0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan46 halaman

Oleh: H. Rusmono Hy, S.Pd.I: Masjid Raya Pondok Indah

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan46 halaman

Oleh: H. Rusmono Hy, S.Pd.I: Masjid Raya Pondok Indah

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd



‫لبيك اللهم لبيك‬

Oleh : H. Rusmono Hy, [Link].I


HP/WA 0816 4828 219

MASJID RAYA PONDOK INDAH


Jl. Sultan Iskandar Muda No. 1 Pondok Indah Jakarta Selatan 12310
Telp. (021) 7666166 Fax. (021) 7666167
Email : [Link]@[Link]
[Link]



Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 0
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 1
ANGGOTA IKATAN PEMBIMBING HAJI UMROH INDONESIA
BERSERTIFIKAT

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 2
MANASIK UMRAH
UMRAH terambil dari kata kerja i'tamara, yang berarti ziarah atau
berkunjung. Secara istilah Umrah berarti mengunjungi Baitullah (Ka'bah) untuk
melakukan ibadah thawaf, sa'i dan bercukur (tahallul) dengan mengharap
ridha Allah.
Para Ulama telah sepakat bahwa ibadah Umrah itu disyariatkan dalam Islam,
berdasarkan firma Allah subhanahu wata’ala :
‫اْل َّج والحعمرةَ مَّلِلم‬
‫ح‬ ‫ا‬
‫و‬ ُّ
‫ِت‬‫وأَم‬
َ‫َ َ ُح‬ َ
"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah karena ALLAH.“
(QS. Al-Baqarah [2]: 196)

Golongan Imam Hanafi dan Imam Malik berpendapat bahwa Umrah hukumnya
Sunnah Muakkad. Alasannya adalah hadits riwayat ahmad dan turmudzi yang
menceritakan: "Bahwa Nabi saw ditanya mengenai 'umrah, Apakah ia wajib?"
Sabdanya: “Tidak, hanya jika kamu ber'umrah, maka itu lebih utama.“
Sedangkan golongan Imam Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa ia
adalah fardhu. Berdasarkan surat al-Baqarah ayat 196 diatas.

KEUTAMAAN IBADAH UMRAH


“Orang-orang yang mengerjakan haji dan orang-orang yang megerjakan umrah
adalah duta-duta (tamu-tamu) Allah. Jika mereka memohon kepada-nya,
pastilah dia mengabulkannya, dan jika mereka memohon ampun kepada-nya,
pastilah dia mengampuninya.“ (HR. Nasa-i, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan
Ibnu Hibban)

“Tamu Allah itu tiga: Mereka yang berperang di jalan Allah, jama’ah haji dan
jama’ah umrah.” HR. Nasai, Ibn Huzaimah, Hakim dan Baihaqi
“Allah akan mengganti semua biaya yang dikeluarkan untuk umrah dan haji.”
HR. Baihaqy
“Jihadnya orang tua dan anak-anak, orang yang lemah dan perempuan, adalah
HAJI & UMRAH.” HR. Nasai dan Ahmad.
“Umrah di bulan ramadhan sama nilainya dengan satu kali haji.” HR. Ahmad
dan Ibnu Majah.

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 3
“Laksanakanlah haji dan umrah, karena keduanya menghapus kefakiran dan
dosa sebagaimana api menghilangkan karat dari besi.” (HR. Tirmidzi )

WAKTU IBADAH UMRAH


Jumhur ulama berpendapat bahwa waktu ibadah 'umrah dalam setahun itu
sepanjang hari. Bisa dilakukan di musim haji Maupun di luar musim haji

BACAAN TALBIYAH
‫ك‬
َ ‫ك لَبَّ حي‬
َ َ‫ك ل‬ َ ‫الش مريح‬
َ ‫ك‬ َ ‫ك اللَّ ُه َّم لَبَّ حي‬
َ ‫ لَبَّ حي‬،‫ك‬ َ ‫لَبَّ حي‬
‫ك‬َ َ‫ك ل‬ َ ‫الش مريح‬
َ ‫ك‬ َ ‫ك َوالح ُملح‬َ َ‫إم َّن ا حْلَ حم َد َوالنّ حع َم َة ل‬
Labbaikalloohumma labbaiik, labbaika laa syariika laka labbaiik. Innal hamda
wan-ni’mata laka wal-mulk, laa syariika lak.

“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu


bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan
kerajaan untuk-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.” (HR. Bukhari & Muslim)

Jama’ah Umrah adalah para tamu Allah, yang akan berangkat dengan NIATAN
Suci, ke tempat Suci, di waktu yang Suci, dan akan menemui Tuan Rumah yang
Suci. Oleh karenanya camkan betul Talbiyah diatas, bahwa kita hadir di sana
hanya untuk ALLAH, jangan sampai berbuat kemusyrikan seperti menggosok-
gosok ka’bah, memohon kepada Nabi Muhammad di Makam beliau,
menuliskan nama di Bukit Arafah dll.

CONTOH PAKAIAN IHRAM

Di luar Thawaf Saat Thawaf Dilarang memakai sarung tangan dan cadar saat Ihram

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 4
Tips Mengatur Waktu Pada Saat Umrah
1. Niat dan Tekad
Sejak awal berangkat dari Tanah Air, hendaknya Anda sudah berniat dan
bertekad akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin saat di Makkah dan
Madinah. Bahkan juga bertekad memanfaatkan waktu dengan baik mulai
keberangkatan naik pesawat hingga selesai ibadah Umrah.

2. Rencanakan Ibadah Anda


Pepatah mengatakan ”Tanpa Perencanaan, Anda sama saja dengan
Merencanakan Kegagalan”. Pepatah ini juga berlaku dalam ibadah haji dan
umrah. Tanpa perencanaan yang baik, ibadah umrah Anda kurang sempurna.
Anda harus merencanakan ibadah umrah Anda. Kalau perlu tulis rencana Anda
dalam kertas dan jadikan ia sebagai janji kepada diri sendiri untuk
dilaksanakan. Tulis apa saja yang akan Anda lakukan nanti di masa umrah.
Target apa yang akan Anda capai. Kebiasaan apa saja yang akan Anda lakukan
di Tanah Suci. Sebagai contoh, Anda bisa merencanakan dan menulis rencana
serta target Anda seperti ini :
- shalat jama’ah 5 waktu di masjid
- membaca Al Quran sehari 1 juz, atau setiap selesai shalat
- thawaf sunnah setiap hari
- shalat malam setiap hari
- membaca buku manasik sebelum beramal dan buku agama
- hanya berkata yang baik-baik, tidak banyak ngobrol dan menggunjing orang

3. Bawa Perlengkapan Ibadah Anda


Persiapkan dari rumah untuk membawa alat-alat ibadah yang Anda perlukan.
Seperti Al Quran, peci, mukena, buku agama, buku manasik, dan lain-lain.
Bahkan jika Anda memiliki alat-alat audio, ataupun HP yang bisa memutar
bacaan Al Quran, bawa saja. Dan jika Anda kelupaan membawa alat-alat
ibadah, Anda bisa membeli di sana.

4. Hindari Perbuatan Sia-Sia


Ingatlah tujuan Anda pergi ke Tanah Suci adalah beribadah. Hindari perbuatan
yang sia-sia, atau bahkan menambah dosa. Contoh perbuatan yang sia-sia
antara lain : Terlalu banyak ngobrol yang tidak berguna, banyak berbelanja,
lupa ibadah dan jalan-jalan kesana kemari yang tiada guna, terlalu banyak
makan, ngemil, atau cari makan di luar, telpon, SMS yang tidak berguna dan
sebagainya. Tinggalkan semua perbuatan yang sia-sia. Berfokuslah untuk
membiasakan diri memanfaatkan waktu dengan baik untuk beribadah
kepada Allah.

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 5
5. Pilih Teman Yang Rajin Ibadah
Teman sangat mempengaruhi kita dalam segala hal. Apalagi jika Anda adalah
tipe orang yang tidak bisa menolak ajakan teman. Karena itu, saat ibadah
umrah, pilihlah teman yang rajin ibadah. Sehingga Anda juga ‘ketularan’ rajin
ibadah. Dan Anda bisa memanfaatkan waktu ibadah Anda dengan baik. Saat
ibadah umrah, Anda akan menemukan banyak tipe manusia dengan latar
belakang yang beragam. Ada yang rajin ibadah. Ada juga yang suka ngobrol.
Dan ada juga yang suka belanja dan bingung memikirkan oleh-oleh untuk
saudara di tanah air.

Jika Anda benar-benar bertekad memanfaatkan waktu Anda dengan baik, maka
Anda pasti memilih teman yang rajin ibadah. Sehingga Anda benar-benar bisa
memanfaatkan waktu ibadah Anda dengan baik.

6. Tinggalkan Semua Urusan Dunia


Berfokuslah pada saat ibadah umrah hanya untuk ibadah saja. Tinggalkan
semua urusan bisnis dan pekerjaan. Saat hendak berangkat umrah, hendaknya
semua urusan bisnis dan pekerjaan selesai. Dan saat Anda tinggalkan, Anda
harus yakin semuanya akan baik-baik saja.

7. Senantiasa MINUR AIR ZAM-ZAM


Perbanyaklah minum air zam-zam selagi di Tanah Suci, usahakan yang tidak
dingin (not cold). Bisa di bawa ke hotel; dengan plastik makanan (bening)
ukuran 3 atau 5 kg. Selain untuk minum bisa juga untuk mandi di hotel.

PENTINGNYA SYUKUR DAN SABAR


Rasulullah SAW bersabda : “Sungguh luar biasa perkara orang beriman,
sesungguhnya segala perkaranya adalah baik, dan hal itu tidak terdapat
dalam diri seseorang melainkan bagi orang yang beriman. Yaitu apabila
ditimpa kesenangan ia bersyukur, maka perbuatan itu adalah baik baginya.
Dan apabila ditimpa kesengsaraan ia pun bersabar, maka perbuatan
tersebut adalah baik baginya.” HR. Muslim

Beberapa manfaat Sabar :


- Mencapai keridhaan Allah – Kebersamaan Allah
- Masuk ke dalam surga tanpa hisab
- Menjadikan syaitan bersedih
- Menambah pahalanya
- Menghasilkan balasan tanpa batas
- Merasakan indahnya beriman.

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 6
Rangkaian Ibadah Dalam Melaksanakan Umrah
1. DARI RUMAH
- meminta maaf kepada keluarga, tetangga dan teman sejawat
- menitipkan keluarga
- meminta do’a restu
- thaharah (bersih-bersih badan dan mandi) -- lihat pembahansan
tentang Thaharah & Shalat --
- shalat sunnah safar sebelum berangkat
- berdo’a sebelum berangkat

2. DI PERJALANAN
- berdo’a ketika naik kendaraan dan berdzikir selama dalam perjalanan
- selalu bersyukur ketika di beri kemudahan dan bersabar ketika diberi
ujian
- sujud syukur sesampainya di tempat tujuan
- pelaksanaan shalat di jama’ dan qoshor (zhuhur-ashar, maghrib-isya)

RANGKAIAN IBADAH UMRAH :


• IHRAM/NIAT UMRAH dari MIQOT
• THAWAF, 7 KALI
• SA’I, 7 KALI
• CUKUR RAMBUT [TAHALLUL]
• Dilakukan secara TERTIB Berurutan

1. Persiapan Umrah; potong kuku, kumis, bulu ketiak dan mandi sunnah
(mandinya seperti mandi junub) dilakukan di Hotel Madinah pada hari
keberangkatan.
2. Memakai wewangian sunnah bagi pria, dikenakan pada anggota
badan. Adapun wanita tidak disunnahkan.
3. Berpakaian Ihram, kedua pundak ditutup (pria)
Memakainya di Hotel Madinah saat akan berangkat mengambil Miqot
di Masjid Bir Ali Dzul Hulayfah (+ 11 km dari Masjid Nabawi)
Berangkat menuju tempat MIQOT IHRAM yaitu MASJID BIR ALI di
Dzul Hulayfah --lanjut ke Mekkah--

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 7
4. Sunnah untuk melakukan ihram (niat umrah) setelah pelaksanaan
shalat, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah. Karena Nabi
Muhammad saw melakukan ihram sesudah shalat Dhuhur
(HR Muslim). Bagi mereka yang miqatnya di Masjid Bir Ali Dhul
Hulayfah dianjurkan Shalat Sunnah dua raka’at di miqat tersebut,
karena ia bagian dari wadi (lembah) Aqiiq yang diberkahi dan Allah
SWT memerintahkan Rasulullah SAW shalat disana (HR. Bukhari &
Muslim) -- tidak ada kekhususan Shalat Sunnah Ihram --
5. IHRAM untuk UMRAH “Labbaikalloohumma UMROH” ( Ya Allah,
aku penuhi panggilan-Mu untuk melakukan umrah) di atas bus ketika
mulai bergerak dan dilafadhkan dengan lisan, dilanjutkan ber-Talbiyah
sepanjang perjalanan “Labaaikalloohumma labbaik … dst. (lama
perjalanan + 5 jam dari Madinah ke Makkah)
6. Larangan Ihram mulai berlaku hingga bercukur (Tahallul)
Berdoa setelah berihram “Alloohumma inii uharrimu min kulli maa
harromta ‘alal muhrimi farhamnii yaa arhamarroohimiin ( Ya Allah,
sesungguhnya aku mengharamkan diriku dari segala apa yang
Engkau haramkan kepada orang yang berihram karena itu rahmatilah
aku ya Allah Yang Maha Pemberi Rahmat.”
7. Sesampainya di Hotel Makkah, makan malam dan menempati kamar
masing-masing, berwudhu kemudian bersama-sama berangkat ke
Masjidil Haram (masih berpakaian Ihram)
8. Menuju Masjidil Haram sambil bertalbiyah hingga akan thawaf
9. Memasuki Masjidil Haram berdo’a masuk masjid “Alloohummaghfirlii
dzunuubi waftahlii abwaaba rohmatik..”
10. Melihat ka’bah membaca do’a “Alloohumma zid haadzal Baita tasyrifan
… atau Alloohumma antas-salam waminkas-salam... dst
11. Kenakan pakaian Ihram (Pria) sebelum Thawaf; pundak kanan
terbuka, pundak kiri tertutup (idhtiba’)
12. Melaksanakan THAWAF
a) Ka’bah di sebelah kiri kita, memulai dari Rukun/sudut Hajar
Aswad; menghadapkan badan dan mengisyaratkan tangan kanan
sambil membaca “Bismillaahi walloohu Akbar”, tanpa mencium
tangan.
b) Dilanjutkan dengan raml (berlari kecil dengan memendekkan
langkah tanpa melompat) pada 3 putaran dan berjalan biasa pada
4 putaran berikutnya bagi Pria. Sambil membaca tasbih, dzikir dan

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 8
doa kepada Allah, atau membaca beberapa surat atau ayat dari
al-Qur’an sampai tiba di Rukun Yamani.
c) Saat berada sejajar dengan Rukun Yamani, mengusapnya dengan
tangan kanan tanpa menciumnya dengan membaca “Bismillaahi
Alloohu Akbar”. Jika tidak memungkinkan berlalu saja tanpa
membaca apapun dan tanpa mengisyaratkan tangan atau
melakukan apapun.
d) Diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad membaca : “Robbanaa
aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah, waqinaa
adzaabannaar..”.
e) Setiap kali sampai di sudut Hajar Aswad; menghadapkan badan
dan mengisyaratkan tangan kanan sambil membaca ”Alloohu
Akbar”, tanpa mencium tangan.
f) Thawaf senantiasa dilakukan diluar ka’bah (tidak boleh memasuki
hijir ismail atau mengusap-usap dinding ka’bah), bila dilakukan
maka Thawaf menjadi batal pada putaran tersebut.
g) Bila batal wudhu, maka Thawafnya menjadi batal pada putaran
tersebut saja. Berwudhu lagi dan melanjutkan putaran thawaf yang
batal dimulai dari Sudut Hajar Aswad kembali. Bila lupa jumlah thawaf
yang telah ditempuh, maka harus berpegang dengan sesuatu yang ia
yakini dan meninggalkan keraguan. Seandainya ia lupa apakah
jumlah thawafnya sudah 3 atau 4 kali, untuk kehati-hatian (ikhtiyat),
ambillah bilangan terkecil yaitu 3 karena 3 lebih meyakinkan
daripada 4.
h) Thawaf selesai setelah sempurna 7 putaran;
kemudian mencari tempat yang kosong di areal arah belakang
Maqam Ibrahim dan menghadapnya sambil membaca “Wattakhidzuu
mimmaqoomi ibroohiima mushollaa”, (dan jadikanlah sebahagian
maqam Ibrahim tempat shalat –QS. Al Baqarah:125). Kemudian
membetulkan kembali Kain Ihram; kedua pundak ditutup kembali
(pria).
Maqam dalam bahasa Arab berarti tempat bediri. Sebagian ulama
memaknai Maqam Ibrahim sebagai tempat berdirinya Nabi Ibrahim
ketika membangun Ka’bah. Tapi, ada juga yang mengartikannya
sebagai tempat berdirinya Nabi Ibrahim ketika shalat. Telepas dari
kedua makna di atas, yang pasti makna Maqam Ibrahim disini
bukanlah kuburan Nabi Ibrahim AS.
i) Melaksanakan shalat sunnah 2 rakaat setelah Thawaf.
Rakaat I : Al Fatihah dan Al Kafirun
Rakaat II : Al Fatihah dan Al Ikhlas
Setelah itu berdo’a dalam hati masing-masing.

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 9
Jika tidak memungkinkan shalat tepat di belakang Maqam Ibrahim,
karena berdesakan maka boleh shalat dimana saja
j) Usai shalat mengambil Air zam-zam dan meminumnya, dan sebagian
disiramkan ke kepala.
Menghadapkan badan ke arah Ka’bah dan berdo’a minum air zam-
zam “Allohumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a... dst”
k) Menuju ke Mas’a (tempat Sa’i) -- arah lurus dari Pojok Hajar Aswad–

15. Melakukan SA’I


a) Saat mendaki Bukit Shafa membaca “Innas-shofaa wal marwata
min sya’aa-irillaah”. Lalu mengucapkan “Abda-u bimaa bada
alloohu bih” (Saya memulai dengan apa yang Allah mulai
dengannya - Bismillahirrahmaanirrahiim)
b) Sampai di bukit Shafa menghadap ka’bah membaca : “Alloohu
Akbar 3x, Laa Ilaaha Illalloohu wahdahu laa syariikalah … dst.
c) Lalu turun dari Shafa menuju Marwah, sampai di tanda lampu hijau
mempercepat jalan sampai tanda hijau berikutnya – khusus pria--,
sambil membaca”Robbighfir warham wa’fu watakaarom..” lalu
jalan biasa.
d) Sampai di Marwa melakukan dan mengucapkan seperti apa yang
diucapkan di Shafa (berzikir dan berdoa menghadap qiblat)
e) Dianjurkan untuk menjaga wudhu saat sa’i. Andai tiba waktu shalat,
maka laksanakanlah shalat berjama’ah kemudian melanjutkan sa’inya
setelah shalat.
f) Selesai 7 kali di Marwah; berzikir dan berdo’a menghadap qiblat.
--tempat dikabulkannya do’a-- Kemudian keluar dari Marwah untuk
mencukur rambut (Tahallul).
16. Mencukur/memendekkan rambut. Sedangkan bagi wanita rambut
dikumpulkan dan dipotong seujung jari.
Bagi jama’ah pria yang ingin tahallul dengan meratakan atau
menggundul rambut, dilakukan di barber shop sambil pulang ke hotel.
Doa menggunting rambut : “Alloohummaj’al likulli sya’rotin nuuron
yaumal qiyaamah” Ya Allah, jadikanlah setiap helai rambutku cahaya
di hari qiyamah kelak.

Dengan demikian, maka usailah ibadah Umrah; segala sesuatu yang


semula haram karena berihram menjadi boleh kembali (TAHALLUL).

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 10
Doa setelah selesai Umrah :
Aa ibuuna taaibuuna ‘aabidduna saajiduuna lirobbina haamiduuna
“Semoga kami termasuk orang-orang yang kembali, ahli taubat, ahli ibadah,
ahli sujud dan kepada Allah kami semua memuji.”

ALHAMDULILLAAHI ROBBIL ‘AALAMIIN

SETELAH UMRAH SELESAI


❖ Kembali ke Hotel
❖ Berganti dengan pakaian biasa
❖ Hari-hari berikutnya : Shalat berjama’ah di Masjidil Haram, Thawaf Sunnah,
memperbanyak Shalat Sunnah, membaca Al-Qur'an, berdzikir, I'tikaf, dan lain
sebagainya

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 11
LARANGAN IHRAM UMRAH

Untuk Pria
• Memakai pakaian yang dijahit
• Memakai alas kaki yang menutup mata kaki.
• Sengaja menutup kepala sampai menyentuh rambut (kecuali dalam
keadaan yang sangat darurat).
Untuk Wanita
• Menutup telapak tangan
• Menutup muka.
Untuk semua
• Memakai wangi-wangian (kecuali yang sudah dipakai sebelum niat
• Memotong kuku, mencukur/mencabut bulu /rambut
• Memburu atau membunuh binatang
• Menikah atau menikahkan
• Bercumbu atau bersetubuh
• Bertengkar, memarahi atau mengucapkan kata-kata yang tidak
senonoh/kotor
• Memotong atau mencabut pohonan di Tanah Haram

SANKSI/DENDA/FIDYAH :
Denda atas orang yang melanggar larangan ihram berlaku apabila
dilakukan secara sengaja tahu hukum dan tidak dipaksa.

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 12
Jika yang dilanggar itu berupa memakai pakaian berjahit (pria), menutupi
kepalanya (pria), mencabut/memotong rambut, memotong kuku,
memakai wangi-wangian, wanita memakai tutup muka (cadar) atau kaos
tangan, tidak ihram dari miqot; maka fidyah-nya boleh memilih salah satu
diantara tiga:
‫ْي‬‫َّق بمثَََلثَمة آص ٍع ممن ِتَحٍر ب م م م‬ ٍ ‫م‬
َ ‫ْي ستَّة َم َساك‬
َ ‫ُ ح َح‬ ‫صد ح‬َ َ‫ص حم ثَََلثَةَ أَ ََّّيم أ حَو ت‬
ُ ‫ا حذبَ حح َشاةً أ حَو‬
⚫ Menyembelih seekor kambing, atau
⚫ Berpuasa selama tiga hari di tanah suci, atau
⚫ Bersedekah sebanyak tiga sha’ kurma (setara dengan 7,5 kg) untuk
dibagikan kepada enam orang miskin . (HR. Muslim, Ahmad & Abu
Dawud)

Bila ia membunuh binatang buruan darat, maka sanksinya mengganti


dengan binatang yang sama, atau berpuasa atau bersedekah.

Bagi yang melanggar salah satu Wajib Umrah, yaitu Tidak ihram dari
miqat, dan tidak mencukur rambut (Tahallul) maka dia wajib
menyembelih seekor kambing.

Bila yang dilanggar adalah BERSETUBUH, atau keluar air mani dengan
sengaja, maka sanksinya :
• Berdosa dan harus bertaubat
• Ihram rusak
• Wajib pergi ke tanah halal yang terdekat untuk ihram lagi
• Menyembelih kambing

Jika terhalang memasuki Mekkah disebabkan karena musuh / sakit :


• Menyembelih hewan jika mampu (QS. Al-Baqarah [2]: 196
• Halq atau taqshiir (cukur/potong rambut)

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 13
MAKNA-MAKNA RITUAL UMRAH
I. MIQOT
1. Dalam usaha mendekati Allah dan kembali kepada Allah, kita harus
bertolak dari titik yang benar
2. Dalam usaha itu ada aturan yang harus ditaati dan waktu yang harus
ditepati
3. Bahwa tujuan yang benar harus ditempuh dengan cara yang benar
4. Bahwa manusia selalu harus berpacu dengan waktu, yang mengikat
kehidupannya.

II. BERNIAT & MENGENAKAN PAKAIAN IHRAM


1. Bahwa kelurusan sebuah amal tergantung dengan kelurusan niat dan
amal akan dibalas sesuai dengan niat pelakunya. Niat adalah pangkal
sekaligus ujung
2. Orang tidak akan dapat mendekati Allah Yang Maha Suci, kecuali
dengan menyucikan diri
3. Orang tidak akan dapat menjumpai Allah selama dia masih
terkungkung dengan egonya masing-masing
4. Pakaian sering membuat orang terbelenggu dan merasa berbeda
dengan orang lain
5. Kita hanya dapat menghadap Allah jika kita bertolak dari pengakuan
bahwa kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa
6. Pakaian ihram sebenarnya adalah pakaian kematian.

III. THAWAF
1. Jika ingin dekat dengan Allah, kita tidak boleh berhenti untuk
mendekati-Nya
2. Jika ingin dekat dengan-Nya, kita harus melakukannya dengan
sepenuh hati, dengan sepenuh jiwa raga
3. Gerakan kembali kepada Allah adalah gerakan seumur hidup
4. Kembali kepada Allah hanya mungkin dengan cara yang telah
ditunjukkan-Nya
5. Kembali kepada Allah hanya mungkin dengan menggabungkan diri
dengan mereka yang juga kembali pada-Nya.
6. Thawaf adalah lambang kehidupan

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 14
IV. SA’I
1. Cita-cita hidup hanya dapat dicapai dengan perjuangan dan
pengorbanan, bukan dengan angan-angan.
2. Perjuangan hidup harus ditempuh dengan totalitas, tidak dengan
setengah hati
3. Tekad yang bulat, totalitas, pengorbanan dan harapan yang tak
pernah surut adalah syarat-syarat keberhasilan.
4. Sebagai mukmin ( bukan sebagai orang sekuler ) keberhasilan adalah
karunia-Nya, bukan karena kehebatan diri kita
5. Apa yang didapat dalam hidup ini, tidak boleh dinikmati sendiri,
harus dibagi kepada sesama.
6. Sa’i adalah lambang dunia.

V. MENCUKUR RAMBUT
1. Semua ritual umrah itu, harus melahirkan perubahan. Perubahan itu
ditandai dengan mencukur rambut
2. Sebanyak rambut yang ada di kepala kita, sebanyak itu pula hal-hal
buruk yang harus kita tinggalkan sepulang umrah
3. Secepat tumbuhnya rambut, secepat itu pula kita ingin memperbaiki
diri.
4. Kenikmatan bertahallul hanya dapat dirasakan oleh mereka yang
ber-Ihram. Jika kita bisa ber-Ihram sepanjang hidup (Mengharamkan
atas diri kita apa-apa yang diharamkan Allah) maka segala sesuatu
menjadi halal setelah kita di surga.

VI. PENUTUP
1. Buatlah persiapan seakan-akan kita tidak akan kembali lagi ke
kampung halaman
2. Pakailah pakaian ketulusan, pakaian kejujuran
3. Bertalbiahlah menjawab seruan Allah
4. Bertaqwalah bersama para Malaikat
5. Akuilah kesalahan dan dosa di seputar Ka’bah
6. Cukurlah aib-aib dirimu.

®®®

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 15
IBADAH DI MASJID NABAWI MADINAH
Rasulullah SAW bersabda :
”Shalat di masjidku lebih baik 1.000 kali dibanding dengan masjid-masjid lain
kecuali di Masjidil Haram lebih baik 100.000 kali. (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi,
Nasai, Ibn Majah, Malik dan Ahmad).
”Barangsiapa keluar rumahnya dalam keadaan suci untuk mengerjakan shalat
wajib, maka pahalanya seperti pahala orang yang menunaikan haji dengan ihram.”
Barangsiapa pergi menunaikan shalat dhuha, dimana dia tidak berlelah-lelah
kecuali untuk melakukan shalat itu, pahalanya seperti pahala orang yang umrah.
Dan shalat setelah suatu shalat dengan tidak diwarnai canda antara keduanya
merupakan kitab catatan di ’illiyin.” HR. Abu Dawud
◼ JANGAN LEWATKAN UNTUK SENANTIASA SHALAT DI MASJID
◼ TUNAIKAN SHALAT WAJIB BERJAMA’AH DI MASJID
◼ UPAYAKAN SHALAT-SHALAT SUNNAH TERLAKSANAKAN
◼ BERDO’A ketika masuk masjid
◼ BERDO’A ketika keluar masjid
◼ Berusaha datang sebelum Adzan
“Sesunggguhnya amal manusia yang pertama kali dihisab pada Hari Kiamat adalah
SHALATnya. Nabi SAW bersabda : ”Allah berfirman kepada para malaikat-Nya dan
Dia Maha Tahu, Lihatlah amal shalat hamba-Ku, dia melengkapinya atau
menguranginya. Kalau dia sempurna maka tulislah sempurna, kalau sedikit saja
yang dikurangi Allah berfirman; Lihatlah apakah hamba-Ku melakukan shalat
sunnah. Kalau seorang hamba melakukan shalat sunnah maka Allah berkata,
sempurnakanlah shalat wajib hamba-Ku dengan SHALAT SUNNAHNYA, lalu hitunglah
amalnya sesuai dengan shalatnya” HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibn Majah, ad-Darimi
dan Ahmad

A. SHALAT FARDHU LIMA WAKTU


Menjawab adzan dan mengisi barisan terdepan
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada barisan shalat
yang paling depan. Dan seorang muadzin akan diampuni (dosa)nya seluas
jangkauan suaranya, dan semua yang mendengarnya: dari benda hidup maupun
mati, dan membenarkannya (menirukannya), ia akan mendapat pahala sebesar
pahala orang yang shalat bersamanya .” HR. Ahmad, Nasai dan Tabrani
Rugi bila tidak menjawab adzan! Coba hitung bila ada 1 juta yang shalat
jama’ah, berarti kita bakal mendapatkan pahala shalat : 27 x 1.000 x 1 juta =
27 M! Subhanallah! Berapa lama bila kita shalat di tanah air???...
“Seandainya orang-orang mengetahui besarnya keutamaan pada adzan dan shaf
pertama, kemudian hal itu tidak dapat diperoleh kecuali dengan berundi,
niscaya mereka akan berundi (untuk memperolehnya).” HR. Mutafaqun ‘alaih

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 16
B. SHALAT TATHAWU’ (SHALAT-SHALAT SUNNAH)
Usahakan untuk melakukakan semampunya.

1. Shalat Tahiyyatul Masjid (Penghormatan Masjid)


Ketika memasuki masjid membaca do’a ”Bismillaahi wash-shoolaatu
wassalaamu ’alaa rasuulillaah. Alloohummaghfirlii dzunuubii waftahlii
abwaaba rohmatik” Dengan nama Allah dan shalawat serta salam atas
Rasulullah. Ya Allah ampunilah aku atas segala dosa-dosaku, bukalah
untukku segala pintu rahmat-Mu.
Lakukan shalat ini di RAUDHAH bila memungkinkan, bila tidak di mana saja
di dalam masjid.
Shalat sunnah 2 raka’at dengan niat (tempat niat dalam hati) :
”Aku niat shalat sunnah tahiyatul masjid 2 raka’at karena Allah ta’ala”

Saat keluar masjid membaca do’a : Allahumma inni as-aluka min fadhlik”
Ya Allah sesungguhnya aku mohon dari keutamaan-Mu.
2. Shalat Sunnah Wudhu
Dilaksanakan setiap kali selesai wudhu
”Aku niat shalat sunnah wudhu 2 raka’at karena Allah ta’ala”
Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Bilal, beritahu aku tentang amalan yang
paling berharga yang pernah kamu kerjakan dalam Islam, karena
sesungguhnya aku mendengar hentakan kedua sandalmu dihadapanku di
surga? Bilal menjawab : Aku tidak mengerjakan amalan apapun yang
berharga hanya saja aku bersuci baik pada malam maupun siang hari
melainkan dengan thaharah itu aku mengerjakan shalat yang telah
ditetapkan kepadaku untuk aku kerjakan.” HR. Mutafaqun ’alaih
3. Shalat Hajat
Aku niat shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah ta’ala.
Kemudian berdzikir, istrighfar (mohon ampunan Allah) dan berdo’a sesuai
hajatnya. Waktunya kapan saja kecuali setelah Subuh-terbit matahari dan
setelah Ashar–terbenam matahari.
4. Shalat Tahajjud
Usahakan datang sebelum jam 03.00, laksanakan sebanyak 8 raka’at, setiap
2 raka’at salam.
Aku niat shalat sunnah tahajjud dua rakaat karena Allah ta’ala.
Kemudian berdzikir, istrighfar (mohon ampunan Allah) dan berdo’a sesuai
kehendak kita masing-masing.
5. Shalat Witir
Setelah shalat tahajjud, dilanjutkan shalat witir 1 raka’at:
Aku niat shalat witir satu raka’at karena Allah ta’ala.
6. Shalat Sunnah Rawatib (shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu)
Barangsiapa mengerjakan shalat dua belas raka’at dalam satu hari satu
malam maka akan dibangunkan baginya sebuah rumah di surga. HR. Muslim
Sunnah yang ditekankan 12 rak’aat (Muakkad)
- 4 raka’at sebelum zhuhur, dilakukan 2 kali salam
- 2 raka’at sesudah zhuhur

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 17
- 2 raka’at sesudah maghrib
- 2 raka’at sesudah isya
- 2 raka’at sebelum shubuh (sunnah fajar)
”Dua rakaat fajar (shalat sunnah sebelum shubuh) lebih baik dari pada
dunia dan seisinya. (HR. Muslim) -- Nabi tidak pernah meninggalkan
shalat ini --
Shalat Sunnah sesudah Jum’at 4 rakaat; 2 kali salam
Aku niat shalat sunnah sesudah jum’at 2 rakaat karena Allah ta’ala.

Sunnah yang kurang ditekankan (Ghairu Muakkad)


- 2 raka’at antara adzan dan iqamah (ashar, maghrib dan isya)
- 2 raka’at sesudah zhuhur
7. Shalat Isyraq dilanjutkan Shalat Dhuha
Lakukan shalat Isyraq ini ketika matahari telah terbit --waktu suruq-- > liat
di jadwal shalat / jam (06.00 WAS/menyesuaikan)
Setelah shalat shubuh sebaiknya tetap di masjid menunggu waktu dhuha
sambil dzikir, membaca al-Qur’an dalam keadaan masih punya wudhu.
Barangsiapa yang shalat fajar (shubuh) berjama’ah, lalu duduk berdzikir
kepada Allah hingga matahari terbit (suruq), kemudian shalat dua raka’at,
maka pahala shalat itu baginya seperti PAHALA HAJI DAN UMRAH dengan
sempurna, sempurna, sempurna. HR. Muslim dan Tirmidzi.
Aku niat shalat sunnah dua rakaat karena Allah ta’ala.
Kemudian lanjutkan dengan shalat Dhuha dua raka’at.
Aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah ta’ala.
8. Shalat Sunnah Tasbih
Aku niat shalat sunnah tasbih dua rakaat karena Allah ta’ala.
Dilakukan sebanyak 4 raka’at, 2 kali salam.
Tata Cara Shalat :
Setiap rakaat membaca tasbih sebanyak 75 kali, yaitu :
- Setelah membaca surat : 15 kali
- Setelah membaca do’a ruku’ : 10 kali
- Setelah membaca do’a i’tidal : 10 kali
- Setelah membaca do’a sujud I : 10 kali
- Setelah membaca do’a duduk diantara 2 sujud : 10 kali
- Setelah membaca do’a sujud II : 10 kali
- Sebelum berdiri, duduk lagi : 10 kali
Pada raka’at kedua :
- Sama seperti raka’at pertama
- Setelah membaca Tasyahud Akhir : 10 kali
Bacaan tasbih : “Subhaanalloohi walhamdulillaahi walaa ilaaha illallooohu
walloohu akbar”
9. Shalat Sunnah Mutlaq
Aku niat shalat sunnah dua rakaat karena Allah ta’ala.
Lakukan semampunya kapan saja kecuali antara shubuh hingga terbit
matahari dan asar sampai maghrib –waktu yang dilarang melakukan shalat
sunnah. Lebih utama dilakukan di Raudhah.

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 18
SHALAT JENAZAH BIASA DIKERJAKAN SETELAH BERJAMA’AH
Setelah shalat berjama’ah, muadzin mengumumkan untuk shalat JENAZAH
Terdiri atas 4 takbir :
- Takbir I membaca Surat Al Fatihah
- Takbir II membaca Shalawat Nabi
- Takbir III membaca Do’a untuk mayit
Allohummaghfirlahum warhamhum wa’afihi wa’fu ‘anhum dst..
- Takbir IV salam
Niat shalat :
Aku niat shalat jenazah 4 takbir mengikuti imam fardhu kifayah karena Allah
ta’ala.

SUJUD TILAWAH : hukumnya Sunnah Muakkad


Khusus hari Jum’at, biasanya Imam di Masjid Nabawi membaca surat As-Sajdah
pada raka’at pertama dimana ketika sampai ayat sajdah dibaca, imam langsung
sujud (sujud tilawah) kemudian bangun meneruskan bacaan surah tersebut.

Ada 15 Tempat di dalam Al-Qur’an, salah satunya adalah Surat As-Sajdah Ayat 15 :

                

Sesungguhnya orang yang benar benar percaya kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila
diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud[1192] seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan
lagi pula mereka tidaklah sombong.

[1192] Maksudnya mereka sujud kepada Allah serta khusyuk. Disunahkan mengerjakan sujud tilawah apabila
membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah yang seperti ini.

KEUTAMAAN SUJUD TILAWAH :


“Jika anak Adam membaca ayat sajdah, lalu dia bersujud maka setan akan
menyingkir seraya menangis dan berucap, ‘Aduh celaka aku’ anak Adam diperintah
untuk bersujud lalu dia bersujud maka baginya surga, sedang aku diperintahkan
untuk bersujud tetapi aku menolak melakukannya sehingga bagiku neraka”
HR. Muslim

BACAAN SUJUD :
Sajada wajhiya lilladzii kholaqohu [washowwarohu] wasyaqqo sam’ahu
wabashorohu bihaulillahi waquwwatihi [fatabaaro-kalloohu ahsanal khooliqin].
Wajahku bersujud kepada Dzat yang telah menciptakannya [dan membentuknya],
yang membuka pendengaran, pandangannya dengan daya dan kekuatannya [karena
Mahasuci Allah Dzat sebaik-baik pencipta].
Atau membaca do’a sujud seperti dalam shalat.

SUJUD SYUKUR : hukumnya Sunnah


Yaitu apabila kita mendapatkan suatu ni’mat atau rizki baru atau mendengar berita
yang menyenangkan. Bacaan Sujud membaca do’a sujud seperti sujud tialawah
atau sujud dalam shalat. Lakukan setiap hari.

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 19
KEUTAMAAN SHALAT SHUBUH, ASHAR, ISYA & TAHAJJUD

Diriwayatkan Muslim dari Ustman bin Affan ra berkata, Rasulullah SAW bersabda :
”Barangsiapa shalat ’isya berjama’ah (di masjid) maka seakan-akan dia telah
shalat setengah malam, dan barangsiapa shalat shubuh berjama’ah maka
seakan-akan dia telah shalat sunnah satu malam penuh”. HR. Muslim, Abu Dawud
& Tirmidzi

”Apabila kalian mampu, janganlah kalian menyerah dalam melaksanakan shalat


sebelum terbit matahari (shubuh) dan shalat sebelum terbenam matahari (ashar),
maka lakukanlah”. HR. Bukhari dan Muslim
”Barangsiapa yang shalat dua waktu yang dingin, maka akan masuk surga”.
Maksudnya shubuh dan ashar. HR. Bukhari

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda :


”Allah akan turun ke langit bumi pada setiap malam, ketika malam tinggal
sepertiga yang terakhir. Dia berfirman, mana hamba-Ku yang berdo’a untuk Aku
kabulkan (doanya)? Mana hamba-Ku yang meminta kepada-Ku untuk Aku penuhi
(permintaannya)? Mana hamba-Ku yang beristighar untuk Aku ampuni (dosanya)? --
Shalat Tahajjud-- HR. Bukhari dan Muslim

Sesunggguhnya amal manusia yang pertama kali dihisab pada Hari Kiamat adalah
SHALATnya. Nabi SAW bersabda : ”Allah berfirman kepada para malaikat-Nya dan
Dia Maha Tahu, Lihatlah amal shalat hamba-Ku, dia melengkapinya atau
menguranginya. Kalau dia sempurna maka tulislah sempurna, kalau sedikit saja
yang dikurangi, Allah berfirman; Lihatlah apakah hamba-Ku melakukan shalat
sunnah. Kalau seorang hamba melakukan shalat sunnah maka Allah berkata,
sempurnakanlah shalat wajib hamba-Ku dengan SHALAT SUNNAHNYA, lalu hitunglah
amalnya sesuai dengan shalatnya” HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibn Majah, ad-Darimi
dan Ahmad

TASBIH JUWAIRIYAH RA (istri Rasulullah SAW)


AMALAN RINGAN BERPAHALA BESAR

Dari Juwairiyah Ummul Mu’minin ra: Pada suatu pagi Nabi SAW meninggalkannya
untuk Shalat Shubuh (di masjid), dan ia (Juwairiyah) sedang berada di tempat
shalatnya (di rumah) yang sedang bertasbih dan menghitungnya dengan biji-biji
kurma. Setelah agak siang, Beliau (Nabi SAW) kembali dan melihatku masih duduk
di tempatnya tadi. Maka Beliau bertanya ”Engkau masih seperti ketika aku
tinggalkan tadi?” Juwairiyah menjawab ”Ya”. Rasulullah SAW pun bersabda,
”Sungguh, setelah meninggalkanmu tadi aku telah membaca empat kalimat
sebanyak tiga kali, dan bila engkau bandingkan dengan apa yang engkau baca
seharian niscaya sama, yaitu :
SUBHANALLOHI WABIHAMDIHI ’ADADA KHOLQIHI WARIDHO NAFSIHI
WAZINATA ’ARSYIHI WAMIDAADA KALIMAATIHI
Maha Suci Allah dengan segala pujian-Nya sebanyak hitungan makhluk-Nya, seluas
keridhaan-Nya, seberat timbangan ’arasy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-
Nya. HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi & Ibn Majah

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 20
ZIARAH KOTA MADINAH
A. Tujuan Ziarah
Merupakan amalan yang bertujuan melihat dari dekat tempat-tempat bersejarah
agar dapat mempertebal iman. Ziarah baik di Makkah maupun Madinah tidak
termasuk rangkaian ibadah haji maupun umrah.

B. Hukum Ziarah
Asal hukumnya adalah MUBAH.
Bila dilaksanakan dengan niat yang baik untuk menambah iman dan keyakinan
terhadap kebenaran ajaran Islam, hukumnya menjadi SUNNAT.
Tetapi bila dilaksanakan secara berlebih-lebihan dengan cara mengeramatkan
tempat-tempat tersebut sehingga menimbulkan kemusyrikan maka hukumnya
HARAM

C. ZIARAH KE RAUDHAH & MAKAM NABI


- Raudhah merupakan taman surga, terletak antara mimbar nabi dan rumah
nabi (sekarang makam nabi) --- karpet warna abu-abu ---
- Shalat sunnah dua raka’at di dalamnya (mutlaq)
- Tempat yang mustajab untuk berdo’a
- Memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
“Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa’ala ‘aali Muhammad”
Barangsiapa menyampaikan shalawat satu kali, Allah membalas dengan
shalawat sebanyak sepuluh kali. HR. Muslim

Keluar Raudhah ke kiri melewati MAKAM RASULULLAH SAW


Ucapkan salam kepada Beliau dan kedua sahabat Beliau.
Rasululah SAW bersabda: “Tidaklah seseorang memberi salam kepadaku kecuali
Allah akan mengembalikan ruhku kepadaku hingga aku membalas salamnya”
HR. Abu Daud, Baihaqi dan Ahmad

- Assalaamu’alaika yaa rasuulallooh warohmatulloohi wabarokaatuh


Salam sejahtera bagi engkau wahai Baginda Rasullullah, rahmat dan berkah
Allah untuk engkau.
- Assalaamu ’alaika yaa Abaa Bakrin Shiddiiq
Salam sejahtera bagimu wahai Abu Bakar Shiddiq.
- Assalaamu ’alaika yaa Umarubnul Khottoob.
Salam sejahtera bagimu wahai Umar Ibn Khattab.

D. ZIARAH KE MASJID QUBA (Masjid Pertama dibangun Rasulullah SAW)


Lakukan shalat sunnah di Masjid Quba
”Barangsiapa bersuci dari rumahnya, kemudian datang ke Masjid Quba lalu
shalat sunnah di dalamnya, maka dia mendapatkan PAHALA UMRAH”
HR. Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad dan Hakim

E. ZIARAH KE MAKAM BAQI AL-GHARDAD


- Lebih dari 10.000 sahabat Nabi dimakamkan disini; Usman bin Affan, Abbas
bin Abdullah, Abdullah bin Mas’ud, Hasan bin Ali (cucu), istri-istri Nabi;

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 21
Aisyah, Umu Salamah, Juariah, Zainab, Sofiah, Hafsah & Mariah Kibtiah.
Putra-putri Nabi; Fatimah Az-Zahra, Qosim, Abdullah, Ibrahim, Ruraiyah,
Zainab dan Umi Kulsim.
- Jama’ah Haji & Umrah yang meninggal di Madinah dimakamkan di Baqi juga.
- Untuk ziarah; bagi pria biasanya pintu pagar dibuka setelah Shalat Shubuh
atau ketika ada jenazah yang akan dikuburkan. Sedangkan wanita tidak
boleh masuk, kapan saja dari luar pagar.

Ucapkan salam ke Ahli Qubur Baqi :


Assalamu’alaikum Daro qaumi mu’minin, wainna insya Allahu bikum laahiqun wa
antum salafuna wanahnu bil-atsar. Yaghfirullahu lana walakum wayarhamullahul
mustaqdimina minkum wal musta’khirin.
Allahumma la tahrimna ajrahum wala taftinna ba’dahum waghfirlana walahum.
Allahummaghfir li-ahli baqi alghardod.
Salam dan sejahtera atas kamu wahai komplek kaum beriman, insya Allah kami
juga akan menyusul kalian. Kalian pendahulu kami dan kami tentu mengikuti
kalian. Semoga Allah mengampuni kita dan kalian. Semoga Allah menyayangi
orang terhadulu kalian dan kemudian. Ya Allah jangan Engkau halangi kami
untuk mendapatkan pahala seperti mereka, jangan engkau uji kami setelah
mereka, ampunilah kami dan mereka. Ya Allah ampuni penghuni Baqi al
Ghardad..

E. ZIARAH KE JABAL UHUD & MAKAM SYUHADA PERANG UHUD


- Uhud berarti “satu”, karena gunung ini ini menyatukan gunung-gunung kecil
yang ada disekelilingnya. Berwarna kemerah-merahan, berbeda dengan
gunung-gunung lain yang ada di sekitar Madinah.
- Jabal Uhud merupakan salah satu tempat paling penting dalam sejarah
perjuangan menegakkan Islam. Dilokasi ini terjadi peperangan antara 700
pasukan Muslim dibawah komando Rasulullah SAW, melawan 3.000 pasukan
kafir dan musyrikin Makkah yang dipimpin Abu Sufyan.
- Terdapat Bukit Rumat, dimana Rasulullah SAW mengalami luka yang cukup
serius, dan gugurnya paman Nabi; Hamzah bin Abdul Muthalib, juga jatuh
korban terbesar dari pihak pasukan Muslim.

Ucapkan salam ke Makam Syuhada Perang Uhud :


Assalamu’alaikum ya Syuhada-a uhud. Allohummajzihim ‘anil islam wa ahlahu
wa afdhola jazaa-i warfa’ darojatihim wa akrim maqomahum bifadhlika
wakaromika yaa akromal akromiin.
Salam sejahtera atasmu wahai para syhuhada Uhud. Ya Allah, berilah mereka
semua ganjaran karena Islam dan para pemeluknya dengan ganjaran yang palng
utama dan tinggikanlah derajat mereka dan muliakan kedudukan mereka
dengan keagungan-Mu dan kemurahan-Mu, wahai Tuhan Yang Paling Pemurah.

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 22
IBADAH DI MASJID AL-HARAM
”Shalat di masjidku lebih baik 1.000 kali dibanding dengan masjid-masjid lain
kecuali di Masjidil Haram lebih baik 100.000 kali.” (HR. Bukhari, Muslim,
Tirmidzi, Nasai, Ibn Majah, Malik dan Ahmad).

◼ TUNAIKAN SHALAT WAJIB BERJAMA’AH DI MASJID AL-HARAM


◼ JUGA SHALAT SUNNAH SEMAMPUNYA
◼ BERDO’A ketika masuk masjid
◼ BERDO’A ketika melihat Ka’bah
◼ BERDO’A ketika keluar masjid

A. SHALAT LIMA WAKTU


Berusaha datang sebelum Adzan dan menjawab adzan

Rugi bila tidak menjawabnya! Pahala sekali shalat di Masjidil Haram lebih besar
daripada di Masjid Nabawi dan masjid lainnya. Bila ada 1 juta yang shalat
jama’ah, berarti kita mendapatkan pahala 27 x 100.000 x 1 juta = 2,7 T!!!
Subhanallah!

B. SHALAT TATHAWU’ (SHALAT-SHALAT SUNNAH)


Usahakan untuk melakukakan semampunya seperti di Masjid Nabawi.

C. SHALAT JENAZAH BERJAMA’AH


Pastikan Anda untuk melakukan shalat ini. Shalat jenazah memiliki keutamaan
berpahala sebesar gunung uhud berupa emas.

IBADAH YANG TIDAK ADA DI TEMPAT LAIN KECUALI DI MAKKAH :

1. THAWAF SUNNAH; 7 Putaran


Dilakukan dengan berpakaian biasa dan tanpa lari-lari pada 3 putaran; jangan
khawatir untuk melakukannya, walau berdesak-desakan; ibarat air mengalir
ikuti saja alirannya.
- Thawaf penghormatan masuk masjid al haram (pengganti shalat sunnah
tahiyatul masjid), saat memasuki masjidil haram.
- Thawaf sunnah juga bisa dilakukan kapan saja, lakukan semampunya. Bisa
sebelum shalat wajib atau sesudah shalat wajib, tanpa dibatasi oleh waktu.

Rasulullah SAW bersabda : ”Sesungguhnya pada setiap hari Allah SWT menurunkan 120
rahmat; 60 untuk orang yang thawaf, 40 untuk orang yang shalat dan 20 untuk orang
yang memandang ka’bah”
Barangsiapa yang thawaf seputar Ka’bah 7 kali dan tidak berkata kecuali :
SUBHANALLOH WAL HAMDULILLAH WALAA ILAAHA ILLALLOOH, WALLOHU AKBAR WALA
HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAAH ”Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya dan
tidak ada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, tidak ada daya dan kekuatan kecuali
dari Allah”, maka akan diampuni sepuluh kesalahannya, dicatatkan untuknya sepuluh
kebaikan, dan diangkat setinggi sepuluh derajat. Dan barang siapa yang berbicara

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 23
ketika sedang thawaf, maka dia sudah membuang rahmat dengan kakinya, sebagaimana
air akan terbuang jika seseorang memasukkan kakinya ke dalam air. HR. Ibn Majah
SELESAI THAWAF SUNNAH
Shalat sunnah dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim atau dimana saja yang ada
tempat untuk shalat :
”Aku niat shalat sunnah thawaf dua raka’at karena Allah ta’ala”
Surat yang dibaca setelah Al-Fatihah : Al-Kafirun (Qulya) pada raka’at pertama, dan Al-
Ikhlas (Qulhu) pada raka’at kedua.

2. Mencium HAJAR ASWAD; MENGIKUTI SUNNAH NABI SAW


Usahakan berniat untuk menciumnya insya Allah dapat, ajak teman untuk
menemani. Jangan memaksa bila tidak memungkinkan. Sunnah dilakukan saat
Thawaf. Hindari untuk mencium atau mengusap-usap Ka’bah, karena tidak ada
tuntunan untuk hal itu.

3. DO’A DI MULTAZAM; TEMPAT PALING DIKABULKANNYA DO’A


Kapan saja bisa memasuki area ini (antara Hajar Aswad – pintu Ka’bah).
Jangan berlama-lama di tempat ini. Maka sebaiknya persiapkan do’a yang paling
utama yang akan diminta kepada Allah. Kalau bisa menggapai dinding Multazam.

4. MASUK HIJIR ISMAIL; SAMA SAJA MASUK KA’BAH


Lakukan shalat sunnah 2 raka’at (SUNNAH MUTLAQ), ajak pula teman untuk
menjaga tempat shalat karena sangat berdesak-desakan.
Biasanya dibuka setelah waktu-waktu shalat wajib.
5. UMRAH SUNNAH; BILA MENGINGINKAN SAJA cukup 1 kali.
Mengambil Miqat dari Masjid Ja’ranah, biasanya bagian dari program Ziarah
Travel :
- Persiapkan kain Ihram (bagi pria), wanita sudah memakainya dari hotel
- Shalat Tahiyyatul Masjid
- Menuju Masjidil Haram (saat naik kendaraan; NIATKAN UMRAH :
LABBAIKALLOOHUMMA UMRAH dilanjutkan TALBIYAH).
▪ THAWAF 7 putaran
Thawaf dengan mengenakan kain yang diselendangkan dengan melewati bagian bawah
ketiak kanan terus melingkari tubuh dengan menutup bahu kiri (ibtida’).
▪ Shalat sunnah thawaf di belakang Maqam Ibrahim atau dimana saja
▪ Minum Air Zam-zam
▪ Berdo’a di Multazam
▪ SA’I antara Sofa dan Marwah 7 putaran
▪ Mencukur/menggunting rambut sebagai TAHALLUL dari Ihram
6. TAWAF WADA’; 7 X PUTARAN
Sebelum meninggalkan Mekkah, jama’ah melakukan Tawaf Wada’ (Tawaf
perpisahan). Selesai tawaf 7 putaran kemudian membaca do’a perpisahan
dengan ka’bah. Ketika hanya mengadakan perjalanan Umrah, tidak ada
kewajiban melakukan Thawaf ini sebagaimana pendapat jumhur ulama yaitu
Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah
Dalam tawaf wada tidak disunahkan melakukan shalat sunah tawaf. Seusai
mengerjakan tawaf wada, setiap jama’ah haji diizinkan untuk meninggalkan
Baitullah dengan cara yang wajar tanpa harus berjalan mundur atau sambil
menunduk.

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 24
TEMPAT MUSTAJABAH DI TANAH SUCI

Panjatkan doa-doa kita kepada Allah SWT, Insya Allah terkabul.

MEKAH AL MUKARRAMAH :
• Hajar Aswad
• Rukun Yamani
• Saat Thawaf
• Di Multazam
• Di dalam Ka’bah dan Hijir Ismail
• Di bawah Pancuran (Talang Emas)
• Di Telaga Zamzam (sudah ditutup)
• Di Bukit Shafa
• Di Bukit Marwah
• Ketika melakukan Sa’i
• Di belakang Maqam Ibrahim
• Di Padang ‘Arafah (ketika wukuf)
• Di Muzdalifah (saat haji)
• Di Mina (saat haji)
• Di tempat Ula, setelah selesai melontar (saat haji)
• Di tempat Wasthaa, setelah selesai melontar (saat haji)
• Di tempat Aqabah, setelah selesai melontar (saat haji)

MASJID NABAWI MADINAH :


• Di Raudhah : Ruang di antara mimbar dan makam Rasulullah SAW.

WAKTU MUSTAJABAH :
• Pada hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah
• Bulan Ramadhan
• Hari Jum’at
• Saat sahur
• Di antara adzan dan iqamat
Ba'da (setelah) shalat
Saat turun hujan
Saat dalam jalannya Allah (fii sabilillah)
• Setelah khatam Alqur’an
• Di saat sujud
• Ketika berbuka puasa
• Pada 1/3 malam yang akhir

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 25
BUSANA JAMA’AH DAN ETIKA DI TANAH SUCI
Di antara perkara-perkara yang dipesankan kepada orang-orang yang hendak
menunaikan Ibadah Haji maupun Umrah adalah saling menjaga auratnya, baik
aurat laki-laki maupun wanita. Serta menjaga etika pergaulan baik antara suami-istri,
sesama laki-laki, sesama wanita serta yang bukan muhrim. Pesan ini hendaklah
dipelihara dengan sebaik-baiknya agar mendapatkan Haji dan Umrah Mabrur.

A. BATAS-BATAS AURAT

1. Aurat Laki-Laki
Islam telah menentukan batas-batas penentu untuk aurat laki-laki dan
perempuan. Dalam istilah syariat, aurat adalah bagian anggota tubuh yang
wajib ditutup.
Islam telah menetapkan aurat laki-laki adalah diantara pusar sampai dengan
lutut. Abu Ayyub Al-Anshari meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda :

“Aurat laki-laki adalah diantara pusar dan kedua lututnya”


(Perhatikan saat memakai kain Ihram bagian bawah; pastikan pusar
tertutup)
Diriwayatkan oleh Darul Qutni dan Baehaqi Ali Bin Abi Thalib meriwayatkan
Rasulullah SAW bersabda :

“Jangan kamu menampakkan pahamu dan jangan melihat kepaha orang lain
baik yang hidup maupun yang mati”, diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibnu
Majjah.

Hadis ini bersifat umum karena dibatasi oleh hadis yang diriwayatkan oleh
Muslim, Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majjah Rasulullah SAW bersabda :

“Jagalah auratmu kecuali dari istrimu atau budak perempuannmu”

2. Aurat Wanita

Dalam Al Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 59 Allah berfirman yang artinya:

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-


istri orang mukmin “hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh
mereka” yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu
mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang”

Batas-batas aurat wanita lebih luas dibanding dengan aurat laki-laki. Setiap
wanita diwajibkan menutup seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak
tangan, agar terhindar dari pandangan laki-laki yang bukan muhrimnya.

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 26
B. BUSANA JAMA’AH

1. Jama’ah Laki-laki :
a. Gunakan bahan pakaian seperti sarung, celana, dan kain ihram yang
tebal. Jangan menggunakan bahan pakaian yang transparan/tipis. (ingat
banyak laki-laki yang memakai celana warna putih dan tipis sehingga
celana dalamnya kelihatan dari luar).
b. Jaga aurat selama berpakaian/menggunakan kain ihram dan usahakan
tidak mudah tersingkap jika terkena angin.
c. Tidak boleh memakai celana saat mengenakan pakaian ihram.
d. Jika ingin melaksanakan shalat baik di masjid atau di tempat ibadah
lainnya hendaknya berpakaian yang sopan dan jangan memakai kaos
oblong tapi gunakan baju lengan panjang.

2. Jama’ah Wanita :
a. Tidak menampakan bagian-bagian yang menimbulkan fitnah
b. Bukan pakaian khusus yang dipakai oleh orang laki-laki seperti celana
model laki-laki sebab Rasulullah SAW melaknat wanita –wanita yang
menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita.
c. Tebal, bahan pakaian muslimah tidak boleh tipis sehingga dapat
menyembunyikan warna kulit yang ditutupi.
d. Tidak mencolok dan menarik perhatian.
e. Menutup seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.
f. Baju yang menjulur sampai lutut dan longgar sehingga tidak
menampakkan bentuk tubuh.
g. Tidak memakai make-up apalagi minyak wangi (ingat, kita niat untuk
menunaikan ibadah umrah).
h. Wanita tidak disunahkan berpakaian warna putih.

C. ETIKA DI MASJID
1. Ikhlas saat datang ke masjid agar memperoleh pahala yang besar
2. Mengingatkan orang yang tidak mau mendatangi masjid, kecuali karena
suatu alasan
3. Tidak melangkahi leher orang-orang yang tengah duduk, atau mengingatkan
orang yang berbuat demikian
4. Tidak memisahkan dua orang yang berdampingan
5. Tidak berjalan di hadapan orang yang tengah mengerjakan shalat
6. Tidak boleh mengambil tempat khusus dimana dia tidak shalat kecuali di
tempat tersebut
7. Tidak boleh menyuruh seseorang bangun dari tempatnya agar dia bisa
menduduki tempat tersebut
8. Tidak memanfaatkan waktu antara adzan dan iqamah untuk mengobrol
dengan orang lain, karena waktu tersebut adalah waktu mustajabah untuk
berdoa.
9. Pindah dari satu tempat ke tempat lain di dalam masjid saat dilanda kantuk
10. Dilarang duduk mengapurancang (menjalin) jari jemari.
11. Dilarang meninggikan suara di masjid
12. Diharamkan mencari barang hilang di masjid
13. Orang yang junub atau wanita haid tidak boleh duduk di masjid

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 27
TENTANG DO’A-DO’A THAWAF
Pertanyaan : Kalau kita perhatikan di tengah-tengah thawaf ada orang yang
berulang-ulang membaca doa khusus; yakni doa untuk thawaf putaran yang
pertama, doa untuk thawaf putaran kedua dan seterusnya. Berlakukah doa-doa
seperti itu? Bagaimana hukumnya? Dan apa pengarahan Anda dalam hal ini?

Jawaban DR. Yusuf Qardhawi (Mufti Mesir)


Doa-doa thawaf yang shahih adalah bahwa ketika sedang berada di antara
Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Nabi SAW pernah memanjatkan doa : Robbanaa
aatinaa fiddunyaa hasanatan wafil aakhiroti hasanatan waqinaa ‘adzaabannaar (Ya
Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah
kami dari siksa neraka) (QS. Al-Baqarah [2]: 201.
Diriwiyatkan dari Imam Asy-Syafi’i bahwa ia pernah berdoa:
Allahummaj’alhu hajjan mabruuron, wa sa’yan masykuuuron, wa dzanban
maghhfuuron (Ya Allah, jadikanlah ini sebagai haji yang mabrur, sa’i yang diganjar
pahala dan dosa yang diampuni).
Doa ini, atau yang senada juga diriwayatkan dari berbagai sahabat.
Tentang doa yang diulang-ulang, sebagaimana adalah doa-doa ma’tsur yang
biasa dibaca di luar momentum haji. Ada banyak doa dalam Al-Qur’an dan hadits
yang berlaku, yaitu yang biasa dibaca di tempat itu atau tempat lainnya. Tetapi,
tidak ada satu pun yang disebut doa thawaf putaran pertama, putaran kedua, dan
seterusnya karena memang tidak ada riwayatnya sama sekali.
Ada orang yang saat thawaf berjalan di belakang seorang pemandu tawaf/
muthawif/pembimbing. Si Pemandu mengucapkan doa frasa per frasa dan diulangi
para jama’ah yang dibelakangnya. Tatkala si pemandu berucap, “Allahumma”,
mereka mengikut serempak “Allahumma”, kemudian si pemandu melanjutkan
“Rabbana”, kembali mereka mengikut “Rabbana”, terus ia melanjutkan
“Nas aluka”, mereka pun meniru “Nas aluka”, dan seterusnya, tanpa mereka
mengerti apa maksudnya.
Wahai kawan, daripada mengulang frasa-frasa (bacaan-bacaan) seperti itu,
lebih baik panjatkan sendiri do’a Anda dengan hati yang khusu’. Tentulah Anda
punya keperluan kepada Allah SWT. Misalnya, Anda ingin rezeki, maka berdoalah
“Allahummarzuqnii rizqon wasi’an” (Ya Allah, berilah aku rezeki yang luas). Anda
ingin ampunan, maka berdoalah “Ya robbighfir lii dzunuubi” (Ya Tuhanku,
ampunilah dosa-dosaku). Anda ingin keturunan, maka berdoalah
“Allahummaarzuqnii awladan shalihin” (Ya Allah, karuniailah aku anak-anak yang
shaleh). Anda ingin menikah, maka berdoalah “Ya Robbirzuqnii zaujatash-
shoolihah” (Ya Tuhan, anugerahilah aku pasangan yang sholeh/sholehah). Setiap
orang pasti tahu apa yang ia inginkan dari Tuhannya. Ia tentu memiliki aneka
permohonan. Panjatkanlah saja permohonan-permohonan itu kepada Allah.
Mohonkanlah langsung dengan lisan sendiri kepada Tuhan Anda apa saja yang Anda
inginkan. Kenapa harus menggunakan jasa orang lain untuk menuntun doa yagn
Anda sendiri tidak memahami artinya? Jauh lebih baik setiap orang mengulang-
ulang doa dari lubuk hatinya sendiri.

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 28
DO’A RINGKAS HAJI & UMRAH
DO’A MASUK MASJID
Bismillahi wal hamdulillahi was-shalatu was-salamu ‘ala
rosulillah. Alloohummaf tahlii abwaaba rohmatik.

DO’A KELUAR MASJID


Alloohumma inni as-aluka min fadhlik.

DO’A MELIHAT KA’BAH


Alloohumma zid haadzal baita tasyriifan wata’zhiiman
watakriiman wamahaabatan, wazid man syarrofahu
wa’azhomahu mimman hajjahu awi’tamarohu tasyriifan
wata’zhiiman watakriiman wabirron.

DO’A ISTILAM - THAWAF


Bismillaahi Alloohu akbar (memulai thawaf)
Alloohu akbar (setiap berada sejajar hajar aswad – putaran 2-7)

DO’A THAWAF
Subhaanalloohi walhamdulillaahi walaa ilaaha illalloohu
walloohu akbar, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil
‘aliyyil ‘azhiim. (bacaan tasbih)
Was-sholaatu was-salaamu ‘alaa rasuulillaahi shallalloohu
‘alaihi wasallam.

DO’A ANTARA RUKUN YAMANI – HAJAR ASWAD


Robbanaa aatina fiddunyaa hasanatan wafil aakhiroti
hasanatan waqinaa ‘adzaabannaar. Wa adkhilnal jannata
ma’al abroor yaa ‘aziizu ya ghoffaaru yaa robbal ‘aalamiin.

DO’A MINUM AIR ZAM-ZAM


Alloohumma inni as’aluka ‘ilman-naafi’aa wa rizqon
waasi’aa, wa syifaa-an minkulli daa-in wasaqomin
birohmatika yaa arhamar roohimiin.

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 29
DOA MENDAKI BUKIT SHAFA / MARWAH
Innash-shofaa wal marwata min sya’aairillaah.

DO’A MEMULAI SAI


Abdau bimaa bada alloohu bih. Bismillahirrahmaanirrahiim

DOA DI BUKIT SHAFA / MARWAH


Alloohu akbar 3 x
Laa ilaaha illalloohu wahdahuu la syariikalah, lahul mulku
walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syaein qodiir.

DO’A SAI
Membaca tasbih, takbir, tahmid, dzikir atau do’a.

DO’A DI PILAR HIJAU


Roobighfir warham wa’fu watakarrom

DO’A CUKUR (TAHALLUL)


Alloohummaj’al likulli sya’rotin nuuron yaumal qiyaamah

DO’A SELESAI UMRAH


Aa ibuuna taaibuuna ‘aabidduna saajiduuna lirobbina
haamiduuna

Keterangan :
Dibolehkan berdo’a dengan bahasa sehari-hari, baik waktu thawaf dan sa’i.
Do’a apa saja yang kita sukai, bahkan boleh membaca Al-Qur’an.

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 30
SEORANG YANG UMRAHNYA MABRUR AKAN NAMPAK
PADA SIKAPNYA, seperti :

• Umrahnya tidak disertai dengan riya, sum’ah, kekejian dan


kemaksiatan lainnya
• Patuh dalam melaksanakan perintah Allah
• Konsekuen dalam meninggalkan apa yang di larang oleh
Allah
• Gemar melaksanakan ibadah sunnah dan amal shaleh lainnya
• Suka memberi, ucapannya baik dan menyebarkan salam.
• Memiliki sifat terpuji seperti dermawan, sabar, rendah hati,
pemaaf, qana’ah dll.
• Cepat bertaubat apabila terlanjur berbuat salah
• Gemar mendalami dan mempelajari agama islam

®®®

Doa Rasulullah SAW :

ً‫اَللَّ ُه َّم َح َّجة َال مرََّيءً فمحي َها َوَال مٌسح َعة‬
“Ya Allah, semoga ibadah haji (kami) bukan karena ria’ dan bukan
karena harga diri”. (HR. Bukhari)

‫اك ا حلََّم‬ ‫ك مف ح‬
َ ‫الَحمي َوَك َف‬ َ ‫ََّي غَُلَ ُم َزَّوَد َك للاُ التَّ حق َوى َوَو َّج َه‬
“Wahai pemuda --wahai para tamu Allah--,
semoga Allah membekali Anda dengan ketaqwaan
dan mengarahkan Anda pada kebaikan serta
menghindarkan Anda dari Kesusahan”
( HR. Muslim, Ibn Majah, Malik & Ahmad )

Semoga terpenuhi HAJI DAN UMRAH MABRUR ANDA


dan kembali ke Tanah Air dengan selamat
Titip do’akan kami yang di Tanah Air
sampaikan salam kami untuk Rasulullah SAW.
Jakarta, 21 Rajab 1434H/31 Mei 2013M
H. Rusmono Hy, [Link].I
HP. 0816 4828219, FB: Rusmono Hy IG : @rusmonohy_
([Link])

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 31
DAFTAR PUSTAKA

1. Al-Qur’anul Karim & Terjemahannya


2. Haji dan Umrah seperti Rasulullah, Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Judul Asli :
Hajjatun Nabi shallallahu’alaihi wasallam kama rawaha ‘anhu Jabir Ra, Penerbit:
Gema Insani Press, [Link]-1, April 1994.
3. Haji, Umrah dan Ziarah Menurut Kitab dan Sunnah, Sheikh Abdul Aziz bin
Abdullah bin Baz, Departemen Urusan Ke-Islaman, Wakaf, Da’wah dan Bimbingan
Islam Kerajaan Saudi Arabia, Riyad, 1425 H / 2004 M.
4. Petunjuk Praktis untuk Jema’ah Haji, Kementerian Urusan Islam, Waqaf, Dakwah
dan Penyuluhan, Bidang Penerangan Kerjaan Arab Saudi, 1419 H / 2008 M.
5. Manasik Haji & Umrah Bergambar: Berpedoman pada Tata Cara Haji Syeikh
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz & Syeikh Nashiruddin Al AlBani, Judul Asli:
Al Hajj al-Mushawwar, at-Tamattu’, Penerbit: PT. Darul Falah, Jakarta, Cet-Ke 1,
November 2006
6. Misteri Haji & Umrah; Menyingkap Rahasia Besar Amalan Haji dan Umrah, Dr.
Thariq As-Suwaidan, Judul Asli: Asrar al-Hajj wa al-Umrah, Penerbit: Maghfirah
Pustaka, Jakarta, Cet-Ke 1, Oktober 2008
7. Manasik Haji & Umrah; Selangkah Demi Selangkah, Asri Ibnu Tsani Djali,
Penerbit: Pustaka Darul Ilmi, Bogor, Cet-Ke 3, Agustus 2010
8. Haji A-Z; Panduan Mudah, Lengkap, dan Praktis tentang Haji, Fahrur Mu’is,
Penerbit: Tinta Medina, Solo, [Link]-1, Juni 2011
9. Bimbingan Manasik Haji, Umrah dan Ziarah Bagi Petugas Haji, Dirjen Bimas
Isalm dan urusan Haji, Departemen Agama RU, Jakarta, 1421 H / 2011 M.
10. Tuntunan Praktis Perjalanan Ibadah Haji, Kementerian Agama RI, Maret 2012
11. [Link] dan [Link]
12. Panduan Haji dan Umrah, DR. Ahmad Zain An Najah, MA ([Link])
13. Fiqih Sunnah; Sayyid Sabiq, alih bahasa:Mahyuddin Syaf, Penerbit:
PT. Al Ma’arif, Bandung, Cet Ke-7,1997.
14. Haji, Mudah dan Menyenangkan, DR. Salman bin Fahd al-‘Audah, Judul Asli: If’al
wa la Haraj, Penerbit: Fikr Rabbani Group, Jakarta, [Link]-1, 2007
15. 11 Langkah Menuju Kemabruran, Ahmad Yasin Ibrahim, Penerbit : Albi, Jakarta,
[Link]-1, November 2007
16. Makna Haji, Dr. Ali Syariati, Judul Asli: Hajj, Penerbit: Yayasan Fatimah, Jakarta,
[Link]-2, 2002
17. Pahala & Keutamaan Haji, Umrah, Ziarah Dalam Hadits-hadits Rasulullah SAW,
Dr. Ahmad Lutfi Fathullah, MA, Penerbit: Al Mughni Press, Jakarta, [Link]-1, 2006
18. Panduan Manasik Haji, Drs. H. Ahmad Dahlan, SQ & H. Rusmono, [Link], KBIH
Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta, Juni 2005

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 32
19. Makkah al Mukarramah Sejarah & Monumen, Mahmud Muhammad
Hamo;Abdulghani Isa, Arsip Proyek Pengagungan Negeri Suci Makkah, 1431 H /
2010 M.
20. Sejarah Kota Madinah Munawwarah dan Tempat-tempat Bersejarahnya,
Prof. Ahmad Muhammad Syab’an;Firanda Andirja Abidin, Kerajaan Arab Saudi;
Pusat Riset dan Penelitian Ilmiah tentang Kota Madinah Munawwarah, 2006 M.
21. Sejarah Makkah dan Sejarah Madinah Munawwarah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul
Ghany, Madinah, [Link]-1, 2005
22. Tapak Sejarah Seputar Makkah-Madinah, Dr. H. Muslim Nasution, Penerbit: Gema
Insani Press, Jakarta, [Link]-1, 1999
23. The True Ziarah Haji & Umrah, Teguh Purwati, Penerbit: PT. Salamadani Pustaka
Semesta, Jakarta, [Link]-1, 2010
24. Buku Pintar Haji & Umrah, H.M. Iwan Gayo, Penerbit: Pustaka Warga Negara
Jakarta, [Link]-10, Juni 2010
25. Menuju Baitullah, Hj. Wachidah Ghozali, Penerbit: Indonesia Press, Jakarta,
[Link]-1, Juni 2009
26. Misteri Ka’bah Kisah Nyata Kiblat Dunia Sejak Nabi Ibrahim hingga Sekarang, Fathi
Fawzi’Abd al-Mu’thi, Penerbit : Zaman, Jakarta, Cet. Ke-1, 2010.
27. Panduan Shalat Lengkap, Dr. Sa’id bin Ali bin Wahaf al-Qahthani; Penerjemah
Ibnu Abdillah, Penerbit: Almahira, Jakarta, [Link]-1, Januari 2006
28. Shalat & Dzikir: Sehari-hari dan Sepanjang Tahun, H. Subagdja Prawata,
Penerbit: Percetakan Negara RI, Jakarta, [Link]-1, Januari 2002
29. Buku Pintar Thaharah Panduan Praktis Bersuci Sesuai Petunjuk Nabi SAW;
Abdullah bin Muhammad Al-Askar;judul asli Shifat Kitabu Al-Mukhtashar Al-Wafi,
Penerbit: Aqwam, Solo, [Link]-1, Mei 2010
30. Sifat Mandi NABI SAW; Abu Said Bal’id bin Ahmad;judul asli Shifat Ghuslun-Nabiy
SAW wa Ahkaamul Aghsaal al-Masyruu’ah, Penerbit: Pustaka Darul Ilmi, Bogor,
Januari 2009
31. Misteri Panjang Umur; Mendapatkan Pahala Besar dengan Amalan Ringan dan
Singkat, Muhammad Ibrahim an-Nu’aim; judul asli Kaifa Tuthilu ‘Umrakal-intajiy,
Penerbit: Qisthi Press, Jakarta, [Link]-17, Juni 2010
32. Doa-doa Mustajab Orang Tua untuk Anak, Kumpulan Doa Para nabi dan Orang-
orang Shalih untuk Anak-anak Mereka yang Dikabulkan Allah, Ummu Harits & Irfan
Abdul Azhim, Penerbit: Pustaka Arafah, Solo, [Link]-1, Juli 2010.
33. Do’a Sebuah Petunjuk dan Contoh-contoh, Miftah Faridl, Penerbit: Pustaka,
Bandung, [Link]-13, 2006.
33. Kisah Perjalanan Haji, Haeruddin Talib Sulaiman, Penerbit: PT. Elex Media
Komputindo, Kompas Gramedia, Jakarta, 2013
34. 100 Tanya Jawab Haji & Umrah, DR. Yusuf Qardhawi, Penerbit: Pustaka
Al-Kautsar, Jakarta, Cet. Pertama, Mei 2013.
35. [Link] - [Link]

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 33
DENAH THAWAF

Setiap Putaran Thawaf selalu dimulai dengan :


1. Mengusap dengan tangan kanan dan mencium Hajar
Aswad, jika tidak;
2. Memegang lalu mencium tangan, jika tidak;
3. Menyentuh Hajar Aswad dengan selain tangan –semisal
tongkat- dan mencium benda tersebut, jika tidak;
4. Menghadap dan memberi isyarat dengan tangan kanan
ke Hajar Aswad dan membaca Alloohu Akbar sambil
berlalu, dan tanpa mencium tangan.

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 34
GAMBAR KA’BAH

Keterangan Gambar :
1. Hajar Aswad 8. Rukun (Sudut) Hajar Aswad
2. Pintu Ka’bah 9. Rukun Yamani
3. Mizab (Talang Air) 10. Rukun Syami
4. Syadzarwan (Pondasi) 11. Rukun Iraqi
5. Hatim (didalamnya Hijir Ismail 12. Kiswah (Kain penutup)
6. Multazam
7. Maqam Ibrahim

Komunikasi :
Dari Arab ke Indonesia : +62 No HP, +6221telp ,
contoh +628164828219, +62217666166

Dari Indonesia ke Arab : +966 No HP,


contoh +9665432222

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 35
DENAH SA’I

DENAH MASJIDIL HARAM

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 36
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 37
PERLENGKAPAN YANG DIBAWA JAMA’AH UMRAH

Saat keberangkatan dari rumah:


- Menggunakan Pakaian Seragam Batik Travel
- Bersepatu baik Pria maupun wanita

UMRAH 9 HARI UNTUK WANITA


• Jaket untuk di Pesawat 1 pcs
• Daster untuk tidur 2 pcs
• Baju Umroh Putih 1 stel
• Baju Muslimah 3 pcs
• Mukena sepasang 1 pcs
• Bergo / Kerudung 3 pcs
• Pakaian Dalam 6 pcs
• Beha 6 pcs
• Sandal Jepit 1 pasang
• Kaos Kaki 3 pasang
• Obat-obatan pribadi
• Cream/nivea 1 pcs
• Kantong kresek untuk pakaian kotor
• Plastik bening uk. 3-5 kg untuk air zam-zam
Perlengkapan mandi dan handuk telah disiapkan oleh
Hotel, namun sebaiknya membawa sendiri.

UMRAH 9 HARI UNTUK PRIA


• Jaket untuk di Pesawat 1 pcs
• Kaos untuk Tidur 2 pcs
• Celana Panjang 3 pcs
• Baju Koko 3 pcs
• Sarung 1 pcs
• Sajadah 1 pcs
• Kaos Dalam 6 pcs
• Celana Dalam 6 pcs
• Obat-obatan pribadi Secukupnya
• Sandal Jepit 1 Pasang
• Pakaian Ihram + ikat pinggang 1 Set
• Cream/nivea + minyak wangi 1 pcs
• Kantong kresek untuk pakaian kotor
• Plastik bening uk. 3-5 kg untuk air zam-zam
Perlengkapan mandi dan handuk telah disiapkan oleh
Hotel, namun sebaiknya membawa sendiri.

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 38
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 39
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 40
Taman Kota Bani Syaqifah Madinah

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 41
Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 42
Tausiyah Manajemen Kematian
Waktu setelah asar-menjelang maghrib
Di Lantai Atap Masjidil Haram

Ziarah Jabal Rahmah, Arafah, Mekkah

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 43
Jabal Uhud Madinah

Peternakan Onta di Hudaibiyah

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 44
Selesai Umroh di depan Pintu Marwah
Masjidil Haram Mekkah

Selesai Thawaf Wada’

Manasik UmrahMudah & Optimalisasi Ibadah di Tanah Suci H. Rusmono Hy, [Link].I 45

Anda mungkin juga menyukai