Oleh: H. Rusmono Hy, S.Pd.I: Masjid Raya Pondok Indah
Oleh: H. Rusmono Hy, S.Pd.I: Masjid Raya Pondok Indah
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 0
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 1
ANGGOTA IKATAN PEMBIMBING HAJI UMROH INDONESIA
BERSERTIFIKAT
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 2
MANASIK UMRAH
UMRAH terambil dari kata kerja i'tamara, yang berarti ziarah atau
berkunjung. Secara istilah Umrah berarti mengunjungi Baitullah (Ka'bah) untuk
melakukan ibadah thawaf, sa'i dan bercukur (tahallul) dengan mengharap
ridha Allah.
Para Ulama telah sepakat bahwa ibadah Umrah itu disyariatkan dalam Islam,
berdasarkan firma Allah subhanahu wata’ala :
اْل َّج والحعمرةَ مَّلِلم
ح ا
و ُّ
ِتوأَم
ََ َ ُح َ
"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah karena ALLAH.“
(QS. Al-Baqarah [2]: 196)
Golongan Imam Hanafi dan Imam Malik berpendapat bahwa Umrah hukumnya
Sunnah Muakkad. Alasannya adalah hadits riwayat ahmad dan turmudzi yang
menceritakan: "Bahwa Nabi saw ditanya mengenai 'umrah, Apakah ia wajib?"
Sabdanya: “Tidak, hanya jika kamu ber'umrah, maka itu lebih utama.“
Sedangkan golongan Imam Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa ia
adalah fardhu. Berdasarkan surat al-Baqarah ayat 196 diatas.
“Tamu Allah itu tiga: Mereka yang berperang di jalan Allah, jama’ah haji dan
jama’ah umrah.” HR. Nasai, Ibn Huzaimah, Hakim dan Baihaqi
“Allah akan mengganti semua biaya yang dikeluarkan untuk umrah dan haji.”
HR. Baihaqy
“Jihadnya orang tua dan anak-anak, orang yang lemah dan perempuan, adalah
HAJI & UMRAH.” HR. Nasai dan Ahmad.
“Umrah di bulan ramadhan sama nilainya dengan satu kali haji.” HR. Ahmad
dan Ibnu Majah.
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 3
“Laksanakanlah haji dan umrah, karena keduanya menghapus kefakiran dan
dosa sebagaimana api menghilangkan karat dari besi.” (HR. Tirmidzi )
BACAAN TALBIYAH
ك
َ ك لَبَّ حي
َ َك ل َ الش مريح
َ ك َ ك اللَّ ُه َّم لَبَّ حي
َ لَبَّ حي،ك َ لَبَّ حي
كَ َك ل َ الش مريح
َ ك َ ك َوالح ُملحَ َإم َّن ا حْلَ حم َد َوالنّ حع َم َة ل
Labbaikalloohumma labbaiik, labbaika laa syariika laka labbaiik. Innal hamda
wan-ni’mata laka wal-mulk, laa syariika lak.
Jama’ah Umrah adalah para tamu Allah, yang akan berangkat dengan NIATAN
Suci, ke tempat Suci, di waktu yang Suci, dan akan menemui Tuan Rumah yang
Suci. Oleh karenanya camkan betul Talbiyah diatas, bahwa kita hadir di sana
hanya untuk ALLAH, jangan sampai berbuat kemusyrikan seperti menggosok-
gosok ka’bah, memohon kepada Nabi Muhammad di Makam beliau,
menuliskan nama di Bukit Arafah dll.
Di luar Thawaf Saat Thawaf Dilarang memakai sarung tangan dan cadar saat Ihram
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 4
Tips Mengatur Waktu Pada Saat Umrah
1. Niat dan Tekad
Sejak awal berangkat dari Tanah Air, hendaknya Anda sudah berniat dan
bertekad akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin saat di Makkah dan
Madinah. Bahkan juga bertekad memanfaatkan waktu dengan baik mulai
keberangkatan naik pesawat hingga selesai ibadah Umrah.
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 5
5. Pilih Teman Yang Rajin Ibadah
Teman sangat mempengaruhi kita dalam segala hal. Apalagi jika Anda adalah
tipe orang yang tidak bisa menolak ajakan teman. Karena itu, saat ibadah
umrah, pilihlah teman yang rajin ibadah. Sehingga Anda juga ‘ketularan’ rajin
ibadah. Dan Anda bisa memanfaatkan waktu ibadah Anda dengan baik. Saat
ibadah umrah, Anda akan menemukan banyak tipe manusia dengan latar
belakang yang beragam. Ada yang rajin ibadah. Ada juga yang suka ngobrol.
Dan ada juga yang suka belanja dan bingung memikirkan oleh-oleh untuk
saudara di tanah air.
Jika Anda benar-benar bertekad memanfaatkan waktu Anda dengan baik, maka
Anda pasti memilih teman yang rajin ibadah. Sehingga Anda benar-benar bisa
memanfaatkan waktu ibadah Anda dengan baik.
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 6
Rangkaian Ibadah Dalam Melaksanakan Umrah
1. DARI RUMAH
- meminta maaf kepada keluarga, tetangga dan teman sejawat
- menitipkan keluarga
- meminta do’a restu
- thaharah (bersih-bersih badan dan mandi) -- lihat pembahansan
tentang Thaharah & Shalat --
- shalat sunnah safar sebelum berangkat
- berdo’a sebelum berangkat
2. DI PERJALANAN
- berdo’a ketika naik kendaraan dan berdzikir selama dalam perjalanan
- selalu bersyukur ketika di beri kemudahan dan bersabar ketika diberi
ujian
- sujud syukur sesampainya di tempat tujuan
- pelaksanaan shalat di jama’ dan qoshor (zhuhur-ashar, maghrib-isya)
1. Persiapan Umrah; potong kuku, kumis, bulu ketiak dan mandi sunnah
(mandinya seperti mandi junub) dilakukan di Hotel Madinah pada hari
keberangkatan.
2. Memakai wewangian sunnah bagi pria, dikenakan pada anggota
badan. Adapun wanita tidak disunnahkan.
3. Berpakaian Ihram, kedua pundak ditutup (pria)
Memakainya di Hotel Madinah saat akan berangkat mengambil Miqot
di Masjid Bir Ali Dzul Hulayfah (+ 11 km dari Masjid Nabawi)
Berangkat menuju tempat MIQOT IHRAM yaitu MASJID BIR ALI di
Dzul Hulayfah --lanjut ke Mekkah--
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 7
4. Sunnah untuk melakukan ihram (niat umrah) setelah pelaksanaan
shalat, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah. Karena Nabi
Muhammad saw melakukan ihram sesudah shalat Dhuhur
(HR Muslim). Bagi mereka yang miqatnya di Masjid Bir Ali Dhul
Hulayfah dianjurkan Shalat Sunnah dua raka’at di miqat tersebut,
karena ia bagian dari wadi (lembah) Aqiiq yang diberkahi dan Allah
SWT memerintahkan Rasulullah SAW shalat disana (HR. Bukhari &
Muslim) -- tidak ada kekhususan Shalat Sunnah Ihram --
5. IHRAM untuk UMRAH “Labbaikalloohumma UMROH” ( Ya Allah,
aku penuhi panggilan-Mu untuk melakukan umrah) di atas bus ketika
mulai bergerak dan dilafadhkan dengan lisan, dilanjutkan ber-Talbiyah
sepanjang perjalanan “Labaaikalloohumma labbaik … dst. (lama
perjalanan + 5 jam dari Madinah ke Makkah)
6. Larangan Ihram mulai berlaku hingga bercukur (Tahallul)
Berdoa setelah berihram “Alloohumma inii uharrimu min kulli maa
harromta ‘alal muhrimi farhamnii yaa arhamarroohimiin ( Ya Allah,
sesungguhnya aku mengharamkan diriku dari segala apa yang
Engkau haramkan kepada orang yang berihram karena itu rahmatilah
aku ya Allah Yang Maha Pemberi Rahmat.”
7. Sesampainya di Hotel Makkah, makan malam dan menempati kamar
masing-masing, berwudhu kemudian bersama-sama berangkat ke
Masjidil Haram (masih berpakaian Ihram)
8. Menuju Masjidil Haram sambil bertalbiyah hingga akan thawaf
9. Memasuki Masjidil Haram berdo’a masuk masjid “Alloohummaghfirlii
dzunuubi waftahlii abwaaba rohmatik..”
10. Melihat ka’bah membaca do’a “Alloohumma zid haadzal Baita tasyrifan
… atau Alloohumma antas-salam waminkas-salam... dst
11. Kenakan pakaian Ihram (Pria) sebelum Thawaf; pundak kanan
terbuka, pundak kiri tertutup (idhtiba’)
12. Melaksanakan THAWAF
a) Ka’bah di sebelah kiri kita, memulai dari Rukun/sudut Hajar
Aswad; menghadapkan badan dan mengisyaratkan tangan kanan
sambil membaca “Bismillaahi walloohu Akbar”, tanpa mencium
tangan.
b) Dilanjutkan dengan raml (berlari kecil dengan memendekkan
langkah tanpa melompat) pada 3 putaran dan berjalan biasa pada
4 putaran berikutnya bagi Pria. Sambil membaca tasbih, dzikir dan
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 8
doa kepada Allah, atau membaca beberapa surat atau ayat dari
al-Qur’an sampai tiba di Rukun Yamani.
c) Saat berada sejajar dengan Rukun Yamani, mengusapnya dengan
tangan kanan tanpa menciumnya dengan membaca “Bismillaahi
Alloohu Akbar”. Jika tidak memungkinkan berlalu saja tanpa
membaca apapun dan tanpa mengisyaratkan tangan atau
melakukan apapun.
d) Diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad membaca : “Robbanaa
aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah, waqinaa
adzaabannaar..”.
e) Setiap kali sampai di sudut Hajar Aswad; menghadapkan badan
dan mengisyaratkan tangan kanan sambil membaca ”Alloohu
Akbar”, tanpa mencium tangan.
f) Thawaf senantiasa dilakukan diluar ka’bah (tidak boleh memasuki
hijir ismail atau mengusap-usap dinding ka’bah), bila dilakukan
maka Thawaf menjadi batal pada putaran tersebut.
g) Bila batal wudhu, maka Thawafnya menjadi batal pada putaran
tersebut saja. Berwudhu lagi dan melanjutkan putaran thawaf yang
batal dimulai dari Sudut Hajar Aswad kembali. Bila lupa jumlah thawaf
yang telah ditempuh, maka harus berpegang dengan sesuatu yang ia
yakini dan meninggalkan keraguan. Seandainya ia lupa apakah
jumlah thawafnya sudah 3 atau 4 kali, untuk kehati-hatian (ikhtiyat),
ambillah bilangan terkecil yaitu 3 karena 3 lebih meyakinkan
daripada 4.
h) Thawaf selesai setelah sempurna 7 putaran;
kemudian mencari tempat yang kosong di areal arah belakang
Maqam Ibrahim dan menghadapnya sambil membaca “Wattakhidzuu
mimmaqoomi ibroohiima mushollaa”, (dan jadikanlah sebahagian
maqam Ibrahim tempat shalat –QS. Al Baqarah:125). Kemudian
membetulkan kembali Kain Ihram; kedua pundak ditutup kembali
(pria).
Maqam dalam bahasa Arab berarti tempat bediri. Sebagian ulama
memaknai Maqam Ibrahim sebagai tempat berdirinya Nabi Ibrahim
ketika membangun Ka’bah. Tapi, ada juga yang mengartikannya
sebagai tempat berdirinya Nabi Ibrahim ketika shalat. Telepas dari
kedua makna di atas, yang pasti makna Maqam Ibrahim disini
bukanlah kuburan Nabi Ibrahim AS.
i) Melaksanakan shalat sunnah 2 rakaat setelah Thawaf.
Rakaat I : Al Fatihah dan Al Kafirun
Rakaat II : Al Fatihah dan Al Ikhlas
Setelah itu berdo’a dalam hati masing-masing.
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 9
Jika tidak memungkinkan shalat tepat di belakang Maqam Ibrahim,
karena berdesakan maka boleh shalat dimana saja
j) Usai shalat mengambil Air zam-zam dan meminumnya, dan sebagian
disiramkan ke kepala.
Menghadapkan badan ke arah Ka’bah dan berdo’a minum air zam-
zam “Allohumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a... dst”
k) Menuju ke Mas’a (tempat Sa’i) -- arah lurus dari Pojok Hajar Aswad–
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 10
Doa setelah selesai Umrah :
Aa ibuuna taaibuuna ‘aabidduna saajiduuna lirobbina haamiduuna
“Semoga kami termasuk orang-orang yang kembali, ahli taubat, ahli ibadah,
ahli sujud dan kepada Allah kami semua memuji.”
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 11
LARANGAN IHRAM UMRAH
Untuk Pria
• Memakai pakaian yang dijahit
• Memakai alas kaki yang menutup mata kaki.
• Sengaja menutup kepala sampai menyentuh rambut (kecuali dalam
keadaan yang sangat darurat).
Untuk Wanita
• Menutup telapak tangan
• Menutup muka.
Untuk semua
• Memakai wangi-wangian (kecuali yang sudah dipakai sebelum niat
• Memotong kuku, mencukur/mencabut bulu /rambut
• Memburu atau membunuh binatang
• Menikah atau menikahkan
• Bercumbu atau bersetubuh
• Bertengkar, memarahi atau mengucapkan kata-kata yang tidak
senonoh/kotor
• Memotong atau mencabut pohonan di Tanah Haram
SANKSI/DENDA/FIDYAH :
Denda atas orang yang melanggar larangan ihram berlaku apabila
dilakukan secara sengaja tahu hukum dan tidak dipaksa.
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 12
Jika yang dilanggar itu berupa memakai pakaian berjahit (pria), menutupi
kepalanya (pria), mencabut/memotong rambut, memotong kuku,
memakai wangi-wangian, wanita memakai tutup muka (cadar) atau kaos
tangan, tidak ihram dari miqot; maka fidyah-nya boleh memilih salah satu
diantara tiga:
ْيَّق بمثَََلثَمة آص ٍع ممن ِتَحٍر ب م م م ٍ م
َ ْي ستَّة َم َساك
َ ُ ح َح صد حَ َص حم ثَََلثَةَ أَ ََّّيم أ حَو ت
ُ ا حذبَ حح َشاةً أ حَو
⚫ Menyembelih seekor kambing, atau
⚫ Berpuasa selama tiga hari di tanah suci, atau
⚫ Bersedekah sebanyak tiga sha’ kurma (setara dengan 7,5 kg) untuk
dibagikan kepada enam orang miskin . (HR. Muslim, Ahmad & Abu
Dawud)
Bagi yang melanggar salah satu Wajib Umrah, yaitu Tidak ihram dari
miqat, dan tidak mencukur rambut (Tahallul) maka dia wajib
menyembelih seekor kambing.
Bila yang dilanggar adalah BERSETUBUH, atau keluar air mani dengan
sengaja, maka sanksinya :
• Berdosa dan harus bertaubat
• Ihram rusak
• Wajib pergi ke tanah halal yang terdekat untuk ihram lagi
• Menyembelih kambing
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 13
MAKNA-MAKNA RITUAL UMRAH
I. MIQOT
1. Dalam usaha mendekati Allah dan kembali kepada Allah, kita harus
bertolak dari titik yang benar
2. Dalam usaha itu ada aturan yang harus ditaati dan waktu yang harus
ditepati
3. Bahwa tujuan yang benar harus ditempuh dengan cara yang benar
4. Bahwa manusia selalu harus berpacu dengan waktu, yang mengikat
kehidupannya.
III. THAWAF
1. Jika ingin dekat dengan Allah, kita tidak boleh berhenti untuk
mendekati-Nya
2. Jika ingin dekat dengan-Nya, kita harus melakukannya dengan
sepenuh hati, dengan sepenuh jiwa raga
3. Gerakan kembali kepada Allah adalah gerakan seumur hidup
4. Kembali kepada Allah hanya mungkin dengan cara yang telah
ditunjukkan-Nya
5. Kembali kepada Allah hanya mungkin dengan menggabungkan diri
dengan mereka yang juga kembali pada-Nya.
6. Thawaf adalah lambang kehidupan
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 14
IV. SA’I
1. Cita-cita hidup hanya dapat dicapai dengan perjuangan dan
pengorbanan, bukan dengan angan-angan.
2. Perjuangan hidup harus ditempuh dengan totalitas, tidak dengan
setengah hati
3. Tekad yang bulat, totalitas, pengorbanan dan harapan yang tak
pernah surut adalah syarat-syarat keberhasilan.
4. Sebagai mukmin ( bukan sebagai orang sekuler ) keberhasilan adalah
karunia-Nya, bukan karena kehebatan diri kita
5. Apa yang didapat dalam hidup ini, tidak boleh dinikmati sendiri,
harus dibagi kepada sesama.
6. Sa’i adalah lambang dunia.
V. MENCUKUR RAMBUT
1. Semua ritual umrah itu, harus melahirkan perubahan. Perubahan itu
ditandai dengan mencukur rambut
2. Sebanyak rambut yang ada di kepala kita, sebanyak itu pula hal-hal
buruk yang harus kita tinggalkan sepulang umrah
3. Secepat tumbuhnya rambut, secepat itu pula kita ingin memperbaiki
diri.
4. Kenikmatan bertahallul hanya dapat dirasakan oleh mereka yang
ber-Ihram. Jika kita bisa ber-Ihram sepanjang hidup (Mengharamkan
atas diri kita apa-apa yang diharamkan Allah) maka segala sesuatu
menjadi halal setelah kita di surga.
VI. PENUTUP
1. Buatlah persiapan seakan-akan kita tidak akan kembali lagi ke
kampung halaman
2. Pakailah pakaian ketulusan, pakaian kejujuran
3. Bertalbiahlah menjawab seruan Allah
4. Bertaqwalah bersama para Malaikat
5. Akuilah kesalahan dan dosa di seputar Ka’bah
6. Cukurlah aib-aib dirimu.
®®®
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 15
IBADAH DI MASJID NABAWI MADINAH
Rasulullah SAW bersabda :
”Shalat di masjidku lebih baik 1.000 kali dibanding dengan masjid-masjid lain
kecuali di Masjidil Haram lebih baik 100.000 kali. (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi,
Nasai, Ibn Majah, Malik dan Ahmad).
”Barangsiapa keluar rumahnya dalam keadaan suci untuk mengerjakan shalat
wajib, maka pahalanya seperti pahala orang yang menunaikan haji dengan ihram.”
Barangsiapa pergi menunaikan shalat dhuha, dimana dia tidak berlelah-lelah
kecuali untuk melakukan shalat itu, pahalanya seperti pahala orang yang umrah.
Dan shalat setelah suatu shalat dengan tidak diwarnai canda antara keduanya
merupakan kitab catatan di ’illiyin.” HR. Abu Dawud
◼ JANGAN LEWATKAN UNTUK SENANTIASA SHALAT DI MASJID
◼ TUNAIKAN SHALAT WAJIB BERJAMA’AH DI MASJID
◼ UPAYAKAN SHALAT-SHALAT SUNNAH TERLAKSANAKAN
◼ BERDO’A ketika masuk masjid
◼ BERDO’A ketika keluar masjid
◼ Berusaha datang sebelum Adzan
“Sesunggguhnya amal manusia yang pertama kali dihisab pada Hari Kiamat adalah
SHALATnya. Nabi SAW bersabda : ”Allah berfirman kepada para malaikat-Nya dan
Dia Maha Tahu, Lihatlah amal shalat hamba-Ku, dia melengkapinya atau
menguranginya. Kalau dia sempurna maka tulislah sempurna, kalau sedikit saja
yang dikurangi Allah berfirman; Lihatlah apakah hamba-Ku melakukan shalat
sunnah. Kalau seorang hamba melakukan shalat sunnah maka Allah berkata,
sempurnakanlah shalat wajib hamba-Ku dengan SHALAT SUNNAHNYA, lalu hitunglah
amalnya sesuai dengan shalatnya” HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibn Majah, ad-Darimi
dan Ahmad
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 16
B. SHALAT TATHAWU’ (SHALAT-SHALAT SUNNAH)
Usahakan untuk melakukakan semampunya.
Saat keluar masjid membaca do’a : Allahumma inni as-aluka min fadhlik”
Ya Allah sesungguhnya aku mohon dari keutamaan-Mu.
2. Shalat Sunnah Wudhu
Dilaksanakan setiap kali selesai wudhu
”Aku niat shalat sunnah wudhu 2 raka’at karena Allah ta’ala”
Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Bilal, beritahu aku tentang amalan yang
paling berharga yang pernah kamu kerjakan dalam Islam, karena
sesungguhnya aku mendengar hentakan kedua sandalmu dihadapanku di
surga? Bilal menjawab : Aku tidak mengerjakan amalan apapun yang
berharga hanya saja aku bersuci baik pada malam maupun siang hari
melainkan dengan thaharah itu aku mengerjakan shalat yang telah
ditetapkan kepadaku untuk aku kerjakan.” HR. Mutafaqun ’alaih
3. Shalat Hajat
Aku niat shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah ta’ala.
Kemudian berdzikir, istrighfar (mohon ampunan Allah) dan berdo’a sesuai
hajatnya. Waktunya kapan saja kecuali setelah Subuh-terbit matahari dan
setelah Ashar–terbenam matahari.
4. Shalat Tahajjud
Usahakan datang sebelum jam 03.00, laksanakan sebanyak 8 raka’at, setiap
2 raka’at salam.
Aku niat shalat sunnah tahajjud dua rakaat karena Allah ta’ala.
Kemudian berdzikir, istrighfar (mohon ampunan Allah) dan berdo’a sesuai
kehendak kita masing-masing.
5. Shalat Witir
Setelah shalat tahajjud, dilanjutkan shalat witir 1 raka’at:
Aku niat shalat witir satu raka’at karena Allah ta’ala.
6. Shalat Sunnah Rawatib (shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu)
Barangsiapa mengerjakan shalat dua belas raka’at dalam satu hari satu
malam maka akan dibangunkan baginya sebuah rumah di surga. HR. Muslim
Sunnah yang ditekankan 12 rak’aat (Muakkad)
- 4 raka’at sebelum zhuhur, dilakukan 2 kali salam
- 2 raka’at sesudah zhuhur
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 17
- 2 raka’at sesudah maghrib
- 2 raka’at sesudah isya
- 2 raka’at sebelum shubuh (sunnah fajar)
”Dua rakaat fajar (shalat sunnah sebelum shubuh) lebih baik dari pada
dunia dan seisinya. (HR. Muslim) -- Nabi tidak pernah meninggalkan
shalat ini --
Shalat Sunnah sesudah Jum’at 4 rakaat; 2 kali salam
Aku niat shalat sunnah sesudah jum’at 2 rakaat karena Allah ta’ala.
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 18
SHALAT JENAZAH BIASA DIKERJAKAN SETELAH BERJAMA’AH
Setelah shalat berjama’ah, muadzin mengumumkan untuk shalat JENAZAH
Terdiri atas 4 takbir :
- Takbir I membaca Surat Al Fatihah
- Takbir II membaca Shalawat Nabi
- Takbir III membaca Do’a untuk mayit
Allohummaghfirlahum warhamhum wa’afihi wa’fu ‘anhum dst..
- Takbir IV salam
Niat shalat :
Aku niat shalat jenazah 4 takbir mengikuti imam fardhu kifayah karena Allah
ta’ala.
Ada 15 Tempat di dalam Al-Qur’an, salah satunya adalah Surat As-Sajdah Ayat 15 :
Sesungguhnya orang yang benar benar percaya kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila
diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud[1192] seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan
lagi pula mereka tidaklah sombong.
[1192] Maksudnya mereka sujud kepada Allah serta khusyuk. Disunahkan mengerjakan sujud tilawah apabila
membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah yang seperti ini.
BACAAN SUJUD :
Sajada wajhiya lilladzii kholaqohu [washowwarohu] wasyaqqo sam’ahu
wabashorohu bihaulillahi waquwwatihi [fatabaaro-kalloohu ahsanal khooliqin].
Wajahku bersujud kepada Dzat yang telah menciptakannya [dan membentuknya],
yang membuka pendengaran, pandangannya dengan daya dan kekuatannya [karena
Mahasuci Allah Dzat sebaik-baik pencipta].
Atau membaca do’a sujud seperti dalam shalat.
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 19
KEUTAMAAN SHALAT SHUBUH, ASHAR, ISYA & TAHAJJUD
Diriwayatkan Muslim dari Ustman bin Affan ra berkata, Rasulullah SAW bersabda :
”Barangsiapa shalat ’isya berjama’ah (di masjid) maka seakan-akan dia telah
shalat setengah malam, dan barangsiapa shalat shubuh berjama’ah maka
seakan-akan dia telah shalat sunnah satu malam penuh”. HR. Muslim, Abu Dawud
& Tirmidzi
Sesunggguhnya amal manusia yang pertama kali dihisab pada Hari Kiamat adalah
SHALATnya. Nabi SAW bersabda : ”Allah berfirman kepada para malaikat-Nya dan
Dia Maha Tahu, Lihatlah amal shalat hamba-Ku, dia melengkapinya atau
menguranginya. Kalau dia sempurna maka tulislah sempurna, kalau sedikit saja
yang dikurangi, Allah berfirman; Lihatlah apakah hamba-Ku melakukan shalat
sunnah. Kalau seorang hamba melakukan shalat sunnah maka Allah berkata,
sempurnakanlah shalat wajib hamba-Ku dengan SHALAT SUNNAHNYA, lalu hitunglah
amalnya sesuai dengan shalatnya” HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibn Majah, ad-Darimi
dan Ahmad
Dari Juwairiyah Ummul Mu’minin ra: Pada suatu pagi Nabi SAW meninggalkannya
untuk Shalat Shubuh (di masjid), dan ia (Juwairiyah) sedang berada di tempat
shalatnya (di rumah) yang sedang bertasbih dan menghitungnya dengan biji-biji
kurma. Setelah agak siang, Beliau (Nabi SAW) kembali dan melihatku masih duduk
di tempatnya tadi. Maka Beliau bertanya ”Engkau masih seperti ketika aku
tinggalkan tadi?” Juwairiyah menjawab ”Ya”. Rasulullah SAW pun bersabda,
”Sungguh, setelah meninggalkanmu tadi aku telah membaca empat kalimat
sebanyak tiga kali, dan bila engkau bandingkan dengan apa yang engkau baca
seharian niscaya sama, yaitu :
SUBHANALLOHI WABIHAMDIHI ’ADADA KHOLQIHI WARIDHO NAFSIHI
WAZINATA ’ARSYIHI WAMIDAADA KALIMAATIHI
Maha Suci Allah dengan segala pujian-Nya sebanyak hitungan makhluk-Nya, seluas
keridhaan-Nya, seberat timbangan ’arasy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-
Nya. HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi & Ibn Majah
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 20
ZIARAH KOTA MADINAH
A. Tujuan Ziarah
Merupakan amalan yang bertujuan melihat dari dekat tempat-tempat bersejarah
agar dapat mempertebal iman. Ziarah baik di Makkah maupun Madinah tidak
termasuk rangkaian ibadah haji maupun umrah.
B. Hukum Ziarah
Asal hukumnya adalah MUBAH.
Bila dilaksanakan dengan niat yang baik untuk menambah iman dan keyakinan
terhadap kebenaran ajaran Islam, hukumnya menjadi SUNNAT.
Tetapi bila dilaksanakan secara berlebih-lebihan dengan cara mengeramatkan
tempat-tempat tersebut sehingga menimbulkan kemusyrikan maka hukumnya
HARAM
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 21
Aisyah, Umu Salamah, Juariah, Zainab, Sofiah, Hafsah & Mariah Kibtiah.
Putra-putri Nabi; Fatimah Az-Zahra, Qosim, Abdullah, Ibrahim, Ruraiyah,
Zainab dan Umi Kulsim.
- Jama’ah Haji & Umrah yang meninggal di Madinah dimakamkan di Baqi juga.
- Untuk ziarah; bagi pria biasanya pintu pagar dibuka setelah Shalat Shubuh
atau ketika ada jenazah yang akan dikuburkan. Sedangkan wanita tidak
boleh masuk, kapan saja dari luar pagar.
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 22
IBADAH DI MASJID AL-HARAM
”Shalat di masjidku lebih baik 1.000 kali dibanding dengan masjid-masjid lain
kecuali di Masjidil Haram lebih baik 100.000 kali.” (HR. Bukhari, Muslim,
Tirmidzi, Nasai, Ibn Majah, Malik dan Ahmad).
Rugi bila tidak menjawabnya! Pahala sekali shalat di Masjidil Haram lebih besar
daripada di Masjid Nabawi dan masjid lainnya. Bila ada 1 juta yang shalat
jama’ah, berarti kita mendapatkan pahala 27 x 100.000 x 1 juta = 2,7 T!!!
Subhanallah!
Rasulullah SAW bersabda : ”Sesungguhnya pada setiap hari Allah SWT menurunkan 120
rahmat; 60 untuk orang yang thawaf, 40 untuk orang yang shalat dan 20 untuk orang
yang memandang ka’bah”
Barangsiapa yang thawaf seputar Ka’bah 7 kali dan tidak berkata kecuali :
SUBHANALLOH WAL HAMDULILLAH WALAA ILAAHA ILLALLOOH, WALLOHU AKBAR WALA
HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAAH ”Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya dan
tidak ada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, tidak ada daya dan kekuatan kecuali
dari Allah”, maka akan diampuni sepuluh kesalahannya, dicatatkan untuknya sepuluh
kebaikan, dan diangkat setinggi sepuluh derajat. Dan barang siapa yang berbicara
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 23
ketika sedang thawaf, maka dia sudah membuang rahmat dengan kakinya, sebagaimana
air akan terbuang jika seseorang memasukkan kakinya ke dalam air. HR. Ibn Majah
SELESAI THAWAF SUNNAH
Shalat sunnah dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim atau dimana saja yang ada
tempat untuk shalat :
”Aku niat shalat sunnah thawaf dua raka’at karena Allah ta’ala”
Surat yang dibaca setelah Al-Fatihah : Al-Kafirun (Qulya) pada raka’at pertama, dan Al-
Ikhlas (Qulhu) pada raka’at kedua.
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 24
TEMPAT MUSTAJABAH DI TANAH SUCI
MEKAH AL MUKARRAMAH :
• Hajar Aswad
• Rukun Yamani
• Saat Thawaf
• Di Multazam
• Di dalam Ka’bah dan Hijir Ismail
• Di bawah Pancuran (Talang Emas)
• Di Telaga Zamzam (sudah ditutup)
• Di Bukit Shafa
• Di Bukit Marwah
• Ketika melakukan Sa’i
• Di belakang Maqam Ibrahim
• Di Padang ‘Arafah (ketika wukuf)
• Di Muzdalifah (saat haji)
• Di Mina (saat haji)
• Di tempat Ula, setelah selesai melontar (saat haji)
• Di tempat Wasthaa, setelah selesai melontar (saat haji)
• Di tempat Aqabah, setelah selesai melontar (saat haji)
WAKTU MUSTAJABAH :
• Pada hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah
• Bulan Ramadhan
• Hari Jum’at
• Saat sahur
• Di antara adzan dan iqamat
Ba'da (setelah) shalat
Saat turun hujan
Saat dalam jalannya Allah (fii sabilillah)
• Setelah khatam Alqur’an
• Di saat sujud
• Ketika berbuka puasa
• Pada 1/3 malam yang akhir
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 25
BUSANA JAMA’AH DAN ETIKA DI TANAH SUCI
Di antara perkara-perkara yang dipesankan kepada orang-orang yang hendak
menunaikan Ibadah Haji maupun Umrah adalah saling menjaga auratnya, baik
aurat laki-laki maupun wanita. Serta menjaga etika pergaulan baik antara suami-istri,
sesama laki-laki, sesama wanita serta yang bukan muhrim. Pesan ini hendaklah
dipelihara dengan sebaik-baiknya agar mendapatkan Haji dan Umrah Mabrur.
A. BATAS-BATAS AURAT
1. Aurat Laki-Laki
Islam telah menentukan batas-batas penentu untuk aurat laki-laki dan
perempuan. Dalam istilah syariat, aurat adalah bagian anggota tubuh yang
wajib ditutup.
Islam telah menetapkan aurat laki-laki adalah diantara pusar sampai dengan
lutut. Abu Ayyub Al-Anshari meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda :
“Jangan kamu menampakkan pahamu dan jangan melihat kepaha orang lain
baik yang hidup maupun yang mati”, diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibnu
Majjah.
Hadis ini bersifat umum karena dibatasi oleh hadis yang diriwayatkan oleh
Muslim, Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majjah Rasulullah SAW bersabda :
2. Aurat Wanita
Batas-batas aurat wanita lebih luas dibanding dengan aurat laki-laki. Setiap
wanita diwajibkan menutup seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak
tangan, agar terhindar dari pandangan laki-laki yang bukan muhrimnya.
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 26
B. BUSANA JAMA’AH
1. Jama’ah Laki-laki :
a. Gunakan bahan pakaian seperti sarung, celana, dan kain ihram yang
tebal. Jangan menggunakan bahan pakaian yang transparan/tipis. (ingat
banyak laki-laki yang memakai celana warna putih dan tipis sehingga
celana dalamnya kelihatan dari luar).
b. Jaga aurat selama berpakaian/menggunakan kain ihram dan usahakan
tidak mudah tersingkap jika terkena angin.
c. Tidak boleh memakai celana saat mengenakan pakaian ihram.
d. Jika ingin melaksanakan shalat baik di masjid atau di tempat ibadah
lainnya hendaknya berpakaian yang sopan dan jangan memakai kaos
oblong tapi gunakan baju lengan panjang.
2. Jama’ah Wanita :
a. Tidak menampakan bagian-bagian yang menimbulkan fitnah
b. Bukan pakaian khusus yang dipakai oleh orang laki-laki seperti celana
model laki-laki sebab Rasulullah SAW melaknat wanita –wanita yang
menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita.
c. Tebal, bahan pakaian muslimah tidak boleh tipis sehingga dapat
menyembunyikan warna kulit yang ditutupi.
d. Tidak mencolok dan menarik perhatian.
e. Menutup seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.
f. Baju yang menjulur sampai lutut dan longgar sehingga tidak
menampakkan bentuk tubuh.
g. Tidak memakai make-up apalagi minyak wangi (ingat, kita niat untuk
menunaikan ibadah umrah).
h. Wanita tidak disunahkan berpakaian warna putih.
C. ETIKA DI MASJID
1. Ikhlas saat datang ke masjid agar memperoleh pahala yang besar
2. Mengingatkan orang yang tidak mau mendatangi masjid, kecuali karena
suatu alasan
3. Tidak melangkahi leher orang-orang yang tengah duduk, atau mengingatkan
orang yang berbuat demikian
4. Tidak memisahkan dua orang yang berdampingan
5. Tidak berjalan di hadapan orang yang tengah mengerjakan shalat
6. Tidak boleh mengambil tempat khusus dimana dia tidak shalat kecuali di
tempat tersebut
7. Tidak boleh menyuruh seseorang bangun dari tempatnya agar dia bisa
menduduki tempat tersebut
8. Tidak memanfaatkan waktu antara adzan dan iqamah untuk mengobrol
dengan orang lain, karena waktu tersebut adalah waktu mustajabah untuk
berdoa.
9. Pindah dari satu tempat ke tempat lain di dalam masjid saat dilanda kantuk
10. Dilarang duduk mengapurancang (menjalin) jari jemari.
11. Dilarang meninggikan suara di masjid
12. Diharamkan mencari barang hilang di masjid
13. Orang yang junub atau wanita haid tidak boleh duduk di masjid
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 27
TENTANG DO’A-DO’A THAWAF
Pertanyaan : Kalau kita perhatikan di tengah-tengah thawaf ada orang yang
berulang-ulang membaca doa khusus; yakni doa untuk thawaf putaran yang
pertama, doa untuk thawaf putaran kedua dan seterusnya. Berlakukah doa-doa
seperti itu? Bagaimana hukumnya? Dan apa pengarahan Anda dalam hal ini?
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 28
DO’A RINGKAS HAJI & UMRAH
DO’A MASUK MASJID
Bismillahi wal hamdulillahi was-shalatu was-salamu ‘ala
rosulillah. Alloohummaf tahlii abwaaba rohmatik.
DO’A THAWAF
Subhaanalloohi walhamdulillaahi walaa ilaaha illalloohu
walloohu akbar, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil
‘aliyyil ‘azhiim. (bacaan tasbih)
Was-sholaatu was-salaamu ‘alaa rasuulillaahi shallalloohu
‘alaihi wasallam.
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 29
DOA MENDAKI BUKIT SHAFA / MARWAH
Innash-shofaa wal marwata min sya’aairillaah.
DO’A SAI
Membaca tasbih, takbir, tahmid, dzikir atau do’a.
Keterangan :
Dibolehkan berdo’a dengan bahasa sehari-hari, baik waktu thawaf dan sa’i.
Do’a apa saja yang kita sukai, bahkan boleh membaca Al-Qur’an.
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 30
SEORANG YANG UMRAHNYA MABRUR AKAN NAMPAK
PADA SIKAPNYA, seperti :
®®®
ًاَللَّ ُه َّم َح َّجة َال مرََّيءً فمحي َها َوَال مٌسح َعة
“Ya Allah, semoga ibadah haji (kami) bukan karena ria’ dan bukan
karena harga diri”. (HR. Bukhari)
اك ا حلََّم ك مف ح
َ الَحمي َوَك َف َ ََّي غَُلَ ُم َزَّوَد َك للاُ التَّ حق َوى َوَو َّج َه
“Wahai pemuda --wahai para tamu Allah--,
semoga Allah membekali Anda dengan ketaqwaan
dan mengarahkan Anda pada kebaikan serta
menghindarkan Anda dari Kesusahan”
( HR. Muslim, Ibn Majah, Malik & Ahmad )
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 31
DAFTAR PUSTAKA
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 32
19. Makkah al Mukarramah Sejarah & Monumen, Mahmud Muhammad
Hamo;Abdulghani Isa, Arsip Proyek Pengagungan Negeri Suci Makkah, 1431 H /
2010 M.
20. Sejarah Kota Madinah Munawwarah dan Tempat-tempat Bersejarahnya,
Prof. Ahmad Muhammad Syab’an;Firanda Andirja Abidin, Kerajaan Arab Saudi;
Pusat Riset dan Penelitian Ilmiah tentang Kota Madinah Munawwarah, 2006 M.
21. Sejarah Makkah dan Sejarah Madinah Munawwarah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul
Ghany, Madinah, [Link]-1, 2005
22. Tapak Sejarah Seputar Makkah-Madinah, Dr. H. Muslim Nasution, Penerbit: Gema
Insani Press, Jakarta, [Link]-1, 1999
23. The True Ziarah Haji & Umrah, Teguh Purwati, Penerbit: PT. Salamadani Pustaka
Semesta, Jakarta, [Link]-1, 2010
24. Buku Pintar Haji & Umrah, H.M. Iwan Gayo, Penerbit: Pustaka Warga Negara
Jakarta, [Link]-10, Juni 2010
25. Menuju Baitullah, Hj. Wachidah Ghozali, Penerbit: Indonesia Press, Jakarta,
[Link]-1, Juni 2009
26. Misteri Ka’bah Kisah Nyata Kiblat Dunia Sejak Nabi Ibrahim hingga Sekarang, Fathi
Fawzi’Abd al-Mu’thi, Penerbit : Zaman, Jakarta, Cet. Ke-1, 2010.
27. Panduan Shalat Lengkap, Dr. Sa’id bin Ali bin Wahaf al-Qahthani; Penerjemah
Ibnu Abdillah, Penerbit: Almahira, Jakarta, [Link]-1, Januari 2006
28. Shalat & Dzikir: Sehari-hari dan Sepanjang Tahun, H. Subagdja Prawata,
Penerbit: Percetakan Negara RI, Jakarta, [Link]-1, Januari 2002
29. Buku Pintar Thaharah Panduan Praktis Bersuci Sesuai Petunjuk Nabi SAW;
Abdullah bin Muhammad Al-Askar;judul asli Shifat Kitabu Al-Mukhtashar Al-Wafi,
Penerbit: Aqwam, Solo, [Link]-1, Mei 2010
30. Sifat Mandi NABI SAW; Abu Said Bal’id bin Ahmad;judul asli Shifat Ghuslun-Nabiy
SAW wa Ahkaamul Aghsaal al-Masyruu’ah, Penerbit: Pustaka Darul Ilmi, Bogor,
Januari 2009
31. Misteri Panjang Umur; Mendapatkan Pahala Besar dengan Amalan Ringan dan
Singkat, Muhammad Ibrahim an-Nu’aim; judul asli Kaifa Tuthilu ‘Umrakal-intajiy,
Penerbit: Qisthi Press, Jakarta, [Link]-17, Juni 2010
32. Doa-doa Mustajab Orang Tua untuk Anak, Kumpulan Doa Para nabi dan Orang-
orang Shalih untuk Anak-anak Mereka yang Dikabulkan Allah, Ummu Harits & Irfan
Abdul Azhim, Penerbit: Pustaka Arafah, Solo, [Link]-1, Juli 2010.
33. Do’a Sebuah Petunjuk dan Contoh-contoh, Miftah Faridl, Penerbit: Pustaka,
Bandung, [Link]-13, 2006.
33. Kisah Perjalanan Haji, Haeruddin Talib Sulaiman, Penerbit: PT. Elex Media
Komputindo, Kompas Gramedia, Jakarta, 2013
34. 100 Tanya Jawab Haji & Umrah, DR. Yusuf Qardhawi, Penerbit: Pustaka
Al-Kautsar, Jakarta, Cet. Pertama, Mei 2013.
35. [Link] - [Link]
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 33
DENAH THAWAF
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 34
GAMBAR KA’BAH
Keterangan Gambar :
1. Hajar Aswad 8. Rukun (Sudut) Hajar Aswad
2. Pintu Ka’bah 9. Rukun Yamani
3. Mizab (Talang Air) 10. Rukun Syami
4. Syadzarwan (Pondasi) 11. Rukun Iraqi
5. Hatim (didalamnya Hijir Ismail 12. Kiswah (Kain penutup)
6. Multazam
7. Maqam Ibrahim
Komunikasi :
Dari Arab ke Indonesia : +62 No HP, +6221telp ,
contoh +628164828219, +62217666166
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 35
DENAH SA’I
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 36
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 37
PERLENGKAPAN YANG DIBAWA JAMA’AH UMRAH
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 38
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 39
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 40
Taman Kota Bani Syaqifah Madinah
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 41
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 42
Tausiyah Manajemen Kematian
Waktu setelah asar-menjelang maghrib
Di Lantai Atap Masjidil Haram
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 43
Jabal Uhud Madinah
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 44
Selesai Umroh di depan Pintu Marwah
Masjidil Haram Mekkah
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 45