Teori Dasar Irigasi dan Bangunan Air
Teori Dasar Irigasi dan Bangunan Air
A. Pengertian Irigasi
Irigasi adalah kegiatan - kegiatan yang bertalian dengan usaha mendapatkan air
untuk sawah, ladang, perkebunan dan usaha lain-lain. Usaha tersebut berupa :
1. Membuat sarana dan prasarana untuk membagikan air secara teratur
2. Membuang kelebihan air yang tidak diperlukan lagi.
B. Tujuan Irigasi
Tujuan irigasi adalah membasahi tanah agar dapat mencapai suatu kondisi tanah
yang baik untuk pertumbuhan tanaman. (Teknik Sumber Daya Air, 1996)
C. Areal Irigasi
Areal irigasi adalah daerah-daerah yang dapat diairi semaksimal mungkin, dimana
airnya diambil dari bangunan sadap utama. Batas keliling areal diambil dari petak-petak
tersier terluar.
D. Peta Petak
Peta petak adalah suatu peta yang menerangkan suatu lokasi dari sistem jaringan
irigasi yang akan diairi. Peta ini memuat arah saluran, letak bangunan, batas-batas jalan,
batas-batas pembuang alam, daerah yang dapat diairi dan yang tidak dapat diairi.
Penentuan peta petak ini di dasarkan pada kondisi topografi yang tergambar pada peta
situasi seperti dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Kriteria umum untuk pengembangan petak
Ukuran Petak Luas ( Ha )
Ukuran petak sekunder 500 - 800 Ha
Ukuran petak tersier 50 - 100 Ha
Ukuran petak kuarter 8 – 15 Ha
Ukuran petak petani 0 – 1,75 Ha
Sumber : (KP – 01, 2010)
E. Trase Saluran
Trase saluran merupakan jalur rencana saluran yang dibuat dari kondisi topografi
tentang penggambaran baik berupa relief tanah, alur-alur, jalan, batas kampung, sungai,
yang menunjang dalam perencanaan jaringan irigasi.
Ada dua hal yang perlu dipertimbangkan, yakni :
1. Daerah yang sudah diairi
2. Daerah yang belum diairi
Trase saluran terbagi atas trase saluran pembawa dan trase saluran pembuang.
Jika daerah irigasi baru akan dibangun, aturan yang sebaiknya diikuti adalah menetapkan
lokasi saluran pembuang terlebih dahulu, ini sudah ada kebanyakan di daerah tanah
hujan.
F. Jaringan Irigasi
1. Sistem jaringan irigasi
Sistem jaringan irigasi dapat digolongkan sebagai berikut :
a. Sistem irigasi tunggal (independent irrigation system) yaitu suatu sistem irigasi
dengan sumber air yang berasal dari satu bangunan sadap utama berupa waduk,
bendung atau rumah pompa yang letaknya masih dalam areal irigasi itu sendiri.
Bangunan Bangunan
Bangunan Utama Permanen atau Bangunan sementara
permanen
semi permanen
Kemampuan bangunan
dalam mengukur dan Baik Sedang Jelek
mengatur debit
Saluran irigasi
Saluran irigasi dan Pembuang Saluran irigasi dan
Jaringan saluran dan Pembuang tidak Pembuang menjadi
terpisah Selamanya Satu
terpisah
G. Jalan Inspeksi
Jalan inspeksi direncana, dibangun dan dipelihara oleh dinas pengairan. Jalan ini
terutama digunakan untuk memeriksa, mengeksploitasi dan memelihara jaringan irigasi
dan pembuang, yakni saluran dan bangunan-bangunan pelengkap. Akan tetapi, di
kebanyakan daerah pedesaan, jalan-jalan ini juga sekaligus berfungsi sebagai jalan utama
dan oleh karena itu juga digunakan pada kendaraan-kendaraan komersial dengan
J. Tata Nama/Nomenklatur
1. Pengertian
Nomenklatur atau tata nama petunjuk atau indeks yang jelas dan singkat dari suatu
objek, baik itu petak, saluran atau bangunan, bangunan bagi, bangunan silang dan
lain sebagainya, sehingga akan memudahkan dalam pelaksanaan eksploitasi dan
pemeliharaan dari tiap-tiap bagian dari jaringan irigasi.
2. Ketentuan Nomenklatur
Dalam pemberian tata nama pada suatu jaringan irigasi, harus diperhatikan hal-hal
sebagai berikut :
a. Singkat dan jelas, jika mungkin hanya terdiri dari satu huruf
b. Huruf ini harus menyatakan petak, saluran atau bangunan
c. Dibedakan antara saluran pembawa dan pembuang
3. Tata cara pemberian nama
3.1. Ketentuan umum tata nama
Dalam suatu sistim irigasi akan banyak dijumpai bangunan-bangunan irigasi.
Untuk memudahkan pada waktu pelaksanaan pembangunannya serta untuk
kepentingan eksploitasi dan pemeliharaannya maka daerah irigasi termasuk
semua bangunan irigasi diberi notasi atau nomenklatur. Ketentuan dalam
membuat nomenklatur adalah :
Sungai
SEMPO
R
Daerah Irigasi
SEMPOR
(D.I. SEMPOR)
b. Untuk suatu sistim irigasi majemuk diambil nama desa terkenal yang ada
didalam daerah layanannya. Misalnya D.I. Singomerto mengambil nama
Desa Singomerto yang ada dalam daerah layanannya. Demikian juga untuk
D.I. Banjar Cahyana.
Sungai
SEMPOR
Daerah Irigasi
SINGOMERTO
(D.I. SINGOMERTO)
Desa
Singomerto
Kampung
BENTENG
Bendung BENTENG
Sungai SADANG
Desa
JATILUHUR
Bendung JATILUHUR
Sungai CITARUM
Sungai SEMPOR
A = … Ha
Q=… A = … Ha
l/det
Q = … l/det
M 2 ki 1
S.M.2 ki 1 76 Ha 106
l/det
M 2 ka S.M 2 S.M 2 ki 2 M 2 ki 2
110 Ha 154 ka 96 Ha 134
l/det B.M l/det
2
M 3 ka S.M 3 S.M.2 ki 3 M 2 ki 3
B.K 2
B.K 1
R.K 1 R.K 2
A = … Ha A = … Ha
Q = … l/det Q = … l/det
A A1 A2 B1 B
B2
K1
B.M 4
ka S.M 4 ka T 1 T2 T3
B3
C1
T4
K2
C
C3 C2
Bendungan
Tanggul
Pelimpah Banjir
Menara Pengambil
Pengambilan bebas
Bendung
Saluran pembuang
Bangunan bagi
Bangunan sadap
Got miring
Bangunan terjun
Talang
Syphon
Gorong-gorong
Saluran pasangan
Pelimpah samping
K. Perencanaan Saluran
Perencanaan hendaknya didasarkan pada prinsip-prinsip teknis yang andal, tetapi
juga harus dapat memenuhi keinginan yang diajukan para pemakai air. Kapasitas saluran
irigasi ditentukan oleh kebutuhan air irigasi selama penyiapan lahan.
Cara pemeliharaan saluran menentukan koefesien yang akan dipilih. Pemeliharaan
yang jelek akan menyebabkan kecepatan aliran akan menjadi rendah dan kemudian akan
diperlukan saluran yang lebih besar.
Saluran harus direncanakan sedemikian sehingga mempunyai efisiensi yang tinggi
dan biaya pembuatan yang ekonomis serta mudah dalam pengoperasiannya.
L. Kapasitas rencana
1. Debit Rencana
Debit rencana di saluran di hitung berdasarkan kebutuhan bersih air disawah,
efisiensi dan luas areal yang akan diairi. (KP – 03, 2010)
Persamaan untuk menghitung debit rencana saluran sebagai berikut :
c . NFR . A
Q= (Ltr /dtk ) . . . . (Pers 1)
e
Dimana :
Q = Debit rencana, m3/det
C = Koefesien pengurangan karena adanya sistem golongan ( c = 1 )
NFR = Kebutuhan bersih (netto) air disawah, [Link]/dt
A = Luas petak yang diairi, ha
e = Efisiensi irigasi secara keseluruhan
1,50 - 2,00
0,50 1 : 20
h
Saluran tersier k = 35
b 0,30
w 0,20
0,40 1,00-1,50
UNIVERSITAS TADULAKO
IRIGASI DAN BANGUNAN AIR 1
Ketentuan dimensi dan kecepatan minimum yang disyaratkan pada saluran tanpa
pasangan juga berlaku untuk saluran pasangan. Harga koefisien k diambil sebagai
berikut :
- Pasangan batu k = 50 m1/3/dt
- Pasangan beton (untuk talud saja) k = 60 m1/3/dt
- Pasangan beton (untuk talud dan dasar) k = 70 m1/3/dt
Tebal pasangan batu sekurang-kurangnya diambil 20 cm bila diameter batu yang
digunakan sekitar 15 cm. Pasangan beton atau yang dibuat dari ubin beton jauh lebih
tipis yakni 7 - 10 cm. Pada ujung dan dasar saluran diberi koperan.
( b+m .h ) h
Q = (Kx( ) 2/3 x I1/2 ) x ( b + m.h )
b+2 h √ m +1
2
( ( n. h )+ m. h ) h
Q = (Kx ( ) 2/3
x I1/2 ) x ( n.h + m.h ) h . . . (Pers. 8)
( n . h ) +2. h √ m +1
2
Dimana :
V = Kecepatan, m/det
K = Koefesien kekasaran strickler, m1/3/det
R = Jari-jari hidrolis, m2/3
I = Kemiringan rencana saluran
N. Kecepatan Saluran
Distribusi kecepatan maksimum disebabkan oleh tekan pada muka air akibat
adanya perbedaan fluida atau udara dan juga akibat gaya gesekan pada dasar maupun
dinding saluran, maka kecepatan aliran pada suatu potongan melintang saluran tidak
seragam. Ketidakseragaman ini disebabkan oleh bentuk tampak melintang saluran
dilokasi saluran. (Robert.J.K,2002).
Kecepatan minimum yang diizinkan atau kecepatan tanpa pengendapan,
merupakan kecepatan terendah yang tidak menimbulkan sedimentasi dan mendorong
pertumbuhan tanaman air ganggang. Kecepatan ini sangat tidak menentu dan nilainya
yang tidak tepat dapat membawa pengaruh besar kecuali terhadap pertumbuhan tanaman.
Umumnya dapat dikatakan bahwa kecepatan rata-rata 2 sampai 3 kali perdetik dapat
digunakan bila presentase lanau ditunjukan dalam saluran kecil tidak kurang dari 2,5
perdetik dapat mencegah pertumbuhan tanaman air yang dapat mengurangi kapasitas
saluran tersebut. (VenTeChow,1984).
Kecepatan maksimum yang di izinkan juga akan menentukan kecepatan rencana
untuk dasar saluran tanah dengan pasangan campuran. Prosedur perencanaan saluran
untuk saluran dengan pasangan adalah sama dengan prosedur perencanaan saluran tanah.
Harga kecepatan minimum yang direncanakan untuk saluran tersier dan kuarter
pada saluran irigasi tanpa pasangan dapat dilihat pada Tabel 6.
Vr = k . R2/3 . Ir1/2
dimana :
k = Koefisien Strikler yang digunakan, m1/3/dt
A
R = = Jari-jari hidrolis, m
P
A = bh + mh2 = Luas penampang basah saluran, m2
P = b+ 2h √ 1+m 2 = Keliling basah saluran, m
Ir = Kemiringan rencana
Q. Kemiringan Saluran
Kemiringan saluran diusahakan sedapat mungkin mengikuti kemiringan medan
yang ada, selama itu tidak mengakibatkan munculnya kecepatan aliran di saluran yang
melampaui batas izin.
Kemiringan minimum dibuat untuk mencegah munculnya sedimentasi disaluran
sedangkan kemiringan maksimum untuk mencegah terjadinya erosi saluran. Untuk itu
keduanya harus dibatasi, sesuai Kriteria Perencanaan Irigasi.
Penentuan kemiringan saluran rencana dapat dilakukan dengan cara mem-plot
nilai debit (Q) dan kemiringan medan (i) pada gambar 5- grafik perencanaan saluran
60
(Pers 11)
Untuk saluran tanpa pasangan, saluran kuarter menggunakan F dengan k = 30 sedangkan
untuk saluran tersier menggunakan F dengan k = 35. Bila menggunakan pasangan maka
menggunakan F dengan k = 50 untuk saluran pasangan batu, F dengan k = 60 bila talud
saja dari beton dan F dengan k = 70 bila talud dan dasar dari beton.
Tabel 10. Dimensi saluran dengan lebar dasar saluran (b) =0,4 m
UNTUK LEBAR SALURAN = .40 M
-------------------------------------------------------------------------------
B H ! F ! A
!-----------------------------------------------------------------------------!
(m) (m) k=25 k=30 k=35 k=50 k=60 k=70 (m²)
==============================================
.400 .100 .219 .263 .306 .438 .525 .613 .050
.400 .110 .258 .310 .361 .516 .619 .722 .056
.400 .120 .300 .360 .420 .600 .720 .840 .062
.400 .130 .345 .414 .483 .691 .829 .967 .069
.400 .140 .393 .472 .551 .787 .944 1.102 .076
.400 .150 .445 .534 .622 .889 1.067 1.245 .083
.400 .160 .499 .599 .698 .998 1.197 1.397 .090
.400 .170 .556 .667 .779 1.112 1.335 1.557 .097
.400 .180 .617 .740 .863 1.233 1.480 1.727 .104
.400 .190 .680 .816 .952 1.360 1.633 1.905 .112
.400 .200 .747 .896 1.046 1.494 1.793 2.092 .120
.400 .210 .817 .981 1.144 1.634 1.961 2.288 .128
.400 .220 .890 1.068 1.247 1.781 2.137 2.493 .136
.400 .230 .967 1.160 1.354 1.934 2.321 2.708 .145
.400 .240 1.047 1.256 1.466 2.094 2.513 2.932 .154
.400 .250 1.130 1.356 1.583 2.261 2.713 3.165 .163
.400 .260 1.217 1.461 1.704 2.434 2.921 3.408 .172
.400 .270 1.308 1.569 1.831 2.615 3.138 3.661 .181
.400 .280 1.401 1.682 1.962 2.803 3.363 3.924 .190
.400 .290 1.499 1.798 2.098 2.997 3.597 4.196 .200
.400 .300 1.600 1.920 2.240 3.199 3.839 4.479 .210
.400 .310 1.704 2.045 2.386 3.409 4.090 4.772 .220
.400 .320 1.813 2.175 2.538 3.625 4.350 5.075 .230
.400 .330 1.925 2.310 2.695 3.849 4.619 5.389 .241
.400 .340 2.041 2.449 2.857 4.081 4.897 5.714 .252
.400 .350 2.160 2.592 3.024 4.320 5.184 6.048 .262
.400 .360 2.284 2.740 3.197 4.567 5.481 6.394 .274
.400 .370 2.411 2.893 3.376 4.822 5.787 6.751 .285
.400 .380 2.542 3.051 3.559 5.085 6.102 7.119 .296
.400 .390 2.678 3.213 3.749 5.356 6.427 7.498 .308
.400 .400 2.817 3.381 3.944 5.634 6.761 7.888 .320
Tabel 11. Dimensi saluran dengan lebar dasar saluran (b) =0,45 m
UNTUK LEBAR SALURAN = .45 M
----------------------------------------------------------------------------------
B H ! F ! A
!----------------------------------------------------------------------------------!
(m) (m) k=25 k=30 k=35 k=50 k=60 k=70 (m2)
================================================
.450 .100 .245 .294 . 343 .489 .587 .685 .055
.450 .110 .288 .346 .403 .576 .692 .807 .062
.450 .120 .335 .402 .469 .670 .804 .938 .068
.450 .130 .385 .462 .539 .769 .923 1.077 .075
.450 .140 .438 .525 .613 .876 1.051 1.226 .083
.450 .150 .494 .593 .692 .988 1.186 1.384 .090
.450 .160 .554 .665 .775 1.108 1.329 1.551 .098
.450 .170 .617 .740 .863 1.233 1.480 1.727 .105
.450 .180 .683 .820 .956 1.366 1.639 1.912 .113
.450 .190 .752 .903 1.053 1.505 1.806 2.107 .122
.450 .200 .825 .990 1.156 1.651 1.981 2.311 .130
.450 .210 .902 1.082 1.262 1.804 2.164 2.525 .139
.450 .220 .982 1.178 1.374 1.963 2.356 2.748 .147
.450 .230 1.065 1.278 1.491 2.130 2.556 2.981 .156
.450 .240 1.152 1.382 1.612 2.303 2.764 3.224 .166
.450 .250 1.242 1.490 1.739 2.484 2.981 3.477 .175
.450 .260 1.336 1.603 1.870 2.672 3.206 3.740 .185
.450 .270 1.433 1.720 2.007 2.867 3.440 4.014 .194
.450 .280 1.535 1.842 2.148 3.069 3.683 4.297 .204
.450 .290 1.640 1.967 2.295 3.279 3.935 4.591 .215
.450 .300 1.748 2.098 2.448 3.497 4.196 4.895 .225
.450 .310 1.861 2.233 2.605 3.722 4.466 5.210 .236
.450 .320 1.977 2.373 2.768 3.954 4.745 5.536 .246
.450 .330 2.097 2.517 2.936 4.195 5.034 5.872 .257
.450 .340 2.221 2.666 3.110 4.443 5.331 6.220 .269
.450 .350 2.349 2.819 3.289 4.699 5.639 6.579 .280
.450 .360 2.482 2.978 3.474 4.963 5.956 6.948 .292
.450 .370 2.618 3.141 3.665 5.235 6.282 7.329 .303
.450 .380 2.758 3.309 3.861 5.516 6.619 7.722 .315
.450 .390 2.902 3.483 4.063 5.804 6.965 8.126 .328
.450 .400 3.051 3.661 4.271 6.101 7.321 8.542 .340
.450 .410 3.203 3.844 4.485 6.406 7.688 8.969 .353
.450 .420 3.360 4.032 4.704 6.720 8.064 9.408 .365
.450 .430 3.521 4.226 4.930 7.043 8.451 9.860 .378
.450 .440 3.687 4.424 5.162 7.374 8.848 10.323 .392
.450 .450 3.857 4.628 5.399 7.713 9.256 10.799 .405
Tabel 12. Dimensi saluran dengan lebar dasar saluran (b) =0,50 m
UNTUK LEBAR SALURAN = .50 M
----------------------------------------------------------------------------------
B H ! F ! A
!----------------------------------------------------------------------------------!
(m) (m) k=25 k=30 k=35 k=50 k=60 k=70 (m2)
================================================
.500 .100 .271 .325 .379 .541 .650 .758 .060
.500 .110 .318 .382 .446 .637 .764 .892 .067
.500 .120 .370 .444 .518 .740 .887 1.035 .074
.500 .130 .424 .509 .594 .849 1.019 1.188 .082
.500 .140 .483 .579 .676 .965 1.158 1.351 .090
.500 .150 .544 .653 .762 1.088 1.306 1.524 .098
.500 .160 .609 .731 .853 1.218 1.462 1.706 .106
.500 .170 .678 .813 .949 1.356 1.627 1.898 .114
.500 .180 .750 .900 1.050 1.500 1.800 2.099 .122
.500 .190 .825 .990 1.156 1.651 1.981 2.311 .131
.500 .200 .904 1.085 1.266 1.809 2.171 2.533 .140
.500 .210 .987 1.185 1.382 1.974 2.369 2.764 .149
.500 .220 1.074 1.288 1.503 2.147 2.576 3.006 .158
.500 .230 1.163 1.396 1.629 2.327 2.792 3.258 .168
.500 .240 1.257 1.509 1.760 2.514 3.017 3.520 .178
.500 .250 1.354 1.625 1.896 2.709 3.251 3.793 .188
.500 .260 1.456 1.747 2.038 2.911 3.493 4.076 .198
.500 .270 1.561 1.873 2.185 3.121 3.745 4.370 .208
.500 .280 1.669 2.003 2.337 3.339 4.006 4.674 .218
.500 .290 1.782 2.138 2.495 3.564 4.277 4.989 .229
.500 .300 1.898 2.278 2.658 3.797 4.556 5.315 .240
.500 .310 2.019 2.423 2.826 4.038 4.845 5.653 .251
.500 .320 2.143 2.572 3.001 4.287 5.144 6.001 .262
.500 .330 2.272 2.726 3.180 4.543 5.452 6.361 .274
Dimana :
Im = Kemiringan medan yang ada
MAUr
H1 ( 5 – 15 cm )
Ir x L MAHr
Gambar 19. Ilustrasi perhitungan muka air udik rencana (MAHr) tanpa bangunan terjun
( KP – 01, 2010 )
Tetapi apabila pada ruas saluran terdapat bangunan terjun, maka muka air udik rencana
dapat dilihat pada gambar 19 dengan persamaan yaitu :
MAUr = MAUm . . . . . (Pers.14)
Dan diperoleh tinggi Bangunan Terjun :
Z = MAUr – MAHr - ( Ir x L ) - h1 . . . . .(Pers.15)
MAUr
Gorong-gorong / Talang
H2
H2
H1 ( 5 – 15 cm )
Ir x L MAHr
Gambar 20. Ilustrasi perhitungan muka air udik rencana (MAHr) dengan bangunan
terjun ( KP – 01, 2010 )
g
f
h e
d
P c
b
H
H100 H70
1%
A a
L L
Bangunan Sadap
Tersier dengan alat Gorong-gorong Box Bagi Tersier Box Bagi Kuarter
ukur
P = A + a + b + m . c + d + n . e + f + g + h + Z . . . . . (Pers.16)
Dimana :
P = Muka air yang dibutuhkan disaluran sekunder
A = Elevasi sawah dengan elevasi yang menentukan
a = Lapisan air disawah, ± 10 cm
b = Kehilangan tinggi energi di saluran kuarter sampai kesawah ± 5 cm
c = Kehilangan tinggi energi di boks kuarter ± 5 cm/box
5. Jalan inspeksi
Jalan inspeksi merupakan jalan-jalan yang digunakan baik oleh oleh para petani,
kendaraan maupun ternak yang menghubungkan antara jaringan irigasi yang lain atau
jalan-jalan umum desa yang sudah ada. Jalan inspeksi biasanya dibangun diatas
tanggul saluran atau pembuang jika ini dianggap tidak ekonomis jarak maksimum
antara jalan inspeksi dan saluran atau pembuang adalah 300 m.
d c d c
b a
a b
a d
b c
Timbunan 1
Koordinat
No Nama Titik Xn (Yn + 1) Yn(Xn + 1)
Sumbu X Sumbu Y
1 a 6,904 91,711 633,173 907,572
2 b 9,896 91,711 913,668 816,778
3 c 8,906 92,327 822,264 725,136
4 d 7,854 92,327 720,298 637,426
5 a 6,904 91,711 0,000 0,000
∑ 3089,403 3086,912
Timbunan 2
Koordinat
No Nama Titik Xn (Yn + 1) Yn(Xn + 1)
Sumbu X Sumbu Y
1 a 1,114 91,711 102,166 358,040
2 b 3,904 91,711 360,445 262,752
3 c 2,865 92,327 264,517 173,113
4 d 1,875 92,327 171,958 102,852
5 a 1,114 91,711 0,000 0,000
∑ 899,086 896,757
Galian 1
Koordinat
No Nama Titik Xn (Yn + 1) Yn(Xn + 1)
Sumbu X Sumbu Y
1 a 3,904 91,711 356,170 427,282
2 b 4,659 91,232 425,050 557,610
3 c 6,112 91,232 560,538 629,866
4 d 6,904 91,711 633,173 358,040
5 a 3,904 91,711 0,000 0,000
∑ 1974,930 1972,797
d c d c
b a
a b
a d
Timbunan 1
Koordinat
No Nama Titik Xn (Yn + 1) Yn(Xn + 1)
Sumbu X Sumbu Y
1 a 6,212 90,568 562,608 836,033
2 b 9,231 90,568 841,720 736,680
3 c 8,134 91,184 741,691 660,902
4 d 7,248 91,184 656,437 566,435
5 a 6,212 90,568 0,000 0,000
∑ 2802,455 2800,050
Timbunan 2
Koordinat
No Nama Titik Xn (Yn + 1) Yn(Xn + 1)
Sumbu X Sumbu Y
1 a 1,000 90,568 90,568 259,387
2 b 2,864 90,568 261,151 254,858
3 c 2,814 91,184 256,592 168,964
4 d 1,853 91,184 167,823 91,184
5 a 1,000 90,568 0,000 0,000
∑ 776,133 774,393
Galian 1
Koordinat
No Nama Titik Xn (Yn + 1) Yn(Xn + 1)
Sumbu X Sumbu Y
1 a 2,864 90,568 258,015 399,495
2 b 4,411 90,089 397,383 505,760
3 c 5,614 90,089 508,449 559,633
4 d 6,212 90,568 562,608 259,387
5 a 2,864 90,568 0,000 0,000
∑ 1726,455 1724,275
d c d c
b a
a d b
a
b c
Timbunan 1
Koordinat
No Nama Titik Xn (Yn + 1) Yn(Xn + 1)
Sumbu X Sumbu Y
1 a 6,112 90,225 551,455 822,040
2 b 9,111 90,225 827,652 731,454
3 c 8,107 90,841 736,448 651,602
4 d 7,173 90,841 647,184 555,220
5 a 6,112 90,225 0,000 0,000
∑ 2762,739 2760,317
835,617 - 833,268
=
2
= 1,174 m²
Galian 1
Koordinat
No Nama Titik Xn (Yn + 1) Yn(Xn + 1)
Sumbu X Sumbu Y
1 a 3,704 90,225 332,578 416,027
2 b 4,611 89,789 414,017 466,633
3 c 5,197 89,789 468,899 548,790
4 d 6,112 90,225 551,455 334,193
5 a 3,704 90,225 0,000 0,000
∑ 1766,950 1765,645
2 2 3
Luas (m ) Luas Rata-rata (m ) Volume (m )
Patok Jarak (m)
Timbunan Galian Timbunan Galian Timbunan Galian
T1-T2 800 1,246 1,164 1,066 1,205 0,533 963,917 426,597
T2-T3 800 1,203 0,870 1,090 1,036 0,545 829,136 435,986
T3-K1 800 1,211 1,174 0,653 1,193 0,326 954,307 261,077
JUMLAH ( ∑ ) 2747,360 1123,660
k1 - b1 9,68 8,712 38,660 500 90,368 90,468 90,518 90,618 0,000 0,00020 0,000510 0,35 1,712 0,275 0,269 1,275 0,172 1,127 0,152 0,225 0,255 90,773 0,000 38,655
k1 - b2 10,68 9,612 42,653 500 90,568 90,468 90,718 90,618 0,000 0,00020 0,000490 0,35 1,927 0,292 0,273 1,199 0,187 1,175 0,159 0,228 0,245 90,963 0,000 42,651
k1 - b3 13,68 12,312 54,635 500 90,268 90,468 90,418 90,618 0,000 0,00040 0,000400 0,35 2,732 0,348 0,287 1,006 0,243 1,334 0,182 0,225 0,200 90,618 0,000 54,631
k2 - d1 14,68 13,212 58,628 500 90,168 90,468 90,318 90,618 0,000 0,00060 0,000600 0,35 2,393 0,326 0,281 1,075 0,220 1,271 0,173 0,266 0,300 90,618 0,000 58,614
k2 - d2 12,68 11,412 50,641 500 90,168 90,468 90,318 90,618 0,000 0,00060 0,000600 0,35 2,067 0,302 0,276 1,157 0,197 1,205 0,164 0,257 0,300 90,618 0,000 50,628
k2 - d3 11,568 10,411 46,200 500 90,268 90,468 90,418 90,618 0,000 0,00040 0,000550 0,35 1,970 0,296 0,274 1,184 0,191 1,186 0,161 0,243 0,275 90,693 0,000 46,374
T2 - a1 7,68 6,912 30,672 500 90,768 90,968 90,918 91,118 0,000 0,00040 0,000600 0,35 1,252 0,244 0,261 1,432 0,145 1,041 0,140 0,231 0,300 91,218 0,000 33,513
T2 - a4 11,68 10,512 46,647 500 90,668 90,968 90,818 91,118 0,000 0,00060 0,000600 0,35 1,904 0,290 0,273 1,206 0,186 1,171 0,159 0,251 0,300 91,118 0,000 46,654
T3 - a2 8,68 7,812 34,666 500 90,568 90,668 90,718 90,818 0,000 0,00020 0,000550 0,35 1,478 0,265 0,266 1,320 0,163 1,100 0,148 0,230 0,275 90,993 0,000 37,533
T3 - a3 12,68 11,412 50,641 500 90,368 90,668 90,518 90,818 0,000 0,00060 0,000600 0,35 2,067 0,302 0,276 1,157 0,197 1,205 0,164 0,257 0,300 90,818 0,000 50,628
T4 - c1 7,568 6,811 30,225 500 90,668 90,868 90,818 91,018 0,000 0,00040 0,000600 0,35 1,234 0,231 0,258 1,512 0,135 1,005 0,134 0,224 0,300 91,118 0,000 30,209
T4 - c2 8,568 7,711 34,218 500 90,568 90,868 90,718 91,018 0,000 0,00060 0,000600 0,35 1,397 0,247 0,262 1,416 0,148 1,049 0,141 0,232 0,300 91,018 0,000 34,212
T5 - c3 9,568 8,611 38,212 500 90,368 90,768 90,518 90,918 0,000 0,00080 0,000800 0,35 1,351 0,243 0,261 1,441 0,144 1,037 0,139 0,265 0,400 90,918 0,000 38,204
T5 - c4 10,568 9,511 42,206 500 90,468 90,768 90,618 90,918 0,000 0,00060 0,000600 0,35 1,723 0,276 0,269 1,270 0,172 1,129 0,153 0,245 0,300 90,918 0,000 42,202
Sal. Apk [Link] Apt Qst L [Link] [Link] ∆H1 b h w A P R V ∆H1 [Link] ∆H2
Sal. Tersier Im Ir F n 2 Ir x L Q2
Kuarter (Ha) (m) (Ha) (l/det) (m) (m) (m) (m) (m) (m) (m) (m ) (m) (m) (m/det) (m) (m) (m)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
b1 8,712 90,773
b2 9,612 90,963
b3 12,312 90,618
T3 - k1 30,636 135,947 800 91,063 90,818 0,000 0,00031 0,00031 0,45 7,768 0,413 0,403 1,091 0,356 1,617 0,220 0,383 0,245 0,000 91,308 0,000 136,190
a2 7,812 90,993
a3 11,412 90,818
T2 - T3 49,860 221,254 800 91,408 91,118 0,000 0,00036 0,00036 0,50 11,621 0,487 0,422 1,027 0,480 1,877 0,256 0,461 0,290 0,000 91,698 0,000 221,230
a1 6,912 91,218
a4 10,512 91,118
T1 - T2 67,284 298,573 800 91,318 91,200 0,000 0,00015 0,00015 0,65 24,584 0,649 0,462 1,002 0,843 2,485 0,339 0,354 0,118 0,000 91,436 0,000 298,563
d1 13,212 90,618
d2 11,412 90,618
d3 10,411 90,693
T5 - k2 35,035 155,469 800 90,793 90,918 0,000 0,00016 0,00020 0,50 10,993 0,473 0,418 1,056 0,461 1,839 0,251 0,337 0,160 0,000 90,953 0,000 155,447
c3 8,611 90,918
c4 9,511 90,918
T4 - T5 53,158 235,887 800 91,053 91,018 0,000 0,00004 0,00009 0,70 24,865 0,636 0,459 1,100 0,850 2,500 0,340 0,277 0,072 0,000 91,125 0,000 235,873
c1 6,811 91,118
c2 7,711 91,018
T1 - T4 67,680 300,330 800 91,218 91,200 0,000 0,00002 0,00012 0,70 27,416 0,668 0,467 1,047 0,915 2,591 0,353 0,328 0,096 0,000 91,314 0,000 300,322
INTAKE - T1 134,964 598,903 800 91,414 92,150 0,000 0,00092 0,00092 0,60 19,745 0,597 0,449 1,005 0,715 2,289 0,312 0,838 0,736 0,000 92,150 0,000 598,862