Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Pekerjaan Fisik Renovasi Gedung
Kantor Direktorat Metrologi
Direktorat Metrologi
Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan
Tahun Anggaran 2021
Page 1 of 9
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
KELUARAN (OUTPUT) KEGIATAN TA 2020
Unit Eselon II : Direktorat Metrologi (412512)
Kegiatan :
Indikator Kinerja kegiatan : Pekerjaan Fisik Renovasi Gedung Kantor
Direktorat Metrologi
Jenis Keluaran (Output) : Kegiatan
Volume Keluaran (Output) : 1 (satu)
Satuan Ukuran Keluaran (Output) :
A. Latar Belakang
1. Dasar hukum
a. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi
Legal;
b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur
Sipil Negara;
c. Undang – Undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan
Negara;
d. Undang – Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara;
e. Undang – Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2014 tentang
Perdagangan;
f. Peraturan Pemerintah No 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern
Pemerintah;
g. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang pengelolaan barang
milik negara / daerah;
h. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14 Tahun
2020 Tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui
Penyedia;
i. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor
21/PRT/M/2019 Tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan
Konstruksi;
Page 2 of 9
j. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 8 Tahun 2016 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Kementerian Perdagangan.
2. Gambaran umum
Satker Direktorat Metrologi yang berkedudukan di Bandung terdiri dari
Direktorat Metrologi dan UPT bidang Kemetrologian. Sesuai dengan Keputusan
Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Kementerian Perdagangan, Direktorat Metrologi mempunyai tugas
melaksanakan perumusan, pelaksanaan dan pengendalian kebijakan, penyusunan
pedoman, norma, standar, prosedur dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis
dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang metrologi legal.
Dalam pelaksanaan tugas tersebut diperlukan sarana dan prasarana
perkantoran yang layak. Kondisi saat ini terdapat beberapa sarana dan prasarana
yang sudah tidak sesuai dan tidak mungkin untuk dilakukan perawatan/perbaikan.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka Direktorat Metrologi dalam Tahun
Anggaran 2021 akan melaksanakan Pembangunan Fisik Renovasi Gedung Kantor
Direktorat Metrologi untuk dapat memenuhi kebutuhan akan sarana dan prasarana
Gedung Kantor Direktorat Metrologi.
Kegiatan Pembangunan Fisik Renovasi Gedung Kantor Direktorat Metrologi
bertujuan untuk memfasilitasi seluruh pegawai dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya, sehingga dapat menunjang kegiatan perkantoran secara
optimal.
B. Penerima Manfaat
Kegiatan Pembangunan Fisik Renovasi Gedung Kantor Direktorat Metrologi
diharapkan dapat menciptakan suasana dan kondisi kerja yang aman, nyaman, dan
kondusif supaya semua pegawai Direktorat Metrologi dapat melaksanakan
pekerjaannya secara berdaya guna dan berhasil guna. Sedangkan bagi
masyarakat/pelaku usaha diharapkan semakin membaiknya pelayanan kemetrologian
bagi masyarakat sebagai hasil dari terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana
perkantoran.
Ouput perencanaan dari kegiatan ini berupa dokumen DED (Detailed Engineering
Design) yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan spesifikasi teknis serta
rencana anggaran biaya. Sedangkan ouput yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah
terlaksananya 1 (satu) paket pekerjaan renovasi Gedung Kantor DIrektrorat Metrologi,
seluas yang tercantum di dalam lampiran berupa DED (Detailed Engineering Design)
Page 3 of 9
serta rencana anggaran biaya yang merupakan bagian tak terpisahkan dari dokumen
KAK ini.
Sementara output pengawasan dari kegiatan ini bertujuan untuk kepentingan
pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan, seluruh aktivitas kegiatan
pekerjaan di lokasi pekerjaan. Output pengawasan adalah sebagai berikut:
Laporan Harian berisi :
Jenis dan kuantitas bahan yang berada di lokasi pekerjaan;
Penempatan tenaga kerja untuk tiap macam tugasnya;
Jenis, jumlah dan kondisi peralatan;
Jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan;
Keadaan cuaca termasuk hujan, banjir dan peristiwa alam lainnya yang
berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan ; dan catatan lain dalam
pelaksanaan pekerjaan;
Penggunaan K3 bagi pekerja renovasi gedung;
Laporan penggunaan bahan yang berlogo SNI
Laporan Mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian Laporan Harian
berisi:
Jenis dan kuantitas bahan yang berada di lokasi pekerjaan;
Penempatan tenaga kerja untuk tiap macam tugasnya;
Jenis, jumlah dan kondisi peralatan;
Jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan;
Keadaan cuaca termasuk hujan, banjir dan peristiwa alam lainnya yang
berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan ; dan catatan lain dalam
pelaksanaan pekerjaan;
Penggunaan K3 bagi pekerja renovasi gedung;
Laporan penggunaan bahan yang berlogo SNI
Laporan Mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian.
C. Strategi Pencapaian Keluaran
1. Metode Pelaksanaan
Metode Pelaksanaan Pelayanan Internal yaitu berupa Renovasi Gedung Kantor
Direktorat Metrologi..
2. Tahapan waktu pelaksanaan
Page 4 of 9
BULAN
No URAIAN KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Renovasi Gedung Kantor Direktorat Metrologi:
1 Perencanaan
2 Pelaksanaan Lelang
3 Pekerjaan Fisik
4 Pengawasan
5 Serah Terima
D. Kurun waktu pencapaian keluaran
Pekerjaan Fisik Renovasi Gedung Kantor Direktorat Metrologi dilaksanakan dalam
waktu 155 (seratus lima puluh lima) hari kalender, terhitung mulai dari bulan Mei s.d.
September 2021.
E. Persyaratan Calon Penyedia
a. Badan usaha kualifikasi kecil (mencakup k1, k2, dan k3) yang memiliki TDP, NPWP,
dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun pajak terakhir (SPT Tahunan).
b. Memiliki izin usaha IUJK, SBU Klasifikasi Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan
Gedung.
c. Perusahaan yang bersangkutan dan manajemennya tidak dalam pengawasan
pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan dan/atau direksi
yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan atau peserta perorangan tidak
sedang dalam menjalani sanksi pidana.
d. Salah satu dan/atau semua pengurus dan badan usahanya atau perserta
perorangan tidak masuk dalam Daftar Hitam.
e. Memiliki pengalaman pengadaan pekerjaan konstruksi untuk bidang sejenis paling
kurang 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia barang jasa dalam kurun waktu 1 (satu)
tahun terakhir dengan nilai pekerjaan minimal sebesar Rp. 700.000.000,- (tujuh
ratus juta rupiah) baik di lingkungan Pemerintah maupun Swasta termasuk
pengalaman subkontrak.
f. Memiliki/menguasai peralatan untuk melaksanakan peralatan untuk pekerjaan ini.
g. Membuat RKK (rencana keselamatan kerja).
h. Memiliki tenaga ahli/teknis
Page 5 of 9
- SKA K3
- SKT
i. Tenaga ahli terampil dan peralatan
1. Tenaga Ahli yang Dibutuhkan Adalah :
Penyedia Jasa Konstruksi harus mempunyai mempunyai kualifikasi ahli bidang
K3 Konstruksi, sedangkan klasifikasinya adalah Perusahaan Kecil.
Personel Manajerial
BUKTI YANG
JML
NO POSISI/ JABATAN KUALIFIKASI HARUS
ORG
DISERAHKAN
01 Pelaksana (S1 Teknik Sipil) Teknik 1 SKT
Bangunan
Ijazah
Gedung (201).
CV
02 Petugas Keselamatan Ahli K3 1 SKA
Konstruksi (S1 Teknik Sipil) Konstruksi
Sertifikat Petugas KK
Ijazah
CV
Tenaga Pendukung
BUKTI YANG
JML
NO POSISI/ JABATAN KUALIFIKASI HARUS
ORG
DISERAHKAN
01 Mandor Pemasangan D1/SMK 1 SKT
Rangka Atap Baja Ringan
Ijazah
(TS 056)
CV
Mandor Besi / Pembesian /
02 D1/SMK 1 SKT
Penulangan Beton
Ijazah
Page 6 of 9
( TS 009) CV
03 Mandor Tukang Batu / Bata / D1/SMK 1 SKT
Beton (TS 005)
Ijazah
CV
04 Tukang Cor Beton D1/SMK 2 SKT
(Concetor/Concrete
Ijazah
Operation) (TS 013)
CV
Tukang
05 D1/SMK 2 SKT
Plesteran/Plasterer/Solid
Ijazah
Plaster (TA 006)
CV
Pelaksana Lapangan
06 D1/SMK 2 SKT
Pekerjaan Finishing
Ijazah
Bangunan Gedung
Bertingkat Tinggi (TA 021) CV
Teknisi Instalasi Jaringan
07 D1/SMK 1 SKT
Tegangan Rendah (JTR) (TE
Ijazah
060)
CV
Personel Manajerial
Personel Manajerial adalah Pelaksana Teknik Bangunan Gedung sebanyak 1
(satu) orang, pendidikan minimal S1 Teknik Sipil mempunyai pengetahuan dan
berpengalaman luas dalam pekerjaan pelaksanaan. bertugas dalam disiplin
keilmuannya masing-masing untuk:
Melaksanakan pekerjaan secara umum, terutama dilapangan dalam bidang
arsitektur/struktur, koordinasi dan inspeksi kegiatan pembangunan agar
pelaksanaan teknis maupun administrasi teknis yang dilakukan dapat secara
terus menerus sampai dengan penyerahan pekerjaan kedua;
Memperhatikan kebenaran ukuran, kualitas dan kuantitas bahan atau
komponen bangunan, peralatan dan perlengkapan selama pelaksanaan
pekerjaan di lapangan
Page 7 of 9
Menjaga dan bertanggung jawab terhadap kemajuan pekerjaan dan
mengambil tindakan yang tepat dan cepat agar batas waktu seperti yang
tercantum dalam dokumen kontrak dipenuhi;
Melaporkan setiap perubahan apabilah terjadi perubahan terhadap dokumen
pelaksanaan, berupapengurangan dan penambahan biaya akibat perubahan
pekerjaan apabila dipandang perlu untuk dilakukannya perubahan dan harus
disampaikan kepada Konsultan Pengawas dan disampaikan kepadaPejabat
Pembuat Komitmen untuk mendapat persetujuan Kuasa Pengguna
Anggaran.
Petugas Keselamatan Konstruksi
Petugas Keselamatan Konstruksi adalah Ahli K3 Konstruksi sebanyak 1 (satu)
orang, pendidikan minimal S1 Teknik Sipil mempunyai pengetahuan dan
berpengalaman luas dalam pekerjaan pelaksanaan. bertugas dalam disiplin
keilmuannya masing-masing untuk:
Menerapkan ketentuan peraturan perundang – undangan tentang dan terkait
K3 konstruksi.
Mengkaji dokumen kontrak dan metode kerja pelaksanaan kontruksi.
Merencanakan dan Menyusun program K3.
Membuat prosedur kerja dan instruksi kerja penerapan ketentuan K3.
Melakukan sosialisasi, penerapan dan pengawasan pelaksanaan program,
prosedur kerja dan instruksi kerja K3.
Melakukan evaluasi dan membuat laporan penerapan SMK3 dan pedoman
teknis K3 konstruksi.
Mengusulkan perbaikan metode kerja pelaksanaan konstruksi berbasis K3,
jika diperlukan.
Melakukan penanganan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta
keadaan darurat.
2. Peralatan yang Dibutuhkan
Peralatan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan diambil dari standar
minimal yaitu :
NO JENIS PERALATAN JUMLAH KETERANGAN
01 Alat Ukur Tanah 1 Unit TS
02 Water Pass 2 Unit Manual
03 Mesin Molen Beton/Beton Molen 3 Unit 0.3 M3
Page 8 of 9
04 Bor Listrik 3 Unit
05 Mesin Las 1 Unit
06 Gerobak Dorong 5 Unit Manual
PERLENGKAPAN K3
07 Kacamata Pelindung (Safety Glasses) 10 Unit
08 Masker / Respirator 10 Unit
09 Sarung Tangan (Gloves) 10 Unit
10 Sepatu Karet (Boots) 10 Unit
11 Sepatu Pengaman (Safety Shoes) 10 Unit
12 Helm Pengaman (Safety Helmet) 10 Unit
13 Tali Dagu 10 Unit
14 Penutup Telinga (Ear Muffs) 10 Unit
15 Penyumbat Telinga (Ear Plug) 10 Unit
16 Rompi Safety 10 Unit
17 Wearpack / Coverall 10 Unit
18 Sabuk Pengaman (Safety Belt) 10 Unit
19 Tali Pengaman (Safety Harness) 10 Unit
Peralatan/ fasilitas sebagaimana tercantum pada Tabel Peralatan di atas adalah
peralatan/ fasilitas minimal yang wajib ditawarkan/ disediakan oleh peserta
lelang dalam melakukan penawaran untuk pekerjaan ini.
Apabila dokumen penawaran tidak disertai dengan bukti kepemilikan/sewa
peralatan maka dinyatakan tidak memenuhi persyaratan (gugur teknis).
F. Biaya yang diperlukan
Pelaksanaan output pekerjaan ini dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara Republik Indonesia Tahun 2021, sebesar Rp. [Link],- (satu miliar
empat ratus juta rupiah) dengan rincian biaya sesuai dengan RAB terlampir.
Bandung, Maret 2021
Pejabat Pembuat Komitmen
Direktur Metrologi,
Page 9 of 9