0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan5 halaman

Konfigurasi DHCP Server di Cisco Packet Tracer

Konfigurasi DHCP Server Menggunakan Cisco Packet Tracer memberikan panduan langkah-langkah untuk mengkonfigurasi DHCP server menggunakan Cisco Packet Tracer, termasuk mengatur IP address server dan klien, setting DHCP server, dan menguji konektivitas antara server dan klien.

Diunggah oleh

RT 26
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan5 halaman

Konfigurasi DHCP Server di Cisco Packet Tracer

Konfigurasi DHCP Server Menggunakan Cisco Packet Tracer memberikan panduan langkah-langkah untuk mengkonfigurasi DHCP server menggunakan Cisco Packet Tracer, termasuk mengatur IP address server dan klien, setting DHCP server, dan menguji konektivitas antara server dan klien.

Diunggah oleh

RT 26
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Konfigurasi DHCP Server Menggunakan

Cisco Packet Tracer


February 19, 2020

Konfigurasi DHCP Server – DHCP atau Dynamic Host Configuration Protocol adalah protocol
yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk mempermudah pengalokasian IP
Address pada suatu jaringan.

Jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan IP Address secara manual hal
ini akan membuat anda kerepotan. Jika suatu server lokal dipasangkan DHCP, semua komputer
yang terhubung ke jaringan akan mendapatkan IP Address secara otomatis. Selain IP Address
DHCP juga memberikan parameter yang lainnya seperti Default Gateway dan DNS server.

Konfigurasi DHCP Server Menggunakan Cisco Packet Tracer:


Cara mengkonfigurasi DHCP server dengan menggunakan Cisco packet Tracer adalah sebagai
berikut:

1. Pertama desain topologi seperti pada gambar dibawah ini, dan hubungkan menggunakan
kabel Straight.
Keterangan :

• Server generic
• Switch 2950-24
• Pc generic

2. Setting IP Address komputer server dengan masuk ke menu server, caranya klik icon server –
> Desktop –> IP Configuration. Atur IP nya seperti pada gambar berikut:

3. Kemudian setting DHCP server. Konfigurasinya juga dilakukan di komputer server, caranya
klik icon server –> Services –> DHCP. Setting seperti pada gambar berikut:
Keterangan :

• Default Gateway, IP: [Link]


• DNS server : [Link] (dibiarkan kosong, karena kita tidak melakukan konfigurasi DNS server)
• Start IP : [Link] ( karena IP [Link] sudah digunakan oleh server, jadi IP Address yang
didapat oleh client dimulai dari [Link] – [Link] sesuai dengan jumlah host untuk
subnet mask [Link])
• Subnet mask : [Link]
• Maximum Numbers of Users : 100 ( terserah kita, sesuaikan juga dengan jumlah host yang
didapat dari subnet mask nya.

4. Selanjutnya setting semua IP yang terhubung dengan server, klik icon PC –> Desktop –
> IP Configuration lalu pilih DHCP, pastikan muncul keterangan
“DHCP Request Successfull”.
5. Setelah selesai mengatur IP setiap PC, pastikan apakah PC dan dan server sudah terkoneksi
dengan baik atau belum. Caranya dengan melakukan test ping dari PC-Client dengan Server.
Anda dapat melakukannya di command prompt, caranya klik icon PC –> Desktop –
> Command Prompt, seperti pada gambar berikut ini:
Sampai disini semua konfigurasi yang kita lakukan sudah berhasil. Sekian dari kami, semoga
bermanfaat dan terimakasih.

Anda mungkin juga menyukai