejahterakan masyarakat lali sumber daya manusia yang
berpotensial di Kabupaten Tapanuli tengah maka Dinas pemberdayaan
masyarakat dan desa Kabupaten Tapanuli tengah dibentuk menjadi sebuah dinas
atau instansi pembina teknis untuk ikut serta dalam mewujudkan cita-cita tersebut
oleh karena itu Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa di Kabupaten Tapanuli
tengah harus menyusun rancangan strategis atau Renstra baru dengan membuat
visi misi tujuan dan sasaran kebijakan program maka untuk melaksanakan
mengukur setiap kegiatan harus mengacu pada rencana yang dibuat Dinas
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa adalah organisasi yang merupakan unsur
39
pelaksana otonomi daerah yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang
berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris
Daerah. Dinas Pemberdayaaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tapanuli Tengah
mempunyai tugas menyelenggarakan sebagian kewenangan daerah di bidang
pemberdayaan masyarakat dan desa meliputi pemberdayaan usaha ekonomi
pedesaaan dan pemberdayaan lembaga kemasyarakatan.
Pada tahun 2013 nama organisasi ini adalah Badan Pemberdayaan Masyarakat
Desa dan Perempuan Kabupaten Tapanuli Tengah. Setalah diberlakukannya
Peraturan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah Nomor 10 Tahun 2016 tentang
Pembentukan Perangkat Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, maka pada tanggal
01 Januari 2017 organisasi ini menjadi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
Kabupaten Tapanuli Tengah.
4.2 Visi dari dinas pemeberdayaan masyarakat dan desa
Terwujudnya otonomi desa/ kelurahan dan keberdayaan masyarakat yang
partisipatif di kabupaten tapanuli tengah Visi tersebut mencerminkan kondisi
obyektif tentang Otonomi Desa, Keberadaan Masyarakat dan Partisipatif
Masyarakat dalam perjalanan 5(lima) tahun kedepan Dinas Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa Provsu yang disinergikan dalam suatusistem menuju arah
kebijakan program dan kegiatan yang utuh, yaitu :
1. Otonomi Desa, merupakan salah satu tujuan yang akan dicapai yaitu
terwujudnya suatu tatanan pemantapan kerangka aturan / regulasi ;
pemantapan kelembagaan pemerintahan Desa; Pemantapan Pengelolaan
Keuangan Desa; Pemantapan administrasi Pemerintahan Desa;
40
Pengembangan kapasitas Pemerintahan Desa; dan pembinaan dan
pengawasan Penyelenggaran Pemerintahan Desa termasuk sistem
penyelenggaraan pemerintahan desa kearah yang lebih demokratis;
2. Keberdayaan Masyarakat, merupakan upaya mengembangkan kemampuan
dan kemandirian masyarakat dalam seluruh aspek kehidupan meliputi
aspek ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup perdesaan dan politik,
sehingga secara bertahap masyarakat mampu membangun diri dan
lingkungannya .
3. Partisipatif Masyarakat, merupakan peran aktif masyarakat dalam proses
perencanaan, pelaksanaan, pembiayaan, pemanfaatan, pemeliharaan dan
pengembangan hasil pembangunan.
4.3 Misi dari dinas pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten tapanuli
tengah
Sedangkan Misi yang tertuang dalam Renstra Dinas Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa kabupaten tapanuli tengah 2013-2017, didasari oleh isu-isu
strategis dan penjabaran Visi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
kabupaten tapanuli tengah sebagai wujud citacita penggerak perubahan dalam
Penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan serta
Pemberdayaan Masyarakat ke arah yang lebih baik, sehingga diambil suatu
kebijaksanaan dalam ketetapan Pemerintah kabupaten tapanuli tengah guna
memfasilitasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan
Masyarakat, antara lain :
41
1. Memantapkan penyelenggaraan pemerintahan Desa dan Kelurahan;
2. Mengembangkan kelembagaan dan partisipasi masyarakat serta
memantapkan program nasional pemberdayaan masyarakat Mandiri
Perdesaan (PNPM-MP);
3. Memantapkan kehidupan sosial budaya masyarakat;
4. Pengembangan usaha ekonomi masyarakat; dan Meningkatkan
pemanfaatan sumberdaya alam dan pendaya gunaan teknologi tepat guna
yang berwawasan lingkungan perdesaan.
4.4 Tujuan dari dinas pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten
tapanuli tengah
1. Menjamin terjadinya konsistensi integrasi sinkronisasi dan sinergi rencana
program dengan instansi terkait
2. Meningkatkan motivasi dan kemampuan aparat memberikan
pelayananyang baik transparan dan profesional kepada masyarakat
3. Meningkatnya efisiensi ketepatan waktu dan kelancaran pelaksanaan tugas
pokok dan fungsi
4. Meningkatnya akurasi pelayanan informasi kepada masyarakat dan
kematangan rumusan rencana dan program pembinaan dan pengembangan
5. Mitigasi bencana alam geologi bagi keselamatan masyarakat dan potensi
ekonomi
6. Meningkatnya pemanfaatan yang berkelanjutan terhadap potensi sumber
daya manusia
7. Meningkatnya pengusahaan sumber daya manusia yang berwawasan
tinggi
42
8. Meningkatkan ketersediaan pelayanan bagi masyarakat dan desa di
Kabupaten Tapanuli tengah
4.5 Landasan Hukumn dinas pemberdayaan masyarakat dan desa
kabupaten tapanuli tengah
Landasan normatif sebagai kerangka dasar hukum dalam penyusunan
Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD) lima tahun
kedepan 2016-2021 sebagai berikut :
1. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Repulik Indonesia Nomor
4421);
2. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005 – 2025 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara
Repulik Indonesia Nomor 4700);
3. Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara
Repulik Indonesia Nomor 5495)
4. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244,
Tambahan Lembaran Negara Repulik Indonesia Nomor 5587)
sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-undang
Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang
43
Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara
Repulik Indonesia Nomor 5879);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja
Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 45,
Tambahan Lembaran Negara Repulik Indonesia Nomor 4385);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 123,
Tambahan Lembaran Negara Repulik Indonesia Nomor 5539)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun
2015 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 101)
7. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015 – 2019 (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 3);
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2015 tentang Rencana
Strategis Kementerian Dalam Negeri Tahun 2015 – 2019 (Berita Negara
Tahun 2015 Nomor 976);
9. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi Nomor 15 Tahun 2015 tentang Rencana Strategis
Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi Tahun 2015 – 2019 (Berita
Negara Tahun 2015 Nomor 299);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
44
Nomor 140 , Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4578;
11. Peraturan Pemerintah nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan
dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota;
4.6 Struktur Organisasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa
Kabupaten Tapanuli Tengah
Berdasarkan Peraturan Bupati Tapanuli Tengah Nomor 23 Tahun 2016
tanggal 29 Desember 2016 tentang Susunan Nomenklatur Satuan Kerja
Perangkat Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, Dinas Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan tipe
organisasi
45
Struktur Organisasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten
Tapanuli Tengah
KEPALA DINAS
Hendry haluka sitinjak Stp
SEKRETARIS.
[Link] ,St
FUNGSIONAL
KASUBBAG UMUM DAN KASUBBAG KEPEGAWAIAN,
KEPEGAWAIAN KEUANGAN DAN PROGRAM
Maseridani harahap [Link] butar ,SA
BID. UEM & PEMBANGUNAN
SARANA BID. KEL &
BID. PMD
PENGEMBANGAN SOSIAL
Manuturi siregar DASAR Mariati simanullang ,SE
SEKSI PENGUATAN KASI. PEMBERDAYAAN
KASI Usaha Ekonomi Mikro KELEMBAGAAN MASYARAKAT
Poltak situmeang ,ST Lamsanuddin hutaurauk
[Link]
KASI PEMBANGUNAN SARANA &
PRASARANA
KASI PENGUATAN KASI.
KELEMBAGAAN PEMBERDAYAAN
DESA
UNIT PELAKSANA TEKNIS
Sumber :Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten tapanuli tengah
2020
46
4.6 Tugas Pokok dan Fungsi
Berdasarkan Peraturan Bupati Tapanuli Tengah Nomor 18 Tahun 2017
tentang Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan
Desa , maka organisasi ini mempunyai fungsi :
a. Penyusunan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan
desa.
b. Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dan desa.
c. Menyelenggarakan upaya-upaya pengembangan masyarakat desa dan
pengembangan lembaga desa.
d. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat
desa.
b. Menyiapkan bahan dalam rangka perumusan kebijakan terhadap
pemberdayaan masyarakat desa dan pengembangan lembaga desa.
c. Menyelengarakan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat desa dan
pengembangan lembaga desa.
d. Melakukan evaluasi atas hasil penyelenggaraan upaya pemberdayaan
masyarakat desa dan pengembangan lembaga desa.
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas dan
fungsinya.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa terdiri dari Kepala Dinas,
Sekretaris, Kepala Bidang, Kepala Sub Bagian dan Kepala Seksi, dengan tugas
pokok dan fungsi sebagai berikut :
47
a. Kepala Dinas
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa mempunyai
Tugas Pokok membantu Bupati dalam penyelenggaraan Bidang
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang menjadi wewenang Daerah,
dengan menyelenggarakan fungsi :
1) Memimpin dan mengkoordinasikan kegiatan Dinas Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa.
2) Merumuskan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis sebagai
dasar pelaksanaan tugas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
3) Menetapkan Program Kerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan
Desa sesuai dengan rencana strategis Pemerintah Kabupaten
Tapanuli Tengah.
4) Melakukan pemberdayaan masyarakat dan desa.
5) Melakukan koordinasi dan menjalin kerja sama dengan instansi dan
unit kerja terkait dalam rangka menunjang kelancaran tugas Dinas
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
6) Melaksanakan evaluasi dan pengawasan atas pelaksanaan program
bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
7) Mengendalikan dan mengarahkan pelaksanaan tugas Sekretaris,
Kepala Bidang, Kepala Sub Bagian, dan Kepala Seksi dan lainnya.
8) Mengoreksi dan menandatangani surat-surat serta memaraf surat-
surat untuk ditandatangani Bupati.
48
9) Merumuskan kebijakan dan solusi pemecahan terhadap masalah-
masalah pelaksanaan tugas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan
Desa
10) Memberikan saran pertimbangan kepada Bupati tentang kebijakan di
bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
11) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Bupati.
b. Sekretaris
Sekretaris mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis tata
administrasi yang meliputi umum dan kepegawaian, keuangan dan
program, humas dan kerumahtanggaan kepada seluruh satuan organisasi
dilingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dengan
menyelenggarakan fungsi :
1) Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan,
petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis serta bahan-bahan lainnya
yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas Sekretaris Dinas
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
2) Menyusun langkah-langkah kerja/kegiatan Sekretaris sesuai dengan
rencana kerja yang telah ditetapkan.
3) Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas Sekretaris dengan bidang-
bidang lainnya.
4) Melakukan pembinaan dan bimbingan terhadap pelaksanaan tugas
staf Sekretariat.
5) Meneruskan proses administrasi surat menyurat kepada Kepala
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
49
6) Pelaksanaan tugas-tugas ketatausahaan dan tata laksana serta rumah
tangga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
7) Mengkoordinasikan penyusunan anggaran Dinas Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa.
8) Mengkoordinasikan penyusunan rencana dan program kerja tahunan
dilingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
9) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Kepala Dinas
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Sekretariat terdiri dari :
1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Uraian tugas Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian adalah :
a) Membantu Sekretaris dalam melaksanakan pelayanan teknis
administrasi umum, perlengkapan, dan kepegawaian serta
hubungan kemasyarakatan.
b) Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan,
petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis serta bahan-bahan
lainnya yang berhubungan dengan administrasi umum,
kepegawaian dan perlengkapan.
c) Menyusun langkah-langkah kerja/kegiatan Sub Bagian Umum
dan Kepegawaian sesuai dengan rencana kerja yang ditetapkan.
d) Mengarsipkan dan memelihara dokumen administrasi
umum,perlengkapan, dan kepegawaian dalam berbagai bentuk
sesuai dengan keperluannya.
50
e) Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas Sub bagian umum dan
kepegawaian dengan Sub bagian keuangan dan program dalam
lingkup tata usaha.
f) Menyiapkan konsep-konsep surat dinas.
g) Meneruskan proses administrasi surat-menyurat kepada
Sekretaris.
h) Melaksanakan tugas teknis urusan perlengkapan dan inventaris
barang serta kebutuhan rumah tangga dinas pemberdayaan
masyarakat dan desa.
i) Memberikan pelayanan teknis administrasi kepegawaian.
j) Melaksanakan urusan pelayanan penerbitan surat kenaikan
gaji berkala.
k) Mengarahkan pelaksanaan tugas staf administrasi Sub bagian
umum dan kepegawaian.
l) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Sekretaris.
2) Sub Bagian Keuangan dan Program
Uraian tugas Kepala Sub Bagian Keuangan dan Program adalah :
a) Membantu Sekretaris dalam melaksanakan pelayanan teknis tata
administrasi tentang keuangan dan program.
b) Menghimpun dan mempelajari Peraturan Perundang –
undangan, petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis serta
bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan pedoman
pelaksanaan tugas Sub Bagian Keuangan dan program.
51
c) Mengarsipkan dan memelihara dokumen administrasi Sub
bagian keuangan dan program dalam berbagai bentuk sesuai
dengan keperluannya.
d) Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas Sub bagian keuangan
dan program dengan Sub bagian umum dan kepegawaian dalam
lingkup tata usaha.
e) Mengumpulkan bahan dan mempersiapkan penyusunan RKA
dan DPA.
f) Mengkoordinasikan teknis administrasi keuangan sesuai
petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis kepada Bendahara.
g) Mengkoordinasikan penyusunan rencana anggaran belanja rutin
dan pembangunan untuk program tahun berikutnya.
h) Mengarahkan pelaksanaan tugas Staf Sub bagian keuangan dan
program sesuai dengan pedoman kerja.
i) Menghimpun dan mempelajari permasalahan pelaksanaan
tugas serta mempersiapkan saran pertimbangan pemecahan
masalah kepada Sekretaris.
j) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Sekretaris.
c. Kepala Bidang Usaha Ekonomi Masyarakat dan Pembangunan
Sarana dan Prasarana Desa
Kepala Bidang Usaha Ekonomi Masyarakat dan Pembangunan
Sarana dan Prasarana Desa mempunyai tugas membantu Kepala Dinas
dalam melaksanakan tugas dibidang ekonomi masyarakat dan
52
pembangunan sarana dan prasarana desa, dengan menyelenggarakan
fungsi :
1) Menghimpun dan mempelajari Peraturan Perundang-undangan,
Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis serta bahan-bahan
lainnya yang berhubungan dengan pedoman pelaksanaan tugas
bidang Usaha Ekonomi Masyarakat dan Pengembangan Sarana dan
Prasarana Desa.
2) Merumuskan langkah-langkah kerja/kegiatan Bidang Usaha
Ekonomi Masyarakat dan Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa
sesuai dengan rencana kerja yang ditetapkan.
3) Menghimpun dan menganalisa data administrasi dalam berbagai
bentuk sesuai dengan keperluannya.
4) Pelaksanaan pembinaan dan bimbingan kepada masyarakat terhadap
kelompok usaha ekonomi masyarakat dalam rangka meningkatkan
produksi dan pemasaran.
5) Pelaksanaan identifikasi usaha-usaha ekonomi masyarakat.
6) Pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas bidang
pengembangan perekonomian.
7) Pembuatan laporan pelaksanaan tugas bidang pengembangan
perekonomian.
8) Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penyaluran dan
pendayagunaan dan pengkajian teknologi tepat guna.
9) Melaksanakan fasilitasi pemeliharaan prasarana dan sarana
perdesaan.
53
10) Melaksanakan fasilitasi pembangunan partisipatif prasarana dan
sarana desa.
11) Melaksanakan pembinaan, pengawasan dan supervisi pemeliharaan
prasarana dan sarana perdesaan.
12) Melaksanakan identifikasi kebutuhan prasarana dan sarana
perdesaan.
13) Melaksanakan fasilitasi peningkatan peran masyarakat dalam
penataan dan pendayagunaan ruang kawasan perdesaan.
14) Pelaksanaan pembinaan dan fasilitasi terhadap pengelolaan pasar
desa dan lumbung desa.
15) Pelaksanaan pembinaan dan fasilitasi berbagai kemungkinan
pengembangan bantuan kepada masyarakat desa baik permodalan,
tempat usaha dan bantuan ekonomi lainnya.
16) Menganalisa hasil pelaksanaan tugas staf untuk bahan peningkatan
kinerja.
17) Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas Bidang Usaha Ekonomi
Masyarakat dan Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa dengan
bidang - bidang lainnya.
18) Menghimpun dan menganalisa permasalahan pelaksanaan tugas serta
mempersiapkan saran pertimbangan pemecahan masalah kepada
Kepala Dinas.
19) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Kepala Dinas.
Bidang Usaha Ekonomi Masyarakat dan Pembangunan Sarana dan
Prasarana Desa, terdiri dari :
54
1) Seksi Usaha Ekonomi Masyarakat
Uraian tugas Kepala Seksi Usaha Ekonomi Masyarakat adalah :
a) Menghimpun dan mempelajari Peraturan Perundang-undangan,
Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis serta bahan-bahan
lainnya yang berhubungan dengan pedoman pelaksanaan tugas
Seksi Usaha Ekonomi Masyarakat.
b) Merumuskan langkah-langkah kerja/kegiatan Seksi Usaha
Ekonomi Masyarakat sesuai dengan rencana kerja yang
ditetapkan.
c) Menghimpun dan menganalisa data administrasi dalam berbagai
bentuk sesuai dengan keperluannya.
d) Menyusun petunjuk teknis dalam pelaksanaan peningkatan
produksi dan pemasaran.
e) memberikan bimbingan kepada masyarakat dalam rangka
peningkatan produksi khususnya industri rumah tangga dan
kelompok masyarakat.
f) Mengembangkan sistem informasi pemasaran hasil usaha
ekonomi desa .
g) Melakukan pembinaan, pengembangan, dan pelatihan
kewirausahaan agrobisnis bagi petani dan nelayan.
h) Mengembangkan penyertaan modal dan pengguliran untuk
usaha-usaha ekonomi masyarakat.
i) Mengadakan pemantauan dan evaluasi terhadap hasil dan
kualitas produksi.
55
j) Menyusun petunjuk teknis dalam rangka pembinaan usaha
ekonomi keluarga dan masyarakat.
k) Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan kepada kelompok
usaha ekonomi masyarakat,lembaga adat, Pemberdayaan
Kesejahteraan Keluarga dalam rangka meningkatkan produksi
dan pemasaran.
l) Mengadakan bimbingan dalam rangka mengembangkan dan
meningkatkan kualitas pengelolaan usaha ekonomi keluarga dan
masyarakat.
m) Melakukan identifikasi dan inventarisasi jenis-jenis usaha
informal di desa.
n) Melakukan pembinaan terhadap kelompok-kelompok
masyarakat pengelola usaha ekonomi dalam rangka
pengembangan usaha informal.
o) Menyiapkan bahan koordinasi lintas sektoral terkait dalam
rangka kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES)
dan swasta untuk mewujudkan dan mengembangkan usaha-
usaha informal di desa.
p) Mengadakan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan
usaha ekonomi keluarga dan masyarakat.
q) Pelaksanaan, pembinaan dan fasilitasi serta pengelolaan pasar
desa dan lumbung desa.
56
r) Pelaksanaan pembinaan dan fasilitasi berbagai kemungkinan
pengembangan bantuan kepada masyarakat desa baik
permodalan, tempat usaha dan bantuan lainnya.
s) Menganalisa hasil pelaksanaan tugas staf untuk bahan
peningkatan kinerja.
t) Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas Seksi Usaha Ekonomi
Masyarakat dengan Seksi-seksi lainnya.
u) Menghimpun dan menganalisa permasalahan pelaksanaan tugas
serta mempersiapkan saran pertimbangan pemecahan masalah
kepada Kepala Bidang.
v) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Atasan.
2). Seksi Pembangunan Sarana dan Prasarana
Uraian tugas pokok Kepala Seksi Pembangunan Sarana dan Prasarana
adalah.
a) Menghimpun dan mempelajari Peraturan Perundang-undangan,
Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis serta bahan-bahan
lainnya yang berhubungan dengan pedoman pelaksanaan tugas
Seksi Pembangunan Sarana dan Prasarana.
b) Merumuskan langkah-langkah kerja/kegiatan Seksi
Pembangunan Sarana dan Prasarana sesuai dengan rencana kerja
yang ditetapkan.
c) Menghimpun dan menganalisa data administrasi dalam berbagai
bentuk sesuai dengan keperluannya.
57
d) Melaksanakan fasilitasi pemeliharaan prasarana dan sarana
perdesaan.
e) Membantu melaksanakan fasilitasi pembangunan partisipatif
prasarana dan sarana desa.
f) Membantu melaksanakan pembinaan, pengawasan dan supervisi
pemeliharaan prasarana dan sarana perdesaan.
g) Membantu melaksanakan identifikasi kebutuhan prasarana dan
sarana perdesaan.
h) Membantu melaksanakan fasilitasi peningkatan peran
masyarakat dalam penataan dan pendayagunaan ruang kawasan
perdesaan.
i) Menganalisa hasil pelaksanaan tugas staf untuk bahan
peningkatan kinerja.
j) Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas Seksi Pembangunan
Sarana dan Prasarana dengan Seksi-seksi lainnya.
k) Menghimpun dan menganalisa permasalahan pelaksanaan tugas
serta mempersiapkan saran pertimbangan pemecahan masalah
kepada Kepala Bidang.
l) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Atasan.
d. Kepala Bidang Kelembagaan dan Pelayanan Sosial Dasar
Kepala Bidang Kelembagaan dan Pelayanan Sosial Dasar
mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan tugas
dibidang kelembagaan dan pelayan sosial dasar, dengan
menyelenggarakan fungsi:
58
1) Menghimpun dan mempelajari Peraturan Perundang-undangan,
Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis serta bahan-bahan
lainnya yang berhubungan dengan pedoman pelaksanaan tugas
bidang kelembagaan dan pelayanan sosial dasar.
2) Merumuskan langkah-langkah kerja/kegiatan Bidang Kelembagaan
dan Pelayanan Sosial Dasar sesuai dengan rencana kerja yang
ditetapkan.
3) Menghimpun dan menganalisa data administrasi dalam berbagai
bentuk sesuai dengan keperluannya.
4) Menyiapkan bahan rumusan kebijakan, norma, kriteria, standar
pedoman, prosedur di bidang kelembagaan dan pelayan sosial dasar.
5) Menyiapkan bahan dan melakukan pembinaan pelaksanaan kegiatan
penguatan kelembagaan masyarakat, pemberdayaan lembaga adat,
pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK), pelayanan sosial
dasar.
6) Menyiapkan bahan dan melakukan koordinasi pelaksanaan kegiatan
penyelenggaraan, penguatan kelembagaan masyarakat,
pemberdayaan lembaga adat, pemberdayaan kesejahteraan keluarga ,
peningkatan kesejahteraan sosial dengan unit kerja terkait.
7) Pemberdayaan, pelestarian dan pengembangan lembaga adat dan
budaya.
8) Memberdayakan lembaga masyarakat (LPM) .
9) Memberdayakan kesejahteraan keluarga .
10) Memberdayaan kader posyandu desa .
59
11) Menganalisa hasil pelaksanaan tugas staf untuk bahan peningkatan
kinerja.
12) Menghimpun dan menganalisa permasalahan pelaksanaan tugas serta
mempersiapkan saran pertimbangan pemecahan masalah kepada
Kepala Bidang.
13) Meningkatkan pelayanan sosial dasar.
14) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Kepala Dinas.
Bidang Kelembagaan dan Pelayanan Sosial Dasar, terdiri dari :
1). Seksi Penguatan Kelembagaan.
Uraian tugas Kepala Seksi Penguatan Kelembagaan, adalah .
a. Menghimpun dan mempelajari Peraturan Perundang-undangan, Petunjuk
Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis serta bahan-bahan lainnya yang
berhubungan dengan pedoman pelaksanaan tugas Seksi Penguatan
Kelembagaan.
b. Merumuskan langkah-langkah kerja/kegiatan Seksi Penguatan
Kelembagaan sesuai dengan rencana kerja yang ditetapkan.
c. Menghimpun dan menganalisa data administrasi dalam berbagai bentuk
sesuai dengan keperluannya.
d. Menyiapkan bahan penyusunan rencana dan program mengenai penguatan
kelembagaan.
e. Menyiapkan bahan penyusunan petunjuk teknis mengenai penguatan
kelembagaan.
f. Menyiapkan bahan bimbingan teknis mengenai Penguatan Kelembagaan.
g. Menyiapkan bahan sosialisasi Penguatan Kelembagaan.
60
h. Menyiapkan dan mengolah data, informasi Penguatan Kelembagaan.
i. Menyiapkan bahan pemberdayaan kader posyandu.
j. Menganalisa hasil pelaksanaan tugas staf untuk bahan peningkatan kinerja.
2). Seksi Pengembangan Sosial Dasar
Uraian tugas pokok Kepala Seksi Pengembangan Sosial Dasar adalah:
a. Menghimpun dan mempelajari Peraturan Perundang-undangan, Petunjuk
Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis serta bahan-bahan lainnya yang
berhubungan dengan pedoman pelaksanaan tugas Seksi pengembangan
Sosial Dasar.
b. Merumuskan langkah-langkah kerja/kegiatan Seksi Pengembangan Sosial
Dasar sesuai dengan rencana kerja yang ditetapkan.
c. Menghimpun dan menganalisa data administrasi dalam berbagai bentuk
sesuai dengan keperluannya.
d. Melaksanakan penyusunan kebijakan, pembinaan, pengembangan sosial
dasar.
e. Menyusun pedoman teknis pembinaan, pengembangan dan pelestarian
sosial dasar.
f. Meningkatkan ketahanan sosial budaya masyarakat.
g. Melaksanakan koordinasi dan fasilitasi kegiatan pembinaan,
pengembangan sosial dasar.
h. Menganalisa hasil pelaksanaan tugas staf untuk bahan peningkatan kinerja.
i. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas Seksi Pengembangan Sosial Dasar
dengan Seksi-seksi lainnya.
61
e. Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa mempunyai
tugas membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan tugas dibidang
pemberdayaan masyarakat dan desa, dengan menyelenggarakan fungsi :
1) Menghimpun dan mempelajari Peraturan Perundang-undangan,
Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis serta bahan-bahan
lainnya yang berhubungan dengan pedoman pelaksanaan tugas
bidang pemberdayaan masyarakat dan desa.
2) Merumuskan langkah-langkah kerja/kegiatan Bidang Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa sesuai dengan rencana kerja yang ditetapkan
3) Menghimpun dan menganalisa data administrasi dalam berbagai
bentuk sesuai dengan keperluannya.
4) Menyiapkan bahan rumusan kebijakan, norma, kriteria, standar
pedoman, prosedur di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa.
5) Melaksanakan pekerjaan dan kegiatan penyediaan dukungan
kerjasama pada bidang pemberdayaan masyarakat dan desa.
6) Melaksanakan pendataan dan pelaporan penduduk miskin
7) Melaksanakan pemetaan kemiskinan.
8) Melaksanakan koordinasi dan fasilitasi kegiatan pembinaan,
pengembangan masyarakat.
9) Melaksanakan koordinasi dan fasilitasi kegiatan pembinaan
pemerintahan desa.
10) Menganalisa hasil pelaksanaan tugas staf untuk bahan peningkatan
kinerja.
62
11) Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas Bidang Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa dengan Bidang - bidang lainnya.
12) Menghimpun dan menganalisa permasalahan pelaksanaan tugas serta
mempersiapkan saran pertimbangan pemecahan masalah kepada
Kepala Bidang.
13) Meningkatan kualitas hidup kelompok pemberdayaan kesejahteraan
keluarga (PKK) yang berperan sebagai motivator dalam
memberdayakan masyarakat melalui kegiatan pembinaan dan
pelatihan.
14) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.
Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, terdiri dari :
1) Seksi Pemberdayaan Masyarakat.
Uraian tugas pokok Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat adalah :
a. Menghimpun dan mempelajari Peraturan Perundang-undangan, Petunjuk
Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis serta bahan-bahan lainnya yang
berhubungan dengan pedoman pelaksanaan tugas Seksi Pemberdayaan
Masyarakat.
b. Merumuskan langkah-langkah kerja/kegiatan Pemberdayaan Masyarakat
sesuai dengan rencana kerja yang ditetapkan.
c. Melaksanakan pengumpulan data, analisa dan evaluasi program
pemberdayaan desa.
d. Membantu melaksanakan pekerjaan dan kegiatan penyediaan dukungan
kerjasama mengenai pemberdayaan masyarakat .
63
e. Memfasilitasi dan ikut serta dalam perencanaan pembangunan di
desa/kelurahan serta kegiatan pemberdayaan masyarakat.
f. Memfasilitasi pelaksanaan kerjasama antar lembaga masyarakat desa.
g. Melakukan evaluasi dan monitoring dalam berbagai bentuk sesuai dengan
keperluannya serta pelaporan dalam rangka pelaksanaan pengembangan
masyarakat desa.
h. Melaksanakan perlombaan yang bersifat pemberdayaan desa .
i. Mengumpulkan dan menganalisa hasil pelaksanaan tugas staf untuk bahan
peningkatan kinerja.
j. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kegiatan pelaksanaan
pengembangan pemberdayaan masyarakat.
k. Melaksanakan koordinasi kegiatan pelaksanaan tugas seksi pemberdayaan
masyakarat dengan seksi-seksi lainnya.
l. Menghimpun dan menganalisa permasalahan pelaksanaan tugas serta
mempersiapkan saran pertimbangan pemecahan masalah kepada Kepala
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa.
m. Meningkatkan kualitas hidup kelompok pemberdayaan kesejahteraan
keluarga yang berperan sebagai motivator dalam memberdayakan
masyarakat melalui kegiatan pembinaan dan pelatihan.
n. Melaksanakan pedoman dan pengelolaan keuangan dan aset desa.
2) Seksi Pemberdayaan Desa
Uraian tugas pokok Kepala Seksi Pemberdayaan Desa adalah.
a) Menghimpun dan mempelajari Peraturan Perundang-undangan,
Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis serta bahan-bahan
64
lainnya yang berhubungan dengan pedoman pelaksanaan tugas
Seksi Pemberdayaan Desa.
b) Merumuskan langkah-langkah kerja/kegiatan Pemberdayaan Desa
sesuai dengan rencana kerja yang ditetapkan.
c) Menghimpun dan menganalisa data administrasi dalam berbagai
bentuk sesuai dengan keperluannya.
d) Membantu melaksanakan pekerjaan dan kegiatan penyediaan
dukungan kerjasama pada bidang pemberdayaan Desa .
e) Melaksanakan identifikasi potensi desa tertinggal.
f) Membantu melaksanakan pemetaan desa tertinggal.
g) Melaksanakan fasilitasi pemberdayaan desa tertinggal.
h) Menganalisa hasil pelaksanaan tugas staf untuk bahan
peningkatan kinerja.
4.7 Kinerja Pelayanan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
Berdasarkan PERDA Nomor 13 Tahun 2016 Dinas Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tapanuli tengah mempunyai tugas,
fungsi dan struktur organisasi yang sangat strategis dalam penyelenggaraan
pemerintahan Daerah, yaitu :
1. Perumusan kebijakan teknis dibidang pemberdayaan masyarakat,
pemerintahan desa.
2. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di
bidang pemberdayaan masyarakat, pemerintahan desa.
3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang pemberdayaan masyarakat
pemerintahan desa serta kesekretariatan Dinas.
65
Tugas Pokok dan fungsi yang dikemukakan diatas dapat digambarkan bahwa
pelayanan yang dilaksanakan pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
Kabupaten Luwu Utara secara umum meliputi :
1) Pelayanan dalam bidang pemerintahan desa.
2) Pelayanan dalam bidang kelembagaan desa, termasuk kelembagaan
masyarakat.
3) Pelayanan dalam bidang pemberdayaan masyarakat pedesaan.
4) Dan pelayanan dalam bidang peningkatan partisipasi masyarakat.
5) Pelayanan dalam bidang usaha ekonomi
4.8 Rencana Program Dan Kegiatan
Adapun yang menjadi rencana program dan rencana kegiatan Dinas
pemberdayaan masyarakat dan desa Tapanuli tengah untuk rencana tahun 2020-
2021 adalah:
1. Program
Landasan penetapan program kerja rutin dan pembangunan adalah dengan :
a. Memperhatikan dan mengevaluasi kepentingan masing-masing
bidang
b. Memperhatikan program kerja pemerintah Kabupaten Tapanuli
tengah
c. Mempertimbangkan keadaan masa lampau kini dan masa yang
akan datang
d. Memperhatikan skala prioritas yang menunjang visi dan misi
susunan program kerja tahun 2020-2021 yaitu:
66
e. Pelayanan administrasi perkantoran
f. Peningkatan sarana dan prasarana aparatur
g. Peningkatan disiplin aparatur
h. Peningkatan kapasitas sumber daya aparatur
i. Peningkatan pengembangan disiplin pelaporan capaian kinerja dan
keuangan
j. Pembinaan dan pengawasan bidang pemberdayaan masyarakat dan
desa
k. Pembinaan dan pengawasan bidang ekonomi masyarakat
l. Pembinaan dan pengembangan bidang kelembagaan pelayanan
sosial dasar
m. Pengawasan penerbitan kegiatan di bidang pemberdayaan
masyarakat dan desa
n. Pengembangan informasi
2. Kegiatan
Berikut ini dapat di lihat rincian kegiatan yang akan dilaksanakan selama
lima tahun sesuai dengan program yang telah ditetapkan :
a. Pelayanan administrasi perkantoran
a. Penyediaan jasa surat-menyurat
b. Penyediaan jasa komunikasi
c. Penyediaan jasa jaminan pemeliharaan kesehatan aparatur
d. Penyediaan jasa kebersihan kantor
e. Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja
f. Penyediaan alat tulis kantor
67
g. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan
h. Penyediaan komponen instalasi atau penerangan bangunan
i. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan
j. Rapat rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah
k. Rapat rapat koordinasi jasa non PNS
l. Penyediaan honor pejabat pengelola keuangan dan aset daerah
b. Peningkatan sarana dan prasarana aparatur
a. Pemeliharaan rutin atau berkala perlengkapan gedung kantor
b. Pemeliharaan rutin atau berkala peralatan kantor
Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas atau
operasional
c. Pengadaan peralatan
c. Peningkatan disiplin aparatur
1. Pengadaan pakaian kerja
[Link] pakaian khusus hari-hari tertentu
d. Peningkatan kapasitas sumber daya aparatur
a. Pendidikan dan pelatihan formal sumber daya manusia
b. Sosialisasi peraturan perundang-undangan
c. Bimbingan teknis dan implementasi peraturan perundang-
undangan
e. Peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan
a. Penyusunan laporan kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja
b. Penyusunan laporan keuangan akhir tahun
f. Pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan
68
a. Regulasi bidang pemberdayaan masyarakat dan desa
b. Buka monitoring pengendalian dan pengawasan kegiatan aparatur
4.9 Pembahasan hasil Penlitian
[Link]-jenis aktiva tetap di dinas PMD kabupaten tapanuli tengah menurut
hasi observasi
Persediaan aktiva yang terdapat pada dinas PMD kabupaten tapanuli
tengah ada tiga jenis aset pada laporan rekapitulasi kartu inventaris barang
per 31 desember 2020 Rp.[Link] adapun jenis barangnya yaitu:
TABEL 1.1
DAFTAR ASET DI DINAS PMD TAP-TENG
PER 31 DESEMBER 2021
No Nama aset tetap Keterangan
1 Peralatan dan mesin Rp [Link]
2 Tanah Rp 489.189.000
3 Bangunan Rp 31.266.000
Jumlah Rp [Link]
Sumber :DPMD [Link]-teng
Adapun macam-macam aset yang tertera di atas adalah:
1. *Jenis peralatan : alat tulis kantor ( kartu HVS, Maps ,Map plastic,
Amplop coklat, Amplop putih,Map batik, Bolpoint, Stabilo
warna,spidol warna,hekter)
*Jenis peralatan listrik : Bola lampu, Kabel listrik, Stop kontak
69
*Jenis peralatan kebersihan : Sapu, Kain pel, Tisu, Sapu Lidi,
Seerokan plastic, Pembersih kaca
2. Jenis mesin : portable generating set,
3. Jenis barang cetakan : Kop surat, Cetak Map berlogo, Cetak amplop
berlogo
4. Suku Cadang : Oli mesin, oli filter, oli gerdang, Saringan, Solar,
5. Alat transportasi : Sepeda motor, Mini bus ( penumpang 14 orang)
6. Alat listrik : A.C split, Televisi, Loudspeaker, Sound system,
WIreles, Microphone, Camera, Dispenser, Laptop, Komputer,
Server, Router,Hub, Proyektor,
7. Perlengkapan : Kursi kayu, Meja Kayu, Lemari kayu,Bangku
tunggu, Kursi putar,Alat penghancur kertas, Fillling cabinet besi,
Mesin absensi, Kursi rapat, Kursi fiber plastic,Meja ½ biro
[Link] & Bangunan
2. Penerapan unsur-unsur sistem pengendalian intern di dinas PMD
kabupaten tapanuli tengah
A. Sistem pengendalian intern
Pengendalian merupakan proses kebijakan yang di buat di dinas PMD sebagi
prosedur yang yang dijalankann untuk memberikan keyakinan memadai mengenai
keandalan pelaporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku,
efektivitas dan efisiensi operasi, serta menjaga aktivadi dinas PMD kabupaten
tapanuli tengah berikut merupakan uraian hasil penelitian penulis tentang unsur-
70
unsur sistem pengendalian intern kepada: Kepala dinas, Sekretaris
dinas,bendahara, bagian pengurus barang,dan para pegawai lainnya
1. Lingkungan pengendalian
Pada aspek ini ligkungan pengendalian intern mencakup sikap para atasan
(Kepala dinas) dan karyawan terhadap pentingnya pengendalian intern
yang ada di organisasi tersebut. Untuk menelusuri aspek ini peneliti
melakukan penelitian di Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa
kabupaten tapanuli tengah dan dari hasil penelitian menjelaskan bahwa
lingkungan instansi Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten
tapanuli tengah memiliki iklim yang kondiktif karena karyawan memiliki
visi dan tujuan yang sama yaitu ingin mencapai visi dan misi dinas PMD
sebagaimana untuk mensejahterakan masyarakat dengan melakukan
peningkatan kualitas SDM dan pengendalian internal aktiva tetap di dinas
PMD kabupaten tapanuli tengah berdasarkan hasil penelitian yang di
lakukan oleh penulis dapat diperoleh pemahaman bahwa lingkungan
pengendalian adalah kondisi organisasi yang kondiksif utuk mewujudkan
visi dan tujuan bersama guna meningkatkan kualitas layanan dengan cara
peningkatan kualitas sumber daya [Link] menempatkan
karyawan sesuai dengan bidang masing-masing agar kegiatan dapat
terkontrol dengan baik dan lebih terarah dan membuat para karyawan
nyaman juga bekerja dan saling berkomunikasi baik antara atasan maupun
dengan bawahan bekerja secara konsisten. dan dapat diketahui bahwa
adanya karyawan bagian pengurus barang yang memberikan pengawasan
ganda terhadap aktivitas karyawan menyangkut tata tertib prosedur
71
sehingga mempengaruhi penyajian informasi laporan karena kemungkinan
untuk kesalahan pencatatan dan sangat tinggi.
2. Penilaian resiko
Pengendalian intern yang memuaskan dapat dicapai apabila semua
kegiatan dilaksanakan dengan baik, untuk itu perlu adanya sistem otorisasi
dan pedoman yang menggambarkan prosedur-prosedur akuntansi untuk
masing-masing kegiatan. Begitu juga pada instansi ini dalam melakukan
kegiatan oprasional kantor Dinas PMD kabupaten tapanuli tengah pada
umumnya didasarkan oleh bukti-bukti pedoman, memorandum dan
instruksi intern sehingga terciptalah suatu standar oprasional unit-unit pada
perusahaan tersebut sebagai suatu alat pengendalian untuk mengetahui
apakah karyawan telah sampai dengan ketentuan dan peraturan-peratura
yang telah ditetapkan. Untuk mengetahui penilaian resiko di Dinas PMD
kabupaten tapanuli tengah di lakukan penelitan oleh penulis dan dari hasil
penelitian menjelaskan bahwa “untuk instansi ini tidak pernah melakukan
pengujian atas kemungkinan terjadinya penurunan nilai.
Berdasarkan hasil penelitian penulis dapat diketahui bahwa penilaian
resiko tidak efektif karena semua pengeluaran aset tetap dibebankan
langsung pada pengeluaran pendapatan (revenue expenditure). Oleh
kerena itu dapat disimpulkan bahwa pengujian atas kemungkinan
terjadinya penurunan nilai jika terdapat perubahan yang signifikan, baik
dalam penggunaan aktiva tidak pernah dilakukan hal ini memberikan
dampak penilaian resiko tidak efektif karena semua pengeluaran aset tetap
dibebankan langsung pada pengeluaran kas
72
3. Kegiatan pengendalian
Kegiatan pengendalian Merupakan kebijakan dan prosedur yang
membantu memastikan bahwa arahan yang dilaksanakan untuk
menanggulangi risiko dalam pencapaian tujuan entitas. Untuk mengetahui
aktivitas pengendalian maka peneliti melakukan wawancara dengan
informan Bendahara dan pegawai staff umum bagian pengurus barang di
dinas pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten tapanuli tengah yang
mengatakan “kalau untuk aktiftas pengedalian dilakukan berdasarkan
sistem otorisasi dari pimpinan berupa perbaikan dan pembelian aset tetap
dan diotorisasi oleh bagian keuangan”
Berdasarkan hasil Berdasarkan hasil wawancara yang di lakukan di dinas
pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten tapanuli tengah dapat
dipahami bahwa Setiap transaksi yang berhubungan dengan aset tetap
(perbaikan, pembelian, pelepasan) selalu di otorisasi oleh kepala dinas
beserta bendahara Untuk mengetahui pengawasan terhadap aset tetap
terkait aktivitas pengendalian tersebut maka dilakukan wawancara dengan
informan Bendahara di Dinas PMD kabupaten tapanuli tengah yang
mengatakan bahwa :
“Aset tetap Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten tapanuli
tengah membuat nomor kode barang dan tentu lebih efektif karena bisa
mendeteksi adanya kehilangan terhadap aset tetap selain itu dan dilakukan
pencocokan aset tetap secara fisik dengan kartu aset tetap” Pada aspek
aktivitas pengendalian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Setiap transaksi
yang berhubungan dengan aset tetap baik itu perbaikan, pembelian,
73
pelepasan kewenangannya selalu di inisiasi oleh kepala dinas dan
[Link] kesimpulan lainnya pada aktivitas pengendalian ini adalah
Aset tetap perusahaan diberikan penomoran kode barang hal ini dapat
mempermudah mendeteksi adanya kehilangan terhadap aset tetap.
4. Informasi dan komunikasi
aspek informasi dan komunikasi dari Sistem pengendalian intern yang
diterapkan pada Dinas PMD kabupaten tapanuli [Link] dengan
metode yang digunakan menggunakan metode garis lurus sesuai dengan
PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) serta dilakukan secara
konsisten. dari hasil penelitian yang di lakukan penulis di dinas
pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten tapanuli tengah dapat
diketahui bahwa informasi disajikan berdasarkan metode garis lurus
berdasarkan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) namun
tidak secara konsisten
dan tidak memberikan informasi tentang keberadaan aset tetap. Hal
tersebut terlihat dari kurangnya kontrol untuk setiap aset tetap, sehingga
aset tetap yang disajikan di dalam laporan keuangan belum menyajikan
nilai buku Pada aspek informasi dan komunikasi ini dapat ditarik
kesimpulan bahwa informasi disajikan berdasarkan metode garis lurus dan
berdasarkan PSAK serta dilakukan secara konsisten selain itu perusahaan
memberikan informasi tentang keberadaan aset tetap.
5. Pemantauan pengendalian intern
Untuk dapat mengetahui terkait pemantauan pengendalian sebagai bagian
dari Sistem Pengendalian Intern atas Aset Tetap pada Dinas PMD
74
kabupaten tapanuli tengah maka penulis melakukan penelitian terhadap
aset tetap dan memperhatikan cara yang baik dalam menciptakan sistem
pengawasan yang efektif dan efisien agar pelakanaan prosedur- prosedur
pengawasan dapat dilaksanakan sebaik mungkin sebagai hasil yang baik
di dinas pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten tapanuli tengah
Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan penulis dapat diketahui
bahwa pemantauan pengendalian berada pada pimpinan yang
bertanggungjawab penuh dalam usaha pengawasan internal terhadap aset
[Link] pimpinan perlu memperhatikan dan menentukan cara yang baik
dalam menciptakan sistem pengawasan yang efektif dan efisien agar
pelakanaan prosedur-prosedur pengawasan dapat dilaksanakan dengan
baik.
proses pengawasan yang dilakukan terhadap aset tetap belum terorganisir
dengan baik dan itu juga berdampak terhadap efisiensi dan efektivitas dan
kualitas kegiatan operasional perusahaan oleh karena itu proses
pengawasan terhadap aset perlu dikoordinir dengan baik agar tidak
mempengaruhi kegiatan operasional. Pada aspek pemantauan
pengendalian dapat disimpulkan bahwa pemantauan pengendalian berada
pada pimpinan yang bertanggungjawab penuh dalam usaha pengawasan
internal terhadap aset tetap dan proses pengawasan yang dilakukan
terhadap aset tetap belum terorganisir dengan baik lingkungan
pengendalian juga menekankan komite audit untuk memberikan
pengawasan ganda terhadap aktivitas perusahaan menyangkut tata tertib
prosedur sehingga mempengaruhi penyajian informasi laporan karena
75
kemungkinan untuk kesalahan pencatatan dan sangat tinggi. Kemudian
pengujian atas kemungkinan terjadinya penurunan nilai jika terdapat
perubahan yang signifikan, baik dalam penggunaan aktiva atau perubahan
dalam lingkungan bisnis tidak pernah dilakukan hal ini memberikan
dampak penilaian resiko tidak efektif karena semua pengeluaran aset tetap
dibebankan langsung pada pengeluaran pendapatan. Kemudian hal yang
diperhatikan adalah pemantauan pengendalian berada pada pundak
pimpinan yang bertanggungjawab penuh dalam usaha pengawasan internal
terhadap aset tetap oleh karena itu pemanatauan juga perlu dikoodinir
dengan baik.
[Link] pengendalian intern asset tetap di dinas PMD kabupaten
Tap-Teng
Penggolongan pengendalian intern asset tetap di dinas PMD kabupaten Tapanuli
tengah yaitu :
1. Pengendalian intern aktiva tetap bagian akuntansi
Pengendalian akuntansi di Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa
kabupaten tapanuli tengah meliputi rencana organisasi yang baik di
lakukan sebelum mengadakan rencana pembelian ataupun pelepasan asset
tetap yang ada di kantor tersebut dan prosedur-prosedur serta catatan-
catatan yang dikoordinasikan organisasi terutama mengecek ketentuan dan
keandalan data organisasi
2. Pengendalian intern aktiva tetap bagian administrasi
Pengendalian administasi yang di terapkan di Dinas pemberdayaan
masyarakat dan desa kabupaten tapanuli tengah meliputi rencana
76
organisasi yang akan di lakukan baik dalam melakukan pembelian
ataupun pelepasan asset yang ada harus melalui wewenang dari kepala
dinas yang akan agar pengendalian di bagian administrasi nantinya lebih
terarah dan dapat terkendali baik dalam melakukan pembelian ataupun
pelepasan asset
[Link] pengendalian intern asset tetap di Dinas PMD kabupaten
tapanuli tengah
Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten tapanuli tengah
melakukan pengendalian intern atas aktiva tetapnya yaitu sebagai berikut:
1. Pengendalian melalui persetujuan staff bagian pengurus barang
Pemberian persetujuan atas pemakaian aktiva tetap biasanya
dilakukan dengan persetujuan kepala dinas
2. Pengendalian terhadap gerak-gerik fisik Jika terdapat aktiva yang
rusak maupun telah usang sehingga habis manfaatnya atau tidak dapat
dipakai lagi, maka dinas pemberdayaan masyarakat dan desa
kabupaten tapanuli tengah melakukan sejumlah prosedur– prosedur
atau peraturan-peraturan yang dilakukan sehubungan untuk
melindungi aktiva tetapnya. Misalnya, terdapat aktiva yang telah
rusak, maka akan dilaporkan kepada Bagian Perlengkapan untuk
perlakuan tindak lanjut atas aktiva tersebut. Namun biasanya aktiva
yang dapat diperbaiki akan direparasi terlebih dahulu oleh teknisi.
3. Pemberian nomor urut Aktiva diberikan nomor urut, agar
pengendalian intern baik dokumen maupun aktiva dapat berjalan
efektif
77
4. Prosedur atas pengendalian intern kepala Dinas pemberdayaan
masyarakat dan desa kabupaten tapanuli tengah melakukan bimbingan
ataupun lokakarya bagi seluruh staf-staf berupa prosedur-prosedur dan
pelatihan- pelatihan tentang cara pengoperasian aktiva tetap dan
mengembangkan juga menerapkan sistem kepemimpinan yang
bersifat kolegial yang pada prinsipnya berorientasi pada kebersamaan.
Setiap rencana kegiatan dan pelaksanaan program Dinas selalu
dibangun melalui pembahasan pada rapat-rapat departemen, sehingga
proses akuntabilitas atas pengelolaan dan koordinasi pelaksanaan
tugas dapat berjalan dengan baik
5. Pemeriksaan secara fisik atas kekayaan perusahaan Dinas PMD
melakukan perhitungan fisik secara berkala dengan melihat langsung
kekayaan Dinas PMD dengan membandingkan aktiva yang dihitung
dengan catatan yang bersangkutan sebagai pengendalian dasar untuk
mengetahui kebenaran kelengkapan dan ketepatan. Pemeriksaan
biasanya dilakukan setahun sekali pada akhir periode.
5. Penyajian system pengendalian intern asset tetap
• Penyajian Sistem Pengendalian Menurut entitas
Penyajian sistem pengendalian yang di lakukan dinas PMD kabupaten
tapanuli tengah untuk mengetahui apakah tingkat resiko suatu
perbankan dapat diukur atau tidak dari segi asset tetap, sehingga
penting bagi perusahaan mempunyai tanggung jawab dalam suatu
perusahaan demi keamanan harta milik organisasi serta menemukan
78
dan mencegah terjadinya kesalahan dan penyelewengan atauun
pemborosan pada saat perusahaan beroperasi.
6. Manfaat adanya pengendalian di Dinas PMD kabupaten tapanili tengah
Manfaat utama pengendalian intern di Dinas PMD kabupaten tapanuli
tengah yaitu :
1. Melindungi asset di Dinas PMD kabupaten tapanuli tengah
2. Memastikan ketepatan dan keandalan data dan informasi akuntansi (
menjaga agar data dan informasi bebas dari kesalahan dan
menyediakan hasil yang konsisten bila memproses data yang serupa).
3. Mendorong efesiensi dari semua operasi Dinas PMD kabupaten
tapanuli tengah
4. Mendorong kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur yang
diterapkan oleh peraturan pemerintah no 60 tahun 2008
Manfaat pengendalian intern yang disebut diatas skar dicapai sepenuhnya,
salah satu kesulitan yang disebabkan oleh kompleksitas dan perubahan cepat yang
dihadapi oleh Dinas PMD kabupaten tapanuli tengah Kesukaran lainnya adalah
adanya serangkaian risiko yang dihadapi struktur pengendalian intern dan
perusahaan. Sebagai contoh data mungkin saja diakses oleh orang yang tidak
berhak. Kesulitan yang berhubungan dengan permanfaatan teknologi komputer
dalam struktur pengendaliannya. Adanya karyawan yang tidak mematuhi prosedur
secara konsisten, dan kesulitan yang terakhir yaitu, kesulitan yang berkaitan
dengan masalah biaya
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tentang Sistem Pengendalian Intern atas Aset
Tetap pada Dinas PMD kabupaten tapanuli tengah maka dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut :
1. Lingkungan pengendalian selain menekankan peningkatan kapasitas SDM
juga menekankan komite audit untuk memberikan pengawasan ganda
terhadap aktivitas perusahaan menyangkut tata tertib prosedur sehingga
mempengaruhi penyajian informasi laporan karena kemungkinan untuk
kesalahan pencatatan dan sangat tinggi.
2. Penilaian resiko adalah kemungkinan terjadinya penurunan nilai jika
terdapat perubahan yang signifikan, baik dalam penggunaan aktiva atau
perubahan dalam lingkungan bisnis tidak pernah dilakukan.
3. kegiatan pengendalian diketahui bahwa setiap transaksi yang berhubungan
dengan aset tetap baik itu perbaikan, pembelian, pelepasan
kewenangannya selalu diinisiasi oleh kepala dinas dan bendahara
4. Informasi dan komunikasi yang disajikan berdasarkan metode garis lurus
berdasarkan PSAK serta dilakukan tidak secara konsisten selain itu dinas
PMD tidak memberikan informasi tentang keberadaan aset tetap
5. Pemantauan pengendalian intern berada pada pundak pimpinan yang
bertanggungjawab penuh dalam usaha pengawasan internal terhadap aset
tetap.
80
5.2 Saran
1. System pengendalian internal terhadap aktiva tetap Dinas PMD tapanuli
tengah dapat lebih di tingkatkan karena dengan pengendalian yang baik
akan mencegah terjadinya penyelewengan aktiva tetap.
2. Sebaiknya Dinas PMD kabupaten tapanuli tengah mengungkapkan metode
penyusutan aktiva tetap yang kemudian akan di laporkan kepada Bupati
melalui pengelola
3. Penyajian catatan dan pembukuan aktiva tetap harus lebuh transparansi,
sehingga pengawasan intern aktiva tetap dapat di lakukan lebih baik
81
DAFTAR PUSTAKA
Anggreini, (2012) Akuntansi Suatu Fengantar. Buku I . Edis i Kelima . Jakarta :
Salemba Empat
George H .Bodnar dan William S. Hopwood . 2003 . Sistem Informasi Akuntansi.
Edisi Bahasa Indonesia (Edis i Kedelapan ) Jilid 1, Jakarta : PT .
Indek s Kelompok Gramedia .
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2011. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba
Empat
Jusuf (2010) ; tata cara perolehan asset tetap , edisi ketiga ,Jakarta
Krismiaji. 2010. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
Lumbantoruan (1996); pengelompokan asset tetap, edisi ketiga ,Jakarta
Mulyadi (2001); Sistem Akuntansi. Edisi [Link] : Penerbit Salemba
Empat
Mulyadi,( 2002:165).Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah.
Pedoman Strata Satu . Pedoman Penulisan Usulan Petielitian dan
Skripsi. Palembang : Universitas Muhammadiyah Palembang
Mulyadi,(2001:172); sistem akuntansi,edisi ketiga, Jakarta, selemba empat
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis
Pengelolaan Baratig Milik Daerah.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem
Pengendalian Intern Pemerintah.
Soemarso , 2004 . Akuntansi Suatu Fengantar. Buku I . Edisi Kelima . Jakarta :
Salemba Empat
Soeratno dan Lincol n Arsyad . 2003 . Metodelog i Penelitian . Jakarta : PT . Raj a
Grafindo
Sugiyono . 2003 . Metodelogi Penelitian Bisnis. Bandung ; C V Alfabeta .
Soemarso. 2010. Akuntansi Suatu Pengantar. Edisi 5. Cetakan Keenam. Jakarta:
Rineka Cipta
82
Surya, Raja Adri Satriawan. 2012. Akuntansi Keuangan Versi IFRS. Edisi
Pertama. Yogyakarta: Grahana Ilmu
Sanyoto, (2007:253) Accounting Information System. Jakarta: Salemba Empat.
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92