MAKALAH AKUNTANSI KOS
“ BIAYA OVERHEAD PABRIK”
Dosen Pengampu : Pasca Dwi Putra, SE., [Link]
Kelompok 4 :
1. Dolse Maria Hutapea 7211143001
2. Ricke Triyani Purba 7213343017
3. Serina Betsela Tarigan 7213343024
4. Virly Amaliya Putri Simbolon 7213343002
5. Tessa Rifka Simarmata 7213343005
PRODI S1 PENDIDIKAN BISNIS
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
Maret, 2023
1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkat dan
rahmat-Nya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul “Biaya
OverHead Pabrik”. Tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah
membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Kami sadar bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam makalah ini, baik dari segi
penyusunan maupun kelengkapan dan ketepatan isi makalah. Makalah ini bertujuan untuk
meyelesaikan tugas dari bapak Pasca Dwi Putra SE., [Link]. selaku dosen pengampu mata kuliah
Akuntansi Kos. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak agar
selanjutnya dapat ditingkatkan dan disempurnakan. Demikian makalah ini disusun agar dapat
bermanfaat, diterima dan digunakan sebagai acuan untuk makalah-makalah selanjutnya.
Medan, 14 Maret 2023
Penulis
2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................................................. 2
DAFTAR ISI........................................................................................................................................... 3
BAB I ..................................................................................................................................................... 4
PENDAHULUAN ................................................................................................................................... 4
A. Latar Belakang............................................................................................................................. 4
C. Tujuan Penelitian ......................................................................................................................... 4
BAB II .................................................................................................................................................... 4
PEMBAHASAN ..................................................................................................................................... 5
A. Pengertian Biaya Overhead Pabrik ............................................................................................... 5
B. Karakteristik dan Manfaat Tarif BOP ........................................................................................... 5
C. Elemen Elemen Dalam Penentuan Tarif BOP ............................................................................... 7
D. Tarif BOP Tunggal ...................................................................................................................... 7
E. Penyusunan Biaya Overhead Pabrik ............................................................................................. 8
PENUTUP ............................................................................................................................................ 10
A. Kesimpulan................................................................................................................................ 10
B. Saran ......................................................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................................ 11
3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam suatu perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan, biaya overhead pabrik
dibebankan pada produk atas dasar tarif yang ditentukan dimuka. Alasan pembebanan biaya
overhead pabrik pada produk atas dasar tarif yang ditentukan dimuka ialah pembebanan biaya
overhead pabrik atas dasar biaya yang sesungguhnya terjadi sering kali mengakibatkan
perubahan harga pokok per satuan produk yang dihasilkan dari bulan satu ke bulan yang lain.
(Mulyadi, 2014)
Harga pokok produksi persatuan dapat mengalami fluktuasi apabila biaya overhead pabrik
sesungguhnya dibebankan kepada produk. Kenaikan harga pokok produksi tersebut terjadi
karena perubahan tingkat produksi dari bulan ke bulan, perubahan tingkat efisiensi produksi,
adanya biaya overhead pabrik yang terjadi secara sporadik (menyebar tidak merata selama
jangka waktu setahun), dan biaya overhead pabrik tertentu sering terjadi secara teratur pada
waktu-waktu tertentu.
Perusahaan dalam menghitung harga pokok produksi menggunakan metode harga pokok
pesanan, sehingga manajemen memerlukan informasi harga pokok produksi per satuan pada saat
pesanan selesai dikerjakan. Sementara biaya overhead pabrik baru diketahui jumlahnya setiap
akhir bulan atau akhir tahun. Hal tersebut juga merupakan alasan mengapa pembebanan biaya
overhead pabrik pada produk atas dasar tarif yang ditentukan dimuka.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari biaya overhead pabrik (BOP)?
2. Apa saja karakteristik dan manfaat tarif BOP?
3. Apa saja elemen-elemen dalam penentuan tarif BOP?
4. Apa yang di maksud dengan tarif BOP tunggal?
5. Bagaimana penyusunan biaya overhead pabrik?
C. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui pengertian dari biaya overhead pabrik (BOP)
2. Mengetahui karakteristik dan manfaat tarif BOP
3. Mengetahui elemen-elemen dalam penentuan tarif BOP
4. Mengetahui tarif BOP tunggal
5. Mengetahui bagaimana penyusunan biaya overhead pabrik (BOP)
4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik (BOP) adalah biaya produksi yang dikeluarkan selain untuk keperluan
bahan baku dan biaya tenaga kerja secara langsung. Pendapat ahli lainya menyatakan bahwa
biaya overhead pabrik merupakan setiap biaya yang tidak secara langsung melekat pada suatu
produk, yaitu semua biaya-biaya di luar biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung.
Biaya overhead pabrik mencakup biaya produksi lainnya seperti pemanasan ruang pabrik,
penerangan, penyusutan pabrik dan mesin mesin. Biaya pabrik seperti pemeliharaan, gudang
bahan-bahan dan hal lain yang memberikan pelayanan-pelayanan kepada bagian produksi juga
merupakan bagian dari biaya overhead pabrik. Biaya penjualan dan biaya distribusi, dan semua
blaya administrasi juga diperhitungkan sebagal blaya overhead sepanjang biaya-biaya tersebut
tidak dapat secara langsung dihubungkan dengan unit produk (Pass, Lowes dan Davis, 1998-
118). Berbagai macam biaya overhead pabrik harus dibebankan kepada semua pekerjaan yang
terlaksana selama suatu periode. Oleh karena itu, untuk dapat membebankan biaya overhead
pabrik secara merata kepada setiap produk digunakan tarif biaya.
B. Karakteristik dan Manfaat Tarif BOP
1. Karakteristik Biaya Overhead Pabrik (BOP)
Dalam mengadakan perencanaan dan pengawasan biaya sangat perlu diketahui sifat-sifat biaya.
Pada dasarnya menurut sifatnya dikenal 3 (tiga) macam biaya yakni
Biaya tetap (Fixed cost)
Biaya tetap (fixed cost) yaitu biaya-biaya yang cenderung untuk bersifat konstan secara total dari
bulan ke bulan, tanpa terpengaruh oleh volume kegiatan, dengan beberapa asumsi tertentu seperti
kebijaksanaan manajemen, periode waktu dan lain-lain. Biaya-biaya yang termasuk kategori
biaya tetap ini antara lain adalah gaji, pajak kekayaan, asuransi, dan biaya penyusutan (kecuali
yang menggunakan Performane Method).
Biaya tetap hanya bersifat tetap dalam hubungannya dengan periode anggaran dan kisar relevan
(relevant range) tertentu. Kisar relevan adalah kisar kegiatan normal, dalam arti bahwa
perusahaan merencanakan untuk beroperasi pada kisar kegiatan tersebut. Biaya tetap dapat
berubah dari tahun anggaran tertentu ke tahun anggaran lainnya apabila terdapat perubahan
dalam tarif biaya (seperti tarif asuransi, tarif gaji eksekutif atau tarif pajak bumi dan bangunan)
atau perubahan kebijakan manajemen (penambahan aktiva yang mempengaruhi besarnya biaya
depresiasi). Berdasarkan wewenang untuk menentukan anggaran, maka untuk ketegori BOP
yang bersifat tetap ini wewenang penganggarannya terletak di luar (di atas) bagian/departemen
yang bersangkutan yaitu ditetapkan oleh Pusat (direktur).
5
Biaya variabel (Variable cost)
Biaya variabel yaitu biaya yang totalnya berubah-ubah secara proposional dengan perubahan
volume kegiatan, tetapi per unitnya tetap. Dengan demikian BOP variabel adalah BOP yang
berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Semakin besar volume kegiatan, maka
semakin besar pula BOP. Sebaliknya, semakin kecil volume kegiatan, semakin kecil pula BOP.
Dalam hal ini tingkat kegiatan perusaahaan dinyatakan dalam satuan aktivitas (activity base),
seperti jam buruh langsung (DLH) jam mesin (DMH) dan unit barang (kg, liter dan lain-lain).
Biaya-biaya yang termasuk kategori biaya variabel antara lain adalah biaya bahaan mentah
langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan tenaga (power). Berdasarkan kewenangan dalam
menentukan anggaran, maka penentuan besarnya biaya variabel ini untuk jumlah (volume)
ditetapkan oleh bagian masing-masing sedangkan untuk tarif (harga) ditentukan oleh pusat
(direktur).
Biaya Semi variabel
Biaya semi variabel adalah yang bersifat campuran, yakni antara biaya tetap dan variabel. BOP
semi variabel adalah BOP yang berubah, namun perubahannya tidak sebandinng dengan
perubahan volume kegiatan. Untuk keperluan penentuan tarif BOP dan pengendalian biaya,
maka BOP yang bersifat semi variabel ini dipecahkan menjadi dua unsur biaya tetap dan biaya
variabel. Biaya-biaya yang termasuk kategori biaya semi variabel antara lain adalah biaya tenaga
kerja tak langsung, biaya pemeliharaan, biaya peralatan, dan biaya bahan mentah tak langsung
dan lain-lain. Sebagai contoh adalah biaya listrik. Biaya ini bersifat tetap karena setiap bulan
perusahaan harus membayar biaya berlangganan jasa listrik yang bersifat tetap, dan juga
memiliki unsur variabel karena biaya listrik ini bertambah seiring meningkatnya perubahan
volume kegiatan perusahaan. Berdasarkan kewenangannya, maka penentuan besarnya anggaran
biaya semi variabel ini sepenuhnya terletak dibagian masing-masing. Sebagai contoh adalah
penganggaran biaya Administrasi yang diselenggarakan oleh bagian itu sendiri.
2. Manfaat tarif biaya overhead pabrik (BOP)
Dengan menghitung biaya overhead, Anda bisa menganalisa, memperkirakan, dan menjaga agar
biaya yang dikeluarkan perusahaan tidak melebihi anggaran. Selain itu, pentingnya menghitung
biaya overhead adalah Anda bisa memperkirakan berapa anggaran keuangan yang dimiliki
perusahaan secara umum. Lebih lengkapnya tentang fungsi dan manfaat biaya overhead adalah
sebagai berikut:
Mengetahui Rincian Alokasi Biaya
Fungsi biaya overhead yang pertama adalah untuk mengetahui rincian alokasi biaya yang
dikeluarkan. Hal ini bisa membantu Anda dalam membuat anggaran biaya untuk biaya
selanjutnya dan di masa mendatang. Sehingga Anda bisa meminimalisir pengeluaran berlebih
yang tidak diperlukan.
6
Menentukan Harga yang Tepat
Fungsi menghitung biaya overhead selanjutnya adalah untuk menentukan harga yang tepat.
setelah Anda mengetahui berapa anggaran biaya yang dimiliki perusahaan, maka Anda bisa
menentukan harga produk yang tepat. Tujuannya untuk menghindari kerugian di masa
mendatang.
Mengontrol Pengeluaran Biaya
Satu lagi fungsi menghitung biaya overhead adalah untuk mengontrol pengeluaran biaya. Dalam
hal ini, sebagai pemilik usaha, Anda bisa mengontrol berapa jumlah biaya yang harus
dikeluarkan. Cara mengawasi pengeluaran biaya overhead pabrik adalah dengan melakukan
pencatatan dan penghitungan biaya. Sehingga Anda bisa melihat apakah rencana pengeluaran
yang dibuat sudah efisien atau belum. Perlu diketahui bahwa, biaya overhead pabrik adalah
sebuah perhitungan yang bisa Anda lakukan agar nantinya bisa memproyeksikan harga produk
untuk mendapatkan keuntungan. Hal inilah mengapa Anda perlu memperhatikan manfaat
menghitung biaya overhead ini. Manfaat menghitung biaya overhead adalah untuk menghitung
keuntungan atas penjualan produk yang dilakukan saat ini atau di masa mendatang.
C. Elemen Elemen Dalam Penentuan Tarif BOP
1. Biaya bahan penolong
2. Biaya perbaikan dan juga pemeliharaan
3. Biaya tenaga kerja yang tidak secara langsung dibayarkan
4. Biaya yang terjadi dari adanya sebuah penilaian dari adanya sebuah aktivas tetap
5. Biaya yang dimana terbentuk dikarenakan waktu yang berjalan
6. Biaya overhead lainnya yang dimana secara langsung membutuhkan sebuah pengeluaran
dari uang tunai.
D. Tarif BOP Tunggal
BOP Tarip Tunggal terbagi menjadi 2 bagian yaitu:
BOP Metode Harga Pokok Pesanan adalah semua elemen biaya produksi selain Biaya
Bahan Baku ( BB ) dan Biaya Tenaga Kerja Langsung ( BTKL ), elemennya: Biaya
Bahan Penolong ( BBP ), Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung ( BTKTL ), penyusutan
dan amortisasi aktiva tetap pabrik, biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap pabrik,
biaya listrik dan air pabrik, biaya asuransi pabrik, BOP lain-lain.
BOP Metode Hairga Pokok Proses adalah semua elemen biaya produksi selain Biaya
Bahan ( BB ), dan Biaya Tenaga Kerja ( BTK ), elemennya: biaya penyusutan dan
amortisasi aktiva tetap pabrik, biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap pabrik, biaya
listrik dan air pabrik, biaya asuransi pabrik, BOP lain-lain.
7
E. Penyusunan Biaya Overhead Pabrik
Tarif BOP diperlukan dalam rangka penentuan harga pokok produksi. Berdasarkan penentuan
biaya BOP untuk masing-masing bagian, maka dapat dihitung tarif BOP dengan cara membagi
BOP dianggarkan dengan tingkat kegiatan di masing-masing departemen (bagian). Penentuan
tarif biaya overhead pabrik dilaksanakan melalui tiga tahap berikut:
1. Menyusun anggaran BOP
Dalam menyusun anggaran BOP harus diperhatikan tingkat kegiatan yang akan dipakai sebagai
dasar penaksiran BOP. Ada tiga macam kapasitas yang dapat dipakai sebagai dasar pembuatan
anggaran BOP antara lain:
a. Kapasitas Praktis
Untuk menentukan besarnya kapasitas praktis dan kapasitas normal terlebih dahulu harus
ditentukan kapasitas teoritis, yakni volume produksi maksimum yang dapat dihasilkan oleh
pabrik.
Kapasitas teoritis dapat diartikan sebagai kapasitas pabrik atau suatu departemen untuk
menghasilkan produk pada kecepatan penuh tanpa berhenti selama jangka waktu tertentu.
Kapasitas praktis adalah kapasitas teoritis dikurangi dengan kerugian-kerugian waktu yang tidak
dapat dihindari karena hambatan-hambatan intern perusahaan. Penetapan kapasitas praktis ini
perlu dilakukan karena sangat tidak mungkin suatu pabrik dijalankan pada kapasitas teoritis.
b. Kapasitas Normal
Adalah kemampuan perusahaan untuk memproduksi dan menjual produknya dalam jangka
panjang. Jika dalam penentuan kapasitaspraktis hanya diperhitungkan kelonggaran-kelonggaran
waktu akibat faktor-faktor intern perusahaan, maka dalam penentuan kapasitas normal
diperhitungkan pula kecenderungan penjualan dalam jangka panjang.
c. Kapasitas Sesungguhnya yang Diharapkan
Adalah kapasitas sesungguhnya yang diperkirakan akan dapat dicapai dalam tahun yang akan
datang. Jika anggaran BOP didasarkan pada kapasitas sesungguhnya yang diharapkan, maka
berarti ramalan penjualan tahun yang akan datang dipakai sebagai dasar penentuan kapasitas,
sedangkan jika anggaran tersebut didasarkan pada kapasitas praktis dan normal, maka titik berat
diletakkan pada kapasitas fisik pabrik.
Penentuan tarif BOP atas dasar kapasitas sesungguhnya yang diharapkan merupakan pendekatan
jangka pendek, dan metode ini umumnya mengakibatkan digunakan tarif yang berbeda dari
periode ke periode. Penentuan tarif BOP atas dasar kapasitas praktis atau kapasitas normal
merupakan pendekatan jangka panjang, yang menghubungkan tingkat kegiatan perusahaan
dengan kapasitas fisik pabrik dan tidak dipengaruhi oleh perubahan-perubahan penjualan yang
bersifat sementara.
8
2. Memilih dasar pembebanan BOP kepada produk
Beberapa dasar yang dapat dipakai sebagai satuan kegiatan untuk membebankan BOP kepada
produk, antara lain:
a. Satuan produk
Metode ini merupakan metode yang paling sederhana dan langsung membebankan BOP kepada
produk.
Beban BOP untuk setiap produk dihitung dengan formula berikut:
Tarif BOP persatuan = Taksiran BOP + Taksiran Jumlah Satuan Produk
b. Biaya bahan mentah
Jika BOP yang dominan bervariasi dengan nilai bahan mentah (misal biaya asuransi bahan
baku), maka dasar yang dipakai untuk membebankannya kepada produk adalah biaya bahan
bakuyang dipakai.
Formula perhitungan tarif BOP adalah sebagai berikut:
Tarif BOP per satuan = Taksiran BOP + Taksiran Biaya Bahan Mentah Yang Dipakai
c. Biaya Tenaga Kerja Langsung
Jika sebagian besar elemen BOP mempunyai hubungan yang erat dengan jumlah upah TKL
(contoh pajak penghasilan atas upah karyawan yang ditanggung perusahaan), maka dasar yang
dipakai untuk membebankan adalah biaya TKL.
Formula perhitungan tarif BOP adalah sebagai berikut:
Tarif BOP persatuan = Taksiran BOP + Taksiran Biaya Tenaga Kerja Langsung
d. Jam Tenaga Kerja Langsung (JTKL)
Oleh karena ada keterkaitan yang sangat erat antara biaya TKL dengan jumlah jam kerja
langsung, maka BOP dibebankan atas dasar jam tenaga kerja langsung.
Formula perhitungan tarif BOP adalah sebagai berikut:
Tarif BOP per satuan = Taksiran BOP + Taksiran Jam Tenaga Kerja
e. Jam Mesin
Apabila BOP bervariasi dengan waktu penggunaan mesin (contoh bahan bakar atau listrik
dipakai untuk menjalankan mesin), maka dasar yang dipakai untuk membebankannya adalah jam
mesin.
Formula perhitungan tarif BOP adalah sebagai berikut:
Tarif BOP per satuan = Taksiran BOP + Taksiran Jam Kerja Mesin
3. Menghitung tarif BOP
Setelah anggaran BOP selesai disusun dan ditentukan besar satuan kegiatan, maka langkah
terakhir adalah menghitung tarif BOP dengan rumus sebagai berikut:
Jumlah BOP dianggarkan = Tarif BOP x Tingkat Kegiatan yang Direncanakan
9
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pembebanan biaya overhead pabrik pada produk atas dasar tarif yang ditentukan dimuka ialah
pembebanan biaya overhead pabrik atas dasar biaya yang sesungguhnya terjadi sering kali
mengakibatkan perubahan harga pokok per satuan produk yang dihasilkan dari bulan satu ke
bulan yang lain. (Mulyadi, 2014)
Perusahaan dalam menghitung harga pokok produksi menggunakan metode harga pokok
pesanan, sehingga manajemen memerlukan informasi harga pokok produksi per satuan pada saat
pesanan selesai dikerjakan. Sementara biaya overhead pabrik baru diketahui jumlahnya setiap
akhir bulan atau akhir tahun. Hal tersebut juga merupakan alasan mengapa pembebanan biaya
overhead pabrik pada produk atas dasar tarif yang ditentukan dimuka. (Mulyadi, 2014).
B. Saran
Dalam penulisan makalah ini, penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini tidak luput dari
kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif akan senantiasa
penyusun nanti dalam upaya evaluasi diri. Akhirnya penulis hanya bisa berharap, bahwa dibalik
ketidaksempumaan penulisan dan penyusunan makalah ini adalah ditemukan sesuatu yang dapat
memberikan manfaat atau bahkan hikmah bagi penulis, pembaca.
10
DAFTAR PUSTAKA
[Link] 133210001_BAB [Link]
[Link]
[Link]
[Link]
pabrik/14048/2
[Link]
[Link].
Sampurno Wibowo, S.E., [Link], Yani Meilani, Akuntansi biaya, Politeknik Telkom
Bandung, 2009.
11