DRAMA NATAL TAHUN 2022
“Unexpected Ways”
Makna Rohani :
Bersyukur atas penyertaan Tuhan, kita telah melewati berbagai rasa suka dan duka selama menjalani tahun
2022 lalu.
1. Tindakan Kejahatan : Adegan mengejar pencuri, sampai dapat dan memukul percuri tersebut. Berkata
“Pencuri……”
2. Tindakan Kebaikan : Adegan mebantu orang : Membantu seorang Ibu, Membawa banyak Barang
3. Perasaan Sedih : Masuk dengan menagis terseduh karena kehilangan keluarga yang disayangi sambail
memanggil kata “Ayah”….
*Backsound bunyi suara sirine mobile ambulans
4. Perasaan Bahagia : Masuk dengan memakai baju toga wisuda : Bersama teman merayakan kebagian
sambal foto selfi
*Backsound bunyi suara pembacaan SK Wisuda
Makna Rohani :
Sudahkah kita menerima Yesus Kristus, untuk lahir dalam hidup kita ?
Drama Puisi
Narator : Inilah Lina, seorang perempuan yang hidupnya penuh dengan sukacita,
Lina : Masuk sambil tersenyum, berputar dan menari.
Narator : Namun tahukah kamu, kehidupannya sekarang, seperti ini karena ia, telah melewati proses
hidup yang menempanya untuk menjadi dirinya sekarang ini. Mari kita melihat bagaimana hati
Lina yang sedang dirasakannya saat ini.
Lina : Masuk seperti orang tersesat... jalan ke sana, ke sini. Ia Berkata dengan histeris... Kemanah
Ka Aku... Tolong Aku ..... Menangis tersedu-sedu.... (Backsound suara tegangan) (seorang
membacakan puisi yang mengungkapkan isi hati Lina)
Yesus : Masuk mengenakan jubah putih, masuk perlahan-lahan dan berkata "Akulah jalan kebenaran
hidup....)
Lina : Sementara sedang tersungkur, merangkak menuju tangan Yesus Pameran Yesus : Menuju dan
memegang tangan Lina...
Adegan selesai...
WL : Ini adalah kisah Lina, bagaimana dengan kita, bagaimana dengan kita ? Sudahkah ....
Makna Rohani :
Apa sajakah hal tak terduga yang akan kita temukan diatahun yang baru ?
Drama Parodi :
Narator : Lina adalah seorang peremuan yang memiliki banyak hal tak terduga dalam hidupnya, dimulai
dari kisah cintanya, yang sungguh tak terduga terjadi. Suatu waktu Lina sedang berjalan-jalan ditaman
Bersama pacaranya. Dan tak lupa ia membawa sahabat dekatnya Dewi….
Part 1:
Adegan mereka masuk berjalan, Bersama sambal bercerita. Lina menggandengan cowoknya, tapi dibelakang
Lina, pacaranya sedang memgang tangan sahabatnya….sambil bercerita mereka terus berjalan…
Lina : Tiba-tiba langsung balik dan melihat pacarnya dan sahabatnya sedang berpegang tangan.
“bagus, bagus” jadi selama kalian berdua sudah punya hubungan”
Lina : Lu dengan dengan Bt Dewi. Selama ini, bt kira kita berteman, ternyata
“ hari ini kita putus”, kembalikan jaket yang beta beli “si cowok membuka baju
Si Cowok : Haaa, masa bt buka disini… nanti dikos baru bt kasih…
Lina : Dengan kesal, langsung berteriak kepada si Cowok, ”Pencuri.. dan banyak orang datang untuk
mengejar si cowoknya
Lina : Dengan kesal meninggalkan Si cowok dan Dewi….
Narator : Demikianlah, dan adengan pertama seorang pencuri yang dikerjar adalah cowoknya Lina
Part 2 :
Narator : Setelah kejadian tersebut, Lina bergegas Kembali ke rumahnya. Namun… waktu ia sampai di rumah,
semua lampu padam. Tiba-tiba bunyi handphonenya berdering… (suara polisi)
Polisi : Hallo apa benar ini, dengan Lina, anak Pak Budi ?
Lina : Menjawab dengan ragu… Ia benar Pak
Polisi : Pak Budi mengalami kecelakaan dan meninggal seketika, jenazah sekarang di RS.
Lina : Terdiam… langsung menangis….(backsound suara sedih
Tiba-tiba lampu menyala, masuk beberapa orang (ibu dan adiknya) membawa kue ulang tahun yang dibawa
oleh Ayahnya…
Lina : Berteriak Kaget … Ahhh (masih sambal menangis)
Keluarga Lina : Mereka mengucapkan selamat ulang tahun Lina…
Lina : Ahh ternyata Prank… sambal tersenyum bahagia “
WL : Inilah kehidupan dipenuhi kejutan, baik kejutana yang sedih ataupun Bahagia, sudah siapkah kamu
menghadapi kejutan-kejutannya ?
FIRMAN
PENUTUP
Drama Musikal : Menggunakan Rekaman Suara
Lina : Nyanyi lagu : Hati yang gembira, adalah Obat, Seperti Obat hati yang sedih, tapi semangat
yang patah, keringkan tulang, hari yang gembira.. Tuhan Senang
Teman-teman : Masuk dengan memakai baju toga wisuda, sambal foto Bersama… Lina yang sedang duduk
berdiri dan Bersama foto… lalu teman-teman lina keluar..
Lina : Tiba-tiba menjadi sedih… menyanyi… Ku akan menanti, meski harus penantian panjang…
Sahabat baru Lina : Menyanyi : Lina-oh Lina mengapa Engkau sedih ?
Lina : Bagaimana aku tak sedih, skripsi belum kelar.. (muka sedih)
Sahabat Lina : datang mendekat Lina
Lina : Kapan yah saya wisuda, banyak sekali revisi dan saya tidak tahu lagi..
Sahabat Lina 1 : Jangan menyerah, sekalipun kamu tidak mampu lagi, tetaplah berjalan Bersama Tuhan, Ia
akan selalu menyertai jalan-Mu.
Sahabat Lina 1 : Nyanyi : Kuatkanlah hati-Mu, lewati setiap persoalan, Tuhan Yesus slalu menopang-Mu
jangan berhenti harap padaNya…..
Sahabat Lina 2 : Tuhan selalu menolong-Mu, selalu menjaga-Mu, Dia mengeyangkan-Mu dan pelihara-Mu
seumur hidup-Mu
Teman-teman lain : Nyanyi : Natal telah tiba- Natal telah tiba hati ku gembira
Sahabat Lina : dari pada sedih, yuk kita undang TUHAH, masuk dalam hati sebagai bayi natal, agar Ia,
memampukan kita, untuk melalui segala hal tak teduga dalam hidup kita didepan nanti.
Semua : Bernyanyi : Seperti Palungan layakanlah hati-Mu menyambut-Mu Tuhan.. Seperti Emas
kemenyan dan mur, biar hidupku berkenan padaMu, sebab natal tak akan berarti tanpa kasih-
Mu, lahir dihatiku, hanya bersama-Mu Yesus ku rasakan selalu, Indahnya Natal dihidupku
Semua : Dalam keadaan bediri….
Prosesi Pembakaran LILIN
Lina : (maju, sambal memegang Lilin yang menyala). “Saya tahu, bahwa begitu banyak hal tak
teduga yang akan saya temui kedepan, tapi selama, kita terus dijalan Tuhan, percayalah Ia akan
selalu memelihara saya”. Inilah saya, bagaiman dengan Kamu ??
WL : Kata-Kata Penghantar pembekaran Lilin..
Teman-teman : Membantu menyebarkan nyala Lilin
Lagu pengiringan pembakaran Lilin.
Narator : Sebagai Ungkapan Syukurnya, marilah hidup dalam ketaatan jalan kebenaranya. Seperti
Lina…
Seorang Ibu : masuk membawa beberapa barang yang cukup banyak..
Lina : Melihat Ibu tersebut dan berkata “ Ibu mari saya bantu bawa”
Seorang Ibu : Terima kasih banyak Nak
Lina : membantu Ibu membawa barang, sampai bertemu anak laki-laki Ibu tersebut yang ganteng.
Lina : Merasa kagum, karena ketampanan, laki-laki tersebut “ Oh may God Ganteng sekali !!!
Narator : Demikianlah Kisah Lina, dimana Ia, mencontohkan kasih Agape, Kasih yang tanpa
mengharapkan Apapun
Lina : Oh Ibu nanti kalua butuh bantuan apaun kontak saya yah. (menulis nomor HP dan
memberikan kepada anak laki-laki dari Ibu tersebut). Ingat kontak yahhh.. Pergia dengan
tesenyenyum
Narator : Batuk dan berkata “ Ingat kasih tanpa mengharapkan Apapun… Demikianlah kisah Lina,
berjalanlah dalam jalan kebenaranNya
Adegang Selesai