0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
117 tayangan161 halaman

Panduan CPKB untuk Industri Kosmetik

Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) memberikan pedoman bagi industri kosmetik untuk memproduksi produk yang aman dan bermutu tinggi melalui penerapan sistem manajemen mutu, personalia terlatih, fasilitas yang memenuhi standar, dan proses produksi yang terkontrol. Prosedur pendaftaran badan usaha dan notifikasi produk kosmetik juga diatur secara jelas.

Diunggah oleh

Sisi Yovita Sari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
117 tayangan161 halaman

Panduan CPKB untuk Industri Kosmetik

Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) memberikan pedoman bagi industri kosmetik untuk memproduksi produk yang aman dan bermutu tinggi melalui penerapan sistem manajemen mutu, personalia terlatih, fasilitas yang memenuhi standar, dan proses produksi yang terkontrol. Prosedur pendaftaran badan usaha dan notifikasi produk kosmetik juga diatur secara jelas.

Diunggah oleh

Sisi Yovita Sari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Cara Pembuatan

Kosmetik yang Baik (CPKB)


• Penerapan CPKB merupakan
• Merupakan faktor penting persyaratan kelayakan dasar untuk
untuk dapat menghasilkan menerapkan sistem jaminan mutu
produk kosmetik yang dan keamanan yang diakui dunia
memenuhi standar mutu dan internasional.
keamanan.
Tujuan CPKB
Secara Umum:
• Melindungi masyarakat terhadap hal-hal yang merugikan dari
penggunaan kosmetik yang tidak memenuhi persyaratan standar
mutu dan keamanan.
• Meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk kosmetik
Indonesia dalam era pasar bebas.

Secara Khusus :
• Dengan dipahaminya penerapan CPKB oleh para pelaku usaha
industri Kosmetik sehingga bermanfaat bagi perkembangan industri
Kosmetik.
• Diterapkannya CPKB secara konsisten oleh industri Kosmetik
13. 1.
Penangan Sistem 2.
12. Keluhan dan manajemen Ketentuan
Kontrak Penarikan mutu Umum
Produksi dan Produk
Pengujian 3.
Personalia
11.
Penyimpanan
ASPEK-ASPEK 4. Bangunan
dan Fasilitas
10.
Audit Internal CPKB
5.
Peralatan
9.
Dokumentasi 6.
8. Sanitasi dan
Pengawasan 7. Higiene
Mutu Produksi
Proses Penerapan CPKB

PELATIHAN PEMBINAAN
Sosialisi Penerapan EKSPOSE
CPKB KHUSUS
CPKB

PENGERTIAN
POLA PIKIR PENERAPAN
PENERAPAN
MIND SETTING CPKB
CPKB

PRA
SERTIFIKASI
SERTIFIKASI
Strategi pembinaan CPKB
AKADEMIA

DINKES
DEPKES SEKTOR
BBPOM
BPOM TERKAIT LAIN
ASOSIA

PEMDA
DEPPERIND

INDUSTRI INDUSTRI
BESAR DAN INDUSTRI KECIL KOSMETIK
MENENGAH TRADISIONAL

Pembinaan asistensi penerapan CPKB secara


Pelatihan CPKB bertahap
Sertifikasi CPKB Penyelenggaraan Pelatihan CPKB
1. Sistem Manajemen Mutu

▪ Prinsipnya adalah Industri kosmetik harus membuat produk


sedemikian rupa agar sesuai dengan tujuan penggunaanya,
memenuhi persyaratan dan tidak menimbulkan resIko yang
membahayakan penggunanya karena tidak aman, mutu rendah
atau tidak efektif.
▪ Manajemen bertanggung jawab untuk pencapaian tujuan ini
melalui suatu “Kebijakan Mutu” yang memerlukan partisipasi dan
komitmen dari semua jajaran di semua departemen di
dalam perusahaan.
▪ Untuk mencapai tujuan konsisten dan dapat diandalkan, diperlukan
manajemen mutu yang di desain secara manyeluruh dan diterapkan
secara benar.
[Link] UMUM
• Audit Internal • Pengolahan
• Bahan Awal • Penolakan (rejected)
• Bahan Baku • Produk (kosmetik)
• Bahan Pengemas • Produksi
• Bets • Produk Antara
• Dokumentasi • Produk Jadi
• Kalibrasi • Produk Kembalian (returned)
• Karantina • Produk Ruahan
• Nomor Bets • Sanitasi
• Pelulusan (released) • Spesifikasi Bahan
• Pembuatan • Tanggal Pembuatan
• Pengawasan Dalam Proses
• Pengawasan Mutu (Quality
Control)
• Pengemasan
3. Personalia
• Berpengalaman dan atau telah mengikuti pelatihan CPKB
• Terpisah antara personil yang bertanggung jawab pada bagian
pengawasan mutu dan personil yang bertanggung jawab pada bagian
produksi
4. Bangunan dan Fasilitas
Dipilih pada lokasi yang sesuai dirancang, dibangun dan dipelihara sesuai
kaidah CPKB

▪ Disediakan ruang ganti dan fasilitasnya,


toilet terpisah dari area pengolahan
▪ Dinding dan langit langit halus dan rata
mudah dibersihkan dan disanitasi
▪ Saluran pembuangan air (drainase) ukuran
yang memadai
▪ Penerangan yang efektif dan ventilasi
sesuai untuk kegiatan dalam bangunan
▪ Labolatorium terpisah secara fisik dari area
pengolahan
▪ Tata ruang dirancang sesuai dengan alur
penerimaan barang dan alur proses
produksi untk mencegah kekeliruan,
campur baur dan pencemaran silang
5. Peralatan

▪ Dirancang dan ditempatkan sesuai


dengan produk yang dibuat
▪ Mudah di bongkar pasang, mudah
dibersihkan, dan mudah perawatan
▪ Tidak bereaksi (inert), tidak melepaskan
serpihan dan tahan larutan pencuci
Mesin Mixer kosmetik

▪ Pipa diberi tanda yang menyatakan arah aliran dan label


penandaan
▪ Sesuai dengan kapasitas batch
▪ Kalibrasi alat secara berkala
▪ Diberi pendandaan dan status
6. Sanitasi dan Higiene
Sanitasi bangunan dan peralatan
• Program pembasmian hama
• Pemasangan insect screen
• Dilakukan pemeriksaan
mikrobiologi

Hygiene personalia
• Baju kerja lengkap
• Bebas penyakit
• Tidak meludah
• Mencuci tangan
• Tidak makan minum
• Tidak menggunakan perhiasan
• Periksa kesehatan berkala
7. Produksi
✓ Prosedur kerja dan pengolahan sesuai
protap
✓ Air yang digunakan berkualitas air
✓ Dikemas sesuai denga protap
minum
✓ Disimpan pada gudang sesuai
✓ Dilakukan pemeriksaan
peruntukannya
danverifikasi terhadap bahan awal,
✓ Sistem dan pencatatan nomor bets
produk ruah dan produk jadi
✓ Penandaan jelas disertai status
✓ Dokumentasi
8. Pengawasan Mutu
Kegiatan Pengawasan mutu antara
lain :
✓ Pengambilan contoh (sampling)
✓ Pembuatan spesifikasi
✓ Pelaksanaan pengujian
✓ Pengambilan keputusan untuk
semua hal yang berkaitan dengan
mutu
✓ Penarikan produk dan
penanganan keluhan
✓ Penyusunan definisi mutu produk
✓ Melakukan investigasi dan
pelaporan
9. Dokumentasi
• Riawayat setiap bets, bahan awal sampai produk jadi
• Merekam semua aktivitas yang dilakukan
• ( pemeliharaan paralatan, penyimpanan, pengawasan mutu, distribusi dan
hal hal yang berkaitan dengan cpkb

Pedoman mutu

Prosedur mutu

Intruksi kerja

Catatan mutu
10. Audit Internal
• Alat periksa yang independent dari
sistem mutu
• Alat ukur terhadap keefektifan sistem
manajemen mutu suatu indutri yang
dilakukan secara berkala oleh tim audit
yang mempunyai kualifikasi
• Alat komunikasi ( Top manajer dengan
seluruh lapisan masyarakat
11. Penyimpanan
• Area memadai
• Rancang bangun sesuai
• Batas jelas untuk produk karantina
• Bahan berbahaya disimpan secara aman
12. Kontrak Produksi dan Pengujian
Kontrak produksi di bidang kosmetik adalah kerjasama untuk memproduksi suatu
produk kosmetik

Kontrak pengujian di bidang kosmetik adalah kerjasama untuk melakukan


pengujian suatu produk kosmetik berdasarkan kesepakatan antara pemberi
kontrak dan penerima kontrak sesuai peraturan perundang-undangan yang
berlaku.

• Dijabarkan dengan jelas


disepakati dan diawasi agar
tidak terjadi kesalahpahaman /
salah dalam penafsiran
• Ditetapkan secara rinci pada
dokumen kontrak ( tugas dan
tanggung jawab masing-
masing)
13. Penangan Keluhan dan
Penarikan Produk
• Tersedia personil yang
bertanggung jawab
• Tersedia prosedur tertulis
• ( tindakan yang harus diambil ,
penarikan kembali
• Dievaluasi dan penyidikan atas
keluhan
• Ditinjau secara periodik
PROSEDUR PENDAFTARAN
BADAN USAHA
DAN
NOTIFIKASI PRODUK KOSMETIKA
Proses Dalam Notifikasi
Kosmetika

1 Pendaftaran Badan Usaha

2 Pengisian Template Notifikasi Kosmetika


Alur Pendaftaran Badan Usaha
Mengisi form
Upload dokumen
pendaftaran
administrasi
Badan usaha

Pendaftar
Pemeriksaan data oleh
sistem

Data Lengkap

Catatan : Pemeriksaan data oleh sistem Data login sudah aktif dan
dilakukan setelah verifikasi dokumen legal dapat digunakan untuk
mendaftarkan produk
asli oleh petugas BPOM di Gedung B Lt. 5
Persyaratan Pendaftaran Badan Usaha

INDUSTRI
IMPORTIR B
A KOSMETIK

1. Nomor Pokok wajib Pajak


(NPWP)
2. Angka Pengenal Importir (APIT/ 1. Nomor Pokok wajib Pajak
APIU) (NPWP)
3. Surat Penunjukkan dari Principal
(LoA) dengan menunjukkan 2. Surat Ijin Produksi
masa berlaku 3. CPKB (Cara Pembuatan
4. GMP untuk produsen dari Kosmetik Yang Baik)
negara di luar ASEAN atau Surat 4. SIUP (Surat Izin Usaha
Pernyataan memenuhi GMP Perdagangan)
untuk produsen dalam negara
ASEAN 5. Tanda Daftar Perusahaan
5. SIUP (Surat Izin Usaha • Catatan : Untuk dokumen SIUP,
Perdagangan) NPWP, Izin produksi di scan
• Menunjukkan dokumen asli + copy
Persyaratan Pendaftaran Badan Usaha

PERUSAHAAN PERUSAHAAN PENERIMA


PEMBERI KONTRAK D KONTRAK (TOLL OUT IMPORT)
C
1. SIUP perusahaan
1. Nomor Pokok wajib Pajak 2. NPWP perusahaan
(NPWP) 3. Tanda Daftar Perusahaan
2. Surat Ijin Produksi 4. Sertifikat GMP import yang
3. CPKB (Cara Pembuatan disahkan oleh pejabat
Kosmetik Yang Baik) berwenang
4. SIUP (Surat Izin Usaha 5. Certificate of Free Sale yang
Perdagangan) dikeluarkan dan disahkan
5. Perjanjian kerjasama (disahkan pejabat terkait
oleh notaris) antara 2 pihak 6. Letter of Authorization yang
6. Tanda Daftar Perusahaan mencantumkan masa
berlaku. (...tahun)
Persyaratan Pendaftaran Badan Usaha

PERUSAHAAN PENERIMA KONTRAK


(TOLL OUT IMPORT) MELALUI DISTRIBUTOR
E

1. Surat Perjanjian Kerjasama (disahkan notaris)


antara phak distributor dan perusahaan
2. Surat Perjanjian Kerjasama (disahkan notaris)
antara pihak distributor dan principle
3. Angka Pengenal Importir distributor
Mekanisme Pendaftaran
Badan Usaha
&
Notifikasi Melalui Website
Notifikasi Kosmetika
Website Notifikasi Kosmetika
• Website Notifikasi dapat diakses dengan menggunakan browser
Mozilla Firefox 3.0 atau Mozilla Firefox dengan seri yang lebih baru.
• Alamat website : [Link]
Pendaftaran Badan Usaha

1. Mengakses
website
Notifikasi
Kosmetika
2. Klik pilihan
“Daftar” pada
Halaman
Depan website
Notifikasi
Pendaftaran Badan Usaha
3. Mengisi Formulir Pendaftaran Pemohon Notifikasi
→ Pilih status pemohon Notifikasi sesuai jenis badan usaha
Pendaftaran Badan Usaha
Pendaftaran Badan Usaha
4. Verifikasi Data Pemohon Notifikasi
• Menyerahkan copy dokumen persyaratan pendaftaran dan membawa
dokumen aslinya untuk diperiksa oleh petugas (verifikator) Badan
POM
• Verifikasi dilakukan di Gedung B lantai 5 , Badan POM RI, Jl.
Percetakan Negara No.23, Jakarta.

5. Aktivasi login pendaftar notifikasi kosmetika


• Administrator sistem notifikasi badan POM akan mengirimkan email
aktivasi ke alamat email pendaftar.
• Login dapat digunakan untuk notifikasi kosmetika.
Prosedur Notifikasi Kosmetika
[Link] Website Notifikasi kosmetik dengan “Username” dan “password” yang
telah terdaftar.

2. Klik “Daftarkan” pada template notifikasi

3. Akan muncul tampilan template berikut. Isi template, kemudian


klik “Lanjutkan Proses >>”
Prosedur Notifikasi Kosmetika
1. Mengakses Website Notifikasi kosmetik dengan “Username” dan
“password” yang telah terdaftar.
Contoh tampilan website notifikasi setelah proses Log In
Prosedur Notifikasi Kosmetika
2. Klik “Daftarkan” pada template notifikasi

3. Akan muncul tampilan


template berikut. Isi template,
kemudian klik “Lanjutkan
Proses >>”
Prosedur Notifikasi Kosmetika
CONTOH TAMPILAN TEMPLATE
NOTIFIKASI
(Identitas Utama Produk)

“Versi” dapat dikosongkan atau diisi


dengan:
• Nama produsen yang berbeda,
• Versi produk yang berbeda
penandaan atau
• Nama Kit untuk jenis produk
kombinasi
Prosedur Notifikasi Kosmetika
Prosedur Notifikasi Kosmetika
3. Isi data produk pada template Notifikasi
a. isi status produk
CONTOH TAMPILAN TEMPLATE NOTIFIKASI (PRODUK IMPOR)
b. Isi data kemasan produk; kategori dan subkategori produk (dapat dilihat daftarnya pada
Lampiran 1 Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor
HK.[Link].10.11983 Tahun 2010 tentang Kriteria dan Tata Cara Pengajuan Notifikasi
Kosmetika); Kegunaan dan Tampilan Produk.
CONTOH TAMPILAN TEMPLATE NOTIFIKASI (pemilihan kategori produk)
CONTOH TAMPILAN TEMPLATE NOTIFIKASI (pemilihan subkategori)
CONTOH TAMPILAN TEMPLATE NOTIFIKASI ( “kegunaan” & “tampilan produk”)
• “Kegunaan” diisi dengan kegunaan produk sesuai yang tertera pada kemasan
• “Tampilan produk” sesuai dengan produk yang akan didaftarkan
c. Isi data perusahaan dan upload file CFS dari lembaga berwenang di negara produsen

d. Isi Daftar Bahan Kosmetik


→Tuliskan nama ingredient/ bahan dengan format *nama ingredient*
→Pilih ingredient/ bahan yang sesuai nama dan CAS# nya
Jika Ingredient/bahan , CAS# ingredient/bahan dan fungsi bahan yang
belum terdaftar, lakukan pendaftaran terlebih dahulu di Badan POM RI
Prosedur Pandaftaran Bahan Baku :
1. Daftar antrian secara online di website Badan POM RI [Link] dengan memilih
menu “Update Bahan Baku”
2. Mendaftarkan Bahan baku , CAS# bahan baku atau fungsi yang belum terdaftar di Gedung B
lantai 5 , Badan POM RI, Jl. Percetakan Negara No.23, Jakarta dengan data pendukung sebagai
berikut :

a. Untuk Bahan Baku yang Belum Terdaftar :


1. MSDS (Material Safety Data Sheet)
2. Jurnal Ilmiah Pendukung
b. Untuk CAS# Bahan baku yang belum terdaftar :
1. Data pendukung untuk CAS# tersebut yang diterbitkan oleh lembaga seperti : PCPC
(Personal Care product Council), CosIng
([Link] dan lain-lain
2. Data Pendukung untuk CAS# dari supplier bahan baku harus disertai dengan jurnal
ilmiah pendukung.
c. Untuk fungsi bahan yang belum terdaftar :
Data pendukung untuk fungsi bahan sesuai dengan ingredient yang diterbitkan oleh
lembaga seperti : PCPC (Personal Care product Council), CosIng, ICID
([Link] dan lain-lain
CONTOH TAMPILAN TEMPLATE NOTIFIKASI (Pengisian Daftar Bahan Baku)
CONTOH TAMPILAN TEMPLATE NOTIFIKASI (Pengisian fungsi Bahan Baku)
CONTOH TAMPILAN TEMPLATE NOTIFIKASI (Pengisian Persentase Bahan Baku)
e. Menyetujui Pernyataan dan klik “ Lanjutkan Proses” untuk notifikasi
atau “Simpan Data Sebagai Template” untuk menyimpan data.
4. Setelah Notifikasi kosmetik diproses, akan diterbitkan Surat Perintah Pembayaran secara
online. Pendaftar harus memproses pembayaran sesuai SPB dan meyerahkan bukti bayar
beserta SPB Gedung B lantai 5 , Badan POM RI, Jl. Percetakan Negara No.23, Jakarta
untuk diproses lebih lanjut untuk mendapatkan ID produk.

5. ID Produk akan diterbitkan secara online dan diberitahukan melalui email pendaftar.
6. Maksimum setelah 14 hari kerja Persetujuan Notifikasi kosmetika akan diterbitkan secara online
dan diberitahukan melalui email pendaftar.
Pertanyaan & Follow Up

• Pertanyaan mengenai prosedur notifikasi dan masalah dalam


proses notifikasi dapat diajukan kepada Direktorat Penilaian
Kosmetika Badan POM RI melalui email
penilaian_kosmetik@[Link].

• Follow Up jika terjadi masalah dalam proses notifikasi dapat


dilakukan dengan konsultasi di Gedung B lantai 5 , Badan
POM RI, Jl. Percetakan Negara No.23, Jakarta.
MATERI 1 SKIN CARE
FISIOLOGI
Epidermis
KULIT

Dermis

Jaringan penyambung
(hipodermis, subkutan, tela
subkuntea )
Epidermis
Lapisan Tanduk
(stratum corneum )

Lapisan Bening
(stratum lusidum )

Lapisan Berbulir
( stratum granulosum )

Lapisan Bertaju (stratum


spinosum / stratum
malphigi)

Lapisan Benih
( stratum basale /
germinativum )
Epidermis
Lapisan Tanduk
Epidermis (stratum corneum )

• Penahan cahaya, kuman,


panas, zat kimia

• Terdiri atas lapisan kulit mati


yang berisi keratin

• Tempat terjadinya
keratinisasi yang dimulai
dari stratum granulosum
Epidermis Lapisan Bening
(stratum lusidum )

• Terdiri atas lapisan lemak


jernih berisi pelembab yang
bertanggung jawab atas
penuaan

• Merupakan lapisan sel – sel


gepeng tanpa inti dengan
protoplasma berubah menjadi
protein (eleidin)
Epidermis Lapisan Berbulir
( stratum granulosum )

• 4 – 5 lapis terbentuk atas sel


spindle dan granul kertohialin

• Terdiri atas 2-3 lapis sel sel


gepeng, masih berinti

• Mengandung berbagai enzim,


termasuk enzim yang
menyebabkan destruksi sel itu
sendiri
Epidermis Lapisan Bertaju
(stratum spinosum / stratum malphigi)

• Lapisan tertebal di epidermis (


8 – 10 lapis)
• Terdiri atas banyak sel yang
berbeda-beda bentuk dan
ukuran ( pengaruh mitosis di
stratum basale dan
pengkerutan sel
• Mulai terjadi pembentukan
keratin
• Antar sel dijembatani
jembatan protoplasma dan
tonofibril/ keratin
• Terdapat sel Langerhans (
untuk imunologi seluler)
Epidermis Lapisan Benih
( stratum basale / germinativum )

• Terdiri atas sel-sel berbentuk torak


vertikalberbentuk pagar (disebut
keratinosit)

• Sangat kaya oksigen

• Berfungsi reproduksi untuk


mengadakan mitosis

Terdapat melanosit untuk melindungi


dari paparansinar matahari (sinar
matahari masuk ke dermisakan
mengaktifkan enzim tirosin
yangmengaktivasi melanosit untuk
menghasilkanmelanin)
Keratinosit membutuhkan kurang lebih 28 hari dari stratum
basale sampai ke stratum corneum.
1 Dermis papilare
DERMIS
2 Dermis retikulare

• Dermis terdiri atas jaringan


elastis dan fibrosa padat dimana
terdapat :
• elemen – elemen seluler
• folikel rambut
• otot penegak rambut ( muskulus
erector pili)
• kelenjar parit (sebaseus)
• kelenjar keringat (sudorifera)
• Dermis berfungsi sebagai
penghantar makanan melalui
pembuluh darah kapiler
Dermis papilare Dermis retikulare
• Serabut kolagen untuk menjaga
• Serabut saraf perasa
kelenturan dan kekencangan kulit
• Pembuluh darah kapiler
• Elastin menjaga kekuatan dan
• Getah bening
kekenyalan kulit
Bagian bagian yang terdapat dermis

• Menghasilkan sebum untuk


menjaga keasaman kulit,
Kelenjar melumuri kulit dan rambut,
sebasea membuat kulit tahan air,
pelindung terhadap kuman

• Kelenjar ekrin →
mempunyai efek pendingin
dan menambah penguapan
Kelenjar keringat
minyak • Kelenjar apokrin →
menghasilkan sedikit lebih
kental, berisi lemak, gula,
dan protein
Bagian bagian yang terdapat dermis

Sirkulasi pada kulit

Pembuluh darah → mengangkut


nutrisi dan oksigen ke kulit

Saraf → mengantar informasi yang


berasal dari saraf sensoris untuk
disampaikan ke otak

Pembuluh limfe → ujung tombak imunitas tubuh (pembuluh limfe


akan mengangkut materi yang tidak dapat diangkut oleh vena)
Fungsi kulit

Radiasi ( sinar
matahari, UV lamp)

Terhadap infeksi
jamur dan bakteri

proteksi

Terhadap gangguan Rangsangan mekanis ( gesekan,


fisik tarikan, tumbukan, tekanan dll)

Terhadap
Stratum korneum bersifat tahan air
rangsangan kimia
dan zat kimia, sebum sebagai acid
(zat alkali kuat,
mantle
Lysol, alcohol)
Fungsi kulit
PERBAIKAN JARINGAN
ABSORBSI
• Sel mast akan melepaskan histamin yang akan
mencetuskan beberapa reaksi. Termasuk pelebaran
• Kulit sehat tidak mudah pembuluh darah, nyeri, pembengkakan, peradangan
menyerap air, larutan dan • Gatal – gatal ( stimulasi terhadap ujung saraf)
benda padat • Kemerahan (peningkatan suplai darah ke daerah
• Dapat menyerap dengan mudah tersebut)
• Nyeri (peningkatan aliran darah dan cairan serum
cairan yang mudah menguap ( meningkatkan tekanan terhadap saraf dan
chloroform, eter) merangsangnya)
• Permeabilitas kulit terhadap • Bengkak ( peningkatan aliran darah disertai
o2,co2 dan uap air ekstravasasi serum)
memungkinkan fungsi respirasi • Radang ( reaksi terhadap infeksi dan trauma, suplai
pada kulit darah meningkat sehingga area menjadi merah,
• Absorbsi terutama terjadi pada bengkak dan panas)
lapisan sebasea, sangat sedikit • Bernanah ( terbentuk saat tubuh melawan bakteri,
terdiri atas, sel darah putih, bakteri hidup maupun mati,
pada tranS epidermal fragmen-fragmen dari jaringan dan serum
THERMOREGULASI Fungsi kulit
(MENGATUR SUHU TUBUH)

Melalui SEKRESI
• Evaporasi ( penguapan keringat)
• Radiasi ( pemancaran panas tubuh) • Kelenjar keringat akan mengeluarkan
• Konduksi ( menghantarkan panas zat zat tidak berguna hasil metabolisme
melalui perantara, misalnya pakaian) ( Nacl, urea, asam urat, dan amonia
• Konveksi ( melalui angin) bersama air)
• Tubuh mengalami dehidrasi yang tidak
disadari sebanyak 50 ml/jam
• Sekresi air yang berlebih akan
menurunkan suhu tubuh, misal pada
demam
• Sebum juga berfungsi untuk mencegah
evaporasi air yang berlebihan agar kulit
tetap lembab
Tipe Kulit

1. Normal
2. Berminyak
3. Kering
➢ Kombinasi
➢ Sensitif
Jenis kulit

KERING
•Kurang sekresi sebum sehingga
NORMAL
faktor pelembab alami berkurang
•Kelembaban dan sekresi minyak
•Kulit terasa kencang karena
seimbang
kehilangan kekenyalannya
•Pergantian sel teratur (sel mati
•Kulit tipis dan pori pori tak terlihat
seimbang dengan sel pengganti)
•Terdapat garis garis dan kerut
•Pori pori kecil
terutama pada sekitar mata
•Jarang ada spot, jika ada
•Terdapat pelebaran pembuluh
penyembuhan akan cepat
darah biasanya di sekitar hidung dan
pipi
Jenis kulit

SENSITIF
Mudah memerah karena terjadi
BERMINYAK
pelebaran pembuluh darah
Sebum diproduksi berlebihan
Jika dibiarkan berlanjut akan
Kulit mengkilap tebal dan kusam
menyebabkan pelebaran permanen
Pori-pori / folikel rambut membesar
Kulit kering cenderung berubah
menjadi sensitif

KOMBINASI
Kering pada pipi dan samping wajah berminyak pada t zone
Kelenjar sebasea lebih banyak pada bagian tengah dan terletak lebih ke
permukaan pada daerah tersebut
Jenis kulit

KULIT TERHIDRASI
• Kulit kehilangan
kelembabannya MATURE SKIN
• Kulit keras, kencang, dan • Kulit kehilangan
gatal kekenyalan dan
• Semua kulit bisa terhidrasi kelenturannya
jika tercukupi nutrisinya • Terlihat bergaris garis

KULIT RADANG
TERINFEKSI • Pori-pori tertutup sehingga sisa metabolism
• Radang, bengkak, tidak dapat dikeluarkan
iritasi, perubahan • Akan terjadi radang ketika sebum dan
warna keringat tidak dapat mencapai permukaan
• Tergantung pada untuk dikeluarkan
bakteri / jamur • (akibat oleh kosmetik, kelembaban, toksin,
obat)
jerawat
Penyebab jerawat

• Hormon androgen • Bakteri p. acne


✓ hiperkeratinisasi
✓ Peningkatan sekresi sebum
komedo

Whitehead /
komedo tertutup
• Dibawah kulit,
warna agak
terang
• Terbentuk dari
debris
(sel+sebum di
dalam folikel)

Blackhead/ komedo terbuka


• Whiteheads yang membesar dan mempunyai titik hitam di permukaan kulit
• White head dan blackhead berada di kulit dalam waktu lama
• Whitehead dan blackhead bukan merupakan peradangan
hiperpigmentasi
AGING
AGING
Manifestasi penuaan kulit

DERMIS
EPIDERMIS KELENJAR KERINGAT • Kerusakan jaringan
• pembaruan sel kurang aktif kolagen dan elastin
melambat • Proteoglycan dan
• penebalan stratum glycoprotein menurun
corneum • Elastosis meningkat
• hiperkeratosis
• pigmentasi
• imunitas turun

KELENJAR SEBASEA
Penurunan sekresi sebum (
pengarh hormone)
Anti aging : pencegahan

PELINDUNG
• Sun block
• Anti radikal bebas :
SOD, Se, Si, Vit E, Vit
C, karotenoids, KONDISIONER
flavonoids, gamma • Anti MMP (elastase,
orizanol collagenase)
pelembab
• Hyaluronic acid
NUTRISI • Kolagen , elastin
• Vitamin A (ester), B5 • Asam nukleat (DNA,
(panthenol), C, E, EFA, RNA)
PUFA
PERANGSANG
METABOLISM
• Phytosterols
• Centella asiatica, ginseng
• Alga (spirulina)
• UVA dipicu oxidative stress • UVB mempengaruhi DNA bersifat merusak
• Yang membentuk radikal bebas dan dan bisa menjadi kanker
akan merusak DNA • Gen P53 merupakan kode bagi protein
• Memicu kanker untuk meperbaiki sel atau pun
• Mekanisme pertahanan kulit membunuhnya jika perbaikan tidak terjadi,
• Pada hal ini dilakukan dengan nilah yang disebut sunburn cell
menambah produksi pigmen
PENGERTIAN KOSMETIK

bahan atau sediaan yang dimaksudkan


untuk digunakan pada bagian luar tubuh
manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir,
dan organ genital bagian luar) atau gigi
atau mukosa mulut terutama
membersihkan, mewangikan, mengubah
penampilan dan atau memperbaiki bau
badan atau melindungi atau memelihara
tubuh pada kondisi baik.

Surat Keputusan Kepala Badan POM RI Nomor:


HK.00.05.4.1745 tentang Kosmetik
BAHAN DASAR KOSMETIK

PRESERVATIVES (PENGAWET)
SOLVENT ( PELARUT)
Untuk meniadakan pengaruh terhadap
Bahan yang berfungsi sebagai pelarut
kuman, menambah usia kosmetik, (asam
seperti air, alcohol, eter dan minyak
benzoate, alcohol, formalin)

ADHESIVE EMUSIFIER
(PELEKAT) Menyatukan 2 jenis bahan, bersifat
Sebagai pelekat juga agar kosmetik tidak emulgator, menurunkan tegangan
melekat pada kulit ( seng stearate, permukaan antara 2 cairan (lilin lebah,
magnesium stearate) lanolin, alcohol, ester, asam lemak)
BAHAN DASAR KOSMETIK

ASTRINGENT (PENGENCANG)
•Bahan untuk mengerutkan dan
menciutkan jaringan kulit ABSORBVENT (PENYERAP)
•(asam lemak rendah alkohol, Menyerap cairan (kalsium karbonat
alkohol, dll) dalam bedak yang dapat menyerap
keringat)

DESINFEKTAN
• Melindungi kulit tubuh dari
mikroorganisme
• (ethil alkohol, propil alkohol, asam
borat fenol, amonium kuatener)
BAHAN DASAR KOSMETIK

KOSMETIK BAHAN DASAR ALKOHOL


KOSMETIK BAHAN DASAR LEMAK FUNGSI ALKOHOL :
FUNGSI LEMAK : [Link] permeabilitas kulit pada
1. Sebagai pelindung air
2. Sebagai pembasah [Link] daya pembasah air
3. Sebagai pelarut [Link] daya pembersih terhadap
4. Sebagai penyerap kotoran yang berlemak.
5. Sebagai bahan aktif ; [Link] sebagai astringent
vitamin,hormon,lesitin. [Link] sebagai desinfektan.

KOSMETIK BAHAN DASAR AIR

[Link] penyerap
[Link] pembersih
BIOKOSMETIKA

Kosmetika yang mengandung zat zat


biologis aktif yang berasal dari hewan
ataupun nabati

• Sari Plasenta
• Sari Embrio
• Air Ketuban Lembu
• Serum Lembu
• Sari Jaringan Tubuh
• Kolagen
HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN

1. Kosmetik berbahan dasar aktif tretinoin jangan digunakan pada kulit


yang tidak sehat.
2. Jangan memakai alkohol pada kulit sensitif
3. Tretionin tidak boleh digunakan pada kulit yang baru melakukan
pengelupasan (peeling).
4. Pemakaian tretinoin harus segera dihentikan jika muncul lepuh rasa
terbakar pada kulit.
5. Kehalalan bahan-bahan yang dikandung seni kerajinan dan
pariwisata
LANJUTAN ----
KOSMETIKA
PEMBERSIH KULIT
Bagaiman Produk Pembersih kulit
Mempengaruhi kulit???
• Pembersih kulit penting dalam memelihara
kesehatan kulit dan berperan terhadap penampilan
estetikanya.
• Kotoran yang terdapat pada kulitterdiri atas
keringat, sebum dan produk pengurainya, sel kulit
mati, residu kosmetik, produk perwatan, debu,
serta pengotor lingkungan lainnya yang terbawa
oleh udara.
• Sebagian besar senyawa tersebut tidak larut dalam
air, sehingga membersihkan kulit dengan air saja
tidak cukupuntuk menghilangkan kotoran.
Bagaiman Produk Pembersih kulit
Mempengaruhi kulit???
• Produk pembersih kulit mengandung surfaktan
yang mampu mengelmusikanbahan tidak larut air
menjadi misel yang mudah dibersihkan dari kulit.
• Idealnya, pembersih tidak boleh merusak struktur
kulit yang kompleks serta tidak menyebabkan
iritasi, kekeringan, kemerahan dan gatal.
• Sayangnya, sebagian besar pembersih kulit
menyebabkan perubahan pada struktur kulit dan
fungsi sawar sehingga muncul berbagai reaksi dan
gejala gangguan kulit.
Efek Negatif Pembersih Kulit
• Surfaktan bersifat melarutkan lipid tetapi hal ini
dapat mengganggu struktur Stratum Korneum (SC),
melemahkan fungsi sawarnya, menurunkan kadar
NMF (Natural Moisturizing Factor/faktor pelembab
alami), menyebabkan dehidrasi kulit, iritasi,
inflamasi,dan merusak protein kulit serta menggangu
proses peremajaan sawar dengan mempengaruhi
diferensiasi dan deskuamasi keratinosit.
➢Untuk mengurangi efek negatif diatas
pengembangan penggunaan kombinasi surfaktan
anionik dengan surfaktan amfoterik atau non-ionik.
Efek Negatif Pembersih Kulit
• pH pembersih. Pembersih berbasis sabun bersifat
alkali, sedangkan ph sebagian besar pembersih
berbasis surfaktan sintetik mendekati netral atau
sedikit asam. Pada kondisi stres dimana cuaca dingin
dan kering, sebagian besar pengguna sabun akan
mengalami akan mengalami kulit kering dan gatal.
• Alkohol dapat menghilangkan kotoran dan minyak
dari kulit, tetapi membuat kulit kering.
➢Formulasi berbasis alkohol sebaiknya tidak digunakan
pada kulit kering atau kulit yang mengalami penuaan
karena akan memperburuk kondisi kulit.
Persyaratan Kualitas dan Karakteristik yang
memenuhi Kebutuhan Konsumen
Karakteristik
• Bau dan warna yang netral atau enak
• Mudah dioleskan/digosokkan dengan sifat berbusa yang sesuai
• Mudah diratakan
• Teasa nyaman saat penggunaan
• Tidak berasa berminyak/berlemak
• Tidak meninggalkan residu
• Melembabkan kulit saat dibersihkan
• Non-komedogenik
• Ditoleransi dengan baik dan non-alergenik
• Pensanitasi tangan: tidak mengeringkan kulit, tetapi membunuh bakteri
dan virus.
Persyaratan Kualitas dan Karakteristik yang
memenuhi Kebutuhan Konsumen
Kualitas
• Stabil dalam jangka waktu yang lama
• Tekstur yang halus
• Tidak ada kontaminasi dan pertumbuhan mikroba
• Sifat alir yang sesuai
• Aktivitas busa sesuai
• pH sesuai
• Aman untuk kulit
KOSMETIKA
PEMBERSIH KULIT
Kulit kita terus kontak dengan
lingkungan yang dapat merubah
flora normal, pH dan sifat sawar
kulit.

Untuk mencegah terjadi kondisi


yang tidak diinginkan, kita perlu
melakukan pembersihan kulit.

Pembersihan kulit mencakup


penghilangan kotoran, minyak,
kosmetik, dan sel-sel mati.
JENIS PRODUK PEMBERSIH KULIT
1

PRODUK PEMBERSIH WAJAH

PRODUK MANDI (BATH & SHOWER)

PRODUK PEMBERSIH TANGAN


PEMBERSIH WAJAH

• Dirancang untuk membersihkan


kulit wajah
• Menghilangkan kotoran dan riasan
• Menghilangan mikroorganisme
yang mungkin berbahaya
Produk pembersih wajah berupa
emulsi dan tidak berbusa, gel,
scrub, toner, masker, serta tisu
pembersih.
PRODUK MANDI

• Dirancang untuk menghilangkan


kotoran, keringat dan sel sel kulit
mati dari tubuh
• Menghaluskan dan melembabkan
kulit
• Membuat kulit bersih dan segar
• Memberikan sensasi relaksasi
Jenis Produk berupa sabun batang,
garam mandi, bubble bath , shower
gel dan oil bath.
PEMBERSIH TANGAN
• Dirancang untuk membersihkan
tangan.
• Produk ini mirip dengan
pembersih wajah dan sabun
mandi.
• Jenis Produk berupa sabun
batang dan sabun cair, umumnya
ditambahkan bahan pelembab.
• Klasifikasi pensanitasi tangan
berbasis alkohol dan non alkohol
dalam bentuksabun batang, gel,
lotion, krim, dan tisu pembersih.
Bagaiman Produk Pembersih kulit
Mempengaruhi kulit???
• Pembersih kulit penting dalam memelihara
kesehatan kulit dan berperan terhadap penampilan
estetikanya.
• Kotoran yang terdapat pada kulitterdiri atas
keringat, sebum dan produk pengurainya, sel kulit
mati, residu kosmetik, produk perwatan, debu,
serta pengotor lingkungan lainnya yang terbawa
oleh udara.
• Sebagian besar senyawa tersebut tidak larut dalam
air, sehingga membersihkan kulit dengan air saja
tidak cukupuntuk menghilangkan kotoran.
Bagaiman Produk Pembersih kulit
Mempengaruhi kulit???
• Produk pembersih kulit mengandung surfaktan
yang mampu mengelmusikanbahan tidak larut air
menjadi misel yang mudah dibersihkan dari kulit.
• Idealnya, pembersih tidak boleh merusak struktur
kulit yang kompleks serta tidak menyebabkan
iritasi, kekeringan, kemerahan dan gatal.
• Sayangnya, sebagian besar pembersih kulit
menyebabkan perubahan pada struktur kulit dan
fungsi sawar sehingga muncul berbagai reaksi dan
gejala gangguan kulit.
Efek Negatif Pembersih Kulit
• Surfaktan bersifat melarutkan lipid tetapi hal ini
dapat mengganggu struktur Stratum Korneum (SC),
melemahkan fungsi sawarnya, menurunkan kadar
NMF (Natural Moisturizing Factor/faktor pelembab
alami), menyebabkan dehidrasi kulit, iritasi,
inflamasi,dan merusak protein kulit serta menggangu
proses peremajaan sawar dengan mempengaruhi
diferensiasi dan deskuamasi keratinosit.
➢Untuk mengurangi efek negatif diatas
pengembangan penggunaan kombinasi surfaktan
anionik dengan surfaktan amfoterik atau non-ionik.
Efek Negatif Pembersih Kulit
• pH pembersih. Pembersih berbasis sabun bersifat
alkali, sedangkan ph sebagian besar pembersih
berbasis surfaktan sintetik mendekati netral atau
sedikit asam. Pada kondisi stres dimana cuaca dingin
dan kering, sebagian besar pengguna sabun akan
mengalami akan mengalami kulit kering dan gatal.
• Alkohol dapat menghilangkan kotoran dan minyak
dari kulit, tetapi membuat kulit kering.
➢Formulasi berbasis alkohol sebaiknya tidak digunakan
pada kulit kering atau kulit yang mengalami penuaan
karena akan memperburuk kondisi kulit.
Persyaratan Kualitas dan Karakteristik yang
memenuhi Kebutuhan Konsumen
Karakteristik
• Bau dan warna yang netral atau enak
• Mudah dioleskan/digosokkan dengan sifat berbusa yang sesuai
• Mudah diratakan
• Teasa nyaman saat penggunaan
• Tidak berasa berminyak/berlemak
• Tidak meninggalkan residu
• Melembabkan kulit saat dibersihkan
• Non-komedogenik
• Ditoleransi dengan baik dan non-alergenik
• Pensanitasi tangan: tidak mengeringkan kulit, tetapi membunuh bakteri
dan virus.
Persyaratan Kualitas dan Karakteristik yang
memenuhi Kebutuhan Konsumen
Kualitas
• Stabil dalam jangka waktu yang lama
• Tekstur yang halus
• Tidak ada kontaminasi dan pertumbuhan mikroba
• Sifat alir yang sesuai
• Aktivitas busa sesuai
• pH sesuai
• Aman untuk kulit
Tugas
1. Berikan contoh formula 3 produk pembersih
kulit yang aman dan nyaman
2. Jelaskan masing-masing fungsi bahan yang
ada dalam formula tersebut
3. Jelaskan bagaimana cara penggunaannya

Tugas dalam bentuk word dikirim ke


googleclassroom tugas materi 6
Stabilitas Produk
Kosmetik
STABILITAS KOSMETIK

Definisi :
Kemampuan suatu produk untuk bertahan dalam batas
spesifikasi yang ditetapkan sepanjang periode penyimpanan
dan penggunaan untuk menjamin identitas, kekuatan, kualitas
dan kemurnian produk tersebut
UJI STABILITAS KOSMETIK

Dilakukan sebagai indikasi tingkat stabilitas produk pada


berbagai kondisi sejak pembuatan hingga akhir masa berlaku

Uji stabilitas dimaksudkan untuk menjamin kualitas produk


yang telah diluluskan dan beredar di pasaran.
Dengan uji stabilitas dapat diketahui pengaruh faktor
lingkungan seperti suhu dan kelembapan terhadap
parameter–parameter stabilitas produk seperti kadar zat aktif,
pH, berat jenis dan netto volume sehingga dapat ditetapkan
tanggal kedaluwarsa yang sebenarnya.
PERANAN UJI STABILITAS

• Sebagai panduan pengembangan formula


produk kosmetik
• Memperkirakan usia guna sediaan dan sebagai
sarana konfirmasinya
• Sebagai panduan dalam memantau aspek
stabilitas organoleptik, fisika kimia dan
mikrobiologi
• Menjamin keamanan produk
KAPAN UJI STABILITAS
DILAKUKAN ?

• setiap sebuah industri mengeluarkan sebuah produk baru


• Selama pengembangan formula baru pada skala lab dan pilot
• Saat terjadi perubahan berarti selama proses pembuatan :
bahan baku, sediaan, kemasan, erlatan baru,
• Validasi alat atau proses produksi baru

Uji Stabilitas dilakukan dengan metode mengambil sempel dari [Link]


Stabilitas ini akan terus dilakukan setiap 12 bulan sekali untuk menjaga
kualitas dan mutu dari produk yang dihaslikan.
Uji Stabilitas dibagi menjadi dua tahap,yaitu ;

1. Uji stabilitas jangka pendek (dipercepat)


Uji stabilitas jangka pendek dilakukan selama 6 bulan dengan kondisi ekstrim (suhu 40±20C
dan Rh 75% ± 5%). Interval pengujian dilakukan pada bulan ke – 3 dan ke-6.

2. Uji stabilitas jangka panjang (real time study)


Uji stabilitas jangka panjang dilakukan sampai dengan waktu kadaluwarsa produk seperti
yang tertera pada kemasan. Pengujiannya dilakukan setiap 3 bulan sekali pada tahun
pertama dan setiap 6 bulan sekali pada tahun kedua. Pada tahun ketiga dan seterusnya,
pengujian dilakukan setahun sekali.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STABILITAS
PRODUK KOSMETIK

SETIAP KOMPONEN BAHAN DAPAT MEMPENGARUHI STABILITAS PRODUK


KOSMETIK. FAKTOR LAINNYA :
• Variabel formulasi
• Proses pabrikasi
• Kondisi lingkungan
• transportasi

Berdasarkan penyebabnya, perubahan diklasifikasikan :


1. ekstriksik, jika ditentukan faktor eksternal
2. Intrinsik, jika ditentukan oleh seluruh faktor formulasi
FAKTOR EKSTRINSIK

• Waktu
• Suhu
Suhu Tinggi : Percepatan Reaksi Penguraian
Suhu Rendah : Kekeruhan, Pengendapan, Kristalisasi
• Cahaya Dan Oksigen → Pembentukan Radikal Bebas
• Kelembaban
• Bahan Yang Kontak Langsung Dengan Produk : Gelas,
Logam
• Mikroorganisme ( Produk Yang Mengandung Air Rentan
Serangan Mikroba)
FAKTOR INTRINSIK

INKOMPATIBILITAS KIMIA

INKOMPATIBILITAS FISIKA pH
Pengendapan Reaksi oksidasi – reduksi
Pemisahan fase Hidrolisis
kristalisasi Interaksi sesame komponen
sediaan
Interaksi produk – bahan
kemasan
Stabilitas suatu produk ditunjang oleh dua hal yaitu
kestabilan isi kandungan dan interaksi antara isi kandungan
dengan wadahnya

Stabilitas Produk, yaitu stabilitas dari produk yang disimpan dalam wadah
inert dan tidak permeable yang tidak berinteraksi dan sepenuhnya melindungi
produk dari atmosfir

Stabilitas Produk-Wadah, termasuk semua interaksi yang mungkin


terjadi antara produk dan wadah misalnya absorpsi konstituen produk
oleh wadah, melarutnya konstituen wadah oleh produk, korosi atau efek
buruk lain dari produk pada wadah dan sifat barrier wadah.
Kondisi Penyimpanan Uji Stabilitas

Suhu Tinggi ( tergantung zona iklim dari target pasar)


Suhu lingkungan
Oven : T = 30 ± 2 0C
(normal)
Oven : T = 40 ± 2 0C Rh 75%

Suhu rendah
Paparan radiasi cahaya : lampu
refrigeratoe : T = 5 ± 20 C
xenon - matahari
Freezer : T = -5 ± 20 C or T = -10 C ± 20 C

Siklus freezing & defrosting


Cycles of 24 hours at room temperature and 24 hours at -5 ± 20 C
Cycles of 24 hours at 40 ± 2 C and 24 hours at 4 ± 20 C
Cycles of 24 hours at 45 ± 2 C and 24 hours at -5 ± 20 C
Cycles of 24 hours at 50 ± 2 C and 24 hours at -5 ± 20 C
Parameter evaluasi stabilitas

Organoleptik : penampilan, warna, bau dan aroma

Fisika- Kimia : pH, Viskositas, Bobot Jenis

Mikrobiologi : angka kuman, tes efektivitas Pengawet


Uji stabilitas dipercepat

• Uji stabilitas dipercepat dilakukan pada suhu ekstrim


• Untuk menentukan usia guna dari produk kosmetik →
waktu daluarsa
• Produk diuji pada lebih dari satu kondisi suhu sehingga
produk dapat dievaluasi pada berbagai kondisi
penyimpanan
• Produk pembanding diuji Bersama –sama dengan
produk uji pada kondisi penyimpanan yang sama
USIA GUNA PRODUK KOSMETIK

• Adalah masa pemakaian produk yang masih memberikan


produk yang memenuhi syarat
• Waktu kadaluarsa = tanggal produksi + usia guna
• Dapat dihitung dari ekstrapolasi persamaan Arrhenius pada
pengujian dipercepat ( zona Ivb 40 0C, Rh 70%) atau dari
hasil penyimpanan retain sampel pada uji stabilitas jangka
panjang
SHELF-LIFE

• Periode waktu penyimpanan


dan penggunaan itu disebut
‘shelf life’ atau ‘waktu simpan’.
• ‘Waktu simpan’ adalah periode
waktu dimana suatu produk
tetap memenuhi spesifikasinya
jika disimpan dalam wadahnya
yang sesuai dengan kondisi
penjualan di pasar
Sediaan kosmetika yang stabil adalah
suatu sediaan yang masih berada dalam
batas yang dapat diterima selama periode
waktu penyimpanan dan penggunaan,
dimana sifat dan karakteristiknya sama
dengan yang dimilikinya pada saat dibuat.
Sediaan kosmetika tidak dapat diterima lagi jika terjadi :

a. Perubahan Fisika
b. Perubahan Kimia
c. Perubahan Kandungan mikroorganisme
Tanda Ketidakstabilan Fisik Sediaan
Kestabilan fisik emulsi atau suspensi dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang
mempengaruhi kestabilan kimia dari emulgator, suspending agent, antioksidan,
pengawet dan bahan aktif

Adanya Pemucatan
Perubahan Atau
Warna Atau Timbul Bau
Pemisahan Fase
Munculnya Warna

Pengendapan
Perubahan
SuspensiAtau Pecahnya Emulsi
Konsistensi
Caking’

Pertumbuhan Kristal
Dan Perubahan Fisik
Atau Perubahan Terbentuknya Gas
Lainnya
Bentuk Kristal
Ketidakstabilan kimia sediaan
Ketidakstabilan kimia ditandai dengan berkurangnya
konsentrasi zat aktif karena :

• Terjadi reaksi atau interaksi kimia


• rusaknya eksipien karena hidrolisis dan reaksi
sejenis
• Pembentukan senyawa lain
Ketidakstabilan
Mikrobiologi Sediaan
▪ Pengaruh mikroba : bau tidak sedap
pada produk, dan rusaknya produk (
tidak berefek dan tidak aman lagi )
▪ Ketidakstabilan mikrobiologi ditandai
dengan pertumbuhan
mikroorganisme yang tampak
maupun tidak tampak seperti :
▪ Aspergillus niger, Candida albicans,
Pseudomonas aeruginosa,
Staphylococcus aureus, Escheria coli,
yang mencemari produk pada waktu
pembuatan.
KESTABILAN EMULSI

Emulsi adalah sistem yang secara termodinamika tidak stabil

• Antarmuka emulsi : Faktor yang menstabilkan sistem emulsi adalah


suatu lapisan surfaktan dan koloid pelindung yang terdapat pada
antarmuka emulsi yaitu bagian luar dari tetesan

• Koalesense terjadi jika jumlah surfaktan dan koloid pelindung


tidak cukup menyelimuti seluruh antarmuka emulsi
EMULSI PECAH
• Ketidakcampuran Kimiawi Antara Emulgator
Dengan Bahan Lain
• Pemilihan pasangan surfaktan yang tidak cocok
(HLB salah)
• Konsentrasi elektrolit yang tinggi
• Viskositas yang terlalu rendah
• Temperatur
Jenis spesifikasi

• Spesifikasi ‘release’ adalah spesifikasi yang harus


dipenuhi pada waktu pembuatan, misalnya 95-105%.

• Spesifikasi periksa atau spesifikasi waktu simpan atau


spesifikasi umur produk, adalah spesifikasi yang harus
dipenuhi sepanjang waktu simpannya, misalnya 90- 110%.
Spesifikasi ‘release’ dan spesifikasi
‘waktu simpan’
Waktu simpan minimum : Periode waktu yang dibutuhkan suatu produk yang
berada pada batas spesifikasi ‘release’ saat pembuatan untuk mencapai
batas spesifikasi periksa

Spesifikasi ‘release’ Spesifikasi waktu simpan

11 0

10 5
10 0 10 0
95

90
SKIN CARE - Lanjutan
MACAM-MACAM
KOSMETIKA UNTUK
KECANTIKAN
1. Kosmetika Pembersih
2. Kosmetika Penyegar
3. Kosmetika Pelembab Dan
Pelindung
4. Kosmetika Dekoratif
5. Kosmetika Perawatan
6. Kosmetika Tradisional
1. KOSMETIKA PEMBERSIH

a. Kosmetik pembersih berbahan


dasar air
b. Kosmetik pembersih berbahan
dasar surfactant
c. Kosmetik pembersih berbahan
dasar minyak
d. Kandungan :
• detergent 10 - 15 %
• foam booster 0 - 2%
• preservative < 1 %
• fragrance 0 - 1%
• water Qs 100 %
Pembersih Make Up remover
Cleansing lotion (kadar minyak
(detergen+lotion+ sangat tinggi)
Cleansing milk air+sedikit
(air- minyak + minyak)
sedikit detergen) Untuk deep
Cleansing cream cleancing
(minyak-air) Juga
mengandung anti
Untuk kulit kering bakteri Mudah digunakan
Untuk berminyak
mendinginkan tanpa efek iritasi
kulit, membuat Untuk kulit
krim lebih Produk
berminyak, berbentuk lotion,
menyebar bernoda, dan detergenennya
bermasalah, tidak menyebabkan
Untuk kulit kering cocok untuk kulit
dan mature kulit kering,
kering, mature, pigmentasi,
maupun normal bahan kerut
(atasi dengan
exfoliant)
2. KOSMETIK PENYEGAR

a. Menyegarkan kulit wajah Kandungan alcohol yang dianjurkan berdasar


jenis kulit
b. Mengangkat sisa minyak
Berminyak 25 – 50%
c. Sebagai desinfektan ringan
Normal 10 – 25 %
d. Membantu menutup pori-pori Kering 0-20%
sensitif 0-10%
Macam penyegar (toner)
• Skin tonic
• Sangat kuat, alkohol 20%-60%
• Mengangkat minyak dan bakteri Kandungan
alkohol yang • Alkohol >25% hanya untuk kulit
dianjurkan berdasar jenis berminyak kulit

• Skin bracers/fresheners
✓ Kandungan umum adalah air bunga mawar
✓ Untuk kulit normal dan kering
[Link] PELEMBAB

• Base foundation/moisturizer barfungsi


untuk mengembalikan kelembaban
kulit

Macam-macam moisturizer
• Moisturizer cream (kandungan air s.d
60%) untuk kulit kering
• Moisturizer milk (air s.d. 85%) untuk
kulit sangat kering
• Night cream (sebagai nourishing
cream)
Dimanakah
Air?

• 50% di
intrasellular
• 15% di
extrasellular
• 5% merupakan
plasma
• 30% berada di
kelenjar keringat
Pengaturan air dalam kulit

▪ Hidrasi dari lapisan yang lebih dalam


▪ Evaporasi
▪ Pelembab akan menjaga fungsi stratum
corneum, tergantung pada
✓ Hydro Lipido Proteic film (HLP)
✓ Natural Moisturizing Factor (NMF)
✓ Kepadatan semen intrasel
Lapisan HLP
Berasal dari sebum dan
keringat Natural Moisturizing
Terdiri atas Factor
Cairan Intrasel
• Air • Asam amino
• Ion • Asam urocanic
•Sphinolipida
• Asam amino • Pyrollidone
•Asam lemak
• Lemak carboxylic acid :
•asam linoleate
• Urea PCA
•kolesterol
• Trigliserida • Elektrolit
• Kolesterol • gula
• Asam
• Zat lilin
Kandungan moisturizer

Occlusive agents

Structural lipids

Hydrophilic film forming agents

Humectants

NMF

AHA
OCCLUSIVE AGENT
• Vaseline, paraffin
• Zat lilin ( dari binatang atau
tumbuhan
• Silikon
• Minyak sayur (almond)
• Asam ester (isoprophyl
myristate
• Lemak alkohol
STRUKTURAL LIPIDS

• Essential Fatty Acids (EFA:linoleate, asam linolenat)


• PUFA : EPA ; DHA
• Ceramide or pseudo ceramides
• kolesterol
PEMBENTUKAN LAPISAN HYDROPHILIC

• GAG : Glycosaminoglycan (asam


hyaluronat atau kondroitin
sulfat)
• Kolagen
• Protein
• Chitin atau chitosan
HUMECTANS

• Glycerin
• Propylene Glycol atau
Butylene Glycol
• gula
NMF
• PCA
• Urea ( di bawah 10%
• Asam amino atau protein
terhidrolisa
AHA
Di konsentrasi rendah < 2% AHA merupakan pelembab dengan membuat hydrogen
menyatu di rantai protein

Yang paling umum


• Asam glikol
• Asam laktat
• Asam sitrat
• Asam malat
FORMULASI

Biasanya merupakan O/w (oil in water emulsion)


•air
•propylene glycol : konsentrasi di atas 5% menyebabjan
iritasi
•humectants, pembentuk HLP, AHA, NMF
•emulsifier : bisa menyebabkan iritasi
•minyak, lemak ester: sebagian bisa komedogenik
EXFOLIANT Untuk mencerahkan dan memperbaiki penampilan
dengan mengangkat sel kulit mati

FACIAL SCRUB
• Berupa cleansing cream yang
Exfoliating mask
mengandun biji bijian seperti
• Berbahan dasar cream dan clay
kacang gandum maupun butiran
(kaolin) sebagai penyerap alami
kecil sintetis
• Menghaluskan dan mencegah
• Digunakan untuk kulit berminyak
iritasi
• Untuk kulit kering mature dan
sensitif
MASKER
SETTING MASK
C. PEEL OFF MASK
Merapatkan pori, mempercepat penyerapan
bahan aktif yang dioleskan sebelum pemakaian
A. CLAY MASK
masker
• Menyerap minyak keringat
dan sel kulit yang terlepas
di permukaan Latex or Plastic Mask
Mengencangkan kulit sementara
Untuk kulit kering dan mature

B. THERMAL MASK
Gel mask : mengandung ganggang laut dan
• Mengandung mineral
kolagen
berbentuk pasta yang
Menyegarkan dan mendinginkan kulit
dioleskan di atas krim
Untuk kulit mature dan sensitif
khusus yang akan
mengeras beberapa saat
kemudian Paraffin wax mask
• Powerfful deep cleansing • Menghangatkan kulit
• Mengencangkan dan • Melembutkan kulit
stimulasi • Untuk kulit normal dan kering (tidak untuk kulit
• Tidak untuk kulit sensitif sensitive)
Masker lumpur harus dicampur
dengan zat yang sesuai jenis
MANFAAT MASKER LUMPUR kulit

berminyak Witch hazel

Normal Air destilasi atau air


KAOLIN (white “chine” clay) Fuller’s Earth mawar
• Deep cleansing • Greyish-green clay
Kering Air mawar atau
• Menghilangkan flek dan • Sangat menyerap dan minyak sayur
penyumbatan pori seep cleansing
• Untuk kulit radang ringan • Tidak cocok untuk kulit sensitif Minyak sayur
dan berminyak sensitif

Magnesium Carbonate
Calamine
• (fine, white powder)
• (pale, pink powder) Sulphur
• Toner ringan
• Toner ringan • (light, yellow powder)
• Lembut
• Kandungan zinc • Efek mengeringkan
• Mengencangkan pori
carbonate mendinginkan • Menghilangkan bercak
• Menghaluskan kulit
kulit dan mengencangkan pustule atau papul pada
• Untuk kulit normal
kulit yang keemrahan kulit berminyak
• Tambahkan calamine untuk
• Untuk kulit sensitif
kulit kering dan sensitif
Non setting mask

WARM OIL MASK


READY PREPARED • Menggunakan
CREAM MASK minyak tumbuhan
• Cepat dan mudah (zaitun, almond, BIOLOGICAL MASK
dipakai arachis)
• Mendinginkan • Untuk kulit normal •Berupa cream atau
melembutkan kering mature gel
menyegarkan • Tidak untuk kulit •Berasal dari bunga,
• Dapat dipakai untuk sensitive karena herbal atau ekstrak
mengatasi problems akan melebarkan sayur
kulit yang spesifik kapiler
• Untuk semua jenis
kulit
KOSMETIKA DEKORATIF KOSMETIKA PERAWATAN
• Alas bedak (foundation) • Kosmetika perawatan wajah
• Bedak (powder) • Kosmetik perawatan tangan
• Perona pipi ( blush on) dan kaki
• Eye shadow • Kosmetika perawatan badan
• Eye liner • Kosmetika perawatan
• Pensil alis payudara
• Cat bulu mata (mascara)
• Lipstick (pewarna bibir)
• Lip liner pensil bibir
Bahan
kunyit
Kosmetika
Tradisonal
seledri

Bunga
kenanga
Bahan
Kosmetika
Tradisonal

Mawar

Tomat

Kemukus
Bahan
Kosmetika
Tradisonal

Jahe

Cendana

Anda mungkin juga menyukai