0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan1 halaman

Evaluasi Pengadaan Barang Dalam Negeri

Pokja ULP dinilai telah melakukan beberapa kesalahan dalam proses pengadaan barang dengan nilai Rp5,5 milyar yang berasal dari APBN. Pokja ULP kurang memahami aturan tentang barang produksi dalam negeri dan memberikan perlakuan khusus kepada penyedia tertentu tanpa sepengetahuan penyedia lainnya. Akibatnya, harga pemenang lelang lebih tinggi dari harga pasar sehingga dapat merugikan ke

Diunggah oleh

Dawa Swata
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan1 halaman

Evaluasi Pengadaan Barang Dalam Negeri

Pokja ULP dinilai telah melakukan beberapa kesalahan dalam proses pengadaan barang dengan nilai Rp5,5 milyar yang berasal dari APBN. Pokja ULP kurang memahami aturan tentang barang produksi dalam negeri dan memberikan perlakuan khusus kepada penyedia tertentu tanpa sepengetahuan penyedia lainnya. Akibatnya, harga pemenang lelang lebih tinggi dari harga pasar sehingga dapat merugikan ke

Diunggah oleh

Dawa Swata
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS BELAJAR MANDIRI

Jawab soal dibawah ini!

1. Soal Kasus:

Dalam suatu pelelangan pengadaan barang dengan nilai HPS Rp5,5 milyar dan dibiayai dari
APBN. Dalam rangka mendorong penggunaan produksi dalam negeri, Kuasa Pengguna
Anggaran (KPA) memerintahkan Pokja ULP untuk memilih barang dengan merek produksi
dalam negeri, dengan mencantumkan persyaratan pada pengumuman lelang yang mendorong
masuknya produk-produk dalam negeri. Dari hasil Pelelangan, diperoleh data-data sebagai
berikut:

1. Pokja ULP kurang memahami aturan-aturan tentang barang produksi dalam negeri yang
terkait dengan evaluasi penawaran.

2. Dengan alasan mengaplikasikan etika “menerima segala keputusan”, Pokja ULP


mencantumkan persyaratan pada pengumuman lelang yang mendorong masuknya produk-
produk dalam negeri dan membatasi produk luar negeri.

3. Dalam melakukan evaluasi penawaran, Pokja ULP memberikan perlakuan khusus untuk
penyedia yang menawarkan barang-barang produksi dalam negeri, dan hal ini tanpa
sepengetahuan penyedia lainnya. (tidak diatur dalam dokumen pengadaan)

4. Dari hasil pelelangan, diketahui bahwa harga pemenang ternyata sedikit lebih tinggi dari
harga produksi luar negeri dengan kualitas yang sama.

5. Dari hasil audit, ditemukan selisih bahwa harga pemenang ternyata lebih tinggi dari harga
pasar dan diduga dapat merugikan keuangan negara, sedangkan dokumentasi proses
pengadaan sudah dilaksanakan dengan baik, serta tidak ditemukan fakta bahwa Pokja ULP
menerima sesuatu dari Penyedia.

Anda diminta untuk memberikan tanggapan terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan oleh
Pokja ULP dengan mempertimbangkan Prinsip-prinsip Dasar Pengadaan, Kebijakan, Etika, serta
dugaan tindakan yang termasuk kategori korupsi (jika ada) dan sanksi yang dapat dikenakan !

2. Satker Anda akan mengadakan pemeliharaan gedung berupa pengecatan ruang kantor dengan
pagu anggrana Rp. 40.000.000.

Coba jelaskan dengan cara pengadaan apa pekerjaan tersebut bisa dilakukan. Apakah perlu tidak
dibuatkan perjanjian kontrak dan pembuatan Surat Perintah Kerja?

Anda mungkin juga menyukai