Nama: Rizki Dimas Dwijayanto
NIM: 2110811210090
Kelompok: 8
Tugas Praktikum PDK Pertemuan 1
Soal 1:
Jawab:
1. Buka aplikasi SAP2000 lalu pilih new model. Kemudian pilih template Grid Only.
Jangan lupa atur satuan menjadi Kn, m, C.
2. Atur jumlah grid untuk arah X = 3, karena akan ada 3 titik pada sumbu vertikal, Lalu
untuk arah Y = 1 karena hanya 2D. Terakhir untuk arah Z = 4 karena akan ada 4 titik
pada sumbu horizontal. Untuk Spacing, digunakan X=3, Y=1 dan Z=3 (untuk
sementara saja).
3. Pilih menu View – Set 2D view. Lalu pilih X-Z plane – OK.
4. Klik kanan pada layar lalu pilih “Edit Grid Data”, klik pada “Modify”.
5. Kemudian ubah grid data pada sumbu Z, sesuai dengan soal, karena pada Langkah
sebelumnya spacing pada Z hanya sementara. Ikuti seperti gambar berikut. Lalu klik
OK.
6. Pilih menu Define – Load Patterns. Ubah Self Weight Multiplier menjadi 0, lalu klik
Modify Load Pattern – OK.
7. Pilih Kembali menu Define – Load Cases. Kemudian, klik yang “Modal”. Lalu klik
“Delete Load Case” – OK.
8. Untuk menggambar bentang sesuai dengan soal, pilih tool Draw Frame.
9. Klik pada titik-titik untuk membuat garis bentang, lakukan sesuai dengan Soal.
10. Untuk menambahkan Perletakan, klik pada titik yang akan ditambahkan perletakan.
Lalu pilih menu “Assign – joint- Restraints”
11. Pilih Fast Restrain bergambar Perletakan Jepit, Klik OK.
12. Untuk menambahkan beban terpusat P2 = 48 KN sejauh 4 m dari titik A, klik dahulu
joint/titik yang ingin diberikan gaya, lalu pilih menu “ Assign – Joint Loads – Forces
“. Masukan nilai 48 di bagian “Force Global X”. Pastikan satuan sudah benar, lalu
klik OK.
13. Untuk gaya terpusat P1 = 96 KN sejauh 3m dari titik B, caranya sama. Klik pada titik
yang akan diberi gaya, lalu pilih menu “Assign – Joint Loads – Forces “. Isi -96 pada
bagian “Force Global Z”, karena gaya mengarah ke sumbu Z horizontal dan kearah
bawah (negatif). Klik Ok.
14. Tampilan terakhir seperti berikut:
15. Maka, sudah bisa dilakukan Running, dengan klik menu ”Analyze – Run Analysis”,
kemudian klik “Run Now”.
16. Tahapan Selesai.
Soal 2:
Dalam perencanaan Gedung dengan SAP2000 ada beberapa beban yang harus dimasukkan,
beban titik, beban merata segitiga, beban merata trapezium. Bagaimana prosedur
memasukkan beban-beban tersebut ke dalam frame di model dan berikan sketsa!
Jawab:
1. Beban titik
a. Sediakan sebuah struktur sederhana, tentukan sebuah titik yang akan diberikan
sebuah Gaya Terpusat.
b. Klik menu “Assign – Joint Loads – Forces”
c. Masukan nilai pada bagian X untuk beban terpusat yang mengarah sumbu X atau
mengarah ke garis Vetikal. Masukan nilai pada bagian Z untuk beban yang
mengarah ke sumbu Z atau mengarah ke garis Horizontal.
d. Beban titik berhasil di-input.
2. Beban Merata Segitiaga
a. Sediakan sebuah struktur sederhana, tentukan sebuah bentang yang akan diberikan
sebuah Gaya Merata Segitiga.
b. Klik menu “Assign – Frame Loads – Distributed”.
c. Ganti Direction menjadi Z karena gaya akan searah sumbu Z. Lalu masukan Load
sebesar -5 dengan distance 1, artinya gaya akan berbnnilai 0 pada jarak 0 meter
dan akan bernilai 5 pada jarak maksimal bentang, sehingga membentuk beban
merata segitiga siku-siku. Bernilai ngeatif artinya gaya akan ke arah bawah. Klik
OK.
d. Beban merata segitiga berhasil di-input
3. Beban Merata Trapesium
a. Sediakan sebuah struktur sederhana, tentukan sebuah bentang yang akan diberikan
sebuah Gaya Merata Trapesium.
b. Klik menu “Assign – Frame Loads – Distributed”.
c. Ganti direction menjadi Z agar gaya mengarah ke sumbu Z. Lalu atur distance
menjadi 0, 0.25, 0.75,dan 1. Lalu input Load -5 pada distance 0.25 dan 0.75.
Maksudnya yaitu, gaya pada jarak 0 meter akan bernilai 0, lalu bernilai -5 pada
jarak 0.25 realtif panjang bentang, dan masih bernilai -5 hingga jarak 0.75 relatif
panjang batang, lalu akan bernilai 0 saat sampai pada jarak maksimum bentang.
Sehingga, membentuk sebuah gaya merata yang berbentuk trapezium. Gaya
bernilai negative agar arah gaya ke bawah. Klik OK.
d. Beban merata trapezium berhasil di-input.
Soal 3:
Jelaskan tentang Global Axis dan Local Axis pada SAP2000.
Jawab:
Global Axis pada SAP2000 digunakan sebagai dasar untuk semua analysis dan
visualisasi struktur. Global Axis merupakan system koordinat yang dipilih oleh pengguna,
dan pada dasarnya terdiri dari tiga sumbu yang saling tegak lurus, yaitu sumbu X, Y, dan Z.
Sumbu X mengarah ke timur, sumbu Y mengarah ke utara, dan sumbu Z mengarah ke atas.
Global Axis sangat berguna dalam mengukur jarak antarelemen struktur dan dalam
menentukan titik koordinat pada elemen struktur tersebut.
Local Axis pada SAP2000 merupakan system koordinat yang terletak pada suatu
elemen struktur dan digunakan untuk menganalisis elemen tersebut secara terisolasi. Local
Axis berguna untuk menghitung dan menampilkan hasil analisis yang lebih tepat dan akurat
pada elemen struktur yang kompleks, seperti balok tirus, kolom bertingkat, dan sebagainya.
Local Axis dipilih dan ditentukan secara otomatis oleh SAP2000 berdasarkan jenis elemen
struktur yang digunakan. Misalnya, pada balok tirus, Local Axis akan dipilih sejajar dengan
arah lebar balok tirus, sedangkan pada kolom bertingkat, Local Axis akan dipilih sejajar
dengan arah panjang kolom bertingkat.
Dalam SAP2000, pengguna dapat memilih untuk menggunakan Global Axis atau
Local Axis dalam melakukan analisis dan permodelan struktur bangunan. Pilihan tersebut
sangat tergantung pada kompleksitas struktur yang akan dianalisis dan dianjurkan untuk
dipilih dengan hati-hati. Dalam permodelan struktur yang kompleks, pengguna dapat
menggunakan Local Axis untuk memudahkan analisis elemen struktur secara terisolasi,
sedangkan pada permodelan struktur yang lebih sederhana, Global Axis dapat menjadi pilihan
yang lebih mudah dan efektif.