MAKALAH
INTERNET OF THINGS (IOT)
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas UAS mata kuliah Pengantar
Teknologi Informasi
Yang diampu oleh Jajam Haerul Jaman, S.E, [Link], MTA
Disusun oleh :
Kelompok 4 – Kelas 1A
Ananta Ziaurohman Az Zaki 2210631170007
Ari Rizwan 2210631170008
Ikhwan Al Khusna 2210631170125
Ridhaka Gina Amalia 2210631170099
Program Studi Informatika
Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Singaperbangsa Karawang
2022
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan
karunia-Nya, makalah “Internet Of Things” ini dapat diselesaikan tepat pada
waktunya. Makalah ini ditulis sebagai tugas untuk mata kuliah Pengantar
Teknologi Informasi.
Makalah ini tidak akan terwujud tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh
karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua
pihak yang telah berkontribusi dalam penyelesaian tugas mata kuliah ini.
Kami memahami bahwa penulisan makalah ini jauh dari kata sempurna
dan masih banyak kesalahan yang perlu diperbaiki, oleh karena itu kami
mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk menyempurnakan
makalah ini agar bermanfaat bagi semua orang yang membacanya.
Karawang, 28 Desember 2022
Kelompok 4
KATA PENGANTAR 1
BAB 1 3
PENDAHULUAN 3
1.1 Latar Belakang 3
1.2 Rumusan Masalah 4
1.3 Tujuan 4
BAB 2 5
PEMBAHASAN 5
2.1 Definisi
2.2 Sejarah Internet Of Things
2.3 Komponen Internet Of Things
2.4 Cara Kerja Internet Of Things
2.5 Manfaat Internet Of Things
2.6 Kelebihan dan Kekurangan Internet Of Things
2.7 Implementasi Internet Of Things
2.8 Studi Kasus 5
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran 12
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Teknologi IoT berkembang pesat dengan cepat. Teknologi IoT hampir
seluruhnya diterapkan pada seluruh bidang kehidupan manusia termasuk
bidang pendidikan. Dalam lingkup pendidikan, IoT merupakan sebuah sistem
yang memungkinkan untuk meningkatkan kemudahan dalam proses belajar
mengajar. Beberapa penerapan dalam teknologi IoT yaitu penerapan pada
smart classroom pendukung. Konsep dari smart classroom adalah
menggabungkan beberapa perangkat sensor, aktuator, microcontroler dan
portal Pembelajaran sistem manajemen (LMS). Dalam smart classrooms
seluruh ruangan dikontrol menggunakan teknologi yang berjalan secara
otomatis.
Metode yang digunakan adalah studi literatur, kemudian merancang
konsep Pembelajaran berbasis web dikolaborasikan dengan perangkat IoT.
Hasilnya, kolaborasi IoT dapat dilakukan dengan mengintegrasikan
komponen IoT ke dalam komponen pembelajaran berbasis web dalam hal ini
menggunakan moodle. Moodle sangat memungkinkan sekali digunakan
sebagai media pembelajaran berbasis web dengan berbagai macam fasilitas,
termasuk dapat dikolaborasikan dengan IoT.(Susanto et al., 2022)
Tujuan utama dalam Internet Of Things adalah menghubungkan dunia
fisik dan dunia informasi, memproses data yang diperoleh dari perangkat
eletronik melalui sebuah antarmuka pengguna dan perangkat. Sensor
mengumpulkan data mentah dari adegan waktu nyata dan mengubahnya
menjadi format yang dapat dimengerti mesin untuk memudahkan pertukaran
antara format data(benda) yang berbeda. Banyak teknologi yang terlibat
untuk mengaktifkan in ternet of things pada gambaran dibawah, antara lain :
RFID ( Radio Frekuensi Identifikasi) sebagai alat untuk mengidentifikasi
objek dan lokasi, teknologi jaringan, jaringan sensor nirkabel (WSN), dan
cloud. Teknologi-teknologi dalam IoT ini saling berhubungan dengan
berbagai terminal pengumpul data melalui jaringan internet maupun jaringan
komunikasi lainnya. Informasi mengenai lingkungan di sekitar objek diambil
secara real time, kemudian diubah ke dalam format data yang sesuai untuk
ditransmisikan melalui jaringan dan dikirim ke pusat data. Data tersebut
kemudian diolah oleh pengolah cerdas dengan menggunakan cloud
computing dan teknologi komputasi cerdas lain yang dapat mengolah data
dalam jumlah besar untuk mencapai tujuan IoT
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang sudah dipaparkan diatas, kami
memilih beberapa rumusan masalah pada makalah Internet Of Things (IoT),
antara lain:
1. Apa yang dimaksud Internet of Things?
2. Bagaimana cara kerja Internet of Things?
3. Manfaat apa yang akan didapat ketika menerapkan Internet of Things?
4. Internet of Things membutuhkan alat apa saja?
5. Bagaimana cara menerapkan Internet of Things?
1.3 Tujuan
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah
dipaparkan, tujuan dari penulisan makalah ini diantaranya:
1. Memaparkan pengertian Internet of Things
2. Menjelaskan penerapan Internet of Things
3. Memaparkan komponen-komponen pendukung Internet of Things
4. Memaparkan manfaat dan kekurangan Internet of Things
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Internet Of Things
Internet of Things atau dikenal juga dengan singkatan IoT adalah
sebuah gagasan dimana semua benda di dunia nyata dapat berkomunikasi satu
dengan yang lain sebagai bagian dari satu kesatuan sistem terpadu
menggunakan jaringan internet sebagai penghubung. (Efendi, 2018)
Internet of Things merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk
memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-
menerus yang memungkinkan kita untuk menghubungkan mesin, peralatan,
dan benda fisik lainnya dengan sensor jaringan dan aktuator untuk
memperoleh data dan mengelola kinerjanya sendiri, sehingga memungkinkan
mesin untuk berkolaborasi dan bahkan bertindak berdasarkan informasi baru
yang diperoleh secara independen. “Internet of Things” terdiri atas dua bagian
utama yaitu Internet yang mengatur konektivitas dan Things yang berarti
objek atau perangkat. Things memiliki kemampuan untuk mengumpulkan,
menyimpan, memproses data dan mengirimkannya ke
internet .Pengembangan sistem ini juga dapat dilakukan dengan
mengintegrasikan konsep Wireless Sensor Network (WSN), dimana terdapat
beberapa titik sensor yang saling terhubung satu sama lain.
2.2 Sejarah Internet Of Things
Menurut (Burange & Misalkar, 2015), Internet of Things (IOT) adalah
struktur di mana objek, orang diberikan identitas eksklusif dan kemampuan
untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa interaksi timbal balik antara
orang-orang. B. dari sumber ke tujuan atau interaksi manusia-komputer.
Internet of Things adalah perkembangan ilmiah yang sangat menjanjikan
untuk mengoptimalkan kehidupan berdasarkan sensor pintar dan perangkat
pintar yang bekerja sama melalui internet (Keoh, Kumar & Tschofenig, 2014).
Setelah pengenalan Internet pada tahun 1989, banyak kegiatan dimulai melalui
Internet. Pada tahun 1990, John Romkey menciptakan "perangkat", sebuah
pemanggang roti yang dapat dihidupkan dan dimatikan melalui Internet.
WearCam dikembangkan oleh Steve Mann pada tahun 1994. Pada tahun 1997,
Paul Saffo mempresentasikan laporan pertama tentang penyensoran dan masa
depannya. 1999 Internet of Things dikembangkan oleh Kevin Ashton,
Direktur Eksekutif Automotive IDCentre, MIT. Pada tahun yang sama,
mereka juga menemukan sistem identifikasi global berbasis RFID (Radio
Frequency Identification). Penemuan ini disebut sebagai lompatan penting
dalam komersialisasi IoT. Pada tahun 2000, LG mengumumkan rencana untuk
mengembangkan lemari es cerdas yang akan memutuskan sendiri apakah akan
mengisi ulang makanan yang disimpan di dalamnya atau tidak. Pada tahun
2003, RFID diadopsi secara luas oleh militer AS dalam program Savi-nya.
Pada tahun yang sama, raksasa ritel Walmart meluncurkan RFID di semua
tokonya di seluruh dunia. Pada tahun 2005, publikasi besar seperti The
Guardian, American Scientific, dan Boston Globe mengutip banyak artikel
IOT. Pada tahun 2008, sekelompok perusahaan membentuk IPSO Alliance
untuk mempromosikan penggunaan Internet Protocol (IP) dalam jaringan
"smart object" dan mengaktifkan Internet of Things. Pada tahun 2008, FCC
menyetujui penggunaan "White Space Spectrum". Terakhir, rilis IPv6 pada
tahun 2011 membawa pertumbuhan yang sangat besar ke Internet of Things.
Perkembangan ini didukung oleh perusahaan besar seperti Cisco, IBM dan
Ericson, yang telah meluncurkan banyak inisiatif pendidikan dan bisnis
menggunakan teknologi IoT, yang hanya dapat digambarkan sebagai
hubungan antar manusia. dan komputer. Dengan berkembangnya Internet of
Things, semua perangkat yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari
dapat dikendalikan dan dipantau dengan bantuan IoT. Sebagian besar proses
dilakukan dengan bantuan sensor IOT. Sensor digunakan di mana-mana,
mengubah data fisik mentah menjadi sinyal digital dan mengirimkannya ke
pusat kendali. Dengan cara ini kita dapat memantau perubahan lingkungan
dari jarak jauh dari mana saja di dunia melalui Internet. Arsitektur sistem ini
didasarkan pada konteks operasi dan proses dalam skenario real-time. Dalam
otomatisasi rumah, setiap sakelar listrik dihubungkan ke smartphone (atau
terkadang remote control) untuk dapat mengontrolnya dari jarak jauh. Tetapi
skenario seperti itu tidak mengharuskan prosesor dan perangkat penyimpanan
dipasang di setiap sakelar. Hanya satu sensor yang diperlukan untuk
menangkap dan memproses sinyal (kebanyakan ON/OFal., 2014)F). Jadi
arsitektur sistem ini bervariasi tergantung pada konteks penerapannya.
2.3 Komponen Internet Of Things
Cara kerja dari IoT yaitu setiap benda harus memiliki sebuah alamat
Internet Protocol (IP). Alamat Internet Protocol (IP) adalah sebuah identitas
dalam jaringan yang membuat benda tersebut bisa diperintahkan dari benda
lain dalam jaringan yang sama. Selanjutnya, alamat Internet Protocol (IP)
dalam benda-benda tersebut akan dikoneksikan ke jaringan internet.
Komponen Pasif Komponen Aktif
Resistor Diode
Potensiometer LED
Kapasitor
Kapasitor Elektrolit
Transformator Transistor
1. Resistor yaitu komponen elektronik yang mempunyai dua pin
untuk mengukur ataupun mengatur besarnya tegangan listrik
maupun arus listrik.
2. Potensiator yaitu salah satu perangkat elektronika jenis resistor
yang biasa digunakan pada alat berupa audio, salah satu fungsinya
pengatur tegangan pada power supply tegangan, pengatur volume
pada TV CRT atau Radio dan Fungsinya lainnya.
3. Kapasitor adalah peralatan dua lempeng konduktif yang jadi
sebuah alat atau tempat muatan berlawanan/bentrok (Sebuah
Isolator).
4. Transformator sebuah alat yang digunakan untuk mengubah
tegangan bolak-balik(AC) dari arah tertentu menjadi sesuai yang di
inginkan.
5. Diode komponen elektronik aktif yang dibuat dari bahan
semmikonduktor yang fungsinya hanya bisa menghantar arus
listrik dengan satu arah.
6. LED (Light Emitting Diode) adalah rangkaian elektronika yang
bisa memancarkan cahaya dari arus listrik.
7. Kapasiator Elektrolit sebuah Kapasitor Polar yang ber-polar
dengan kaki kutub positif (+) dan kutub negatif (-).
8. Transistor yaitu sebuah alkohol+ester dengan sebuah proses
pertukaran gugus Organik R pada suatu ester dengan gugus
organik dari alkohol.
Contoh remot kontrol dengan konsep IoT ditunjukkan pada masa
yang akan datang, teknologi voice command dapat dimanfaatkan di
perkantoran. Kondisi perangkat yang dipakai dalam bentuk
monitor dapat dilihat, yang merupakan awal dari perkembangan
teknologi yang dapat dipakai dan otomatisasi di kantor. Mungkin
di masa yang akan datang teknologi bisa dipakai untuk memantau,
dan memerintahkan peralatan kantor untuk konservasi energi yang
optimal
Sistem monitoring konsumsi daya listrik ini memiliki komponen yang
terdiri dari mikrokontroler Arduino Uno R3, ethernet shield, sensor arus, dan
sensor tegangan yang saling terhubung untuk membaca berapa daya listrik
yang terpakai. Untuk menghubungkan ke internet, digunakan ethernet shield.
(Kurniawan, n.d.).
Sensor SCT 013-000 merupakan sebuah sensor yang dirancang khusus
untuk melakukan pengukuran parameter arus listrik dengan range maksimal
sampai 30 A dengan nilai output dari 0- 50 mA. Sensor ZMPT101B dapat
mengukur tegangan listrik yang berkisar antara 110-250 VAC dengan fitur
sistem active transformer, kompatibel dengan Arduino ataupun mikrokontoler
AVR, serta dapat langsung disambungkan dengan sumber listrik tegangan
220 V.
2.4 Cara Kerja Internet Of Things
Berdasarkan dari perancangan dan sistem kerja alat, maka dibuatlah
tahapan yang dapat menjelaskan proses perancangan menjadi dua bagian
diantaranya proses di bagian database server dan proses di aplikasi antarmuka.
Tahap pertama perancangan perangkat lunak sistem ini adalah
melakukan inisialisasi awal yakni dengan membuat IP address dan host.
Kemudian memastikan aplikasi MySQL dapat terhubung atau tidak. Jika tidak
terhubung, maka dilakukan penghubungan ulang. Jika sudah terhubung, maka
dapat menerima data dan mengirimkannya ke database server. Jika data telah
terkirim ke database server, maka dilakukan penyimpanan data ke tabel yang
tersedia pada aplikasi antarmuka.
Tahap kedua adalah melakukan inisialisasi awal berupa username dan
password. Setelah itu, maka akan masuk ke dashboard yang dapat
menampilkan grafik hasil monitoring.
2.5 Manfaat Internet Of Things
Sistem ini dirancang untuk memantau konsumsi daya listrik secara
real time pada antarmuka Ubidots. Sistem ini menghasilkan tingkat akurasi
rata-rata sebesar 97,56% yang dapat menampilkan data dalam bentuk grafik
dan tabel. Data sensor yang digunakan pada penelitian ini adalah nilai efektif
tertinggi sehingga tidak dapat menampilkan bentuk sinyal sinusoidal. Data
pengukuran sistem ditampilkan pada perangkat antarmuka setiap 2 detik.
Penelitian selanjutnya diperlukan untuk pengembangan sistem ini seperti
optimalisasi pengambilan data sensor sehingga menghasilkan sinyal tegangan
dan arus yang sinusoidal.
2.6 Kelebihan dan Kekurangan Internet Of Things
Kelebihan dan kekurangan Internet of Things (IoT). Kelebihan (kelebihan)
dan kerugian (kelemahan) IoT adalah sebagai berikut;
a. Kelebihan (keuntungan) menggunakan perangkat IoT. Ada banyak
manfaat menggunakan perangkat IoT, antara lain:
(1) Mengenai Data Pengguna. Dengan bantuan sistem IoT, proses analisis
dan kontrol data dapat dilakukan sesuai dengan algoritma yang
diinginkan dan dapat dilakukan dengan cepat dan akurat, sehingga
memberikan lebih banyak informasi data kepada pengguna, yang
mengarah pada pilihan yang tepat dari lanjut. bertindak berdasarkan
informasi yang diterima.
(2) Berdasarkan waktu. Komitmen waktu pengguna lebih efisien
dibandingkan dengan pengguna yang masih menggunakan sistem
manual. Ingat pepatah bahwa waktu adalah uang. Jadi ketika waktu
digunakan lebih efisien, itu merupakan keuntungan bagi pengguna.
(3) Menurut biaya. Biaya penggunaan sistem IoT bahkan lebih hemat,
memberikan keuntungan lebih bagi pengguna.
b. Kerugian (kelemahan) menggunakan perangkat IoT. Di balik banyaknya
manfaat yang bisa didapatkan dengan sistem IoT, ada beberapa resiko
yang harus diterima pengguna, antara lain:
(1) Kompatibilitas (Penerapan). Suku cadang pengganti untuk perangkat yang
rusak harus kompatibel dengan perangkat lain, sehingga sulit menemukan
perangkat yang kompatibel.
(2) Kompleksitas. Di balik kemudahan tersebut terdapat program kompleks
yang menjalankan sistem IoT, yang membutuhkan ahli pemeliharaan rutin
agar sistem tetap berjalan.
(3) Keamanan (keamanan). Risiko berikutnya terkait dengan keamanan. Kita
tahu bahwa sistem Internet IoT, dimana semua perangkat IoT rentan
terhadap peretasan (hacking), sehingga data informasi yang ada rentan
untuk disadap oleh orang lain.
2.7 Implementasi Internet Of Things
Internet of Things (IoT) merupakan sebuah alat yang fleksibel, sebuah
IoT dapat digunakan dalam berbagai sektor. Menurut (Susanto et al., 2022),
IoT dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan bahkan kita
kadang secara tidak sadar sedang menggunakan alat IoT pada kehidupan
sehari-hari kita. Beberapa bidang yang sudah menerapkan penggunaan IoT,
diantaranya:
1. Sektor Pembangunan
2. Sektor Energi
3. Sektor Pendidikan
4. Sektor Industri
5. Transportasi
6. Perdagangan
7. Sektor Rumah Tangga
8. Sektor Kesehatan
9. Keamanan
10. Teknologi dan jaringan
11. Dan lain-lain
2.8 Studi Kasus
Saat ini kemajuan teknologi smartphone yang semakin pesat terutama
smartphone android sebagai telepon cerdas dan alat komunikasi mengalami
banyak perkembangan yaitu sebagai remote control yang mampu menjadi
pengendali perangkat elektronik. Remote control secara tidak langsung bisa
meringankan tugas user dalam penanganan kontrol peralatan elektronik.
Maka dikembangkanlah aplikasi sistem kendali yang mampu mengendalikan
lampu ruangan berbasis Internet of Things (IoT) hanya dengan smartphone
android, sehingga kita bisa mematikan dan menyalakan lampu dari jarak jauh.
User hanya diminta menekan tombol pada aplikasi android yang dibangun
untuk melaksanakan perintah mematikan dan menyalakan lampu dengan
memanfaatkan koneksi internet.
Teknologi sistem kendali ini diperlukan untuk efisiensi terutama untuk
gedung bertingkat yang memiliki banyak ruangan dan dari segi penghematan
energi listrik yang digunakan. (Iswanto & Gandi, 2018)
Berikut merupakan kebutuhan fungsional sistem, perangkat keras dan
perangkat lunak dalam perancangan dan implementasi aplikasi sistem kendali
lampu berbasis IoT Android :
a. Kebutuhan Fungsional
1. User dapat menghidupkan lampu dari jarak jauh menggunakan
smartphone android.
2. User dapat mematikan lampu dari jarak jauh menggunakan
smartphone android
3. User dapat memonitor kondisi lampu dengan membuka browser dan
mengakses web server thingspeak.
b. Kebutuhan Perangkat Keras
1. Komputer/Laptop
Untuk membuat script dan mengupload script yang telah dibuat di
Arduino IDE ke perangkat Arduino UNO.
2. Arduino UNO
Komponen utama sistem kendali. Yang terdiri dari IC, dan
mikroprosesor Berisi coding perintah yang telah dibuat kemudian di
upload, supaya dapat menjalankan perintah sesuai dengan sketch
yang dibuat .
3. Modul WiFi ESP8266
Komponen penghubung komunikasi antara smartphone android
dengan arduino UNO
4. Relay 4 Chanel 5v
Sebagai switch On/Off
5. Kabel Jumper
Penghubung kaki pin Arduino dengan rangkaian perangkat lainnya.
6. Kabel USB
Penghubung Arduino ke catu daya
7. Kabel Listrik
Kabel daya untuk tegangan AC ke soket lampu dan terminal listrik
8. Smartphone Android
Sebagai remote control yang berinteraksi langsung dengan user.
c. Kebutuhan Perangkat Lunak
1. Sistem Operasi (Windows 7 32bit)
2. Membuat software di Arduino (Arduino IDE 1.6.7)
3. Membuat software di Android (AppInventor 2)
4. Webserver ([Link])
Berdasarkan referensi yang kami ambil, IoT bisa diterapkan pada
lampu di sebuah ruangan dan dapat dikontrol dengan menggunakan perangkat
Android,(Iswanto & Gandi, 2018). Pada IoT otomatisasi lampu pada ruangan
disitu menggunakan micro controller Arduino Uno, Modul Relay 4 Channel,
Modul Wifi ESP8266 dihubungkan dengan menggunakan kabel jumper. Cara
kerja alat tersebut yaitu dengan menerima masukan dari user melalui
Smartphone yang kemudian data masukan tersebut akan disimpan pada
sebuah server yang sebelumnya sudah dibuat dan ditransfer dengan
menggunakan Internet. Setelah data dimasukan oleh user maka WiFi Arduino
Uno dengan Modul Wifi ESP8266 akan terhubung yang kemudian akan
meneruskan inputan / masukan dari smartphone menuju micro controller,
setelah data diterima oleh micro controller maka alat tersebut akan
memeroses data tersebut dan lampu menyala secara otomatis dengan delay
yang sudah diatur oleh programmer.
Selain untuk menghidupkan lampu, salah satu kemudahan yang
didapat dalam menggunakan IoT adalah kita bisa mengontrol semuanya
hanya dalam satu genggaman, dalam kasus ini adalah otomatisasi lampu pada
ruangan. Selain bisa menghidupkan hanya melalui handphone seperti yang
sudah dibahas diatas. Dengan IoT, lampu juga bisa dimatikan hanya dengan
memasukan perintah melalui perangkat android yang kemudian akan diproses
oleh micro controller yang nantinya akan menghasilkan sebuah keluaran
perintah menuju lampu, dan lampu otomatis akan menyala tanpa kita
hidupkan melalui stop kontak.
Kekuatan sinyal dan koneksi internet pada acces point memiliki
pengaruh yang sangat besar pada aplikasi ini. Karena menggunakan cloud,
waktu delay pengendalian untuk setiap send data sedikit lama kurang lebih 1
menit. Untuk memaksimalkan fungsi dari alat maka sebaiknya dalam
penggunaan hardware agar lebih efisien menggunakan modul WiFi yang bisa
berdiri sendiri (standalone) serta memiliki banyak pin. Kemudian kita
sebaiknya mengoptimalkan fungsi dari fitur-fitur aplikasi android supaya bisa
memonitor kondisi lampu tanpa harus membuka webserver ThingSpeak dan
menggunakan webserver yang memiliki delay yang pendek.
Kesimpulan
Internet of Things adalah perkembangan ilmiah yang sangat menjanjikan
untuk mengoptimalkan kehidupan berdasarkan sensor pintar dan perangkat pintar
yang bekerja sama melalui internet . Pada tahun 1990, John Romkey menciptakan
«perangkat», sebuah pemanggang roti yang dapat dihidupkan dan dimatikan
melalui Internet. Pada tahun yang sama, mereka juga menemukan sistem
identifikasi global berbasis RFID . Pada tahun 2000, LG mengumumkan rencana
untuk mengembangkan lemari es cerdas yang akan memutuskan sendiri apakah
akan mengisi ulang makanan yang disimpan di dalamnya atau tidak. Pada tahun
yang sama, raksasa ritel Walmart meluncurkan RFID di semua tokonya di seluruh
dunia. Terakhir, rilis IPv6 pada tahun 2011 membawa pertumbuhan yang sangat
besar ke Internet of Things. Perkembangan ini didukung oleh perusahaan besar
seperti Cisco, IBM dan Ericson, yang telah meluncurkan banyak inisiatif
pendidikan dan bisnis menggunakan teknologi IoT, yang hanya dapat
digambarkan sebagai hubungan antar manusia. Dengan berkembangnya Internet
of Things, semua perangkat yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari dapat
dikendalikan dan dipantau dengan bantuan IoT. Hanya satu sensor yang
diperlukan untuk menangkap dan memproses sinyal . Berdasarkan dari
perancangan dan sistem kerja alat, maka dibuatlah tahapan yang dapat
menjelaskan proses perancangan menjadi dua bagian diantaranya proses di bagian
database server dan proses di aplikasi antarmuka. Jika data telah terkirim ke
database server, maka dilakukan penyimpanan data ke tabel yang tersedia pada
aplikasi antarmuka. Setelah itu, maka akan masuk ke dashboard yang dapat
menampilkan grafik hasil monitoring. Internet of Things merupakan sebuah alat
yang fleksibel, sebuah IoT dapat digunakan dalam berbagai sektor. Untuk
membuat script dan mengupload script yang telah dibuat di Arduino IDE ke
perangkat Arduino UNO.
Saran
Sebaiknya dengan perkembangan Internet of Things yang semakin
canggih ini kita harus menggunakannya seproduktif mungkin karena banyak
sekali manfaat yang akan didapatkan dengan penerapan Internet of Things secara
tepat dan bijak dalam kehidupan sehari-hari.
Referensi
Efendi, Y. (2018). INTERNET OF THINGS (IOT) SISTEM PENGENDALIAN LAMPU
MENGGUNAKAN RASPBERRY PI BERBASIS MOBILE. Jurnal Ilmiah Ilmu
Komputer, 4(1). [Link]
Iswanto, & Gandi. (2018). PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM KENDALI
LAMPU RUANGAN BERBASIS IOT (INTERNET OF THINGS) ANDROID (STUDI
KASUS UNIVERSITAS NURTANIO). In Jurnal FIKI: Vol. IX (Issue 1).
[Link]
Kurniawan, A. (n.d.). SEJARAH, CARA KERJA DAN MANFAAT INTERNET OF THINGS.
Susanto, F., Komang Prasiani, N., & Darmawan, P. (2022a). IMPLEMENTASI INTERNET
OF THINGS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI. In Jurnal IMAGINE (Vol. 2, Issue
1). Online. [Link]
Susanto, F., Komang Prasiani, N., & Darmawan, P. (2022b). IMPLEMENTASI INTERNET
OF THINGS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI. In Jurnal IMAGINE (Vol. 2, Issue
1). Online. [Link]
(Efendi, 2018; Https://[Link]/[Link], n.d.;
Https://[Link]/[Link], 2020;
Https://[Link]/2021/03/[Link]#:~:Text=Dalam
%20kehidupan%20sehari-Hari%20tentunya%20sahabat%20fisioner%20sering
%20mendengar,Dari%20satu%20nilai%20tertentu%20menjadi%20nilai%20yang
%20diinginkan., 2019; Https://[Link]/2014/07/Kapasitor-
[Link]#:~:Text=Kapasitor%20elektrolit%20merupakan%20kapasitor%20polar
%2C%20karena%20kapasitor%20ini,Kaki%20kapasitor%20elektrolit%20pada
%20umumnya%20tertera%20pada%20badannya., 2008)