0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan8 halaman

Metode Quasi Eksperimen Terapi Lansia

Bab IV ringkasan metodologi penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen one group pre-post test untuk menganalisis pengaruh terapi kompres hangat serai terhadap intensitas nyeri lansia. Sampel penelitian 40 lansia dipilih menggunakan purposive sampling dan data dikumpulkan menggunakan skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi selama 3 hari. Data dianalisis menggunakan uji T untuk mengetahui pengaruh signifikan intervens

Diunggah oleh

Indah Budiarti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan8 halaman

Metode Quasi Eksperimen Terapi Lansia

Bab IV ringkasan metodologi penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen one group pre-post test untuk menganalisis pengaruh terapi kompres hangat serai terhadap intensitas nyeri lansia. Sampel penelitian 40 lansia dipilih menggunakan purposive sampling dan data dikumpulkan menggunakan skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi selama 3 hari. Data dianalisis menggunakan uji T untuk mengetahui pengaruh signifikan intervens

Diunggah oleh

Indah Budiarti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB IV

METODELOGI PENELITIAN

A. Desain Penelitian
Jenis penelitian ini menggunakan metode quasi experiment design dengan one
group present post-test designyang artinya sampel pada penelitian ini
diobservasi lebih dahulu sebelum diberikan perlakuan pre-test dan diakhir
diberikan post-test. Pada penelitian ini akan menganalisa terhadap sebelum dan
sesudahnya di lakukan pengaruh terapi kompres hangat serai pada lansia di
wilayah puskesmas nagaswidak palembang sebelum dan sudah intervensi.

Pre-test Intervensi post-test


O1 X O2

Gambar 4.1 desain penelitian


Keterangan:
O1 : Intensitas skala nyeri sebelum dilakukan intervensi (pre-test)
X : (Pemberian tekhnik kompres hangat serai).
O2 : Intensitas skala nyeri setelah dilakukan intervensi (post-test).

B. Populasi Dan Sampel peneliti


1. Populasi
Populasi adalah pelaksanaan suatu penelitian selalu berhadapan dengan objek
yang diteliti atau yang diselidiki (manusia atau klien) Notoadmojo, 2012).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluru lansia yang ada dipuskesmas
nagaswidak palembang tahun 2020 berjumlah 75 lansia.
2. Sampel
Sample adalah sebagian dari jumlah yang diambil dari keseluruhan objek
yang di teliti dan dianggap dapat mewakili seluruh populasi (Notoadmojo
2018). Tekhnik sampling dalam penelitian ini menggunakan metode
purposive sampling yaitu pengambilan sapel sesuai keinginan peneliti
(Hidayat, 2017). Penentuan jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan
rumus slovin yang di dapat sebanyak 40 responden.
N
n=
1+N (d²)
Keterangan:
N : Besar populasi
n : Besar sampel
d : Tingkat signifikasi (d=0,05)

Untuk menentukan sampel dalam penelitian ini diketahui populasinya


sebayak 75 responden, maka perhitungannya adalah:
n= N
1+ N (0,05)²

n= 75
1+75 (0,0025)

n= 75
1+ 0,875

n= 75
1,8.75
n= 40

a. Kriteria inklusi
1) Lansia yang tinggal di wilayah puskesmas nagaswidak palembang
2) Bersedia menjadi responden
3) Responden mau bekerjasama mengikuti intervensi
4) Lansia yang berusia ≥60 tahun.
b. Kriteria ekslusi
1) Responden nyeri reumatoid artritis
2) Responden tidak memiliki ekstermitas bawah yang lengkap (cacat)
3) Nyeri

C. Lokasi Dan Waktu Penelitian


1. Tempat Penelitian
Penelitian ini di lakukan di wilayah puskesmas nagaswidak palembang.
2. Waktu penelitian
Waktu penelitian di mulai dengan pengajuan judul penelitian, penelusuran
daftar pustaka persiapan proposal, konsultasi dengan pembimbing. Dan
penelitian ini di laksanakan pada bulan Januari – Maret 2022.

D. Teknik Pengumpulan Data


1. Prosedur penelitian
a. Tahap persiapan
1) Pengajuan judul
2) Permintaan izin di IkesT Muhammadiyah Palembang untuk melakukan
studi pendahuluan di wilayah puskesmas nagaswidak palembang melalui
BAAK.
3) Permintaan izin di kesbangpol Provinsi Sumatra Selatan untuk studi
pendahuluan di wilayah puskesmas nagaswidak palembang.
4) Permintaan izin di Dinas Sosial Provinsi Sumatra Selatan untuk
melakukan studi pendahuluan di wilayah puskesmas nagaswidak
palembang.
5) Peneliti menyerahkan surat ke puskesmas nagaswidak palembang Peneliti
mendapatkan izin di puskesmas nagaswidak palembang untuk mengambil
data awal.
6) Sebelum melakukan tahap pelaksanaan peneliti menetukan 2 asisten yang
mendampingi di saat penelitian
b. Tahap pelaksanaan
1) Sebelum melakukan penelitian, penelitian melakukan bina hubungan
saling percaya kepada responden.
2) Peneliti berkerjasama dengan petugas di puskesmas
3) Peneliti menentukan seleksi sample yang dalam kriteria pada bulan
februari 2022.
4) Peneliti menjelaskan tujuan dan prosedur dari penelitian
5) Peneliti memintak persetujuan untuk menjadi responden
6) Peneliti mengukur skala nyeri sebelum diberikan intervensi kompres
hangat serai.
7) Peneliti melakukan kompres hangat serai kepada lansia diberikan pada
pagi dan sore selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15 menit.
8) Peneliti mengukur skala nyeri setelah diberikan intervensi kompres hangat
serai.
2. Pengumpulam data
Data merupakan faktor penting dalam penelitian. Teknik pengambilan data
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh dari hasil pengukuran yang didapat
langsung dari responden dengan cara mengukur skala nyeri pada respoden. Data
primer untuk penelitian ini adalah data tentang reumatoid artritis pada lansia
yang melakukan pemeriksaan di puskesmas nagaswidak palembang.
b. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari berbagai dokumen
pencatatan dan pelaporan dari puskes yang meliputi data tentang jumlah
penderita yang mengalami reumatoid artritis pada lansia di wilayah puskesmas
nagaswidak palembang.

E. Instrumen Penelitian
Instrumen yang di gunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini terdiri dari:
1. SOP ( Standar operasional Prosedur)
2. Alat ukut :
a. Alat ukut skala nyeri Numerical rating scale (NRS) dan lembar observasi
untuk mencatat hasil pengukuran skala nyeripre-test dan post-test.
b. Standar ukur skala nyeri mengunakan standart NRS.
c. Uji intervensi
Sebelum intervensi penelitian di gunakan, maka peneliti melakukan uji coba
intervensi terlebih dahulu untuk mengetahui apakah layak intervensi tersebut
dilakukan terhadap 3 lansia yang tinggal lematang. Peneliti menyiapkan alat
Numerical rating scale (NRS).
Setelah dilakukanya intervensi selama 3 hari berturut-turut didapatkan bahwa
3 responden mengalami penurunan skala nyeri. Selama penelitian
berlangsung responden merasa nyaman, dan teknik kompres hangat serai
membuat responden lebih rileks.

F. Pengolahan Dan Analisa Data


1. Pengelolahan data
Notoadmodjo (2012), pengolahan data meliputi sebagai berikut :
a. Penyunting (Editing)
Memeriksa data yang terkumpul untuk meneliti kelengkapan jawaban
responden yang diberikan yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada
kesesuaian antara semua pertanyaan yang diberikan dengan jawaban,
kelengkapan dan kecocokan data yang diinginkan.

b. Pengkodean (Coding)
Memberikan kode atau symbol tertentu untuk setiap jawaban. Hal ini
dilakukan untuk memudahkan dalam melakukan analisa data. Kode berisi
berisi nomor responden, dan nomor-nomor pertanyaan.
c. Pemberian angka (Scoring)
Memberi skor dalam bentuk angka pada setiap jawaban. Memberikan nilai
pada jawaban.
d. Entri (Entry Data)
Merupakan kegiatan memasukkan data yang telah dikumpulkan kedalam
master tebel atau database komputer, kemudian membuat tabel kontingensi.
e. Tabulasi (Tabulating)
Memasukkan data jawaban dalam tabel sesuai dengan skor jawaban,
kemudian dimasukkn dalam master tabel yang telah ditetapkan.
f. cleaning
apabila semua data dari setiap sumber data atau responden selesai di
masukan, perlu di cek kembali untuk melihat kemungkinan ada kesalahn
kode,kelengkapan, dan sebgainya, kemudian dilakukan pembentukan atau
koreksi .

2. Analisa data
a. Analisa univariat
Analisa univariat bertujuan untukk menjelaskan karakteristik setiap variable
penelitian baik variable dependen maupun variable independen. Pada analisa
ini semua data yang telah terkumpul disajikan dalam bentuk distribusi
frekuensi yang berguna untuk mendapatkan gambaran distribusi dan
responden atau variable yang di teliti yaitu variable independen (kompres
hangat serai) dan dependen (skala nyeri). Variable yang disajikan dalam
bentuk table, rata-rata terdiri dari mean, median, minimum, maksimum.

b. Analisa bivariat
Analisis bivariat adalah analisis yang dilakukan terhadap dua variabel yang
diduga berhubungan atau berkoleras (Notoatmodjo,2018). Untuk mengetahui
pengaruh terapi kompres hangat serai terhdap nyeri pada lansia di wilayah
puskesmas nagaswidak palembang, dengan penelitian pre-test dan post-test
maka menggunakan uji yang di gunakan adalah uji dependen T-test.
Uji test termasuk dalam uji statistik parametrik yaitu ujian yang
menggunakan asumsi-asumsi data distribusi normal dengan variasi homogen.
Uji test apabila untuk membandingkan rata-rata dari dua kelompok, apabila
data yang di kumpulkan dari dua sample yang saling berhubungan artinya
satu sample akan mempunyai dua kata. Rancangan ini membandingkan rata-
rata nilai pre test dan rata nilai post test dari satu sample ( Riwidikdo,2010 et
al Rahmad, 2018). Perhitungan uji statistik mengunakan perhitungan dengan
system komputerisasi (SPSS). Keputusan hasil uji statistic dengan
membandingkan nilai probabilitas atau sig dengan nilai a (0,05), dengan
ketentuan sebagai berikut.
1) Bila p Value a ≤ (0,05), menunjukan bahwa ada pengaruh yang bermakna.
2) Bila p Value nilai  (0.05), menunjukan bahwa tidak ada pengaruh yang
bermakna.
Jika data tidak berdistribusi normal maka akan di lakukan pengujian
menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test.

G. Etika Penelitian
Etik penelitian adalah suatu pedoman etika yang berlaku untuk setiap kegiatan
penelitian yang melibatkan antara pihak peneliti, pihan yang di teliti dan
masyarakat yang akan memperoleh dampak hasil penelitian tersebut
( Notoatmodjo,2018).
Pihak dalam penelitian ini di haruskan mendapatkan izin dari institusi terkait.
Setelah itu peneliti melakukan penelitian dengan menerapkan beberapa etika
penelitian yaitu:
1. (Lembar persetujuan) informed consent
Lembar persetujuan yang akan diberikan kepada responden yang akan diteliti
dan memenuhi kriteria inklusi dan disertai judul penelitian dan manfaat
penelitian. Lembar persetujuan diberikan kepada responden dengan memberi
penjelasan tentang maksud dan tujuan penelitian yang akan diteliti, serta
menjelaskan manfaat yang diperoleh bila bersedia menjadi responden. Tujuan
responden agar mengetahui dampak yang akan terjadi selama pengumpulan
data. Jika subjek bersedia menjadi responden, maka harus menanda tangani
lembar persetujuan.
2. (Tanpa nama) Anonymity
Untuk menjaga kerahasiaan identitas responden, peneliti tidak mencantumkan
nama responden melainkan hanya kode nomor atau kode tertentu pada
pengumpulan data yang diisi responden sehingga identitas responden tidak
diketahui publik.
3. (Kerahasiaan) Confidencial
Kerahasiaan informasi responden dijamin oleh peneliti dan hanya kelompok
data tertentu yang dilaporkan hasil penelitian.
4. (Keuntungan) Beneficience
Peneliti menjelaskan kepada responden bahwa tujuan penelitian ini yaitu untuk
mengetahui apakah intervensi yang diberikan mempengaruhi nyeri pada
responden.
5. (Menghormati) Respect
Selama penelitian, peneliti harus menghormati dan menghargai setiap
keputusan yang di ambil responden.
6. (Ketidak nyamanan) Discomfort
Responden harus di pastikan nyaman selama dilakukan penelitian, serta
responden di berikan penjelasan terlebih dahulu.
7. (Keadilan) Justice
Untuk memenuhi prinsip keadilan, setelah dilakukan pengumpulan data,
peneliti memberikan intervensi

Anda mungkin juga menyukai