0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
87 tayangan15 halaman

Pola Pengembangan Paragraf dalam Penulisan

Makalah ini membahas tentang pola pengembangan paragraf, termasuk pengertian, jenis, dan contoh pola pengembangan paragraf. Jenis pola pengembangan paragraf yang dijelaskan meliputi perbandingan, pertanyaan, sebab akibat, contoh, pengulangan, definisi, pemerincian, ilustrasi, kronologi, klasifikasi-divisi, dan analogi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
87 tayangan15 halaman

Pola Pengembangan Paragraf dalam Penulisan

Makalah ini membahas tentang pola pengembangan paragraf, termasuk pengertian, jenis, dan contoh pola pengembangan paragraf. Jenis pola pengembangan paragraf yang dijelaskan meliputi perbandingan, pertanyaan, sebab akibat, contoh, pengulangan, definisi, pemerincian, ilustrasi, kronologi, klasifikasi-divisi, dan analogi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS MAKALAH

“POLA PENGEMBANGAN PARAGRAF”


Dosen Pengampu :

DRA. [Link]

DISUSUN OLEH :

Anzly Ramadhani 71220313006


Dea Febriana 71220311039
Ratu Balqis Amalia Rangkuti 71220314010
Risma Yanti 71220312116

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA

2022/2023
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmatnya kamii
dapat menyelesaikan tugas makalah kami dengan tepat waktu tanpa kekurangan
apapun. Kami berterima kasih kepada pihak - pihak yang ikut ambil bagian dalam
penyelesaian tugas makalah ini. Kami meminta maaf jika tidak bisa menyebutkan satu
persatu nama - nama kalian. Terima kasih karena bantuan kalian kami dapat
menyelesaikan tugas ini dengan baik.

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini dalam rangka melengkapi tugas kami.
Kami berharap hasil dari makalah yang telah kami buat dapat berguna bagi para
pembaca. Semoga ilmu yang para pembaca dapatkan dari makalah ini berguna dan
dapat pembaca terapkan dalam kehidupan para pembaca sekalian.

Kiranya sebagai penutup, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para
pembaca karena telah bersedia membaca makalah kami yang tentunya masih banyak
kekurangan. kami meminta maaf atas segala kekurangan yang terdapat dalam makalah
ini baik dari perkataan dan kesalahan lainnya. Semoga melalui penyelesaian tugas
makalah ini kami dapat meningkatkan kemampuan kami dalam pembuatan tugas
makalah untuk mata kuliah lainnya. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih.

Medan, 4 Maret 2023

Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................................................ 2
BAB I ...................................................................................................................................................... 4
PENDAHULUAN .................................................................................................................................. 4
1.1 Latar Belakang .................................................................................................................................. 4
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................................................. 4
1.3 Tujuan Penelitian .............................................................................................................................. 5
BAB II..................................................................................................................................................... 6
PEMBAHASAN ..................................................................................................................................... 6
2.1 Pengertian Pola Pengembangan Paragraph ................................................................................. 6
2.2 Bentuk Pola Pengembangan Paragraph ...................................................................................... 6
2.2.1 Pola Pengembangan Paragraf Perbandingan ........................................................................... 6
2.2.2 Pola Pengembangan Paragraf Pertanyaan ............................................................................... 7
2.2.3 Pola Pengembangan Paragraf Sebab Akibat ........................................................................... 8
2.2.4 Pola Pengembangan Paragraf Contoh ..................................................................................... 8
2.2.5 Pola Pengembangan Paragraf Pengulangan ............................................................................ 9
2.2.6 Pola Pengembangan Paragraf Definisi .................................................................................... 9
2.2.7 Pola Pengembangan Paragraf Pemerincian........................................................................... 10
2.2.8 Pola Pengembangan Paragraf Ilustrasi .................................................................................. 10
2.2.9 Pola Pengembangan Paragraf Kronologi .............................................................................. 11
2.2.10 Pola Pengembangan Paragraf Klasifikasi-Divisi .................................................................. 12
2.2.11 Pola Pengembangan Paragraf Analogi .................................................................................. 12
BAB III ................................................................................................................................................. 14
PENUTUP ............................................................................................................................................ 14
3.1 Kesimpulan ..................................................................................................................................... 14
3.2 Saran ............................................................................................................................................... 14
Daftar Pustaka ....................................................................................................................................... 15
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bahasa Indonesia secara umum merupakan bahasa resmi negara Indonesia yang
digunakan sebagai bahasa pemersatu bangsa serta memiliki peranan yang penting
dalam dunia pendidikan. Pembelajaran Bahasa Indonesia menekankan pada
pemerolehan empat keterampilan berbahasa yaitu, keterampilan menyimak,
keterampilan berbicara, keterampilan membaca dan keterampilan menulis. Keempat
keterampilan berbahasa disajikan secara terpadu, namun dimungkinkan untuk
memberikan penekanan pada salah satu keterampilan, misalnya keterampilan menulis.
Dalam kegiatan menulis terdapat suatu kegiatan merangkai, menyusun, melukiskan
suatu lambang/tanda/tulisan berupa kumpulan huruf yang membentuk kata, kumpulan
kata membentuk kelompok kata atau kalimat, kumpulan kalimat membentuk paragraf,
dan kumpulan paragraf membentuk wacana/karangan yang utuh dan bermakna
(Dalman, 2011: 4).
Ada beberapa hal atau masalah di sekitar karangan, yakni pengembangan paragraf
dengan segala aspek-aspeknya. Misalnya, pengertian serta fungsi paragraf, struktur
dan jenis-jenis paragraf, kriteria paragraf yang baik, serta beberapa pola
pengembangan paragraf. Paragraf merupakan satuan bahasa yang terdiri atas dua buah
kalimat atau lebih yang saling berkaitan dan merupakan satu kesatuan yang utuh dan
padu. Dalam setiap paragraf yang baik terdapat satu kalimat pokok (ada yang
menyebutnya kalimat utama) yang berisi ide pokok (ada yang menyebutnya pikiran
pokok atau gagasan pokok) dan sejumlah kalimat penjelas (ada yang menyebutnya
kalimat pengembang) yang berisi ide penjelas (pikiran penjelas atau gagasan penjelas)
yang merupakan penjabaran ide pokok (Chaer, 2011: 70).

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa itu pengertian pola pengembangan paragraf ?
2. Ada berapa pola pengembangan paragraf ?
3. Apa-apa saja jenis pola pengembangan paragraf ?
4. Seperti apa contoh dari pola pengembangan paragraf ?

1.3 Tujuan Penelitian


1. Untuk mengetahui pengertian dari pola pengembangan paragraf
2. Untuk mengetahui Ada berapa pola pengembangan paragraf
3. Untuk mengetahui jenis pola pengembangan paragraf
4. Untuk mengetahui Seperti apa contoh dari pola pengembangan paragraf
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pola Pengembangan Paragraph

Pada suatu paragraf, terdapat pola yang digunakan untuk memerinci gagasan utama
secara cermat. Pola pengembangan paragraf dapat ditemukan di teks bacaan, buku, media
cetak, dan jenis bacaan [Link] pengembangan paragraf merupakan cara seseorang
penulis dalam mengembangkan pola pikirnya berupa pengembangan kalimat topik ke dalam
kalimat-kalimat penjelas yang dituangkan dalam sebuah paragraf. Pola pengembangan ini
mencakup berbagai cara logis untuk mengatur seluruh teks atau, lebih mungkin, paragraf atau
bagian individual.

Menurut Tarigan (2008: 28) pola pengembangan paragraf ada enam yaitu, paragraf
perbandingan, paragraf pertanyaan, paragraf sebab-akibat, paragraf contoh, paragraf
perulangan, dan paragraf definisi. Biasanya pola pengembangan paragraf dapat ditemukan
dalam suatu teks bacaan yang ada dalam buku bacaan atau buku teks.

2.2 Bentuk Pola Pengembangan Paragraph

Didalam penelitian ini terdapat sebelas pola pengembangan paragrah yang akan
dipaparkan satu persatu yang dimana sebellah pola tersebut adalah pola pengembangan
paragraf perbandingan, pola pengembangan paragraf pertanyaan, pola pengembangan paragraf
sebab-akibat, pola pengembangan paragraf contoh, pola pengembangan paragraf perulangan,
pola pengembangan paragraf definisi, pola pengembangan paragraf pemerincian, pola
pengembangan paragraf ilustrasi, pola pengembangan paragraf kronologi, pola
pengembangan paragraf klasifikasi-divisi, dan pola pengembangan paragraf analogi.

2.2.1 Pola Pengembangan Paragraf Perbandingan


Paragraf perbandingan adalah paragraf yang kalimat topiknya berisi
perbandingan dua hal. Kalimat topik tersebut kemudian dikembangkan dengan
memerinci perbandingan tersebut dalam bentuk yang konkret atau bagian-bagian
kecil.
Contoh :
Minat baca masyarakat Indonesia harus ditingkatkan dan buta aksara harus
terus diberantas. Peningkatan minat baca perlu dilakukan karena pada masa
perkembangan teknologi, masyarakat banyak disuguhi informasi di berbagai
media. Media itu harus dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan
pengetahuan.
Paragraf di atas merupakan jenis paragraf deduktif. Paragraf yang memiliki
kalimat topik di awal paragraf. Terlihat dengan jelas, kalimat topik berisi
perbandingan dua hal. Kalimat topik tersebut membandingkan minat baca
masyarakat Indonesia harus ditingkatkan dan buta aksara harus terus diberantas.
Kemudian kalimat pengembang memerinci kalimat topik supaya pembaca lebih
memahami isi teks tersebut.

2.2.2 Pola Pengembangan Paragraf Pertanyaan


Paragraf pertanyaan adalah paragraf yang kalimat topiknya dijelaskan dengan
kalimat tanya. Setelah itu, jawaban akan dijabarkan pada kalimat penjelas.
Contoh :
Lalu apakah dampak negatif dari pemakaian sebuah ponsel murah tersebut?
Kita mungkin jarang bahkan tidak mau tahu apa saja efek negatif yang nantinya kita
terima. Namun, sebagai manusia tentunya kita perlu tahu apa saja yang akan
berimbas pada kita. Ponsel merupakan salah satu alat komunikasi yang bisa
memancarkan suatu sinar radiasi. Sinar ini dipercaya dapat menimbulkan penyakit
kanker apabila terlalu banyak terkena tubuh kita. Apakah selama ini kita menyadai
bahwa sinar tersebut terus menerus mengenai tubuh kita ketika kita menelpon serta
melakukan suatu percakapan melalui ponsel? Sinar tersebut masuk melalui telinga
dan sekaligus secara berkala akan mengganggu cara kerja otak kita.
Paragraf di atas merupakan jenis paragraf deduktif. Paragraf yang memiliki
kalimat topik di awal paragraf yang terdapat pada kalimat „Lalu apakah dampak
negatif dari pemakaian sebuah ponsel murah tersebut?‟. Kalimat tersebut merupakan
kalimat pertanyaan yang selanjutnya dipaparkan ke dalam kalimat pengembang.
Kemudian kalimat pengembang menjelaskan tentang pertanyaan tersebut yakni
tentang pengertian ponsel dan dampak negatif dari ponsel sehingga pembaca dapat
memahami bacaan dengan baik.

2.2.3 Pola Pengembangan Paragraf Sebab Akibat


Pola pengembangan paragraf sebabakibat adalah paragraf yang kalimat
topiknya dikembangkan oleh kalimat-kalimat sebab atau akibat. Biasanya
menggunakan kata, seperti 'padahal', 'akibatnya', 'karena', serta 'oleh karena itu'.
Tidak hanya menerangkan, pola ini juga bisa digunakan dengan cara menjadikan
kejadian penyebab sebagai gagasan utamanya serta kejadian akibat sebagai
pengembangnya. Hal ini bisa dilakukan berkebalikan, yakni kejadian akibat sebagai
dasarnya dan kejadian penyebab sebagai gagasan utamanya.
Contohnya adalah kejadian akibat yakni terlambat datang ke sekolah. Kejadian
sebabnya adalah bangun kesiangan, ban kendaraan bocor, dan lain sebagainya

2.2.4 Pola Pengembangan Paragraf Contoh


Paragraf contoh adalah paragraf yang kalimat topiknya dikembangkan dengan
contoh-contoh sehingga kalimat topik jelas pengertiannya

Contoh :

Pertama, aneka tanaman sayurmayur, seperti kacang panjang, cabai


kangkung darat, dan terong, misalnya, dapat ditanam di media selain tanah. Khusus
untuk kangkung darat dapat dibudidayakan di bumbung bumbu yang disulap menjadi
semacam pot. Tanaman terong, kencur, dan jahe, dapat dibudidayakan di media
kantong plastik dan pot. Kalimat topik di atas terdapat pada kalimat awal yang biasa
disebut paragraf deduktif.
Kalimat topik pada paragraf di atas adalah „Pertama, aneka tanaman sayur-
mayur, seperti kacang panjang, cabai kangkungdarat, dan terong, misalnya, dapat
ditanam di media selain tanah.‟ Kalimat topik tersebut dijelaskan dengan
kalimatkalimat pengembang berupa contohcontoh sayur-mayur. Kemudian kalimat
pengembang menjelaskan lebih rinci mengenai tanaman sayur mayur sehingga
pembaca lebih memamhami isi bacaan dengan baik.
2.2.5 Pola Pengembangan Paragraf Pengulangan
Paragraf perulangan adalah paragraf yang kalimat topiknya merupakan
pengulangan kata/kelompok kata atau bagian-bagian kalimat yang penting.

Contoh :

Pasar Beringharjo merupakan pasar tradisional di Yogyakarta yang patut


untuk dikunjungi. Pasar ini telah menjadi pusat kegiatan ekonomi selama ratusan
tahun dan keberadaanya mempunyai makna filosofis. Pasar yang telah berkalikali di
pugar ini melambangkan satu tahapan kehidupan manusia yang masih berkutat
dengan pemenuhan kebutuhan ekonominya. Selain itu, Beringharjo juga merupakan
salah satu pilar „Caturtunggal‟ (terdiri atas Kraton, Alun-alun Utara, Kraton, dan
Pasar Beringharjo) yang melambangkan fungsi ekonomi.

Kalimat topik di atas terdapat pada kalimat awal yang biasa disebut paragraf
deduktif. Kalimat topik pada teks di atas adalah „Pasar Beringharjo merupakan pasar
tradisional di Yogyakarta yang patut untuk dikunjungi‟. Kalimat topik tersebut
kemudian dijelaskan oleh kalimatkalimat pengembang yang berupa perulangan.
Kalimat topik ini dikembangkan dalam beberapa kalimat penjelas dengan mengulang-
ulang kata Pasar.

2.2.6 Pola Pengembangan Paragraf Definisi


Paragraf definisi adalah paragraf yang kalimat topiknya berupa definisi atau
pengertian. Definisi yang terkandung dalam kalimat topik tersebut memerlukan
penjelasan panjang lebar agar tepat maknanya ditangkap oleh pembaca. Alat untuk
memperjernih pengertian tersebut adalah serangkaian kalimat pengembang.
Contoh :
Lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan
memiliki hubungan timbal balik. Lingkungan hidup ini mencakupi benda hidup,
seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan benda mati, seperti tanah, air, api, batu, dan
udara. Jika terpelihara dengan baik, lingkungan hidup itu dapat menciptakan
masyarakat yang sehat, aman, tenteram, lahir dan batin.
Kalimat topik di atas terdapat pada kalimat awal yang biasa disebut paragraf
deduktif. Kalimat topik pada teks di atas yaitu Lingkungan hidup adalah segala
sesuatu yang ada di sekitar manusia dan memiliki hubungan timbal balik. Kalimat
topik tersebut berisi definisi. Definisi tersebut dikembangkan oleh kalimat-kalimat
pengembang agar lebih jelas dan dapat dipahami dengan baik oleh pembaca

2.2.7 Pola Pengembangan Paragraf Pemerincian


Pengembangan paragraf pemerincian adalah paragraf yang kalimat topiknya
berupa rincian fakta ataupun pendapat. Jadi, ide pokok dirinci dengan sejumlah fakta
yang dikembangkan oleh kalimat pengembang.
Contoh:
Upaya itu dilakukan karena kita tahu bahwa minat baca masyarakat masih
rendah. Bahkan, kemahiran membaca siswa di sekolah, terutama di beberapa sekolah
terpencil masih rendah. Menurut Badan Pusat Statistik Republik Indonesia pada
tahun 2011, penduduk Indonesia yang berumur 10 tahun ke atas yang buta aksara
sekitar 17,89 persen dan jumlah tertinggi di Papua sekitar 40,59 persen. Pada saat
ini banyak jenis hiburan, permainan (game) dan tayangan televisi mengalihkan
perhatian anak dan orang dewasa dari buku. Di samping itu, sarana buku di
berbagai perpustakaan masih kurang jumlahnya dan bukubuku itu kurang bervariasi
sehingga anak-anak kurang berminat membaca.
Paragraf di atas merupakan jenis paragraf deduktif. Paragraf yang memiliki
kalimat topik di awal [Link] topik paragraf di atas adalah ‘Upaya itu
dilakukan karena kita tahu bahwa minat baca masyarakat masih rendah.‟. Kemudian
kalimat pengembang merinci mengenai penduduk Indonesia yang buta aksara
menurut Badan Pusat Statistik Republik Indonesia sehingga kalimat topik lebih jelas
dan dipahami oleh pembaca.

2.2.8 Pola Pengembangan Paragraf Ilustrasi


Pengembangan paragraf dengan ilustrasi adalah pengembangan paragraf yang
kalimat topiknya menyajikan suatu gambaran atau melukiskan suatu objek.
Contoh :
Tarian ini merupakan gambaran kisah Ramayana tatkala barisan kera membantu
Rama melawan Rahwana. Rama ingin membebaskan Shinta yang diculik oleh
Rahwana. Tari Kecak diciptakan pada tahun 1930-an oleh I Wayan Limbak yang
bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies. Pada awalnya, dua seniman itu
terpesona oleh taritarian dalam ritual Sanghyang. Ketika itu, para penari Sanghyang
menari dalam kondisi kemasukan ruh atau kerasukan. Ritual Sanghyang sendiri
merupakan ritual masyarakat Bali yang bersumber dari tradisi pra-Hindu dengan
tujuan menolak bala. Ritual ini kemudian diadopsi oleh I Wayan Limbak dan Walter
Spies menjadi sebuah seni pertunjukkan oleh umum dan ditampilkan di berbagai
negara di Eropa dengan nama Tari Kecak. Paragraf di atas merupakan jenis
paragraf deduktif. Paragraf yang memiliki kalimat topik di awal paragraf. Kalimat
topik paragraf di atas adalah „Tarian ini merupakan gambaran kisah Ramayana
tatkala barisan kera membantu Rama melawan Rahwana‟.
Kalimat topik tersebut merupakan ilustrasi atau penggambaran dari kisah Ramayana.
Kemudian kalimat pengembang memamparkan bagaimana kisah ramayana melawan
rahwana sehingga ilustrasi dari bacaan tersebut semakin jelas dan dapat dipahami
dengan baik oleh pembaca.

2.2.9 Pola Pengembangan Paragraf Kronologi


Pengembangan paragraf dengan kronologi atau urutan-urutan dari suatu peristiwa
atau kejadian, lazim digunakan dalam wacana kisahan. Kejadian-kejadian dipaparkan
selangkah demi selangkah secara kronologis.
Contoh:
Dahulu kala, hiduplah seorang raja bernama Raja Rahat. Dia adalah seorang
raja dari salah satu kerajaan di Pulau Samosir yang dikelilingi Danau Toba di
Sumatera Utara kini. Raja Rahat memiliki seorang putra bernama Raja Manggale.
Suatu ketika, sang raja mengirim putranya untuk berperang. Namun, tak disangka
Raja Manggale meninggal di medan perang. Tragisnya lagi, mayatnya tak ditemukan.
Raja Rahat sedih kehilangan putra semata wayang yang akan mewarisinya
kerajaannya. Raja pun akhirnya jatuh sakit karena selalu menangisi kepergian Raja
Manggale. Paragraf di atas merupakan jenis paragraf deduktif. Paragraf yang
memiliki kalimat topik di awal paragraf.
Kalimat topik paragraf di atas adalah „Dahulu kala, hiduplah seorang raja
bernama Raja Rahat‟. Kemudian kalimat pengembang menceritakan secara kronolgis
bagaimana kehidupan seorang Raja Rahat yang memiliki seorang anak sampai pada
akhirnya anak dari Raja Rahat tersebut meninggal dunia.
2.2.10 Pola Pengembangan Paragraf Klasifikasi-Divisi
Pengembangan paragraf dengan klasifikasi dimaksudkan untuk
mengelompokkan sesuatu dalam kelompok-kelompok tertentu berdasarkan satu
kriteria tertentu. Klasifikasi berkaitan dengan upaya mencari kelompok besar yang
mencakupi objek yang dibicarakan, sedangkan divisi berkaitan dengan upaya mencari
kelompok kecil sebagai suatu objek yang dapat diambil.
Contoh:
Berdasarkan penyebab terjadinya, gempa bumi dapat digolongkan menjadi
dua, yaitu gempa tektonik dan gempa vulkanik. Gempa tektonik tejadi karena lapisan
kerak bumi menjadi genting atau lunak sehingga mengalami pergerakan. Teori
“Tektonik Plate” berisi penjelasan bahwa bumi kita ini terdiri atas beberapa lapisan
batuan. Sebagian besar daerah lapisan kerak ini akan hanyut dan mengapung di
lapisan, seperti halnya salju. Lapisan ini bergerak sangat perlahan sehingga
terpecah-pecah dan bertabrakan satu dengan yang lainnya. Itulah sebabnya mengapa
gempa bumi terjadi. Sementara itu, gempa bumi vulkanik terjadi karena adanya
letusan gunung berapi yang sangat dahsyat. Gempa vulkanik ini lebih jarang terjadi
jika dibandingkan dengan gempa tektonik.
Paragraf di atas merupakan jenis paragraf deduktif. Paragraf yang memiliki
kalimat topik di awal paragraf. Kalimat topik paragraf di atas adalah „Berdasarkan
penyebab terjadinya, gempa bumi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu gempa
tektonik dan gempa vulkanik‟. Kalimat topik mengelompokkan penyebab terjadinya
gempa bumi. Kemudian kalimat pengembang menjabarkan dari klasifikasi kalimat
topik tersebut.

2.2.11 Pola Pengembangan Paragraf Analogi


Pengembangan paragraf dengan analogi adalah mengembangkan ide pokok
atau gagasan pokok yang belum dikenal dengan membandingkannya pada sesuatu
yang sudah dikenal. Tujuannya adalah menjelaskan sesuatu yang kurang dikenal atau
belum dikenal.
Contoh:
Lambat laun orang-orang mulai curiga dengan keberadaannya di taman.
Orang-orang juga heran dengan keberadaan kedua kupukupu itu. Banyak yang
menduga bila perempuan itu bisa berbicara dengan kupu-kupu. Hanya dengan kupu-
kupu, Ning. Orang-orang pun mulai menyiarkan kabar bila perempuan itu memiliki
ilmu hitam. Sejak itu pula orang-orang mulai menjauhinya. Tak ada yang mau datang
ke taman dekat sekolah setiap senja. Orang-orang takut akan bertemu dengan
perempuan itu bila datang ke sana. Itulah sebabnya, taman dekat sekolah selalu sunyi
sebelum senja datang, sebelum langit mengguratkan cahaya jingga di tubuhnya.
Paragraf di atas merupakan jenis paragraf deduktif. Paragraf yang memiliki
kalimat topik di awal paragraf. Kalimat topik paragraf di atas adalah „Lambat laun
orang-orang mulai curiga dengan keberadaannya di taman. Orang-orang juga heran
dengan keberadaan kedua kupu-kupu itu‟. Kalimat topik tersebut membandingkan
dua hal yang berbeda seperti manusia dan seekor kupu-kupu. Perbandingan tersebut
kemudian dikembangkan oleh kalimat pengembang supaya mudah dipahami oleh
pembaca.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut. .


Pola pengembangan paragraf pada teks bacaan dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia terdiri
atas sebelas pola pengembangan paragraf yaitu pola pengembangan paragraf perbandingan,
pola pengembangan paragraf pertanyaan, pola pengembangan paragraf sebab akibat, pola
pengembangan paragraf contoh, pola pengembangan paragraf perulangan, pola
pengembangan paragraf definisi, pola pengembangan paragraf pemerincian, pola
pengembangan paragraf ilustrasi, pola pengembangan paragraf kronologi, pola
pengembangan paragraf klasifikasi-divisi, dan pola pengembangan paragraf analogi.

3.2 Saran

Setelah membaca makalh ini diharapkan para pembaca bisa memahmi dan lebih
mendalami mengani pola pengembangan paragraf yang berguna akan penulisan yang lebih
terstruktur lagi.
Daftar Pustaka
Alwi, Hasan. 2001. Paragraf. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

Chaer, Abdul. 2011. Ragam Bahasa Ilmiah. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Ulvia, Citra Winda, et all. 2015. Pola Pengembangan Paragraf Pada Teks Bacaan Dalam
Buku Pelajaran Bahasa Indonesia. Lampung : Jurnal Kata

Dalman, H. 2011. Keterampilan Menulis. Bandar Lampung: Universitas Muhamadiyah.

Moleong, Lexy J. 2011. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Tarigan, Henry Guntur. 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung:
Angkasa.

Anda mungkin juga menyukai